Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Mengatasi Resiko Mengantuk Saat Berkendara Dengan Melafalkan Al-Qur'an

203 vues

Publié le

Mengendara kendaraan bermotor dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya. Tujuan penelitian kami adalah menemukan tips yang paling efektif dalam mengatasi rasa kantuk ketika berkendara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan survei menggunakan angket. Sample yang berhasil dihimpun berjumlah 30 orang yang diperoleh secara acak (random sampling). Dalam penelitian uji efektivitas, kami meminta para responden untuk mencoba selama satu pekan membandingkan antara upaya mengendalikan rasa kantuk dengan melafalkan hafalan Al-Qur’an dan menyanyi. Hasil survei menunjukkan bahwa melafalkan hafalan Al-Qur’an dinilai paling efektif oleh 73,3 % responden untuk mengendalikan rasa kantuk saat berkendara.Hal ini dikarenakan membaca Al- Qur’an dengan hafalan suratan pendek merupakan kegiatan berpikir ringan yang dapat menimbulkan ketenangan bagi hati pembacanya

Publié dans : Mode de vie
  • Hey guys! Who wants to chat with me? More photos with me here 👉 http://www.bit.ly/katekoxx
       Répondre 
    Voulez-vous vraiment ?  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici

Mengatasi Resiko Mengantuk Saat Berkendara Dengan Melafalkan Al-Qur'an

  1. 1. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang Kab. Cilacap 1 Latar Belakang Mengantuk saat berkendara sangat berbahaya, sama saja apakah kendaraan darat, laut maupun udara. Bahkan potensi bahaya yang ditimbulkan tidak hanya mengancam pengendara dan penumpangnya, tetapi termasuk pengguna jalan yang lain. Menurut Dokter spesialis kesehatan tidur Rumah Sakit Mitra Kemayoran dr. Andreas Prasadja, mengemudi dalam kondisi mengantuk sama bahayanya seperti seseorang yang berkendara dalam keadaan mabuk. Karena, saat orang tersebut mengantuk, semua hal yang berhubungan dengan otak akan hilang. Sebuah survei juga menunjukkan bahwa kondisi mengantuk saat mengemudi banyak dialami oleh pengemudi berusia muda, karena kaum muda memerlukan tidur yang lebih banyak dibandingkan orang tua. Kondisi pekerjaan dan kebiasaan seringkali membentuk pola tidur para dewasa muda menjadi tidak sehat, kurang dari kebutuhan tidur yang seharusnya. Rumusan Masalah Kebutuhan masyarakat akan waktu membuat mereka harus mengendarai kendaraan dengan cepat, namun kendala rasa kantuk sering kali dialami para pengendara pada saat berkendara. Pertanyaan penelitian yang kami rumuskan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana masyarakat pengguna jalan mengatasi rasa kantuk saat berkendara ? 2. Bagaimana cara yang dinilai paling efektif dalam menghilangkan rasa kantuk saat berkendara ? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui cara masyarakat mengatasi rasa kantuk saat berkendara. 2. Meneliti cara yang paling efektif dalam mengatasi rasa kantuk saat berkendara. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Menumbuhkan budaya membaca Al- Qur’an di tengah-tengah masyarakat. 2. Memahamkan masyarakat tentang manfaat membaca Al-Qur’an dan berdzikir pada saat berkendara. KAJIAN PUSTAKA Bahaya Mengantuk Saat Berkendara Selama ini banyak yang menganggap bahwa faktor penyebab kecelakaan tertinggi adalah karena si pengemudi mengebut atau dalam keadaan mabuk, tetapi hasil survey dari SAAQ (Société de l’ assurance du Québec) mengatakan bahwa kondisi kelelahan MENGATASI RESIKO MENGANTUK SAAT BERKENDARA DENGAN MELAFALKAN AL-QUR’AN [ Jurnal Penelitian Siswa SMA Negeri 1 Sampang Kabupaten Cilacap ] Okti Nurhidayah dan Enjela Nofi Saputri ABSTRAK Mengendara kendaraan bermotor dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya. Tujuan penelitian kami