Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Tugas uas AGAMA ISLAM_ m.yamin_L1C020068

MAKALAH AGAMA ISLAM

  • Soyez le premier à commenter

  • Soyez le premier à aimer ceci

Tugas uas AGAMA ISLAM_ m.yamin_L1C020068

  1. 1. KUMPULAN ARTIKEL 1. ISTIDROJ PENGERTIAN, KONSEP, SERTA DALIL-DALIL TENTANG 2. DALIL-DALIL HADITS QUDSI TENTANG HUKUMAN YANG DISEGERAKAN SEBAGAI BENTUK KASIH SAYANG ALLAH TERHADAP HAMBANYA., (DALIL, TERJEMAHAN, PENJELASAN, SERTA CONTOH KASUS). 3. BERITA KENABIAN RASULULLAH SAW YANG DIMUAT DI DALAM KITAB- KITAB SUCI AGAMA LAIN (Kristen, Hindu, Yahudi, dll) 4. NAHI MUNKAR (DALIL, KUTAMAANNNYA, CONTOH KASUSNYA) 5. FITNAH AKHIR ZAMAN (DALIL-DALILNYA, PENJELASANNYA, TANDA- TANDANYA: BAIK YANG SUDAH NAMPAK ATAUPUN YANG BELUM NAMPAK), KEMUNCULAN DUKHON, DAJJAL, IMAM MAHDI, NABI ISA A.S, YAKJUJ-MAKJUJ, KIAMAT QUBRO) Disusun sebagai tugas terstruktur Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Agama Islam Dosen Pengampu: Dr. Taufiq Ramdani, S.Th.I., M.Sos Disusun Oleh: Nama :M.Yamin NIM :L1C020068 Prodi/Kelas :SOSIOLOGI/ B PROGRAM STUDI SOSIOLOGI FAKULTAS ………………………………. UNIVERSITAS MATARAM
  2. 2. 2021 KATA PENGATAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT , yang telah memberikan saya karunia nikmat dan kesehatan , sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini , dan terus dapat menimba ilmu di UNIVERSITAS MATARAM. Penulisan makalah ini merupakan sebuah tugas dari dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam bapak : Dr.Taufiq Ramdani, S.Th.I., M.Sos , adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan pata mata kuliah yang sedang dipelajari , agar kami semua menjadi mahasiswa yang berguna bagi agama , nusa , dan bangsa. Dengan tersusunnya makalah ini saya menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan , demi kesempurnaan makalah ini saya berharap perbaikan , kritik dan saran yang sifatnya membangun apabila terdapat kesalahan. Demikian , semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua , khususnya bagi saya sendiri umumnya para pembaca makalah ini. Terima kasih , wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
  3. 3. DAFTAR ISI HALAMAN COVER KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1. PENGERTIAN, KONSEP, SERTA DALIL-DALIL TENTANG ISTIDROJ BAB 2. DALIL-DALIL HADITS QUDSI TENTANG HUKUMAN YANG DISEGERAKAN SEBAGAI BENTUK KASIH SAYANG ALLAH TERHADAP HAMBANYA., (DALIL, TERJEMAHAN, PENJELASAN, SERTA CONTOH KASUS). BAB 3. BERITA KENABIAN RASULULLAH SAW YANG DIMUAT DI DALAM KITAB-KITAB SUCI AGAMA LAIN (Kristen, Hindu, Yahudi, dll) BAB 4. NAHI MUNKAR (DALIL, KUTAMAANNNYA, CONTOH KASUSNYA) BAB 5. FITNAH AKHIR ZAMAN (DALIL-DALILNYA, PENJELASANNYA, TANDA- TANDANYA: BAIK YANG SUDAH NAMPAK ATAUPUN YANG BELUM NAMPAK), KEMUNCULAN DUKHON, DAJJAL, IMAM MAHDI, NABI ISA A.S, YAKJUJ- MAKJUJ, KIAMAT QUBRO) DAFTAR PUSTAKA BIMA,8,JUNI,2020 M.YAMIN
  4. 4. BAB 1. 1.ISTIDROJ PENGERTIAN, KONSEP, SERTA DALIL-DALIL TENTANG -PENGERTIAN diambil dari kata 'daraja' (bahasa Arab) yang berarti naik satu tingkatan ke tingkatan berikutnya. Namun, lebih dikenal sebagai istilah azab yang berupa kenikmatan. Dalam Alquran pembahasan mengenai istidraj dibahas pada Surat Al-An'am ayat 44 yang berbunyi sebagai berikut. ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ۟ ‫وا‬ُ‫س‬َ‫ن‬ ‫ا‬َ‫م‬ ۟ ‫وا‬ُ‫ِّر‬‫ك‬ُ‫ذ‬ ۟ ‫ۦ‬ ِّ‫ه‬ِّ‫ب‬ َ‫ن‬ْ‫َح‬‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬ ْ۟‫م‬ِّ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ۟‫ب‬ ََٰ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ِّ۟‫ل‬ُ‫ك‬ ۟ ‫ء‬ْ‫ى‬َ‫ش‬ َٰ۟ ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫إ‬ ۟ ‫وا‬ُ‫ح‬ ِّ‫ر‬َ‫ف‬ ۟ ‫ا‬َ‫م‬ِّ‫ب‬ ۟ ‫ا‬‫و‬ُ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ ‫م‬ُ‫ه‬ََٰ‫ن‬ْ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬ ۟ ‫َة‬‫ت‬ْ‫غ‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫إ‬َ‫ف‬ ‫ُم‬‫ه‬ ‫و‬ُ‫س‬ِّ‫ل‬ْ‫ب‬ُّ‫م‬ Fa۟lammā۟nasu۟mā۟żukkiru۟bihī۟fatahnā۟'alaihim۟abwāba۟kulli۟syaī`,۟hattā۟iżā۟farihu۟bimā۟utū۟ akhażnāhum۟bagtatan۟fa۟iżā۟hum۟mublisun 1Artinya: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
  5. 5. Beberapa mungkin tidak akan sadar bahwa ini adalah ciri istidraj. Bila kamu mendapati dirimu jarang beribadah, namun nyatanya pekerjaan kamu terasa sangat lancar, bisa jadi itu merupakan istidraj yang diberikan kepadamu. Pekerjaan dan rezeki yang berlimpah yang kamu dapatkan merupakan ujian sesungguhnya dari Allah SWT. Karena, Allah SWT ingin melihat, apakah dengan rezeki yang kamu dapatkan itu akan membuat kamu semakin lalai dan meninggalkan ibadah, atau dapat membuatmu ingat kepada Allah SWT sebagai Sang Maha Pemberi Rezeki. Namun secara istilah, istidraj memiliki makna azab berwujud kenikmatan. Ketika seorang muslim banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya terus dilimpahi kenikmatan, ini adalah tanda istidraj dari Allah SWT. -CIRI/KONSEP ISTIDRAJ Beberapa mungkin tidak akan sadar bahwa ini adalah ciri istidraj. Bila kamu