Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Proactive visionary leader

bagaimana kita menjadi seorang Pemimpin yang secara Rohani,, (Agama Kristen)

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Proactive visionary leader

  1. 1. KEPEMIMPINAN ROHANI
  2. 2. MATIUS 20:26-28 “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa- Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
  3. 3. PROACTIVE VISIONARY LEADER • Tiga Gambaran Kepemimpinan Rohani 1. Pelayan 2. Gembala 3. Pengurus • Tiga Sumber Penting Kepemimpinan Rohani: 1. Dipelajari 2. Dipahami 3. Dihasilkan
  4. 4. 1. BERDAYAKAN DIRI ANDA Pribadi yang berdaya: • Memiliki harga diri • Senantiasa merasa “mampu melakukan” dan optimis, bahkan ketika orang lain mencela kinerjanya • Memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi untuk mendorong perkembangan orang lain, bahkan sampai pada batas tertentu, juga kemampuan mereka yang melampaui dirinya
  5. 5. Pribadi yang tidak berdaya: • Kurang memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang positif • Mendasarkan penilaian dirinya pada ukuran nilai di luar dirinya • Membutuhkan dorongan dari luar dirinya untuk menguatkan harga dirinya • Menjalani hidup sebagai lomba yang tiada habisnya—senantiasa stress karena satu-satunya cara untuk sukses adalah menang atas atau mengalahkan orang lain • Mengambil pilihan atau tindakan sedemikian rupa sehingga cenderung menimbulkan dampak negatif pada dirinya sendiri, orang lain, atau kedua-duanya
  6. 6. 2. KEMBANGKAN KUASA PRIBADI ANDA Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda kendalikan: • Pemikiran Anda • Keyakinan Anda • Apa yang Anda bayangkan atau visualisasikan • Tujuan yang Anda tetapkan dan bagaimana cara yang Anda tempuh • Bagaimana Anda mengatur waktu Anda • Dengan siapa Anda berkawan • Bagaimana Anda menanggapi situasi dan lingkungan
  7. 7. • Empat Pola Tanggapan Terhadap Situasi (Cyntia Scott&Dennis Jaffe): 1. Bertindak terhadap hal-hal yang dapat Anda kendalikan atau pengaruhi. Hasilnya: merasa gembira, percaya diri dan penuh daya—perasaan unggul 2. Bertindak dalam wilayah yang tidak dapat Anda kendalikan atau pengaruhi. Hasilnya: frustrasi dan marah—lelah jiwa (burn out) 3. Tidak bertindak pada wilayah yang dapat Anda kendalikan atau pengaruhi. Hasilnya: merasa tidak berdaya, tak berpengharapan, dan merasa menjadi korban keadaan—menyerah 4. Tidak mencoba bertindak pada wilayah yang melampaui kendali atau pengaruh Anda. Hasilnya: tidak merasa bersalah atau jengkel, tetapi lega dan bebas— kedamaian dari melepaskan
  8. 8. Perasaan Unggul Melepaska n Menyera hBurn Out
  9. 9. 3. JADILAH ORANG YANG LENTUR (FLEKSIBEL) • Positif • Fokus • Fleksibel • Terorganisir • Proaktif
  10. 10. 4. KEMBANGKAN CITRA DIRI DAN HARGA DIRI POSITIF Citra diri semua orang tertanam dalam dan melekat erat. Anda mulai membentuk citra diri Anda ketika masih bayi dan pada masa kanak-kanak. Tidak lama kemudian bukan Anda yang mengendalikan citra diri Anda, tetapi justru citra diri Andalah yang mengendalikan Anda— emosi,sikap dan tindakan Anda
  11. 11. • Citra diri Anda mempengaruhi : 1. Bagaimana perasaan Anda mengenai diri Anda sendiri dan orang lain; 2. Bagaimana Anda bertindak dalam situasi tertentu Citra-diri Anda senantiasa mempengaruhi persepsi Anda mengenai diri Anda sendiri, orang lain dan kehidupan pada umumnya
  12. 12. MENGEMBANGKAN CITRA-DIRI YANG POSITIF 1. Visualisasi  Memvisualisasikan situasi yang positif secara terus menerus dapat membantu menghapus “gambaran kegagalan” dari pikiran Anda dan menggantikannya dengan “gambaran kesuksesan”.  Luangkan waktu setiap hari untuk memvisualisasikan keinginan Anda untuk menjadi pribadi seperti apa, hubungan seperti apa yang Anda inginkan dan tujuan seperti apa yang ingin Anda capai
  13. 13. 2. Kesadaran Diri Belajarlah melihat diri Anda pada waktu-waktu terbaik Anda  Apa yang sungguh Anda pikirkan tentang diri Anda—dalam lubuk hati yang paling dalam?  Apakah Anda memandang diri Anda sendri sebagai orang yang tidak dapat dipercaya?  Apakah Anda menyukai dan menghargai diri Anda?  Apakah Anda duduk pasif menunggu orang lain mengatakan kepada Anda apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipikirkan dan bagaimana berperilaku?  Apakah Anda menetapkan tujuan yang realistis dan menantang sehingga dapat melejitkan citra-diri Anda?
