Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
MAKALAH
TUGAS
Teladan Guru Dari Kristus
Mata kulia Profesi Keguruan
Dosen pemimbing : Bpk Dr. Peter Prayuda
Disusun oleh:
...
KATA PENGANTAR
Segalah hormat puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa didalam
Yesus Kristus dengan membu...
Daftar isi
HALAMAN JUDUL
PRAKARTA
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. lantar belakang masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Pen...
BAB I.
PENDAHULUAN
A. LANTAR BELAKANG MASALAH
Yesus kristus adalah Nama yang mengguncang Dunia, khususnya di bidang
Pengaj...
yaitu penataran-penataran, seminar/lokakarya dan pelatihan-pelatihan, serta karya tulis
yang pernah diikutinya. Melalui ke...
BAB II
PEMBAHASAN
Tahukah kita apa yang dimaksud dengan “Guru/ pengajar” didalam pengertian
umum Guru adalah pendidik dan ...
Yesus__(maria) maria berkata dalam Bahasa Ibrani artinya Rabuni Guru dalam (Yoh
20:16). Yesus benar-benar seorang Guru yan...
pengajaran-Nya jelas berkuasa (mar 1:22), karena pengajaran-Nya di peraktekan dalam
Hidup-Nya.8
Yesus mengajarkan Kasih ke...
tanggung jawab yang berat karena secara langsung mempengaruhi kehidupan rekan-
rekan berserta didik atau murid yang di aja...
d) Sesuai ucapan dan perbuatan.
e) Terbuka terhadap saran dan kritik dari rekan sejawat maupun siswa.
f) Tidak mudah tersi...
sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam sebuah kurikulum.
Tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar pe...
Bab III
LANDASA TEORI
1. Pengertian Guru
Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai
guru1...
banyak hal, hal-hal yang tidak termasuk/tercatat dalam kitab-kitab Injil (Yoh 21:25).18
“Santa Elizabeth Ann Setton” (1774...
pandangan, pekerja rutin, pemindah kemah, pembawa cerita, aktor, emansivator,
evaluator, pengawet, dan sebagai kulminator....
suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku
dan perkembangan siswa yang menjadi tujuan...
menjadi kewajiban normatif bagi umat Kristen dan lembaga gereja untuk
mengajarkan kasih Allah. Dalam kaitannya dengan Pend...
BAB IV
METODE PENELITIAN
Dengan pembahasan saya dapatkan dari segala informasi maupun dari berbagai
sumber internet, wikip...
bimbingan di sekolah/kampus. Untuk pendidikan disini adalah guru sebagai fasilitator
disekolah tentang proses belajar meng...
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Ini akan dibahas mengenai kesimpulan, implikasi dan saran dari penelitian.
Kesimp...
disimpulkan bahwa variabel kepribadian guru lebih besar pengaruhnya terhadap
komitmen kerja guru dibandingkan dengan varia...
selanjutnya di harapkan kiranya dapat di jadikan acuan untuk pengembangan teori yang
ada.
Sumber Buku :
1. Jesus The Teach...
4. Sardiman, 2001 Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali
(buku pedoman seminari)
5. http://www.bogorpl...
