TERDEPAN,TERPERCAYA.TUMBUH BERSAMA ANDA.           Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007   1
DAFTAR ISIWarisan Tak Ternilai                             3   Corporate Banking                     98Penghargaan        ...
WARISAN TAK TERNILAIBank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober           Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal    ...
Penghargaan                                              Corporate Governance Award untuk kategori Best Overall for Corpor...
Penghargaan                                                       Asia’s Best Companies Poll 2007 untuk kategori :        ...
Ikhtisar Keuangan                                                                       2003        2004        2005      ...
Ikhtisar Keuangan CATATAN:                                                                      (8) Perhitungan rasio kecu...
SambutanKomisaris Utama    Edwin Gerungan - Komisaris Utama dan Komisaris Independen8 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk....
SambutanKomisaris UtamaKepada para Stakeholder, Pemegang Saham            - Penguatan berbagai metode dan pendekatan      ...
SambutanKomisaris UtamaOperasional Bank Mandiri serta Kebijakan            menyampaikan apresiasi kepada Direksi,Pengelola...
Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007   11
14 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
PRADJOTO                                               YAP TJAY SOENKomisaris Independen                                  ...
SambutanDirektur Utama     Agus Martowardojo - Direktur Utama16 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
SambutanDirektur UtamaBank Mandiri berhasil melewati periode Back on Track denganpencapaian kinerja keuangan yang melampau...
SambutanDirektur UtamaPERKEMBANGAN EKONOMI MAKROSecara umum, kinerja perekonomian Indonesia            neraca pembayaran I...
SambutanDirektur Utama tahun hingga mencapai 8% pada akhir tahun 2007.     - Penurunan suku bunga.                        ...
SambutanDirektur Utama(non tradable) dimana pertumbuhan sektor barang        utama yaitu Net NPL di bawah 5% dan perbaikan...
SambutanDirektur Utama   meningkatkan core business yang tercermin dari    Untuk memperkuat keberadaan organisasi         ...
Sambutan Direktur Utama INISIATIF UNTUK OUTPERFORM THE MARKET                                                 MEMBANGUN PE...
SambutanDirektur Utama Di Treasury & International Banking, kami terus         Ujung tombak program aliansi strategis     ...
SambutanDirektur Utama   perangkat teknologi informasi sebagai Supply       kepercayaan kepada Manajemen dan seluruh   Cha...
Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007   25
Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007   26
Direksi                                               AGUS MARTOWARDOJO                                         WAYAN AGUS...
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Bank mandiri
Prochain SlideShare
Chargement dans... 5
×

Bank mandiri

24,685

Published on

Published in: Économie & finance, Affaires
2 commentaires
1 mention J'aime
Statistiques
Remarques
  • ksm bank mandir saya belum dapat no kontak nya?
    sudah yg keberapa setoran saya tdk tahu!
       Répondre 
    Êtes-vous sûr de vouloir  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici
  • Kurang lengkap laporannya, coba dibandingkan di sini:
    http://upakarti.com/bank-mandiri-bank-terbaik-di-indonesia.html
       Répondre 
    Êtes-vous sûr de vouloir  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici
Aucun téléchargement
Vues
Total des vues
24,685
Sur Slideshare
0
À partir des ajouts
0
Nombre d'ajouts
2
Actions
Partages
0
Téléchargements
373
Commentaires
2
J'aime
1
Ajouts 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Bank mandiri"

  1. 1. TERDEPAN,TERPERCAYA.TUMBUH BERSAMA ANDA. Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 1
  2. 2. DAFTAR ISIWarisan Tak Ternilai 3 Corporate Banking 98Penghargaan 4 Commercial Banking 106Ikhtisar keuangan 6 Consumer Finance 110Sambutan Komisaris Utama 8 Micro & Retail Banking 116Dewan Komisaris 10 Treasury & Internatiional Banking 120Sambutan Direktur Utama 16 Special Asset Management 124Dewan Direksi 24 Produk & Jasa 128Struktur Organisasi 32 Manajemen Risiko 132Pembahasan Umum dan Analisis Manajemen 34 Compliance & Human Capital 138Laporan Pengawasan Dewan Komisaris 58 Technology & Operations 142 Laporan Komite Audit 61 Corporate Social Responsibilities 146 Laporan Komite Pemantau Risiko 63 Informasi Pemegang Saham 150 Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi 64 Manajemen 154 Laporan Komite Good Corporate Governance 65 Daftar Cabang Bank Mandiri 158Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance 66 Daftar MBU, MBDC, CBC, & SBDC 179Anggota Komite Pihak Independen Non Komisaris Pernyataan Dewan Komisaris 186dan Corporate Secretary 81 Pernyataan Direksi 187Finance & Strategy 84 Laporan Keuangan KonsolidasianChange Management Office 92 beserta Laporan Auditor Independen 1882 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  3. 3. WARISAN TAK TERNILAIBank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal Sejak didirikan, Bank Mandiri terus bertekad untuk1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi dari Bank Industri Negara (BIN ), sebuah bank membentuk tim manajemen yang handal danperbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan profesional serta bekerja berdasarkan prinsip-Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik misi untuk mendukung pengembangan sektor- prinsip good corporate governance, pengawasanPemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, dan kepatuhan yang sesuai standar internasional.Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank industri dan pertambangan. Pada tahun 1960, Bank Mandiri disupervisi oleh Dewan KomisarisPembangunan Indonesia, bergabung menjadi Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara dan yang terdiri dari orang-orang yang menonjol diBank Mandiri. Keempat Bank tersebut telah turut BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. komunitas keuangan yang ditunjuk oleh pemegangmembentuk riwayat perkembangan perbankan di Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk saham termasuk Menteri Negara BUMN. TingkatanIndonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih membantu pembangunan nasional melalui tertinggi dari manajemen eksekutif adalah Direksi,dari 140 tahun yang lalu. pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang yang diketuai oleh Direktur Utama. Direksi kami pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata. terdiri dari para bankir yang berasal dari legacy bankProses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dan juga para bankir profesional dari bank lain.dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda Kini, Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi Sebagai bagian dari penerapan GCG, Bank MandiriDe Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah membentuk Compliance Group, Internal Audit danUmum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, berpengalaman selama lebih dari 140 tahun. Corporate Secretary, dan juga dari waktu ke waktuChartered Bank (sebelumnya adalah bank milik Masing-masing dari empat bank bergabung diperiksa oleh Bank Indonesia dan Badan PemeriksaInggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum telah memainkan peranan yang penting dalam Keuangan (BPK), serta diaudit setiap tahunnya olehNegara diberi hak untuk melanjutkan operasi bank pembangunan ekonomi. auditor independen. Komitmen kami terhadap GCGtersebut. Pada tahun 1965, Bank Umum Negara ini telah mendapat pengakuan berupa Corporatedigabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan KONSOLIDASI DAN INTEGRASI Governance Award dari majalah AsiaMoney untukberganti nama menjadi Bank Negara Indonesia kategori Best Overall for Corporate Governance inUnit IV. Kemudian pada tahun 1968, Bank Negara Setelah selesainya proses merger, Bank Mandiri indonesia dan Best for Disclosure and Transparency.Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya. kemudian memulai proses konsolidasi. Diantaranya kami menutup 194 kantor cabang yang overlap dan Dengan total aktiva yang saat ini telah tumbuhBank Dagang Negara merupakan salah satu mengurangi jumlah pegawai dari 26.000 menjadi mencapai lebih dari Rp300 triliun, atas kerja kerasbank tertua di Indonesia, pertama kali dibentuk 17.620. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single 21 ribu lebih karyawan yang tersebar di 956 kantordengan nama Nederlandsch Indische Escompto brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi. cabang dalam negeri dan 6 cabang luar negeriMaatschappij di Batavia (Jakarta) pada tahun termasuk perwakilannya, Bank Mandiri telah1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Salah satu pencapaian penting adalah penggantian bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik danEscomptobank NV, dimana selanjutnya pada secara menyeluruh platform teknologi kami. Kami menyediakan solusi keuangan yang menyeluruhtahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat di bidang investment banking, perbankan syariahnama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah bank legacy bank. Setelah investasi awal untuk konsolidasi serta bancassurance bagi nasabah perusahaanPemerintah yang membiayai sektor industri dan sistem yang berbeda tersebut, kami mulai swasta maupun milik Negara, komersial, usaha kecilpertambangan. melaksanakan program penggantian platform yang dan mikro serta nasabah consumer. Tekad yang berlangsung selama tiga tahun dengan investasi diwujudkan dalam kerja keras ini telah diakui melaluiSejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari USD 200 juta, di mana program pengganti tersebut pemberian peringkat pertama Banking Serviceperusahaan dagang Belanda N.V. Nederlansche difokuskan untuk kegiatan consumer banking. Pada Excellence Award 2007 dari majalah Infobank dan MRI.Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun saat ini, infrastruktur teknologi informasi kami sudah1824 dan mengembangkan kegiatannya di sektor mampu memfasilitasi straight through processingperbankan pada tahun 1870. Pada tahun 1960, dan interface yang seragam untuk nasabah.pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaanini, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahaan ini Nasabah corporate kami merupakan penggerakdigabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sektorBank Negara Indonesia Unit II . Pada tahun 1968, usaha, nasabah kami bergerak di bidang usaha yangBank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua sangat beragam khususnya makanan dan minuman,unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia pertanian, konstruksi, kimia dan tekstil. PersetujuanUnit II Divisi Expor-Impor, yang akhirnya menjadi kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan prinsipBank Exim, bank pemerintah yang membiayai ‘four eyes,’ dimana persetujuan kredit dipisahkan darikegiatan ekspor dan impor. kegiatan pemasaran dan business unit kami. Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 3
  4. 4. Penghargaan Corporate Governance Award untuk kategori Best Overall for Corporate Governance in Indonesia dan Best for Disclosure and Transparency The Best Executive in Indonesia 2006. Call Center Banking Learning Center Untuk Kategori Banking Services & Priority Banking untuk Bank Domestik The Asian Banker Achievement Award 2006 Best Leader in Indonesia Bisnis Indonesia Banking Efficiency Award 2007 (peringkat satu) untuk kategori: Banking Service Excellence Award 2007 ( peringkat 1) The Best Call Center Indonesia 2007 untuk kategori : The Best E-Corp Award 2007 untuk kategori : Agen Penjual terbaik ORI selama 2007 oleh Dirjen Pengelolaan Hutang Departemen Keuangan The Best Cash Management in Indonesia The Best Trade Finance Bank in Indonesia Anugerah Business Review 2007 untuk kategori: Annual Report Award (ARA) 2006 untuk kategori BUMN-keuangan listed4 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  5. 5. Penghargaan Asia’s Best Companies Poll 2007 untuk kategori : Consumer Banking Excellence Award untuk kategori : kemapanan dan gengsi (Juara III) Collecting Agent Telkom terbaik dengan kategori Excellent Innovation The Best Contact Center of The Year untuk kategori di atas 100 seats Investor Awards Tokoh Financial Indonesia 2007: Top National Banker 2007 ( atas nama Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, penghargaan diserahkan pada 18 Desemebr 2007, Pak Agus diwakilkan oleh Pak WAM) Perusahaan dengan kategori “Sangat Terpercaya” dan Perusahaan dengan kategori “Terbaik” untuk sektor keuangan (hasil survei yang dilakukan oleh Majalah SWA The Best CEO bekerjasama dengan Synovate dan Dunamis) The Best CEO 2007 ( peringkat ke-2) Perusahaan Idaman 2007 (peringkat ke-5) Best Managed Company Financial Insights Innovations Awards 2008 dalam ajang sebuah institusi riset independen Special Citation for Payments Transformation Kriya Pranala Mahakarya untuk Bank Umum dengan total aset di atas 100 Triliun kategori: Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 5
  6. 6. Ikhtisar Keuangan 2003 2004 2005 2006 2007 2007 Rp miliar Rp miliar Rp miliar Rp miliar Rp miliar USD juta Diaudit Diaudit Diaudit Diaudit Diaudit LABA RUGI Pendapatan Bunga Bersih 8.007 9.534 8.955 10.345 12.786 1.361 (1) Pendapatan Selain Bunga 3.746 4.047 2.489 2.733 3.373 359 Pendapatan Operasional (2) 11.753 13.581 11.444 13.078 16.159 1.720 Beban Overhead (3) 3.915 5.391 6.267 6.269 7.491 798 Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi 538 333 4.445 3.634 2.053 219 Laba (rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Dan Hak Minoritas 7.032 7.525 1.233 2.831 6.333 674 Laba (Rugi) Bersih 4.586 5.256 603 2.421 4.346 463 NERACA Jumlah Aktiva 249.436 248.156 263.383 267.517 319.086 33.971 Aktiva Produktif (Bruto) 230.170 225.156 244.147 245.702 286.477 30.194 Aktiva Produktif (Neto) 218.807 214.214 229.059 229.004 271.227 28.659 Kredit yang diberikan 75.943 94.403 106.853 117.671 138.530 14.748 (4) Penyisihan Penghapusan Kredit (9.100) (8.636) (11.824) (14.389) (13.042) (1.388) Jumlah Dana Pihak Ketiga 178.811 175.838 206.289 205.708 247.355 26.334 Jumlah Kewajiban 229.037 223.218 240.168 241.176 289.842 30.857 Jumlah Ekuitas 20.395 24.935 23.215 26.341 29.244 3.113 RASIO-RASIO KEUANGAN (5) 2,8% 3,1% 0,5% 1,1% 2,3% (6) 23,6% 22,8% 2,5% 10,0% 15,8% Marjin Pendapatan Bunga Bersih 3,4% 4,4% 4,1% 4,7% 5,2% Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap Pendapatan Operasional 31,9% 30,3% 21,7% 20,9% 20,9% Rasio Beban Overhead terhadap Pendapatan Operasional (7) 40,4% 45,2% 55,6% 48,9% 47,0% Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva 1,6% 2,2% 2,4% 2,3% 2,4% Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio ) (8) 19,4% 18,6% 18,0% 19,6% 17,3% (8) 27,7% 25,3% 23,7% 25,3% 21,1%6 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  7. 7. Ikhtisar Keuangan CATATAN: (8) Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier Ernst & Young Global, oleh sebab itu bukan (1) Termasuk keuntungan (kerugian) dari I Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal merupakan penyajian yang lengkap. kenaikan (penurunan) nilai dan penjualan (CAR) berdasarkan angka bank saja. surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah (9) Ikhtisar keuangan tahun 2007, 2006, 2005, Untuk tujuan perbandingan, beberapa (2) Pendapatan bunga bersih + Pendapatan informasi keuangan untuk tahun 2006 telah selain bunga dihitung dari laporan keuangan konsolidasian direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian (3) Beban umum dan administrasi + Beban gaji & PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan Anak-Anak informasi keuangan tahun 2007. tunjangan pegawai Perusahaan per tanggal dan untuk tahun (4) Termasuk pendapatan yang ditangguhkan yang berakhir pada tanggal 31 Desember atas kredit yang dibeli dari BPPN 2007, 31 Desember 2006, 31 Desember 2005, (5) Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan 31 Desember 2004, periode delapan bulan hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo yang berakhir pada tanggal 31 Desember triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang 2003 dan periode empat bulan yang berakhir bersangkutan. pada tanggal 30 April 2003 (setelah kuasi (6) Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan reorganisasi) yang telah diaudit oleh Kantor jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & (7) Beban overhead dibagi Pendapatan Sandjaja, anggota Ernst & Young Global (31 operasional tidak termasuk keuntungan dari Desember 2007 dan 31 Desember 2006) kenaikan nilai dan penjualan surat-surat serta Prasetio, Sarwoko & Sandjaja, anggota berharga dan Obligasi PemerintahJUMLAH PEGAWAI JUMLAH ATM - LINK‘03 18.397 ‘03 4.716‘04 19.693 ‘04 5.537‘05 21.192 ‘05 6.025‘06 21.062 ‘06 6.265‘07 21.631 ‘07 7.051 = 1.000 pegawai = 1.000 link ATM JUMLAH REKENING DANA PIHAK KETIGA PER 31 DESEMBER ‘03 6.947.384 ‘04 5.521.037 ‘05 5.425.825 ‘06 6.067.727 ‘07 7.608.434 1 2 3 4 5 6 7 8JUMLAH ATM‘03 2.022‘04 2.470‘05 2.560‘06 2.800‘07 3.186 = 500 ATM Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 7
