• Partagez
  • E-mail
  • Intégrer
  • J'aime
  • Télécharger
  • Contenu privé
Seni Musik Klasik, SMK, MAK, Kelas10, Muttaqin dkk
 

Seni Musik Klasik, SMK, MAK, Kelas10, Muttaqin dkk

on

  • 21,684 vues

 

Statistiques

Vues

Total des vues
21,684
Vues sur SlideShare
21,673
Vues externes
11

Actions

J'aime
6
Téléchargements
723
Commentaires
2

3 Ajouts 11

http://www.fachak.com 5
http://www.slideee.com 5
https://twitter.com 1

Accessibilité

Catégories

Détails de l'import

Uploaded via as Adobe PDF

Droits d'utilisation

CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike LicenseCC Attribution-NonCommercial-ShareAlike LicenseCC Attribution-NonCommercial-ShareAlike License

Report content

Signalé comme inapproprié Signaler comme inapproprié
Signaler comme inapproprié

Indiquez la raison pour laquelle vous avez signalé cette présentation comme n'étant pas appropriée.

Annuler

12 sur 2 précédent suivant

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Votre message apparaîtra ici
    Processing...
  • tangga nada dan trinada latifah kodijahnya kok tidak ada??
    Are you sure you want to
    Votre message apparaîtra ici
    Processing...
  • gimana cara dapet buku2nya
    Are you sure you want to
    Votre message apparaîtra ici
    Processing...
Poster un commentaire
Modifier votre commentaire

    Seni Musik Klasik, SMK, MAK, Kelas10, Muttaqin dkk Seni Musik Klasik, SMK, MAK, Kelas10, Muttaqin dkk Document Transcript

