Siti aminah
Prochain SlideShare
Loading in...5
×

Vous aimez ? Partagez donc ce contenu avec votre réseau

Partager
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Êtes-vous sûr de vouloir
    Votre message apparaîtra ici
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Vues

Total des vues
2,024
Sur Slideshare
2,024
From Embeds
0
Nombre d'ajouts
0

Actions

Partages
Téléchargements
28
Commentaires
0
J'aime
0

Ajouts 0

No embeds

Signaler un contenu

Signalé comme inapproprié Signaler comme inapproprié
Signaler comme inapproprié

Indiquez la raison pour laquelle vous avez signalé cette présentation comme n'étant pas appropriée.

Annuler
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Upaya peningkatan kualitas pendidiakn di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaiutan dengan eksistensi guru itu sendiri. Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi dengan tepat dan menarik, dapat menimbulkan kesulitan belajar bagi siswa, sehingga mengalami ketidak tuntasan dalam belajarnya. Firman Allah dalam surah Al-Alaq ayat 1 s/d 5 sebagai berikut:                          Dari ayat tersebut tergambar bahwa metode pembelajaran dilakukan dengan tahap demi tahap, artinya metode pembelajaran yang diajarkan melalui proses. Pendidikan merupakan jalan yang harus ditempuh dalam membentuk manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan. Melalui pendidikan pola agar adanya manusia yang beriman dan bertakwa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, 1
  • 2. 2 mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.1 Dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dibutuhkan suatu metode yang tepat dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses belajar-mengajar. Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik baik dalam bentuk pendidikan formal atau non formal”. Usaha ini sudah barang tentu memerlukan beberapa penunjang sehingga tujuan yang hendak di capai terwujud dengan baik. Maka dapat di pahami bahwa dalam proses belajar mengajar, siswa tidak hanya di tuntut untuk memiliki sejumlah pengetahuan, tetapi juga di tuntut untuk memiliki pengalaman dan kepribadian yang baik mengenai pengetahuan yang di milikinya. Baik pengetahuan maupun pengalaman siswa dalam proses pembelajaran di pengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang keduanya saling berkaitan. Sedangkan faktor eksternal yaitu suatu hal yang berasal dari luar diri siswa, seperti guru, situasi kelas, metode pendidikan, latar belakang 1 Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidkan Nasional, (Bandung:Citra Umbara, 2003), h.7.
  • 3. 3 ekonomi, latar belakang social dan lain sebagainya yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Terdapat sejumlah metode mengajar yang dapat digunakan oleh guru. Untuk dapat memilih metode yang tepat, guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip umumu dan faktor-faktor yang mempengaruhi penetapannya. Adapun faktor yang mempengaruhi belajar mengajar seperti tujuan pengajaran, faktor guru, dan faktor lingkungan. Pembelajarn Exspelicit Intruction cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Prosesnya adalah sajiannya informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan nalikan, penyimpulan dan evluasi serta melakukan refleksi. Oleh karena itu dalam penulisan ini akan dikaji secara lebih mendalam sebuah judul : “Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al- Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru”.B. Identifikasi Masalah
  • 4. 4 Dari latar belakang masalah, dapat di identifikasi masalah sebagai berikut: 1. Siswa pasif dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. 2. Siswa terlihat jenuh dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. 3. Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat.C. Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah Untuk menghindari pemahaman yang salah terhadap judul di atas, maka penulis akan mengemukakan penegasan judul sebagai berikut: a. Model Model adalah bentuk, contoh.2 b. Pembelajaran Yang dimaksud dengan pembelajaran dalam penlitian ini adalah kegiatan mentransfer ilmu dari guru kepada siswa. c. Ekspelicit Intruction Exspelicit Intruction adalah pengajaran langsung Jadi yang dimaksud dengan judul penelitian ini adalah Model upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru 2 Aditya Nagara, Kamus Bahasa Indonesia, (Surabaya: Bintang Usaha Jaya, 1998),h.401.
  • 5. 5 2. Rumusan Masalah Berdasarkan pernyataan diatas, yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: a. Bagaimana aktivitas guru dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru? b. Bagaimana aktivitas siswa dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru? c. Bagaimana hasil belajar siswa pada materi Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbarubaru?D. Pemecahan Masalah / Tindakan Yang Dilakukan Dari permasalahan yang di hadapi siswa kurang mampu berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, maka dilakukan tindakan kelas dengan menerapkan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction
  • 6. 6 (Pengajaran Langsung) tindakan kelas ini dilaksnaakan di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru selama 2 siklus dengan 4 kali pertemuan tatap muka.E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui aktivitas guru dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. 2. Untuk mengetahui aktivitas siswa pada materi Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. 3. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi Menulis Surah Al- Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.F. Kegunaan/Manfaat Tindakan
  • 7. 7 1. Bagi Siswa a. Memberikan pengalaman belajar yang dapat mendorong aktivitas siswa secara maksimal b. Membantu siswa memahami materi Pendidikan Agama Islam berdasarkan tingkat kemampuan kognitif dan psikomotorik setelah pemberian pembelajaran Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) c. Meningkatkan prestasi belajar siswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. 2. Bagi guru Sebagai alternatif penggunaan model pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. 3. Bagi Kepala sekolah Meningkatkan prestasi akademik bagi sekolah sehingga mendukung akreditasi sekolah.G. Hipotesis Tindakan Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, maka hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Diterapkan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill.
  • 8. 82. Sikap siswa setuju dan senang diterapkannya Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru .3. Jika diterapkannya Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) maka siswa akan berperan aktif dalam aktivitas belajar. BAB II
  • 9. 9 LANDASAN TEORITISA. Pengertian Alquran 1. Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya berarti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قرأ قننرءا وقرآنننا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفر غفرا وغفراننا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, artinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, artinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) karena ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.3 2. Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah swt yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad saw, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.4 Firman Allah swt surah al-Insaan:23        Maksudnnya Allah swt menurunkan Alquran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” Firman Allah swt surah Yusuf:2:        Maksudnya Allah menurunkannya berupa Alquran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. 3 Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin Ushuul Fii at-Tafsiir karya, (td.), hal.9-11 4 Ibid 9
  • 10. 10 Allah swt telah menjaga Alquran yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia swt telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firman-Nya; Firman Allah swt surah al-Hijr:9:         Maksudnya Allah swt. yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami benr-benar memeliharanya.” Oleh karena itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah swt pasti menghancurkan tabirnya dan membuka kedoknya. Allah swt menyebut Alquran dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkahan, pengaruhnya dan universalitasnya serta menunjukkan bahwa ia adalah pemutus bagi kitab- kitab terdahulu sebelumnya. Allah swt berfirman; al-Hijr:87:        Maksudnya Allah meberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Alquran yang agung.” Dan firman-Nya; al-An’am:155:         
  • 11. 11 Maksudnya Alquran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Dan firman-Nya; al-Waqi’ah:77     Maksudnya Alquran adalah bacaan yang sangat mulia. Dan firman-Nya; al-Isra’:9                  Maksudnya Alquran memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang benar.” Dan firman-Nya; al-Hasyr:21                     Maksudnya jika Allah swt menurunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”B. Membaca Alquran Dalam berbagai kesempatan, kita sering menemukan banyak orang yang membicarakan tentang pendidikan. Membandingkan sistem pendidikan
  • 12. 12di Indonesia dengan negara-negara tetangga. Kemudian memposisikanIndonesia sebagai negara yang terbelakang dalam pendidikan. Hal ini tidakhanya sekedar wacana, tapi sudah menjadi hasil analisis oleh lembagapendidikan nasional dan internasional. Kejadian di atas adalah gambaran umum keadaan pendidikan diIndonesia. Jika kita ulur ke daerah Banten, maka, kita juga akan mendapatkanwacana yang sama tentang pendidikan di Banten; tertinggal, sarana yangbelum memadai, bangunan fisik yang masih perlu perbaikan, dan lainsebagainya. Banyak faktor yang menyebabkan pendidikan di Indonesia menjaditerbelakang, dalam tulisan ini akan disinggung salah satu di antaranya. Dalambanyak momentum sering dibicarakan bahwa, kelemahan yang semakin kuatdalam pendidikan di Indonesia disebabkan salah satunya oleh kurangnyakesadaran membaca dan menulis dalam masyarakat. Bahkan, hal ini sempatmenjadi bahan selorokan di Jepang, bahwa untuk membedakan orang Jepangdan orang Indonesia di sana sangatlah mudah, cukup dengan melihat apakahdia membaca buku ketika menunggu mobil atau justru mengobrol. Tentudengan asumsi bahwa yang mengobrol adalah orang Indonesia. Faktor kelemahan membaca dan menulis juga disinggung oleh GuruBesar Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, A. Chaidar Alwasilahdalam artikelnya “Membangun Mesin Reproduksi Pengetahuan”. Iamenuliskan bahwa, merosotnya perguruan tinggi kita disebabkan lantaranminimnya citations. Citations atau jumlah karya tulis dosen yang dikutip diforum dunia adalah salah satu alat ukur, di antara lima alat ukur, untukmenetapkan kehebatan sebuah perguruan tinggi. Keempat alat ukur lainnya
  • 13. 13 adalah: penilaian oleh sejawat, jumlah dosen asing, jumlah mahasiswa asing, dan rasio dosen-mahasiswa.5 Menurut Chaidar, melalui kelima alat ukur tersebut, The Times Higher Education Supplement, menetapkan 200 perguruan tinggi terhebat di dunia pada tahun 2004. Dan, yang menyedihkan, perguruan tinggi di Indonesia tampaknya tidak ada yang masuk dalam 200 besar, hanya beberapa perguruan tinggi tetangga yang masuk seperti, National University of Singapore (peringkat ke-18), Nanyang University (ke-50), Malaya Univeristy (ke-89), dan Sains Malaya University (ke-111). 6 Selain Chaidar, masih banyak penggiat-penggiat pendidikan yang juga berasumsi bahwa kelemahan pendidikan di Indonesia disebabkan oleh kurangnya kesadaran membaca dan menulis. Sebut saja misalnya, Hernowo, penulis buku ‘Mengikat Makna’ ini mengungkapkan perlunya paradigma baru dalam membaca dan menulis untuk kalangan akademisi di kampus. Dalam artikelnya “Brain Based Writing” Hernowo beranggapan, ada kemungkinan, selama ini kegiatan membaca dan menulis kadang menjadi beban (bagi pendidik sekaligus yang dididik). Maka, untuk mengusir beban tersebut, perlu ada perubahan cara berpikir para akademisi di kampus tentang kegiatan membaca dan menulis. Dalam berbagai disiplin ilmu, dokumentasi dalam bentuk tulisan; makalah, artikel, essay, adalah suatu kegiatan yang harus terus berjalan, meskipun dalam praktek, masih banyak akademisi yang tidak yakin dengan kemampuannya, dan akhirnya mengkopi tulisan orang lain. Ini juga bisa diyakini sebagai salah satu gejala kekurangsadaran dalam menulis. Dalam 5 Anonim, “Membaca dan Menulis dalam Alqur’an” http://edihudiata.wordpress.com /2007/06/2, 2009 6 Ibid.
  • 14. 14tatanan agama Islam, kita banyak menemukan buku-buku dalam berbagaidisiplin ilmu yang ditulis oleh orang Islam terdahulu. Dalam sejarah tercatat bahwa kejayaan Islam pernah teraih melaluibudaya baca-tulis. Bahkan Muhammad, nabi akhir zaman, mendapatkanwahyu pertama yang berbias perintah untuk membaca (iqra’) dan menulis(‘allama bi al-qalam). Surat al-‘Alaq yang disepakati oleh para ulama sebagai wahyu pertamayang diturunkan kepada Muhammad, memiliki tiga cakupan yang sangatprinsipil: pertama; menjelaskan hikmah penciptaan manusia, keutamaanperintah membaca (iqra’) dan menulis (‘allama bi al-qalam) sebagaikeutamaan manusia dari makhluk-Nya yang lain. Kedua; menjelaskan tentangketamakan manusia terhadap duniawi dan akhirnya hancur karenakecintaannya terhadap dunia, ketiga; mengkisahkan tentang Abu Jahal yangmembangkang terhadap ajaran Nabi.7. Wahbah Zuhaili juga menggambarkan bahwa nilai normatif yang adapada wahyu pertama ini, lebih mengajak kepada manusia untuk memahamiurgensi membaca dan menulis. Melalui wahyu pertama, Tuhan memberikanmukjizat kepada Nabi yang dikenal buta huruf, hal ini sebagai pertanda bahwaTuhan menganugerahkan kepada manusia ‘akal’ yang menjadikan manusialebih bernilai dibanding makhluk-Nya yang lain. Perintah baca (iqra’) kepada orang yang buta huruf seperti Muhammadtidak dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan atau merendahkan. Tapi, justruhal ini menggambarkan bahwa Tuhan mengantarkan manusia dari dunia‘gelap’ menuju dunia ‘cerah’ melalui budaya membaca dan menulis. Dalam wahyu pertama itu, Tuhan menyebutkan kata iqra’ (baca) padaawal surat, kemudian dikaitkan dengan kalimat selanjutnya bismi rabbika al- 7 Wahbah Zuhaili, Tafsîr al-Munîr, Jilid 7, 1991
  • 15. 15ladzî khalaq (dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan).Kemudian Tuhan menyandingkan kata iqra’ (baca) dengan kata ‘allama bi al-qalam (yang mengajari dengan qalam (menulis). Dalam pandangan Wahbah,sandingan ini memiliki kekuatan yang sangat penting bagi manusia, bahwaTuhan, selain memerintah untuk membaca, juga memerintah untuk menulis.Bahkan Abdullah bin ‘Amru, seorang ulama salaf mengungkapkan “qayyidûal-ilma bi al-kitâbah” (ikatlah ilmu dengan menulisnya). Membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang saling berkaitan satusama lainnya. Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa Islam sejak awal sudahmenyerukan kepada manusia untuk membaca dan menulis, sebab wahyuTuhan pun tidak bisa diterima tanpa dibaca terlebih dahulu, dan ia tak akanbisa dinikmati oleh generasi selanjutnya jika tidak ada dokumentasi dalambentuk tulisan. Al-Qurthûbî dalam kitabnya al-Jâmi’ li Ahkâmi Alquranmengungkapkan, pada awalnya orang Arab terkenal dengan sikapnya yangkurang santun (brengsek); berwawasan sempit, Qurtûbi kemudian melanjutkanbahwa, wahyu Tuhan yang pertama (surat al-‘Alaq) adalah mukjizat bagiMuhammad; yakni sebagai media untuk mengangkat Muhammad dari lembahkebodohan menuju lembah cahaya. Membaca dan menulis adalah media untuk mengantarkan manusiamenuju perbaikan. Maka, tidak berlebihan jika Qotâdah, seorang ulama salafmenyatakan: “Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah, iajuga sebagai perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidakakan berdiri, kehidupan menjadi tidak terarah…”8. 8 Tafsîr al-Qurthûbî, 2002
  • 16. 16 Jika semangat mengajak membaca dan menulis sudah ada sejak awal datangnya Islam, dan mempunyai posisi yang sangat prinsipil dalam perkembangan Islam, maka, kebudayaan baca-tulis di Indonesia yang notebene mayoritas Islam setidaknya bisa diwujudkan dalam wajahnya yang baru. Saat ini, budaya tulis-baca sudah mulai semarak digiatkan oleh para pecinta buku. Banyaknya perlombaan menulis yang diadakan oleh instansi swasta dan pemerintah menjadi semacam daya tarik tersendiri dalam budaya baca-tulis. Tapi, itu saja belum cukup untuk menjustifikasi bahwa kegiatan membaca dan menulis sudah semakin digandrungi oleh masyarakat. Masih butuh upaya-upaya lain yang mendukung terwujudnya budaya baca-tulis, di antaranya budaya cinta buku. Artikel yang ditulis oleh Chaidar dan Hernowo juga bisa menjadi landasan akan kebutuhan budaya baca-tulis. God Knows Only!C. Keutamaan Membaca Alquran Keutamaan Al-qur’an yang terbesar bahwa ia merupakan kalam Allah swt. Alquran adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Alquran memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. 9 Tidak ada keburukan 9 Anonim, “Keutamaan Membaca Al-qur’an, http://beranda.blogsome.com/2007/04/03/keutamaan-membaca-quran, 2009
  • 17. 17di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yangmempelajari Alquran dan mengajarkannya. Rasulullah saw selalu membaca Alquran. Beliau juga sukamendengarkan bacaan dari sahabatnya, khususnya sahabat Ibnu Mas’ud.Beliau berlinang air matanya bila membaca dan mendengarkan bacaanAlquran, seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadist dari Ibnu Mas’ud:Suatu ketika Rasulullah saw meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakanAlquran. Ibnu Mas’ud berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah sayamembacakan untukmu, padahal Alquran diturunkan kepadamu?”. Dijawabnabi saw: “Saya ingin mendengar dari orang lain”. Ibnu Mas’ud berkata, ”Maka saya bacakan surat An Nisa hinggasampai pada ayat “Fa kaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahidin waji’nabika ’ala ha’ula’i syahiida” (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkanuntuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atassemua ummat itu). Sahabat Rasulullah saw juga selalu membaca Alquran. Ketika merekamenemukan ayat yang berkaitan dengan azab Allah, mereka membacanyaberulang-ulang hingga berlinang air mata. Abu Bakar RA, jika beliau menjadiimam ketika sholat, maka akan terdengar isakan tangis beliau. Suatu ketika seorang sahabat ingin ke pasar mendapati Asma binti AbuBakar membaca salah satu ayat diulang-ulang sambil menangis. Ketikasahabat tersebut kembali dari pasar, ia masih membaca ayat yang sama sambilmenangis.