mendapati dirimu jarang beribadah, namun nyatanya pekerjaan kamu terasa sangat lancar, bisa jadi itu merupakan istidraj yang diberikan kepadamu. Pekerjaan dan rezeki yang berlimpah yang kamu dapatkan merupakan ujian sesungguhnya dari Allah SWT. Karena, Allah SWT ingin melihat, apakah dengan rezeki yang kamu dapatkan itu akan membuat kamu semakin lalai dan meninggalkan ibadah, atau dapat membuatmu ingat kepada Allah SWT sebagai Sang Maha Pemberi Rezeki. Ciri lain kamu mengalami istidraj adalah merasakan ketenangan. Di sini, ketenangan yang dimaksud di sini adalah kamu merasa baik-baik saja dan tidak merasa bersalah atau gelisah saat lalai menjalankan ibadah atau melakukan kegiatan yang sifatnya maksiat. Kamu bahkan tidak merasakan penyesalan sedikit pun dalam hati setelah melakukan hal yang telah disebutkan di atas. Sungguh itu adalah cobaan hidup yang berat apabila kamu merasa tenang jika benar kamu mengalami hal seperti ini dalam hidup. Sakit merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT. Saat sakit, dosa-dosa berguguran dan doa dikabulkan. Namun, jika kamu merasa jarang sakit dan sering melakukan maksiat atau kurang beribadah, bisa jadi itu juga merupakan istidraj. Karena sesungguhnya, sakit merupakan ujian dari AllAgar kita dijauhkan dari istidraj, tobat dan rutin beribadah menjadi salah satu caranya. Minta ampun kepada Allah SWT dan selalu mengingat-Nya di kala senang maupun susah, menjadi cara terbaik untuk menghindarkan diri dari istidraj. Jangan lupa juga untuk selalu beribadah, salat lima waktu, dan membaca Alquran, agar kita selalu dekat dengan Allah SWT. Itulah tadi pengertian, ciri dan cara menghindari istidraj. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang beriman dan dijauhkan dari istidraj. ah SWT agar hambanya selalu mengingat-Nya dan memohon kesembuhan pada-Nya Istidraj boleh berlaku dalam apa jua keadaan. Semua kenikmatan dan apa apa yang disenangi oleh manusia bisa menjadi istidraj. Jadi bilakah sesuatu itu boleh menjadi istidraj? Bagaimanakah kita membezakan bahawa kesenangan dan kenikmatan yang kita dapat itu adalah kurniaan Allah, ujian dan ataukah ianya istidraj? 1. Jika ia adalah orang kafir, maka semua kelimpahan harta, kesenangan dan kenikmatan duniawi adalah semata-mata kemurahan Allah kerana dunia ini remeh di sisi Allah. Jika ia terus dalam kekafirannnya maka itu adalah istidraj.
  6. 6. Dan janganlah sekali-kali orang kafir mengira bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka melainkan supaya bertambah tambah dosa mereka (Q.S. Ali Imran [3]:178) Sayid۟Qutb۟menjelaskan۟ayat۟di۟atas۟berkata۟:۟“itu۟hanyalah۟fitnah۟dan۟itu۟hanyalah۟tipu۟daya۟yang۟ kuat۟dan۟istidraj۟yang۟jauh”۟(Fhizilalil۟Qur’an۟Jilid۟2۟Hal۟532)۟Maka۟harta,۟kekuasaan,۟kenikmatan۟ duniawi itu bagi orang kafir sudah pasti adalah istidraj. Namun jika ia merenungkan kebesaran Allah dan mendapat hidayah masuk Islam maka hal itu bukanlah istidraj. Hal ini tidak bisa terjadi kecuali memang ada kejernihan hati, kebersihan jiwa dan keunggulan akal dari orang itu, minimal orang itu peduli dengan benar atau tidaknya keyakinannya selama ini. Contoh nya adalah Raja Negus (Najsyi) dari Ethiopia (Habasyah) yang waktu itu beragama Nasrani dan dia۟masuk۟Islam۟ketika۟dibacakan۟Q.S.۟Maryam۟oleh۟Dja’far۟bin۟Abi۟Thalib۟r.a.۟Atau۟Sir۟ Lauder Brunton dan Archibakd hamilton, yang walaupun mereka seorang bangsawan terkemuka Inggris namun nuraninya terusik dengan kejanggalan keyakinan yang dianutnya selama ini, dan berusaha mencari kebenaran. 2. Jika ia adalah orang muslim, maka kesenangan, keinginan, dan kenikmatan duniawi adalah kurniaan sekaligus ujian. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa kenikmatan itu juga ujian. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Q.S. Al-Anbiya[21] : 35) Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Q.S. Al-Anfaal [8] : 28) Jika ia lulus dari ujian ini, yaitu ia memanfaatkan harta sebaik-baiknya, dan menjadikan dunia sebagai sarana untuk mencapai akhirat, maka harta itu menjadi keberkatan dan kurniaan baginya. Janganlah kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah sebaik-baik kenderaan.Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat dari kejahatan. (H.R. Ad-Dailami) 3. Namun jika seorang muslim itu tidak kuat jiwanya dan kemudian menjadi lupa diri, tidak bersyukur, dan gara2 kesenangan dan kenikmatan itu kemudian menjauhkan dirinya dari Allah, maka ada dua kemungkinan. Harta itu menjadi musibah bagi dirinya dan kemudian Allah menarik kenikmatan itu agar ia kembali ke jalan yang benar. Itu berarti Allah masih sayang pada dirinya dan berarti Allah menghendaki kebaikan bagi dirinya. 4. Kemungkinan kedua, jika Harta itu menjadi musibah bagi dirinya namun Allah justeru semakin melimpahinya dengan berbagai kesenangan, kemudahan, segala keinginannya terkabul dan segala kenikmatan mampu diraihnya maka itu adalah istidraj. Rasulullah۟s.a.w۟bersabda:۟“Apabila۟kamu۟melihat۟Allah۟memberikan۟kepada۟seorang۟hambaNya۟di۟ dunia ini apa yang hamba itu suka atau inginkan, sedangkan hambaNya itu selalu berbuat kemaksiatan,۟maka۟itulah۟ISTIDRAJ“.