SlideShare une entreprise Scribd logo
1  sur  17
SKRINING
PENGERTIAN
Suatu penerapan tes thdp orang yg tdk
menunjukkan gejala dg tujuan mengelompokkan
mereka ke dlm klmpk yg mungkin menderita
penyakit ttt
Upaya pengenalan penyakit/kelainan yg belum
diketahui dg menggunakan tes,pemeriksaan atau
prosedur lain yg dpt scr cepat membedakan orang
yg tampak sehat benar2 sehat dg tampak sehat
tapi sesungguhnya menderita sakit. (WHO-
Regional committeee for Europe 1957).
Pengenalan penyakit sblm gejala klinis tampak dg
tes yg relatif sederhana (Matti Hakama)
Sifat skrining
Merupakan deteksi dini penyakit
Bukan merupakan alat diagnostik’maka
org yg mendapatkan hasil positif dr suatu
tes skrining hrs dirujuk ke dokter/RS untuk
diagnosis dan mendapatkan pengobatan
Positif test akan mengikuti tes diagnostik
atau prosedur utk memastikan adanya
penyakit
Tujuan
Mendapatkan keadaan penyakit dlm keadaan
dini utk memperbaiki prognosis,karena
pengobatan dilakukan sebelum penyakit
mempunyai manisfestasi klinik
Isu pd skrining:
–   Deteksi dini vs lead time
–   Keuntungan vs risiko
–   Efektivitas vs biaya
–   Evaluasi yg matang perlu, sebelum skrining masal
    dilakukan
Jenis penyakit yg tepat utk skrining:
– Penyakit serius
– Pengobatan sebelum gejala muncul harus lbh
  untung dlm pengertian mortalitas dan
  morbiditas dibanding setelah gejala muncul
Syarat-syarat skrining
1.  Penyakit harus merupakan masalah kesmasy yg
    penting’tgnt dr beratnya penyakit,jumlah mtlak dan frekuensi
    relatif,trend dr frekuensi dan kemampuanya utk menyebar
2. Harus ada cara pengobatan yg efektif’ketersediaan obat
3. Tersedia fasilitas pengobatan dan diagnosa
4. Diketahui stadium simptomatik dini dan masa laten
5. Test harus cocok; nilai sensitivitas dan spesifisitas tinggi dan
    reliable
6. Dpt diterima oleh masyarakat
7. Telah dimengerti riwayat alamiah penyakitnya’skrining tdk
    dilakukan pd penyakit yg memiliki prognosis baik
8. Harus ada kebijakan yg jelas
9. Biaya harus seimbang
10. Penemuan kasus harus terus-menerus
Contoh penyakit yg baik utk
           diskrining
Hipertensi:
– Serius;mortalitas tinggi;terdokumentasi
– Pengobatan dini;menurunkan mortalitas dan
  morbiditas
– Prevalensinya tinggi di populasi;20%

PKU (Phenil Ketonuria)
- peny.jarang,bayi lahir tanpa ada fenilamin hidroksilase
- Akumulasi fenilamin;mental retardasi
- Jenis:akurat,mudah,sederhana
- PKU skrining seluruh bayi
Tes skrining
Harus tersedia
Tidak mahal
Mudah dilakukan
Mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan
Valid,reliabel,bisa digandakan
– Validitas;kemampuan mengukur sesuatu yg
  seharusnya diukur
Kriteria untuk evaluasi skrining
Validity:kemampuan utk membedakan yg sakit
dan sehat
– mempunyai 2 komponen:
     Sensitivity:kemampuan utk menentukan orang sakit
     specifity:kemampuan utk menentukan orang tak sakit
Reliability:kemampuan test menghasilkan nilai
sama pd individu dg kondisi yg sama
– Dipengaruhi oleh :variasi observer (intraobserver dan
  interobserver) dan variasi metoda
Diagnosa dini
1.mengetahui penyakit sedini-dininya pd saat timbul gejala
klinis
2.Mengetahui penyakit seawal mungkin sblm gejala klinis
tampak