  • 18. 18 Itulah sikap Rasulullah saw dan para sahabatnya ketika membaca Alquran Kita sebagai ummat dan sebagai generasi penerusnya berusaha untuk bersikap seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya ketika membaca Alquran. Banyak keutamaan yang telah diraih oleh Rasulullah saw dan sahabatnya disebabkan mereka banyak membaca dan merenungkan isi kandungan Alquran. Bahkan diantara sahabat Rasulullah saw ada yang menyaksikan dan merasakannya secara langsung. Diantara keutamaan membaca Alquran, yaitu: 1. Akan mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah swt 2. Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat 3. Setiap huruf akan mendapat 10 - 700 pahala 4. Akan mendapat doa dari para malaikat 5. Akan mendapat ketenanganD. Pentingnya Membaca Alquran 1. Keistimewaan Alquran a. Keistimewaan Tilawah Alqur’an adalah sebuah kitab yang harus dibaca, bahkan dianjurkan untuk dijadikan bacaan harian. Membacanya saja dinilai
  • 19. 19 oleh Allah sebagai ibadah. Pahala yang Allah berikan bukan dihitung per kata atau per ayat, namun per huruf. b. Keistimewaan Tadabbur Alquran benar-benar menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan ditadabburkan makna yang terkandung dalam setiap ayat-ayatnya. c. Keistimewaan Hafalan Alquran selain dibaca atau direnungkan juga perlu dihafal, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal ini merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolak ukur keimanan dalam hati seseorang.2. Perintah Menjaga Bacaan Alquran Persis sebagaimana yang Diajarkan Turun Temurun dari Rasulullah Pada hakekatnya tilawah bukanlah hal yang sederhana. Sehingga dalam bertilawah seorang qari’ (pembaca) dituntut menjaga keaslian (asolah) bacaan Alquran seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Jibril. Allah berfirman Karena itu Rasul saw menunjuk dan memberi kepercayaan kepada beberapa orang sahabat untuk mengajarkannya, yakni Muádz bin Jabbal, Ubay bin Kaáb, dan Salim Maula Abi Hudzaifah. Para sahabat kemudian mengajarkannya kepada tabiín. Dan demikian seterusnya. Alquran diajarkan secara turun temurun dalam keadaan asli tanpa terkurangi huruf-
  • 20. 20 hurufnya, kalimat-kalimatnya, bahkan sampai teknis bacaannya. Untuk menjaga keaslian itulah ulama menjaga sanad Alquran (runtutan/silsilah para pengajar pengajar Alquran sejak zaman Rasul saw sampai sekarang). Maka tidak heran kalau Imam Al Jazari mewajibkan kepada setiap muslim untuk membaca dengan tajwid, karena hal ini merupakan penjagaan terhadap keaslian A Alquran. “Membaca (Alquran) dengan tajwid hukumnya wajib, barang siapa yang tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Alquran. Dan demikianlah, Alquran sampai kepada kita dari-Nya.” Karena itulah, metode yang asasi dan asli dalam mempelajari Alquran dengan Talaqqi, yaitu mempelajari Alquran melalui seorang guru langsung berhadap-hadapan, dimulai dari al Fätihah sampai surat an Näs. Mengingat terbatasnya jumlah orang-orang yang menguasai Alquran, terutama dalam hal tilawah, maka ulama ahli qira-ah meletakkan kaidah- kaidah cara membaca yang baik dan benar. Itulah yang disebut Ilmu Tajwid. Terdapat sedikitnya sembilan poin penting yang perlu dipelajari dalam Ilmu Tajwid yaitu: 1. Makhärij Huruf dan Sifatnya 2. Hukum Nun Mati dan Tanwin (Mencakup bacaan Izhhar dan Iqlab) 3. Hukum Mim Mati 4. Hukum Lam Ta’rif (Alif lam) 5. Hukum Mad (Bacaan Panjang) 6. Hukum Tafkhim (Tebal) dan Tarqiq (tipis) 7. Idgham 8. Waqaf (Berbagai Tanda Waqaf) dan Rumusnya dalam Alquran 9. Beberapa istilah istilah tertentu dalam bacaan Alquran 10E. Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) 1. Pengertian Pembelajaran 10 Al Ustadz Abdul Aziz Adul Ra’uf, Al Hafizh, Lc, “Disarikan dari MuqaddimahPedoman Tahsin Al Qur-an”, [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]11/12/2009
  • 21. 21 Pembelajaran mengandung arti proses yang berhubungan dengan proses belajar (to learn). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembelajaran berarti “Proses”, cara dan perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar”11 Kata pembelajaran terjemahan dari “ Instruction “ yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Istilah ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi kognitif wholistik, yang menempatkan siswa sebagai sumber dari kegiatan. Selain itu istilah ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang diasumsikan dapat mempermudah siswa mempelajari segala sesuatu lewat berbagai macam media seperti bahan cetak atau program televisi, gambar, audio dan lainnya.12 Pengertian pembelajaran menurut Corey menyatakan “ Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau hasilkan respon terhadap situasi tertentu “ dan William H. Burton berpendapat bahwa “ Pembelajaran adalah upaya memberikan stigmulus, bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar menjadi proses belajar”.13 Menurut Dimiyati dan Mujiono mengemukakan bahwa “pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa aktif yang menekankan penyediaan sumber belajar”. Lebih jauh Muhaimin dkk mengemukakan bahwa “pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar, kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mmpelajari sesuatu dengan cara yang lebih efektif dan efisien”. Berdasarkan uraian –uraian diatas, dapat disimpulakan bahwa pembelajaran kegiatan yang dilakukan oleh guru secara terprogram dalam 11 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balaipustaka, 2001), h.17 12 Sagala dan Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran.(Bandung: Alfa Beta, 2004),h.45 13 Havid Zulkarnain, “Penggunaan Metode Demonstrasi Dalam Pembelajaran BernyanyiPada Siswa Kelas VI Sekolah Dasa”r, http://desyandri.wordpress.com/2009/02/19
  • 22. 22 upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Dalam proses belajar mengajar tersebut, desain operasional disusun dengan mengorganisasikan lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar. Proses ini dilakukan secara timbal balik yang berlangsung dalam situasi eduktif, yang bertujuan agar siswa menjadi pembelajar yang aktif. 2. Prinsip Metode Mengajar Menurut Nana Sudjana “ Metode adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pelajaran, oleh karena itu peranan metode pengajaran sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar “.14 Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar. Karena penyamapaian itu berlangsung dalam interakasi edukatif, metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakana oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsunya pengajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses belajar- mengajar.15 Di masa lalu pengajaran dipandang sebagai proses mengisi otak dengan pengetahuan. Sejalan dengan pandangan tersebut, metode yang digunakan guru banyak terpusat pada metode ceramah, bagaimana pun sifat bahan ajar dan situasi yang dihadapinya. Lahirnya teori-teori baru yang menjelaskan karakteristik belajar membawa perubahan pada watak 14 Nana Sudjana. Dasar – dasar Proses Mengajar. (Bandung: Sinar Baru, 2002), hal.260 15 Departemen Agama RI, Metodelogi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: DirektoratJenderal Pembinaan Kelambagaan Agama Islam, 2001), h.88.
  • 23. 23pengajaran dan memunculkan berbagai metode mengajar. Metode-metodetersebut berkembang mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:a. Memperhatikan kecenderungan-kecenderungan pelajar. Prinsip ini memberi landasan bagi guru untuk memberikan kepada pelajar hanya bahan ajar yang sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki, yaitu bakat, minat, lingkungan, dan kesiapan, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari proses belajar-mengajar.b. Manfaatkan aktivitas individual para pelajar. Hal ini dapat dilakukan oleh guru dengan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukannya, memberi kesempatan kepada mereka untuk berpikir dan berbuat, serta mendorong mereka untuk berpikir dan berbuat, serta mendorong mereka untuk dapat mandiri dalam segala hal yang dapat dilakukan di dalam belajar dan meneliti. Di samping itu, guru dapat mengarahkan aktivitas mereka kepada hal-hal yang sesuai dengan mereka, memanfaatkan aktivitas yang bisa mereka perlihatkan dalam berbagai bidang, dan memberi bimbingan apabila mereka melakukan kekeliruan. Guru hendkanya tidak sekali-kali mencampuri urusan mereka, kecuali terdapat alasam untuk itu.c. Mendidik melalui permainan atau menjadikan permainan sebagai sarana pendidikan. Para pelajar, terutama pada ,asa kanak-kanak, dapat belajar di tengah-tengah bermain. Dengan berimain, mereka tidak akan merasakan adanya tekanan dan keterpaksaan, tidak pula terikat oleh banyak peraturan yang seringkali menghalangi kebebasan
  • 24. 24 mereka untuk mengaktualisasikan bakat dan minat mereka. Dengan bermain, mereka dapat melakukan banyak hal di sekolah yang dipandang sebagai sebuah monarki mini bagi anak-anak; sebuah kerajaan yang berdalih memikirkan diri dan pendidikan mereka serta menyenangkan dan meningkatkan kualitas serta menyengakan dan meningkatkan kualitas mereka untuk mencapai kesempurnaan.d. Menerapkan prinsip kebebasan yang rasional di dlaam proses belajar- mengajar tanpa membebani para pelajar dengan berbagai perintah atau larangan yang tidak mereka butuhkan.e. Memberi motivasi kepada para pelajar untuk berbuat, bukan menekannya, sehingga dapat berbuat dengan penuh rasa senang. Biasnya , segala sesuatu yang diperbuat dengan rasa senang tidak akan melelahkan.f. Mengutamakan dunia anak-anak, dalam arti memperhatikan kepentingan mereka dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan di masa depan. Prinsip ini diwujudkan dengan memadukan aspek pembelajaran teoritis dan praktis.g. Menciptakan semangat berkoperasi. Umpamanya, guru bekerja sama dengan pelajar, pelajar dengan guru, dan orang tua dengan guru. Kerja sama yang terkahir biasa diungkapkan dengan kerja sama antara keluarga dan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan pelajar serta mencapai tujuan pendidikan dan pengjaran yang dicita- citakan.
  • 25. 25 h. Memberi motivasi kepada para pelajar untuk belajar mandiri serta memiliki kepercayaan diri untuk melakukan tugas-tugas belajar dan penelitian. Guru hendaknya, kecuali dalam keadaan terpaksa seperti ketika menghadap kesulitan. i. Memanfaatkan segenap indera pelajar, sebab pendidikan inderawi merupakan alat menuju pendidikan intelektual. 3. Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Model pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-proswdural, langkahnya adalah: sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, diskusi kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.16F. Ringkasan Materi 1. Surah al-Qadr RÎ) çm»oYø9tRr& Îû Ïs#øs9 Íôs)ø9$# ÇÊÈ !$tBur¯$! y71u÷r& $tB äs#øs9 Íôs)ø9$# ÇËÈ äs#øs9 Íôs)ø9$# ×öy{ ô`ÏiB É#ø9r& 9öky ÇÌÈ ãA¨ts? èps3Í ´¯»n=yJø9$# ßyr9$#ur $pkÏù ÈbøÎ*Î/ NÍkÍh5u `ÏiB Èe@ä. 9öDr& ÇÍÈ íO»n=y }Ïd 4Ó®Lym Æìn=ôÜtB Ìôfxÿø9$# ÇÎÈ 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. 2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? 3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 16 Anonim, “ Metode Pembelajaran, Tentang Macam-Macam Metode Pembelajaran”,http://www.google.com/9/06/2011
  • 26. 26 4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.17 Surah Al-Qadr adalah surah yang ke 97, nama Al-Qadr dimbil dari ayat pertama, surah Al-Qadar menjelaskan adanya lailatul qadr, lailatul qadr berarti malam kemuliaan, surah ini termasuk surah makkiyah, surah makkiyah memiliki ciri-ciri: 1. Surahnya pendek 2. Berisi tentang keimanan 3. Turunnya di mekah. 18 2. Surah Al-Kafirun                                 1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."19 17 Choirul Fata, Cinta Alquran dan Hadis Untuk Kelas II MI, Solo: PT. Tiga SerangkaiPustaka Mandiri, 2009, h.61. 18 Ibid. h.60. 19 Ibid. h.71
  • 27. 27 Surah Al-Kafirun adalah surah ke 109, terdiri atas anam ayat dan termasuk surah makkiyah. Al-Kafirrun berarti orang-orang kafir, Nabi Muhammad bertugas mendakwahkan Islam, Islam mengajarkan manusia menyembah Allah, orang kafir menyambah berhala, orang kafir tidak mau masuk Islam, orang kafir membujuk nabi Muhammad, nabi Muhammad diajak menyembah tuhan orang kafur tetapi nabi Muhammad tidak mau karena menyembah selain Allah adalah syirik. Allah menyuruh nabi Muhammad berkata wahai orang-orang kafir aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, aku tidak pernah menjadi penyambah apa yang kamu semabh, kamu tidak pernah menjadi penyemabh apa yang aku sembah, untukmu agamamu dan untukku agamaku.203. Surah Al-Fiil                             1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? 2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kabah) itu sia-sia? 3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong- bondong, 4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, 5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).21 Raja abrahah ingin menghancurkan ka’bah, raja abrahah bersama tentara gajah, tentang gajah dihancurkan burung ababil, dengan batu dari neraka.22 20 Ibid. h. 71 21 Ibid. h.77. 22 Ibid. h.76.
  • 28. 28 BAB III METODE PENELITIANA. Setting Penelitian Setting dalam penelitian ini meliputi: tempat penelitian, waktu penelitian dan siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai berikut: 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Madya Banjarbaru Tahun
  • 29. 29 pelajaran 2010/2011. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian sekolah ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Ekspelicit Intruction pada Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2010/2011 yaitu minggu pertama bulan April sampai minggu keempat bulan Mei 2011. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik 29 sekolah, karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas. 3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa penerapan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) .B. Persiapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Sebelum PTK dilaksanakan, dibuat berbagai input instrumental yang akan digunakan untuk memberi perlakuan dalam PTK, yaitu rencana pembelajaran yang akan dijadikan PTK, yaitu rencana
  • 30. 30 pembelajaran yang akan dijadikan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu Kompetensi Dasar (KD) sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi materi Pendidikan Agama Islam 2. Menjelaskan materi Pendidikan Agama Islam 3. Mempraktekkan materi Pendidikan Agama Islam Indikator dari materi ini adalah 1. Mampu mengidentifikasi materi Pendidikan Agama Islam 2. Mampu menjelaskan materi Pendidikan Agama Islam 3. Mampu mempraktekkan materi Pendidikan Agama Islam .C. Subyek Penelitian Dalam PTK ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru . Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah penerapan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.D. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari berbagai sumber, yakni siswa, guru Pendidikan Agama Islam, teman sejawat dan kolabolatur.
  • 31. 31 1. Siswa Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. 2. Guru Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi penerapan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Surah Al-Kafirun, Al- Qadar, Al-Fill di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. 3. Teman Sejawat dan Kolaborasi/Observer Teman Sejawat dan kolaborasi dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi Penelitian Tindakan Kelas Secara komprehensif, baik dari sisi siswa maupun guru.E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Teknik Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi dan wawancara. a. Tes: digunakan untuk mengtahui bagaimana siswa mampu memahami mata pelajaran yang diajarkan b. Observasi: dipergunakan untuk mengamati siswa pada saat proses
  • 32. 32 pembelajaran berlangsung. c. Wawancara: untuk mendapatkan data tentang tingkat keberhasilan implementasi penerapan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) . 2. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data dalam PTK ini meliputi tes, observasi, wawancara, kuisioner dan diskusi sebagaimana berikut ini: a. Tes: digunakan tes lisan dan tertulis untuk mengukur hasil belajar siswa. b. Observasi: menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat partisipasi siswa dalam belajar. c. Wawancara: menggunakan panduan wawancara untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa dan guru pendidikan Agama Islam tentang penerapan Model Pembelajaran Exspelicit Intruction (Pengajaran Langsung). d. Kuesioner: menggunakan lembar isian untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa tentang penerapan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) . e. Diskusi: menggunakan lembar hasil pengamatanF. Indikator Kinerja Dalam PTK ini yang akan dilihat indikator kinerjanya selain siswa adalah guru, karena guru merupakan fasilitator yang sangat berpengaruh
  • 33. 33terhadap kinerja siswa.1. Siswa a. Tes: rata-rata nilai ulangan harian: 1) Ketuntasan Individual siswa: 70 2) Ketuntasan Klasikal siswa : 75 % b. Observasi: keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar Alquran Hadis2. Guru a. Dokumentasi : Kehadiran siswa b. Observasi : Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan.3. Hasil Belajar Menghitung ketuntasan individualdan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut: Jumlah Skor Ketuntasan Individual = X 100 Jumlah skor mkasimal Jumlah Siswa yang Tuntas Belajar Ketuntasan Klasikal = X 100 Jumlah siswa keseluruhan Kriteria ketuntasan belajar: a. Ketuntasan individual Jika siswa mencapai ketuntasan lebih dari 70
  • 34. 34 b. Ketuntasan klasikal Bila siswa mencapai ketuntasan 75 %G. Analisis Data Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisa secara deskriftif dengan menggunakan teknik presentasi untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran: 1. Hasil belajar: dengan meganalisis nilai rata-rata ulangan harian, kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi, sedang dan rendah. 2. Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi, sedang dan rendah. 3. Implementasi Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dikategorikan dalam klasifikasi berhasil, kurang berhasil dan tidak berhasil.H. Prosedur Penelitian 1. Siklus 1 Siklus pertama dalam PTK ini terdiri perencaan, pelaksanaan pengamatan dan refleksi sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) 1) Peneliti melakukan analisis untuk mengetahui kompetensi
  • 35. 35 dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan penerapan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) 2) Membuat rencana pembelajaran dengan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) 3) Membuat format penempatan siswa dalam tim 4) Kemampuan menyampaikan materi 5) Membuat Instrumken yang digunakan dalam siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 6) Menyusun alat evaluasi pembelajaranb. Pelaksanaan (Acting) Melaksanakan kegaitan sesuai dengan perencanaan tindakan siklus. Dalam pelaksanaan ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.c. Pengamatan (observation) Pegamatan dilakukan oleh guru yang berlaku sebagai kolabolator yang membantu pengamatan dengan berdoman lembar observasi aktivitas siswa. Pada pelaksanaan ulangan harian, pada akhir siklus dilakukan sendiri oleh peneliti.d. Refleksi (Reflecting) Siklus 1 Penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila memenuhi beberapa syarat sebagai berikut: 1) Sebagian besar (75 % dari siswa) dapat dan mampu melakukan sujud sahwi yang baik dan benar
  • 36. 36 2) Sebagian besar (70% dari siswa) dapat menjawab pertanyaan dari guru atau kolaborator. 3) Penyelesaian tugas sesuai dengan batas waktu yang disediakan.2. Siklus 2 Seperti halnya siklus pertama, siklus kedua pun terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. a. Perencanaan (Planning) Peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi siklus 1 b. Pelaksanaan (Acting) Guru melaksanakan pembelajaran melalui Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus 1. c. Pengamatan (observation) Peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang baik dan benar. d. Refleksi (Reflecting) Penelitian melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua. Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakandengan bagan yang berbeda namun secara garis besar terdapat empat tahapanyang lazim dilalui, yaitu perencanaan, pelaksanaan pengamatan, dan refleksi. 23 23 Arikanto S, Manajemen Penelitian. (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), h. 76.
  • 37. 37Adapun model untuk masing-masing tahap dapat digambarkan sebagaiberikut: Sebagai suatu siklus dapatlah digambarkan langkah-langkah PTKpada bagan dibawah ini: Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan
  • 38. 38 Gambar 1: Alur Penelitian Tindakan KelasI. Indikator Keberhasilan Penelitian Penelitian ini dikatan berhasil optimal dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Meningkatnya hasil belajar siswa yaitu nilai ketuntasan individual ≥ 70 % dan nilai ketuntasan kelompok ≥ 75 %. 2. Aktivitas siswa meningkat dan aktivitas guru cenderung menurun. Menghitung ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut: Menghitung ketuntasan individualdan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut: Jumlah Skor Ketuntasan Individual = X 100 Jumlah skor mkasimal
  • 39. 39 Jumlah Siswa yang Tuntas Belajar Ketuntasan Klasikal = X 100 Jumlah siswa keseluruhan Kriteria ketuntasan belajar: a. Ketuntasan individual Jika siswa mencapai ketuntasan lebih dari 70 b. Ketuntasan klasikal Bila siswa mencapai ketuntasan 75 % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Madya Banjarbaru. Subjek penelitian adalah siswa Kelas 2 yang berjumlah 18 orang. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran Mata Pelajaran Alquran Hadis pada materi Menulis Surah Al- Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill melalui Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) siswa Kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang
  • 40. 40 Anggang Kota Banjarbaru , dengan cara pengamatan langsung yang dilakukan peneliti terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) pada materi Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill.B. Persiapan Penelitian Adapun persiapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum melaksanakan tindakan kelas ini yaitu: 1. Peneliti telah mendapatkan izin penelitian dari Jurusan Tarbiyah Nomor 100/STAI/TL.01/XII/2011, dan Kementrian Agama Banjarbaru Kd.17.11/3/TL.00/1274/2011, serta izin dari sekolah yaitu Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Adapun waktu penelitian yang diberikan dari tanggal. 12 April sampai 40 dengan 3 Mei 2011. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Pertemuan I siklus I dilaksanakan pada tanggal 12 April i 2011 dan pertemuan II siklus I dilaksanakan pada tanggal 19 April 2011. Kemudian pertemuan I siklus II dilaksanakan pada tanggal 26 April 2011 35 dan pertemuan II siklus II dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2011. 2. Penunjukan observer yaitu salah seorang guru yang akan mengobservasi peneliti dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) pembelajaran Mata Pelajaran Alquran Hadis, observer yang ditujukan telah memahami tentang PTK.