۟Kemudian۟Rasulullah۟s.a.w pun membaca surah (Q.S. Al- An’am:۟44- 45) 5. Sedangkan jika ia lupa diri, tidak bersyukur, dan menyalahgunakan hartanya itu di jalan yang tidak diredhai Allah, bahkan menjerumuskan kepada maksiat dengan harta itu, sementara Allah tak juga menarik kenikmatan itu bahkan sebaliknya semakin bertambah-tambah dibukakan dunia oleh Allah maka sudah boleh dipastikan itu adalah situasi istidraj. Ali۟bin۟Abi۟Thalib۟r.a.۟berkata۟:۟“Jagalah۟agar۟engkau۟tidak۟tertipu۟oleh۟kaum۟pemuja۟dunia۟yaitu۟ mereka yang merasa aman dan tenteram dengan kehidupannya. Kemudian mereka terlunta lunta tersesat۟dalam۟hutan۟rimbanya۟dan۟terbenam۟dalam۟kenikmatannya”.۟(Mutiara۟Nahjul۟Balaghoh۟Hal۟ 58)
  7. 7. 6. Namun terkadang Allah memberikan peringatan bukan dengan ditariknya kenikmatan itu melainkan didatangkanlah peringatan berupa orang soleh yang menasihati, atau peristiwa di sekeliling yang bila direnungkan bisa diambil hikmahnya. Namun jika ia tak juga mengerti dengan peringatan Allah itu dan tak juga bertaubat, maka harta dan kenikmatan yang tetap tak berkurang bahkan semakin bertambah itu jelas merupakan istidraj. Maka dapat kita simpulkan bahwa situasi istidraj itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. KEIMANAN DAN IBADAH SEMAKIN MENURUN NAMUN KESENANGAN MAKIN MELIMPAH Apabila kamu menyaksikan pemberian Allah dari isi dunia atas perbuatan dosa menurut kehendakNya, maka sesungguhnya itu adalah jarak waktu dan penangguhan tempoh belaka. Kemudian۟Rasulullah۟Saw۟membaca۟firman۟Allah۟Swt۟dalam۟surat۟Al۟An’am۟ayat۟44۟:۟“Maka۟tatkala۟ mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu, mereka terdiam berputus۟asa.”۟(HR.۟Ahmad۟dan۟Ath-Thabrani) Ibnu۟Athaillah۟berkata۟:۟“Hendaklah۟engkau۟takut۟jika۟selalu۟mendapat۟kurniaan۟Allah,۟sementara۟ engkau tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai kurniaan itu semata-mata istidraj oleh Allah” 2. TERUS MELAKUKAN KEMAKSIATAN TETAPI KEKAYAAN SEMAKIN MELIMPAH Ali۟Bin۟Abi۟Thalib۟r.a.۟berkata۟:۟“Hai۟anak۟Adam۟ingat۟dan۟waspadalah۟bila۟kau۟lihat۟Tuhanmu۟terus۟ menerus melimpahkan nikmat atas dirimu sementara engkau terus-menerus melakukan maksiat kepadaNya”۟(Mutiara۟Nahjul۟Balaghoh۟Hal۟121) 3. SEMAKIN KEDEKUT BAHKAN HARTA SEMAKIN MELIMPAH Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (harta) lalu dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya (Q.S. Al-Humazah [104] : 1-3) Ayat di atas bercerita orang yang kedekut dan menghitung-hitung hartanya. Ia mengira harta yang dikumpulnya itu akan mengukuhkan kedudukan dan kekuasaannya di muka bumi. Maka Allah akan menjadikan hal itu istidraj dengan sengaja makin bakhil makin bertambah harta kekayaannya. Sehingga orang itu semakin yakin bahwa sifat bakhilnya itulah yang menyebabkan dirinya kaya 4. JARANG SAKIT Imam۟Syafi’I۟pernah۟mengatakan۟:۟setiap۟orang۟pasti۟pernah۟mengalami۟sakit۟suatu۟ketika۟dalam۟ hidupnya, jika engkau tidak pernah sakit maka tengoklah ke belakang mungkin ada yang salah dengan dirimu. Artinya bisa jadi orang yang tidak pernah sakit itu memuja jin atau menganut suatu ilmu kesaktian tertentu yang itu adalah syirik dan persekutuan dengan setan. Kalaupun bukan karena itu, jelas ada sesuatu yang salah atau sesuatu yang menyimpang dalam diri kita.
  8. 8. Semakin Sombong Namun Harta Semakin Melimpah Orang yang mengalami istidraj cirinya semakiin ia sombong maka semakin kaya dan terbuka dunia bagi dirinya Rasululah۟s.a.w.۟bersabda۟:۟“Di۟antara۟tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa”.۟(HR.۟Al۟Hakim)… Dan adapun ciri ciri lain nya diantara berikut. • KEIMANAN DAN IBADAH SEMAKIN MENURUN NAMUN KESENANGAN MAKIN MELIMPAH. ... • TERUS MELAKUKAN KEMAKSIATAN TETAPI KEKAYAAN SEMAKIN MELIMPAH. ... • SEMAKIN KEDEKUT BAHKAN HARTA SEMAKIN MELIMPAH. ... • JARANG SAKIT. -. Ayat Al-qur'an yang berkaitan dengan istidraj Ada beberapa ayat Alquran yang berkaitan dengan istidraj, di antaranya adalah: - Surat۟Al۟An’am۟ayat۟44 Fa۟lammaa۟nasuu۟maa۟zukkiruu۟bihii۟fatahnaa۟‘alaihim۟abwaaba۟kulli۟syaii’,۟hattaaa۟izaa۟farihuu۟ bimaaa uutuuu akhoznaahum baghtatang fa izaa hum mublisuun Artinya: Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) bagi mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam۟putus۟asa.” - Surat Ali Imran ayat 178 Wa۟laa۟yahsabannallaziina۟kafaruuu۟annamaa۟numlii۟lahum۟khoirul۟li’۟angfusihim,۟innamaa۟numlii۟ lahum liyazdaaduuu ismaa, wa lahum azaabum muhiin Artinya: Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa semakin bertambah, dan mereka۟akan۟mendapat۟azab۟yang۟menghinakan.” Sebagaimana yang diterangkan dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 178: َ۟‫و‬ َ۟ ‫ل‬ َّ۟‫ن‬َ‫ب‬َ‫س‬ْ‫ح‬َ‫ي‬ َ۟‫ْن‬‫ي‬ِّ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫َر‬‫ف‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬َ‫ا‬ ْ۟‫ي‬ِّ‫ل‬ْ‫م‬ُ‫ن‬ ْ۟‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ۟ ‫ْر‬‫ي‬َ‫خ‬ ْ۟‫م‬ِّ‫ه‬ِّ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ ِّ ‫ل‬ ۗ۟ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِّ‫ا‬ ْ۟‫ي‬ِّ‫ل‬ْ‫م‬ُ‫ن‬ ْ۟‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫د‬‫ا‬َ‫د‬ ْ‫ز‬َ‫ي‬ِّ‫ل‬ ‫ا‬‫م‬ْ‫ث‬ِّ‫ا‬ ۚ۟ ْ۟‫م‬ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ۟ ‫اب‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ ۟ ‫ْن‬‫ي‬ِّ‫ه‬ُّ‫م‬ Wa۟laa۟yahsabannallaziina۟kafaruuu۟annamaa۟numlii۟lahum۟khoirul۟li’۟angfusihim,۟innamaa۟numlii۟ lahum liyazdaaduuu ismaa, wa lahum azaabum muhiin