Tingkat pencegahan
  Primer:tindakan yg dilakukan sblm timbulnya
  perubahan patologis pd individu
  Sekunder:Tindakan dilakukan utk mendeteksi
  peny.pd tahap dini dgn tujuan utk
  penyembuhan pd tahap dini,memperlambat
  proses penyakit,mencegah komplikasi dan
  membatasi kecacatan
  Tertier:tindakan yg bertujuan utk menghindari
  cacat atau mempercepat rehabilitasi
Prevalens penyakit preklinik hrs tinggi pd
populasi yg diskrining
Cost effective
Biaya skrining hrs sesuai dg hilangnya
konsekuensi kesehatan
Kode Etik
Konsekuensi tdk terdiagnosis dan pengobatan
dini hrs lbh menguntungkan daripada akibat yg
didapat dr prosedur skrining
Menyelamatkan hidup;c/ca paru,ca serviks,PKU
Pengobatan Fase pre klinik
l----A---l----B---------l---C-----l---D----l
on set biologik peny terdeteksi skrining gejala muncul   mati


 Pengobatan pd fase yg dpt terdeteksi dg
 skrining lebih baik sebelum gejala muncul.
 Contoh;Ca serviks DPCP panjang,10 th tes
 papanicolaou smear akan efektif
 Ca paru,DPCP pendek maka skrining tdk efektif
 Prevalens DPCP tinggi pd populasi:
  – Biaya program skrining utk kasus terdeteksi
  – Skrining terbatas: Ca Mammae pd wanita dg riwayat
    keluarga,Ca kandung kemih pd pekerja yg terpapar
Skrining; deteksi penyakit yg muncul pd populasi
yg sehat dikalangan orang-orang sehat plus
mereka dg penyakit yg tdk terdiagnosis
  Validitas:kemampuan dr suatu
  pemeriksaan/test utk menentukan individu
  mana yg mempunyai penyakit (tdk normal)
  dan individu mana yg tdk mempunyai
  penyakit (normal).biasanya ada 2 indikator
  yg diukur utk menilai validitas yaitu:
  sensitivitas dan spesifisitas
Sensitivitas:
-kemampuan dr suatu test utk mengidentifikasi scr benar
orang2 yg sakit
-Persentase dr mereka yg sakit yg kemudian dinyatakan
positif oleh test
Spesifisitas:
-kemampuan dr suatu pemeriksaan utk
  mengidentifikasi scr benar orang2 yg tdk
  mempunyai penyakit
-persentase dr mereka yg tdk sakit yg kemudian
  dinyatakan negatif oleh test
Gold standard
Test With disease                       Without disease
(+)      Have disease,have positive     No disease but have positive
         test= True positive (TP)       test=False positive (FP)

(-)      Have disease,have negative No disease,Have negative
         test=False negative (FN)   test=True negative (TN)

      Sensitivity= TP/(TP + FN)
      Specificity= TN/(FP + TN)
      True positive:mereka yg sakit dan dinyatakan positif bdsrkn
      hasil test
      False positive mereka yg sakit ttp dinyatakan positif bdsrkn hsl
      test
      False negative=mereka yg sakit ttp dinyatakan negatif bdsrkn
      hasil test
      True negative=mereka yg tdk sakit dan dinyatakan negatif
      bdsrkn hasil test
Contoh soal
64.810 wanita usia 40-60 tahun mengikuti
program skrining utk mendeteksi Ca mammae
melalui maografi dg pemeriksaan fisik.SEtelah 5
tahun,dr 1115 hasil tes skrining yg
positif,dikonfirmasi 132 terdiagnosis pasti ca
mammae.Sementara pd 63.695 peserta yg hasil
tes skriningnya negatif ternyata hanya 45 orang
nyata menderita Ca mammae
Berapa:
–   A. Jumlah positif palsu
–   B.Nilai sensitivitas test
–   C.Jumlah negatif palsu
–   D.Nilai spesifisitas test
–   E.NIlai prediktif (+)
–   F.Nilai prediktif (-)
+        -

    32        1083    1115

    45       63650   63695

                     64810

Contenu connexe

Tendances

Contoh lain penelitian kohort adalah
Contoh lain penelitian kohort adalahContoh lain penelitian kohort adalah
Contoh lain penelitian kohort adalahRasid Hi Adam
 
Bagan MTBS
Bagan MTBSBagan MTBS
Bagan MTBSmoharip1
 
BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS
BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS
BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS NajMah Usman
 
08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi
08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi
08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologiSyahrum Syuib
 
Metode promosi kesehatan
Metode promosi kesehatanMetode promosi kesehatan
Metode promosi kesehatanSukistinah
 