  14. 14. CITRA DIRI DAPAT DIUBAH • Kita semua berpikir dalam tiga dimensi: 1. Komponen ide adalah konsep-diri kita; 2. Komponen gambar adalah citra-diri kita; 3. Komponen emosional adalah harga diri kita
  15. 15. KALAU ANDA MENGUBAH PIKIRAN ANDA, Anda mengubah keyakinan Anda; Kalau Anda mengubah keyakinan Anda, Anda mengubah harapan Anda; Kalau Anda mengubah harapan Anda, Anda mengubah sikap Anda; Kalau Anda mengubah sikap Anda, Anda mengubah perilaku Anda; Kalau Anda mengubah perilaku Anda, Anda mengubah kinerja Anda; Kalau Anda mengubah kinerja Anda, ANDA MENGUBAH HIDUP ANDA
  16. 16. MEMBANGUN HARGA DIRI Harga diri adalah keyakinan diri Anda tentang diri Anda sendiri dan bagaimana Anda mengalami kehidupan diluar diri Anda. Ia terus menerus mengevaluasi diri Anda. Ia bersifat sadar dan bawah sadar: keyakinan tentang apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan
  17. 17. HARGA DIRI YANG RENDAH • Kurang yakin terhadap diri sendiri dan terhadap kemampuan untuk hidup dengan tujuan tertentu • Kurang makna dan tujuan hidup sebagai motivasi • Gagal menerima tanggung jawab atas hidupnya sendiri, dan utk mendayagunakan sumber daya dirinya sendiri dan mengarahkannya ke jalur yang kontruktif • Cenderung bereaksi daripada berpikir dan bertindak benar • Ketergantungan pada pihal lain justru karena merasa penting • Mencari persetujuan atau pengukuhan orang lain dan tergantung pada mereka • Kelekatan pada ide, nilai dan asumsi negatif yang cenderung menyalahkan orang lain atau merasa bersalah • Kegagalan untuk mengembangkan kemampuan dan talenta untuk merealisasikan potensinya • Tida rela memberikan hak dan kebebasan kepada dirinya sendiri untuk melakukan kesalahan. Gagal atau sekedar “luput” • Suka menyalahkan dan menyesali diri sendiri; tidak membedakan antara “siapa dirinya” dan “apa yang dilakukannya”
  18. 18. Siklus Keyakinan Negatif Siklus Keyakinan Positif Harga diri semakin rendah Keyakinan diri negatif Harapan negatif Perilaku merendahka n diri sendiri Harga diri semakin baik Keyakinan diri positif Harapan positif Perilaku percaya diri
  19. 19. SIKAP PEMIMPIN TERHADAP DIRI SENDIRI DAN ORANG LAINSaya OKE—Kamu OKE (Pemenang) Saya OKE—Kamu tidak OKE (Si Sombong) Harga diri tinggi Respek pada orang lain Percaya diri Menerima masukan yang positif Memberi masukan yang positif Mengharapkan orang lain sukses Tidak menghakimi Tidak defensif Mencari solusi yang saling menguntungkan Harga diri tinggi Suka memaksa Sok kuasa Senang menilai orang lain Tidak sabar Kasar Berorientasi pada tugas Saya tidak OKE—Kamu OKE (Perajuk) Saya tidak OKE—Kamu tidak OKE (Pecundang) Harga diri rendah Sulit menerima masukan secara positif Kurang Asertif Pencemas Selalu merasa bersalah Harga diri rendah Merasa malang dan tak berpengharapan Menyalahkan orang lain dan dunia Tak ada yang positif Selalu yakin akan gagal
  20. 20. PEMIMPIN DI MATA TUHAN • Anda adalah orang yang berharga di hadapan Tuhan • Tuhan menjadikan Anda insan ilahi dan tidak terpisah dari diri-Nya • Tuhan meneguhkan martabat Anda dengan memanggil Anda untuk berkarya bersama-Nya, menjadikan Anda partner-Nya • Tuhan telah memilih Anda untuk berbuah banyak • Betapapun sulitnya keadaan Anda, Tuhan selalu beserta Anda • Tuhan telah mengaruniakan Anda kemampua unik dan mengharapkan Anda untuk menggunakannya demi kemuliaan-Nya • Sadari dan kembangkanlah karunia itu, bersyukurlah dan belajarlah mendayagunakannya
  21. 21. 3. MENEMUKAN KEKUATAN DARI KESEDIAAN MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB PRIBADI Kesadaran akan tanggung jawab pribadi dan kemampuan Anda untuk mengendalikan hidup Anda membuat Anda memikul tanggung jawab atas hidup dan masa depan Anda. Tanpa itu Anda akan melihat diri Anda sebagai korban keadaan, tidak mampu menanggung atau menyelesaikan apapun lebih daripada apa yang diberikan oleh orang lain. Tanggung jawab pribadi berarti: “Kalau sesuatu harus terwujud, itu tergantung saya.” Mengambil tanggung jawab pribadi dan melakukan pengendalian diri sungguh merupakan tanda orang sukses
  22. 22. SEKIAN DAN TERIMAH KASIH Hormat kasih kepada anda telah meluangkan waktu untuk mendengarkannya

×