adalah menemukan tips yang paling efektif dalam mengatasi rasa kantuk ketika berkendara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan survei menggunakan angket. Sample yang berhasil dihimpun berjumlah 30 orang yang diperoleh secara acak (random sampling). Dalam penelitian uji efektivitas, kami meminta para responden untuk mencoba selama satu pekan membandingkan antara upaya mengendalikan rasa kantuk dengan melafalkan hafalan Al-Qur’an dan menyanyi. Hasil survei menunjukkan bahwa melafalkan hafalan Al-Qur’an dinilai paling efektif oleh 73,3 % responden untuk mengendalikan rasa kantuk saat berkendara.Hal ini dikarenakan membaca Al- Qur’an dengan hafalan suratan pendek merupakan kegiatan berpikir ringan yang dapat menimbulkan ketenangan bagi hati pembacanya. Kata Kunci : Al-Qur’an, berkendara, kendaraan bermotor, mengantuk
  2. 2. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang Kab. Cilacap 2 pengemudi adalah penyebab tertinggi yang mengakibatkan kematian. Sebuah survei juga menunjukkan bahwa kondisi mengantuk saat mengemudi banyak dialami oleh pengemudi berusia muda, karena kaum muda memerlukan tidur yang lebih banyak dibandingkan orang tua. Kondisi pekerjaan dan kebiasaan seringkali membentuk pola tidur para dewasa muda menjadi tidak sehat, kurang dari kebutuhan tidur yang seharusnya. Kelelahan saat mengemudi membuat kemampuan refleks tubuh menurun, daya visi berkurang, dan kemampuan bereaksi terhadap bahaya merosot drastis. Sebenarnya ada alasan mengapa orang yang berada di bawah pengaruh alkohol tidak diperbolehkan untuk mengemudi, karena kondisi alkohol membuat seseorang mudah tertidur. Kecelakaan akibat mengantuk pada umumnya terjadi di jam makan siang ketika tubuh secara otomatis memperlambat metabolismenya. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berhenti sejenak dan pejamkan mata, jangan paksa diri untuk tetap mengemudi dalam keadaan mengantuk. Tidur adalah satu- satunya obat untuk masalah ini, bukan kopi atau energy drink yang selama ini dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk. Selain minum kopi, hal lain yang biasa dicoba untuk hilangkan rasa kantuk adalah membuka jendela mobil, menyalakan radio atau berbicara dengan penumpang lain di dalam mobil. Namun semua ini bukanlah solusi untuk keselamatan nyawa saat mengemudi. (Dokita, 2015) Resiko Mengantuk Saat Berkendara Mengantuk merupakan tanda alam yang mengingatkan kita untuk beristirahat atau tidur karena kondisi tubuh yang sudah lelah. Beberapa tips mencegah kantuk sebelum berkendara kebanyakan dilakukan dengan cara banyak istirahat sebelum memulai berkendara. Sehingga solusinya adalah istirahat atau tidur. Mengantuk atau alarm tanda bahwa tubuh kita butuh istirahat atau tidur saat berkendara menjadi berbahaya karena : a. Pandangan terganggu. Dalam proses berkendara, melihat merupakan langkah pertama untuk menganalisa situasi. Jika pandangan terganggu karena kantuk, maka informasi yang di terima juga akan salah. Semisal kita tidak mengetahui adanya kendaraan lain yang ada di sekitar kita atau kita salah memperkirakan jarak antara kendaraan kita dengan kendaraan di depan. b. Konsentrasi terganggu. Kondisi mengantuk akan membuat kita menjadi susah untuk berkonsentrasi, padahal berkendara membutuhkan konsentrasi tinggi untuk menganalisa situasi dan menentukan tindakan yang akan diambil. Seperti bingung dalam pengambilan keputusan, padahal waktu untuk berpikir dan mengambil keputusan sangat terbatas. c. Reaksi terganggu. Mengantuk akan membuat reaksi kita menjadi lambat. Hal ini terjadi karena sebenarnya tubuh ingin istirahat sehingga ketika diajak untuk begerak, tubuh merespon dengan lambat. d. Sibuk sendiri. Terkadang untuk mengobati kantuk, beberapa pengendara mensiasati dengan berbagai cara supaya mereka tidak perlu berhenti untuk “sekedar istirahat”. Mereka melakukan banyak gerak di dalam mobil agar jangan sampai mengantuk. Tetapi yang terjadi