  8. 8. SambutanKomisaris Utama Edwin Gerungan - Komisaris Utama dan Komisaris Independen8 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  9. 9. SambutanKomisaris UtamaKepada para Stakeholder, Pemegang Saham - Penguatan berbagai metode dan pendekatan tahun 2007 yang telah dinobatkan oleh Asiaserta Masyarakat Manajemen Risiko secara berkelanjutan Money sebagai ”Overall Best Managed Large sehingga mampu membangun kesadaran Capitalization Company in Indonesia,” danTahun 2007 akan tercatat sebagai milestone pengelolaan risiko yang lebih hati-hati. di tahun sebelumnya sebagai “The Best inpenting dalam perjalanan transformasi bagi Disclosure & Transparency” dan “The Best CorporateBank Mandiri. Di tahun tersebut seluruh jajaran Semua pencapaian tersebut tentunya menjadi Governance”Manajemen dan karyawan Bank Mandiri telah komitmen bagi kami selaku Dewan Komisarisberhasil membawa Bank Mandiri menapaki dan untuk terus mengarahkan agar Bank Mandiri Meskipun dalam 3 (tiga) tahun terakhir sudahmenyelesaikan fase Back on Track atau periode mampu menghasilkan shareholder value yang cukup banyak kemajuan yang berhasil dicapaikonsolidasi dengan baik. Keberhasilan tersebut maksimal dan berkelanjutan. Untuk itu maka oleh Bank Mandiri, namun di tahun-tahuntidak saja terlihat dari kinerja keuangan yang fokus efektivitas penerapan GCG yang telah kami mendatang kami tetap harus waspada danmeningkat signifikan, baik dari sisi pertumbuhan lakukan di tahun 2006 kami lanjutkan dengan konsisten. Peranan Dewan Komisaris terusprofitabilitas dimana laba berhasil meningkat penekanan pada upaya untuk memperluas ditingkatkan dengan memperkuat penekanan80%, maupun dari perbaikan kualitas asset yang penyebaran implementasi GCG dalam berbagai pada aspek pengawasan kebijakan, strategi,tercermin dari penurunan NPL Netto dari sebesar aspek pengambilan keputusan dan pengelolaan manajemen risiko serta memperkuat penerapan5,9% menjadi 1,5%. Disamping itu, yang lebih organisasi di seluruh lini perusahaan. Target kami budaya berbasis kinerja. Memasuki tahun 2008penting, pencapaian tersebut juga dilengkapi adalah menjadikan GCG sebagai bagian dari dengan perkembangan makro ekonomi yangdengan penuntasan transformasi berbagai budaya dan kesadaran perusahaan yang melekat menghadapi beberapa ketidakpastian, tentunyaaspek fundamental yang tentunya akan sangat dalam keseharian organisasi tanpa harus melalui kemampuan untuk melihat kedepan yangmempengaruhi kesinambungan Bank Mandiri mekanisme instruksi struktural lagi. Karena itu direfleksikan dengan formulasi arah dan strategidalam jangka panjang, yaitu : kami sambut baik implementasi budaya baru bisnis, akan menjadi titik krusial keberhasilan yang berakar pada nilai-nilai Trust, Integrity, Bank Mandiri menghadapi tantangan turbulensi- Pengembangan organisasi berbasis Strategic Professionalism, Customer Focus dan Excellence kondisi ekternal yang semakin sulit dikelola. Business Unit (SBU) sehingga akuntabilitas dan 10 Perilaku Utama yang telah dilakukan sejak Menyadari hal tersebut maka pengawasan setiap unit organisasi menjadi lebih jelas tahun 2005 dan terus diperkuat pelaksanaannya, yang semakin peka dan sikap hati-hati dalam dan sekaligus menjadi faktor utama untuk karena hal tersebut dapat menjadi katalisator merespon setiap perkembangan, menjadi sangat membangun budaya berbasis kinerja. penentu dalam penyebaran dan penerapan penting. prinsip-prinsip GCG yang menyeluruh di seluruh- Implementasi program internalisasi budaya organisasi. Dengan dukungan change agent yang Untuk itu Dewan Komisaris melanjutkan upaya kerja yang baru (TIPCE) yang semakin telah mencapai menjadi 5.492 orang pada akhir untuk lebih memperkuat kualitas pengawasan melekat dalam dimensi pemikiran, perkataan tahun 2007, kami akan terus mengupayakan agar melalui Komite Good Corporate Governance, dan perbuatan seluruh insan Bank Mandiri konsistensi untuk memperkuat penerapan GCG Komite Pemantau Risiko, Komite Audit, serta yang sangat berpengaruh pada perbaikan melalui budaya kerja yang baru tersebut dapat Komite Remunerasi dan Nominasi yang hubungan dengan seluruh stakeholder secara terjaga, khususnya untuk menghadapi tantangan lebih fokus dan intensif. Keberadaan komite lebih profesional. di tahun-tahun mendatang. tersebut memberikan sarana bagi kami untuk menjalankan fungsi pengawasan kebijakan dan- Peningkatan tingkat kualitas layanan yang Komitmen kami untuk mengawal penerapan penatalaksanaan agar seluruh aspek pengelolaan semakin baik sehingga mampu membangun GCG secara konsisten dan berkelanjutan telah Bank telah dijalankan sesuai peraturan yang kepercayaan nasabah terhadap pelayanan dan membuka jalan bagi Bank Mandiri untuk berlaku dan manajemen telah merumuskan, produk Bank Mandiri. mendapat pengakuan dari dalam dan luar mensosialisasikan dan melaksanakan standard negeri. Dalam hal ini, IICG (Indonesian Institute operating procedure yang memadai untuk- Pengembangan organisasi, sumber daya for Corporate Governance) telah memilih Bank memastikan Bank Mandiri secara keseluruhan manusia dan infrastruktur bisnis di setiap Mandiri sebagai perusahaan yang “sangat telah menetapkan dan membangun prinsip- Strategic Business Unit (SBU) yang terus terpercaya” dengan skor tertinggi dari seluruh prinsip Good Corporate Governance yang terbaik. berjalan dengan baik tanpa terganggu peserta dan perusahaan publik dengan kategori dengan fokus organisasi pada proses “terbaik” untuk sektor keuangan. Pengakuan Disamping itu kami juga melakukan review yang konsolidasi dan perbaikan kualitas asset. ini melengkapi keberhasilan Bank Mandiri di komprehensif dan mendalam atas Kebijakan Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 9
  10. 10. SambutanKomisaris UtamaOperasional Bank Mandiri serta Kebijakan menyampaikan apresiasi kepada Direksi,Pengelolaan Risiko Bank Mandiri yang menurut Manajemen dan seluruh karyawan atas pencapaiankami akan menjadi platform terpenting bagi kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2007.Bank Mandiri untuk dapat tumbuh secara sehat Kami harapkan semangat, dedikasi, dan kerjasamadan berkelanjutan, khususnya memasuki periode tim yang sangat baik sepanjang tahun ini dapatpertumbuhan di tahun 2008 sebagai tahun lebih ditingkatkan untuk mengatasi tantanganpertama fase Outperform The Market, dimana yang lebih besar lagi pada tahun 2008 di tahunpertumbuhan bisnis Bank Mandiri harus mampu pertama fase kedua transformasi untuk dapatmelebihi pertumbuhan pasar dan pesaing. outperform the market. Tentunya kami juga berterimakasih kepada seluruh stakeholderPengawasan kami terhadap strategi Bank Mandiri dan nasabah Bank Mandiri atas dukungan danselalu diawali dengan penyusunan rencana kepercayaannya yang telah diberikan selama ini.dan strategi bisnis yang memungkinkan proses Semoga dukungan tersebut dapat menjadikankomunikasi yang lebih sehat dan produktif Bank Mandiri, sebagai yang Terdepan, Terpercayasehingga target-target yang ditetapkan dan Tumbuh Bersama Anda.memberikan tantangan untuk berkembang bagiorganisasi namun tetap realistis dan mengambilhorizon waktu yang panjang (forward looking).Rencana dan strategi bisnis tersebut juga PT Bank Mandiri (Persero) Tbkharus dilengkapi dengan program dan jadwalimplementasi yang tertib serta didukung olehpengendalian efisiensi yang melekat dalam setiapaktivitas program kerja sehingga bermuara padaproduktivitas yang tinggi dalam menghasilkanshareholder value yang maksimal. Untuk itu,maka Dewan Komisaris senantiasa berupayamemastikan bahwa terdapat proses pengawasan Edwin Gerungandengan mekanisme check dan balance yang Komisaris Utama & Komisaris Independentepat dan sesuai. Selain mengawasi pencapaiantarget-target yang telah ditetapkan, kami jugaberupaya untuk memastikan bahwa manajementelah memiliki pengelolaan risiko yang kuat sertamemiliki infrastruktur, proses dan sumber dayayang memadai untuk dapat memacu organisasimencapai target-target ke depan yang cukupmenantang. Hanya dengan proses tersebut makadapat diyakini bahwa keseluruhan mata rantaiperencanaan, implementasi, pengendalian, feedback dan pengukuran kinerja dilakukan seluruhunit kerja secara disiplin untuk mencapai sasaranstrategis yang telah ditetapkan, baik untukperspektif keuangan, perspektif pelanggan,perspektif internal proses dan perspektifpengembangan sumber daya manusia.Akhirnya, atas nama Dewan Komisaris, saya10 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  11. 11. Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 11
