Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
Aji Rahmayani
41183403150038
Akuntansi Shift
Periodisasi Perkembangan
Ekonomi Islam dan
Konvensional
Pengertian Ekonomi Islam
 Menurut Bahasa
Ekonomi Islam merupakan ilmu yang
mempelajari perilaku ekonomi manusia yang
peri...
 Menurut para ahli
1. Muhammad Abdul Manan adalah cabang ilmu
pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah
ekonomi...
Perkembangan Ekonomi Islam
1. Fase pertama
Fase pertama ini merupakan fase dari abad ke-5 hingga abad ke-11
masehi. Fase ini juga di kenal sebagai fa...
3. Fase ketiga
Fase ketiga dari sejarah pemikiran ekonomi
Islam adalah fase kemerosotan. Fase ketiga ini
dimulai pada tahu...
4. Fase Kontemporer[
Fase ini dimulai pada tahun 1930-an (masa
berakhirnya fase ketiga ) hingga saat ini. Sesungguhnya
set...
Ciri-ciri Ekonomi Islam
Hak indifidu diakui
namun diberi
batasan batan.
Hak umum atau
umat di akui dan
diutamakan
Hak umum...
Pendekatan ekonomi islam dalam
mengambil kebijakan
a. Pendekatan menolak (negation)
Maksudnya bahwa tidak semua paradigma ...
Perbedaan Ekonomi Konvensional
dan Ekonomi Islam
Ekonomi islam Ekonomi konvensional
Manusia sosial namun religius Manusia ...
Sumber hukum
Ekonomi Islam Ekonomi Konvensional
Bersumber dari Al-qur’an, As-sunnah, dan
ijtihad
Bersumber dari pikiran da...
Tujuan Ekonomi Islam
1. Pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu papan,
sandang, pangan kesehatan dan pendidikan untuk
seti...
Prinsip Ekonomi Islam
1. Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau
anugerah dari Allah SWT kepada manusia.
2. ...
Transaksi yang dilarang dalam Islam
Maisir
(perjudian)
Tadlis
(penipuan)
Ghoror (tidak
jelas )
Riab (bunga)
Haram
1. Maisyir
Maisyir adalah suatu tindakan perjudian, yang berarti seseorang
ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah pa...
Perilaku Manusia dalam Memenuhi
Kebutuhan
1. Mudzarabah kerja sama antara sekutu aktif (manajer ) dan sekutu pasif
(pemili...
Periodisasi perkembangan ekonomi islam dan konvensional
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Periodisasi perkembangan ekonomi islam dan konvensional

1 097 vues

Publié le

tugas mata kuliah ekonomi islam

Publié dans : Formation
  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Periodisasi perkembangan ekonomi islam dan konvensional