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Makalah teladan guru dari kristus (Kristen)

menjadi seorang Guru dari Pandangan Kristen dari Yesus Kristen

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Makalah teladan guru dari kristus (Kristen)

  1. 1. MAKALAH TUGAS Teladan Guru Dari Kristus Mata kulia Profesi Keguruan Dosen pemimbing : Bpk Dr. Peter Prayuda Disusun oleh: Harius Nathaniel Yaas Jurusan : PAK/TEO Jakarta 2017
  2. 2. KATA PENGANTAR Segalah hormat puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa didalam Yesus Kristus dengan membuat dan selesainya makalah yang berjudul "Teladan Guru Dari Kristus". Atas dukungan moral dan materi yang di berikan dalam penyusunan makalah ini, maka saya sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Saudari Ivon Rahmani selaku bimbingan belajar menjadi pemberi arahan motifasi, yang memberikan bimbingan, saran, ide dan kesempatan untuk menggunakan fasilitas komputer. 2. Kakak Pieter M selaku mentor I, yang memberikan dorongan, semangat masukan kepada saya. 3. Kakak Sukandi selaku mentor II, yang banyak memberikan materi pendukung, masukan, bimbingan kepada saya. 4. Kakak Gian selaku sahabat yang menambah semangat dalam membuat Tugas makalah kepada saya. Sebab itu menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat di butuhkan untuk penyempurnaan makalah ini dalam Tugas Bahasa Indonesia semester satu. Jakarta, 17 Febuari 2017 Harius Nathaniel Yaas
  3. 3. Daftar isi HALAMAN JUDUL PRAKARTA DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. lantar belakang masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN BAB III LANDASAN TEORI 1. Pengertian Guru 2. Peran guru 3. Landasan Teologis BAB IV METODE PENELITIAN 1. Pendekatan dan Penelitian 2. Sumber Data 3. Teknik Pencarian Data 4. Teknik Analisis Data BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN B. SARAN
  4. 4. BAB I. PENDAHULUAN A. LANTAR BELAKANG MASALAH Yesus kristus adalah Nama yang mengguncang Dunia, khususnya di bidang Pengajaran-Nya, Yesus Kristus adalah pusat dari sejarah dalam Doktrin Pengajaran- Nya. Keberadaan manusia sekarang di dunia Kontemporer, tergantung dari apa yang dikejarnya, sesuai dengan keinginan yang dicapainya. Peran seorang Guru dalam proses kemajuan pendidikan sangatlah penting. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa maupun Agama yang berkualitas, tidak hanya dari sisi intelektulitas dan Rohania saja melainkan juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat. Oleh sebab itu tugas yang ditempuh guru tidaklah mudah. Guru yang baik harus mengerti dan paham tentang hakekat sejati dari seorang guru. Pengalaman mengajar sebagai bagian dari pengalaman kerja yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk dapat mengatasi permasalahan dalam tugasnya, karena harus disadari bahwa untuk menjadi guru yang profesional bukanlah hal yang mudah sebab hal tersebut menuntut banyak tanggung jawab. Dengan adanya pengalaman mengajar diharapkan mampu terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sebab guru senantiasa dituntut untuk menyesuaikan ilmu dan ketrampilannya dengan ilmu dan teknologi yang sedang berkembang. Pengalaman mengajar yang dimiliki oleh seorang guru tidak hanya berupa kegiatan pembelajaran di kelas saja tetapi juga kegiatan-kegiatan di luar proses belajar mengajar,
  5. 5. yaitu penataran-penataran, seminar/lokakarya dan pelatihan-pelatihan, serta karya tulis yang pernah diikutinya. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut guru dapat memperoleh pengetahuan baru, misalnya tentang pengembangan kurikulum, penggunaan metode dan media pembelajaran serta evaluasi hasil belajar. B. RUMUSAN MASALAH I. Siapa Yesus Kristus ? - Apa yang di Ajarkan ? II. Bagaimana menjadi guru yang baik ? - Dimana dan apa peran seorang Guru ? III. Bagaimana cara mengajarkan Agama yang berkualitas? IV. Siapa yang di Ajarkan ? C. TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penyusunan dan penulisan makalah ini adalah: a) Untuk memenuhi satu tugas makalah Profesi keguruan b) Untuk memberi suatu pandangan yang baik kepada seorang guru c) Memberi suatu cara pandang dalam pemahaman pendidik, serta pemberian motifasi Formal dan informal
