Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Konsep dasar ekonomi

27 674 vues

Publié le

Publié dans : Formation
  • Dating for everyone is here: ❶❶❶ http://bit.ly/2F90ZZC ❶❶❶
       Répondre 
    Voulez-vous vraiment ?  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2F90ZZC ❶❶❶
       Répondre 
    Voulez-vous vraiment ?  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici

Konsep dasar ekonomi

  1. 1. Konsep-Konsep Dasar Ekonomi1. Para Pelaku Pada dasarnya pembagian pelaku ekonomi hanya 2, yaitu: 1. Konsumen dan Produsen Konsumen adalah para pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh para kaum produsen. Produsen adalah mereka yang didalam suatu kegiatan ekonomi berfungsi sbg pihak yang mengorganisasikan input dan menyediakan barang dan jasa, untuk nantinya dinikmati oleh kaum konsumen. Kedua pihak ini adalah dua pihak yang senantiasa harus ada didalam setiap perekonomian, tidak mungkin yang satu dengan tiadanya yang lain. Bayangkan suatu keadaan dimana semua anggota masyarakat menjadi produsen, dan tidak seorangpun menjadi konsumen. Pasti kegiatan Ekonomi tidak akan berjalan, 2. Pemerintah dan Swasta A. Pemerintah a. Pemerintah sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi. 1. Kegiatan produksi Pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi, mendirikan perusahaan negara atau sering dikenal dengan sebutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2003, BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN didirikan pemerintah untuk mengelola cabang-cabang produksi dan sumber kekayaan alam yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya PT Dirgantara Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Pos Indonesia, dan lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan tersebut didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta untuk mengendalikan sektor-sektor yang strategis dan yang kurang menguntungkan. 2. Kegiatan konsumsi Pemerintah juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan tugasnya. Seperti halnya ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani masyarakat, yaitu mengadakan pembangunan gedung- gedung sekolah, rumah sakit, atau jalan raya. Tentunya pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir, aspal, dan sebagainya. Semua barang-barang tersebut harus dikonsumsi pemerintah untuk menjalankan tugasnya. Contoh-contoh mengenai kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah masih banyak, seperti membeli barang-barang untuk administrasi pemerintahan, menggaji pegawai-pegawai pemerintah, dan sebagainya.
  2. 2. 3. Kegiatan distribusi Selain kegiatan konsumsi dan produksi, pemerintah juga melakukan kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyalurkan barang-barang yang telah diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara kepada masyarakat. Misalnya pemerintah menyalurkan sembilan bahan pokok kepada masyarakat-masyarakat miskin melalui BULOG. Penyaluran sembako kepada masyarakat dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pemerintah harus lancar. Apabila kegiatan distribusi tidak lancar akan memengaruhi banyak faktor seperti terjadinya kelangkaan barang, harga barang-barang tinggi, dan pemerataan pembangunan kurang berhasil. Oleh karena itu, peran kegiatan distribusi sangat penting.b . Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan EkonomiPemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi tidakhanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi pemerintahjuga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkanterhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuanpembangunan nasional. Dalam rangka melaksanakan peranannya tersebutpemerintah menempuh kebijaksanaan-kebijaksanaan berikut ini.1. Kebijaksanaan dalam dunia usaha Usaha untuk mendorong dan memajukan dunia usaha, pemerintah melakukan kebijaksanaan- kebijaksanaan berikut ini. a. Pemerintah mengeluarkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. b. Pemerintah mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1992 mengatur tentang Usaha Perbankan. c. Pemerintah mengubah beberapa bentuk perusahaan negara agar tidak menderita kerugian, seperti Perum Pos dan Giro diubah menjadi PT Pos Indonesia, Perjan Pegadaian diubah menjadi Perum Pegadaian.2. Kebijaksanaan di bidang perdagangan Di bidang perdagangan, pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan berupa kebijaksanaan ekspor dan kebijaksanaan impor. Pemerintah menetapkan kebijakan ekspor dengan tujuan untuk memperluas pasar di luar negeri dan meningkatkan daya saing terhadap barang-barang luar negeri. Adapun kebijakan impor dimaksudkan untuk menyediakan barang-barang yang tidak bisa diproduksi dalam negeri, pengendalian impor, dan meningkatkan daya saing. Kebijaksanaan dalam mendorong kegiatan masyarakat Kebijaksanaan pemerintah dalam mendorong kegiatan masyarakat mencakup hal-hal berikut ini. a. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana umum. b. Kebijaksanaan menyalurkan kredit kepada pengusaha kecil dan petani.