    • Seni Musik SENI MUSIK KLASIK Klasik Moh. Muttaqin Kustap untuk SMK untuk Sekolah Menengah Kejuruan Moh. Muttaqin | Kustap Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional
    • MUSIK KLASIK: Pengantar Musikologi Untuk SMK Penulis: Drs. Moh. Muttaqin, M.Hum. Kustap, S.Sn., M.Sn. Editor Drs. Hari Martopo, M.Sn. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 2008
    • MUSIK KLASIK: Pengantar Musikologi Untuk SMK Penulis: Drs. Moh. Muttaqin, M.Hum. Kustap, S.Sn., M.Sn. Editor Drs. Hari Martopo, M.Sn. 410 HAR HARININGSIH, Dwi m Musik Klasik: Pengantar Musikologi untuk SMK oleh Drs. Moh. Muttaqin, M.Hum., Kustap, S.Sn., M.Sn. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 136 hlm.: ilus.: 30 cm. Bibliografi : hlm.129 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 2008
    • PENGANTAR PENULIS Perkembangan musik khususnya pada dunia pendidikan musik di Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Hal ini bisa dipahami karena musik nampaknya telah menjadi kebutuhan umum sehari-hari. Keadaan demikian harus diimbangi dengan berbagai usaha yang dapat mengarahkan pertumbuhan tersebut ke suatu tujuan yang lebih baik. Banyaknya peminat musik dan tersedianya fasilitas saja tidak akan menjamin tumbuhnya musik dengan baik. Juga demikian halnya dengan banyaknya sekolah dan murid yang beramai-ramai mempelajari musik harus diikuti bukan saja dengan kesiapan guru dan adanya metodologi pembelajaran yang baik, tetapi juga dengan kelengkapan buku pelajaran yang memadai sebagai acuan pengetahuan musik. Harus diakui bahwa buku demikian masih sangat langka dalam dunia pendidikan musik kita. Seiring dengan kondisi tersebut serta dengan maksud turut melengkapi bahan bacaan yang masih sangat terbatas di bidang musik, buku Musik Klasik untuk SMK - ini ditulis. Namun begitu, sebagai buku pertama dalam bidang ilmu musik yang baru diterbitkan di Indonesia, tentu saja tidak terlepas dari berbagai kesulitan baik di dalam merumus- kan bab maupun sub-sub bab di dalamnya yang sesuai untuk para siswa SMK. Ini bisa dimaklumi oleh karena masih sangat jarangnya atau bahkan mungkin bisa dikatakan belum adanya buku-buku yang secara khusus membahas musik klasik secara komprehensif untuk para siswa SMK. Di dalam buku ini disusun materi secara komprehensif dan saling berkaitan antara bab yang satu dengan bab lainnya. Hal ini dimaksudkan agar para siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang musik Klasik sehingga bisa memberi manfaat kepada para siswa baik ketika masih sebagai pelajar maupun setelah lulus. Akhirnya, kami berharap semoga buku ini dapat memberi manfaat dalam membantu para guru dan siswa SMK dalam belajar musik. Saran dan masukan untuk kesempurnaan buku ini senantiasa kami harapkan. Jakarta, 2008 ii
    • PENGANTAR DIREKTUR PEMBINAAN SMK iii
    • DAFTAR TIM PENYUSUN No. Nama Institusi Bidang Keahlian 1. Drs. Moh. Muttaqin,M.Hum. Universitas Gitar dan Teori Negeri Semarang Musik 2. Kustap, S,Sn.,M.Sn. ISI Yogyakarta Musikologi dan Sejarah Musik iv
    • DAFTAR ISI PENGANTAR PENULIS ii PENGANTAR DIREKTUR SMK iii DAFTAR TIM PENYUSUN iv DAFTAR ISI v DAFTAR ILUSTRASI x DAFTAR TABEL xv LEMBAR PENGESAHAN xvi DAFTAR ISTILAH xvii PETA KOMPETENSI xxii BAB 1 PRELUDE 1 BAB 2 BIDANG KEAHLIAN MUSIK KLASIK 7 BAB 3 PENGERTIAN MUSIK 15 3.1. Pengertian Musik 15 3.2. Manfaat Musik 17 3.3. Fungsi Musik dalam Masyarakat 21 3.4. Musik Klasik dan Proses Sosial 25 3.5. Musik Klasik dan Ekspresi Artistik 26 BAB 4 ELEMEN-ELEMEN DASAR MUSIK 29 4.1. Bunyi dan Nada 29 4.2. Melodi 30 4.3. Ritme dan Tempo 31 4.4. Harmoni dan Kontrapung 33 4.5. Bentuk Musik 35 BAB 5 NILAI NADA DAN TANDA ISTIRAHAT 39 5.1. Bentuk Nada 39 5.2. Nilai Nada 41 5.3. Tanda Irama 43 BAB 6 GARIS PARANADA 47 BAB 7 TANGGANADA 53 7.1. Tangganada Mayor 53 7.2. Tangganada Minor 56 v
    • 7.3. Tangganada Lain 58 7.4. Kunci 59 BAB 8 TEMPO DAN TANDA-TANDA EKSPRESI 65 8.1. Tempo 65 8.2. Dinamika 67 8.3. Tanda Ekspresi 70 71 8.4. Timbre/ Warna Suara BAB 9 INTERVAL 75 9.1. Pengertian 75 9.2. Penamaan Interval 75 9.3. Kualitas Interval 76 9.4. Interval Konsonan 77 9.5. Interval Disonan 78 9.6. Perubahan Kualtias Interval Disonan 79 9.7. Interval Enharmonis 80 BAB 10 AKOR DAN ARPEGIO 83 10.1. Trisuara 83 10.2. Tingkatan Trisuara 84 10.3. Akor Augmented dan Diminished 85 10.4. Arpegio 89 BAB 11 TINJAUAN SEJARAH MUSIK 93 11.1. Era Kuno (Antiquity – 500) 93 11.2. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 96 (600-1450) 11.3. Era Renesan (1450-1600) 98 11.4. Era Barok (1600 – 1750) 99 11.5. Era Klasik (1750-1820) 100 11.6. Era Romantik (1820-1800) 102 11.7. Era Kontemporer (1900 s/d sekarang) 103 BAB 12 PARA KOMPOSER ABAD PERTENGAHAN 107 HINGGA BAROK 12.1. Era Abad Pertengahan (600-1450) 107 12.2. Era Renaisans (1450-1600) 109 vi
    • 12.3. Era Barok (1600 – 1750) 112 BAB 13 PARA KOMPOSER ERA KLASIK 121 BAB 14 PARA KOMPOSER JAMAN ROMANTIK 127 (1820-1900) BAB 15 KOMPOSER ERA KONTEMPORER (1900- 155 SEKARANG) BAB 16 SOLFEGIO 175 16.1. Pengertian Solfegio 175 16.2. Fungsi Solfegio 175 16.3. Kedudukan Solfegio 176 16.4. Lingkup Bahasan Solfegio 177 16.5. Metode Pengetesan Solfegio 178 16.6. Bahan Latihan dan Ujian Solfegio 178 BAB 17 GRAMATIKA MELODI DAN BENTUK- 183 BENTUK DASAR 17.1. Frase 183 17.2. Frase Ireguler 186 17.3. Bentuk Kalimat (periode) 188 BAB 18 BENTUK-BENTUK LAGU DASAR 191 18.1. Elemen-elemen Dasar 191 18.2. Bentuk Lagu Dua-Bagian 195 18.3. Bentuk Lagu Tiga Bagian 197 BAB 19 SONATA: BENTUK KHAS MUSIK KLASIK 199 19.1. Latar Belakang Historis Sonata 199 19.2. Evolusi sonata 203 19.3. Asal Mula Sruktural Bentuk Sonata 204 Allegro 19.4. Garis Besar Bentuk Sonata 207 19.5. Bentuk Sonatine 214 BAB 20 ORKESTRA 217 20.1. Tinjauan Singkat Sejarah Orkestra 217 20.2. Formasi Instrumen dalam Orkestra 223 20.3. Kondaktor 228 20.4. Bentuk-bentuk Musik Orkestra 237 vii
    • BAB 21 SEKSI GESEK 247 21.1. Biola 247 21.2. Biola Alto 256 21.3. Cello dan Contra Bass 262 BAB 22 PENGANTAR PENGETAHUAN CELLO 265 22.1. Penyeteman dan Jangkauan Nada 267 22.2. Bagian Bridge dengan sebuah Mute 270 22.3. Fitur-fitur Bagian Dalam 270 22.4. Perekat 271 22.5. Busur Cello 271 22.6. Perkembangan Cello 272 22.7. Dimensi Instrumen Cello 273 22.8. Assesoris 274 BAB 23 BIDANG KETERAMPILAN CELLO 277 23.1. Teknik Bermain Cello 277 23.2. Penggunaan Cello 283 23.3. Tuntutan Kompetensi 287 23.4. Tuntutan Kompetensi 299 BAB 24 SEKSI PERKUSI 305 24.1. Peran dan Fungsi Perkusi dalam 305 Orkestrta 24.2. Klasifikasi Seksi Perkusi 306 BAB 25 SEKSI TIUP 315 25.1. Seksi Tiup Kayu 315 25.2. Seksi Tiup Logam 326 BAB 26 TROMBONE 331 26.1. Standar Kompetensi Keterampilan 332 Trombone BAB 27 TROMPET 347 27.1. Sejarah Trompet Primitif dan Non 347 Barat 27.2. Karakteristik Umum 349 27.3. Ciri Khas Trompert 350 27.4. Jenis –jenis Trompet 351 27.5. Teknik Permainan Trompet 355 viii
    • DAFTAR ILUSTRASI BAB 4 Ilustrasi 4.1. Susunan Tangga Nada Mayor 30 Ilustrasi 4.2. Susunan tangga nada Minor Asli dari “A”. 30 Ilustrasi 4.3. Contoh letak petunjuk tempo (Allegro Vivace) 31 dan tanda irama 2/4 pada Sonata Beethoven (Serie 16; Np. 139) Ilustrasi 4.4. Irama “common time” ditandai dengan tanda 32 “C” pada permulaan lagu untuk solo gitar. Ilustrasi 4.5. ”Fugue” dari Prelude, Fugue, and Allegro, BWV 34 998 (J.S. Bach) Ilustrasi 4.6. ”Fugue” dari Prelude, Fugue, and Allegro, BWV 35 998 (J.S. Bach) BAB 5 5.1. Unsur-unsur Bentuk Nada Ilustrasi 40 5.2. Bentuk tanda nada dan istirahat ”breve” Ilustrasi 41 Ilustrasi 5.3. ”Pizza” perbandingan nilai nada 42 Ilustrasi 5.4. Perbandingan nilai nada berdasarkan 42 jumlahnya. BAB 6 Ilustrasi 6.1. Paranada, birama, garis birama dan garis 48 bantu Ilustrasi 6.2. Posisi nada-nada dalam paranada 49 Ilustrasi 6.3. Posisi nada C berdasarkan kunci (clef) 49 BAB 7 Ilustrasi 7.1. Tangga nada C mayor 54 Ilustrasi 7.2. Daftar tangga nada Mayor berkres 54 Ilustrasi 7.3 Daftar tangga nada bermol 55 Ilustrasi 7.4. Tangga nada A minor asli/ natural 56 Ilustrasi 7.5. Tangga nada A minor harmonis 57 Ilustrasi 7.6. Tangga nada A minor melodis 58 Ilustrasi 7.7. Tangga nada Kromatis 58 Ilustrasi 7.8. Tangga nada Whole-Tone 59 BAB 9 Ilustrasi 9.1. Nama-nama Interval di atas Tonika 76 Tangganada Mayor Ilustrasi 9.2. Interval-interval Murni 77 Ilustrasi 9.3. Perubahan kualitas dari Murni ke Berlebih 77 x
    • Ilustrasi 9.4. Perubahan dari interval Murni ke Menyempit 78 Ilustrasi 9.5. Interval-interval mayor 78 Ilustrasi 9.6. Interval-interval mayor 79 Ilustrasi 9.7. Perubahan pada interval Terts Mayor 79 Ilustrasi 9.8. Perubahan pada interval Terts Minor 80 Ilustrasi 9.9. Fenomena enharmonis pada interval Oktaf 80 dan Septim BAB 10 Ilustrasi 10.1. Susunan trinada di atas tangga nada C mayor 84 Ilustrasi 10.2. Trinada C augmented. 86 Ilustrasi 10.3. Susunan trinada di atas tangga nada A minor 86 harmonis Ilustrasi 10.4. Trisuara C diminished. 87 Ilustrasi 10.5. Dominant 7th pada tangga nada C mayor 87 Ilustrasi 10.6. Dominat 7th pada tangga nada A minor 88 Ilustrasi 10.7. Trinada pembalikan 89 Ilustrasi 10.8. Latihan arpegio untuk piano 90 BAB 11 Ilustrasi 11.1. Lukisan pada kuburan Mesir di Thebes yang 95 menunjukkan alat-alat musik harpa, lute, oboe ganda, dan lyra. Ilustrasi 11.2. Syair Guido d’Arezzo sebagai dasar Solfegio 96 Ilustrasi 11.3. Keterangan gambar menurut arah jarum jam 97 dari kiri atas: (1) Trouveres terakhir dan terbesar, Adam de la Halle, dari Arras(1288); (2) Tannhaüser dalam pakaian Ksatrio Orde Jerman, tampil dalam Kontes Menyanyi di Wartburg; (3) Henrich Frauenlob, salah seorang pendiri Meistersingers, tampak di antara para musisi; (4) Pommers (sebuah instrumen reed ganda) dan beberapa trompet, dari iluminasi koleksi Richenthal Chronicle. BAB 12 Ilustrasi 12.1. Dua Tokoh Musik Abad Pertengahan 108 Ilustrasi 12.2. Para Tokoh Musik Jaman Renaisans 111 Ilustrasi 12.3. Para Tokoh Musik Jaman Barok 118 BAB 13 Ilustrasi 13.1. Para Tokoh Musik Jaman Klasik 125 BAB 14 Ilustrasi 14.1. Para Tokoh Musik Jaman Romantik 131 Ilustrasi 14.2. Para Tokoh Musik Jaman Romantik 138 xi
    • Ilustrasi 14.3. Para Tokoh Musik Jaman Romantik 150 BAB 15 Ilustrasi 15.1. Para Tokoh Musik Era Kontemporer 158 Ilustrasi 15.2. Para Tokoh Musik Era Kontemporer 166 Ilustrasi 15.3. Para Tokoh Musik Era Kontemporer 170 BAB 16 Ilustrasi 16.1. Perbandingan Tingkat Ketrampilan Instrumen 176 BAB 17 Ilustrasi 17.1. Frase Tunggal Berbirama Empat 184 Ilustrasi 17.2. Contoh frase lengkap 184 Ilustrasi 17.3. Kadens setengah di akhir frase 185 Ilustrasi 17.4. Hubungan sebuah frase dalam kesatuan 185 periode Ilustrasi 17.5. Frase yang terdiri dari satu birama 187 Ilustrasi 17.6. Frase berbirama tiga 187 Ilustrasi 17.7. Struktur dasar bentuk periode 189 Ilustrasi 17.8. Bentuk kalimat/ periode 189 Ilustrasi 17.9. Periode parallel 189 Ilustrasi 17.10. Contoh periode kontras 190 BAB 18 Ilustrasi 18.1. Formula pembentukan periode 195 Ilustrasi 18.2. Melodi yang tersusun dari bentuk lagu dua 196 bagian Ilustrasi 18.3. Bahan baku Part III pada bentuk lagu tiga 197 bagian Ilustrasi 18.4. Pengulangan pada bentuk lagu tiga bagian 197 BAB 19 Ilustrasi 19.1. Legrenzi, Sonata Quarta, Op. 10 201 Ilustrasi 19.2. Area-area tonal yang berbeda dan tema-tema 204 yang kontras Ilustrasi 19.3. Caldara: Trio Sonate G-moll 206 Ilustrasi 19.4. Bagan bentuk Sonata-Allegro 208 Ilustrasi 19.5. Skema analisis Fountaiin (1967) pada Sonata 209 Beethoven, Op. 10, No. 3 Ilustrasi 19. 6 Diabelli, Sonatine IV 213 Ilustrasi 19. 7. Skema Umum Sonatatine 215 BAB 20 Ilustrasi 20. 1. Pertunjukan Musik Orkestra 224 Ilustrasi 20. 2. Pertunjukan Musik Orkestra 229 xii
    • Ilustrasi 20. 3. Kondakter Lorin Maazel 232 Ilustrasi 20. 4. Leonard Bernstein 234 Ilustrasi 20. 5. Zubin Mehta 236 BAB 21 Ilustrasi 21. 1. Biola dan tongkat penggeseknya 248 Ilustrasi 21. 2. Pemain biola dunia, Yehudi Menuhin 249 Ilustrasi 21. 3. Anatomi instrumen Biola 251 Ilustrasi 21. 4. Bagian-bagian biola 252 Ilustrasi 21. 5. Nada-nada Biola pada Posisi Dawai Lepas 253 Ilustrasi 21. 6. Wilayah Nada Instrumen Biola 254 Ilustrasi 21. 7. Biola Alto 256 Ilustrasi 21. 8. Wilayah Nada Instrumen Biola Alto 257 Ilustrasi 21. 9. Tuning Peg (pasak penala) Biola Alto 258 Ilustrasi 21.10. Posisi Bermain Bass 263 Ilustrasi 21.11. Wilayah Nada Instrumen Contra Bas 264 BAB 22 Ilustrasi 22.1. Gambar instrumen Cello dilihat dari depan 266 Ilustrasi 22.2. Wilayah Nada Cello 267 Ilustrasi 22.3 Dawai – dawai Cello dalam Posisi Lepas 268 BAB 23 Ilustrasi 23.1. Seorang Pemain Cello (Cellist) 278 Ilustrasi 23.2. Cellistt Julian Lloyd Webber (kiri) dan 285 Mstislav Rostrpovich. Ilustrasi 23.4. Cara memainkan tangganada 289 Ilustrasi 23.5. Bentuk dasar permainan arpegio 289 Ilustrasi 23.6. Ritmis yang gunakan tangganada 292 Ilustrasi 23.7. Arpegio dengan tiga nada dalam sekali 294 gesekan Ilustrasi 23.8. Sistem bowing untuk tangganada G 296 Ilustrasi 23.9. Konten muatan teknis Standar Kompetensi 300 dan Kompetensi dasar instrumen Cello BAB 24 Ilustrasi 24.1. Timpani 306 Ilustrasi 24.2. Sticks and mallets 307 Ilustrasi 24.3. Perangkat lengkap Timpani 307 Ilustrasi 24.4. Timpani dari arah belakang kursi pemain 308 Ilustrasi 24.5. Bass Drum 308 Ilustrasi 24.6. Keluarga drum set 309 Ilustrasi 24.7. Tamburin dan Kastanet 310 Ilustrasi 24.8. Perkusi dengan efek hentakan berdesing 310 Ilustrasi 24.9. Marimba 311 xiii
    • Ilustrasi 24.10. Perkusi bernada paling sederhana 312 Ilustrasi 24.11. Xylophone 312 Ilustrasi 24.12. Vibraphone 313 BAB 25 Ilustrasi 25.1. Wilayah Nada Instrumen Flute 315 Ilustrasi 25.2. Flute 316 Ilustrasi 25. 3. Oboe 317 Ilustrasi 25.4. Wilayah nada instrumen oboe 318 Ilustrasi 25.5. Bagian-bagian Cor Anglais 319 Ilustrasi 25.6. Clarinet dan Bagian-bagiannya 320 Ilustrasi 25.7. Wilayah Nada Instrumen Klarinet in Bes 321 Ilustrasi 25.8. Macam-maca Clarinet 322 Ilustrasi 25.9. Wilayah Nada Instrumen Bassoon 324 Ilustrasi 25.10. Bagian-bagian basson 325 Ilustrasi 25.11. Horn 326 Ilustrasi 25.12. Wilayah Nada Instrumen Horn 327 Ilustrasi 25.13. Bagian-bagian Tuba 328 Ilustrasi 25.14. Wilayah Nada InstrumenTuba 329 BAB 26 Ilustrasi 26.1. Wilayah nada Trombone 331 Ilustrasi 26.2. Trombon dan Bagiannya 332 BAB 27 Ilustrasi 27.1. Moche Trompet. 300 A.D. Koleksi Museum 348 Larco, Lima, Peru. Ilustrasi 27.2. Tiruan Trompet Jaman Barok oleh Michael 349 Laird Ilustrasi 27.3. Tiruan Trompet Jaman Barok oleh Michael 350 Laird Ilustrasi 27.4. Ambitus nada Trompet 351 Ilustrasi 27.5. Trompet-Piccolo in Bes, dengan pipa pengantar 352 untuk menala ke Bes (pendek) dan ke A (panjang) Ilustrasi 27.6. Trompet in C dengan katup-katup memutar 353 Ilustrasi 27.7. Penampilan Seorang Pemain Trompet dalam 356 Pentas Bersama Band AAU Amerika di Eropa Ilustrasi 27.8. Beberapa Latihan Dasar 356 xiv
    • DAFTAR TABEL Halaman Tabel 5.1. Bentuk, Nama, Nilai not dan Tanda Diam 40 5.2. Jenis-jenis Tanda Irama Reguler 43 7.1. Kunci dasar dan Tanda Kunci 60 19.1. Evolusi Sonata 203 xv
    • DAFTAR ISTILAH Aksidental Tanda-tanda untuk menaikkan (kres) atau menu- runkan (mol) nada, dan natural untuk mengem- balikan nada-nada aksidental. Aransemen Susunan iringan baru yang diterapkan pada sebuah melodi. Atonal Sitem musik non tonal. Basso continuo Permainan bas yang berkelanjutan yang mendasari permainan musik Barok. Bentuk Desain suatu karya musik. Birama Petak-petak yang dibatasi oleh garis-garis vertikal pada garis paranada. Breve Durasi dua kali nada penuh. Coda Bagian akhir atau penutup karya musik Compound Gabungan; biasanya berhubungan dengan jenis irama, sebagai lawan dari bersahaja (simple) Crotchet Durasi seperempat. Demi semi quaver Durasi seperenambelas. Development Bagian tengah dari bentuk sonata. Diatonik Sistem tujuh nada. Dinamik Ekspresi yang berkaitan dengan Dominan Nada atau akor ke lima dalam tangga nada minor atau mayor. Duple Irama dua ketukan Eksposisi Bagian pertama pada bentuk sonata. Ensambel Permainan musik secara bersama-sama dengan jumlah pemain tidak ditentukan Epilog Bagian akhir suatu komposisi. Istilah ini biasa digunakan dalam musik Romantik atau Modern Figur Unit frase terkecil xvi
    • Frase Unit frase empat birama Fundamental Dasar-dasar pengetahuan atau ketrampilan musik Harmoni Aransemen pengiring suatu melodi dalam susun- an horizontal berupa rangkaian akor-akor. Homofonik Tekstur musikal yang menggunakan sistem harmoni Interval Jarak dari nada ke nada yang dihitung dari nada terrendah sebagai hitungan pertama. Irama Susunan aksen dengan hitungan yang teratur pada suatu denyut yang stabil. Komposisi Hasil karya musik. Kondaktor Pemimpin suatu kelompok paduan suara atau orkestra. Konser Pertunjukan musik tanpa pengecualian jumlah pemeran utama. Konserto Komposisi orkestra yang melibatkan seorang solis sebagai penyeimbang peran orkestra Kontrapung Teknik penulisan aransemen dengan mengguna- kan alur-alur melodi secara horizontal sebagai pengiring. Kunci/ clef Adalah simbol di awal paranada yang menentu- kan identitas setiap garis dan spasi Mayor Biasa digunakan untuk akor atau tangga nada untuk membedakan dari jenis yang minor. Melismatis Teknik menyanyikan sebuah kata dengan bebera- pa nada berbeda. Minor Jenis tangga nada atau akor yang merupakan pasangan dari jenis-jenis mayor. Modulasi Perpindahan nada dasar di tengah-tengah lagu. Monofonik Tekstur musik yang hanya terdiri dari satu alur melodi. Musik Kamar Bentuk permainan ensambel yang tertentu jumlah pemainnya, seperti duet, trio, kuartet, quintet, dan sekstet. xvii
    • Musik Klasik Musik seni yang biasa disebut sebagai musik seriosa, sebagai lawan dari musik hiburan. Musik Seni Musik yang biasa disebut Art music dalam bahasa Inggris. Not balok Sistem penulisan umum nada-nada dalam musik klasik. Oktaf Pengulangan nada yang sama pada tingkat ketinggian yang berbeda. Opera Seni pertunjukan musik yang melibatkan berbagai cabang seni lain seperti teater dan seni rupa. Orkestra Bentuk ensambel yang besar dan melibatkan hampir seluruh instrumen musik. Overture Adalah karya instrumental yang merupakan musik pembuka dalam suatu karya opera. Paranada Lima buah garis horizontal yang digunakan untuk menuliskan butir-butir notasi nada-nada. Pentatonik Sistem musik dengan lima nada Polifoni Tekstur alur banyak suara Prelude Pembukaan sebuah karya musik yang terdiri dari kumpulan karya-karya dengan satu topik (suite) Prinsipal Pimpinan pemain sekelompok instrumen dalam orkestra. Quadruple Irama dengan empat hitungan. Quaver Jenis nada atau tanda istirahat seperdelapan. Rekapitulasi Kembalinya materi eksposisi setelah melalui bagian development dalam keadaan yang telah berubah, pada bentuk sonata. Resital Pertunjukan yang menampilkan peranan tunggal. Semi Frase Unit frase dua birama. Semi quaver Jenis nada atau tanda istirahat seperenambelas. Semibreve Jenis nada atau tanda istirahat penuh. Semi-tone Jarak atau laras setengah nada yang terdapat di antara dua nada berurutan. xviii
    • Seni Musik Jenis musik serius yang biasa disebut Musical arts dalam bahasa Inggris. Silabis Cara menyanyi nada-nada yang sejalan dengan kata-kata. Simfoni Karya standar orkestra. Solmisasi Sistem pengucapan nada-nada diatonik dalam menyanyi. Sonata Suaru bentuk standar dalam musik klasik yang tersusun dari eksposisi (pameran tema), develop- ment (pengembangan) dan rekapitulasi. Sonatine Sonata kecil. Sub Dominan Di bawah dominan atau dominan bawah Tanda Kunci Dalam bahasa Inggris disebut key signature (bukan clef) yang berarti tanda yang menunjukkan nada dasar suatu karya musik Tangga nada Susunan nada-nada yang meningkat secara bertahap mulai dari Tonik hingga oktafnya. Tempo Tingkat kecepatan irama musiik. Teori musik Pengetahuan kognitif yang menyertai tingkat ke- trampilan instrumen musik. Titinada Tingkat ketinggian nada yang biasa disebut pitch, dalam bahasa Inggris. Tonal Sistem musik diatonik yang mendasarkan pe- ngembangan kreatifnya berdasarkan nada Atonik (nada pertama) Tonik Nada atau akor pertama dalam suatu sistem diatonik. Transkripsi Penyalinan ulang kepada instrumen yang berlainan, biasanya disertai dengan transposisi nada dasar. Transposisi Pemindahan nada dasar suatu karya musik sebagai konsekuensi transkripsi Trinada Susunan tiga nada di atas landasan suatu nada dalam tangga nada ,dengan dua interval terts (ketiga) dari nada ke nada. xix
    • Triple Jenis irama tiga ketukan Whole tone Sistem tangga nada yang berjarak penuh dari satu nada ke nada yang lain. xx
    • PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah. Sehubungan dengan maksud tersebut, maka orientasi dari materi pembelajaran adalah mempersiapkan dunia kerja Pengembangan Program Materi Pada Bidang Musik 1. Musik Klasik 2. Musik Non-Klasik Kompetensi Musik Klasik: 1. Pelaku Seni: 1.1. Pemain musik (vocal/instrument) 1.2. Komposer; 1.3. Arranger; 2. Guide: Jasa Informasi 3. Event Organizer : menyiapkan jasa penyelenggaraan pertunjukan xxi
    • BAB 1 PRELUDE P relude adalah bagian pembuka suatu karya musik klasik. Terminologi ini populer dalam kehidupan musik abad ke-17, sebagai pembuka kumpulan jenis-jenis tarian tradisional di Eropa. Pada musik populer saat ini, musik umumnya didahului oleh introduksi, diselingi interlude instrumental di tengah-tengah sebagai jembatan pengulangan lagu, dan diakhiri dengan bagian akhir yang disebut Coda yang secara literal berarti ekor. Walaupun termasuk genre kuno, hingga saat ini beberapa komposer juga menggunakan istilah tersebut yang walaupun dengan maksud yang berbeda, namun pengertian dasarnya sama yaitu pembuka. Dalam buku ini istilah tersebut dipinjam sebagai pendahuluan dari buku ini. Jenis-jenis musik yang ada di seluruh dunia dapat dikelompokkan dengan berbagai cara, di antaranya dapat dikelom-pokkan berdasarkan kemiripan ciri-ciri umumnya (genre), fung-sinya, maupun geografi. Secara geografi, musik dapat dibagi menjadi musik Barat yang mengacu kepada negara-negara Eropa, dan musik Timur di wilayah Asia dan Timur Tengah yang memiliki varian yang sangat banyak. Dari berbagai kemungkinan pengelompokan yang ada, tampaknya secara umum musik yang ada di dunia dapat dikelompokkan kepada tiga jenis yaitu musik tradisi, musik hiburan, dan musik serius yang umumnya disebut orang sebagai musik klasik. Kreativitas pertunjukan dan penciptaan musik tradisi dibatasi oleh norma-norma yang berlaku pada suatu kebudayaan sehingga memiliki ciri lokal yang amat kental. Di Indonesia, musik-musik tradisi dapat dikenali berdasarkan batasan geografis dan etnisitasnya, misalnya, musik Minang, musik Batak, musik Dayak, dan musik Jawa. Di Jawa dan Bali ada istilah khusus untuk menyebut musik tradisi, yaitu yang dikenal dengan istilah karawitan. Sekarang ada istilah untuk menyebut seluruh musik yang terdapat di seluruh wilayah kepuluan Indonesia, termasuk karawitan, yaitu musik Nusantara. Musik hiburan adalah musik yang paling populer di kalangan masyarakat modern saat ini. Secara umum, kreativitas musik hiburan dibatasi oleh selera masyarakat. Dari segi ekonomi, musik hiburan merupakan salah satu bentuk industri. Keberhasilan pertunjukan musik
    • Prelude 2 Bab 1 hiburan ditentukan oleh promosi penjualannya. Guna mencapai sukses para manajer musik hiburan perlu memahami selera pasar yang sedang berlaku. Karakteristik musik hiburan mengacu kepada sistem diatonik yang berasal dari Barat sementara ciri-ciri lokal umumnya didominasi oleh aspek bahasa. Walaupun demikian, pada lingkungan masyarakat tradisional juga terdapat musik hiburan yang mengacu kepada idiom- idiom musik tradisi. Pada umumnya musik hiburan didominasi oleh musik vokal dan sedikit di antaranya dari jenis musik instrumental. Di antara beberapa jenis musik hiburan ada juga yang memperhatikan aspek-aspek kreativitas yang tinggi dan tidak tergantung dari musik vokal serta tidak sepenuhnya mengikuti selera masyarakat. Di antara musik hiburan tersebut dari jenis tersebut ialah musik jazz yang mengutamakan aspek kreativitas dalam bentuk permainan improvisasi bagi seluruh pemain instrumennya termasuk penyanyinya. Walaupun demikian kebebasan mereka tetap berada dalam rambu-rambu tonalitas yang berlaku dalam musik diatonik. Berbeda dengan musik tradisi dan musik hiburan, kreativitas musik klasik pada masyarakat modern sama sekali tidak dibatasi baik oleh tradisi maupun oleh kecenderungan yang berkembang di masyarakat. Dengan kata lain, musik serius memiliki kebebasan artistik yang jauh lebih luas dibandingkan dengan musik hiburan. Namun sebaliknya, di samping kreativitas yang berkembang secara bebas, dalam beberapa kasus musik klasik justru memanfaatkan idiom-idiom berbagai musik populer, musik rakyat, bahkan tradisi berbagai kebudayaan guna memperkaya karya-karyanya. Kebebasan artistik dalam serius bukan berarti tidak memilki aturan melainkan didasarkan atas berbagai pertimbangan konsep-konsep teoretik yang juga senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Hal tersebut yang menyebabkan musik klasik senantiasa selalu berubah selama berabad-abad. Sejak era Abad Pertengahan hingga saat ini varian musik klasik sangat luas dan senantiasa berkembang. Perkembangan musik klasik mulai dari penerapan sistem diatonik yang sederhana pada abad pertengahan hingga mencapai kompleksitasnya di akhir era Romantik. Bahkan sejak memasuki abad ke-20, sementara model sitem tonalitas diatonik yang merupakan warisan era Klasik abad ke-18 dan eksplorasi sistem tersebut sebagai warisan era Romantik era abad ke-19 hingga kini masih tetap diterapkan pada musik hiburan populer dan jazz,
    • Prelude 3 Bab I musik klasik telah meninggalkan sistem tersebut dan terus mengembangkan kreativitas dan inovasinya yang paling mutakhir. Banyak orang mengira kalau musik klasik senantiasa menggunakan media akustik. Aliran komposisi musik elektronik dalam musik klasik telah dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik analog di tahun 1950-an dan 1960-an. Para komposer bahkan tidak mengandalkan perkembangan teknologi melainkan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kreativitas mereka. Para pelopor aliran musik elektronik tersebut antara lain John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen. Beberapa komposer musik elektronik masa kini yang telah memberikan kontribusinya untuk pengembangan musik klasik aliran kontemporer ialah Ton de Leuw dari Belanda dan Jack Body dari New Zealand. Saat ini Indonesia sendiri memiliki beberapa komposer yang menaruh perhatian terhadap musik elektronik, di antaranya ialah Otto Shidarta dari Jakarta, dan Slamet Raharjo dari Yogyakarta. Istilah musik klasik umumnya lebih dikenal luas sebagai musik serius. Walaupun demikian, secara khusus dalam diskusi etnomusikologi, istilah musik klasik tidak hanya merujuk pada musik klasik Eropa saja, melainkan juga pada musik-musik di Asia dan Timur seperti misalnya musik klasik Persia, India, Tiongkok, dan lain-lain. Dalam lingkup musikologi, penggunaan kata ‘klasik’ bisa mengandung tiga makna. Yang pertama ialah berarti Musik Kuno, yaitu musik yang berkembang pada era Yunani Kuno (masa Antiquity). Pengertian yang kedua ialah musik pada era Klasik, yang didominasi oleh gaya Wina pada abad ke-18 dengan tiga tokoh komposer yang terkenal yaitu Haydn, Mozart, dan Beethoven. Ketiga, kata ‘klasik’ yang diterapkan pada musik klasik pada saat ini ialah sebagai musik seni (art music); yang pengertiannya berbeda dengan istilah seni musik atau musical arts. Yang dimaksud klasik dalam konteks ini ialah lawan dari musik hiburan. Secara khusus, di Indonesia ada istilah lagu seriosa untuk menamai musik vokal yang intinya mirip dengan musik klasik pada umumnya. Namun istilah tersebut umumnya lebih dipahami sebagai musik vokal tunggal. Walaupun demikian musik klasik yang menjadi pokok pembahasan dalam buku ini bukan hanya musik seriosa dalam pengertian musik vokal namun meliputi segala bentuk pertunjukan yang meliputi vokal dan instrumental.
    • Prelude 4 Bab 1 Pokok bahasan musik klasik sangat luas karena tidak melulu membicarakan fenomena musikal yang terjadi di sekitar saat ini tapi juga yang terjadi selama berabad-abad. Dengan demikian berbeda dengan musik non klasik yang didasarkan atas fenomena musikal yang terjadi saat ini atau masa kontemporer, dan tidak jauh dari sekitar abad ke-20. Tidaklah mengherankan jika secara kuantitatif musik klasik tidak hanya memiliki repertoar yang sangat luas namun juga literatur yang juga luas. Keluasan cakupan pembahasan musik klasik yang menyangkut waktu berabad-abad memungkinkannya untuk dilakukan pembahasan dengan pendektan sejarah, baik secara diakronis melalui pendekatan kronologis, yaitu dari tahun ke tahun secara bertahap, maupun secara sinkronis, yaitu mengkaitkannya dengan aspek-aspek terkait di sekitar periode yang dibahas. Guna memudahkan pemahaman terhadap musik klasik maka seseorang perlu memahami aspek-aspek sejarah musik klasik yang meliputi pengertian-pengertian dasar mengenai musik secara umum. Di antara berbagai aspek tersebut meliputi sejarah proses kelahiran sistem tonal berikut pengembangannya selama berad-abad hingga akhirnya digantikan oleh sistem musikal yang lain. Namun karena terbatasnya tempat maka buku ini tidak secara khusus membahas sejarah musik klasik. Sehubungan dengan itu aspek-aspek sejarah hanya disinggung secara singkat meliputi kronologi sejarah dan riwayat hidup beberapa komponis musik klasik. Termasuk ke dalam pembahasan material musik ialah dasar-dasar teori musik yang meliputi pemahaman berbagai aspek musikal. Landasan teori musik ini diarahkan untuk memahami bentuk- bentuk musik. • Bacaan untuk pendalaman: Sumaryo LE. 1978. Komponis, Pemain Musik dan Publik. Jakarta: Pustaka Jaya. Sylado, Remy. 1983. Menuju Apresiasi Musik. Bandung: Penerbit Angkasa.
    • Prelude 5 Bab I • Latihan-latihan (Jawablah dan diskusikanlah!): 1. Jelaskan pengertian Prelude dalam musik Klasik! 2. Secara umum musik yang ada di seluruh dunia dapat dikelompokkan menjadi berapa macam? Sebutkan masing- masing beserta contohnya! 3. Dalam konteks musik istilah ”klasik” memiliki tiga pengertian. Jelaskan masing-masing! 4. Bagaimana perbandingan keluasan jangkauan pembahasan musik klasik dan musik non klasik (populer)? 5. Menurut Anda, apakah yang dimaksud musik klasik itu?
    • BAB 2 BIDANG KEAHLIAN MUSIK KLASIK B idang keahlian seni musik klasik meliputi banyak hal namun secara umum dapat dikelompokkan ke dalam dua arus. Arus pertama berkaitan dengan kesenimanan musik dan arus kedua bidang keilmuan musik. Bidang kesenimanan dalam musik klasik meliputi Komposisi atau penciptaan musik dan pertunjukan musik. Bidang keahlian pertunjukan musik klasik di antaranya meliputi resitalis (penampil solo instrumen atau vokal), instrumen pengiring (biasanya piano), pemain orkestra, pemain ensambel, dan pemain musik kamar. Kondakting atau keahlian memimpin orkestra termasuk ke dalam bidang pertunjukan musik. Arus kedua yang membidangi keilmuan musik meliputi bidang musikologi (termasuk etnomusiko-logi) dan transfer keilmuan dan ketrampilan musik atau dikenal dengan pendidikan musik. Hingga kini, Indonesia telah mengelola pendidikan formal musik hingga ke tingkat perguruan tinggi. Di perguruan tinggi Indonesia, kini telah dikembangkan berbagai bidang baik bidang-bidang kesenimanan maupun keilmuan hingga tingkat Magister (S2). Sebagai contoh ialah program-program yang kini sedang dikembangkan oleh Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, dan Program Pasca Sarjana di Institut Seni Indonesia ialah bidang Musik Pertunjukan, Komposisi Musik, Musikologi, dan Musik Pendidikan. Walaupun tampaknya belum ada keselarasan yang menghubungkan sistem pendidikan musik di semua jenjang pendidikan baik umum maupun kejuruan, kini upaya-upaya tersebut tengah dilakukan oleh semua pihak yang terkait. Bidang kejuruan musik yang kini sedang menjadi perhatian pemerintah kita ialah industri orkestra. Sehubungan dengan itu program- program pendidikan sekolah kejuruan musik diarahkan agar dapat mendukung perkembangan industri tersebut. Walaupun demikian karena berbagai keterbatasan maka pendidikan ketrampilan instrumen orkestra belum dapat terlayani secara menyeluruh. Instrumen-instrumen dalam orkestra terbagi ke dalam kelompok- kelompok yaitu Tiup Kayu yang terdiri dari Flute, Oboe, Clarinet, dan Bassoon. Kecuali flute, produksi suara instrumen-instrumen tiup kayu
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 8 Bab 2 dihasilkan oleh getaran potongan kayu tipis yang ditempelkan pada ujung tempat meniup. Potongan kayu tersebut disebut reed. Ada yang menggunakan reed ganda seperti Oboe, dan ada juga yang menggunakan reed tunggal seperti saxophone. Tiup Logam yang terdiri dari Trompet, Horn, Tuba, dan Trombone, menghasilkan suara yang keras melalui suatu bulatan logam berlubang yang ditempelkan pada ujung tempat meniup. Logam ini disebut sebagai mouth piece. Instrumen Gesek yang terdiri dari Biola, Biola Alto, Cello, dan Contra Bass. Produksi suara kelompok instrumen ini dihasilkkan dengan cara menggesekkan tongkat berserabut yang disebut bow. Di samping itu instrumen-instrumen penunjang orkestra lainnya ialah piano, harpa, dan perkusi. Walaupun hingga kini orkestra diyakini sebagai suatu formasi standar dalam bisnis musik klasik yang menjanjikan, namun sesuai dengan Standar Komkompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) bidang studi Seni Musik Klasik untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), instrumen-instrumen orkestra yang akan dibahas hanya dibatasi pada pembahasan solfegio, sebuah instrumen gesek yaitu Cello, dan tiga buah instrumen tiup logam yaitu Trompet, Trombone dan Cornet. Buku teks pelajaran produktif ini didasarkan atas SK/KD kelompok bidang kejuruan dan program keahlian seni musik klasik pada Sekolah Menengah Kejuruan musik. Secara keseluruhan SK/KD bidang ini dapat dikelompokkan kepada pembahasan lima instrumen yaitu: (1) solfegio, (2) Instrumen Cello, (3) Instrumen Trombone, (4) Instrumen Soprano Cornet, (5) Instrumen Horn, dan (6) Trompet. SK program keahlian yang pertama ialah mengidentifikasi solfegio sementara KD-nya ialah menirukan, menuliskan, dan membaca: (1) interval, (2) akord, (3) ritme, (4) melodi. Dari SK kedua hingga keenam terpusat pada pelatihan instrumen Cello, dan dari SK ketujuh hingga kesebelas pada instrumen trombone. Sementara itu dari SK keduabelas hingga ketujubelas, masing-masing melibatkan tiga instrumen yaitu Soprano Cornet, Horn, dan Trompet. Selain SK/KD pertama, yaitu SK kedua hingga ketujuhbelas, tersusun dalam struktur dan kata kunci yang sama yaitu: “Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C” dan KD yang sama pula dengan kata kunci “memainkan” aspek-aspek teknik permainan instrumen seperti tangga nada, tangga nada kromatis, arpegio, dominan tujuh, diminis tujuh, dan primavista/lagu pendek.
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 9 Bab 2 Beberapa bagian dalam SK/KD program keahlian seni musik klasik untuk SMK menyulitkan penyusunan materi buku teks ini karena kalimat repetitif yang tidak jelas baik pada SK maupun KD. Secara sepintas isi SK seperti sama antara satu dengan yang lainnya, namun jika diteliti ternyata terdapat perbedaan-perbedaan yang tidak terlalu mudah dipahami. Kalimat “dalam daftar A, B, dan C” pada SK tidak spesifik dan masih bersifat abstrak karena tidak ada pernyataan kategori repertoar apakah yang terdapat pada daftar tersebut. Akan lebih spesifik dan kongkrit jika kualitas kategori tersebut disebutkan, misalnya: Barok, Klasik, dan Romantik; atau Etude, Polifonis, dan Modern. PROGRAM KEAHLIAN SENI MUSIK KLASIK 1. SK: Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (Tangga nada G, D, mayor [Satu Oktaf: naik turun] C mayor [dua oktaf naik turun]) instrumen cello KD: 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan primavista Kalimat di antara tanda kurung: “Kunci nada/ dalam kunci” (kompetensi 3-11) dan “tangga nada” (kompetensi 2, 12-17) tampaknya membatasi karakteristik kunci pada repertoar yang harus dimainkan dalam daftar yang dimaksud. Namun penjelasan tersebut juga membingungkan karena di dalamnya terdapat juga kalimat: “ tangga nada … satu oktaf naik turun” (lihat SK ke-2). Menguasai repertoar tidak bisa diartikan menguasai tangga nada. Seluruh KD untuk bidang keahlian ini hanya menyangkut aspek teknik, kecuali primavista. Primavista adalah kemampuan membaca repertoar sederhana secara spontan atau tanpa persiapan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah sight reading. Dengan demikian berbeda dengan latihan-latihan teknik yang meliputi tangga nada dan arpegio, kalimat yang lebih tepat untuk bagian prima vista ialah “melakukan” bukan “memainkan.”
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 10 Bab 2 SK/KD yang berkaitan dengan penguasaan Cello ialah sebagai berikut. PROGRAM KEAHLIAN SENI MUSIK KLASIK 2. SK: Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (Kunci nada: F, A, Bb mayor; D minor, C, G mayor) instrumen cello KD: 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan primavista 3. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (dalam kunci nada: A, Bb mayor; C, G minor; C, D, F, G mayor; D minor) instrumen cello KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan dominan tujuh 4) Memainkan primavista 4. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (dalam kunci nada: Es, F, G, A, Bb mayor; C, D, G minor) instrumen cello KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan akor dominan tujuh 5) Memainkan lagu pendek secara primavista 5. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (dalam kunci nada: Eb, F, A, Ab, Bb mayor; C, D. G, D minor) instrumen cello KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan akor dominan tujuh 5) Memainkan Diminis Tujuh 6) Memainkan primavista
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 11 Bab 2 SK/KD yang berkaitan dengan penguasaan Trombone adalah sebagai berikut: PROGRAM KEAHLIAN SENI MUSIK KLASIK 6. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (dalam Kunci Bass: Bb mayor; C minor; Kunci G: C mayor; D minor) instrumen Trombone KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan lagu pendek secara primavista 7. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (Kunci Bass: D, Eb mayor; D minor; Ab mayor; G minor; Kunci G: E, F mayor; E minor; Bb mayor; A minor) instrumen Trombone KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan lagu pendek secara primavista 8. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (Kunci Bass: Db mayor; E minor, Ab, Bb mayor; G minor; Kunci G: Eb mayor; F# minor, Bb, C mayor; A minor) instrumen Trombone KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan lagu pendek secara primavista 9. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (Kunci Bass: A mayor; C minor (interval keduabelas) F, F#, G mayor; F, G minor [dua oktaf]. Kunci G: B mayor; D minor [interval keduabelas], G, Ab mayor; G, A minor [dua oktaf]) instrumen Trombone KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 12 Bab 2 4) Memainkan lagu pendek secara primavista 10. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C (Kunci Bass: Bb, C mayor; Bb, C# minor [interval keduabelas], Ab mayor; F# minor [dua oktaf]. Kunci G: C, D mayor; C, Eb minor [interval keduabelas] F#, Bb mayor; G minor [dua oktaf]) instrumen Trombone KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan lagu pendek secara primavista SK/KD yang berkaitan dengan penguasaan Soprano Cornet, Horn, dan Trompet adalah sebagai berikut: PROGRAM KEAHLIAN SENI MUSIK KLASIK 11. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C, untuk Eb Soprano Cornet, dan menguasai pada daftar A dan B untuk Eb Horn (dalam tangga nada C mayor, A minor) instrumen trompet. KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan lagu pendek secara primavista 12. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C untuk Eb Soprano Cornet, dan menguasai pada daftar A dan B untuk Eb Horn (dalam tangga nada Bb, D mayor; A, D minor) instrumen trompet. KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan lagu pendek secara primavista 13. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C untuk Eb Soprano Cornet, dan menguasai pada
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 13 Bab 2 daftar A dan B untuk Eb Horn (dalam tangga nada Eb, E mayor; C, E minor; A mayor) instrumen trompet. KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan lagu pendek secara primavista 14. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C untuk Eb Soprano Cornet, dan menguasai pada daftar A dan B untuk Eb Horn (dalam tangga nada F mayor; F minor; Ab, Bb mayor; A, B minor) instrumen trompet. KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan tangga nada kromatik 3) Memainkan arpegio 4) Memainkan lagu pendek secara primavista 15. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C untuk Eb Soprano Cornet, dan menguasai pada daftar A dan B untuk Eb Horn (dalam tangga nada Bb, Db mayor; Bb, C# minor; G, Ab mayor; G minor) instrumen trompet. KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan tangga nada kromatik 4) Memainkan akor dominan tujuh 16. SK Menguasai repertoar dalam daftar A, B, dan C untuk Eb Soprano Cornet, dan menguasai pada daftar A dan B untuk Eb Horn (dalam tangga nada Bb, Db mayor; Bb, C# minor, G, Ab mayor; G minor) instrumen trompet. KD 1) Memainkan tangga nada 2) Memainkan arpegio 3) Memainkan tangga nada kromatik 4) Memainkan akor dominan tujuh
    • Bidang Keahlian Musik Klasik 14 Bab 2 • Bacaan untuk Pendalaman: Kodijat, Latifah. 1983. Istilah-istilah Musik. Jakarta: Penerbit Jambatan. • Latihan (Jawab dan diskusikan): 1. Bidang keahlian musik klasik meliputi apa saja? 2. Membuat atau menulis lagu termasuk bidang keahlian apa? 3. Kondakter termasuk ke dalam kelompok keahlian apa? 4. Apa yang kamu ketahui tentang ”resital” dalam konteks musik klasik? 5. Menurut apakah harpa termasuk instrumen orkestra? 6. Saxophone termasuk kelompok instrumen tiup kayu atau tiup logam? Jelaskan jawabanmu! 7. Apakah perbedaan ciri dari segi proses produksi suara kelompok tiup logam dan tiup kayu? 8. Trombone termasuk kategori instrumen bersuara rendah atau tinggi? 9. Menurutmu peranan melodi pokok dalam kelompok tiup logam dimainkan oleh instrumen apa? 10. Mengapa Flute digolongkan ke dalam kelompok tiup kayu sementara tidak menggunakan reed seperti instrumen tiup kayu yang lain?
    • BAB 3 PENGERTIAN MUSIK M usik pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang menggu- nakan bunyi sebagai media penciptaannya. Walaupun dari waktu ke waktu beraneka ragam bunyi, seperti klakson maupun mesin sepeda motor dan mobil, handphone, radio, televisi, tape recorder, dan sebagainya senantiasa mengerumuni kita, tidak semuanya dapat dianggap sebagai musik karena sebuah karya musik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut merupakan suatu sistem yang ditopang oleh berbagai komponen seperti melodi, harmoni, ritme, timbre (warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk. Sebelum lebih jauh membahas syarat-syarat tersebut berikut aspek-aspek lain yang terkait dengannya seperti sejarah musik, pencipta musik, karya- karya musik, dan berbagai formasi pertunjukan musik, bab ini akan terlebih dahulu meninjau beberapa definisi tentang musik, fungsi musik, dan jenis-jenis musik. 3.1. Pengertian Musik Walaupun banyak dari para ahli musik telah mencoba memberikan definisi tentang musik, namun hingga kini belum ada satupun yang diyakini merupakan satu-satunya pengertian yang paling lengkap. Tampaknya ada yang memahami musik sebagai kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengarannya. Di samping itu ada juga yang pemahamannya bertolak dari asumsi bahwa musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya. Walaupun demikian ada juga yang berbeda pandangan dari kedua model tersebut. Terlepas dari berbagai perbedaan, beberapa definisi berikut ini dapat membantu kita untuk memahami pengertian tentang musik. Dari penulis-penulis Indonesia di antaranya dapat dijumpai sejumlah definisi tentang musik. Jamalus (1988, 1) berpendapat bahwa musik adalah karya seni bunyi berbentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-
    • Pengertian Musik 16 Bab 3 unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Rina (2003, 9) setuju dengan pendapat bahwa musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian. Prier (1991, 9) sependapat degan Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama. Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik, sebagaimana dikutip oleh Ewen (1963, vii) ialah: “The science and art of the rhytmic combination of tones, vocal or instrumental, embracing melody and harmony for the expression of anything possible by this means, but chiefly emotional” ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional” Walaupun demikian selama berabad-abad para ahli menganggap definisi kamus tersebut kurang memuaskan. Sebagai alternatif, di antaranya ada yang memahami musik sebagai ”bahasa para dewa”; yang lain mengatakan bahwa: ”music begins where speech ends” (musik mulai ketika ucapan berhenti). Romain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian; bagi Sydney Smith musik ialah satu- satunya pesona termurah dan halal di muka bumi. Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya. Mendelssohn meyakini bahwa musik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup mengikutinya, dan Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya. Musik adalah logika bunyi yang tidak seperti sebuah buku teks atau sebuah pendapat. Ia merupakan suatu susunan vitalitas, suatu mimpi yang kaya akan bunyi, yang terorganisasi dan terkristalisasi. Sehubungan dengan itu Herbert Spencer, seorang filsuf dari Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang, sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai cara (Ewen 1963, vii-viii).
    • Pengertian Musik 17 Bab 3 Dari perspektif interpretasi atau penikmatannya, musik juga dapat dipahami sebagai bahasa karena ia memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan bahasa. Berkaitan dengan hal tersebut Machlis (1963, 4) memahami musik sebagai bahasa emosi-emosi yang tujuannya sama seperti bahasa pada umumnya, yaitu untuk mengkomunikasikan pemahaman. Sebagai bahasa musik juga memiliki tata bahasa, sintaksis, dan retorika, namun tentunya musik merupakan bahasa yang berbeda. Setiap kata-kata memiliki pengertian yang kongkrit, sementara nada- nada memiliki pengertian karena hubungannya dengan nada-nada yang lain. Kata-kata mengekspresikan ide-ide yang spesifik sedangkan musik menyugestikan pernyataan-pernyataan misterius dari pikiran atau perasaan. Dari beberapa pendapat di atas setidaknya dapat dipahami bahwa musik merupakan salah satu cabang seni pertunjukan seperti tari, drama, puisi, dan sebagainya. Sebagai sebuah karya seni, musik adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat komposisi jalinan nada atau melodi, baik dalam bentuk karya vokal maupun instrumental. Di samping itu musik adalah suatu karya seni yang tersusun atas kesatuan unsur-unsur seperti irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur, dan ekspresi. 3.2. Manfaat Musik Dari perspektif filsafat, musik diartikan sebagai bahasa nurani yang menghubungkan pemahaman dan pengertian antar manusia pada sudut- sudut ruang dan waktu, di mana pun kita berada. Oleh karena itu Nietzsche, seorang filsuf Jerman, meyakini bahwa musik tidak diragukan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan manusia. Sehubungan dengan itu ia mengatakan: quot;Without music, life would be an error.quot; Dalam kenyataannya musik memang memiliki fungsi atau peran yang sangat penting sehingga tidak satupun manusia yang bisa lepas dari keberadaan musik. 3.2.1. Musik Sebagai Hiburan Aristoteles, filsuf Yunani yang lahir di Stagira pada tahun 384 SM, mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan untuk mendamaikan hati yang gundah. Sehubungan dengan itu musik memiliki efek terapi
    • Pengertian Musik 18 Bab 3 yang rekreatif dan lebih jauh lagi dapat menumbuhkan jiwa patriotisme. Pandangan Aristoteles ini setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa dalam mengarungi bahtera kehidupannya, manusia tidak selalu menjumpai hal-hal yang menyenangkan. Suatu ketika ia bisa mengalami peristiwa yang menyedihkan, memilukan, atau bahkan menyakitkan, sedangkan di lain waktu, bisa juga mengalami peristiwa yang sungguh menyenangkan. Musik dapat mempengaruhi hidup seseorang, hanya dengan musik, suasana ruang batin seseorang dapat dipengaruhi. Entah apakah itu suasana bahagia ataupun sedih, bergantung pada pendengar itu sendiri. Jelasnya, musik dapat memberi semangat pada jiwa yang lelah, resah dan lesu. Apalagi bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, musik seakan-akan dapat menjadi kekuatan untuk menyemangati perjalanan cinta seseorang. Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya. Terkadang pada saat pikiran kita lagi risau, serba buntu, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan; dengan mendengarkan musik, segala pikiran bisa kembali segar. Hasilnya, kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda. Di samping itu sebagai hiburan, musik juga dapat menyembuhkan depresi, musik terbukti dapat menurunkan denyut jantung. Ini membantu menenangkan dan merang-sang bagian otak yang terkait ke aktivitas emosi dan tidur. Peneliti dari Science University of Tokyo menunjukkan bahwa musik dapat membantu menurunkan tingkat stres dan gelisah. Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik adalah cara terbaik untuk membantu mengatasi depresi. 3.2.2. Musik dan Terapi Kesehatan Musik dapat berfungsi sebagai alat terapi kesehatan. Ketika seseorang mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otaknya dapat diperlambat atau dipercepat dan pada saat yang sama kinerja sistem tubuh pun mengalami perubahan. Bahkan, musik mampu mengatur hormon-hormon yang mempengaruhi stres seseorang, serta mampu meningkatkan daya ingat. Musik dan kesehatan memiliki kaitan
    • Pengertian Musik 19 Bab 3 erat, dan tidak diragukan bahwa dengan mendengarkan musik kesukaannya seseorang akan mampu terbawa ke dalam suasana hati yang baik dalam waktu singkat. Musik juga memiliki kekuatan memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah sesuai dengan frekuensi, tempo, dan volumenya. Makin lambat tempo musik, denyut jantung semakin lambat dan tekanan darah menurun. Akhirnya, pendengar pun terbawa dalam suasana santai, baik itu pada pikiran maupun tubuh. Oleh karena itu, sejumlah rumah sakit di luar negeri mulai menerapkan terapi musik pada pasiennya yang mengalami rawat inap. Musik dapat menyembuhkan sakit punggung kronis, ia bekerja pada sistem syaraf otonom yaitu bagian sistem syaraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung, dan fungsi otak—yang mengontrol perasaan dan emosi. Menurut penelitian, kedua sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik. Ketika kita merasa sakit, kita menjadi takut, frustasi dan marah yang membuat kita menegangkan ratusan otot dalam punggung. Mendengarkan musik secara teratur membantu tubuh santai secara fisik dan mental sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah sakit punggung. Para ahli yakin setiap jenis musik klasik seperti Mozart atau Beethoven dapat membantu sakit otot. Fungsi kesehatan lain ialah untuk membantu kelahiran. Dengan memperdengarkan musik, ibu hamil akan terbantu dalam menghadapi rasa sakit saat melahirkan. Bentuk ekspresi melalui musik dapat menyembuhkan sakit dalam tubuh dan membantu otot menjadi relaks. Dokter menganjurkan jenis musik klasik atau musik masa kini tetapi mendengarkan musik pilihan sendiri juga baik. Telah terbukti bahwa musik juga sangat membantu anak sebelum menjalani operasi. Mendengarkan musik bagi anak yang tengah menunggu operasi dapat membantu menyembuhkan ketakutan dan gelisah karena musik membantu menenangkan ketegangan otot. Meskipun tidak ada musik khusus, musik-musik yang akrab bagi anak- anak jelas yang terbaik.
    • Pengertian Musik 20 Bab 3 3.2.3. Musik dan Kecerdasan Musik memiliki pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan manusia. Salah satu istilah untuk sebuah efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan intelegensia seseorang, yaitu Efek Mendengarkan Musik Mozart. Hal ini sudah terbukti, ketika seorang ibu yang sedang hamil duduk tenang, seakan terbuai alunan musik tadi yang juga ia perdengarkan di perutnya. Hal ini dimaksudkan agar kelak si bayi akan memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik. Dengan cara tertentu, otak pun akan distimulasi untuk “belajar” segala sesuatu lewat nada-nada musik. Selain itu, musik-musik yang berirama klasik adalah jenis musik yang dianjurkan banyak pakar buat ibu hamil dan si bayi, yaitu bisa mencerdaskan bayi dan juga bisa memberi ketenangan buat ibu yang sedang hamil. Sehubungan dengan itu, musik mampu mencegah kehilangan daya ingat. Bagi banyak orang yang mengalami kehilangan daya ingat dimana berbicara dengan bahasa menjadi tidak berguna, musik dapat membantu pasien mengingat nada atau lagu dan berkomunikasi dengan sejarah mereka. Ini karena bagian otak yang memproses musik terletak di sebelah memori. Para peneliti menunjukkan bahwa orang dengan kehilangan daya ingat merespon lebih baik terhadap jenis musik pilihannya. 3.2.4. Musik dan Kepribadian Musik diyakini dapat meningkatkan motivasi seseorang. Bagi orang yang berolahraga musik dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan olahraga yang lebih baik. Untuk selanjutnya pada saat berolahraga musik membantu olahragawan untuk meningkatkan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan olahragawan dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga. Jenis musik terbaik untuk olah raga adalah musik dengan tempo cepat seperti hip-hop atau musik dansa.
    • Pengertian Musik 21 Bab 3 Motivasi adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan perasaan dan suasana hati tertentu. Apabila ada motivasi, semangat pun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi terbelenggu, maka semangat pun menjadi luruh, lemas, tak ada tenaga untuk beraktivitas. Coba saja diingat saat upacara bendera setiap Senin pagi yang di dalam upacara tersebut kita diwajibkan menyanyikan lagu wajib nasional itu, semata-mata kan hanya untuk menimbulkan motivasi mencintai negeri, mengenang jasa pahlawan, dan memberi semangat baru pada pesertanya. Hal ini seharusnya berlaku juga pada irama mars yang merupakan irama untuk mengobarkan semangat perjuangan. Perkembangan kepribadian seseorang juga dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh jenis musik yang didengar. Sewaktu kecil kita suka mendengarkan lagu-lagu anak, setelah dewasa kita pun akan memilih sendiri jenis musik yang kita sukai. Pemilihan jenis musik yang disukai bisa dibilang membantu kita untuk memberikan nuansa hidup yang kita butuhkan. 3.3. Fungsi Musik dalam Masyarakat Sebagai bagian dari kesenian yang merupakan salah satu dari tujuh unsur kebudayaan universal, musik memiliki fungsi sosial yang secara universal umumnya dapat ditemukan di setiap kebudayaan suku bangsa manapun di seluruh dunia. 3.3.1. Fungsi Ekspresi Emosional Pada berbagai kebudayaan, musik memiliki fungsi sebagai kendaraan dalam mengekspresikan ide-ide dan emosi. Di Barat musik digunakan untuk menstimulasi perilaku sehingga dalam masyarakat mereka ada lagu-lagu untuk menghadirkan ketenangan. Para pencipta musik dari waktu ke waktu telah menunjukkan kebebasannya mengungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada-nada sesuai dengan suasana hatinya.
    • Pengertian Musik 22 Bab 3 3.3.2. Fungsi Penikmatan Estetis Pada dasarnya setiap orang telah dikaruniai oleh Tuhan dengan berbagai kemampuan belajar (ability to learn) dan bakat (talent) tentang apa saja. Selain bisa belajar dari lingkungan alam dan sosialnya, orang juga bisa belajar dari pengalamannya sendiri. Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan berbeda-beda dalam hal mencerap atau memahami keindahan tentang apa saja termasuk pula keindahan musik. Untuk menikmati rasa indah (estetis), maka orang perlu belajar dengan cara membiasakan diri mendengarkan musik-musik kesukaan- nya sendiri. Kemudian ia bisa mulai mencoba mendengarkan musik- musik jenis lain yang baru didengarnya dan kemudian akan menyukainya. Setiap jenis musik memiliki keunikan melodis, ritmis, dan harmonis; maupun terkait dengan komposisi dan instrumentasinya. 3.3.3. Fungsi Hiburan Hiburan (entertainment) adalah suatu kegiatan yang menyenangkan hati bagi seseorang atau publik. Musik sebagai salah-satu cabang seni juga memiliki fungsi menyenangkan hati, membuat rasa puas akan irama, bahasa melodi, atau keteraturan dari harmoninya. Seseorang bisa saja tidak memahami teks musik, tetapi ia cukup terpuaskan atau terhibur hatinya dengan pola-pola melodi, atau pola-pola ritme dalam irama musik tertentu. Jika para penikmat musik klasik sangat senang dengan kompleksitas bangun musik dan orkestrasinya, maka pencinta musik pop lebih terhibur dengan teks syair, melodi yang menyentuh kalbu, atraksi panggung, atau bahkan hanya popularitas penyanyinya saja. Kini musik bahkan ditengarai lebih berfungsi hiburan karena industri musik berkembang dengan sangat cepat. 3.3.4. Fungsi Komunikasi Musik sudah sejak dahulu digunakan untuk alat komunikasi baik dalam keadaan damai maupun perang. Komunikasi bunyi yang menggunakan sangkakala (sejenis trumpet), trumpet kerang juga digunakan dalam suku-suku bangsa pesisir pantai, kentongan juga
    • Pengertian Musik 23 Bab 3 digunakan sebagai alat komunikasi keamanan di Jawa, dan teriakan- teriakan pun dikenal dalam suku-suku asli yang hidup baik di pegunungan maupun di hutan-hutan. Bunyi-bunyi yang teratur, berpola-pola ritmik, dan menggunakan alur-alur melodi, menandakan adanya fungsi komunikasi dalam musik. Komunikasi elektronik yang menggunakan telepon semakin hari semakin banyak menggunakan bunyi-bunyi musikal. 3.3.5. Fungsi Representasi Simbolik Dalam berbagai budaya bangsa, suku-suku, atau daerah-daerah yang masih mempertahankan tradisi nenek-moyang mereka; musik digunakan sebagai sarana mewujudkan simbol-simbol dari nilai-nilai tradisi dan budaya setempat. Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik baik secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacara- upacara. 3.3.6. Fungsi Respon Sosial Para pencipta lagu nasional Indonesia sangat peka terhadap adanya kondisi sosial, tingkat kesejahteraan rakyat, dan kegelisahan masyarakat. Mereka menciptakan lagu-lagu populer yang menggunakan syair-syair menyentuh perhatian publik seperti yang dilakukan oleh Bimbo, Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Harry Roesli, Gombloh, Ully Sigar Rusady, dan masih banyak lagi. Pada umumnya para pencipta lagu itu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras terutama ditujukan kepada pemerintah. Para pengamen jalanan juga tak kalah seru mengumandangkan lagu-lagu protes sosialnya, misalnya lagu yang bertema PNS, penderitaan anak jalanan, generasi muda yang tanpa arah, dan lain sebagainya. 3.3.7. Fungsi Pendidikan Norma Sosial Musik banyak pula digunakan sebagai media untuk mengajarkan norma-norma, aturan-aturan yang sekalipun tidak tertulis namun
    • Pengertian Musik 24 Bab 3 berlaku di tengah masyarakat. Para pencipta lagu anak seperti Bu Kasur, Pak Kasur, Pak Daljono, AT Mahmud, Ibu Sud — semua berupaya mengajarkan anak-anak berperilaku sopan, halus, hormat kepada orangtua, cinta keindahan, sayangi tanaman dan binatang, patuh pada guru, dan lain sebagainya. Keindahan alam, kesejahteraan sosial, kenyamanan hidup, dan semua norma-norma kehidupan bermasyarakat telah mendapatkan perhatian yang sangat penting dari para pencipta lagu tersebut. 3.3.8. Fungsi Pelestari Kebudayaan Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena tema-tema dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas. Syair-syair lagu sering juga berasal dari pantun-pantun yang biasa dilantunkan oleh masyarakat adat dan daerah-daerah di Indonesia. Budaya Minangkabau dapat dipertahankan keberadaannya dengan berbagai cara, tetapi musik Minang sangat jelas karakteristiknya yang mudah mewakili daya tarik terhadap tempat berkembangnya budaya itu ialah Propinsi Sumatera Barat dan sekitarnya. Lagu-lagu Jawa, mulai dari yang klasik hingga kini yang berwarna populer seperti musik campursari, digemari masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melengkapi musik kroncong yang lebih dahulu berkembang. Ada budaya Jawa yang dilestarikan melalui syair-syair berbasa Jawa, melodi-melodi yang bernuansa Jawa dari karawitan. Demikian pula dengan musik Sunda dan sekitarnya di Propinsi Jawa Barat, memiliki rasa yang sangat khas adalah bagian dari upacara-upacara sosial dan keagamaan masyarakatnya. Dengan demikian jelas bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dan terutama musiknya seperti termasuk yang paling dikenal dunia seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. 3.3.9. Fungsi Pemersatu Bangsa Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (national anthem) yang mewakili citarasa estetik, semangat kebangsa-an, dan watak dari budaya
    • Pengertian Musik 25 Bab 3 masing-masing. Lagu kebangsa-an Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman adalah lagu atau musik yang diciptakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang mendiami daerah-daerah di wilayah Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil. Keaneka-ragaman budaya yang sangat banyak jumlahnya harus dirangkum dalam satu kesatuan budaya nasional tanpa meninggalkan budaya-budaya lokal. Dalam kesatuan tanah-air, bangsa, dan bahasa; Indonesia diperke-nalkan kepada dunia melalui Indonesia Raya. Tetapi, lagu-lagu nasional Indonesia juga tidak sedikit yang bisa berfungsi sebagai pemersatu bangsa sekalipun bukan sebagai lagu kebangsaan, contohnya antara lain Berkibarlah Benderaku, Bangun Pemudi-Pemuda, Bagimu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia Pusaka, Hari Merdeka, Rayuan Pulau Kelapa, Mars Pancasila, Halo-Halo Bandung, dan Syukur. 3.3.10. Fungsi Promosi Dagang Musik yang dikreasi untuk kepentingan promosi dagang kini banyak berkembang seiring dengan laju pertumbuhan iklan yang disiarkan melalui radio-radio siaran dan televisi-televisi swasta terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Musik-musik iklan bisa saja dirancang oleh penciptanya secara baru, tetapi juga ada yang berbentuk penggalan lagu yang sudah ada, sudah populer, dan digemari segmen pasar yang dituju. 3.4. Musik Klasik dan Proses Sosial Di atas telah disinggung berbagai pemahaman musik serta fungainya sehingga dapat kita maklumi bahwa musik memiliki manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia pada umumnya dan pada kebudayaan tertentu khususnya. Keberadaan musik pada suatu kebudayaan adalah suatu yang wajar karena ia adalah bagian dari kesenian yang merupakan salah satu dari ciri kebudayaan universal. Manfaat dan fungsi musik sebagaimana yang telah diuraikan di atas mengandung pengertian atau definisi bahwa musik ialah proses
    • Pengertian Musik 26 Bab 3 sosial. Walaupun musik klasik termasuk ke dalam kategori musik seni yang mengutamakan segi estetik dan artistik namun dalam beberapa kesempatan secara insidental juga digunakan sebagai proses sosial. Jenis musik klasik yang digunakan dalam proses sosial seperti misalnya, resepsi perkawinan, pengangkatan jabatan, perayaan-perayaan, dan sebagainya, biasanya dipilih yang ringan atau bersifat menghibur. 3.5. Musik Klasik dan Ekspresi Artistik Walaupun sama-sama memiliki fungsi menghibur, perbedaan musik klasik dengan jenis-jenis musik hiburan lainnya adalah: Sementara musik hiburan melayani kebutuhan pelepas lelah maka musik klasik melayani rasa haus estetik dan artistik yang lebih tinggi. Pada musik hiburan audiens cenderung dilayani sehingga tidak perlu repot-repot mencurahkan perhatiannya. Dengan kata lain audiens cenderung bersikap pasif. Pada musik klasik audiens tidak semata-mata dilayani tapi juga disediakan spasi yang lebih luas untuk mencari sudut-sudut kenikmatan dalam suatu karya musik. Sehubungan dengan itu musik hiburan biasanya sederhana sedangkan kekuatannya terletak pada lirik yang didukung oleh melodi sederhana yang logis. Dari segi sitem musikal sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan di antara musik hiburan dengan musik klasik diatonis; misalnya di antara lagi Ebied G. Ade dan sonata W.A. Mozart. Namun pengolahannya yang mendalam pada musik klasik sehingga mampu mewadahi tidak hanya semata-mata ekspresi estetis namun juga artistik. Audiens musik klasik tidak melulu membutuhkan hiburan tapi secara aktif membutuhkan kenikmatan estetis dan artistik. • Bacaan untuk Pendalaman: Ewen, David. 1963. “Introduction: Music – The Heavenly Maid” dalam The Home Book of Musical Knowledge. New Jersey: Prentice Hall, Inc., hal. vii-viii. Sylado, Remy. 1983. Menuju Apresiasi Musik. Bandung: Penerbit Angkasa.
    • Pengertian Musik 27 Bab 3 • Latihan (Jawab dan diskusikan): 1. Menurutmu apakah pengertian “Musik”? 2. Apakah “musik” memiliki pengertian yang universal? 3. Jelaskan apa manfaat umum musik bagi kehidupan manusia! 4. Sebutkan tiga contoh fungsi musik! 5. Jelaskan apa kemiripan musik dengan bahasa! 6. Jelaskan apa perbedaan di antara musik klasik dan musik hiburan! Apa kontribusi musik dalam pendidikan anak?
    • BAB 4 ELEMEN-ELEMEN DASAR MUSIK P ada bab ini kita akan mempelajari elemen-elemen dasar pembentuk musik. Sebagaimana halnya produk-produk manusia yang lain seperti kendaraan bermotor, gedung, senjata, dan apapun yang terdapat di dunia ini, bahkan termasuk manusia sendiri yang merupakan ciptaan Tuhan, maka musik pun tersusun dari unsur-unsur yang membentuk keberadaannya. Jika dibandingkan dengan manusia hidup maka musik juga memiliki jiwa, jantung, pikiran, dan kerangka. Jiwa musik terdapat pada melodi, jantung atau denyut jantungnya adalah ritme, pikiriannya adakah harmoni dan kontrapung, dan kerangkanya ialah bentuk. Beberapa komponen pembentuk musik tersebut tersusun dari bahan-bahan pembentuk unsur-unsur tersebut yang akan dibahas dalam bab ini. 4.1. Bunyi dan Nada Bunyi dan nada dipelajari dalam mata pelajaran iImu akustika musik. Biasanya ilmu akustika dipelajari sebagai landasan dalam memahami produksi bunyi berbagai instrumen musik. Secara akustik, bunyi dihasilkan oleh getaran. Sebagai contoh ialah fenomena produksi suara yang dihasilkan dengan jalan menggesekkan alat penggesek (bow) pada dawai-dawai biola. Contoh lain ialah petikan pada dawai-dawai gitar. Perlu dicatat bahwa bunyi bukan vibrasi melainkan efek yang dihasilkan vibrasi. Secara sederhana bunyi adalah sensasi otak. Bunyi yang diproduksi alat musik maupun apa saja, menyebar ke segala arah. Beberapa di antaranya ditangkap oleh telinga kemudian dikirim ke otak. Otak kemudian menerjemahkan pesan-pesan tersebut sebagai bunyi. Nada memiliki tingkat ketinggian yang berbeda-beda. Tingkat ketinggian bunyi maupun nada yang dalam istilah internasional disebut pitch (bahasa Inggris) ditentukan oleh kecepatan getar atau biasa disebut frekuensi. Getaran yang teratur pada jumlah tertentu dalam setiap detiknya menghasilkan nada-nada musikal yang membedakan dari
    • Elemen-elemen Dasar Musik 30 Bab 4 bunyi yang diproduksi untuk tujuan lain. Semakin tinggi kecepatan getaran maka semakin tinggi pula tingkat ketinggian suatu bunyi atau nada. Sebuah nada dengan jumlah getaran tertentu akan menjadi satu oktaf lebih tinggi jika jumlah getarannya dilipat gandakan. Misalnya nada C tengah yang memiliki 256 getaran per detik, maka nada oktafnya, yaitu C berikutnya, akan memiliki 512 getaran per detik. 4.2. Melodi Melodi yang setiap hari didengar oleh setiap pecinta musik klasik tersusun dari tangga nada diatonis. Dia, dari bahasa Latin, berarti tujuh, dan tonis dari kata tonic yang berarti nada. Jika ditambahkan satu nada lagi sebagai pengulangan nada pertama maka seluruhnya terdiri dari delapan nada. Penyebutan nada-nada musikal menggunakan tujuh abjad pertama yaitu A, B, C, D, E, F, dan G. Walaupun demikian tangga nada mayor yang paling mendasar mulai dari nada C sebagai nada yang terrendah dan dilanjutkan dengan D, E, F, G, A, B, hingga yang tertinggi sebagai kelipatan nada perama yaitu C, disebut sebagai oktaf. Ilustrasi 4.1.: Susunan Tangga Nada Mayor Selama berabad-abad komposer menyusun serta menyusun ulang susunan kedelapan nada tersebut ke dalam berbagai lagu baru. Susunan kedelapan nada tersebut memiliki setidaknya dua pola yang disebut Mayor dan Minor. Tangga nada mayor memiliki jarak setenga (semi tone) di antara nada ketiga dan keempat, dan di antara nada ketujuh dan kedelapan, sementara di antara nada-nada selain urutan tersebut berjarak penuh (tone) tersebut. Ilustrasi 4.2.: Susunan tangga nada Minor Asli dari “A”.
    • Elemen-elemen Dasar Musik 31 Bab 4 Tangga nada minor memiliki jarak setengah nada di antara nada kedua dan ketiga, dan di antara nada kelima dan keenam. Susunan pola Minor tersebut dikenal sebagai tangga nada Minor Asli atau Natural. Sebenarnya terdapat dua variasi tangga nada Minor namun akan dibahas secara khusus pada bab yang lainnya. Dengan pola tersebut maka tangga nada diatonis dapat dikembangkan hingga 48 tangga nada mayor dan minor. Di samping susunan Mayor dan Minor, terdapat juga susunan lain yang pada saat ini jarang digunakan dan kurang dikenal. Di antaranya ialah tangga nada modus-modus gereja, tangga nada berjarak penuh (whole-tone) yang digunakan oleh Debussy, dan tangga nada pentatonik (lima nada) yang banyak digunakan di wilayah Asia. Di samping itu terdapat juga pola yang dikembangkan dari sistem diatonis yaitu tangga nada kromatis yang berjarak setengah (semi tone) dari satu nada ke nada yang lainnya. 4.3. Ritme dan Tempo Ritme dan tempo dapat diibaratkan jantung dari musik. Damrosch (dikutip oleh Ewen 1954:4) mengibaratkan Tempo sebagai polisi yang mengatur kelancaran lalulintas sedangkan kelancaran lalulintasnya ialah ritme. Tempo ialah ketentuan tingkat kecepatan atau cepat-lambatnya suatu lagu harus dibawakan. Petunjuk tempo biasanya tertulis di kiri atas halaman pertama sebuah komposisi musik. Petunjuk tersebut umumnya menggunakan bahasa Italia seperti misalnya: Andante, Allegro, largo, Presto, dan sebagainya. Ilustrasi 4.3.: Contoh letak petunjuk tempo (Allegro Vivace) dan tanda irama 2/4 pada Sonata Beethoven (Serie 16; Np. 139)
    • Elemen-elemen Dasar Musik 32 Bab 4 Ritme ialah pengaturan panjang pendeknya dan bertekanan atau tidaknya nada-nada, menurut pola yang berulang-ulang. Dengan demikian dapat juga dikatakan bahwa ritme ialah melodi dari sebuah nada tunggal (monotone). Secara umum ritme ialah denyut jantung sebuah karya musik yang tanpanya musik tidak dapat hidup atau bernafas. Pada setiap karya musik terdapat Tanda Birama. Istilah ini berasal dari istilah bahasa Inggris, time signature. Walaupun demikian di negara kita sering juga disebut dengan istilah lain seperti Tanda Sukat. Tanda ini ditulis dalam bentuk pembagian angka yang menunjukan jumlah tekanan dalam setiap birama, yaitu ruas-ruas yang membatasi pengulangan-pengulangan pola ritme (akan dijelkaskan pada bab yang lain). Ilustrasi 4.4.: Irama “common time” ditandai dengan tanda “C” pada permulaan lagu untuk solo gitar. Gambar di atas ialah contoh transkripsi permainan solo gitar ke dalam dua sistem notasi yaitu Not Balok dan Tablatur sehingga gitaris bisa memilih salah satu di antaranya. Sebagaimana tampak pada gambar tersebut, Jenis irama yang paling sering dijumpai ialah “common time”, yaitu istilah lain dari irama 4/4. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa dengan irama ini akan terdapat empat nada seperempat dalam setiap bar. Walaupun demikian sebenarnya kita dapat menggantikan nada-nada seperempat tersebut dengan nada-nada lain seperti nada setengah, seperdelapan, dsb. Secara khusus 4/4 berarti empat ketukan tiap birama. Irama Waltz (3/4) memiliki tiga ketukan tiap birama, sedangkan irama Mars (2/4) memiliki dua ketukan. Tanda irama juga
    • Elemen-elemen Dasar Musik 33 Bab 4 menggunakan satuan nada-nada seper-delapan seperti misalnya 3/8, 6/8, dan 12/8) 4.4. Harmoni dan Kontrapung Dapat dikatakan bahwa harmoni dan kontrapung ialah otak atau pikiran dari musik. Harmoni ialah ilmu mengkombinasikan nada-nada ke dalam suatu akor yang biasanya terdiri dari susunan tiga atau empat nada. Akor terdiri dari tiga nada yang dipisahkan oleh dua buah interval tiga (Terts) disebut Trisuara atau triad. Jika sebuah Trisuara dibangun di atas nada pertama maka disebut trisuara Tonika. Trisuara yang memiliki empat nada disebut Akor Tujuh. Akor ini biasanya dibangun di atas nada kelima (Dominan). Sebuah trinada disusun dengan menggunakan interval Terts. Misalnya jika dibangun di atas nada C maka susunannya ialah C, E, G. Jika ditambahkan satu interval lagi di aasnya, yaitu C, E, G, B, maka tersusun Akor Tujuh. Susunan dasar tersebut dapat divariasi dengan memindahkan nada terrendah ke/ menjadi nada teratas (E, G, C); susunan seperti ini disebut pembalikan pertama. Jika kita kemudian memindahkan nada terrendah dari susunan pembalikan pertama yaitu E, menjadi nada teratas (dalam hal ini G menjadi yang terrendah), maka susunan ini disebut pembalikan kedua. Pada susunan pembalikan pertama terbentuk interval sekt (keenam) di antara nada pertama dan ketiga sehingga biasa disebut sebagai akor 6/3. Sementara itu pada susunan pembalikan kedua terdapat interval empat (kwart) di antara nada pertama dan kedua sehingga susunan ini biasa juga disebut sebagai akor 6/4. Dalam karya piano sering kita jumpai permainan melodi oleh tangan kanan dan permainan harmoni pada tangan kiri. Jika hanya dimainkan melodinya saja maka akan secara musikal terasa kosong, kurang dalam, kaya, dan juga lemah dalam warna suara. Harmoni akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan akord dan arpegio pada bab ke-9. Di samping susunan harmoni terdapat juga susunan kontrapung. Dalam suatu harmoni terdapat melodi tunggal dengan iringan harmoni sedangkan dalam harmoni terdapat beberapa melodi yang berjalan secara simultan dengan suatu efek harmonis yang tidak bertabrakan. Walaupun
    • Elemen-elemen Dasar Musik 34 Bab 4 demikian, dengan menggunakan teknik Imitasi, efek kontrapung dapat juga dihadirkan hanya dengan menggunakan satu alur melodi saja. Kontrapung dapat didefinisikan sebagai seni mengkombinasikan melodi. Dalam konteks yang lebih luas kita dapat membedakan antara gaya homofoni denga kontrapungtis. Gaya homofonik pada dasarnya bersifat akor (chordal) yang umumnya tampak pada berbagai lagu himne sebagai contoh bentuk yang paling sederhana. Pada model tersebut lagu diringi oleh akor-akor dasar atau sederhana. Di samping itu juga biasa terdapat pada grekan-gerakan satabande pada suite abad ke-18. Dalam penulisan kontrapung juga terdapat basis logika akor, tapi bagian-bagian suaranya memiliki alur melodi yang berdiri sendiri. Sebagai contoh yang sederhana ialah kontrapung pada karya-karya Two-part Invention Bach. Alur melodi suara basnya sama menariknya dengan melodi pada suara atas. Demikian pula pada karya-karya Gigue dari French Suite No. 5 Bach, yang menerapkan kontrapung tiga suara yang berjalan bersama. Penulis kontrapung yang terkenal di antaranya ialah Bach dan Handel. Walaupun Bach kadang-kadang mencoba menggunakan konsep homofonis namun kesan kontrapungnya tetap tidak bisa hilang. Gaya kontrapung juga seringkali menerapkan teknik-teknik imitasi, bahkan ada yang secara berlebihan mengatakan bahwa imitasi adalah darah kehidupan kontrapung. Dalam kenyataanya imitasi adalah teknik yang jauh lebih ringan dari yang diperkirakan banyak orang. Teknik kontrapung banyak diterapkan dalam karya-karya solo instrumental, khususnya piano. Walaupun demikian terdapat juga untuk karya-karya solo gitar, dan bahkan untuk solo instrumen gesek seperti biola dan cello. Contoh kontrapung tiga suara di bawah ini dikutip dari Prelude, Fugue, and Allegro BWV 998, untuk keyboard karya J.S. Bach. Ilustrasi 4.5: .”Fugue” dari Prelude, Fugue, and Allegro, BWV 998 (J.S. Bach)