Infeksi Menular Seksual
Infeksi Menular SeksualInfeksi Menular Seksual
Infeksi Menular SeksualMeironi Waimir
 
Materi v pembuatan formula pada gizi buruk
Materi v pembuatan formula pada gizi burukMateri v pembuatan formula pada gizi buruk
Materi v pembuatan formula pada gizi burukJoni Iswanto
 
Leaflet sadari fixx
Leaflet sadari fixxLeaflet sadari fixx
Leaflet sadari fixxPel
 
Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri Aris Rahmanda
 
Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)
Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)
Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)NajMah Usman
 
Konsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi Kesehatan
Konsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi KesehatanKonsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi Kesehatan
Konsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi KesehatanSariana Csg
 
Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1
Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1
Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1NajMah Usman
 

Tendances (20)

Penyuluhan HIV/AIDS
Penyuluhan HIV/AIDSPenyuluhan HIV/AIDS
Penyuluhan HIV/AIDS
 
Contoh lain penelitian kohort adalah
Contoh lain penelitian kohort adalahContoh lain penelitian kohort adalah
Contoh lain penelitian kohort adalah
 
Ppt DBD
Ppt DBDPpt DBD
Ppt DBD
 
Case control ppt
Case control pptCase control ppt
Case control ppt
 
Rabies
RabiesRabies
Rabies
 
Bagan MTBS
Bagan MTBSBagan MTBS
Bagan MTBS
 
BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS
BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS
BAB 9 Epidemiologi Penyakit Menular HIV AIDS
 
Tuberculosis
Tuberculosis Tuberculosis
Tuberculosis
 
Five level prevention
Five level preventionFive level prevention
Five level prevention
 
08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi
08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi
08. ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi
 
Ppt campak
Ppt campakPpt campak
Ppt campak
 
Metode promosi kesehatan
Metode promosi kesehatanMetode promosi kesehatan
Metode promosi kesehatan
 
Dasar surveilans
Dasar surveilansDasar surveilans
Dasar surveilans
 
Infeksi Menular Seksual
Infeksi Menular SeksualInfeksi Menular Seksual
Infeksi Menular Seksual
 
Materi v pembuatan formula pada gizi buruk
Materi v pembuatan formula pada gizi burukMateri v pembuatan formula pada gizi buruk
Materi v pembuatan formula pada gizi buruk
 
Leaflet sadari fixx
Leaflet sadari fixxLeaflet sadari fixx
Leaflet sadari fixx
 
Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri
 
Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)
Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)
Bab II Perhitungan dalam epidemiologi(part 1)
 
Konsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi Kesehatan
Konsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi KesehatanKonsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi Kesehatan
Konsep Sehat dan Sakit dalam Epidemiologi Kesehatan
 
Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1
Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1
Bab vii perhitungan sampel dalam epidemiologi 1
 

Similaire à SKRINING PENGERTIAN DAN KRITERIA

Penemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara ScreeningPenemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara Screeningpie-pien
 
Penmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screningPenmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screningriri_hermana
 
skrining D4 Gizi.ppt
skrining D4 Gizi.pptskrining D4 Gizi.ppt
skrining D4 Gizi.pptssuser418e7a
 
materi skrining ppt.pdf
materi skrining ppt.pdfmateri skrining ppt.pdf
materi skrining ppt.pdfemiinayah
 
Bab v skrining penapisan dalam epidemiologi
Bab v  skrining penapisan dalam epidemiologiBab v  skrining penapisan dalam epidemiologi
Bab v skrining penapisan dalam epidemiologiNajMah Usman
 
telaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.ppttelaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.pptApriliaFajrin2
 
Telaahkritisdr_sugiarto.ppt
Telaahkritisdr_sugiarto.pptTelaahkritisdr_sugiarto.ppt
Telaahkritisdr_sugiarto.pptFitriAyuWahyuni1
 
telaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppt
telaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppttelaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppt
telaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).pptkahfirizkian
 
telaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppt
telaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppttelaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppt
telaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).pptkahfirizkian
 
telaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.ppttelaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.pptanggie973998
 
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)Yafet Geu
 
PEMERIKSAAN ANTI-HIV
PEMERIKSAAN ANTI-HIVPEMERIKSAAN ANTI-HIV
PEMERIKSAAN ANTI-HIVDiniAgustini5
 
Tatalaksana HIV AIDS.pptx
Tatalaksana HIV AIDS.pptxTatalaksana HIV AIDS.pptx
Tatalaksana HIV AIDS.pptxbismillah41
 