  9. 9. Artinya:۟“Dan۟jangan۟sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka۟hanyalah۟agar۟dosa۟semakin۟bertambah,۟dan۟mereka۟akan۟mendapat۟azab۟yang۟menghinakan.” Adapun dalil dalam Alquran yang menjelaskan tentang Istidraj ialah Surah Al-An'am ayat 44: َ۟‫ف‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬ ‫ا‬ ۡ ‫و‬ُ‫س‬َ‫ن‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ا‬ ۡ ‫و‬ُ‫ِّر‬‫ك‬ُ‫ذ‬ ۟ ‫ه‬ِّ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬ ۡ‫َح‬‫ت‬َ‫ف‬ ۟ۡ‫م‬ِّ‫ه‬ۡ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ۟‫اب‬ َ‫و‬ۡ‫ب‬َ‫ا‬ ِّ۟‫ل‬ُ‫ك‬ ۟ ‫ء‬ ۡ‫َى‬‫ش‬ ؕ ۟ ‫ى‬‫ت‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫ا‬ ‫ا‬ ۡ ‫و‬ُ‫ح‬ ِّ‫ر‬َ‫ف‬ ۟ ‫ا‬َ‫م‬ِّ‫ب‬ ‫ا‬ ۡ ‫و‬ُ‫ت‬ ۡ ‫و‬ُ‫ا‬ ۟ۡ‫م‬ُ‫ه‬َٰ‫ن‬ۡ‫َذ‬‫خ‬َ‫ا‬ ۟ ‫َة‬‫ت‬ۡ‫غ‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫ا‬َ‫ف‬ ۟ۡ‫ُم‬‫ه‬ َ۟‫ن‬ ۡ ‫و‬ُ‫س‬ِّ‫ل‬ۡ‫ب‬ُّ‫م‬ Fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihii۟fatahnaa۟‘alaihim۟abwaaba۟kulli۟syaii’,۟hattaaa۟izaa۟farihuu۟ bimaaa uutuuu akhoznaahum baghtatang fa izaa hum mublisuun Artinya:۟“Maka۟tatkala۟mereka۟melupakan۟peringatan۟yang۟telah۟diberikan۟kepada۟mereka,۟Kami۟pun۟ membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” Dari۟Ubah۟bin۟Amir۟radhiallahu۟‘anhu,۟Nabi۟Muhammad۟shallallahu۟‘alaihi wa sallam bersabda. ‫ا‬َ‫ذ‬ِّ‫إ‬ َ۟‫ْت‬‫ي‬َ‫أ‬ َ‫ر‬ ۟ َ َّ ‫َللا‬ ‫الى‬َ‫ع‬َ‫ت‬ ‫طِّي‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ ۟ َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ۟‫مِّن‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬ُّ‫د‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُّ۟‫ب‬ ِّ‫ُح‬‫ي‬ َ۟‫ُو‬‫ه‬ َ‫و‬ ۟ ‫ِّيم‬‫ق‬ُ‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِّ۟‫ه‬‫ي‬ ِّ ‫اص‬َ‫ع‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِّ‫إ‬َ‫ف‬ َ۟‫ِّك‬‫ل‬َ‫ذ‬ ۟ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِّ‫م‬ ۟ ‫اج‬ َ‫ْر‬‫د‬ِّ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ Artinya:۟“Apabila۟Anda۟melihat۟Allah۟SWT۟memberikan۟kenikmatan۟dunia۟kepada۟seorang۟hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah Istidraj dari Allah SWT.”
  10. 10. BAB 2 2.DALIL-DALIL HADITS QUDSI TENTANG HUKUMAN YANG DISEGERAKAN SEBAGAI BENTUK KASIH SAYANG ALLAH TERHADAP HAMBANYA., (DALIL, TERJEMAHAN, PENJELASAN, SERTA CONTOH KASUS). A. Dalil-dalil yang Mendasarinya Terdapat 3 dosa yang balasannya akan disegerakan Allah SWT di dunia. ‫موي‬ ‫ىإل‬ ‫ءاش‬ ‫ام‬ ‫اهنم‬ ‫هللا‬ ‫رخؤي‬ ‫بونذ‬ ‫ل‬ : ‫ك‬ ‫لق‬ ‫ملسو‬ ‫هيلع‬ ‫هللا‬ ۟ ‫ص‬‫ىل‬ ‫يبنال‬ ‫نع‬ ‫هنع‬، َ۟‫ل‬‫ال‬ ۟ ‫ر‬‫يض‬ ‫ةركب‬ ‫يبأ‬ ۟ ‫ع‬‫ن‬ ‫تومال‬ ‫لبق‬ ‫ايندل‬ ‫يف‬ ‫اهبحاصل‬ ‫لجعي‬ ‫محرل‬، ‫ةعيطق‬ ‫وأ‬ ‫نيدلول‬، َ۟ ‫قوقعو‬ ‫يغبال‬، ‫لإ‬ ۟ ‫ال‬‫ةمايق‬ Hal ini sesuai dalam hadist dari Abu Bakrh RA, Rasulullah SAW۟bersabda,”۟Setiap۟dosa۟akan۟ di akhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah SWT hingga hari kiamat, kecuali al-baghy (zalim), durhaka kepada orang tua dan memutuskan silaturahim, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum۟kematian۟menjemput.”۟(HR۟Al۟Hakim,۟Al۟Mustadrak No 7345). Pertama, dosa orang yang berbuat zalim balasannya akan disegerakan. Zalim adalah perbuatan melampaui batas dalam melakukan keburukan. Perbuatan zalim dapat mengotori hati, seperti sombong, dengki, ghibah, fitnah, dusta, dan lain sebagainya. Karena itu zalim termasuk dari dosa besar. Manusia yang zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa pedih di akhirat. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran: ‫ميأل‬ ‫باذع‬ ‫مهل‬ ‫كئلوأ‬ ۟ۚ ‫ق‬ ‫حال‬ ‫ريغب‬ ْ۟ ‫ضرل‬ ‫يف‬ ۟ ‫و‬‫نوغبي‬ ‫سانال‬ ‫نوملظي‬ ‫نيذل‬ ‫ىلع‬ ‫ليبسال‬ ۟ ‫إ‬‫امن‬ “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.۟Mereka۟itu۟mendapat۟azab۟yang۟pedih.”۟(QS۟Asy-Syura: 42) Kedua, orang yang durhaka kepada orang tua. Sikap buruk dan tidak menghormati serta tidak menyayangi kedua orang tua, adalah sikap yang sangat tercela, karena merekalah penyebab keberadaan kita di dunia ini. Jika sikap ini dilakukan, maka akan mengundang kemurkaan dari Allah SWT di dunia ini, antara lain dalam bentuk pembangkangan sikap yang dilakukan anak-anak mereka. Karena itu, sikap ihsan baik dalam ucapan maupun perbuatan merupakan suatu kewajiban agama sekaligus merupakan suatu kebutuhan. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT: ‫لو‬ ‫فأ‬ ‫امهل‬ ‫لقت‬ ‫ف‬َ‫ل‬ ‫ك‬َ‫ل‬‫امه‬ ‫وأ‬ ‫امهدحأ‬ ‫ربكال‬ ‫كدن‬ ‫ع‬ ‫نغلبي‬ ‫امإ‬ ۟ۚ‫ا‬ ‫ناسحإ‬ ‫نيدلولبو‬ ‫هايإ‬ ‫لإ‬ ‫اودبعت‬ ‫لأ‬ ۟ ‫ر‬‫كب‬ ۟ ‫و‬‫ىضق‬ ‫رك‬ ‫لوق‬ ‫امهل‬ ‫لقو‬ ۟ ‫ت‬‫امهرهن‬ “Dan۟ Tuhanmu۟ telah۟ memerintahkan۟ supaya۟ kamu۟ jangan۟ menyembah۟ selain۟ Dia۟ dan۟ hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di