  • 41. 41C. Hasil Penelitian 1. Tindakan kelas siklus I pertemuan 1, 12 April 2011 ( 2x 24 menit) a. Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus I ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: 1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran Alquran Hadis dengan Kompetensi dasar menjelaskan tentang Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill yang baik dan benar. 2) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktifitas siswa dalam pembelajaran. b. Kegiatan Pembelajaran 1) Kegiatan awal (10 menit) a) Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a b) Mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran c) Melakukan tes penjajakan [pre-tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa d) Mengingatkan pelajaran yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru
  • 42. 42 e) Menjelaskan secara singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa 2) Kegiatan inti (60 menit) a) Menjelaskan Menulis Surah Al-Kafirun, b) Guru membagi siswa beberapa kelompok. c) Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas. d) Menunjuk siswa atau kelompok untuk menyelesaikan tugas e) Guru dan siswa melakukan diskusi mengenai materi yang telah dibahas f) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya 3) Kegiatan akhir (10 menit) a) Memberikan penegasan dan menyimpulkan materi ajar yang sudah dipelajari b) Memberikan post tes untuk mengetahui hasil pembelajaran c) Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajar c. Hasil Tindakan Kelas 1) Observasi kegiatan pembelajaran Siklus I Pertemuan Pertama Hasil observasi atau pengamatan dari teman sejawat dalam kegiatan pembelajaran selama 2 X 40 menit yang sudah direncanakan, dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4.1 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I Pertemuan Pertama No Indicator / Aspek Dilakukan Skor Penilaian Ya Tidak 1 2 3 4
  • 43. 43 Yang DiamatiI. Para pembelajar1. Mengawali pembelajaran dengan √ 4 mengucapkan salam dan berdo’a Mengamati dan mengarahkan2. sikap siswa agar siap memulai √ 2 pelajaran Melakukan tes penjajakan [pre-3. tes] dan mengidentifikasi √ 3 keadaan siswa Mengingatkan pelajaran yang4. terdahulu dan mengaitkan pada √ 4 pelajaran baru Menjelaskan secara singkat5. tentang tujuan dan proses √ 2 pembelajaran yang akan dijalani siswa6. Motivasi √ 3II. Kegiatan Inti Pembelajaran √ Menjelaskan tentang materi7. √ 4 Menulis Surah Al-Kafirun. Meminta siswa untuk memperhatikan guru dalam8. √ 2 menjelaskan Menulis Surah Al- Kafirun. Membentuk semua siswa menjadi pasangan-pasangan dan9. √ 2 mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. Guru memberikan tugas kepada10. masing-masing kelompok sesuai √ 2 dengan materi yang dibahas11. Menunjuk siswa atau kelompok √ 2 untuk menyelesaikan tugas Guru dan siswa melakukan12. diskusi mengenai materi yang √ 2 telah dibahas13. Memberi kesempatan masing- √ 2 masing kelompok untuk bertanya
  • 44. 44 hal-hal yang belum dimengerti. Memberi tantangan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan-14. √ 3 pertanyaan disampaikan oleh kelompok lain15. Menguasai kelas √ 3 Melaksanakan pembelajaran16. sesuai dengan kompetensi √ 2 (tujuan) yang ingin dicapai Melaksanakan pembelajaran17. √ 1 secara runtut Menunjukan penguasaan materi18. √ 3 pelajaran Mengaitkan materi dengan19. √ 2 pengetahuan lain yang relevan Mengaitkan materi dengan20. √ 3 realitas kehidupan Melaksanakan pembelajaran21. √ 1 sesuai dengan alokasi waktu22. menggunakan media √ 323. Menggunakan metode √ 3 Menumbuhkan fartisifasi aktif24. √ 2 siswa dalam pembelajaran Membangkitkan motifasi belajar25. √ 2 siswa Menunjukkan sikap terbuka26. √ 2 respon siswa Menumbuhkan keceriaan dan27. √ 3 antusias siswa Menggunakan bahasa lisan28. tulisan secara jelas, baik, dan √ 1 benar.29. Membuat rangkuman dengan √ 2
  • 45. 45 melibatkan siswaIII Kegiatan Akhir √ Melakukan penilaian tes akhir30. sesuai dengan kompetensi √ 2 (tujuan) Menyampaikan hasil penilaian31. √ 3 (tes) kepada siswa32. Memberikan penghargaan √ 3 Memberikan PR sebagai bagian33. √ 3 remidi/ pengayaan34. Menutup pelajaran √ 4 Jumlah 34 3 30 36 16 Keterangan : skor diberikan pada saat guru berkerja. Skor yang diberikan maksimal 100 Kategori penilaian : 1 kurang baik,2 cukup baik, 3 baik, 4 sangat baik Berdasarkan data observasi pada tabel 4.1. bahwa pertemuan pertama dari 6 kegiatan pendahuluan yang mendapat poin 4 yaitu 33,3% dengan kualifikasi sangat baik, mendapat poin 3 yaitu 33,3% dengan kualifikasi baik, dan poin 2 yaitu 33,3% dengan kualifikasi cukup, dan kegiatan inti dari 23 kegiatan yang mendapat poin 4 yaitu 14,35% (sangat baik), mendapat poin 3 yaitu 30,43% (kualifikasi baik), mendapat poin 2 yaitu 52,17% (cukup baik) dan poin 1 yaitu 13,04% (kualifikasi kurang baik), serta kegiatan penutup dari 5 kegiatan yang mendapat poin 4 yaitu 20% (kualifikasi sangat baik), poin 3 yaitu 60% (kualifikasi baik), dan poin 2 yaitu 20% (kualifikasi cukup baik, jadi dari kegiatan guru pada pertemuan 1, yang
  • 46. 46 berkualifikasi baik 27% dan berkualifikasi cukup yaitu 13,33% dan yang berkualifikasi kurang 27%. Berdaasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh obsever, disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus 1 pertemuan 1 belu dilakukan secara efektif, hal ini terlihat dengan adanya tahapan yang belum dilaksaakan guru secara maksimal. Walaupun demikian data observasi yang ada pada tabel secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara lancar, kondusif, dan antusias.2) Observasi Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I Pertemuan Pertama Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dapat dilihat pada tabel berikut :
  • 47. 47Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I pertemuan pertama Penialaian Jumlah Klasifikasi ProsentasiNo Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Aktivitas 1 A. Fauzi 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 2 Aisyah 3 2 1 3 1 2 2 3 17 Cukup Aktif 53,13 3 Ade Irma 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 4 Elma Yunita 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 5 Maulana Irfan 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 6 St. Ermawati 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 7 M. Fahreza 3 2 2 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 8 Mahdalena 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 9 M. Reza 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 10 Rizal 3 2 2 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 11 M. Rizky Rahmatullah 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Cukup Aktif 50,00 12 M. Zamanorrahman 3 2 2 3 2 3 3 3 21 Cukup Aktif 65,63 13 M. Nur Iklanida 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 14 Rahman Fauzy 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 15 Maulidah Khadijah 3 2 2 3 2 3 3 3 21 Cukup Aktif 65,63 16 Risya Wardati 3 2 3 3 2 3 3 3 22 Cukup Aktif 68,75 17 Rahmawati 3 2 2 3 3 3 2 3 21 Cukup Aktif 65,63 Jumlah 43 36 28 55 29 44 44 59 302 63,2 52,9 41,1 80,8 42,6 64,7 64,7 86,7 Prosentasi 4 4 8 8 5 1 1 6 55,51
  • 48. 48Keterangan : Interval Kategori Penilaian : a. 1 – 8 = Tidak Aktif b. 9 – 16 = kurang Aktif c. 17 – 24 = Cukup Aktif d. 25 – 32 = Aktif e. 33 – 40 = Sangat Aktif Katagori penilaian : 1. Mendengarkan penjelasan guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Mengajukan pertanyaan 4. Aktivitas dalam pembelajaran 5. Disiplin dalam berdiskusi 6. Partisivasi siswa dalam pembelajaran 7. Kecerian dan antusiasme siswa dalam pembelajaran 8. Menyimpulkan Observasi aktivitas siswa siklus 1 pertemuan 1 diatasdiklasifikasikan kedalam 5 kategori, yaitu : tidak ada siswa yangberaktivitas sangat aktif, tidak ada siswa yang ber aktivitas aktif, 5orang siswa dengan kategori cukup aktif, dan 12 orang siswaberaktifitas kurang aktif dan tidak ada kelompok yang termasukkategori tidak aktif.Tabel 4.3 hasil observasi siswa siklus 1 pertemuan 1 NO Aktivitas Siswa F % 1 Sangat aktif 0 0 2 Aktif 0 0 3 Cukup aktif 9 52,94% 4 Kurang aktif 8 47,06% 5 Tidak aktif 0 0 Dari tabel di atas terlihat siswa yang sangat aktif 0%, siswa yangaktif 0%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,94%, sedangkan kurang aktif 8orang yaitu 47,06% dan tidak aktif 0%. Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat diketahuibahwa aktifitas siswa dalam pembelajaran cukup aktif, walaupun dalam
  • 49. 49 aspek-aspek tertentu masih ada yang belum maksimal, misalnya menjawab pertanyaan guru, mengajukan pertanyaan,aktivitas dalam belajar, partisifasi siswa. Hal ini karena pembelajaran dengan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) sangat jarang sekali digunakan sehingga siswa tidak terbiasa.d. Tes Hasil Belajar Siswa Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.4 Daftar nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran siklus 1 pertemuan pertama No Nama Nilai Keterangan 1 A. Fauzi 50 Tidak Tuntas 2 Aisyah 60 Tidak Tuntas 3 Ade Irma 60 Tidak Tuntas 4 Elma Yunita 50 Tidak Tuntas 5 Maulana Irfan 50 Tidak Tuntas 6 St Ermawati 60 Tidak Tuntas 7 M. Fahreza 60 Tidak Tuntas 8 Mahdalena 50 Tidak Tuntas 9 M. Reza 50 Tidak Tuntas 10 M. Rizal 60 Tidak Tuntas 11 M. Rizky Rahmatullah 50 Tidak Tuntas 12 M. Zamanorrahman 70 Tuntas 13 Nur Iklanida 50 Tidan Tuntas 14 Rahman Fauzy 50 Tidak Tuntas 15 Maulidia Khadijah 70 Tuntas 16 Risya Wardati 70 Tuntas 17 Rahmawati 70 Tuntas Jumlah 980
  • 50. 50 Rata-Rata 57,65Tabel 4.5. Distribusi hasil belajar siswa dalam pembelajaran siklus I pertemuan pertama No Nilai Frekuensi NxF (%) Kualifikasi (N) (F) 1 10 0 0 0 2 9 0 0 0 Sangat baik 3 8 0 0 0 Baik 4 7 4 28 28,57% Cukup 5 6 5 30 30,61% Kurang 6 5 8 40 40,82% Kurang 7 4 0 0 0 Kurang 8 3 0 0 0 Sangat kurang 9 2 0 0 0 10 1 0 0 0 11 0 0 0 0 Jumlah 17 98 100 Rata-Rata 0 5,76 0Interval = 0 -<2 = Sangat Kurang 2 -< 4 = Kurang 4 -< 6 = Cukup 6 -< 8 = baik 8 -< 10 = Sangat Baik
  • 51. 51 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 5,76 hal ini berarti berada dibawah ketuntasan belajar yang ditetapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu rata-rata 7,00. Oleh karena itu nilai rata-rata hasil tes formatif siswa tersebut perlu ditingkatkan lagi dalam tindakan kelas pertemuan kedua.2. Tindakan kelas siklus I pertamuan kedua, 19 April 2011 (2 X 40 Menit) a. Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus I ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam dengan kompetensi dasar menjelaskan . 2) Membuat lembar ovservasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktifitas siswa dalam pembelajaran. b. Kegiatan pembelajaran 1) Kegiatan awal (10 Menit) a) Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a
  • 52. 52 b) Mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran c) Melakukan tes penjajakan [pre-tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa d) Mengingatkan pelajaran yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru e) Menjelaskan secara singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa2) Kegiatan inti (60 Menit) 3) Menjelaskan tentang materi Menulis Surah Al-Qadr 4) Meminta siswa untuk memperhatikan guru dalam menjelaskan Menulis Surah Al-Qadr 5) Membentuk semua siswa menjadi pasangan-pasangan dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. 6) Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas 7) Menunjuk siswa atau kelompok untuk menyelesaikan tugas3) Kegiatan akhir ( 10 Menit) a) Memberikan penegasan dan menyimpulkan materi ajar yang sudah dipelajari. b) Memberikan post tes untuk mengetahui hasil pembelajaran
  • 53. 53 c) Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajarc. Hasil tindakan kelas 1) Observasi kegiatan pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua Hasil observasi atau pengamatan dari teman sejawat dalam kegiatan pembelajaran selama 2 x 40 menit yang sudah direncanakan, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.6. Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua No Indicator/Aspek Yang Iamati Dilakukan Skor Penilaian Ya Tidak 1 2 3 4 I Pra Pembelajaran 1 Mengawali pembelajaran √ 4 dengan mengucapkan salam dan berdo’a 2 Mengamati dan √ 2 mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran 3 Melakukan tes penjajakan √ 3 [pre-tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa 4 Mengingatkan pelajaran √ 4 yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru 5 Menjelaskan secara singkat √ 3 tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa
  • 54. 546 Motivasi √ 3II Kegiatan Inti Pembelajaran7 Menjelaskan tentang √ 4 materi Menulis Surah Al- Kafirun,8 Meminta siswa untuk √ 2 memperhatikan guru dalam menjelaskan Menulis Surah Al-Kafirun.9 Membentuk semua siswa √ 3 menjadi pasangan- pasangan dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.10 Guru memberikan tugas √ 3 kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas11 Menunjuk siswa atau √ 3 kelompok untuk menyelesaikan tugas12 Guru dan siswa melakukan √ 2 diskusi mengenai materi yang telah dibahas13 Memberi kesempatan √ 2 masing-masing kelompok untuk bertanya hal-hal yang belum dimengerti14 Memberi tantangan kepada √ 3 siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan disampaikan oleh kelompok lain15 Menguasai kelas √ 316 Melaksanakan √ 2 pembelajaran sesuai dengan kompetensi
  • 55. 55 (tujuan) yang ingin dicapai17 Melaksanakan √ 2 pembelajaran secara runtut18 Menunjukkan penguasaan √ 3 materi pelajaran19 Mengaitkan materi dengan √ 2 pengetahuan lain yang relevan20 Mengaitkan materi dengan √ 3 realitas kehidupan21 Melaksanakan √ 1 pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu22 Menggunakan media √ 323 Menggunakan metode √ 324 Menumbuhkan partisifasi √ 2 aktif siswa dalam pembelajaran25 Membangkitkan motifasi √ 3 belajar siswa26 Menunjukkan sikap √ 2 terbuka respon siswa27 Menumbuhkan keceriaan √ 2 dan antusias siswa28 Menggunakan bahasa lisan √ 2 dan tertulis secara jelas, baik dan benar29 Membuat rangkuman √ 3 dengan melibatkan siswaIII Kegiatan Akhir30 Melakukan penilaian (tes) √ 3 akhir sesuai dengan kompetensi(tujuan)
  • 56. 5631 Menyampaikan hasil √ 3 penilaian (tes) kepada siswa32 Memberikan penghargaan √ 333 Memberikan PR sebagai √ 3 bagian remidi / pengayaan34 Menutup pelajaran √ 4 Jumlah 34 0 1 22 69 16 Keterangan : skor diberikan pada saat guru bekerja skor yang diberikan maksimal 100 Kategori penilaian : I kurang baik, 2 cukup baik, 3 baik, 4 sangat baik. Berdasarkan data observasi pada tabel 4.5. bahwa siklus I pertemuan kedua dari 6 kegiatan pendahuluan yang mendapat poin 4 yaitu 33,3% dengan kualivikasi sangat baik, mendapatkan poin 3 yaitu 50% dengan kualifikasi baik, dan poin 2 yaitu 16 ,67% dengan kualifikasi cukup. Dan kegiatan inti dari 23 kegiatan yang mendapat poin 4 yaitu 4,35% (sangat baik), mendapat poin 3 yaitu 47,83% (kualifikasi baik), mendapat poin 2 yaitu 43,48% (cukup baik) dan poin 1 yaitu 4,35% kualifikasi kurang baik, serta kegiatan penutup dari 5 kegiatan yang mendapat poin 4 yaitu 20% (kualifikasi sangat baik), dan poin 3 yaitu 80% (kualifikasi baik), jadi dari kegiatan guru pada siklus 1 pertemuan kedua, yang
  • 57. 57 berkualifikasi sangat baik 11,76%, berkualifikasi baik 52,94%, berkualifikasi cukup yaitu 32,35% dan yang berkualifikasi kurang baik 2,94%. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh obsever, disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus 1 pertemuan pertama dan pertemuan kedua adalah 55,88% dengan kualifikasi cukup.2) Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
  • 58. 58Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I pertemuan kedua Penialaian Jumlah KlasifikasiNo Nama Prosentasi 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Aktivitas 1 A. Fauzi 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 2 Aisyah 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 3 Ade Irma 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 4 Elma Yunita 2 2 1 3 1 2 2 3 16 Kurang Aktif 50,00 5 Maulana Irfan 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 6 St. Ermawati 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 7 M. Fahreza 3 2 2 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 8 Mahdalena 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 9 M. Reza 3 2 1 3 1 2 2 3 17 Cukup Aktif 53,13 10 Rizal 3 2 2 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 11 M. Rizky Rahmatullah 3 2 1 3 1 2 2 3 17 Cukup Aktif 53,13 12 M. Zamanorrahman 3 2 2 3 2 3 3 3 21 Cukup Aktif 65,63 13 M. Nur Iklanida 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 14 Rahman Fauzy 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 15 Maulidah Khadijah 3 2 2 3 2 3 3 3 21 Cukup Aktif 65,63 16 Risya Wardati 3 2 3 3 2 3 3 3 22 Cukup Aktif 68,75 17 Rahmawati 3 2 2 3 3 3 2 3 21 Cukup Aktif 65,63 Jumlah 50 36 34 55 29 44 44 59 315 73,5 52,9 50,0 80,8 42,6 64,7 64,7 86,7 Prosentasi 3 4 0 8 5 1 1 6 57,90
  • 59. 59Keterangan : Interval Kategori Penilaian : a. 1 – 8 = Tidak Aktif b. 9 – 16 = kurang Aktif c. 17 – 24 = Cukup Aktif d. 25 – 32 = Aktif e. 33 – 40 = Sangat Aktif Katagori penilaian : 1. Mendengarkan penjelasan guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Mengajukan pertanyaan 4. Aktivitas dalam pembelajaran 5. Disiplin dalam berdiskusi 6. Partisivasi siswa dalam pembelajaran 7. Kecerian dan antusiasme siswa dalam pembelajaran 8. Menyimpulkan Observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan kedua di atasdiklasivikasikan kedalam 5 kategori, yaitu : tidak ada siswa yangberaktivitas sangat aktif, tidak ada siswa yang beraktifitas aktif,18orang siswa dengan kategori cukup aktif, dan 1 orang siswaberaktifitas kurang aktif dan tidak ada kelompok yang termasukkategori tidak aktif.Tabel 4.8. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan Kedua No Aktivitas Siswa F % 1 Sangat aktif 0 0 2 Aktif 0 0 3 Cukup aktif 15 88,23% 4 Kurang aktif 2 11,77% 5 Tidak aktif 0 0
  • 60. 60 Dari tabel diatas terlihat siswa yang sangat aktif 0%,siswa yang aktif 0%, cukup aktif 15 orang yaitu 88,23% sedangkan kurang aktif 2 orang yaitu 11,77%, dan tidak aktif 0%. Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran lebih aktif dari pertemuan pertama. Hal ini karena pembelajaran Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) sudah mulai dipahami anak sehingga mudah melaksanakan kegiatan pembelajaran, walaupun dalam aspek-aspek tertentu masih ada yang belum maksimal, misalnya mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu perlu dilanjutkan lagi pada siklus kedua.d. Tes hasil belajar siswa Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.9 Daftar nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran siklus 1 pertemuan kedua No Nama Nilai Keterangan 1 A. Fauzi 50 Tidak Tuntas 2 Aisyah 70 Tuntas 3 Ade Irma 60 Tidak Tuntas 4 Elma Yunita 60 Tidak Tuntas 5 Maulana Irfan 60 Tidak Tuntas 6 St Ermawati 70 Tuntas 7 M. Fahreza 70 Tuntas 8 Mahdalena 50 Tidak Tuntas 9 M. Reza 50 Tidak Tuntas 10 M. Rizal 70 Tidak Tuntas 11 M. Rizky Rahmatullah 60 Tuntas
  • 61. 61 12 M. Zamanorrahman 80 Tuntas 13 Nur Iklanida 60 Tidak Tuntas 14 Rahman Fauzy 50 Tidak Tuntas 15 Maulidia Khadijah 80 Tuntas 16 Risya Wardati 80 Tuntas 17 Rahmawati 80 Tuntas Jumlah 1100 Rata-Rata 64,71Tabel 4.10 Distribusi hasil belajar siswa dalam pembelajaran siklus I pertemuan kedua Nilai Frekuensi No NxF (%) Kualifikasi (N) (F) 1 10 0 0 0 2 9 0 0 0 3 8 4 32 29,09 Sangat baik 4 7 4 28 25,45 Baik 5 6 5 30 27,27 Baik 6 5 4 20 18,19 Cukup 7 4 0 0 0 8 3 0 0 0 9 2 0 0 0 10 1 0 0 0 11 0 0 0 0 Jumlah 17 110 100 Rata-Rata 0 6,47 0Interval =
  • 62. 62 0 -<2 = Sangat Kurang 2 -< 4 = Kurang 4 -< 6 = Cukup 6 -< 8 = baik 8 -< 10 = Sangat Baik Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 6,47 hal ini berarti berada di bawah ketuntasan belajar yang ditetapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu rata-rata 7,00 oleh karena itu nilai rata-rata hasil tes formatif siswa tersebut perlu ditingkatkan lagi dalam tindakan kelas pada siklus kedua.c. Reflikasi tindakan kelas siklus I Berdaasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil tes belajar pertemuan pertama dan kedua, maka dapat direfliksikan sebagai berikut : 1) Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dinyatakan cukup efektif dan meningkatkan kemampuannya, tetapi belum mencapai pada hasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan masih balum maksimalnya guru dalam melaksanakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung), dan aktivitas siswa dalam pembelajaran masih rendah.