Screnning test (tugas mepid)
Screnning test (tugas mepid)Screnning test (tugas mepid)
Screnning test (tugas mepid)Hanza Babyshop
 
Bahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptx
Bahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptxBahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptx
Bahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptxYaniArpha
 

Similaire à SKRINING PENGERTIAN DAN KRITERIA (20)

Skrinning.ppt
Skrinning.pptSkrinning.ppt
Skrinning.ppt
 
Penemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara ScreeningPenemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara Screening
 
SCREENING.ppt
SCREENING.pptSCREENING.ppt
SCREENING.ppt
 
Penmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screningPenmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screning
 
skrining D4 Gizi.ppt
skrining D4 Gizi.pptskrining D4 Gizi.ppt
skrining D4 Gizi.ppt
 
materi skrining ppt.pdf
materi skrining ppt.pdfmateri skrining ppt.pdf
materi skrining ppt.pdf
 
Bab v skrining penapisan dalam epidemiologi
Bab v  skrining penapisan dalam epidemiologiBab v  skrining penapisan dalam epidemiologi
Bab v skrining penapisan dalam epidemiologi
 
telaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.ppttelaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.ppt
 
Telaahkritisdr_sugiarto.ppt
Telaahkritisdr_sugiarto.pptTelaahkritisdr_sugiarto.ppt
Telaahkritisdr_sugiarto.ppt
 
telaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppt
telaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppttelaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppt
telaahkritisdr.sadsadsadsasugiarto_ (2).ppt
 
telaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppt
telaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppttelaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppt
telaahkritisdr.susadsasadsadgiarto_ (1).ppt
 
telaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.ppttelaahkritisdr.sugiarto_.ppt
telaahkritisdr.sugiarto_.ppt
 
7. Screening .ppt
7. Screening .ppt7. Screening .ppt
7. Screening .ppt
 
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
 
PEMERIKSAAN ANTI-HIV
PEMERIKSAAN ANTI-HIVPEMERIKSAAN ANTI-HIV
PEMERIKSAAN ANTI-HIV
 
Jurnalimun
JurnalimunJurnalimun
Jurnalimun
 
Tatalaksana HIV AIDS.pptx
Tatalaksana HIV AIDS.pptxTatalaksana HIV AIDS.pptx
Tatalaksana HIV AIDS.pptx
 
Screnning test (tugas mepid)
Screnning test (tugas mepid)Screnning test (tugas mepid)
Screnning test (tugas mepid)
 
Diagnosis
DiagnosisDiagnosis
Diagnosis
 
Bahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptx
Bahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptxBahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptx
Bahan Tayang Penyelidikan Epidemiologi KLB.pptx
 

Plus de f' yagami

Peranan Biologi di bidang pertanian
Peranan Biologi di bidang pertanianPeranan Biologi di bidang pertanian
Peranan Biologi di bidang pertanianf' yagami
 
Pengertian Tanaman Transgenik Lengkap
Pengertian Tanaman Transgenik LengkapPengertian Tanaman Transgenik Lengkap
Pengertian Tanaman Transgenik Lengkapf' yagami
 
Tanaman Transgenik
Tanaman TransgenikTanaman Transgenik
Tanaman Transgenikf' yagami
 
Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)
Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)
Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)f' yagami
 
Jamur bersifat saprofit, parasit, simbions
Jamur bersifat saprofit, parasit, simbionsJamur bersifat saprofit, parasit, simbions
Jamur bersifat saprofit, parasit, simbionsf' yagami
 
Reproduksi Fungi
Reproduksi FungiReproduksi Fungi
Reproduksi Fungif' yagami
 
Materi kuliah microteaching
Materi kuliah microteachingMateri kuliah microteaching
Materi kuliah microteachingf' yagami
 
Askep hernia inguinalis
Askep hernia inguinalisAskep hernia inguinalis
Askep hernia inguinalisf' yagami
 
Askep diare anak
Askep diare anakAskep diare anak
Askep diare anakf' yagami
 
Askep trauma thorax
Askep trauma thoraxAskep trauma thorax
Askep trauma thoraxf' yagami
 