  11. 11. antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak۟mereka,۟dan۟ucapkanlah۟kepada۟mereka۟ucapan۟yang۟mulia.”۟(QS۟Al-Isra: 23). Ketiga, dosa orang yang memutuskan silaturahim. Islam tidak menyukai orangorang yang memutuskan tali persaudaraan. Islam mengancam dan mengecam secara tegas orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda dari Abu Muhammad Jubiar bin Muth’im۟RA: ‫عطاق‬ ‫ةنجال‬ ‫لخدي‬ : ‫ل‬ ‫لق‬ ‫ﷺ‬ َ۟‫ل‬‫ال‬ ۟ ‫ر‬‫لوس‬ ‫نأ‬ ‫هنع‬ ‫هللا‬ ۟ ‫ر‬‫يض‬ ‫معطم‬ ‫نب‬ ‫ريبج‬ ‫دمحم‬ ‫يبأ‬ ‫نع‬ “Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahim)." (HR Bukhari dan Muslim). Islam begitu tegas terhadap hubungan baik sesama manusia. Oleh karena itu, orang yang tidak mau berbuat baik dan justru memutus persaudaraan, Islam pun memberikan ancaman yang keras, yakni tidak akan masuk surga sebagai balasannya. Sungguh mengerikan. B. Penjelasannya Dari۟Anas۟bin۟Malik,۟Nabi۟shallallahu۟‘alaihi۟wa۟sallam bersabda, ‫موي‬ ‫هب‬ ‫ىفوي‬ ‫ىتح‬ ‫هبنذب‬ ‫هنع‬ ‫كسمأ‬ ‫رشال‬ ‫هدبعب‬ َّ۟‫ل‬‫ال‬ ‫دارأ‬ ‫اذإو‬ ‫ايندل‬ ‫ىف‬ ‫ةبوقعال‬ ‫هل‬ ‫لجع‬ ‫ريخال‬ ‫هدبعب‬ َّ۟‫ل‬‫ال‬ ‫دارأ‬ ‫اذإ‬ ۟ ‫ال‬‫ةمايق‬ Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat۟hingga۟akan۟ditunaikan۟pada۟hari۟kiamat۟kelak.”۟(HR Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani Juga۟dari۟hadits۟Anas۟bin۟Malik,۟beliau۟shallallahu۟‘alaihi۟wa۟sallam۟bersabda, ‫طخسال‬ ‫هلف‬ ‫طخس‬ ‫نمو‬ ‫اضرل‬ ‫هلف‬ ۟ ‫ر‬‫ىض‬ ‫نمف‬ ‫مهالتبا‬ ‫اموق‬ ‫بحأ‬ ‫اذإ‬ َّ۟‫ل‬‫ال‬ ‫نإو‬ ‫ءلبال‬ ‫مظع‬ ‫عم‬ ‫ءازجال‬ ‫مظع‬ ‫نإ‬ Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun۟akan۟murka.”۟(HR.۟Ibnu۟Majah۟no.۟4031,۟hasan۟kata .(Syaikh Al Albani Penjelasan dari dua hadits di atas: 1. Musibah yang berat (dari segi kualitas dan kuantitas) akan mendapat balasan pahala yang besar. 2. Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya. Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya, ‫ءلبالب‬ ‫ربتخي‬ ‫نمؤمالو‬ ‫رانالب‬ ‫ناربتخي‬ ‫ةضفالو‬ ‫بهذل‬ ‫ينب‬ ۟ ‫ي‬‫ا‬ Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah
  12. 12. 3. Siapa yang ridho dengan ketetapan Allah, ia akan meraih ridho Allah dengan mendapat pahala yang besar. 4. Siapa yang tidak suka dengan ketetapan Allah, ia akan mendapat siksa yang pedih. 5. Cobaan dan musibah dinilai sebagai ujian bagi wali Allah yang beriman. 6. Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa. 7. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia۟perbuat۟hingga۟akan۟ditunaikan۟pada۟hari۟kiamat۟kelak.۟Ath۟Thibiy۟berkata,۟“Hamba۟yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa۟sehingga۟ia۟pun۟akan۟disiksa۟karenanya.”۟(Lihat۟Faidhul۟Qodir,۟2:۟583,۟Mirqotul۟Mafatih,۟ 5: 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7: 65) 8. Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan,۟“Hadits۟di۟atas۟adalah۟dorongan۟untuk۟bersikap۟sabar۟ dalam menghadapi musibah setelah terjadi dan bukan maksudnya untuk meminta musibah datang۟karena۟ada۟larangan۟meminta۟semacam۟ini.” C. Contoh kasus Saya mengambil contoh dari seseorang yang pernah mengalami masalah hidup yang sangat berat,terlilit hutang, sakit, dengan kwmungkinan hidup yang sangat tipis,namun Allah begitu mencintainya. Entah dia pernah berbuat dosa atau apa pun sebelumnya ,hanya Allah yang tahu namun setelah semua kejadian yang sulit itu dia menjadi sangat dekat dengan Allah SWT. Begitu hebatnya kepiawaian Dewa Eka Prayoga dalam bidang pemasaran digital hingga ia mendapat julukan 'Dewa Selling'. Namun, pria yang juga akrab disapa Kang Dewa ini mengalami serentetan ujian yang mungkin membuat banyak orang menyerah. Keterpurukan pertama sudah dirasakan saat usia muda, tepatnya ketika ia masih menjalani semester tujuh perkuliahan. Nilai utang yang harus ditanggung pun tidak sepele, yakni mencapai Rp7,7 miliar. Ya, nilai uang yang besar memang sudah didapatkannya sejak kuliah karena saat itu sudah bisa membentuk personal branding yang cukup terkenal. "Waktu itu saya bawa uang banyak karena saya sudah punya personal branding lantaran sering diundang seminar di luar kampus. Sampai sampai ada teman yang nawarin saya proyek pengadaan laptop dan lain-lain untuk keperluan kantor," papar Dewa yang kala itu berhasil mengumpulkan puluhan investor. Nahas, teman yang dipercaya nyatanya hanya penipu yang menjual proyek bodong. Saat mengetahui sang teman kabur, Dewa yang saat itu merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia segera melapor ke polisi. Meski dengan kasus itu pada awalnya masih ada 40 investor bertahan, kemudian hanya tersisa dua orang. Untuk membayar utang, Dewa yang kala itu baru beberapa hari menikah pun mencoba berjualan jajanan dari berkeliling menjual ceker pedas, krupuk, hingga seblak. Ia beruntung karena sang istri, Wiwin Supiyah, rela membanting tulang bersama meski masih menjadi pengantin baru.