  • 63. 632) Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) cukup mendukung dan aktif, hal ini dapat dilihat pada : a) Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan pertama sangat aktif 0%, siswa yang aktif 0%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,94%, sedangkan kurang aktif 8 orang yaitu 47,06% dan tidak aktif 0%. b) Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan kedua sangat aktif 0%,siswa yang aktif 0%, cukup aktif 15 orang yaitu 88,23% sedangkan kurang aktif 2 orang yaitu 11,77%, dan tidak aktif 0%. c) Berdasarkan temuan tersebut, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung).3) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) cukup mendukung dan aktif, hal ini dapat dilihat pada : a) Hasil tes siswa pada siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai 57,65 dan petemuan kedua rata-rata nilai 64,71 b) Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit
  • 64. 64 Intruction (Pengajaran Langsung) terjadi peningkatan belum maksimal, sehingga akan dilanjutkan pada siklus II.3. Tindakan kelas siklus II pertemuan pertama, 26 April 2011 (2x40 menit) a. Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus II ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut : 1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam dengan kompetensi dasar menjelaskan materi Surah Al-fiil. 2) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktifitas siswa dalam pembelajaran. b. Kegiatan pembelajaran 1) Kegiatan awal (10 menit) a) Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a b) Mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran c) Melakukan tes penjajakan [pre-tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa
  • 65. 65 d) Mengingatkan pelajaran yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru e) Menjelaskan secara singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa 2) Kegiatan inti (60 menit) a)Menjelaskan tentang materi Menulis Surah Al-Fiil b)Meminta siswa untuk memperhatikan guru dalam menjelaskan Menulis Surah Al-Fiil. c)Membentuk semua siswa menjadi pasangan-pasangan dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. d)Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas e)Menunjuk siswa atau kelompok untuk menyelesaikan tugas 3) Kegiatan akhir (10 menit) a) Memberikan penegasan dan menyimpulkan materi ajar yang sudah dipelajari b) Memberikan post tes untuk mengetahui hasil pembelajaran c) Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajarc. Hasil Tindakan Kelas 1) Observasi kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan pertama
  • 66. 66 Hasil observasi atai pengamatan dari teman sejawat dalampembelajaran 2 x 40 menit yang sudah direncanakan, dapat dilihatpada tabel berikut:Tabel 4.11 Observasi kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan pertama Indicator/Aspek Yang Dilakukan Skor Penilaian No diamati Ya Tidak 1 2 3 4 I Pra Pembelajaran 1 Mengawali √ 4 pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a 2 Mengamati dan √ 3 mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran 3 Melakukan tes √ 3 penjajakan [pre-tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa 4 Mengingatkan pelajaran √ 4 yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru 5 Menjelaskan secara √ 3 singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa 6 Motivasi 3 II Kegiatan Inti Pembelajaran 7 Menjelaskan tentang √ 4 materi Menulis Surah
  • 67. 67 Al-Fiil,8 Meminta siswa untuk √ 3 memperhatikan guru dalam menjelaskan Menulis Surah Al- Kafirun.9 Membentuk semua √ 3 siswa menjadi pasangan-pasangan dan mengutarakan hasil pemikiran masing- masing.10 Guru memberikan tugas √ 3 kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas11 Menunjuk siswa atau √ 3 kelompok untuk menyelesaikan tugas12 Guru dan siswa √ 3 melakukan diskusi mengenai materi yang telah dibahas13 Memberi kesempatan √ 3 masing-masing kelompok untuk bertanya hal-hal yang belum dimengerti14 Memberi tantangan √ 3 kepada siswa untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan disampaikan oleh kelompok lain15 Menguasai kelas √ 416 Melaksanakan √ 4 pembelajaran sesuai
  • 68. 68 dengan kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai17 Melaksanakan √ 3 pembelajaran secara runtut18 Menunjukkan √ 3 penguasaan materi pelajaran19 Mengaitkan materi √ 3 dengan pengetahuan lain yang relevan20 Mengaitkan materi √ 3 dengan realitas kehidupan21 Melaksanakan √ 3 pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu22 Menggunakan media √ 323 Menggunakan metode √ 324 Menumbuhkan √ 3 partisifasi aktif siswa dalam pembelajaran25 Membangkitkan √ 3 motifasi belajar siswa26 Menunjukkan sikap √ 3 terbuka respon siswa27 Menumbuhkan √ 3 keceriaan dan antusias siswa28 Menggunakan bahasa √ 2 lisan dan tertulis secara jelas, baik dan benar29 Membuat rangkuman √ 3 dengan melibatkan
  • 69. 69 siswa III Kegiatan Akhir 30 Melakukan penilaian √ 3 (tes) akhir sesuai dengan kompetensi(tujuan) 31 Menyampaikan hasil √ 2 penilaian (tes) kepada siswa 32 Memberikan √ 3 penghargaan 33 Memberikan PR √ 3 sebagai bagian remidi / pengayaan 34 Menutup pelajaran √ 4 Jumlah 34 4 81 24Keterangan : skor diberikan pada saat guru bekerja skor yang diberikan maksimal 100Kategori penilaian : I kurang baik, 2 cukup baik, 3 baik, 4 sangat baik. Berdasarkan data observasi pada tabel 4.7. bahwa siklus IIpertemuan pertama dari 6 kegiatan pendahuluan yang mendapatpoin 4 yaitu 33,3% dengan kualivikasi sangat baik, mendapatkanpoin 3 yaitu 33,3% dengan kualifikasi baik, dan poin 3 yaitu 66,67% dengan kualifikasi baik. Dan kegiatan inti dari 23 kegiatanyang mendapat poin 4 yaitu 13,04% (sangat baik), mendapat poin3 yaitu 82,61% (kualifikasi baik), mendapat poin 2 yaitu 4,35%
  • 70. 70 (cukup baik) serta kegiatan penutup dari 5 kegiatan yang mendapat poin 4 yaitu 20% (kualifikasi sangat baik), dan poin 3 yaitu 60% (kualifikasi baik), dan poin 2 yaitu 20% (kualifikasi cukup baik), jadi dari kegiatan guru pada siklus II pertemuan pertama, yang berkualifikasi sangat baik 17,65%, berkualifikasi baik 76,47%, dan berkualifikasi cukup yaitu 5,88% Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh obsever, disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus 1 pertemuan pertama dan pertemuan kedua ini telah terjadi peningkatan yang cukup signifika tetapi masih belum maksimal dan akan lebih ditingkatkan lagi pada pertemuan berikutnya.2) Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran siklus II pertemuan pertama Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
  • 71. 71Tabel 4.12. Distribusi Frekuensi aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus II pertemuan pertama Penialaian Jumlah KlasifikasiNo Nama Prosentasi 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Aktivitas 1 A. Fauzi 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 2 Aisyah 4 2 2 3 2 2 2 3 20 Cukup Aktif 62,50 3 Ade Irma 3 2 2 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 4 Elma Yunita 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 5 Maulana Irfan 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 6 St. Ermawati 4 2 2 3 2 2 2 3 20 Cukup Aktif 62,50 7 M. Fahreza 4 2 2 3 2 2 2 3 20 Cukup Aktif 62,50 8 Mahdalena 4 2 2 3 1 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 9 M. Reza 4 2 1 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 10 Rizal 4 2 2 3 2 2 2 3 20 Cukup Aktif 62,50 11 M. Rizky Rahmatullah 4 2 1 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 12 M. Zamanorrahman 4 3 3 3 2 3 3 3 24 Aktif 75,00 13 M. Nur Iklanida 4 2 2 3 1 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 14 Rahman Fauzy 4 2 2 3 2 2 2 3 20 Cukup Aktif 62,50 15 Maulidah Khadijah 4 3 3 3 2 3 3 3 24 Aktif 75,00 16 Risya Wardati 4 3 3 3 2 3 3 3 24 Aktif 75,00 17 Rahmawati 4 3 3 3 3 3 2 3 24 Aktif 75,00 Jumlah 65 40 39 55 34 44 44 59 344 95,5 58,8 57,3 80,8 50,0 64,7 64,7 86,7 Prosentasi 9 2 5 8 0 1 1 6 63,24
  • 72. 72Keterangan :Interval Kategori Penilaian :1. 1 – 8 = Tidak Aktif2. 9 – 16 = kurang Aktif3. 17 – 24 = Cukup Aktif4. 25 – 32 = Aktif5. 33 – 40 = Sangat AktifKatagori penilaian :1. Mendengarkan penjelasan guru2. Menjawab pertanyaan guru3. Mengajukan pertanyaan4. Aktivitas dalam pembelajaran5. Disiplin dalam berdiskusi6. Partisivasi siswa dalam pembelajaran7. Kecerian dan antusiasme siswa dalam pembelajaran8. Menyimpulkan Observasi aktivitas siswa siklus 2 pertemuan di atasdiklasifikasikan ke dalam 5 kategori, yaitu tidak ada siswa yangberkativitas sangat aktif, tidak ada siswa yang beraktifitas aktif, 17orang siswa dengan kategori cukup aktif, tidak ada siswaberaktivitas kurang aktif dan tidak ada kelompok yang termasukkategori tidak aktif.Tabel 4.13 Hasil Observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan 1 No Aktivitas F % 1 Sangat Aktif 0 0 2 Aktif 4 23,52 3 Cukup Aktif 13 76,48 4 Kurang Aktif 0 0 5 Tidak Aktif 0 0
  • 73. 73 Dari tabel di atas terlihat siswa yang sangat aktif 0% siswa yang aktif 4 orang yaitu 23,52%, cukup aktif 13 orang yaitu 76,48% kurang aktif 0% dan tidak aktif 0%. Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran lebih aktif dari siklus I. hal ini karena Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) sudah mulai dipahami anak sehingga mudah melaksanakan kegiatan pembelajaran, walaupun dalam aspek-aspek tertentu masih ada yang belum maksimal, misalnya menjawab pertnyaan, mengajukan pertanyaan, aktivitas dalam pembelajaran, namun dalam hal ini Aktivitas siswa dalam pembelajaran berjalan dengan baik. oleh karena itu perlu dilanjutkan lagi ada pertemuan berikutnya.d. Tes Hasil Siswa Belajar Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel beikut ini : Tabel 4.14 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran siklus 2 Pertemuan Pertama No Nama Nilai Keterangan 1 A. Fauzi 60 Tidak Tuntas 2 Aisyah 70 Tuntas 3 Ade Irma 70 Tuntas 4 Elma Yunita 70 Tuntas 5 Maulana Irfan 70 Tuntas 6 St Ermawati 80 Tuntas 7 M. Fahreza 80 Tuntas
  • 74. 74 8 Mahdalena 60 Tidak Tuntas 9 M. Reza 70 Tuntas 10 M. Rizal 80 Tuntas 11 M. Rizky Rahmatullah 70 Tuntas 12 M. Zamanorrahman 90 Tuntas 13 Nur Iklanida 70 Tuntas 14 Rahman Fauzy 60 Tidak Tuntas 15 Maulidia Khadijah 90 Tuntas 16 Risya Wardati 90 Tuntas 17 Rahmawati 90 Tuntas Jumlah 1270 Rata-Rata 74,71Tabel 4.15. Distribusi Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Pertama No Nilai Frekuensi NxF ( % ) Kualifikasi (N) (F) 1. 10 0 0 0 2. 9 4 40 31 Sangat Baik 3. 8 3 24 18,60 Sangat Baik 4. 7 7 47 36,43 Baik 5. 6 3 18 13,97 Cukup 6. 5 0 0 0 7. 4 0 0 0 8. 3 0 0 0 9. 2 0 0 0 10. 1 0 0 0 11. 0 0 0 0 Jumlah 17 129 100 Rata-rata 0 7,58 0Interval = 0 -< 2 = sangat kurang 2 -< 4 = kurang 4 -< 6 = cukup 6 -< 8 = baik 8 - 10 = sangat baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilaihasil tes formatif siswa adalah 7,58. Hasil ini menunjukkan prestasi
  • 75. 75 siswa meningkat hasil belajarnya, serta memenuhi persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum Pendidikan Agama Islam yaitu rata-rata 7,07.Tindakan Kelas Siklus II Pertemuan Kedua, 3 Mei 2011 (2 X 40 menit ) a. Persiapan Pada pertemuan kedua tindakan siklus II ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: 1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam dengan kompetensi dasar Surah Al-Kafirun, Al- Qadar, Al-Fill 2) Membuat lembar soal untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktifitas siswa dalam pembelajaran. b. Kegiatan Pembelajaran 1) Kegiatan awal ( 10 menit ) a) Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a b) Mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran c) Melakukan tes penjajakan [pre-tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa
  • 76. 76 d) Mengingatkan pelajaran yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru e) Menjelaskan secara singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa 2) Kegiatan inti ( 60 menit ) a) Menjelaskan tentang materi Menulis Surah Al-Kafirun, Al- Qadar, Al-Fill b) Meminta siswa untuk memperhatikan guru dalam menjelaskan Menulis Surah Al-Kafirun. c) Membentuk semua siswa menjadi pasangan-pasangan dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. d) Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas e) Menunjuk siswa atau kelompok untuk menyelesaikan tugas3) Kegiatan akhir ( 10 menit ) a) Memberikan penegasan dan menyimpulkan materi ajar yang sudah dipelajari b) Memberikan post tes untuk mengetahui hasil pembelajaran c) Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajar c. Hasil Tindakan Kelas 1) Observasi Kegiatan Kelas siklus II pertemuan kedua
  • 77. 77 Hasil observasi atau pengamatan dari teman dari temansejawat dalam pembelajaran 2 X 40 menit yang sudahdirencanakan, dapat dilihat pada tabel barikut:Tabel 4.16 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II Pertemuan Kedua No Indikator/Aspek Dilakukan Skor penilaian Yang Diamati Ya Tidak 1 2 3 4 I Pra Pembelajaran 1. Mengawali  pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a 2. Mengamati dan  3 mengarahkan sikap siswa agar siap memulai pelajaran 3. Melakukan tes  4 penjajakan [pre- tes] dan mengidentifikasi keadaan siswa 4. Mengingatkan  4 pelajaran yang terdahulu dan mengaitkan pada pelajaran baru 5. Menjelaskan secara  4 singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa
  • 78. 786. Motivasi  4II Kegiatan7. Menjelaskan  4 tentang materi Menulis Surah Al- Kafirun, Meminta siswa  48. untuk memperhatikan guru dalam menjelaskan Menulis Surah Al- Kafirun. Membentuk semua  49. siswa menjadi pasangan-pasangan dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.10. Guru memberikan  4 tugas kepada masing-masing kelompok sesuai dengan materi yang dibahas11. Menunjuk siswa  4 atau kelompok untuk menyelesaikan tugas12 Berawal dari  4 kegiatan tersebut, guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para
  • 79. 79 peserta didik13. Memberi  4 kesempatan masing-masing kelompok untuk bertanya hal-hal yang belum dimengerti.14. Memberi tantangan  4 kepada siswa untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan disampaikan oleh kelompok lain15. Menguasai Kelas  416. Melaksanakan  4 Pembelajaran Sesuai Dengan Kompetensi (Tujuan Yang Ingin Dicapai)17. Melaksanakan  4 Pembelajaran Secara Runtut18. Menunjukkan  4 Penguasaan Materi Pelajaran19. Mengaitkan Materi  4 Dengan Pengetahuan Lain Yang Relevan20. Mengaitkan Materi  4 Dengan Realitas Kehidupan21. Melaksanakan  3 Pembelajaran Sesuai Dengan Alokasi Waktu22. Menggunakan Media  423. Menggunakan  4 Metode24. Menumbuhkan  4 Partisifasi Aktif Siswa Dalam