  3. 3. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang Kab. Cilacap 3 adalah, pengendara menjadi tidak konsentrasi dengan proses berkendara. Pengendara lebih memilih untuk konsentrasi bagaimana caranya supaya dapat mengobati kantuknya. Terkadang mereka memilih untuk makan cemilan sebanyak mungkin, sehingga aktifitas tangan untuk memegang kemudi juga menjadi terganggu. Tentu akan sangat kesulitan untuk merespon kemudi secara cepat, jika tangan masih sibuk memegang cemilan. e. Tertidur. Tertidur saat berkendara menjadi bahaya besar yang mengancam bagi pengendara dan pengguna jalan di sekitarnya. Tertidur saat mengantuk berat, biasanya tidak disadari oleh pengendara. Mereka berpikir hanya kehilangan waktu sebentar saat tertidur. Dampak selanjutnya, dapat kita bayangkan apa yang terjadi ketika kita berkendara dengan mata terpejam. Dengan melihat potensi bahaya yang ditimbulkan akibat mengantuk saat berkendara maka kita dapat menyimpulkan bahwa mengantuk saat berkendara adalah berbahaya. (Matberkendara, 2014) Berbagai Tips Atasi Kantuk Ada berbagai tips dalam mengatasi kantuk saat berkendara. Berikut di antara tips tersebut: a. Jangan mengemudi lebih dari tiga jam Mengemudikan mobil selama tiga jam terus menerus tanpa henti menyebabkan saraf sensorik dan motorik seseorang seperti keadaan orang yang menenggak minuman beralkohol dengan kandungan 40 %. Hal itu bisa terjadi karena kedua saraf tersebut mengalami ketegangan karena orang yang bersangkutan dituntut untuk konsentrasi memperhatikan jalan dan kondisi mobil. b. Istirahat sejenak dan olah raga ringan Cara lain menghilangkan kelelahan dan mengantuk adalah beristirahat. Bila dalam perjalanan seseorang sudah mulai merasakan tanda-tanda kelelahan dan kantuk sebaiknya menghentikan kendaraan dan beristirahat. Berbaring atau tidurlah selama 30 menit atau minimal 20 menit. Setelah itu, sempatkan untuk berolah raga ringan sekitar 5 menit dengan urutan bagian tubuh paling atas yaitu kepala, bahu, lengan tangan, bahu, lutut, dan tungkai. c. Jangan banyak konsumsi karbohidrat Selain beristirahat setelah mengemudi selama tiga jam, hal lain yang patut dihindari adalah mengkonsumsi karbohidrat terutama nasi dan roti gandum. Sebab, zat tersebut berpotensi memicu rasa kantuk. Hal itu bisa terjadi karena L-Tryptophan atau asam amino esensial di karbohidrat akan diubah menjadi niacin dan vitamin B. Sementara niacin memproduksi serotonin. Serotinin akan merangsang otak untuk menimbulkan rasa nyaman di tubuh, kemudian memicu rasa kantuk. Terlebih pada saat yang bersamaan, asam amino lainnya juga masuk ke dalam darah. Pada saat itulah, kandungan L-Tryptophan semakin besar sehingga rasa kantuk pun menjadi-jadi. Sebagai ganti karbohidrat selama perjalanan, makanlah buah atau coklat. Vitamin dalam buah tidak saja menyegarkan otot-otot dan menguatkan syarat motorik tetapi juga baik untuk menguatkan syaraf sensorik di tubuh. Adapun cokelat mengandung zat fenol antioksidan. Zat tersebut selain menangkal racun di dalam tubuh yang terbawa di makanan yang dikonsumsi, juga menjaga sel- sel otot tubuh termasuk syaraf motorik dan sensorik. a. Minumlah kopi bila terpaksa Namun satu hal yang patut dicatat adalah, kafein yang ada di kopi bukanlah menyehatkan atau membuat sel-sel tubuh kita bugar atau sehat. Zat tersebut sejatinya justru menimbulkan zat yang tidak bersahabat bagi tubuh dan zat dan hormon yang ada di tubuh bereaksi melawannya. Hal itu bisa terjadi karena kafein yang ada di kopi merangsang produksi asam lambung.
