Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Langkah langkah dalam logika klinis

253 vues

Publié le

langkah-langkah dalam logika klinis merupakan serangkaian proses untuk memformulasikan penilaian dan rencana. Dengan menggunakan logika klinis yang benar dokter dapat menganalisisi temuan2 dan mengidentifikasi masalah pasien

Publié dans : Formation
  • Soyez le premier à commenter

Langkah langkah dalam logika klinis

  1. 1. Langkah-langkah dalam logika Klinis (The 6 steps) Bates Buku Ajar Pemeriksaan Fisik & Riwayat Pemeriksaan Fisik Edisi 11
  2. 2. Mengidentifikasi Masalah Langkah 1: Mengenali temuan-temuan abnormal Buat suatu daftar gejala pasien. Baik berupa hasil pengamatan fisik maupun hasil Lab yang tersedia
  3. 3. Langkah 2: Menentukan lokasi temuan secara anatomis Langkah ini bisa jadi sulit bisa jadi mudah. Gatal pada tenggorokandan tanda faring merah dan meradang adalah pertanda masalah difaring. Tetapi nyeri dada Bisa jadi disebabkan karena arteri koroner, lambung dan esofagus, otot atau tuulang dada. Lakukanlah sespesifik mungkin! Tetapi perlu diingat bahwa kemungkinan yang bisa ditentukan hanya regio misalnya dada, atau sistem misalnya muskuloskeletal Beberapa gejala dan tanda mungkin tak bisa ditentukan lokasinya misalnya rasa lelah atau demam. Tetapi bermanfaat untuk proses selanjutnya
  4. 4. Langkah 3: Menginterpretasikan temuan berdasarkan proses2 yang mungkin Masalah pasien sering berakar dari suatu proses patologi yang melibatkan penyakit pada suatu tubuh misalnya: infeksi, gangguan imunologik, neoplastik, dll Penyebab lain adalah kekacauan fungsi biologi (patofisiologi) misalnya gagal jantung kongestif atau nyeri kepala migrain Dapat juga disebabkan masalah psikopatologi misalnya gangguan mood sepresi depresi atau nyeri kepala sebagai ekspresi gangguan somatisasi
  5. 5. Langkah 4: Membuat hipotesis tentang sifat masalah pasien Menggunakan pengalaman dan pengetahuan (disinilah peran kebiasaan membaca terlihat) Gunakan literatur klinis untuk membuat “keputusan berbasis bukti”
  6. 6. Langkah 5: Menguji hipotesis dan menegakkan diagnosis kerja Hipotesis harus diuji. Perlengkapan yang mungkin dibutuhkan seperti Anamnesis lanjutan,pemeriksaan lab tambahan atau sinar x dll untuk memperjelas mana diagnosis yang paling mungkin Diagnosis harus dinyatakan secara eksplisit dan tingkat kepastian setinggi mungkin
  7. 7. Langkah 6: Menyusun rencana yang dapat diterapkan pada pasien Kenali dan catat rencana untuk setiap masalah pasien. Rencana mengalir secara logis dari masalah atau diagnosis yang ditemukan Spesifikkan langkah2 mana yang diperlukan Langkah2 bisa berupa pemeriksaan untuk memastikan atau mengevaluasi diagnosis lebih lanjut, konsultasi evaluasi, penambahan/ pengurangan/ atau pergantian obat, hingga jadwal pertemuan dengan keluarga.
  8. 8. Pengetahuan lengkap baca di: Bates Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat kesehatan Edisi 11 Follow us : Twitter @PenerbitEgc Instagram EGCMEDICAL

×