SlideShare une entreprise Scribd logo
1  sur  55
No : 1 Flying Book 11,12,13 Risalah Rabbi ku One Million Phenomena FAHMI BASYA “  good news for modern men ”
Pengantar Tulisan berikut ini memang baru adanya, dia merupakan penafsiran  Al-Quran yang dilihat dengan kacamata ilmu pasti. Maka sudah barang tentu tidak semua orang merasa tepat padanya sebagai arti dari satu kata atau istilah. Penafsiran versi orang-orang eksak ini, sudah agak lama juga dirancang, agar dapat digunakan oleh rekan-rekan serasa dan seperasaan, sebagai insan sepengalaman dalam ilmu-ilmu yang terbilang eksak.  Karya filsafat ini, kami tujukan kepada orang banyak yang tidak banyak, agar dapat difahami secara baik dan teliti, dan dimasukkan di dalam hati. Seperti dikatakan tadi bahwa persoalannya dapat jadi asing di mata orang banyak karena pengalaman ilmu pasti yang kaku dan aneh itu, maka dapatlah dimengerti sekarang mengapa bahasa ilmu pasti tersebut agak kaku dan berlainan dari bahasa sehari-hari.
Misalnya istilah “percepatan” dalam Mekanika, tidaklah kita jumpai pada percakapan sehari-hari. Begitupun pernyataan “jika dan hanya jika” pada Matematika Modern sangat janggal dalam kebiasaan umum. Bahasa ilmu pasti, memang tidak mau menghiraukan kekakuan dan kejanggalan; asalkan makna yang sesungguhnya dapat dengan tepat dijabarkan. Hal ini berlainan dengan bahasa Sastra yang mementingkan bunyi; sekalipun sesuatu kata tidak dapat dijabarkan.  Misalnya kata “suci”.  Penjabaran dari suatu pernyataan sangatlah penting dalam memahami Al-Qur’an. Dan karena pada Al-Qur’an ada juga diterangkan hal-hal yang eksak, maka kiranya tulisan kecil ini memadailah hendaknya sebagai pelengkap tafsir-tafsir lampau dari ulama-ulama Islam.  Sekian pengantar dari kami, selamat memikirkan !  NB. Asli tulisan ini ditanda tangani langsung Jakarta, 4 Februari 1982 fahmi basya
Pembuka Satu filsafat ringan kita ungkap di sini. Berbicara mengenai filsafat, kita tidak lepas dari bahasa, sebab bahasa filsafat lebih halus dari bahasa sehari-hari.  Dalam ungkapan filsafat, kita perlu memperhatikan apa yang dikatakan “seni rasa bahasa” Istilah ini baru di sini dikemukakan, sekalipun sudah sejak lama ada dalam masyarakat.  Seni rasa bahasa, bisa berbeda dalam satu rumpun bahasa yang sama, hal mana ia sangat peka dalam ungkapan-ungkapan filsafat. Filsafat sekecil ini mungkin tidak berlebihan, karena bahasa yang dipakai padanya adalah bahasa orang-orang eksak.  Filsafat, selamanya bicara “Yang Pertama”, dan pada masa yang silam lebih difokuskan pada masalah Tuhan Pencipta. Seperti dikatakan di atas bahwa bahasa cukup berperan dalam ungkapan filsafat, misalnya : “lobang kecil-kecil” dan “lobang-lobang kecil”, adalah disamakan dalam bahasa sehari-hari; akan tetapi dalam pembicaraan  filsafat ia dibedakan.
Hal yang seperti ini berhubungan erat dengan “kepekaan berbahasa”.  Dibedakannya kedua pernyataan itu, karena “seni rasa berbahasa”. Mungkin belum cukup filsafat seseorang jika ia tidak bisa merasakan “seni rasa bahasa”.  Kepekaan yang demikian sebenarnya didapat dari sebagian kecil sifat Tuhan yang disebut di dalam Al-Qur’an dengan istilah “LATHIIF” yang berarti “Maha SENSITIF”. Hal ini dapat dilihat pada data berikut. (kata Luqman kepada anaknya):”Hai anakku, sesungguhnya jika ada peristiwa setimbang biji yang kerdil di karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya akan didatangkan Allaahh karakternya, sesungguhnya Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan. (Al-Qur’an, surat Luqman, ke 31 ayat 16) Tidak pemandangan mencapai Dia, dan Dia mencapai pemandangan-pemandangan itu, dan Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan  (Al-Qur’an, surat Al-An’am, ke 6 ayat 106) Penganalisaan ini akan kita bahas di bab yang khusus.  Demikian, dan inilah Risalah Rabbi ku,  One Million Phenomena, “ good news for modern men”
AKAL & FIKIRAN Di dalam Al-Qur’an, Akal dan Fikiran dibedakan contoh soalnya. Itu menandakan bahwa Mengakali tidak sama dengan Memikirkan. Coba simak dua contoh ayat bergandengan berikut :  Dan dia Yang menggandakan bumi dan menjadikan padanya gravitasi dan sungai-sungai, dan dari tiap benih Dia jadikan padanya sistem dua menurut malam siang.Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berfikir (Al-Qur’an, surat Ar-Ra’du, ke 13 ayat 3) Dan di bumi ada beberapa potong bukit dan kebon-kebon dari anggur dan tetumbuhan dan korma yang berumpun dan yang tidak berumpun, disiram oleh air yang satu, dan kami lebihkan sebagiannya atas sebagian dalam rasa. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berakal (Al-Qur’an, surat Ar-Ra’du, ke 13 ayat 4)
Contoh orang berfikir itu disebut pada ayat berikut : Sesungguhnya dalam peristiwa penciptaan langit dan bumi,  dan pergantian malam dengan siang, ada ayat-ayat bagi ulul albab.  Yang mengingat Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan  sambil berbaring, dan memikirkan peristiwa dalam penciptaan langit  dan bumi, (serta mengatakan) :”Majikan kami !, Tidak Engkau ciptakan ini  dengan kepalsuan. Maha Penggerak Engkau, maka hindarilah kami  dari bencana api “ (Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 190-191) Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa  menggunakan fikiran tidak semudah menggunakan akal.   Pada data (013,004) itu misalnya, terlihat bahwa persoalannya cukup mudah, hingga dapat secara spontan difahami oleh setiap tingkat intelektual manusia. Akan tetapi memikirkan penciptaan langit dan bumi, seperti digambarkan pada data (003,191) alangkah sulitnya, dan diperlukan waktu panjang guna menyambung-nyambung akal.  Dengan kata lain, untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi, tentu diperlukan teropong untuk melihat benda-benda angkasa. Dan ini tidak semudah melihat pepohonan di bumi dengan mata telanjang. Orang yang bermain catur dengan akal-akalan, pasti dikalahkan oleh orang yang bermain catur dengan fikiran.
Demikian juga anak-anak sekolah dasar yang sering mendapat nilai bagus, walau tidak belajar di rumah, adalah karena persoalan yang diberikan di sekolah dasar masih lebih pendek dari akal anak itu.  Tetapi setelah mereka di sekolah lanjutan, jika anak-anak juga tidak belajar di rumah, maka dapat kita lihat nilai-nilainya menurun. Hal itu tidak lain karena persoalan akal yang diberikan di sekolah telah lebih panjang dari akal mereka. Sebab itu mereka harus belajar di rumah untuk menghafal rumus dan melatih akal agar dapat mengimbangi perpanjangan persoalan akal yang diberikan di sekolah.  Contoh soal akal yang kita akali ialah: Kalau saya mempunyai kertas setebal 1 mm, kemudian saya kali 500 kali, maka tinggi kertas itu jika ditumpuk =  ? Jawabnya : 1 mm x 500 = 500 mm = 50 cm = ½ m. (setengah meter) Contoh soal Fikiran yang kita akali ialah : Kalau kita mempunyai selembar kertas tipis, tipis sekali, yaitu 1/1000 mm. Kemudian kita potong jadi dua bagian, kemudian kita dempetkan dan kita potong jadi dua bagian sekali gus, kemudian kita dempetkan lagi dan kita potong jadi dua bagian sekali gus, dan seterusnya mendempetkan dan memotongnya jadi dua bagian sekali gus. Pertanyaannya :”Berapa kira-kira tinggi kertas itu jika ditumpuk setelah pemotongan yang ke 50 ?”
Bagaimanapun juga akal anda dan akal saya mengatakan bahwa tinggi kertas itu tidak akan lebih 1 meter. Sebab yang 1 mm saja dikali 500 tingginya hanya ½ m, apalagi ini yang berasal dari 1/1000 mm dan didempet dan dipotong sampai potongan yang ke 50. Bagaimanapun ia tidak akan lebih dari 1 meter .  Bagaimana kalau ada orang yang mengatakan bahwa tinggi kertas itu menaik-naik ke langit dan meliwati bulan ?.  Sekarang coba kita hitung. Dan kita coba dengan cara hitungan anak-anak sekolah.  ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object]
Karena tebal kertas itu 1/1000 mm, maka tinggi tumpukan kertas : 1/1000 mm x  1.125.899.900.000.000.  = 1.125.899.900.000 mm = 1.125.899.900 m = 1.125.899,9 km Lebih tinggi dari sejuta km. Padahal tinggi bulan dari bumi hanya 380.000 km.  Terlihat betapa besar kesalahan terjadi akibat soal fikir kita akal-akalkan.  Sebab itu janganlah persoalan fikiran kita akal-akalkan. Dan jangan demikian mudah kita katakan “Saya fikir”, padahal kita belum berfikir. Dan jangan mudah mengatakan “tidak masuk akal”, padahal ia memang hal yang tidak pernah masuk akal. Demikian Akal & Fikiran.
1.125.899,9 km 380.000 km.  bulan bumi
2 .  “the original language”   Terjemahan lama mengartikan A’jamiyy  dengan arti “bahasa asing” atau “bahasa selain arab”. Hal itu melihatkan bahwa data (016,103)  tidak mungkin terjadi:  “ Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan: ” Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”.  Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa asing (a’jamiyy), padahal ini lisan bahasa arab yang nyata” (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat 103) Kemustahilan itu terlihat :”Sebodoh-bodoh orang di masa itu, tidaklah mereka akan menuduh Nabi Muhammad Saw diajar oleh orang asing seperti Orang Jawa, Orang Inggris, Orang Prancis Orang Cina dan lain-lain. Tetapi mereka menuduh bahwa orang pintar di antara Orang Arab juga yang mengajar Nabi. “ Maka dengan demikian, ‘Arabiyyu tidak dapat diartikan “bahasa arab”, tetapi bahasa asli, dan A’jamiyy adalah bahasa sehari-hari orang Arab.
Dengan demikian pembetulan terjemahan ayat itu adalah seperti ini : “ Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan: ” Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”.  Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa  sehari-hari  (a’jamiyy), padahal ini lisan bahasa asli yang nyata” (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat103) Catatan Kecil: Ummar pernah bilang”Aku tidak faham makna AKBAR”,  Ibnu Abbas pernah bilang”Aku tidak faham makna Fathir” Kesimpulan: Al-Quran itu adalah Mu’jizat-mu’jizat dalam bentuk kata-kata dalam bahasa asli.   44.Dan jika kami jadikan dia Bacaan bahasa sehari-hari, sungguh mereka katakan: ” Tidak dijelaskan ayat-ayatnya ?”. Apa sih bahasa sehari-hari dan bahasa asli itu ?. Katakan:”Dia untuk orang yang beriman, petunjuk dan obat,  dan orang yang tidak beriman, dalam kuping-kuping mereka  ada sumbatan  dan dia atas mereka satu kegelapan. Itulah mereka dipanggil dari tempat yang jauh”. (Surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 44)
7.Dan seperti itu kami wahyukan kepada mu Bacaan Bahasa Asli,  agar kamu peringatkan Ibu Negeri dan orang-orang di sekitarnya,  dan engkau peringatkan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya,  sebagian di sorga dan sebagian pada neraka. (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 7) 1.Ha Mim. 2.Demi tulisan yang nyata.  3.Sesungguhnya kami menjadikan dia Bacaan Bahasa Asli, agar kamu mengerti.    4.Dan sesungguhnya dia di dalam tulisan di sisi kami, terinci secara bijaksana (Surat Az-Zukhruf, ke 43 ayat 1-4) 21.Bahkan ia Bacaan Terpelihara.  22.Dalam tempat catatan terjaga (Al-Buruuj, ke 85 ayat 21-22) Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
Membetulkan Pengertian shoddaqo bukan semata berarti meng-iya-kan, tetapi padanya ada terkandung “koreksi” dan “penambahan”. Istilah ini kita sebut “membetulkan”. Jadi “membenarkan”  dan “membetulkan” itu berbeda. Misalnya pada ayat ini: Dan kami telah iringkan atas mereka dengan ‘Isa anak Maryam sesudahnya  membetulkan  apa yang di hadapannya dari Taurat dan kami berikan  kepadanya Injil, padanya petunjuk dan cahaya dan  membetulkan  untuk apa  yang di hadapannya dari Taurat  dan petunjuk dan nasehat untuk orang yang bertaqwa. (Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 46) Pada (Injil) Matius 5:17 terlihat penambahan yang dimaksud:   17,(Kata Nabi ‘Isa):”Jangan kamu sangka aku datang hendak merombak  hukum Taurat atau kitab nabi-nabi. Bukannya aku datang untuk merombak,  melainkan hendak menggenapkan”. Sebab itu dikatakan “yang di hadapannya”, karena yang di hadapannya itu adalah taurat yang telah dikaburkan oleh Bani Israel. Jadi tidak benar Nabi ‘Isa membenarkan Taurat yang sudah dikaburkan. Yang benar Nabi ‘Isa membetulkan  apa-apa yang di hadapannya dari Taurat.  Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