  4. 4. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang Kab. Cilacap 4 Sementara, zat asam tersebut menjadi media yang subur bagi tumbuhnya beberapa bakteri racun. Oleh karena itu, pada saat itulah tubuh melakukan perlawanan secara otomatis. Beberapa zat anti racun di dalam tubuh bekerja ekstra keras. Pada saat itulah orang yang minum kopi merasa tubuhnya kembali bugar. ( Arianto, 2011 ) METODE PENELITIAN Penelitian yang kami lakukan menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan survei dengan menggunakan angket. Indikator Penelitian Dari kajian pustaka di atas, dapat diturunkan menjadi beberapa indikator. Indikator ini merupakan landasan kami menyusun kuesioner. Data yang akan kami kumpulkan adalah : 1. Cara masyarakat mengatasi rasa kantuk saat berkendara. Indikator yang kami tetapkan adalah sebagai berikut : a. Penyebab kantuk, di antaranya adalah kelelahan, kurang tidur dan sebagainya. b. Jarak berkendara yang memicu kantuk. c. Tips mengatasi rasa kantuk berdasarkan pengalaman empiris masih-masing orang. 2. Cara yang paling efektif dalam mengatasi kantuk. Indikator yang kami tetapkan adalah sebagai berikut : a. Cara yang paling sering dilakukan, seperti bernyanyi dan melafalkan Al- Qur’an. b. Perbandingan, yaitu membandingkan menyanyi dengan melafalkan Al- Qur’an. c. Cara melafalkan Al-Qur’an yaitu dengan bentuk hafalan surat-surat pendek. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian kami adalah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Teknik Penarikan Sample Penarikan sample menggunakan metode random sampling, yaitu warga masyarakat yang berada di wilayah kabupaten Cilacap dan sekitarnya. Pengambilan sample mengacu kepada pendapat Roscoe dalam Sekaran (1975) bahwa sample penelitian antara 30 – 500 adalah cocok untuk kebanyakan penelitian. Metode Analisis Data Metode pengolahan data menggunakan program SPSS dengan menggunakan tabulasi silang. Sedangkan proses analisa data menggunakan model statistik deskriptif. Hipotesis Melafalkan Al-Qur’an dengan bentuk mengucapkan secara hafalan akan surat-surat pendek lebih efektif dalam mengatasi rasa kantuk selama berkendara karena ada proses berpikir ringan yang dilakukan dengan santai yang membuahkan ketenangan hati. HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Identitas Responen Hasil survei yang kami lakukan berhasil mendapatkan 30 orang responden yang diperoleh secara acak dari beberapa titik di wilayah kabupaten Cilacap. Rincian identitas responden tersebut kami tampilkan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 4.1.1. Identitas usia responden No. Usia Angka Prosentase 1. < 20 tahun 18 orang 60,0 % 2. 21 – 30 thn 6 orang 20,0 % 3. 31– 40 thn 2 orang 6,7 % 4. 41 – 50 thn 4 orang 13,3 % 5. > 50 tahun 0 orang 0,0 % TOTAL 30 orang 100 % Sumber : Kuesioner no. 1 Tabel di atas menunjukkan bahwa usia responden yang paling dominan adalah remaja berusia < 20 tahun ( 60,0 % ). Fenomena ini lebih disebabkan karena kalangan remaja menjadikan perilaku menaiki kendaraan bermotor sebagai trend gaya hidup.
