Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Pentingnya Analisa Support dan Resistance Saat Trading Forex

Belajar teknik trading yang simple dan profile melalui channel YouTube Forex Simpro : https://www.youtube.com/c/ForexSimproTrading
kunjungi website : www.forexsimpro.com

Livres associés

Gratuit avec un essai de 30 jours de Scribd

Tout voir
  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Pentingnya Analisa Support dan Resistance Saat Trading Forex

  1. 1. Pentingnya Analisa Support dan Resistance Saat Trading Forex Support dan Resistance adalah dasar yang harus dipahami sebelum kita ingin menjadi trader sejati. Mengapa demikian? Karena dengan memahami support dan resistance dengan benar maka kita dapat menentukan kapan harus entry posisi, kapan harus close posisi dan menentukan berapa Stop Loss dan Take Position saat trading nanti.
  2. 2. Cara menggunakan Support dan Resistance Setelah mengetahui apa itu support dan resistance, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menentukan batasan support atau resistance tersebut. Cara termudah dan ter-simple untuk menentukan batasan support atau resistance adalah dengan menggunakan Simple Line.
  3. 3. Cara menentukan batas Resistance Untuk menentukan batas resistance, lihat harga tertinggi dalam suatu periode lalu tariklah garis lurus kesamping. Pada chart dibawah, kita dapat melihat apa yang dimaksu resistance. Artinya harga-harga yang menempati posisi tertinggi dalam sebuah periode tertentu.
  4. 4. Cara menentukan batas Support Batas support adalah kebalikan dari resistance. Batasan dilihat dari harga terendah pada periode tertentu. Contohnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini :
  5. 5. Fungsi Resistance dan Support Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa fungsi dari resistance dan support adalah untuk memprediksi atau menganalisa pergerakan harga. Bila harga sudah mendekati batas resistance maka kemungkinan besar trend harga tersebut akan berbalik arah. Demikian juga sebaliknya, bila harga sudah mendekati batas support, maka kemungkinan besar trend harga akan berbalik arah.
  6. 6. Breakout – Harga Menembus Support atau Resistance Dalam analisa teknikal forex, breakout merupakan kondisi tembusnya atau terpecahnya support atau resistance. Tidak selamanya support atau resistance akan bertahan, suatu saat level support atau resistance pasti akan terpecahkan. Breakout dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu : – Break down : tembusnya garis support – Break up : tembusnya garis resistance Bila support tembus, maka otomatis support tersebut akan berubah menjadi resistance baru. Sebaliknya bila resistance tersebut tembus maka akan berubah menjadi support baru.
  7. 7. Pullback – Harga Gagal Menembus Support atau Resistance Ketika harga gagal menembus sebuah support atau resistance dan kembali menguji level support atau resistence sebelumnya maka kondisi ini disebut Pullback. Contohnya seperti gambar dibawah ini :
  8. 8. Trading Forex Berdasarkan Double Top dan Double Bottom
  9. 9. O Double Top Pola Double Top dapat ditemukan didaerah tertinggi dari sebuah trend naik lalu setlah di puncak, menghadapi resistance adanya aksi jual ke level support. Lalu tahapan selanjutnya dari pola ini harga akan dapat bergerak kembali menuju level support. O Double Bottom Ini adalah kebalikan dari Pola Double Top yang akan memberikan indikasi akan adanya pembalikan arah dari penurunan harga menjadi kenaikan harga. Double bottom dapat terbentuk ketika sebuah tren turun dapat membentuk harga terendah baru dalam pergerakannya.
  10. 10. Namun untuk mengeksekusinya secara real sesungguhnya ini bukan sesuatu yang sangat muda. Sekalipun pola ini bisa tampil setiap hari dan kesuksesan dalam mengindentifikasi dan memanfaatkannya suatu yang berlainan.bila anda mengantisipasi terbentuknya pola, anda dapat memiliki entry point yang baik jika pola double top dan bottom ini dapat terbentuk dan mempunyai potensi yang sangat besar.
  11. 11. Bila anda menantikan konfrimasi terjadinya pola, maka anda dapat memiliki entry point yang kurang bagus dan potensi profit anda saat trading forex,trading emas atau trading oil menjadi lebih kecil tapi resiko akan menjadi terukur. Dalam hal ini disarankan seorang trader atau anda khususnya baru pemula dan masih memulai trading sebaiknya anda menunggu adanya konfirmasi pembentukan double top dan double bottom dan sebaiknya untuk bisa mengantisipasi pola tersebut agar dapat menjadi peluang anda mendapatkan profit atau loss.
  12. 12. Seringkali kita melihat dalam pembentukan pola grafik analisa teknikal lainnya. Kita diperlihatkan dengan setting grafik yang sanagt ideal. Tetapi saat realitanya pola tersebut tidak terlihat sempurna. Pada double top dan double bottom perlu anda ingat bahwa harga tidak selalu harus menyentuh angka yang sama dari resistance atau support yang tercipta sebelumnya.adapun masalah yang anda akan temui pembentukan pola ketika top atau bottom yang tercipta dalam proses pengetesan support dan resistance berhasil melewati level tertinggi atau terendah pertama yang terjadi.
  13. 13. Cara Memaksimalkan Chart di Metatrader Saat Trading Forex
  14. 14. Dalam analisa teknikal forex, media yang digunakan untuk melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis adalah grafik. Artinya ada 4 hal yang biasanya dianalisa oleh analis teknikal yaitu sbb : O Trend yang sedang berlangsung O Volume transaksi O Level support dan resistance O Periode waktu yang terjadi
  15. 15. Jenis – jenis Grafik Metatrader 1. Line Chart Line chart pada platform metatrader adalah garis yang menghubungkan beberapa harga penutupan. Misalnya dalam beberapa hari secara berturut-turut perdagangan ditutup pada harga 100, 150, 250, 200 dst maka level-level harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus.
  16. 16. 2. Bar Chart Dibandingkan dengan Line chart diatas, Bar chart memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan harga terendah dalam satu periode waktu tertentu. Karena memiliki informasi lengkap, Bar chart sering juga disebut OHLC chart = Open High Low Close.
  17. 17. 3. Candlestick Tampilan pada grafik candlestick banyak disukai orang karena representatif, yaitu mudah dibaca. Grafik ini terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price. Mari kita lihat contoh candlestick untuk GBP/USD dengan menggunakan periode grafik H1, yaitu pergerakan 1 candlestick selama rentang waktu 1 jam
  18. 18. Pada grafik diatas dapat kita lihat pergerakan harga tiap jam melalui candlestick yang tampil di layar. Untuk melihat pergerakan harga di rentang waktu yang lain, misalnya perbulan, perminggu, perhari, per-30 menit, per-15 menit, per-5 menit bahkan permenit dapat dilakukan dengan meng- klik tombol di lingkaran merah pojok kanan atas. Ketiga macam grafik diatas dapat Anda temukan pada platform metatrader, dan dari ketiga grafik yang ada, Candlestick merupakan grafik yang paling sering digunakan, khususnya oleh trader Asia.

×