3.  Pribumi A’raabu berarti “Penduduk Asli” atau “Pribumi”, sebab itu ia dilihatkan tinggal di desa seperti terlihat pada ayat berikut: Mereka sangka golongan itu belum pergi, dan jika golongan itu datang, mereka suka kalau mereka di  desa  di antara  penduduk asli  sambil menanyakan tentang kabar kamu. Walau mereka berada bersama kamu,  mereka tidak akan berjuang melainkan sebentar saja. (Surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 20) Tidak patut penduduk kota dan orang-orang sekeliling mereka dari  penduduk asli   ketinggalan dari Rasuulullaahh (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 120) Penduduk Pribumi , lebih keras kekufurannya dan kenifakan mereka  dan lebih pantas tidak mengetahui batas-batas Allah atas Rasul Nya,  dan Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana. (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 97)
4. Makhluk Cerdas (Basyaru) Dengan ditemukannya arti kata Basyaru = Makhluk Cerdas, maka ia akan  merubah sikap sebagian  ummat pembaca Al-Quran tentang teori evolusi.  Sebab pada data (015,028) dikatakan :
Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat.  Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin  dari hamaa-in masnuun. Data Kamus Basyar = Makhluk Cerdas,  dengan kode 0,1,2,3,4, adalah sbb: 90.Dan mereka berkata:”Kami tidak akan beriman kepadamu hingga engkau pancarkan  bagi kami mata air dari bumi” 91.“Atau engkau mempunyai kebon dari korma dan anggur, lalu engkau alirkan  mata-mata air di antaranya dengan terpancar” 92“Atau engkau gugurkan langit   seperti engkau katakan atas kami dengan  berkeping-keping atau engkau bawa karakter Allaahh dan malaikat berhadapan” 93.“Atau engkau punya satu rumah dari emas atau engkau naik ke langit,  dan kami tidak beriman terhadap kenaikanmu sebelum engkau turunkan atas kami  satu Tulisan (Kitab) yang dapat kami baca”. Katakan:”Maha Penggerak Rabbiku,  bukankah aku ini tidak lain melainkan seorang Rasul untuk Makhluk Cerdas (basyar)?” 94.Tidak ada yang mencegah orang untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk,  melainkan mereka berkata: “Apa Allaahh telah utus seorang rasul untuk makhluk cerdas ?” (Surat Al-Isra’, ke 17 ayat 90-94)  Terlihat, serangkai ayat ini seolah berbicara kembali, setelah sekian lama diabaikan.  Maksudnya, selama ini pembaca tidak demikian tertarik mendiskusikan rangkaian ayat ini.  Tetapi sekarang, ia jadi bahan pembicaraan kita.
Phenomena ini menunjukkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat Kamus dari suatu kata  yang sulit. Maksudnya tanpa kamus ini, manusia akan sulit memahami makna yang  sesungguhnya. Kamus inilah yang salah satunya disebut Al-Furqon yang berarti Pembeda.  Memang Basyar itu artinya Orang atau Manusia, tetapi pada  kamus ini lebih dijelaskan bahwa orang itu “yang cerdas”.  Contoh lain misalnya :Kata Malaikat kepada Siti Maryam as : 26.Maka makan dan minumlah dan berdingin matalah.  Maka jika engkau bertemu seorang yang cerdas,  maka katakanlah :”Sesungguhnya aku bernadzar  untuk Pengatur Puasa, maka pada hari ini aku tidak mau bicara  kepada orang-orang” (Surat Maryam, ke 19 ayat 26) 103.Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka mengatakan: ” Sesungguhnya yang memberi tahu dia, orang yang cerdas”.  Lisan yang mereka tuduhkan kepadanya Bahasa Sehari-hari,  dan ini Lisan Bahasa Asli yang nyata. (Surat An-Nahl, ke 16 ayat 103)
22.Dan sebagian dari ayat-ayat Nya, penciptaan langit  dan bumi, dan  berlainan Lisan  kamu dan warna kamu.  Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat  untuk orang yang tahu. (Surat Ar-Ruum, ke 30 ayat 22) Mengapa manusia bisa bicara dan berlainan,  adalah disebabkan pengaruh Ruh dan Wahyu,  seperti Nabi ‘Isa as bicara dalam buaian.  Data kamusnya dilihatkan pada ayat berikut : Satu kendala pada teori evolusi ialah bahasa. Itu sebab masalah kelainan bahasa dan warna kulit disebut sebagai mu’jizat (ayat). Ya, seperti manusia akan memikirkan tongkat Nabi Musa jadi ular, tidak akan pernah bisa. Sebab itu, semua mu’jizat nabi-nabi yang disebut di dalam Al-Quran disebut sebagai ayat saja. Artinya, ayat itu adalah mu’jizat.Penciptaan langit dan bumi juga mu’jizat. Bagaimana yang tadinya tidak ada kemudian ada.  Satu lagi “apakah jin juga terevolusi ?. Dari jin kera yang mana jin itu ?”
30.Ia berkata:”Sesungguhnya aku ini hamba Allah Dia beri kepadaku Kitab,  dan Dia jadikan aku Nabi”   31.“Dan Dia jadikan aku orang yang dilindungi di mana saja aku berada, dan Dia wajibkan aku sholat dan zakat selama aku hidup”   32.“Dan berbakti kepada ibuku,  dan tidak Dia jadikan aku orang yang mengagahi celaka”   33.“Dan kesejahteraan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku akan mati,  dan pada hari aku akan dibangitkan dalam keadaan hidup” 34.Itu,‘Isaa anak Maryam, perkataan yang lengkap, yang di dalamnya mereka berselisihan.    (Surat Maryam, ke 19 ayat 30-34) Jadi teks ucapan Nabi ‘Isa di dalam buaian itu, diletakkan dalam data kamus  pada Al-Quran , yang mempunyai kode 0,1,2,3,4.  Ayat yang melihatkan bahwa Mu’jizat Nabi Musa adalah ayat saja, ialah : 36.Maka ketika datang kepada mereka Musa dengan ayat-ayat kami yang jelas,  mereka berkata:”Ini tidak lain melainkan sihir yang dibikin,  dan kami tidak dengar ini pada bapak-bapak kami yang pertama” (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 36)
Maka ingatlah Tuhan menciptakan Basyar Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat.  Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin  dari hamaa-in masnuun. (Al-Hijir, ke 15,ayat 28)
Dia Yang menciptakan Makhluk Cerdas dari air, Maka Dia jadikan dia berhubungan keluarga dan berhubungan kawin Dan adalah Penguasamu Sangat Berkuasa (Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 54)
Dan sungguh kami telah datangkan kepada mereka satu tulisan(Kitab), maka kami terangkan dia atas dasar Ilmu Pengetahuan, sebagai petunjuk dan pengaturan untuk kaum yang percaya For We had certainly sent unto them a Book,based on knowledge,  wich We ekplained in detail,a guide and a mercy to all who believe (Surat Al-A’raf, ke 7 ayat 52)
Millatu Ibrahim Dianut Ada empat hal yang menjadi dasar metodologi ilmiah A.Riset dengan menggunakan teknologi modern, atau mengumpulkan  data dan memprosesnya menjadi suatu informasi (1.Eksperimen, 2 Observasi) B.Berpedoman kepada terjemahan wahyu yang betul,disertai kekuatan  berfikir dan do’a. (3.wahyu (data yang benar) dan do’a, 4.memikirkan)
Filosof dan ahli fikir ternama yang disebut di dalam Al-Quran ialah Ibrahim ‘alaihhissalaam. Ia melakukan eksperimen dengan empat ekor burung, disebut pada data (002,260) dalam hal ia ingin mengetahui bagaimana Tuhan menghidupkan barang yang telah mati,  dan ia melakukan observasi terhadap benda-benda angkasa, disebut pada data (006,075-079) dalam hal ia ingin mengetahui siapa Tuhannya.  Dan pada kedua hal itu ia berpedoman kepada wahyu. Maka akhirnya….. muncullah satu tesis ilmiah daripadanya yang terkenal dengan sebutan “ Millatu Ibrahim” atau “Ajaran Ibrahim”.
Katakan !:”Betul Allah,  maka ikutilah millatu Ibrahim sesempurnanya dan tidak ada dia dari orang yang menyekutukan” (Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 95)
Di seluruh dunia sekarang Millatu Ibrahim itu dianut oleh para ilmuwan . Dan orang yang mengingkari millatu itu ialah orang bodoh. Siapa orang bodoh itu ?. Orang yang tidak mau mendasari pendiriannya kepada 4 hal tadi. Observasi, Eksperimen, Memikirkan dan Data Yang Benar.(*) (*)  salah satu data yang benar ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw 130.Dan bukankah tidak ada orang yang enggan dari millatu Ibrahim melainkan orang yang membodohkan dirinya ?, padahal kami telah pilih dia di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat dari orang-orang yang berbuat baik. (Surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 130)
Ada pertanyaan yang perlu dijawab :”Mengapa setiap menyebut Millatu Ibrahim pada Al-Quran selalu disebut “dan tidak ia dari orang yang musyrik ?”. Misalnya pada ayat berikut ini : Kemudian kami wahyukan kepadamu:”Hendaklah engkau ikuti Millatu Ibrahim itu sesempurnanya,  sebab ia bukan dari orang yang menyekutukan.” (Surat An-Nahlu, ke 16 ayat 123)
Sebab itu, di zaman ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, phenomena orang yang menyekutukan jadi berkurang, karena orang yang menyekutukan hukum Tuhan tidak mempunyai dasar suatu metodologi. Mereka hanya menyangka-nyangka. Padahal sangka-sangka sangat bertentangan dengan ilmu pengetahuan.  36.Dan apa-apa yang diikuti oleh kebanyakan mereka tidak lain  sangka-sangka , padahal sangka-sangka sedikitpun tidak bisa menyingkirkan Yang Lengkap. Sesungguhnya Allah Mengetahui karakter tanda-tanda yang mereka kerjakan. (Al-Quran, surat Yunus, ke 10 ayat 36)
Ibrahim Nabi yang Shiddiq Di dalam Al-Quran ada dua Nabi yang mendapat gelar Shiddiq. Pertama Nabi Idris AS, kedua Nabi Ibrahim AS.    56. Dan ingatlah Idris di dalam Kitab,   sesungguhnya dia adalah Nabi Yang Shiddiq (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 56)   41. Dan ingatlah Ibrahim di dalam Kitab,   sesungguhnya dia adalah Nabi Yang Shiddiq (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 41) Bahkan di ayat 50 dikatakan bahwa kepada nabi Ibrahim diberikan  Lisan yang shiddiq yang tinggi. 50.Dan kami berikan  kepada mereka sebagian dari rahmat kami,  dan kami jadikan bagi mereka Lisan yang shiddiq yang tinggi (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 50)
Mu’min Mu’minin & Mu’minat Ketika hijrah, turun wahyu yang memerintahkan agar mu’minat diuji  atau diperiksa keimanannya. Hal itu melihatkan bahwa pendirian  mu’minat lemah. 10.Hai orang-orang yang beriman !,  jika datang kepadamu  mu’minat  berhijrah, maka  ujilah mereka (Surat Mumtahanah, ke 60 ayat 10) Itu sebab pada data (028,010) dikatakan  Ibu Musa jadi Mu’minin ketika dikuatkan  atas qalbunya. Karena kalau tidak dikuatkan  qalbunya ia akan tetap jadi Mu’minat.
10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir  ia buka karakternya,jika tidak kami teguhkan atas qalbunya, agar jadilah ia dari  Mu’minin. (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10) Perempuan itu tingkatnya memang ½ laki-laki, seperti dijelaskan pada  data (002,282) bahwa saksi seorang laki-laki dapat digantikan oleh 2  orang perempuan.Pada data (004,011) jelas dikatakan bahwa waris  untuk anak perempuan adalah ½ bagian waris anak laki-laki. Secara jelas pada data (004,034) dikatakan bahwa laki-laki sebagai  pengurus perempuan, karena sebagian dilebihkan atas sebagian.  Laki-laki itu pengurus atas perempuan perempuan karena Allah telah  lebihkan sebagian mereka atas sebagian (Al-Quran, surat An-Nisa’, ke 4 ayat 34)
Surat Al-Mu’minun di dalam Al-Quran, diletakkan pada Nomor ke 23.  Surat itu berarti “ Orang-Orang Berpendirian Teguh ”.  Hal itu dilihatkan pada ayat 1,2,3,4 nya. SURAT ke 23: 1.Sungguh menang Orang Yang Berpendirian Teguh. 2.Yang khusyu’ dalam sholat mereka 3.Dan yang berpaling dari yang sia-sia 4.Dan yang mengeluarkan zakat Kalau orang tidak teguh pendiriannya, sulit mengerjakan pernyataan  ayat 2.3.4. ini.  Lantas ayat 23 berikut berisi nama Tuhan yang bernama  Al-Mu’min yang berarti  Yang Berpendirian Teguh.
23.Dia Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia Raja Yang Agung Yang mensejahterakan,  Yang Berpendirian Teguh , Yang Mengawal, Penakluk Yang Menggagahi Yang Menyombongkan Diri, Maha Penggerak Allah dari hal apa yang mereka sekutukan. (Surat Al-Hasyar, ke 59, ayat 23) Itulah nama Tuhan yang pertama yang kita koreksi  pemahamannya dalam Risalah  ini.