Askep gastritis
Askep gastritisAskep gastritis
Askep gastritisf' yagami
 
Askep hemorhoid
Askep hemorhoidAskep hemorhoid
Askep hemorhoidf' yagami
 
sistem alat gerak
sistem alat geraksistem alat gerak
sistem alat gerakf' yagami
 
Contoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktsp
Contoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktspContoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktsp
Contoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktspf' yagami
 
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolitLarutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolitf' yagami
 
Sistem reproduksi vertebrata
Sistem reproduksi vertebrataSistem reproduksi vertebrata
Sistem reproduksi vertebrataf' yagami
 
Tutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplay
Tutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplayTutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplay
Tutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplayf' yagami
 
Reproduksi pada hewan vertebrata
Reproduksi pada hewan vertebrataReproduksi pada hewan vertebrata
Reproduksi pada hewan vertebrataf' yagami
 

Plus de f' yagami (20)

Jamur
JamurJamur
Jamur
 
Peranan Biologi di bidang pertanian
Peranan Biologi di bidang pertanianPeranan Biologi di bidang pertanian
Peranan Biologi di bidang pertanian
 
Pengertian Tanaman Transgenik Lengkap
Pengertian Tanaman Transgenik LengkapPengertian Tanaman Transgenik Lengkap
Pengertian Tanaman Transgenik Lengkap
 
Tanaman Transgenik
Tanaman TransgenikTanaman Transgenik
Tanaman Transgenik
 
Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)
Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)
Nutrient of corn (nutrisi dari JAGUNG)
 
Jamur bersifat saprofit, parasit, simbions
Jamur bersifat saprofit, parasit, simbionsJamur bersifat saprofit, parasit, simbions
Jamur bersifat saprofit, parasit, simbions
 
Reproduksi Fungi
Reproduksi FungiReproduksi Fungi
Reproduksi Fungi
 
Materi kuliah microteaching
Materi kuliah microteachingMateri kuliah microteaching
Materi kuliah microteaching
 
Askep hernia inguinalis
Askep hernia inguinalisAskep hernia inguinalis
Askep hernia inguinalis
 
Askep tbc
Askep tbcAskep tbc
Askep tbc
 
Askep diare anak
Askep diare anakAskep diare anak
Askep diare anak
 
Askep trauma thorax
Askep trauma thoraxAskep trauma thorax
Askep trauma thorax
 
Askep gastritis
Askep gastritisAskep gastritis
Askep gastritis
 
Askep hemorhoid
Askep hemorhoidAskep hemorhoid
Askep hemorhoid
 
sistem alat gerak
sistem alat geraksistem alat gerak
sistem alat gerak
 
Contoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktsp
Contoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktspContoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktsp
Contoh Kurikulum Sma kelas X, XI, XII dan Perbedaan kbk dengan ktsp
 
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolitLarutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
 
Sistem reproduksi vertebrata
Sistem reproduksi vertebrataSistem reproduksi vertebrata
Sistem reproduksi vertebrata
 
Tutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplay
Tutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplayTutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplay
Tutorial pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan autoplay
 
Reproduksi pada hewan vertebrata
Reproduksi pada hewan vertebrataReproduksi pada hewan vertebrata
Reproduksi pada hewan vertebrata
 

Dernier

Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNSLatsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNSdheaprs
 
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7IwanSumantri7
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptArkhaRega1
 
LK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docx
LK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docxLK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docx
LK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docxPurmiasih
 
Hiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
HiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaHiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Hiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaafarmasipejatentimur
 
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptxPendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptxdeskaputriani1
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfbibizaenab
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKAMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKAAndiCoc
 
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SDPPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SDNurainiNuraini25
 
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajarantugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajarankeicapmaniez
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxadimulianta1
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BAbdiera
 
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptxcontoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptxHR MUSLIM
 
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptxPPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptxssuser8905b3
 
Refleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptx
Refleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptxRefleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptx
Refleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptxIrfanAudah1
 
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfContoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfCandraMegawati
 
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikabab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikaAtiAnggiSupriyati
 
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptxPaparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptxIgitNuryana13
 
aksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdf
aksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdfaksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdf
aksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdfwalidumar
 
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdfanitanurhidayah51
 

Dernier (20)

Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNSLatsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
Latsol TWK Nasionalisme untuk masuk CPNS
 
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
CAPACITY BUILDING Materi Saat di Lokakarya 7
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
 