  12. 12. 14 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  13. 13. PRADJOTO YAP TJAY SOENKomisaris Independen Komisaris IndependenMenyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Memperoleh gelar BSc Mechanical Engineering Beliau ditunjuk sebagai Komisaris IndependenUniversitas Indonesia tahun 1981 dan berkarier di dari McGill University di Montreal, Kanada tahun Bank BNI tahun 2003 sampai dengan Mei 2005.PT Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama 1976 dan memperoleh gelar MBA Finance, jugadua belas tahun, kemudian melanjutkan pendidikan dari McGill University pada tahun 1980. Sejak Mei 2005 bergabung dengan Bank MandiriMaster di Institute of Economic Research Universitas sebagai Komisaris Independen.Kyoto Jepang tahun 1994. Memulai karier sebagai Loan & Foreign Exchange Department Head di Citibank NA, Indonesia tahun Pada Maret 2008 beliau menyampaikan suratTahun 1994, bergabung dengan Kantor Konsultan 1981 setelah bergabung dengan Citibank sebagai pengunduran diri selaku Komisaris IndependenHukum Pradjoto & Associates, hingga mencapai Executive Trainee tahun 1980. Tahun 1982, beliau Bank Mandiri sehubungan penunjukan beliauposisi Senior Partner. Dari tahun 1999 sampai ditugaskan untuk membangun local joint venture, sebagai Direktur Bank BNI pada bulan Februaridengan tahun 2001, menjadi tenaga pengajar Citicorp Leasing Indonesia, membawahkan bidang 2008.pada Program Magister Manajemen Universitas Operations, Treasury and Financial Controls.Atmajaya, Jogjakarta. Kembali berkarier di Citibank Corporate BankingTahun 2000, terpilih menjadi anggota Komisi tahun 1985 untuk menyelesaikan non-performingHukum Nasional Republik Indonesia, dimana beliau loans dan membangun Transactional Productmenjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan. Business Unit tahun 1986. Karier beliau di CitibankBeliau juga adalah anggota Komisi Ombudsman mencapai puncak pada tahun 1988 sebagai ViceNasional dan Komite Ombudsman BPPN. President and Production Head in Operations, membawahkan bidang loans & deposits, trade,Tahun 2001, menjadi anggota Tim Gabungan Tindak leasing operations, cash & tellers, transit clearing,Pidana Korupsi (TGTPK), Ketua Ombudsman BPPN remittances and counter services.dan anggota Oversight Committee BPPN. Bergabung dengan Astra Group tahun 1989 danPada tahun 2002, bergabung sebagai anggota ditunjuk sebagai Direktur PT Toyota Astra MotorHimpunan Konsultan Pasar Modal dan terpilihsebagai anggota Tim Panel IMF masalah Bantuan electronic data processing dan menjabat sebagaiLikuiditas Bank Indonesia (BLBI). Executive Coordinator untuk Sumber Daya Manusia. Tahun 1992, beliau menjadi PresidenTahun 2003 dan 2004, menjadi anggota Tim Direktur PT Astra Sedaya Finance, dan tahun 1993Independen Divestasi Bank Danamon dan Bank ditunjuk sebagai CEO untuk Auto 2000 GroupPermata serta anggota Tim Panel Arsitektur sampai dengan tahun 1998.Perbankan Indonesia (API). Bergabung dengan Asia Food & PropertiesPada tahun 2005, ditunjuk sebagai tenaga ahli (Singapore) sebagai Chief Operating Officer tahunKejaksaan Agung RI dan sekaligus anggota 1998 dan berkarier di Bank International IndonesiaPerhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Pada sebagai Deputy President Director tahun 1999,bulan Mei 2005 ditetapkan menjadi Komisaris membawahkan bidang Finance, Accounting &Independen di Bank Mandiri. Pada tahun 2005 Investor Relations.ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI. Di tahun 2002 beliau ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries dan pada tahun yang sama ditunjuk sebagai Independent Commissioner PT Aneka Tambang. Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 15
  14. 14. SambutanDirektur Utama Agus Martowardojo - Direktur Utama16 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  15. 15. SambutanDirektur UtamaBank Mandiri berhasil melewati periode Back on Track denganpencapaian kinerja keuangan yang melampaui target yangditetapkan, dengan pertumbuhan bisnis yang cukup baik yangmembekali optimisme dalam menyambut tahun 2008Pemegang saham yang terhormat, selama tahun 2007 cukup besar, namun kestabilan tercermin dalam rasio Net Interest Margin (NIM) harga bahan pokok dapat dikendalikan dengan baik juga mengalami peningkatan hingga menjadiTahun 2007 telah menjadi bagian penting dalam sehingga inflasi di akhir tahun 2007 masih terkendali 5,7% di tahun 2007. Rasio kecukupan modalproses transformasi Bank Mandiri, karena di di kisaran 6,59% dengan inflasi inti sebesar 6,29% (Capital Adequacy Ratio) perbankan nasional dalampenghujung tahun tersebut Bank Mandiri memasuki beberapa tahun terakhir juga berada di kisaran 20%,periode transisi, yaitu peralihan dari periode Hal yang paling menggembirakan adalah siklus jauh diatas ketentuan minimal yang ditetapkanpenuntasan fase konsolidasi menuju periode investasi yang menunjukkan akselerasi pada periode Bank Indonesia sebesar 8%, sehingga perbankankesiapan menyambut fase pertumbuhan. Dengan tersebut, dimana Pembentukan Modal Tetap nasional masih sangat leluasa untuk meningkatkanrasa bangga kami sampaikan bahwa penuntasan penyaluran kredit.fase konsolidasi tersebut berhasil kami raih melalui dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 3,4%.pencapaian milestone keuangan yang melampaui Stabilitas makro ekonomi tersebut pada gilirannya Namun demikian, meskipun kondisi perekonomiantarget sebagaimana ditetapkan di awal tahun mendorong penurunan tingkat suku bunga (SBI) dan perbankan nasional selama tahun 20072007. Penuntasan fase konsolidasi tersebut dapat secara bertahap yang kemudian berdampak positif telah menunjukkan perkembangan yangdiraih lebih awal 9 (sembilan) bulan dari target terhadap capital inflow, sebagaimana tercermin dari menggembirakan, namun memasuki tahun 2008yang ditetapkan, yang kemudian secara resmi peningkatan cadangan devisa. Cadangan devisa kami harus menyikapinya dengan lebih cermat danditandai dengan penegasan dari Bank Indonesia hati-hati. Hal ini sangat penting karena peningkatanyang menyatakan bahwa Bank Mandiri tidak lagi sebesar 34%, yaitu dari USD 42,6 milyar pada harga minyak mentah dunia dan harga komoditasdalam status sebagai “Bank Dalam Pengawasan akhir 2006 menjadi USD 56,9 milyar. Disamping itu di penghujung tahun 2007 memunculkanIntensif”, seiring dengan keberhasilan penurunan kinerja ekspor juga turut memberikan andil dalam kekhawatiran akan dapat menimbulkan resesiNon Performing Loan dibawah 5%. Sementara itu, memperkuat peningkatan cadangan tersebut. Pada global. Peningkatan harga minyak dan fluktuasinyapertumbuhan bisnis Bank Mandiri yang cukup baik tahun 2007 nilai ekspor telah mencapai USD 117,9 memberikan pengaruh yang sangat vital padadi tahun 2007 juga telah membekali optimisme miliar, atau naik 14% dibandingkan tahun 2006. hampir semua aktivitas ekonomi karena minyak bumikami untuk menyambut fase pertumbuhan merupakan salah satu energi utama dalam prosesyang lebih agresif di tahun 2008 ditengah Stabilitas kondisi ekonomi tersebut yang didukung produksi dan aktivitas ekonomi secara luas. Padaturbulensi volatilitas ekonomi global yang semakin kecenderungan penurunan suku bunga telah gilirannya fluktuasi kenaikan harga minyak tersebutmenantang. memberikan ruang bagi perbankan nasional untuk akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. meningkatkan volume bisnisnya. Sepanjang tahunSTABILITAS KONDISI MAKRO EKONOMI DAN 2007, asset perbankan nasional mampu mencatat Prediksi perlambatan pertumbuhan ekonomiPENINGKATAN KINERJA PERBANKAN NASIONAL pertumbuhan hingga mencapai 17,4% (Year on global tersebut, meskipun dapat diatasi dalam Year jangka pendek, namun dalam jangka menengahPercepatan perbaikan serta pertumbuhan di Bank dana tumbuh 17,7% (YoY) menjadi Rp 1.528,2 pasti akan berimbas pada ekonomi Indonesia.Mandiri pada tahun 2007 tentunya tidak terlepas triliun, dan kredit tumbuh 26,4% (YoY) menjadi Di sisi lain, secara internal Indonesia juga masihdari kondisi makro ekonomi dan Perbankan Nasional Rp 995,1 triliun. Sementara itu perkembangan harus menghadapi berbagai tantangan yangIndonesia yang memperlihatkan stabilitas dan yang menggembirakan juga terjadi pada kualitas membutuhkan fokus penyelesaian, antar lainperkembangan yang sangat positif. Pertumbuhan aktiva produktif, dimana kredit bermasalah (Non dengan masih tingginya angka pengangguran,ekonomi selama tahun tersebut berhasil mencapai Performing Loan) perbankan nasional berhasil masih besarnya ketergantungan pada energi6,3%, meningkat dibandingkan dengan tahun diturunkan menjadi 4,07% (netto) atau telah BBM, beban APBN atas subsidi dan pembayaransebelumnya yang sebesar 5,5%. Perbaikan indikator berada dibawah ketentuan maksimal rasio kredit bunga yang sangat besar, pola pertumbuhanekonomi juga terlihat dari kecenderungan bermasalah yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar sektoral yang masih menunjukkan kesenjanganpenurunan laju inflasi. Walaupun tekanan inflasi antara sektor barang (tradable) dan sektor jasa Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 17