Al-Quran Sebaik-baik Tafsir Dan tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan, melainkan kami datangkan kepadamu karakter yang lengkap dan  sebaik-baik Tafsir (Al-Quran, Surat Al-Furqon, ke 25 ayat 33) Jika kita baca Kitab Al-Quran dengan pengertian (maksudnya membaca  Tafsir Al-Quran atau Terjemahan), kita akan menemukan pengulangan yang  banyak tentang Allah. Bahkan di surat Mujadilah (ke 58) setiap ayatnya  berisi kata Allah. (surat ini berisi 22 ayat).  Di dalam Al-Quran sendiri kata Allah itu terulang sebanyak  2698.  Padahal ayat Al-Quran semua ada sebanyak 6348.  Jadi dapat dikatakan tiap-tiap tiga ayat Al-Quran, berisi paling sedikit satu  kata Allah. Ini phenomena yang menarik. Mengapa Allah demikian  banyak disebut di dalam Al-Quran ?
Jawabnya karena Al-Quran itu adalah Tafsir tentang nama-nama Allah.  Bayangkan kalau kita sudah harus membaca Tafsir, berarti sudah terjadi Tafsir  Kwadrat. Yang parahnya, orang yang menulis Tafsir Al-Quran tidak mengerti  kalau tujuan utama dari Al-Quran itu adalah untuk memahami nama-nama  Tuhan, sehingga banyak nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka  diterjemahkan secara tergesa-gesa dan bahkan jauh  dari makna yang sesungguhnya.  Kalau bukan karana nama-nama Tuhan, kita tidak perlu meneliti ulang tafsir yang sudah ditulis oleh pendahulu kita. Tetapi kebanyakan ahli Tafsir tidak mementingkan nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka, kita perlu mengkaji ulang. Sejauh mana kebenaran terjemahan itu, atau itu hanya penyalinan  dari serekata lama.  Sejarah mencatat, Al-Quran diterjemahkan kedalam  bahasa Indonesia itu adalah hal yang baru.  Bangsa Eropah sudah lama memperoleh  terjemahan Al-Quran.
Daftar berikut barang kali dapat membantu. No. Al-Quran diterjemahkan  Pada Tahun 1. Latin 1543,1669 2. Jerman 1616,1773,1828.1840 3. Prancis 1647.1783,1840 4. Inggris 1647,1734,1876,1905,1917.1919 5. Rusia 1776 6. Urdu 1826 7. Melajoe Abad ke 17 8. Indonesia  (A.Hasan)  1928 ,    (M Yunus), 1959,1960 (Departeman Agama RI) 1965
Dan bagi Allah nama-nama yang baik. Oleh karena itu serulah Dia dengan nama-nama Nya,  dan tinggalkan orang-orang yang bersalah-salahan dalam nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas menurut apa yang mereka telah kerjakan (Al-Quran, surat Al-A’raf, ke 7 ayat 180) One Million Phenomena mulai ditulis tahun 1976. Baru di buku inilah kita  temukan keperdulian orang tentang nama-nama, terutama  nama Tuhan. Mengapa kita harus benar dalam nama-nama Tuhan ?. Itu barangkali alasan mengapa tiap tiga ayat Al-Quran,  paling sedikit berisi satu kata Allah. Dan Al-Quran adalah  sebaik-baik Tafsir tentang nama-nama Tuhan.
Yang sangat perlu diingat ialah bahwa Al-Quran itu membetulkan bahasa Arab. Artinya Al-Quran lebih Arab dari bahasa Arab. Jangan menganggap bahasa arab lebih arab dari Al-Quran. Dengan demikian, karena Al-Quranlah sebenarnya bahasa Arab itu terpelihara sampai sekarang. Jika tidak ada Al-Quran, bahasa Arab itu sudah hancur seperti bahasa-bahasa yang lain. Sebab itu arti suatu kata tidak mesti datang dari bahasa Arab, karena ada istilah di dalam Al-Quran yang tidak dikenal sama sekali oleh orang Arab, tetapi dibuka rahasianya lewat ayat Al-Quran dengan ayat Al-Quran. Seperti Ummar yang mengatakan “Saya tidak faham makna Akbar”. Atau seperti Ibnu Abbas mengatakan “Saya tidak faham makna Fathir sebelum saya mendengar A’rabu bertengkar tentang sumur”. Untuk setiap kabar ada tempat duduknya,  dan nanti kamu akan mengetahuinya (Surat Al-An’am, ke 6 ayat 67)
GUA Hira’ Tempat Wahyu Al-Quran Pertama turun Kepada Nabi Muhammad saw
LATHIIF 19 .Allah berlaku sensitif terhadap karakter hamba-hamba Nya, Dia beri siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Kuat Penakluk. (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 19) 19 .Dan berlaku sensitiflah, dan jangan  menyadarkan karakter kamu seorangpun” (Surat Al-Kahfi, ke 18 ayat 19) 19.Dia mengetahui pandangan-pandangan yang khianat dan apa-apa yang disembunyikan oleh dada-dada.  (Al-Quran, surat Al-Mu’min, ke 40 ayat 19)
Secara lengkap ayat itu berbunyi seperti ini : Dan seperti itu kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya antara mereka. Ia berkata :”Berapa (lama) kamu tinggal ?”. Mereka berkata:”Kita tinggal satu hari atau setengah hari”. Berkata mereka:”Penguasa kamu lebih mengetahui berapa lama kamu tinggal”. “Utuslah seorang dari kamu dengan daun kamu ini ke Kota, maka hendaklah ia perhatikan siapa dari mereka yang baik makanannya, maka hendaklah ia datangkan kepada kamu rizki daripadanya. Dan berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan karakter kamu seorangpun” (018,019)
Lathiifun Khabiir Yang Sensitif Yang Mengabarkan “ Wahai anakku, sesungguhnya jika ada kasus setimbang biji  yang kerdil di dalam karang besar atau di langit atau di bumi,  niscaya akan dilihatkan karakternya oleh Allah.  Sesungguhnya Allah Yang Sensitif Yang Mengabarkan”.  (Al-Quran, surat Luqman, ke 31 ayat 16)
Wallaahhu  ‘aliimum bidzaatish-shuduur (Dan Allaahh mengetahui karakter isi dada) Bukankah mereka palingkan dada-dada mereka agar tersembunyi daripada Nya ?. Bukankah ketika mereka pakai baju mereka Dia mengetahui apa-apa yang mereka rahasiakan dan apa-apa yang mereka nyatakan ?.  Sesungguhnya Dia mengetahui karakter isi dada. (Al-Quran, surat Hud, ke 11, ayat 5) Dia mengetahui apa-apa yang di langit dan bumi, dan Dia mengetaui apa-apa  yang kamu rahasiakan dan apa-apa yang kamu nyatakan.  Dan Allah mengetahui karakter isi dada. (Al-Quran, surat Taghabun, ke 64, ayat 4)
QALBU & FUADU   Qalbu dan Fuadu dibedakan phenomenanya di dalam Al-Quran. Hal itu dapat kita lihat pada kisah Ibu Musa yang dikuatkan atas Qalbunya, agar ia jadi Mu’minin. Padahal Fuadu nya telah terhampa ketika melihat anaknya diambil keluarga Fir’aun.  10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir  ia buka karakternya,   jika tidak kami teguhkan atas  qalbunya,agar jadilah ia dari  Mu’minin. (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10) Dari phenomena ini terlihat bahwa Qalbu lebih berhubungan dengan masalah keimanan, sedangkan Fuadu berhubungan dengan masalah kemanusiaan. Contohnya lagi yaitu:
260.Dan ketika berkata Ibrahim:”Rabbi, lihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang telah mati”. Dia berkata: “Apa engkau tidak percaya “. Ia berkata:”Tidak sekali-kali, akan tetapi agar tentram qalbuku”. Dia berkata:”Maka ambillah empat ekor burung, maka jinakkan mereka kepadamu, kemudian jadikan (ia berada) atas tiap gunung sebagian dari mereka, kemudian panggil mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Penakluk Yang Bijaksana. (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 260) Pada kesempatan lain Ibrahim memakai kata Fuad-Fuad (Af-idah) untuk menyatakan ketertarikan manusia kepada manusia di sekitar ka’bah.
(Kata Ibrahim):”Majikan kami sesungguhnya aku tempatkan sebagian dari anak cucuku di lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan di dekat rumah Mu yang ditinggalkan. Majikan kami agar mereka mendirikan sholat, lantaran itu jadikanlah Fuad-Fuad dari manusia tertarik kepada mereka,  dan berilah mereka dari buah-buahan agar mereka bersyukur”.  (Al-Quran, surat Ibrahim, ke 14 ayat 37) Jadi kalau kita tertarik untuk kembali ke Mekkah untuk mengerjakan haji atau umroh, itu bukan dari Qalbu, tetapi dari Fuadu.  Sekarang yang jadi masalah yang mana yang kita akan artikan “Hati” dalam bahasa kita. Qalbu = Hati atau Fuadu= Hati ?.  Saya mengusulkan Fuadu ini diartikan Sikap, dan Qalbu diartikan Hati. Kalau tidak, ya biar saja yang satu dengan kata Qalbu dan yang lain dengan kata Fuadu. Yang jelas Qalbu dan Fuadu tidak sama. Al-Quran datang justru menjelaskan kepada manusia beda antara keduanya.
Allah tidak menjadikan bagi seseorang  dua qalbu dalam rongganya (Al-Quran, surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 4) Tidak akan mengena suatu mushibah melainkan dengan izin Allah, dan siapa mengimani karakter Allah  niscaya Dia bimbing Qalbunya,  dan Allah Mengetahui karakter tiap sesuatu. (Al-Quran, surat At-Taghabun, ke 64 ayat 11)
Al-Masiih   Dan ketika malaikat berkata :”Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakanmu dengan  Kalimat daripada Nya, namanya Al-Masiih ,‘Isa anak Maryam yang terkenal di dunia dan akhirat, dan dari orang yang didekatkan” (Al-Quran, surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 45) Jadi nama Kalimat itu Al-Masih, nama orangnya ‘Isa, dan nama keturunannya Ibnu Maryam.  Perlu diingat, predikat Al-Masih itu tidak satu-satunya Nabi ‘Isa yang menyandangnya. Orang yang akan datang di akhir zaman nanti dengan nama Da’jal, juga menyandang predikat Al-Masih, yaitu dengan sebutan  Da’jal Al-Masih
Da’jal ini dinyatakan sebagai orang yang bermata satu di jidat. Dan kelahiran seperti ini pernah terjadi seperti diterbitkan oleh Consultant of Islamic Medicine King Fahad Medical Research Center King Abdul Aziz University Jedah dalam buku Human Development As Revealed in the Holy Quran and Hadith, yang beredar di Canada. Kelahiran bayi bermata satu Dan telah tamat KALIMAT Rabbimu dengan betul dan adil. Tidak ada yang dapat merubah pada kalimat-kalimat-Nya.  Dan Dia Maha mendengar Maha mengetahui. (Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 115)
Dan ketika Ibrahim diberi ujian oleh Penguasanya dengan beberapa KALIMAT, maka ia menamatkannya. Dia berkata:”Sesungguhnya Aku menjadikan mu imam untuk manusia”.Ia berkata:”Dan dari anak cucuku juga ?”. Dia berkata:”Perjanjian KU tidak mengena pada orang-orang yang zhalim” (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 124) Kalimat yang dimaksud pada ayat ini adalah Ka’bah. Dan ternyata pada ka’bah terdapat berbagai macam Ilmu Pengetahuan sebagai Petunjuk untuk alam semesta.  Sebab itu ka’bah bagian dari diskusi kita pada Risalah ini.  Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah yang di Bakkah Mubarokah itu, dan Petunjuk untuk Alam Semesta. (Al-Quran, surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 96)
BOX: Parthenogenese   “ Dalam batas-batas tertentu, nona merupakan suatu keajaiban bagi dunia kedokteran. Nona adalah orang yang ketiga dalam sejarah pengobatan, dimana dengan pasti dapat disebut bahwa pada nona terdapat gejala-gejala partheno-genese” “ Apakah itu dokter”, tanya saya. Beliau tersenyum. Jawabnya:”Parthenogenese adalah suatu kelahiran yang terjadi pada seorang gadis suci, mengandung tanpa didahului oleh hubungan kelamin dengan seorang lelaki. Di Jerman, kejadian yang serupa itu telah terjadi tahun 1945 dan sebelumnya di Brazilia. Dalam dunia binatang terjadi lebih sering, tetapi pada manusia boleh dikata tidak ada”.  Nona Young dan bayinya. “ Apakah anak saya benar-benar sehat ?. “ “ Amat sehat nona Young. Jangan khawatir. Nona harus beranggapan sebagai berikut: Nona dan anak nona adalah sesungguhnya telur kembar. Bayi dan nona dalam segala hal serupa, tidak ada perbedaan. Nona dan bayi nona adalah sebenarnya satu.  Ciri-ciri tentang adanya seorang ayah yang menjatuhkan benih tidak dapat ditemukan. Itu membuktikan bahwa nona telah menerangkan yang sesungguhnya”.  Beliau selanjutnya menerangkan soal-soal kecil mengenai dunia kedokteran yang sebagian besar saya lupakan.  Saya terlalu gembira. Anak saya sehat dan saya tidak perlu malu terhadap masyarakat. “Parthenogenese masih merupakan teka-teki bagi kami kaum dokter”, dokter spesialis melanjutkan.   ( Dari Majalah Dewi Jakarta 7 Mei 1975 )
Pohon VIG di Mesir, dikenal sebagai Pohon Siti Maryam, karena di pohon ini Siti Maryam dan bayinya berlindung.
Demikian Risalah Rabbi ku No 1 One Million Phenomena Flying Book 11,12,13 Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12) Baca kisah penulisan One Million Phenomena Kh.Fahmi Basya [email_address] +62 8 131 131 4 27 4 08 151 1095 165 www.Bumi-Itu-Alquran Lanjut