LK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docx
LK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docxLK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docx
LK.01._LK_Peta_Pikir modul 1.3_Kel1_NURYANTI_101.docx
 
Hiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
HiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaHiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Hiperlipidemiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
 
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptxPendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
Pendidikan-Bahasa-Indonesia-di-SD MODUL 3 .pptx
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKAMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
 
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SDPPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
PPT AKSI NYATA KOMUNITAS BELAJAR .ppt di SD
 
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajarantugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
tugas karya ilmiah 1 universitas terbuka pembelajaran
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
 
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptxcontoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan  .pptx
contoh penulisan nomor skl pada surat kelulusan .pptx
 
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptxPPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
 
Refleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptx
Refleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptxRefleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptx
Refleksi Mandiri Modul 1.3 - KANVAS BAGJA.pptx.pptx
 
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfContoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
 
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikabab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
 
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptxPaparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
 
aksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdf
aksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdfaksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdf
aksi nyata - aksi nyata refleksi diri dalam menyikapi murid.pdf
 
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
 

SKRINING PENGERTIAN DAN KRITERIA

  • 2. PENGERTIAN Suatu penerapan tes thdp orang yg tdk menunjukkan gejala dg tujuan mengelompokkan mereka ke dlm klmpk yg mungkin menderita penyakit ttt Upaya pengenalan penyakit/kelainan yg belum diketahui dg menggunakan tes,pemeriksaan atau prosedur lain yg dpt scr cepat membedakan orang yg tampak sehat benar2 sehat dg tampak sehat tapi sesungguhnya menderita sakit. (WHO- Regional committeee for Europe 1957). Pengenalan penyakit sblm gejala klinis tampak dg tes yg relatif sederhana (Matti Hakama)
  • 3. Sifat skrining Merupakan deteksi dini penyakit Bukan merupakan alat diagnostik’maka org yg mendapatkan hasil positif dr suatu tes skrining hrs dirujuk ke dokter/RS untuk diagnosis dan mendapatkan pengobatan Positif test akan mengikuti tes diagnostik atau prosedur utk memastikan adanya penyakit
  • 4. Tujuan Mendapatkan keadaan penyakit dlm keadaan dini utk memperbaiki prognosis,karena pengobatan dilakukan sebelum penyakit mempunyai manisfestasi klinik Isu pd skrining: – Deteksi dini vs lead time – Keuntungan vs risiko – Efektivitas vs biaya – Evaluasi yg matang perlu, sebelum skrining masal dilakukan
  • 5. Jenis penyakit yg tepat utk skrining: – Penyakit serius – Pengobatan sebelum gejala muncul harus lbh untung dlm pengertian mortalitas dan morbiditas dibanding setelah gejala muncul
  • 6. Syarat-syarat skrining 1. Penyakit harus merupakan masalah kesmasy yg penting’tgnt dr beratnya penyakit,jumlah mtlak dan frekuensi relatif,trend dr frekuensi dan kemampuanya utk menyebar 2. Harus ada cara pengobatan yg efektif’ketersediaan obat 3. Tersedia fasilitas pengobatan dan diagnosa 4. Diketahui stadium simptomatik dini dan masa laten 5. Test harus cocok; nilai sensitivitas dan spesifisitas tinggi dan reliable 6. Dpt diterima oleh masyarakat 7. Telah dimengerti riwayat alamiah penyakitnya’skrining tdk dilakukan pd penyakit yg memiliki prognosis baik 8. Harus ada kebijakan yg jelas 9. Biaya harus seimbang 10. Penemuan kasus harus terus-menerus