  13. 13. Kemudian jalan mulai membaik saat ia ditawari menulis buku oleh seorang teman. Berbekal laptop jadul, Dewa berhasil menulis kisahnya hanya dalam tujuh hari ke dalam buku berjudul 7 Kesalahan Pengusaha Pemula. Buku itu tidak disangka laris hingga Dewa bisa berpendapatan Rp120 juta per bulan. Namun, di tengah masa perbaikan dalam melunasi utangnya, ujian baru datang lagi. Dewa terdiagnosis menderita GBS (guillain barre syndrome), yaitu sebuah gangguan saraf yang mengakibatkan seluruh badanya lumpuh total. Ia pun terpaksa harus dirawat secara intensif selama dua bulan akibat penyakit tersebut hingga menelan biaya perawatan sebesar Rp400 juta. Meski terpuruk, Dewa tetap bersyukur karena dapat sembuh dalam waktu empat bulan. Penulis buku Melawan Kemustahilan itu juga merasa ujian yang ia alami telah menjadikannya sebagai pribadi yang lebih baik. Kini, pada usia 35 tahun, Dewa tidak hanya tetap gencar berbisnis dan menjadi motivator, tetapi juga berbagi kepada sesama dengan mendirikan pesantren bagi kalangan tidak mampu. "Saat ini saya sedang membangun sebuah pondok Qur'an Digitalpreneur di Cirebon. Semoga tahun depan selesai dan sedang berkampanye mengajak teman-teman di Indonesia berwakaf dan bersedekah secara gila-gilaan, sesering mungkin, sesempat mungkin.
  14. 14. BAB 3 3.BERITA KENABIAN RASULULLAH SAW YANG DIMUAT DI DALAM KITAB-KITAB SUCI AGAMA LAIN (Kristen, Hindu, Yahudi, dll) A.Kitab injil (Kristen) Kitab-kitab yang dimaksud ialah kitab yang pengikutnya dinyatakan Allah di dalam Alquran sebagai Ahli Kitab atau disebut kitab kaum Yahudi dan Nasrani. Nabi Muhammad juga telah disebut dalam kitab agama Persia dan Hindu. Seperti dikutip dari buku berjudul "Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Volume 1" oleh Moenawar Khalil, disebutkan bahwa datangnya Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia telah disebutkan dan dinyatakan dalam kitab Taurat dan Injil. Hal demikian sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah al-A'raaf ayat 157 yang berbunyi, "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil." Perjanjian Lama dalam bahasa Arab disebut al-‘Ahdu al-Qadim dan dalam bahasa Belanda disebut Ould Testament, atau yang dianggap sebagai kitab Taurat oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Sedangkan Perjanjian Baru dalam bahasa Arab disebut al-‘Ahdu al-Jadid dan dalam bahasa Belanda disebut Niew Testament, dan itulah yang dianggap kitab Injil oleh kaum Nasrani. Perjanjian Lama berisi himpunan kitab suci dari nabi-nabi sebelum Nabi Isa AS, dan Perjanjian Baru adalah yang berisi himpunan kitab suci yang dibawa Nabi Isa AS. Di dalam buku tersebut disebutkan beberapa ayat dari kitab-kitab agama terdahulu, yang menjelaskan tentang akan datangnya Nabi Muhammad SAW. Buku tersebut mengutip bunyi kalimat bahasa Indonesia dari ayat Bibel, yang disalin dari Bibel yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bibel Genootschap di Amsterdam pada 1916. Salah satunya disebutkan dalam kitab Ulangan, 18:15, yang berbunyi, "Bahwa seorang Nabi dari antara kamu dari antara segala saudaramu dan yang seperti aku ini yaitu akan dibangkitkan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu maka dia haruslah kamu dengar. Di beberapa ayat dalam Kitab Ulangan itu disebutkan akan diutusnya Nabi Muhammad SAW dengan semua yang dikatakannya membawa atau menyebut Nama Tuhan dan bukan nama dewa. Nabi Muhammad SAW juga wafat tidak karena dibunuh orang. Selain itu, apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad tentu terjadi, meski baru terjadi pada masa beberapa abad sesudah wafatnya dan yang terjadi pada masa hidupnya. "Bahwa kalau Nabi itu berkata atas Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tak jadi atau tak datang, itulah perkataan yang bukan sabda Tuhan, melainkan Nabi itu berkata dengan angkaranya: jangan kamu takut akan dia." (Ulangan, 18:22).
  15. 15. Kemudian dalam Injil Yahya juga disebutkan ayat yang mengarah pada akan kedatangan Nabi Muhammad. Seperti dalam Yahya, 14:26, yang berbunyi, "Tetapi penghibur, yaitu Ruhul Kudus, yang akan disuruh oleh Bapa sebab namaku, yaitu akan mengajarkan segala perkara itu kepadamu dan mengingatkan kamu segala perkara yang telah kukatakan kepadamu itu." "Maka sekarang sudah kukatakan kepadamu sebelum jadinya, supaya apabila ia jadi kelak, boleh kamu percaya" (Yahya, 14:29). Dari ayat itu dijelaskan, bahwa Nabi Muhammad SAW akan datang dan diperintah oleh Tuhan dan akan mengajarkan segala perkara kepada manusia. Hal demikian juga telah dinyatakan dalam Alquran. Kemudian dalam ayat lainnya di Kitab Injil Yahya, Nabi Muhammad digambarkan sebagai penghibur (Rahul Kudus) dan yang akan memuliakan Nabi Isa karena ia akan mengambil beberapa keterangan dari apa yang telah diterangkan oleh Nabi Isa kepada kaumnya. Di dalam Kitab Injil Barnabas, kedatangan Nabi Muhammad SAW lebih jelas dinyatakan. Barnabas sendiri adalah nama seorang sahabat atau pembela Nabi Isa. Karenanya, Injil Barnabas ditulisnya sendiri dari wasiat yang didengarnya dari Nabi Isa AS. Di dalam kitab itu memberitakan kedatangan Nabi SAW, bahkan dijelaskan pula tentang peristiwa disalibnya Nabi Isa, bukanlah Nabi Isa yang disalib, melainkan Yahuda. Injil Barnabas termasuk injil yang kuno, yang tertulis pada abad pertama Masehi. Dalam ayat di kitab Injil Barnabas, misalnya, disebutkan bahwa saat Nabi Isa AS memberitahu para hawari (penolong) bahwa beliau akan berpaling meninggalkan alam. Saat itu, Isa berkata agar hati mereka tidak bergoncang dan tidak takut. Sebab, Isa bukanlah yang menjadikan mereka, tetapi Allah yang menjadikan dan memelihara mereka. "Adapun tentang ketentuan tugasku, sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi Rasulullah yang akan datang dengan membawa tugas kelepasan alam ini." (Barnabas, 72:10).