Contenu connexe

Similaire à AKAL DAN FIKIRAN

One million-phenomena-no-1
One million-phenomena-no-1One million-phenomena-no-1
One million-phenomena-no-1narutoyeah999
 
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptx
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptxIlmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptx
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptxYusril62
 
Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)
Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)
Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)john parlyn sinaga
 
Menulis John Parlyn Halomoan Sinaga
Menulis John Parlyn Halomoan SinagaMenulis John Parlyn Halomoan Sinaga
Menulis John Parlyn Halomoan Sinagajohn parlyn sinaga
 
Concept meaning in trans suhridin
Concept meaning in trans suhridinConcept meaning in trans suhridin
Concept meaning in trans suhridinKhuzain Terate
 
Rencana pelaksanaan pembelajaran
Rencana pelaksanaan pembelajaranRencana pelaksanaan pembelajaran
Rencana pelaksanaan pembelajaraniwan Alit
 
Wacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatik
Wacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatikWacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatik
Wacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatikNurulbanjar1996
 
Tafsir tarbawi ke1
Tafsir tarbawi ke1Tafsir tarbawi ke1
Tafsir tarbawi ke1umiisnartini
 
Makhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesia
Makhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesiaMakhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesia
Makhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesiaHarunyahyaBahasaIndonesia
 
MAKALAH ILMU DAN WAKTU.docx
MAKALAH ILMU DAN WAKTU.docxMAKALAH ILMU DAN WAKTU.docx
MAKALAH ILMU DAN WAKTU.docxRismanGinanjar1
 
Bagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikirBagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikirUmmi Fitri
 
Bagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikirBagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikirDini Ni
 

Similaire à AKAL DAN FIKIRAN (20)

One million-phenomena-no-1
One million-phenomena-no-1One million-phenomena-no-1
One million-phenomena-no-1
 
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptx
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptxIlmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptx
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi PPT.pptx
 
Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)
Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)
Menulis...(john parlyn halomoan sinaga)
 
Menulis John Parlyn Halomoan Sinaga
Menulis John Parlyn Halomoan SinagaMenulis John Parlyn Halomoan Sinaga
Menulis John Parlyn Halomoan Sinaga
 
Modul
ModulModul
Modul
 
Concept meaning in trans suhridin
Concept meaning in trans suhridinConcept meaning in trans suhridin
Concept meaning in trans suhridin
 
Concept meaning in trans suhridin
Concept meaning in trans suhridinConcept meaning in trans suhridin
Concept meaning in trans suhridin
 
Bab vii
Bab viiBab vii
Bab vii
 
Rencana pelaksanaan pembelajaran
Rencana pelaksanaan pembelajaranRencana pelaksanaan pembelajaran
Rencana pelaksanaan pembelajaran
 
Wacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatik
Wacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatikWacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatik
Wacana dan kebuayaan mata kuliah pragmatik
 
Tafsir tarbawi ke1
Tafsir tarbawi ke1Tafsir tarbawi ke1
Tafsir tarbawi ke1
 
Tafsir tarbawi ke1
Tafsir tarbawi ke1Tafsir tarbawi ke1
Tafsir tarbawi ke1
 
Ayat wacana
Ayat wacanaAyat wacana
Ayat wacana
 
Mengagumkan
MengagumkanMengagumkan
Mengagumkan
 
Makhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesia
Makhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesiaMakhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesia
Makhluk makhluk yang mengagumkan. indonesian. bahasa indonesia
 
105403513 makhluk-alloh-yang-mengagumkan
105403513 makhluk-alloh-yang-mengagumkan105403513 makhluk-alloh-yang-mengagumkan
105403513 makhluk-alloh-yang-mengagumkan
 