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN Tahukah kita apa yang dimaksud dengan “Guru/ pengajar” didalam pengertian umum Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam pengertian Guru di Indonesia Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.1 Yang berarti guru secara harfiahnya adalah ("contoh") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.2 Pendidikan pada umumnya diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.3 Pendidikan Agama Kristen berkenaan dengan hal ini merupakan salah satu diantaranya yang khas serta usahanya disesuaikan dengan ajaran agama Kristen. Yesus Kristus adalah seorang pengajar yang telah membuat Dunia gentar akan pengajaran-Nya, tepat sekali jika kita bilang Yesus Kristus adalah seorang pengajar “kata 1 https://id.wikipedia.org/wiki/Guru 2 Jabatan fungsional guru dan angka kreditnya/pdf JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA.pdf 3 Strategi, Model, dan Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2006,
  7. 7. Yesus__(maria) maria berkata dalam Bahasa Ibrani artinya Rabuni Guru dalam (Yoh 20:16). Yesus benar-benar seorang Guru yang sempurna dari segi Ilahi dan segi Insani, sebab memang Ia seorang Guru yang di Utus Allah “didalam percakapan Yesus dengan Nikodemus “Datang sebagai guru yang diutus Allah” (Yoh 3:2)4 Kata Rabi atau Rabuni pengertian Ibrani berarti 'besar', dipakai sebagai kehormatan. Rabuni adalah bentuk penghormatan rabi, Yesus disebut demikian dalam Mrk 10:51 dan Yoh 20:16.5 Apa yang membuat pengajaran Yesus sangat efektif. Walaupun para pemimpin agama Yudaisme tampaknya tidak tulus sewaktu menyapanya sebagai ”Guru (Yunani Didaskalos),6 Yesus Kristus diakui sebagai guru oleh orang-orang yang percaya maupun yang tidak percaya. (Mat 8:19; 9:11; 12:38; 19:16; 22:16, 24, 36; Yoh 3:2) Para petugas yang diutus untuk menangkap Yesus begitu terkesan oleh pengajarannya sehingga mereka pulang dengan tangan hampa, dan mereka berkata, ”Tidak pernah ada orang lain berbicara seperti itu.” (Yoh 7:46) Yesus mengajar ”sebagai seorang yang memiliki wewenang, dan tidak seperti para penulis”. (Mat 7:29) Pengajarannya bersumber dari Allah (Yoh 7:16; 8:28), dan Yesus memberikan keterangan dengan cara yang sederhana, logika yang tidak dapat disangkal, pertanyaan yang menggugah pikiran, perumpamaan yang menarik, dan ilustrasi penuh makna yang diambil dari hal-hal yang dikenal baik oleh para pendengarnya. (Mat 6:25-30; 7:3-5, 24-277 Dalam dua hal, perwujudan kebenaran dalam kepribadian Yesus mempengaruhi pengajaran-Nya. Yang pertama dalam perwujudan-Nya yang memberikan kepada-Nya wewenang yang tidak ada pada Ahli-ahli Taurat dan guru-guru pada waktu itu, sebab itu 4 Jesus The Teacher (J.M. PRICE) mantan derektur Jurusan PAK SWBTS – Texas, USA) hal 1 5 G. H Dalman, The Words of Jesus, 1902, hlm 331-340 dan E Lohse, TDNT 6, hlm 961-965 dan H. L Ellison hlm 115 6 Kamus Alkitab Aplikasi @SABDA Android Alkitab. 7 Jesus The Teacher (J.M. PRICE) mantan derektur Jurusan PAK SWBTS – Texas, USA
  8. 8. pengajaran-Nya jelas berkuasa (mar 1:22), karena pengajaran-Nya di peraktekan dalam Hidup-Nya.8 Yesus mengajarkan Kasih kepada semua orang, Kasih yang begitu Besar, kasih yang tidak dibuat-buat seperti pengajar-pengajar yang lain “seperti pemuda yang kaya yang mementing diri sendiri” Yesus memandang dia dan menaruh Kasih (Mar 10:21) Yesus yakin akan manfaat pengajaran-Nya Ia yakin bahwa tujuan-Nya tidak dapat dicapai dengan gerakan besar-besaran, atau siasat politik melainkan dengan pengajaran. Mengajar dan membimbing orang dalam Kasih dan kebaikan yang bermoral serta pemahaman yang benar adalah perkerjaan Yesus yang utama.9 Keutamaan mengajar didalam hidup yesus terbukti dari kenyataan Ia pada umum-Nya dikenal