  • 7. Contoh penyakit yg baik utk diskrining Hipertensi: – Serius;mortalitas tinggi;terdokumentasi – Pengobatan dini;menurunkan mortalitas dan morbiditas – Prevalensinya tinggi di populasi;20% PKU (Phenil Ketonuria) - peny.jarang,bayi lahir tanpa ada fenilamin hidroksilase - Akumulasi fenilamin;mental retardasi - Jenis:akurat,mudah,sederhana - PKU skrining seluruh bayi
  • 8. Tes skrining Harus tersedia Tidak mahal Mudah dilakukan Mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan Valid,reliabel,bisa digandakan – Validitas;kemampuan mengukur sesuatu yg seharusnya diukur
  • 9. Kriteria untuk evaluasi skrining Validity:kemampuan utk membedakan yg sakit dan sehat – mempunyai 2 komponen: Sensitivity:kemampuan utk menentukan orang sakit specifity:kemampuan utk menentukan orang tak sakit Reliability:kemampuan test menghasilkan nilai sama pd individu dg kondisi yg sama – Dipengaruhi oleh :variasi observer (intraobserver dan interobserver) dan variasi metoda
  • 10. Diagnosa dini 1.mengetahui penyakit sedini-dininya pd saat timbul gejala klinis 2.Mengetahui penyakit seawal mungkin sblm gejala klinis tampak Tingkat pencegahan Primer:tindakan yg dilakukan sblm timbulnya perubahan patologis pd individu Sekunder:Tindakan dilakukan utk mendeteksi peny.pd tahap dini dgn tujuan utk penyembuhan pd tahap dini,memperlambat proses penyakit,mencegah komplikasi dan membatasi kecacatan Tertier:tindakan yg bertujuan utk menghindari cacat atau mempercepat rehabilitasi
  • 11. Prevalens penyakit preklinik hrs tinggi pd populasi yg diskrining Cost effective Biaya skrining hrs sesuai dg hilangnya konsekuensi kesehatan Kode Etik Konsekuensi tdk terdiagnosis dan pengobatan dini hrs lbh menguntungkan daripada akibat yg didapat dr prosedur skrining Menyelamatkan hidup;c/ca paru,ca serviks,PKU
  • 12. Pengobatan Fase pre klinik l----A---l----B---------l---C-----l---D----l on set biologik peny terdeteksi skrining gejala muncul mati Pengobatan pd fase yg dpt terdeteksi dg skrining lebih baik sebelum gejala muncul. Contoh;Ca serviks DPCP panjang,10 th tes papanicolaou smear akan efektif Ca paru,DPCP pendek maka skrining tdk efektif Prevalens DPCP tinggi pd populasi: – Biaya program skrining utk kasus terdeteksi – Skrining terbatas: Ca Mammae pd wanita dg riwayat keluarga,Ca kandung kemih pd pekerja yg terpapar
  • 13. Skrining; deteksi penyakit yg muncul pd populasi yg sehat dikalangan orang-orang sehat plus mereka dg penyakit yg tdk terdiagnosis Validitas:kemampuan dr suatu pemeriksaan/test utk menentukan individu mana yg mempunyai penyakit (tdk normal) dan individu mana yg tdk mempunyai penyakit (normal).biasanya ada 2 indikator yg diukur utk menilai validitas yaitu: sensitivitas dan spesifisitas
  • 14. Sensitivitas: -kemampuan dr suatu test utk mengidentifikasi scr benar orang2 yg sakit -Persentase dr mereka yg sakit yg kemudian dinyatakan positif oleh test Spesifisitas: -kemampuan dr suatu pemeriksaan utk mengidentifikasi scr benar orang2 yg tdk mempunyai penyakit -persentase dr mereka yg tdk sakit yg kemudian dinyatakan negatif oleh test
  • 15. Gold standard Test With disease Without disease (+) Have disease,have positive No disease but have positive test= True positive (TP) test=False positive (FP) (-) Have disease,have negative No disease,Have negative test=False negative (FN) test=True negative (TN) Sensitivity= TP/(TP + FN) Specificity= TN/(FP + TN) True positive:mereka yg sakit dan dinyatakan positif bdsrkn hasil test False positive mereka yg sakit ttp dinyatakan positif bdsrkn hsl test False negative=mereka yg sakit ttp dinyatakan negatif bdsrkn hasil test True negative=mereka yg tdk sakit dan dinyatakan negatif bdsrkn hasil test
  • 16. Contoh soal 64.810 wanita usia 40-60 tahun mengikuti program skrining utk mendeteksi Ca mammae melalui maografi dg pemeriksaan fisik.SEtelah 5 tahun,dr 1115 hasil tes skrining yg positif,dikonfirmasi 132 terdiagnosis pasti ca mammae.Sementara pd 63.695 peserta yg hasil tes skriningnya negatif ternyata hanya 45 orang nyata menderita Ca mammae Berapa: – A. Jumlah positif palsu – B.Nilai sensitivitas test – C.Jumlah negatif palsu – D.Nilai spesifisitas test – E.NIlai prediktif (+) – F.Nilai prediktif (-)
  • 17. + - 32 1083 1115 45 63650 63695 64810