  5. 5. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang Kab. Cilacap 5 Tabel 4.1.2. Identitas jenis kelamin responden No. Jenis Kelamin Angka Prosentase 1. Laki-laki 14 orng 46,7 % 2. Perempuan 16 orng 53,3 % TOTAL 30 orng 100 % Sumber : Kuesioner no. 2 Tabel di atas menunjukkan bahwa responden perempuan lebih banyak daripada responden laki-laki. Hal ini menunjukkan jumlah pengendara perempuan di kabupaten Cilacap cenderung mengalami peningkatan. Tabel 4.1.3. Identitas pendidikan responden No. Pendidikan Angka Prosentase 1. Tidak sekolah 0 orng 0,0 % 2. SD / MI 6 orng 20,0 % 3. SMP / MTs 4 orng 13,3 % 4. SMA / SMK 20 orng 66,7 % 5. > SLTA 0 orng 0,0 % TOTAL 30 orng 100 % Sumber : Kuesioner no. 3 Tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA dan sederajat hal ini menunjukkan keberhasilan program rintisan wajib belajar 12 tahun. Tabel 4.1.4. Identitas penghasilan responden No. Penghasilan Angka Prosentase 1. Tidak punya 17 orng 56,7 % 2. < UMR 9 orng 30,0 % 3. > UMR 4 orng 13,3 % TOTAL 30 orng 100 % Sumber : Kuesioner no. 4. Tabel di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah yang tidak memiliki penghasilan karena kebanyakan pemakai kendaraan bermotor adalah kalangan remaja. Pengalaman Sebelum Pengujian Sebelum mengadakan pengujian efektivitas, setiap responden memiliki tips tersendiri dalam mengatasi rasa kantuk saat berkendara. Tabel 4.2.1. Pengalaman tips atasi kantuk No. Pengalaman atasi mengantuk Angka Prosentase 1. Makan 0 org 0,0 % 2. Minum 3 org 10,0 % 3. Beristirahat 12 org 40,0 % 4. Lafalkan Quran 9 org 30,0 % 5. Menyanyi 6 org 20,0 % 6. Tidur 0 org 0,0 % TOTAL 30 org 100 % Sumber : Kuesioner no. 5. Tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden yang tetap berkendaraan (yaitu tidak beristirahat), mengatasi kantuknya dengan cara membaca hafalan suratan pendek atau bernyanyi. Cara Paling Efektif Setelah melakukan penelitian dengan melibatkan 30 responden untuk membandingkan antara membaca kalimat dzikir dengan menyanyi untuk mengatasi kantuk, diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.3.1. Perbandingan cara paling efektif No. Cara paling efektif Angka Prosentase 1. Lafalkan Quran 22 org 73,3 % 2. Menyanyi 8 org 26,7 % TOTAL 33 org 100 % Sumber : Kuesioner no. 6. Tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai bahwa membaca hafalan suratan pendek lebih efektif dalam mengatasi kantuk daripada menyanyi. Grafik 4.3.2. Usia dan cara paling efektif Sumber Kuesioner no. 1 dan 6. Grafik di atas menunjukkan mayoritas responden memiliki kecenderungan menilai bahwa membaca suratan pendek lebih efektif mengatasi kantuk. Hanya pada komposisi usia 21 – 30 tahun yang memiliki kecenderungan sebaliknya meski tidak terlalu signifikan. Pembahasan Mengantuk merupakan ancaman yang selalu menghantui para pengendara. Kejenuhan dan kelelahan berpotensi menyebabkan rasa kantuk saat berkendara, namun kebutuhan 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% < 20 21-30 31-40 41-50 Al-Qur'an Menyanyi 6