sebagai guru. Untuk menjadi guru yang baik, ini merupakan suatu pengorbanan dan peka terhadap situasi yang langsung maupun tidak langsung yang terjadi pada saat yang tak terduga. Orang yang memberikan informasi atau keterampilan kepada orang lain secara lisan atau melalui contoh. Guru yang efektif biasanya menyediakan penjelasan atau bukti pendukung atau menggunakan suatu metode yang lain guna membantu pendengar atau Audiens untuk memahami dan mengingat apa yang diajarkannya.10 Guru-guru yang cakap dalam pengajarannya guru juga perlu pertolongan untuk Roh Kudus mencapai kesatuan dalam iman dan dalam pengetahuan yang baik dalam yesus Kristus, menjadi manusia dewasa, mencapai tingkat pertumbuhan yang merupakan ciri dari kepenuhan Kristus”. (Ef 4:11-13) Dengan demikian, mereka yang menjadi guru mengemban 8 Ibid hal 2 9 Ibid 3-6 10 CREATING UNDRESTANDING “Donald K. Smith (buku panduan komunikasi Kristen Lintas Budaya) hal 63-69
  9. 9. tanggung jawab yang berat karena secara langsung mempengaruhi kehidupan rekan- rekan berserta didik atau murid yang di ajarnya. Dalam penugasan di sidang jemaat, posisi guru begitu penting sehingga disebutkan pada urutan ketiga, persis setelah rasul dan nabi. (1Kor 12:28) Posisi ini tidak dipegang oleh orang-orang Kristen pada umumnya (1Kor 12:29)11 Guru harus dekat kepada Allah, ini merupakan salah satu wujud dekat dengan Allah adalah harus berdoa melaksanakan tugas dengan baik. Seorang Guru yang rajin berdoa meminta kekuatan dan bersandar kepada Allah di dalam Yesus akan mempunyai keistimewaan tersendiri. Sebab Allah akan memberi banyak berkat dan kepandaian kepada guru tersebut sehingga secara alamiah guru tersebut akan mempunyai kecerdasan dan kewibawan.12 Seorang guru Selebihnya akan bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar sekolah maupun di sekitar tempat tinggalnya. Sebagai figur yang tampil di muka umum di lingkungan tempat guru bertugas, dari semua kegiatan. Guru adalah sosok yang layak digugu dan ditiru, maka guru harus mempunyai karakter yang baik sehingga layak untuk digugu dan ditiru muridnya itu akan membuat guru tersebut disegani oleh muridnya, orang tua murid dan anggota masyarakat kekurangan dan keterbatasan. Namun seorang guru akan berupaya untuk menjadi guru yang baik. Berikut adalah beberapa tips untuk mencapai hal tersebut: a) Sederhana dalam bertutur dan bertingkah laku. b) Gemar bekerja sama dengan rekan sejawat. c) Suka membimbing siswa yang kurang mampu dalam belajar. 11 Perpustakaan: Publikasi Bahasa Indonesia (2000-2016) http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1200276788 https://www.youtube.com/watch?v=EIIC1r2cEFM 12 http://www.bogorplus.com/index.php/topik-bogor/item/10269-menjadi-guru-yang-disegani
  10. 10. d) Sesuai ucapan dan perbuatan. e) Terbuka terhadap saran dan kritik dari rekan sejawat maupun siswa. f) Tidak mudah tersinggung dan pemarah. g) Berpikir positif, kritis dan kreatif. h) Selalu optimis dalam hidup. i) Luwes dalam bergaul dengan siapa pun. j) Religius. Dengan beberapa tips ini seorang guru harus ingat bawah 12 jam sebagai seorang Guru, 24 jam sebagai seorang Ayah atau Ibu.13 Mengajar agama yang berkulitas dan baik merupakan Tujuan pendidikan agama Kristen merupakan hal yang dominan dalam pendidikan, bahwa pendidikan adalah persoalan tujuan dan fokus. Mendidik anak berarti bertindak dengan tujuan agar mempengaruhi perkembangan anak sebagai seseorang secarah utuh. Pendidikan agama Kristen di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Kristen sehingga menjadi manusia yang terus berkembang dalam hal keimanan di dalam Kristus, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Secara umum, tujuan pendidikan agama Kristen terbagi kepada: tujuan umum, tujuan sementara, tujuan akhir, dan tujuan operasional. Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai denagan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi 13 Sardiman, 2001 Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali
  11. 11. sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam sebuah kurikulum. Tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar peserta didik manusia-manusia yang sempurna. Sedangkan tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu.14 Tujuan untuk mendidik seorang pendidik untuk mengenal Allah dan menaruh sepenuhnya di dalam Yesus yaitu: a. Supaya mereka mengerti, mengenal Allah sebagai pencipta dan pemerintah seluru alam semesta ini dan Yesus Kristus sebagai penebus, pemimpin dan penolong mereka. b. Supaya mereka mengerti arti kedudukan dan panggilan mereka selaku anggota-anggota gereja Tuhan, dan suka turut berkerja bagi perkembangan gereja di bumi ini. c. Supaya mereka mengasihi sesamanya oleh karena Tuhan telah mengasihi mereka sendiri. d. Supaya mereka insyaf akan dosanya dan selalu mau bertobat, minta ampun dan pembaharuan hidup dalam Tuhan. e. Supaya mereka suka belajar terus mengenai berita Alkitab, suka mengambil bagian dalam kebaktian jemaat dan suka melayani Tuhan di segala lapangan hidup. Dari semua ini alkitab adalah pusat pengajaran Kristen sumber kebenaran dan pengajaran moral Alkitab adalah otoritas tertinggi bagi iman dan perbuatan sumber perintah dan pengajaran (pendidikan) 2 Tim 3: 16, Ul 6, Mat 28.15 14 Materi pembelajaran Ibu Mexy Tabunan M.Pd.K (pendidikan PAK Anak) 15 Ibid Hal 4.
  12. 12. Bab III LANDASA TEORI 1. Pengertian Guru Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru16 Pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian khusus sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru profesional yang harus menguasai seluk beluk tentang pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan yang dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu. Oleh sebab itu orang yang pandai bicara dalam bidang-bidang tertentu, belum bisa dikatakan sebagai guru. Dalam konsep pendidikan tradisional Islam, posisi guru begitu terhormat. Guru diposisikan sebagai orang yang alim, wara, shalih dan sebagai uswah.17 Apalagi kita sebagai seorang guru yang menyampaikan kebenaran dan pengajaran dari seorang guru Agung yaitu Yesus Kristus, perbedaan dari guru islam dan guru Kristen sebenarnya tidak beda jauh jika kita selusuri dengan kaca mata dunia, jika kita cermati perbedaan guru Islam dan guru Kristen perbedaan Cuma menuju kepada agama di mana mereka mengajar. Yesus sebagai seorang manusia dan juga Guru Agung, tentang ajaran-ajaran-Nya dan mukjizat-mukjizat yang dibuat-Nya, dan akhirnya tentang kematian dan kebangkitan-Nya, semuanya itu dengan satu tujuan: Agar kita dapat ikut ambil bagian dalam hidup-Nya. Karena itu kita membaca bahwa Yesus Guru Agung melakukan 16 Moh.Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional. (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008), 17 Ngainun Naim, Menjadi Guru Inspiratif. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009), hal. 5
  13. 13. banyak hal, hal-hal yang tidak termasuk/tercatat dalam kitab-kitab Injil (Yoh 21:25).18 “Santa Elizabeth Ann Setton” (1774-1821) memberi kesaksian tentang Yesus ketika dia mengajar anak-anak miskin dan mengubah status sosialnya menjadi insan yang hidup dalam kedinaan dan kesederhanaan. Karena karya Roh Kudus dalam dirinya, dia diberdayakan untuk memberikan kesaksian yang dinamis tentang Kristus dalam peranannya sebagai seorang ibu rumah tangga, sebagai seorang ibu, seorang janda dan seorang pendidik di Amerika Serikat yang baru saja merebut kemerdekaannya dari penjajah Inggris.19 2. Peran guru Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Peserta didik memerlukan peran seorang guru untuk membantunya dalam proses perkembangan diri dan pengoptimalan bakat dan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Tanpa adanya seorang guru, mustahil seorang peserta didik dapat mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Hal ini berdasar pada pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang selalu memerlukan bantuan orang lain untuk mencukupi semua kebutuhannya. Mulyasa (2007: 37) mengidentifikasikan sedikitnya sembilan belas peran guru dalam pembelajaran. Kesembilan belas peran guru dalam pembelajaran yaitu, guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu (innovator), model dan teladan, pribadi, peneliti, pendorong kreativitas, pembangkit 18 Jesus The Teacher (J.M. Price) mantan Direktur Jurusan PAK SWBTS-Texas,USA 19 https://catatanseorangofs.wordpress.com/tag/ikutilah-aku/