Makalah agama-
Makalah agama-Makalah agama-
Makalah agama-
 
MAKALAH ILMU DAN WAKTU.docx
MAKALAH ILMU DAN WAKTU.docxMAKALAH ILMU DAN WAKTU.docx
MAKALAH ILMU DAN WAKTU.docx
 
Bagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikirBagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikir
 
Bagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikirBagaimana seorang muslim berpikir
Bagaimana seorang muslim berpikir
 

Plus de a.r.i.e INSTITUTE, my future math project! (6)

TNI AD Mengenai Komunis
TNI AD Mengenai KomunisTNI AD Mengenai Komunis
TNI AD Mengenai Komunis
 
PKI dan Kekejaman Terhadap Ulama
PKI dan Kekejaman Terhadap UlamaPKI dan Kekejaman Terhadap Ulama
PKI dan Kekejaman Terhadap Ulama
 
Metode Trachtenberg : Perkalian dengan 5, 6, dan 7
Metode Trachtenberg : Perkalian dengan 5, 6, dan 7Metode Trachtenberg : Perkalian dengan 5, 6, dan 7
Metode Trachtenberg : Perkalian dengan 5, 6, dan 7
 
Garuda XI
Garuda XIGaruda XI
Garuda XI
 
Membangun Kompetensi
Membangun KompetensiMembangun Kompetensi
Membangun Kompetensi
 
Matematika Islam 2
Matematika Islam 2Matematika Islam 2
Matematika Islam 2
 

Dernier

MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptxMODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptxarnisariningsih98
 
Kelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdf
Kelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdfKelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdf
Kelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdfmaulanayazid
 
PPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptx
PPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptxPPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptx
PPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptxalalfardilah
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdfShintaNovianti1
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.aechacha366
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxmtsmampunbarub4
 
Karakteristik Negara Brazil, Geografi Regional Dunia
Karakteristik Negara Brazil, Geografi Regional DuniaKarakteristik Negara Brazil, Geografi Regional Dunia
Karakteristik Negara Brazil, Geografi Regional DuniaNadia Putri Ayu
 
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdf
Demonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdfDemonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdfvebronialite32
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmeunikekambe10
 
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docxLembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docxbkandrisaputra
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
IPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptx
IPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptxIPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptx
IPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptxErikaPuspita10
 
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdfKelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdftsaniasalftn18
 
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiEdukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiIntanHanifah4
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptNabilahKhairunnisa6
 
Kelompok 4 : Karakteristik Negara Inggris
Kelompok 4 : Karakteristik Negara InggrisKelompok 4 : Karakteristik Negara Inggris
Kelompok 4 : Karakteristik Negara InggrisNazla aulia
 
alat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptx
alat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptxalat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptx
alat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptxRioNahak1
 
Materi Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptx
Materi Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptxMateri Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptx
Materi Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptxshafiraramadhani9
 
Kesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptx
Kesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptxKesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptx
Kesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptxDwiYuniarti14
 
PPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptx
PPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptxPPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptx
PPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptxHeruFebrianto3
 

Dernier (20)

MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptxMODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
 
Kelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdf
Kelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdfKelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdf
Kelompok 1 Bimbingan Konseling Islami (Asas-Asas).pdf
 
PPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptx
PPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptxPPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptx
PPT_AKUNTANSI_PAJAK_ATAS_ASET_TETAP.pptx
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
 
Karakteristik Negara Brazil, Geografi Regional Dunia
Karakteristik Negara Brazil, Geografi Regional DuniaKarakteristik Negara Brazil, Geografi Regional Dunia
Karakteristik Negara Brazil, Geografi Regional Dunia
 
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdf
Demonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdfDemonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdf
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
 
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docxLembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docx
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
IPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptx
IPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptxIPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptx
IPA Kelas 9 BAB 10 - www.ilmuguru.org.pptx
 
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdfKelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
 
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiEdukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
 
Kelompok 4 : Karakteristik Negara Inggris
Kelompok 4 : Karakteristik Negara InggrisKelompok 4 : Karakteristik Negara Inggris
Kelompok 4 : Karakteristik Negara Inggris
 
alat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptx
alat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptxalat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptx
alat-alat liturgi dalam Gereja Katolik.pptx
 
Materi Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptx
Materi Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptxMateri Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptx
Materi Lingkaran kelas 6 terlengkap.pptx
 
Kesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptx
Kesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptxKesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptx
Kesebangunan Segitiga matematika kelas 7 kurikulum merdeka.pptx
 
PPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptx
PPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptxPPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptx
PPT Materi Jenis - Jenis Alat Pembayaran Tunai dan Non-tunai.pptx
 