  6. 6. Jurnal Penelitian Siswa 2016 SMA Negeri 1 Sampang Kab. Cilacap 6 akan waktu menuntut pengendara tetap menjalankan kendaraannya walaupun rasa kantuk terus membayanginya sepanjang perjalanan. Hal ini menjadi penyebab utama melonjaknya kasus kecelakaan di jalan raya. Responden yang kami wawancarai menyatakan bahwa rasa kantuk biasanya mulai terasa ketika perjalanan sudah lebih dari 20 km. Walaupun demikian, kondisi stamina tubuh dan situasi lalu lintas di jalan sangat menentukan timbulnya rasa kantuk pada saat berkendara. Sebelum penelitian uji efektivitas dilakukan, responden memiliki cara yang beragam dalam mengatasi rasa kantuk. Cara paling efektif yang direkomendasikan oleh para ahli untuk menghilangkan rasa kantuk adalah beristirahat sejenak. Namun kebutuhan mengejar waktu sering menjadi alasan bagi pengendara untuk tetap memacu kendaraannya meskipun rasa kantuk telah meliputi dirinya. Dalam penelitian uji efektivitas, kami meminta para responden untuk mencoba selama satu pekan membandingkan antara upaya mengendalikan rasa kantuk dengan melafalkan Al-Qur’an berupa hafalan suratan pendek dan menyanyi. Hasil survei menunjukkan bahwa membaca hafalan suratan pendek Al-Qur’an dinilai paling efektif bagi para pengendara dalam mengendalikan rasa kantuk pada saat berkendara. Melafalkan Al-Qur’an berupa hafalan suratan pendek dinilai memiliki kemampuan menghilangkan rasa kantuk ketika berkendara dikarenakan terkumpul pada kegiatan membaca suratan pendek antara berpikir ringan dan rileksasi ringan. Kegiatan berpikir berat akan mengacaukan pengendara, demikian pula dengan rileksasi berlebihan akan menimbulkan rasa kantuk. Namun berpikir ringan yang menimbulkan rileksasi ringan berupa ketenangan hati menjadi penggugah otak agar tidak mengantuk, pengendara pun bisa tetap tenang dalam menjalankan kendaraannya. KESIMPULAN Para pengendara yang diliputi rasa kantuk dalam perjalanan melakukan beberapa cara guna menghilangkan rasa kantuknya, seperti bernyanyi, makan, minum dan melafalkan Al- Qur’an (hafalan suratan pendek). Hasil pengujian efektifitas yang melibatkan 30 responden menemukan data bahwa melafalkan Al-Qur’an (hafalan suratan pendek) dinilai sebagai cara yang paling efektif oleh 73,3 % responden untuk mengendalikan rasa kantuk selama berkendara. Saran Hendaklah pengendara baik darat, laut dan udara membudayakan berdzikir dan membaca Al-Qur’an untuk meraup pahala yang besar di sisi Allah SWT sekaligus sebagai upaya yang efektif dalam menghindari kantuk. DAFTAR PUSTAKA Arianto, Arif. 2011. “Cara Mudah Mengatasi Lelah dan Kantuk Saat Mengemudi.” https://otomotif.tempo.co/read/news/2011/04/07/ 123325780/cara-mudah-mengatasi-lelah-dan- kantuk-saat-mengemudi Candra, Asep. 2012. “Banyak Pilot Sering Tidur di Kokpit, Kenapa ?” http://health.kompas.com/read/2012/11/22/08310 596/banyak.pilot.sering.tertidur.di.kokpit.kenapa Dokita. “Mengantuk Saat Mengemudi”. http://dokita.co/blog/mengantuk-saat- mengemudi/ Matberkendara. 2014. “Mengapa Mengantuk Saat Berkendara Berbahaya ?” http://selamatberkendara.com/mengapa- mengantuk-saat-berkendara-berbahaya.html Maulana, Aditya. 2015. “Bahaya Mengemudi Dalam Kondisi Mengantuk.” http://otomotif.kompas.com/read/2015/10/27/082 700215/Bahaya.Mengemudi.dalam.Kondisi.Men gantuk 8

×