    • Elemen-elemen Dasar Musik 35 Bab 4 Walaupun pada dasarnya kontrapung ialah paling tidak terjadi dari perpaduan dua melodi, namun efek kontrapung juga bisa diterapkan pada alur melodi tunggal, yaitu dengan teknik imitasi. Model kontrapunf seperti ini dapat dijumpai pada karya-karya Bach, baik untuk permainan biola maupun cello tanpa iringan. Berikut ini ialah Prelude dari Cello Suite No. 1 dalam C mayor, yang telah ditranskrip untuk notasi gitar dalam D mayor. Ilustrasi 4.6.: ”Prelude” dari Cello Suite No. 1 (J.S. Bach) Contoh di atas menunjukkan beberapa teknik untuk menimbulkan kesan kontrapung pada melodi tunggal. Walaupun hanya satu alur melodi tunggal dengan teknik-teknik imitatif dapat menimbulkan kesan kontrapung. Pada baris pertama setidaknya tersirat adanya dua alur melodi. Melodi pertama (suara atas) dalam nada-nada seperenambelas (semi quaver) sedangkan alur melodi kedua tersusun dari skala D mayor menurun, mulai dari dominan (lihat nada-nada yang dilingkari). Untuk baris kedua (dari birama 31) walaupun dalam kenyataannya tertulis dalam semi quaver tersirat adanya kesan melodi dalam nada-nada quaver pada alur suara kedua yang diiringi nada-nada monoton pada alur suara pertama. 4.5. Bentuk Musik Jika tubuh manusia memiliki kerangka, maka demikian pula dengan musik. Kerangka tubuh suatu karya musikal ialah bentuk. Para
    • Elemen-elemen Dasar Musik 36 Bab 4 komponis tidak menulis karyanya begitu saja atau menumpahkan aliran ide-ide dan bunyi-bunyian secara sporadis tanpa batasan-batasan. Mereka tentu saja menggunakan disiplin yang mapan mengenai pola- pola struktural. Simfoni, Konserto, Oratorio, dan Sonata adalah bentuk- bentuk musik yang lebih besar atau luas dibandingkan dengan bentuk- bentuk lain yang lebih pendek dan kecil seperti: Bentuk Lagu, Minuet, Rondo dan Scherzo. Pola struktural dalam bentuk-bentuk inilah yang dijadikan wadah bagi komposer untuk menumpahkan ide-ide komposisinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengetahuan tentang bentuk musik merupakan peta topografi para komponis yang tentu saja bermanfaat juga bagi audiens dalam memahami isi musik klasik dalam rangka mencapai penikmatan yang maksimal. • Bacaan untuk Pendalaman: Ewen, David. 1963. “The ABC of Music” dalam The Home Book of Musical Knowledge. New Jersey: Prentice Hall, Inc., hal. 3-6. Jones, Goerge Thaddeus.1974.Music Theory.London:Barnes & Noble Books. • Latihan-latihan : 1. Menurutmu apa perbedaan di antara “bunyi” dan “nada”? 2. Sebutkan empat elemen dasar musik! 3. Jelaskan perbedaan konstruksi di antara tangga nada Mayor dan Minor! 4. Ada berapa variasi tangga nada Minor? Sebutkan masing- masing! 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Tempo” dan “Ritme”! 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tanda irama? Berikan contohnya! 7. Apa yang dimaksud “common time”?
    • Elemen-elemen Dasar Musik 37 Bab 4 8. Apakah yang disebut dengan “Trisuara”? 9. Apakah yang dimaksud dengan harmoni? 10. Apakah yang dimaksud dengan kontrapung? 11. Apakah perbedaan yang mendasar di antara kontrapung dan harmoni?
    • BAB 5 NILAI NADA DAN TANDA ISTIRAHAT H ingga kini kita mengenal beberapa sistem notasi yang digunakan dalam permainan musik seperti notasi angka, tablatur dan notasi balok. Notasi angka digunakan untuk menyanyikan laval solfegio, yaitu nada-nada dalam tangga nada seperti: do, re, mi, fa, sol, la, si, dan do. Notasi tablatur digunakan untuk penulisan lagu-lagu instrumen petik seperti gitar dan bass. Notasi balok digunakan untuk penulisan musik semua instrumen termasuk vokal. Notasi ini menunjukkan aspek-aspek tinggi rendah maupun panjang pendeknya nada secara eksak. 5.1. Bentuk Nada Nada butir-butir berbentuk lonjong. Butir-butir nada mberbentuk emiliki berbagai model yang pararel dengan bentuk- bentuk tanda istirahat. Butir nada adalah tanda agar nada dibunyikan dalam durasi tertentu sementara tanda istirahat menunjukkan bahwa pemain tidak boleh membunyikan apapun selama waktu tertentu. Sementara tanda istirahat memiliki bentuk yang bervariasi, bentuk nada mengacu pada dan dikembangkan dari butir nada yang kosong, kemudian bentuk solid dan diberi bendera. Dengan demikian secara umum notasi balok terdiri dari tiga unsur yaitu: (1) Kepala nada yang berbentuk lonjong menyamping ke kanan dan agak naik, (2) Tanglai nada yang ditulis vertikal di sisi kanan jika menunjuk ke atas dan di sebelah kiri ika menunjuk ke bawah, dan (3) Bendera, yaitu lengkungan yang menempel pada ujung tangkai yang bersebrangan dengan posisi kepala nada. Bendera senantiasa menghadap ke kanan walaupun tangkai menghadap ke bawah
    • Nilai Nada dan Tanda Istirahat 40 Bab 5 Ilustrasi 5.1.: Unsur-unsur Bentuk Nada Walaupun demikian tidak semua nada bertangkai dan berbendera. Tangkai dan bendera mengindikasikan nilai-nilai yang lebih kecil atau durasi yang lebiih pendek. Sementara nada-nada mengacu pada butir kepala nada, maka tanda istirahat memiliki bentuk yang agak lebih bervariasi. Pada tabel di bawah ini tampak kesejajaran nilai di antara anda bunyi dan tanda istirahat. Tabel 5.1. : Bentuk, nama, dan nilai not dan tanda diam NAMA NADA/ TANDA BENTUK TANDA ISTIRAHAT NADA ISTIRAHAT ANGKA NILAI PERISTILAHAN Penuh/ Whole Semi breve 1/2 Minim 1/4 Crotchet 1/8 Quaver 1/16 Semi Quaver 1/32 Demi Semi Quaver
    • Nilai Nada dan Tanda Istirahat 41 Bab 5 Secara internasional penamaan bentuk-bentuk nada dan tanda istirahat ada dua macam sebagaimana tampak pada tabel di atas. Cara penamaan denhan angka nilai yang menggambarkan perbandingan banyak digunakan di Amerika sedangkan cara dengan peristilahan banyak digunakan di Inggris. Walaupun demikian cara penamaan dengan angka nilai adalah yang paling sering digunakan terutama di Indonesia. Di samping bentuk-bentuk nada dan tanda-tanda istirahat di atas masih ada lagi yang sangat jarang digunakan yaitu ”breve” yang durasinya adalah dua kali lipat nada penuh. Ilustrasi 5.2.: Bentuk tanda nada dan istirahat ”breve” 5.2. Nilai nada Susunan tanda-tanda tersebut memiliki perbandingan matematis yang sangat mendasar dan mudah dipahami. Guna memahami maksud perbandingan tersebut dapat kita analogikan dengan martabak atau pizza. Pizza yang utuh memiliki nilai yang sebanding dengan nada penuh sehingga jika pizza tersebut dipotong sama rata maka setiap bagiannya bernilai seperti nada setengah. Jika pizza tersebut dipotong menjadi empat bagian yang sama besarnya maka setiap bagian pizza sebanding dengan nilai nada seperempat. Maksudnya adalah satu nada penuh memiliki nilai yang sama dengan empat buah nada seperempat. Pembagian nilai nada-nada tersebut dapat dilihat pada ilustrasi berikut.
    • Nilai Nada dan Tanda Istirahat 42 Bab 5 Ilustrasi 5.3.: ”Pizza” perbandingan nilai nada Nilai pada nada-nada biasanya dipahami langsung dengan melihat langsung perbandingan jumlah nadanya. Sebuah nada penuh sebanding dengan dua buah nada setengah, sebanding dengan empat nada seperempat, dan seterusnya. Ilustrasi 5.4.: Perbandingan nilai nada berdasarkan jumlahnya.
    • Nilai Nada dan Tanda Istirahat 43 Bab 5 Banyak orang memahami secara salah bahwa setiap crotchet atau nada seperempat, bernilai satu ketukan. Pemahaman yang benar ialah bahwa crotchet akan bernilai dua ketukan jika nada yang durasinya lebih pendek, yaitu quaver atau nada seperdelapan, dianggap satu ketukan. Dalam lagu berirama 4/4, crotchet bernilai satu ketukan karena pada tanda irama tersebut angka yang terdapat di atas menunjukan jumlah pola tekanan untuk setiap birama sedangkan angka yang berada di bawah menunjukkan nada mana yang harus bernilai satu ketukan. Atau dengan kata lain menunjukkan jenis nada yang mana yang dijadikan satuan ketukan; dalam hal ini tentu saja nada seperempat karena angka yang terletak di bawah ialah empat. Dalam irama 4/2 maka yang menjadi satuannya ialah nada 1/2. Konsekuensinya, nada 1/4 kini berubah nilainya menjadi setengah ketukan. 5.3. Tanda Irama Irama-irama yang ada di dunia ini pada dasarnya dapat dikategorikan kepada tiga macam yaitu irama menari dengan pola hitungan ”tiga” atau disebut triple, irama berbaris dengan pola hitungan ”dua” atau duple dan irama umum atau yang paling lazim dengan pola hitungan ”empat” atau quadruple. Walaupun demikian dalam perkembangannya ada juga irama yang merupkan kombinasi di antara irama-irama tersebut. Misalnya irama 5/4 adalah kombinasi di antra triple dan duple. Irama 7/4 ialah kombinasi di antara irama triple dan quadruple. Irama-irama dasar, duple, triple dan quadruple ialah irama reguler sedangkan kombinasi di antara irama- irama tersebut adalah irama non reguler. Tabel 5.2.: Jenis-jenis tanda irama reguler KATEGORI JENIS CONTOH Duple 2/2 2/4 2/8 2/16 Simple Triple 3/2 3/4 3/8 3/16 Quadruple 4/2 4/4 4/8 4/16 Duple 6/4 6/8 6/16 6/32 Compound Triple 9/4 9/8 9/16 9/32 Quadruple 12/4 12/8 12/16 12/32
    • Nilai Nada dan Tanda Istirahat 44 Bab 5 Irama-irama dasar disebut juga irama bersahaja atau simple time. Di samping simple time ada irama lain, yaitu irama ganda atau compound time yang mengacu pada pola tekanan irama bersahaja. Ciri irama ganda ialah adanya pengelompolan satuan tiga ketukan yang dilipat gandakan sesuai dengan pola-pola simple time. Contohnya ialah 6/8 yang mengacu kepada pola irama duple sehingga memiliki dua tekanan pokok yaitu pada hitungan pertama dan keempat dari enam ketukan irama ini. • Latihan 1. Sebutkan nama nada-nada berikut ini (kerjakan pada kertas ini): = ............................ = .................................. = ............................ = .................................. = ............................ = .................................. 2. Isilah bagian yang kosong (kerjakan pada kertas ini): = .......... X = .......... X = .......... X = .......... X = .......... X 3. Tanda 2/4, 3/4, atau 4/4 di setiap permulaan lagu disebut? …………………………………………………………………… ………. 4. Angka atas pada tanda 2/4, 3/3, dan 4/4, menunjukkan apa? …………………………………………………………………… 5. Angka bawah pada tanda 3/4 menunjukkan apa? …………………………………………………………………….
    • Nilai Nada dan Tanda Istirahat 45 Bab 5 6. Apakah pengertian utuh dari 6/8? …………………………………………………………………. 7. Diskusikan apa perbedaan jenis irama simple dan duple! 8. Diskusikan apa yang dimaksud dengan irama ireguler! 9. Irama 3/4 biasanya digunakan untuk musik tarian apa? 10. Musik Mars ditunjukan oleh irama apa?
    • BAB 6 GARIS PARANADA M embaca notasi balok bukan semata-mata syarat ketrampilan yang paling dasar untuk memainkan maupun menyanyikan musik klasik melainkan juga untuk pemahaman dalam rangka mencapai penikmatan musik yang lebih mendalam. Sebenarnya membaca notasi balok tidaklah sulit. Walaupun demikian hal tersebut akan terasa lebih sulit dan sukar dipahami jika tidak disertai tujuan musikal misalnya sebagai landasan untuk mempelajari permainan alat musik atau lagu-lagu. Membaca akan lebih cepat jika juga bisa menulis. Sehubungan dengan itu pada bab ini kita akan mempelajari elelemen- elemen dasar notasi balok dan latihan menuliskannya. Butir-butir nada diletakan pada lima buah garis sejajar yang di Indonesia lazim disebut paranada (Inggris: Staff). Tingkat ketinggian nada dapat terlihat dengan jelas sebagaimana apa adanya pada paranada. Butir nada yang terletak di bawah menunjukkan nada yang rendah dan demikian pula halnya dengan nada yang tinggi tentunya terletak di wilayah atas. Pada garis paranada terdapat garis-garis vertikal pembatas iramam disebut garis birama. Di antara garis-garis pembatas terbentuk kolom-kolom yang disebut birama (Inggris: bar). Suatu karya musik dapat ditulis dalam satu paranada atau lebih. Karya paduan suara dengan susunan sopran-alto-tenor-bass, misalnya, menggunakan 4 paranada untuk masing-masing jenis vokal pada setiap barisnya; Sebuah nyanyian hanya menggunakan satu paranada saja kecuali jika disertai dengan iringan piano. Penggunaan sistem paranada yang terbanyak ialah pada karya orkestra sehingga untuk satu baris saja memakan tempat satu halaman penuh. Walaupun demikian beberapa instrumen solo seperti piano, gitar, dan harpa, menggunakan satu hingga dua paranada saja namun di dalamnya termuat empat atau lebih alur suara. Piano dan harpa menggunakan dua paranada, masing-masing untuk tangan kiri dan kanan, sementara itu gitar menggunakan satu paranada saja.
    • Garis Paranada 48 Bab 6 Sitem penulisan butir-butir nada para paranada dikenal dalam masyarakat kita dengan istilah not balok. Pada dasarnya prinsip membaca notasi balok adalah sangat sederhana seperti halnya membaca sebuah grafik yang logis. Butir-butir nada ditempatkan pada garis dan spasi. Jika nada yang dibutuhkan berada di luar paranada karena lebih tinggi atau rendah maka digunakan garis bantu sebagaiman ampak pada ilustrasi di bawah ini: Ilustrasi 6.1.: Paranada, birama, garis birama dan garis bantu Nama-nama nada diterapkan sejalan dengan keadaan tersebut, sehingga semakin tinggi letak butir nada maka abjad yang digunakan semakin ke kanan. Pada ilustrasi di atas dapat kita maklumi bahwa posisi nada-nada pada paranada dapat diklasifikasikan pada dua tempat, yang pertama yaitu pada spasi atau di antara garis, dan yang kedua pada garis. Sebagaimana ditunjukkan pada birama pertama dan kedua dalam contoh di atas, secara berurutan nada B pada garis ketiga, terletak di atas nada A pada spasi kedua. Nada-nada yang berada di luar kelima garis sejajar atau paranada tersebut, diakomodasi seperlunya oleh garis-garis bantu yang diletakkan di atas maupun di bawah paranada. Status atau identitas nada pada paranada ditentukan oleh kunci atau clef. Kunci tersebut memiliki berbagai variasi bentuk. Kunci G yang memiliki tiga lengkungan dalam posisi vertikal dari satu goresan menentukan garis kedua dari bawah sebagai nada G. Posisi garis untuk nada G pada garis tersebut ditandai oleh pusat lingkaran yang merupakan titik awal penulisan kunci ini. Dengan demikian spasi yang berada tepat di atasnya adalah untuk nada A sedangkan yang berada di bawahnya untuk nada F.
    • Garis Paranada 49 Bab 6 Kunci F berbentuk seperti angka 9 yang tidak sempurna dengan dua buah titik yang tersusun secara vertikal di kanan lingkaran yang menjadi pusat awal penulisan kunci ini. Posisi kedua titik tersebut ialah pada garis spasi ketiga dan keempat (dihitung dari bawah) sehingga garis di antara kedua titik tersebut adalah tempat untuk nada F. Ilustrasi 6.2: Posisi nada-nada dalam paranada Paranada dapat mengakomodasi seluruh wilayah nada-nada musikal dari yang terrendah hingga yang tertinggi. Untuk keperluan tersebut nama-nama nada pada paranada ditentukan oleh kunci (Inggris: Clef) yang berbeda-beda yang diletakkan pada setiap awal paranada. Penulisan nada-nada pada wilayah suara tinggi (Diskan) menggunakan kunci G (G clef) atau biasa juga disebut treble clef; nada-nada pada wilayah suara rendah (baskan) menggunakan kunci F atau biasa disebut bass clef. Di antara kedua kunci tersebut ada kunci-kunci lain yaitu kunci C yang biasa disebut dengan alto clef, untuk mengakomodasi penulisan nada- nada tengah. Nada-nada pada kedua paranada tersebut adalah nada C yang sama Ilustrasi 6.3.: Posisi nada C berdasarkan kunci (clef)
    • Garis Paranada 50 Bab 6 Cara termudah untuk memahami paranada ialah dengan latihan menulis nada-nada pada paranada. Nada yang termudah ditulis ialah Not Penuh (whole note/ semi breve) yang berbentuk oval atau bulatan lonjong. Dalam menulis nada ini pada paranada dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian sehingga posisi nada terlihat jelas apakah di garis atau di spasi. Nada yang ditempatkan pada garis harus tepat betul sehingga tidak memenuhi spasi, baik di atasnya maupun di bawahnya. Demikian juga dengan nada yang ditulis pada spasi, harus betul-betul memenuhi ruang yang ada sehingga tidak melewati garis, baik di atasnya maupun di bawahnya. • Bacaan untuk pendalaman: Taylor, Eric.1989. The ABC Guide to Music Theory (Part I). London: The Associated Board of the Royal Schools of Music. • Latihan: 1. Tulislah sebuah nada semi breve pada setiap garis dan spasi di antara nada-nada yang tersedia! 2. Tulislah sebuah nada crotchet / seperempat pada setiap garis: 3. Tulislah sebuah nada minim / minim pada setiap spasi:
    • Garis Paranada 51 Bab 6 4. Ubah butir-butir nada ini menjadi nada quaver/ seperdelapan: 5. Latihan menulis kunci G. Buatlah beberapa kunci G seperti contoh yang diberikan! 6. Latihan menulis kunci F. Buatlah beberapa kunci G seperti contoh yang diberikan! 7. Beri nama di bawah nada-nada ini:
    • Garis Paranada 52 Bab 6 8. Buatlah tanda kunci yang sesuai agar nama-nama nada berikut ini benar!
    • BAB 7 TANGGA NADA D alam dunia pendidikan musik Indonesia istilah “tangga nada” adalah pengganti istilah internasional yang disebut scale (Inggris). Nada-nada yang berurutan secara alfabetis adalah susunan nada- nada dalam tangga nada. Nada pertama pada sebuah tangga nada memiliki kedudukan sebagai Tonika yang sekaligus menjadi nama dari tangga nada tersebut. Dengan demikian rangkaian nada-nada yang berawal dari B disebut tangganada B dan B adalah tonika dari tangga nada tersebut. 7.1. Tangga Nada Mayor Melodi yang kita dengar sehari-hari tersusun dari tangga nada tujuh nada atau disebut juga tangga nada diatonis (dari bahasa Latin, dia = tujuh; tonus = nada). Berbeda dari pengertian jarak sebagai interval di antara dua nada, di antara nada-nada tangga nada yang berurutan terdapat dua macam jarak yaitu jarak penuh (tone / whole) dan jarak setengah (semi tone/ half step). Kedua jenis jarak nada-nada tangga nada tersebut telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan berbagai susunan tangga nada dari ketujuh susunan nada tersebut oleh para komponis dan ahli teori musik, selama berabad-abad. Secara umum ada dua tangga nada yang digunakan dalam musik klasik yang menggunakan sistem tonal, yaitu tangga nada mayor dan minor. Tangga nada mayor ialah yang memiliki jarak setengah di antara nada ketiga dan keempat, dan di antara nada ketujuh dan kedelapan (oktafnya). Sebagai penjelasan awal akan kita amati tangga nada C mayor yang dikenal juga dengan istilah ”tangga nada natural” karena nada-nadanya menggunakan huruf asli atau belum mengalami perubahan, yaitu C, D, E, F, G, A, B, dan C, sebagaimana tampak pada ilustrasi berikut ini:
    • Tangganada 54 Bab 7 Ilustrasi 7.1. : Tangga nada C mayor. Tangga nada mayor selain C terbentuk melalui lingkaran kwint (5th) untuk nada-nada berkres dan lingkaran kwart (4th) untuk nada- nada bermol. Dengan demikian tangga nada baru setelah C ialah G mayor yang mulai dari nada kelima tangga nada C mayor. Sebagai konsekuensinya jarak di antara nada-nada harus disesuaikan sehingga nada ketujuh yaitu F, harus dinaikkan dengan menggunakan kres menjadi F# (Fis). Ilustrasi 7.2.: Daftar tangga nada Mayor berkres Tangga nada berikutnya dimulai dari D, yaitu nada kelima dari G. Dengan demikian nada ketujuh, yaitu C, pada susunan baru ini
    • Tangga Nada 55 Bab 7 harus dinaikkan setengah dengan menggunakan kres menjadi C# sehingga strukturnya sama dengan tangga nada sebelumnya. Dari tangga nada D kita bisa membuat tangga nada yang baru mulai dari nada kelima yaitu A dan menaikkan nada ketujuh saja dengan kres ketiga karena dua kres sebelumnya sudah tersedia pada tanga nada D (F# dan C#). Demikian seterusnya hingga maksimum kwint (5th) ketujuh dengan semua nada berkres atau dinaikkan setengah laras. Di samping dengan cara menggunakan lingkaran kwint, tangga nada baru dapat juga disusun berdasarkan lingkaran kwart (4th). Dengan cara seperti ini tangga nada baru mulai dari nada keempat yaitu F. Kalau melalui lingkaran kwint tangga nada baru selanjutnya menggunakan kres maka melalui lingkaran kwart semua tangga nada baru yang dihasilkan hanya menggunakan mol (flat). Ilustrasi 7.3.: Daftar tangga nada bermol.
    • Tangganada 56 Bab 7 7.2. Tangga Nada Minor Di samping tangga nada mayor terdapat juga tangga nada minor. Tangga nada ini adalah relatif (dari bahasa Inggris relative yang berada saudara) dari tangga nada Mayor. Tangga nada minor dimulai dari nada keenam tangga nada mayor. Jadi relatif dari tangga nada C mayor adalah tangga nada A minor dan demikian juga sebaliknya. Lagu-lagu yang dimainkan dalam tangga nada C disebut sebagai menggunakan nada dasar C mayor atau “kunci C mayor” (the key of C major). Tangga nada minor memilki tiga macam pola yaitu minor asli, minor harmonis dan minor melodis. 7.2.1. Minor Natural Tangga nada minor asli (natural) dengan jarak setengah di antara nada kedua dan ketiga, dan di antara nada kelima dan keenam. Jika diperhatikan maka karakteristik pola ini sama dengan tangga nada mayor yang dimulai dari nada keenam. Dengan demikian sebutan minor asli pada pola ini menunjukkan bahwa ia berasal dari tangga nada mayor dengan tanpa perubahan sedikit pun kecuali mulai dari nada keenam tangga nada mayor. Ilustrasi 7.4 : Tangga nada A minor asli/ natural. 7.2.2. Minor Harmonis Sementara tangga nada minor natural berasal dari tangga nada mayor, dua pola tangga nada minor yang lain berasal dari tangga nada minor asli. Tangga nada minor harmonis menaikkan nada ketujuh setengah laras dengan menggunakan aksidental, yaitu tanda untuk menaikkan dan menurunkan nada asli. Pada tangga nada minor harmonis ini nada G dinaikkan dengan tanda aksidental kres
    • Tangga Nada 57 Bab 7 ( ) sehingga menjadi Gis yang lebih tinggi setengah laras. Penaikkan ini tampaknya bermaksud untuk mempertegas nada A di atasnya sebagai representasi tonika yang merupakan identitas tangga nada tersebut yaitu tangga nada A minor. Susunan tangga nada Minor Harmonis adalah sebagai berikut: Ilustrasi 7.5.: Tangga nada A minor harmonis Sebagaimana halnya nada B dalam tangga nada C mayor yang merupakan pengantar ke C, posisi Gis dalam tangga nada A minor adalah juga sebagai pengantar ke A. Resiko dari penaikan ini ialah jarak yang melebar di antara nada keenam dan ketujuh sehingga terasa kurang melodis. Ketegasan tonika yang disebabkan penaikan tersebut menyebabkan pola tangga nada minor ini lebih harmonis di bandingkan dengan minor asli. Ketegasan dan konsistensi tangga nada ini menyerupai tangga nada mayor sehingga cocok digunakan untuk menyusun harmoni. Harmoni ialah sejumlah nada yang disusun secara vertikal sehingga menuntut untuk dibunyikan secara simultan. Secara lebih lengkap hal ini akan dijelaskan kemudian. 7.2.3. Minor Melodis Tangga nada minor melodis memiliki karakteristik yang sesuai dengan namanya. Tangga nada ini memiliki kecenderungan tonalitas yang lebih mirip dengan tangga nada mayor yaitu di samping memiliki ketegasan tonika, juga lebih mengalir dibandingkan dengan minor harmonis sebagai akibat dari penerapan dua macam jarak nada saja yaitu tone dan semi tone. Keunikan tangga nada minor melodis dibandingkan dengan ketiga tangga nada lainnya ialah terdapatnya pola yang berbeda pada saat mulai atau naik dan saat kembali atau turun. Pada saat naik bukan hanya nada ketujuh yang dinaikkan namun juga nada
    • Tangganada 58 Bab 7 keenam yaitu dari F menjadi Fis. Pada saat turun, kedua nada yang sebelumnya telah dinaikkan dengan tanda aksidental kres, kini dikembalikan ke nada aslinya dengan aksidental natural ( ). Dengan demikian pada saat turun polanya sama dengan tangga nada mayor turun mulai nada keenam. Jika kedua nada tersebut tidak dikembalikan pada saat turun maka akan sama dengan pola tangga nada A mayor turun dari tonikanya. Dengan kata lain tangga nada tersebut telah bermodulasi secara pararel kepada kunci mayor. Pada tangga nada minor natural turun statusnya tidak berubah menjadi C mayor karena mulai dari A sebagai tonikanya. Ilustrasi 7.6. : Tangga nada A minor melodis 7.3. Tangga Nada Lain Di samping tangga nada mayor dan minor ada juga tangga nada lain yang didasarkan atas tangga nada diatonis yaitu tangga nada kromatis; dari kata latin chrome yang berarti warna. Tampaknya maksud pewarnaan dalam konteks ini ialah penambahan nada-nada sisipan dari nada-nada pokok; misalnya di samping G ada Gis atau Ges yang lebih rendah setengah laras karena diturunkan oleh tanda aksidental mol ( ). Ilustrasi 7.7.: Tangga nada Kromatis
    • Tangga Nada 59 Bab 7 Di samping mayor dan minor tentu saja ada pola-pola tangga nada yang lain yang jarang digunakan dalam musik klasik yang berbasis sistem tonal. Tangga nada-tangga nada tersebut di antaranya ialah modus-modus gereja Abad Pertengahan, tangga nada whole-tone yang dipopulerkan Debussy dengan jarak penuh di antara nada ke nadanya (masing-masing satu Tone), tangga nada pentatonik (lima nada) yang digunakan untuk menciptakan efek-efek oriental. Ilustrasi 7.8. : Tangga nada Whole-Tone 7.4. Kunci Tanda kunci (Inggris: key signature) berbeda dengan kunci (clef), digunakan untuk menunjukkan tangga nada nada yang berbeda- beda. Tanda kunci selalu ditempatkan di setiap awal garis paranada (bukan hanya di awal lagu) dalam bentuk susunan aksidental kres dan mol. Khusus untuk tangga nada C mayor tidak diperlukan tanda kunci sedangkan untuk yang lainnya menggunakan 1 hingga 7 tanda aksidental baik kres maupun mol. Penggunaan aksidental sebagai tanda kunci tidak bisa dicampur antara kres dan mol. Misalnya, untuk tangga nada A mayor hanya menggunakan susunan 3 kres sedangkan tangga nada Bes mayor hanya menggunakan susunan 3 mol. Dengan demikian tidak ada tanda mula yang menggunakan kombinasi kres dan mol. Satu tanda kunci mengakomodasi pasangan dua pola tangga nada (mayor dan minor) karena tangga nada minor berasal dari tangga nada mayor. Dengan demikian tangga nada C mayor dan A minor sama-sama menggunakan tanda mula nol kres maupun nol mol atau tidak menggunakan simbol tanda kunci. Sehubungan dengan itu kedua tangga nada tersebut bersaudara arau dalam istilah teori musik disebut memiliki hubungan “relatif” dan oleh karenanya tinggal di dalam satu tanda kunci sebagai “rumah” mereka.
    • Tangganada 60 Bab 7 Pada tabel berikut ini tampak bahwa selain tangga nada C mayor dan A minor, tangga nada baru yang menggunakan kres selalu dimulai dari nada kelima tangga nada yang lama sedangkan yang menggunakan tanda mol selalui dimulai dari nada keempat. Dengan demikian tangga nada dengan tanda mula satu kres dimulai dari nada G dan yang menggunakan tanda mula satu mol mulai dari nada F. Untuk selanjutnya pola jarak untuk tangga nada mayor diterapkan pada masing-masing tangga nada yang baru. Itulah sebabnya nada F pada tangga nada G mayor harus dinaikkan setengah laras menjadi Fis dan nada B pada tangga nada F mayor diturunkan setengah laras menjadi Bes, sebagai konsekuensi diterapkannya pola mayor. Kedua nada tersebut (Fis dan Bes) tidak perlu ditulis di belakang tanda aksidental karena pada permulaan garis paranada. Tabel 7.1. : Kunci Dasar dan Tanda Kunci Kunci Dasar/ Tangga Tanda Kunci Kunci Dasar/ Tangga nada nada Mayo Mino Kre Mo Mayo Mino r r s l r r C A 0 0 C A G E 1 1 F D D B 2 2 Bes G A Fis 3 3 Es C E Cis 4 4 As F B Gis 5 5 Des Bes Fis Dis 6 6 Ges Es Cis Ais 7 7 Ces As Petunjuk nada-nada yang harus dinaikkan atau diturunkan diekspresikan oleh jumlah kres dan mol pada tanda mula. Masing- masing tanda aksidental pada tanda mula hanya ditulis dalam satu garis atau spasi saja guna mewakili nada yang harus dinaik- turunkan. Misalnya pada kunci atau tangga nada G mayor tanda mula satu kres hanya ditulis di depan nada F pada garis teratas
    • Tangga Nada 61 Bab 7 paranada saja. Walaupun demikian bukan hanya F tersebut yang dinaikkan menjadi Fis namun seluruh F pada oktaf-oktaf di bawah dan diatasnya juga otomatis menjadi Fis. Sehubungan dengan itu cara penulisan tanda-tanda aksidental pada garis paranada tidak dapat dibuat semaunya melainkan ada urutan yang baku. Tanda kres untuk kunci atau nada dasar G mayor maupun E minor harus berada di garis kelima, pada kunci alto di spasi keempat, kunci tenor di garis kedua, dan kunci F di garis keempat, dan seterusnya. Tabel 7.2.: Susunan Aksidental Kres pada Tanda Kunci Pada tabel 2 di atas tampak bahwa walaupun urut-urutan aksidentalnya sama pada setiap kunci/ clef, posisi peletakannnya berbeda dari satu kunci ke kunci yang lain. Susunan nada dasar baru yang menggunakan tanda kunci beraksidental kres dengan sendirinya sama dengan susunan tangga nada, yaitu senantiasa mulai dari nada yang kelima. Urut-urutan nada dasar atau tangga nada semacam itu biasa juga disebut dengfan istilah “lingkaran kwint” atau “fifth circle”. Sementara itu urut-urutan nada dasar dan tanda kunci yang menggunakan aksidental mol disebut “lingkaran kwart” atau “fourth circle”.
    • Tangganada 62 Bab 7 Tabel 7.3.: Susunan Aksidental Mol pada Tanda Kunci • Bacaan untuk Pendalaman: Ewen, David. 1963. “Introduction: Music – The Heavenly Maid” dalam The Home Book of Musical Knowledge. New Jersey: Prentice Hall, Inc. • Latihan-latihan: 1. Buatlah tangga nada B Minor dengan Not Penuh tanpa tanda mula dan berikan tanda-tanda aksidental yang diperlukan:
    • Tangga Nada 63 Bab 7 2. Berilah tanda-tanda aksidental agar sesuai dengan nama tangga nada yang diberikan kemudian berilah tanda ( ) di antara dua nada yang berjarak semi tone pada tangga nada di bawah ini:
    • Tangganada 64 Bab 7 3. Beri nama nada dasar yang tepat pada tanda-tanda kunci ini:
    • BAB 8 TEMPO DAN TANDA-TANDA EKSPRESI P ada bab ini kita akan membahas pengertian tempo dan tanda-tanda ekspresi dalam konteks musik klasik maupun musik non-klasik yang menggunakan sitem diatonis. Pada bab terdahulu yang berhubungan dengan elemen-elemen musik, materi ini telah disinggung. Walaupun demikian pada bab ini kita akan membahasnya lebih jauh agar memperoleh pengertian yang lebih mendalam. 8.1. Tempo Jika melodi dapat dianalogikan sebagai jiwa bagi musik maka jantungnya ialah ritme dan tempo. Tempo merupakan “polisi lalulintas” yang mengatur kelancaran lalulintas sedangkan kelancaran lalulintasnya ialah ritme. Petunjuk tem-po pada naskah musikal tertulis di kiri atas halaman permu-laan sebuah karya musik. Petunjuk tersebut memberitahukan kepada pemusik seberapa cepat karya tersebut harus dimainkan; apakah Andante (biasa secepat orang berjalan), Allegro (cepat), Largo (lebar/ lambat), Presto (sangat cepat), dan sebagainya (Ewen 1963, 4). 8.1.1. Metronome Dalam prakteknya, kecepatan tempo adalah relatif. Pada masa lalu istilah cepat dan lambat hanya untuk membedakan kecepatan di antara satu lagu dengan lagu yang lain sedangkan rincian seberapa cepat harusnya sebuah lagu dimainkan, belum ada. Menjelang akhir abad ke-18 ditemukan metronom, yaitu instrumen untuk mengukur berbagai kategori kecepatan tempo musik. Walaupun kini yang dianggap sebagai penemu instrumen tersebut ialah seorang ahli dari Jerman bernama Johann Nepomuk Maelzel (1772–1838) namun sebenarnya idenya telah terlebih dahulu ditemukan oleh Dietrich Nikolaus Winkel (c. 1776–1826) dari Belanda.
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 66 Bab 8 Metronom terdiri dari sebuah bandulan yang posisinya dapat diubah-ubah dengan menggeser kepala bandulan tersebut pada sebuah tongkat pengayun guna mengatur kecepatan gerak bandulan sesuai dengan tangga nada angka yang dibutuhkan. Bandulan dan tongkatnya digerakkan oleh per dalam suatu rangkaian mesin yang setiap kali gerakan bandulan mencapai masing-masing sisi akan terdengar bunyi ketokan yang menandai pulsa atau ketukan. Pada metronom terdapat fasilitas yang dapat mengatur jenis irama tertentu dengan bunyi ”ting” yang lebih menonjol dan nyaring dari bunyi ketokan yang monoton. Misalnya pada irama 3/4 akan terdengar pola bunyi ”ting, tok, tok, tok”, yang berulang-ulang. Sehubungan dengan itu di samping tanda tempo berupa istilah-istilah biasanya pada permulaan naskah musikal juga tertulis tanda metronom yang ditulis, misalnya “M.M. (Maelzel's metronome) = 60”, yang menunjukan bahwa kecepatan lagu yang dituntut ialah setiap satu ketukan nada setengah setara dengan 60 ketokan per menit. Kemasan metronom konvensional cenderung pada bentuk piramid. Walaupun metronom konvensional masih tetap diproduksi, saat ini kita juga bisa memperoleh berbagai macam model metronom elektronik ataupun digital. Dalam sejarah musik klasik, metronom pernah satu kali dipergunakan sebagai alat musik, yaitu pada karya komponis Honggaria, György Ligeti, berjudul Poème symphonique (1962), yang menggunakan 100 metronom (Encyclopedia Britanica 2005) 8.1.2. Kategori Tempo Secara umum tempo musik dapat diklasifikasikan menjadi 6 gradasi, mulai dari kategori sangat lambat, lambat, sedang, agak cepat, cepat, dan sangat cepat. Pada masing-masing kategori tersebut paling tidak terdapat antara dua hingga empat sub kategori. Terminologi tersebut dapat dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata molto (sangat) meno (kurang) poco (sedikit) dan non troppo (tidak terlalu banyak). Poco allegro dapat berarti agak Allegro. Allegro non troppo berarti tidak terlalu allegro.
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 67 Bab 8 Di samping tanda tempo yang tetap di atas ada juga istilah yang mengindikasikan perubahan tempo. Yang paling sering digunakan di antaranya ialah accelerando (berangsur-angsur menjadi cepat) dan ritardando (berangsur melambat); tanda a tempo (kembali ke tempo asal) biasanya terdapat pada bagian yang telah dilalui tanda perubahan tempo namun bukan di bagian akhir lagu. Tabel 8.1.: Kataegori Tempo SUB KATEGORI KETERANGAN KATEGORI Largo Sangat Lambat Luas Grave Serius Lento Lambat - Gemulai, ringan (tidak tergesa-gesa), santai Adagio (slowly). Andante Sedang Berjalan – dalam tempo orang berjalan) Sedikit/ seperti andante (lebih cepat dari Andantino andante) Moderato - Allegretto Agak Cepat Agak hidup (tidak secepat allegro) Allegro Cepat Gembira, ceria, hidup. Allegro Sangat Cepat Sangat hidup molto Vivace Enerjik, bersemangat, hidup. Presto Sangat cepat Prestissimo Secepat mungkin 8.2. Dinamika Volume yang menunjukkan tingkat kekuatan atau kelemahan bunyi pada saat musik dimainkan, disebut dinamik. Sebagaimana halnya tempo yang bermacam-macam dari yang tetap dan berubah, maka demikian juga dengan dinamik, ada yang tetap dan ada juga yang berubah. Baik dinamik maupun tempo, keduanya berakar dari sifat-sifat emosi. Untuk mengungkapkan misteri dan ketakutan
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 68 Bab 8 dibutuhkan bisikan, sedangkan kemenangan dan aktivitas yang berani resonansi yang penuh. Lagu untuk menidurkan anak atau Nina Bobo, maupun lagu-lagu cinta lebih banyak diekspresikan dengan jenjang dinamik daripada mars kemenangan. Instrumen- instrumen musik modern menyediakan jangkauan efek-efek dinamika yang luas yang diharapkan oleh koposer. Dinamik-dinamik yang pokok berkisar dari yang paling lemah hingga yang paling kyat, yaitu: Tabel 8.2.: TANDA-TANDA DINAMIK SIMBOL TINGKAT ISTILAH DINAMIK VOLUME Pianissimo pp Sangat Lemah Piano p Lemah Mezzo Piano mp Agak lemah Mezzo Forte mf Agak kuat Forte f Kuat Fortísimo ff Sangat Kuat Sebagai konsekwensi meningkatnya usuran dan tingkat kepersisan dalam orkestra, komposer memperluas jangkauan dinamik ke dua arah. Sehubungan dengan itu di samping tanda dinamik yang tertulis di atas terdapat juga dinamik ppp (pianissimo posible) atau selemah-lemahnya dan fff (fortíssimo possible) atau sekuat-kuatnya. Jika perlu kondaktor atau komponis dapat menambahkan menjadi tiga bahkan empat f atau p. Terdapat berbagai macam tanda yang berkaitan dengan dinamik dan tempo yang mengekspresikan emosi dalam karya musik. Tanda-tanda tersebut disebut “tanda ekspresi” yang
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 69 Bab 8 jumlahnya semakin meningkat pada abad ke-18 dan selama abad ke- 19, sebagai konsekuensi meningkatnya keinginan komposer untuk menunjukkan niat/ keinginannya. Sebagai contoh dapat kita bandingkan di antara naskah-naskah musikal Bach dan Tchaikovsky. Dalam keadaan tertentu terdapat tanda-tanda perubahan dinamik. Yang paling umum di antaranya ialah sebagai berikut: Tabel 8.3.: PERUBAHAN DINAMIK TINGKAT VOLUME ISTILAH DINAMIK SIMBOL Berangsur menguat Crescendo Descrescendo atau Berangsur melemah Diminuendo Tekanan mendadak/ sf / forced Sforzando Aksen pada satu nada atau satu akor Sejumlah peristilahan mengacu pada tempo dan dinamik. Memang, khususnya yang digunakan pada abad ke-19 adalah untuk memantapkan perasaan (mood) dan karakter suatu karya. Andante maestoso (lambat biasa dan mulia) mengindikasikan suatu langkah yang stabil dan penuh dengan sonoritas. Morendo atau menghilang, menunjukkan bahwa tempo harus melambat dan pada saat yang sama harus melembut atau melemah. Scherzando atau bercanda, mempersyaratkan bunyi yang ringan dan gerakan yang lincah. Con brio (dengan berani) mensugestikan suatu langkah yang enerjetik, dan sonoritas yang hidup.
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 70 Bab 8 8.3. Tanda Ekspresi Elemen-elemen dinamik dan ekspresi musikal juga banyak terdapat dalam bentuk tanda-tanda ekspresi. Crescendo dan diminuendo adalah di antara efek-efek ekspresif yang penting bagi komposer. Melalui volume suara yang tenggelam dan menghilang secara bertahap, ilusi yang jauh memasuki musik, seperti sumber bunyi yang mendekati kita dan kemudian keluar. Dengan berkembangnya gaya orkestral, komposer dengan cepat belajar untuk mengambil keuntungan dari prosedur tersebut. Misalnya Rossini sangat ketagihan untuk memanfaatkan suatu pengembangan bunyi long-drawn-out guna menampilkan efek dramatik yang ia karikaturkan dalam karyanya “Monsier Crescendo” di Paris. Impak dari Crescendo dapat sedikit memberikan efek sengatan, seperti terdapat dalam bagian penutup overturnya, The Barber of Seville. Dalam kasus tersebut, crescendo menjadi kekuatan yang mempertajam musik, yaitu elemen yang menentukan konsepsi secara menyeluruh. Hal tersebut dapat kita jumpai dalam Prelude to Lohengrin karya Wagner yang bermaksud untuk mengambarkan turunnya Holy Grail dari langit. Gambaran sekelompok malaikat yang mendekat dari suatu jarak kemudian menghilang, diterjemahkan ke dalam pengertian apa yang telah menjadi pola dasar dalam musik, yaitu crescendo dan descrescendo. Contoh yang lebih jelas dari skema dinamik semacam ini juga terdapat dari karya Debussy, Nocturne untuk orkestra yang diberi tjudul Fêtes (Festival). Crescendo yang dikaitkan dengan accelerando, yaitu menjadi lebih kuat sekaligus juga menjadi cepat, menciptakan suatu kenyamanan semapan decrescendo yang dibarengkan dengan ritardando, yaitu berangsur melemah dan melambat. Efek intensifikasi volume dan kecepatan diterapkan dalam Pacific 231 karya Honeger. Dalam karya ini komposer mencoba
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 71 Bab 8 mensugestikan suatu rasa kekuatan yang dikaitkan dengan sebuah lokomotif dengan cara membangun momentum dan kecepatan menembus malam. Dalam karya ini crescendo dan accelerando diterjemahkan ke dalam gerakan imajiner. Hal tersebut juga dilakukan oleh Tchaikovsky dalam bagian finale Waltz of theFlowers yang dirancang untuk mempersiapkan penarikan gorden untuk penampilan balet Nutcracker. Untuk keperluan tersebut ia memanjat secara ajeg dari register tengah kepada register tinggi yang cemerlang dan gugup, sehingga ketiga elemen -yaitu percepatan tempo, peningkatan volume, dan peningkatan tingkat ketinggian- saling mendesak untuk menciptakan klimaks. 8.4. Timbre/ Warna Suara Schoenberg mengatakan bahwa kejelasan (lucidity) adalah tujuan dari warna musik. Sebuah nada yang diproduksi oleh trompet akan memiliki suatu kualitas tertentu. Nada yang sama pada biola akan terdengar sangat berbeda. Perbedaan- perbedaan tersebut menunjukkan adanya karakteristik warna atau tinbre pada setiap instrument. Timbre memfokuskan impresi musikal kita karena ia menyampaikan karakter khusus dan mutlaknya kepada gambaran tonal. Pada saat komposer memilih warna ia menciptakan dunia bunyi tertentu yang menghidupkan musik. Untuk mengelola warna suara komposer menggunakan dua media yaitu suara manusia dan instrument-instrumen musik. Ia dapat saja menulis kombinasi di antara keduanya untuk mencapai tujuannya. Secara konstan ia mengingat sifat alami medium yang ia pilih. Ia mempertimbangkan kapabilitas dan limitasi setiap instrument; ia mencoba membuatnya melakukan hal-hal tersebut untuk mentransmutasikannya ke dalam sumber-sumber keindahan yang segar. Adapun yang menjadi pertimbangan para komposer di antarannya ialah keterbatasan jangkauan setiap instrument,
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 72 Bab 8 jarak di antara yang terendah dan tertinggi, yang tidak boleh dilanggar, tingkat kelembutan di antara yang terlembut dan yang terkuat yang mampu dimainkan. Belum lagi kebiasaan- kebiasaan teknis setiap instrument yang berbeda dalam memainkan nada-nada, apakah dalam register rendah, tengah dan atas, menentukan formasi nada tertentu yang mudah bagi suatu instrument, belum tentu mudah untuk instrument yang lain. Tuba dapat menahan nada panjang tetapi sulit untuk memainkan bagian-bagian yang cepat. Instrumen seperti piano, mudah untuk memainkan bagian-bagian cepat tapi tidak memiliki kemampuan untuk menahan nada panjang. Pertimbangan-pertimbangan semacam ini menentukan pilihan komposer, seakan-akan ia membungkus ide-idenya dengan pakaian dalam pelukan instrumentalnya. Beberapa komposer memiliki suatu rasa warna yang lebih cemerlang dari yang lainnya. Para ahli orkestrasi memproses warna suara dalam tingkatan yang tinggi. Yang jelas warna dalam musik adalah bagian dan paket dari ide yang ttdak terpisahkan darinya, sebagaimana halnya harmoni dan ritme. Timbre lebih daripada sekedar elemen asesori yang kaya yang ditambahkan ke dalam suatu karya. Timbre adalah salah satu yang memperhalus kekuatan-kekuatan dalam musik. • Bahan Bacaan untuk Pendalaman Davis, Marlilyn Kornreich (tanpa tahun) , Music Dictionary. New York: Music Book Company. Kodijat, Latifah. 1983. Istilah-istilah Musik. Jakarta: Penerbit Jambatan
    • Tempo dan Tanda-tanda Ekspresi 73 Bab 8 • Latihan-latihan: 1. Apakah yang dimaksud dengan Tempo dan Dinamik dalam konteks musik? 2. Apakah definisi Metronome? 3. Apa maksud dari tanda M.M. pada permulaan sebuah lagu? 4. Tempo musik dapat dikategorikan kepada berapa kelompok? Sebutkan beberapa contohnya! 5. Apakah maksud dari diminuendo? 6. Apakah arti con brio? 7. Apa maksud dari morendo? 8. Menurutmu, apa beda ritardando dan rallentando? 9. Tanda ekspresi Scherzando mengisyaratkan cara bermain dan interpretasi karakteristik bunyi yang seperti apa? 10. Waltz of the Flower diciptakan oleh siapa (nama komponis) dan kira-kira untuk instrumen apa? 11. Apakah yang dimaksud dengan accelerando? 12. Apa yang dimaksud dengan warna dalam konteks musik? 13. Apa tujuan warna dalam musik menurut Schoenberg? 14. Apa kelebihan dan kelemahan instrumen Tuba? 15. Rambu-rambu apakah yang perlu diperhatikan seorang komposer dalam menyusun warna komposisi orkestra?
    • BAB 9 INTERVAL I stilah “interval” dalam teori musik mengandung pengertian yang khusus. Pada dasarnya interval ialah jarak di antara satu nada ke nada yang lainnya. Walaupun demikian pengertian jarak di sini berbeda maksudnya dengan laras di antara satu nada ke nada yang lain dalam tangga nada seperti semi tone dan tone. 9.1. Pengertian Kodijat (1983:35) menterjemahkan interval dari istilah Italia intervallo yang berarti “antar nada”, ”jarak antara dua nada”, dan “dwinada”. Sementara itu Kristianto (2005: 48) mengistilahkan interval sebagai jarak yang terbentang di antara dua nada. Interval dapat terjadi di antara dua nada yang berbunyi serempak (jika ini terjadi maka disebut interval harmonis) atau berdampingan (disebut interval melodis). Interval sangat bermanfaat sebagai alat dalam menganalisis struktur harmoni dan melodi pada suatu karya musik. Di samping itu juga sangat bermanfaat dalam aransemen, terutama sebagai fasilitas dalam melakukan transposisi maupun transkripsi dari satu karya untuksuatu instrumen ke instrumen yang berlainan. Yang terlebih penting lagi, pemahaman tentang interval ini akan berguna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan solfegio (akan dijelaskan kemudian). 9.2. Penamaan Interval Interval diberi nama berdasarkan jumlah hitungan nada yang bersangkutan. Dengan demikian hitungan interval dimulai dari nada pertama dan kedua. Jika nada kedua berada pada posisi ketinggian (pitch) yang sama dengan nada pertama maka disebut interval Prime atau unison (biasa juga disebut first). Jika nada kedua berada satu tingkat di atas nada pertama, misalnya dari C ke D, maka disebut interval sekonde atau second (2nd).
    • Interval 76 Bab 9 Dari sebuah tangga nada mayor kita bisa menyusun delapan interval dasar dengan nama yang berbeda, sebagaimana tampak pada ilustrasi berikut ini: Ilustrasi 9.1.: Nama-nama Interval di atas Tonika Tangganada Mayor 9.3. Kualitas Interval Interval memiliki kualitas yang bervariasi. Kualitas tersebut disebabkan oleh benturan bunyi-bunyi harmonik yang dihasilkan oleh dua buah nada yang berbeda. Khusus pada interval Prime tidak terjadi benturan karena nada memiliki frekuensi getaran yang sama. Interval Oktaf adalah yang memiliki konflik getaran yang sangat kecil atau renggang sehingga tidak terkesan adanya ketegangan. Tingkat ketegangan yang lebih kuat dari oktaf ialah Kwint dan Kwart (kebalikannya). Walaupun demikian ketegangan pada Oktaf, Kwint, dan Kwart sangat kecil karena benturan nada- nada harmoniknya sangat jarang. Jika dibandingkan dengan insterval-interval lain yang lebih sempit jaraknya, fenomena harmonik ketiganya menyebabkan kualitas ketiga interval tersebut terkesan kosong dan biasa disebut dengan istilah konsonan. Interval-interval lain selain ketiga interval konsonan tersebut disebut interval-interval disonan karena konflik bunyi harmoniknya lebih banyak disebabkan jarak di antara dua nada yang sangat berdekatan. Walaupun demikian di antara interval- interval disonan juga memiliki variasi yaitu kualitas Mayor dan Minor. 9.4. Interval Konsonan Sebagaimana telah dijelaskan pada sub bab di atas, interval konsonan dalam satu tangga nada mayor ada tiga yaitu Prime atau Oktaf, Kwint, dan Kwart. Kualitas nterval-interval konsonan disebut Perfect (Murni). Kualitas interval, baik konsonan maupun
    • Interval 77 Bab 9 disonan, dibedakan menurut jumlah tone dan semi tone di antara kedua nadanya. Interval Prime memiliki nol tone (T) dan semi tone (ST) dan Oktaf memiliki 5 T (C-D, D-E, F-G, G-A, A-B) dan 2 ST (E- F dan B-C). Interval Kwint memiliki 3 T dan 1 ST sedangkan Kwart memiliki 2T dan 1ST. Ketiga interval tersebut tampak sebagai berikut: Ilustrasi 9.2. : Interval-interval Murni Secara teoritis kualitas interval konsonan dapat berubah jika larasnya ditambah atau dikurangi satu ST. Dengan syarat perluasan kerenggangan tersebbut tidak mengubah nama interval atau mengubah nama dasar dari nada-nada interval maka sebuah interval murni berubah kualitasnya menjadi augmented atau berlebih: Ilustrasi 9.3.: Perubahan kualitas dari Murni ke Berlebih Sebaliknya, interval Murni Juga dapat dipersempit dengan mengurangi kualitas larasnya sebanyak satu ST. Fenomena interval seperti ini dikenal dengan istilah diminished atau menyempit.
    • Interval 78 Bab 9 Ilustrasi 9.4. : Perubahan dari interval Murni ke Menyempit. 9.5. Interval Disonan Interval disonan adalah selain ketiga interval Murni, yaitu Sekonde, Terts, Sekt, dan Septim. Sekonde memiliki jarak 1 T (C-D), Terts terdiri dari 2 T (C-D, D-E), Sekt terdiri dari 4T (C-D, D-E, F-G, G-A) dan 1 ST (E-F), dan Septime terdiri dari 5T (C-D, D-E, F-G, G- A, A-B) dan 1 ST (E-F). Sehubungan dengan jumlah laras yang berada di antara kedua nada interval tersebut, keempat interval disonan yang dibangun di atas tangga nada mayor akan menghasilkan kualitas Mayor. Ilustrasi 9.5.: Interval-interval mayor Jika interval-interval tersebut memiliki kualitas yang lebih kecil atau larasnya dikurangi sebanyak setengah laras maka kualitasnya akan berubah menjadi Minor. Pengubahan interval Mayor menjadi Minor dapat dilakukan dengan menurunkan nada atas atau menaikkan nada bawah. Walaupun demikian fenomena interval disonan Minor sebenarnya juga terdapat pada urutan nada-nada dalam tangga nada mayor. Misalnya interval Terts Minor dari nada kedua ke nada keempat (D-F) yang memiliki kualitas lebih kecil daripada Terts Mayor. Sementara Terts Mayor terdiri dari 2 T, Terts Minor terdiri dari 1 T dan 1 ST. Ilustrasi 9.6.: Interval-interval mayor
    • Interval 79 Bab 9 9.6. Perubahan Kualtias Interval Disonan Sebagaimana halnya interval konsonan, interval disonanpun dapat mengalami perubahan menjadi augmented maupun diminished. Pada interval disonan pengubahan memiliki tingkat efek yang lebih bervariasi daripada interval konsonan. Pertama-tama marilah kita amati interval Mayor. Jika interval ini diperluas setengah laras atau satu semi tone maka akan menghasilkan kualitas augmented. Namun jika dikurangi satu semi tone maka akan berubah menjadi minor. Ilustrasi 9.7.: Perubahan pada interval Terts Mayor Pada interval Minor terjadi fenomena yang sebaliknya atau berlawanan arah. Sebagai contoh ialah Terts minor yang jika diperluas maka akan mengakibatkan berubahnya kualitas interval tersebut dan jika dipersempit atau dikurangi tingkat keluasannya maka akan menjadi diminished atau menyempit. Ilustrasi 9.8.: Perubahan pada interval Terts Minor 9.7. Interval Enharmonis
    • Interval 80 Bab 9 Perubahan-perubahan insidental pada interval-interval, baik konsonan mauoun disonan hanya ada dalam pembahasan teoritis, dalam kenyataannya beberapa interval memiliki bunyi yang sama walaupun nama dan kualitasnya berbeda. Keterkaitannya dengan dunia praktek musik ialah dalam sistem penulisan yang melibatkan berbagai variasi tonalitas atau nada dasar; dengan kata lain berbeda dalam konsep pembacaannya. Kerumitan hal interval ini tentunya tidak mungkin dibahas dalam buku ini. Walaupun demikian kita bisa mengambil contoh fenomena interval tersebut pada apa yang telah kita bahas pada sub bab sebelumnya. Sebagai contoh ialah interval Oktaf (8th) yang nada atasnya diturunkan 1/2 laras atau satu ST dengan tanda aksidental mol maka secara teori memiliki kualitas Oktaf menyempit atau diminidhed eight/ octave. Namun dalam kenyataannya berbunyi persis seperti Major 7th atau Septim Mayor: Ilustrasi 9.9.: Fenomena enharmonis pada interval Oktaf dan Septim Pengetahuan dan ketrampilan mengerjakan interval ini merupakan syarat mutlak bagi para musisi, baik komposer, instrumentalis, maupun kondakter, terutama berkaitan dengan analisis dan pengolahan melodi serta akor. • Bacaan untuk mempendalaman: Taylor, Eric.1989. The ABC Guide to Music Theory (Part I). London: The Associated Board of the Royal Schools of Music. • Latihan: 1. Sebutkan nama dan kualitas interval berikut ini. Gunakan inisial kualitas yang relevan (P= Murni, D = Diminished, A =
    • Interval 81 Bab 9 Augmented, M = Mayor, m = minor). Contoh: 3M (Terts Mayor); 2 D (Sekonde diminished). 2. Sebutkan nama interval berikut kualitasnya pada dua nada yang diberi tanda ( ) di atasnya: a. a. …………… b. b. …………… c. c. …………… d. d. ……………
    • Interval 82 Bab 9 e. e. …………… f. f. …………… 3. Tulis nama lengkap interval di bawah ini dengan penamaan seperti pada no. 1 (nada bawah pada interval ialah nada dasar). Ab mayor D minor E mayor ............................... …………………… ………………… F minor A mayor G minor ……………………… …………………… …………………… C minor G mayor F# minor …………………….. …………………. ………………….
    • BAB 10 AKOR DAN ARPEGIO D i samping melodi, musik tersusun dari akor-akor yang merupakan elemen harmoni. Dalam prakteknya harmoni juga disebut akor karena nada-nadanya yang trsusun secara vertikal sehingga harus dibunyikan secara serempak. Jika sebuah akor dimainkan secara terputus-putus atau nadanya dibunyakan tidak bersamaan namun satu persatu, misalnya dari yang terrendah hingga yang tertinggi, maka disebut arpegio. Istilah arpeggio, dari bahasa Italia, berarti akor yang terputus-putus, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai broken chord. Dengan demikian, di sisi lain istilah akor dan arpegio digunakan dalam konteks kegiatan praktek instrumental, yaitu cara memainkannya. Cara membunyikan dengan serempak disebut akor sedangkan secara terputus-putus disebut arpegio. 10.1. Trisuara Harmoni dan kontrapung dapat diibaratkan sebagai otak atau pemikiran dari suatu karya musik. Harmoni adalah ilmu mengkombinasikan nada-nada ke dalam akor-akor (chords). Sebagai salah satu cabang ilmu musik, harmoni hanya dapat dipelajari secara khusus dan secra terpisah. Dalam bab ini pembahasan hanya meliputi perkenalan terhadap pemahaman awal yang sangat mendasar dalam mempelajari ilmu tersebut. Landasan harmoni ialah susunanvertikal yang biasanya terdiri dari tiga atau empat nada. Sebuah akor yang terdiri dari tiga nada, yang setiap nadanya terpisah satu sama lain oleh interval tiga (third), disebut trinada (triad). Jika dibangun di atas nada pertama maka ia disebut trinada Tonika. Pada tangga nada C mayor akor tonikanya tersusun dari tiga nada yang tepisah oleh interval tiga, yaitu C-E-G Pada ilustrasi berikut ini, simbol-simbol angka Romawi besar menunjukkan jenis akor mayor sedangkan angka Romawi kecil menunjukkan jenis akor minor. Jenis mayor dan minor ditentukan oleh kualitas interval tiga (third) di antara nada pertama dan kedua.
    • Akor dan Arpegio 84 Bab 10 Pada akor tonika kualitas tersebut berada di antara C dan E yang memiliki susunan 2 jarak penuh (tone) yaitu 1 tone dari C ke D dan 1 tone dari D ke E. jarakAkor yang tersusun dari empat nada disebut akor tujuh. Sedangkan pada akor minor, seperti pada akor kedua, kualitas interval tiga tersebut lebih kecil karena memiliki susunan 1 tone dan 1 semi tone yaitu 1 tone dari D ke E dan 1 tone dari E ke F. Ilustrasi 10.1. : Susunan trinada di atas tangga nada C mayor 10.2. Tingkatan Trisuara Karena Trisuara dibangun di atas tangga nada maka dalam penyusunan harmoni biasa digunakan penamaan yang khas berdasarkan tingkatan-tingkatan nada dalam tangga nada. Tingkat pertama, yaitu nada pertama dari tangga nada, disebut Tonika (tonic). Secara literar tonic ialah kuat. Dalam sistem Tonal, tonika memiliki kedudukan yang sangat penting sehingga tanpanya suatu lagu akan terkesan ngambang dan tidak menentu. Nada kedua yang terpenting setelah Tonika ialah Dominan, yaitu nada kelima dari Tonika. Kenyataan tersebut didukung oleh renggangnya konflik bunyi harmonik yang dihasilkan oleh interval Kwint sebagai salah satu konsonan sebagaimana telah dijelaskan pada bab terdahulu (bab 9). Setelah itu barulah Sub Dominan yang menduduki posisi terkuat ketiga. Sehubungan dengan itu trisuara yang di bangung di atas Tonika-Dominan-Sub Dominan, disebut trisuara utama atau dalam bahasa Inggris disebut the main triads. Penamaan tingkatan trisuara tidak semata-mata disebabkan oleh konflik efek harmonis dari nada-nada saja melainkan juga dapat dipahami dari posisi nada-nada tersebut dalam susunan tangga nada. Pertengahan di antara Tonika dan Dominan, yaitu nada ketiga
    • Akor dan Arpegio 85 Bab 10 dari tangga nada mayor, disebut Median yang memang berarti pertengahan. Tingkat nada keenam disebut Sub Median. Sub berarti “bawah”. Alasan tersbut tampaknya karena merupakan lawan dari Median. Median adalah nada ketiga jika dihitung dari Tonika sementara Sub Median, yaitu nada keenam, adalah juga nada ketiga dari Tonika jika dihitung tiga nada menurun. Nada kedua disebut Super Tonika karena berada di atas Tonika (Super berarti “atas”). Di antara nada-nada lainnya dalam tangga nada, hanya nada ketujuhlah yang jarang disebut dengan istilah Latin. Dalam pembicaraan teori musik, nada ini lebih sering disebut dengan istilah Inggris yaitu leading note atau nada pengantar. Yang dimaksud ialah mengantarkan pada Tonika. Kedudukan leading note ini tidak kalah pentingnya dengan Tonika karena sama-sama mempertegas kedudukan Tonika. Penamaan tingkatan trisuara juga berlaku jika kita membangun trisuara di atas tangga nada Minor Harmonis. Nada pertama tetap disebut tonika dan demikian juga dengan dominan serta nada-nada yang lain. Perbedaan terjadi ketika trisuara dibangun di atasnya. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan susunan atau konstruksi laras di antara nada-nadanya (lihat pada bab ketujuh tentang tangga nada minor harmonis). 10.3. Akor Augmented dan Diminished Kecuali trinada ketujuh, interval pasangan kedua interval tiga pada setiap trinada memiliki kualitas berbeda, jika yang pertama interval 3 mayor maka interval tiga yang kedua ialah minor. Khusus untuk trinada ketujuh pasangan kedua interval tersebut sama yaitu minor. Sehubungan dengan itu trinada tersebut memiliki kualitas yang lebih kecil dari trinada minor atau kualitasnya menyempit sehingga biasa disebut diminished (dari bahasa Inggris) yang arti harfiahnya memang menyempit. Sebaliknya, jika pasangan kedua interval tiga pada suatu trinada ialah mayor maka kualitas trinada menjadi lebih besar dari trinada mayor dan biasa disebut meluas atau augmented.
    • Akor dan Arpegio 86 Bab 10 Trisuara augmented yang menimbulkan kesan “miring”, dapat diibaratkan seakan-akan seperti disebabkan keberatan “muatan”. Dalam pertanyaan solfegio trisuara ini lebih mudah diidentifikasi yaitu lebih dekat dengan Mayor tapi berlebihan. Ilustrasi 10.2.: Trinada C augmented. Trinada augmented di atas akan kita jumpai jika kita menyusun trinada di atas tangga nada minor. Dengan demikiam trinada tidak hanya dapat dibangun di atas nada-nada tangga nada mayor namun dapat juga di atas nada-nada tangga nada minor. Di antara tiga macam tangga nada minor yang ada yaitu natural, melodis dan harmonis, yang terakhirlah yang biasa digunakan. Berikut ini ialah susunan trinada dari tangga nada minor. Ilustrasi 10.3.: Susunan trinada di atas tangga nada A minor harmonis Jika kita bandingkan antara trinada yang berbasis tangga nada mayor dan minor maka beberapa hal yang akan kita temukan ialah bahwa Tonika dan sub dominannya berbeda. Pada trinada mayor keduanya berkualitas mayor sedangkan pada trinada minor keduanya adalah minor. Persamaannya ialah keduanya memiliki dominan dengan kualitas mayor. Suatu hal yang unik pada
    • Akor dan Arpegio 87 Bab 10 rangkaian trisuara minor ialah terdapatnya dua trinada diminished dan sebuah trinada augmented sebagai konsekuensi penggunaan tangga nada minor harmonis. Ilustrasi 10.4. : Trisuara C diminished. Jika trinada tonika berfungsi sebagai penentu identitas dan kekuatan tonalitas suatu tangga nada maka trinada dominan berfungsi sebagai penguat keberadaan tonika. Agar trisuara dominan dapat menjalankan fungsinya dan tidak mengganggu keberadaan tonika maka terjadilah fenomena akor yang tidak mengandung tiga nada tetapi empat nada yaitu akor dominan seventh atau secara awam biasa disebut akor tujuh. Akor dominan seventh terjadi dengan menambahkan satu interval tiga minor di atas trinada dominan yang menyebabkan adanya penggabungan dua trinada, yaitu dominan dan trinada ketujuh secara berlapis. Efek tersebut menimbulkan kesan tidak selesai atau menuntut penyelesaian. Dengan demikian trisuara ini memiliki tiga manfaat. Yaitu mengindikasikan nada dasar dengan mempertegas keberadaan tonika dari suatu lagu, yang kedua sebagai akor pengantar dari Akor Tonika (I) ke Akor Sub Dominan (IV), dan yang ketiga sebagai tanda terjadinya modulasi. Ilustrasi 10.5.: Dominant 7th pada tangga nada C mayor
    • Akor dan Arpegio 88 Bab 10 Ilustrasi 10.6.: Dominat 7th pada tangga nada A minor Baik pada tangga nada mayor maupun minor trinada yang dibangun di atas nada pengantar atau nada ketujuh, menghasilkan trinada diminished atau menyempit. Jika trinada mayor menimbulkan kesan cerah atau gembira, minor diasosiasikan dengan sedih atau suram, augmented memberikan kesan miring seperti akan jatuh, maka trisuara diminished memberikan kesan sempit, gelisah dan menuntut penyelesaian. Penggabungan antara trisuara mayor dan minor secara berlapis mengakibatkan kesan yang cerah dan besar tetapi menuntut penyelesaian dan penyelesaian tersebut jelas yaitu tonika. Jadi berbeda dengan diminished yang walaupun juga menuntut penyelesaian namun terdengar sempit. Dari kedua rangkaian tersebut persamaan umum yang dapat dipahami ialah bahwa dalam sistem tonal terdapat tiga trinada utama yaitu trinada I (tonika), V (dominan) dan IV (sub dominan). Fenomena ini dapat kita lihat pada musik-musik non klasik hingga saat ini atau dengan kata lain secara tanpa disadari sitem tonal mengikat musik-musik populer dan beberapa musik tradisi. Kita bisa membuat variasi dari akor-akor tersbut dengan suatu proses yang diebut ”pembalikan” (inversion). Dengan memindahkan nada terrendah (C) satu oktaf ke atas sehingga dari susunan C-E-G menjadi E-G-C, terjadi interval tiga di antara nada yang pertama dan kedua dan interval enam di antara nada pertama dan keenam. Sehubungan dengan itu pembalikan yang pertama ini disebut juga akor 6/3. Sementara itu akor 6/4 adalah akor pembalikan kedua yang diperoleh dengan menaikan nada pertama dari akor pembalikan pertama sebanyak satu oktaf ke atas.
    • Akor dan Arpegio 89 Bab 10 Ilustrasi 10.7. : Trinada pembalikan Dalam suatu komposisi musik, peranan trinada sangatlah penting. Selain sebagai dasar harmoni yang digunakan untuk menyusun iringan sajian sebuah lagu, trinada juga sebagai dasar penenyusunan komposisi maupun aransemen secara umum. Kepentingan trinada dalam iringan sebuah lagu disebabkan karena umumnya struktur melodi diatonis senantiasa berada dalam kerangka tonalitas dan tangga nada nada. Sehubungan dengan itu guna memperoleh pemahaman lebih jauh mengenai struktur. 10.4. Arpegio Telah dijelaskan di muka bahwa Arpegio adalah akor yangterpecah atau terputus. Susunan arpegio jarang dibahas dalam pelajaran teori musik kecuali dalam analisis musik, khususnya yang menggunakan tekstur polifonis. Istilah ini lebih sering dijumpai dalam praktek musik yaitu sevagai bagian dari latihasn teknik. Dalam pelajaran praktek piano yang harus diikuti oleh semua siswa sebagai instrumen wajib, kompetensi memainkan arpeggio pasti dijumpai. Latihan arpegio memiliki pola yang bervariasi. Pola yang umum biasanya mulai dengan akor pada posisi dasar yang dibunyikan dari nada kunci, nada tengah dan nada teringgi, kemudian mulai dengan pembalikan pertama dari nada ketiga tangga nada mayor sebagai bass, nada kedua, dan nada ketiga dari pembalikan tersebut. Yang terakhir, pola yang sama dilakukan terhadap akor pembalikan ketiga. Untuk oktaf selanjutnya pada tingkat nada yang lebih tinggi, diterapkan cara yang sama.
    • Akor dan Arpegio 90 Bab 10 Ilustrasi 10.8. Latihan arpegio untuk piano • Bacaan untuk pendalaman Anon. Tanpa tahun. Rudiment of Music. Tokyo: Yamaha Music Foundation. • Latihan-latihan: 1. Apa yang disebut akor (chord, akord)? 2. Apakah trisuara sama dengan akor? 3. Apakah yang disebut dengan arpegio? 4. Sebutkan tingkat-tingkat Trisuara Utama! 5. Sebutkan ketujuh tingkat nada maupun trisuara, mulai dari yang terendah! 6. Mengapa nada keenam dari tangga nada disebut Sub Median? 7. Bagaimanakah konstruksi interval Trisuara Dominan Tujuh? 8. Sebutkan tiga peran penting Dominan Tujuh! 9. Semua nada dalam sebuah tangga nada terpusat pada Tonika. Jelaskan hubungan, fungsi dan peranan setiap nada dengan Tonika!
    • Akor dan Arpegio 91 Bab 10 10. Bagaimanakah konstruksi interval Trisuara Augmented? 11. Bagaimanakah konstruksi interval Trisuara Diminished? 12. Mengapa susunan akor augmented dan diminished terdapat dalam tangga nada minor? 13. Jelaskan mengapa simbol susunan Trisuara pembalikan pertama adalah 6/3 dan pembalikan kedua ialah 6/4! 14. Dalam pembahasan teori musik, arpegio banyak digunakan dalam kegiatan apa? 15. Arpegio dalam permainan alat musik, sebagaimana halnya tangga nada, termasuk kedalam latihan apa?
    • BAB 11 TINJAUAN SEJARAH MUSIK P erkembangan musik klasik dapat dikelompokkan dengan berbagai sistem. Sebagai contoh ialah yang mengacu pada perkembangan tekstur musikal, seperti periodesasi yang di buat oleh Ewen (1963:7-13): Era Polifonik (1200-1650), Masa Kelahiran Homofonik (abad ke-17), Periode Klasik (abad ke-18 hingga permulaan abad ke-19) Periode Roantik (abad ke-19) dan Periode Modern (abad ke- 20). Sementara itu Stein (1963) merdasarkan periodesasi historis musik klasik atas prosedur komposisi dan bentuk musik. Menurut sitem tersebut taksonomi historis musik klasik adalah sebagai berikut: Era Abad Pertengahan (300-1000), Romanesque (1000-1150), Ars Antiqua (1150-1300), Ars Nova (1300-1400), Renaisans Awal (1400-1500), Renaisans Tinggi (1500-1600), Barok (1600-1750), Rococo (1725-1778), Klasikisme (1750-1827), Romantikisme (1800-1900), Impresionisme (1880- 1918), dan Abad ke-20 (1900 hingga sekarang). Walaupun terdapat berbagai variasi dalam pengelompokkan sejarah musik, dalam bab ini periodisasi yang disampaikan menggunakan sistimatika: Era Kuno (Sebelum 600), Era Abad Pertengahan (600-1450), Era Renaisans (1450-1600), Era Barok (1600-1750), Era Klasik (1750-1820), Era Romantik (1820-1900), dan Era Kontemporer (1900-Sekarang). 11.1. Era Kuno (Antiquity) (- 500) Musik Barat Awal terbentuk oleh tiga komponen budaya meliputi tradisi-tradisi yang tidak sepenuhnya Eropa: Pertama, Timur Tengah dan Mesir Kuno (daerah Mesopotamia di sekitar sungai Tigris dan Euphrate yang didiami suku-suku bangsa Sumeria, Babylonia, dan Assyria) meninggalkan artefak gambar-gambar instrumen musik yang sudah lengkap (idiofon, aerofon, kordofon, dan membranofon) untuk memainkan himne yang diukir pada batu tahun 800 SM.
    • Tinjauan Sejarah Musik 94 Bab 11 Lima ratus tahun kemudian Bangsa Mesir melakukan hal yang sama, sedangkan bangsa Yahudi tercatat sejak tahun 2000 SM dan didokumentasikan dalam Kitab Perjanjian Lama yang lebih berkembang karena kemudian diadobsi dan diadaptasikan dalam liturgi agama Kristen kemudian. Tradisi peribadatan Yahudi di synagoge (kuil) berupa gaya menyanyi silabis dan melismatis hingga kini tetap digunakan di seluruh dunia. Kedua, Yunani Kuno, merupakan budaya yang paling berpengaruh pada perkembangan musik di Barat melalui bangsa Romawi yang menaklukkan mereka tetapi sekaligus banyak mengadobsi budayanya. Sejarah Yunani baru mulai sekitar tahun 1000 SM tetapi segera mempengaruhi bangsa-bangsa sekitarnya. Dua dewa yang paling dipuja bangsa Yunani Kuno adalah Apollo dan Dionysus—kelak menjadi prototipe dua kutub aliran estetika yang saling berlawanan yakni klasik dan romantik. Pemuja Apollo, memainkan instrumen musik berdawai kithara sejenis lyre adalah kaum yang berwatak objektif terhadap ekspresi, sederhana, dan jernih. Sebaliknya pengikut Dionysus suka memainkan instrumen tiup aulos, bersifat subjektif, emosional, dan berhawa nafsu besar. Doktrin etos seperti yang dijelaskan filsuf Plato dan Aristoteles meyakini bahwa musik memberikan efek langsung pada perilaku seseorang yang mendengarkannya. Akibatnya, sistem sosial dan politik menjadi belit-membelit dengan musik, pendidikan berfokus pada musik dan olahraga senam (musica dan gymnastica), bahkan untuk membentuk tatanan fundamental masyarakat dilakukan rasionalisasi musik seperti: penalaan nada, memilih instrumen musik, mencipta modus dan ritme-ritme. Ahli matematik Pythagoras menjadi orang pertama yang meneliti perbandingan-perbandingan getaran dawai dan menetapkan urutan nada-nada yang hingga kini menjadi dasar sistem musik diatonik.
    • Sejarah Musik 95 Bab 11 Ilustrasi 11.1 : Lukisan pada kuburan Mesir di Thebes yang menunjukkan alat- alat musik harpa, lute, oboe ganda, dan lyra. Ketiga, Romawi Kuno, bilamana budaya musikal wilayah Mediterania timur dicangkok-kan ke dalam wilayah Mediterania barat oleh kembalinya serdadu-serdau Romawi, maka modifikasi dengan berbagai selera dan tradisi-tradisi lokal yang ada tak bisa dihindarkan. Modifikasi nyatanya bahkan hanya lebih menyederhanakan saja dari model-model yang diadobsi. Tangga nada diatonik (tujuh nada) dijadikan standar menggantikan struktur-struktur kromatik dan enharmonik dari sistem musik Yunani. Romawi tidak memiliki kekayaan warisan musikal berupa: teori akustik, konsep modus, pengelompokan ritme, organologi instrumen musik, sistem notasi yang meliputi pitch dan durasi, dan banyak repertoar berupa melodi-melodi yang digunakan untuk contoh-contoh pada komposisi selanjutnya.
    • Tinjauan Sejarah Musik 96 Bab 11 11.2. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450 Abad Pertengahan meliputi suatu periode masa yang paling panjang terkait dengan semua kehidupan dan seni untuk pelayanan gereja. Musik digubakan untuk keperluan ibadat, dan sebagai alat utama untuk memahami karya-karya Tuhan. Abad ini mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yang kristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan kristen. Standarisasi yang terjadi dalam berbagai lapangan pengetahuan saat itu, juga terjadi dalam musik. Biarawan dan teoretikus musik Guido Aretinius d’Arezzo (ca. 997 – ca. 1050) merancang sistem menyanyi yang dinamakan ’solmisasi’. Pemimpin gereja Paus Gregorius I kemudian mengatur penggunaan lagu-lagu pujian untuk peribadatan gereja yang dikenal dengan Gregorian chant dengan sistem tersebut. Ilustrasi 11.2.: Syair Guido d’Arezzo sebagai dasar Solfegio Dibandingkan gaya monofon sebelumnya dan cikal-bakal harmoni, gaya polifoni sebagai teknologi komposisi yang menggabungkan dua alur melodi atau lebih, memperkaya rasa keindahan musikal era ini. Pusat musik abad ke-14 adalah Italy dengan komposer-komposer penting seperti Francisco Landini, Giovanni da Cascia, dan Jacopo da Bologna.
    • Sejarah Musik 97 Bab 11 Ilustrasi 11.3. : Keterangan gambar menurut arah jarum jam dari kiri atas: (1) Trouveres terakhir dan terbesar, Adam de la Halle, dari Arras(1288); (2) Tannhaüser dalam pakaian Ksatrio Orde Jerman, tampil dalam Kontes Menyanyi di Wartburg; (3) Henrich Frauenlob, salah seorang pendiri Meistersingers, tampak di antara para musisi; (4) Pommers (sebuah instrumen reed ganda) dan beberapa trompet, dari iluminasi koleksi Richenthal Chronicle.
    • Tinjauan Sejarah Musik 98 Bab 11 Untuk pertama kali di Paris para pencipta musik Léonin dan Perotin yang notabene adalah biarawan Katedral Notre-Dame, disebut sebagai komposer-komposer ”Aliran Notre-Dame” (The Notre-Dame School). Sebuah risalah penting berjudul Ars Nova (Seni Baru) oleh Philippe de Vitry muncul lebih awal pada abad ke-14 dan sekaligus menunjukkan bahwa seni yang berkembang sebelumnya menjadi kuno. 11.3. Era Renaisans (1450-1600) Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem. Selain tertarik pada kebudayaan Yunani Kuno, juga berkembang humanisme khususnya di Italia dan fundamentalisme di Eropa Utara, tetapi sarat dengan penemuan ilmiah. Kebudayaan termasuk musik berkembang baik di dalam maupun di luar gereja. Manusia seperti telah menemukan kembali jati dirinya terutama tampak pada idealisme kaum Protestan yang meyakini bahwa manusia bisa berhubungan langsung dengan Tuhan-nya. Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modus sebelumnya, tetapi akord-akord mulai disusun dengan cara menghubungkan melodi-melodi yang menghasilkan konsonan atau disonan. Selain musik vokal, era ini ditandai mulainya komposisi solo dengan iringan ansambel instrumental. Selama abad ke-16 musik instrumental merangkak naik cepat terkait dengan perkembangan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-ritme beraksen kuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas dan panjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyak ornamentasi melodi. Renaisans dapat diartikan sebagai periode dalam Sejarah Eropa Barat dimana manusia mulai melakukan eksplorasi terhadap dunia, baik melalui perjalanan atau penjelajahan ke Timur maupun ke Selatan belahan bumi, tetapi mereka juga gemar mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesenian. Oleh karena pikiran manusia menjadi semakin bebas, maka musik sekuler mulai muncul dan berkembang pula musik-musik instrumental yang semula kurang mendapatkan tempat di lingkungan tradisi gereja. Tetapi musik gereja tetap sangat penting dan gaya polifonik vokal sangat berkembang pada periode ini. Komposer-komposer terpenting ialah
    • Sejarah Musik 99 Bab 11 Josquin des Prés, Orlandus Lassus, William Byrd, dan Giovanni Pierluigi da Palestrina. 11.4. Era Barok (1600-1750) Periode waktu musik Barok yang juga dikenal sebagai awal suatu masa paling dramatik dalam sejarah musik, dikatakan sebagai mulainya era tonal, tetapi totalitas musik yang menggunakan tangga nada diatonik sebenarnya berlangsung hingga pada awal abad ke-20, selebihnya musik modern mulai banyak yang meninggalkan sistem diatonik itu. Sekalipun kata Perancis Baroque; Inggris/Jerman: Barock; Italy: Barocco—semua menunjuk pada kata sifat ’bizaree’ (aneh, ajaib, dan ganjil)—pada mulanya berkonotasi buruk, digunakan untuk tujuan menghina, merendahkan, dan abnormal; tetapi definisinya semakin menjadi positif, agung, dramatik, dan bahkan mengandung spirit kuat dalam seni. Spirit Barok diperlukan untuk mengembangkan kekayaan musikal dan menumbuhkan dengan cepat teknik-teknik yang diperlukan. Dua gaya musik yang terpenting adalah gaya antik (prima prattica, stile antico) dan (sconda prattica, stile moderno) yang lebih teatrikal daripada yang pertama. Periode pertama era Barok sebagai awal ditandai dengan penerapan unsur dramatik pada musik terutama pada operan dan oratorio, tetapi juga pada musik instrumental dengan menambahkan unsur-unsur dinamik seperti forte-piano (keras-lembut). Di Italy ada komposer-komposer antara lain Giulio Caccini, Jacopo Peri, Claudio Monteverdi, dan Pietro Francesco Cavalli; di Perancis ialah Jean Baptiste Lully; dan di Jerman Heinrich Schütz. Periode kedua ditandai oleh adanya unsur keseimbangan harmonik dan polifonik pada komposisi-komposisi Barok yang dilakukan oleh para komposer Italy Arcangelo Corelli, Antonio Vivaldi, Allesandro Scarlatti, dan Domenico Scarlatti; Inggris Henry Purcell, komposer Perancis Francois Couperin, Jerman Johann Sebastian Bach, dan George Frideric Handel. Musik Barok menyumbang bagi kesempurnaan sistem musik Barat dengan sistem tonalitas yang berbasis perkuncian, memformulasikan nada-nada menjadi akord-akord, interrelasi