  16. 16. SambutanDirektur UtamaPERKEMBANGAN EKONOMI MAKROSecara umum, kinerja perekonomian Indonesia neraca pembayaran Indonesia. Surplus tersebut PERTUMBUHAN PDBhingga akhir tahun 2007 semakin baik. Misalnya mencapai nilai US$39.590. Ekspor Indonesia padatingkat pertumbuhan 6,32%, yang merupakan tahun 2007 berhasil mengalami peningkatan 25% (%) 7 6,3tingkat pertumbuhan tertinggi pasca krisis 1997. dan mampu mencapai US$113.993 juta. Ekspor 6 5,7Kondisi ini dapat dikategorikan baik karena di sisi non-migas meningkat lebih besar, yaitu 27,9% 5,5perekonomian eksternal, tahun 2007 dipengaruhi (mencapai nilai US$91.937 juta) dibandingkan 4,9 4,9 5oleh (i) tingginya harga minyak mentah dunia, peningkatan ekspor migas Indonesia yang hanya(ii) pengaruh krisis kredit perumahan kelas dua sebesar 14,2% (mencapai nilai US$22.045 juta). 4atau subprime mortgage di Amerika Serikat(AS), dan (iii) melemahnya ekonomi AS. Ketiga Sebagai akibat dari peningkatan kinerja 3faktor ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi perdagangan internasional, dan sebagai akibatdunia melambat pada paruh kedua 2007 dan 0 ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07mempengaruhi perekonomian Indonesia. di Indonesia, cadangan devisa terus meningkat. Jika pada akhir tahun 2006 cadangan devisa masihPertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun bernilai US$42.586 juta maka pada akhir tahun PERTUMBUHAN EKSPOR2007 yang mencapai level 6,32% ini telah sesuai 2007 angkanya telah mencapai US$56.920 juta. (%) 25dengan target pemerintah. Pada kuartal pertama Peningkatan sebesar 33% ini juga merupakan halpertumbuhan Indonesia telah mampu mencapai yang positif bagi ekonomi Indoneisia. 19,66 20 17,676,09%. Pertumbuhan ini terus meningkat hingga 17,24mampu berada pada posisi 6,51% pada kuartal - Kondisi inflasi 15 13,09ketiga tahun 2007. Keadaan ini didukung oleh Kondisi inflasi yang tetap terjaga sepanjang tahunmeningkatnya ekspor Indonesia. 2007. Jika pada tahun 2006 inflasi mencapai 10 angka 6.6% maka inflasi pada akhir 2007 adalah 6,82Faktor yang penting dalam pertumbuhan 6.59%. Patut dicatat bahwa tingkat inflasi 6,59% 5ekonomi Indonesia adalah: artinya berada dalam rentang target 6±1% yang 0 ditetapkan pemerintah. Hal ini menunjukkan ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07- Pengeluaran konsumsi masyarakat bahwa gejolak harga minyak dan harga pangan Pengeluaran konsumsi masyarakat yang tumbuh dunia masih belum memasuki perekonomian FX RESERVES 5,04%, meningkat dibanding tahun 2006 yang Indonesia. Bukan hanya itu, inflasi juga terbantu hanya sebesar 3,17%. Perbaikan konsumsi oleh stabilitas kurs. Jika rata-rata kurs pada tahun (USDmn) 60,000 56.920 masyarakat ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat semakin menguat setelah mengalami 50,000 kejutan pasca kenaikan harga BBM pada akhir ini salah satunya diakibatkan adanya aliran dana 42.586 tahun 2005. masuk untuk melakukan investasi di Indonesia. 40,000 36.246 36.321 34.609 Rupiah sempat terapresiasi dari Rp9.400 per US$- Pengeluaran investasi 30,000 pada Agustus 2007 menjadi Rp9.095 per US$ di Pengeluaran investasi yang tumbuh 2,04%, jauh bulan Oktober 2007. Menguatnya nilai rupiah ini 20,000 lebih tinggi dari pertumbuhan investasi yang mampu meningkatkan devisa bagi Indonesia. hanya 1,21% pada tahun 2006. Ini didukung Cadangan devisa Indonesia pada bulan Desember 0 oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang 2007 sebesar US$56.920 juta. Nilai ini meningkat ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07 terus membaik dan juga turunnya suku bunga sebesar US$2.023 juta dari bulan sebelumnya. Karena sepanjang tahun 2007 inflasi dan kurs- Perdagangan internasional. masih cukup terkendali maka Bank Indonesia, Neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2007 dalam kerangka inflation targeting framework, terus mengalami surplus paling besar dalam sejarah menurunkan suku bunga dari 9.75% pada awal18 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  17. 17. SambutanDirektur Utama tahun hingga mencapai 8% pada akhir tahun 2007. - Penurunan suku bunga. INFLASI Seiring dengan turunnya BI Rate, suku bunga Walaupun demikian patut diberi catatan simpanan dan kredit juga mengalami penurunan. (%) 25 bahwa tekanan inflasi pada akhir tahun 2007 suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman 20 dan memasuki tahun 2008 memang mulai ikut turun di akhir tahun 2007. Tingkat suku bunga 17,11 mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini muncul deposito bank umum 1 bulan rata-rata tertimbang 15 karena adanya dua tekanan ganda yaitu: (weighted average) terlihat menurun hingga ke tingkat 7,19% pada bulan Desember 2007 (dari 10- Kenaikan harga minyak Harga minyak dunia yang 8.96% pada akhir 2006). Tingkat suku bunga 6,60 6,40 6,59 mencapai posisi US$114 per barrel (pertengahan kredit seperti: kredit modal kerja, kredit investasi 5,16 5 April 2008) menimbulkan tekanan yang besar dan kredit konsumsi juga mengalami penurunan pada biaya produksi sektor riil, serta membebani masing-masing dari 15,07%, 15,10%, dan 17,58% 0 ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07 anggaran pemerintah melalui subsidi yang pada bulan Desember 2006 menjadi 13,00%, semakin membengkak. 13,01%, dan 16,13%. Penurunan suku bunga ini disinyalir masih terus berlanjut pada tahun SBI 1 mo (PER 31 DESEMBER 2007) Beban anggaran pada tahun 2007 masih cukup 2008. Dengan menurunnya suku bunga kredit, (%) 15 diharapkan perbankan mampu menyalurkan dana 12,75 Rp61,95 trilyun. Anggaran 2007 memproyeksikan dengan tepat khususnya kepada sektor riil dan 12 subsidi BBM dan listrik sebesar Rp88,85 trilyun. usaha kecil. 9,75 9 8,31 8,00 - Ekspansi kredit. 7,43 menjadi sekitar Rp100 trilyun pada asumsi harga Kenaikan dalam agregat moneter juga diikuti 6 minyak $95 per barrel). kenaikan dalam penyaluran kredit. Didukung oleh suku bunga yang menurun dan pertumbuhan 3- Harga pangan dunia. Selain harga minyak, inflasi ekonomi cukup tinggi, pertumbuhan kredit naik 0 juga dipengaruhi kenaikan harga komoditi pangan hingga 26,4% pada tahun 2007 (dibandingkan ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07 yang dimulai sejak Juli 2007. Saat ini, Indonesia tahun sebelumnya yang hanya 14.1%). Nilai ini makin bergantung pada bahan pangan impor diperkirakan akan meningkat sejalan dengan OUTSTANDING LOANS (BANK UMUM) seiring terjadinya kelangkaan pasokan di dalam adanya rencana pemerintah untuk melakukan 995,11 negeri.Kenaikan harga tersebut merupakan pembangunan infrastruktur dalam program (Rp Triliun) 1.000 kenaikan struktural yang dipicu oleh kenaikan peningkatan pembangunan. harga komoditi dunia dan ditambah dengan 800 787,14 689,67 situasi terpuruknya produksi bahan makanan Indikator perbankan lainnya pada tahun 2007 juga 600 nasional. Harga komoditi dunia yang meningkat relatif semakin baik. Hal tersebut dapat dilihat dari 553,55 437,94 memberikan konsekuensi kepada Indonesia untuk perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang 400 mengimpor komoditi dengan harga lebih tinggi. semakin tinggi. LDR pada bulan Desember 2007 mengalami peningkatan 7,7% dibandingkan bulan 200 Jika melihat kondisi moneter, jumlah uang M1, dan Desember 2006, yaitu mencapai nilai 66,3%. Di M2 mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. sisi lain, Non Performing Loan (NPL) Gross posisi 0 ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07 Pada akhir tahun 2007, nilai M1 dan M2 masing- Desember 2007 juga membaik di posisi 4,07% masing meningkat menjadi 27,6% dan 18,9% yang pada Desember 2006 berada pada level (menjadi Rp460.842 triliun, Rp1643.203 triliun). 6,07%. Dana Pihak Ketiga (DPK) terus mengalami peningkatan hingga mencapai Rp1.528,2 triliun pada Selain peningkatan agregat moneter, penurunan bulan Desember 2007 yang pada Desember 2006 BI Rate juga mendapat respons baik dari sektor sebelumnya di posisi Rp1.298,8 triliun. perbankan. Hal ini dapat dilihat dari dua aspek: Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 19