  14. 14. pandangan, pekerja rutin, pemindah kemah, pembawa cerita, aktor, emansivator, evaluator, pengawet, dan sebagai kulminator.20 Oleh sebab itu, guru sering disebut dengan insan multidimensi. Artinya, banyak sisi dan sudut pandang dalam melihat dan menerjemahkan peran-peran seorang guru. Atribut-atribut lain yang disematkan pada seorang guru terkait dengan fungsi dan peran-perannya menurut Sugiyono dan Hariyanto dalam Muhammad Irham dan Wiyani, antara lain:21 1) Guru sebagai teladan, 2) Guru sebagai penasehat, 3) Guru sebagai pemburu, 4) Guru sebagai pemandu, 5) Guru sebagai pelaksana tugas rutin, 6) Guru sebagai insan visioner, 7) Guru sebagai pencipta, 8) Guru sebagai penutur cerita dan seorang aktor, 9) Guru sebagai pembongkar kemah, 10) Guru sebagai peneliti, 11) Guru sebagai pemandu moral dan 12) Guru sebagai pembangunan atau konstruktor. Sedangkan Menurut Wrightman dalam Wina Sanjaya, peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam 20 Muhammad Irham dan Novan Ardy Wiyani, Psikolagi Pendidikan Teori dan Aplikasi Dalam Proses Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2013), hal 142-143 21 Ibid, hal. 144-145
  15. 15. suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya. Adapun beberapa peran guru dalam proses pembelajaran adalah:22 a) Guru sebagai sumber belajar. Peran sebagai sumber belajar erat kaitannya dengan penguasaan materi pelajaran. Sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran hendaknya guru memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan siswanya dan melakukan pemetaan tentang materi pelajaran. b) Guru sebagai fasilitator. Guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. c) Guru sebagai Pengelola (learning manajer). Guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. 3. Landasan Teologis23 Pendidikan Agama Kristen telah ada sejak pembentukan umat Allah yang dimulai dengan panggilan terhadap Abraham. Hal ini berlanjut dalam lingkungan dua belas suku Israel sampai dengan zaman Perjanjian Baru. Sinagoge atau rumah ibadah orang Yahudi bukan hanya menjadi tempat ibadah melainkan menjadi pusat kegiatan pendidikan bagi anak-anak dan keluarga orang Yahudi. Beberapa nats di bawah ini dipilih untuk mendukungnya. 1). Kitab Ulangan 6: 4-9 Allah memerintahkan umat-Nya untuk mengajarkan tentang kasih Allah kepada anak-anak dan kaum muda. Perintah ini kemudian 22 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.(Jakarta:Kencana, 2011),hal.21-32 23 http://bse.mahoni.com/data/Kurikulum%202013/Kelas_01_SD_Agama_Kristen_Guru.pdf
  16. 16. menjadi kewajiban normatif bagi umat Kristen dan lembaga gereja untuk mengajarkan kasih Allah. Dalam kaitannya dengan Pendidikan Agama Kristen bagian Alkitab ini telah menjadi dasar dalam menyusun dan mengembangkan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. 2). Amsal 22: 6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 3). Injil Matius 28:19-20 Yesus Kristus memberikan amanat kepada tiap orang percaya untuk pergi ke seluruh penjuru dunia dan mengajarkan tentang kasih Allah. Perintah ini telah menjadi dasar bagi tiap orang percaya untuk turut bertanggung jawab terhadap Pendidikan Agama Kristen. Sejarah perjalanan agama Kristen turut dipengaruhi oleh peran Pendidikan Agama Kristen. Lembaga gereja, lembaga keluarga dan sekolah secara bersamasama bertanggung jawab dalam tugas mengajar dan mendidik anak- anak, remaja,dan kaum muda untuk mengenal Allah Pencipta, Penyelamat, Pembaru, dan mewujudkan ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari.