  • 80. 80 Pembelajaran 25. Membangkitkan  4 Motivasi Belajar Siswa 26. Menunjukkan Sikap  4 Terbuka Respon Siswa 27. Menumbuhkan  4 Keceriaan Dan Antusias Siswa 28. Mengunakan Bahasa  3 Lisan Dan Tertulis Secara Jelas, Bik, Dan Benar 29. Membuat  4 Rangkuman Dengan Melibatkan Siswa III Kegiatan Akhir 30. Melakuka Penilaian (  4 Tes ) akhir Sesuai Dengan Kompetensi (Tujuan) 31. Menyampaikan Hasil  3 Penilaian (Tes) Kepada Siswa 32. Memberikan  4 Penghargaan 33. Memberikan PR 4 sebagai bagian Remidi/Pengayaan Jumlah 34 12 120Keterangan : skor diberikan pada saat guru Bekerja Skor yang diberikanKategori penilaian : 1. Kurang baik, 2 Cukup baik, 3. Baik, dan 4. Sangat baik. Berdasarkan data observasi pada tabel 4.10. bahwasilus 2 pertemuan pertama dari 6 kagiatan pendahuluan yangmendapat poin 4 yaitu 83,33% dengan kuafikasi sangat baik,
  • 81. 81 dan mendapat poin 3 yaitu 16,67% dengan kualifikasi baik, Dan kegiatan inti dari 23 kegiatan yang mendapat poin 3 yaitu 8,70% (kualifikasi baik, serta kegiatan penutup dari 5 kegiatan yang mendapat poin 4 yaitu 80% (kualifikasi sangat baik), dan poin 3 yaitu 20% (kualifikasi baik) dan poin 2 yaitu 20% (kualifikasi cukup baik). Jadi dari kegiatan guru papa siklus 2 pertemuan kedua, yang berkualifikasi sangat baik 88,24% dan berkualifikasi baik 11, 76%. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang sangat baik dengan terlaksananya semua kegiatan, dengan kata lain dapat diprosentasikan dan dapat disimpulkan menjadi sangat baik yaitu 97,06%.2) Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran siklus II pertemuan kedua Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dapat dilihat pada tabel berikut ini:
  • 82. 82Tabel 4.17. Distribusi Frekuensi aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus II Pertemuan Kedua Penialaian Jumlah Klasifikasi No Nama Prosentasi 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor Aktivitas 1 A. Fauzi 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 2 Aisyah 4 3 3 3 3 3 3 3 25 Aktif 78,13 3 Ade Irma 3 2 2 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 4 Elma Yunita 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 5 Maulana Irfan 3 2 2 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 6 St. Ermawati 4 4 3 3 3 3 3 3 26 Aktif 81,25 7 M. Fahreza 4 4 3 3 3 3 3 3 26 Aktif 81,25 8 Mahdalena 4 2 2 3 1 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 9 M. Reza 4 2 1 3 1 2 2 3 18 Cukup Aktif 56,25 10 Rizal 4 4 3 3 3 3 3 3 26 Aktif 81,25 11 M. Rizky Rahmatullah 4 2 1 3 2 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 12 M. Zamanorrahman 4 4 3 3 2 3 3 4 26 Aktif 81,25 13 M. Nur Iklanida 4 2 2 3 1 2 2 3 19 Cukup Aktif 59,38 14 Rahman Fauzy 4 2 2 3 2 2 2 3 20 Cukup Aktif 62,50 15 Maulidah Khadijah 4 4 3 3 3 3 3 4 27 Aktif 84,38 16 Risya Wardati 4 4 3 3 3 3 3 3 26 Aktif 81,25 17 Rahmawati 4 4 3 3 3 3 3 4 27 Aktif 84,38 Jumlah 65 51 43 55 40 48 49 62 377 95,5 75,0 63,2 80,8 58,8 70,5 72,0 91,1 Prosentasi 9 0 4 8 2 9 6 8 69,30
  • 83. 83Keterangan :Interval Kategori Penilaian :a. 1 – 8 = Tidak Aktifb. 9 – 16 = kurang Aktifc. 17 – 24 = Cukup Aktifd. 25 – 32 = Aktife. 33 – 40 = Sangat AktifKatagori penilaian :1. Mendengarkan penjelasan guru2. Menjawab pertanyaan guru3. Mengajukan pertanyaan4. Aktivitas dalam pembelajaran5. Disiplin dalam berdiskusi6. Partisivasi siswa dalam pembelajaran7. Kecerian dan antusiasme siswa dalam pembelajaran8. Menyimpulkan observasi aktivitas siswa siklus 2 pertemuan kedua diatas diklasifikasikan ke 5 kategori, yaitu tidak ada siswayang berkativitas sangat aktif, siswa yang beraktivitas aktif15 orang, 7 orang siswa dengan kategori cukup aktif, tidakada siswa beraktivitas kurang aktif dan tidak ada kelompokyang termasuk kategori tidak aktif.Tabel 4.18 Hasil Obsevasi aktivitas siswa siklus 2 pertemuan kedua No Aktivitas Siswa F % 1 Sangat Aktif 0 0 2 Aktif 8 47,05%
  • 84. 84 3 Cukup Aktif 9 52,95% 4 Kurang Aktif 0 0 5 Tidak Aktif 0 0 Dari tabel di atas terlihat siswa yang sangat aktif 0%, siswa yang aktif 8 orang yaitu 47,05%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,95%, sedangkan kurang aktif yaitu 0% dan tidak aktif 0%. Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam permbelajaran lebih aktif dari pertemuan pertama siklus II, walaupun dalam aspek-aspek tertentu masih ada yang belum maksimal misalnya mengajukan pertanyaan, namun dalam hal ini aktivitas siswa dalam pembelajaran berjalan dengan baik.d. Tes Hasil Siswa Belajar Tes Hasil siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.19 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Siklus 2 Pertemuan Kedua No Nama Nilai Keterangan 1 A. Fauzi 70 Tuntas 2 Aisyah 80 Tuntas 3 Ade Irma 70 Tuntas 4 Elma Yunita 70 Tuntas 5 Maulana Irfan 70 Tuntas 6 St Ermawati 90 Tuntas 7 M. Fahreza 90 Tuntas 8 Mahdalena 70 Tuntas 9 M. Reza 70 Tuntas
  • 85. 85 10 M. Rizal 90 Tuntas 11 M. Rizky Rahmatullah 70 Tuntas 12 M. Zamanorrahman 100 Tuntas 13 Nur Iklanida 70 Tuntas 14 Rahman Fauzy 70 Tuntas 15 Maulidia Khadijah 100 Tuntas 16 Risya Wardati 100 Tuntas 17 Rahmawati 100 Tuntas Jumlah 1380 Rata-Rata 81,18Tabel 4.20. Distribusi Hasil Belajar Siswa dalam pembelajaran siklus II Pertemuan Kedua Nilai Frekuensi No NxF (%) Kualifikasi (N) (F) 1 10 4 40 28,98 Sangat Baik 2 9 3 27 19,56 Sangat Baik 3 8 1 8 5,79 Sangat Baik 4 7 9 63 45,67 Baik 5 6 0 0 0 6 5 0 0 0 7 4 0 0 0 8 3 0 0 0 9 2 0 0 0 10 1 0 0 0 11 0 0 0 0 Jumlah 17 138 100 Rata-Rata 0 8,11 0
  • 86. 86 Interval = 0 -<2 = Sangat Kurang 2 -< 4 = Kurang 4 -< 6 = Cukup 6 -< 8 = baik 8 -< 10 = Sangat Baik Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 8,11. hal ini menunjukkan prestasi siswa meningkat hasil belajarnya dan berada di atas persyaratan tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum Pendidikan Agama Islam yaitu 7. oleh karena itu nilai rata-rata hasil tes formatif siswa tersebut sangat baik.e. Refleksi Tindakan Kelas Siklus II Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran dan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran serta hasil tes belajar pada siklus kedua dalam dua pertemuan dapat direfleksikan sebagai berikut: 1) Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dinyatakan efektif dan meningkatkan kemampuannya, menunjukkan hasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan maksimalnya guru dalam melaksanakan Model
  • 87. 87 Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung), dan aktivitas siswa dalam pembelajaran tinggi.2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) cukup mendukung dan aktif, hal ini dapat dilihat pada: a) Aktivitas belajar siswa siklus II pertemuan pertama sangat aktif 0% siswa yang aktif 4 orang yaitu 23,52%, cukup aktif 13 orang yaitu 76,48% kurang aktif 0% dan tidak aktif 0%. b) Aktivitas belajar siswa siklus II pertemuan kedua sangat aktif 0%, siswa yang aktif 8 orang yaitu 47,05%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,95%, sedangkan kurang aktif yaitu 0% dan tidak aktif 0%. c) Berdasarkan temuan tersebut, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) .3) aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) sangat membantu siswa memahami dan meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada:
  • 88. 88 a) Hasil tes siswa dengan nilai rata-rata pada pertemuan pertama siklus II 74,71 dan pada pertemuan kedua nilai rata- rata 81,18 b) Berdasarkan temuan tersebut, maka kagiatan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dinyatakan berhasil, karena berada di atas indicator ketuntasan belajar yang ditetapkan kurikulum Pendidikan Agama Islam rata-rata nilai 7,00D. Pembahasan Berdasarkan hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, tentang Iman kepada Rasul-rasul Allah melalui Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) maka dapat dilihat beberapa hal mengenai perkembangan proses pembelajaran tersebut: 1. Aktivitas guru Dalam teori pembelajaran guru tidak lagi menjadi pusat informasi (center information) utama dalam kegiatan pembelajaran seperti beberapa taori pembelajaran masa lalu, namun sekarang ini guru hanya sebagai mediator bagi pelaksanaan aktivitas pembelajaran peserta didik, yaitu pembelajaranyang berpusat anak didik (social center). Dalam pelaksanaan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  • 89. 89tentang Iman kepada qadha dan qadar, tampaknya aktivitas gurumengalami peningkatan secara signifikan baik dalam kegiatan awal, intidan akhir. hal ini tentunya berimplikasi terhadap hasil pembelajaran siswasebab data yang ditemukan hasil belajar siswa juga meningkat. Untuklebih jelasnya lihat tabel dan grafik perkembangan aktivitas guru siklus 1dan 2 sebagai berikut:Tabel 4.21 Perkembangan Aktivitas Guru siklus 1 dan 2 Aktivitas Guru Siklus 1 Pert Siklus 1 Pert Siklus 2 Pert Siklus 2 Pert 1 2 1 2Sangat aktif 11.76 11.76 17.76 88.24Aktif 35.29 52.94 76.47 11.76Cukup aktif 44.12 32.35 5.88 0Tidak aktif 8.82 2.94 0 0Gambar 4.1. Grafik Perkembangan aktivitas guru siklus 1 dan 2 90 80 70 60 Sangat Aktif 50 Aktif 40 30 Cukup Aktif 20 Tidak Aktif 10 0 Siklus 1 Pert. Siklus 1 Pert. Siklus 2 Pert. Siklus 2 Pert. 1 2 1 2
  • 90. 902. Aktivitas siswa Mengingat guru hanya sebagai mediator pembelajaran, maka pusat aktivitas terletak pada siswa harus mampu mengembangkan kreativitas terletak pada siswa. siswa harus mampu mengembangkan kreativitas yang tertinggi agar kegiatan pembelajaran berjalan secara kondisif. hal ini tentunya banyak aspek pembentuknya, misalnya tingkat kesulitan materi yang diajarkan, model pembelajaran yang digunakan serta kemampuan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat, efektif dan efesien serta inovatif. Komunikasi transaksi baik antar guru dan siswa, siswa dan siswa serta siswa dengan lingkungan belajar menjadi penting diperhatikan. dalam Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) aspek-aspek komunikasi itu tampaknya terbangun secara baik mengingat model pembelajaran ini sangat menekankan diskusi antara siswa dengan guru dan antara siswa dengan siswa. Dalam pelaksanaan model pembelajaran ini pada materi Iman kepada Rasul Allah juga mengalami perkembangan yang baik dalam rangka optimalisasi hasil pembelajaran, sebagaimana terlihat pada tabel dan grafik berikut ini: Tabel 4.22. Perkembangan Aktivitas siswa siklus 1 dan 2 Aktivitas Siswa Siklus 1 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 2 Pert 1 Pert 2 Pert 1 Pert 2 Sangat aktif 0 0 0 0
  • 91. 91 Aktif 0 0 23,52 47,05 Cukup aktif 52,94 88,23 76,48 52,95 Kurang aktif 47,06 11,77 0 0 Tidak aktif 0 0 0 0 Gambar 4.2 Grafik Perkembangan aktivitas siswa siklus 1 dan 2 90 80 70 60 Sangat Aktif 50 Aktif 40 Cukup Aktif 30 Kurang Aktif 20 Tidak Aktif 10 0 Siklus 1 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 2 Pert. 1 Pert. 2 Pert. 1 Pert. 23. Hasil belajar siswa Hasil belajar merupakan salah satu indicator tingkat keberhasilan pembelajaran.jika hasil belajar dapat mencapai criteria ketuntasan minimal, maka pembelajaran itu bisa dianggap berhasil. hasil belajar yang diperoleh siswa terwujud tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, misalnya kreativitas guru, aktivitas siswa dalam pembelajaran, ketersediaan media yang refresentatif serta intelektual
  • 92. 92(intelegensi) peserta didik. semuanya itu akan saling mendukung satusama lainnya. Optimalisasi hasil belajar menggunakan Model PembelajaranEkspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) tampaknya mengalamikemajuan dan cukup signifikan apabila digunakan pada pembelajaranPendidikan Agama Islam, hal ini dengan meningkatnya setiap kalipenggunaan model pembelajaran tersebut setiap kali pertemuan dalamkegiatan pembelajaran.Tabel 4.23. Hasil Belajar Siswa Siklus 1 dan Siklus 2 Hasil Belajar Siswa Siklus 1 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 2 Kualifikasi Pert. 1 Pert. 2 Pert. 1 Pert 2 Sangat Baik 0 29,09 49,6 54,33 Baik 0 52,72 36,43 45,67 Cukup 28,57 18,19 13,97 0 Kurang 71,43 0 0 0 Sangat Kurang 0 0 0 0Gambar 4.3. Grafik hasil belajar siswa siklus 1 dan 2
  • 93. 93 80 70 60 50 Siklus 1 Pert. 1 40 Siklus 1 Pert. 2 30 Siklus 2 Pert. 1 20 Siklus 2 Pert. 2 10 0 Sangat Baik Cukup Kurang Sangat Baik Kurang Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 pertemuan pertamamencapai 23,52 % dan yang tidak tuntas 76,48%.Gambar 4.4. Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1 Pertemuan Pertama Tuntas Tidak Tuntas
  • 94. 94 Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus pada siklus 1 pertemuankedua mencapai 47,05% dan yang tidak tuntas 52,95% berarti terjadipeningkatan yang optimal dengan kualfikasi baik.Gambar 4.5. Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1 Pertemuan Kedua Tuntas Tidak Tuntas Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus pada siklus 2 pertemuanpertama mencapai 82,35% dan yang tidak tuntas 17,65% berarti terjadipeningkatan yang optimal dengan kualfikasi baik.dan yang tidak tuntasGambar 4.6. Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Pertemuan Pertama
  • 95. 95 Tuntas Tidak Tuntas Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus 2 pertemuan kedua mencapai 100% dan yang tidak tuntas 0% berarti terjadi peningkatan yang optimal dengan kualfikasi sangat baik. Gambar 4.7. Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 2 Pertemuan Kedua Tidak Tuntas 0% Tuntas 100% BAB V PENUTUPA. Simpulan Berdasarkan refleksi hasil tindakan kelas siklus I dan siklus II penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
  • 96. 961. Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dinyatakan efektif dan meningkatkan kemampuannya, menunjukkan hasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan maksimalnya guru dalam melaksanakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung), dan aktivitas siswa dalam pembelajaran tinggi.2. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) sangat membantu siswa memahami dan meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada: a. Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan pertama sangat aktif 0%, siswa yang aktif 0%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,94%, sedangkan kurang aktif 8 orang yaitu 47,06% dan tidak aktif 0%. b. Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan kedua sangat aktif 0%,siswa yang aktif 0%, cukup aktif 15 orang yaitu 88,23% sedangkan kurang aktif 2 orang yaitu 11,77%, dan tidak aktif 0%. c. Aktivitas belajar siswa siklus II pertemuan pertama sangat aktif 0% siswa yang aktif 4 orang yaitu 23,52%, cukup aktif 13 orang yaitu 76,48% kurang aktif 0% dan tidak aktif 0%. 96 d. Aktivitas belajar siswa siklus II pertemuan kedua sangat aktif 0%, siswa yang aktif 8 orang yaitu 47,05%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,95%, sedangkan kurang aktif yaitu 0% dan tidak aktif 0%.