    • Tinjauan Sejarah Musik 100 Bab 11 melodi dan akord dalam tangga nada mayor atau minor— menjadikan musik diatonik bisa diterima mendunia. Dua gaya musikal yang sangat berbeda dari Renaisans adalah gaya musik concertato dan basso continuo. Gaya pertama menerapkan teknik kontras, kombinasi, dan alternasi antara solo dan iringan; sedangkan yang kedua teknik menggarap iringan musik berbasis nada-nada bas (nada paling bawah). Dua gaya itu banyak digunakan dalam komposisi instrumental yang menjadikan era ini merupakan masa gemilang musik instrumental seperti jenis musik ”sonata” dan ”concerto”. Pusat-pusat musik Barok dan para komposernya adalah Italia, Perancis, Inggris, dan Jerman; semua menghasilkan beraneka ragam repertoar musik vokal dan instrumental seperti sinfonia, overture, opera, sonata da chiesa, dan sonata da camera. Musik hiburan (entertainment music) secara bertahap mulai berkembang baik secara kualitas maupun kuantitasnya dan memperkaya musik gereja yang sudah ada. Mulai tahun 1700 beberapa bentuk musik berbeda muncul seperti solo sonata, trio sonata, suita tarian, dan concerto grosso. 11.5. Era Klasik (1750-1820) Seperti yang terjadi pada era Renaisans, sebenarnya cukup sulit mendefinisikan era ini sekalipun menggunakan tinjauan periode waktu, perbedaan gaya-gaya musikal, perilaku estetik, idealisme, atau bahkan norma-norma yang ditetapkan. Cara paling mudah memahami era Klasik ialah dengan memahami klasikisme sebagai idealisme para pemuja dewa Apollo era Yunani Kuno. Era ini mewarisi dan mengembangkan klasikisme secara total melalui pikiran positif, sikap tenang, seimbang antara rasio dan rasa, dan struktur yang jernih. Jika Apollo adalah dewa keadilan, keindahan, seni, musik, dan sebagai personifikasi dari watak tenang dan seimbang (hamonious tranquility); maka teori penting tentang Apollo dikembangkan Nietzsche yang mengatakan bahwa Apollo adalah dewa kebijaksanaan, pikiran analitis, pembentuk kepribadian, refleksi diri, dan pemahaman—yang dilawan oleh Dionysus sebagai dewa yang melahirkan prototipe romantikisme.
    • Sejarah Musik 101 Bab 11 Kata “klasik” bermakna sesuatu yang ber-‘kelas’ tinggi, bukan sesuatu yang berkualitas sembarangan. Musik klasik (semua musik serius) termasuk dalam kategori itu, tetapi era Klasik tidak mendadak menemukan jati-dirinya melainkan dimulai oleh gaya Rokoko yang riang (galant style) khususnya di Perancis dan gaya sentimental (empfindsamer stil) yang dikembangkan pada tahun 1750 hingga 1760-an di Jerman. Perancis menyumbang obsesi kejernihan (lightness), keanggunan (gracefulness), dan hiasan (decoration); sedangkan Jerman lebih senang pada masalah rasa (sensibilities). Di Jerman suatu gerakan kesenian yang penting adalah Sturm und Drang (”Storm and Stress”, ”Badai dan Stres”) muncul selama tahun 1770 hingga 1780-an dipelopori oleh pujangga besar Goethe dan kawan-kawan yang mengajak agar lebih meningkatkan ekspresi personal dan menggunakan repertoar bangsa sendiri dalam karya-karya seni— Jerman. Perubahan fundamental gaya musikal Klasik dari Barok diinspirasikan oleh Rokoko yang memurnikan kembali idealisme klasik Yunani Kuno oleh para komposer hebat seperti Joseph Haydn, Wolgang Amadeus Mozart, Christoph Willibald Gluck, dan Ludwig van Beethoven. Untuk pertama kali dalam sejarah musik bahwa musik instrumental lebih penting daripada musik vokal. Orkestra dan musik kamar seperti kuartet, kuintet, dan trio piano—dijadikan standar dan menggantikan dominasi ansambel-ansambel Barok. Polifoni digantikan gaya homofoni yang membedakan fungsi melodi dan progresi akord-akord sebagai iringan. Bentuk musik (musical form) terpenting adalah bentuk sonata (sonata form) yang digunakan pada simfoni, sonata, dan konserto. Suatu gerakan kesenian yang penting ialah Sturm und Drang (”Storm and Stress”, ”Badai dan Stres”) muncul di Jerman dipelopori oleh pujangga besar Goethe dan kawan-kawan, mengajak seniman agar lebih meningkatkan ekspresi personal dan menggunakan repertoar sendiri dalam karya-karya seni. Melalui gerakan kebudayaan itu para pujangga menggugah kesadaran cinta tanah air atau nasionalisme bagi bangsa Jerman melalui perhatian mereka pada karya-karya seni bangsa sendiri.
    • Tinjauan Sejarah Musik 102 Bab 11 11.6. Era Romantik (1820-1900) Komposer-komposer Jerman seperti Beethoven merespon gerakan Sturm und Drang dan menjadikan pergantian gaya musikal dan sikap estetik yang lebih personal, nasionalistik, bebas, dan menjadikan ciri khas Romantik. Batasan romantik berasal dari sastra Jerman pada akhir abad ke-18, seorang penulis Franco-Swiss bernama Mme de Staël mengaitkan gagasan-gagasan baru dengan gerakan yang terjadi pada tahun 1813 sebagai sesuatu yang asli, modern, populer, natural, religius, dan pemberlakuan institusi- institusi sosial. Maka musik Romantik berbeda dari gaya sebelumnya dan acapkali dikatakan berlawanan dengan Klasik karena wataknya yang emosional, subjektif, nasionalis, individual, eksotis, melarikan diri, nafsu bebas, dan bahkan tidak rasional. Sifat-sifat gaya romantik sangat ditentukan oleh upaya para komposer yang memperkaya sumber-sumber inspirasi dan sumber- sumber material bagi komposisi mereka. Orkestra, musik piano, solo vokal dengan iringan piano, dan opera dijadikan sebagai jenis-jenis musik utama, tetapi musik kamar dan musik vokal pujian agak dipinggirkan. Metrik genap dan metrik gasal dijadikan sebagai basis metrik musik, tetapi terkadang dilakukan juga eksperimen- eksperimen menggabungkan keduanya secara tidak biasa. Ritme diakui sebagai suatu inti yang penting dari masalah ekspresi dalam musik. Gaya melodi ditekankan berasal dari gaya menyanyi dengan ciri panjang dan alur-alur lirik. Di sisi lain kemungkinan-kemungkinan baru secara idiomatis pada perwatakan instrumen digali dan dikembangkan. Elemen- elemen harmoni dan tonal terus-menerus dikembangkan selama abad itu, dengan kromatikisme, sonoritas diperkaya misalnya dengan akord tujuh dan akord sembilan, dan bunyi-bunyi yang nonharmonis banyak digunakan secara lebih bebas. Modulasi- modulasi semakin menjauh dari tonalnya, tetapi musik masih berpusat pada melodi dan harmoni. Beethoven adalah seorang figur transisional yang menghantarkan gaya Klasik abad ke-18 menuju gaya Romantik abad ke-19. Ia adalah komposer yang paling fenomenal dalam sejarah musik diatonik karena kegigihannya dalam menunjukkan
    • Sejarah Musik 103 Bab 11 personalitas dan watak pribadi melalui komposisi-komposisinya. Terinspirasi oleh adanya kekuatan-kekuatan revolusioner pada masanya, terutama Revolusi Perancis, ia mendeklarasikan sendiri sebagai pembaharu artistik yang merdeka, bebas dari pengaruh kekuasaan atau patron tertentu. Pada awalnya ia mencipta musik demi memenuhi pesanan dan imbalan finansial, tetapi kemudian pada tahun 1820 ia mulai mendeklarasikan kebebasan dirinya dalam mencipta musik dan hanya menulis musik jika digerakkan oleh imajinasi dan kata hatinyas saja. Ia telah menetapkan aspek-aspek seperti individualitas, subjektivitas, dan ekspresi emosional sebagai standar pada komposer-komposer Romantik. Kemerdekaan atau kebebasan (freedom) adalah kata yang melekat pada komposer paling fenomenal ini, ia berani melawan Kaisar Napoleon Bonaparte melalui Simfoni No. 3 Eroica yang kemudian menjadi tonggak sejarah musik Romantik. Beethoven tampil sebagai pujangga musik dunia yang mampu menembus batas-batas kultur Barat. 11.7. Era Kontemporer 1900-Sekarang Periode ini dalam sejarah musik sering disebut sebagai periode Modern sejak tahun 1900 sebagai titik awalnya. Era kontemporer musik dipicu oleh peran komposer-komposer Romantik yang mengembangkan gaya nasionalistik terutama yang berkembang di negara-negara Eropa Timur. Nasionalisme menjadi salah-satu ciri utama Romantik selain kecintaan mereka kepada alam, kepahlawanan, cinta, tragedi, mistik, kelucuan, dan sesuatu yang eksotis. Nasionalisme memberikan ciri khusus pada musik-musik yang berkembang di Eropa Timur dan berbeda daripada Eropa Barat pada umumnya. Para komposer Romantik di Eropa Timur banyak menghadirkan musik yang bernuansa budaya nasional, idiom-idiom lokal, dan tertarik dengan keindahan pemandangan alam setempat. Claude Debussy dan Maurice Ravel mereka adalah komposer- komposer Perancis yang mengawali periode komtemporer dengan gaya impresionisme. Musik era ini menggunakan pola-pola ritme yang tak berbentuk, tangga nada whole-tone, konsep tentang
    • Tinjauan Sejarah Musik 104 Bab 11 hubungan bebas pada harmoni-harmoni berdekatan, dan tekstur- tektur kalaedokopik dari impresionisme musikal. Gerakan-gerakan estetik adalah manifestasi-manifestasi musikal yang bersumber dari seni lukis dan sastra. Karya-karya eksperimental dari Arnold Schoenberg dan Igor Stravinsky sekitar tahun 1910 dikabarkan sebagai zaman baru dalam musik. Schoenberg adalah seorang pioner yang mengadopsi ide-ide dari gerakan para Ekspresionis—seperti Impresionisme yang diambil dari perkembangan seni-seni lain. Ekspresionisme mengeplorasi konsep-konsep konsonan dan disonan dari harmoni tradisional untuk mengembangkan ”atonalitas” dan ”teknik 12-nada”. Gaya revolusioner dari Stravinsky terkadang disebtu “dinamisme”, “barbarisme”, atau “primitivisme”, berkonsentrasi pada ketidakseimbangan metrik dan disonan-disonan perkusif, serta didahului suatu dekade dari percobaan ekstrim yang bertepatan dengan Perang Dunia I, suatu periode besar terkait dengan pergolakan sosial dan politik. Musik periode kontemporer telah terkait dengan nilai-nilai sosial, politik, dan banyak hal lain selain nilai keindahannya. Kontras dengan eksperimen-eksperimen Schoenberg dan Stravinsky tersebut selama dekade kedua abad ke-20 muncul aliran yang ingin kembali kepada idaman-idaman estetika akhir abad ke-18 dan kemudian dinaman Neoklasik. Tokoh-tokohnya ialah Paul Hindemith, Béla Bartok, dan Sergey Prokoviev dan Alban Berg. Aliran ini berwatak terbebas dari muatan emosional, penyederhanaan material-material, struktur dan tekstur; dan lebih mementingkan garis-garis melodi kontrapungtis daripada warna harmonik atau instrumental. Neoklasik diteruskan sebagai tren utama hingga sekitar tahun 1920 dan Perang Dunia II berlangsung, teknik-teknik ekspetimental dikenalkan selama dekade kedua abad ini secara bertahap dimurnikan kembali, dimodifikasi, dan digabungkan ke dalam perbendaharaan istilah musikal yang diterima umum. Pasca Perang Dunia II ditandai oleh dua sikap artistik utama yang cenderung menggabungkan unsur-unsur yang ada, Anton von Webern membawa komposisi serial secara lebih ekstrim secara ketrampilan dan intelektual yang berorientasi kepada Klasikisme
    • Sejarah Musik 105 Bab 11 daripada Ekspresionisme. Stravinsky, anggota tertua dari kelompok Neoklasik, mulai melakukan ekperimen dengan Serialisme. Musik Avant-garde mulai dikembangkan dengan teknik-teknik yang memungkinkan menggunakan unsur elektronika. • Bacaan untuk pendalaman: McNeil, Rhoderik. 1998. Sejarah Musik 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Amer, Christine. 1972. Harper’s Dictionary of Music. London: Barnes & Noble. • Latihan-latihan: 1. Umumnya sejarahwan musik mengelompokkan sejarah musik ke dalam batasan jaman-jaman. Bagaimana David Ewen mengelompokkan periodisasi sejarah musik dan apa pendapatmu? 2. Sebutkan tiga komponen kebudayaan yang membentuk perkembangan awal Musik Barat! 3. Siapakah Guido Aretinius d’Arezzo (ca. 997 – ca. 1050), dan apa kontribusinya terhadap perkembangan musik diatonis? 4. Sebutkan nama kelompok-kelompok alat musik kuno yang tergambar pada Pada artefak ukiran batu kuno dari tahun 800 SM Di wilayah Timur Tengah dan Mesir!
    • BAB 12 PARA KOMPOSER ABAD PERTENGAHAN HINGGA BAROK P ada bab sebelumnya telah dibahas karakteristik periodisasi sejarah musik dari mulai abad pertengahan hingga kontemporer. Berkaitan dengan penjelasan tersebut maka sebagai kelengkapan historis pada bab ini diuraikan riwayat hidup singkat para komposer yang juga disusun secara kronologis berdasarkan periodisasi tersebut. Untuk yang pertama ialah daftar komposer Era Abad Pertengahan hingga Barok. 12.1. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) (600-1450) 12.1.1. Dufay, Guillaume (ca. 1400-74): Komposisi Belanda yang pemimpin paduan suara pada Katedral Cambrai, kemudian ia belajar ke Italia dan memasuki paduan suara kepausan di Roma pada tahun 1428. Dufay berkarir dobel, sebagai pastur maupun sebagai musisi. 12.1.2. Gregory I, ”The Great” (540-604): Gregory menjabat sebagai Paus pada selama tahun 590-604. Ia bukan seorang komposer tetapi dikenal karena memiliki perhatian besar mengembangkan dan menyatukan musik-musik untuk keperluan misa dan liturgi gereja-gereja Kristen. Banyak dari nyanyian berasal dari misa gereja Katholik Roma yang kemudian dikenal sebagai Gregorian chant (Lagu-lagu Gregorian). 12.1.3. Guido d’Arezzo (ca. 997-ca. 1050): Seorang Italia yang dikenal dalam sejarah musik sebagai penemu sistem menyanyi solmisasi (ut, re, mi, fa, sol, la) dan juga penyusunan tata-aturan penulisan kunci nada.
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 108 Bab 12 12.1.4. Landini, Francisco (1325-1297): Komposer Italia pada periode Ars Nova (Seni Baru). Landini seorang buta yang berprofesi sebagai organis, komposisi dan permainannya sangat dikenal pada zamannya. Ia tercatat sebagai pencipta balada, bentuk musik-puisi penting. Kebanyakan dari masa hidupnya tinggal di Florence, di kota itu ia dikenal sebagai virtuoso organis dan juga pemain ulung instrumen musik lainnya seperti lute dan rebec. Musiknya termasuk madrigal-madrigal dan musik-musik tarian yang sangat indah. 12.1.5. Leonius (atau Léonin) (abad ke-12): Seorang organis dan komposer Perancis, mungkin sebagai orang pertama pendiri Notre Dame School di Paris. Ia menggabungkan Magnus Liber, sekumpulan lagu liturgis yang siklis, kebanyakan dari itu terdiri dari dua bagian yang digunakan selama setahun penuh kebaktian gereja. Lenoninus tercatat sebagai komposer penting untuk jenis musik organum, dan tercatat sebagai salah-satu komposer terpenting untuk fase awal dalam sejarah musik. Gregory I Guillaume Dufay (kiri) Ilustrasi 12.1. Dua Tokoh Musik Abad Pertengahan
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 109 Bab 12 12.1.6. Machaut, Guillaume de (c. 1304-77): Organis dan komposer Perancis pada masa Ars Nova (Seni Baru) dan mungkin sebagai komposer pertama yang mencipta musik sekular yang hingga kini masih sering dimainkan. 12.2. Era Renaisans (1450-1600) 12.2.1. Byrd, William (1543-1623): Komposer Inggris pada akhir Era Renaisans yang dikenal karena karya-karyanya madrigal Inggris, lagu-lagu gereja, dan musik untuk instrumen seperti virgin dan viol. Koleksi karyanya yang khusus telah dipublikasikan di bawah judul Psalmes, Sonets, and Song of Sadness and Pietie. 12.2.2. Caccini, Giulio (1545-1618): Komposer Italia, anggota dari grup Camerata di Florence yang melahirkan opera. 12.2.3. Carissimi, Giacomo (1605): Komposer Italia yang utamanya dikenal sebagai pencipta kantata kamar dan oratorio dalam mengembangkan seni resitatif. Metodenya menyatukan kata-kata dengan musik pada umumnya sangat ekspresif dan dramatik. Meskipun ia tidak menemukan ide tentang oratorio, tetapi ia tetap seorang jenius. Sekali waktu Handel pernah meminjam ide-ide itu dari karya-karyanya. Karya utama Carissimi adalah The History of Jonah dan Jepthah. 12.2.4. Gabrieli, Giovanni (1557-1612): Komposer Italia, kemenakan laki-laki dari Andrea Gabrieli. Setelah beberapa tahun tinggal di Jerman ia kembali ke Venice bekerja sebagai organis di St. Mark (1586). Ia meneruskan
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 110 Bab 12 eksperimen pamannya yakni mengkombinasikan nyanyian- nyanyian gereja dengan orkestra. Sedangkan musik orkestra murni seperti Sonata pian’ e forte (1597) tercatat penting dalam sejarah musik sebagai pembawa gaya menuju gaya konserto yang kelak mendominasi abad ke-17 dan ke-18. 12.2.5. Josquin Des Prés (ca. 1450-1521): Komposer Franco-Flemish pada awal Renaisans. Karya- karyanya merefleksikan keseimbangan antara imitasi kontrapung seni Franco-Flemish dengan gaya yang lebih homofonis Italia. Menulis misa, motet, dan sejumlah kecil karya sekular yang di antaranya mencapai sukses sebagai repertoar penting era Renaisans. 12.2.6. Lassus, Orlandus (1532-1594): Sering disebut Roland de Lassus, atau Orlando di Lasso. Komposer Italia era Renaisans yang tercatat sebagai pencipta musik motet dan madrigal yang indah. Ia juga mencipta misa, chanson, dan lieder. Ia dikenal sebagai komposer besar abad ke-16 untuk musik polifoni vokal. Lassus memulai karirnya sebagai penyanyi paduan suara pada Mons, oleh karena suaranya yang bagus dan mendapatkan banyak perhatian publik ia bahkan pernah diculik tiga kali oleh para rivalnya sesama penyanyi. Pada penculikan dirinya yang ketiga ia dibawa ke Sicilia, tetapi kemudian ia menjadi pemimpin paduan suara di Roma dan bahkan melakukan perjalanan ke Perancis dan Belanda. Lassus menulis kurang-lebih 1000 komposisi termasuk banyak madrigal Italia yang sangat bagus. pencipta musik motet dan madrigal yang indah. Ia juga mencipta misa, chanson, dan lieder. 12.2.7. Palestrina, Giovanni Pierluigi da (1525-1594): Komposer Italia pada akhir era Renaisans. Salah-seorang dari jajaran komposer besar musik gereja, ia banyak tinggal di lingkungan gereja untuk mencipta musik. Motet-motet dan misa-misa menunjukkan kecakapannya yang tinggi dalam berolah polifoni. Palestrina adalah seorang Uskup yang karena kepandaian musiknya
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 111 Bab 12 Byrd, William Palestrina Josquin Des Pres Orlandus Lassus Ilustrasi 12.2. Para Tokoh Musik Jaman Renaisans
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 112 Bab 12 kemudian diundang oleh Paus untuk memimpin paduan suara di kapel Julian di Vatikan untuk beberapa kali periode. 12.2.8. Peri, Jacopo (1561-1633): Komposer Italia pada akhir era Renaisans dan awal era Barok. Ia adalah anggota dari Camerata, sebuah grup yang mencoba tetap melestarikan drama dan gaya deklamasi dari kebudayaan Yunani Kuno. Karyanya Dafne (1597) adalah opera pertama yang menggunakan gaya monodik baru. 12.3. Era Barok (1600-1750) 12.3.1. Schütz, Heinrich (1585-1672): Komposer Jerman masa awal Barok, ia mencipta opera Jerman pertamakali (Dafne, 1627) berbasis pada model Italia dan mengembangkannya pada karya-karya utamanya seperti Christmas Oratorio. Dalam aktivitasnya mengajar dan mencipta komposisi ia sangat mengemukakan efek musik J.S. Bach yang bersifat tradisi musik Jerman. Yang paling penting adalah musiknya memiliki kekuatan dan indah sehingga menempatkan dirinya sebagai salah-seorang tokoh besar pada awal periode Barok. Karya-karyanya berupa kombinasi antara musik vokal dan instrumental seperti Sacred Symphonies dan Sacred Concerto. 12.3.2. Telemann, Georg (Philipp) (1681-1767): Komposer Jerman pada akhir era Barok, dari segi daftar komposisinya ia termasuk fantastik. Lebih dari 3.000 karyanya untuk gereja, antara lain musik solo organ atau dengan orkestra, lebih dari 600 overture, dan banyak trio sonata, maupun musik kamar. Teleman dikenal sebagai komposer yang musiknya merepresentasikan elemen-elemen terbaik dari gaya Empfindsamer Stil.
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 113 Bab 12 12.3.3. Vivaldi, Antonio (1678-1741): Komposer Italia pada masa akhir Barok. Lahir di Venice dan lama tinggal di sana untuk bekerja. Dari tahun 1704 sampai dengan tahun 1740 ia mengajar pada Conservatorio dell’Ospedale della Pieta, sebuah sekolah musik bagi perempuan. Sekalipun ia menulis sejumlah opera dan musik-musik religius, kejeniusannya terletak pada karya-karya musik instrumental, ketelitiannya pada banyak konserto orkestral, karya-karya biola, dan trio sonata. Vivaldi seorang pemain biola mahir dan dikenal sebagai pencipta banyak konserto groso tak kurang dari 400 jumlahnya. Beberapa karyanya itu berjudul, contohnya, Six Concertos in Book I Opus 8: The Trial of Harmony and Invention: (1) Spring; (2) Summer; (3) Autum; dan (4) Winter—semua biasanya dimainkan sesuai dengan empat musim (The Seasons); dan (5) The Storm at Sea; (6) Peace. Selain menulis opera, Vivaldi juga mencipta musik kamar kurang-lebih 100 sonata dan musik gereja (contoh, yang terpopuler berjudul Gloria in D major). 12.3.4. Bach, Johann Sebastian (1685-1750): Komposer-organis Jerman pada akhir era Barok. Sebagai seorang kontrapungtis ia tidak punya tandingan atau kawan, karya-karya fuga-nya tetap menjadi model dari kesempurnaan polifonik. Komposisi-komposisi termashurnya meliputi musik keyboard, cantata, passion, oratorio, concerto, dan musik-musik kamar; ia juga mempersembahkan seluruh hidupnya bagi gereja Lutheran, masih juga mencipta musik sekular. Gaya komposisi Bach meliputi semua gaya Barok—elegan dan polifoni yang kaya dan dikemas secara disiplin, hamonisasi yang intesif, dan mengutamakan ekspresi. Dua buku yang mengembangkan kontrapung adalah Preludes dan Fugues dalam semua kunci mayor yang memuat 48 nomor untuk ketrampilan. Bach adalah seorang yang taat beragama dan banyak mencipta dan memainkan musik gereja. Karya terakhirnya dicipta di tempat tidur sebelum ia meninggal berupa prelude untuk organ dan paduan suara. Hanya sedikit karyanya yang
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 114 Bab 12 diterbitkan sewaktu ia hidup, tetapi beberapa musisi belajar dari metode-metodenya. Haydn dan Mozart belajar langsung dari Bach, dan juga Beethoven. Karya-karya penting Bach adalah: Musik-musik vokal Magnificat in D major, St John Passion, St Mattew Passion, Christmas Oratorio, dan Mass in B minor. Beberapa musik orkestra: empat suita dan Brandenburg Concertos (enam nomor). Solo concerto untuk biola sangat terkenal hingga kini adalah Violin Concerto in A minor dan Violin Concerto in E mayor, sedangkan untuk dua biola dalah Concerto for two Violins in D minor. Karya musik keyboard meliputi The ‘48’ Prelude and Fugue (Book I and Book II), Chromatic Fantasy and Fugue, Italian Concerto, dan Goldberg Variations. 12.3.5. Corelli, Arcangelo (1653-1713): Komposer Italia dan seorang pemain biola, termashur di seluruh Eropa sebagai seorang virtuoso biola dan tinggal beberapa waktu di Perancis dan Jerman sebelum tinggal menetap di Roma (c. 1685), di mana ia mulai menambahkan pada reputasinya dengan mempublikasikan komposisi-komposisinya. Meskipun tidak banyak mencipta musik secara kuantitas, tetapi secara kualitatif musiknya sangat bagus sehingga ia menjadi komposer paling penting pada masanya. Ia telah membantu menciptakan gaya baru ’sonata’ dan gaya ’konserto groso’. Ia menerbitkan empat kumpulan dari 12 Trio Sonata, dan satu kumpulan dari 12 Solo Sonata. 12.3.6. Gibbons, Orlando (1683-1625): Komposer Inggris dari lingkungan keluarga yang sangat musikal, ia lahir oxford dan menerima pendidikan di King’ Colledge-Cambridge. Gibbons kemudian pergi ke London sekitar tahun 1604 dan menjadi organis pada kapel istana dan menjadi musisi pribadi raja. Ia menulis banyak musik rakyat, sekumpulan dri 20 Madrigals and Motets of five Parts: apt for Viols and Voyces (1614), sejumlah fantasia untuk gesek, dan banyak musik tarian, kumpulan variasi, fansi, dan lain musik untuk harpsikord. Madrigalnya yang paling tekenal berjudul The Silver Swan.
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 115 Bab 12 12.3.7. Handel, George Frederick Lahir di Halle, Saxony pada tanggal 23 Februari 1685 dan meninggal di London tanggal 14 April 1759. Handel adalah salah- satu dari komposer yang memiliki riwayat hidup yang unik, ia tidak mendapatkan restu dari ayahnya untuk belajar musik. Mulai belajar musik secara sembunyi-sembunyi pada malam hari, tetapi kemudian bisa belajar dari guru-guru lokal di tempat tinggalnya pada waktu kecil. Selama tiga tahun belajar organ, clavier, biola, dan komposisi di bawah bimbingan Zachau. Ia mulai membuat sensasi sehingga seorang pejabat di kota Brandenburg memberinya beasiswa untuk belajar musik di Italy. Pada waktu yang sama ia juga menempuh studi hukum di Universitas Halle untuk menuruti harapan sang ayah. Tetapi kemudian studinya kacau dan ia memutuskan belajar musik, menetap di Hamburg dan bermain biola di opera-opera Jerman. Opera pertamanya Almira diperkenalkan di Gedung Opera Hamburg dan mendapatkan sukses besar, tetapi opera kedua Nero gagal. Handel menulis sekitar 40 opera, tetapi kemudian lebih berkonsentrasi pada komposisi orarotio yang beberapa karyanya kelak menjadi terkenal seperti Saul (1738), Israel Egypt (1738) dan Messiah (1741) sebagai karyanya yang paling termashur. 12.3.8. Lully, Jean Baptiste (1632-1687): Komposer Barok kelahiran Italia yang bekerja pada Raja Louis XIV di Versailles-Perancis. Lully dicatat karena inovasi- inovasinya antara lain overtur ”Lully” atau ”Perancis”. Kemahirannya terutama dalam musik balet istana dan komposisi resitatif yang khususnya menyesuaikan dengan kualitas-kualitas dalam bahasa Perancis. Pada tahun 1669, Opera Paris didirikan, dan tiga tahun kemudian Lully menjabat sebagai direkturnya. Lully mulai mengarang opera-opera, semuanya tidak bisa bertahan lama tetapi tetap dimainkan dan menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan tradisi opera Perancis yang berlawanan dari opera Italy. Di antara opera-operanya yang terkenal adalah Amadis, Roland, Acis et Galatée, dan Persée. Lully meninggal dunia dua bulan setelah memimpin pertunjukannya Te
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 116 Bab 12 Deum yang ia tulis untuk merayakan kesembuhan Raja dari sakit gawat. 12.3.9.Monteverdi, Claudio (1567-1643): Komposer Italia yang kini dikenal bukan saja sebagai penemu opera tetapi juga sebagai seorang dari para tokoh musik tersohor. Monteverdi adalah putra tertua Baldassare Monteverdi, seorang ahli fisika. Ia banyak menunjukkan bakat musiknya setelah belajar pada Marc’ Antonio Ingegneri (seorang musisi Katedral Cremona). Karir musiknya yang paling awal dan penting yakni setelah ia bergabung menjadi staf Duke of Mantua, ialah Vincenzo Gonzaga I. Mantua adalah salah satu wilayah kerajaan yang indah dan terkenal di mana para musisi muda berbakat diberikan kesempatan mengabdi secara profesional. Ia tertarik mengembangkan overtur dan banyak pembaruan pada opera yang tetap dikenal hingga kini. Madrigal-madrigalnya menunjukkan kecakapan yang tinggi pada masanya, sejak awal karya-karyanya terkait dengan Renaisans, tetapi kebanyakan dari komposisinya merefleksikan tradisi paling awal era Barok. Orfeo yang diambil dari karya sejarah Orpheus and Euridice mencapai sukses. Monteverdi mempublikasikan sembilan buku tentang madrigal, beberapa komposisi religius yang penting termasuk Mass and Vespers dan sebuah koleksi Selva morale e spirituale (1640). 12.3.10. Purcell, Henry (ca. 1659-1695): Lahir di London tahun 1658 dan meninggal di sana pada tahun 1695. Purcell lahir dari keluarga yang secara musikal sangat menonjol, ayah dan pamannya adalah anggota penting pada Kapel dan Band Kerajaan. Sebagai komposer pada masa tengah- Barok, ia adalah tokoh terakhir yang tercatat sampai dengan akhir abad ke-19. Komposer yang memiliki kemampuan tinggi dalam penemuan, ia memasukkan ke dalam musiknya rasa drama yang kuat dengan sentuhan humor. Ia dikenal karena kemahiran dan orisinalitasnya dalam mencipta musik. Satu opera, Dido and Aeneas (1689), banyak didengar sebagai musik instrumentalnya. Karya-karya penting Purcell antara lain opera Dido and Aeneas dan The Tempest.
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 117 Bab 12 12.3.11. Rameau, Jean Philippe (1683-1764): Lahir di Dijon pada tanggal 25 September 1683, dan meninggal di Paris pada tanggal 12 September 1764. Komposer Perancis, organis, dan teoretikus pada periode akhir Barok (Rokoko). Ia dikenang karena karaya-karya opera, balet, dan musik keyboard; tetapi juga bukunya tentang pelajaran teori musik. Rameau telah mahir bermain harpsikord pada waktu umur tujuh tahun. Ayahnya bermaksud agar ia belajar pendidikan di Jesuit Colledge. studinya berlalu, tetapi ia pergi ke Italy pada tahun 1701, di sana ia menjadi organis beberapa gereja dan bermain di band-band kota. Kembali ke Perancis ia menjadi organis utama di Avignon, kemudian di Clermont-Ferrand. 12.3.12. Scarlatti, Allesandro (1660-1725): Komposer Italia pada masa tengah Barok, disebut sebagai penemu aliran Neapolitan. Ia menulis tak kurang dari 115 opera, beberapa dari karya itu kini masih dimainkan, dan beberapa kantata solo yang indah. Beberapa musik kamar ciptaan Scarlatti menjadi repertoar yang dimainkan hingga saat ini. Ia menjadi terkenal sebagai komposer opera, terutama di kotanya sendiri, Naple. Opera-operanya menjadi patokan gaya Italia abad ke-18, dan pola yang ditentukan pada Da Capo aria. Ia juga menulis banyak musik kamar cantata, banyak yang kemudian menjadi awal mula simfoni 12.3.13. Scarlatti, Domenico (1685-1757): Komposer dan pemain harpsikord pada masa akhir Barok, anak dari Allesandro Scarlatti. Sonata-sonata harpsikord ciptaannya tetap menjadi repertoar standar hingga kini bagi para pianis, tetapi ia dikenang lebih banyak sebagai pengembang teknik modern untuk permainan keyboard. Ia juga menulis banyak opera, oratorio, dan musik kamar cantata, tetapi yang banyak dikenal adalah musik sonata untuk harpsikord sekitar 555 buah. Karya-karya dan teknik permainan harpsikordnya menjadi dasar bagi teknik permainan keyboard di kemudian hari. Ia juga
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 118 Bab 12 Bach, Johann Sebastian Handel, George Frederick Purcell, Henry Vivaldi, Antonio Ilustrasi 12.3.: Para Tokoh Musik Jaman Barok
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 119 Bab 12 memberikan sumbangan penting bagi terbentuknya Bentuk Sonata (Sonata Form). Banyak dari masa hidupnya ia tinggal di Lisabon dan Madrid. 12.3.14. Schütz, Heinrich (1585-1672): Komposer Jerman masa awal Barok, ia mencipta opera Jerman pertamakali (Dafne, 1627) berbasis pada model Italia dan mengembangkannya pada karya-karya utamanya seperti Christmas Oratorio. Dalam aktivitasnya mengajar dan mencipta komposisi ia sangat mengemuka-kan efek musik J.S. Bach yang bersifat tradisi musik Jerman. Selian itu, yang penting diketahui juga adalah bahwa musiknya memiliki kekuatan dan indah sehingga menempatkan dirinya sebagai salah-seorang tokoh besar pada awal periode Barok. Karya-karyanya berupa kombinasi antara musik vokal dan instrumental seperti Sacred Symphonies dan Sacred Concerto. 12.3.15. Telemann, Georg Philipp (1681-1767): Komposer Jerman pada akhir era Barok, dari segi daftar komposisinya ia termasuk fantastik. Lebih dari 3.000 karyanya untuk gereja, antara lain musik solo organ atau dengan orkestra, lebih dari 600 overture, dan banyak trio sonata, maupun musik kamar. Teleman dinenal sebagai komposer yang musiknya merepresentasikan elemen-element terbaik dari gaya Empfinsamer Stil. 12.3.16. Vivaldi, Antonio (1678-1741): Komposer Italia pada masa akhir Barok. Sekalipun ia menulis sejumlah opera dan musik-musik religius, kejeniusannya terletak pada karya-karya musik instrumental, ketelitiannya pada banyak konserto orkestral, karya-karya biola, dan trio sonata. • Bacaan untuk pendalaman: Neill, Rhoderick J. Mc.,1998.Sejarah Musik 1 dan 2. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
    • Para Komposer Abad Pertengahan Hingga Barok 120 Bab 12 • Latihan-latihan 1. Sebutkan dua tokoh musik penting dari jaman Pertengahan! 2. Siapakah komposer Italia yang menemukan sistem menyanyi Somisasi? 3. Sebutkan dua tokoh penting komposer jaman Renaisans! 4. Siapakah komposer besar jaman Renaisans untuk musik polifoni vokal? 5. Ceritakan secara singkat yang Anda ketahui tentang komposer J.S. Bach dan J.F. Handel!
    • BAB 13 PARA KOMPOSER ERA KLASIK E ra Klasik dalam sejarah musik klasik yang hadir setelah era Barok dan Rokoko. Era ini diawali oleh ciptaan Johann Wenzel Anton Stamitz dari Cekoslowakia yang mulai meminimalisir gaya-gaya ornamen dan kontrapung. Kebiasaan-kebiasaan baru menyolok yang timbul dalam karya-karyanya ialah kontras-kontras dan fleksibilitas dinamika. Komposer ini juga dikenal sebagai pelopor Simfoni Klasik. Era ini kemudian dipertegas dengan kehadiran tiga tokoh Klasik yaitu Mozart, Haydn, dan Beethoven. Adanya berbagai aturan tonalitas, lama-kelamaan para komposer mulai jera dengan aturan-aturan tonalitas Klasik yang akhirnya dirasa kaku dan mengikat. Mereka kemudian memutuskan untuk mengeksplorasi tonalitas untuk keutamaan ekspresi yang maksimal. Sebagai akibatnya berkembang aspek-aspek yang berlebihan dari ciri Klasik. Sebagai contoh ialah tempo bagian Minuet dalam sebuah karya besar yang biasanya mengikuti irama tarian kemudian diganti oleh bagian yang sangat lincah yaitu Scherzo. Untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang komposer Klasik, pada bab ini dipaparkan riwayat singkat para komposer jaman Klasik. 13.1. Bach, Wilhelm Friedemann (1710-84) Friedemann pada umumnya dikenal sebagai anak kedua dari Johann Sebastian Bach. Hidupnya dimanjakan dan meninggal pada waktu usia muda secara menyedihkan. 13.2. Bach, Carl Philipp Emanuel (1714-1788): Sebagai tokoh transisi dari gaya Barok kepada gaya Klasik, ia berupaya memurnikan kembali gaya pertunjukan yang penuh rasa yang disebut sebagai the Empfindsamer Stil.
    • Para Komposer Era Klasik 122 Bab 13 13.3. Bach, Johann Christian (1735-82): Komposer Jerman pada awal era Klasik. Anak dari Johann Sebastian Bach, ia banyak disebut sebagai ”London Bach” karena ia tinggal di kota London selama dua puluh tahun. 13.4. Couperin, Francois (1668-1733): Organis Perancis dan komposer Barok Tengah yang diberi nama ”Le Grand” selama pengabdiannya sebagai organis istana hingga masa Louis XIV. Meskipun seluruh masa kreatifnya untuk mencipta karya- karya musik religi, ia juga terkenal karena kecakapannya menyusun komposisi dengan hiasan-hiasan yang sangat tinggi khususnya pada musik keyboard. Couperin terkenal sebagai ’Couperin the Great’ dan mendapat banyak pujian dari Raja Louis XIV baik sebagai komposer, organis, dan pemain harpsikord. Ia menulis musik gereja, trio sonata, dan musik harpsikord. 13.5. Czerny, Carl (1791-1857): Guru piano dan komposer Austria, murid dan teman Beethoven. Ia menjadi terkenal sebagai guru piano dan komposer dari banyak buku untuk belajar piano yang hingga kini tetap digunakan umum. 13.6. Geminiani, Francesco (1680-1762): Komposer dan pemain biola kelahiran Italia yang banyak menetap di Inggris, ia murid biola dari Corelli, kemudian menulis metode biola, dan tinggal di London, Dublin, dan Paris. Komposisinya yang terkenal antara lain 12 Concerti Grossi untuk instrumen gesek. Ia tidak hanya sebagai virtuos biola yang memainkan karya-karya concerto Corelli saja, tetapi mengembangkan teknik-teknik permainan biola untuk kemudian hari. Karya-karyanya juga meliputi concerto, sonata, dan beberapa trio.
    • Para Komposer Klasik-Romantik 123 Bab 13 13.7. Hanslick, Eduard (1825-1904): Kritikus musik Austria, mengajar pada Universitas Wina sejak tahun 1856, menjadi profesor pada tahun 1870. Pada masanya ia sangat dikenal sebagai seorang kritikus musik berpengaruh melalui karyanya Wiener Zeitung (1848-49) dan Die Presse (1855-64). Ia menulis banyak buku dan menjadi terkenal dalam berbagai lingkaran karena menolak pandangan tentang ’musik baru’ dari Liszt dan Wagner. Hanslick, di sisi yang lain, membela mati-matian gaya musik absolut dari Brahms sebagai pewaris utama Beethoven. 13.8. Haydn, Franz Joseph (1732-1809): Komposer Austria, bersama dengan Mozart dan Beethoven, mewujudkan dasar-dasar penting Klasikisme Wina. Walaupun Haydn dianggap tidak menemukan bentuk musik tertentu, tetapi ia berperan mematangkan beberapa bentuk musik seperti sonata form dan menempatkannya dalam simfoni sebagai bagian pertama simfoni yang menjadi ciri khas musik Klasik. Di tangan Haydn pula gaya simfoni mendapatkan bentuk dan isinya, juga musik kuartet gesek dibuatnya menjadi medium yang mengekspresikan keintiman. Ia adalah komposer produktif yang setia dengan bentuk dan jenis musik pilihannya; mencipta 104 simfoni, 83 kuartet gesek, 3 oratorio, tidak kurang 30 konserto untuk instrumen solo, 60 sonata piano, 19 opera, dan ratusan karya musik kamar dan lagu-lagu. Kehidupan profesionalnya banyak berada di bawah patronase gereja dan kerajaan, sering melakukan perjalanan ke seluruh Eropa untuk mencipta dan konser. 13.9. Mozart, Wolfgang Amadeus (1756-1791): Komposer Austria terkemuka, jenius terakhir, dan satu dari para pencipta hebat dalam peradaban Barat; bersama dengan Haydn ia mengemukakan Klasikisme Wina. Mozart adalah anak ajaib, bermain dalam istana-istana di Eropa sejak usia enam tahun. Komposisi pertamanya dipublikasikan pada tahun 1763, pada saat ia menginjak usia tujuh tahun. Masa kanak-kanak di Salzburg, kemudian pindah dan menetap di Wina. Selama tahun 1780-an ia dan Haydn saling bersahabat, masing-masing berkarya untuk mengembangkan gaya musik Klasik.
    • Para Komposer Era Klasik 124 Bab 13 Mozart sangat suka pada semua gaya musik dan menciptakan musik- musiknya dengan sangat baik. Opera-operanya menjadi repertoar penting pada gedung-gedung opera, beberapa simfoni terutama nomor- nomor 36, 39, 40, dan 41, secara tetap dimainkan; selain itu juga konserto- konserto untuk piano maupun biola sangat dikenal publik. Selama masa hidupnya yang singkat, ia mencipta banyak kumpulan karya seperti 49 sinfoni, 40 konserto dalam berbagai variasi solo, 16 opera, musik-musik kamar, sebuah musik kematian requiem, 15 misa, dan Magnificat. Ia mampu mencipta komposisi secara lengkap hanya di benaknya saja dan kemudian menuliskannya pada kertas. Simfoni No. 36 dicipta, diorkestrasi, dilatih, dan dikonserkan—hanya dalam waktu empat hari saja. 13.10. Pergolesi, Giovanni (1710-36): Lahir di Jesi pada tanggal 1 Januari 1710, meninggal di Pozzuoli tanggal 16 Maret 1736. Komposer Italia yang menulis sedikit karya tetapi cukup dikenal karena opera komiknya La Serva Padrona (1733). Pergolesi menerima pelajaran biola dari Santini dan Mondini. Tatkala usia 16 tahun ia diterima di Naples Conservatory di tempat para gurunya mengajar termasuk Durante, Greco, dan Feo. Pergolesi mulai berkarya menulis musik drama sakral yang dipergelarkan di S. Angello Maggiore Monastery, mendapatkan sukses dan kemudian ia diterima sebagai anggota komisi penulis opera untuk teater kerajaan kota Naple. Operanya berjudul La Satustia dipergelarkan pada tahun 1731; dan diikuti dengan Ricimero. Karya adiluhungnya berjudul La Serva padrona dipergelarkan secara sukses di kota Naple 13.11. Stamitz, Johann (1717-1757): Komposer Jerman pada awal era Klasik, seorang komposer utama dan kondaktor di kota Mannheim. Ia membantu menjadikan orkestra kota itu menjadi terbaik di Eropa. Stamitz membuat standarisasi dan mengembangkan teknik-teknik untuk pertunjukan orkestra, serta mengembangkan elemen-elemen kontras dan tema-tema pada bentuk musik sonata Klasik.
    • Para Komposer Klasik-Romantik 125 Bab 13 Franz Joseph Haydn Wolfgang Amadeus Mozart Giovanni Pergolesi Christoph Willibald Gluck Ilustrasi 13.: Para Tokoh Musik Jaman Klasik
    • Para Komposer Era Klasik 126 Bab 13 13.12. Tartini, Giuseppe (1692-1770): Komposer Italia, anak seorang bangsawan yang kemudian menjadi pemain biola. Ia banyak membuat percobaan terkait dengan instrumen itu dan juga menjadi guru biola terkenal. Musik ciptaannya termasuk solo dan trio sonata-sonata yang sangat sulit dimainkan hingga mendapatkan julukan sebagai The Devil’s Trill. 13.13. Weber, Carl Maria von (1786-1826): Komposer Jerman, memulai karir pada tahun 1804 ketika menjadi kondaktor di Breuslau hingga tahun 1806. Opera Silvana dibuat di Frankfurt (1810) dan Abu Hasan (1811) di kota Darmstadt. Ia juga seorang pianis dan banyak menulis musik instrumental terutama untuk instrumen klarinet; musiknya menjadi kontribusi penting antara Mozart dan Brahms. Opera Der Freischütz mulai dicipta tahun 1817 dan selesai pada tahun 1820, mencapai sukses sebagai permulaan opera besar Romantik Jerman. • Bacaan untuk pendalaman: Neill, Rhoderick J. Mc.,1998.Sejarah Musik 1 dan 2. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. • Latihan-latihan: 1. Dari tahun berapa sampai berapakah era Klasik dalam sejarah musik berlangsung? 2. Siapa sajakah komposer yang termasuk tokoh yang terkenal di era Klasik? 3. Sipakah komposer Austria yang turut mewujudkan beberapa landasan penting terhadap perkembangan musik Klasik Wina? 4. Dalam masa hidupnya yang singkat komposer ini mampu menciptakan 49 sinfoni, 40 konserto, 16 opera, musik-musik kamar, 15 misa, dan sebuah musik kematian, réquiem. Tahukan Anda siapakah komposer tersebut?
    • BAB 14 PARA KOMPOSER JAMAN ROMANTIK (1820-1900) E ra Romantik merupakan suatu era di dalam sejarah musik. Dalam era ini, para komposer mulai jera dengan aturan-aturan tonalitas Klasik yang akhirnya dirasa kaku dan mengikat. Mereka kemudian memutuskan untuk mengeksplorasi tonalitas untuk keutamaan ekspresi yang maksimal. Sebagai akibatnya berkembang aspek-aspek yang berlebihan dari ciri Klasik. Sebagai contoh ialah tempo bagian Minuet dalam sebuah karya besar yang biasanya mengikuti irama tarian kemudian diganti oleh bagian yang sangat lincah yaitu Scherzo. Untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang komposer Klasik, pada bab ini dipaparkan riwayat singkat para komposer Klasik. 14.1. Albêniz, Isaac (1860-1909): Komposer nasionalis Spanyol era Romantik yang musiknya merefleksikan apa yang berkembang di Spanyol dan Impresionisme yang masih ada di Perancis. Albêniz muncul sebagai pianis ajaib ketika usia empat tahun. Pada usia 13 tahun ia kabur ke Amerika, tetapi lambat- laun, setelah banyak petualangannya, ia kembali ke Eropa untuk studi di Leipzig, Brussels, dan Budapest (di bawah bimbingan Listz). Ia kemudian menjadi seorang pianis, menulis beberapa opera dan karya- karya besar untuk piano seperti suita-suita Iberia dan Espana. Musiknya banyak menggunakan lagu-lagu rakyat dan sangat bergaya Spanyol. Beberapa operanya masih dipentaskan di Spanyol, tetapi beberapa negara lain hanya mengenal karya-karya piano dan orkestra ciptaannya. 14.2. Balakirev, Mily Alexeyevitch (1837-1910): Salah-seorang anggota dari ”the Russian Five” yang banyak mencurahkan kehidupan musiknya untuk mengedit, mengoleksi, dan menggunakan material kerakyatan Rusia, beberapa dari itu dinyatakan dalam karya piano yang tingkat kesulitannya sangat ekstrim seperti pada Isalmey. Balakirev juga tercatat sebagai guru musik Mussorgsky dan Borodin. Balakirev memulai karir sebagai pianis dan kondaktor pada Free School of Music di St Petersburg (1862) yang banyak mengadakan konser
    • Para Komposer Jaman Romantik 128 Bab 14 kepada publik. Ia menulis dua simfoni, dua piano concerto (yang kedua diselesaikan orang lain setelah ia meninggal dunia), dan banyak lagu- lagu dan karya-karya piano, antara lain Oriental Fantasy berjudul Islamey sebagai salah-satu yang paling menarik. 14.3. Beethoven, Ludwig van (1770-1827): Komposer Jerman, tokoh penting pada era Akhir Klasik dan Awal Romantik. Secara struktural komposisinya menjadi puncak dari keanggunan dan kejernihan Klasikisme Wina. Secara isi emosional komposisinya menggunakan kekuatan warna instrumen dan menunjukkan ciri-khas musik Jerman selama abad ke-19. Barangkali tak ada komposer yang mampu menyamai prestasinya dalam mencipta berbagai jenis komposisis seperti dirinya. Wagner dan para pengikutnya menemukan inspirasi dalam daya dan orkestrasi Beethoven, ungkapan- ungkapan perasaan; Brahms telah dituntun oleh konsep-konsep bentuk musik dan proses-proses pengembangan musik Beethoven. Kehidupan Beethoven selalu dibagi dalan tiga periode komposisionalnya; pertama sampai dengan tahun 1800 ia mencipta dua simfoni, tiga konserto piano, dan beberapa karya musik untuk piano. Periode kedua (1800-1815) adalah masa yang paling membahagiakan dirinya dan sangat produktif; Simfoni No. 3 hingga 8, opera Fidelio, overtur Egmont, balet Prometheus, dan dua konserto piano terkahirnya termasuk Emperor. Simfoni No. 3 berjudul Eroica menjadi sangat terkenal karena sikapnya yang berani menentang Kaisar Napoleon yang menobatkan diri sebagai Kaisar Perancis. Ia adalah pendobrak tradisi Klasik Wina dan menjadikan gaya Romantik penuh emosi dalam musik sebagai idealismenya yang universal. Sejak tahun 1815 Beethoven menderita tuli total dan menjadi sangat introspektif, hal itu terefleksikan pada periode ketiganya (1815-1827). Simfoni No. 9 yang sangat spektakuler, Missa Solemnis, lima sonata piano, dan lima kuartet gesek—adalah karya-ciptaan Beethoven yang terakhir. 14.4. Bellini, Vincenzo (1801-35): Komposer opera Italia pada periode Romantik yang memperdengarkan keanggunan, melodi-melodi vokal yang antik dan merepresentasikan lirikisme dari awal Romantik melalui opera Italia
    • Para Komposer Romantik 129 Bab 14 dengan sangat baik. Belliniah adalah komposer terkenal dalam bidang opera. Karya-karya agungnya meliputi La Sonnambula (1831), Norma (1831), dan I Puritani (1835) yang pernah diperkenalkan oleh Maria Callas, dan hingga kini sangat sering ditampilkan. Karya-karya itu melodinya sangat indah dan mengundang para kekaguman bagi para penyanyi untuk menyanyikannya. Melodi-melodi yang ia ciptakan seindah yang diciptakan oleh Chopin yang bergaya menyanyi sekali. 14.5. Bennett, (Sir) William Sterndale (1816-75): Komposer Inggris dari keluarga musikal dan maju. Setelah belajar pada the Royal Academy of Music ia tinggal beberapa waktu di Jerman, di mana musiknya banyak dikagumi oleh Mendelssohn dan Schumann. Setelah kembali ke London ia menetap untuk mengajar, kondakting, dan konser sebagai pianis, mencipta musik. Bennet menulis simfoni, konserto piano, overture, oratorio The Woman of Samaria (1867), kantata The May Queen (1858), dan banyak musik piano. 14.6. Berlioz, Hector (1803-69): Komposer Perancis pada era Romantik, ia semula dirancang belajar kedokteran karena ayahnya seorang dokter, tercara sebagai komposer yang mengembangkan konsep idée fixe—ekstramusikal yang diterapkan menjadi tema atau motif-motif musik seperti dalam karya Symponie Fantastique. Ahli sebagai orkestrator yang membawa pembaruan- pembaruan instrumen musik kedalam karyanya. Ia tidak cukup berhasil secara finansial sebagai komposer dan menutup kekurangan itu dengan menjadi kritikus musik dan penulis. Evenings in the Orchestra adalah karya koleksi artikel terbaiknya. 14.7. Bishop, (Sir) Henry (1786-1855): Komposer Inggris, ia terkenal sebagai kondaktor dan komposer di London. Ia menulis banyak opera, dan sebuah lagu dari operanya Clari, or The Maid of Milan (1823) kini tetap dinyanyikan: ’Home, sweet Home’. Bishop adalah komposer Inggris yang pertama menerima penghargaan ksatriaan.
    • Para Komposer Jaman Romantik 130 Bab 14 14.8. Bizet, Georges (1838-75): Komposer Perancis, sang ayah seorang guru menyanyi dan ibunya adalah pianis; sejak usia empat tahun sudah mendapatkan pendidikan musik. Pada usia sepuluh tahun Bizet telah menjadi murid pada Paris Conservatoire dan alhasil menjuarai Prix de Rome (1857). Ritme yang menghentak, melodi-melodi piktorial, dan keaslian warna harmoni menandari musik terbaiknya. Simfoni dalam C dan suita L’ Arlésiene adalah karya-karya orkestra yang terkenal. Bizet menulis banyak jenis komposisi musik seperti opera, yang pertama berjudul Dr. Miracle pada tahun 1857 ketika ia masih menjadi murid. Tetapi opera pertamanya yang terpenting The Pearl Fishers yang dirampungkan pada tahun 1863, justru tidak sukses. The fair Maid of Perth (1867) agak lebih berhasil, sedangkan Djamileh tidak diselesaikannya. 14.9. Bloch, Ernest (1880-1959): Komposer Swiss-Amerika kelahiran keturunan Yahudi, ia lahir di Swiss, belajar di Brussels dan Frankfurt, kemudian hidup di Paris dan Geneva. Ia kemudian datang dan menjadi warga negara Amerika pada tahun 1916, pensiun di Swiss mulai tahun 1930, tetapi kembali ke Amerika lagi pada tahun 1938. Bloch menulis musik dengan gaya Yahudi seperti dalam karya Schelomo, sebuah Rhapsody untuk cello dan orkestra, 1916; dan the Sacred Service (1933). Ia menulis musik dalam banyak jenis termasuk sebuah opera impresif Macbeth (1910). 14.10. Boccherini, Luigi (1743-1805): Komposer Italia, belajar musik pertamakali dari sang ayah sebagai seorang pemain bass. Boccherini melakukan perjalan ke seluruh Italia dan Perancis (1768) dan mencapai sukses besar serta menetap di Spanyol. Kemudian menetap di Berlin selama sepuluh tahun, kembali ke Spanyol dan menetap hingga meninggal. Ia menulis beberapa opera dan 20 simfoni, jasanya dikenal karena kontribusinya dalam mengembangkan musik kamar. Ia menulis lebih dari 150 kuintet untuk berbagai jenis instrumen musik, lebih dari 100 kuartet gesek, dan 60 trio.
    • Para Komposer Romantik 131 Bab 14 Berlioz, Hector Brahms, Johannes Beethoven, Ludwig van Ilustrasi 14.1.: Para Tokoh Musik Jaman Romantik
    • Para Komposer Jaman Romantik 132 Bab 14 14.11. Borodin, Alexander (1833-87): Komposer Romantik Rusia, bersama dengan Rimsky-Korsakov, Mussorgsky, Cui, dan Balakirev—ia merupakan anggota dari ”the Russian Five”. Filosofi kelompok itu sangat nasionalistik, seperti tampak khas dalam opera Borodin Prince Igor (1890). Borodin sesungguhnya seorang ahli obat yang mendirikan sebuah sekolah pengobatan untuk wanita, sekaligus ia juga menjabat sebagai profesor bidan ilmu kimia, maka sebagai seorang komposer ia dikenal amatir saja. Tetapi ia menulis beberapa musik yang indah dan mendapatkan penghargaan sebagai bagian dari ”the Russian Five” seperti tersebut di atas, grup itu pula yang telah berjasa meletakkan dasar bagi terbentuknya gaya musik Rusia secara sangat berbeda daripada lainnya. Musik Borodin meliputi opera Prince Igor, yang diselesaikan oleh Rimsky-Korsakov dan Glazunov (1890); dua simfoni (yang kedua dalam B minor mencapai sukses). Sebuah komposisi orkestral In the Steppes of Central Asia (1880) menjadi perhatian publik, dan dua kuartet gesek. 14.12. Brahms, Johannes (1833-97): Brahms lahir dari keluarga musikal, ayahnya seorang pemain kontra bas. Ibunya lebih tua 17 tahun dari ayahnya, akibatnya selalu tampak kurang serasi dalam rumah tangga. Brahms kurang perhatian dari kedua orangtuanya, sehingga ketika bakatnya mulai tampak orangtuanya pun tidak tahu harus berbuat apa. Brahms mendapatkan pelajaran musik sebagai pianis di bawah bimbingan Eduard Marxen, tetapi segera ia mulai menulis komposisi. Pada tahun 1853 Brahms bertemu dengan Eduard Remenyi, seorang gipsy Hungaria, dan menjadi pianis pengiringnya dalam tur keliling bersama ke berbagai tempat ke Hannover dan bertemu pula dengan pemain biola ternama Joseph Joachim. Brahms adalah komposer Jerman yang berdiri sebagai jawara musik absolut selama era Romantik abad ke-19. Karya-karyanya berkarakter ekspresi yang dalam menggunakan bentuk-bentuk yang jernih, menunjukkan kemahirannya yang tinggi dalam menulis komposisi dalam berbagai macam media. Brahms menulis empat simfoni, dua konserto piano, dan dua overtur yang mencapai sebagai repertoar standar. A German Requiem adalah salah-satu dari karya vokal maha besar abad ke-19. Beberapa lieder mencapai taraf sangat tinggi, juga pada solo piano, trio-trio sonata, kuintet, dan kuartet gesek. Brahms tetap setia pada gaya musik absolutisme yang kemudian menyebabkan dirinya harus menahan serangan kaum referensialis seperti Richard Wagner.
    • Para Komposer Romantik 133 Bab 14 14.13. Bruch, Max (1838-1920): Komposer Jerman pada akhir Romantik. Konserto-konserto biola, konserto cello dan orkestra Kol Nidrei, dan Scottish Fantasy untuk biola dan orkestra—merupakan repertoar-repertoar penting dalam konser- konser musik. Bruch menulis karya-karya musik vokal, tiga simfoni, banyak concerto (tiga di antaranya untuk biola), dan tiga opera. Concerto biola dalam G minor adalah yang paling terkenal. Ia menetap selama tiga tahun di Liverpool sebagai kondaktor pada the Philharmonic Society. 14.14.. Bruckner, Anton (1824-96): Lahir di Ansfelden pada tanggal 4 September 1824 dan meninggal di Vienna pada tanggal 11 Oktober 1896. Komposer Austria yang berdiri teguh di sisi Wagner (programatis atau referensialis), membela konsep filsafat-estetikanya dalam perang melawan Johannes Brahms (absolutis). Sembilan simfoni ciptaannya semuanya dipentaskan dalam skala orkestra besar. Bruckner lahir dari keluarga yang menghasilkan guru- guru sekolah dari generasi ke generasi. Tetapi ia memutuskan lain untuk belajar musik di Vienna bersama Sechter. Hanya sebentar di Austria, ia menjabat sebagai direktur sebuah perkumpulan penyanyi yang kemudian memperkenalkan karya pertamanya berjudul Ave Maria. Pada tahun 1868 Bruckner menjadi Profesor pada Vienna Conservatory, untuk beberapa tahun ia mengajar dan mencipta komposisi-komposisinya. Hidup Bruckner sangat kesepian karena tidak menjadi bagian dari tur-tur yang sukses sebagai seorang virtuos organis, termasuk tur ke Paris dan London. Ia kebanyakan menghabiskan masa kreatifinya di Vienna untuk mengajar dan mencipta komposisi. Simfoni- simfoninya tidak selalu diterima baik oleh publik, tetapi secara perlahan ketenarannya berkembang, dan akhirnya mendapatkan pengakuan sebagai komposer simfoni Jerman yang hebat. Ia juga menulis berbagai motet penting, lima karya Misa, sebuah Misa Requiem, sebuah Magnificat, dan sebuah Te Deum.
    • Para Komposer Jaman Romantik 134 Bab 14 14.15. Bülow, Hans von (1830-94): Kondaktor, pianis, dan komposer Jerman. Ia belajar pertama kali sebagai seorang ahli hukum, tetapi kemudian sangat kagum pada musik Wagner yang menyebabkan ia keliling Eropa sebagai pianis dan kondaktor yang terkemuka. Ia menikah dengan anak perempuan Liszt bernama Cosima; tetapi pada tahun 1869 sang isteri meninggalkannya untuk hidup bersama Wagner dan kemudian menikah. Meskipun begitu von Bülow tetap setia sekali dengan musik Wagner. Komposisi- komposisi ciptaannya hingga kini tetap banyak dimainkan. 14.16. Cherubini, Luigi (1760-1842): Komposer Italia yang bakat musiknya berkembang sejak usia dini dan menjadikan dirinya sebagai komposer pada usia 16 tahun. Ia belajar di Venice dan menulis opera pertamanya Quinto Fabio pada tahun 1780. Cherubini berada di London untuk menulis opera Italia dan kemudian di Paris maupun Vienna. Ia banyak mendapat pujian dari Napoleon. Dari tahun 1784 sampai 1786 ia berada di London untuk menulis opera-opera Italy, kemudian di Paris dan Vienna (1805-6) selaku komposer Perancis. Cherubini sangat dikagumi sebagai komposer, terutama oleh Napoleon, dan menjadi sangat berpengaruh walaupun kenyataannya banyak orang menilai gayanya terlalu kering dan monumental. Meskipun demikian kebanyakan operanya mencapai sukses besar terutama Les eux Journées (1800) yang terkenal di Inggris sebagai The Water Carrier yang terpengaruh bahkan Beethoven, dan Mêdée (1797). Pada masa berikutnya ia menulis musik gereja, menjadi guru besar dalam bidang polifoni. 14.17. Chopin, Frederic (1810-49): Komposer dan pianis Romantik kelahiran Polandia. Lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa; meninggal di Paris. Chopin lahir dengan kewarganegaraan Perancis dan Polandia, ayahnya seorang Perancis yang menetap di Warsawa dan ibuny seorang Polandia, tetapi Chopin selalu merasa dirinya sebagai seorang Polandia yang sangat patriotik. Pada usia 20 tahun menjadi sangat berpengalaman sebagai pianis dan memutuskan untuk mulai meniti karir musiknya lebih mendunia.
    • Para Komposer Romantik 135 Bab 14 Ia banyak melakukan konser perpisahan di Warsawa dan kemudian melakukan tur ke banyak kota di Jerman maupun Austria. Kebanyakan dari karyanya merupakan miniatur untuk piano, etude, nocturne, prelude, balada, dan lain-lain. Ia juga mencipta sejumlah mazurka dan polonaise, musik tarian yang bergaya nasional Polandia. Karya-karya pianonya menjadi repertoar standar bagi konser dan resital para musisi dunia. Ia menggunakan gradasi tempo dan dinamik-dinamik sebaik ia menggunakan kromatik sebagai ciri-khasnya seorang inovator dalam musik piano era Romantik. Musik Chopin meliputi: 54 Mazurkas, 25 Preludes; 27 Studies (Etudes); 14 Waltzes; 19 Nocturnes; 10 Polonaises; 4 Ballades; 4 Impromptus; 4 Scherzos; dan 3 Sonatas. 14.18. Cornelius, Peter (1824-74): Komposer Jerman yang bersahabat dekat dengan para jawara seperti Liszt dan Wagner. Sekalipun ia menulis sejumlah nyanyian yang sangat indah, kini ia hanya dikenang karena satu komposisinya opera The Barber of Bagdad (1858). 14.19. Cui, César (1835-1918): Komposer Rusia, sebagian hidupnya menjadi orang Perancis, mendapatkan latihan militer dan akhirnya menjadi seorang jenderal. Cui menulis 11 opera, sejumlah musik gereja, empat suita, sedikit musik kamar dan musik piano, dan banyak nyanyian. Ia adalah anggota dari grup ’The Five Russians’ yang sangat nasionalistik. 14.20. Debussy, Claude (1862-1918): Lahir di St Germainen-Laye, sekalipun begitu ia lebih sebagai warga Paris. Pada usia 11 tahun mulai belajar piano dan teori musik, serta belajar komposisi di bawah bimbingan Ernest Guiraud dan Massenet. Debussy berhasil memenangkan kompetisi musik Prix de Rome pada tahun 1884. Komposer Perancis dan pencetus aliran Impresionisme Perancis, gerakan nasionalistik yang mencoba bertujuan untuk melawan berkembangnya Romantikisme Jerman.
    • Para Komposer Jaman Romantik 136 Bab 14 Ciri musik Debussy terselubung, harmoni yang eksotis dan bimbang, tangganada pentatonik dan dua-belas nada, sangat ringan dan perasaan sugestif, dan keindahan yang halus. Pada mulanya ia dikenal sebagai komposer yang penuh teka-teki tetapi kini menjadi tokoh yang paling penting selama awal abad ke-20. Ia mencipta nyanyian-nyanyian, musi- musik piano yang populer, musik orkestra, dan satu opera besar Pelléas et Mélisande (1902). Kehidupan pribadinya bagaimanapun tidak sukses, ia jatuh cinta kepada Emma Bardac, seorang isteri yang lebih kaya, dan kemudian ditinggalkannya serta bercerai. Kemudian ia menikahi Mme Bardac pada tahun 1905, bukannya bisa keluar dari masalah finansial tetapi bahkan menjadi lebih parah. Tahun 1908 ia diminta sebagai pianis dan kondaktor serta melakukan tur ke London, Vienna, Budapest, Moskow, Roma, Amsterdam, dan di mana saja untuk konser. Ia seorang yang sakit-sakitan dan kemudian menjalani operasi kanker yang gagal. Meskipun demikian Debussy tetap melanjutkan pekerjaan- nya. Debussy meninggal pada akhir tahun, saat perang tahun 1914-18 di mana Jerman menghancurkan kota Paris kesayangannya. 14.21. Diabelli, Anton (1781-1858): Komposer Austria dan seorang penerbit buku, berteman dengan dengan Haydn dan Beethoven, ia murid Haydn. Diabelli terkenal sebagai guru piano dan gitar serta menulis banyak musik piano (pieces music). Oleh karena ia kaya maka menjadi penerbit dan pertama-tama dengan bekerjasama (1818), kemudian baru tahun 1824 menjadi penerbit dengan namanya sendiri. Ia dikenal dikenal hingga sekarang sebagai penulis musik waltz yang digunakan oleh Beethoven untuk Diabelli Variations. 14.22. Donizetti, Gaetano (1797-1848): Komposer Italia, bersama dengan Bellini ia merepresentasikan suatu gaya opera Italia yang mengangkat cerita-cerita romantis dalam musik dengan melodi-melodi yang indah. Karya-karya utamanya termasuk dua tragedi romantis: Lucrezia Borgia (1833) dan Lucia di Lamermood (1835); serta dua musik komedi: The Daughter of the Regiment (La Fille du Régimen) (1840) dan Don Pasquale (1843).
    • Para Komposer Romantik 137 Bab 14 14.23. Dukas, Paul (1865-1935): Seorang Romantikus yang terkenal karena karya-karya opera dan puisi simfoni. The Sorcerer’s Apprentice adalah puisi simfoni sebagai repertoar setiap orkestra; opera Ariane et Barbe-bleu merupakan satu dari sedikit yang mencapai sukses pada masa opera-opera Impresionis pasca- Debussy. Setelah lulus dari studi pada Paris Conservatoire ia kemudian dikenal sebagai komposer dari sejumlah karya dan yang paling terkenal adalah ’scherzo’ L’Apprenti Sorcier (The Sorcere’s Apprentie) pada tahun 1887. Sejak tahun 1910 ia bekerja pada konservatori tersebut, pertama sebagai profesor ilmu orkestrasi, dan kemudian dalam mata pelajaran komposisi. 14.24. Dvořák, Antonin (1841-1904): Komposer Bohemia periode Romantik yang menunjukkan nasionalisme kuat dalam banyak simfoni dan komposisi-komposisi vokalnya. Dvořák adalah seorang melodikus besar, lirikisme praktis meliputi seluruh karya-karyanya. Sebagai seorang penerus Brahms ia cepat mencapai kemashuran melalui kemampuannya menulis komposisi. Sejak tahun 1892 hingga 1895 ia menetap di Amerika Serikat dan menjabat sebagai direktur pada Konservatori Nasional New York. Simfoni terkenal No. 9 (From the New World) dan kuartet gesek the American dipersembahkan pada periode itu, tetapi sekalipun keduanya dipengaruhi oleh melodi-melodi dan semangat orang Amerika, karya- karya itu tidak bermuatan lagu atau langgam spesifik, sebagai kekeliruan yang sering dilakukan. Dvořák menulis segala macam gaya musik. Kesepuluh operanya pada umumnya tidak dipergelarkan di negaranya sendiri, tetapi dari itu ada yang menjadi karya adilihung seperti The Devil and Kate (1899), dan Rusalka (1901). Karya choralnya antara lain Stabat Mater (1875), sebuah Misa dalam D mayor (1887) dan Te Deum (1892).
    • Para Komposer Jaman Romantik 138 Bab 14 Debussy, Claude Dvořák, Antonin Franz Liszt Ilustrasi 14.2. : Para Tokoh Musik Jaman Romantik
    • Para Komposer Romantik 139 Bab 14 14.25. Elgar, (Sir) Edward (1857-1934): Salah-seorang komposer Inggris yang pertama-kali setelah Henry Purcell. Lahir di Broadheath, sebuah kota kecil di luar Worcester, di mana ayah dan pamanya menjalankan sebuah toko musik. Guru pertamanya adalah sang ayah sendiri, tetapi kemudian ia harus belajar otodidak. Ketika cukup dewasa, Elgar bermain biola berdampingan dengan ayahnya dalam berbagai orkestra, membantu menjadi organis, membantu mengelola tokonya, mengajar, dan umumnya ia bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Popularitas Elgar pertama kali datang sejak tahun 1884 di Worchestershire ketika bagian dari orkestranya Sevillana dimainkan di istana Crystal Palace—London. Segera setelah itu seorang penerbit menerima karyanya Romance untuk biola dan piano—diterbitkan. Hal itu yang menentukan bagi masa depan Elgar. Meskipun ia berpikir untuk membiayai hidupnya dari bekerja sebagai guru musik, namun ia tetap menekuni profesi sebagai komposer. Dalam ambisinya itu ia terbantu dengan menikahi Caroline Alice Roberts pada tahun 1889. Empat ciptaannya Pomp and Circumstance musik mars merepresentasikan gaya mars, tetapi kecil, dan menjadikannya terkenal. Melodinya kuat, orkestrasinya kaya, dan karakternya sangat baik seperti pada The Enigma Variations untuk orkestra dan oratorio The Dream of Gerontius. Karya-karya musik gereja antara lain The Black K’night (1893), King Olaf (1896), The Banner of St George (1897), dan Caractacus (1898). 14.26. Franck, César (1822-64): Komposer era Romantik Belgia kelahiran Perancis yang menghidupkan musik instrumental dalam kegemarn terhadap opera Paris. Bukan menjadi tokoh komposer, karena ia hanya menulis satu simfoni saja dalam D minor pada usia 66 tahun. Tetapi ia juga mencipta empat puisi simfoni, variasi-variasi simfonis untuk piano dan orkestra, beberapa musik kamar, dan beberapa kumpulan komposisi penting untuk organ yang hingga kini digunakan sebagai standar para organis profesional.
    • Para Komposer Jaman Romantik 140 Bab 14 14.27. Glinka, Mikhail (1804-57): Komposer Rusia pertama yang kemudian diikuti oleh para komposer Romantik nasionalis. Pada tahun 1833 ia belajar sangat serius dan tinggal di setahun di Berlin di bawah teoretikus terkenal Siegfried Dehn. Kembali ke Rusia ia mengumpulkan bahan-bahan untuk mencipta opera. Ia mulai mencoba mencipta A Life for the Tsar (1836), dan karyanya yang terkenal hingga kini adalah Ruslan and Ludmilla (1842). Glinka banyak disebut sebagai ”Bapak Musik Rusia”. 14.28. Gluck, Christoph Willibald (1714-87): Komposer Austro-Bohemia pada era Klasik yang penting bukan saja karena musiknya yang indah tetapi ia telah mereformasi gaya komposisional operatiknya dan pertunjukan. Tiga karya pentingnya merefleksikan reformasi itu meliputi penyederhanaan, tanpa alur, dan meyakinkan: Orfeo ed Euridice (1762), Iphigénie en Tauride (1779), dan Alceste (1767). 14.29. Gounod, Charles (1818-93): Komposer Perancis Romantik dalam karya-karya opera yang mencipta Faust dan Romeo and Juliet yang menjadi repertoar utama hingga kini. Mulai belajar musik pada Paris Consevatoire dan menjadi juara pada Grand Prix de Rome pada tahun 1839. Selama periodenya di Roma ia mengkomposisi tiga misa. Opera pertamanya Sapho diperkenalkan pada tahun 1859, membawanua dikenal dunia. Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, Gounot menjadi lebih religius dan mencipta musik-musik sakral seperti oratorio The Redemption (1881) dan Morst et Vita (1885) yang pertama kalinya diperkenalkan di Festival Birmingham. Misa St. Cecilia Mas (1855) hingga kini masih tetap dipergelarkan. 14.30. Granados, Enrique (1867-1916): Komposer Spanyol, belajar di Barcelona dan kemudian di Paris, kembali ke Spanyol pada tahun 1889 untuk bekerja sebagai pianis dan komposer yang sukses. Ia menulis beberapa opera, dua musik piano
    • Para Komposer Romantik 141 Bab 14 terkenal seperti Goyescas yang terkait dengan pemandangan dalam lukisan pelukis besar Goya. Granados dan isterinya meninggal secara tragis dalam sebuah kecelakaan kapal karena tertembak torpedo kapal selam Jerman dalam perjalanan laut dari Amerika. 14.31. Grieg, Edvard (1843-1907): Lahir di Bergen, komposer Norwegia pada era Romantik yang dikenang dari karya musik konserto piano, suita the Peer Gynt, dan nyanyian-nyanyian yang indah. Ia mulai mencipta komposisi pada usia sembilan tahun, dan pada tahun 1858 (usia 15) telah menarik perhatian Ole Bull, seorang pemain biola tenar Norwegia. Karya-karyanya antara lain Piano Concerto in A minor (1869), the Holberg Suite (1885), musik- musik piano sekitar sepuluh volume, dan lagu-lagu. Sebagai seorang komposer nasionalis, Grieg menggunakan nyanyian-nyanyian rakyat dalam musiknya. 14.32. Grove, (Sir) George (1820-1900): Musisi Inggris, seperti kebanyakan bangsawan Victorian, ia seorang yang bersemangat, tertarik pada apa saja termasuk lapangan teknik sipil dan eksplorasi. Sebagai musisi ia terutama dikenal karena menulis atau sebagai editor tekenal dalam Grove’s Dictionary of Music and Musicians yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1879. 14.33. Janácêk, Leos (1854-1928): Komposer Ceko yang merangkum berbagai gaya dari Smetana, Dvořák, Bartók, dan Kodály dalam gaya nasionalis Eropa Timur. Ia mulai karir musik pada studi secara intensif pada Brno, Prague, Leipzig, dan Vienna. Pada usia 40 tahun mulai karya penting pertamanya berupa opera Jenüfa, dan setelah usia 60 tahun ia diakui secara internasional. Beberapa karya opera meliputi Jenüfa, Katya Kabanova, The Cunning Little Vixen, The Makropoulos Affair, dan From the House of the Death. Karya orkestra meliputi The six Lachian Dances, simfoni rapsodi Taras Bulba, dan Sinfonietta. Dia juga menulis kuartet gesek penting dan song cycle The Diary of One who Vanished.
    • Para Komposer Jaman Romantik 142 Bab 14 14.34. Khachaturian, Aram (b. 1903-78): Lahir di Tiflis (sekarang Tbilisi) Georgia dan belajar komposisi di Moscow di bawah bimbingan Alexander Gnesin dan Myaskovsky. Beberapa karya musiknya, kuat, ritmik, dan berwarna—menjadi sangat populer. Karyanya antara lain balet Gayaneh dan Spartacus. Beberapa simfoni, sebuah Piano Concerto in D flat, dan sebuah Violin Concerto in D minor. Banyak dari karyanya ditulis untuk kepentingan nyanyian rakyat, sebagian untuk bangsanya sendiri, Georgia. Di Inggris Khachaturian sangat dikenal karena karya baletnya The Sabre Dance dan musik dari balet Spartacus. Ia adalah seorang nasionalis utama Rusia yang menulis suita Masquerade, Gayane (diambil dari Sabre Dance yang sangat terkenal), dan beberapa konserto serta musik kamar yang harmoninya sangat orisinal. 14.35. Lalo, Édouard (1823-92): Komposer Perancis pada periode Romantik yang sukses dan terkenal terutama karena konserto biola dan Symphonie Espagnole (1875) untuk biola dan orkestra, keduanya terpengaruh oleh Pablo Sarasate. Setelah belajar di Lille dan Paris Conservatoire, ia kemudian dikenal sebagai pencipta lagu. Sukses terbesarnya dimulai pada tahun 1874 ketika maestro biola Sarasate memainkan karyanya Violin Concerto in F minor. Orkestrasinya penuh warna, mantab, dan lengkap seperti dalam salah-satu karya adiluhungnya opera Le Roi d’Ys (1888). 14.36. Liszt, Franz (1811-86): Komposer dan pianis Romantik Hungaria yang paling terkenal selama kurun waktu hidupnya. Komposisinya menunjukkan gaya modern, ia tercatat turut mengembangkan simfoni puisi sebagai sarana untuk mengekspresikan ekstra-musikalnya. Dalam perang ideologis pada abad ke-19, ia bersekutu dengan Wagner. Melalui Don Juan, Liszt hadir dalam pesta-pesta istana dan di gedung-gedung konser seluruh Eropa dan dikenal sebagai seorang virtuoso piano abad ke-19. Karyanya
    • Para Komposer Romantik 143 Bab 14 meliputi 12 simfoni puisi, dua konserto piano, beberapa musik untuk piano, dan satu variasi berupa transkripsi untuk piano dari karya-karya para komposer. 14.37. Mahler, Gustav (1860-1911): Komposer Austria, bersama dengan Richard Strauss dan Anton Bruckner, bagian dari para komposer Romantik Wina. Ia pengikut Wagner, meskipun begitu ia tidak terlalu suka pada ekstrareferensialisme untuk berbagai tingkatan komposisi besar. Kebanyakan dari sembilan simfoninya, masing-masing berbeda gaya, berupa karya-karya sangat besar. Simfoni No. 8 (1907) yang paling besar, didukung beberapa paduan suara, solis-solis, dan sebuah orkestra yang diperbesar; simfoni itu tepat dinamakan Symphony of a Thousand. Dari tahun 1909-1911 ia bertindak sebagai kondaktor the New York Philharmonic. 14.38. Mendelssohn, Felix (1809-47): Komposer Jerman era Romantik yang sangat kreatif dan jenius, serta kondaktor yang hebat. Di akhir karirnya ia membangkitkan kembali St. Mattew Passion karya J.S. Bach. Mendelssohn memiliki imajinasi sangat tinggi, karya-karyanya kebanyakan ditandai oleh kesan- kesan perjalanan. Musiknya berkarakter tenang tetapi lirikisme romantis dan dengan orkestrasi kebanyakan ringan memikat dan selalu penuh warna. Karya-karyanya meliputi oratorio-oratorio, lima simfoni, musik insidental seperti A Midsummer Night’s Dream, sebuah overtur untuk band, banyak musik piano, dan sebuah konserto biola yang sangat terkenal. 14.39. Meyerbeer, Giacomo (1791-1864): Komposer Jerman yang bertempat tinggal di Paris, khususnya mencipta opera-opera besar. Le prophète dan Les Huguenots adalah karya- karyanya yang termashur. Meyerbeer adalah anak dari seorang bankir sukses yang memulai karirnya sebagai pianis ajaib. Kemudian menulis komposisi, dan pada tahun 1812 mencipta opera pertamanya. Nama Giacomo sebenarnya dia gunakan untuk mengganti nama Jakob setelah sukses di Italy.
    • Para Komposer Jaman Romantik 144 Bab 14 14.40. Mussorgsky, Modest (1839-81): Komposer Romantik Rusia, salah-seorang anggota dari ”the Russian Five”. Ia mendapat pendidikan dan pekerjaan sebagai tentara kerajaan tetapi kemudian menjadi komposer. Ia menunjukkan bakat besar, tetapi karena tetap mentah dan kurang terdidik selama kehidupan musikalnya, frustasinya berlebihan dan menyebabkan diri jatuh sebagai alkoholik. Harmoni-harmoninya berani dan warna-warna yang tidak biasa telah dikembangkan oleh Debussy dan Stravinsky. Boris Godunov (1868-69) merupakan karya utamanya dan kini menjadi opera terbesar Rusia pada abad ke-19. Versi-versi opera itu telah diedit oleh Rimsky-Korsakov dan Shostakovitch. Sebuah musik kecil programatis untuk piano Pictures at an Exhibition (skor untuk orkestranya dikerjakan oleh Maurice Ravel) dan karya orkestral A Night on Bald Mountain (skor ditulis ulang oleh Rimsky-Korsakov)—keduanya merupakan karya-karya terkenal. 14.41. Offenbach, Jacques (1819-80): Komposer Romantik Perancis kelahiran Jerman yang mencipta opera-opera komik. Saat mudanya ia menetap di Paris sebagai tujuan hidupnya menjadi seorang Perancis. Ia mendapatkan pelatihan sebagai pemain cello, dan setelah menjalani pemain orkestra, kondaktor, dan manajer teater; dia mengambil alih sebuah teater kecil dan memberi nama baru the Bouffles Parisiens. Karya-karyanya sangat merdu dan umumnya memikat antara lain: Orpheus in the Underworld, La Belle Helene, La vie Parisienne, The Grand Duchess of Gerolstein, dan La Perichole. Di akhir kehidupannya ia menulis sebuah opera serius The Tales of Hoffman. 14.42. Puccini, Giacomo (1858-1924): Komposer Romantik Italia yang menghantarkan kepada Verdi sebagai master dalam bidang opera Italia. Operanya sangat liris, indah sekali, melodinya membumbung tinggi. Ia sangat memahami kelengkapan dari unsur musikal maupun unsur dramanya, dan banyak hal yang terdapat dalam opera masa kini berasal dari karya-karya Puccini. Seluruh opera-opera penting di dunia Barat termasuk karya- karya Puccini.
    • Para Komposer Romantik 145 Bab 14 14.43. Rakhmaninov, Sergey (1873-1943: Komposer Rusia dan pianis yang beraliran Pasca-Romantik pada abad ke-20. Ia menerima pelajaran musik di St. Petersburg dan Konservatori Moskow. Pada tahun 1892 mulai tur konser pertama sebagai seorang virtuoso piano, karirnya sangat maju dan cepat dikenal dunia baik sebagai pianis maupun komposer musik Romantik Tinggi. Revolusi Rusia (1917) telah memaksa ia meninggalkan Rusia. Rakhmaninov seorang yang sangat berperasaan, pribadi yang hangat, dan karakternya tampak pada musiknya yang merefleksikan keramahan, melodi melankolis, dan banyak karya darinya menjadi terkenal di seluruh dunia. Tiga konserto piano terakhir darinya menjadi repertoar standar bagi para pianis dunia. Rakhmaninov menghabiskan sisa hidupnya dengan berkeliling, tinggal di Switzerland dan Amerika. Karya-karya orkestra meliputi tiga simfoni, sebuah simfoni puisi The Isle of the Dead (1907), empat piano konserto, dan sebuah Rhapsody on a Theme by Paganini untuk piano dan orkestra (1934). 14.44. Ravel, Maurice (1875-1937): Komposer Perancis, pengikut aliran Impresionisme dalam beberapa karnyanya, juga sebagai Klasikus dan Romantikus untuk karya-karya lain. Selama hidupnya, Ravel tertarik pada aliran ”ultramodern’; kini ia muncul di antara sebagai penerus logika dari gaya Debussy hingga sekarang. Karya-karya awalnya berkarakter impresionistik, tetapi akhirnya menjadi lebih disonan, bijaksana, dan ritmenya sangat kuat. Ciptaannya meliputi musik-musik untuk piano, termasuk pula nyanyian-nyanyian dan musik orkestra. 14.45. Respighi, Ottorino (1879-1936): Komposer Romantik Italia yang mendemonstrasikan virtuositas orkestral dan keahliannya secara Impresionistik. Respighi belajar di Bologna, St. Petersburg, dan Berlin. Pada tahun 1913 dia menetap di Roma dan menjadi terkenal karena sebuah seri simfoni puisi yang sangat penuh warna, yang diorkestrasi dengan sangat brilian. Karya-karya terbaiknya antara lain The Fountains of Rome (1917) dan The Pines of Rome (1924).
    • Para Komposer Jaman Romantik 146 Bab 14 14.46. Rossini, Gioacchino (1792-1868): Komposer Italia era Romantik dan seorang peminat terakhir pada opera bel canto. Lahir di Pesaro, di mana ayahnya sebagai musisi trumpet kota itu dan juga pengawas pemotongan hewan. Ketika Napoleon menduduki Italy, sang ayah dipenjara sehingga ia dibawa ibunya kembali ke Bologna sambil bekerja sebagai penyanyi opera. Pada umur sepuluh tahun Rossini sudah mampu bekerja sebagai penyanyi dan pemain dalam opera. Tahun 1806 ia mulai belajar di Konservatori Bologna, empat tahun kemudian sudah mencipta karya opera pertama berjudul The Marriage Market (1810). Sukses secara internasional pada tahun 1813 ketika memproduksi opera buffa yang berjudul The Italian Girl in Algiers (L’Italiana in Algieri) dan sebuah opera tragis Tancredi. Komposisinya sangat melodius dan liris, sangat mencuat dan terkadang tak diduga- duga. The Barber of Seville (1816) bersifat komedi adalah karyanya yang paling terkenal, meskipun pada masanya ia lebih dikenal karena opera besar khususnya William Tell. Overtur-overtur dari opera-operanya banyak dimainkan. 14.47. Rubinstein, Anton (1829-94): Komposer dan pianis Rusia yang pertama kali muncul di hadapan publik pada usia sepuluh tahun, dan setelah itu ia mencapai sukses dalam melakukan perjalanan ke seluruh Eropa. Ia menulis sejumlah besar musik, termasuk 20 opera, enam simfoni, lima konserto, sepuluh kuartet gesek, dan banyak nyanyian maupun musik kecil untuk piano. Simfoni No. The Ocean hingga kini masih sering dimainkan, juga opera The Demon (1875). Ia mendirikan St. Petersburg Conservatory pada tahun 1862 dan mengajar di sana pada tahun 1862-67 dan tahun 1887-90. 14.48. Saint-Saëns, Camille (1835-1921): Komposer Perancis era Romantik yang serba bisa, se generasi dengan Debussy dan Wagnar, ia sesungguhnya seorang konservatif yang menggabungkan secara hati-hati bentuk dan pengembangan dengan kekayaan sonoritas maupun aliran melodi. Organ Symphony (No. 3) dan opera Samson and Delilah—adalah ciptaannya yang menjadi terkenal.