  17. 17. BAB IV METODE PENELITIAN Dengan pembahasan saya dapatkan dari segala informasi maupun dari berbagai sumber internet, wikipedia, websaid dll, yang menjadi dunia maya dan juga referensi- referensi buku, bagaimana dengan perkembangan Guru Kristen dan di dalam pengajarannya banyak mendapat kenjala maupun kekurangan yang terjadi, dan itu juga membuat kemajuan guru dan murid akan ketinggalan informasi dan juga pengetahuan yang berkembang saat ini. Sangat pentingnya seorang Guru Kristen dengan cara mencari informasi dengan melalui : 1. Pendekatan dan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif karena data hasil penelitian berbentuk uraian. Dalam hal pendidikan agama Kristen atau pengajar dalam meningkatkan pendidikan agama Kristen pada anak dengan cara wawancara dengan guru agama, pendidikan awal untuk mengenal agama dan mengatasi anak yaitu dalam rumah tangga yang sangat berperan adalah orang tua, ibu bapak serta mencetak akhlak yang baik. 2. Sumber Data Sumber dalam penelitian adalah guru Pendidikan Agama Kristen yang akan kembali mengajar di daerah asal mereka. Pendidikan agama Kristen maupun terhadap pelajaran lainnya juga tidak terlepas pengontrolannya dalam mengawasi melalui guru dan orang tua dan keluarga yang dapat membantu siswa. Disamping itu pula, tidak terlepas dari berbagai bantuan dan unsur-unsur pendidikan itu sendiri seperti mengadakan
  18. 18. bimbingan di sekolah/kampus. Untuk pendidikan disini adalah guru sebagai fasilitator disekolah tentang proses belajar mengajar dan mengatasi siswa. 3. Teknik Pencarian Data Dalam penelitian data yang dikumpulkan dengan observasi kelompok dan dengan Guru/Dosen pengajar. Dan menulis menggunakan Library Research yaitu meneliti buku-buku ilmiah untuk menghimpun pendapat para ahli yang akan dijadikan sebagai pola ukur dalam menggerakkan atau menjalankan peran pendidikan agama Kristen dalam pembinaan mental siswa, serta bahan yang lainnya yang berkaitan dengan pembahasan ini adalah penelitian secara langsung dengan Mentor maupun Guru pengajar. 4. Teknik Analisis Data Setelah semua data dikumpulkan, diolah dianalisis serta dikumpulkan maka langkah selanjutnya adalah mengadakan wawancara dengan guru bertujuan untuk memperoleh informasi yang jelas dan akurat.