  1. 1. Aji Rahmayani 41183403150038 Akuntansi Shift Periodisasi Perkembangan Ekonomi Islam dan Konvensional
  2. 2. Pengertian Ekonomi Islam  Menurut Bahasa Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam.  Menurut istilah Pengertian ekonomi Islam adalah segala aktivitas perekonomian beserta aturan-aturannya yang didasarkan kepada pokok-pokok ajaran Islam tentang ekonomi.
  3. 3.  Menurut para ahli 1. Muhammad Abdul Manan adalah cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diangkat dari nilai-nilai islam. Beliau mengatakan bahwa ekonomi islam merupakan bagian dari suatu tata kehidupan lengkap yang didasarkan pada empat bagian nyata dari pengetahuan, yaitu Alquran, sunnah, ijma dan qiyas 2. M.M. Matewally, Pengertian Ekonomi Islam ialah ilmu yang mempelajari perilaku muslim dalam suatu masyarakat islam yang mengikuti Alquran, Sunnah, Qiyas dan Ijma. Beliau memberikan alasan bahwa dalam ajaran islam tersebut, perilaku seseorang dan masyarakat dikendalikan ke arah bagaimana memenuhi kebutuhan dan menggunakan sumber daya yang ada.
  4. 4. Perkembangan Ekonomi Islam
  5. 5. 1. Fase pertama Fase pertama ini merupakan fase dari abad ke-5 hingga abad ke-11 masehi. Fase ini juga di kenal sebagai fase dasar-dasar ekonomi Islam, banyak sarjana muslim yang pernah hidup bersama para sahabat Rasulullah dan para tabi’in a. Zaid bin ali b. Abu hanifah c. Abu Yusuf 2. Fase kedua Fase ini dimulai pada abad ke-11 sampai ke-15 M. Fese kedua ini disebut sebagai fase cemerlang dikarenakan peninggalan warisan intelektual yang sangat kaya. Paracendekia di masa ini mampu menyusun suatu konsep tentang bagaimana kegiatan ekonomi yang seharusnya berdasarkan pada Al- Qur’an dan Hadith. a. AL Ghozali b. Ibnu taimiyah c. Ibnu Khaldun
  6. 6. 3. Fase ketiga Fase ketiga dari sejarah pemikiran ekonomi Islam adalah fase kemerosotan. Fase ketiga ini dimulai pada tahun 1446 M hingga 1932 M. Salah satu penyebab kemerosotan pemikiran ekonomi Islam pada waktu itu adalah asumsi yang mengatakan bahwa telah tertutupnya pintu Ijtihad. a. Muhammad iqbal b. Syah waliyullah
  7. 7. 4. Fase Kontemporer[ Fase ini dimulai pada tahun 1930-an (masa berakhirnya fase ketiga ) hingga saat ini. Sesungguhnya setelah tahun 1930-an kebangkitan kembali melanda intelektualitas cendekiawan Muslim. Salah satu buktinya adalah merdekanya negara-negara Muslim dari kolonialisme barat. Zarqa pada tahun 1980 membagi topik kajian dari para ekonom di masa ini menjadi tiga kelompok utama yaitu : 1. Perbandingan sistem ekonomi islam dengan lainnya 2. Kritik terhadap sistem ekonomi konvensional, baik dalam tatanan filosofi maupun partikal 3. Pembahasan yang mendalam tentang ekonomi Islam itu sendiri, baik secara makro maupun mikro
  8. 8. Ciri-ciri Ekonomi Islam Hak indifidu diakui namun diberi batasan batan. Hak umum atau umat di akui dan diutamakan Hak umum harus didahului dari hak individu jika itu sangat mendesak atau doruriyah.
  9. 9. Pendekatan ekonomi islam dalam mengambil kebijakan a. Pendekatan menolak (negation) Maksudnya bahwa tidak semua paradigma ekonomi konvensional bisa diterima masuk dalam ekonomi islam. Sebagian paradigma ekonomi konvesional, bahkan mungkin bagian yang paling fundamental harus ditolak dan tidak bisa dikompromikan dengan ajaran islam. b. Pendekatan memadukan (integration) Selain menolak yang tidak sesuai, islam juga megakui kebaikan-kebaikan yang ada pada sistem lain. Ekonomi konvensional yang tidak bertentangan dengan ajaran islam mesti diterima oleh ekonomi islam. Karena integralisme merupakan salah sau unsur dari islamisasi. c. Pendekatan menambah nilai (value addition) Ekonomi islam mampu memberikan nilai tambah yang baru dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
  10. 10. Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam Ekonomi islam Ekonomi konvensional Manusia sosial namun religius Manusia sosial Menangani masalah dengan menentukan prioritas Menangani masalah sesuai dengan keinginan individu Pilihan alternative kebutuhan dituntun dengan nilai Islam Pilihan alternative kebutuhan dituntun oleh kepentingan individu/egois Sistem pertukaran dituntun oleh etika Islami Pertukaran dituntun oleh kekuatan pasar
  11. 11. Sumber hukum Ekonomi Islam Ekonomi Konvensional Bersumber dari Al-qur’an, As-sunnah, dan ijtihad Bersumber dari pikiran dan pengalaman manusia Berpandangan dunia holistik Berpandangan dunia sekuler Kepemilikan individu terhadap uang/modal bersifat nisbi Kepemilikan individu terhadap modal/uang bersifat mutlak Mekanisme pasar bekerja menurut maslahat Mekanisme pasar dibiarkan bekerja sendiri Kompetisi usaha dikontrol oleh syariat Kompetisi usaha bersifat bebas dan melahirkan monopoli Kesejahteraan bersifat jasmani, rohani, dan akal Kesejahteraan bersifat jasadiah Motif mencari keuntungan diakui lewat cara- cara yang halal Motif mencari keuntungan diakui tanpa ada batasan yang berlaku Pemerintah aktif sebagai pengawas, pengontrol, dan wasit yang adil dalam kegiatan ekonomi Pemerintah sebagai penonton pasif yang netral dalam kegiatan ekonomi Pemberlakuan distribusi pendapatan Tidak dikenal distribusi pendapatan secara merata
  12. 12. Tujuan Ekonomi Islam 1. Pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu papan, sandang, pangan kesehatan dan pendidikan untuk setiap lapisan masyarakat. 2. Memastikan kesamaan kesempatan bagi semua orang. 3. Mencegah terjadi pemusatan kekayaan dan meminimalkan ketimpangan dana distribusi pendapatan dan kekayaan di masyarakat. 4. Memastikan untuk setiap orang kebebasan untuk mematuhi nilai-nilai moral. 5. Memastikan stabilitas dan juga pertumbuhan ekonomi.
  13. 13. Prinsip Ekonomi Islam 1. Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau anugerah dari Allah SWT kepada manusia. 2. Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. 3. Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerjasama. 4. Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja. 5. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang. 6. Seorang muslim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti. 7. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab). 8. Islam menolak riba dalam bentuk apapun
  14. 14. Transaksi yang dilarang dalam Islam Maisir (perjudian) Tadlis (penipuan) Ghoror (tidak jelas ) Riab (bunga) Haram
  15. 15. 1. Maisyir Maisyir adalah suatu tindakan perjudian, yang berarti seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah. Atau suatu pekerjaan untuk memperkaya diri sendiri, akan tetapi dengan cara merugikan pihak lain. 2. Ghoror Gharar yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur- unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan. 3. tadlis Tadlis bersrti melakukan tindak penipuan terhadap orang lain engan tujuan memperoleh keuntungan sendiri 4. Haram Haram yaitu hukum yang dijatuhkan pada suatu dzat atau benda, yang dilarang untuk digunakan atau dikonsumsi karena dilarang oleh Allah, baik dari barang itu sendiri maupun cara memperolehnya. 5. Riba Yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan, biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun, walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.
  16. 16. Perilaku Manusia dalam Memenuhi Kebutuhan 1. Mudzarabah kerja sama antara sekutu aktif (manajer ) dan sekutu pasif (pemilik dana) 2. Syirkah / Musyarokah ( Skill atau kemampuan tidak berbentuk uang) 3. Fanding / wa’diyah (titipan nasabah yang harus dijaga dan akan dikembalikan ketika nasabah meminta ) 4. Qadh (pinjaman)

×