  18. 18. SambutanDirektur Utama(non tradable) dimana pertumbuhan sektor barang utama yaitu Net NPL di bawah 5% dan perbaikan pelayanan yang konsisten dan disiplin dalam(tradable) yang relatif banyak menyerap tenaga beberapa tahun terakhir memperlihatkan hasilkerja dan mendorong peningkatan aktivitas tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik yang nyata, sehingga posisi ketiga di tahun 2005perekonomian kalangan menengah ke bawah, justru kepada stakeholders, seluruh jajaran organisasi dan posisi kedua di tahun 2006 dapat diperbaikilebih rendah bila dibandingkan dengan sektor jasa Bank Mandiri telah memberikan upaya maksimaldan berbagai tantangan struktural lainnya. sehingga target-target fase back on track dapat mengantarkan Bank Mandiri untuk menduduki tercapai dengan baik, yang tercermin dari hal-hal peringkat pertama di tahun 2007.Kondisi makroekonomi ini tentunya akan sangat sebagai berikut :berpengaruh pada pengembangan sektor 2. Menurunkan Net NPL ratio hingga mencapaiperbankan nasional di tahun-tahun mendatang, 1. Mempertahankan Posisi Sebagai Market dibawah 2%.khususnya dalam menjalankan fungsinya sebagai Leader Perbankan Nasionallembaga intermediasi. Dalam hal ini perbankan Upaya berkesinambungan untuk mengelolanasional dituntut untuk dapat lebih proaktif dan Seiring dengan proses konsolidasi internal yang penurunan Net NPL hingga menjadi dibawahfleksibel dalam memanfaatkan setiap peluang dilakukan, pertumbuhan bisnis Bank Mandiri 5% merupakan inisiatif utama pada awal fasepengembangan bisnis di sekor riil dan lebih sensitif juga mengalami akselerasi. Hal ini dapat dilihat konsolidasi yang terus kami lanjutkan agaruntuk memahami dan mengantisipasi secara dari pertumbuhan penghimpunan dana murah penyelesaian NPL Bank Mandiri dapat tuntasdini berbagai dampak perkembangan indikator (produk giro dan tabungan) yang sangat pesat,makro eknomi terhadap pengelolaan bisnis bank. yaitu sebesar Rp43,3 triliun atau mencapai posisi Bank Mandiri telah berhasil diturunkan hinggaDi sisi lain, perbankan nasional juga masih harus sebesar Rp152,3 triliun pada akhir tahun 2007. menjadi 4,7%, yang berarti 9 (sembilan) bulanmencurahkan perhatiannya dalam menjalankan Secara total, penghimpunan dana pihak ketiga dari target awal yang ditetapkan. Selanjutnya,proses konsolidasi dalam kerangka Arsitektur tumbuh sebesar Rp41,6 triliun, yaitu dari Rp205,7 sampai dengan akhir tahun 2007 rasio NetPerbankan Nasional ditengah-tengah meningkatnya triliun menjadi Rp247,4 triliun. Disamping itu NPL juga kembali mengalami penurunan lebihpersaingan di sektor perbankan. total asset juga berhasil menembus angka Rp300 triliun, atau tumbuh sebesar Rp51,6 NPL menjadi 7,2%, lebih baik dibanding targetSelain itu, krisis subprime mortgage yang terjadi triliun, yaitu dari Rp267,5 triliun menjadi Rp319,1. awal kami yaitu sebesar 5% untuk Net NPL dandi Amerika Serikat, meskipun tidak berdampak Pertumbuhan asset tersebut didukung oleh 10% untuk Gross NPL. Perbaikan NPL tersebutlangsung pada perekonomian nasional, namun peningkatan kredit sebesar Rp20,8 triliun yaitu tentunya tidak terlepas dari keberhasilan untukperlu dicermati sebagai pelajaran dan peringatan dari Rp117,7 triliun menjadi Rp138,5 triliun. melakukan penagihan (collection) sebesar Rp1,29bagi perbankan nasional untuk lebih berhati-hati Pencapaian pertumbuhan bisnis ini tentunya triliun dan perbaikan kolektibilitas (up-grade)dalam mengelola risiko portfolio bisnis. Bagi Bank membuktikan bahwa posisi dan kapabilitas sebesar Rp2,57 triliun. Pencapaian ini belumMandiri, hal ini tentunya akan kami sikapi dengan Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan dan termasuk hasil yang seharusnya dapat diperolehlebih waspada dan mawas diri melalui upaya lembaga transaksi perbankan semakin dipercaya dari implementasi Program Penyelesaian Kredituntuk memperkuat dan menyempurnakan sistim dan diakui masyarakat secara luas. Dengan Macet (PPKM) yang masih menghadapi berbagaimanajemen risiko yang kami implementasikan, momentum pertumbuhan bisnis tersebut, kendala struktural akibat masih terdapatnyakhususnya yang terkait dengan loan portofolio Bank Mandiri mampu menghadapi persaingan multi-tafsir dari berbagai pihak, meskipunguidelines serta analisa dan mitigasi risiko perbankan nasional yang semakin ketat dengan sebenarnya Pemerintah telah menerbitkanyang memadai untuk mengantisipasi potensi hadirnya pemain-pemain asing yang agresif. PP No.33 Tahun 2006 tentang Perubahan Ataspeningkatan risiko pasar. Sampai dengan saat ini posisi Bank Mandiri Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 2005 Tentang sebagai pemimpin pangsa pasar perbankanMENUNTASKAN FASE KONSOLIDASI nasional, baik dari sisi asset, penyaluran kredit maupun penyaluran dana masih belum 3. Membukukan peningkatkan profitabilitasSetelah mengalami permasalahan yang cukup tergoyahkan. Kepemimpinan Bank Mandiri hingga sebesar 80%serius di tahun 2005 dan memulai fase konsolidasi sebagai market leader tersebut juga semakindi tahun 2006, maka tahun 2007 menjadi periode lengkap dan sempurna dengan keberhasilan Pada akhir tahun 2007 Bank Mandiri berhasilyang menentukan bagi kelanjutan transformasi Bank Bank Mandiri menempati posisi terbaik membukukan laba setelah pajak sebesarMandiri. Tahun tersebut telah ditargetkan menjadi pelayanan prima tahun 2007 sesuai hasil surveytahun penuntasan fase konsolidasi atau fase back on Marketing Research Indonesia (MRI). Keberhasilan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.track melalui pencapaian target milestone keuangan ini membuktikan bahwa upaya peningkatan Peningkatan ini tidak terlepas dari keberhasilan20 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  19. 19. SambutanDirektur Utama meningkatkan core business yang tercermin dari Untuk memperkuat keberadaan organisasi kerja perusahaan baru yaitu Trust, Integrity, peningkatan pendapatan bunga bersih seiring dan pengembangan budaya berbasis Profesionalism, Customer Focus dan Excellence dengan pertumbuhan pendapatan bunga kredit kinerja sebagai pijakan yang kokoh dalam (TIPCE). Nilai-nilai budaya tersebut selanjutnya hingga 12% serta penurunan cost of fund dari pengembangan bisnis yang lebih agresif, maka 6,4% menjadi 4,6%. Hal tersebut pada akhirnya kami telah memfokuskan perhatian pada upaya bertindak seluruh insan Bank Mandiri dalam mendorong peningkatan Net Interest Margin untuk memperkuat implementasi organisasi menjalankan tugas sehari-hari Pelaksanaan dari 4,7% menjadi 5,2%. Di sisi lain penurunan berbasis Strategic Business Unit dengan budaya implementasi budaya kerja tersebut dilakukan perusahaan yang lebih kuat dan SDM yang melalui berbagai sarana, diantaranya yang hingga 50% juga turut memberi kontribusi yang handal paling penting adalah penetapan Change Agent sebagai role-model yang saat ini Implementasi organisasi berbasis SBU yang telah mencapai 5.492 orang Change Agent. dimulai pada awal tahun 2007 tidak hanya Keberadaan Change Agent ini sangat vital dalam mencakup perubahan struktural organisasi mengawal penerapan budaya perusahaan dalam tercermin dari perbaikan Cost Efficiency Ratio. namun lebih jauh lagi diarahkan pada upaya keseharian operasional perusahaan di setiap Sampai dengan akhir tahun 2007, Cost Efficiency struktural untuk mengubah “DNA” organisasi unit kerja, disamping sebagai mediator untuk Ratio mengalami perbaikan dari sebesar 48,9% dalam rangka menciptakan organisasi yang menyampaikan dan menyadarkan perhatian menjadi 47,0%, terutama karena keberhasilan lebih produktif dan fleksibel sekaligus memiliki seluruh jajaran organisasi atas program-program meningkatkan pendapatan operasional hingga akuntabilitas yang lebih jelas dan tegas. Hal ini perbaikan budaya kerja yang telah dicanangkan 24,3%, jauh melebihi peningkatan biaya overhead akan memungkinan setiap Strategic Business Unit oleh Manajemen. yang hanya sebesar`19,5%. Hal ini tentunya (SBU) lebih diberdayakan dalam menghadapi Upaya untuk memperkuat implementasi Good dicanangkan oleh Bank Mandiri dalam beberapa di setiap segmen. Seiring dengan hal tersebut Corporate Governance juga terus kami lanjutkan tahun terakhir berhasil secara efektif untuk maka dilakukan penajaman Key Performance secara berkesinambungan dan konsisten sebagai mengendalikan biaya dengan tetap mendorong Indicators (KPI), peningkatan intensitas bagian dari langkah strategis untuk membangun peningkatan pertumbuhan pendapatan. Performance Review secara berkala, penyelarasan kekuatan penerapan prinsip-prinsip Good sistem insentif yang lebih berorientasi pada Corporate Governance yang lebih melekatLANDASAN YANG KOKOH UNTUK MEMBANGUN kinerja, serta memastikan penempatan dalam perilaku organisasi sehari-hari. UntukMOMENTUM PERTUMBUHAN orang pada tempat yang tepat, termasuk pengembangan kompetensi pegawai melalui lanjut penyempurnaan atas berbagai aspekSebagai tahun penutup fase konsolidasi, tahun pelaksanaan training yang lebih terencana, pengelolaan perusahaan yang terkait dengan2007 telah kami maknai dengan bekerja lebih keras fokus dan berkelanjutan agar dapat memenuhi prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitasdan fokus agar dapat membangun pondasi yang Strategic (accountability), tanggung jawab (responsibility),kokoh guna menyongsong fase kedua transformasi Business Unit (SBU). independensi (independency) dan kewajaranBank Mandiri, fase Outperform The Market. Kami (fairness) terus dilakukan secara konsistenyakin hanya dengan pondasi yang kokoh maka fase Kami percaya