  16. 16. B. Kitab Weda (Hindu) Agama hindu termasuk agama tua di dunia. Meski tidak ada kejelasan kapan lahirnya namun dalam sejarah dikenal ada 3 periodesasi, yaitu: •۟pertama:۟Perkembangan۟agama۟hindu۟di۟India۟pada۟zaman۟Veda۟tahun(60002000SM) •۟kedua:۟Perkembangan zaman Brahmana tahun(2000-1500SM) •۟Ketiga۟:۟Zaman۟Upanisad۟tahun۟(1500-500 SM) Jadi diperkirakan hinduisme sudah ada kira2 6500 tahun sebelum kedatang Islam. Adalah Pundit Vaid Parkash professor bahasa dari Allahabad University di India yang juga menjadi pandita besar kaum Brahmana, dalam salah satu bukunya berjudul "Kalky Autar" atau Avatar (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu. Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah,mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual. Prof. Pundit Vaid Parkash (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana dan ahli bahasa Sansekerta itu mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "Kalky Autar" sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam yang lahir di Makkah. Prof. Parkash menguatkan pernyatannya itu dengan mengutip beberapa hal dari kitab Veda (Weda), kitab suci agama Hindu. Menurutnya, dalam kitab Weda, sosok 'Kalki autar' akan menjadi Pembawa Risalah Terakhir atau Prophet of Bhagwan (Allah) untuk menuntun seluruh dunia. Itu hanya terjadi dalam kasus Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Menurut ramalan Hindu, 'Kalki autar' akan lahir di sebuah Jazeerah (Island) dan itu di wilayah Arab yang dikenal sebagai 'jazeeratul Arab'. Dalam kitab 'suci' Hindu, menurut Prof.Parkash, bapaknya bernama "VishnuBhagat" dan ibunya bernama "Somanib". Dalam bahasa Sansekerta, 'Vishnu' berarti Allah (swt) dan arti harfiah dari kata 'Bhagat' adalah hamba atau budak,dalam bahasa Arab berarti "Abdun". Oleh karena itu, 'WisnuBhagat' dalam bahasa Arab berarti Abdullah (hambaAllah). Sedangkan, 'Somanib' dalam bahasa Sansekerta berarti damai(aman) dan tentram yang dalam bahasa Arab berarti kata 'Aminah'. Dan sebagaimana diketahui bahwa ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah dan ibundanya bernama Aminah.
  17. 17. Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa 'Kalky autar' akan lahir di kaum yang dihormati dan mulia ditanahnya. Dan ini juga berlaku dalam kasus Nabi Muhammad (Sallallahu alaihi wasallam) karena ia lahir di suku Quraisy yang dihormati di Makkah. Disebutkan pula bahwa 'Kalki Autar' akan diajarkan dalam sebuah gua oleh Bhagwan melalui utusan-Nya sendiri. Hal itu mengingatkan kisah Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam dalam gua Hira' saat didatangi oleh malaikat Jibril dan mengajarkannya tentang wahyu Islam pertama kali. Tertulis dalam buku-buku Hindu bahwa Bhagwan akan memberikan 'Kalky autar' dengan kuda tercepat dan dengan bantuan kuda itu, ia akan naik di seluruh dunia dan tujuh langit. Ini isyarat tentang 'Buraq' dalam peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Selain itu, ditulis pula bahwa 'Kalkyautar' akan diperkuat dan dibantu oleh Bhagwan. Dalam kasus Nabi Muhammad (Sallallahu alaihi wasallam), beliau dibantu dan diperkuat oleh Allah (subhanahu wataallah) melalui malaikat-Nya dalam perangBadar. Sebagai Kutipan Kutipan Dari ayatnya. Dalam kitab agama Hindu terdapat Ramalan Mahabharata, antara lain: Dia akan lahir di sebuah kota yang bernama۟Shambhal۟(Mekah)….Dia۟pergi۟berperang۟ untuk۟mengalahkan۟lawan….Menghancurkan۟penjahat(berhala),kemudian۟melaksanakan۟ ziarah۟terakhir۟(Haji۟Wada‘)….Rumah۟(Ka’bah)۟yang۟diisi۟oleh۟penjahat,۟dengan۟tuhan-tuhan buatan tangan mereka (patung/berhala); Sekarang dibersihkan untuk tempat penyembahan kebenaran. Dengan ketundukannya,seorang raja(Muhammad)berdiri menghadap- Nya….Kemudian۟mereka۟mempersembahkan۟doa۟(sholat)۟dan۟korban۟(qurban).۟Dan۟ berpegang۟pada۟enam۟prinsip۟utama…۟(Mahabharata۟Bag.۟Hutan۟Bab190). Pada۟waktu۟itu۟(630۟M)۟terdapat۟360۟buah۟berhala۟mengelilingi۟Ka’bah.۟Kemudian۟oleh۟ Muhammad۟seluruh۟berhala۟tersebut۟dihancurkan۟dan۟Ka’bah۟dibersihkan۟(Prof.۟Hitti,۟History۟ of the Arab, Bag. I Bab 8 Hal. 118). Muhammad memang menjadi pemimpin umat Islam. Ketika۟Muhammad۟melaksanakan۟Haji۟Wada’’۟(haji۟perpisahan),۟sekitar۟100.000۟umat۟ muslim menghadirinya untuk melaksanakan ibadah haji bersamasama dengan Muhammad serta Sholat Ied bersama-sama yang dilanjukan dengan penyembelihan hewan qurban. Sedangkan “enam۟prinsip۟utama”۟adalah۟Syahadat,۟Sholat,۟ Zakat, Puasa, Haji, dan Jihad fi Sabilillah.
  18. 18. BAB 4 4.NAHI MUNKAR (DALIL, KUTAMAANNNYA, CONTOH KASUSNYA) A. Dalil-dalil tentang amar makruf nahi mungkar Amar makruf nahi mungkar dalam istilah fiqh disebut dengan al Hisbah. Perintah yang ditujukan kepada semua masyarakat untuk mengajak atau menganjurkan perilaku kebaikan dan mencegah perilaku buruk. Bagi umat Islam, amar makruf nahi mungkar adalah wajib, sebab syariat Islam memang menempatkannya pada hukum dengan level wajib. Dan siapa pun dari kita yang meninggalkannya, maka kita akan berdosa dan mendapatkan hukuman berupa siksa yang sangat pedih dan menyakitkan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits berikut: "Hendaklah kamu beramar makruf (menyuruh berbuat baik) dan benahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orangorang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdoa dan tidak dikabulkan (doa mereka)." (HR. Abu Dzar). Selain itu, amar makruf nahi mungkar merupakan prinsip dasar agama Islam yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur'an: ‫نوحلفمٱل‬ ‫مه‬ ‫ك‬ ‫ئلوأو‬ ۟ۚ ‫ر‬ ‫كنمٱل‬ ‫نع‬ ‫نوهنيو‬ ‫فورعمٱلب‬ ‫نورمأيو‬ ‫ريخٱل‬ ۟ ‫إل‬‫ى‬ ‫نو‬ ‫يعد‬ ‫ةمأ‬ ‫مكنم‬ ۟ ‫و‬‫نكتل‬ Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang- orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104) Dalam ayat lain, Allah SWT juga memerintahkan amar makruf nahi mungkar, karena perilaku ini merupakan perbuatan yang dapat memberikan keuntungan bagi pelakunya. Allah SWT berfirman: ‫نع‬ ‫مهىهنيو‬ ‫فورعمٱلب‬ ‫مهرمأي‬ ‫ْو‬‫ٱل‬‫ليجن‬ ‫ةىروتٱل‬ ‫ىف‬ ‫مهدنع‬ ‫ابوتكم‬ ‫ۥ‬ ‫هنودجي‬ ‫ىذٱل‬ ْ‫ٱل‬‫ىم‬ ‫ىبنٱل‬ ‫لوسرٱل‬ ‫نوعبتي‬ ‫نيذٱل‬ ‫نيذٱلف‬ ۟ۚ‫ه‬‫م‬ ‫يلع‬ ‫تناك‬ ‫ىتٱل‬ ‫ْو‬‫ٱل‬‫للغ‬ ‫مهرصإ‬ ‫مهنع‬ ‫عضيو‬ ‫ثئبخٱل‬ ‫مهيلع‬ ‫مرحيو‬ ‫تبيطٱل‬ ‫مهل‬ ‫لحيو‬ ۟ ‫ٱل‬‫ركنم‬ ‫نوحلفمٱل‬ ‫مه‬ ‫كئلوأ‬ ‫ۥ‬ ۟ ‫هع‬ ‫م‬ ‫لزنأ‬ ‫ىذٱل‬ ‫رونٱل‬ ‫اوعبتٱو‬ ‫هورصنو‬ ‫هورزعو‬ ۟ ‫ۦ‬ ‫هب‬ ۟ ‫ء‬‫اونما‬ Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka bebanbeban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS alA'raaf: 157).