  • 97. 97 3. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) cukup mendukung dan aktif, hal ini dapat dilihat pada : a) Hasil tes siswa pada siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai 57,65 dan petemuan kedua rata-rata nilai 64,71 b) Hasil tes siswa dengan nilai rata-rata pada pertemuan pertama siklus II 74,71 dan pada pertemuan kedua nilai rata-rata 81,18B. Saran Untuk meningkatkan keterampilan dan penguasaan materi Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill pada siswa perlu digunakan model pembelajaran yang variatif dan disesuaikan dengan kompetensi Dasar yang akan diberikan, untuk itu disarankan sebagai berikut: 1. Kesiapan guru, materi, adalat dan metode perlu disiapkan sebelum pembelajaran dilaksanakan 2. Menggunakan model pembelajaran sesuai dengan prinsip prosedural. Untuk itu hendaknya guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan tahapan-tahapannya sehingga tiap langkah mencerminkan pemahaman siswa. 3. Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) dapat dijadikan media yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill 4. Sekolah hendaknya mendunkung semua kelengkapan pembelajaran dan memberikan keleluasaan pada guru dalam mengelola
  • 98. 98 pembelajaran. DAFTAR PUSTAKAAbd. Hadi, Pedoman Penulisan Skripsi, Martapura: STAID Martapura, 2008Aditya Nagara, Kamus Bahasa Indonesia, Surabaya: Bintang Usaha Jaya, 1998.Al Ustadz Abdul Aziz Adul Ra’uf, Al Hafizh, Lc, “Disarikan dari Muqaddimah Pedoman Tahsin Al Qur-an”, [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]11/12/2009
  • 99. 99Anonim, “Keutamaan Membaca Al-qur’an, http://beranda.blogsome.com/2007/04/03/ keutamaan-membaca-quran, 2009Anonim, “ Metode Pembelajaran, Tentang Macam-Macam Metode Pembelajaran”, http://www.google.com/9/06/2011Anonim, “Membaca dan Menulis dalam Alqur’an” http://edihudiata.wordpress.com /2007/06/2, 2009Arikanto S, Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.Choirul Fata, Cinta Alquran dan Hadis Untuk Kelas II MI, Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009,Departemen Pendidikan Nasional, kamus Besar Bahasa Indonesia, (jakarta: Balai pustaka, 2001),Departemen Agama RI, Metodelogi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelambagaan Agama Islam, 2001.Havid Zulkarnain, “Penggunaan Metode Demonstrasi Dalam Pembelajaran Bernyanyi Pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasa”r, http://desyandri.wordpress.com/2009/02/19Nana Sudjana. Dasar – dasar Proses Mengajar. Bandung: Sinar Baru, 2002.Sagala dan Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfa Beta, 2004.,Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin Ushuul Fii at-Tafsiir karya, (td.),Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidkan Nasional, Bandung: Citra Umbara, 2003.Wahbah Zuhaili, Tafsîr al-Munîr, Jilid 7, 1991 99
  • 100. 100MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS SURAH AL-KAFIRUN, AL-QADAR,AL-FILL MATA PELAJARAN ALQURAN HADIS DI KELAS 2 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPELICIT INTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG) DI MADRASAH IBTIDAIYAH BALADAN AMINA KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU OLEH SITI AMINAH
  • 101. 101 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM MARTAPURAMENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS SURAH AL-KAFIRUN, AL-QADAR, 2011 M/ 1432 HAL-FILL MATA PELAJARAN ALQURAN HADIS DI KELAS 2 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPELICIT INTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG) DI MADRASAH IBTIDAIYAH BALADAN AMINA KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Diajukan kepada Jurusan Tarbiyah Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana
  • 102. 102 dalam Ilmu Pendidikan Islam Oleh Siti Aminah 07.12.1184 NIMKO: 07.11.11.0101.1472 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MARTAPURA 2011 M / 1432 H PERNYATAAN KEASLIAN TULISANSaya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Siti Aminah NPM : 07.12.1184 Jurusan : Tarbiyah Program Studi : Pendidikan Agama Islam (PAI)
  • 103. 103menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benarmerupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisanatau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.Jika dikemudian hari terbukti ia merupakan duplikat, plagiat datau dibuat olehorang lain secara keseluruhan atau sebagian besar, maka skripsi/makalah dan gelarsarjana yang diperoleh karenanya batal demi hukum. Martapura, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan, Siti Aminah TANDA PERSETUJUAN iiSkripsi yang berjudul : MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS SURAH AL-KAFIRUN, AL-QADAR, AL- FILL MATA PELAJARAN ALQURAN HADIS DI KELAS 2 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPELICIT INTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG) DI MADRASAH IBTIDAIYAH BALADAN AMINA KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARUOleh : Siti Aminah
  • 104. 104NPM : 07.12.1184NIMKO : 07.11.11.0101.1472Mahasiswa : STAI Darussalam MartapuraProgram : Strata Satu (S-1)Jurusan : Tarbiyah Pendidikan Agama IslamTahun akademik : 2010/2011Tempat, tanggal lahir : Martapura, 29 Oktober 1986Alamat : Jl. Kelurahan Gg. Meranti 1 Km. 20,800 RT. 012 Rw. 003 Landasan Ulin Selatan Kec. Liang Anggang 70722Setelah di teliti dan diadakan perbaikan seperlunya saya dapat menyetujui untukdiajukan dan dipertahankan di depan sidang Tim Penguji Skripsi JurusanTarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam Martapura untukmemenuhi sebagian dari tugas-tugas dan syarat-syarat guna mencapai gelarsarjana Pendidikan Islam. Martapura, Ramadhan, 1432 H Agustus 2011 M Pembimbing I Pembimbing II Abdul Hadi, M.Ag Drs. Tarmiji Nawawi Mengetahui : Ketua Jurusan Tarbiyah Dra. Hj. Nurul Aini, M.Pd NIK. 161 193 019 TANDA PENGESAHAN iiiSkripsi ini berjudul “MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULISSURAH AL-KAFIRUN, AL-QADAR, AL-FILL MATA PELAJARANALQURAN HADIS DI KELAS 2 DENGAN MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN EKSPELICIT INTRUCTION (PENGAJARANLANGSUNG) DI MADRASAH IBTIDAIYAH BALADAN AMINA
  • 105. 105KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU, ditulis oleh SitiAminah, telah diujikan dalam Tim penguji skripsi Jurusan Tarbiyah ProgramStudi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Darussalam Martapura pada: Hari : Sabtu Tanggal : 24 September 2011Dan dinyatakan Lulus dengan predikat: B (Baik) Ketua STAI Darussalam Martapura DR. H.A.Fauzan Saleh, M.Ag NIK: 161 187 003 TIM PENGUJI Nama Tanda Tangan1. Drs. H. Izuddin, M.Ag 1. ................ Ketua2. Emron Rosyadi, M.HI 2. …………. Sekretaris3. Hj. Lusiana Q, SH, M.Pd 3. …………. Anggota4. Drs. Emroni Gazali, M.Ag 4. …………. Anggota ABSTRAK ivSiti Aminah, 2011, Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru, Jurusan Tarbiyah. Pembimbing Abdul Hadi, M.Ag (I) Drs. Tarmiji Nawawi (II) Kemampuan, Model Pembelajaran, Ekspelicit Intruction
  • 106. 106 Penelitian yang dilaukan menggunakan pendekatan kualitas denganmetode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu bentuk pembelajaran yangbersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkankemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan prosesmerencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi tentangpermasalahan kemampuan siswa dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana aktivitas gurudalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar,Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan ModelPembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Di MadrasahIbtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru?,Bagaimana aktivitas siswa dalam Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-FillMata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan ModelPembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Di MadrasahIbtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru ?,Bagaimana hasil belajar siswa pada materi Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar,Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan ModelPembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Di MadrasahIbtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru?.Sedangkan tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui aktivitas guru dalamMeningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-FillMata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2 Dengan Menggunakan ModelPembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) Di MadrasahIbtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru, Untukmengetahui aktivitas siswa dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa MenulisSurah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (PengajaranLangsung) Di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang AnggangKota Banjarbaru dan Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi MenulisSurah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill Mata Pelajaran Alquran Hadis Di Kelas 2Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (PengajaranLangsung) Di Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang AnggangKota Banjarbaru Metode PTK ini dilakukan dengan dua cara pengamatan, yaitu (1)pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti terhadap KBM melalui ModelPembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung), dengan materi pokok vMenulis Surah Al-Kafirun, Al-Qadar, Al-Fill untuk mengamati kegiatanpembelajaran 2 x (2 x 40 menit) siklus I dan II sesuai tahapan-tahapan prosesbelajar mengajar di kelas. Berdasarkan refleksi hasil tindakan kelas siklus I dan siklus IIpenelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Kegiatan pembelajarandengan menerapkan m Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (PengajaranLangsung) dinyatakan efektif dan meningkatkan kemampuannya, menunjukkanhasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan maksimalnya guru dalammelaksanakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung),dan aktivitas siswa dalam pembelajaran tinggi, Aktivitas siswa dalam
  • 107. 107pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Ekspelicit Intruction(Pengajaran Langsung) sangat membantu siswa memahami dan meningkatkankemampuan siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada: a. Aktivitasbelajar siswa siklus 1 pertemuan pertama sangat aktif 0%, siswa yang aktif 0%,cukup aktif 9 orang yaitu 52,94%, sedangkan kurang aktif 8 orang yaitu 47,06%dan tidak aktif 0%. b. Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan kedua sangataktif 0%,siswa yang aktif 0%, cukup aktif 15 orang yaitu 88,23% sedangkankurang aktif 2 orang yaitu 11,77%, dan tidak aktif 0%, c. Aktivitas belajar siswasiklus II pertemuan pertama sangat aktif 0% siswa yang aktif 4 orang yaitu23,52%, cukup aktif 13 orang yaitu 76,48% kurang aktif 0% dan tidak aktif 0%,d. ktivitas belajar siswa siklus II pertemuan kedua sangat aktif 0%, siswa yangaktif 8 orang yaitu 47,05%, cukup aktif 9 orang yaitu 52,95%, sedangkan kurangaktif yaitu 0% dan tidak aktif 0%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan ModelPembelajaran Ekspelicit Intruction (Pengajaran Langsung) cukup mendukungdan aktif, hal ini dapat dilihat pada : a. Hasil tes siswa pada siklus I pertemuanpertama rata-rata nilai 57,65 dan petemuan kedua rata-rata nilai 64,71, b. Hasil tessiswa dengan nilai rata-rata pada pertemuan pertama siklus II 74,71 dan padapertemuan kedua nilai rata-rata 81,18 DAFTAR RIWAYAT HIDUP1. Nama Lengkap : Siti Aminah vi2. Tempat/ Tgl. Lahir : Martapura, 29 Oktober 19863. Agama : Islam4. Kebangsaan : Indonesia5. Status Perkawinan : Kawin6. Alamat : Jl. Kelurahan Gg. Meranti 1 Km. 20,800 RT. 012 Rw. 003 Landasan Ulin Selatan Kec. Liang Anggang 70722
  • 108. 1087. Pendidikan : a. MIN Al-Khairiyah tahun 1995 b. MTsN Model Martapura tahun 2001 c. MAN 2 Martapura tahun 20048. Orang Tua : a. Ayah Nama lengkap : H. Suriani (Alm) Pekerjaan : - Alamat : - b. Ibu Nama : Hj. Djariah Pekerjaan : IRT Alamat : Jl. A. Yani Gg. Baru No. 27 Rt.06/029. Saudara : 5 Orang10. Suami Nama : Rafi’i Pekerjaan : Swasta Alamat : Jl. Kelurahan Gg. Meranti 1 Km. 20,800 RT. 012 Rw. 003 Landasan Ulin Selatan Kec. Liang Anggang 70722 Anak : 1. Noor Malika Rafi’i Martapura, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan, Tanda tangan Siti Aminah KATA PENGANTAR vii ‫بسم ا الرحمن الرحيم‬
  • 109. 109 َ‫الحمد لله رب العلالمين والصال ْمَة والسال ْمَم على اشُدْرف اال ْم‬ ْ‫ْمَ ِّ ُدْ ْمَ ْمَ ْيِ ُدْ ْمَ ْمَ َّ ل ُ ْمَ َّ ل ُ ْمَ ْمَ ْمَ ْمَ ْيِ ُد‬ ُ ‫ْمَ ُدْ ْمَ ُدْ ل‬ ِ‫ل ُ ْمَ َّ و ,ٍ ْمَ ْمَ ْمَ ْمَ ْيِ ْيِ ْمَ ْمَ ُدْ ْيِ ْي‬ ‫نبيلاء والمر سلين سيدنلا وموال ْمَْمَنلا محمد , وعلى اله وصحبه‬ ْ‫ُدْ ْيِ ْمَ ْيِ ْمَ ُدْ ل ُ ُدْ ْمَ ْيِ ُدْ ْمَ ْمَ ِّ ْيِ ْمَ ْمَ ْمَ ُد‬ ُ ‫ْمَ ُدْ ْمَ ْيِ ُدْ ْمَ ْمَ َّ ْمَ ُدْ ل‬ ‫اجمعين . املا بعد‬ Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,karena atas berkat rahmat, taufik, hidayah dan bimbingan-Nya semata sehinggapenulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kitapenghulu ummat, Nabi Muhammad S.A.W yang telah menunjukkan kepada kitajalan keselamatan di dunia dan akhirat, yang syafaatnya senantiasa diharapkanserta atas keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau serta mereka yang selalumengikuti jejak langkah beliau dari dulu hingga akhir zaman nanti. Dalam skripsi PTK ini menemui hambatan dan kesulitan dikarenakanketerbatasan ilmu yang dimiliki oleh penulis, namun berkat bantuan danbimbingan dari berbagai pihak semua itu dapat diatasi, sehingga penulis dapatmenyelesaikan skripsi ini dengan judul “MENINGKATKAN KEMAMPUANSISWA MENULIS SURAH AL-KAFIRUN, AL-QADAR, AL-FILL MATAPELAJARAN ALQURAN HADIS DI KELAS 2 DENGAN MENGGUNAKANMODEL PEMBELAJARAN EKSPELICIT INTRUCTION (PENGAJARANLANGSUNG) DI MADRASAH IBTIDAIYAH BALADAN AMINAKECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU”, penulisan skripsiini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian tugas-tugas dan melengkapi syarat- viii
  • 110. 110syarat guna mencapai gelar sarjana pada Jurusan Tarbiyah di STAI DarussalamMartapura. Dalam penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan dandorongan dari berbagai pihak, oleh karenanya dengan rasa kerendahan hatipenulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setingginyakepada:1. Bapak DR. H. A. Fauzan Saleh, M.Ag selaku Ketua Umum STAI Darussalam Martapura yang berkenan memberikan izin untuk melaksanakan penelitian ini.2. Ibu Dra. Hj. Nurul Aini, M.Pd selaku Ketua Jurusan Tarbiyah yang telah memberikan persetujuan dalam penelitian ini.3. Bapak Abdul Hadi, M.Ag dan Bapak Drs. Tarmiji Nawawi selaku pembimbing I dan Pembimbing II yang dengan senang hati meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan serta mengoreksi penulisan skripsi ini.4. Para Dosen, Asisten Dosen, Karyawan dan Karyawati STAI Darussalam Martapura yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan dan pelayanan yang tak terhingga banyaknya selama penulis mengikuti perkuliahan.5. Kepada Perpustakaan STAI Darussalam Martapura beserta seluruh staf yang telah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya terutama dalam peminjaman buku-buku yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini.6. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Baladan Amina Kecamatan Liang Anggang Kota Madya Banjarbaru yang berkenan Sekolahnya dijadikan sebagai tempat penelitian ini. ix
  • 111. 1117. Seluruh keluarga yang tiada hentinya memohon do’a kepada Allah SWT untuk kesuksesan penelitian skripsi dalam menempuh studi.8. Semua sahabat, yang tidak disebutkan satu persatu yang banyak membantu hingga terselesainya penelitian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi PTK ini masih jauh dari sampurna.Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikanpenulisan selanjutnya. Akhirnya harapan penulis, semoga hasil PTK ini dapat bermanfaat bagikita semua, terutama bagi dunia pendidikan dan semoga bantuan jerih payah dankerjasama dari semua pihak mendpaat pahala disisi Allah SWT. Amin. Martapura, Agustus 2011 Peneliti Siti Aminah x
  • 112. 112 DAFTAR ISI HalamanHALAMAN JUDUL iPERNYATAAN KEASLIAN TULISAN iiTANDA PERSETUJUAN iiiTANDA PENGESAHAN ivABSTRAKS vDAFTAR RIWAYAT HIDUP viiKATA PENGANTAR viiiDAFTAR ISI xiDAFTAR TABEL xiiiDAFTAR GAMBAR xvBAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah 1 B. Identifikai Masalah 4 C. Batasan dan Rumusan Masalah 4 D. Pemacahan Masalah/ Tindakan Yang Dilakukan 5 E. Tujuan Penelitian 6 F. Kegunaan / Manfaat Tindakan 7 G. Hipotesis Tindakan 7BAB II LANDASAN TEORITIS 8 A. Pengertian Alquran
  • 113. 113 8 B. Membaca Alquran 12 C. Keutamaan Membaca Alquran 17 D. Pentingnya Membaca Alquran 19 E. Model Pembelajaran Ekxpelicit Intruction (Pengajaran Langsung) 21 F. Ringkasan Materi 26BAB III METODOLOGI PENELITIAN 29 A. Setting ................................................................................ ................................................................................ 29 B. Persiapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ................................................................................ ................................................................................ 29 C. Subyek Penelitian ................................................................................ ................................................................................ 30 D. Sumber Data ................................................................................ ................................................................................ 31 E. Tehnik dan Alat Pengumpulan Data ................................................................................ ................................................................................ 32 ................................................................................ ................................................................................ F. Indikator Kinerja
  • 114. 114 ................................................................................ ................................................................................ 33 G. Analisis Data ................................................................................ ................................................................................ 34 H. Prosedur Penelitian ................................................................................ ................................................................................ 35 I. Indikator Keberhasilan Penelitian ................................................................................ ................................................................................ 39BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN 40 xi A. Deskripsi Setting Penelitian ................................................................................ ................................................................................ 40 B. Persiapan Penelitian ................................................................................ ................................................................................ 40 C. Hasil Penelitian ................................................................................ ................................................................................ 41 D. Pembahasan ................................................................................ ................................................................................ 89BAB V PENUTUP 96 A. Simpulan ................................................................................ ................................................................................ 96 B. Saran-saran
  • 115. 115 ................................................................................ ................................................................................ 97DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR TABELTabel 4.1 Observasi Kegiatan xii Pembelajaran Siklus I Pertemuan Pertama 43
  • 116. 116Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I Pertemuan Pertama 48Tabel 4.3 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 Pertemuan 1 49Tabel 4.4 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus 1 Pertemuan Pertama 50Tabel 4.5 Distribusi Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua 51Tabel 4.6 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua 54Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua 59Tabel 4.8 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 Pertemuan 2 60Tabel 4.9 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus 1 Pertemuan Kedua 61Tabel 4.10 Distribusi Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I Pertemuan Kedua 62Tabel 4.11 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II Pertemuan Pertama
  • 117. 117 66Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Pertama 72Tabel 4.13 Hasil Observasi Siswa Siklus II Pertemuan 1 73Tabel 4.14 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Pertama 74Tabel 4.15 Distribusi Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Kedua 75Tabel 4.16 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II Pertemuan Kedua 78Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Kedua xiii 83Tabel 4.18 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 Pertemuan 2 84Tabel 4.19 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Kedua 85Tabel 4.20 Distribusi Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II Pertemuan Kedua 86Tabel 4.21 Perkembangan Aktivitas Guru Siklus 1 dan 2
  • 118. 118 90Tabel 4.22 Perkembangan Aktivitas Siswa Siklus 1 dan 2 91Tabel 4.23 Hasil Belajar Siswa Siklus 1 dan 2 93 DAFTAR GAMBAR xivGambar 4.1 Grafik Perkembangan Aktivitas Guru Siklus 1 dan 2
  • 119. 119 90Gambar 4.2 Grafik Perkembangan Aktivitas Siswa Siklus 1 dan 2 92Gambar 4.3 Grafik Hasil Belajar Siswa Siklus 1 dan Siklus 2 93Gambar 4.4 Grafik Ketuntatasan Hasil Belajar Siklus 1 Pertemuan Pertama 94Gambar 4.5 Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1 Pertemuan Dua 94Gambar 4.6 Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1 Pertemuan Pertama 95Gambar 4.7 Grafik Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 2 Pertemuan Kedua 95
  • 120. 120 xvLAMPIRAN – LAMPIRAN
  • 121. 121 DAFTAR TERJEMAHNo BAB HAL TERJEMAH 1. Baca dengan (menyebut) nama Tuhannmu Yang Menciptakan 2. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah 4. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam 5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui (Al-Alaq Ayat 1-5)2 II 14 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebanar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS. Ali Imran: 102).3 II 15 “Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anknya diwaktu memberi pelajaran kepadanya: “Hai Anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Q.S. Luqman: 13).
  • 122. 122Lampiran 1 SIKLUS I FORMAT OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan PertamaNama/NIM : Siti Aminah/07.12.1184Jabatan : -Unit Kerja : Madrasah Ibtidaiyah Balan AminaKecamatan : Liang AnggangMata Pelajaran : Alquran HadisMateri Pokok :Petunjuk : Berilah tanda ceklist ( √ ) pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang dilakukan. No Indikator / Aspek Yang Diamati Ya Tidak I Pra Pembelajaran √ 1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran √ (RPP) 2. Memeriksa kesiapan siswa/absen √ 3. Menjelaskan model pembelajaran yang akan √ digunakan serta langkah-langkahnya 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan √ dicapai 5. Appersepsi √ 6. Motivasi II Kegiatan Inti Pembelajaran √ 7. Membagi siswa dalam kelompok (Tim) √ 8. Mempresentasikan materi √
  • 123. 123 9. Memberi kesempatan untuk bertanya √10. Membagikan LKS dan menginstruksikan untuk √ mempelajari dan menjawab soal secara bersama- sama11. Membimbing diskusi sambil berkeliling √12. Menguasai kelas √13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √15. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain √ yang relevan17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ alokasi waktu19. Menggunakan media √20. Menggunakan model pembelajaran yang baru √21. Menumbuhkan partisifasi aktif siswa dalam √ pembelajaran22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon √ siswa23. Menumbuhkan sikap bekerja sama, dan √ antusiasme siswa dalam belajar24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis secara √ jelas baik dan benarIII. Kegiatan Akhir25. Melakukan post test secara lisan (sesuai dengan √ Tujuan)26. Memberikan penguatan dan harapan agar √ belajar kembali di rumah27 Menutup pelajaran √ Jumlah 23 4 Martapura, 2011 Observer Mengetahui, Guru Mata Pelajaran PAI Siti Aminah ..................................
  • 124. 124Keterangan pengolahan nilai: Total SkorNilai = X 100 …..Lampiran 2 SIKLUS I FORMAT OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan DuaNama/NIM : Siti Aminah/07.12.1184Jabatan : -Unit Kerja : Madrasah Ibtidaiyah Balan AminaKecamatan : Liang AnggangMata Pelajaran : Alquran HadisMateri Pokok :Petunjuk : Berilah tanda ceklist ( √ ) pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang dilakukan. No Indikator / Aspek Yang Diamati Ya Tidak I Pra Pembelajaran √ 1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran √ (RPP) 2. Memeriksa kesiapan siswa/absen √ 3. Menjelaskan model pembelajaran yang akan √ digunakan serta langkah-langkahnya 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan √ dicapai 5. Appersepsi √ 6. Motivasi II Kegiatan Inti Pembelajaran √ 7. Membagi siswa dalam kelompok (Tim) √
  • 125. 125 8. Mempresentasikan materi √ 9. Memberi kesempatan untuk bertanya √10. Membagikan LKS dan menginstruksikan untuk √ mempelajari dan menjawab soal secara bersama-sama11. Membimbing diskusi sambil berkeliling √12. Menguasai kelas √13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √15. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain √ yang relevan17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ alokasi waktu19. Menggunakan media √20. Menggunakan model pembelajaran yang baru √21. Menumbuhkan partisifasi aktif siswa dalam √ pembelajaran22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon √ siswa23. Menumbuhkan sikap bekerja sama, dan √ antusiasme siswa dalam belajar24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis secara √ jelas baik dan benarIII. Kegiatan Akhir25. Melakukan post test secara lisan (sesuai √ dengan Tujuan)26. Memberikan penguatan dan harapan agar √ belajar kembali di rumah27 Menutup pelajaran √ Jumlah 23 4 Martapura, 2010 Observer Mengetahui, Guru Mata Pelajaran PAI Siti Aminah ..........................