    • Para Komposer Romantik 147 Bab 14 14.49. Sarasate, Pablo de (1844-1908): Virtuoso biola dan komposer untuk musik biola Spanyol. Dia mendapat pelajar musik di Konservatori Paris dan menjuarai kontes musik sebagai pemain musik berbakat dan virtuos. Ia menulis musik untuk biola dan komposer lainnya seperti Saint-Saëns, Eduard Lalo, dan Max Bruch. 14.50. Schubert, Franz Peter (1797-1828): Komposer Austria masa akhir Klasik dan awal Romantik, bersamaan dengan periode Beethoven, ia salah-seorang pertama yang membuat nyanyian menjadi penting dalam lingkup komposisi musik. Schubert hanya sedikit belajar sebagai musisi dan menunjukkan sebagai jenius melalui seluruh komposisinya. Ia mencipta sekitar 600 nyanyian (lieder) yang mungkin menjadikan dirinya sebagai seorang master, ia pandai menerapkan efek keseimbangan sempurna antara melodi, iringan, dan puisi. Schubert mencipta delapan simfoni, tetapi karena kesalahan penomoran menjadi berjumlah sembilan. Simfoni No. 8 terkenal dengan nama Unfinished Symphony dalam B minor karena hanya terdiri dari dua bagian saja. Opera-operanya kurang dikenal luas, tetapi overtur dan musik insidental seperti Rosamunde dan Unfinished Symphony menempati urutan atas sebagai repertoar musik orkestra. Schubert tidak sukses secara finansial sebagai komposer, hanya sedikit pada saat dekat dengan akhir hidupnya melalui beberapa karyanya ia dihargai. 14.51. Schumann, Robert (1810-1856): Komposer Jerman dan jurnalis pada era Romantik. Ia menunjukkan diri sebagai seorang pianis berbakat, tetapi pada tahun 1832 tangan kanannya terluka karena kecelakaan yang menyebabkan karirnya berakhir. Ia kembali mencipta komposisi dan menulis karangan. Pada tahun 1840 menikah dengan Clara Wieck, seorang virtuoso piano abad ke-19.
    • Para Komposer Jaman Romantik 148 Bab 14 Kejeniusan Schumann direfleksikan dengan baik sekali melalui kekauatan lagu, instabilitas ritmik, dan keaslian harmoni pada lieder dan karya-karya piano. Dua simfoni pertama dari empat ciptaannya, konserto piuano, dan konserto cello—semua menjadi karya-karya utama. Schumann mengalami kelainan mental yang sebenarnya telah muncul pada saat muda dan kemudian menjadikan ia gila dan meninggal karenanya. 14.52. Sibelius, Jean (1865-1957): Lahir di Hämeenlinna, Finlandia pada 8 Desember 1865, meninggal 20 September 1957 di Järvenpää. Nama aslinya sebenarnya Johan Julius Christian Sibelius. Komposer Finlandia pada akhir Romantik. Sibelus pertama kali belajar pada sekolah biasa di Finlandia. Pada usia 20 tahun ia meninggalkan Finlandia untuk studi di Berlin dan Vienna, di bawah bimbingan para komposer seperti Robert Fuchs dan Karl Goldmark. Sekembalinya ke Finlandia, ia mengadakan konser karya orkestra Kullervo Symphony (1892) yang mendapatkan pujian. Melalui karya- karyanya seperti En Saga (1892), the Karelia, dan the Four Legends—ia ditetapkan sebagai komposer utama Finlandia. Pada karya-karya awal ia sangat bersemangat sebagai nasionalis. Dua simfoni pertama menggelorakan ekspresi-ekspresi tentang cinta tanah-air tetapi tidak sedekat seperti pada tone poem yang patriotik Finlandia. 14.53. Smetana, Bedřich (1824-1884): Komposer Bohemia yang benar-benar Romantik dan nasionalistik. Komposis-komposisi utamanya sangat nasionalistik yang sangat bergairah dan unggul seperti opera The Bartered Bride (1866) dan sekumpulan puisi simfoni berjudul My Country, yang kedua sangat terkenal berjudul The Moldau. Ia juga menulis kuartet gesek yang programatis dalam E minor From My Life dan lainnya dalam D minor.
    • Para Komposer Romantik 149 Bab 14 14.54. Strauss, Johann (1804-1849): Sering disebut Strauss senior, seorang direktur band militer Austria dan kondaktor pada gedung-gedung dansa di Wina. Ia dikenal sebagai”Bapak Waltz” meskipun sebenarnya karena anaknya lebih unggul dalam musik waltz. 14.55. Strauss, Johann II (1825-1899): Sering disebut Strauss junior, komposer Austria untuk operet dan musik ringan khususnya waltz (The Blue Danube; Wine, Women, and Song; dan banyak lagi). Dua operet, De Fledermaus (The Bat) dan The Gypsy Baron, menjadi favorit di Jerman dan diterima di banyak pertunjukan musik di Amerika. Johann sebenarnya agak dibatasi belajar musik oleh ayahnya dengan alasan yang kurang masuk akal, tetapi ia belajar biola secara sembunyi-sembunyi. Ia mulai debutnya sebagai kondaktor rumah kafe di Dommayer’s Casiono pada tanggal 15 Oktober 1844. Demutnya itu penuh sensasi dan menjadikan ia sebagai musisi muda berprestasi. Setelah kematian ayahnya pada tahun 1849, sebagai kondaktor ia tidak lagi memiliki saingan dan sebagai komposer bisa menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Beberapa karya waltz terbaiknya ditulis selama perkawinannya dengan Henrietta Treffz pada tahun 1864. Istrinya menjadi inspirasi dari The Blue Danube, Artist’s Life, Tales from the Vienna Woods, dan Wine, Woman and Song. 14.56. Tchaikovsky, Peter Ilyitch (1840-1893): Komposer Rusia era Romantik yang bukan sebagai anggota dari ”the Russian Five”, bahkan dalam beberapa hal ia berlawanan dengan mereka khususnya obsesi tentang nasionalisme. Tchaikovsky merasa bahwa musik harus bisa dirasakan secara mendunia dan menggantikan perasaan murni nasionalistik. Meskipun begitu, sedikit dari karya- karyanya contohnya Overture 1812 menunjukkan bukti hati nurani nasionalismenya. Ia sangat berperasaan dan penuh iba terhadap dirinya, hal itu terwujud dalam musik-musiknya. Tchaikovsky menjadi salah- satu tokoh komposer Romantik yang karya-karyanya unggul dan mendapatkan tempat di hati penggemarnya.
    • Para Komposer Jaman Romantik 150 Bab 14 Schubert, Franz Peter Schumann, Robert Sibelius, Jean Smetana, Bedřich Ilustrasi 14.3.: Para Tokoh Musik Jaman Romantik
    • Para Komposer Romantik 151 Bab 14 14.57. Wagner, Richard (1813-1883): Komposer Jerman era Romantik dan sebagai salah-seorang dari tokoh musik paling kontroversial abad ke-19 dalam sejarah musik. Dari perspektif konsep estetika ia berlawanan dengan Johannes Brahms, ia mempercayai bahwa musik harus mengungkapkan kedalaman filosofis dan makna ekstramusikal tertentu. Ia tertarik mengembangkan musik drama (Gesamtkunstwerk, ”compsite art work”), mendemonstrasi-kan tekadnya bahwa operan tidak sesederhana berupa serangkaian dari bagian-bagian kecil tetapi harus lebih mengalir sebagai drama, emosi, dan tentu musik. Ia menerapkan gagasan-gagasan estetiknya melalui leitmotiv yang diterapkan pada berbagai macam karakter, tempat, kejadian, dan konsep-konsep yang abstrak. Wagner adalah seorang nasionalis tulen, keahliannya sangat tinggi tampak dalam musik drama Der Ring des Nibelungen (The Ring of the Nibelung) yang pertama kali dipentaskan tahun 1876 berdasarkan atas mitologi Teutonic. Die Meistersinger von Nurenberg (The Mastersingers of Nurenberg) 1868 dan Parsifal, 1882— keduanya merupakan opera-opera yang mencapai sukses besar. 14.58. Verdi, Giuseppe (1813-1901): Komposer opera Italia pada era Romantik, seorang yang tokoh musik besar abad ke-19. Karya-karya awalnya kembali pada gaya bel canto, ia matangkan, dan ia geser menjadi lebih bergaya liris subjektif yang disatukan pada drama, emosi, kata, dan musik dalam suatu karya yang penuh makna, selain tetap mempertahankan esensi-esensi pada sejumlah opera. Ia seorang melodikus yang unggul dalam musik maupun teater. 14.59. Wieniawski, Henryk (1835-1880): Komposer dan pemain biola Polandia yang sangat terkenal. Lahir pada 10 Juli 1835 di Lublin, Polandia dan meninggal pada 31 Maret di Moscow, Rusia. Henryk biasa diucapkan Henry. Pada waktu kecil secara ajaib telah diterima di Konservatori Paris pada usia 8 tahun, lulus dengan predikat juara pertama dalam instrumen biola pada usia 11 tahun. Kemudian menjadi pemain biola konser pada usia 13 tahun dan mulai
    • Para Komposer Jaman Romantik 152 Bab 14 melakukan tur ke Eropa bersama kakaknya bernama Joseph sebagai pianis. Tur konsernya yang banyak dilakukan menempatkan ia menjadi dikenal secara mendunia. Pada tahun 1860 ia ditetapkan sebagai pemain solo biola untuk Kaisar Rusia dan pada tahun 1862-1869 mengajar pada Konservatori Petersburg. Tahun 1872-74 Wieniawski mengadakan tur ke Amerika Serikat untuk bermain bersama pianis Anton Rubinstein, dan disela-sela itu ia mengajar pada Konservatori Brussels. Sebagai seorang pemain biola, Wieniawski memiliki kecakapan teknis tinggi. Komposisi untuk biola ciptaannya dalam gaya Romantik dan sangat menunjukkan virtousitasnya. Ia mencipta dua buah konserto biola, pertama dalam Fis Minor Opus 14, yang kedua dalam D Minor Opus 22. Komposisi lainnya termasuk Le Carnaval Russe Opus 11, Legende Opus 17, Scherzo-Tarantelle Opus 16, Etude, Mazurka, dan Polonaise. 14.60. Wolf, Hugo (1860-1903): Komposer Austria yang terkenal dengan karya-karya lieder yang indah lebih dari 300 komposisi. Kemampuan Wolf sebagai komposer ditunjukkan juga melalui media lain, Spanisches Liederbuch dan Italiensches Liederbuch adalah dua dari karya song cycle besarnya yang sangat melodius dan pianistik seperti puisi. • Bacaan untuk Pendalaman: Neill, Rhoderick J. Mc.,1998.Sejarah Musik 1 dan 2. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. • Latihan-latihan 1. Tahukah Anda faktor apakah yang melatar belakangi munculnya gerakan romantisisme dalam musik? 2. Sebutkan empat tokoh musik jaman Romantik yang cukup terkenal!
    • Para Komposer Romantik 153 Bab 14 3. Di samping mampu membuat sebuah karya musik vokal yang sangat besar pada abad ke-19, beberapa karya lieder nya juga mencapai taraf yang sangat tinggi. Siapakah komposer tersebut? 4. Dalam riwayat hidupnya, komponis ini pernah berhasil memenangkan kompetisi musik Prix de Roma pada tahun 1884. Ia juga menciptakan sistem tangganada whole tone yang belakangan menjadi cukup terkenal Siapak komposer tersebut? 5. Pilihlah satu tokoh musik Jaman Romantik yang Anda ketahui lalu ceritakanlah yang Anda ketahui tentang tokoh tersebut!
    • BAB 15 KOMPOSER ERA KONTEMPORER (1900-SEKARANG) D ari awal abad pertengahan hingga akhir abad ke-19 musik klasik didominasi oleh sistem Tonal. Hingga saat itu perkembangan musik adalah suatu gerakan yang merupakan reaksi dari jaman sebelumnya. Kebangkitan Renaisans adalah reaksi dari Abad Pertengahan; Barok adalah reaksi dari Renaisans, Klasik dari Barok, Romantik dari Klasik. Berbeda dengan yang lainnya, Modernisme abad ke-20 adalah reaksi terhadap keseluruhan periode sebelumnya. Hal tersebut karena musik Modern menolak tonalitas yang mendominasi musik klasik selama ini. Bab ini berisi daftar riwayat hidup komponis-komponis kontemporer. Kontemporer adalah bersifat kekinian; yaitu belum memiliki batas akhir dan masih terus berkembang. Musik klasik dalam pengertian jaman atau era, telah berakhir sejak akhir abad ke-18, sedangkan pengaruhnya masih kuat pada abad ke-19. Namun musik klasik dalam pengertian umum masih terus dikembangkan dengan berbagai kemungkinan baru. 15.1. Arnold, Malcolm (b. 1921): Komposer Inggris, belajar di the Royal College of Music dan bekerja untuk beberapa tahun sebagai pemain trompet utama orkestra. Ia menulis segala macam musik, termasuk beberapa simfoni dan konserto. Skor-skor film seperti The Bridge on the River Kwai dan The Inn of the Sixth Happiness sangat dikagumi publik. Meskipun gaya musiknya tradisional dan dibuat menggunakan bunyi-bunyi yang kental, harmoni-harmoni sederhana, dan ritme-ritme yang hidup, namun sangat halus dan selalu efektif.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 156 Bab 15 15.2. Babbit, Milton (b. 1916): Komposer Amerika yang mulai menulis musik dalam gaya Webern, tetapi sejak tahun 1947 mengeksplorasi suatu kemungkinan dari ’tonal serialisation’ dan kemudian setelah tahun 1960 ia beralih untuk memproduksi musik secara elektronik. Babbit adalah murid Roger Sessions. 15.3. Barber, Samuel (b. 1910): Lahir di West Chester tanggal 9 Maret 1910, meninggal tanggal 23 Januari 1981 di New York. Barber belajar piano sejak kanak-kanak dan cepat bisa mencipta komposisi. Pada tahun 1924 ia masuk ke Institut Musik Philadelpia untuk belajar piano dan komposisi dan juga menyanyi maupun kondakting. Setelah lulus pada tahun 1934, Barber mulai membuat komposisi. Ia mengembangkan sebuah gaya yang berbeda, menyerap beberapa teknik musik modern. Komposer Amerika beraliran Neo-Romantik. Ia telah mencapai sukses melalui beberapa karyanya, terutama untuk vokal dan musik orkestra. Vanessa (1956-57), Dover Beach, Adagio Strings, dan konserto piano sebagai kontribusinya dalam sejarah musik. 15.4. Bartok, Béla (1881-1945): Komposer Hongaria yang sekarang dihormati sebagai salah-seorang dari komposer-komposer penting dan berpengaruh selama abad ke-20. Musiknya merefleksikan keasyikan terhadap ritme-melodi primitif dan kerakyatan. Meskipun ia menggunakan disonan-disonan dan kromatikisme bebas, ia jarang mengesampingkan sistem tonalitas secara penuh, memilih cukup menggunakan tangganada-tangganada eksotis dan politonalitas. Dalam tahun 1940, demi menghindari Nazisme, Bartok terbang ke New York untuk menetap dan menghabiskan masa tuanya. 15.5. Basie, William ’Count’ (b. 1904): Pianis dan komposer jazz Amerika, karirnya dimulai sebagai seorang pianis musik hiburan di New York, tetapi segera beralih kepada jazz dan membentuk band sendiri tahun 1935. Rekaman perdananya muncul dua tahun kemudian dan band miliknya menjadi terkenal.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 157 Bab 15 15.6. Benjamin, Arthur (1893-1960): Komposer Australia yang datang ke London sebagai seorang murid di the Royal Colledge of Music, dan setelah di Australia beberapa tahun ia kembali ke London untuk menetap hingga akhir hayatnya. Ia seorang pianis handal dan menulis banyak musik, termasuk beberapa musik film yang bagus. Karya-karyanya yang terkenal antara lain Jamaican Rumba (1938), namun dua opera The Devil take Her (1931) dan Prima Donna (1933) adalah ciptaan-ciptaan terbaiknya. 15.7. Berg, Alban (1885-1935): Lahir di Vienna pada tanggal 9 Februari 1885, meninggal pada tanggal 24 Desember 1935. Komposer Austria, murid dari Arnold Schoenberg dan sangat bersemangat menekuni metode-metode atonal pada komposisinya. Berg suskses menerapkan sistem serial dua-belas nada pada beberapa media musik seperti opera, musik kamar, dan orkestra. Karakteristik karya-karya Berg cenderung lambat dan kebanyakan ragu-ragu. Tahun 1912 ia menyelesaikan pekerjaan pertamanya sejak belajar dengan Schoenberg dalam Five Orchestral Songs Opus 4. Inspirasi untuk komposisi ini berasal dari pesan melalui kartu pos yang dialamatkan untuk kedua temannya dan musuh-musuhnya oleh seorang sastrawan puisi Peter Altenberg. 15.8. Berlin, Irving (b. 1888): Komposer Amerika, sebenarnya kelahiran Rusia dengan nama Isidore Balin; datang di Amerika sejak kecil. Setelah bekerja sebagai ’singing waiter’ ia mulai menulis yang lagu-lagu menjadi hit seperti `Alexander Ragtime Band dan Everybody’s doin’ it. Karya musik untuk panggung terbaiknya adalah Annie get your Gun (1946), dan nyanyian patriotiknya God bless America banyak dikagumi publik Amerika.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 158 Bab 15 Bartok, Béla Berg, Alban Ilustrasi 15.1.: Tokoh Musik Era Kontemporer 15.9. Bernstein, Leonard (b. 1918): Komposer Amerika dan kondaktor, ia berlatih pada Harvard and the Curtis Institute, dan kemudian menjadi sangat terkenal sebagai kondaktor, komposer, pianis, dan tokoh televisi. Musiknya sangat merdu, penuh warna, dan hidup—pada umumnya menggunakan gaya jazz. Ia juga mencipta musik balet, seperti Fancy Free (1944), Candide (1957), dan West Side Story (1958), serta dua simfoni yakni Jeremiah (1944) dan The Age of Anxiety (1949). Bernstein dikenal sebagai kondaktor the New York Philharmonic Orchestra. 15.10. Boulez, Pierre (b. 1925): Komposer Perancis dan kondaktor, ia murid Messiaen yang kemudian berhasil menjadi komposer avant-garde setelah perang pada tahun 1939-45. Eksperimennya dengan Serialisme Total sangat
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 159 Bab 15 berpengaruh seperti melalui karya Polyphonie X untuk 18 instrumen (1951) dan Structures 1 untuk dua piano (1952), tetapi kemudian karya- karya seperti Le Marteau sans Matter (1954) dan Pli selon Pli (Portrait de Mallarme) (1960)—agak kaku dan improvisatoris. Akhirnya ia banyak menjadi kondaktor dan penerjemah musik kontemporer daripada mencipta komposisi. 15.11. Britten, Benjamin (b. 1913): Komposer Inggris yang banyak merestorasi Inggris ke posisi tinggi secara musikal. Gaya musik Britten meliputi Neo-Klasikisme, Impresionisme, dan Neo-Romantikisme. Karya-karya utamanya terdiri dari beberapa opera (Peter Grimes, A Midsummer Night’s Dream) semua sering dipentaskan dan musik vokal dan musik gereja. Death in Venice (1973) menggabungkan opera dan balet dalam suatu cara yang baik. 15.12. Cage, John (b. 1912): Komposer modern Amerika yang gaya musiknya sering disebut sebagai ”Dadaisme dalam musik”. Komposisi ciptaan Cage umumnya dipersiapkan untuk instrumen-instrumen (contohnya, piano dengan obeng-obeng, koin-koin tembaga, kertas, dan lain sebagainya yang diletakkan pada senar-senar piano). Imaginary Landscape adalah komposisi untuk 12 radio yang dibunyikan bersamaan untuk mencampuradukkan berbagai panjang gelombang dengan intensitas bunyi. Komposisi 4 Minutes 33 seconds adalah karya untuk piano meskipun sang pianis hanya duduk di depan piano tanpa sedikitpun menghasilkan bunyi. 0’00’ dimainkan dengan berbagai cara oleh siapa saja. Cage membawa aliran ”sinisme” dan ”sarkasme” selama tahun 1960-an sebagai latar-belakang filosofis sebagai musik baru untuk mencapai popularitasnya. 15.13. Chávez, Carlos (1899-1978): Komposer Meksiko yang karya-karyanya sangat modern dan orisinal merefleksikan nasionalisme yang kuat melalui material-material Indian Amerika Tengah dan Meksiko-Spanyol secara bersamaan.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 160 Bab 15 15.14. Copland, Aaron (b. 1900): Komposer Amerika yang memiliki kecenderungan kuat sangat nasionalistik yang merefleksikan ke dalam banyak karya aransemen musik rakyat dan karya-karya seperti Rodeo (1942), Lincoln Portrait (1942), dan Appalachian Spring (1944). Karya-karya terakhirnya menunjukkan minatnya pada sistem dua belas nada. Connotations for Orchestra dipertunjukkan pertama kali digelar selama konser-konser di Philharmonic Hall di New York’s Lincoln Center pada tahun 1962. Ia juga menulis buku antar lain What to Listen for in Music, Music and Imagination, dan Our New Music. 15.15. Davis, Miles (b. 1926): Trumpetis dan komposer jazz Amerika, mulai sebagai murid pada Julliard School of Music yang segera menemukan jazz sebagai pilihannya serta mendirikan band di New York. Ia membantu mengkreasi apa yang kini disebut ’cool jazz’. 15.16. Delius, Frederick (1862-1934): Terkenal sebagai komposer Inggris, salah-satu yang dikenal dunia setelah Henry Purcell. Beberapa karya orkestranya seperti Brigg Fair bergaya Impresionistik, mengkolaborasi instrumen-instrumen, dan elemen-elemen musik rakyat. 15.17. Ellington, Edward Kennedy (1899-1974): Populer disebut Duke Ellington, pianis jazz dan komposer Amerika yang sangat penting dan ahli dalam mengembangkan jazz untuk band besar pada era swing antara tahun 1930-an hingga 1940-an. Di tengah karya-karya nyanyian jazz yang sangat indah seperti In a Sentimental Mood, Mood Indigo, In My Solitude; Ellington mencipta musik serius, yang diperluas, karya-karya dengan banyak bagian untuk jazz- band, dan di antara itu ada karya tiga bagian berjudul Black, Brown, and Beige (1947).
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 161 Bab 15 15.18. Falla, Manuel de (1876-1946): Komposer Spanyol yang bersama dengan beberapa komposer lainnya menggabungkan Nasionalisme dan Impresionisme dan mencapai hasil sukses. Karya piano Nights in the Gardens of Spain, dan balet El Amor Brujo—semuanya sangat tipikal menunjukkan ritme-ritme bersemangat dan instrumentasi dengan penuh warna. 15.19. Fauré, Gabriel I1845-1924): Komposer Perancis yang memiliki bakat istimewa sejak usia dini, tetapi karena orangtuanya sangat miskin ia tidak mampu membayar untuk menjadi murid pada École Niedermeyer di Paris (1855-65) di mana ia akhirnya bisa belajar pada Saint-Saëns. Karir profesionalnya dilalui sebagai organis, guru, dan komposer di Paris. Musiknya sama dengan karakter bijaksana, gagah, dan indah. 15.20. Gershwin, George (1898-1937): Komposer Amerika yang paling berbakat sebagai seorang penulis lagu (The Man I Love, They Can’t Take That Away From Me, I Got Rhythm). Gershwin menjelajah dalam berbagai jenis musik seperti balet An American in Paris, Concerto in F, dan Rhapsody in Blue yang menggunakan unsur-unsur campuran Jazz dan idiom-idiom tradisional. Opera rakyat Porgy and Bess segera mencapai sukses dan kini menjadi repertoar pada beberapa gedung opera di Eropa. 15.21. Gillespie, ’Dizzy’ (b. 1917): Musisi jazz Amerika yang lahir di Carolina Selatan dan terkenal sejak tahun 1940-an. Ia seorang trompetis hebat yang membentuk band pada tahun 1945 dengan gayanya yang menunjukkan pada gaya ’bebop’. 15.22. Glazunov, Alexander (1865-1936): Komposer Rusia, belajar pada Rimsky-Korsakov, dan mencipta simfoni pertama pada usia 16 tahun dari kedelapan karyanya. Ia sekarang dikenang terutama karena musik balet seperti Raimonda (1898) dan The Season (1900), the Symphony No. 6 in C minor, dan Violin Concerto in A minor.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 162 Bab 15 15.23. Goodman, ’Benny’ (b. 1909): Musisi jazz Amerika, seorang klarinetis hebat dan pemimpin band legendaris. Rekaman musik ’swing’ dilakukan pada tahun 1934 dan membantu melahirkan gaya musik baru jazz. Ia banyak melakukan perjalanan dengan band-band baik besar maupun kecil ke banyak tempat, dan menjadi terkenal dengan sebutan ”Raja Swing”. Ia juga bermain musik klasik, beberapa komposer menulis musik klasik untuknya, salah satunya ialah Aaron Coplan melalui karya Clarient Concerto (1948). 15.24. Harris, Roy (b. 1898): Komposer Amerika, lahir di Oklahoma dan tidak bisa menjadi komposer hingga usia 24 tahun. Ia kemudian belajar di Los Angeles, dan akhirnya di Paris pada Nadia Boulanger. Ia mulai mengalami tekanan pada tahun 1934 ketika Simfoni pertamanya dipentaskan. Sukses internasional diraih pada tahun 1933 melalui Simfoni ketiga, yang disebut sebagai karya ’klasik’ musik Amerika. Harris menulis sembilan simfoni dan salah-satunya adalah Symphony for Voices (1936); banyak musik kecil, konserto, musik kamar, dan nyanyian gereja. Gaya musiknya polifonik, sangat ritmik, dan pada umumnya tonal. Ia adalah seorang komposer sangat penting pada masa generasinya. 15.25. Hindemith, Paul (1895-1963): Komposer kelahiran Jerman yang menetap beberapa tahun di Amerika Serikat. Terutama sebagai penganut aliran Neo-Klasik, ia merupakan komposer yang terkemuka dan berpengaruh pada abad ke- 20. Hindemith meminjam konsep-konsep konstruktivisme dari para pelukis masanya dan menerapkannya ke dalam komposisi musiknya dengan hasil gemilang. Ia percaya bahwa komposisi, agar mencapai sukses, harus berbasis pada pengetahuan yang mantab secara teknik dan ketrampilan dan musik harus ditulis agar bisa dimainkan oleh pemain amatir sekalipun seperti untuk penampilan konser. Karakteristik umum musiknya adalah kontrapung disonan yang ditekankan pada penggunaan kadens-kadens terdiri dari akord mayor sederhana. Hindemith seorang pengarang dan guru, tulisan-tulisannya antara lain Traditional Harmony dan The Craft of Musical Composition digunakan secara luas oleh masyarakat musik internasional.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 163 Bab 15 15.26. Indy, Vincent D’ (1851-1931): Komposer Perancis, pernah menjadi murid, teman, dan penulis biografi César Franck. Hal itu membantunya menemukan the Scola Cantorum di Paris (1894) yang memiliki tradisi kuat dalam pembelajaran musik religius. Musiknya banyak berupa opera, simfoni, dan puisi lagu. Variasi simfoni Istar (1896), dan tiga karya orkestra kecil Jour d’ été à la montagne merupakan musik yang penuh gaya pribadinya. 15.27. Ives, Charles (1874-1954): Komposer Amerika yang musiknya terabaikan selama hidupnya tetapi kemudian menjadi terkenal dan mendapatkan perhatian hebat publik. Tatkala muda Ives sebagai organis gereje di New York City. Ia tercebur dalam bisnis asuransi dan menikmati sukses karena pekerjaan itu meskipun begitu ia kembali menekuni dunia komposisi. Sebagai seorang nasionalis, karya-karyanya menitik-beratkan pada pemanfaatan unsur kerakyatan dan nyanyian-nyanyian patriotik Amerika, khususnya dari daerah New England. Simfoni No. 2 berbasis terutama material seperti itu. Ia mengembangkan konsep-konsep dari politonalitas, atonalitas, teknik aleatori, dan poliritme jauh sebelum semua menjadi elemen-elemen untuk pabrik musiknya. Percobaannya diwujudkan melalui sonata Concord, Three Places in New England, dan Sinfoni No. 4. 15.28. Joplin, Scott (1869-1917): Komposer dan pianis Amerika yang menulis selama tahun 1885- 93 di St. Louis dalam gaya musik hony-tonks dan mengembangkan gaya permainan piano yang kini dikenal dengan sebutan Ragtime. Karyanya yang paling terkenal adalah Maple Leaf Rag (1899) dari 39 musik rags untuk piano. Ia juga menulis opera ragtime A Guest of Honour pada tahun 1903, tetapi manuskripnya hilang. Ia menyelesaikan opera kedua Treemonisha pada tahun 1911, tetapi tidak secara ekslusif bergaya ragtime.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 164 Bab 15 15.29. Kodály, Zoltán (1882-1967): Komposer Hungaria, bersama dengan Bartók, ia mencurahkan beberapa tahun untuk mengoleksi dan mengedit musik rakyat Hungaria. Bukan menjadi komposer radikal, karya-karyanya ditandai oleh disonan- disonan ringan dan berangkat dari tonalitas yang lembut, seperti ekspresi kuat romantik pada umumnya. Kodály memiliki metode mengajar musik untuk anak muda yang kini diakui secara luas di Eropa dan Amerika Serikat. 15.30. Křenek, Ernest (b. 1900): Komposer kelahiran Austria yang menetap di Amerika sejak tahun 1937. Sebagai komposer pasca Wagner ia tertarik dengan pelajaran dari Schoenberg. Ia merefleksikan popularitas ritme-ritme Amerika dan musik tonal pasca Perang Dunia I. 15.31. Menotti, Gian Carlo (b. 1911): Komposer kelahiran Italia tetapi lama berdomisili di Amerika. Ia penganut aliran Neo-Romantik yang mencurahkan segenap karir komposernya untuk opera. Selain mencipta beberapa opera yang mencapai sukses seperti The Consul (1950), The Medium (1946), dan Amahl and the Night Visitor (1951); ia juga menulis beberapa libreto untuk opera- opera sendiri maupun untuk opera para komposer lain. 15.32. Milhaud, Darius (1892-1974): Milaud lahir di Aix-en Privence pada tanggal 4 September 1892. Komposer Perancis, anggota dari Les Six. Pada waktu muda ia telah menunjukkan kemahiran jazz dalam balet The Creation of the World (1923) yang menggunakan basis ritme jazz, melodi, dan orkestrasi. Milhaud belajr di Paris Conservatory di bawah bimbingan guru-guru terkenal seperti Vincent d’Indy dan Paul Dukas. Pada tahun 1917 atas undangan Paul Claudel, seorang diplomat, ia menjabat sebagai atase Perancis di Brazil. Oleh karena itu ia sangat terpengaruh pada melodi- melodi dan ritme-ritme Brazil terutama tango yang mewarnai beberapa
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 165 Bab 15 karyanya yang bergaya populer seperti Saudades do Brazil. Ia juga tertarik pada musik jazz Amerika, yang kemudian populer di Brazil, dan mengadaptasikan ke dalam musik-musiknya seperti balet Le Boeuf sur le toit dan La Création du monde. Milhaud menulis banyak karya musik dalam berbagai macam gaya. Ia mengembangkan bukan saja musik jazz Amerika Selatan, tetapi juga idiom-idiom jazz; bahkan karya-karya lainnya menggunakan teknik-teknik terbaru dari musik modern. 15.33. Orff, Carl (b. 1895): Komposer Jerman yang banyak menulis kantata seperti Carmina Burana (1937), merupakan salah-satu komposer terbaik yang menulis karya-karya musik gereja pada abad ke-20. Orff juga adalah seorang pendidik musik. 15.34. Persichetti, Vincent (b. 1915): Komposer Amerika yang komposisi-komposisinya ringkas dan berkualitas Neo-Klasik. Ia telah menulis beberapa karya hebat untuk band. The Hollow Men (1946) untuk trompet dan gesek, juga tertarik pada musik populer. Komposer yang mencipta tujuh simfoni, banyak dari komposisinya untuk instrumen-instrumen dalam skala kecil atau kombinasi besar. 15.35. Poulenc, Francis (1899-1963): Komposer Perancis, salah-seorang dari “Les Six” yang banyak berkarya musik untuk piano dan vokal, terkadang dicampuri dengan humor. A Stabat Mater dan Gloria sering dipentaskan, seperti dalam musik tragedi besar The Dialogues of the Carmelites (1957). Lirikisme Poulenc selalu didukung dengan harmoni dan iringan yang atmosferik, meskipun tonal tetapi disisipi dengan bunyi-bunyi disonan. 15.36. Prokoviev, Sergey (1891-1953): Komposer Rusia, salah seorang dari dua pemimpin (bersama Shostakovitch) dalam dunia musik di negaranya pada abad ke-20. Prokoviev mengawali karya-karyanya dengan penuh sarkasme yang
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 166 Bab 15 Hindemith, Paul Ives, Charles Kodály, Zoltán Ilustrasi 15.2.: Para Tokoh Musik Jaman Kontemporer
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 167 Bab 15 tajam, tetapi sarkasmenya kemudian diperlunak menjadi lebih humor ironis yang menjadi bagian dari banyak komposisinya yang matang. Ia melakukan perjalanan intesif, datang ke Amerika Serikat untuk konser, mengajar, dan menjadi kondaktor. Kritik-kritik dijatuhkan padanya oleh kaum Komunis selama masa pembersihan artistik, tetapi ia mampu mengatur agar tetap bertahan dengan konsep estetiknya. Karyanya yang paling terkenal Classical Symphony (1917) menunjukkan hakikatnya sebagai seorang Neo-Klasik sejati, juga musiknya bisa beremosi sangat kaku (Konserto Piano No. 3) dan penuh warna (musik film pada Alexander Nevsky, 1939, atau pada balet Romeo and Juliet, 1935-36). 15.37. Schöenberg, Arnold (1874-1951): Komposer kelahiran Austria yang setelah tahun 1933 bermukim di Amerika Serikat. Ia adalah salah-satu dari para komposer yang paling cakap dan kontroversial selama abad ke-20. Karya-karya yang paling awal tampak ditandai oleh gaya Wagner (contohnya Verklärte Nacht, 1899; dan Gurrelieder, 1900-11), tetapi hal itu tidak sampai tahun 1924 (dalam Suite for Piano Op. 25) yang ia gunakan sebagai dasar dari komposisinya secara komplit. Sekalipun ia berupaya melakukan banyak eksperimen agar menjadi modern, tetapi ia tetap seorang romantikus. Komposisisnya selalu menunjukkan emosi yang terpendam. Konserto biola dikenal memiliki ketrampilan teknik tinggi yang hanya bisa dimainkan oleh para virtuoso. Moses and Aaron adalah drama alkitabiah yang sangat penting, juga A Survivor from Warsaw, untuk narator, paduan suara pria, dan orkestra. Ia bekerjasama dengan seorang non-objektivis Wassily Kandisky yang menjadikan pada seni apa yang oleh Schöenberg telah dilakukan untuk musik. 15.38. Scriabin, Alexander (1872-1915): Komposer Rusia pada era akhir Romantik. Scriabin adalah seorang eksperimenter dan mencoba untuk menghubungkan spektrum warna dan bunyi dalan instrumen musik tunggal. Beberapa komposisinya berbasis pada sebuah tangga nada yang berasal dari sebuah akord ’mistik’ terdiri enam nada (C, Fis, Bes, E, A, D). Ia
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 168 Bab 15 mempengaruhi komposer-komposer lain untuk memperhatikan berbagai kemungkinan dari bunyi-bunyi yang berbasis pada aturan-aturan selain tangga nada mayor dan minor. The Poem of Ecstasy dan konserto piano merupakan karya-karyanya yang banyak dimainkan kemudian. 15.39. Session, Roger (b. 1896): Komposer Amerika yang pada awalnya memulai dengan gaya Romantik, kemudian ia memilih gaya Neo-Klasik yang mengutamakan kejernihan dan kesederhanaan. Simfoni kelima dan operanya Montezuma, sangat dikenal sejak tahun 1964. 15.40. Shostakovitch, Dmitri (1906-1975): Komposer Rusia yang telah mengambil tempatnya sebagai salah- seorang dari para jenius abad ke-20. Musiknya sangat romantik, memperdengarkan kembali kepada tradisi-tradisi pada masa abad ke-19, tetapi selalu jujur dan orisinal. Beberapa karyanya dicipta selama masa- masa Rusia dikontrol oleh kekuasaan dengan tekanan-tekanan propaganda politik terhadap muatan estetik pada seni, namun ia berkreasi dengan bebas. Simfoni No. 5 adalah ciptaannya yang terpopuler dari 16 simfoninya. Balet Golden Age juga menyenangkan dan penuh dengan alur-alur humor, sebagian dalam gaya ’Polka’. 15.41. Sousa, John Philip (1854-1932): Pemimpin band dan komposer Amerika terutama untuk musik- musik mars. Ia menjadi kondaktor the United States Marine Band dari tahun 1880-1892, melakukan perjalanan konser dengan band itu dan menjadi kondaktor selama hidupnya. Di antara komposisi-komposisi mars adalah The Stars and Stripes Forever, Semper Fidelis, Manhattan Beach, Thunderer, dan King Cotton. 15.42. Stockhausen, Karlheinz (b. 1928): Komposer Jerman beraliran ”avant-garde” yang menerapkan teknik-teknik disonan-disonan yang tidak biasa dalam tatanan ritmik bebas dan improvisasi sebagai bagian yang diperlukan dari banyak komposisinya. Ia menjadi seorang pionir dalam mengkombinasikan
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 169 Bab 15 kontrol dan prosedur-prosedur aleatori dalam gaya yang disebut sebagai time-space composition. Ia di antara beberapa komposer yang memanfaatkan unsur-unsur elektronik dalam musiknya, dalam Gesang der Jünglinge (Song of the Youths in the Fiery Furnace, 1956) ia menggunakan bunyi-bunyi manusia dan elektronik serta teknik-teknik serial. 15.43. Strauss, Richard (1864-1949): Komposer Jerman yang mengawali karirnya pada era Romantik dan semakin berkurang pada karya-karya akhirnya. Strauss banyak mengikuti isi, dasar-dasar bentuk, dan orkestrasi Wagner. Komposisi- komposisi awanya berbentuk tone poem (Don Juan, Don Quixote, Thus Spake Zarathustra, Death and Transfiguration, dan Till Eulenspiegel’s Merry Pranks). Ia sangat kuat mempercayai ekstrareferensialisme tetapi terkadang merasa bahwa ekspresi menjadikan tidak lengkap, dan kemudian ia perlahan-lahan bergeser pada opera sebagai media komposisional utamanya. Sejumlah opera (Elektra, 1909; dan Der Rosenkavalier, 1911) mencapai sukses besar. Four Last Songs ditulisnya pada tahun terakhir merepresentasikan lied Romantik Jerman. Pada saat ia meninggal tradisi lied Jerman pun berakhir. Ia menulis pula dua konserto untuk horn dan orkestra yang sangat terkenal di kemudian hari. 15.44. Stravinsky, Igor (1882-1971): Komposer kelahiran Rusia yang hidup di Perancis, Swiss, dan setelah 1939 di Amerika Serikat. Stravinsky menempati urutan paling atas sebagai komposer penting abad ke-20 dalam kategori paling progresif dan menjadi artis yang mampu melakukan pembaruan- pembaruan untuk mengekspresikan diri. Ia adalah murid Rimsky- Korsakov, karya-karya paling awalnya menunjukkan pengaruh gurunya paling tidak hingga tahun 1912. dalam tahun 1910 ia pergi ke Paris dan ditugasi oleh Diaghilev untuk menulis sebuah balet. The Firebird adalah hasilnya, kemudian disusul oleh Petrouchka (1911), Le Sacre du printemps (The Rite of Spring, 1913), di mana ia memutuskan berhenti dari gaya lama dan menggunakan harmoni dan ritme baru, yang menyebabkan keonaran penonton pada saat pertama- kali pertunjukan digelar.
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 170 Bab 15 Schoenberg, Arnold Stravinsky, Igor Ravel, Maurice Shosztakovitch, Dmitri Ilustrasi 15.3.: Para Tokoh Musik Jaman Kontemporer
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 171 Bab 15 Selama Perang Dunia I ia tinggal di Swiss, di sana ia menulis beberapa yang merefleksikan ketertarikannya yang besar pada musik- musik berskala ansambel (L’Histoire du Soldat, disebut untuk tujuh musisi, tiga penari, dan seorang narator). Ia dimasukkan pada periode Neo-Klasik, tetapi juga sebagai pengikut Neo-Barok, dan khususnya pada gaya serialisme. Stravinsky berpengaruh pada banyak komposer baik di Amerika Serikat maupun Eropa. 15.45. Varèse, Edgard (1883-1965): Komposer Amerika, lahir di Paris dan belajar pada Schola Cantorum (1904-6). Setelah bekerja di Berlin dan Praha, dan bertugas selama Perang Dunia I, ia meninggalkan Eropa dan menetap di Amerika 1916, menjadi warga negara Amerika pada tahun 1927. Musiknya mengembangkan banyak rintisan baru, termasuk ritme-ritme dan disonan-disonan yang sangat komplek. Ia kemudian percaya bahwa metode elektronik adalah yang terbaik. Karyanya termasuk banyak musik kecil yang tidak biasa dalam menggabungkan instrumen-instrumen seperti pada Offrandes untuk soprano, orkes kamar, dan perkusi (1922); Octandre untuk instrumen tiup kayu, tiup logam, dan perkusi (1933); Ionisation untuk perkusi dan dua siren (1931); dan Density 21.5 untuk flute platinum. Skor elektronik termasuk Déserts (1954) dan Poème electronique (1958). 15.46. Vaughan Williams, Ralph (1872-1958): Komposer Inggris beraliran Neo-Romantik, seorang tokoh yang merevitalisasi pemandangan musikal di Inggris selama abad ke-20. Ia seorang nasionalis yang mencipta musik untuk menggambarkan kehidupan Inggris seperti dalam Fantasia on a Theme of Thomas Tallis. Komposer hebat yang mewujudkan musiknya dalam berbagai media dan jenis musik modern seperti simfoni, musik gereja, opera, dan nyanyian- nyanyian. 15.47. Webern, Anton von (1883-1945): Komposer Austria, murid dan pengikut Schöenberg, dan menjadi salah-seorang tokoh dari sistem serial musik. Webern belajar musikologi sambil belajar komposisi pada Arnold Schoenberg dan menyelesaikan
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 172 Bab 15 studinya pada tahun 1908, mulai bekerja sebagai kondaktor pada teater- teater dan orkestra-orkestra di Vienna. Ia juga mengabdi sebagai militer selama Perang Dunia I. Kemudian Webern memilih sebagai guru sebelum akhirnya mengalami kecelakaan hingga meninggal tertembak oleh seorang polisi militer Amerika dalam masa Austria diduduki setelah berakhirnya Perang Dunia II. Ciptaannya tergolong relatif kecil dan kebanyakan pendek. Terlihat sangat retroprektif, karya-karyanya menggunakan model-model terkekang, intensitas, ketrampilan serial, dan ekonomis. 15.48. Villa-Lobos, Heitor (1887-1959): Lahir di Rio de Janeiro pada tanggal 5 Maret 1887. Komposer Brasil yang banyak mengembangkan musik di negaranya, baik dalam bidang pendidikan maupun seni. Ia seorang nasionalis, kemahiran dan kepekaannya dia tunjukkan dalam satu kumpulan komposisi terdiri dari sembilan komposisi berbeda dengan judul Bachianas Brasile. Ia mengawali karirnya dengan bermain di restoran dan orkestra-orkestra teater, kemudian mulai melakukan keliling Brazil untuk mempelajari musik-musik folk. Sejak itu ia mulai meniru melodi, ritme, dan bunyi- bunyian dari lagu-lagu folk Brazil. • Bacaan untuk pendalaman: McNeil, Rhoderik. 1998. Sejarah Musik 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Machlis, Joseph. 1978. The Enjoyment of Music. USA: Macmillan • Latihan-latihan 1. Meskipun gaya musiknya tradisional dan dibuat menggunakan bunyi-bunyi yang kental, harmoni-harmoni sederhana, dan ritme- ritme yang hidup, namun sangat halus dan selalu efektif. Itulah salah satu ciri karya komposer...........................................
    • Komposer Era Kontemporer (1900-Sekarang) 173 Bab 15 2. Ia adalah murid Arnold Schoenberg yang Lahir di Vienna pada 9 Februari 1885 dan meninggal pada 24 Desember 1935. Ia menekuni metode-metode atonal pada komposisi-nya dan suskses menerapkan sistem serial dua-belas nada pada beberapa media musik. Karakteristik karya-karyanya cenderung lambat dan kebanyakan ragu-ragu. Nama komponis yang dimaksud adalah................................ 3. Selain sebagai komposer yang memiliki rasa nasionalisme tinggi, ia juga menulis buku antar lain What to Listen for in Music, Music and Imagination, dan Our New Music. Nama komposer yang dimaksud adalah………………………… 4. Sebagai Musisi jazz Amerika, ia turut membantu mela-hirkan gaya musik baru jazz. Ia melakukan perjalanan ke banyak tempat dan menjadi terkenal dengan sebutan ”Raja Swing”.. Nama composer ini adalah……………………….. 5. Karakteristik umum musiknya adalah kontrapung disonan yang ditekankan pada penggunaan kadens-kadens terdiri dari akord mayor sederhana. Ia juga seorang pengarang dan guru, tulisan- tulisannya antara lain Traditional Harmony dan The Craft of Musical Composition digunakan secara luas oleh masyarakat musik internasional. Nama komposer ini adalah..............................
    • BAB 16 SOLFEGIO S tandar kompetensi (SK) program keahlian musik klasik untuk Sekolah Menengah Kejuruan musik yang pertama ialah dapat mengidentifikasi solfegio. Secara rinci kompetensi dasar yang harus dikuasainya ialah dapat menirukan, menuliskan, dan membaca beberapa aspek musikal yaitu: (1) interval, (2) akord, (3) ritme, (4) melodi. 16.1. Pengertian Solfegio Solfegio ialah kegiatan pelatihan pendengaran musikal. Dalam program-program pendidikan praktek instrumenral, bidang ini biasa juga disebut dengan istilah ear training atau aural training. Istilah aural test juga lazim dalam ujian-ujian internasional untuk praktek instrumental. Kristianto mengutip solfegio dengan ejaan yang mendekati bahasa aslinya yaitu solfege yang pengertiannya ialah (2005: 99): Latihan untuk vokal. Bisa dengan menggunakan satu bunyi vokal (semisal ”a” atau ”o”), bisa dengan solmisasi, bisa pula dengan kata-kata. Belakangan istilah ini meluas untuk pelatihan dengan menggunakan vokal namun bertujuan untuk melatih pengenalan not, interval, birama, hingga pola ritme Dalam kamusnya, Kodijat (1983) memasukan entri Solfeggio dari bahasa Inggris dan Solfége (P) yang mengandung dua pengertian, yaitu: ”Latihan vokal tanpa perkataan, hanya denga suku kata terbuka” dan ”Latihan pendengaran yang sistematis”. Istilah solfegio juga ada hubungannya dengan kata Solmisatie dalam bahasa Belanda yang berarti: ”Melatih dengan memakai nama-nama dari sistem Guido di Arezzo: do - re - mi - fa- sol – la – dan kemudian ditambahkan dengan: si” (hal. 68). 16.2. Fungsi Solfegio Solfegio sangat penting bagi setiap musisi, di antaranya untuk membangun ketajaman pendengaran. Tujuan utama solfegio ialah menguasai kemampuan mengidentifikasi nada musikal yang kita dengar secara spontan. Dunia musisi dikendalikan oleh
    • Solfegio 176 Bab 16 pendengaran. Sehubungan dengan itu pelatihan pendengaran adalah latihan yang paling penting bagi musisi. Lebih besar tingkat ketajaman kita, semakin mudah untuk mencapai kelengkapan kemusisian kita. Tujuan lain solfegio di antaranya ialah agar siswa memiliki peningkatan kemampuan dalam Prima Vista atau sight reading, baik untuk vokal maupun instrumental. 16.3. Kedudukan Solfegio Solfegio adalah bagian dari kompetensi praktek ketrampilan instrumen musik. Ujian solfegio biasanya dilaksanakan bersamaan dalam ujian praktek dan penguji praktek biasanya merangkap sebagai penguji solfegio. Tingkatan solfegio pararel dengan tingkat ketrampilan instrumen sehingga keduanya memiliki gradasi tingkatan yang sejajar, mulai dari tingkat terrendah hingga tertinggi. Ilustrasi 16.1.: Perbandingan tingkat ketrampilan instrumen
    • Solfegio 177 Bab 16 Ilustrasi tersebut memberikan gambaran tentang level-level ketrampilan instrumen musik pada beberapa badan penguji internasional seperti The Associated Board of The Royal Schools of Music (ABRSM), Australian Music Examination Board (AMEB), Trinity College, Yamaha Music Foundation, dan ISI Yogyakarta, pada masa awal integrasi Akademi Musik Indonesia Yogyakarta ke institusi tersebut. Dengan demikian sebagaimana halnya praktek musik, solfegio juga memiliki susunan level yang menggambarkan tingkat dari yang termudah hingga tersulit, dan tingkatan-tingkatannya menggunakan istilah yang sama dengan bidang praktek musik. Tingkat Bawah mulai dari Grade 0 hingga 4, Tingkat Menengah mulai dari Grade 5 hingga 8, dan Tingkat Atas yaitu Associate dan Licentiate. 16.4. Lingkup Bahasan Solfegio Umumnya pembahasan Solfegio meliputi tangga nada, hubungan-hubungan interval, ritme, susunan suara (voicing) dalam akor, pergerakan akor, persepsi kalimat, dan konsep-konsep musikal lain. Tuntutan ketrampilan solfegio ialah siswa dapat mengidentifikasi dan mendefinisikan simbol-simbol notasi standar untuk tingkat ketinggian nada (pitch), ritme, dinamik, tempo, artikulasi, dan ekspresi. Di samping itu pembahasan solfegio bisa diperluas dengan berbagai cara. Misalnya mengidentifikasi interval, baik secara visual maupun aural (pendengaran), menuliskan ide-ide musikalnya sendiri atau milik orang lain ke dalam notasi standar (balok) baik dalam kunci G maupun kunci F. Studi praktek instrumental di SMK musik dimulai dari Tingkat Pemula (preliminary grade). Diharapkan siswa dapat dan menguasai dasar-dasar permainan instrumen hingga Grade 4 pada semester ke-5, dan mempersiapkan uji kompetensi pada semester ke-6. Pararel dengan tingkat instrumen tersebut maka solfegio perlu diberikan sebanyak enam tingkat.
    • Solfegio 178 Bab 16 16.5. Metode Pengetesan Solfegio Ujian solfegio dilakukan dengan metode ”tiru-tulis-baca”. Pendekatan meniru dalam solfegio merupakan aspek musikalitas spontan guna mengetahui tingkat bakat musikal yang dimiliki siswa. Pendekatan menulis dikenal dengan istilah “dikte”. Hal ini hanya dapat dilakukan jika peserta telah memahami dasar-dasar teori musik. Pendekatan membaca tanpa persiapan (Prima Vista), bahkan langsung ditampilkan pada konser, adalah suatu ketrampilan yang hanya bisa dilakukan oleh musisi yang berpengalaman. Walaupun demikian membaca notasi kemudian secara spontan menyanyikan-nya, juga dapat dilakukan oleh siapapun, namun pada tingkat yang sesuai dengan kemampuannya. Sebagaimana halnya menulis, kompetensi inipun mempersyaratkan pengetahuan dasar teori musik. 16.6. Bahan Latihan dan Ujian Solfegio Bahan solfegio yang diberikan di SMK semestinya memiliki kesetaraan dengan standar internasional, misalnya dengan melihat pada kurikulum ABRSM maupun AMEB. Karena terbatasnya tempat maka contoh yang diberikan dalam buku ini hanya untuk Kelas VII/ Semester I dengan mengambil model ujian AMEB. Latihan berikutnya adalah contoh-contoh yang mewakili butir- butir Kompetensi Dasar. 16.6.1. Tingkat Pemula (Semester I): Tuntutan solfegio pada tingkat ini meliputi tiga aspek yaitu Irama, ritme, dan pitch (tingkat ketinggian nada) Latihan 1: Irama Guru memainkan ekstrak skor piano di bawah ini berupa kalimat sederhana dalam susunan akor-akor berirama Duple atau Triple. Siswa bertepuk tangan mengikuti irama yang dimainkan guru dengan bervariasi seperti lambat, sedang dan cepat. Tepuk tangan terus dilakukan setelah penguji berhenti.
    • Solfegio 179 Bab 16 Latihan 2: Ritme Siswa menyanyikan, bertepuk tangan, atau mengetuk nilai- nilai nada dari semi frase sederhana sebanyak dua birama yang dimainkan oleh penguji Latihan 3: Ketinggian Nada/ Pitch Siswa menirukan/ menyanyikan nada-nada dari kalimat melodi yang pendek yang terdiri dari lima hingga enam nada. Sebelumnya guru memberitahukan akor tonika, tangga nada dan tanda birama dari soal yang akan diberikan. Sebelum memberi kesempatan kepada siswa untuk menirukan, guru memainkan soal tersebut pada piano sebanyak dua kali dengan jeda yang cukup di antara keduanya.
    • Solfegio 180 Bab 16 16.6.2. Materi Tuntutan Kompetensi Dasar SMK: Latihan 1: Aspek Interval Latihan-latihan interval didasarkan atas soal berikut ini: Menirukan: Guru membunyikan salah satu interval melodis tersebut di atas pada piano kemudian siswa menirukan dengan vokal. Materi latihan interval tersebut di atas ini dapat dikembangkan lagi oleh guru sendiri. Menulis (dikte): Guru membunyikan interval melodis tersebut di atas pada piano kemudian siswa menulis interval tersebut. Materi latihan untuk dikte interval dapat dikembangkan lagi oleh guru misalnya dengan interval harmonis. Membaca: Guru memberikan notasi sebuah kalimat melodi sederhana kemudian meminta siswa untuk menyanyikan
    • Solfegio 181 Bab 16 secara spontan. Dengan cara seperti ini kemampuan siswa membaca dan memahami interval akan teridentifikasi. Latihan 2: Aspek Akor Dalam tes solfegio akor tidak ditirukan, ditulis, maupun dibaca, tetapi yang lebih sering dilakukan adalah siswa menebak kualitas akor, misalnya: Minor, Mayor, Augmented, dan Diminished; dan tingkatan akor – apakah akor tingkat I, ii, iii,IV, V, vi, maupun vii° baik dalam tangganada mayor mupun minor. Walaupun demikian, jawaban bisa secara lisan ataupun tertulis, tergantung dari kapasitas kelas, apakah kecil atau besar; individual atau klasikal, dan sebagainya. Di samping itu juga tergantung tujuan tes, apakah untuk pengambilan nilai atau untuk pelajaran harian. Sebagai latihan, guru bisa memainkan trisuara baik dalam posisi biasa, balikan satu, ataupun balikan dua dalam berbagai tangganada kemudian siswa menebak jenis atau kualitas akor yang ditanyakan. Latihan 3: Aspek Ritme • Menirukan ritme
    • Solfegio 182 Bab 16 Menulis Ritme/Dikte: Guru membunyikan pola ritme tersebut di atas pada piano kemudian siswa menulis ritme tersebut pada kertas paranada. Membaca Ritme Guru menggunakan soal tersebut di atas atau membuat soal yang baru untuk memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca. Poin baik patut diberikan kepada siswa jika ia bisa membaca ritme yang secara spontan belum pernah ia dengar sebelumnya.
    • BAB 17 GRAMATIKA MELODI DAN BENTUK-BENTUK DASAR M elodi ialah jiwa dari musik. Oleh karena itu dari perspektif musik pertunjukan jika pemain salah dalam mengiterpretasikan melodi maka permainannya seakan-akan tak berjiwa. Dalam bidang komposisi musik tonal yang bertekstur homofonik, peranan melodi sangat penting. Dalam musik populer misalnya, superioritas lirik bisa menjadi tak berarti tanpa dukungan melodi yang bagus. Secara teknis, melodi adalah sederetan nada yang tersusun sedemikian rupa sehingga menjadi rangkaian bunyi yang enak didengar. Walaupun musik tanpa melodi bisa saja terjadi namun secara umum akan terasa adanya kekurangan. Dengan melodi, musik akan terasa memiliki kehidupan. Setelah memahami unit-unit sub frase yang terdiri dari figure dan motif yang membentuk frase, dan unit pelengkap frase, kadens, sebagaimana yang terdapat pada bab ketiga, dalam bab ini dibahas jenis- jenis frase yang merupakan unit-unit sub struktur yang lebih luas yaitu kalimat. Berdasarkan pengetahuan tentang frase untuk selanjutnya dalam bab ini juga akan dibahas bentuk-bentuk kalimat dan pengembangannya. 17.1. Frase Frase ialah suatu seksi dalam suatu alur musikal yang sepadan dengan “klausa” atau “kalimat” pada prosa. (Randel ) Kata “frase” dalam diktat ini diadobsi dari kata bahasa Inggris phrase, sedangkan “kalimat” dari kata sentence. Frase memiliki fungsi dan tingkat kepanjangan yang berbeda dari kalimat, yaitu lebih pendek karena merupakan komponen pelengkap struktur kalimat. Guna memperoleh pemahaman tentang frase, Stein (1962:22) menawarkan empat asumsi. Yang pertama bahwa frase konvensional umumnya adalah sebuah unit yang terdiri dari empat birama; yang kedua bahwa frase adalah unit terpendek yang diakhiri oleh kadens; yang ketiga bahwa sebuah frase biasanya memiliki hubugan dengan frase-frase lain; dan yang keempat bahwa pada dasarnya frase adalah basis struktural bentuk-bentuk
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 184 Bab 17 homofonis yang juga diterapkan pada struktur-struktur polifonis tertentu. 17.1.1. Unit empat birama Sebagai sebuah unit tunggal yang terdiri dari empat birama, frase dapat dijumpai pada musik-musik tradisional Barat seperti himne Ambrosian, lagu-lagu Trubadour/ Minnesinger, berbagai tipe tarian Eropa, dan sebagian karya-karya yang ditulis sejak tahun 1600. Umumnya frase merupakan unit tunggal yang tak terbagi lagi, seperti yang terdapat pada Simfoni No. 5 karya Beethoven: Ilustrasi 17.1: Frase tunggal berbirama empat. Walaupun demikian tidak jarang pula terdapat frase yang terdiri dari dua semi-frase dan masing-masing tersusun dari figur- figur: Ilustrasi 17.2: Contoh frase lengkap 17.1.2. Unit terpendek yang berakhir dengan kadens Sebuah frase secara simetris tersusun dari dua semi frase yang dibatasi oleh kadens secara samar atau bukan merupakan kadens yang sebenarnya sebagaimana yang hadir pada akhir frase.
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 185 Bab 17 Ilustrasi 17.3.: Kadens setengah di akhir frase 17.1.3. Hubungan antar Frase Hubungan suatu frase dengan frase lain dapat terjadi dalam dua hal. Yang pertama ialah sebagai bagian dari pola struktural yang lebih besar dan yang kedua iala sebagai unit pendukung yang berdiri sendiri. Sebagai komponen dari pola yang lebih besar hubungan antara sebuah frase dengan frase lain dapat berupa sebuah kalimat standar dengan dua frase, sebuah kelompok berfrase tiga atau empat, dan sebuah periode ganda berfrase empat. Ekstrak yang dikutip dari bagian pertama Sonata in A major karya Mozart berikut ini merupakan contoh dua buah frase yang membentuk sebuah kalimat standar atau period: Ilustrasi 17.4.: Hubungan sebuah frase dalam kesatuan periode Sebagai unit yang berdiri sendiri sebuah frase berfungsi sebagai unit pendukung yang berdiri sendiri dan memiliki kelengkapan yang tidak berhubungan dengan frase-frase sebelum maupun sesudahnya, sebagai bagian dari kalimat atau kelompk frase. Fenomena seperti ini bisa terjadi dalam beberapa penggunaan seperti introduksi yang berdiri sendiri, postlude, koda atau kodeta,
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 186 Bab 17 bagian dari bentuk lagu atau tema yang berdiri sendiri, interlude, transisi atau retransisi. Perlu dicatat bahwa pengulangan frase pada dasarnya masih merupakan unit tunggal dan bukannya menjadi kalimat berfrase dua. Pengulangan dapat terjadi dalam beberapa hal yaitu: • Secara identik • Dengan hiasan • Dengan perubahan harmoni • Dengan perubahan pola iringan • Dengan perubahan register • Dengan perubahan warna 17.1.4. Frase sebagai basis struktural bentuk-bentuk homofoni Komposisi-komposisi homofoni yang memiliki melodi yang menonjol pada suara teratas umumnya terbagi ke dalam beberapa frase. Pada beberapa bentuk polifonik, khususnya pada suite-suite tarian barok tersusun dari frase-frase. Gerakan-gerakan seperti gavotte, bourree, dan minuet yang cenderung memiliki melodi yang menonjol pada alour suara teratas, jelas tersusun dari frase- frase. Sebagai contoh ialah Allemande dari French Suite in e minor karya Bach yang terdiri dari 28 birama tersusun dari 7 buah frase berbirama empat. 17.2. Frase ireguler Sebuah frase disebut ireguler jika ia memiliki lebih atau kurang dari empat birama. Keadaan ireguler sebuah frase dapat dimungkinkan oleh dua hal yaitu: (1) memang aslinya ireguler, (2) ireguler sebagai akibat dari proses komposisi yang umumnya melalui jalan perluasan dan kadang-kadang juga kontraksi. 17.2.1. Keadaan ireguler asli Frase ireguler bisa terjadi di antara dua dan delapan birama. Biasanya fenomena ini terdapat pada karya-karya baru atau musik abad ke-20 (Modern). Pada sebuah birama bermetrik 11/4 Sonata
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 187 Bab 17 Op. 1 dari Harris tersirat tiga buah figure dengan perubahan tiga metric yaitu 4/4, 3/4, dan 4/4. Ilustrasi 17.5.: Frase yang terdiri dari satu birama Contoh lain dari jenis frase ireguler ialah ekstrak Minueto dari Simfoni No. 40 karya Mozart yang terdiri dari tiga birama: Ilustrasi 17.6.: Frase berbirama tiga 17.2.2. Ireguler karena sebab perluasan Perluasan frase dapat terjadi di tiga tempat yaitu di awal, di tengah dan di akhir suatu frase. • Perluasan di awal Perluasan di awal terjadi sebelum sebuah frase yang sebenarnya dimulai tetapi tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari frase itu sendiri. Bagian perluasan ini terjadi dalam dua kemungkinan. Yang pertama merupakan antisipasi melodi dengan mengambil figur pertama dari frase atau perpanjangan nada pertama saja awal dan permainan pola iringan dengan tujuan untuk mengantisipasi melodi. Yang kedua
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 188 Bab 17 permainan pola iringan sebanyak satu atau dua birama sebelum frase melodi mulai. Hal ini identik dengan introduksi sederhana. • Perluasan di dalam frase Perluasan dalam frase terjadi sebelum kehadiran kadens dengan berbagai kemungkinan pengolahan seperti repetisi atau sekuen sebuah birama atau sebuah figure, baik secara eksak atau dimodifikasi. Kemungkinan lain ialah perpanjangan sebuah nada atau akor, dan pengembangan ritmis sebuah figure. • Preluasan di akhir frase Perluasan di akhir frase umumnya merupakan salah satu dari fenomena berikut ini yaitu: pengulangan setengah birama terakhir, sekuen setengah birama terakhir, pengulangan motif terakhir, dan pengulangan kelompok kadens. Jenis pengulangan kelompok kadens yang terjadi pada jenis perluasan ini ialah pengulangan harmoni kadens pada dua birama terakhir tanpa mengulang melodi dan pengulangan kelompok kadens yang melibatkan dua harmoni. Di samping kemungkinan-kemingkinan tersebut di atas perluasan di akhir frase bisa juga berupa penambahan kadens baru. 17.3. Bentuk Kalimat (periode) Kalimat melodi yang terbentuk dari kombinasi beberapa frase terdiri dari tiga bentuk yaitu bentuk period standar, period pararel, dan period kontras. 17.3.1. Periode standar Sebuah period atau kalimat standar terdiri dari dua frase, yang pertama disebut anteseden dan yang kedua disebut konsekuen. Sifat anteseden ialah interogatif dan biasanya diakhiri oleh kadens non-final (setengah). Sedangkan konsekuen bersifat responsif dan diakhiri oleh kadens autentik:
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 189 Bab 17 Antiseden Konsekuen Kadens Setengah Kadens Autentik Ilustrasi 17.7.: Struktur dasar bentuk periode Sebagai contoh dari bentuk in ialah pada ekstrak bagian terakhir Simfoni No. 1 karya Brahms berikut ini: Ilustrasi 17.8.: Bentuk kalimat/periode 17.3.2. Periode pararel Sebuah period dapat diidentifikasikan sebagai paralel atau kontras, tergantung dari hubungan melodis di antra frase anteseden dan konsekuen. Disebut paralel jika melodi pada frase kedua mirip dengan yang pertama yang kemiripannya biasanya terdapat pada permulaan frase. Pada periode paralel setidaknya birama pertama dari konsekuen mirip dengan birama pertama anteseden. Umumnya keseluruhan dari kedua frase mirip hingga kadens namun tidak termasuk kadens, sebagaimana tampak pada ekstrak bagian terakhir Simfoni No. 9 karya Beethoven berikut ini: Ilustrasi 17.9.: Periode parallel
    • Gramatika Melodi dan Bentuk-bentuk Dasar 190 Bab 17 Penyerupaan kalimat konsekuen terhadap anteseden pada periode pararel dapat terjadi melalui beberapa cara yaitu dengan identitas (kemiripan pada birama pertama), dengan transposisi, dengan hiasan, dan dengan kemiripan kontur. Melalui cara yang terakhir, melodi konsekuen merupakan sekuen yang dimodifikasi atau repetisi anteseden yang dimodifikasi. 17.3.3. Periode kontras Periode kontras terjadi jika arah melodi pada konsekuen berbeda dengan arah frase anteseden. Jadi walaupun ritme keduanya bisa mirip atau sama, namun jika arah melodi pada kedua frase berbeda maka disebut periode kontras. Ilustrasi 17.10.: Contoh periode kontras • Bacaan untuk Pendalaman: Prier Sj,1983.Ilmu Bentuk dan Analisa Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Leon Stein.1979.Structure & Style, Expanded Edition.New Jersey: Summy-Birchard Music. • Latihan-latihan: 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan melodi? 2. Jelaskan bagaimana hubungan antara frase yang satu dengan lainnya? 3. Apakah yang dimaksud frase anteseden? 4. Bagaimana kedudukan frase dalam kalimat? 5. Ada berapa macam bentuk music yang Anda ketahui?
    • BAB 18 BENTUK-BENTUK LAGU DASAR P ada bab sebelumnya kita telah membahas unit-unit sub frase dan sub struktur yang berakhir dengan pembahasan sitem perkalimatan dalam musik tonal yang menjadi dasar bagi pengetahuan tentang bentuk lagu. Dalam bab ini dibahas bentuk-bentuk dasar lagu yang meliputi bentuk-bentuk lagu dua dan tiga bagian. Istilah bentuk lagu (song form) digunakan untuk mengidentifikasi baik pola-pola musik instrumental maupun vokal. Asal mula kata bentuk lagu diambil dari struktur yang dijumpai pada lagu-lagu pendek atau sedang seperti folksong dan himne. Bagian-bagian struktural pokok dari bentuk-bentuk ini disebut ‘bagian’ (parts). Oleh karena itu istilah dua bagian (two-part) atau tiga bagian (three-part) bukan mengacu pada keterlibatan bagian suara (voices) atau instrumen tapi pada bagian-bagian pokok pada sistem perkalimatan melodi. Bentuk lagu berkisar dari yang paling sederhana yaitu dari bentuk satu hingga lima bagian. Di antara bagian-bagian (parts) terdapat beberapa kemungkinan elemen-elemen sisipan yang berfungsi sebagai pendukung yang memperhalus hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Semakin besar suatu komposisi musik maka semakin besar pula keterlibatan elemen-elemen pendukungnya demikian pula sebaliknya. 18.1. Elemen-elemen dasar Komposisi yang sederhana yang hanya terbentuk dari bentuk lagu satu bagian umumnya dan tidak memerlukan elemen- elemen pendukung. Di antara elemen-elemen tersebut ialah: 18.1. 1. Introduksi Introduksi ialah suatu seksi instrumental di bagian permulaan suatu komposisi yang biasanya diikuti langsung oleh pernyataan tema atau bagian utama (principal part). Terdapat dua macam Introduksi yaitu “introduksi sederhana yang biasanya berisi suatu pola iringan atau akor-akor pengantar dan yang kedua ialah
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 192 Bab 18 introduksi yang berdiri sendiri (independent introduction). Tiga hal yang membedakannya dari jenis yang pertama ialah tentang panjang, karakter dan kadensnya. Pada karya pendek, introduksi terdiri dari empat birama sedangkan pada karya yang panjang bisa terdiri dari berberapa divisi. Di banding dengan introduksi sederhana yang hanya berisi pola ritmik iringan yang statis, introduksi ini memiliki melodi yang berdiri sendiri dengan pola ritme yang khas yang berbeda dari tubuh utama sebuah komposisi. Introduksi jenis ini biasanya diakhiri oleh sebuah kadens. 18.1.2. Transisi Transisi adalah bagian penghubung yang bersifat sebagai pengantar di antara satu bagian ke bagian yang lain. Dua fungsi utama transisi ialah sebagai pemroses modulasi dan sebagai penghubung. Dalam proses modulasi berarti bagian ini membawa kunci dasar kepada kunci yang lain sedangkan pada fungsi yang kedua memberikan efek hubungan logis di antara perbedaan- perbedaan yang trerdapat pada dua bagian/ seksi/ tema. Dalam hal ini transisi diperlukan karena suatu bagian tidak bisa diikuti secara langsung oleh bagian yang lain. Kebutuhan ini tampak dengan jelas pada bagian rekapitulasi dari bentuk sonata, yaitu pada saat bagian transisi menghubungkan dua tema dalam kunci yang sama. Transisi yang singkat bisa terjadi dalam satu birama dan kadang-kdang bisasa disebut sebagai potongan “jembatan” (bridge passage) sedangkan pada karya yang lebih panjang bahkan bisa terdiri dari dua seksi atau lebih. Jika material yang digunakan berdiri sendiri biasanya disebut episode bertransisi (transitional episode). 18.1.3. Retransisi Retransisi adalah bagian penghubung yang mengantarkan suatu bagian kepada tema atau bagian yang sebelumnya pernah hadir. Jika menggunakan figur-figur dan motif-motif dari bagian yang akan datang kembali maka elemen ini disebut sebagai retransisi antisipatif (anticipatory transition).
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 193 Bab 18 18.1.4. Kodeta Secara literal kodeta berarti “koda kecil” yang mengikuti sebuah bagian, seksi atau tema. Salah satu dari fungsinya ialah untuk menkonfirmasi kadens. Sehubungan dengan itu ada dua macam kodeta. Yang pertama ialah “kodeta harmonis” yang menggunakan harmoni-harmoni yang digunakan pada bagian akhir suatu frase yang mengikutinya. Jenis ini seringkali tersusun dari satu unit dua birama. Dalam hal ini melodi yang diambil dari frase sebelumnya memiliki peranan yang kurang penting. Yang kedua ialah “kodeta melodis” yaitu terdiri dari empat birama atau lebih dan dapat berisi figur-figur yang digunakan pada frase sebelumnya atau sama sekali materi baru. Kodeta bisa muncul di tengah-tengah atau di akhir suatu komposisi, yaitu pada penutupan Koda atau postlude. Pada musik polifonis kodeta biasanya merupakan pernyataan tambahan dari subjek setelah kadens autentik atau kadang-kadang deseptif. 18.1.5. Interlude Interlude adalah potongan (passage) yang berdiri sendiri di antara sebua tema dengan dan pengulangannya atau di antara dua bagian yang secara umum panjangnya berkisar di antara satu hingga delapan birama. Materi yang terdapat dalam introduksi bisa juga digunakan kembali pada bagian interlude. Terdapat juga kemungkinan kombinasi fungsi dari retransisi dan interlude. 18.1.6. Seksi Seksi adalah suatu porsi komposisi yang memiliki ciri melodi yang jelas dan diakhiri oleh kadens yang jelas (definiti). Istilah ini diterapkan baik pada bentuk-bentuk homofoni dan polifoni. Pada bentuk polifoni misalnya, bagian pengembangan (development) dari suatu bentuk sonata terdiri dari berbagai seksi. Sementara itu pada bentuk-bentuk polifoni seksi-seksi juga terdapat pada invention dan fugue.
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 194 Bab 18 18.1.7. Episode Pada musik homofoni dan polifoni istilah episode digunakan secara berbeda. Suatu bagian yang agak panjang, seringkali diturunkan dari materi tematik sebelumnya dan bersifat meninggalkan subjek atau tema. Pada fuga dan invention, episode adalah suatu potongan yang hanya merupakan sebuah fragmen tematik atau yang menggunaan materi counter-thematic. Pada musik homofoni episode yang agak panjang tersusun dari seksi- seksi sedangkan dalam polifoni episode adalah bagian atau seksi yang berdiri sendiri. Istilah episode juga kadang-kadang digunakan untuk mengidentifikasi tema kedua pada bentuk rondo. 18.1.8. Disolusi Disolusi ialah suatu tipe perluasan khusus yang di dalamnya terdapat satu atau lebih figur-figur dari materi tematik yang langsung datang sebelumnya dan diolah secara repetisi, sekuen, dan modulasi. Disolusi mengikuti suatu tema atau bagian dan mengantar kepada sebuah transisi atau bagian baru. 18.1.9. Koda Berasal dari bahasa Italia yang berarti ekor. Adalah suatu potongan yang datang setelah bagian terakhir dari tema atau bagian yang terakhir. Komposisi yang pendek tidak berisi koda tapi kodeta atau langsung bagian terakhir dengan kodeta yang pendek. Koda bisa terdiri dasri beberapa seksi, dengan materi yang diambil dari beberapa porsi komposisi yang muncul sebelumnya. Materi baru kadang juga digunakan. 18.1.10. Postlude Postlude ialah suatu seksi yang berdiri sendiri di akhir suatu karya yang dapat juga tampil sebagai bagian akhir dari suatu koda. Postlude berbeda dari koda karena materinya yang berbeda. Materi yang berdiri sendiri pada polude juga terdapat pada introduksi. Dengan demikian tujuan postlude adalah menyatukan (framing) keutuhan komposisi. Kira-kira sepadan dengan kesimpulan sebagai lawan dari introduksi.
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 195 Bab 18 18.2. Bentuk lagu dua-bagian Bentuk lagu dua bagian adalah contoh struktur biner paling sederhana yang kedua divisi keseimbangannya secara struktural memiliki kemiripan dengan unit-unit yang dikombinasikan untuk membentuk pola-pola yang lebih luas, dan dapat diilustrasikan sebagai berikut: • Figure + motif = motif • Motif + motif = semi frase • Semifrase + semi frase = frase • Frase + frase = periode • Period + period = periode ganda Ilustrasi 18.1.: Formula pembentukan periode Pada bentuk lagu dua bagian masing-masing bagian memiliki ciri sendiri-sendiri yang berbeda. Ada dua kategori bentuk lagu dua bagian: (1) sederhana, (2) yg diperluas. 18.2.1. Bentuk lagu dua bagian yang sederhana: Panjang bagian pertama bisa terjadi dari satu frase hinga periode ganda. Kadens penutup bagian pertama dapat terjadi dalam empat kemungkinan: • Autentik, dalam tonik dari dominanya. • Autentik, dalam tonik kunci relatifnya • Kaden setengah dalam dominannya • Kadens autentik dalam tonik kunci aslinya Panjang bagian kedua juga berkisar dari sebuah frase hingga periode ganda. Ciri-cirinya bisa berada dalam kunci yang sama dengan bagian pertama atau dalam kunci relatif. Kadens akhirnya adalah autentik dalam kunci asli. Sering terjadi Bagian I
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 196 Bab 18 dan II memiliki panjang yang sama. Jika tidak, bagian kedua umumnya lebih panjang. Contoh bentuk ini dapat disimak pada lagu rakyat Irish, Londonderry Air berikut ini: Ilustrasii 18.2.: Melodi yang tersusun dari bentuk lagu dua bagian 18.2.2. Bentuk lagu dua bagian yang diperluas Bentuk lagu dua bagian yang diperluas dapat dibedakan dari tipe bentuk sedergana melalui empat hal. Yang pertama ialah terdapatnya potongan-potongan penghubung dan pendukung (auxiliary member) seperti introduksi, kodeta, koda atau postlude. Ciri yang kedua ialah bahwa panjang Part I tidak pernah kurang dari satu periode sedangkan ciri ketiga ialah Part II biasanya lebih panjang dari Part I. Ciri terakhir ialah bahwa kedua part dapat diulang.
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 197 Bab 18 18.3. Bentuk lagu tiga bagian Kalau bentuk lagu dua bagian memiliki pola A-B, maka pola tiga bagian ialah A-B-A. Part ketiga tidak semata-mata pengulangan tapi merupakan pernyataan kembali dengan beberapa perubahan. Bentuk ini memiliki pola dalam berbagai ukuran yang meliputi: periode tiga bagian, bentuk lagu tiga bagian awal, bentuk lagu tiga bagian, bentuk lagu tiga bagian yang diperluas, bentuk lima bagian, bentuk lagu dengan trio, bentuk-bentuk rondo, sonatine dan sonata. 18.3.1. Bentuk lagu tiga bagian awal Bentuk lagu tiga bagian awal terdiri dari 16 birama dan merupakan bentuk lagu tiga bagian yang terkecil. Part I terdiri dari dua frase, yang membentuk apakah pararel atau kontras, yang terdiri dari empat birama. Part dua berisi sebuah frase empat birama. Part III adalah pernyataan kembali salah satu atau lebih dari frase-frase dalam Part I, apakah secara eksak atau dengan modifikasi. Jika Part I adalah periode pararel maka Part III mengguna- kan salah satu dari frase antiseden atau konsekuen. Kadens pada akhir Part I dan III umumnya ialah kadens autentik sedangkan pada Part II bisa berupa kadens setengah maupun autentik. Pola dasarnya adalah sebagai berikut. Part I Part II Part III Frase Frase Frase Dari Frase 1 Antiseden Konsekuen atau fraase 2 Ilustrasi 18.3.: Bahan baku Part III pada bentuk lagu tiga bagian Ada dua kemungkinan pengulangan pada pola ini ini yaitu: A :B A: dan : A: :B A: Ilustrasi 18.4.: Pengulangan pada bentuk lagu tiga bagian
    • Bentuk-bentuk Lagu Dasar 198 Bab 18 18.3.2. Bentuk lagu tiga bagian reguler Bentuk lagu tiga bagian ini banyak dijumpai pada karya- karya instrumental dan solo vokal yang tergolong kecil. Introduksi dalam kedua jenis yang ada (sederhana maupun independen) pada karya-karya tersebut umumnya digunakan. Introduksi independen lebih banyak dijumpai pada karya-karya solo piano daripada ensambel atau solo dengan iringan demikian pula sebaliknya. Walaupun demikian pada karya-karya yang besar bentuk lagu ini jarang didahului oleh introduksi. Panjang Part I secara umum terdiri/berkisar dari satu period hingga hingga satu periode dobel atau kelompok frase dan diakhiri oleh kadens autentik. Part II dapat terdiri/berkisar dari satu frase hingga periode ganda atau kelompok frase. Biasanya pada bagian ini terdapat berbagai kemungkinan perluasan. Melodi Part II bisa merupakan transposisi dari melodi Part I, yang seringkali dalam bentuk-bentuk tarian. Jika tidak, maka diambil dari Part I, apakah dari hanya sebuah figurnya atau motif yang terdapat pada permulaan frase. Atau jika tidak keduanya maka Part II bisa berisi materi baru yang bersifat independen. Sementara Part I biasanya diakhiri oleh kadens autentik, Part II biasanya dlam kadens setengah. Dibandingkan dengan di antara Part I dan Part II, auxiliary mebers sering terdapat di antara Part II dan Part III yang diantaranya bisa terdiri dari beberapa atau salah satu dari kodeta, interlude, disolusi, dan retransisi. Perubahan pengulangan A pada Part III bisa terjadi melalui salah satu cara pengolahan yaitu secara eksak atau dengan sedikit modifikasi, perluasan dan penambahan materi-materi baru sehingga menjadi lebih panjang dari Part I, benar-benar dimodifi- kasi tapi masih ciri-ciri Part I masih dapat dikenali, atau suatu transposisi dari part I.