  19. 19. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Ini akan dibahas mengenai kesimpulan, implikasi dan saran dari penelitian. Kesimpulan Persyaratan analisis data telah terpenuhi, dengan demikian kesimpulan yang dihasilkan dari analisis data dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian. Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian dan analisis data yang telah dipaparkan pada referensi-referensi terdahulu, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh antara kepribadian guru terhadap komitmen kerja guru dengan kadar kekuatan pengaruh yang sangat signifikan. Mengandung arti bahwa semakin baik kepribadian seorang guru, maka semakin baik pula komitmen kerjanya. Terdapat pengaruh antara konflik organisasi terhadap komitmen kerja guru dengan kadar kekuatan pengaruh yang sangat signifikan. Mengandung arti bahwa semakin baik persepsi guru mengenai konflik organisasi, maka semakin baik pula komitmen kerjanya. Terdapat pengaruh antara kepribadian guru dengan nilai korelasi sebesar 0,845 sedangkan kepribadian guru berpengaruh terhadap komitmen kerja guru sebesar 72,1% seperti yang tertera pada R square; konflik organisasi dengan nilai korelasi sebesar 0,785 sedangkan konflik organisasi berpengaruh terhadap komitmen kerja guru sebesar 61,6% seperti yang tertera pada R square: secara bersama-sama terhadap komitmen kerja guru dengan kadar kekuatan pengaruh yang sangat signifikan. Mengandung arti bahwa semakin baik kepribadian guru dan persepsi guru mengenai konflik organisasi, maka semakin baik pula komitmen kerjanya. Sehingga dapat
  20. 20. disimpulkan bahwa variabel kepribadian guru lebih besar pengaruhnya terhadap komitmen kerja guru dibandingkan dengan variabel konflik organisasi. Konsekuensi dari penelitian ini dilihat dari kesimpulan di atas diketahui bahwa variabel bebas yang diteliti baik secara parsial dan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikatnya. Penelitian ini telah memperkuat beberapa teori bahwa komitmen kerja guru sebagai variabel dependen dipengaruhi oleh berbagai variasi dari variabel independen yaitu kepribadian guru dan konflik organisasi, dalam kaitan ini hasil penelitian yang diperoleh konsisten dengan teori yang diajukan. Hasil dalam penelitian ini membuktikan bahwa kepribadian guru mempunyai pengaruh positif dan signifikan paling kuat, setelah itu konflik organisasi terhadap komitmen kerja guru. B. SARAN Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian seperti di uraikan di atas, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut: Saran untuk Guru Kepada guru agar dapat menumbuhkan kepribadian yang baik dan memperkecil konflik dalam organisasi sekolah. Kesadaran menumbuhkan kepribadian yang baik dan memperkecil konflik organisasi sekolah tidak hanya di pengaruhi oleh faktor luar saja, tetapi yang lebih penting adalah yang berasal dari diri sendiri (motivasi intrinsik) yakni upaya peningkatan komitmen kerja dan profesinya. Saran untuk Peneliti. Dengan keterbatasan pada penelitian ini, tentunya hasil penelitian ini tidaklah sempurna, sehingga saran dan kritik yang membangun agar penulisan berikutnya lebih baik lagi. Bagi para peneliti mengenai komitmen kerja guru
  21. 21. selanjutnya di harapkan kiranya dapat di jadikan acuan untuk pengembangan teori yang ada. Sumber Buku : 1. Jesus The Teacher (J.M. Price) mantan Direktur Jurusan PAK SWBTS- Texas,USA 2. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.(Jakarta:Kencana, 2011). 3. Muhammad Irham dan Novan Ardy Wiyani, Psikolagi Pendidikan Teori dan Aplikasi Dalam Proses Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2013). 4. Ngainun Naim, Menjadi Guru Inspiratif. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009), 5. CREATING UNDRESTANDING “Donald K. Smith (buku panduan komunikasi Kristen Lintas Budaya) 6. Moh.Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional. (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008 Penataan Referensi Luar: 1. http://bse.mahoni.com/data/Kurikulum%202013/Kelas/01SD/Agam/Kristen/Gu ru.pdf 2. https://catatanseorangofs.wordpress.com/tag/ikutilah-aku/ 3. Materi pembelajaran Ibu Mexy Tabunan M.Pd.K (pendidikan PAK Anak).
  22. 22. 4. Sardiman, 2001 Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali (buku pedoman seminari) 5. http://www.bogorplus.com/index.php/topik-bogor/item/10269-menjadi-guru- yang-disegani 6. Perpustakaan: Publikasi Bahasa Indonesia (2000-2016) http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1200276788 7. https://www.youtube.com/watch?v=EIIC1r2cEFM

×