AKAL DAN FIKIRAN

  • 1. No : 1 Flying Book 11,12,13 Risalah Rabbi ku One Million Phenomena FAHMI BASYA “ good news for modern men ”
  • 2. Pengantar Tulisan berikut ini memang baru adanya, dia merupakan penafsiran Al-Quran yang dilihat dengan kacamata ilmu pasti. Maka sudah barang tentu tidak semua orang merasa tepat padanya sebagai arti dari satu kata atau istilah. Penafsiran versi orang-orang eksak ini, sudah agak lama juga dirancang, agar dapat digunakan oleh rekan-rekan serasa dan seperasaan, sebagai insan sepengalaman dalam ilmu-ilmu yang terbilang eksak. Karya filsafat ini, kami tujukan kepada orang banyak yang tidak banyak, agar dapat difahami secara baik dan teliti, dan dimasukkan di dalam hati. Seperti dikatakan tadi bahwa persoalannya dapat jadi asing di mata orang banyak karena pengalaman ilmu pasti yang kaku dan aneh itu, maka dapatlah dimengerti sekarang mengapa bahasa ilmu pasti tersebut agak kaku dan berlainan dari bahasa sehari-hari.
  • 3. Misalnya istilah “percepatan” dalam Mekanika, tidaklah kita jumpai pada percakapan sehari-hari. Begitupun pernyataan “jika dan hanya jika” pada Matematika Modern sangat janggal dalam kebiasaan umum. Bahasa ilmu pasti, memang tidak mau menghiraukan kekakuan dan kejanggalan; asalkan makna yang sesungguhnya dapat dengan tepat dijabarkan. Hal ini berlainan dengan bahasa Sastra yang mementingkan bunyi; sekalipun sesuatu kata tidak dapat dijabarkan. Misalnya kata “suci”. Penjabaran dari suatu pernyataan sangatlah penting dalam memahami Al-Qur’an. Dan karena pada Al-Qur’an ada juga diterangkan hal-hal yang eksak, maka kiranya tulisan kecil ini memadailah hendaknya sebagai pelengkap tafsir-tafsir lampau dari ulama-ulama Islam. Sekian pengantar dari kami, selamat memikirkan ! NB. Asli tulisan ini ditanda tangani langsung Jakarta, 4 Februari 1982 fahmi basya
  • 4. Pembuka Satu filsafat ringan kita ungkap di sini. Berbicara mengenai filsafat, kita tidak lepas dari bahasa, sebab bahasa filsafat lebih halus dari bahasa sehari-hari. Dalam ungkapan filsafat, kita perlu memperhatikan apa yang dikatakan “seni rasa bahasa” Istilah ini baru di sini dikemukakan, sekalipun sudah sejak lama ada dalam masyarakat. Seni rasa bahasa, bisa berbeda dalam satu rumpun bahasa yang sama, hal mana ia sangat peka dalam ungkapan-ungkapan filsafat. Filsafat sekecil ini mungkin tidak berlebihan, karena bahasa yang dipakai padanya adalah bahasa orang-orang eksak. Filsafat, selamanya bicara “Yang Pertama”, dan pada masa yang silam lebih difokuskan pada masalah Tuhan Pencipta. Seperti dikatakan di atas bahwa bahasa cukup berperan dalam ungkapan filsafat, misalnya : “lobang kecil-kecil” dan “lobang-lobang kecil”, adalah disamakan dalam bahasa sehari-hari; akan tetapi dalam pembicaraan filsafat ia dibedakan.
  • 5. Hal yang seperti ini berhubungan erat dengan “kepekaan berbahasa”. Dibedakannya kedua pernyataan itu, karena “seni rasa berbahasa”. Mungkin belum cukup filsafat seseorang jika ia tidak bisa merasakan “seni rasa bahasa”. Kepekaan yang demikian sebenarnya didapat dari sebagian kecil sifat Tuhan yang disebut di dalam Al-Qur’an dengan istilah “LATHIIF” yang berarti “Maha SENSITIF”. Hal ini dapat dilihat pada data berikut. (kata Luqman kepada anaknya):”Hai anakku, sesungguhnya jika ada peristiwa setimbang biji yang kerdil di karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya akan didatangkan Allaahh karakternya, sesungguhnya Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan. (Al-Qur’an, surat Luqman, ke 31 ayat 16) Tidak pemandangan mencapai Dia, dan Dia mencapai pemandangan-pemandangan itu, dan Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan (Al-Qur’an, surat Al-An’am, ke 6 ayat 106) Penganalisaan ini akan kita bahas di bab yang khusus. Demikian, dan inilah Risalah Rabbi ku, One Million Phenomena, “ good news for modern men”
  • 6. AKAL & FIKIRAN Di dalam Al-Qur’an, Akal dan Fikiran dibedakan contoh soalnya. Itu menandakan bahwa Mengakali tidak sama dengan Memikirkan. Coba simak dua contoh ayat bergandengan berikut : Dan dia Yang menggandakan bumi dan menjadikan padanya gravitasi dan sungai-sungai, dan dari tiap benih Dia jadikan padanya sistem dua menurut malam siang.Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berfikir (Al-Qur’an, surat Ar-Ra’du, ke 13 ayat 3) Dan di bumi ada beberapa potong bukit dan kebon-kebon dari anggur dan tetumbuhan dan korma yang berumpun dan yang tidak berumpun, disiram oleh air yang satu, dan kami lebihkan sebagiannya atas sebagian dalam rasa. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berakal (Al-Qur’an, surat Ar-Ra’du, ke 13 ayat 4)
  • 7. Contoh orang berfikir itu disebut pada ayat berikut : Sesungguhnya dalam peristiwa penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dengan siang, ada ayat-ayat bagi ulul albab. Yang mengingat Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring, dan memikirkan peristiwa dalam penciptaan langit dan bumi, (serta mengatakan) :”Majikan kami !, Tidak Engkau ciptakan ini dengan kepalsuan. Maha Penggerak Engkau, maka hindarilah kami dari bencana api “ (Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 190-191) Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa menggunakan fikiran tidak semudah menggunakan akal. Pada data (013,004) itu misalnya, terlihat bahwa persoalannya cukup mudah, hingga dapat secara spontan difahami oleh setiap tingkat intelektual manusia. Akan tetapi memikirkan penciptaan langit dan bumi, seperti digambarkan pada data (003,191) alangkah sulitnya, dan diperlukan waktu panjang guna menyambung-nyambung akal. Dengan kata lain, untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi, tentu diperlukan teropong untuk melihat benda-benda angkasa. Dan ini tidak semudah melihat pepohonan di bumi dengan mata telanjang. Orang yang bermain catur dengan akal-akalan, pasti dikalahkan oleh orang yang bermain catur dengan fikiran.
  • 8. Demikian juga anak-anak sekolah dasar yang sering mendapat nilai bagus, walau tidak belajar di rumah, adalah karena persoalan yang diberikan di sekolah dasar masih lebih pendek dari akal anak itu. Tetapi setelah mereka di sekolah lanjutan, jika anak-anak juga tidak belajar di rumah, maka dapat kita lihat nilai-nilainya menurun. Hal itu tidak lain karena persoalan akal yang diberikan di sekolah telah lebih panjang dari akal mereka. Sebab itu mereka harus belajar di rumah untuk menghafal rumus dan melatih akal agar dapat mengimbangi perpanjangan persoalan akal yang diberikan di sekolah. Contoh soal akal yang kita akali ialah: Kalau saya mempunyai kertas setebal 1 mm, kemudian saya kali 500 kali, maka tinggi kertas itu jika ditumpuk = ? Jawabnya : 1 mm x 500 = 500 mm = 50 cm = ½ m. (setengah meter) Contoh soal Fikiran yang kita akali ialah : Kalau kita mempunyai selembar kertas tipis, tipis sekali, yaitu 1/1000 mm. Kemudian kita potong jadi dua bagian, kemudian kita dempetkan dan kita potong jadi dua bagian sekali gus, kemudian kita dempetkan lagi dan kita potong jadi dua bagian sekali gus, dan seterusnya mendempetkan dan memotongnya jadi dua bagian sekali gus. Pertanyaannya :”Berapa kira-kira tinggi kertas itu jika ditumpuk setelah pemotongan yang ke 50 ?”
  • 9.
  • 10. Karena tebal kertas itu 1/1000 mm, maka tinggi tumpukan kertas : 1/1000 mm x 1.125.899.900.000.000. = 1.125.899.900.000 mm = 1.125.899.900 m = 1.125.899,9 km Lebih tinggi dari sejuta km. Padahal tinggi bulan dari bumi hanya 380.000 km. Terlihat betapa besar kesalahan terjadi akibat soal fikir kita akal-akalkan. Sebab itu janganlah persoalan fikiran kita akal-akalkan. Dan jangan demikian mudah kita katakan “Saya fikir”, padahal kita belum berfikir. Dan jangan mudah mengatakan “tidak masuk akal”, padahal ia memang hal yang tidak pernah masuk akal. Demikian Akal & Fikiran.
  • 11. 1.125.899,9 km 380.000 km. bulan bumi
  • 12. 2 . “the original language” Terjemahan lama mengartikan A’jamiyy dengan arti “bahasa asing” atau “bahasa selain arab”. Hal itu melihatkan bahwa data (016,103) tidak mungkin terjadi: “ Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan: ” Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”. Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa asing (a’jamiyy), padahal ini lisan bahasa arab yang nyata” (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat 103) Kemustahilan itu terlihat :”Sebodoh-bodoh orang di masa itu, tidaklah mereka akan menuduh Nabi Muhammad Saw diajar oleh orang asing seperti Orang Jawa, Orang Inggris, Orang Prancis Orang Cina dan lain-lain. Tetapi mereka menuduh bahwa orang pintar di antara Orang Arab juga yang mengajar Nabi. “ Maka dengan demikian, ‘Arabiyyu tidak dapat diartikan “bahasa arab”, tetapi bahasa asli, dan A’jamiyy adalah bahasa sehari-hari orang Arab.
  • 13. Dengan demikian pembetulan terjemahan ayat itu adalah seperti ini : “ Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan: ” Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”. Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa sehari-hari (a’jamiyy), padahal ini lisan bahasa asli yang nyata” (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat103) Catatan Kecil: Ummar pernah bilang”Aku tidak faham makna AKBAR”, Ibnu Abbas pernah bilang”Aku tidak faham makna Fathir” Kesimpulan: Al-Quran itu adalah Mu’jizat-mu’jizat dalam bentuk kata-kata dalam bahasa asli. 44.Dan jika kami jadikan dia Bacaan bahasa sehari-hari, sungguh mereka katakan: ” Tidak dijelaskan ayat-ayatnya ?”. Apa sih bahasa sehari-hari dan bahasa asli itu ?. Katakan:”Dia untuk orang yang beriman, petunjuk dan obat, dan orang yang tidak beriman, dalam kuping-kuping mereka ada sumbatan dan dia atas mereka satu kegelapan. Itulah mereka dipanggil dari tempat yang jauh”. (Surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 44)
  • 14. 7.Dan seperti itu kami wahyukan kepada mu Bacaan Bahasa Asli, agar kamu peringatkan Ibu Negeri dan orang-orang di sekitarnya, dan engkau peringatkan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya, sebagian di sorga dan sebagian pada neraka. (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 7) 1.Ha Mim. 2.Demi tulisan yang nyata. 3.Sesungguhnya kami menjadikan dia Bacaan Bahasa Asli, agar kamu mengerti.   4.Dan sesungguhnya dia di dalam tulisan di sisi kami, terinci secara bijaksana (Surat Az-Zukhruf, ke 43 ayat 1-4) 21.Bahkan ia Bacaan Terpelihara. 22.Dalam tempat catatan terjaga (Al-Buruuj, ke 85 ayat 21-22) Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
  • 15. Membetulkan Pengertian shoddaqo bukan semata berarti meng-iya-kan, tetapi padanya ada terkandung “koreksi” dan “penambahan”. Istilah ini kita sebut “membetulkan”. Jadi “membenarkan” dan “membetulkan” itu berbeda. Misalnya pada ayat ini: Dan kami telah iringkan atas mereka dengan ‘Isa anak Maryam sesudahnya membetulkan apa yang di hadapannya dari Taurat dan kami berikan kepadanya Injil, padanya petunjuk dan cahaya dan membetulkan untuk apa yang di hadapannya dari Taurat dan petunjuk dan nasehat untuk orang yang bertaqwa. (Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 46) Pada (Injil) Matius 5:17 terlihat penambahan yang dimaksud:   17,(Kata Nabi ‘Isa):”Jangan kamu sangka aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi. Bukannya aku datang untuk merombak, melainkan hendak menggenapkan”. Sebab itu dikatakan “yang di hadapannya”, karena yang di hadapannya itu adalah taurat yang telah dikaburkan oleh Bani Israel. Jadi tidak benar Nabi ‘Isa membenarkan Taurat yang sudah dikaburkan. Yang benar Nabi ‘Isa membetulkan apa-apa yang di hadapannya dari Taurat. Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