bahwa implementasi dari sehingga peningkatan kualitas penerapanOutperform The Market akan dapat menghasilkan organisasi berbasis Strategic Business Unit prinsip-prinsip Good Corporate Governance dapatpertumbuhan bisnis yang lebih agresif dengan (SBU) merupakan bagian penting untuk mencapai sasaran yang lebih jelas dan terarah.tetap menghasilkan keuntungkan (return) yang membangun budaya berbasis kinerja yang lebihmaksimal dan risiko yang terukur serta berdimensi solid sehingga menciptakan keunggulan dan Inisiatif tersebut ternyata mendapat responjangka panjang secara berkelanjutan (sustainable) kekuatan bersaing perusahaan secara permanen dan penilaian yang sangat baik dari berbagaisehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai dalam jangka panjang. Dengan Strategic Business lembaga pemeringkat GCG independen, baiktambah yang melebihi ekspektasi stakeholder. Unit (SBU) organisasi menjadi lebih fleskibel dan dari dalam maupun luar negeri. DiantaranyaBeberapa hal strategis yang telah kami persiapkan adaptif terhadap perkembangan dan perubahan adalah, terpilihnya Bank Mandiri menempatiuntuk membangun pondasi bisnis yang kokoh lingkungan persaingan sehingga dapat Peringkat 1 Corporate Governance Perceptiontersebut adalah : memberikan respon yang lebih cepat dan tepat. Index Tahun 2007 sebagai perusahaan publik yang sangat dipercaya, berdasarkan survey1. Memperkuat pengembangan organisasi dan Melengkapi pelaksanaan transformasi organisasi, yang dilaksanakan oleh Indonesian Institute for budaya berbasis kinerja kami juga mengimplementasikan budaya Corporate Governance (IICG). Pencapaian prestasi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 21
  20. 20. Sambutan Direktur Utama INISIATIF UNTUK OUTPERFORM THE MARKET MEMBANGUN PERTUMBUHAN PERTUMBUHAN NON-ORGANIC CORPORATE COMMERCIAL TREASURY MICRO CONSUMER & & FINANCE INTERNATIONAL RETAIL performance culture dengan menerapkan manajemen berdasarkan nilai, termasuk mensupervisi alokasi kapital di seluruh business unit. kembali resources untuk penghematan biaya-biaya. Human Resources dan membangun kapabilitasnya. brand experience dan brand visibility ini melengkapi pengakuan dunia internasional (dua) hal, yaitu kemampuan untuk memperkuat gas yang tumbuh 59% serta sektor pertanian, terhadap penerapan Good Corporate Governance kapabilitas masing-masing Strategic Business perkebunan dan sarana pertanian yang tumbuh Bank Mandiri, dimana sebelumnya Asia Money Unit dalam mengembangkan bisnisnya dan 45%. Pangsa pasar kredit segmen Corporate Magazine telah menempatkan Bank Mandiri kemampuan untuk menjalin kolaborasi antar Bank Mandiri telah lebih dari 20% dan khusus sebagai sebagai ”Overall Best Managed Large Strategic Business Unit untuk membentuk untuk kredit sektor perkebunan dan industri Capitalization Company in Indonesia,” “The Best kekuatan aliansi strategis sehingga mampu turunannya bahkan telah mencapai 30%. Disclosure & Transparency” dan “The Best Corporate mengoptimalkan seluruh peluang bisnis secara Governance”. Rangkaian prestasi tersebut simultan dan menyediakan pelayanan yang Di segmen Commercial, kami melakukan tentunya memiliki makna strategis tersendiri lebih komprehensif, lengkap dan tuntas. berbagai penyempurnaan infrastruktur, karena berhasil diperoleh Bank Mandiri yang diantaranya Cash Management System (CMS) pada tahun 2005 masih menghadapi persepsi Upaya memperkuat kapabilitas di masing-masing Enhacement, Customer Access untuk pelayanan negatif karena dipandang sebagai organisasi Strategic Business Unit kami lakukan dengan fokus Trade Services serta perbaikan berkelanjutan yang banyak mengalami permasalahan hukum pada pengelolaan target market, pengembangan untuk memangkas waktu proses perkreditan dan aspek Good Corporate Governance. infrastruktur pelayanan, pengembangan produk dengan memperpendek Turn Arround Time dan sumber daya manusia. (TAT) menuju 14 hari kerja serta pengembangan2. Meningkatkan Company Value Proposition jaringan pelayanan Commercial Banking Center Di segmen Corporate, kami fokus membiayai dan Commercial Floor. Dengan perluasan Kami menyadari bahwa keberhasilan pemain-pemain terbaik pada sektor ekonomi jaringan distribusi tersebut portfolio kredit SBU pertumbuhan bisnis Bank Mandiri di masa yang prospektif dan menarik, antara lain sektor Commercial meningkat hingga Rp7 triliun atau mendatang akan sangat tergantung pada 2 pengangkutan, komunikasi, sektor listrik dan tumbuh sebesar 29%. 22 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  21. 21. SambutanDirektur Utama Di Treasury & International Banking, kami terus Ujung tombak program aliansi strategis berbagai aspek, diantaranya adalah pelaksanaan melakukan berbagai program peningkatan adalah organisasi Client Service Team (CST) di negosiasi ulang atas kontrak-kontrak pengadaan kapabilitas, termasuk diantaranya perekrutan SDM SBU Corporate Banking yang ditujukan untuk khususnya terkait dengan kebutuhan tekhnologi terbaik untuk mengisi posisi-posisi kunci, diiringi mensinergikan keunggulan pengelolaan informasi dan telekomunikasi, sentralisasi dengan inisiatif pengembangan produk dan bisnis di segmen Corporate dengan segmen- dan optimalisasi infrastruktur, otomasi dan layanan pasar modal, peningkatan resiprositas segmen lainnya. Di tahun 2007, organisasi reengineering proses transaksi, penyempurnaan bisnis dengan perbankan koresponden serta CST telah mampu menunjukan hasil yang e-auction dan berbagai inisiatif strategis lainnya. peningkatan portfolio bisnis jaringan kantor luar sangat menggembirakan diantaranya adalah negeri. Dengan inisiatif tersebut, SBU Treasury & peningkatan transaksi pembayaran gaji karyawan Ke depannya, pengembangan inisiatif-inisiatif International mampu mencatat pertumbuhan dari nasabah perusahaan hingga 31,7%, kredit pengendalian biaya akan ditujukan agar lebih consumer yang berasal dari aliansi strategis melekat (inherent) dalam aktivitas dan budaya 181% pada tahun 2007. mengalami peningkatan dari sebesar Rp319 organisasi sehingga inisiatif pengendalian biaya miliar ditahun 2006 menjadi Rp611miliar atau menjadi program rutin yang berkesinambungan, Di Micro & Retail Banking, penguatan budaya tumbuh 91,5%, serta pertumbuhan kredit bukan ad-hoc hanya untuk waktu-waktu melayani dan menjual, terus kami lakukan seiring perkebunan Small & Micro dari hasil aliansi tertentu. dengan upaya untuk meningkatkan infrastruktur dengan Corporate Banking yang mencapai pembayaran, serta memperkokoh brand image 134,9%. 4. Membangun infrastruktur manajemen risiko Bank Mandiri. Inisiatif tersebut telah menunjukkan dan tekhnologi informasi untuk mendukung Selain itu, dengan posisi Bank Mandiri sebagai pertumbuhan bisnis peningkatan tabungan dari sebesar Rp60,3 triliun perusahaan induk dari beberapa perusahaan ditahun 2006 menjadi Rp85,4 triliun ditahun anak, kami juga telah melakukan aliansi Kami menyadari sepenuhnya bahwa untuk 2007 atau naik Rp25,1 triliun. Khusus untuk dengan perusahaan anak yang terkait dengan mengawal pertumbuhan bisnis yang agresif pembiayaan sektor UMKM, sepanjang tahun 2007 bisnis inti Bank Mandiri melalui upaya berbagi namun tetap prudent, maka perangkat kami telah membiayai lebih dari 100.000 nasabah pengalaman serta pengembangan bisnis manajemen risiko merupakan hal mutlak yang UMKM dengan volume kredit yang mengalami melalui cross selling dan cross business. Hal ini harus terus disempurnakan seiring dengan pertumbuhan hingga 70%. pada akhirnya mampu mendorong peningkatan kompleksitas bisnis yang terus meningkat. Karena itu kami tidak pernah berhenti untuk Di Consumer Finance, kami terus berupaya terlihat dari pertumbuhan pendapatan investasi terus menyempurnakan dan memperkuat memperluas jaringan pelayanan dan operasional Bank Mandiri di perusahaan anak yang di tahun berbagai perangkat dan metodologi manajemen untuk mendukung sistem keputusan on-line 2007 mencapai 47%. risiko di berbagai aspek pengelolaan sehingga dapat mempercepat proses keputusan perusahaan. Ke depannya kami juga sedang kredit perorangan. Dengan dukungan 3. Meningkatan pengelolaan efisiensi mengembangkan Enteprise Risk Managament infrastruktur tersebut dan pemasaran berbagai operasional secara berkelanjutan (ERM), yaitu sistem manajemen risiko yang produk unggulan, seperti KPR dan kredit pada komprehensif dan terintegrasi secara bank wide karyawan instansi lain, pertumbuhan kredit Pertumbuhan bisnis tentunya tidak akan agar pengelolaan risiko dapat menjadi proses perorangan Bank Mandiri selama tahun 2007 dapat memberikan nilai tambah yang yang ”embedded” dalam proses dan operasional telah berhasil mencapai 30,96%. Produk kartu optimal manakala tidak diiringi dengan bisnis Bank sehari-hari. kredit juga mengalami pertumbuhan yang sangat upaya pengendalian biaya yang terencana pesat, dimana volume kreditnya meningkat dan terprogram dengan baik, terlebih lagi Era persaingan perbankan saat ini telah hingga 39% dan fee-nya meningkat hingga 112%. menghadapi kebutuhan investasi dan memasuki momentum persaingan dalam aspek pengeluaran operasional yang semakin modernisasi dan digitalisasi teknologi yang akan Selain fokus pada upaya memperkuat kapabilitas meningkat, baik karena lonjakan volume sangat berdampak pada keunggulan kompetitif dan penyempurnaan platform bisnis di masing- bisnis maupun karena kecenderungan laju kualitas pelayanan dan penyediaan produk masing SBU, kami juga mengembangkan peningkatan harga-harga secara umum. suatu bank. Menyadari hal tersebut, maka kami berbagai aliansi strategis antar unit kerja untuk telah memastikan bahwa infrastruktur teknologi mensinergikan kekuatan di seluruh Strategic Menyadari hal tersebut maka Bank Mandiri informasi yang kami miliki dan kembangkan Business Unit sehingga penetrasi bisnis seluruh selama tahun 2007 menjalankan berbagai benar-benar dapat mendukung pengembangan segmen di pasar dapat lebih dalam dan luas. inisiatif strategis pengendalian biaya dalam bisnis di semua segmen. Kami akan memperkuat Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 23