  3. 3. c. Kebijaksanaan untuk memperlancar distribusi hasil produksi.B. Swasta BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMSmerupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta.Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMSdidirikan dalam rangka ikut mengelola sumber daya alam Indonesia,namun dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan dengan peraturanpemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam melakukan perannyamengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha BUMSterus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan. Kebijaksanaanpemerintah ditempuh dengan beberapa pertimbangan berikut ini. a. Menumbuhkan daya kreasi dan partisipasi masyarakat dalam usaha mencapai kemakmuran sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. b. Terbatasnya modal yang dimiliki pemerintah untuk menggali dan mengolah sumber daya alam Indonesia sehingga memerlukan kegairahan usaha swasta. c. Memberi kesempatan agar perusahaan-perusahaan swasta dapat memperluas kesempatan kerja. d. Mencukupi kebutuhan akan tenaga ahli dalam menggali dan mengolah sumber daya alam. Perusahaan-perusahaan swasta sekarang ini telah memasukiberbagai sektor kehidupan antara lain di bidang perkebunan,pertambangan, industri, tekstil, perakitan kendaraan, dan lain-lain.Perusahaan swasta terdiri atas dua bentuk yaitu perusahaan swastanasional dan perusahaan asing. Contoh perusahaan swasta nasional antaralain PT Astra Internasional (mengelola industri mobil dan motor), PTGhobel Dharma Nusantara (mengelola industri alat-alat elektronika), PTIndomobil (mengelola industri mobil), dan sebagainya. Adapun contohperusahaan asing antara lain PT Freeport Indonesia Company (perusahaanAmerika Serikat yang mengelola pertambangan tembaga di Papua, IrianJaya), PT Exxon Company (perusahaan Amerika Serikat yang mengelolapengeboran minyak bumi), PT Caltex Indonesia (perusahaan Belanda yangmengelola pertambangan minyak bumi di beberapa tempat di Indonesia),dan sebagainya. Perusahaan-perusahaan swasta tersebut sangat memberikan peranpenting bagi perekonomian di Indonesia. Peran yang diberikan BUMSdalam perekonomian Indonesia seperti berikut ini.a. Membantu meningkatkan produksi nasional.b. Menciptakan kesempatan dan lapangan kerja baru.c. Membantu pemerintah dalam usaha pemerataan pendapatan.d. Membantu pemerintah mengurangi pengangguran.e. Menambah sumber devisa bagi pemerintah.f. Meningkatkan sumber pendapatan negara melalui pajak.g. Membantu pemerintah memakmurkan bangsa.
  4. 4. 2. Barang dan Jasa Menurut kegunaannya, sesuatu barang dapat dirinci sebagai berikut. 1. Form Utility (berguna karena bentuknya) bahwa suatu barang itu menjadi berguna bagi manusia sebab bentuknya memenuhi persyaratan atau sesuatu benda menjadi berguna bagi manusia setelah bentuknya diubah untuk disesuaikan dengan keadaan. 2. Time Utility (berguna karna waktu) Bahwa suatu barang bermanfaatkan jika tepat pada waktunya 3. Place Utility (berguna karena tempatnya) artinya suatu barang menjadi bermanfaat bagi manusia karena tempatnya atau sudah dipindahkan tempatnya. 4. Own Utility (berguna karena kepemilikan) maksudnya bahwa suatu barang itu menjadi berguna bagi manusia karena barang tersebut dimiliki, dan tidak lagi berguna jika tidak dimiliki. 5. Element Utility (berguna karena unsurnya) berguna karena unsur didalamnya. A. Pembagian Barang menurut penyediaannya 1. Barang-barang Bebas Adalah barang-barang yang tersedia berlimpah-limpah dan setiap orang dapat memperolehnya dengan bebas dengan cara yang mudah 2. Barang-barang ekonomi Adalah barang-barang yang penyediannya relatif jarang atau langkah. Untuk memperoleh barang-barang itu orang yang lebih terdahulu berjuang. B. Pembagian barang menurut daya tahannya 1. Tahan lama Barang-barang yang bisa dipakai lebih dari sekali. Contoh : Televisi 2. Barang-barang tidak tahan lama Barang-barang yang akan segera lenyap atau habis dengan sekali pakai saja. Contoh : Sayuran C. Pembagian Barang Menurut Penggunaanya Menurut penggunaannya atau menurut cara bagaimanakah sesuatu barang dipergunakan orang, barang dibagi pula menjadi 2, yaitu Barang konsumsi dan barang Investasi atau barang Modal atau barang Produksi. 1. Barang Konsumsi adalah: barang yg langsung dapat dipakai atau dinikmati Contoh : Rokok, baju, minyak rambut, dll. 2. Barang Investasi adalah barang-barang yg hanya dapat dinikmati hasilnya, Jadi buka barang itu sendirilah yang dinikmati, melainkan hasilnya.
  5. 5. Contoh : peralatan kantor, gudang penyimpanan, mobil yang digunakan keperluan perusahaan.3. Kebutuhan Manusia Kebutuhan manusia sangat banyak ragamnya dan tidak terbatas jumlahnya danakan terus bertambah seuai dengan peradaban atau kebudayaan. Keanekaragamankebutuhan manusia itu disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan,tingkat pendidikan. Sehingga perbedaan tingkat kebutuhan dapat disebabkan oleha. Status Sosialb. Tingkat Pendidikanc. Kemajuan Kebudayaan Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan manusia merupakan segala sesuatukeinginan yang dirasa perlu untuk dipenuhi manusia, dan tindakan ekonomimerupakan tindakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya denganjalan bekerja.4. Masalah EkonomiMasalah ekonomi mengalami perkembangan. Masalah ekonomi dizamanterdahulu lebih sempit daripada masalah-masalah ekonomi pada zaman-zamansesudahnya. Sebab kebutuhan manusiapun bergerak dengan pola.Perkembangan masalah ekonomi dari masa kemasa menyertai perkembanganperadaban manusia. Untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi yangdihadapinya sehari-hari, menusia haruslah bertindak, harus berbuat. Perbuatanmanusia dengan tujuan memecahkan masalah-masalah ekonomi, apapunperbuatan itu, baik untuk untuk mencukupi kebutuhan pribadinya maupun untukmeraih keuntungan dalam usahanya disebut sebagai perbuatan ekonomi.Sementara itu, motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan perbuatanekonominya disebut motif ekonomi. Didalam melakukan perbuatan ekonominya,orang berpegang teguh pada prinsip ekonomi, yaitu bahwa perbuatannya itu harusdilakukan dengan cara sedemikian rupa sehinggadengan peralatan bekal yangtersedia dapat dicapai hasil yang sebesar-besarnya.

×