  • 16. 3. Pribumi A’raabu berarti “Penduduk Asli” atau “Pribumi”, sebab itu ia dilihatkan tinggal di desa seperti terlihat pada ayat berikut: Mereka sangka golongan itu belum pergi, dan jika golongan itu datang, mereka suka kalau mereka di desa di antara penduduk asli sambil menanyakan tentang kabar kamu. Walau mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berjuang melainkan sebentar saja. (Surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 20) Tidak patut penduduk kota dan orang-orang sekeliling mereka dari penduduk asli ketinggalan dari Rasuulullaahh (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 120) Penduduk Pribumi , lebih keras kekufurannya dan kenifakan mereka dan lebih pantas tidak mengetahui batas-batas Allah atas Rasul Nya, dan Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana. (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 97)
  • 17. 4. Makhluk Cerdas (Basyaru) Dengan ditemukannya arti kata Basyaru = Makhluk Cerdas, maka ia akan merubah sikap sebagian ummat pembaca Al-Quran tentang teori evolusi. Sebab pada data (015,028) dikatakan :
  • 18. Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat. Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin dari hamaa-in masnuun. Data Kamus Basyar = Makhluk Cerdas, dengan kode 0,1,2,3,4, adalah sbb: 90.Dan mereka berkata:”Kami tidak akan beriman kepadamu hingga engkau pancarkan bagi kami mata air dari bumi” 91.“Atau engkau mempunyai kebon dari korma dan anggur, lalu engkau alirkan mata-mata air di antaranya dengan terpancar” 92“Atau engkau gugurkan langit seperti engkau katakan atas kami dengan berkeping-keping atau engkau bawa karakter Allaahh dan malaikat berhadapan” 93.“Atau engkau punya satu rumah dari emas atau engkau naik ke langit, dan kami tidak beriman terhadap kenaikanmu sebelum engkau turunkan atas kami satu Tulisan (Kitab) yang dapat kami baca”. Katakan:”Maha Penggerak Rabbiku, bukankah aku ini tidak lain melainkan seorang Rasul untuk Makhluk Cerdas (basyar)?” 94.Tidak ada yang mencegah orang untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk, melainkan mereka berkata: “Apa Allaahh telah utus seorang rasul untuk makhluk cerdas ?” (Surat Al-Isra’, ke 17 ayat 90-94) Terlihat, serangkai ayat ini seolah berbicara kembali, setelah sekian lama diabaikan. Maksudnya, selama ini pembaca tidak demikian tertarik mendiskusikan rangkaian ayat ini. Tetapi sekarang, ia jadi bahan pembicaraan kita.
  • 19. Phenomena ini menunjukkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat Kamus dari suatu kata yang sulit. Maksudnya tanpa kamus ini, manusia akan sulit memahami makna yang sesungguhnya. Kamus inilah yang salah satunya disebut Al-Furqon yang berarti Pembeda. Memang Basyar itu artinya Orang atau Manusia, tetapi pada kamus ini lebih dijelaskan bahwa orang itu “yang cerdas”. Contoh lain misalnya :Kata Malaikat kepada Siti Maryam as : 26.Maka makan dan minumlah dan berdingin matalah. Maka jika engkau bertemu seorang yang cerdas, maka katakanlah :”Sesungguhnya aku bernadzar untuk Pengatur Puasa, maka pada hari ini aku tidak mau bicara kepada orang-orang” (Surat Maryam, ke 19 ayat 26) 103.Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka mengatakan: ” Sesungguhnya yang memberi tahu dia, orang yang cerdas”. Lisan yang mereka tuduhkan kepadanya Bahasa Sehari-hari, dan ini Lisan Bahasa Asli yang nyata. (Surat An-Nahl, ke 16 ayat 103)
  • 20. 22.Dan sebagian dari ayat-ayat Nya, penciptaan langit dan bumi, dan berlainan Lisan kamu dan warna kamu. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk orang yang tahu. (Surat Ar-Ruum, ke 30 ayat 22) Mengapa manusia bisa bicara dan berlainan, adalah disebabkan pengaruh Ruh dan Wahyu, seperti Nabi ‘Isa as bicara dalam buaian. Data kamusnya dilihatkan pada ayat berikut : Satu kendala pada teori evolusi ialah bahasa. Itu sebab masalah kelainan bahasa dan warna kulit disebut sebagai mu’jizat (ayat). Ya, seperti manusia akan memikirkan tongkat Nabi Musa jadi ular, tidak akan pernah bisa. Sebab itu, semua mu’jizat nabi-nabi yang disebut di dalam Al-Quran disebut sebagai ayat saja. Artinya, ayat itu adalah mu’jizat.Penciptaan langit dan bumi juga mu’jizat. Bagaimana yang tadinya tidak ada kemudian ada. Satu lagi “apakah jin juga terevolusi ?. Dari jin kera yang mana jin itu ?”
  • 21. 30.Ia berkata:”Sesungguhnya aku ini hamba Allah Dia beri kepadaku Kitab, dan Dia jadikan aku Nabi”   31.“Dan Dia jadikan aku orang yang dilindungi di mana saja aku berada, dan Dia wajibkan aku sholat dan zakat selama aku hidup”   32.“Dan berbakti kepada ibuku, dan tidak Dia jadikan aku orang yang mengagahi celaka”   33.“Dan kesejahteraan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku akan mati, dan pada hari aku akan dibangitkan dalam keadaan hidup” 34.Itu,‘Isaa anak Maryam, perkataan yang lengkap, yang di dalamnya mereka berselisihan.   (Surat Maryam, ke 19 ayat 30-34) Jadi teks ucapan Nabi ‘Isa di dalam buaian itu, diletakkan dalam data kamus pada Al-Quran , yang mempunyai kode 0,1,2,3,4. Ayat yang melihatkan bahwa Mu’jizat Nabi Musa adalah ayat saja, ialah : 36.Maka ketika datang kepada mereka Musa dengan ayat-ayat kami yang jelas, mereka berkata:”Ini tidak lain melainkan sihir yang dibikin, dan kami tidak dengar ini pada bapak-bapak kami yang pertama” (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 36)
  • 22. Maka ingatlah Tuhan menciptakan Basyar Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat. Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin dari hamaa-in masnuun. (Al-Hijir, ke 15,ayat 28)
  • 23. Dia Yang menciptakan Makhluk Cerdas dari air, Maka Dia jadikan dia berhubungan keluarga dan berhubungan kawin Dan adalah Penguasamu Sangat Berkuasa (Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 54)
  • 24. Dan sungguh kami telah datangkan kepada mereka satu tulisan(Kitab), maka kami terangkan dia atas dasar Ilmu Pengetahuan, sebagai petunjuk dan pengaturan untuk kaum yang percaya For We had certainly sent unto them a Book,based on knowledge, wich We ekplained in detail,a guide and a mercy to all who believe (Surat Al-A’raf, ke 7 ayat 52)
  • 25. Millatu Ibrahim Dianut Ada empat hal yang menjadi dasar metodologi ilmiah A.Riset dengan menggunakan teknologi modern, atau mengumpulkan data dan memprosesnya menjadi suatu informasi (1.Eksperimen, 2 Observasi) B.Berpedoman kepada terjemahan wahyu yang betul,disertai kekuatan berfikir dan do’a. (3.wahyu (data yang benar) dan do’a, 4.memikirkan)
  • 26. Filosof dan ahli fikir ternama yang disebut di dalam Al-Quran ialah Ibrahim ‘alaihhissalaam. Ia melakukan eksperimen dengan empat ekor burung, disebut pada data (002,260) dalam hal ia ingin mengetahui bagaimana Tuhan menghidupkan barang yang telah mati, dan ia melakukan observasi terhadap benda-benda angkasa, disebut pada data (006,075-079) dalam hal ia ingin mengetahui siapa Tuhannya. Dan pada kedua hal itu ia berpedoman kepada wahyu. Maka akhirnya….. muncullah satu tesis ilmiah daripadanya yang terkenal dengan sebutan “ Millatu Ibrahim” atau “Ajaran Ibrahim”.
  • 27. Katakan !:”Betul Allah, maka ikutilah millatu Ibrahim sesempurnanya dan tidak ada dia dari orang yang menyekutukan” (Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 95)
  • 28. Di seluruh dunia sekarang Millatu Ibrahim itu dianut oleh para ilmuwan . Dan orang yang mengingkari millatu itu ialah orang bodoh. Siapa orang bodoh itu ?. Orang yang tidak mau mendasari pendiriannya kepada 4 hal tadi. Observasi, Eksperimen, Memikirkan dan Data Yang Benar.(*) (*) salah satu data yang benar ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw 130.Dan bukankah tidak ada orang yang enggan dari millatu Ibrahim melainkan orang yang membodohkan dirinya ?, padahal kami telah pilih dia di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat dari orang-orang yang berbuat baik. (Surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 130)
  • 29. Ada pertanyaan yang perlu dijawab :”Mengapa setiap menyebut Millatu Ibrahim pada Al-Quran selalu disebut “dan tidak ia dari orang yang musyrik ?”. Misalnya pada ayat berikut ini : Kemudian kami wahyukan kepadamu:”Hendaklah engkau ikuti Millatu Ibrahim itu sesempurnanya, sebab ia bukan dari orang yang menyekutukan.” (Surat An-Nahlu, ke 16 ayat 123)
  • 30. Sebab itu, di zaman ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, phenomena orang yang menyekutukan jadi berkurang, karena orang yang menyekutukan hukum Tuhan tidak mempunyai dasar suatu metodologi. Mereka hanya menyangka-nyangka. Padahal sangka-sangka sangat bertentangan dengan ilmu pengetahuan. 36.Dan apa-apa yang diikuti oleh kebanyakan mereka tidak lain sangka-sangka , padahal sangka-sangka sedikitpun tidak bisa menyingkirkan Yang Lengkap. Sesungguhnya Allah Mengetahui karakter tanda-tanda yang mereka kerjakan. (Al-Quran, surat Yunus, ke 10 ayat 36)
  • 31. Ibrahim Nabi yang Shiddiq Di dalam Al-Quran ada dua Nabi yang mendapat gelar Shiddiq. Pertama Nabi Idris AS, kedua Nabi Ibrahim AS.   56. Dan ingatlah Idris di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah Nabi Yang Shiddiq (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 56)   41. Dan ingatlah Ibrahim di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah Nabi Yang Shiddiq (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 41) Bahkan di ayat 50 dikatakan bahwa kepada nabi Ibrahim diberikan Lisan yang shiddiq yang tinggi. 50.Dan kami berikan kepada mereka sebagian dari rahmat kami, dan kami jadikan bagi mereka Lisan yang shiddiq yang tinggi (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 50)
  • 32. Mu’min Mu’minin & Mu’minat Ketika hijrah, turun wahyu yang memerintahkan agar mu’minat diuji atau diperiksa keimanannya. Hal itu melihatkan bahwa pendirian mu’minat lemah. 10.Hai orang-orang yang beriman !, jika datang kepadamu mu’minat berhijrah, maka ujilah mereka (Surat Mumtahanah, ke 60 ayat 10) Itu sebab pada data (028,010) dikatakan Ibu Musa jadi Mu’minin ketika dikuatkan atas qalbunya. Karena kalau tidak dikuatkan qalbunya ia akan tetap jadi Mu’minat.
  • 33. 10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir ia buka karakternya,jika tidak kami teguhkan atas qalbunya, agar jadilah ia dari Mu’minin. (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10) Perempuan itu tingkatnya memang ½ laki-laki, seperti dijelaskan pada data (002,282) bahwa saksi seorang laki-laki dapat digantikan oleh 2 orang perempuan.Pada data (004,011) jelas dikatakan bahwa waris untuk anak perempuan adalah ½ bagian waris anak laki-laki. Secara jelas pada data (004,034) dikatakan bahwa laki-laki sebagai pengurus perempuan, karena sebagian dilebihkan atas sebagian. Laki-laki itu pengurus atas perempuan perempuan karena Allah telah lebihkan sebagian mereka atas sebagian (Al-Quran, surat An-Nisa’, ke 4 ayat 34)
  • 34. Surat Al-Mu’minun di dalam Al-Quran, diletakkan pada Nomor ke 23. Surat itu berarti “ Orang-Orang Berpendirian Teguh ”. Hal itu dilihatkan pada ayat 1,2,3,4 nya. SURAT ke 23: 1.Sungguh menang Orang Yang Berpendirian Teguh. 2.Yang khusyu’ dalam sholat mereka 3.Dan yang berpaling dari yang sia-sia 4.Dan yang mengeluarkan zakat Kalau orang tidak teguh pendiriannya, sulit mengerjakan pernyataan ayat 2.3.4. ini. Lantas ayat 23 berikut berisi nama Tuhan yang bernama Al-Mu’min yang berarti Yang Berpendirian Teguh.
  • 35. 23.Dia Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia Raja Yang Agung Yang mensejahterakan, Yang Berpendirian Teguh , Yang Mengawal, Penakluk Yang Menggagahi Yang Menyombongkan Diri, Maha Penggerak Allah dari hal apa yang mereka sekutukan. (Surat Al-Hasyar, ke 59, ayat 23) Itulah nama Tuhan yang pertama yang kita koreksi pemahamannya dalam Risalah ini.