  22. 22. SambutanDirektur Utama perangkat teknologi informasi sebagai Supply kepercayaan kepada Manajemen dan seluruh Chain Bank untuk nasabah wholesale dan pegawai Bank Mandiri dalam menjalankan proses Transaction Bank untuk seluruh segmen dengan transformasi, menuntaskan fase Back on Track biaya yang kompetitif di seluruh channel tanpa selama periode 2006-2007. Untuk itu kami ingin 1. Agus Martowardojo Direktur Utama mengabaikan aspek kenyamanan dan keamanan mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang bertransaksi. tulus kepada seluruh stakeholder dan nasabah 2. Wayan Agus Mertayasa yang telah setia bersama kami. Wujud apresiasi Wakil Direktur Utama5. Meluncurkan branding baru sebagai tersebut kami canangkan dalam bentuk komitmen visualisasi proses transformasi Manajemen dan seluruh karyawan Bank Mandiri 3. Omar S. Anwar untuk menjadikan pelayanan Bank Mandiri menjadi Direktur Consumer Finance Transformasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri yang terdepan, sehingga kepercayaan stakeholder tidak saja difokuskan pada pengembangan terhadap Bank Mandiri dapat meningkat dan 4. Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking area bisnis, tetapi juga dilengkapi dengan memberi ruang tumbuh bagi nasabah. Kami yakin, transformasi visualisasi branding dan citra hanya dengan menjadi Terdepan, Terpercaya dan 5. Sasmita perusahaan. Pada tahun 2007, Bank Mandiri telah Tumbuh Bersama Nasabah, maka visi kami untuk Direktur Technology & Operations meluncurkan tampilan logo dan tag line baru memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder, yang lebih menonjolkan identitas Bank Mandiri dapat tercapai. 6. Abdul Rachman yang siap untuk menjadi regional player dengan Direktur Corporate Banking standar operasi, standar layanan dan standar tampilan berkualitas internasional. Peluncuran 7. Sentot A. Sentausa Direktur Risk Management branding baru ini menjadi sandaran bagi ”Brand PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Positioning” Bank Mandiri yang baru yang 8. Bambang Setiawan menampilkan ”Brand Performance” yang modern, Direktur Compliance & Human Capital berkelas, eye-catching serta selalu melekat dalam ingatan. ”Brand Performance” ini menjadi 9. Riswinandi rangkaian perwujudan dari transformasi budaya Direktur Special Asset Management dan transformasi perilaku guna memberikan 10. Thomas Arifin tampilan visual sebagai sebuah bank yang siap Direktur Treasury & International Banking untuk menjadi yang terdepan, terpercaya dan Agus Martowardjojo memberikan ruang tumbuh bagi nasabah. Direktur Utama 11. Budi G. Sadikin Peluncuran branding baru ini akan menjadi jiwa Direktur Micro & Retail Banking dan semangat organisasi secara keseluruhan untuk terus meningkatkan pelayanan dan 12. Pahala N. Mansury kedekatan dengan nasabah sebagai bagian dari EVP Coordinator Finance & Strategy proses transformasi Bank Mandiri. 13. Haryanto T. Budiman EVP Coordinator Change Management OfficeTERDEPAN, TERPERCAYA. TUMBUH BERSAMAANDA.Proses pencapaian visi Bank Mandiri sebagaiDominant Multispecialist Bank menuju RegionalChampion Bank telah berhasil menuntaskan faseBack on Track di awal tahun 2007, sehingga di tahun2008 Bank Mandiri telah memiliki pondasi yang kuatdan siap untuk memasuki periode pertumbuhanatau fase Outperform The Market. Kesiapan tersebuttentunya tidak terlepas dari dukungan stakeholderdan nasabah Bank Mandiri yang telah memberikan24 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007
  23. 23. Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 25
  24. 24. Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007 26
  25. 25. Direksi AGUS MARTOWARDOJO WAYAN AGUS MERTAYASA Direktur Utama Wakil Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Universitas Brawijaya Malang tahun 1973. Beliau Selain itu beliau menyelesaikan berbagai course di memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) sebagai beberapa institusi. Analis Kredit, kemudian menjabat Kepala Bagian Kredit di BBD Denpasar pada tahun 1980. Tahun Beliau memulai karir perbankan sebagai International 1983 sampai tahun 1991, dipromosikan menduduki Loan Officer di Bank of America. Pada tahun 1986 posisi jabatan Wakil Kepala Cabang dan Kepala beliau kemudian bergabung dengan Bank Niaga dan Cabang di berbagai cabang Bank Bumi Daya. terakhir menduduki posisi sebagai Vice President, Corporate Banking Head, Corporate Banking Group. Pada tahun 1991, beliau dipromosikan menjadi Pada tahun 1995, beliau kemudian diminta untuk General Manager Bank Bumi Daya Los Angeles menjadi Direktur Utama PT Bank Bumiputera dan pada AS . Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong, tahun 1998 ditugaskan sebagai Direktur Utama PT menjadi Chief Executive BBD International Finance Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero). HongKong dan juga merangkap sebagai Chief Representative BBD HongKong. Tahun 1993, kembali Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan ke Amerika Serikat dan menduduki posisi sebagai 2002, beliau bertugas sebagai Managing Director General Manager Bank Bumi Daya New York sampai Bank Mandiri yang membawahkan berbagai bidang dengan tahun 1994. termasuk Risk Management and Credit Restructuring, Retail Banking dan Operations, dan terakhir memimpin Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999, bidang Human Resources and Support Services. beliau ditugaskan menjadi Direktur di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), membawahkan Pada bulan Oktober 2002, setelah menjabat sebagai bidang Treasury & International Banking, Financial Penasehat untuk Ketua BPPN, beliau ditugaskan Accounting and Credit Restructuring. menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. (merger dari PT Bank Bali Tbk., PT Bank Universal Tbk., PT Bank Sejak tanggal 1 Juli 1999, beliau bertugas sebagai Prima Ekspres, Bank Media, Bank Patriot). Executive Vice President membawahkan bidang Risk Management sampai dengan bulan Juli 2001 Semenjak Mei 2005, beliau diminta untuk memimpin dan kemudian sejak Agustus 2007 menjadi Senior PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai direktur utama Executive Vice President Coordinator Human sampai sekarang. Resources, Compliance and Corporate Secretary. Beliau juga aktif dalam berbagai organisasi profesi Tahun 2002, beliau diangkat menjadi Managing termasuk sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia Director Human Resources, Compliance and semenjak bulan Desember 2005 dan hingga saat ini Corporate Secretary dan pada bulan April 2003, menjabat Ketua Umum HIMBARA sejak bulan Juni beliau ditugaskan menjadi Managing Director 2006. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan membawahkan bidang Risk Management. Penasihat Perbanas sejak bulan Juni 2006. dan sebelumnya adalah Ketua Perbanas periode 2003 Pada bulan Mei 2005, beliau dipromosikan menjadi -2006. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Bankers Wakil Direktur Utama merangkap Chief Financial Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003. Officer Finance & Strategy dan masih menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sampai sekarang. Pada tahun 2006, terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executive dan memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker. Pada tahun 2007 beliau memperoleh penghargaan sebagai Top Banker 2007 dari Majalah Investor.27 Laporan Tahunan PT Bank Mandiri Tbk. 2007

×