    • BAB 19 SONATA: BENTUK KHAS MUSIK KLASIK K ata sonata berasal dari kata Italia, sonare atau sounare), yang berarti membunyikan atau bermain, sebagaimana halnya kantata dari cantare, menyanyi. Sonata adalah salah satu bentuk bagian tunggal. Namun karena pembahasannya tidak sedikit maka dibahas dalam sub bab tersendiri. Ada beberapa istilah berkaitan dengan sonata yang saling tumpang tindih, seperti bentuk ”sonata allegro”, ”bentuk sonata”, dan ”sonatina”. Istilah-istilah tersebut menginduk pada istilah ”sonata” yang memiliki dua maksud. Pertama, sonata adalah bentuk multi bagian pada musik instrumental yang biasanya terdiri dari tiga atau empat sub bagian; bahkan kadang-kadang bisa hingga lima bagian. Bagian pertama biasanya dalam tempo cepat, bagian kedua lambat, bagian ketiga minuet dan trio, dan keempat bagian penutup yang cepat. Pengertian kedua adalah sebagai nama bentuk bagian tunggal yang merupakan bentuk standar komposisi instrumental khas Era Klasik. Sebagai bentuk bagian tunggal, bentuk sonata diterapkan pada berbagai komposisi solo, musik kamar, ensambel, maupun orkestra. Bentuk sonata ini umumnya digunakan pada bagian pertama komposisi multi bagian Pemahaman inilah yang akan dibahas dalam sub bab ini. Bentuk standar musik instrumental komposisi multi bagian disebut sonata. 19.1. Latar Belakang Historis Sonata Pola bentuk sonata sebagaimana yang dimaksud dalam sub bab ini terformulasikan pada period Klasik (1750-1827) sebagai- mana tampak pada karya-karya instrumental Haydn, Beethoven dan Beethoven. Walaupun demikian istilah sonata telah lama digunakan sebagai judul karya musik sejak pertengahan abad ke- 16. Banyak karya-karya yang berjudul sonata yang menggunakan maupun tidak menggunakan bentuk sonata. Sonata-sonata karya Gabrieli, Turini, Pasquini, Tartini, Domenico Scarlatti, bach, Haydn, Lizt, Hindemith, dan Prokofiev adalah berbeda satu sama lain. Walaupun berbeda-beda namun yang jelas sonata adalah karya instrumental yang absolut, yaitu tidak programatik) dan tidak memiliki fungsi tertentu, dan terdiri dari beberapa bagian yang kontras.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 200 Bab 19 Sonata yang melibatkan lebih dari dua orang maka biasanya digunakan istilah-istilah yang lebih mengarah seperti trio, kuartet, kwintet, dsb., sebagai pengganti sonata. Khusus pada karya-karya Renaisans dan Barok istilah sonata kadang-kadang digunakan secara berganti dengan beberapa istilah lain secara silih berganti. Dalam hal ini sonata, partita, lesson, suite, dan ordre, sebenarnya adalah bentuk karya yang sama. Pada keenam karya solo biolanya, Bach menggunakan menggunakan istilah ”sonata” untuk nomor satu, tiga, dan lima, sedengkan untuk nomor dua, empat, dan enam, ia menggunakan istilah ”partita.” Beberapa edisi terbitan klarya ini hanya menggunakan satu istilah saja yaitu enam sonata solo. Sonata adalah bentuk musik instrumental terpenting pada awal abad ke-17. Saat itu sonata merupakan satu dari tiga trend produk barok yaitu: (a) ekspresi sekularisasi, (b) pendirian idiom tonal, menggantikan modalitas, (c) penyempurnaan alat musik, khususnya keluarga instrumen gesek. Sebelum abad ke-17, musik seni didominasi oleh musik vokal sehingga madrigal dan bentuk-bentuk sekular lainnya pada dasarnya mengekspresikan suatu fungsi liturgis. Di satu sisi sekularsasi ekspresi menggiring pada perkembangan opera. Sementara itu pada sisi yang lain sekularisasi juga mendorong keberadaan musik seni yang tidak menggunakan teks, sebagai suatu ekspresi abstrak musik yang tidak semata-mata emosi kelahiran kata. Pada masa-masa sebelumnya, musik instrumental selalu mengacu pada musik vokal. Sebagai contoh ialah misalnya motet abad ke-13, atau yang pernah digunakan dalam pertunjukan tarian rakyat atau bentuk-bentuk dari tarian seperti estampie. Walaupun stile rappresentativo dipertimbangkan dengan setting ekspresif untuk suatu teks vokal solo, kadang-kadang menunjukkan cara mengekspresikan kemungkinan-kemungkinan musik tampa teks untuk instrumen solo. Pendirian tolnalitas dengan penetapan akor-akor relatif dan kunci-kunci yang jelas, seperti dominan, sub dominan, dan relatif mayor dan minor, adalah persyaratan khusus untuk suatu bentuk yang mengkontraskan pusat-pusat tonal sebanyak mengkontraskan
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 201 Bab 19 melodi-melodi berpola. Dengan pergantian dari modalitas ke tonalitas maka homofoni menggantikan kontrapung. Perubahan bentuk sonata-allegro hingga Vinnese School, melalui tiga perjalanan, dari Barok, Rokok, dan Klasik. Pada pertengahan abad ke-18, dominasi melodi atas didasarkan atas tema-tema yang saling kontras, membedakan bentuk instrumental ini dari tipe-tipe kontrapung terdahulu seperti fuga dan toccata, yang didasarkan atas motif atau subjek. Ilustrasi 19.1. : Legrenzi, Sonata Quarta, Op. 10
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 202 Bab 19 Sejak sonata menjadi khusus sebagai suatu pola instrumental, perkembangan instrumen berkaitan dengan evolusi bentuk ini. Dalam hal ini biola di Itali selama abad ke-17 dan ke-18 menjadi sangat penting. Aliran pertama permainan biola berkembang di Itali pada awal abad ke17, dan awal sejarah bentuk sonata ditemukan pada karya-karya komponis biola pada masa atau aliran ini, seperti Rossi, Fontana, Legrenzi, yang diikuti oleh Valentini, Vitali, Basani, Tartini, Vivaldi, dan lain-lain. Setelah Barok berpindah ke Rokoko dan klasik, karakter sonata berubah, pusatv kreativitas berpindah dari Itali ke Jerman, dn harpsichord yang kemudian menjadi piano, menggantikan kedudukan biola sebagai instrumen terpenting yang menggunkan bentuk sonata Pada abad ke-16 bentuk-bentuk instrumental pada mulanya meminjam dari bentuk-bentuik dasar musik vokal. Karya instrumental canzona aslinya adalah karya yang didasarkan atas, atau transkripsi dari karya vokal. Contoh tertua mungkin ialah Tsaat Een Meskin (Inggris: A Maiden sat), 1501, oleh Obrecht (1452- 1505). Dari tahun 1540, bentuk dan seringkal;i tema-tema, dari chancon Perancis, ditransfer dari media vokal ke organ (canzona d’organo). Canzona untuk organ karya Cavazzoni berjudul Faulte d’Argens (1542-43), didasarkan atas tema chanson, Faulte d’Argent karya des Pres. Dari tahun 1580, bentuk canzona banyak digunakan untuk enssambel instrumental (canzona de sonare). Sebuah karya untuk empat viol (1589) oleh Andrea Gabrieli, walaupun berjudul Ricercar, sebenarnya adalah canzona. Canzona organ dikembangkan ke dalam fugue; canzona instrumental, dengan kontras di antara seksi-seksi yang meningkat, dikembangkan ke dalam sonata. Sonadas sebagai suatu judul untuk tarian-tarian instrumental terdapat pada koleksi karya-kadya lute Villancicos y Sonadas (1534) dari Luis Milan. Penggunaan pertama sonata sebagai judul terdapat pada Sonata per Liuto (1561) dari pemain lute Italia yang buta, Giacomo Gorzanis, yang sering dihubungkan dengan set tairan- tarian berpasangan.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 203 Bab 19 19.2. Evolusi Sonata Dari latar belakang historis di atas, dapat dimaklumi bahwa sonata pada masa Klasik merupakan kulminasi suatu evolusi yang panjang. Evolusi dari canzona, sonata telah berkembang melalui empat belas tahap yaitu: Tabel 19.1. Evolusi Sonata 1 Transisi dari suatu tekstur kontrapuntal, tekstur imitatif polifonik canzona hingga suatu melodi pokok dengan bass, atau disebut gaya continuo. 2 Bentuk-bentuk tiga hingga lima bagian, yang pertama dan terakhir tersusun dalam bentuk fugal allegro; dari sekitar tyahun 1650. 3 Sonata de camera – judul awal yang digunakan oleh Johann Rosenmuller (1667). 4 Sonata da chiesa – bentuk empat bagian; pada saat ini tanda tempo menggantikan nama-nama tarian dan tipe karakter ”da camera” (1687) 5 Sonata keyboard pertama (tipe da chiesa) oleh Johann Kuhnau (1692). 6 Sonata untuk satu, dua, tiga, atau empat pemain oleh H. Hiber dan J.S. Bach. 7 Skema tiga bagian, cepat-lambat-cepat dari Neapolitan Sinfonie (Overture Italia) dari Alessandro Scarlatti. 8 Sonata gerakan tunggal (umumnya dalam bentuk biner, beberapa lainnya dalam terner) karya Domenico Scarlatti (1685-1757). 9 Bentuk empat bagian (allegro-adagio-minuet-allegro) yang digunakan dalam simfoni-simfoni dari komponis Manheim, Johann Stamitz (1717-1757) dan Georg Monn (1717-1750). 10 Bentuk sonata yang digunakan dalam empat kategori prinsip oleh komponis-komponis klasik – solo, musik kamar, simfopni, dan konserto; sonata solo dan konserto dalam tiga bagian; sonata ensambel dan simfoni dalam empat bagian. 11 Sonata solo empat bagian dari Beethoven; begian scherzo menggantikan minuet; penambahan suara pada simfoni. 12 Sonata satu gerakan –Lizt, Sonata in B minor. 13 Pelakuan siklis –Beethoven, Op. 81a; Schumann, Symphony No. 4; Frank, Symphony in D minor, dan lain-lain. 14 Sonata bentuk bebas abad keduapuluh –Hindemith, Sonata No. 1; Prokofiev, Sonata No. 7.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 204 Bab 19 19.3. Asal Mula Sruktural Bentuk Sonata Allegro Asal mula bentuk sonata allegro dapat kita maklumi dari bagian-bagian terakhir karya-karya sonata untuk biola dan untuk harpsichord oleh komposer-komposer akhir abad ke-17, dan awal abad ke-18. Pada sonata Barok empat bagian, bagian pertama dalam tempo lambat; bagian kedua dalam allegro, seringkali berkarakter imitatif, bagian ketiga dalam bentuk aria atau model gerakan lambat yang lain, dan yang terakhir dalam gerakan allegro. Pengaruh suite terhadap sonata dapat dilihat pada prosedur karya-karya sonata-sonata Barok dan Rokoko sebagai berikut: (a) pengulangan pada setiap seksi dalam satu bagian; (b) penerapan permulaan paruh kedua dari bagian dengan dominan atau transposisi mayor relatif dari kalimat atau subjek pembuka; dan (c) penggunaan motif-motif atau subjek-subjek, dan bukannya tema- tema, seringkali dilakukan secara imitatif. Suatu perubahan yang signifikan terjadi ketika tema-tema menggantikan subjek-subjek. Prinsip-prinsip kontras dalam suite dan sonata Barok diterapkan pada area-area kunci yang berbeda tapi bukan pada subjek. Pada seperempat kedua abad ke-18 cara tersebut diterapkan pada tema-tema yang berbeda. Area-area tonal yang berbeda dan tema-tema yang kontras terdapat pada bagian terakhir sonata biola, di antaranya dari karya-karya Geminiani, Locatelli, Veracini, dan Tartini. Pola khas dalam bagian terakhir tersebut adalah sebagai berikut: ║: Seksi I (M.T.) Seksi II (S.T.) :║ (Tonik) (Kunci relatif) ║: Transposisi dari Development :║ Seksi II (S.T.) permulaan Seksi I (ke Dominan, atau ke kunci (dalam Tonik) relatif Ilustrasi 19.2.: Area-area tonal yang berbeda dan tema-tema yang kontras
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 205 Bab 19 Bentuk ini digunakan oleh Scarlatti pada kebanyakan sonata- sonata bagian tunggal, seperti Sonata dalam G minor sebagai contoh representatif, dan sonata dalam F minor, sebagai contoh yang menggunakan bentuk tiga bagian. Bagian terakhir kebanuyakan karya-karya klavier dari W.F. Bach dan C.P.E. Bach menggunakan pola seperti di atas. Dalam bagian Finale, Symphony in D major (1740) karya Georg Monn, adalah sebuah modifikasi yang cukup signifikan: Tema pokok kembali secara kabur setelah development, diikuti oleh terme sub ordinat yang ditranspose ke tonik. Titik tolak perkembangan sonata adalah pada Clavier Sonata in G, Op. 17, No. 4 karya J. C. Bach. Dalam karya ini, pola yang sedang kita diskusikan muncul di bagian pertama. Development mulai dengan transposisi dominan tema pokok. Seperti pada contoh Monn di atas, tema pokok kembali setelah development tapi secara empatik. Materi transisi dan tema sub ordinat ditranspose ke tonik. Penampilan kembali tema pokok dan tema subordinat setelah developmen memperjelas perubahan dari pola biner, sebagaimana tergambar pada ilustrasi di atas, kepada bentuk ternari dari sonata- allegro. Pada karya Haydn kristalisasi bentuk sonata allegro terjadi. Pengulangan hanya terjadi pada paruh yang pertama saja. Beberapa developmen pada Haydn dan Mozart masih mulai dengan transposisi dominan tema pokok. Developmen mentransposisi, mengkombinasikan, dan mengekstraksi fragmentari materi-materi eksposisi. Teksturnya didominasi oleh homofonik; Subjek-subjek tidak diperlakukan secara imitatif namun tema-tema didasarkan atas pola frase-period. Kontras dinamik di antara tema-tema pokok dan sub ordinat menjadi lebih jelas: Tema pokok asertif dan empatik; tema kedua—dipengatuhi oleh alur vokal opera-liris dan responsif. Hubungan kunci menjadi mantap: MT dalam tonik mayor-ST dalam dominan, atau MT dalam minor-ST dalam mayor relatif.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 206 Bab 19 Ilustrasi 19.3.: Caldara: Trio Sonate G-moll Transposisi dan fragmentasi materi eksposisi dalam bagian development sonata-allegro diambil dari sejenis atau perlakuan motifik yang terjadi dalam bagian suite Barok, segera setelah birama ganda. Dalam hal ini sikwen, imitasi, dan transposisi materi yang telah ada sebelumnya banyak digunakan. Transposisi unit-unit yang lebih luas, dari frase hingga satu seksi penuh, dipelihara untuk porsi bagian berikutnya. Walaupun demikian teknik fragmentasi tidak diterapkan pada seluruh tarian barok. Bagian-bagian suite diambil alih oleh balet Perancis-minuet, bouree, dan gavotte- memperta- hankan karakter tarian asli dan tidak banyak digarap. Bagian-bagian suita yang lebih tua-allemande, copurante, saraband, dan gigue- telah menjadi tidak seperti tarian dan lebih bergaya dan lebih beresiko terhadap development. Bagian development sonata allegro berasal dari prosedur deelopment pada tarian-tarian kuno tersebut.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 207 Bab 19 Dari canzona melalui sonata da camera dan sonata da chiesa, sejarah awal sonata menjumpai halaman-halaman musik biola Italia abad ke-17 dan awal abad ke-18. Ketika sonata klasik menyusul setelah Barok, dominasi dalam musik instrumental bergeser dari Itali ke Jerman dan Austria, dan harpsichord dan piano mengalahkan biola sebagai medium solo untuk bentuk ini. 19.4. Garis Besar Bentuk Sonata Sonata memiliki tiga seksi utama yaitu Eksposisi, Development, dan Rekapitulasi. Bentuk sonata sebenarnya merupakan pengembangan bentuk Ternari yang paling rumit. Eksposisi adalah representasi dari bagian pertama (A), Development adalah dari bagian kedua (B) dan Rtekapitulasi adalah kembali ke bagian Eksposisi namun dengan beberapa perubahan (A1). Pada dasarnya Eksposisi memberikan kesan berangkat sedangkan Rekapitulasi adalah kembali. Hal tersebut ditunjukan dari perjalanan kuncinya. Eksposisi mulai dari kunci Tonika yang berangkat menuju Dominan, sedangkan Rekapitulasi mulai dari Dominan menuju Tonika. Secara literal Eksposisi berari pameran. Maksudnya yang dipamerkan ialah tema. Namun kadang-kadang bentuk ini didahului oleh introduksi. Walaupun demikian dalam kenyataannya introduksi jarang terdapat pada karya-karya solo instrumental. Dalam eksposisi terdapat dua tema. Tema pertama disebut Main Theme atau Tema Pokok. Tema pokok biasanya tegas dan bercorak ritmis dan dengan dinamik keras atau forte. Kunci yang digunakan pada tema pokok ialah Tonika. Sebelum memasuki tema kedua terdapat transisi atau jembatan yang mengantar secara bertahap menuju kunci Dominan. Tema Kedua kadang disebut Secondary Theme atau Sub Ordinate Theme. Tema kedua sebaliknya, bersifat liris dan lebih melodis. Setelah diantar oleh transisi, akhirnya Tema Kedua berada dalam dominan atau bermodulasi pada kunci relatifnya. Tema pertama biasa disebut dengan berbagai istilah. Di antaranya ada yang menyebutnya Primary Theme, Main Theme, atau hanya Theme
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 208 Bab 19 saja. Bagian ini ditutup oleh Codetta, yaitu Coda kecil, atau dapat berarti penutup sementara. Introduksi Opsional EKSPOSISI (diulang) Tema Pokok Tonik Transisi Tema Sub Ordinat Dominan atau kunci relatif Codetta atau bagian penutup DEVELOPMENT Bentuk seksional Retransisi REKAPITULASI Tema Pokok Tonik Transisi Tema Sub Ordinat Transposisi ke Tonik Codetta atau bagian penutup Coda Ilustrasi 19.4.: Bagan bentuk Sonata-Allegro Berbeda dengan Tema yang tersusun dalam kalimat-kalimat standar, misalnya delapan birama, bagian development terdiri dari berbagai macam kemungkinan pengolahan motif. Pada bagian ini komposer memiliki kebebasan dalam mencurahkan kreativitasnya. Dengan kata lain bagian ini merupakan wadah kreativitas dalam mengeksplorasi bahan-bahan yang sebelumnya ada di bagian Eksposisi. Walaupun demikian baghian ini bisa terdiri dari episode- episode baru. Kadang-kadang hanya terdiri dari permainan arpeggio. Satu hal yang signifikan dalam seksi ini ialah pengolahan- pengolahan yang disertai dengan modulasi dalam jarak waktu yang pendek; bisa terjadi setengah birama atau satu birama. Seksi Development membawa kunci dari dominan ke Tonik secara modulasi beruntun. Dengan demikian seksi ini juga berfungsi sebagai pengantar menuju kembalinya tema-tema pada bagian Rekapitulasi. Sebagaimana halnya eksposisi Tema Pokok berada pada kunci Tonika. Menyusul kemudian ialah transisi yang mengantarkan pada Tema kedua. Namun kali ini Tema Kedua tidak lagi dalam Dominant seperti pada Eksposisi, melainkan dalam Tonika, menandakan bahwa karya akan berakhir.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 209 Bab 19 Ilustrasi 19.5 : Skema analisis Fountaiin (1967) pada Sonata Beethoven, Op. 10, No. 3 Jika pada Eksposisi terdapat Codetta yaitu penutup sementara maka pada bagian Rekapitulasi ini ada bagian Coda dengan kadens sempurna. Kadang kadens ini juga diulang-ulang guna mencapai ketegasan. Berikut ini ialah contoh analisis bentuk sonata pada sebuah karya Anton Diabelli oleh Prier (1996, 93-98). Walaupun seluruh Sonata ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Allegro Moderato, Largo maestoso – Rondo (Allegro ma non troppo). Ekstrak di atas adalah hanya analisis bagian pertama karena menggunakan bentuk sonata allegro (walaupun judulnya Sonatine), sesuai dengan topik pembahasan pada bab ini. Eksposisi pada Sonatine ini sangat singkat yaitu terdiri dari 30 birama. Tema pertama tersusun dari delapan birama, yang terbagi ke dalam 2 frase empat birama. Ciri khas tema karya ini adalah pada ritme dan cenderung ke bawah dan iringan yang yang kuat pula
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 210 Bab 19 (lihat birama 1 hingga 4) namun pada ulangannya (empat birama kemuidian) iringannya mengalami perubahan. Bagian Peralihan terdiri dari 12 birama dan secara keseluruhan terbagi menjadi dua bagian. Delapan birama pertama membentuk satu kalimat dalam Tonika dengan motif yang berbeda dari tema pokok. Bagian ini iramanya menjadi tenang. Ketika memasuki delapan birama yang kedua terjadi percobaan modulasi namun dibatalkan (empat birama pertama). Pada empat birama kedua dari kalimat kedua ini barulah terjadi modulasi secara beruntun yaitu: F-G-C-G-C-D7-G. Dua akor terakhir merupakan kadens sempurna dalam kunci G sehingga bagian yang datang kemudian yaitu Tema Kedua, berada dalam kunci G. Tema Kedua juga terdiri dari delapan birama yang terbagi menjadi dua bagian frase. Pada bagian ini tema bermain pada nada bas (lebih rendah atau di bawah iringan) selama dua birama. Pada dua birama berikutnya disahut oleh suara atas (sopran). Kempat birama tersebut kemudian diulang namun dengan variasi hiasan. Epilog Eksposisi yang terdiri dari tiga birama sangat sederhana dan pendek. Bagian ini diolah dengan dua kali permainan skala dalam dominan dengan kadens sempurna dalam kunci G.
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 211 Bab 19
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 212 Bab 19
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 213 Bab 19 Ilustrasi 19.6.: Diabelli, Sonatine IV Developnment karya ini sangat singkat yaitu 20 birama. Bahan yang diolah diambil dari Tema I. Empat birama pertama diolah dalam berbagai modulasi yaitu E7-Am; B7-Em sehingga
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 214 Bab 19 menimbulkan ketegangan. Pada delapan birama berikutnya ketegangan ditingkatkan dengan menggunakan akor-akor diminished (menyempit) yang diulang-ulang hingga lima kali. Ketegangan tersebut didukung dengan posisi yang semakin meninggi hingga birama ke-48. Sejak birama ke-48 ketegangan mengendor. Melodi menurun dan iringan berhenti. Gerakan tangga nada menurun diulang dan sekaligus tempo dan dinamik menurun sebagai persiapan menuju bagian yang baru yaitu rekapitulasi. Pada bagian rekapitulasi jumlah biramanya lebih panjang sebanyak tiga birama dari eksposisi. Tema Pokok hadir persis seperti pada eksposisi dan masih dalam Tonika. Bagian peralihan, walaupun masih menggunakan bahan yang sama namun diolah secara berbeda dan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mengantarkan ke dominan melainkan ke Tonika. Akhirnya Tema kedua hadir (birama 72-79) tanpa perubahan, namuin kali ini tidak dalam Dominan melainkan dalam Tonika. Sebagai penutup bagian ini Codetta, yang oleh Prier disebut Epilog, diolah dalam permainan skala naik sebanyak dua kali, dua kadens biasa, dan empat kali tangga nada menurun sementara iringannya berhenti. Akhirnya karya ini ditutup dengan permainan dua kali akor tonika. Walaupun Sonatine ini cukup sederhana ternyata memiliki struktur yang jelas. Dalam Developmen tidak terdapat motif-motif Tema kedua, melainkan Tema Pokok yang diolah sedemikian rupa agar tifak menjemukan. 19.5. Bentuk Sonatine Sonatine atau Sonatina, adalah diminutif sonata, artinya sonata dalam proporsi yang lebih kecil. Kata Sonata digunakan untuk dua pengertian: (a) sebagai referensi bagi bentuk bagian tunggal; (b) sebagai komposisi tiga bagian. Oleh karena itu karya tiga bagian seperti Sonatine, bagian pertamanya tersusundari bentuk sonatine. Judul sonatine memiliki kaitan dengan beberapa karya Barok yang bukan merupakan sonatine dalam pengertian saat ini. Sebagai contoh ialah koleksi Klavier ketiga dari Handel No. 10, memiliki 19 birama dan dalam bentuk biner yang sederhana. Bach menggunakan sonatine satu
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 215 Bab 19 kali dalam karya pendek instrumental yang merupakan introduksi Cantata No. 106, Gottes Zeit ost die allerbeste Zeit. Di masa Klasik (1750-1827) bentuk sonatine yang definitif berdiri. Bentuk gerakan tunggal sonatine adalah sebagai berikut. EKSPOSISI Introduksi Jarang Tema Pokok Tonik Transisi Kadang dihilangkan Tema Sub Ordinat Dominan atau kunci relatif Codetta Bagian penutup Bagian Tengah Pengembangan singkat Episode yang berdiri sendiri Retransisi Dengan akor tunggal, lseperti pada birama 45 Sonata Beethoven, Op. 1 No. 1, pada bagian lambat REKAPITULASI Tema Pokok Tonik Transisi Tema Sub Ordinat Tonik Codetta Bagian Penutup Coda Jarang digunakan Ilustrasi 19.7: Skema Umum Sonatatine Perbedaan Sonatine dan Sonata Allegro 1. Materi sonatin lebih ringan dibanding sonata allegro 2. Penggunaan introdksi dalam sonatine lebih jarang 3. Transisi di antara tema pokok dan tea subordinat terkadang dihilangkan.Jika ada, biasanya sangat pendek. 4. Tema penutup biasanya sebuah codetta atau suatu pengulangan kelompok kadens, bukannya sebuah seksi yang berdiri sendiri. 5. Developmet , jika ada tidak panjang. 6. Koda singkat .
    • Sonata: Bentuk Khas Musik Klasik 216 Bab 19 • Bacaan untuk Pendalaman: Prier Sj,1983.Ilmu Bentuk dan Analisa Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Leon Stein.1979.Structure & Style, Expanded Edition.New Jersey: Summy-Birchard Music. • Latihan-latihan: 1. Apa yang Anda ketahui tentang sonata dan sonatine? 2. Jelaskan secara singkat evolusi sonata? 3. Transposisi dan fragmentasi materi eksposisi dalam bagian development sonata-allegro diambil dari sejenis atau perlakuan motifik yang terjadi dalam bagian suite Barok, segera setelah birama Apa? 4. Apa yang dimakasud denga Coda, codetta? 5. Sebutkan bagian-bagian sonata!
    • BAB 20 ORKESTRA O rkestra adalah formasi kelompok musik besar yang memiliki susunan instrumen musik terlengkap di antara kelompok- kelompok musik yang lain. Di samping memiliki formasi standar, kadang-kadang orkestra juga secara fleksibel melibatkan instrumen-instrumen lain. Untuk memahami orkestra dan alat-alat musiknya maka dalam bab ini akan dipaparkan sejarah singkat orkestra, formasi orkestra, dan instrumen-intrumen pendukung orkestra yang meliputi seksi gesek, tiup kayu, tiup logam, dan perkusi. Pada masa Yunani kuno, orkestra berarti ruang di antara penonton dan panggung yang biasanya ditempati oleh paduan suara dan pemain alat musik. Dalam bahasa Yunani, orkestra berarti “tempat menari”. Di beberapa gedung teater maupun pertunjukan, orkestra adalah tempat duduk yang terletak tepat di depan panggung pertunjukan. Ruang ini biasanya digunakan oleh para pemain ensambel musik pengiring teater atau tari. Pada saat ini tentu saja yang dimaksud dengan istilah orkestra ialah sebuah ensambel instrumental yang besar dengan dukungan sejumlah kira-kira 100 pemain (Randel, 1978: 356). 20.1. Tinjauan Singkat Sejarah Orkestra Dokumen-dokumen sejarah menunjukkan bahwa orkestra telah ada sejak masa kekuasaan Edward IV, di abad ke-14, dan juga satu abad kemudian pada masa kerajaan Francis. Orkestra- orkestra awal ini melibatkan alat-alat musik seperti lute, viola, flute, drum, dan virginal. Sejak abad ke-15 dan 16. Para bangsa- wan di Itali meminta para musisi bermain musik untuk kepen- tingan berdansa di dalam rumah mereka. Pada abad keenambelas, opera Euridice karya Peri pada tahun 1600—menggunakan orkestra lute yaitu salah satu pendahulu gitar, dan sebuah hapshicord, salah satu pendahulu piano. Ensambel-ensambel ini tentu saja masih primitif. Namun
    • Orkestra 218 Bab 20 dua dekade setelah pertunjukan perdana operanya Peri, orkestra mengalami transformasi. Claudio Monteverdi, yang menjadi tokoh musisi abad ke-17, menggunakan orkestra yang terdiri dari 39 pemain untuk mengiringi operanya Orfeo (1607). Saat itu apa yang dilakukannya merupakan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya dalam formasi orkestra. Ensambel Monteverdi melibatkan seluruh anggota keluarga viol, flute, cornet, suckbuts (pendahulu trombone), lute, organ, hapsichord, dan harpa. Untuk meningkatkan kemampuan ekspresif ensambel dalam rangka menghasilkan orkestra yang lebih ramai dan diperluas ini Monteverdi menggunakan efek-efek baru seperti pizzicato dan tremolo. Monteverdi adalah komposer yang telah memberikan kontribusi yang belum pernah dilakukan sebelumnya terhadap perkembangan okestra. Di antara kontribusinya ialah menggunakan orkestra dalam pertunjukan drama panggung. Dengan introduksi dan ritornelli ia menyusun iringan yang tepat untuk mengikuti aksi-aksi teatrikal. Untuk keperluan tersebut ia menulis semacam insting bunyi bagi gaya orkestra dengan memanfaatkan daya tarik harmoni, tekstur, dan warna suara, yang benar-benar merupakan bagian imitatif yang independen. Dengan demikian Monteverdi telah benar-benar memperluas vokabulari harmoni yang memungkinkannya untuk dipertimbangkan sebagai Bapak Ilmu Harmoni Modern. Berkat Monteverdi, suara tidak lagi semata-mata didukung oleh akor-akor dasar. Dalam karyanya Orfeo kita dapat menjumpai berbagai eksplorasi bunyi orkestra yang kaya. Lebih jauh lagi, ia bahkan menggunakan nada-nada disonan untuk mencapai kontras warna. Pada awal abad ke-17 musik orkestra berkembang seiring dengan kemajuan di bidang teater terutama opera. Pada masa ini kreatifitas komponis terpacu untuk mengeksplorasi bunyi untuk keperluan pertunjukan opera. Opera itu sendiri berasal dari Italia dan diikuti Jerman. Dresden, Munich, dan Hamburg adalah kota- kota yang banyak membangun gedung-gedung opera.
    • Orkestra 219 Bab 20 Para komposer abad ke-17 kemudian meneruskan berbagai eksperimen untuk mengembangkan orkestra. Lully adalah komposer pertama yang melakukan eksplorasi bunyi instrumen berdawai, baru kemudian disusul oleh Alessandro Scarlatti, salah satu di antara orang-orang yang mempelopori kuartet gesek (string quartet) sebagai inti dari seksi gesek (strings). Peningkatan kekayaan dalam penulisan seksi gesek, kontras-kontras yang saling beradu, dan perhatian terhadap peranan penting kuartet gesek, dapat kita lihat pada komposisi-komposisi concerto grosso karya Handel dan Bach. Pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18 grup-grup pemain instrumen musik dibentuk dari orang-orang yang berbakat. Seorang komposer seperti Johann Sebastian Bach memegang kendali terhadap semua pemain-pemain berbakat di kotanya, sedangkan Handel menyewa para musisi terbaik yang ada. Dan bagi para penyanyi atau musisi yang menulis ataupun menampilkan karya terbaiknya akan menerima bayaran yang tinggi. Handel memproduksi berbagai macam versi the Messiah hampir setiap tahun. Tampaknya formasi-formasi orkestra standar berkembang pada abad ke-18. Orkestra-orkestra yang digunakan oleh Haydn dan Mozart untuk simfoni-simfoninya pada mulanya berkembang di kota Jerman dan Mannheim. Pada tahun 1745 Johann Wenzel Anton Stamitz menjadi kondaktor Mannheim Orkestra. Ia adalah kondaktor pertama yang kenaruh perhatian pada detil-detil pertunjukan yang sangat keras dalam menuntut disiplin para pemain orkestra. Pertunjukan-pertunjukannya telah menciptakan orkes simfoni pertama sebagai suatu organisasi yang unik pada masanya. Ia adalah orang pertama yang mengeksplorasi dinamik dalam pertunjukan orkestra seperti crescendo dan diminuendo. Ia sempat mengejutkan tokoh-tokoh pada masanya, termasuk Mozart, dengan kekompakan orkestra yang dipimpinnya. Ketika para bangsawan mulai banyak membangun tempat tinggal mereka jauh di luar kota, mereka mulai menyewa beberapa musisi untuk bermain tetap secara ensambel. Beberapa komposer seperti Joseph Haydn kemudian mempekerjakan secara
    • Orkestra 220 Bab 20 tetap beberapa pemain musik. Di saat yang sama, pemain musik keliling mulai menulis komposisi untuk menunjukkan kemahiran mereka dan selama di perjalanan dari kota ke kota mereka menyusun komposisi-komposisi lagu. Kelompok orkestra aristrokrat saling bekerjasama sepanjang waktu untuk berlatih bersama untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bermain ensambel musik. Mannheim memiliki sebuah orkestra tersohor yang terkenal karena notasi dari komposisi yang dinamik dan susunan instruksinya sangat jarang ditemukan sebelumnya dan kemudian menjadi standar orkestra pada masa itu. Orkestra Manheim juga menekankan pentingnya kerapihan dalam permainan melodi yang bersih, susunan harmoni yang homofonik, lirik lagu yang singkat, dan irama yang berulang-ulang, pada setiap pertunjukan. Orkestra Mannheim yang didukung oleh 40-50 pemain, untuk pertama kalinya menunjukkan koordinasi dan keseimbangan berbagai seksi instrumen. Terdapat 20 biola yaitu 10 biola pertama dan 10 biola kedua; 4 viola dan 4 cello; 2 bas; dan masing-masing dua pemain untuk flute, oboe, horn, dan bassoon; satu trumpet dan satu timpani. Kecuali untuk amplifikasi kecil dalam seksi tiup kayu, khususnya 2 klarinet, formasi tersebut pada dasarnya adalah formasi orkestra yang digunalan Haydn dan Mozart untuk karya-karya terbaik mereka. Dibandingkan dengan Haydn, Mozart lebih meningkatkan signifikansi tiup kayu dalam tekstur orkestra. Melalui Beethoven, banyak instrumen-instrumen yang mencapai posisi-posisi baru dalam orkestra, khususnya tiup logam, bas, dan timpani. Beethoven telah memperkenalkan instrumen-instrumen orkestra yang baru pada masa itu seperti piccolo, double bassoon, trombone, dan berbagai instrumen perkusi seperti triangle, simbal, dan bass drum. Di samping itu Beethoven juga mengembangkan sumberdaya artistik musik orkestra dengan membuka kemungkinan-kemungkinan baru pada sonoritas, dinamil dan warna suara. Setelah Beethoven, banyak komposer lain yang menginterpolasi instrumen-inetrumen baru ke dalam orkestra
    • Orkestra 221 Bab 20 untuk mencapai berbagai timbre, warna, dan efek baru. Mendelssohn adalah komposer pertama yang menyertakan tuba dalam musik simfoni; Di bawah tangan Wagner tuba mencapai signifikansi yang belum pernah didapat sebelumnya. Meyerbeer memperkenalkan bass-clarinet; Rosini memperkenalkan English Horn, dan Berlioz memperkenalkan bebagai jenis klarinet. Virtuositas berbagai instrumen orkestra benar-benar dikembangkan setelah masa Beethoven. Upaya Berlioz dalam memperkenalkan beberapa instrumen tiup kayu berkunci telah merevolusi ilmu pertunjukan tiup kayu. Sejak itu banyak dijumpai tuntutan bagian-bagian permainan skala yang sulit dan bagian- bagian kromatis cepat yang tidak jelas. Di samping itu juga ada posisi-posisi menutup lubang instrumen tiup yang tidak wajar dan menuntup cara meniup khusus guna menghasilkan efek-efek akustik tertentu. Hal baru lain di antaranya ialah penerapan valve dan piston (aksesori semacam klep regulator) pada instrumen- instrumen horn dan trumpet, yang memudahkan permainan skala. Setelah Beethoven orkestra mengembangkan warna-warna suara secara brilian. Dengan menggunakan seksi instrumen gesek yang dikelompok-kelompokkan, sebagaimana yang ditemukan pertama kali pada karya-karya Weber, Schubert, dan Mendelssohn), yaitu formasi kuartet gesek tradisional yang dipecah ke dalam kelompok-kelompok yang lebih banyak, tekstur musik gesek menjadi lebih kaya dan dalam. Berlioz, wagner, dan Mahler memberikan jangkauan warna suara tiup logam dan tiup kayu yang lebih besar dibandingkan dengan komposer-komposer sebelumnya. Di samping itu mereka juga menggunakan perkusi dengan efek-efek dramatik yang ditingkatkan. Pencarian warna-warna, kualitas-kualitas intonasi, dan nuansa-nuansa baru, terus dikembangkan, serta instrumen- instrumen baru ditambahkan ke dalam orkestra. Banyak komposer masa kini telah menulis karya-karya orkestra yang mensyaratkan piano dan organ. Gustav Mahler dan Richard Strauss bahkan melibatkan mandolin, gitar dan saxophone. Strauss menyertakan beberapa instrumen penemuannya sendiri
    • Orkestra 222 Bab 20 guna mengangkat realisme pada penulisan-penulisan programa- tiknya. Misalnya “instrumen tiup” dalam Don Quixote dan “instru- men geledek” (thunder instrument) dalam An Alphine Symphony. Respighi menggunakan phonograph nyata dalam The Pines of Rome untuk menginjeksi bunyi nightingale ke dalam musiknya melalui sebuah rekaman. Selama akhir abad ke-18 para komposer terus mengumpulkan pemusik untuk satu pertunjukan yang biasa disebut “Academy” dan biasanya mereka menampilkan kompo- sisi ciptaan sendiri. Pada tahun 1781 Orkestra Leipzig Gewandhaus yang dibentuk dari orkestra-orkestra milik para saudagar mulai berubah menjadi orkestra rakyat yang bisa dinikmati siapa saja dan tren ini berkembang cepat hingga abad ke-20. Pada tahun 1815, perkumpulan Handel dan Haydn didirikan di Boston, pada tahun 1842 New York Philharmonic dan the Vienna Philharmonic dibentuk, dan di tahun 1858 the Halle Orchestra dibentuk di Manchester Inggris. Pada saat itu di sekitar panggung opera ada beberapa pemain musik yang hanya berdiri berjajar memanjang tapi tidak ikut memainkan alat musik. Namun keadaan ini berubah pada awal abad ke-19, seiring berkembang- nya penekannan pada komposisi simfoni dan bentuk asli dari instrumen musik. Para ekstremis abad ke-20 lebih nekad lagi seperti misalnya George Antheil yang menulis Ballet Méchanique untuk orkestra yang melibatkan bunyi-bunyi pesawat, lonceng-lonceng elektrik, dan klakson mobil. Gershwin menggunakan klakson taksi Perancis dalam karyanya An American in Paris; bunyi ketukan mesin tik manual dimasukkan sebagai instrumen orkestra oleh Ferde Grofe dalam karyanya Tabloid. Dalam karyanya, Seventh Symphony, Vaughan Williams menggunakan mesin angin yang berdesing (whistling wind machine) dan sebuah vibraphone yang berdering (clanging vibraphone). Ansambel Simfoni pertama pasca revolusi dibentuk di Uni Sovyet pada tahun 1922. Idealisme Marxist yang mengakui kesetaraan semua manusia membuat para pemain musik dalam orkestra merasa tidak perlu lagi dipimpin oleh seorang kondaktor, sehingga mereka membuat sebuah panitia sebagai gantinya.
    • Orkestra 223 Bab 20 Meskipun hal ini sedikit berhasil, tetapi ada kesulitan dasar dalam konsep komposisinya yaitu saat pergantian tempo musik. Orkestra bertahan selama 10 tahun di Uni Sovyet sebelum akhirnya dilarang karena beberapa pemainnya mulai menentang terhadap beberapa aturan dan kontrol yang mereka anggap terlalu berlebihan. Beberapa ensambel seperti the Orpheus Chamber Orchestra di New York lebih sukses meskipun banyak membuat keputusan yang terlambat dan tertunda karena ada keinginan memimpin di antara kelompok mereka sendiri seperti pemimpin instrumen musik tiup dengan pemain-pemainnya. Sementara itu orkestra yang lain kembali ke tradisi dasar menggunakan satu pemain utama, biasanya pemain biola yang merangkap sebagi direktur artistik dan juga memimpin latihan-latihan seperti the Australian Chamber Orchestra. 20.2. Formasi Instrumen dalam Orkestra Orkestra adalah sebuah ensambel dalam ukuran besar yang melibatkan sebagian instrumen musik yang ada. Instrumen- instrumen pendukung orkestra terbagi-bagi ke dalam beberapa seksi, yaitu seksi gesek, seksi tiup kayu, seksi tiup logam, dan seksi perkusi. Kata orkestra merujuk pada suatu tempat di depan panggung Yunani Kuno yang disediakan untuk tim paduan suara pada masa itu. Formasi orkestra berkembang dari waktu ke waktu dan perkembangan yang sangat pesat terjadi pada abad ke-18 dan ke-20. Sejak awal abad ke-20 hingga kini susunannya senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan komposisi sehingga perubahan- perubahan kecil yang terjadi tidak terlalu mengubah kemapanan formasi yang standar. 20.2.1. Ukuran Orkestra Dari segi ukurannya orkestra dapat dibagi menjadi dua macam. Yang pertama ialah orkes kamar (chamber orchestra) yang didukung oleh 40 pemain atau kurang, dan yang kedua ialah
    • Orkestra 224 Bab 20 orkestra penuh yang didukung oleh 100 pemain. Formasi besar ini biasa disebut sebagai orkes simfoni atau orkes filharmonik. Perbedaan ukuran tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan, baik terhadap susunan seksi-seksi instrumen maupun aturan-aturan dalam orkestra itu sendiri. Sebagai contoh, di London, Inggris ada dua orkestra besar yang memiliki jumlah pemain yang berbeda-beda seperti misalnya The London Symphony Orchestra dan The London Philharmonic Orchestra. Orkes simfoni biasanya memiliki lebih dari 80 pemain dan kadang-kadang lebih dari 100 pemain. Walaupun demikian Ilustrasi 20.1.: Pertunjukan Musik Orkestra (Sumber: Encarta Music Corporation) kapasitas panggung yang akan digunakan. Dalam keadaan tertentu dapat saja seorang kondakter hanya menggunakan 50 orang atau bahkan lebih kecil dari jumlah tersebut. jumlah yang pasti untuk pemusik yang digunakan dalam satu pertunjukan tertentu, di sa mping tergantung dari karya yang akan dimainkan, juga
    • Orkestra 225 Bab 20 Pada Ilustrasi di atas tampak kondakter berdiri di depan orkestra menghadap ke pemain dan membelakangi penonton sementara para pemain mengarah pada kondaktor dan umumnya menghadap ke penonton. Pada kelompok biola pertama (first violins) pemain terdepan dan terdekat dengan kondaktor disebut Master Konser (concert master selanjutnya disebut CM). Master Konser tidak hanya merupakan ketua (principal) kelompoknya, yaitu biola pertama, namun juga wakil operasional kondaktor. Di samping kanan CM dan di sebelah kiri kondaktor, agak sedikit di belakang, tampak pemain organ menghadap kea rah kondaktor dan orkestra. Dengan demikian fungsi CM ialah memimpin orkestra untuk mengikuti instruksi kondaktor pada saat pertunjukan berlangsung. Dalam penampian bersama solis seperti ini kondaktor menjadi mediator penyelaras di antara solis organ dan orkestra. Formasi tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan koordinasi seluruh komponen orkestra. 20.2.2. Instrumentasi Standar Orkestra dan Variasinya Orkestra yang lengkap umumnya tersusun dari 4 kelompok jenis alat musik dengan jumlah tertentu, seperti yang ada pada susunan berikut ini (disertai dengan jumlah): 1. Seksi Tiup Kayu (wood wind) terdiri dari 1 piccolo, 2 flute, 2 oboe, 2 klarinet bass, dan 2 bassoon. Instrumen tambahan pada seksi ini ialah horn Inggris (cor anglaise) dan contrabassoon. 2. Seksi Tiup Logam (brass) terdiri dari 2 – 8 French Horn, 2 – 5 trumpet, 2 –3 trombon, 1 – 2 bass trombon, dan sebuah tuba 3. Seksi Perkusi masing-masing terdiri dari sebuah timpani, snare drum, bass drum, cymbal, triangle, wood block, tamborine, marimba, silofon, dan sebuah glokenspiel 4. Seksi Gesek terdiri dari 16 – 30 biola, 8 – 12 biola alto, 8 – 12 violoncello dan 5 – 8 contra bass.
    • Orkestra 226 Bab 20 Pada akhir abad ke-19 karya-karya simfoni memerlukan instrumen tambahan di samping instrumen tetap. Penggandaan alat tiup kayu dan tiup logam yang biasa disebut “pelengkap standar” mulai digunakan pada pertengahan awal abad ke-19 sebagai tambahan untuk memainkan karya-karya Beethoven. Pengecualian terdapat pada Simfoni Keempat yang hanya menggunakan satu flute. Di samping alat-alat pelengkap orkestra tadi, terdapat berbagai instrumen yang digunakan untuk keperluan tertentu seperti saxophone, heckelphone, flugehorn, cornet, harpsichord dan organ. Saxophone mulai digunakan dalam orkestra pada abad ke- 19 dan ke-20, itupun sebagai instrumen solo pada beberapa karya. Misalnya pada Pictures at an Exhibition karya Mussorgsky yang diorkestrasi oleh Ravel, dan Symphony Dances karya Rachmaninoff. Contoh lain yang menggunakan saxophone sebagai bagian dari orkes ensambel di antaranya ialah Balero karya Ravel dan Belshazzar’s Feast karya Walton. Pada beberapa karya Romantik abad ke-20, euphonium banyak digunakan. Biasanya instrument ini memainkan bagian bertanda “Tuba Tenor” seperti pada The Planet karya Holts dan Ein Heldenleben karya Strauss. Cornet digunakan dalam Swan Lake karya Tchaikovsky, La Mer karya Debussy dan beberapa karya lain oleh Hector Berlioz. Meskipun alat-alat ini dimainkan oleh pemain insrumen lain; Mislanya, pada bagian tertentu seorang pemain trombone memainkan euphonium. 20.2.3. Koordinasi dalam Orkestra Dalam sebuah orkestra terdapat suatu sistem hirarki kepemimpinan yang saling mendukung dan bertanggun jawab. Setiap seksi instrumen mempunyai seorang pemimpin (prinsipal) yang bertanggung jawab memimpin kelompoknya dan juga memainkan bagian-bagian solo saat diperlukan. Seksi gesek memiliki 4 sub seksi yaitu biola, biola alto, cello, dan bass yang masing-masing memiliki principal. Walaupun demikian prinsipal dari seluruh seksi gesek ialah dirangkap oleh prinsipal biola, yang
    • Orkestra 227 Bab 20 sekaligus juga sebagai CM yang merupakan mediator di antara orkestra dan kondaktor. Dalam seksi gesek, masing-masing prinsipal sub seksi, dikoordinasikan oleh prinsipal seksi gesek (biola). Demikian pula dengan seksi instrument lain, masing-masing menginduk pada prinsipalnya, setiap prinsipal bekerja sama dengan prinsipal seksi yang lain. Seluruh seksi instrument dan sub-sub seksinya dikoordinasikan oleh CM. Pada saat yang sama setiap pemain membagi perhatiannya secra seimbang di antara tugasnya masing- masing, sesame anggota sub seksi, prinsipal instrumennya, dan terutama kordinasi aba-aba dari kondaktor. Hirarki koordinasi yang terjadi pada instrumen tiup logam dan tiup kayu memiliki pola yang kurang lebih sama dengan seksi gesek. Seksi tiup logam terdiri dari sub seksi trumpet, trombone, French horn, dan tuba, yang masing-masing memiliki prinsipal dan menginduk pada prinsipal tiup logam, dari sub seksi trumpet. Pada instrument tiup kayu pimpinan dijabat oleh prinsipal. Setiap seksi dan sub seksi memiliki wakil prinsipal, demikian juga CM, sementara CM sendiri adalah wakil dari kondaktor yang jika kondaktor berhalangan, CM-lah yang menggantikan. Dalam beberapa komposisi, beberapa instrumen dituntut untuk memainkan bagian solo. Misalnya, jika bagian tersebut terdapat dalam sub seksi tiup kayu, Klarinet, maka prinsipal klarinetlah yang memainkannya. Dalam seksi gesek misalnya, bagian solo tersebut hanya dimainkan oleh satu biola, yaitu prinsipal biola. Khusus untuk seksi perkusi, bagian-bagian solo diserahkan pada anggotanya atas instruksi atau tugas dari peinsipal. Pada mulanya kondaktor tidak digunakan dalam ensambel. Pada saat itu adalah CM yang dijabat oleh harpsichordist yang memainkan bagian continuo memimpin para pemusik. Beberapa orkestra modern juga tidak memiliki kondaktor terutama orkestra kecil dan orkestra yang khusus menampilkan musik Barok. Musik klasik Barat merupakan nomer-nomer lagu yang sering dimainkan untuk konser simfoni. Akan tetapi, orkestra kadang-kadang
    • Orkestra 228 Bab 20 dimanfaatkan dalam musik yang populer saat ini dan juga dimainkan di dalam beberapa film. 20.3. Kondaktor Walaupun profesi kondaktor merupakan hal baru, istilah ini mulai digunakan pada tahun 1600-an, ketika komposer Perancis, Jean Baptise Lully, memimpin orkestra dengan sebuah tongkat rotan dalam memberikan ketukan aba-aba. Pada tahun 1700-an, pemimpin kelompok biola mempertahankan ketukan dengan menggunakan busurnya. Pada masa itu kondakting (pemberian aba-aba) juga dilakukan oleh pemain harpsichord dengan cara menganggukkan kepalanya untuk mempertahankan ketukan dan kadang-kadang melambaikan salah-satu tangannya. Ketika orkestra berkembang pada tahun 1800-an tumbuh suatu kebutuhan untuk mencari pemimpin yang berdiri di depan dan mengatur jalannya bermusik. Tidak seperti sebuah ensambel dengan sekelompok kecil musisi yang dapat bermain bersama tanpa kehadiran seorang pemimpin, sebuah orkestra dengan jumlah pemain yang lebih besar membutuhkan seorang kondaktor. Untuk memimpin orkestra, seorang kondaktor menggunakan tongkat aba-aba yang disebut baton.
    • Orkestra 229 Bab 20 Ilustrasi 20.2.: Pertunjukan Musik Orkestra
    • Orkestra 230 Bab 20 Sementara tangan kanan memegang baton sebagai pengingat tempo dan irama serta variasi perubahannya, tangan kiri berfungsi untuk mengingatkan aspek-aspek ekspresi, artikulasi, dinamika, dan lain-lain. Aba-aba yang diberikan kondaktor didasarkan atas partitur, yaitu notasi dari keseluruhan komposisi yang dibawakan. Pada partitur terdapat semua detil dari bagian- bagian (part) yang harus dimainkan atau tidak dimainkan oleh setiap pemain orkestra. Jika setiap part instrumen, satu baris paranada hanya terdiri dari jalur tunggal maka pada partitur, satu baris paranada terdiri dari banyak jalur sehingga satu barisnya memerlukan satu halaman penuh. Dari ilustrasi di atas dapat kita bayangkan bahwa kondakting (memimpin) orkestra bukanlah semata-mata mengu- asai bagian-bagian aba-aba irama, melainkan juga pengu-asan seluruh pengetahuan musik dan juga ketrampilan memain-kan instrumen. Di samping penguasaan pengetahan musik, untuk menguasai ketrampilan membaca partitur diperlu-kan ketrampil- an bermain piano hingga tingkat tertentu. Seorang kondaktor juga perlu menguasai salah-satu instrumen musik sebagai instrumen mayor, terutama instrumen-instrumen orkestra, dan instrumen musik lain selain piano sebagai instrumen minor. Hal tersebut diperlukan sebagai bekal pengalaman dalam merasakan keutuhan sebuah karya musik. 20.3.1. Tugas Kondaktor Di antara berbagai tugas kondaktor ialah memilih karya- karya yang akan dimainkan, termasuk juga menyusun program, melatih orkestra dan menginterpre-tasikan musik seperti yang diinginkan oleh komposer. Komposer harus mempelajari komposisi musik dari suatu program, dan kemudian mengarahkan orkestra sehingga mereka dapat memainkan musik sesuai dengan yang ditulis oleh komposer. Ia bertanggungjawab atas tuntutan tempo dan juga dinamika yang harus dimainkan oleh orkestra. Jika tempo orkestra berubah, maka mood, warna dan rasa musiknya juga menjadi berubah. Sehubungan dengan itu
    • Orkestra 231 Bab 20 kondaktor dapat menentukan dinamika dan tempo sesuai dengan interpretasinya terhadap tuntutan sebuah komposisi. 20.3.2. Poli Kondaktor Dalam perkembangan selanjutnya tumbuh ide-ide revolusioner untuk menghadirkan dua kondaktor dalam sebuah orkestra. Teknik musik polistylism dan politempo telah menuntun beberapa komposer untuk menulis komposisi musik yang dimainkan beberapa orkestra secara berurutan. Tren ini telah membawa sebuah fenomena, musik polikondaktor, yakni pada setiap grup musisi dipimpin oleh wakil kondaktor secara terpisah. Biasanya satu kondaktor utama memimpin beberapa kondaktor bawahan, dengan cara itu akan membentuk pertunjukan secara utuh. Beberapa karya yang sangat rumit dalam hal penggunaan lebih dari satu kondaktor adalah Third Symphony karya Evgent Kostitsyn yang memerlukan sembilan kondaktor sekaligus. Charles Ives menggunakan dua kondaktor, satu untuk menirukan sebuah marching band untuk karyanya yang berjudul Realization for Symphonic Band. 20.3.3. Kondaktor-kondaktor Dunia Walaupun hingga kini terdapat sangat banyak kondaktor kelas dunia namun dalam sub bab ini hanya akan disampaikan beberapa saja yang sangat terkenal. Mereka itu ialah Lorin Maazel, Herbert von Karajan, Leonard Bernstein, dan Zubin Mehta. Lorin Maazel Komposer yang nama lengkapnya ialah Lorin Varencove Maazel, lahir pada tanggal 6 Maret 1930 di Neuilly, Perancis. Ia adalah seorang kondaktor dan pemain biola, yang juga menjabat sebagai Direktur Cleveland Orchestra dari tahun 1972 hingga 1982. Hingga kini ia dipertimbangkan sebagai orang Amerika
    • Orkestra 232 Bab 20 kedua yang menjadi kondaktor utama sebuah orkestra terbesar di Amerika. Ilustrasi 20.3.: Kondakter Lorin Maazel Maazel tumbuh di Los Angeles dan mengawali studi musiknya pada usia lima tahun. Walaupun ia mulai mengkondak sejak usia sembilan tahun, debutnya dimulai pada saat dewasa dilakukan di Itali, pada tahun 1953. Pada saat itu ia mendapatkan beasiswa penelitian mengenai musik Barok dari beasiswa Fullbright. Beberapa waktu kemudian ia menerima beberapa kontrak kondakting dengan Deutsche Oper, Berlin Barat (1965– 71), West Berlin Radio Symphony Orchestra (1965–75), New Philharmonia Orchestra di London (1970–72; 1976–80), Cleveland Orchestra (1972–82), French National Orchestra (1977–90), Pittsburgh Symphony (1986–96), dan Bavarian Radio Symphony Orchestra (1993–2002). Pada tahun 1982–1984 ia mendapat jabatan sebagai Direktur Vienna State Opera. Peluang tersebut merupakan kejutan karena sebelumnya perusahaan opera tersebut belum pernah dijabat oleh orang Amerika. Pada tahun 2002 ia menjadi Direktur New York Philharmonic Symphony pada tahun 2002. Maazel umumnya sangat sesuai untuk musik-musik opera dan orkestra yang repertoarnya berkisar dari karya-karya abad ke- 18 hingga kontemporer. Di samping tidak berlebihan di atas
    • Orkestra 233 Bab 20 podium, ia mengkombinasikan kejernihan atau klaritas dengan kedalaman emosional yang besar. Hebert von Karajan Herbert von Karajan lahir di Salzburg, Austria, pada tanggal 5 April 1908 dan meninggal di Anif, dekat Salzburg, pada tanggal 16 Juli 1989. Di samping sebagai kondaktor opera dan orkestra, ia adalah juga seorang figur musisi internasional yang sangat terkenal di pertengahan abad ke-20. Pada masa kanak-kanaknya sangat trampil bermain piano. Ia menjalani studi musik di Mozarteum, di Salzburg. Debutnya sebagai kondaktor profesional ialah di Salzburg pada tahun 1929. Setahun kemudian ia terpilih untuk menduduki jabatan kondaktor di Ulm, Jerman. Sementara tetap tinggal di kota tersebut hingga tahun 1934, ia ditunjuk sebagai Kapellmeister di Aachen hingga 1941. Pada saat yang sama ia juga bekerja sambilan sebagai kondaktor di Berlin State Opera. Ia kemudian berangkat ke Itali pada tahun 1944. Di Inggris ia telah memberikan kontribusi terhadap pendirian London Philharmonia pada tahun 1948, dan pada tahun 1955 menjadi direktur musik pada Berlin Philharmonic. Dari tahun 1956 hingga 1964 ia menjadi kondakor utama Vienna State Orchestra dan juga pada acara Salzburg Festival, sebuah festival tahunan setiap bulan Agustus. Di samping itu ia juga sempat menjadi seorang kondaktor pemimpin pada La Scala, di Milan, dan sebagai seorang kondaktor tamu pada New York Philharmonic. Pada tahun 1967 Karajan mendirikan tradisi Salzburg Easter Festival. Dari tahun 1969 hingga 1970, ia menjadi kondaktor Orchestre de Paris dan akhirnya kembali pada Vienna State Opera pada tahun 1977. Gaya Interpretasi musikal Karajan memiliki kelebihan dalam hal ketepatan dan keobjektifan. Walaupun demikian di antara tahun 1970an dan 1980-an, however, karakteristik kondaktingnya lebih tampak pada gaya individual.
    • Orkestra 234 Bab 20 Leonard Bernstein Leonard Bernstein yang lahir di Born 25 Agustus 1918, Lawrence, Massachusetts, Amerika Serikat, dan meninggal di kota New York pada tanggal 14 Oktober 1990. Sebagai kondaktor, kelebihannya ialah dalam memimpin baik musik populer maupun klasik. Bernstein bermain piano sejak usia 10 tahun. Ia mengikuti pendidikan di Latin School dan Harvard University (lulus 1939), dan studi di Curtis Institute of Music, Philadelphia dari tahun 1939 hingga 1941. Ia belajar kondakting dari Serge Koussevitzky. Pada tahun 1943 ia diangkat sebagai asisten kondaktor pada New York Philharmonic. Tanda kesuksesannya tampak sejak tanggal 14 November 1943 ketika ia menggantikan tugas kondaktor Bruno Walter. Tidak lama kemudian ia menjadi kondaktor New York City Center Orchestra dari tahun 1945 higga 1947 dan tampil sebagai kondaktor tamu di Amerika Serikat, Europe, and Israel. Ilustrasi 20.4.: Leonard Bernstein
    • Orkestra 235 Bab 20 Pada tahun 1953 ia menjadi orang Amerika pertama yang mengkondak di La Scala, Milan. Dari 1958 hingga 1969 Bernstein adalah kondaktor dan direktur musik the New York Philharmonic. Bersama orkestra ini ia merancang tur internasional di Amerika Latin, Eropa, the Soviet Union, dan Jepang. Populasritasnya meningkat tidak hanya sebagai kondaktor dan pianis tapi juga sebagai komentator dan entertainer. Bernstein menjelaskan musik klasik pada audiens remaja dalam acara televisi sebagai “Omnibus” dan “Young People's Concerts. Setelah 1969 ia terus menulis musik dan tampil sebagai kondaktor tamu dalam beberapa simponi di seluruh dunia. Sebagai seorang komposer, Bernstein menulis beragam karya mulai dari tema Al Kitab seperti dalam Symphony No. 1 (juga disebut Jeremiah; 1942) dan Chichester Psalms (1965); tema-tema untuk liturgi Yahudi seperti dalam Symphony No. 3 (Kaddish; 1963); hingga ritme-ritme Jazz seperti dalam Symphony No. 2 (The Age of Anxiety; 1949), yang didasarkan atas puisi W.H. Auden. Karya-karyanya yang terkenal ialah On the Town (1944), Wonderful Town (1953), Candide (1956), dan West Side Story (1957; film version 1961). Ia juga menulis karya-karya musik untuk balet seperti Fancy Free (1944), Facsimile (1946), dan Dybbuk (1974), ia juga menulis musik untuk film On the Waterfront (1954). Misa-misa karangannya secara khusus digunakan dalam kesempatan-kesempatan pembukaan John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, D.C., pada bulan September 1971. Bernstein juga mempublikasikan The Joy of Music (1959); Young People's Concerts, for Reading and Listening (1962, rev. ed. 1970); The Infinite Variety of Music (1966); and The Unanswered Question (1976), taken from his Charles Eliot Norton lectures at Harvard (1973). Zubin Mehta Zubin Mehta, yang lahir di Bombay, India, tanggal 29 April 1936, adalah kondaktor orkestra, direktur musik Los Angeles
    • Orkestra 236 Bab 20 Philharmonic Orchestra (1962–78), New York Philharmonic Orchestra (1978–91), dan Israel Philharmonic (from1968). Ayahnya, Mehli Mehta, seorang pemain biola, adalah salah- satu pendiri Bombay String Quartet dan Bombay Symphony Orchestra. Sehubungan dengan itu masa kanak-kanak Zubin berada di lingkunagn musik Barat. Ia menjalani studi musiknya di Vienna Academy of Music. Pada tahun 1958 ia menjadi juara pertama Liverpool International Conductor's Competition dan menjadi kondaktor asisten pada Royal Liverpool Philharmonic selama satu tahun. Ia adalah direktur musik untuk Montreal Symphony dari tahun 1961 hingga 1967. Ia bekerja dalam posisi yang sama pada Los Angeles Philharmonic dari tahun 1962. Kesempatan tersebut telah membuatnya menjadi kondaktor pertama yang mengkondak secara langsung dua orkestra besar Amerika Utara sekaligus. Ilustrasi 20.5.: Zubin Mehta
    • Orkestra 237 Bab 20 Pada tahun 1965 ia melakukan debutnya di Metropolitan Opera, New York City, dengan menampilkan opera Aida; debut opera London-nya terjadi pada tahun 1977 (Otello). Pada tahun 1968 ia menjadi pimpinan penasihat musik untuk Israel Philharmonic Orchestra. Pada tahun 1978 Mehta menggantikan Pierre Boulez, sebagai direktur musik pada New York Philharmonic Orchestra. Ia mengekspresikan minat spesialnya pada musik Romantik akhir dan para komposer modern awal. 20.4. Bentuk-bentuk Musik Orkestra Karya-karya orkestra terdiri dari banyak jenis yang sangat bervariasi. Walaupun jumlah jenisnya senantiasa berkembang namun bentuk-bentuk yang dimuat dalam tulisan ini adalah termasuk yang paling perlu diketahui. 20.4.1. Bolero Bolero ialah tarian Spanyol dalam irama triple, biasanya diiringi oleh kastanyet. Namun pertama kali dikreasi oleh Sebastian Cerezo pada tahun 1780. Walaupun secara esensial bentuk ini bersifat orkestral, Chopin membuat sebuah bolero untuk solo piano (Op. 19). Bolero yang paling terkenal ialah karya Maurice Ravel, ditulis untuk penari Ida Rubinstein pada tahun 1928. Karya ini menjadi sangat terkenal sebagai karya orkestra kemudian hari. 20.4.2. Concertante Pengertian yang paling umum dari bentuk ini ialah suatu konserto untuk dua atau lebih instrumen, dan orkestra. Sebagai contoh ialah karya Mozart berjudul Simfonia Concertante in E Flat Major, untuk biola, biola alto, dan orkestra (K. 364).
    • Orkestra 238 Bab 20 20.4..3. Concertino Konsertino berarti konserto kecil. Pengertian ini sejajar dengan sonata dan sonatina. Sehubungan dengan itu struktur konsertino lebih sederhana daripada konserto; bagian-bagiannya singkat dan seksi development-nya bervariasi. Beberapa komposer kontemporer Perancis juga menulis konsertino untuk piano dan orkestra. Komponser-komposer yang menulis konsertino ialah: Jean Francaix, Arthur Honegger, dan Francis Poulenc. 20.4.4. Concerto Konserto ialah karya besar untuk 1 hingga 4 pemain solo instrumen dengan orkestra. Walaupun demikian umumnya untuk satu pemain solo. Konserto dibuat untuk menampilkan indivifualitas instrumen solo dan virtuositas pemainnya. Konserto umumnya terdidri dari tiga bagian. Yang pertama menggunakan bentuk sonata yang secara tradisional berakhir dengan kadens. Pada bagian kadens solis memamerkan virtuositasnya tanpa iringan orkestra. Pada mulanya bagian kadens benar-benar dilakukan secara improvisasi, sebagaimana yang dilakukan Mozart, namun dalam perkembangannya kemudian komposer, pemain, atau kadang-kadang musisi, menulis bagian kadensa tersebut. Bagian kedua biasanya bersifat liris, kadang-kadang dalam bentuk dasar (bentuk lagu), dan kadang-kadang dalam bentuk tema-variasi. Bagian ketiga umumnya ditulis dalam bentuk rondo yang juga disertai bagian kadensa di bagian akhirnya. 20.4.5. Divertimento Istilah ini telah digunakan sejak abad ke-18, biasanya digunakan secara bertukar dengan serenade, cassation dan nocturne. Dengan kata lain istilah-istilah tersebut seringkali diterapkan pada bentuk komposisi yang sama sehingga agak sukar untuk membedakan karakteristik di antara satu sama lain. Divertimento biasanya digunakan untuk konser di luar ruangan
    • Orkestra 239 Bab 20 atau ruang terbuka atau untuk hiburan istana, dan biasanya memiliki karakter yang ringan. Bentuk ini memiliki beberapa bagian pendek dan gaya yang bervariasi. 20.4.6. Fantasia Bentuk ini sangat populer dalam musik instrumental solo. Beethoven menulis Fantasia untuk Piano, Chorus and Orchestra in C Minor (Opus 80) yang sangat jarang sekali dimainkan. Karya orkestra yang sangat terkenal ialah dari komposer kontemporer, Ralp Vaughan Williams, berjudul Fantasia on a Theme by Thomas Tallis, yang temanya diambil dari komponis gereja Inggris abad ke-16, Thomas Tallis. Williams juga menulis Fantasia on Christmas Carols; fantasia-fantasia untuk opera terkenal juga sering menampilkan konser-konser salon dan musik band. 20.4.7. Intermezzo Karya interlude orkestral dalam sebuah opera yang biasanya dimainkan pada saat layar panggung ditarik. Contoh intermezzo yang terkenal ialah Cavalleria Rusticana dari komposer Mascagni, dan Goyecas dari Granados. Intermezzo sering digunakan secara bertukar dengan “entr’ acte”, yaitu musik orkestra yand dimainkan di antara scene atau adegan. Walaupun demikian intermezzo juga terdapat dalam Simfoni No. 4 dalam D Minor karya Schumann. Dalam karya ini intermezzo adalah sebuah bagian pendek yang berisi muatan puitis yang ditujukan sebagai suatu transisi di antara dua bagian yang besar. Di samping itu intermezzo juga adalah sebuah bentuk musik piano. 20.4.8. March Mars adalah bentuk musik yang ditujukan untuk mengiringi orang berbaris, biasanya tersusun dari tiga bagian yang bagian tengahnya adalah sebuah trio yang liris. Bagian ketiga biasanya
    • Orkestra 240 Bab 20 mengulang bagian pertama. Umumnya dalam irama 6/8, tapi kadang-kadang dalam 2/4 dan 4/4. Karya mars terkuno ialah dari kumpulan musik tarian karya Arbeau, ditulis tahun 1489. Bentuk- bentuk mars juga terdapat dalam opera Lully dan Mozart; dan juga dalam oratorio-oratorio Handel. Mozart menulis Turkish March yang sangat terkenal, dalam musik insidentalnya untuk Ruins of Athens. Karya-karya mars banyak dijumpai untuk karya musik keyboard. 20.4.9. Minuet Sebagai bentuk musik orkestra minuet pertama kali terdapat dalam suite-suite klasik tua. Biasanya terdapat dalam beberapa bagian overture Perancis dari Lully, Purcell, dan Handel, dan sering juga terdapat dalam oratorio Handel. Mozart banyak membuat minuet-minuet, yang di antaranya juga terdapat dalam master piece-nya Don Giovani. Di samping itu juga ada minuet yang bagus dalam opera karya Verdi yang berjudul Rigoletto. Dalam karya orkestra, minuet biasanya terdapat pada bagian ketiga sonata klasik, kuartet, dan simfoni. 20.4.10. Nocturne Aslinya bentuk ini ialah untuk musik piano, namun dalam perkembangannya banyak digunakan dalam karya-karya orkestra. Pada masa awal era Klasik, seperti Haydn, dan juga beberapa yang mengikutinya, menulis nocturne untuk berbagai variasi ensambel. Dalam hal ini nocturne menjadi sama seperti divertimento dan serenade. Konotasi nocturne ialah sebuah karya “musik malam” terdapat dalam Nocturne karya Mendelssohn yang merupakan bagian dari karyanya Midsummer Night’s Dream Suite.
    • Orkestra 241 Bab 20 20.4.11. Overture Overture adalah sebuah prelude atau pembukaan orkestral untuk memulai sebuah karya opera; pada era Klasik maupun Barok overture ialah adalah bagian pembukaan untuk sebuah suite. 20.4.12. Rhapsody Bentuk ini biasanya adalah untuk musik piano. Para komponis orkestra mengembangkan bentuk ini dan kemudian mengadopsinya untuk musik simfoni. Dalam pengertian Yunani, raphsody ialah ekspresi puitis karakter kepahlawanan. Contoh karya orkestra yang terkenal ialah Hungarian Rapshody karya Lizt; slavonic Rapshody karya Antonin Dvorak; Two Rumanian Raphsody karya Georges Enesco; dan Rapshody in Blue karya George Gerswhin. 20.4.13. Rondo Rondo adalah bentuk berputar untuk musik simfoni yang diadobsi dari bentuk musik piano. Bentuk ini sering terdapat pada bagian terakhir konserto. Misalnya, Piano Concerto in D Major (K. 466) karya Mozart ; Piano Concerto No. 4 dan 5 dari Beethoven. 20.4.14. Simfonietta Simfonietta adalah simfoni kecil. Bentuk ini memiliki struktur yang lebih pendek dari simfoni dan orkestrasi yang lebih sederhana. Beberapa komponis abad ke-20 yang telah berhasil menggunakan bentuk ini ialah Janacek, Prokofiev, dan Miaskovsky.
    • Orkestra 242 Bab 20 20.4.15. Suite Suite lebih dikenal sebagai bentuk instrumental. Bentuknya merupakan kumpulan tarian Barok. Biasanya dibuka dengan prelude dan ditutup oleh bagian cepat yang biasa disebut gigue. Para komposer kemudian mengadobsi bentuk ini ke dalam bentuk orkestra. Di samping menulis berbagai suite untuk solo instrumen, Bach dan Handel juga menulis karya-karya suite orkestra. Di antaranya yang paling terkenal ialah Water Music, suite dalam gaya orkestra kuno, untuk suatu pesta-air kerajaan di atas sungai Thames di London, pada tahun 1717, yang dihadiri oleh Raja George I. Konser pada perayaan tersebut didukung oleh 50 musisi. Bach menulis empat suite orkestral yang dua di antaranya sangat terkenal. Yang kedua dalam B minor terdiri dari bagian- bagian overture, rondo, sarabande, boure, polonaise, minuet, dan badinerie. Yang ketiga, Suite dalam D mayor, memiliki satu bagian yang sangat terkenal yaitu Air. Karya ini menjadi sangat terkenal setelah diaransir oleh Wilhelmj ke dalam transkripsi biola dan piano. Pada era Modern, suite karya Modest Mussorgsky yang terkenal adalah Pictures at an exhibition yang aslinya adalah untuk solo piano, kemudian menjadi terkenal sebagai karya orkestra, setelah itu diorkestrasi kembali oleh Maurice Ravel. Suite ini menggambarkan secara musikal sepuluh lukisan karya Victor Hartmann. Setelah menyaksikan pameran karya Hartmann tersebut, Mussorgsky terinspirasi menulis karya ini. Suite ini dibuka dengan Promenade yang menggambarkan komponis ketika berjalan di dalam galeri. Tema ini kemudian selalu muncul di antara bagian yang satu dengan yang lainnya. Dari Maurive Ravel sendiri, terdapat suite yang terkenal yaitu Rapshody Espagnole, yaitu sebuah suite orkestra yang memberikan empat wajah Spanyol, terdiri dari Prelude a la nuit; Malaguena; Habanera; dan Feria.
    • Orkestra 243 Bab 20 20.4.16. Symphonic Poem Puisi Simfoni ialah salah satu bentuk musik orkestra yang terkenal di era Romantik. Bentuk ini biasa juga disebut sebagai Puisi Bunyi (Tone Poem). Puisi Simfoni hanya memiliki bagian tunggal dengan bentuk yang fleksibel, namun dengan suatu program yang spesifik, atau sebuah puisi, atau sebuah cerita. Bentuk musik orkestra ini dikreasi pertama kali oleh Lizt yang terpengaruh oleh drama musik aliran Wagner. Lizt kemudian berhasrat untuk memperkenalkan prinsip-prinsip Wagner ke dalam musik simfoni. Untuk mengekspresikannya ia menulis jenis komposisi dramatik untuk orkestra tanpa teks yang mengirinya, yang menceritakan suatu kisah; dan guna memberikan kesatuan yang lebih besar ke dalam musik simfoni, ia menerapkan teknik leading motive Wagner. Lizt menulis 12 puisi simfoni yang program-programnya diambil dari karya-karya Goethe, Victor Hugo, Shakespeare, Lamartine, dan Schiller. Yang paling banyak terdengar hingga kini ialah Les Preludes, yang terinspirasi oleh Meditations Poetiques karya Lamartine. Ide Lizt ini kemudian diikuti oleh komposer-komposer lain, di antaranya ialah oleh Richard Strauss dengan puisi simfoninya yang pertama, Macbeth, dan dari Aaron Copland berjudul El Salon Mexico. 20.4.17. Symphony Di antara bentuk-bentuk musik orkestra yang lain, simfoni ialah bentuk orkestra yang paling signifikan. Simfoni ialah sonata untuk orkestra, yang umumnya terdiri dari empat bagian. Bagian pertama dalam bentuk sonata, bagian kedua biasanya lambat dalam bentuk lagu (bentuk dasar) yang liris, kemudian disusul dengan tema dan variasi, atau bentuk yang lain; bagian ketiga umumya ialah minuet pada karya simfoni Haydn dan Mozart atau scherzo pada karya Beethoven. Bagian terakhir atau finale, bisa dalam bentuk-bentuk sonata, rondo, atau tema dan variasi.
    • Orkestra 244 Bab 20 Beethoven hanya menulis 9 simfoni. Walaupun demikian semuanya signifikan sebagai master piece; masing-masing memiliki karaktersitik berbeda yang menunjukkan kelebihan Beethoven secara komprehensif. Yang sangat terkenal di antaranya ialah nomor 5 dan nomor 9. Tema Simfoni No. 5 Beethoven yang sederhana, yang konon mengekspresikan ketukan pintu pada saat Beethoven mulai terjangkit tuli, justru sangat menarik. Sesuatu hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, ialah penambahan paduan suara dalam simfoninya yang ke-9. Di antara karya-karya simfoni Mozart yang paling populer hingga saat ini, bukan hanya di kalangan audiens yang terlatih namun juga para pendengar awam, ialah Simfoni No. 40. 20.4.18. Waltz Waltz ialah musik tarian dalam irama ¾ yang biasanya digunakan untuk musik piano. Dalam formasi orkestra, waltz dipopulerkan oleh Johann Strauss dan anaknya, Johann Strauss II, yang banyak menyusun waltz untuk tujuan komersial. Walaupun demikian tidak sedikit dari karya-karyanya yang lebih berkonsentrasi pada segi artistik musikal dan hingga kini masih sering dimainkan di bawah pimpinan kondaktor-kondakor terkenal. Di antara karya-karyanya ialah The Beatiful Blue Danube; Tales from the Vienna Woods; Emperor Waltz, Artist’s life; Wine; Women and Song; dan Voices of Spring. • Bacaan untuk Pendalaman: Adler, Samuel. The Study of Orchestration. W. W. Norton & Company, 3rd edition, 2002. ISBN 0-393-97572-X Apel, Willi. 1978. Harvard Dictionary of Music. Cambridge: Harvard University Press. Del Mar, Norman. Anatomy of the Orchestra. University of California Press, 1984. ISBN 0-520-05062-2
    • Orkestra 245 Bab 20 Randel, Don Michael. 1978. Harvard Concise Dictionary of Music. London: The Belknap Press of Harvard University Press. • Latihan-latihan: 1. Gambarkan bagaimana pengertian dan keadaan orkestra pada masa Yunani kuno! 2. Apa pengertian orkestra pada saat ini? 3. Apa kontribusi Monteverdi pada awal perkembangan orkestra? 4. Apa kontribusi Johann Wenzel Anton Stamitz terhadap pengembangan orkestra pada tahun 1745? 5. Jelaskan bagaimana susunan orkestra Manheim? 6. An American in Paris ia. lah komposisi orkestra karya siapa? 7. Apakah tugas kondakter? 8. Jelaskan apa yang disebut dengan poli kondakter! 9. Herbert von Karajan ialah kondakter ternama dari negara mana? 10. Apa maksud bentuk karya orkestra ”Bolero”?
    • BAB 21 SEKSI GESEK S ebagaimana telah dijelaskan, bahwa seksi gesek terdiri dari biola, biola alto, cello, dan kontra bass. Berikut ini ialah penjelasan dari masing-masing intrumen tersebut. Penjelasan seksi ini dan juga seksi instrumen orkestra yang lain meliputi aspek-aspek historis, konstruksi, sistem penalaan, kekhasan, musik, dan beberapa tokoh penting. Walaupun demikian penjelasannya disampaikan secara fleksibel, baik urutan maupun penempatan ilustrasi gambar-gambarnya. 21.1 Biola Superioritas biola di atas instrumen-instrumen lain dalam koordinasi permainan musik orkestra tak dapat dipungkiri lagi. Semua bayang-bayang ekspresif dapat diproduksi oleh nada-nada biola yang bervariasi. Jangkauan dinamik biola luas mulai dari pianissimo (sangat lembut) hing fortissimo (sangat kuat). Dalam orkestra terdapat 30 pemain biola, 16 di antaranya ialah biola pertama dan 14 lainnya memainkan bagian biola kedua. 21.1.1. Tinjauan Sejarah Biola Pada mulanya biola digunakan bersama instrumen musik lain untuk mengiringi tarian. Saat itu biola dianggap sebagai alat musik dari kalangan bawah namun kemudian menjadi instrumen solo selama abad ke-17. Biola berasal dari Italy pada sekitar tahun 1500-an. Instrumen gesek mungkin berasal dari instrumen- instrumen seperti Viele, fiedel, rebec, dan dari Lira da braccio pada masa Renaissans. Walaupun demikian tampaknya ada instrumen lain bernama Viol dengan enam dawai di Eropa, yang telah ada sebelum biola dan keberadaanya berdampingan dengan rebec dan keluarganya selama sekitar 200 tahun.
    • Seksi Gesek 248 Bab 21 Pada tahun 1600 an biola memperoleh penghargaan yang lebih baik setelah digunakan sebagai instrumen pengiring opera- opera Italia seperti Orfeo (1607) karya Claudio Monteverdi, dan melalui Raja Louis Perancis ke XIII yang membentuk kelompok pemusik, 24 violos du rei (‘’raja 24 biola’’) pada tahun 1626. Biola bekembang baik sepanjang jaman Barok (1600-1750?) dalam karya- karya dari para pencipta seperti Arcangelo Corelli, Antonio Vivaldi, dan Giuseppe Tartini di Itali, Heinrich Biber, serta Georg Philipp Telemann dan Johann Sebastian bach di Jerman. Biola menjadi dasar dari alat musik solo concerto, concerto grosso, sonata, trio sonata, dan cocok sebagus yang digunakan dalam opera. Ilustrasi 21.1: Biola dan tongkat penggeseknya Para pembuat biola pertama yang berasal dari Italia Utara di antaranya ialah Gasparo da Salo (1540-1609) dan Giovanni Maggini (1579-1630?) dari Brescia, dan Andrea Amati dari Cremona. Pada abad ke-17 dan ke-18 telah ada bengkel pembuat biola di Italia, yaitu dari Antonio Stradivari dan Giuseppe Guarneri dari Cremona dan seorang orang Austria Jacob Stainer.
    • Seksi Gesek 249 Bab 21 Biola terdahulu berukuran lebih pendek; lehernya lebih tebal dan kurang membelok kebelakang dari permukaan biola; papan jari yang lebih pendek; kamnya lebih datar; dan dawainya terbuat murni dari dari usus binatang. Busur biola yang pertama juga memiliki desain berbeda dengan biola sekarang. Perubahan konstruktif yang mendasar, yang menghasilkan bunyi lebih keras, nyaring, dan nada yang lebih bagus, terjadi pada abad ke 18 dan 19. Pada pertengahan abad ke-18 biola adalah instrumen solo terpopuler di Eropa. Biola juga dijadikan alat musik pada orkestra, alat yang paling penting dimainkan era Barok dan Klasik(1750?- 1820); dan pada orkestra modern juga masih menjadi alat yang paling penting untuk dimainkan. Kelompok biola berkembang dengan jumlah lebih dari pemainnya yang dimainkan di ruang kecil terdiri dari dua biola, viola dan cello. Ilustrasi 21.2: Pemain biola dunia, Yehudi Menuhin Selama abad ke-19 pemain biola yang melegenda di seluruh Eropa, di antaranya ialah Giovanni Viotti dan Nicolo Paganini, Louis Sphor dan Joseph Joachim dari Jerman, Pablo de Sarasate dari Spanyol, dan Henri Vieuxtemps dan Eugene Ysaye dari Belgia. Pada abad ke-20 biola mencapai nilai artistik yang baru
    • Seksi Gesek 250 Bab 21 dan teknik yang tinggi di tangan para pemain biola Amerika, Isaac Stern dan Yehudi Menuhin, keturunan Austria Fritz Kreisler, keturunan Rusia Jascha Heifetz, Mischa Elman dan Nathan Milstein yang menjadi penduduk Amerika, biolis Hongaria Joseph Szigeti, dan David Oitsrakh dari Rusia. Di antara para pencipta tunggal dan para pencipta karya- karya untuk biola adalah Bach, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven; di Austria ada Franz Schubert, Jerman diwakili oleh Johannes Brahms, Felix Mendelssohn, dan Robert Schumann, dan dari Rusia ialah Peter llyich Tchaikovsky di era yang penuh dengan keromantisan; Claude Debussy meakili Perancis, sedangkan untuk Austria ialah Arnold Schoenberg, dari Hungaria ialah Bela Bartok, dan Rusia diwakili oleh Igor Stravinsky pada abad ke 20. 21.1.2. Konstruksi Biola Panjang biola normal (berukuran 4/4) mencapai 60 cm. Walaupun demikian ada juga yang lebih kecil, yaitu berukuran 3/4 dan 1/2 yang dapat dimainkan oleh pelajar yang masih muda. Biola adalah salah satu dari keluarga instrumen gesek yang lain yaitu, biola alto, cello dan kontrra bas. Di antara instrumen musik gesek, biola termasuk instrument yang memiliki titinada tertinggi. Busur penggesek (bow) biola terdiri dari tongkat, kurang lebih sepanjang 75 cm, dengan bulu-bulu kuda yang direntangkan di antara kedua ujung tongkat penggesek. Konstruksi yang terdapat pada seluruh keluarga instrument gesek pada dasarnya tidak berbeda dengan konstruksi biola. Walaupun demikian cello dan kontra bas memiliki tongkat penyanggah di bagian bawahnya (akan dijelaskan kemudian). Secara detail bagian-bagian biola meliputi:
    • Seksi Gesek 251 Bab 21 Ilustrasi 21.3.: Anatomi instrumen Biola a. Table/ Belly (perut). b. Ribs, atau papan samping yang memisahkan di antara papan depan (table) dengan papan belakang. c. Neck, yaitu leher di antara bagian kepala (peg box) dan badan (table) biola. d. Peg box, kotak penala yang berada di bagian kepala. e. Scroll, hiasan ukir di ujung bagian kepala yang menyerupai gulungan kain. f. Tail, yaitu penambat ujung dawai-dawai di bagian bawah perut (table).
    • Seksi Gesek 252 Bab 21 Ilustrasi 21.4.: Bagian-bagian biola g. Bridge, yaitu keping pembatas tegangan dawai-dawai yang berada di antara tail dan nut atau batas pada pangkal peg box.
    • Seksi Gesek 253 Bab 21 h. Fingerboard, yaitu bidang yang terdapat di bagian depan leher yang terbentang hingga kira-kira pertengahan belly. i. Lobang suara. Pada bagian belly terdapat dua buah lubang suara berbentuk tanda dinamik Forte ( ). Biola mempunyai 4 dawai dengan diameter yang berbeda. Pada mulanya, dawai biola terbuat dari usus binatang, namun pada masa kini telah diganti oleh helaian kawat tipis dari baja. Untuk dawai-dawai berdiameter besar dilapisi oleh gulungan semacam perak. Dawai dengan diameter terbesar ditala untuk nada G (jarak interval 4 di bawah C). Ilustrasi 21.5.: Nada-nada Biola pada Posisi Dawai Lepas Penomoran dawai biola mulai dari yang terbawah sehingga dawai ini biasa dawai ke-4 atau G. Dawai ke-3 di bawahnya, ditala satu kwint lebih tinggi sehingga berbunyi D. Demikian selanjutnya, dua dawai lain di bawahnya ditala satu kwint ke atas yaitu nada A untuk dawai kedua dan nada E untuk dawai pertama. Dawai biola pada mulanya dibuat dari usus binatang. Guna menghasilkan bunyi yang nyaring dan kuat maka di jaman modern ini dawai dibuat dari baja dengan proses pembuatannya menggunakan teknologi canggih. 21.1.3. Karakter Suara dan Register Biola Di antara karakteristik terbaik biola adalah bunyi yang mendesing dan bisa dimainkan dengan cepat, bisa dimainkan