  • 126. 126Keterangan pengolahan nilai: Total SkorNilai = X 100 ………..Lampiran 3 SIKLUS I LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KBMPertemuan Pertama:Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Exspelicit Intruction (Pengajaran Langsung)Mata Pelajaran : Alquran HadisKelas / Semester : IISekolah : Madrasah Ibtidaiyah Balan AminaPentunjukBerilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan caramelingkari angka pada kolom skor (1,2,3,4,5) sesuai dengan kriteria sebagaiberikut: 1 = Sangat tidak baik 2 = Tidak baik 3 = Kurang baik 4 = Baik 5 = Sangat baik No. Indikator / Aspek Yang Diamati Skor 1 2 3 4 5 1. Mendengarkan penjelasan guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Mengerjakan pertanyaan 4. Menanggapi/mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) 5. Rasa kebersamaan dan kerjasama dalam tim 6. Rasa Antusias siswa untuk menjadi tim
  • 127. 127 yang super 7. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 8. Keceriaan siswa dalam pembelajaran Total Skor ........ Martapura, 2011 Mengetahui, Observer Guru Mata Pelajaran PAI Siti Aminah ..........................Keterangan pengolahan nilai: Total Skor ….Nilai = X 100 = x 100 % = …… % … ….Lampiran 4 SIKLUS I LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KBMPertemuan Kedua:Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Exspelicit Intruction (Pengajaran Langsung)Mata Pelajaran : Alquran HadisKelas / Semester : II/IISekolah : Madrasah Ibtidaiyah Balan AminaPentunjukBerilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan caramelingkari angka pada kolom skor (1,2,3,4,5) sesuai dengan kriteria sebagaiberikut: 1 = Sangat tidak baik 2 = Tidak baik 3 = Kurang baik 4 = Baik 5 = Sangat baik No. Indikator / Aspek Yang Diamati Skor 1 2 3 4 5 1. Mendengarkan penjelasan guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Mengerjakan pertanyaan 4. Menanggapi/mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) 5. Rasa kebersamaan dan kerjasama dalam tim 6. Rasa Antusias siswa untuk menjadi tim
  • 128. 128 yang super 7. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 8. Keceriaan siswa dalam pembelajaran Total Skor ......... Mengetahui, Martapura, 2011 Guru Mata Pelajaran PAI Observer ........................ Siti AminahKeterangan pengolahan nilai: Total Skor ….Nilai = X 100 = x 100 % = ….. % … ….Lampiran 5 SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Balan AminaMata Pelajaran : Alquran HadisKelas/Semester : II / IIStandar Kompetensi : 1. Menghafal Surah-Surah Pendek secara benar dan fasihKompetensi Dasar : 1.2 Melafalkan surah Al-QadarAlokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 x pertemuan)Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan surah Al-Qadar dengan baik dan benar.Materi Pembelajaran : Memabaca dan Menulis Surah Al-QadarMetode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, PenugasanLangkah-langkah Kegiatan Pembelajaran :Pertemuan IA. Kegiatan Pendahuluan 1. Guru memberi Salam 2. Guru mengabsen kehadiran siswa 3. Guru menyampaikan dan menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan serta menyampaikan langkah-langkahnya. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan disampikan 5. Guru mengadakan AppersepsiB. Kegiatan Inti 1. Membagi siswa dalam tujuh kelompok (TIM)
  • 129. 129 2. Guru mempresentasikan materi pelajaran 3. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya 4. Guru membagikan LKS kepada masing-masing Tim, untuk dipelajari bersama serta menjawab soal-soal doi LKS tersebut. 5. Guru membimbing diskusi sambil berkelilinmg ke penjuru ruangan.C. Kegiatan Penutup 1. Melakukan test formatif kepada masing-masing siswa 2. Memberikan penguatan dan han harapan agar belajar kembali di rumah 3. Guru menutup pelajaranPertemuan IIA. Kegiatan Pendahuluan 1. Guru memberi Salam 2. Guru mengabsen kehadiran siswa 3. Guru menyampaikan dan menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan disampikan 5. Guru mengadakan AppersepsiB. Kegiatan Inti 1. Guru menginstruksikan agar berkumpul seperti Timnya terdahulu 2. Guru menginstruksikan agar mempelajari kembali LKS yang telah dibagikan pada pertemuan yang lalu 3. Guru mengadakan Kuis 4. Guru memberikan soal 5. Guru menghitung perolehan nilai 6. Guru memberikan hadiah (penghargaan)C. Kegiatan Penutup 1. Melakukan test formatif kepada masing-masing siswa 2. Menyimpulkan hasil belajar (Kuis) 3. Guru menutup pelajaranAlat / Sumber Belajar:6. Buku Tajwid7. Buku Paket Pendidikan Agama Islam8. Alquran9. Pengalaman guruPenilaian:1. Prosedur tes : Tertulis dan Lisan
  • 130. 1302. Jenis Tes : Pilihan ganda, esaay dan membaca3. Bentuk penilain : Ketepatan dan kelancaran hukum bacaan waqaf Martapura, 2010 Observer Mengetahui, Guru Mata Pelajaran PAI Siti Aminah ...............Lampiran 6 SIKLUS I LEMBAR KERJA SISWA (LKS)Pertemuan 1Kelompok : BungaAnggota 1. 2. 3. 4. 5.Setelah kamu mendengarkan penjelasan dari guru melalui prestasi kelas tentangwaqaf, kerjakan tugas berikut ini !I. Menulis Surah a. Pelajari dan pahami kembali pengertian hukum waqaf yang telah dijelaskan oleh gurumu. b. Bukalah Surah Al-Qadar, Surah Al-Kafirun, dan surah Al-Fiil c. Bacalah terlebih dahulu sesuai tajwidnya dengan benar secara berulang- ulang. Tuliskan bacaan ayat, surah, ayat dan keterangan kedalam table berikut ini. No BACAAN AYAT Surah Ayat KETERANGAN 1. 2. 3. 4.
  • 131. 131 5.II. Jawablah Pertanyaan di Bawah Ini 1. Ada berapa ayat surah Al-Qadar ! 2. Tuliskan ayat ke 1 surah Al-Qadar! 3. Ada berapa ayat surah Al-Kafirun ! 4. Tuliskan ayat ke 2 surah Al-Kafirun! 5. Ada Berapa ayat surah Al-Fiil ! 6. Tuliskan ayat ke 3 surah Al-Fiil!Lampiran 7: SIKLUS I SOAL TESI. Lengkapilah Titik-titik di bawah ini A. Surah Al-Qadr ..... ‫۱. ا نلا ا ن ز لن ه‬ ُ ‫ْيِ َّ ْمَ ُدْ ْمَ ُدْ ل‬ .... ‫۲. و ملا ا در ك ملا‬ َ‫ْمَ ْمَ ْمَ ُدْ ْمَ ْم‬ ٍ, ‫.... ْمَ ُدْ و‬ ‫شهر‬ ْ‫ ِّ ُد‬ ‫۳. ... ا ل ق دُدْ ر ....م ن‬ ِ‫ُدْ ْمَ ْي‬ ... ‫٤. ت ن ز ل ا لمل ئ ك ة ....ف ي هلا ...م نُدْ ك ل‬ ِّ ُ ‫ل‬ ِ‫ْي‬ َ‫ْيِ ُدْ ْم‬ ُ ‫ْمَ ْمَ َّ ل ُ ُدْ ْيِ ْمَ ل‬ ِ‫ُدْ ْمَ ُدْ ْي‬ ‫٥. ....ح تى .... ا ل ف ج ر‬ َّ َ‫ْم‬ B. Surah Al-Kafirun َ‫ُدْ ْيِ ل ُ ُدْ ْم‬ ‫۱. ق ل ..... ا لك ف ر و ن‬ ْ‫ل ُ ُد‬ .... ‫۲. ال ْمَ .....ملا‬ َ‫ْم‬ .... ‫۳. و ال ْمَ .....ع ب دل ُ و ن ملا‬ َ‫ْمَ ْيِ ُدْ ْمَ ْم‬ َ‫ْم‬ .... ‫٤. و ال ْمَ ...علا ب د ملا‬ َّ ٌ ِ‫ْمَ ْي‬ َ‫ْم‬ ... ‫٥. و ال ْمَ ....ع ب دل ُ و ن ملا‬ َ‫ْمَ ْيِ ُدْ ْمَ ْم‬ َ‫ْم‬
  • 132. 132 C. Surah Al-Fiil ِ‫ُدْ ُدْ ْي‬ ‫۱. ا ل م ....ك ي ف .... ر ب ك .... ا ل فْيِ ي ل‬ َ‫ْمَ ّ ْم‬ َ‫ْمَ ْمَ ْم‬ ْ‫ْمَ ْمَ ُد‬ ٍ, ‫ْمَ ُدْ ْيِ ُدْ و‬ ‫۲. ا ل م .... ك ي د ه م ..... ت ض ل ي ل‬ ْ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل ُ ُد‬ ْ‫ْمَ ْمَ ُد‬ ....‫ط ي را‬ ً ْ‫.... ْمَ ُد‬ َ‫ْمَ ْمَ ُدْ ْمَ ْم‬ ‫۳. و ا ر س ل‬ ْ‫ ِّ ُد‬ ‫٤. ت ر م ي ه م ....م ن‬ ْ‫ْمَ ُدْ ْيِ ُدْ ْيِ ُد‬ ٍ, ‫َّ ُدْ ل ُ ُدْ و‬ ‫٥. ف ج ع ل ه م ....م أ ك و ل‬ ْ‫ْمَ ْمَ ْمَ ْمَ ل ُ ُد‬1. Mempalajrai Ilmu Tajwid (Waqof) adalah … a. Wajib b. Sunat c. Makruh d. Mubah 2. Dalam membaca Alquran agar dapat membaca dengan fasih dan benar kita harus mempelajari … a. Ilmu Tajwid b. Ilmu Pasti c. Ilmu Baca d. Ilmu Kalam 3. Pembagian waqof ada … a. 8 b. 9 c. 10 d. 11 4. Waqof lazim ditandai dengan huruf … a. ‫م‬ b. ‫ل‬ c. ‫ز‬ d. ‫قف‬ 5. ‫ من كل امر‬bacaan di atas dibaca dengan waqof. ٍ ْ‫ِ ٍرْ لُ ِّ مَ ٍر‬ a. ‫(ل‬La Waqof Fiih) b. ‫( ج‬Jaiz) c. ‫(ز‬Mujawwaj) d. ‫( ط‬mutlak) 6. Apa pengertian dari waqof Al Waqfu Aula (‫) قلى‬ a. lebih baik berhenti b. bukan tempat waqof c. tidak boleh waqof
  • 133. 133 d. terus 7. Boleh berhenti merupakan arti waqof ... a. ‫( ج‬Jaiz) b. ‫( م‬Lazim) c. ‫( ص‬murakhash) d. ‫( ط‬mutlak) 8. Apa tanda waqof dari waqof Mu’anaqoh ..... a. ‫ج‬ b. ‫م‬ c. d. ‫صلى‬ 9. ً‫ بهذا مثال‬Bacaan disamping dibaca dengan waqof .... َ‫ْيِ ْمَ ْمَ ْم‬ a. ‫( ج‬Jaiz) b. ‫( م‬Lazim) c. ‫( قلى‬Al Waqfu Aula) d. ‫( ص‬murakhash) 10. Disambung terus lebih utama merupakan pengertian dari waqof a. ‫صلى‬ b. ‫ط‬ c. ‫ز‬ d. ‫قلى‬II. Essay 1. Apa pengertian dari waqof ? 2. Sebutkan pembagian waqof ? 3. Apa pengertian dari waqof waqol mu’anaqoh ( )? 4. Tidak boleh Waqof, merupakan pengertian dari Waqof ? 5. Tuliskan contoh bacaan waqof dan sebutkan nama waqofnya ? Selamat Mengerjakan
  • 134. 134Lampiran 8: SIKLUS I SOAL TESPertemuan 2I. Berilah Tanda Silang (X) pada Jawaban yang Paling Benar 1. Menghentikan bacaan diakhir atau ditengah disebut … a. Waqof b. Mad c. Idgham d. Idzhar 2. Apa tanda waqof dari Mujawwaj ? a. ‫ل‬ b. ‫م‬ c. ‫ج‬ d. ‫ز‬ 3. Lebih utama berhenti merupakan arti dari waqof a. Jaiz b. Lazim c. Washlu Aula d. Mutlak 4. ‫ كل منُدْ عليهلا فلان‬bacaan disamping seharusnya ada tanda waqof ٍ, ‫ْمَ ْمَ ُدْ ْمَ ْمَ و‬ َ‫ل ُ ّ ْم‬ a. ‫ط‬ b. ‫ج‬ c. ‫قلى‬ d. ‫صلى‬ 5. Berhenti di salah satu tanda waqof tersebut, merupakan arti waqof a. Murakhash b. Alwaqfu Aula c. Nmu’anaqaha d. Jaiz 6. Di Bawah ini tanda-tanda waqof, kecuali
  • 135. 135 a. ‫قلى‬ b. ‫صلى‬ c. ‫ض‬ d. ‫م‬ ‫قققف‬ 7. َ‫ْم‬ ‫ ال ْمَ تعبدون إ ْيِال َّ ا‬tanda waqof yang terdapat pada ayat tersebut َ‫ْمَ ُدْ ل ُ ل ُ ُدْ ْم‬ adalah a. boleh berhenti boleh terus b. harus berhenti c. tidak boleh berhenti d. lebih utama berhenti 8. Waqof lajim ditandai dengan huruf a. ‫م‬ b. ‫ال‬ c. ‫ز‬ d. ‫قف‬ 9. Pembagian ayat waqof ada ... a. 8 b. 9 c. 10 d. 11 10. ِ‫ ملالك يوم الدينْي‬tanda waqof yang terdapat pada ayat tersebut adalah ْ‫ْمَ ْيِ ْيِ ْمَ ُدْ ْيِ ِّ ُد‬ a. ‫ط‬ b. ‫م‬ c. ‫ال‬ d. ‫ج‬II. Essay 1. Apa Pengertian dari Waqof 2. Apa pengertian dari waqof lazim dan tuliskan tandanya ? 3. Disambung terus lebih utama, merupakan arti dari waqof ? 4. Tuliskan contoh bacaan waqof mutlak ? 5. Sebutkan 2 macam waqof dan sebutkan contohnya ?
  • 136. 136Lampiran: 9 SIKLUS I DAFTAR HASIL TESSekolah : SMP Negeri 5 MartapuraMata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamKompetensi Dasar : Membaca Kalimat Waqof di dalam Al-Qur’anKelas / Semester : VIII / II NilaiNo Nama Siswa P1 P21. Ajidinnor 7 72. Alfian Noor 8 83. Arbani Aliansyah 7 74. Bastian Noor 7 75. Dedy Rahman 6 76. Dwi Fitri Iswati 7 87. Eni Suwanti 7 78. Heldawati 7 89. Hijriah 8 810 Ina 7 7 .11 Isnawati 6 7 .12 M. Arsyad 7 7 .13 M. Ichwan 7 7 .14 M. Siddiq 7 7 .15 Magfiroh 6 6
  • 137. 137 .16 Maimunatujjahro 7 8 .17 Masliah 7 8 .18 M. Noor 7 8 .19 Munawaroh 8 9 .20 Mursyidi 7 7 . NilaiNo Nama Siswa P1 P221 Noor Hidayanti 7 7 .22 Nurul Mukerimah 7 7 .23 Raihani 7 7 .24 Rina 7 7 .25 Sahbani 6 6 .26 Salasiah 7 8 .27 St. Nurjannah 7 7 .28 Syaiful Anwar 7 7 .29 Syahril Rifansyah 8 8 .