  • 36. Al-Quran Sebaik-baik Tafsir Dan tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan, melainkan kami datangkan kepadamu karakter yang lengkap dan sebaik-baik Tafsir (Al-Quran, Surat Al-Furqon, ke 25 ayat 33) Jika kita baca Kitab Al-Quran dengan pengertian (maksudnya membaca Tafsir Al-Quran atau Terjemahan), kita akan menemukan pengulangan yang banyak tentang Allah. Bahkan di surat Mujadilah (ke 58) setiap ayatnya berisi kata Allah. (surat ini berisi 22 ayat). Di dalam Al-Quran sendiri kata Allah itu terulang sebanyak 2698. Padahal ayat Al-Quran semua ada sebanyak 6348. Jadi dapat dikatakan tiap-tiap tiga ayat Al-Quran, berisi paling sedikit satu kata Allah. Ini phenomena yang menarik. Mengapa Allah demikian banyak disebut di dalam Al-Quran ?
  • 37. Jawabnya karena Al-Quran itu adalah Tafsir tentang nama-nama Allah. Bayangkan kalau kita sudah harus membaca Tafsir, berarti sudah terjadi Tafsir Kwadrat. Yang parahnya, orang yang menulis Tafsir Al-Quran tidak mengerti kalau tujuan utama dari Al-Quran itu adalah untuk memahami nama-nama Tuhan, sehingga banyak nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka diterjemahkan secara tergesa-gesa dan bahkan jauh dari makna yang sesungguhnya. Kalau bukan karana nama-nama Tuhan, kita tidak perlu meneliti ulang tafsir yang sudah ditulis oleh pendahulu kita. Tetapi kebanyakan ahli Tafsir tidak mementingkan nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka, kita perlu mengkaji ulang. Sejauh mana kebenaran terjemahan itu, atau itu hanya penyalinan dari serekata lama. Sejarah mencatat, Al-Quran diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia itu adalah hal yang baru. Bangsa Eropah sudah lama memperoleh terjemahan Al-Quran.
  • 38. Daftar berikut barang kali dapat membantu. No. Al-Quran diterjemahkan Pada Tahun 1. Latin 1543,1669 2. Jerman 1616,1773,1828.1840 3. Prancis 1647.1783,1840 4. Inggris 1647,1734,1876,1905,1917.1919 5. Rusia 1776 6. Urdu 1826 7. Melajoe Abad ke 17 8. Indonesia (A.Hasan) 1928 , (M Yunus), 1959,1960 (Departeman Agama RI) 1965
  • 39. Dan bagi Allah nama-nama yang baik. Oleh karena itu serulah Dia dengan nama-nama Nya, dan tinggalkan orang-orang yang bersalah-salahan dalam nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas menurut apa yang mereka telah kerjakan (Al-Quran, surat Al-A’raf, ke 7 ayat 180) One Million Phenomena mulai ditulis tahun 1976. Baru di buku inilah kita temukan keperdulian orang tentang nama-nama, terutama nama Tuhan. Mengapa kita harus benar dalam nama-nama Tuhan ?. Itu barangkali alasan mengapa tiap tiga ayat Al-Quran, paling sedikit berisi satu kata Allah. Dan Al-Quran adalah sebaik-baik Tafsir tentang nama-nama Tuhan.
  • 40. Yang sangat perlu diingat ialah bahwa Al-Quran itu membetulkan bahasa Arab. Artinya Al-Quran lebih Arab dari bahasa Arab. Jangan menganggap bahasa arab lebih arab dari Al-Quran. Dengan demikian, karena Al-Quranlah sebenarnya bahasa Arab itu terpelihara sampai sekarang. Jika tidak ada Al-Quran, bahasa Arab itu sudah hancur seperti bahasa-bahasa yang lain. Sebab itu arti suatu kata tidak mesti datang dari bahasa Arab, karena ada istilah di dalam Al-Quran yang tidak dikenal sama sekali oleh orang Arab, tetapi dibuka rahasianya lewat ayat Al-Quran dengan ayat Al-Quran. Seperti Ummar yang mengatakan “Saya tidak faham makna Akbar”. Atau seperti Ibnu Abbas mengatakan “Saya tidak faham makna Fathir sebelum saya mendengar A’rabu bertengkar tentang sumur”. Untuk setiap kabar ada tempat duduknya, dan nanti kamu akan mengetahuinya (Surat Al-An’am, ke 6 ayat 67)
  • 41. GUA Hira’ Tempat Wahyu Al-Quran Pertama turun Kepada Nabi Muhammad saw
  • 42. LATHIIF 19 .Allah berlaku sensitif terhadap karakter hamba-hamba Nya, Dia beri siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Kuat Penakluk. (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 19) 19 .Dan berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan karakter kamu seorangpun” (Surat Al-Kahfi, ke 18 ayat 19) 19.Dia mengetahui pandangan-pandangan yang khianat dan apa-apa yang disembunyikan oleh dada-dada. (Al-Quran, surat Al-Mu’min, ke 40 ayat 19)
  • 43. Secara lengkap ayat itu berbunyi seperti ini : Dan seperti itu kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya antara mereka. Ia berkata :”Berapa (lama) kamu tinggal ?”. Mereka berkata:”Kita tinggal satu hari atau setengah hari”. Berkata mereka:”Penguasa kamu lebih mengetahui berapa lama kamu tinggal”. “Utuslah seorang dari kamu dengan daun kamu ini ke Kota, maka hendaklah ia perhatikan siapa dari mereka yang baik makanannya, maka hendaklah ia datangkan kepada kamu rizki daripadanya. Dan berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan karakter kamu seorangpun” (018,019)
  • 44. Lathiifun Khabiir Yang Sensitif Yang Mengabarkan “ Wahai anakku, sesungguhnya jika ada kasus setimbang biji yang kerdil di dalam karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya akan dilihatkan karakternya oleh Allah. Sesungguhnya Allah Yang Sensitif Yang Mengabarkan”. (Al-Quran, surat Luqman, ke 31 ayat 16)
  • 45. Wallaahhu ‘aliimum bidzaatish-shuduur (Dan Allaahh mengetahui karakter isi dada) Bukankah mereka palingkan dada-dada mereka agar tersembunyi daripada Nya ?. Bukankah ketika mereka pakai baju mereka Dia mengetahui apa-apa yang mereka rahasiakan dan apa-apa yang mereka nyatakan ?. Sesungguhnya Dia mengetahui karakter isi dada. (Al-Quran, surat Hud, ke 11, ayat 5) Dia mengetahui apa-apa yang di langit dan bumi, dan Dia mengetaui apa-apa yang kamu rahasiakan dan apa-apa yang kamu nyatakan. Dan Allah mengetahui karakter isi dada. (Al-Quran, surat Taghabun, ke 64, ayat 4)
  • 46. QALBU & FUADU Qalbu dan Fuadu dibedakan phenomenanya di dalam Al-Quran. Hal itu dapat kita lihat pada kisah Ibu Musa yang dikuatkan atas Qalbunya, agar ia jadi Mu’minin. Padahal Fuadu nya telah terhampa ketika melihat anaknya diambil keluarga Fir’aun. 10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir ia buka karakternya, jika tidak kami teguhkan atas qalbunya,agar jadilah ia dari Mu’minin. (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10) Dari phenomena ini terlihat bahwa Qalbu lebih berhubungan dengan masalah keimanan, sedangkan Fuadu berhubungan dengan masalah kemanusiaan. Contohnya lagi yaitu:
  • 47. 260.Dan ketika berkata Ibrahim:”Rabbi, lihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang telah mati”. Dia berkata: “Apa engkau tidak percaya “. Ia berkata:”Tidak sekali-kali, akan tetapi agar tentram qalbuku”. Dia berkata:”Maka ambillah empat ekor burung, maka jinakkan mereka kepadamu, kemudian jadikan (ia berada) atas tiap gunung sebagian dari mereka, kemudian panggil mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Penakluk Yang Bijaksana. (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 260) Pada kesempatan lain Ibrahim memakai kata Fuad-Fuad (Af-idah) untuk menyatakan ketertarikan manusia kepada manusia di sekitar ka’bah.
  • 48. (Kata Ibrahim):”Majikan kami sesungguhnya aku tempatkan sebagian dari anak cucuku di lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan di dekat rumah Mu yang ditinggalkan. Majikan kami agar mereka mendirikan sholat, lantaran itu jadikanlah Fuad-Fuad dari manusia tertarik kepada mereka, dan berilah mereka dari buah-buahan agar mereka bersyukur”. (Al-Quran, surat Ibrahim, ke 14 ayat 37) Jadi kalau kita tertarik untuk kembali ke Mekkah untuk mengerjakan haji atau umroh, itu bukan dari Qalbu, tetapi dari Fuadu. Sekarang yang jadi masalah yang mana yang kita akan artikan “Hati” dalam bahasa kita. Qalbu = Hati atau Fuadu= Hati ?. Saya mengusulkan Fuadu ini diartikan Sikap, dan Qalbu diartikan Hati. Kalau tidak, ya biar saja yang satu dengan kata Qalbu dan yang lain dengan kata Fuadu. Yang jelas Qalbu dan Fuadu tidak sama. Al-Quran datang justru menjelaskan kepada manusia beda antara keduanya.
  • 49. Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua qalbu dalam rongganya (Al-Quran, surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 4) Tidak akan mengena suatu mushibah melainkan dengan izin Allah, dan siapa mengimani karakter Allah niscaya Dia bimbing Qalbunya, dan Allah Mengetahui karakter tiap sesuatu. (Al-Quran, surat At-Taghabun, ke 64 ayat 11)
  • 50. Al-Masiih Dan ketika malaikat berkata :”Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakanmu dengan Kalimat daripada Nya, namanya Al-Masiih ,‘Isa anak Maryam yang terkenal di dunia dan akhirat, dan dari orang yang didekatkan” (Al-Quran, surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 45) Jadi nama Kalimat itu Al-Masih, nama orangnya ‘Isa, dan nama keturunannya Ibnu Maryam. Perlu diingat, predikat Al-Masih itu tidak satu-satunya Nabi ‘Isa yang menyandangnya. Orang yang akan datang di akhir zaman nanti dengan nama Da’jal, juga menyandang predikat Al-Masih, yaitu dengan sebutan Da’jal Al-Masih
  • 51. Da’jal ini dinyatakan sebagai orang yang bermata satu di jidat. Dan kelahiran seperti ini pernah terjadi seperti diterbitkan oleh Consultant of Islamic Medicine King Fahad Medical Research Center King Abdul Aziz University Jedah dalam buku Human Development As Revealed in the Holy Quran and Hadith, yang beredar di Canada. Kelahiran bayi bermata satu Dan telah tamat KALIMAT Rabbimu dengan betul dan adil. Tidak ada yang dapat merubah pada kalimat-kalimat-Nya. Dan Dia Maha mendengar Maha mengetahui. (Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 115)
  • 52. Dan ketika Ibrahim diberi ujian oleh Penguasanya dengan beberapa KALIMAT, maka ia menamatkannya. Dia berkata:”Sesungguhnya Aku menjadikan mu imam untuk manusia”.Ia berkata:”Dan dari anak cucuku juga ?”. Dia berkata:”Perjanjian KU tidak mengena pada orang-orang yang zhalim” (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 124) Kalimat yang dimaksud pada ayat ini adalah Ka’bah. Dan ternyata pada ka’bah terdapat berbagai macam Ilmu Pengetahuan sebagai Petunjuk untuk alam semesta. Sebab itu ka’bah bagian dari diskusi kita pada Risalah ini. Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah yang di Bakkah Mubarokah itu, dan Petunjuk untuk Alam Semesta. (Al-Quran, surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 96)
  • 53. BOX: Parthenogenese “ Dalam batas-batas tertentu, nona merupakan suatu keajaiban bagi dunia kedokteran. Nona adalah orang yang ketiga dalam sejarah pengobatan, dimana dengan pasti dapat disebut bahwa pada nona terdapat gejala-gejala partheno-genese” “ Apakah itu dokter”, tanya saya. Beliau tersenyum. Jawabnya:”Parthenogenese adalah suatu kelahiran yang terjadi pada seorang gadis suci, mengandung tanpa didahului oleh hubungan kelamin dengan seorang lelaki. Di Jerman, kejadian yang serupa itu telah terjadi tahun 1945 dan sebelumnya di Brazilia. Dalam dunia binatang terjadi lebih sering, tetapi pada manusia boleh dikata tidak ada”. Nona Young dan bayinya. “ Apakah anak saya benar-benar sehat ?. “ “ Amat sehat nona Young. Jangan khawatir. Nona harus beranggapan sebagai berikut: Nona dan anak nona adalah sesungguhnya telur kembar. Bayi dan nona dalam segala hal serupa, tidak ada perbedaan. Nona dan bayi nona adalah sebenarnya satu. Ciri-ciri tentang adanya seorang ayah yang menjatuhkan benih tidak dapat ditemukan. Itu membuktikan bahwa nona telah menerangkan yang sesungguhnya”. Beliau selanjutnya menerangkan soal-soal kecil mengenai dunia kedokteran yang sebagian besar saya lupakan. Saya terlalu gembira. Anak saya sehat dan saya tidak perlu malu terhadap masyarakat. “Parthenogenese masih merupakan teka-teki bagi kami kaum dokter”, dokter spesialis melanjutkan.   ( Dari Majalah Dewi Jakarta 7 Mei 1975 )
  • 54. Pohon VIG di Mesir, dikenal sebagai Pohon Siti Maryam, karena di pohon ini Siti Maryam dan bayinya berlindung.
  • 55. Demikian Risalah Rabbi ku No 1 One Million Phenomena Flying Book 11,12,13 Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12) Baca kisah penulisan One Million Phenomena Kh.Fahmi Basya [email_address] +62 8 131 131 4 27 4 08 151 1095 165 www.Bumi-Itu-Alquran Lanjut