    • Seksi Gesek 254 Bab 21 dengan baik seperti melodi-melodi yang ada pada lirik lagu. Para pemain biola juga bisa menciptakan efek yang bagus dengan tekhnik berikut ini: dengan menggunakan jari tanpa stik, dengan memetik senar-senarnya; dengan mengulang satu nada yang sama atau dua nada yang sama dengan cepat, menggesek stik pada senar-senarnya dengan cepat; Ilustrasi 21.6.: Wilayah Nada Instrumen Biola Salah satu teknik biola dikenal dengan istilah sul panticello, bermain dengan stik yang didekatkan dengan kamnya untuk menghasilkan bunyi yang ringan, suara seperti kaca; col legno, bermain dengan stik yang dari kayu; harmoni, dengan meletakkan jari-jari dari tangan kanan pada bagian-bagian tertentu dari senarnya untuk menghasilkan bunyi yang ringan, seperti bunyi seruling; dan glissando, gerakan luwes yang teratur dari jari tangan kiri ke atas dan kebawah senar untuk menghasilkan nada naik turun. Register biola adalah yang tertinggi di antara instrumen gesek, yaitu dari nada G (baca: g kecil) sampai C3 (baca: c tiga). 21.1.4. Teknik Dasar Permainan Biola Biola dipegang secara horizontal, di bagian kiri bagian ujung belakang biola, di antara tulang selangkaan rahang bawah. Lengan kiri agak ditekan kearah leher, di antara ibu jari dan ruas jari yang panjang. Biola depegang dengan cara tersebut sehingga bagian badan biola menghadap ke arah penonton, dan secara khusus untuk mempermudah penggesekan. Jari-jari tangan kiri harus menekan senar dengan bentuk sedikit ke depan. Kecepatan jari- jari menekan dan melepaskan senar akan membedakan
    • Seksi Gesek 255 Bab 21 keselarasan suara (berhubungan dengan kejelasan vibrasi). Gerakan jari-jari tersebut tidak hanya secara vertikal tetapi juga secara menyeluruh sehingga saat memainkannya,baik dengan semua jari atau jari-jari yang berbeda, nada penuh atau separuh nada dapat dihasilkan. Untuk mengahsilkan akor didapat dengan menekan dua senar bersama-sama dan menggeseknya. Jari-jari tangan kiri diberi lambang nomor 1 sampai 4.Nomor. Nomor satu untuk jari telunjuk, 2 untuk jari tengah, 3 untuk jari manis, dan 4 untuk jari kelingking. Mengubah posisi penjarian dengan cepat dan halus merupakan kesulitan utama dalam bermain biola. Penguasaan teknik ini bergantung pada kekuatan dagu dan pundak, karena keduanya menekan bebas alat ini dan tangan dapat memindahkannya dengan mudah di sepanjang leher biola. Otot juga harus dapat digerakkan dengan mudah untuk menghindari permasalahan dalam gerakan-gerakan tubuh. Untuk nada-nada yang lebih tinggi kita juga harus mengubah letak tangan dan jari. Sela jari-jari untuk menghasilkan suara yang tergolong rendah-dalam hubungannya dengan bagian- bagian tubuh – berkaitan dengan posisi pertama (posisi permulaan, dekat nut) Perubahan posisi bermain pada suatu sisi untuk memperluas rentang suara dan karenanya membutuhkan teknik permainan yang murni; di sisi lain perubahan posisi berain juga berperan penting dala pengungkapan ekspresi dan pada akhinya dapat diapresiasikan dari sudut pandang estetika. Nada-nada dalam satu frekuensi yang sama menghasilkan suara yang berbeda pada beracam-macam senar. Perubahan posisi berpengaruh pada warna suara. Pilihan penjarian dibutuhkan sebagai dasar dalam ekspresi teknik bermain bilola untuk menyajikan berbagai macam gambaran musikal. Sedikit gerakan yang berkesinambugan dengan perasaan, vibrato, memperkaya musik dengan sedikit modifikasi pada tinggi rendahnya nada; hal ini merupakan jenis ekspresi permainan biola.
    • Seksi Gesek 256 Bab 21 21.2 Biola Alto Hingga pada akhir tahun 1700an, biola alto atau viola, mempunyai sejarah yang sama dengan biola. Secara material viola sama dengan biola, tapi ukurannya lebih besar dan proposi-proporsinya lebih bervariasi. Rata-rata ukuran utuh panjang viola adalah di antara satu hingga empat inci lebih panjang dari biola, yaitu 16 inci atau 14 cm. Viola kecil untuk anak-anak, panjangnya hingga 12 inci atau 30 cm Titi nadanya berada satu kwint lebih rendah dari biola dan biasanya digunakan sebagai instrument harmoni, baik dalam ensemble gesek maupun orkes simponi. Biasanya ada 10 biola alto dalam orkestra. Ilustrasi 21.7.: Biola Alto Biola alto umumnya memberikan kesan suram dan nada yang dalam sebagai efek yang membingkai kesedihan pada karakter lagu melankolis. 21.2.1. Karakter dan Wilayah Nada Biola Alto Seperti biola, viola dipegang dengan cara meletakan bagian belakang table di bawah dagu, dan bersandar di bahu. Biola alto berukuran sedikit lebih besar dan ditala juga ditala satu kwint dari satu dawai ke dawai secara menurun. Viola mempunyai kualitas nada yang lebih hangat dan gelap dibanding biola. Jangkauan wilayah nada Viola adalah dari nada C (baca: c kecil) sampai D2 (baca: d dua).
    • Seksi Gesek 257 Bab 21 Ilustrasi 21.8.: Wilayah Nada Instrumen Biola Alto Dalam perjalanan sejarah pembuatannya penetapan ukuran viola melalui perjalanan yang tidak mudah. Berbagai eksperimen telah dilakukan untuk meningkat-kan kualitas suaranya. Di antara pembuat viola ialah Hermann Rutter’s dengan “viola alta”-nya. Pada saat itu ukuran viola buatannya adalah 18,9 inci atau 48 cm. Instrumen tersebut dirancang untuk opera-opera Richard Wagner. Viola model Tetis yang lebih lebar dengan ribs yang lebih dalam, yang dirancang untuk mencapai bunyi yang lebih baik, merupakan ukuran non standar. Eksperimen akustik viola memberikan kontribusi terha-dap kualitas suara yang mendekati cello. Cara bermain viola ialah sama seperti bermain biola, namun ukuran fisik viola yang lebih besar dan berat dari biola memberikan konsekuensi teknis yang lebih sulit atau menantang. Terdapat bukti bahwa pemain biola yang bermain viola beberapa bulan, mengalami peningkatan teknis ketika kembali pada biola. Keempat dawai viola ditala dalam kwint. Penalaan ini benar-benar berada satu kwin di bawah biola, dan satu oktaf di atas cello. Dawai keempat ditala menjadi nada C, satu oktaf di bawah C tengah, sedangkan ketiga dawai berikutnya yang lebih rendah ditala lebih tinggi menjadi G, D, dan A. Ketiga nada selain C tersebut juga terdapat dalam biola. Walaupun ada tiga nada yang ditala sama dengan biola namun kualitas nada dan warna bunyinya berbeda Sebagaimana halnya biola, viola juga ditala dengan 4 pasak (pegs) penala dalam pegs box dekat scroll, tempat melilitkan dawai- dawai. Dengan mengencangkannya maka akan menaikkan nada dan dengan mengendorkan-nya maka akan menurunkan nada.
    • Seksi Gesek 258 Bab 21 Dawai A ditala pada 440 Hz sementara dawai-dawai lain ditala dalam interval fith murni. Penalaan dilakukan dengan menggesekkan bow atau biasa juga disebut bowing, pada dua dawai yang berurutan dalam interval kwint. Penalaan dapat juga Ilustrasi 21.9.: Tuning Peg (pasak penala) Biola Alto dilakukan dengan mencocokkannya pada piano. Sebelum pertunjukan orkestra dimulai para pemain menala dengan metode bowing. Penalaan dipimpin oleh CM, dilakukan sebelum kondaktor masuk ke panggung. Kebanyakan viola maupun instrument gesek lainnya memiliki adjuster atau biasa juga disebut fine tuner, yang digunakan untuk memantapkan talaan. Alat ini dapat mengatur ketegangan dawai dengan memutar kenop kecil pada alat tersebut yasng terletak pada penambat ujung dawai-dawai yang lain di bagian bawah table, tepatnya pada tail piece. Penalaan dengan adjuster jauh lebih mudah daripada dengan tuning peg. Walaupun dapat digunakan pada keempat dawai viola, namun umumnya hanya digunakan untuk menala dawai A Walaupun talaan standar viola adalah C-G-D-A, kadang- kadang viola ditala secara berbeda baik dalam musik klasik maupun dalam musik rakyat. Cara seperti ini disebut scordatura. Mozart dalam Sinfonia Concertante for Violin, Viola and Orchestra dalam Es mayor, menulis part viola dalam D mayor dan meminta agar dawai-dawai viola dinaikkan satu semi tone. Tujuannya untuk
    • Seksi Gesek 259 Bab 21 untuk menghasilkan bunyi viola yang lebih cemerlang sehingga tidak tenggelam oleh instrument lain dalam ensambel. Lionel Tertis dalam transkripsi karya Elgar, Cello Concerto, menulis bagian lambatnya dengan menurunkan talaan Lionel Tertis, in his transcription of the Elgar cello dawai C menjadi Bes, agar viola dapat memainkan nada-nada dalam jarak satu oktaf lebih rendah. Dalam keadaan tertentu, dawai C dapat ditala hingga nada D. Pada orkestra-orkestra masa awal, bagian viola seringkali terbatas pada permainan harmoni dengan sedikit materi melodis. Ketika viola diberi bagian melodis dalam musik masa itu, seringkali disusun dalam unisono atau oktaf, pada dawai yang mana saja. Sebagai perkecualian adalah pada Brandenburg Concerto No. 6 dari J.S. Bach, yang menempatkan dua viola dalam peran melodic. Dalam naskahnya disebutkan bahwa karya tersebut adalah untuk 2 violas, 1 cello, 2 violas de gamba, dan continuo. Sebuah contoh karya sebelum abad ke-20 yang menampilkan part solo viola ialah Harold in Italy karya Hector Berlioz. Walaupun demikian peranan viola juga terdapat pada beberapa karya Barok dan Concerti Klasik, seperti dari Telemann yang menulis salah satu concerto viola paling awal, Franz Anton Hoffmeister dan Carl Stamitz. Viola memainkan peranan penting dalam musik kamar. Mozart berhasil membebaskan instrument ini dari perananan pada umumnya, dalam keenam karya kuintet geseknya yang merupakan beberapa di antara karya-karya adiluhungnya. Kuintet-kuintet tersebut mengguna-kan dua viola, yang membebaskan viola, khususnya yang pertama, untuk bagian- bagian solo dan meningkatkan berbagai variasi dan kekayaan suatu ensambel. Mozart jujga menulis viola untuk karya Simfonia Concertante yang melibatkan dua solois, viola mendapatkan peranan yang seimbang dengan biola. Dari karya-karya awal Johannes Brahms tviola banyak ditampilkan. Publikasi karya musik kamarnya yang pertama yaitu sextet untuk instrument gesek, opus 18 berisi sejumlah bagian solo untuk biola pertama.
    • Seksi Gesek 260 Bab 21 Brahms juga menulis Two Song for Alto with Viola and Piano (Zwei Gesänge für eine Altstimme mit Bratsche und Pianoforte), Op. 91, quot;Gestillte Sehnsuchtquot; atau quot;Satisfied Longingquot; atau quot;Geistliches Wiegenliedquot; atau quot;Spiritual Lullaby,quot; sebagai hadiah untuk pemain biola terkenal Joseph Joachim dan istrinya, Amalie. Antonin Dvořák bermain viola, dan ia mengatakan bahwa instrument tersebut adalah favoritnya. Karya musik kamarnya kaya dengan bagian-bagian penting untuk viola. Komposer Czech yang lain, Bedřich Smetana, melibatkan part viola yang signifikan dalam kuartetnya, quot;From My Lifequot;; kuartet tersebut mulai dengan suatu pernyataan impassioned yang dibawakan oleh viola. Felix Mendelssohn muda menulis sebuah sonata untuk viola dalam C minor yang sangat terkenal (tanpa nomor opus, tahun 1824). Karya ini memiliki keindahan melodi di antara karya-karya awalnya, namun cukup mengherankan bahwa karya ini sangat jarang dimainkan di gedung-gedung konser. Kadang-kadang viola memiliki peranan yang besar dalam musik orkestra, sebagaimana terdapat dalam Enigma Variations karya Edward Elgar, yang sering juga disebut “Ysobel”. Sementara repertoar viola cukup luas, jumlah karya yang ditulis oleh komposer abad ke-20 secara relatif masih sangat kecil. Dalam pengembangan instrumen ini tampaknya para pemain viola perlu membuat transktipsi dari instrumen lain. Terdorong oleh tuntutan spesialis sebagai pemain solo, misalnya Lionel Tertis, pada masa awal abad ke-20, lebih banyak komposer yang menulis untuk viola. Para komponis Inggris seperti Englishmen Arthur Bliss, York Bowen, Benjamin Dale, dan Ralph Vaughan Williams, menulis karya-karya musik kamar dan karya- karya konser untuk Tertis. William Walton, Bohuslav Martinů dan Béla Bartók menulis karya-karya konserto untuk viola yang kemudian menjadi terkenal. Satu di antara beberapa komponis menulis cukup banyak musik untuk viola ialah Paul Hindemith. Ia sendiri adalah pemain viola yang sering tampil membawakan komposisi-komposisi premier karyanya sendiri. Sonata Debussy untuk Flute, Viola dan Harp, terinspirasi oleh banyaknya komposer yang menulis untuk
    • Seksi Gesek 261 Bab 21 kombinasi tersebut. Elliot Carter juga menulis cukup banyak karya untuk viola. Elegy, adalah salah satu karya terbaiknya untuk viola, kemudian ditranskrip untuk klarinet. Ernst Toch menulis sebuah Impromptu (opus 90b) untuk viola solo. Ernest Bloch, komposer America, kelahiran Swiss sangat terkenal dengan karyanya yang terinspirasi oleh musik Yahudi, menulis dua karya terkenal untuk viola yaitu Suite 1919 dan Suite Hebraique untuk viola solo dan orkestra. Rebecca Clarke adalah komposer abad ke-20 menulis cukup banyak karya untuk viola. Lionel Tertis mencatat bahwa Edward Elgar (yang salah satu konsertonya ditranskrip Tertis) dengan bagian lambat dalam scordatura), Alexander Glazunov (yang menulis Elegy, op. 44, untuk viola dan piano), dan Maurice Ravel, semuanya menjanjikan konserto untuk viola. Pada bagian akhir abad ke-20 sejumlah repertoar telah diproduksi untuk viola; Banyak komposer, termasuk Alfred Schnittke dan Krzysztof Penderecki, telah menulis konserto untuk viola. Viola kadang-kadang digunakan dalam musik populer kontemporer, sering kali dalam aliran avant-garde. Kelompok musik yang sangat berpengaruh, Velvet Underground, terkenal dengan penggunaan viola, demikian juga pernah dilakukan oleh beberapa kelompok modern seperti 10,000 Maniacs, Defiance, Ohio, The Funetics, dan sebagainya. Musik jazz tampaknya juga tertarik bekerjasama dengan violis, muslai dari penggunaan seksi gesek pada awal 1900an hingga sebuah kuartet penuh dan solois, terjadi dari tahun 1960an hingga kini Walaupun penggunaan biola dalam musik rakyat cukup sering, viola jarang digunakan oleh kebanyakan musisi folk di seluruh dunia. Penelitian mendalam tentang penggunaan viola dalam musik rakyat pernah dilakukan oleh Dr. Lindsay Aitkenhead. Para pemain dalam jenis musik ini ialah Cath James, David Lasserson, Eliza Carthy, Mary Ramsey, Ben Ivitsky, Gina Le Faux, Helen Bell, Jayne Coyle, Jim O'Neill, Jim Wainwright, Lindsay Aitkenhead, Mark Emerson, Miranda Rutter, Nancy Kerr, Pete Cooper dan Susan Heeley. Clarence quot;Gatemouthquot; Brown adalah eksponen viola yang paling prominen dalam genre blues.
    • Seksi Gesek 262 Bab 21 Viola adalah instrumen pengiring yang populer dalam musik band folk berdawai Hinggaria Romania. Dalam musik tersebut tiga dawai viola ditala G-D’-A (nada A ditala satu oktaf lebih rendah dari talaan standar). Bagian bridge diturunkan untuk menimbulkan efek khusus ketika memainkan akor dengan motif ritmik yang khas. Penggunaan semacam ini biasa disebut kontra atau brácsa 21.3. Cello dan Contra Bass Cello dan Double Bass adalah bagian dari keluarga instrumen gesek yang bersuara rendah. Double Bass atau biasa juga dikenal dengan istilah Contra Bass, memiliki jangkauan nada yang lebih rendah satu oktaf dari Cello. Kedua instrumen tersebut memiliki peranan yang sangat penting, khususnya dalam seksi gesek, dan umumnya dalam orkestra. Suara bass merupakan landasan dari harmoni sehingga tanpanya konstruksi harmonis akan terasa goncang atau tidak kokoh. Walaupun Cello termasuk kategori instrumen bersuara rendah, namun jangkauan nadanya cukup luas sehingga me- mungkinkan bagi cello untuk menjalankan fungsi selain sebagai pengiring atau penopang konstruksi harmoni. Cello juga sangat menarik digunakan sebagai instrumen solo tanpa pengiring yang bahkan dapat memproduksi efek-efek polifonis yang sederhana. Untuk selanjutnya instrumen ini akan dibahas dalam bab terpisah. Anggota instrument berdawai yang bersuara terendah dalam keluarga gesek adalah double bass (disebut juga Bass). Bass juga merupakan instrument yang berukuran paling besar dengan tinggi lebih dari 6 kaki. Oleh karena Bass berukuran sangat tinggi, seorang pemain Bass harus berdiri atau duduk di atas bangku ketika memainkannya.
    • Seksi Gesek 263 Bab 21 (sumber: Encarta Encyclopedia) Ilustrasi 21.10.: Posisi Bermain Bass Double bass berevolusi dari biola sejak tahun 1500an. Sejak saat itu, banyak bentuk dan ukuran telah dibuat untuk mempermudah dalam memainkan bass. Anda dapat melihat pemain bass di belakang cello, bagian kanan konduktor. Bentuk badan instrumen ini adalah cekungan, dengan demikian akan menjadi satu resonansi yang penting untuk bunyi serasi. Empat dawainya (kadang-kadang lima pada kontrabass) terbuat dari usus binatang yang oleh karena perkembangannya akhirnya dibuat dari sutera, nilon, baja. Dawai-dawai ini diregangkan dengan ketat ke seberang satu jembatan untuk menghasilkan titi nada.
    • Seksi Gesek 264 Bab 21 Sebagai anggota dari instrumen berdawai yang memiliki suara yang paling rendah , secara sederhana range atau jangkauan wilayah nada pada instrumen Double Bass adalah dari nada E1 (baca: E kontra) sampai C (baca: C besar). Secara sederhana, wilayah jangkauan nada biola dapat digambarkan sebagai berikut. Ilustrasi 21.11.: Wilayah Nada Instrumen Contra Bas
    • BAB 22 PENGANTAR PENGETAHUAN CELLO E mpat instrumen pokok di dalam keluarga instrumen berdawai, biola, biola alto, Cello dan kontrabass, dibuat dengan cara yang sama. Instrumen-instrumen tersebut dibuat dari potongan- potongan kayu yang direkatkan - tidak pernah dipaku - bersama-sama. Badan instrumen adalah cekungan, sehingga menjadi sebuah kotak resonansi untuk bunyi. Dawai-dawai tersebut (kadang-kadang lima pada kontrabass) dibuat dari usus binatang, nilon, atau baja dibungkus poin di bawah atau atas par bekerja giat satu sangat: tiada batas instrumen dan dihubungkan dengan satu tailpiece pada yang lain. Mereka diregangkan dengan ketat ke seberang satu jembatan untuk menghasilkan titi nada yang ditentukan. Di dalam keluarga instrumen berdawai, Cello atau selo adalah instrumen bersuara tenor. Walaupun berbentuk seperti biola, Cello lebih besar dan dipegang di antara lutut pemain. Bentuk Cello yang demikian ini dapat menghasilkan bunyi indah dari nada-nadanya yang paling rendah sampai nada-nada yang paling tinggi. Cello merupakan suatu instrumen yang populer. Cello, yang termasuk instrument yang diletakkan di tanah ini mempunyai tinggi hampir 5 kaki, merupakan suara bass dalam kelompok alat musik string. Cello juga merupakan instrument solo yang bagus jika berada di tangan pemain yang baik pula. Cello mempunyai suara satu oktaf di bawah biola alto dan mempunyai nada suara yang penuh dan kuat. Cello merupakan salah satu instrument yang paling ekspresif dan multifungsi. Kata “Cello” berasal dari cara orang Italia dalam menyebutkan double bass:”ViolonCello”. Dalam suatu simfoni orkestra jumlah Cello biasanya antara dua hingga sepuluh buah. Nama Cello adalah sebuah singkatan dari bahasa Italia violon Cello, yang bermakna “violone kecil” yang bukan merujuk pada instrument double bass namun pada instrument yang sedikit lebih besar (yang sekarang ini jarang ditemukan) yaitu bass violin dimana terkadang nadanya lebih rendah dari Cello.
    • Pengantar Pengetahuan Cello 266 Bab 22 Ilustrasi 22.1. : Gambar instrumen Cello dilihat dari depan Cello terkait erat dengan musik klasik Eropa. Instrument ini merupakan bagian dari sebuah orkestra dan mengisi suara bass dalam string quartet, selain itu juga banyak digunakan dalam musik kamar. Banyak karya concerto dan sonata untuk Cello telah dihasilkan. Instrument ini tidak terlalu banyak digunakan dalam musik pop, namun terkadang digunakan juga dalam proses rekaman musik pop dan rock. Cello akhir-akhir ini juga digunakan dalam musik hip-hop dan R & B, seperti digunakan oleh penyanyi seperti Rihanna dan Ne-Yo dalam pertunjukannya di Penganugerahan Musik Amerika. Instrument ini juga dimodifikasi dalam musik klasik India oleh Saskia Rao-de Haas. Di antara karya musik Barok yang paling terkenal untuk Cello adalah enam Suite tunggal karya J.S Bach. Pada era musik Klasik, dua concerto karya Joseph Haydn pada C mayor dan D mayor, diciptakan.
    • Pengantar Pengetahuan Cello 267 Bab 22 Daftar lagu-lagu pada era Romantik meliputi concerto karya Antonin Dvorak, Cello concerto pada E minor karya Elgar, dan dua sonata karya Brahms. Sedang pada awal abad 20 terdapat Cello sonata karya Zoltan Kodaly (Op.8), Paul Hindemith (Op.25) dan W.H Squire. Cello kemudian menjadi begitu popular pada paruh akhir abad 20, diawali oleh para solis yang mempunyai spesialisasi dalam musik kontemporer (seperti Siegfried Palm dan Mstislav Rostropovich) yang berkolaborasi dengan para composer. Sebagai anggota dari instrumen berdawai yang memiliki suara yang rendah , secara sederhana range atau jangkauan wilayah nada pada instrumen Cello adalah dari nada C (baca: c besar ) sampai g1(baca: g satu). Secara sederhana, wilayah jangkauan nada Cello dapat digambarkan sebagai berikut. Notasi 22.2.:: Wilayah Nada Cello 22.1. Penyeteman dan Jangkauan Nada Cello mempunyai empat dawai yang merujuk pada angka atau nada dasar mereka, yang mempunyai lima interval: dawai A (I, nada tertinggi), dawai D (II), dawai G (III), dan dawai C (IV, nada terendah). Dawai A disetel dengan nada A3 (sedikit di bawah C tengah), dawai G lima kali lebih rendah pada D3, dawai G lima kali lebih rendah pada G2, dan dawai C pada C2 (dua oktaf dibawah C tengah). Dawai-dawainya lebih rendah satu oktaf dari viola, dan satu oktaf dan seperlima lebih rendah dari violin. Beberapa Cello terkadang harus menggunakan penyetelan berbeda dengan menggunakan scordatura, dua contoh yang paling popular adalah karya kelima dari 6 Suite untuk Cello tunggal (C2-G2-D3-G3) dan Sonata opus 8 karya Zoltan Kodaly
    • Pengantar Pengetahuan Cello 268 Bab 22 (B1-F2-D3-A3). Karya keenam Bach pada 6 Suite Cello tunggalnya ditulis untuk instrument dengan 5 dawai yang disetel C2-G2-D3- A3-E4.ini mungkin merupakan instrument violon Cello piccolo, sebuah Cello yang lebih kecil 5 dawai yang tidak lagi digunakan sejak pertengahan abad 18. Ilustrasi 22.3.: Dawai – dawai Cello dalam Posisi Lepas Jangkauan nada Cello terbatas pada akhir yang lebih rendah dari penyetelan dawai terendah ; pada akhir yang lebih tinggi pada variasinya. Batas atas yang nyaman untuk Cello adalah C6 (dua oktaf diatas C tengah), walaupun dimungkinkan untuk menaikannya satu oktaf lagi. Nada henti teringgi pada fingerboard adalah pada sekitar F6, namun beberapa composer menulisnya lebih tinggi: sebagai contoh Sonata opus 8 karya Zoltan Kodaly menggunakan B6. Musik untuk Cello ditulis dalam kunci bass dengan variasi kunci tenor atau treble ketika diperlukan demi menghindari terlalu banyaknya garis ledger. Para composer sebelum abad 19 menganut sebuah kesepakatan yang jelas-jelas melarang penggunaan kunci tenor, juga dalam penulisan kunci treble yang ditulis satu oktaf lebih rendah; kecuali ketika kunci treble tersebut diikuti sebuah naskah dalam kunci tenor, ketika dimainkan dalam nada tertulis. Contoh dari penggunaan semacam ini adalah aransemen trio oleh Hans Eisler dari Serenade Septet karya Schoenberg op.24. Cello pada umumnya terbuat dari kayu. Sebuah Cello tradisional mempunyai aqtap dari kayu spruce, dengan kayu maple untuk bagian belakang, samping, dan lehernya. Kayu lain, seperti poplar atau willow terkadang digunakan untuk bagian
    • Pengantar Pengetahuan Cello 269 Bab 22 belakang dan samping. Celli yang agak lebih murah kebanyakan menggunakan kayu lapis pada bagian atas dan belakangnya. Bagaian atas dan belakangnya diukir tangan secara tradisional, sedangkan celli yang agak lebih murah dibuat dengan mesin. Bagian sisi, atau bagian rusuk, dibuat dengan cara memanaskan kayu dan kemudian membentuknya sesuai bentuk yang diinginkan. Bagian tubuh Cello mempunyai bagian atas yang luas bout, sedang bagian tengahnya dibuat dengan dua C-bout, dan bagaian bawah dengan bout yang lebar, dengan bridge dan lubang suara sedikit dibawah bagaian tengah. Bagain belakang dan atas sebuah Cello mempunyai bagian tepi dekoratif yang disebut purfling. Penghasil Cello Luis & Clark memproduksi celli dari serat karbon. Cello dari serat karbon sangat cocok untuk permainan outdoor karena kekuatan bahan dan daya tahannya terhadap tingkat kelembaban dan perubahan suhu. Di bagian atas tubuh utama adalah leher yang diukir, yang pada bagian tersebut terdapat sebuah pegbox dan scroll. Bagian leher, pegbox dan scroll biasanya diukir dari sebuah potongan kayu. Di bawah bagian leher dan memanjang pada bagian tubuh Cello adalah bagian yang disebut fingerboard. Murnya dibuat dari kayu, dimana fingerboard bertemu dengan pegbox, tempat terpasangnya dawai. Bagian pegbox mempunyai empat tuning peg untuk keempat dawai. Tuning peg ini digunakan untuk mengencangkan atau mengendurkan dawai. Scroll merupakan bagian tradisional dari sebuah Cello dan jenis violin lainnya. Kayu ebony biasanya digunakan pada tuning peg, fingerboard, dan mur walaupun dapat juga menggunakan kayu keras lainnya seperti boxwood atau rosewood. Dawai Cello mempunyai inti yang terbuat dari usus binatang, logam, atau bahan sintetis seperti perlon. Para cellist menggabungkan berbagai jenis dawai pada Cello mereka.
    • Pengantar Pengetahuan Cello 270 Bab 22 Tailpiece dan endpin terdapat pada bagian bawah Cello. Tailpiece secara tradisional terbuat dari kayu ebony atau kayu keras lainnya, namun dapat juga dibuat dari plastik atau baja. Bagian ini menghubungkan dawai dengan bagian bawah Cello, dan dapat mempunyai satu fine tuner atau lebih. Endpin atau spike terbuat dari kayu, logam tau serat karbon dan menopang Cello ketika dimainkan. Endpin modern dapat disesuaikan dan dapat dilepas bila tidak digunakan. Bagian ujung yang tajam pada endpin sebuah Cello terkadang dilapisi dengan bahan karet agar tidak terpelest dari posisinya. 22.2. Bagian Bridge, dengan Sebuah Mute Bagian bridge mengangkat dawai dan mengalirkan getarannya menuju ujung bagian atas dan bagian soundpost. Bridge dipasang bukan dengan cara dilem, melainkan hanya ditahan oleh tingkat ketegangan dawai. F-hole (nama untuk bentuk mereka) terletak pada kedua sisi bridge, dan memungkinkan proses keluar masuknya angin untuk mengeluarkan suara. Selain itu f-hole juga berfungsi sebagai kunci untuk membuka bagian dalam Cello untuk tujuan perbaikan dan perawatan. Terkadang sebuah selang yang disebut Dampit, yang mengandung air didalam spons, dimasukan kedalam f-hole dan berfungsi sebagai pengatur kelembaban. 22.3. Fitur-fitur bagian dalam Secara internal, Cello mempunyai dua ciri, sebuah bass bar, yang dilem pada bagian dalam Cello bagian atas, dan sebuah sound post bulat dari kayu, yang diletakan diantara plat bagian atas dan bawah. Bass bar ini terletak dibawah kaki bass bridge, dibawah sisi treble bridge, dan menghubungkan bagian depan dan belakang Cello. Seperti bridge, sound post ini juga tidak dilem dan hanya ditahan oleh kekencangan dawai dan bridge. Bass bar dan sound post mengalirkan getaran dawai keujung bagian atas Cello (depan dan sedikit berimbas ke bagian belakang), dan berfungsi sebagai diafragma untuk menghasilkan suara.
    • Pengantar Pengetahuan Cello 271 Bab 22 22.4. Perekat Cello dibangun dan direparasi menggunakan lem yang tersembunyi yang kuat namun dapat dilepas, yang berguna dalam proses pembongkaran. Bagian atas dilem menggunakan lem yang dicairkan, karena proses reparasi biasanya perlu membongkar bagian ini. Secara teori, lem ini lebih lemah dari rangka kayu itu sendiri, jadi ketika bagian-bagian Cello mulai menyusut, daya cengkaram lem akan terlepas dan menghindari kerusakan pada Cello. Bagaimanapun, teori ini tidak selalu berhasil dalam kenyataannya. 22.5. Busur Cello Secara tradisional, busur dibuat dari pernambuco atau kayu Brazil. Keduanya dibuat dari jenis pohon yang sama (Caelsapiuna echinata), namun pernambuco digunakan pada busur dengan kualitas yang lebih baik, yang merupakan kayu inti sebuah pohon dengan warna yang lebih gelap dari kayu Brazil (yang terkadang bernoda). Pernambuco adalah kayu yang berat dan berdamar dengan tingkat elastisitas yang luar biasa yang membuatnya sangat iedal untuk digunakan sebagai sebuah busur. Ada pula busur yang terbuat dari serat karbon yang lebih kuat dari kayu. Busur yang banyak digunakan para siswa biasanya terbuat dari serat fiber. Panjang busur biasanya sekitar 73 cm, dengan tinngi 3 cm, dan lebar 1,5 cm. Busur biasanya menggunakan rambut kuda, walaupun dapat juga menggunakan rambut sintetis dengan warna yang beragam. Rambut tersebut kemudian dilapisi dengan gala sehingga membuatnya kencang dan dapat bergetar. Rambut tersebut perlu diganti secara berkala terlebih lagi bila rambut tersebut telah putus atau dirasa kuarang kencang. Rambut tersebut dapat pula dijaga kekencangannya dengan sebuah panel mur.
    • Pengantar Pengetahuan Cello 272 Bab 22 22.6. Perkembangan Cello. Cello dikembangkan dari bass violin, dimana pada awalnya merujuk pada Jambe de Fer pada tahun 1556, yang sebenarnya merupakan instrument dengan tiga dawai. Seorang composer yang untuk pertama kalinya menspesifikasikan bass violin adalah Gabrieli dalam sacrae symphoniae, 1597. Monteverdy kemudian mengikuti jejaknya dengan merujuk pada instrument “basso de viola da braccio” dalam Orfeonya (1607). Walaupun bass violin pertama kali diciptakan oleh Amati pada awal 1548, yang terinspirasi dari sebuah viol, yang diciptakan sebagai pasangan violin. Bass violin biasanya dikenal sebagai “violone” atau “viola besar”. Instrument tersebut kemudian dimainkan secara bersama dalam sebuah pertunjukan seni di Italia pada awal abad ke-15. Dawai berupa kawat ditemukan di Bologna pada sekitar tahun 1660 yang memungkinkan terciptanya suara bass yang lebih baik dengan menggunakan dawai dari usus binatang pada bagian tubuh instrument tersebut yang pendek. Para seniman Bologna kemudian menggunakan teknologi ini untuk menciptakan sebuah Cello, sebuah instrument yang lebih kecil yang cocok dimainkan secara solo yang dikarenakan warna nadanya dan fakta bahwa ukurannya yang lebih kecil sehingga memudahkan dalam bermain virtuosic. Namun instrument ini masih mempunyai beberapa kelemahan. Suara Cello yang lemah dirasa kurang cocok untuk dimainkan dalam pertunjukan panggung maupun di gereja sehingga harus dilapisi dengan permainan bass atau violon. Sekitar tahun 1700, para seniman Italia mempopulerkan Cello di Eropa utara, walaupun bass violin masih terus digunakan di Perancis dalam dua dasa warsa berikutnya. Banyak bass violin yang ada pada waktu itu kemudian diperpendek dengan tujuan merubahnya menjadi Cello. Bass violin mampu bertahan sebagai instrumen yang paling banyak digunakan di Inggris sampai akhir tahun 1740, dimana violon Cello masih belum begitu popular. Ukuran, nama, dan cara penyetelan Cello masih sangat bervariasi pada waktu itu dikarenakan faktor geografis dan waktu. Ukuran Cello belum distandarkan sampai sekitar tahun 1750.
    • Pengantar Pengetahuan Cello 273 Bab 22 Walaupun Cello mempunyai banyak persamaan dengan viola da gamba, Cello sebenarnya merupakan bagian dari jenis viola da braccio, yang berarti “viol tangan” yang di antaranya meliputi violin dan viola. Walaupun pola seperti “The Rustic Wedding” karya Bruegel dan de Fer dalam musik Epitome menunjukan bahwa violin dapat dimainkan dalam berbagai posisi, yang juga dirasakan lebih praktis dan ekonomis dari gamba. Cello dalam era musik Barok berbeda dengan instrumen modern dalam berbagai hal. Bagian lehernya mempunyai bentuk dan sudut yang berbeda. Cello modern mempunyai sebuah endpin pada bagian bawahnya yang berguna untuk menopang (dan menyalurkan suara melalui media lantai), sementara Cello era musik Barok hanya ditopang oleh betis sang cellist. Busur modern melengkung kedalam dan dipegang pada bagian sambungannya; sementara busur era musik Barok melengkung keluar dan dipegang pada bagian mendekati titik keseimbangannya. Dawai modern biasanya mempunyai inti logam, walaupun beberapa diantaranya menggunakan inti sintetis; dawai era musik Barok menggunakan bahan dari usus binatang, dengan dawai G dan C menggunakan dawai wire-wound. Cello modern biasanya mempunyai lima tuner yang menghubungkan dawai dengan bagian ujungnya, yang mempermudah penyetelannya. Secara umum, instrument modern mempunyai tingkat ketegangan dawai yang lebih baik dari Cello era musik Barok, yang membuatnya menghasilkan suara yang lebih nyaring, nada yang lebih kuat, dan overtone yang lebih minim. Sebelum abad 18 belum ada karya edukasional mengenai Cello, dan ketika hal itu telah ada, para seniman menjadi terinspirasi dalam menggali potensi tekhnik bermain mereka. 22.7. Dimensi Instrumen Cello Pembuat Cello yang terkenal di antaranya ialah Nicolo Amati, William Forster, Nicolo Gigliano, Matteo Goffriller,
    • Pengantar Pengetahuan Cello 274 Bab 22 Giovanniu Battista Ukuran standar dari Cello merujuk pada seluruh bagiannya. Bagaimanapun, celli diciptakan dalam ukuran yang lebih kecil, dari “tujuh per delapan” dan “tiga per empat” sampai “seper enambelas”. Ukuran celli yang semakin kecil mempunyai standar yang sama dengan Cello dalam hal konstruksi, jarak, dan penggunaannya. Ukuran celli yang kecil ini berguna bagi anak-anak danpemaindengan postur yangtidak terlalu tinggi. Cello dengan ukuran setengah, tidak menggunakan ukuran sebenarnya, namun hanya sedikit lebih kecil. Pemain Cello dengan postur tubuh kecil biasanya menggunakan ukuran “tujuh per delapan” dimana rentang tangan yang pendek tidak terlalu menjadi masalah. Walaupun jarang, Cello dengan ukuran empat perempat juga ada. Cellist yang mempunyai tangan yang besar mungkin dapat menggunakn Cello dengan ukuran yang lebih besar. Cello yang dibuat pada abad 17 cenderung mempunyai ukuran yang lrbih besar dari Cello-Cello yang dibuat setelahnya, dan yang ada sekarang ini. Pada tahun 1680, teknologi pembuatan dawai telah mampu menghasilkan nada yang lebih rendah dengan menggunakn dawai yang lebih pendek. Misalnya Cello stradivary yang dapat dibagi dalam dua jenis, dengan gaya sebelum tahun 1702 dengan karakter instrument besar, dan gaya setelah tahun 1702, ketika Stradivary mulai merespon teknologi pembuatan dawai tersebut, ia kemudian mulai membuat Cello dengan ukuran yang lebih kecil. Model inilah yang kemudian banyak dipakai. 22.8. Accessories Ada banyak aksesoris dalam instrumen Cello, dimana beberapa di antara asesoris tersebut ada yang lebih utama dari asesoris lainnya. Secara umum, beberapa asesoris yang terdapat pada instrument Cello yaitu: 1) Kotak/peti, digunakan untuk melindungi Cello dan busurnya ketika kita berpergian, dan untuk keamanan penyimpanan; 2) Gala yang terbuat dari kayu dammar, digunakan pada rambut busur untuk meningkatkan keefektifan gesekan, genggaman atau cengkraman, dan menghasilkan suara yang lebih baik; 3) Endpin stop menopang Cello menjaganya agar tidak meluncur ketika endpin tersebut tidak mempunyai karet di
    • Pengantar Pengetahuan Cello 275 Bab 22 bagian bawahnya (digunakan pada lantai kayu); 4) Wolf tone eliminator terkadang diletakan pada dawai di antara bagian ujung Cello dan bagian bridge dengan tujuan menghilangkan suara akustik yang ganjil yang dikenal sebagai wolf tone atau “wolf”; 5) Mute digunakan untuk merubah suara Cello dengan mengurangi overtone. Mute (yang terbuat dari logam) secara signifikan mengurangi volume Cello ; 6) Metronome menghadirkan tempo yang tetap dengan suara sejumlah ketukan per menit. Banyak jenis metronome ini yang dapat digunakan untuk menyetel nada a’ (440Hz); 7) Humidifier digunakan untuk mengontrol dan menyetabilkan kelembaban di dalam dan dibagian luar Cello, banyak digunakan para cellist yang banyak berpergian; 7)Tuner digunakan untuk menyetel instrument. • Bacaan untuk Pendalaman: Werner, Joseph.t.t.Practical Method for Violoncello Part 1.Doremi Music Publishing Co.,Ltd. • Latihan-latihan: 1. Sebutkan instrumen pokok dalam keluarga instrumen berdawai! 2. Dalam sebuah simfoni, ada berpakah kira-kira jumlah Cello yang dipakai? 3. Sebutkan jangkauan nada instrumen Cello! 4. Sebutkan bagian-bagian Cello yang Anda ketahui! 5. Apa sebutan untuk pemain Cello?
    • BAB 23 BIDANG KETERAMPILAN CELLO B ab ini membahas teknik-teknik dasar dalam permainan Cello. Teknik yang dibahas meliputi posisi tubuh atau cara memegang Cello, dan teknik-teknik lain yang khas. Di samping teknik- teknik juga dibahas penggunaan Cello baik sebagai instrumen solo maupun ensambel dan penggunaannya dalam musik populer, khususnya pop dan jazz. Untuk menutup bab ini juga akan dibahas penerapan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam bidang keahlian Cello. 23.1. Teknik Bermain Cello Teknik bermain Cello meliputi posisi tubuh, permainan vibrato, harmoni, glissando, double stop, pizzicato, col legno, spicattoscatto, dan legato. 23.1.1. Posisi Tubuh Cello dimainkan dalam posisi duduk. Beratnya ditopang oleh sebuah endpin, yang disandarkan dilantai ; dan bagian bawahnya diposisikan diantara lutut, sedang bagian atasnya diposisikan di dada bagian atas. Bagian leher Cello diletakan diatas pundak kiri. Busurnya ditarik secara horizontal melintasi dawai. Pada awalnya, cellist wanita biasa memainkannya dengan posisi duduk menyamping, karena pada waktu itu dirasa tidak sopan bagi kaum wanita untuk duduk dengan posisi kedua lutut terbuka di hadapan publik. Posisi tangan pemain tidak mempengaruhi caranya memegang Cello. Sangat jarang ditemukan seorang pemain yang memainkan Cello dengan posisi terbalik : hal ini biasanya dikarenakan ketidakmampuan fisik seseorang dimana tangan atau lengannya tidak akan mampu memainkan teknik bermain dalam posisi semacam itu, selain itu sang cellistt juga masih harus mengatur ulang Cellonya (posisi dawai, garis bass, sound post, bentuk fingerboard, dan bentuk Cello yang tidak simetris)
    • Bidang Keterampilan Cello 278 Bab 23 Ilustrasi 23.1 : Seorang Pemain Cello (Cellist) Posisi jari tangan kiri dalam memegang dawai sangat berpengaruh terhadapa nada yang dihasilkan. Semakin dekat dengan bridge dimana dawai ditekan, maka suara yang dihasilkan juga akan semakin keras, karena panjang dawai yang bergetar menjadi lebih pendek. Pada bagian leher Cello, ibu jari diletakan dibagian belakang ; dalam posisi ibu jari sejajar dengan jari-jari lainnya. Dawai dan ibu jari digunakan untuk menghasilakn nada. Jari-jarinya biasanya memegang Cello dengan posisi melengkung, dengan ujung jari menempel pada dawai. Apabila satu jari diharuskan memainkan dua dawai tau lebih, maka dapat dilakukan dengan menggunakan flat. Dalam permainan yang lebihlambat maupun lebih ekspresif, titik kontak antara
    • Bidang Keterampilan Cello 279 Bab 23 ujung jari dan dawai dapat diubah dari bagian kuku menjadi bagian dalam ujung jari, sehingga mampu menghasilkan vibrato yang lebih baik. 23.1.2. Vibrato Vibrato adalah goyangan kecil dalam sebuah nada, yang dianggap lebih ekspresif. Hal ini dihasilkan dari perputaran lengan bagian atas pada tulang sendi bahu cellistt, yang akan menyalurkan getarannya ke lengan bagian bawah. Titik kontak jari dengan dawai menyerap gerakan ini yangkemudian membuatnya bergetar. Hal ini juga dipengaruh oleh posisi jari yang dapat menghasilkan berbagai nada. Vibrato merupakan sebuah kunci permainan ekspresif, teknik bermain vibrato yang baik merupakan elemen penting dari keterampilan bermain seorang cellistt modern. Dalam beberapa jenis musik, seperti pada era musik romantic, vibrato dapat dimainkan hamper dalam tiap nada. Bagaimanapun, dalam jenis musik lain seperti Barok, vibrato jarang digunakan sebagai ornament. Dalam hal ini, keputusan dalam penggunaan vibrato mengenai seberapa seringnya ia digunakan, sangat tergantung pada cellistt itu sendiri. Semakin rendah suatu titi nada, vibrato yang dihasilkan juga akan semakin panjang dan lambat. 23.1.3. Harmoni Harmony yang diterapkan untuk Cello terbagi dalam dua bagian; alami dan buatan. Harmoni alami dihasilkan dengan hanya sedikit menyentuh (tidak menekan) dawai dengan jari ditempat tertentu, dan kemudian memainkan busur (atau, jarang, menarik dawai). Misalnya, titik tengah dawai akan menghasilkan sebuah harmoni satu oktaf diatas dawai yang tidak ditekan (open string). Harmoni alami hanya menghasilkan nada yang merupakan bagian dari rangkaian harmoni. Harmoni buatan dihasilkan dengan cara meneklan dawai dengan kuat dan menekan dawai yang sama dengan jari yang lain dengan lemah.
    • Bidang Keterampilan Cello 280 Bab 23 Hal ini akan mampu menghasilkan nada diatas C tengah. Hal ini biasa ditampilkan dalam nada sentuh sebuah perfect fourth diatas nada henti, yang akan menghasilkan nada dua oktaf diatas nada henti, walaupun dapat juga dimainkan dengan interval lain. Semua harmoni menghasilkan suara yang menyerupai flute, dan biasanya dimainkan tanpa vibrato. 23.1.4. Glissando Glissando (“meluncur” dalam bahasa Italia) adalah sebuah teknik bermain dengan cara meluncurkan jari keatas atau kebawah tanpa melepaskan dawai. Hal ini akan menghasilkan nada yang naik turun dengan lembut, tanpa nada yang terpisah. Dalam permainan Cello, busur seperti halnya angin dalam alat musik tiup. Hal ini adalah penentu tingkat keekspresifan permainan cellistt. Tangan kanan memegang busur dan mengatur durasi dan karakter nada. Busur ditarik melintasi dawai dengan kasar dengan arah perpendicular dari dawai tersebut. Busur dipegang dengan kelima jari, bagian ibu jari berlawanan dengan jari-jari lainnya dan lebih dekat ke tubuh sang cellistt. Posisi tangan harus santai, dengan posisi jari melengkung termasuk ibu jari. Perpindahan beban dari tangan menuju busur terjadi melalui pronasi (rotasi kedalam) lengan, yang mendorong jari dengan sedikit pergseran jari tengah. Daya balik dihasilkan oleh ibu jari. Jari kelingking membantu dalam mengontrol arah busur terhadap dawai dan sangat penting dalam mengontrol busur dalam posisi lepas dari dawai. Dalam bahasa Inggris, istilah untuk arah busur (atas dan bawah) agak membingungkan. Busur bawah ditarik kearah kanan sang pemain, sedangkan busur atas ditarik kearah kiri. Busur bawah dilakukan dengan menggunakan lengan bagian atas, kemudian dilanjutkan lengan bawah, kemudian pergelangan (berputar sedikit kedalam) dengan tujuan menjaga gesekan agar tetap lurus. Busur atas dilakukan dengan menggerakan lengan bagian bawah, kemudian lengan bagian atas, dan kemudian pergelangan (didorong sedikit keatas). Busur
    • Bidang Keterampilan Cello 281 Bab 23 biasanya dimankan tegak lurus terhadap dawai. Dalam melakukan perpindahan dawai, bagian lengan harus sedikit diturunkan atau dinaikan, dengan sedikit pergerakan pada pergelangan untuk menjaga arahnya. Bagaimanapun, diperlukan fleksibilitas bagian pergelangan dalam perpindahan dari busur atas ke busur bawah dan sebaliknya. Dalam permainan dengan pergerakan busur yang cepat, bagian pergelangan digunakan dalam melakukan pergerakan horizontal. Dalam gesekan yang agak panjang, bagaian lengan dan pergelangan digunakan. Nada dan volume suara sangat tergantung pada beberapa faktor gabungan. Tiga faktor yang paling utama yaitu: kecepatan busur, berat yang diterapkan pada dawai, dan titik kontak antara rambut busur dengan dawai. Seorang pemain yang baik akan mampu memainkan nada-nada yang sulit, dan akan mampu melawan kecenderungan dalam memainkan dengan tenaga penuh pada bagian busur yang paling dekat dengan sambungan, dan tenaga yang lemah pada bagian ujung. Semakin dekat busur dengan bridge, maka suaranyapun akan semakin keras dan jernih, secara ekstrim (sul ponti Cello) akan menghasilkan suara yang metalik dan berkilau. Jika busur lebih dekat dengan fingerboard (sul tasto), suara yang dihasilkan akan terasa lebih halus, lebih mellow, dan kurang tegas. 23.1.5. Double Stop Double stop meliputi permainan dua nada dalam satu waktu. Dua senar ditekan secara simultan, dan kemudian busur digesekkan untuk membuat kedua dawai tersebut menghasilkan suara. Triple stop dan quartle stop juga dapat dimainkan, namun agak sulit mengingat perubahan lekuk pada bridge-nya. Untuk memperdalam teknik ini, Frances-Marie Uitti menemukan sistem busur ganda: satu busur dimainkan di bagian atas dan satu lagi di bagian bawah. Sistem ini membuat triple dan quadruple stop dapat dimainkan.
    • Bidang Keterampilan Cello 282 Bab 23 23.1.6. Pizzicato Dalam permainan pizzicato, dawai langsung ditarik dengan jari atau dengan ibu jari. Biasanya hal ini dilakukan dengan tangan kanan, sementara busur ditarik menjauh dari dawai atau diletakan. Sebuah dawai dapat memainkan pizzicato, dengan double, triple, atau quadruple stop. Terkadang, pemain dapat menggesek sebuah dawai dengan tangan kanan dan secara simultan menarik dawai lainnya dengan tangan kiri. Lambang untuk teknik ini adalah dengan menandai “+” yang ditulis di atas nada. 23.1.7. Col Legno Col legno adalah teknik menggesek dawai Cello dimana pemain tidak dengan rambut busurtetapi menggunakan kayunya. Biasanya ini merupakan sebuah teknik perkusif (yang disebut col legno battuto) dengan nada yang tidak bertahan terlalu lama. Teknik bermain yang lebih aneh adalah col legno trato, dimainkan dengan menarik kayu melintasi dawai seperti halnya rambut busur menggesek dawai. 23.1.8. Spiccato Dalam permainan spiccato, dawai tidak digesek tetapi dipukul, dengan tetap menggunakan pergerakan horizontal, untuk menghasilkan suara yang renyah dan perkusif. Hal ini dapat dilakukan dengan menukikkan pergelangan tangan. Spiccato biasanya diasosiasikan dengan permainan yang lebih hidup. Pada sebuah violin, busurnya dilepaskan dari dawai, sementara dalam Cello busurnya naik dengan cepat tanpa terlepas dari dawai.
    • Bidang Keterampilan Cello 283 Bab 23 23.1.9. Staccato Dalam staccato, pemain sedikit menggesekkan busurnya dan kemudian berhenti, menghasilkan suara yang pendek, dimana kemudian hanya diam. 23.1.10. Legato Legato adalah sebuah teknik dimana nada dengan lembut dihubungkan tanpa penekanan ataupun jeda. 23.2. Penggunaan Cello Cello digunakan dalam berbagai formasi bermusik, mulai dari orkestra, solo, quartet, ensambel, dan musik pop 23.2.1. Orchestra Cello merupakan bagain dari orchestra simfoni standar. Biasanya dalam orchestra dilibatkan delapan sampai dua belas cellist. Posisi duduk para cellist adalah di sebelah kiri (sebelah kanan penonton) bagian depan. Bagaimanapun, beberapa orchestra dan konduktor menukar posisi Cello dengan viola. Kelompok utama, atau cellist di bangku terdepan, menentukan teknik permainan busur dan bermain solo. Para pemain utama selalu duduk lebih dekat dengan penonton. Cello merupakan bagian penting dalam orchestra; semua karya simfoni menggunakan Cello, dan beberapa karya menggunakan Cello soli atau solo. Pada umumnya, cellist menghadirkan bagian harmoni dalam sebuah orchestra. Pada beberapa pertunjukan, Cello juga dapat mengisi melodi untuk beberapa saat sebelum kembali berperan sebagai harmoni. Terdapat juga Cello concerto, dimana dimainkan dalam karya orchestra, dengan solo cellistt diiringi seluruh orchestra.
    • Bidang Keterampilan Cello 284 Bab 23 23.2.2. Solo Terdapat banyak sekali concerto untuk Cello, 25 karya Vivaldi, 3 karya C.P.E. Bach, 2 karya oleh Haydn, 2 karya oleh Saint-Sanes dan sebuah karya oleh Boccherini, Schumann, Dvorak dan Elgar, dimana Cello diiringi seluruh orchestra. Triple concerto karya Beethoven untuk Cello, violin, dan piano ;dan Double concerto karya Brahms untuk Cello dan violin juga merupakan bagian concerto walaupun pada kedua karya tersebut Cello berbagi peran dengan paling tidak satu instrument. Terlebih lagi, para composer telah menghasilkan karya untuk Cello dan orchestra dengan skala besar. Karya-karya tersebut antara lain Strauss’ tone poem Don Quizote, Variasi Tchaikovsky dalam tema Rococo, Schelomo karya Bloch, dan Kol Nidrei karya Bruch. Pada abad 20, jumlah karya untuk Cello terus bertambah. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh seorang cellistt virtuoso bernama Mstislav Rostrpovich yang menginspirasikan, dan menunjukan sejumlah besar karya yang baru. Diantaranya adalah Symphonia Concertante karya Prokofiev, Cello Symphony karya Britten dan concerto karya Shostakovich, Lutoslawski dan Dutilleux telah menjadi lagu wajib dalam pertunjukan orchestra. Sebagai tambahan, Hindemith, Barber, Honegger, Villa-Lobos, Myaskovsky, Walton, Glass, Rodrigo, Arnold, Penderecki dan Ligeti juga menulis concerto untuk cellistt lain (seperti Gregor Piatigorsky, Siegfried Palm dan Julian Lloyd Webber). Banyak pula karya sonata untuk Cello dan piano. Di antaranya yang paling terkenal ditulis oleh Beethoven, Mendelssohn, Chopin, Brahms, Grieg, Rachmaninoff, Debussy, Shostakovich, dan Britten. Akhirnya, ada pula karya tunggal untuk Cello, dengan karya yang paling penting adalah enam suite tunggal untuk Cello karya J.S. Bach (yang dianggap sebagai karya Cello paling penting), Sonata untuk Cello karya Zoltan
    • Bidang Keterampilan Cello 285 Bab 23 Ilustrasi 23.2: Cellistt Julian Lloyd Webber (kiri) dan Mstislav Rostrpovich. Kodaly, dan tiga suite tunggal untuk Cello karya Britten. Karya penting lainnya adalah Trois strophes sur le Nom de sacher karya Dutilleux, Les Mots Sont Alles karya Berio, sonata karya Ligeti dan Carter, Nomos Alpha, dan Kottos karya Xenakis. 23.2.3. Quartet Dan Ensemble Lainnya Cello merupakan bagian string quartet tradisional sebagai mana juga string quintet, sextet atau trios dan campuran ensemble lainnya. Ada juga karya yang ditulis untuk dua, tiga, empat Cello atau lebih ; jenis ensemble ini disebut dengan Cello choir dengan suara yang familiar dari awal sampai overtune Rossini William Tell dan sebagaimana pula dalam Verdi’s Nabucco karya Zaccharias. Sebagai sebuah ensemble, karya yang paling populer adalah Bachianas Brasileiras untuk Cello ensemble karya Villa-Lobos. Contoh lainnya adalah Messagesquisse untuk 7 Cello karya Boulez. Dua belas cellistt dari Berlin Philharmonic Orchestra (The Twelve) mempunyai spesialisai dalam memainkan karya ini dan telah bermain dalam
    • Bidang Keterampilan Cello 286 Bab 23 banyak karya, termasuk dalam proses aransemen lagu-lagu populer. 23.2.4. Musik Pop Dan Jazz Walaupun Cello agak jarang digunakan dalam musik pop dibandingkan dalam musik klasik, Cello juga terkadang ditampilkan dalam proses rekaman musik pop dan rock. Pada tahun 1960, seniman seperti the Beatles dan Cher menggunakan Cello dalam musik pop mereka, dalam lagu seperti “Bang-bang (My Baby Shot Me Down),” “Eleanor Rigby” dan “Strawberry Fields Forever”. Pada tahun 1970, Electric Light Orchestra menikmati kesuksesan yang terinspirasi dari aransemen yang disebut “Beatlesque”, menambahkan Cello (dan violin) dalam unsur rock mereka dan pada tahun 1978 band rock asal Inggris, Coloseum II, berkolaborasi dengan seorang cellistt bernama Julian Lloyd Webber dalam proses rekaman Variations. Kelompok Cello non-tradisional yang telah ada adalah Apocalyptica, sekelompok cellistt dari Finlandia yang dikenal karena versi lagu Metalica mereka, Rasputina, kelompok dengan dua cellistt wanita ini berniat menggabungkan gaya Cello dengan musik Gothic, Von Cello, sebuah trio cellistt beraliran rock, The 440 Alliance, sebuah ensemble dengan melibatkan perkusi dan DJ, Break of reality and Primitivity. Kelompok- kelompok ini adalah contoh sebuah gaya yang disebut Cello rocksilenzium dan VivaCello adalah kelompok cellistt Rusia yang memainkan musik rock dan metal yang semakin terkenal di Siberia. Band yang kemudian juga menggunakan Cello antara lain Aerosmith, Nirvana, Oasis, Murder by Death, dan Cursive. Seniman yang disebut dengan “chamber pop” seperti Kronos quartet dan Margot and the Nuclear So and So’s juga menggunakan Cello dalam musik rock alternative modern akhir- akhir ini. Band heavy metal seperti system of a Down juga banyak menggunakan Cello dalam musiknya. Band rock indie The Stiletto Formal dikenal karena menggunakan Cello sebagai inti permainan musik mereka.
    • Bidang Keterampilan Cello 287 Bab 23 Dalam musik jazz, pemain bass Oscar Pettiford dan harry Babasin adalah seniman yang menggunakan Cello sebagai instrument tunggal; pettiford menyetel instrumennya pada fourth, satu oktaf diatas double bass. Cellistt jazz kontemporer antara lain adalah Abdul Wadud, Diedre Murray, Ron Carter, Dave Holland, David Darling, Akua Dixon, Ernst reijseger, Fred Lonberg-Holm, dan Erik Friedlander. 23.3. Tuntutan Kompetensi 23.3.1. Semester 1 Telah dijelaskan dalam bab kedua bahwa bidang keahlian ketrampilan Cello untuk SMK termuat dalam lima butir Standar Kompetensi beserta rincian Kompetensi dasarnya. Ketrampilan instrumen ini terdapat pada butir kedua yang merupakan penguasaan repertoar Cello Tingkat Dasar 1. Untuk keperluan uji kompetensi siswa disarankan memilih satu lagu yang ditetapkan dalam daftar setiap kelompok repertoar yang telah ditentukan dalam silabus oleh masing-masing sekolah. Repertoar yang dikembangkan untuk materi ajar disarankan mengacu kepada standar kompetensi nasional untuk musik klasik sebagai berikut: Daftar A 1. Anon. French Bourée in C. No.9 From ViolonCello Music for Beginner I, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Hawkes) 2. Neidhart Van Reuethal May Song. No. 1 From ViolonCello Music for Beginner I, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Hawkes) 3. J. S. Bach Minuet in C. Bach for the Cello, trans. Krane (Schirmer/Music Sales) 4. F. Couferin A Trifle (Le Petit-Rien). No. 7 from Easy Classic for Cello, arr. Forbes (O.U.P)
    • Bidang Keterampilan Cello 288 Bab 23 5. Haydn Trio (from Minuet no. 5). Time Pieces for Cello, vol. 1, arr. Black and Harris (Associated Board) 6. L. Mozart Bourlesg. No. 1 from the Notebooks for A.M. Bach and W.A. Mozart, arr. Bartlest (Universal 18650/M.D.S.) Daftar B 1. Carse A Martial Tune: no. 3 from ‘3 short Pieces’ (Stainer & Bell) 2. Katherine and Hugh College Full Moon: from ‘Waggon Wheels’ for Cello and Piano (Boosey & Hawkes) 3. Colin Evans Lazy Days: no. 2 from ‘Cello Tome’ (Novello/Music Sales) 4. Schubert Landler. No.26 from Piece by Piece 1 for Cello and Piano, arr. Nelson (Boosey & Hawkes) 5. Rezó Sugár Old Hungarian Folk Song. No. 27 No. 1 from ViolonCello Music for Beginner I, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Howkes) 6. Tchaikovsky Chanson Russe (Op. 39 no. 12). Time Pieces for Cello, vol. 1, arr. Black and Harris (Associated Board) Daftar C 1. Lajos Áes Bear’s Dance. No. 25 from ViolonCello Music for Beginner I, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Howkes) 2. Sándor Szokolay Sorrowful Song: no. 1 from ‘Small Suite’. No.28/1 from From ViolonCello Music for Beginner I, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Howkes) 3. Alan Bullard Hungarian Dance or Jazz Waltz: from ‘Party Time!’ for Cello and Piano (Associated Board) 4. Paul Harris March of the Stegosaurus. Time Pieces for Cello, vol. 1, arr. Black and Harris (Associated Board)
    • Bidang Keterampilan Cello 289 Bab 23 5. Sheila Nelson Flag Dance or Whirlpool Waltz. No. 17 or no. 23 from Pieces by Piece 1 for Cello and Piano, arr. Nelson (Boosey & Hawkes) 6. Christopher Norton Snooker Table: no. 18 from ‘Microjazz Cello Collection 1’ (Boosey & Hawkes) Tangganada dan Arpeggio: Harus dihapalkan dan dalam kunci nada berikut: G, D mayor (Satu Oktaf: Naik Turun) C mayor (Dua Oktaf Naik Turun) Tangganada: Pada kunci nada di atas dimainkan dari posisi senar yang terbuka (Open String): Dilakukan dengan (i) gesekan terpisah, dan: (ii) dimainkan secara legato, dengan dua nada sekali gesek seperti contoh di bawah ini: Ilustrasi 23.4 Cara memainkan tangganada. Arpeggio: Trisuara (chord) yang umum dari kunci nada tersebut di atas dengan jarak nada (range) yang di tunjukan,dimulai pada posisi senar terbuka dan gesekan yang terpisah dan bahkan juga dengan nada yang terpisah : Ilustrasi 23.5 Bentuk dasar permainan arpegio
    • Bidang Keterampilan Cello 290 Bab 23 Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini. Beberapa nada hiasan,staccato dan legato dapat dimasukan. Test Solfeggio: Ditentukan oleh penguji level kompetensi 23.3.2. Semester 2 Sebagaimana halnya pelatihan semester pertama, pada semester kedua inipun siswa perlu mempersiapkan tiga buah karya yang mewakili masing-masing kelompok repertoire yang telah ditetapkan dalam silabus. Sebagai gambaran tingkat kesulitan yang dituntut, berikut ini merupakan daftar repertoire yang dimaksud. Daftar A 1. Anon. Italian Rant Time Pieces for Cello, vol. 1, arr. Black and Harris (Associated Board) 2. Beethoven Marmotte, Op. 52 no. 7 Time Pieces for Cello, vol. 1, arr. Black and Harris (Associated Board) 3. J. S. Bach March in G. Bach for the Cello, trans. Krane (Schirmer/Music Sales) 4. Handel March from ‘Flavius’. No. 6 from Easy Classic for Cello, arr. Forbes (O.U.P) 5. L. Mozart Schwaben Tanz. No.4 from the Notebooks for A.M. Bach and W.A. Mozart, arr. Bartlest (Universal 18650/M.D.S.) 6. Purcel Come, ye sons of Art. Time Pieces for Cello, vol. 2, arr. Black and Harris (Associated Board) Daftar B 1. Haydn Minuet and Trio. No. 25. from Piece by Piece 1 for Cello and Piano, arr. Nelson (Boosey & Hawkes)
    • Bidang Keterampilan Cello 291 Bab 23 2. Joan Lovell and Peggy Page Carillon no. 27 from ‘Four Strings and a Bow’. Book 1 (Bosworth/Music Sales) 3. Mozart Andante (with repeats) No. 1 from Classical Pieces for the Beginner, vol. 1, arr. Such (Schott 4818/M.D.S.) 4. Mozart Papageno’s Song from ‘The Magic Flute’ Time Pieces for Cello, vol. 2, arr. Black and Harris (Associated Board) 5. Smetana Czech Dance. Time Pieces for Cello, vol. 1, arr. Black and Harris (Associated Board) 6. Weber Walzer. Melodies by Old Masters for Young Cellistt, Vol. 1 arr. Rapp (Schott 2384/M.D.S.) Daftar C 1. Howard Blake Archangel’s Lullaby. First Repertoire for Cello Book 1, arr. Legg and Gout (Faber) 2. Katherine and Hugh College The Ceilidh: no. 21 from ‘Fast Forward’ for Viola (Boosey & Hawkes) 3. Marie Dare Serenade (Schott 10738/M.D.S.) 4. Colin Evans Frog Dance: No. 7 from ‘Cello Time’ (Novello/Music Sales) 5. Sheila Nelson Mango Walk or Roaring Jelly. No. 7 or no. 14 from Pieces by Piece 2 for Cello and Piano, arr. Nelson (Boosey & Hawkes) 6. Elizabeth St. Liz Nocturne for November from ‘A Calendar for Learning’ (Associated Board) Di samping repertoar, siswa semester kedua dituntut untuk menguasai bahan-bahan teknik yang meliputi tangganada, arpegio Tangganada dan arpegio harus dibawakan dengan hapal. Aspek tersebut dimainkan dalam kunci nada minor melodik atau
    • Bidang Keterampilan Cello 292 Bab 23 harmonik, tergantung pilihan peserta uji kompetensi, yaitu dari nada dasar: F, A, Bes mayor dan D minor (Satu Oktaf Naik Turun), kemudian tangganada C dan G mayor (Dua Oktaf Naik Turun). Tangganada dibawakan dengan gesekan terpisah, dimainkan secara legato dengan dua nada sekali gesek. Ilustrasi 23.6.: Ritmis yang gunakan tangganada. Primavista: Memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana, dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini.Beberapa nada hiasan,staccato dan legato dapat dimasukan. 23.3.3. Semester 3 Siswa memilih sendiri atau dengan bantuan guru bahan ujiannya, masing-masing dari kelompok daftar repertoar yang disediakan. Berikut ini adalah daftar repertoar yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut pada level ini. Daftar A 1. Carissimi Vittoria! No.9 Classical and Romantic Pieces for Cello, arr. Forbes (O.U.P.) 2. Purcell Rondeau from ‘The Fairy Queen’. No. 3 Classical and Romantic Pieces for Cello, arr. Forbes (O.U.P.) 3. Galliard Hornpipe a l’Inglese First Repertoire for Cello Book 2, arr. Legg and Gout (Faber) 4. Lully Gavotte and Mousette First Repertoire for Cello Book 1, arr. Legg and Gout (Faber) 5. Muffat Bourrée (I and II) No. 16 From ViolonCello Music for Beginner 2, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Howkes)
    • Bidang Keterampilan Cello 293 Bab 23 6. Telemann Gavotta. Melodies by Old Masters for Young Cellistt, vol. 1, arr. Rapp (Schott 2384/M.D.S.) Daftar B 1. Borodin Polovstian Dance First Repertoire for Cello Book 2, arr. Legg and Gout (Faber) 2. Alan Gout Barcarolle. First Repertoire for Cello Book 1, arr. Legg and Gout (Faber) 3. Grieg Solveig’s Song from ‘Peer Gynt’ Time Pieces for Cello, vol. 2, arr. Black and Harris (Associated Board) 4. Schubert 2 German Dances Time Pieces for Cello, vol. 2, arr. Black and Harris (Associated Board) 5. Steibelt Un Ballo. Melodies by Old Masters for Young Cellistt, Vol. 1 arr. Rapp (Schott 2384/M.D.S.) 6. Arnold Trowel Menuet (end Trio) no. 4 from ’12 Morceaux Faciles’, Op. 4, Book 2 (Schott 11211/M.D.S.) Daftar C 1. Howard Blake Walking in the Air: no. 2 from ‘Snowman Suite’ for Cello (Faber) 2. Katherine and Hugh College Cossacks or Stiffkey Blues: no.13 or no. 15 from ‘Shooting Stars’ for Cello and Piano (Boosey & Hawkes) 3. Grechaninov The Joker: no. 3 from ‘Early Morning’, Op. 126b (Schott 2143/M.D.S.) 4. Kabalevsky Gallop Time Pieces for Cello, vol. 2, arr. Black and Harris (Associated Board) 5. Satie Chez le docteur Time Pieces for Cello, vol. 2, arr. Black and Harris (Associated Board) 6. Pamela Wedgwood Build that Wall or Pandora’s Box: no. 1 or no. 4 from ‘Up-Grade! Cello Grades 3-4’ (Faber)
    • Bidang Keterampilan Cello 294 Bab 23 Tangganada dan Arpeggio: Harus dihapalkan Tangganada: dalam kunci-kunci nada berikut (dalam bentuk minor melodik atau harmonik tergantung pilihan peserta uji kompetensi): A, Bes mayor; C, G minor (Satu Oktaf Naik Turun); C, D, F, G majors; D minor (Dua Oktaf Naik Turun). Mainkan dengan melakukan gesekan terpisah, dan legato dengan dua nada dalam sekali gesek. Arpeggio: akor-akor yang umum dengan mengikuti kunci berikut: F, A, Bes mayor; C, G, D minor (Dua Oktaf Naik Turun); C, D, G mayor (Dua Oktaf Naik Turun). Lakukan dengan: (i) gesekan terpisah, setiap nadanya dan (ii) mainkan secara legato, dengan tiga nada sekali gesek. Ilustrasi 23.7 Arpegio dengan tiga nada dalam sekali gesekan Dominan Tujuh: Pada kunci nada F, C dan G (dimulai pada senar terbuka C, G, dan D dan kembali ke tonika(Satu Oktaf): dimainkan secara terpisah setiap not nya. Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini. 23.3.4. Semester 4 Peserta ujian kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini. Daftar A 1. Boyce Minuet (from Concerto Grosso in B minor). Time Pieces for Cello, vol. 3, arr. Black and Harris (Associated Board)
    • Bidang Keterampilan Cello 295 Bab 23 2. Cirri Sonata no. 3 in F 1st movt, Allegro (Heinrichshofen N1283a/Peters) 3. De Fesch Sonata in C, Op. 8 no. 4: 3rd movt, Minuetto. De Fesch 6 Sonatas, Op. 8 (Peters p-4989) 4. B. MarCello Sonata in G, Op. 2 no. 6: 4th movt, Allegro (Peters p-4989) 5. Faxton Allegro moderato (from Sonata in G Op. 3 no. 5) (Schott N051/M.D.S.) 6. Torelli Sonata in G: 4th movt, Allegro (Bärenreiter HM 69) Daftar B 1. Margery Dawe The Gipsy Fiddler: no.44 from ‘New Road to String Playing’ for Cello, Book 3 (Cramer: piano accomp., published Separately) 2. Dvořák Lento (2nd movt from ‘American’ Quartet’) First Repertoire for Cello Book 3, arr. Legg and Gout (Faber) 3. Weissenborn Humoreske, Op. 9 First Repertoire for Cello Book 3, arr. Legg and Gout (Faber) 4. Katherine Lovell Summer Song (no. 3 of ‘3 summer Sketches’) (Braydeston Press/William Elkin) 5. Squire L’Innocence: no.5 from ‘Petits Morceaux’, Op. 16 (Stainer & Bell) 6. Tchaikovsky Hamoreske. Time Pieces for Cello, vol. 3, arr. Black and Harris (Associated Board) Daftar C 1. John Graves It is Market day in the Square: 3rd movt from ‘Cathedral City’ (Schott 11211/M.D.S.)
    • Bidang Keterampilan Cello 296 Bab 23 2. C.K. Harris After the Ball is Over. First Repertoire for Cello Book 2, arr. Legg and Gout (Faber) 3. Paul Harris Black and White Blues. Time Pieces for Cello, vol. 3, arr. Black and Harris (Associated Board) 4. Christopher Le Fleming Air: From ‘Air and Dance’ (Chester/Music Sales) 5. Squire 12 Easy Exercises for Cello, Op. 18: no. 3 in F (Stainer & Bell) 7. Pamela Wedgwood Ho Down-Show Down: No. 4 from ‘Jazzin’ About‘ for Cello (Faber) Tangganada dan Arpeggio: Harus dihapalkan dan dalam kunci nada berikut: Es, F, G, A, Bes mayor; C, D, G minor (Satu Oktaf Naik Turun) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi. Mainkan dengan gesekan terpisah dan empat nada sekali gesek seperti contoh di bawah Ilustrasi 23.8.: Sistem bowing untuk tangganada G. Tangganada Kromatik: Dimulai pada posisi senar yang terbuka (open string) C, G, dan D (Satu Oktaf Naik Turun):digesek secara terpisah terpisah,setiap not nya Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada di atas dimainkan dengan gesekan terpisah pada setiap not nya, dimainkan secara legato, dengan tiga nada sekali gesek. Dominan Tujuh: Pada kunci nada G and D (dimulai dengan jari pertama pada nada D dan A dan kembali ke tonika(Satu Oktaf ):
    • Bidang Keterampilan Cello 297 Bab 23 Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana, dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang disyaratkan pada level kompetensi ini. 23.3.5. Semester 5 Ketika duduk di semester kelima, level ketrampilan siswa Cello ialah sejajar dengan tingkat menengah 5. Setiap peserta uji kompetensi disarankan memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini. Daftar A 1. Beethoven Sonatina in D minor (WoO 43/I) (Peters P-4221) 2. Bréval Sonata in C (from Op. 42): 1st movt, Allegro (Schott CB 21/M.D.S.) 3. Chinzer Sonata in G minor, Op. 1 no. 64: 2nd movt, Allegro. 3 Eighteenth-Century Sonatas for Cello (Faber) 4. Haydn Scherzando (from Hob. XI/70). Cello Meets piano I (Könemann Music/Kevin Mayhew) 5. Passionei Sonata in C (from Op. 1): 2nd movt. Allegro. Cello Meets piano II (Könemann Music/Kevin Mayhew) 6. Pergolesi Nina (from Tre Giorni’). No. 11 from ViolonCello Music for Beginners 3, ed. Lengyel Pejtsik (editio Musica/Boosey & Howkes) Daftar B 1. Dvořák Allegro appassionato, Op. 75 no. 3 Cello Meets Piano II (Könemann Music/Kevin Mayhew) 2. Tchaikovsky Chanson triste, Op. 40 no.2 Cello Meets Piano II (Könemann Music/Kevin Mayhew)
    • Bidang Keterampilan Cello 298 Bab 23 3. J. Klengel Sonatine in C minor, Op. 48 no.1 2nd movt, Sarabande (Breitkopf & Härtel 4495) 4. Massenet Mélodic (--Élégie de Erinnyes), Op.10 no.5. Salonstüke for Cello, Vol. I (Kunzelmann GM 1603a/Peters) or separately (Jobert/U.M.P.) 5. Nölck Marionetten-Walzer or Legende: no.2 or no.4 from ’10 Pieces’. Op.116 (Schott 984/M.D.S.) 6. Schubert Grätzer Galopp, D.925. Cello Meets Piano I (Könemann Music/Kevin Mayhew) Daftar C 1. Bridge Meditation (Stainer & Bell) 2. Alan Gout Strutting over the strings. Learning the Tenor Clef, arr. Legg and Gout (Faber) 3. G. Jacob Robot’s March. The Contemporary Cellistt, Book 2 (Associated Board) 4. Janáček 3 Moravian Folk Song: Complete. Amazing Solos for Cello, arr. Harrison (Boosey & Hawkes) 5. S. Lee 12 Melodic Studies Op. 113: no. 5 in D minor (Schott 969/M.D.S) 6. Pamela Wedgwood 2010: no.8 from ’Up-Grade! Cello Grades 3-4’ (Faber) Tangganada Dan Arpeggio: Harus dihapalkan dan dalam kunci nada berikut: Es, F, As, A, Bes mayor; C, D, G, A minor (Dua Oktaf Naik Turun); C mayor (Tangganada tiga oktaf , Arpeggio: Dua oktaf) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi: (i) Gesekan terpisah, setiap nadanya, (ii) Dimainkan secara legato, dengan dua nada sekali gesek.
    • Bidang Keterampilan Cello 299 Bab 23 Tangganada Kromatik: Dimulai dari C, C# dan D (dua oktaf): (i) gesekan terpisah, setiap not nya; (ii) Dimainkan secara legato, dengan empat atau enam nada sekali gesek tergantung pilihan peserta uji kompetensi Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas (hanya dua oktaf): (i) gesekan terpisah, setiap nadanya, (ii) Dimainkan secara legato, dengan tiga nada sekali gesek . Dominan Tujuh: Pada kunci F dan G (dimulai dari C dan D dan tonik) (dua oktaf): (i) gesekan terpisah, setiap nadanya, (ii) Dimainkan secara legato, dengan tiga nada sekali gesek. Diminis Tujuh: Dimulai dari D (satu oktaf ):digesek secara terpisah,setiap nadanya seperti contoh pada dibawah ini Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini. 23.4. Tuntutan Kompetensi Jika konten SK/KD tersebut dirangkum, maka di samping mampu memainkan repertoar standar untuk Cello, ialah hanya penguasaan 7 buah tanda kunci (key signature) mayor dan tiga buah tanda kunci minor. Pada Standar Kompetensi, kunci mayor meliputi tanda mula berkres yaitu G, D, dan A, dan tanda mula bermol yaitu F, Bb, Eb, dan Ab; sedangkan tanda kunci minor terdiri dari tiga kunci bermol yaitu D minor, C minor, dan G minor.Sebelum membahas materi tersebut secara lebih detail, akan dibahas terlebih dahulu latar belakang pengetahuan mengenai Cello.
    • Bidang Keterampilan Cello 300 Bab 23 KUNCI KD SK Tangga MAYOR MINOR Arp Prv D7 Krom Dim7 nada 2 G, D - √ √ √ - - - 3 F, A, Bb D √ √ √ - - - 4 ,, C, G √ √ √ √ - - 5 Es ,, √ √ √ √ √ 6 Ab ,, √ √ √ √ √ √ Ilustrasi 23.9. Konten muatan teknis Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar instrumen Cello Latihan-latihan KD 2.1.: Memainkan tangganada: G mayor (1 oktaf/ naik-turun) D mayor (1 oktaf/ naik-turun) C mayor (2 oktaf) KD 2.2. Memainkan arpegio G mayor C mayor
    • Bidang Keterampilan Cello 301 Bab 23 KD 3.1. Memainkan tangganada A mayor F mayor Bes mayor D minor (harmonis) D minor (melodis) KD 3.2. Memainkan arpegio F mayor
    • Bidang Keterampilan Cello 302 Bab 23 A mayor Bes mayor D minor KD 4.1. Memainkan tangganada C minor harmonis C minor melodis G minor harmonis G minor melodis KD 4.1. Memainkan arpegio C minor
    • Bidang Keterampilan Cello 303 Bab 23 G minor KD 5.1. Memainkan tangganada Es mayor KD 5.2. Memainkan tangganada kromatik Kromatis (C) KD 5.3. Memainkan arpegio Es mayor KD 5.5. Memainkan dominan tujuh C Dominan 7
    • Bidang Keterampilan Cello 304 Bab 23 KD 6.1. Memainkan tangganada As mayor KD 6.2. Memainkan tangganada kromatik As kromatis KD 6.3. Memainkan arpegio As mayor KD 6.4.Memainkan dominan tujuh Es dominan tujuh KD 6.5. Memainkan diminis tujuh E diminis tujuh
    • BAB 24 SEKSI PERKUSI R itme adalah jantung dari musik sehingga jika sebuah melodi tidak memiliki pola ritme yang jelas akan terkesan mengam- bang. Hal tersebut perlu diperhatikan, baik oleh komposer maupun para pemain. Dalam menulis komposisi, seorang komposer perlu menetapkan penataan ritme macam apa yang akan diterapkan agar musiknya terdengar berkarakter. Bagi pemain, sebagai seorang interpreter, perlu mengekspresikan aspek-aspek ritmis yang dituntut oleh komposer. Sebuah permainan instrumen yang tidak memperhatikan hal tersebut akan menghasilkan musik yang tidak jelas. 24.1. Peran dan Fungsi Perkusi dalam Orkestrta Salah satu instrumen dalam orkestra yang memiliki spesialisasi di bidang ritmis ialah seksi perkusi. Namun berbeda dengan musik populer yang pola ritmenya secara berkesinam- bungan berbunyi terus guna menjaga tempo permainan ensambel, dalam orkestra klasik perkusi digunakan untuk keperluan artistik. Peranan perkusi dalam orkestra adalah untuk memberikan efek- efek khusus pada bagian tertentu sebah orkestra. Seksi perkusi terdiri dari berbagai instrumen yang dibuat untuk mengeluarkan bunyi dengan cara dipukul atau digoyangkan. Beberapa perkusi dibuat secara khusus dari metal atau kayu. Di samping itu, instrumen-instrumen seperti drum misalnya, getarannya dihasilkan dengan memukul lembaran kulit yang direntangkan. Seksi perkusi dalam orkestra kadang-kadang dianggap sebagai “baterei”-nya orkestra. Anggota instrumen ini memberikan penekanan-penekanan pada ritme, membangkitkan kepuasan dalam saat-saat yang memuncak, dan menanamkan cipratan-cipratan ke dalam bunyi orkestra. Hal tersebut seperti
    • 306 Seksi Perkusi Bab 24 halnya sambal atau bumbu dalam masakan yang paling efektif jika dimakan bersama-sama. 24.2. Klasifikasi Seksi Perkusi Instrumen perkusi dapat digolongkan kepada dua kategori, yaitu yang memiliki titinada yang pasti dan yang tidak pasti. Termasuk jenis yang pertama ialah kettledrums, atau timpani, yang terdiri dari dua atau tiga per set. Bunyi timpani dihasilkan oleh pukulan tongkat pada lembaran bahan semacam kulit, yang direntangkan pada suatu ring metal di bibir atas mangkok besar. 24.2.1. Timpani Instrumen ini memiliki skrup-sekrup atau sebuah mekanisme pedal yang memungkinkan pemain untuk mengubah tegangan kepala colfskin, baik untuk mengendorkan atau mengencangkannya guna menghasilkan nada yang tinggi atau rendah. Instrumen ini termasuk wajib dikuasai oleh seorang pemain perkusi orkestra. Ilustrasi 24.1.: Timpani Ukuran Timpani terbesar memiliki diameter 84 cm sedangkan untuk yang terkecil adalah 30 cm. Timpani yang berukuran besar dapat memproduksi nada C yang berada di bawah kunci G pada paranada berkunci F, sedangkan timpani piccolo dapat memproduksi nada hingga parandada berkunci G.
    • Seksi Perkusi 307 Bab 24 Pada karya Darrius Milhaud (1923), skor balet La création du monde pemain timpani harus memainkan nada Fis di bawah kunci G. Ilustrasi 24.2.: Sticks dan mallets Ilustrasi 24.3.: Perangkat lengkap Timpani
    • 308 Seksi Perkusi Bab 24 Ilustrasi 24.4.: Timpani dari arah belakang kursi pemain 24.2.2. Perkusi tak Bernada Di antara instrumen perkusi yang tidak bernada ialah bass drum; the side drum; the tenor drum; tamborine dan castanets; the triangle, cymbals, dan gong. Ilustrasi 24.5. : Bass Drum
    • Seksi Perkusi 309 Bab 24 Keluarga instrumen drum atau drum set dimainkan dengan cara memukulkan satu atau dua buah tongkat pada membran yang direntangkan pada satu atau kedua ujung kelongsong. Sebagaimana keluarga seksi instrumen lain, drum juga memilki instrumen bas yaitu bass drum. Ilustrasi 24.6: Keluarga drum set. Di samping keluarga drum ada alat musik tak bernada lain yang mirip drum, semacam rebana, namun berukuran kecil dan lebih tipis. Di seputar papan samping kelongsongnya terdapat beberapa pasang piringan kecil yang dicantolkan secara longgar sehingga jika digerakan akan terdengar bunyi gemerincing. Alat tak bernada lain, yang sama sekali berbeda dengan keluarga drum ialah castanet. Instrumen ini terdiri dari dua piringan cembung dari lempengan kayu yang dihubungkan oleh seutas tali yang dicantolkan pada salah satu jari dan jika telapak tangan ditutup maka kedua piringan tersebut akan berbunyi menyerupai langkah kuda. Kadang-kadang instrumen ini dimainkan dengan cara bertepuk tangan.
    • 310 Seksi Perkusi Bab 24 Ilusrasi 24.7.: Tamburin dan Kastanet Secara tradisional, instrumen ini digunakan dalam seni pertunjukan Spanyol yang disebut Flamenco. Flamenco adalah kombinasi dari tiga jenis seni pertun jukan yaitu tarian, permainan gitar, dan nyanyian khas Spanyol. Dalam orkestra instrumen ini digunakan dalam karya-karya bernuansa nasional Spanyol seperti pada karya-karya Manuel de Falla. Ilustrasi 24.8.: Perkusi dengan efek hentakan berdesing Jenis perkusi tak bernada yang menghasilkan bunyi nyaring dan mendesing ialah triangle, Cymbals dan Gong. Di antaranya yang terjelas ketajaman bunyinya ialah Triangle. Instrumen ini biasanya digunakan untuk memainkan pola-pola ritmikyang konstant yang kadang-kadang secara insidental bersama instruimen lain untuk efek-efek tertentu. Cymbals yang terdiri dari sepasang piringan logam yang besar, bunyinya lebih
    • Seksi Perkusi 311 Bab 24 tumpul dari triangle namun memiliki efek hentakan dan pantulan desing yang lebih kuat dan memancar. Sementara itu, gong memiliki hentakan dengung dan desing lebih kuat, pancaran gelombang yang pecah, dan yang jelas mengejutkan. 24.2.3. Perkusi yang Bernada Perkusi yang bernada umumnya memiliki bilah-bilah yang tersusun sesuai dengan prinsip keyboard. Sehubungan dengan itu beberapa dari jenis ini dapat memainkan melodi- melodi standar, nada-nada interval harmonis yang dibunyikan secara serentak. Bunyi dihasilkan dengan cara memukulkan tongkat pad abilah-bilah yang tersedia. Ilustrasi 24.9. : Marimba Marimba memiliki dua deret bilah-bilah yang berukuran paling besar dibandingkan dengan instrumen lain dari jenis ini. Deret bilah yang letaknya dekat dengan pemain terletak lebih rendah dari deret yang lainnya. Deret bawah bernada diatonis sementara deret atasnya adalah untuk nada-nada kromatis seperti tuts hitam pada piano (lihat gambar di atas). Sementara bilah-bilah marimba terbuat dari kayu pilihan, billah-bilah instrumen lain