  • 138. 138Jumlah 203 212Rata-rata 7,00 7,31 Martapura, 2010 Guru Mata Pelajaran PAI Observer Nurul Azizah, S.Pd.I Rif’ah Mengetahui, Kepala Sekolah H. Noorman, M.Pd NIP. 19590505 198502 1 006Keterangan Pengolahan Nilai: Total SkorNilai = x 100 30Lampiran 10: SIKLUS II FORMAT OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan PertamaNama/NIM : Rif’ah, A.Ma / 06.12.0799
  • 139. 139Jabatan : -Unit Kerja : SMP Negeri 5 Martapura Kabupaten BanjarKecamatan : Martapura BaratMata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamMateri Pokok :Petunjuk : Berilah tanda ceklist ( √ ) pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang dilakukan. No Indikator / Aspek Yang Diamati Ya Tidak I Pra Pembelajaran √ 1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran √ (RPP) 2. Memeriksa kesiapan siswa/absen √ 3. Menjelaskan model pembelajaran yang akan √ digunakan serta langkah-langkahnya 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan √ dicapai 5. Appersepsi √ 6. Motivasi II Kegiatan Inti Pembelajaran √ 7. Membagi siswa dalam kelompok (Tim) √ 8. Mempresentasikan materi √ 9. Memberi kesempatan untuk bertanya √ 10. Membagikan LKS dan menginstruksikan untuk √ mempelajari dan menjawab soal secara bersama- sama 11. Membimbing diskusi sambil berkeliling √ 12. Menguasai kelas √ 13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai 14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √ 15. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √ 16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain √ yang relevan 17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √ 18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ alokasi waktu 19. Menggunakan media √ 20. Menggunakan model pembelajaran baru √ 21. Menumbuhkan partisifasi aktif siswa dalam √ pembelajaran 22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon √ siswa 23. Menumbuhkan sikap bekerja sama, dan √
  • 140. 140 antusiasme siswa dalam belajar 24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis secara √ jelas baik dan benar III. Kegiatan Akhir 25. Melakukan post test secara lisan (sesuai dengan √ Tujuan) 26. Memberikan penguatan dan harapan agar √ belajar kembali di rumah 27 Menutup pelajaran √ Jumlah 25 2 Martapura, 2010 Observer Mengetahui, Guru Mata Pelajaran PAI Rif’ah Nurul Azizah, S.Pd.IKeterangan pengolahan nilai: Total SkorNilai = X 100 27Lampiran 11: SIKLUS II FORMAT OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan Kedua
  • 141. 141Nama/NIM : Rif’ah, A.Ma / 06.12.0799Jabatan : -Unit Kerja : SMP Negeri 5 Martapura Kabupaten BanjarKecamatan : Martapura BaratMata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamMateri Pokok :Petunjuk : Berilah tanda ceklist ( √ ) pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang dilakukan. No Indikator / Aspek Yang Diamati Ya Tidak I Pra Pembelajaran √ 1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran √ (RPP) 2. Memeriksa kesiapan siswa/absen √ 3. Menjelaskan model pembelajaran yang akan √ digunakan serta langkah-langkahnya 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan √ dicapai 5. Appersepsi √ 6. Motivasi II Kegiatan Inti Pembelajaran √ 7. Membagi siswa dalam kelompok (Tim) √ 8. Mempresentasikan materi √ 9. Memberi kesempatan untuk bertanya √ 10. Membagikan LKS dan menginstruksikan untuk √ mempelajari dan menjawab soal secara bersama- sama 11. Membimbing diskusi sambil berkeliling √ 12. Menguasai kelas √ 13. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai 14. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √ 15. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √ 16. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain √ yang relevan 17. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √ 18. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan √ alokasi waktu 19. Menggunakan media √ 20. Menggunakan model pembelajaran baru √ 21. Menumbuhkan partisifasi aktif siswa dalam √ pembelajaran 22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon √ siswa
  • 142. 142 23. Menumbuhkan sikap bekerja sama, dan √ antusiasme siswa dalam belajar 24. Menggunakan bahasa lisan dan tertulis secara √ jelas baik dan benar III. Kegiatan Akhir 25. Melakukan post test secara lisan (sesuai dengan √ Tujuan) 26. Memberikan penguatan dan harapan agar √ belajar kembali di rumah 27 Menutup pelajaran √ Jumlah 27 0 Martapura, 2010 Observer Mengetahui, Guru Mata Pelajaran PAI Rif’ah Nurul Azizah, S.Pd.IKeterangan pengolahan nilai: Total SkorNilai = X 100 27Lampiran 12 SIKLUS II LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KBMPertemuan Kedua:
  • 143. 143Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-Achievement DivisionMata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamKelas / Semester : VIII / IISekolah : SMP Negeri 5 Martapura Kabupaten BanjarPentunjukBerilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan caramelingkari angka pada kolom skor (1,2,3,4,5) sesuai dengan kriteria sebagaiberikut: 1 = Sangat tidak baik 2 = Tidak baik 3 = Kurang baik 4 = Baik 5 = Sangat baik No. Indikator / Aspek Yang Diamati Skor 1 2 3 4 5 1. Mendengarkan penjelasan guru 1 2 3 4√ 5 2. Menjawab pertanyaan guru 1 2 3 4 5√ 3. Mengerjakan pertanyaan 1 2 3√ 4 5 4. Menanggapi/mengerjakan lembar kerja 1 2 3 4√ 5 siswa (LKS) 5. Rasa kebersamaan dan kerjasama dalam tim 1 2 3 4√ 5 6. Rasa Antusias siswa untuk menjadi tim yang 1 2 3 4√ 5 super 7. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4√ 5 8. Keceriaan siswa dalam pembelajaran 1 2 3√ 4 5 Total Skor 31 Guru Mata Pelajaran PAI Martapura, 2010 Observer Nurul Azizah, S.Pd.I Rif’ahKeterangan pengolahan nilai: Total Skor 31Nilai = X 100 = x 100 % = 77,50 % 40 40Lampiran 12: SIKLUS II LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KBMPertemuan Kedua:
  • 144. 144Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-Achievement DivisionMata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamKelas / Semester : VIII / IISekolah : SMP Negeri 5 Martapura Kabupaten BanjarPentunjukBerilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan caramelingkari angka pada kolom skor (1,2,3,4,5) sesuai dengan kriteria sebagaiberikut: 1 = Sangat tidak baik 2 = Tidak baik 3 = Kurang baik 4 = Baik 5 = Sangat baik No. Indikator / Aspek Yang Diamati Skor 1 2 3 4 5 1. Mendengarkan penjelasan guru 1 2 3 4√ 5 2. Menjawab pertanyaan guru 1 2 3 4 5√ 3. Mengerjakan pertanyaan 1 2 3 4√ 5 4. Menanggapi/mengerjakan lembar kerja 1 2 3 4√ 5 siswa (LKS) 5. Rasa kebersamaan dan kerjasama dalam tim 1 2 3 4 5√ 6. Rasa Antusias siswa untuk menjadi tim 1 2 3 4 5√ yang super 7. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4 5√ 8. Keceriaan siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4√ 5 Total Skor 36 Martapura, 2010 Guru Mata Pelajaran PAI Observer Rif’ah Nurul Azizah, S.Pd.IKeterangan pengolahan nilai: Total Skor 36Nilai = X 100 = x 100 % = 90,00 % 40 40Lampiran : 14 SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Sekolah : SMP Negeri 5 Martapura Kabupaten BanjarMata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
  • 145. 145Kelas/Semester : VIII A / IIStandar Kompetensi : 1. Hukum Bacaan Mad dan WakafKompetensi Dasar : 1.2 Macam-macam dan Tanda-Tanda Waqaf 1.2.1 Melafalkan kalimat bacaan waqaf dalam Alqur’an dengan baik dan benar.Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 x pertemuan)Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan kalimat bacaan waqaf dalam Alquran dengan baik dan benar.Materi Pembelajaran : Macam-macam, tanda-tanda dan cara membaca waqafMetode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, PenugasanLangkah-langkah Kegiatan Pembelajaran :Pertemuan IA. Kegiatan Pendahuluan 1. Guru memberi Salam 2. Guru mengabsen kehadiran siswa 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Guru mengadakan AppersepsiB. Kegiatan Inti 1. Guru menginstruksikan kembali agar berkumpul seperti kelompoknya semula 2. Guru mempresentasikan materi pelajaran mengenai bacaan waqof (pengertian waqof dan macam-macam waqof) tetapi contoh bacaannya di dalam Alquran 3. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya 4. Guru membagikan LKS kepada masing-masing Tim, kemudian menyuruh siswa untuk berdiskusi dan belajar bersama sambil menjawab soal-soal di LKS 5. Guru membimbing diskusi sambil berkelilinmg ke penjuru ruangan sambil memperhatikan dan mendengarkan mereka berdiskusi.C. Kegiatan Penutup 1. Guru mengadakan post test secara lisan 2. Guru memberikan penguatan dan harapan agar mempelajari kembal;I materi yang sudah disampaikan di rumah dan jangan malu untuk bertanya atau mengemukakan pendapat 3. Guru menutup pelajaranPertemuan IIA. Kegiatan Pendahuluan 1. Guru memberi Salam 2. Guru mengabsen kehadiran siswa 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 5. Guru mengadakan AppersepsiB. Kegiatan Inti
  • 146. 146 1. Guru menginstruksikan kembali agar berkumpul seperti kelompoknya semula 2. Guru menginstruksikan agar mempelajari kembali LKS yang telah dibagikan pada pertemuan yang lalu 3. Guru mengadakan Kuis dengan terlebih dahulu mencatat nama-nama tim serta anggotanya di papan tulis. 4. Guru memberikan soal masing-masing kelompok sebanyak 4 soal dengan ketentuan apabila menjawab benar diberi nilai 100, apabila jawaban salah tidak diberi nilai dan soal tidak dilemparkan. 5. Guru mengumumkan perolehan nilai sementara 6. Guru memberikan soal rebutan sebanyak 10 soal dengan ketentuan apabila jawaban benar mendapat nilai 100 dan apabila salah dikurangi 100 7. Guru menghitung perolehan nilai dan menyebutkan tim mana yang tampil sebagai tim sangat super sampai dengan sedang 8. Guru memberikan hadiah (penghargaan) atas keberhasilan mereka serta ucapan selamat 9. Guru membagikan soal formatif (tertulis)C. Kegiatan Penutup 1. Menyimpulkan hasil belajar (Kuis) 2. Guru menutup pelajaranAlat / Sumber Belajar:1. Buku Tajwid2. Buku Paket Pendidikan Agama Islam3. Alquran4. Pengalaman guruPenilaian:1. Prosedur tes : Tertulis dan Lisan2. Jenis Tes : Pilihan ganda, esaay dan membaca3. Bentuk penilain : Ketepatan dan kelancaran hukum bacaan waqaf Martapura, 2010 Guru Mata Pelajaran PAI Observer Nurul Azizah, S.Pd.I
  • 147. 147 Rif’ah Mengetahui, Kepala Sekolah H. Noorman, M.Pd NIP. 19590505 198502 1 006Lampiran 15 SIKLUS II LEMBAR KERJA SISWA (LKS)Pertemuan 1Kelompok :
  • 148. 148Anggota 1. 2. 3. 4. 5.Setelah kamu mendengarkan penjelasan dari guru melalui prestasi kelas tentangwaqaf, kerjakan tugas berikut ini !I. Mencari Tanda Waqof a. Pelajari dan pehami kembali pengertian hukum waqaf yang telah dijelaskan oleh gurumu. b. Bukalah Surah Al_Baqarah ayat 1 - 30 c. Bacalah terlebih dahulu sesuai tajwidnya dengan benar secara berulang- ulang. Cari sebanyak 8 contoh kalimat yang seharusnya diwaqofkan dalam surah Al- Baqarah ayat 1 – 30 kemudian tuliskan dalam tabel berikut ini. No Tulisan Ayat Dibaca Keterangan 1. 2. 3. 4. 5.II. Jawablah Pertanyaan di Bawah Ini 1. Apa pengertian waqof ? 2. Apa pengertian waqof Isyarah ? 3. Bagaimana cara membaca waqofnya apabila hurug akhirnya berupa fathatain ? 4. Bagaimana cara membaca waqof apabila huruf akhirnya bertasydid ? 5. Berdasarkan cara membaca waqof, bacaan ‫ سلاعة‬di baca .... ٌ َ‫ْمَ ْم‬Lampiran 16: SIKLUS II SOAL TESPertemuan 1I. Berilah Tanda Silang (X) pada Jawaban yang Paling Benar 1. Ada berapa pembagian cara membaca waqof …. a. 4 b. 5
  • 149. 149 c. 6 d. 72. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya berupa fathatain, cara membacanya a. di matikan b. alif dalam fathah c. fathah d. ha3. ‫سْمَميعلا عليملا‬ ً ْ‫ْيِ ُدْ ً ْمَ ْيِ ُد‬ apabila diwaqofkan di baca a. َ‫ْيِ ُدْ ً ْمَ ْيِ ُدْ ْم‬ ‫سْمَميعلا عليم‬ b. ُ ‫ْيِ ُدْ ً ْمَ ْيِ ُدْ ل‬ ‫سْمَميعلا عليم‬ c. ‫سْمَميعلا عليم‬ ْ‫ْيِ ُدْ ً ْمَ ْيِ ُد‬ d. ‫سْمَميعلا عليملا‬ َ‫ْيِ ُدْ ً ْمَ ْيِ ُدْ ْم‬4. Mewaqafkan suatu kalimat yang huruf akhirnya hidup dan huruf sebelumnya mati disebut …. a. Waqaf Isyaeah b. Waqaf Jaiz c. Waqaf Mustahab d. Waqaf Lazim5. Cara membaca lafal yang bertanda waqaf mutlak adalah a. lebih utama berhenti b. huruf berhenti c. boleh berhenti boleh tidak d. boleh terus6. ِ‫ْيِ ُدْ ُدْ ْي‬ ‫فى اال ْمَرض‬ apabila diwaqafkan dibaca a. ْ‫ْيِ ُدْ ُدْ ُد‬ ‫فى اال ْمَرض‬ b. ِ‫ْيِ ُدْ ُدْ ْمَْي‬ ‫فى اال ْمَرض‬ c. ِ‫ْيِ ُدْ ُدْ ل ُْي‬ ‫فى اال ْمَرض‬ d. ‫فى اال ْمَرض‬ ِ‫ْيِ ُدْ ُدْ ٌْي‬7. Kalimat-kalimat yang hurufakhirnya bertasydid, bila diwaqafkan maka dibaca a. dimatikan b. mematikan dan tasydidnya tetap c. alif dan fathah d. fathathain
  • 150. 150 8. Contoh kalimat waqaf yang huruf akhirnya ta (‫ )ة‬marbuthah .... a. ‫حكيما‬ ً ْ‫مَ ِ ٍر‬ b. ‫هوى‬ ً ُ‫ل‬ c. ‫ساعة‬ ٌt َ‫مَ م‬ d. ‫بهن‬ َّ ِ ِ 9. Kalimat-kalimat yang huruf akhirnya berharkat, bila diwaqafkan maka huruf terakhir tersebut ... a. dimatikan b. dihidupkan c. berharkat d. bertasydid 10. ‫اليوم‬ َ‫مَ ٍرْ مَ ٍرْ م‬ a. ‫اليوم‬ ِ ْ‫مَ ٍرْ مَ ٍر‬ b. ‫اليوم‬ ُ‫مَ ٍرْ مَ ٍرْ ل‬ c. ‫اليوم‬ ْ‫مَ ٍرْ مَ ٍرْ ٍر‬ d. ‫اليوم‬ ٌt ْ‫مَ ٍرْ مَ ٍر‬II. Essay 1. Apa pengertian dari waqaf isyarah ? 2. Bagaimana cara membaca waqaf apabila huruf akhirnya bertasydid ? 3. ‫ يعلمون‬dibaca? َ‫مَ ٍرْمَ لُ ٍرْ م‬ 4. Tuliskan 2 contoh bacaan waqaf dalam surah Al-Fatihah ? 5. Tuliskan 3 contoh kalimat waqaf yang huruf akhirnya ta marbuthah ? Selamat MengerjakanLampiran 17: SIKLUS II SOAL TESPertemuan 2I. Berilah Tanda Silang (X) pada Jawaban yang Paling Benar
  • 151. 1511. Ada berapa pembagian cara membaca waqaf ? a. 4 b. 5 c. 6 d. 72. Kalimat yang huruf akhirnya berharkat, bila diwaqafkan, maka huruf terakhir tersebut ? a. di matikan b. di hidupkan c. berharkat d. ta marbuthah3. ‫ كتب‬dibaca ٌt ُ‫لُ ل‬ a. ‫كتب‬ ِ ُ‫لُ ل‬ b. ‫كتب‬ ِ ُ‫لُ ل‬ c. ‫كتب‬ َّ ُ‫لُ ل‬ d. ‫كتب‬ ُ‫لُ لُ ل‬4. Cara membaca waqofnya dengan Alif dan harakat ftahah, apabila kalimat tersebut huruf akhirnya berupa a. Fathatain b. Kasrohtain c. Dammahtain d. Fathah5. ‫الرحيم‬ ُ ‫ْمَ َّ ْيِ ُدْ ل‬ a. ‫الرحيم‬ ٌُ ‫ْمَ َّ ْيِ ُدْ ل‬ b. ‫الرحيم‬ ِ‫ْمَ َّ ْيِ ُدْ ل ُْي‬ c. ‫الرحيم‬ ُ ‫ْمَ َّ ْيِ ُدْ ل‬ d. ‫الرحيم‬ ٍ, ‫ْمَ َّ ْيِ ُدْ ل ُو‬6. Ta marbuthah (‫ )ة‬dibaca .... a. ta (‫)ت‬ b. kho (‫) خ‬ c. ma (‫) م‬ d. ha (‫) ه‬7. َ‫ الحمد لله رب العلالمينْم‬kalimat bacaan di atas yang mana merupakan ْ‫ُدْ ْمَ ُدْ ل ُ ْيِ ْمَ ِّ ُدْ ْمَ ْمَ ْيِ ُد‬ bacaan waqof a. ‫الحمُدْد‬ ُ ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل‬ b. ‫لله‬ ِ‫ْي‬ c. ‫رب‬ ِّ َ‫ْم‬
  • 152. 152 d. ‫العلالمْيِين‬ َ‫ُدْ ْمَ ْمَ ُدْ ْم‬ 8. ‫ ليلة القدر‬dibaca ِ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل ُ ُدْ ْمَ ُدْ ْي‬ a. ‫ليلة القدر‬ ْ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل ُ ُدْ ْمَ ُد‬ b. ‫ليلة القدر‬ ٍ, ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل ُ ُدْ ْمَ ُدْ و‬ c. ‫ليلة القدر‬ ٌ ْ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل ُ ُدْ ْمَ ُد‬ d. ‫ليلة القدر‬ ً ْ‫ْمَ ُدْ ْمَ ل ُ ُدْ ْمَ ُد‬ 9. membaca waqof yang huruf akhirnya hidup dan mati, pengertian dari waqof ... a. Lazim b. Isyarah c. Mutlak d. Jaiz 10. Bagaimana cara membaca waqofnya apabila huruf akhirnya berupa fathatain a. alif dan fathah b. ha c. di matikan d. marbuthahII. Essay 1. Apa Pengertian dari Waqof 2. Apa pengertian waqof isyarah ? 3. ‫ ليسجنن‬dibaca? َّ ُ ‫ْمَ ْمَ ُدْ ل ُ ل‬ 4. Bagaimana cara membaca waqofnya apabila huruf akhirnya berharkat ? 5. Tuliskan contoh kalimat bacaan yang mengandung waqof ?Lampiran: 18Nama :Kelas : LEMBAR JAWABAN
  • 153. 153I. Pilihan Ganda 1. a b c d 2. a b c d 3. a b c d 4. a b c d 5. a b c d 6. a b c d 7. a b c d 8. a b c d 9. a b c d 10. a b c dII. Essay 1. 2. 3. 4. 5.
  • 154. 154Lampiran: 19 SIKULUS II DAFTAR HASIL TESSekolah : SMP Negeri 5 MartapuraMata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamKompetensi Dasar : Membaca Kalimat Waqof di dalam Al-Qur’anKelas / Semester : VIII / II NilaiNo Nama Siswa P3 P41. Ajidinnor 8 92. Alfian Noor 8 93. Arbani Aliansyah 7 84. Bastian Noor 7 85. Dedy Rahman 7 86. Dwi Fitri Iswati 8 97. Eni Suwanti 7 88. Heldawati 8 99. Hijriah 7 910 Ina 7 8 .11 Isnawati 7 8 .12 M. Arsyad 7 8 .13 M. Ichwan 7 8 .14 M. Siddiq 7 8 .15 Magfiroh 7 8 .16 Maimunatujjahro 8 9 .17 Masliah 8 9 .18 M. Noor 8 9 .19 Munawaroh 8 9 .20 Mursyidi 7 8 .
  • 155. 155 NilaiNo Nama Siswa P3 P421 Noor Hidayanti 7 8 .22 Nurul Mukerimah 7 8 .23 Raihani 8 8 .24 Rina 7 8 .25 Sahbani 7 8 .26 Salasiah 7 9 .27 St. Nurjannah 7 8 .28 Syaiful Anwar 7 8 .29 Syahril Rifansyah 9 9 .Jumlah 214 242Rata-rata 7,37 8,34 Martapura, 2010 Guru Mata Pelajaran PAI Observer Nurul Azizah, S.Pd.I Rif’ah
  • 156. 156 Mengetahui, Kepala Sekolah H. Noorman, M.Pd NIP. 19590505 198502 1 006Lampiran: 20 KUESIONER SISWANama :Kelas / Semester : VIII / IISekolah : SMP Negeri 5 MartapuraPetunjuk:Berilah tanda ceklist (√) pada pilihan yang kamu pilih dengan pilihan sebagaiberikut: SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju SS S KS TS No Persepsi Siswa Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % 1. Pembelajaran dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-Achivement Divisiondapat menembahkan motivasi saya dalam pembelajaran 2. Melalui Model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-
  • 157. 157 Achivement Divisionmemudahkan saya menguasai materi macam- macam waqaf3. Melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams- Achivement Divisionmembuat saya bersemangat belajar4. Pembealajran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-Achivement Divisionsebaiknya digunakan juga pada mata pelajaran lain5. Pembelajaran degan menggunakan Kooperatif Tipe Students Teams-Achivement Divisiondapat membantu saya bila diterapkan pada materi lain.6. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-Achivement Division menarik dan menyenangkan bagi saya7. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Students Teams-Achivement Division membuat saya untuk melanjutkan kejenjang pelajaran yang berikutnya yang lebih tinggi.
  • 158. 158 DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 SIKLUS I: FORMAT OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARANLampiran 2 SIKLUS I: LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KBMLampiran 3 SIKLUS I: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Lampiran 4 SIKLUS I: LEMBAR KERJA SISWA (LKS)Lampiran 5 SIKLUS I: SOAL TES Pertemuan 1Lampiran 6 SIKLUS I: SOAL TES Pertemuan 2Lampiran 7 SIKLUS II: FORMAT OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan PertamaLampiran 8 SIKLUS II: LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KBM Pertemuan Pertama
  • 159. 159Lampiran 9 SIKLUS II: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Lampiran 10 SIKLUS II: LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Pertemuan 1Lampiran 11 SIKLUS II: SOAL TES Pertemuan 1Lampiran 12 SIKLUS II: SOAL TES Pertemuan 2Lampiran: 13 LEMBAR JAWABANLampiran: 14 DAFTAR HASIL TES Dokumentasi Kegiatan PTK siklus I dan II xv xvi150
  • 160. 160