    • 312 Seksi Perkusi Bab 24 yang mengacu ke keyboard piano, terbuat dari logam. Di antaranya yang paling sederhana ialah Glockenspiel: Ilustrasi 24.10.: Perkusi bernada paling sederhana Instrumen ini dimainkan dalam posisi tegak sehingga bilah-bilahnya cenderung menyamping, sambil dipegang bagian belakangnya oleh tangan kiri. Sementara itu tangan kanan memegang tongkat dan dipukulkan pada bilah-bilah tersebut untuk memproduksi nada-nada. Instrumen ini merupakan salah satu instrumen pelengkap marching band. Ilustrasi 24.11: Xylophone
    • Seksi Perkusi 313 Bab 24 Ilustrasi 24.12: Vibraphone Bilah Xylophone terbuat dari logam. Bunyi marimba berupa dentuman yang dalam dan bulat sedangkan Xylophon berdenting tajam. Instrumen yang berada di tengah-tengah antara marimba dan xylophone ialah vibraphone. Ketika dibunyikan timbul suara yang bergelombang. Instrumen ini memilki pedal seperti pada piano
    • BAB 25 SEKSI TIUP P ada bab ini akan dibahas seksi tiup kayu dan seksi tiup logam. Pembahasan mengandung misi ntuk meningkatkan apresiasi pembaca terhadap instrumen-instrumen orkestra. Khusus untuk tiup logam, trompet dan trombone tidak disertakan karena akan dibahas dalam bab tersendiri. 25.1. Seksi Tiup Kayu Dalam orkestra terdapat dua jenis instrumen tiup yaitu tiup kayu dan tiup logam. Instrumen pokok kelompok tiup kayu ialah Flute, Oboe, Klarinet, dan Bassoon. 25.1.1. Flute Flute berbentuk silinder yang panjangnya dua kaki, kedua lobang pipa di kedua ujungnya tertutup. Selama Abad Pertengahan, flute selalu dihubungkan dengan musik kemiliteran. Pada tahun 1600an flute menjadi instrument yang penting bagi opera dan orkestra. Flute yang dima inkan pada masa sekarang ini didesain oleh Theobald Boehm pada tahun 1830an. Sebelum masa ini, flute dibuat dari kayu. Seperti halnya semua alat musik tiup kayu, flute mempunyai sejumlah lubang dan klep. Secara sederhana range atau jangkauan wilayah nada instrumen Flute adalah dari nada d1 (baca:d satu) sampai c3 (baca:c tiga). Berdasarkan sistem penulisan (notasi musik) musik umum, wilayah jangkauan nada instrumen flute ini dapat digambarkan sebagai berikut. Ilustrasi 25.1 Wilayah Nada Instrumen Flute
    • Seksi Tiup 316 Bab 25 Flute memiliki satu keluarga yang terdiri dari beberapa jenis flute lain yaitu Transverse Flute yang ditiup menyamping. Alat musik ini memiliki bentuk yang lebih sederhana daripada flute modern dan hanya memiliki enam lubang seperti Recorder, digunakan pada abad ke-16. Anggota keluarga flute yang kedua ialah Picolo, yaitu flute kecil yang memiliki tingkatan nada satu oktaf lebih tinggi dari flute konser. Bunyi picolo benar-benar cemerlang, tajam dan me- nusuk. Ilustrasi 25.2.: Flute Flute konser yang digunakan dalam orkestra saat ini berasal dari flute Jerman abad ke-19, yaitu transverse flute yang salah satu ujungnya tertutup. Flute ini memiliki lobang-lobang jari yang lebih besar daripada pendahulunya di jaman Barok, dengan tujuan memperoleh jangkauan dinamik yang lebih meningkat. Bebagai variasi kombinasi dalam menutup atau membuka logam dapat menghasilkan nada-nada berbeda dalam jangkauan permainan instrumen ini. Produksi nada tergantung dari bagaimana jari-jari menutup dan membuka lobang.
    • Seksi Tiup 317 Bab 25 25.1.2. Oboe Oboe adalah sebuah instrumen reed ganda yang panjangnya kira-kira dua kaki. Reed ganda terdiri dari dua strip atau keping kecil Ilustrasi 25.3. : Oboe
    • Seksi Tiup 318 Bab 25 dari kayu yang digabungkan dengan diikat dan ditancapkan pada kayu silinder. Produksi suara dihasilkan dengan cara meniupkan tekanan angin di antara dua keping reed tersebut, menyebabkan keluarnya getaran suara yang kemudian diolah dalam tabung oboe. Oboe d’amor adalah sejenis oboe mezzo soprano yang titi nadanya terts minor lebih rendah dan merupakan instrumen transposisi dalam A atau Oboe in A. Bach menggunakan oboe ini dalam Christmas Oratorio. Cor anglais adalah oboe alto yang titi nadanya satu kwint murni lebih rendah tapi kurang/turun satu semi tone. Cor anglais adalah instrumen transposisi dalam F. Partnya tertulis satu kwint lebih rendah dari kenyataan bunyinya. Dalam Symphony in D minor karya Cesar Frank, cor anglaise yang secara literar berarti English horn, digunakan pada bagian lambat. Contoh lain ialah pada bagian kedua Concierto de Aranjuez untuk gitar dan orkestra karya Joaquin Rodrigo. Bass Oboe, berbunyi satu oktaf lebih rendah dari instrumen pada umumnya. Instrumrn ini digunakan di bawah nama Heckelphon, dalam opera Salome karya Richard Strauss. Oboe dulu digunakan pada pengadilan Louis XIV. Instrumen ini mengeluarkan nada yang menyedihkan tetapi juga menyampai-kan warna suara yang lebih membuat semangat. Oboe hampir sama seperti clarinet tetapi mempunyai “reed” yang lebih kecil. Instrumen ini mempunyai lubang dan tuts yang digunakan untuk menciptakan nada-nada yang berbeda. Suara dari oboe diproduksi ketika pemain meniupkan udara ke dalam pembukaan “reed” kecil tersebut. Jangkauan wilayah nada pada instrumen Oboe in Bes adalah dari nada b (baca: b kecil) sampai g2 (baca: g dua) Ilustrasi 25.4.: Wilayah Nada Instrumen Oboe
    • Seksi Tiup 319 Bab 25 Ilustrasi 25.5: Bagian-bagian Cor Anglais
    • Seksi Tiup 320 Bab 25 25.1. 3. Clarinet Suatu orkestra biasanya mempunyai 2 atau 3 clarinet. Instrument ini merupakan alat musik yang penting dalam suatu orkestra, clarinet merupakan benda yang penting dalam kelompok alat musik tiup seperti halnya biola dalam kelompok alat musik dawai. Instrument ini dikembangkan oleh seorang pembuat instrument asal Jerman, J.C Denner. Seperti halnya semua alat musik tiup (kecuali flute), clarinet mempunyai sebuah “reed” pada bagian mulutnya. Reed adalah pada bagian bawah mouthpiece, menekan pada bibir bawah pemain, sedang gigi atas secara normal bersinggungan dengan bagian atas mouthpiece (beberapa pemain menggulung bibir atas di bawah gigi atas untuk membentuk apa yang disebut ‘double-lip’ embouchure). Ilustrasi 25.6 : Clarinet dan Bagian-bagiannya
    • Seksi Tiup 321 Bab 25 Klarinet adalah jenis tiup kayu dengan reed tunggal (single reed). Berbentuk tabung silinder dengan mouthpiece pada satu ujungnya dan bell (corong) di ujung yang lain. Reed ditempelkan pada mouthpiece dengan sebuah balut metal yang melengkung. Tabung klarinet memiliki lobang-lobang dan kunci-kunci dalam bentuk klep yang memungkinkan klarinet untuk memainkan nada-nada kromatis. Klarinet adalah instrumen transposisi, yaitu bahwa pitch yang dihasilkan berbeda dengan yang ditulis. Sehubungan dengan itu ada empat macam klarinet yaitu Clarinet in Bes, Clarinet in A, Clarinet in Es, dan Clarinet Bas in Bes. Ilustrasi 25.7: Wilayah Nada Instrumen Klarinet in Bes Clarinet in A memiliki ukuran yang agak lebih besar dibanding Clarinet in Bes namun ditala satu satu setengah laras lebih rendah. Instrumen ini kadang-kadang digunakan sebagai pengganti Clarinet in Bes karena dimainkan lebih mudah melalui klep-klep tertentu. Clarinet in Es berbunyi satu kwint lebih rendah dari Clarinet in Bes. Clarinet bas in Bes berbunyi satu oktaf di bawah Clartinet in Bes. Karinet berkembang dari jenis alat musik Barok yang disebut Chalumeau. Alat musik ini sama seperti sebuah alat perekam, tapi dengan tempat mulut satu, sama seperti klarinet modern dan cylindrical bore yang kunci nadanya kurang, ini dimainkan dengan nada dasar dengan tingkat nada yang terbatas satu dan setengah oktaf. Klarinet ini mempunyai lubang jari delapan, seperti alat perekam, ditambah dengan dua kunci nada yang paling tinggi.
    • Seksi Tiup 322 Bab 25 Ilustrasi 25.8.: Macam-maca Clarinet Sekitar abad ke 18 chalumeau dimodifikasi dengan merubah satu dari kunci nadanya dengan kunci nada yang dihasilkan dari klarinet pertama. Perkembangan ini biasanya dilambangkan dengan pembuat alat musik dari German yang bernama Johann Cristoph Denner - walaupun beberapa di antarnya tidak disetujui oleh anak lelakinya - sebagai penemunya. Alat musik ini dimainkan dengan baik di tengah daftar jenis musik dengan nada tinggi, nada melengking, oleh karenanya dinamai klaritano yang berarti ‘’ terumpet kecil’’( dari klarino + etto). Klarinet pertama tidak dimainkan dengan baik dengan nada yang rendah, sehingga pembuatan chalumeaux diteruskan untuk dimainkan dengan nada rendah dan nada-nada tersebut menjadi dikenal dengan nada chalumeau. Karena klarinet berkembang, pemakaian chalumeau jadi jarang. Klarinet asli Denner mempunyai dua kunci nada, dan bisa dimainkan dengan skala tautan nada, tapi berbagai pembuat menambahkan kunci nada lebih untuk menambah nada-nadanya, memudahkan memetiknya, dan tingkatannya lebih luas dan
    • Seksi Tiup 323 Bab 25 ringan. Klarinet klasik dari hari Mozart mempunyai lubang jari delapan dan lima kunci nada. Klarinet akan segera diterima dalam kelompok orkestra. Nantinya model dari klarinet mempunyai nada yang lebih melo dari pada aslinya. Mozart (d.1791) seperti bunyi dari klarinet (nadanya diputuskan untuk menyerupai bunyi manusia) dan menulis banyak buku musik untuk klarinet, dan sampai pada waktu Beethoven (c.1800-1820), klarinet distandarkan dimainkan pada orkestra. Perkembangan utama dari sejarah klarinet adalah dengan penemuan dari bloknot modern. Klarinet pertama mencakup lubang nada dari bloknot. Karena bocornya udara, beberapa bloknot harus dimainkan secara minimal, sehingga terkadang klarinet dibatasi pada beberapa nada harus dimainkan dengan baik. Pada tahun 1812, Ivan Mueller, pemain klarinet dan penemu keturunan Rusia, mengembangkan model dari bloknot yang baru yang ditutupi dengan kulit atau kandung kemih ikan. Hasilnya, klarinet yang ditemukannya kedap udara sehingga beberapa kunci nada bisa ditinggikan secara maksimal. Dia mendesain jenis baru dari klarinet dengan tujuh lubang jari dan tiga belas kunci. Ini memungkinkan klarinet dimainkan dengan beberapa kunci dengan tingkat kemudahan yang sama. Setelah abad ke 19, ada banyak perubahan yang dibuat untuk klarinet Mueller, seperti system Albert dan system Baermann, semuanya tetap ada model dasarnya. Klarinet Mueller dan sebangsanya sangat terkenal di dunia. Perkembangan terakhir di era modern didesain dari klarinet yang sekarang banyak dipakai di seluruh dunia yang di- perkenalkan oleh Hyacinthe Klose pada tahun 1839. Dia melengkapinya dengan mengaransemen kunci nadanya sendiri dan dengan lubang jari yang penggunaanya lebih mudah. Hal ini terinispirasi oleh system Boelum yang dikembangkan oleh Boehm yang diberi nama dengan namanya sendiri untuk klarinet dengan sebutan system Boelum, meskipun ini berbeda dari yang digunakan pada seruling. System baru ini lambat untuk dipahami sehingga pemain harus belajar kembali bagaimana menggunakan alat musik ini. Untuk mempermudah perubahan ini, Klose
    • Seksi Tiup 324 Bab 25 menulis beberapa latihan untuk penggunaan klarinet, yang didesain untuk mengajarkan cara menggunakan klarinet dengan jari. Meskipun secara sedikit demi sedikit, ini menjadi patokan dan sekarang system Boehm digunakan di mana-mana di seluruh dunia kecuali di German dan Austria. Negara-negara tersebut masih menggunakan sebangsa Klarinet Mueller yang dikenal dengan klarinet system Oehler. Juga, beberapa pemain sementara Dixieland dan klezmer yang terus menggunakan klarinet sistem Albert, karena sistem penggunaan jarinya lebih mudah sehingga mempermudah memproduksi nadanya. 25.1.4.. Bassoson Bassoon merupakan instrument musik kayu bersuara bass. Instrument ini dikenali dari dua pipa terpisah yang terhubung pada ujungnya oleh pipa-U. Bassoon pada masa terdahulu mempunyai dua tuts tetapi bassoon yang digunakan pada orkestra sekarang mempunyai empat tuts. Bassoon sering digunakan untuk menciptakan nada yang serius atau tenang tetapi juga dapat menciptakan nada-nada yang konyol ketika memainkan staccato. Wilayah nada pada instrumen Bassoon adalah dari nada Bes1 (baca:Bes kontra) sampai e1 (baca:e satu). Ilustrasi 25.9.: Wilayah Nada Instrumen Bassoon
    • Seksi Tiup 325 Bab 25 Ilustrasi 25.10.: Bagian-bagian Bassoon
    • Seksi Tiup 326 Bab 25 25.2. Seksi Tiup Logam Kelompok tiup logam adalah instrumen-intrumen yang seluruh komponennya terbuat dari logam. Kelompok ini terdiri dari trompet, trombone, horn, tuba. Pada sesi ini dibahas sedikit horn dan tuba. 25.2.1. Horn Seperti halnya trumpet, horn berevolusi dari sebuah instrument tanpa tuts ke dalam lubangnya. Seperti trumpet juga, horn sekarang ini mempunyai tiga klep dengan banyak lekukan dan lengkungan. Seorang pemain menyokong horn dengan menempatkan tangan kanannya pada bell. Memindah posisi tangan akan mengubah atau menghentikan suara. Ilustrasi 25.11.: Horn
    • Seksi Tiup 327 Bab 25 25.2.1.1. Wilayah nada Instrumen Horn Secara sederhana range atau jangkauan wilayah nada pada instrumen Horn Bes adalah dari nada d (baca:d kecil) sampai a2 (baca:a dua). Secara sederhana, wilayah jangkauan nada kedua instrument tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Ilustrasi 25.25.: Wilayah Nada Instrumen Horn 25.2.2. Tuba Anggota bass dari keluarga alat musik tiup brass adalah tuba. Tuba juga merupakan instrument brass yang paling besar dengan panjang 90 cm. Tuba mempunyai 3 sampai 5 klep dan menciptakan nada yang kaya namun dengan suara yang lembut. Instrument ini menjadi paling efektif ketika memainkan solo “staccato”. Dalam orkestra biasanya hanya ada satu Tuba, walaupun demikian dalam keadaan tertentu kadang dibutuhkan Tuba kedua. Peranan instrument ini dalam seksi tiup logam adalah sebagai bas. Walaupun jarang memainkan bagian solo, kadang-kadang juga memainkan melodi. Symphonie Fantastique karya Hector Berlioz adalah karya besar orkestra pertama yang diorkestrasi untuk tuba. Aslinya sebenarnya untuk dua ophicleides, tapi Berlioz mengubahnya setelah mengetahui ditemukannya Tuba.
    • Seksi Tiup 328 Bab 25 Ilustrasi 25.13.: Bagian-bagian Tuba
    • Seksi Tiup 329 Bab 25 Permainan Tuba aktif di antaranya terdapat pada karya- karya berikut ini: Richard Strauss (Also sprach Zarathustra, Eine Alpensinfonie). • Shostakovich (Fifth symphony). • Stravinsky (The Rite of Spring). • Edgard Varèse (Déserts). • Richard Wagner (Lohengrin, Die Meistersinger von Nürnberg, Ride • of the Valkyries). Sergei Prokofiev (Fifth Symphony). • Wilayah nada Instrumen Tuba Secara sederhana range atau jangkauan wilayah nada pada instrumen Tuba adalah dari nada F1 (baca: F kontra) sampai f (baca: f kecil). Secara notasi wilayah jangkauan nada kedua instrument tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Ilustrasi 25.14: Wilayah Nada Instrumen Tuba
    • BAB 26 TROMBONE T rombone ialah salah satu anggota keluarga tiup logam yang unik. Dibandingkan instrumen lain trombone termasuk alat musik yang paling jarang diminati atau kurang populer di sekolah-sekolah musik. Mungkin di samping harganya tidak murah, alat ini juga tidak mudah memainkannya, sementara peranannya di orkestrapun tidak sebanyak instrumen lain. Sementara semua pengaturan ketinggian nada pada alat tiup logam yang lain dikontrol oleh penekana klep-klep, trombone menggunakan cara lain yaitu menyodok dan menarik pipa pengatur pitch. Nada yang dihasilkan trombone tidak mudah untuk dijaga kecuali dengan kemampuan musikalitas yang baik.Jika dianalogikan dengan keluarga instrumen gitar, maka keadaan teknis pemain trombone mirip dengan pemain gitar fretsless . Trombone dahulu disebut “sackbut”, Peralatan yang disodok- sodokan tersebut berupa sebuah luncuran teleskopis yang memanjang sepanjang pipanya. Jika pipanya dibuat pendek, nadanya menjadi lebih tinggi dan jika pipanya lebih panjang nadanya menjadi lebih rendah. Seperti semua anggota kelompok alat musik tiup brass, suaranya keluar dari instrument ketika pemain meniup pada bagian mulutnya dan menciptakan getaran dengan bibirnya. Secara sederhana range atau jangkauan wilayah nada pada instrumen Trombone in Bes adalah dari nada F (baca:F besar) sampai g1 (baca:g satu). Secara sederhana, wilayah jangkauan nada kedua instrument tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Ilustrasi 26.1.: Wilayah nada Trombone
    • Trombone 332 Bab 26 Ilustrasi 26.2.: Trombon dan Bagiannya 26.1. Standar Kompetensi Ketrampilan Trombone Sebagaimana halnya dengan instrumen lain, instrumen trombonepun memiliki struktur standar keahlian musik klasik yang sama, yaitu mulai dari tingkat dasar hingga tingkat 8. Jika seorang peminat trombone ingin memperoleh diploma di bidang pertunjukan, bisa juga dengan instrumen ini. Menurut rambu-rambu standar keahlian musik klasik, struktur pendidikan ketrampilan bermain trombone adalah sebagai berikut.
    • Trombone 333 Bab 26 26.1.1. Semester I (Tingkat Ketrampilan Dasar I) REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini: Daftar A 1. Anon. English The Barley Break } The Magic Trombone, arr. Haris ( bass/treble edition :Boosey & Hawkes) 2. Diabelli The Joker The Magic Trombone ,arr.Hare (bass/treble edition: Boosey & Hawkes) 3. Anon.French Fais dodo (Goodnight,sleeptight!) } Bravo! Trombone, arr. Barratt (bass/treble edition: Boosey & Hawkes) 4. Carol Barratt Curtain Raiser or Wishbone or Fanfare} Bravo! Trombone,arrBarratt (bass/treble edition :Boosey & Hawkes) 5. J.S. Bach Wer hat dich so geschlagen (from ‘ St Matthew Passion’).Time Pieces for Trombone. Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 6. Fitzhagen Air Slave.No.2 from First Book of Trombone Solos.arr.Goodwin and Person (bass/treble edition :Faber) 7. Michael Jaques Fanfare: no.1 from ‘5 Party Pieces‘( Ricordil U.M.P.) Daftar B 1. Bartók Play (from ‘For Children ‘, Vol. 1) } Time Pieces for Trombone. Vol.1, arr. Harris and Miller (bass/treble edition: Associated Board)
    • Trombone 334 Bab 26 2. Koechlin La Ceinture de Noces (from ’20 Chansons Bretonnes ‘) } Time Pieces for Trombone. Vol.1 ,arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 3. Arthur Butterworth Thai Waltz } Keynotes Album for Trombone (bass/treble edition :Brass Wind) 4. Douglas Coombes Trotting Trombone } Keynotes Album for Trombone (bass/treble edition :Brass Wind) 5. Robert Ramskill Homeward Trail } Keynotes Album for Trombone (bass/treble edition :Brass Wind) 6. Leslie Pearson Intrada. No.3 from First Book of Trombone Solos.arr.Goodwin and Person (bass/ treble edition :Faber) Daftar C 1. Anon. Russian Russian Dance (unaccompanied ).Winners Galore for Trombone,arr. Lawrance (bass/treble edition :Brass Wind) 2. Derek Bourgeois Splinters of Bone,Op.130: no.2, Allegro moderato (bass/treble edition :Brass Wind) 3. John Edney Fanfare or Tinker’s Tale: no. 1.or no.2 from ‘Melodic Studies for Trombone ‘,Book 2 (bass/treble edition: Brass Wind) 4. Edward Gregson Step By Step or Little Minuet: no.1 or no. 3 from ‘ 20 Supplementary Tunes for Beginner Brass’(bass/treble edition :Brass Wind) 5. Mark Nightingale A Small Step: No. 1 from ‘Easy Jazzy’ Tudes ‘ ( Trombone bass or treble edition: Warwick Music) 6. Geoge Poulton Aura Lee (Love me tender) (unaccompanied). Easy Winners ,arr. . Lawrance (bass/treble edition: Brass Wind)
    • Trombone 335 Bab 26 TEKNIK Tangganada Dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini Kunci bas: Bb mayor; C minor (satu oktaf) Kunci G : C mayor;D minor (satu oktaf) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Bermain Primavista: (dalam kunci bas atau kunci G, tergantung pilihan peserta uji kompetensi ) sebuah lagu pendek dalam sukat dan kunci yang sederhana, Tangganada dan jarak nada yang sesuai untuk level kompetensi ini 26.1.2. Semester II/ Tingkat Dasar 2 REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini: Daftar A 1. Anon. Albanian The Twenty-five Plaits or Sweety Little Sheep 5. Albanian Folk Song ,arr.Simaku (bass/treble edition: Emerson ) 2. Boyce Largo andante (from Symphony no.8) }Time Pieces for Trombone.Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board)
    • Trombone 336 Bab 26 3. Morley Now is the Month of Maying } Time Pieces for Trombone.Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 4. Purcell Fairest Isle (from ‘King Arthur ‘)}Time Pieces for Trombone.Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 5. Mozart Andante Grazioso (from piano Sonata in A.K.331) The Magic Trombone ,arr.Hare (bass/treble edition :Boosey & Hawkes) 6. Sibelius Finlandia. Slide Show for Trombone;arr.Mowat (bass or treble editions: Brass Wind) Daftar B 1. Carol Barratt Hampton Swing. Bravo! Trombone,arrBarratt (bass/treble edition :Boosey & Hawkes) 2. Bartók Slovakian Folk Tune (from ‘for Children’, Vol. 2 ) The Magic Trombone, arr.Hare (bass/treble edition :Boosey & Hawkes) 3. L. Bernstein One Hand,one Heart (from ‘West Side Story’) } The Magic Trombone ,arr.Hare (bass/treble edition :Boosey & Hawkes) 4. Cancion } Time Pieces for Trombone.Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 5. Paul Harris Funny Bone } Time Pieces for Trombone.Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 6. Michael Jaques Song : no. 3 from ‘5 Party Pieces ‘ (Ricordi/U.M.P.)
    • Trombone 337 Bab 26 Daftar C 1. Derek Bourgeois Splinter of Bone O.p.130:no.40 Moderato or no.5Allegro (bass/ treble editions: Brass Wind) 2. Brahms Theme from Symphony No. 1 Easy Winners, arr. Lawrance (bass/ treble editions: Brass Wind) 3. John Edney Six Shooter Shuffle: no.8 from Melodic Studies for Trombone ,Book 2 (bass/ treble editions: Brass Wind) 4. Edward Gregson Pop Song : no.13 from ‘20 Supplementary Tunes for Beginner Brass’ ( treble editions: Brass Wind) 5. Hering 50 Recreational Studies for TheYoung Trombonist: no. 8 in Eb (Carl Fisher CFO 4745/Boosey &Hawkes or Carl Fisher – Schott /M.D.S.) 6. Mark Nightingale Fiesta Siesta or Three-Step :no.2 or no.8 from ‘Easy Jazzy’ Tudes’ (Trombone bass/ treble edition: Warwick Music) TEKNIK: Tangganada dan arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini. Kunci bass: Ab,C mayor;C, D minor (satu oktaf) Kunci G: Bb, D mayor;D,E minor (satu oktaf) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan
    • Trombone 338 Bab 26 Bermain Primavista: (dalam kunci bas atau kunci G tergantung pilihan peserta uji kompetensi )sebuah lagu pendek dalam sukat dan kunci yang sederhana Tangganada dan jarak nada yang sesuai untuk level kompetensi ini beberapa nada hias staccato dan legato dapat di masukan 26.1.3. Semester III/ Tingkat Dasar 3 REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini: Daftar A 1. Haydn Rondino (from Cello Concerto in D) } Slide Show for Trombone.arr,Mowat (bass/ treble editions: Brass Wind) 2. Mozart March of the priests ( from ‘The Magic Flute’) Slide Show for Trombone.arr,Mowat (bass/treble editions: Brass Wind) 3. Heinichen Adagio ( from Bassoon Sonata in D ) .Time Pieces for Trombone. Vol 2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 4. Holborne The Fruits of Love.no.5 from } First Book of Trombone Solos,arr.Godwind and Pearson. (bass/ treble edition : Faber) 5. Offenbach La Périchole no.10 from} First Book of Trombone Solos,arr.Godwind and Pearson. (bass/treble edition : Faber) 6. Homphries Sarabande ( from ‘ 6 Solos for a Violin and Base’).Time Pieces for Trombone. Vol 2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 7. Warlock Pavane (from ‘Capriol Suite’) No.2 from Going Solo-Trombone,arr.Gouth (bass/treble edition : Faber)
    • Trombone 339 Bab 26 Daftar B 1. Michael Jacques Hide and Seek:no.5 from ‘5 Party Pieces ‘ (Ricordil U.M.P.) 2. Jimmy McHugh I Can’t Give You Anything But Love.Jazzy Connections for Trombone,arr.Ramskill (bass/ treble editions: Brass Wind) 3. Cristopher Mowat The Parson’s Nose.Slide Show for Trombone,arr.Mowat (bass/ treble editions: Brass Wind) 4. Leslie Pearson Rag Trade. No.12 from First Book of Trombone Solos,arr.Godwind and Pearson (bass/treble edition : Faber) 5. Robert Ramskill Chicago Sunset : no. 4 from’All Jazzed Up ‘ for Trombone (bass/ treble editions: Brass Wind) 6. Michael Rose Scena: no.10 from’ Trombonist’s Ten’(bass/treble edition :Associated Board) 7. Daryl Runswick Schmoochissimo,from’The Velved Slide’(bass/ treble editions: Brass Wind) Daftar C 1. Anon.Welsh The Ash Grove (Unaccompanied)} Winner Galore for Trombone,arr.Lawrance (bass/ treble editions: Brass Wind) 2. Vaughan Williams Linden Lea ( Unaccompanied )}Winner Galore for Trombone,arr.Lawrance (bass/ treble editions: Brass Wind) 3. Derek Buorgeois Splinters of Bone, Op. 130: no.6,Alla Marcia (bass/ treble editions: Brass Wind) 4. John Edney Mixte-Metre or a Tango;no.14. or no.18 ‘Melodic Studies for Trombone’,Book 2 (bass/ treble editions: Brass Wind) 5. Edward Gregson Folk Song :no.17 from ‘‘20 Supplementary Tunes for Beginner Brass’ ( & editions: Brass Wind) 6. Mark Nightingale Ernie’s Blues or Slinky: no.10 or no.13 from ‘Easy Jazzy’ Tudes’ ( Trombone bass/ treble edition: Brass Wind)
    • Trombone 340 Bab 26 TEKNIK Tangganada dan arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini Kunci bass: D,Eb mayor; D minor (satu oktaf) Ab mayor, G minor (interval ke dua belas) Kunci G : E,F mayor; E minor (satu oktaf) Bb major, A minor (interval ke dua belas) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi Tangganada kromatik Kunci Bass : di mulai dari C (satu oktaf) Kunci G: dimuali dari D (satu oktaf) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Bermain Primavista: (dalam kunci bas atau kunci G tergantung pilihan peserta uji kompetensi )sebuah lagu pendek dalam sukat dan kunci yang sederhana Tangganada dan jarak nada yang sesuai untuk level kompetensi ini beberapa nada hias staccato dan legato dapat di masukan 26.1.4. Semester IV (Tingkat Dasar 4) REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini:
    • Trombone 341 Bab 26 Daftar A 1. Arne Largo (from Sonata no. 5)} Time Pieces for Trombone. Vol 2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 2. Boismortier Rigaudon (from Op.40) } Time Pieces for Trombone. Vol 2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 3. Handel La Rejouissance Allegro ( from ‘Music for Royal Fireworks’) } Time Pieces for Trombone. Vol 2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 4. Brahm waltz .Op.39 no.15 .No.7 from Trombone Solos. Vol. 1 arr. Iveson (bass/treble edition : Chester/Music Sales ) 5. G.B. Fontana Sonata. No.4 from second Book Trombone Solos. arr .Goodwin and Pearson (bass/treble edition : Faber) 6. Stefan de Haan Recitative and Aria : no.2 from’4 Easy Pieces’( Warwick Music) 7. Warlock Basse Dance ( from ‘Capriol Suite’ ).Slide Show for Trombone.arr.Mowat (bass/ treble editions: Brass Wind) Daftar B 1. Anon.Spiritual Nobody Knows }A Little Light Music for Trombone, arr. Iveson (bass/ treble editions: Brass Wind) 2. Gershwin Summertime(from ’Porgy and Bess’)} A Little Light Music for Trombone ,arr . Iveson (bass/ treble editions: Brass Wind)
    • Trombone 342 Bab 26 3. Rory Boyle Brazillian Dance : no.4 from’4 Miniatures’ (Boosey &Hawkes) 4. Alan Gout Rough and Ready Rag. No.9 from Going Solo- Trombone, arr. Gout (bass/treble edition : Faber) 5. Paul Harris Rag and Bone Rag Time Pieces for Trombone. Vol 2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 6. Alan Hutt Sad Song or Happy Syncopation:no.2 or no.3 from ‘4 Simple Pieces for Trombone (bass/treble edition :Associated Board) 7. Michael Jacques Celebration: no.4 from ‘5Party Pieces’ (Ricordi /U.M.P.) 8. Daryl Runswick The Smelter,from ‘The Velvet Slide’(bass/ treble editions: Brass Wind) 9. Vassili Solviev-Sedoi and Kenny Ball Midnight in Moscow Jazzy Connections for Trombone,arr Ramskill (bass/ treble editions: Brass Wind) Daftar C 1. Derek Bourgeois Splinters of Bone, Op.130: no.7, Allegro moderato or no. 11,Allegro vivace (bass/ treble editions: Brass Wind) 2. Nigel Clarke Polish Dance, from Featuring Rhythm –9 Graded Studies for Trombone’(bass/ treble editions: Brass Wind) 3. John Edney Feelin’ Easy: no.21 from ‘Melodic Studies for Trombone’ (bass/ treble editions: Brass Wind) 4. Hering 50 Recreational Studies for The Young Trombonist: no.18 in Bb (Carl Fisher CFO4745/Boosey & Hawkes or Carl Fisher – Schott/M.D.S.)
    • Trombone 343 Bab 26 5. Mark Nightingale The Shout no.17 from ‘Easy Jazzy’Tudes’( Trombone bass/ treble edition: Warwick Music) TEKNIK Tangganada dan arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini Kunci Bass: Db, mayor ; E minor (Mulai satu oktaf di atas tonika yang paling bawah) (satu oktaf) Ab,Bb mayor ; G minor (interval ke dua belas) Kunci G: Eb mayor ; F# minor (Mulai satu oktaf di atas tonika yang paling bawah ) (satu oktaf) Bb,C mayor ; A minor (interval ke dua belas) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi Tangganada kromatik: Kunci Bass: dimulai dari Eb (satu oktaf) Kunci G : dimulai dari F (satu oktaf) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Bermain Primavista: (dalam kunci bas atau kunci G tergantung pilihan peserta uji kompetensi )sebuah lagu pendek dalam sukat dan kunci yang sederhana Tangganada dan jarak nada yang sesuai untuk level kompetensi ini
    • Trombone 344 Bab 26 26.1.5. Semester V/ Tingkat Menengah 5 REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini: Daftar A 1. J.S. Bach Polonaise ( from Anna Magdlena Bach Notebook).Bach for Trombone,arr. Mowat (bass/ treble editions: Brass Wind) 2. Fauré Siciliene,Op.78. No.15 from Going solo- Trombone , arr. Gaut (bass/treble edition : Faber) 3. Handel Lo See the Conquering Hero ( from ‘ Judas Maccabaeus’ ) No.5 for Trombone Solos,Vol 1 arr. Iveson (bass/treble edition : Chester/Music Sales ) 4. Mendelsshon If With All Your Heart ( from ‘Elijah’) First Solos for Trombone or Baritone Player,Trans,Smith (bass/ treble editions: Shirmer/Music Sales) 5. Mozart Agnus Dei (form ‘Litaniae Lauretanae’.K.109) Time Pieces for Trombone.Vol. 1 .arr. Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) 6. Purcell Rondo (‘Abdelazer’) Slide Show for Trombone, arr.Mowat (bass/treble edition :Associated Board) 7. Telemann Triste ( from Sonata in F minor ). No.12 from Second Book of Trombone Solos,arr. Goodwind and Pearson (bass/treble edition : Faber) Daftar B 1. Eileen Clews Misterioso: no.1 from 4’Pieces for Tombone ‘ ( Paterson’s/Music Sales) 2. Walter Donaldson Yes sir, That’s My Baby.The Sunny Side of the Street,arr. Iveson (bass/ treble editions: Brass Wind)
    • Trombone 345 Bab 26 3. Gershwin I Got Rhythm ( from ‘Girl Crazy’). A Little Light Music for Trombone,arr Iveson (bass/ treble editions: Brass Wind) 4. Gershwin Let’s Call the Whole Thing Off (from ‘Shall We Dance’) Slide Show for Trombone,arr. Mowat (bass/ treble editions: Brass Wind) 5. Alan Gout Blues for ‘bone. No.16 from Going Solo- Trombone,arr.Gout (bass/treble edition : Faber) 6. Christopher Norton The Hero: no.4from’MicroJazz for Trombone’ (Boosey & Hawkes) 7. Shostakovich Waltz ( from Suite no.1 for Jazz Orchestra).Time Pieces for Trombone , Vol.2,arr.Harris and Miller (bass/treble edition :Associated Board) Daftar C 1. Keith Amos 12 Miniatures for Solo Euphonium or Trombone: no.6,Allegro (bass/treble edition :C M A Publications 155 ) 2. Derek Bourgeois Bone of Contention ,Op.112:no.8, Moderato(bass/ treble editions: Brass Wind) 3. Nigel Clarke Castletown,from’Featuring Rhythm -9 Graded Studies for Trombone’(bass/ treble editions: Brass Wind) 4. John Edney Ragtime: no.22 from ‘Melodic Studies for Trombone’, Book 2(bass/ treble editions: Brass Wind) 5. Mark Nightingale Hillbilly no.16 from ‘Easy Jazzy’Tudes’( Trombone bass/ treble edition: Warwick Music
    • Trombone 346 Bab 26 TEKNIK Tangganada dan arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini Kunci Bass : A mayor ; C minor (interval ke dua belas) F,F#,G mayor ; F,G minor ( dua oktaf) Kunci G: B mayor ; D minor (interval ke dua belas) G,Ab mayor ; G, A minor (dua oktaf) Tangganada: dalam kunci tersebut di atas dalam bentuk minor melodik atau harmonic tergantung pilihan peserta uji kompetensi Tangganada kromatik Kunci Bass dimulai dari F (dua oktaf) Kunci G : dimulai dari G (dua oktaf) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Kunci Bass : Pada kunci nada Bb (dua oktaf) Kunci G: pada kunci nada C ( dua oktaf) Bermain primavista : (dalam kunci bas atau kunci G tergantung pilihan peserta uji kompetensi )
    • BAB 27 TROMPET T rompet merupakan instrument brass yang paling tinggi jangkauan nadanya. Nenek moyang trompet pada masa terdahulu digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh dan sering juga dihubungkan dengan militer dan peperangan. Trompet dahulu tidak mempunyai lubang atau klep untuk mengubah suara. Kemudian, pada awal tahun 1800an, sebuah trompet modern diciptakan oleh Stolzel dan Blumhel. Trompet yang mereka ciptakan mempunyai tiga klep yang, ketika ditekan, menciptakan suara-suara yang berbeda. Trompet termasuk jenis alat musik tiup. Trompet mempunyai tingkat nada dalam golongan alat musik tiup; standar dari trompet in Bes sebanding dengan terumpet in Bes yang semacam trompet, trompet pikolo adalah sebuah oktaf yang tinggi. Pemusik yang memainkan trompet dinamakan pemain trompet. Trompet yang paling umum adalah alat pengubah titinada in Bes- membaca nada sebagai bunyi C tengah sebagai Bes 2 semi tone bawah- tetapi ada banyak trompet lain dalam kelompok alat-alat musik. 27.1. Sejarah Trompet Primitif dan Non Barat Trompet-trompet tertua dibuat sejak abad 1500 sebelum masehi dan setelahnya. Trompet-trompet perunggu dan perak dari kuburan Tutankhamun di Mesir, trompet perunggu dari Scandinava, dan trompet baja dari Cina. Trompet-trompet dari peradaban Oxus (milanium ketiga sebelum masehi) dari Asia tengah yang telah ditandai dengan tonjolan di tengah, belum diisi dengan selembar baja, yang diyakini mempunyai pengaruh besar. Penduduk Moche dari Peru kuno melukiskan trompet pada lukisan mereka sejak 300 masehi. Trompet pada masa lalu adalah alat untuk menandakan kemiliteran atau acara-acara keagamaan, bukan untuk acara-acara kesenian seperti sekarang.’’ Bunyi dari alat-alat tersebut menggambarkan kekacauan, yang disebabkan
    • Trompet 348 Bab 27 oleh terror, dan perkumpulan orang-orang bodoh’. Selanjutnya trompet modern menggambarkan tradisi, dengan nada yang berbeda untuk mengiringi berbagai acara, tapi dengan adanya radio membuat trompet nampak lebih formal. Ilustrasi 27.1.: Moche Trompet. 300 A.D. Koleksi Museum Larco, Lima, Peru. Para pemain trompet biasanya dari pasukan pengawal, karena mereka harus patuh apa yang di instruksikan oleh tentara. Perkembangan model alat-alat musik dan pembuatan alat dengan baja pada abad pertengahan dan pada masa dimana alat-alat musik dikembangkan lagi membuat trompet menjadi alat musik. Perkembangan dari tingkat nada’Clerino’ oleh para pakar trompet, akan membawanya ke era Barok, yang juga dikenal dengan ‘’Abad emas dari trompet’’. Lagu-lagunya didominasi oleh karya-karya Klasik dan Romantik dan dinyanyikan dengan trompet oleh para penciptanya. Kecuali trompetnya Haydn, yang kunci nadanya ditulis pada tahun 1796, perkembangan model- model trompet dan jenis-jenisnya lambat. Pembuatan katup modern dibuat pada tahun 1830 an, kornet akan dijadikan sebagai alat musik tunggal ribuan tahun yang akan datang, lekukan dan tabung pipa lurus sebagai pengganti kunci atau katup adalah contoh pertama pada abad 20.
    • Trompet 349 Bab 27 Ilustrasi 27.2: Tiruan Trompet Jaman Barok oleh Michael Laird Orang-orang Arab menyebut trompet dengan naffir, orang- orang Spanyol menggunakan al-nafir dan diubah dengan sebutan anafil, sedangkan orang-orang Perancis menamai trompet sendiri dengan sebutan buisine yang diambil dari bahasa latin buccina. Pada jaman sekarang trompet digunakan di hampir semua jenis musik, termasuk musik-musik klasik, jazz, rock, blues (jenis musik Negro Amerika), pop, ska, tari-tarian dan funk. Di antara pemain trompet yang terkenal adalah Maurice Andre, Louis Armstrong, Miles Davis, Dizzy Gillespie, Jon Faddis, Maynard Ferguson, Adolph ’’Bud’’ Herseth, Harry James, Charles Schlueter, Malcolm Mc Nab, Wynton Marsalis, Allen Vizzuti, Sergei Nakariakov, Freddie Hubbard, Lee Morgan, Chet Baker, James Morrison, Arturo Sandoval, Doc Severinsen, dan Philip Smith. (Untuk lebih jelasnya lihatlah daftar pemain alat musik tiup pada abad ke 20). 27.2. Karakteristik Umum Trompet terbuat dari pipa kuningan yang bengkok kemudian lurus. Trompet dan trombone yang berbentuk silinder yang cemerlang, berbunyi keras. Dengan perbandingan antara trompet dan flugelhorn yang berbentuk kerucut menghasilkan nada yang lebih merdu. Lebih tepatnya, kalibernya adalah seri yang lancip, bagian mulut lebih kecil dan lebih lebar sebelum ditiup; bentuk lancip yang benar menentukkan intonasi yang dihasilkan dari alat tersebut.
    • Trompet 350 Bab 27 Selama semua alat-alatnya terbuat dari kuningan, bunyi yang dihasilkan dengan meniupnya dengan mulut yang tertutup, menghasilkan bunyi ’’dengungan’’ ke bagian mulut dan memulainya dengan getaran ke dalam trompet. Pemainnya bisa memilih titinada dari tingkat nada dari nada tambahan atau harmonica dengan menggeser lobang dan tekanannya (dikenal dengan embouchure). Ilustrasi 27.3.: Trompet dan perangkat produksi suaranya 27.3. Ciri Khas Trompet Trompet modern juga mempunyai tiga katup, setiap katupnya yang naik mempunyai bunyi yang beda, dengan merendahkan titinada. Katup yang pertama merendahkan titinada dari alatnya dengan semua tingkatan (2 setengah nada), katup yang kedua dengan setengah tingkat (1 setengah nada ), dan katup ketiga dengan satu dan setengah tingkat (3 setengah nada). Ketika katup keempat itu ada, dengan beberapa trompet pikolo, titinada akan menjadi lebih rendah (5 setengah nada). Digunakan sendiri dan dengan kombinasi katup-katup tersebut membuat alatnya
    • Trompet 351 Bab 27 menjadi mempunyai banyak pilihan nada, contohny, bisa dimainkan untuk dua belas nada dari musik Barat. Bunyinya dikeraskan dengan loncengnya. Seri trompet harmoni sangat cocok dipadukan dengan alat musik lain, tapi ada beberapa nada di trompet jenis ini yang cocok dan agak terkunci; yang mana dikenal sebagai nada wolf. Beberapa trompet mempunyai mekanisme yang dibuat untuk mengganti nadanya. Ilustrasi 27.4.: Ambitus nada Trompet Bentuk ujungnya mempunyai lingkaran yang bulat yang membuat nyaman untuk getaran bibir. Kita meletakan bibir tepat Dibelakang lingkaran, yang menyalurkan udara kedalam pembukaan yang lebih kecil yang agak meruncing ke pipa trompet. Ukuran dari ujung trompet mempengaruhi warnanada atau kualitas bunyi yang dihasilkan, kemampuan pemain dalam bermain, dan kenyamanan pemain dalam memainkan alatnya. Pada umumnya, ujung trompet yang lebih lebar dan dalam menghasilkan bunyi dan warna nada yang kuat. 27.4. Jenis –jenis Trompet Jenis trompet yang paling umum adalah trompet B-flat, tapi C ,D, E-flat, E, F, G dan trompet A juga tersedia. Trompet C adalah yang paling umum digunakan untuk pertunjukan orkestra di Amerika, trompet yang ukurannya lebih kecil menghasilkan bunyi lebih ringan, lebih ringan dari trompet B-flat. Karena dalam penulisan buku musik pada setiap kunci dalam trompet berbeda kegunaannya dengan trompet yang lain- mereka tidak mempunyai katup oleh karenanya nadanya tidak bertautan- dan juga karena seorang pemain bisa memilih untuk memainkan
    • Trompet 352 Bab 27 bagian- bagian tertentu pada trompet yang berbeda sesuai dengan buku panduan musik, pemain trompet orkestra pada umumnya mahir dalam mengubah nada dalam seketika, kadang-kadang menggunakan buku musik untuk trompet B-flat pada trompet C, dan juga sebaliknya. Tingkat nada dalam setiap trompet naik dari yang tertulis dalam F kenaikan tinggi nada setengah tajam secara langsung dari bawah C naik sekitar tiga oktaf lebih tinggi. Lagu-lagu yang standar jarang menggunakan tingkat nada ini, dan memainkan jari-jarinya menurut metode yang tertulis pada C (C tinggi) dua oktaf tengah atas C. Ilustrasi 27.5.: Trompet-Piccolo in Bes, dengan pipa pengantar untuk menala ke Bes (pendek) dan ke A (panjang) Beberapa pemain trompet telah mencapai kepopularitasan untuk keahlian mereka dalam daftar pemain professional, di antaranya adalah Bill Chase, Roger Ingram, Maynard Ferguson, Wayne Bergeron, Dizzy Gillespie, Jon Faddis, Cat Anderson, Malcom Mc nab, James Morrison, and Arturo Sandoval. Sangatlah mungkin untuk memunculkan nada pedal di bawah F bawah
    • Trompet 353 Bab 27 walaupun teknik ini lebih berkaitan dengan bunyi yang dihasilkan bukan apa yang tertulis di panduan penggunaan trompet. Trompet – trompet yang paling kecil termasuk jenis trompet pikolo. Pada umumnya mereka dibuat untuk digunakan di kedua B-flat dan A, dengan suling yang berbeda untuk setiap kuncinya. Tabung dalam trompet pikolo in Bes lebarnya satu setengah dari trompet Bes yang standar. Trompet pikolo pada G, F bahkan C juga dibuat, namun lebih jarang. Banyak pemain trompet yang menggunakan ujung yang lebih kecil pada trompet pikolo, Karena ukuran sulingnya kecil, ketahanannya terbatas dan tekhnik bunyi yang di hasilkan berbeda dengan yang digunakan pada trompet Bes. Hampir semua trompet pikolo mempunyai empat katup (bukan tiga):dengan katup keempat titinadanya lebih rendah. Biasanya dengan katup yang keempat, digunakan untuk memainkan nada yang lebih rendah. Maurice Andre, Hakan Hardenberger, dan Wynton Marsalis adalah beberapa pemain trompet pikolo yang terkenal. Ilustrasi 27.6: Trompet in C dengan Katup-katup Memutar Titinada trompet dalam kunci G juga disebut sopranos, atau soprano bugles, setelah pengadaptasian dari trompet ke militeran. Secara tradisional, digunakan dalam genderang dan trompet, sopranos mempunyai cirri-ciri antara katup yang bundar dan katup tiup.
    • Trompet 354 Bab 27 Trompet bass biasanya dimainkan oleh pemain trombone, dengan titinada yang sama dan penggunaan suling yang sama. Trompet bass dimainkan dengan trombone atau suling uphonium, dan buku musik untuk panduan pada kunci musik suara saprono. Trompet slide modern adalah trompet B-flat yang mempunyai sebuah slide bukan katup. Ini mirip dengan trombone soprano. Trompet slide pertama dimunculkan selama kebangkitan kembali, diadaptasi kembali dari trombon modern, dan inilah percobaan pertama yang memperbanyak nada pada alat musik. Trompet slide adalah trompet pertama yang dibolehkan dimainkan di gereja Kristen. Sejarah trompet slide mungkin mulai dikembangkan pada abad ke empat belas terakhir, dimainkan oleh band-band alta capella wind. Diambil dari trompet kuno yang bentuknya lurus, pengembangan trompet slide pada dasarnya trompet yang biasa mempunyai slide yang gampang dimainkan. Beberapa trompet slide di desain seperti yang ada pada abad delapan belas;’tromba da tirarsi’ dimainkan di beberapa bach cantanta (nyanyian keagamaan) yang juga telah cara penggunaannya seperti trompet slide. Trompet kecil adalah trompet B-flat yang kecil. Belnya lebih kecil dari biasanya dan pipanya lebih sempit untuk mengurangi ukurannya tanpa mengurangi lebarnya pipa. Desainnya tidak sesuai standar, dan kualitas dari setiap model berbeda-beda. Trompet ini bisa mempunyai kualitas nada yang bagus dan bunyi yang unik dan keras: bunyi yang merdu dan bunyinya seperti artikulasi. Sayangnya, sejak banyak trompet kecil yang disainnnya kurang bagus dan pembuatannya yang kurang bagus, intonasi, warna nada dan kedinamisan tingkat nada tidak terjaga. Bagaimanapun Standar alat musik professional. Walaupun mereka bukan pengganti, tapi mereka bisa digunakan di acara- acara tertentu. Juga ada beberapa katup yang bundar, atau di Jerman, trompet-trompetnya sebagus trompet-trompet alto dan trompet Barok. Seringkali jenis trompet membingungkan karena bentuk- bentuknya yang hampir mirip. Alat yang mirip trompet, yang
    • Trompet 355 Bab 27 bentuk pipanya lebih mengerucut dibanding pipa trompet, pada umumnya yang berbentuk silinder. Tambahan lekukan di pipa kornet membuatnya mengeluarkan nada yang lebih melodis, tetapi alat-alat musik tersebut hampir sama. Mereka mempunyai lebar yang sama pada pipanya dan, oleh karenanya nadanya sama, jadi buku-buku musik yang ditulis untuk kornet dan trompet bisa di tukar penggunaanya, alat lain yang mempunyai kesamaan adalah, flugelhorn, alat ini mempunyai pipa yang lebih kerucut dari yang dimiliki kornet, dan bahkan nadanya lebih banyak. Kadang-kadang ditambah dengan katup keempat untuk meninggikan intonasi pada beberapa nada yang lebih rendah. 27.5. Teknik Permainan Trompet Pada beberapa trompet, kornet atau flugelhorn, dengan menekan katup-katupnya yang ditandai dengan angka-angka di bawahnya akan muncul tulisan ‘’buka’’ yang artinya tekan katupnya, ’’1’’ berarti katup pertama, ‘’1-2’’ berarti katup pertama dan kedua yang digunakan bersamaan dan seterusnya. Dengan menggunakan katup keempat, jika ada, turunkan beberapa titinadanya tepat pada katup keempat sebaik mungkin. Dengan beberapa model-model nada tambahan, titinada yang berbeda diperoleh dengan dengan merubah embouchure-nya, atau tempat bibir dan keketatan, dengan kecepatan udara yang naik. Cara memainkan jari yang normal di atas C tinggi sama dengan not oktaf berikut( C adalah 1-2, D adalah 1, dan seterusnya). Not untuk setiap jenis nada tambahan tidak tersedia- seri- serinya dimulai dengan nada tambahan pertama. Not dalam tanda kurung adalah untuk nada tambahan keenam, dengan diwakili sebuah nada dengan kecepatan tujuh kali sebagai dasar; sedangkan nada ini dekat dengan not yang ditampilkan, relatif ringan dan penggunaan cara memainkannya dengan jari pada umumnya perlu dihindari.
    • Trompet 356 Bab 27 Ilustrasi 27.7.: Penampilan Seorang Pemain Trompet dalam Pentas Bersama Band AAU Amerika di Eropa Cara memainkan (fingering) didasarkan atas lebarnya tabung pipa pada katup. Katup ‘1’ memperbesar luasnya tabung pipa untuk menghasilkan nada yang lebih rendah dengan satu untuk semua langakah, katup ‘2’ dengan satu setengah langkah, dan katup ‘3’ dengan satu dan setengah langkah. Dengan adanya bagan ini dan jenis-jenis nada tambahan, memungkinkan jari untuk memainkan nada-nada tertentu. ketiga – spasi ‘’C’’ bisa di hasilkan tanpa menggunakan katup atau menggunakan katup 2-3. juga, dengan beberapa catatan yang dihasilkan dengan 1-2 karena memainkan dengan jari juga bisa dengan katup 3- setiap penurun dengan titinada 1-1/2 langkah. Ilustrasi 27.8.: Beberapa Latihan Dasar
    • Trompet 357 Bab 27 Dengan menggunakan jari bisa digunakan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di bagian tertentu. Dengan memperpanjang katup ketiga ketika memainkanya dengan jari 1-3 atau 1-2-3 selanjutnya dengan titinada yang lebih rendah dan ringan untuk menambahkan intonasinya. Trompet kromatik dibuat pada tahun 1700an. Walaupun demikian ada beberapa komposisi tunggal yang ditulis untuk trompet tradisional yang sekarang dimainkan pada trompet pikolo. Beberapa Daftar Karya untuk Trompet : Trompet kromatik: • Malcolm ARNOLD Fantasy for Trompet • A. ARUTIUNIAN Concerto for Trompet and Orchestra • George ENESCU Legende • Robert ERICKSON Kryl • Eric EWAZEN Concerto for Trompet Sonata for Trompet • Alexander GOEDICKE Concerto for Trompet Concert Etude • Edward GREGSON Concerto for Trompet • H.K GRUBER 'Exposed Throat • Franz Josef HAYDN Concerto for Trompet and Orchestra in E flat Major • Paul HINDEMITH Sonata for Trompet and Piano • Bertold HUMMEL Sonatina for Trompet and Piano (1950) [2]
    • Trompet 358 Bab 27 • Johann N. HUMMEL Concerto for Trompet and Orchestra in E Major (often transposed to E flat major) • Kent Wheeler KENNAN Sonata for Trompet and Piano (1956 and 1986 editions) • Bohuslav MARTINŮ Sonatina for Trompet (C or B) and Piano • William PERRY Concerto for Trompet and Orchestra • Halsey STEVENS Sonata for Trompet and Piano • Henri TOMASI Concerto for Trompet Triptyque Natural Trompet/Piccolo Trompet • BACH, Johann Sebastian Brandenburg Concerto #2 in F Major • Michael HAYDN Concerto for Trompet in D Major Concerto for Trompet in C Major • J. Melchior MOLTER Concerto No.1, No.2 and No.3 • Leopold MOZART Concerto for Trompet in D Major • Georg P. TELEMANN Concerto for Trompet, Strings, and Continuo in D Major • Giuseppe TORELLI Sonata in D major Karya-karya yang Lain • BACH, J.S. Brandenburg Concerto No. 2 (Movements I and III) (very hard, typically major orchestras only) Mass in B Minor (Credo)
    • Trompet 359 Bab 27 Christmas Oratorio (No. 64 Nun Seid Ihr Wohl Gerochen) Magnificat (Chorus: Magnificat) • BARTÓK Concerto for Orchestra (Movements I, II, and V)` • BEETHOVEN Leonore Overture No. 2 Leonore Overture No. 3 • Georges BIZET Carmen (Prelude to Act I) • Johannes BRAHMS Academic Festive Overture Symphony No.2 • COPLAND Quiet City An Outdoor Overture quot;Hoe-Downquot; from Rodeo • DEBUSSY La Mer Fêtes from Nocturnes (Muted Trio & Open Section 13-14) • George GERSHWIN An American in Paris (excerpts and solos) Concerto in F (Movement II) • MAHLER Symphony No. 1 (Movement I) Symphony No. 2 (Movements I, II, III, V) Symphony No. 3 (Off-stage Posthorn solo) Symphony No. 5 (Movements I, III, V) • MUSSORGSKY/RAVEL Pictures at an Exhibition (Promenade; Samuel Goldenberg und Schmuÿle) • RAVEL Piano Concerto in G (Movement I) Boléro (Muted Theme and Ending) • Ottorino RESPIGHI Pines of Rome (Movements I, II & IV)
    • Trompet 360 Bab 27 • N. RIMSKY-KORSAKOV Scheherazade (Movment III&IV) Capriccio Espagnol (Movement IV) • Alexander SCRIABIN Ecstasy Poem • SHOSTAKOVICH Piano Concerto (All Movements) • Richard STRAUSS Eine Alpensinfonie (section quot;Auf dem Gletscherquot;) Don Juan (Opening through Sec. B, Weich Solo, Vivo Solo, Sec. P) Ein Heldenleben (1st E-flat part and 1st Bb part) • Igor STRAVINSKY The Firebird (Infernal Dance) (any version) Petrushka - 1st Cornet in 1911 version and 1st Trompet in 1947 version The Rite of Spring (any version) Le Chant du Rossignol • P. TCHAIKOVSKY Symphony No.4 (opening) Capriccio Italien Le Chocolat (Danse Espaniole) from the Ballet: Nutcracker, Act II: No. 12 • Richard WAGNER Prelude to Parsifal Overture from Die Meistersinger
    • Trompet 361 Bab 27 27.6. Kompetensi Tiup Logam 27.6. 1. Semester I (Tingkat Dasar I) Instrumen: Trompet, Cornet (Bb dan Eb Soprano) dan Flu- gelhorn Trompet, Cornet And Flugelhorn Tingkat Dasar 1 Repertoar: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C; Eb soprano Cornet, peserta uji kompetensi juga dapat memilih alternatif pada daftar repertoar A dan B untuk Eb Horn. Daftar A 1. Anon. Dance (from’The English Dancing Master ‘)Time Pieces for Trompet .Vol.1.arr. Harris and Wallace (Associated Board) 2. Daquin Menuete } Time Pieces for Trompet .Vol.1.arr. Harris and Wallace (Associated Board) 3. Anon. Russian The birch tree. Beginners please!,arr.wiggins (Bb & edition: Rosehill Music) 4. Bull Brunswick’s Toy }Bravo !Trompet,arr. Barratt (Boosey & Hawkes) 5. Haydn Minuet Bravo ! Trompet, arr. Barratt (Boosey & Hawkes) 6. Handel See, the Conquering Hero Comes (from’Judas Maccabacus’). No.9 from Up-Grade!Trompet Grades 1-2,arr. Wedgwood (Faber) 7. Susato Ronde.No.7 from First Book of Trompet Solos, arr. Wallace and Miller (Faber) Daftar B 1. Keith Amos Morris Miler: no.5 from ‘The Eddies Stobart Collection’ (CMA Publications 266)
    • Trompet 362 Bab 27 2. Mike Batt Bright Eyes} Easy Winners,arr .Lawrance (& edition:Brass Wind:Piano Accomp,Published separately) 3. Barry Stoller Match of the Day} Easy Winners, arr. Lawrance (& edition: Brass Wind:Piano Accomp,Published separately) 4. Alan Bullard Turtle Boogie, from ‘Party Time’!for Trompet’(Associated Board) 5. Bud Green, Les Brown and Ben Homer Sentimental Journey }What Jazz ‘n’Blues Can I Play?,Trompet Grades 1,2&3 (I.M.P.) 6. Harry Warren Jeepers Creepers} What Jazz ‘n’Blues Can I Play?,Trompet Grades 1,2&3 (I.M.P.) 7. Grieg Morning (From’ Peer Gynt’) Winners Galore, arr. Lawrance (& edition: Brass Wind:Piano Accomp,Published separately) 8. Tony Rickard Take The Eb Train.No.3 from the ‘Well-Easy’ Trompet Book, arr. Tubb Rickard.(RoseHill Music) Daftar C 1. Keith Amos Sequences or Fred Bean: no.7 or no.9 from ’24 Carat Gold’ (CMA Publications 273) 2. Deborah Calland March Past or Jump To It, from ‘Top Brass’(Stainer &Bell) 3. Edward Gregson Hugarian Dance: no.4 from’ 20 Supplementary Tunes for Beginner Brass (& edition: Brass Wind) 4. John Miller Pastorale or Russian Dance: no.4 or no.11 from ‘Simple Studies for Beginner Brass (Faber) 5. Mark Nightingale A small Step: no.1 from’Easy Jazzy ‘Tudes’(& brass edition:Warwick Music) Teknik Tangganada dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan teknik lidah dalam kunci nada berikut ini :
    • Trompet 363 Bab 27 C Mayor,A minor (satu oktaf) Tangganada: Dalam kunci-kunci nada di atas (melodic minor atau bentuk harmoni dapat dipilih oleh peserta uji kompetensi): Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi 27.6.2. SEMESTER 2 (Tingkat Dasar 2) Instrumen: Trompet, Cornet And Flugelhorn Repertoar: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C; Eb soprano trompet,peserta uji kompetensi juga dapat memilih alternatif pada daftar repertoar A dan B untukda Eb Horn. Daftar A 1. Arbeau Branle des sabots. Time Pieces for Trompet. Vol.3 ,arr. Harris and Wallace (Associated Board) 2. Clarke The Emperor of Germany’s March.Shore’s Trompet, arr. Barsham (Boosey & Hawkes) 3. attrib.Henry VIII Pastime with Good Company.Beginners please!,arr. Wiggins (Bb & edition:Rosehill Music) 4. Hummel ecossaise. Time Pieces for Trompet.Vol .1,arr. Harris and Wallace (Associated Board) 5. Janáĉek 2 Moravian Folk Songs. Time Pieces for Trompet.Vol .2,arr. Harris and Wallace (Associated Board) 6. Mozart Aria (from ‘The Marriage of Figaro’). Winners Galore, arr.Lawrance (&edition: Brass Wind: Piano Accomp,Published separately)
    • Trompet 364 Bab 27 7. Sullivan Policeman‘s Song (from’The Pirates of Penzance’). The Magic Trompet,arr.Have (Boosey &Hawkes) Daftar B 1. George Barnard Alabama Dream: Ragtime Cake-Walk. No. 20 from first Book of Trompet Solos, arr. Walace and Miller. (Faber) 2. Carol Barratt Fivepins.Bravo! Trompet, arr. Barratt (Boosey &Hawkes) 3. L.Bernstein I Feel Pretty (from ‘West Side Story ‘). Easy winners arr. Lawrance (&edition: Brass Wind: Piano Accomp, Published separately) 4. Rory Boyle Iron Fillings: 4 from ‘Metal Pieces’(Associated Board) 5. Erskine Hawkins, Wiliam Johnson and Julian Dash Tuxedo Junction.no.3 from All Jazzed Up for Trompet,arr. Wilson-Smith (Brass Wind) 6. Christopher Norton Duet: no.4 from ‘The Microjazz Trompet Collection 2’(Boosey &Hawkes) 7. Pamela Wedgwood Chinese Take It Away or Scale-Learning Blues!No.2 or no.7 from Up-Grade!Trompet Grades 2-3,arr. Wedgwood (Faber) Daftar C 1. Keith Amos Kilory Was here or Wee Wullie: no.14 or no17from ’24 Carat Gold’(CMA Publications 273) 2. Deborah Calland Brass Bells of Easy Rider, from ‘Top Brass’(Stainer &Bell) 3. Edward Gregson March of Justine’s March: no.7 or no.14 from ‘20 Supplementary Tunes for Beginner Brass’ (& edition: Brass Wind) 4. John Miller Scottich Warrior: no.21 from ‘Simple Studies for Beginner Brass’ (Faber) 5. Mark Nightingale Coo’s Blues or Ready, Aim,Fire!no.3 or no. 4 from’Easy Jazzy ‘Tudes’(& brass edition:Warwick Music)
    • Trompet 365 Bab 27 TEKNIK Tangganada dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan teknik lidah dalam kunci nada berikut ini : Bb, D Mayor; A, D minor (Satu Oktaf ) Tangganada: Dalam kunci-kunci nada di atas (melodic minor atau harmonik minor dapat di pilih oleh peserta uji kompetensi.): Tangganada Kromatik: Dimulai dari C (Satu Oktaf) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini. 27.6. 3. Semester 3 (Tingkat Dasar 3) INSTRUMEN: Trompet, Cornet And Flugelhorn TIGA REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini. Daftar A 1. Anon British Grenadiers Going Solo- Trompet, arr. Miller and Pearson (Faber) 2. Anon. American JohnnyGet Your Hair Cut} Time Pieces For Trompet,Vol.3. arr. Harris and Wallace( Associated Board) 3. Britten A New York Carol (from ‘Friday Afternoons’ Op.7} Time Pieces For Trompet,Vol.3. arr. Harris and Wallace( Associated Board)
    • Trompet 366 Bab 27 4. Clarke Trompet Tune.Time Pieces for Trompet, Vol.2 arr Harris and Wallace( Associated Board) 5. Elgar Theme from ‘Pomp and Circumstance’ March no.4 The Magic Trompet, arr Hare (Boosey &Hawkes) 6. Jacob Tempo di Marcia: no.1 from’4 Little Pieces’ (Emerson) 7. Purcell rumpet Tune (from ‘The Indian Queen’) No. 5 from first Repertoire Pieces for Trompet, ed. Wastall (Boosey& Hawkes) 8. Schubert Military March (from Op.51). What Else Can I Play? Trompet Grade 2 (I.M.P.) Daftar B 1. Keith Amos Crushing Division or The Silver Mot: no.9 or no.10from ‘The Eddie Stobart Collection’ (CMA Publication 266) 2. Paul Harris Serenade: no.5 from’ 6 Miniatures for Trompet ‘(Ricordi/U.M.P.) 3. Joplin Easy Winner. Easy Winner, arr. Lawrance (&edition: Brass Wind: Piano Accomp,Published separately) 4. Henry Mancini Pink Phanter. No.7 from All Jazzed Up for Trompet, arr. Wilson- Smith (Brass Wind) 5. Christopher Norton Big Time or On Sheashore (mute optional): no.5 or no.28 from ‘The Microjazz Trompet Colletion 2 ‘(Boosey&Hawkes) 6. Prokofiev Troika (from ‘Liutenant Kije’). Amazing Solos for Trompet or Cornet,arr Harrison (Boosey & &Hawkes) 7. Richard Rodgers Blue Moon What Jazz’n’Blues Can I Play?.Trompet Grades 1,2,&3 (I.M.P) 8. Michael Rose Calypso: no.5 from ‘Trompeter’s Ten’(Associated Board) Daftar C 1. Keith Amos The Last Run or A Soul- Stirring sight: no.13 or no.21 from ‘24 Carat Gold’ (CMA Publication 273)
    • Trompet 367 Bab 27 2. Deborah Calland Wistful Waltz or Bold As Bras, from‘Top Brass’(Stainer &Bell) 3. Edward Gregson Fanfare: no.19 from 20 Supplementary Tunes for Beginner Brass’ (& edition: Brass Wind) 4. John Miller Rubic Rumba or Mason’s Marzuka: no.27 or no. 29 from ‘Simple Studies for Beginner Brass’ (Faber) 5. Mark Nightingale Cinnamon Tea: no.12 from’Easy Jazzy ‘Tudes’ (& brass edition: Warwick Music) TEKNIK Tangganada Dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini : Eb, E mayor: C, E minor (Satu Oktaf); A mayor (interval ke dua belas) Tangganada: Dalam kunci-kunci nada di atas (melodic minor atau harmonik minor dapat di pilih oleh peserta uji kompetensi.): Tangganada Kromatik: Dimulai dari C (Satu Oktaf) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini.
    • Trompet 368 Bab 27 27.6. 4. SEMESTER 4 (Tingkat Dasar 4) INSTRUMEN: Trompet, Cornet And Flugelhorn REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini. Daftar A 1. Byrd John Come Kiss Me New York No.7} Going Solo – Trompet, arr. Miller and Person (Faber) 2. Purcell Failrest Isle No.6} Going Solo –Trompet, arr. Miller and Person (Faber) 3. M.-A.Charpentier Prelude Time Pieces for Trompet Vol.3 .arr Harris and Wallace( Associated Board) 4. Copland Simple Gifts (from ‘Old American Song ‘.Set 1) Copland 2000 for Trompet ( Boosey & &Hawkes: Piano Accomp,Published separately) 5. Jacob Alla menuetto: no.4 from ‘4 Little Pieces ‘(Emerson) 6. Verdi Chorus of the Hebrew Slaves (from Nabucco) The Magic Trompet, arr. Hare (Boosey & &Hawkes) Daftar B 1. Keith Amos Ice Cream Cornet: no.17 from ‘The Eddie Stobart Collection’ (CMA Publications 266) 2. L. Bernstein Maria or America (from ‘West Side Story ‘) Amazing Solos for Trompet or Cornet ,.arr Harrison (Boosey & &Hawkes) 3. Ray Gilbert and ‘Kid’Ory Muskrat Ramble} Amazing Solos for Trompet or Cornet ,.arr Harrison (Boosey & &Hawkes) 4. Roy Catle Casson, from ‘Play Brass with Roy Castle’ (RoseHill Music)
    • Trompet 369 Bab 27 5. Paul Harris Dance: no.6 from ‘6 Miniatures for Trompet (Ricordi/U.M.P.) 6. Jerome Morross The Big Country. Some Might Say -Prokofiev. arr. Ramskill (Brass Wind) 7. Allen Vizzuti The Orient (Bella Musica/Studio Music) Daftar C 1. Keith Amos White Hart Lane or A CloseRun Thing: no.19 or no.24 from ‘24 Carat Gold’ (CMA Publication 273 ) 2. Deborah Calland Lonely Town or Barry’s Boogie, from‘ Top Brass’ ( Stainer & Bell) 3. Concone 50 Lessons,Op..9: no.4or no.5 Concone The Complete Solfeggi,trans.Korak (Balquhidder Music- Carl Fisher/Boosey&Hawkes) 4. John Miller Bothie Ballad or Articulation: no.1 or no.4 from ‘Progressive Studies for Trompet ‘ (Faber) 5. Mark Nightingale Skipping and Slinky: no.11 and 13 from’Easy Jazzy ‘Tudes’ (& brass edition: Warwick Music) TEKNIK Tangganada Dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini : F, mayor: F minor (satu oktaf) Ab, Bb mayor; A, B minor (interval ke dua belas) Tangganada: Dalam kunci-kunci nada di atas (melodic minor atau harmonik minor dapat di pilih oleh peserta uji kompetensi.): Tangganada Kromatik: Dimulai dari Bb (interval ke dua belas)
    • Trompet 370 Bab 27 Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan. Bermain Primavista: memainkan sebuah lagu pendek dalam sukat yang sederhana,dalam kunci nada dan seluruh jarak nada yang diisyaratkan pada level kompetensi ini. 27.6.5. Semester 5 (Tingkat Dasar 5) INSTRUMEN: Trompet, Cornet dan Flugelhorn REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini. Daftar A 1. J.S.Bach Gugue (From Orchestral Suite no.3 ) Some Might say –Prokofiev ,arr. Ramskill(Brass Wind) 2. Franck Panis Angelicus} Trompet in Church,arr. Denwood (Emerson) 3. Mendelssohn O Rest in the Lord} Trompet in Church,arr. Denwood (Emerson) 4. Molter Adagio (from Trompet Concerto no.1) No. 5 From Baroque Music for Trompet ,ed. Wastall (Boosey & &Hawkes) 5. Peeters Sonata for Trompet, Op. 51: 2 nd movt, Aria (Peters P-6240) 6. Telemann Air (from Der getreue Musikmeister). The Baroque Trompet arr, Miller (Bb/D edition: Faber) Daftar B 1. L. Bernstein Somewhere (from West Side Story) Bernstein for Trompet,arr. Elliot (Boosey &Hawkes)
    • Trompet 371 Bab 27 2. Gershwin I Got Rhythm (from ‘Girl Crazy) Play Jazztime for Trompet,arr.Stratford (Faber) 3. Adam Gorb Oussoul, from ‘A Tango to Bali (Brass Wind) 4. Edward Gregson Canon Dance, From ‘Cameos for Trompet ‘(Brass Wind) 5. Gareth Wood Nocturne (Brand Publications/Smith) 6. Yradier La Paloma. Play Latin for Trompet, arr.Gout and Farley (Faber) Daftar C 1. Concone 50 Lesson, Op.9: no.35 or no.37 Concone The Complete Solfeggi,trans.Korak (Balquhidder Music- Carl Fisher/Boosey&Hawkes) 2. John Miller Praire Song or March: no.5 or no.6 from ‘Progresive Studies for Trompet ‘(Faber) 3. Mark Nightingale Passion Fruit Samba: no.18 from’Easy Jazzy ‘Tudes’(& brass edition:Warwick Music) 4. Allen Vizzutti Ballad: no.3 from ’20 Dances for Trompet’(De Haske) 5. Malcon Weale Challenging Brass: no.10 in D or no. 11 ( & edition: Rosehillmusic) Tangganada Dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini : Bb, Db mayor; Bb, C#minor (interval ke dua belas) G, Ab mayor; G minor (Dua Oktaf) Tangganada: Dalam kunci-kunci nada di atas (melodic minor atau harmonik minor dapat di pilih oleh peserta uji kompetensi.):
    • Trompet 372 Bab 27 Tangganada Kromatik: Dimulai dari C ( interval ke dua belas) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada diatas dengan jarak nada yang ditunjukkan Dominath Tujuh: Untuk kunci nada C (Dua Oktaf) 27.6. 6. Semester 6 (Tingkat Menengah 6) INSTRUMEN: Trompet, Cornet dan Flugelhorn JAZZ: harus menguasai TRP 005 TIGA REPERTOAR: setiap peserta uji kompetensi harus memilih satu repertoar dari setiap kelompok dalam daftar A, B dan C di bawah ini. Daftar A 1. Banchieri Canzona 5. The Baroque Trompet,arriller (Bb/D edition: Faber) 2. Bruckner Ave Maria.arr Mortimer (Bb/C editions: Edition Marc Reift/Mus T) 3. Handel Ev’ry Valley Shall Be Exalted (from ‘Messiah ‘) 3. Handel Arias,arr Street (Studio Music ) 4. Mozart Andante (from Piano Concerto no.21) The James Watson Collection, Vol .2 arr. Bennett (Unlimited MusiciMaecenas Europe) 5. L.Otto Trompet Concerto in Eb: 3 rd movt,Rondo: Allegro grazioso (Bb/ Eb edition Brass Wind ) 6. Purcell Sonata for Trompet :1 st and 3 rd movts (Bb/C edition: International 2089 – Kalmus/M.D.S.) 7. Sullivan Sorry Her Lot Who Loves Too Well (from ‘H.M.S. Pinafore’) The Victorian Trompet ,arr Wallace and Rickard (Faber)
    • Trompet 373 Bab 27 Daftar B 1. Anon. Mexican Hat dance or La Cucaracha. No.2 or no.3 from Play Latin for Trompet,arr Gout Farley (Faber) 2. L. Bernstein Lucky To Be Me (from On the Town ‘) Bernstein for Trompet,arr. Elliot (Boosey &Hawkes) 3. Clare Grudman Conversation for Cornet (Boosey &Hawkes) 4. Christopher Norton Concertino for Trompet: any one movt (Boosey &Hawkes) 5. Jim Parker Soldier or Ground Force. The Music of Jim Parker for Trompet (Brass Wind) Daftar C 1. Arban 14 Studies for Cornet : no.5 in C (Boosey &Hawkes ) 2. Concone 25 Lessons,Op. 10 no.19. Concone The Complete Solfeggi,trans.Korak (Balquhidder Music- Carl Fisher/Boosey&Hawkes 3. John Miller Stealthy Living of Morning: no.11or no.13 from ‘Progressive Studies for Trompet (Faber) 4. Mark Nightingale Transposition Blues: no.27 from’Easy Jazzy ‘Tudes’ (& brass edition: Warwick Music) 5. Ernest Piper The Well-Tempered Player: no.2in C minor (Sounding Brass/Rosehill Music ) 6. Allen Vizzutti Irish Reel : no.6from ’20 Dances for Trompet ‘( De Haske ) 7. Malcolm Weale Challenging Brass: no.15 in C minor or no.16 in G minor ( & edition: Rosehillmusic)
    • Trompet 374 Bab 27 TEKNIK Tangganada Dan Arpeggio: Harus dihafalkan dimainkan baik dengan legato maupun dengan tekhnik lidah dalam kunci nada berikut ini : Untuk semua instrumen: D Mayor ; C minor (interval ke dua belas) F#, A mayor; G#,A minor (Dua Oktaf) Tangganada: Dalam kunci-kunci nada di atas (minor melodic atau minor harmonik dapat dipilih oleh peserta uji kompetensi.): Tangganada Kromatik:Dimulai dari F#, G, Ab (Dua Oktaf) Arpeggio: akor-akor yang umum pada kunci nada di atas dengan jarak nada yang ditunjukkan Dominan Tujuh: Untuk kunci nada D (Dua Oktaf) Diminis Tujuh: Dimulai dari kunci nada G (Dua Oktaf ) Bermain Primavista: Peserta uji kompetensi harus mempersiapkan untuk membaca Primavista untuk Trompet juga mempersiapkan transposisi primavisata setingkat standart TRP 004 seperti untuk Trompet dalam C.
    • DAFTAR PUSTAKA Adler, Samuel. The Study of Orchestration. W. W. Norton & Company, 3rd edition, 2002. ISBN 0-393-97572-X Apel, Willi. 1978. Harvard Dictionary of Music. Cambridge: Harvard University Press. Del Mar, Norman. Anatomy of the Orchestra. University of California Press, 1984. ISBN 0-520-05062-2 Randel, Don Michael. 1978. Harvard Concise Dictionary of Music. London: The Belknap Press of Harvard University Press. Amer, Christine. 1972. Harper’s Dictionary of Music. London: Barnes & Noble Book. Annoni, Maria Theresa. 1989. Tuing, Temperament and Pedagogy of the Vihuela in Juan Bermudo’s “Declaracion de Instrumntos Musicales (1555). Ph.D. The Ohio State University. Anonim.quot;Journal of the International Double Reed Societyquot; (annual since about 1972), I.D.R.S. Publications Anonim.1989.Ensiklopedi Anak Nasional Vol.1ª.Jakarta:PT Cipta Adi Pustaka. Anonim.2006.”Cinta, Musik, dan Kesehatan”.Kompas tgl 19 Desember 2006. Apel, Willi. 1978. Harvard Dictionary of Music. Cambridge: Harvard University Press. Baines, Anthony (ed.), 1961,Musical Instruments Through the Ages, Penguin Books, Behrend, Siegfried (transkriptor). 1974. Johann Sebastian Bach: Präludium mit Fuge und Allegro D-Dur. Frankfurt am Main: Edition Wilhelm Hansen.
    • Kepustakaan 370 Classic Guitar Repertory Grade 5, 4, 3. Vol. 1. Japan: Yamaha Music Foundation (16-460) Del Mar, Norman. Anatomy of the Orchestra. University of California Press, 1984. ISBN 0-520-05062-2 Duarte, John and Poulton, Diana (transk.). 1974. Robert Dowland: Varietie of Lute Lesson (1610), Voll V-Galliard. Italy: Bérben Edizioni Musical. Ferrell, Robert G. 1997.quot;Percussion in Medieval and Renaissance Dance Music: Theory and Performancequot;.. Retrieved February 22, 2006. Grier, James. 1996. The Critical Editing of Music: Theory, Method, and Practice. Cambridge: Cambridge University Press. Harder, Thomas Lee. 1992. The Vihuella Fantasias from Migulde Fuenllana’s “Orphénica Lyra”: Introduction and guitar transription of nine representative works. U.S.A.: U.M.I. D.M.A. diss. Arizona States University. Hunt, Edgar (piano transk.). 1956. Robert Dowland: Varietie of Lute Lesson (1610). London: Schott & Co. Ltd. Indrawan, Andre (ed.). 1991. Modul Silabus dan Bahan Ujian Mata Kuliah Mata Kuliah Praktek Gitar Tahun Akademik 1992/1993. Yogyakarta: Jurusan Musik, FK ISI Yogyakarta. Indrawan, Andre. 1995. Galliard 2: The most sacred Queene Elizabeth, Her Galliard. Yogyakarta: Transkripsi cetakan sendiri. Indrawan, Andre. 1995. Resital Andre Indrawan. Jakarta: Gedung Kesenian Jakarta (buklet resital). Indrawan, Andre. 1998. Upaya Peningkatan Kualitas Studi Gitar pada Jenjang Studi D3 dan S1 melalui Tugas Akhir Resital. Yogyakarta: Lembaga Penelitian (LPM) ISI Yogyakarta Indrawan, Andre. 1999. Aria detta la Frescobalda. Darwin: Transkripsi cetakan sendiri.
    • Kepustakaan 371 Indrawan, Andre. 2003. Johann Sebastian Bach: Prelude, Fugue and Allegro. Melbourne: Transkripsi cetakan sendiri Indrawan, Andre. 2004. “Peranan Seni Transkripsi Gitar Klasik Dalam Pengembangan Studi Gitar Pada Pendidikan Tinggi Musik Indonesia.” Laporan penelitian intern. Yogyakarta: Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta. Indrawan, Andre.. 1999. Classical Music Concert by Andre Indrawan (guitar) and Kara Ciezki (recorder). Melbourne: University if Melbourbe Postgraduate Association Inc (leaflet acara resital). Jamalus.1988.Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik.Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti.Proyek Pengembangan LPTK. Jansen, Will, 1978.The Bassoon: Its History, Construction, Makers, Players, and Music, Uitgeverij F. Knuf,. 5 Volumes Johnson, Rebecca Tate. 1981. Analysis, Guitar Transcripsion and Performance Practices of the Twelve Songs from Miguelde Fuenllana’s “Ophenica Lyra” derived from “Polyphonic Villancicos” by Juan Vasquez. D.M.A., Musicology, University of Southern Mississippi. Kodiyat, Latifah. 2006 Marzuki: Wolfgang Amadeus Mozart komponis cilik dari Salzburg. Djambatan, Jakarta, ISBN 979-428-629-X Kohlhase, Thomas. 1976. Neue Ausgabe Sämtlicher Werk; Herausgeben vom Johann-Sebastian-Bach-Institut Göttingen und vom Bach-Archiv Leipzig, seri kelima jilid kesepuluh kumpulan Klavier- und Lautenwrke. London: Bärenreiter 2204 Kopp, James B., 1999. quot;The Emergence of the Late Baroque Bassoonquot;, in The Double Reed, Vol. 22 No. 4. Lange, H.J. and Thomson, J.M., quot;The Baroque Bassoonquot;, Early Music, July 1979. Langwill, Lyndesay G., The Bassoon and Contrabassoon, W. W. Norton & Co., 1965
    • Kepustakaan 372 Matthews, Max Made. 2001. Music: An Illustrated History. London: Annes Publishing Limited. McNeill, Rhoderik. 1998. Sejarah Musik 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia Merriam, Allan P. 1964.The Anthropology of Music. Indian: IU Press. Montagu, Jeremy. 2002. Timpany & Percussion. Yale University Press, ISBN 0-300-09337-3 Muttaqin, Moh., 2003.”Musik Dangdut:Sebuah Kajian Musikolgis” Tesis S2 untuk memperoleh gelar Magister Humaniora. Yogya- karta:Universitas Gadjah Mada,tidak dipublikasikan. Otai, T. 1985. 170 Famous Guitar Collections Grade C. Japan: Doremi Music Pub. Co., Ltd. Ottman, Robert W.1961.Advanced Harmony, Theory and Practice.N.J:Prentice-Hall,Inc. Peters, Mitchell. 1993. Fundamental Method for Timpani. Alfred Publishing Co., ISBN 0-7390-2051-X Piano Sonatas K 533, 545, 570, 576 MP3 Creative Commons Recording Pidoux. Pierre. 1948. Girolamo Frescobalsi: Organ and Keyboard Works ( the second book of Toccatas, Canzoni etc, 1637) Jilid IV. London: Bärenreiter 2204 Popkin, Mark and Glickman, Loren, 2007 .Bassoon Reed Making, Charles Double Reed Co. Publication, 3rd ed., Prier S.J., Karl Edmun.1996.Ilmu Bentuk Musik.Yogyakarta:Pusat Musik Liturgi. Prihatini, Rina Murwani.2003.”Analisis Lagu Seriosa Pantai Sepi Karya Liberty Manik”, Skripsi,tidak dipublikasikan.Semarang: Universi- tas Negeri Semarang. Retro, Dejavu. 2001. Andrés Segovia. EEC: Dejavu Retro Gold Collection- Recording Arts SA (rekaman kompilasi)
    • Kepustakaan 373 Sadie, Stanley, ed., The New Grove Dictionary of Musical Instruments, s.v. quot;Bassoonquot;, 2001 Scheit, Karl (transk.) 1982. Francesco da Milano (1497-1543): Ricercare und Fantasien. Wien: Universal Edition Schmidt III, Henry Louis. 1969. The First Printd Lute Books: Francesco Spiracino’s “Intabulatura de Lauto, Libro primo & Libro secondo (Venice: Petrucci, 1507)”. Ph.D. the University of California at Chapel Hill. Segovia, Andrés (kompilasi penerbit). 1987. Masters of the Guitar Andrés Segovia (1893-1987). England: Schott. Semangun, Haryono. 1992. Filsafat, Filsafat Pengetahuan, dan Kegiatan Ilmiah. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana UGM Silsen, Myrna. 1973. Renaissance Lute Music for the Guitar; An Anthology of Constant Delight. New York: Robins Music Corporation. Spencer, William (rev. Mueller, Frederick). 1958.The Art of Bassoon Playing, Summy-Birchard Inc., Staton, Barbara,dkk.1991.Music and You. Macmillan Publishing Company 866 Third Avenue New York,N.Y.10022 ISBN:0-02- 295005-2. Stauffer, George B. (1986). quot;The Modern Orchestra: A Creation of the Late Eighteenth Centuryquot;. In Joan Peyser (Ed.) The Orchestra: Origins and Transformations pp. 41-72. Charles Scribner's Sons. Teuchert, Heinz (transkriptor). 1978. Johann Sebastian Bach: Präludium, Fuge und Allegro BWV 998. München: G. Ricordi & Co. Thomas, Dwight. Timpani: Frequently Asked Questions. Retrieved February 4, 2005. Tyler, James. 1992. The Solo Lute Music of John Dowland. Ph.D. Berkeley: University of California.
    • Kepustakaan 374 Ward, John Milton.1953. The Vihuela de Mano and its Music (1536-1576). Ph.D. New York University. Weaver, Robert L. 1986. quot;The Consolidation of the Main Elements of the Orchestra: 1470-1768quot;. In Joan Peyser (Ed.) The Orchestra: Origins and Transformations pp. 7-40. Charles Scribner's Sons. Sumber internet: quot;Credits: Beatles for Salequot;. All Music Guide. Retrieved February 18, 2005. quot;Early Timpani in Europequot;. The Vienna Symphonic Library. Retrieved February 4, 2005. quot;Timpani ins and outsquot;. Adams Musical Instruments. Retrieved February 4, 2005. quot;Historical DCI Scoresquot;. 2005. The Sound Machine Drum Corps Scores Archive. Retrieved February 17, 2005. quot;Timpani General Informationquot;. 2005.American Drum Manufacturing Co. Retrieved February 6,. quot;Kettledrumquot;. 1911 Encyclopedia Britannica as retrieved from [1] on February 26, 2006. “Literature of and about Mozart in The European Library Online Objects only “Musik” dalam Wikipedia, Ensiklopedi Bebas Berbahasa Indonesia” (http://id. wikipedia.org/wiki/Musik), di-download tahun 2007 “The Double Reedquot; (currently three issues per year), I.D.R.S. Publications (see www.idrs.org) Zoutendijk, Marc. Letters to Flamurai. February 8, 2005. quot;Schnellar Timpaniquot;. Malletshop.com. Retrieved February 10, 2005. quot;Biographyquot;. About Jonathan Haas. Retrieved February 17, 2005.
    • Kepustakaan 375 quot;Recordingsquot;. About Jonathan Haas. Retrieved May 21, 2006. quot;Credits: A Love Supremequot;. All Music Guide. Retrieved February 18, 2005. quot;Credits: Tubular Bellsquot;. All Music Guide. Retrieved February 18, 2005. quot;William Kraft Biographyquot;. Composer John Beal. Retrieved May 21, 2006.
    • ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digu- nakan dalam Proses Pembelajaran. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 34.914,00