  19. 19. Perintah amar makruf nahi mungkar juga banyak dijelaskan dalam hadits. Salah satunya adalah hadits dari Abi Said al-Khudri: "Siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim). B. Keutamaan Nahi Mungkar Dalam hadits lain, dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Ra, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang Nabi pun yang Allah Ta'ala utus di suatu umat sebelumku, kecuali memiliki pengikut-pengikut setia dan sahabat-sahabat. Mereka mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian, datang generasi-generasi setelahnya yang mengatakan hal yang tidak mereka ketahui dan tidak diperintahkan. Maka, barang siapa memerangi mereka dengan tangannya maka ia adalah mukmin. Dan, barang siapa memerangi mereka dengan lisannya maka ia adalah mukmin. Dan, barang siapa memerangi mereka dengan hatinya maka ia adalah mukmin. Dan, tidak pernah ada di belakang itu semua keimanan sebesar biji zara." Pada۟hakikatnya۟amar۟ma’ruf۟nahi۟munkar۟merupakan۟bagian۟dari۟upaya۟menegakkan۟agama۟ dan kemaslahatan di tengah-tengah۟umat.۟Secara۟spesifik۟amar۟ma’ruf۟nahi۟munkar۟lebih۟ dititiktekankan dalam mengantisipasi maupun menghilangkan kemunkaran, dengan tujuan utamanya menjauhkan setiap hal negatif di tengah masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar. Menerapkan۟amar۟ma’ruf۟mungkin۟mudah۟dalam۟batas۟tertentu۟ tetapi akan sangat sulit apabila sudah terkait dengan konteks bermasyarakat dan bernegara. Oleh۟karena۟itu۟orang۟yang۟melakukan۟amar۟ma’ruf۟nahi۟mungkar۟harus۟mengerti۟betul۟ terhadap perkara yang akan ia tindak, agar tidak salah dan keliru dalam bertindak. Syekh an- Nawawi۟Banten۟di۟dalam۟kitab۟beliau,۟Tafsir۟Munir۟berkata,۟“Amar۟ma’ruf۟nahi۟munkar۟ termasuk۟fardlu۟kifayah.۟Amar۟ma’ruf۟nahi۟munkar۟tidak۟boleh۟dilakukan۟kecuali۟oleh۟orang۟ yang tahu betul keadaan dan siasat bermasyarakat agar ia tidak tambah menjerumuskan orang yang diperintah atau orang yang dilarang dalam perbuatan dosa yang lebih parah. Karena sesungguhnya orang yang bodoh terkadang malah mengajak kepada perkara yang batil, memerintahkan perkara۟yang۟munkar,۟melarang۟perkara۟yang۟ma’ruf,۟terkadang۟bersikap۟ keras di tempat yang seharusnya bersikap halus dan bersikap halus di dalam tempat yang seharusnya۟bersikap۟keras.” (Syekh an-Nawawi al-Jawi, Tafsir Munir, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005, cetakan ketiga, jilid II, halaman 59) Terlebih dalam persoalan yang berpotensi menimbulkan problematika sosial keamanan yang lebih besar. Dalam۟kemungkaran۟seperti۟ini۟kewenangan۟amar۟ma’ruf۟nahi۟mungkar۟tidak۟diserahkan۟pada۟ perseorangan ataupun kelompok, akan tetapi hanya diserahkan kepada pemerintah. Dan pemerintah harus menerapkan kebijakan atas dasar prinsip maslahat dengan tetap dilandasi nilai-nilai۟agama۟yang۟benar.۟Tahapan۟Amar۟Ma’ruf۟Nahi۟Munkar۟Selain۟itu,۟beberapa۟ tahapan atau prosedur harus۟dilakukan۟dalam۟realisasi۟pelaksanaan۟amar۟ma’ruf.۟Tidak۟ semudah kita menaiki tangga, akan tetapi harus melalui tahapan yang paling ringan, baru kemudian melangkah pada hal yang agak berat.
  20. 20. Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ْ۟ ‫ناميال‬ ‫فعضأ‬ ‫كلذو‬ ‫هبلقبف‬ ‫عطتسي‬ ‫مل‬ ‫نمو‬ ‫هناسلبف‬ ‫عطتسي‬ ‫مل‬ ‫نإف‬ ‫هديب‬ ‫هريغيلف‬ ‫اركنم‬ ‫مكنم‬ ۟ ‫ر‬‫ىأ‬ ۟ ‫م‬‫ن‬ “Barangsiapa۟diantara۟kalian۟melihat۟kemungkaran,۟maka۟hendaknya۟ia۟menghilangkannya۟ dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu _dengan lisannya_, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya۟iman.”۟ (HR. Muslim) Maksud dari hadits ini bukanlah seperti yang banyak disalahpahami oleh orangorang yang beranggapan bahwa kalau mampu menghilangkan dengan tangan maka harus langsung dengan tangan. Anggapan seperti ini salah besar dan bertentangan dengan nilai rahmat (belas kasih) di dalam Islam. Akan tetapi pemahaman yang benar dari hadits di atas adalah, seseorang yang melihat kemunkaran dan ia mampu menghilangkan dengan tangan, maka ia tidak boleh berhenti dengan lisan jika kemungkaran tidak berhenti dengan lisan, dan orang yang mampu dengan lisan, maka ia tidak boleh berhenti hanya dengan hati. Imam Muhyiddin an-Nawawi berkata di dalam kitab Raudlatut Thâlibîn: ‫ناسلالب‬ ‫يهنال‬ ‫ىلع‬ ‫ردق‬ ‫نمل‬ ‫بلقال‬ ‫ةهارك‬ ‫يفكت‬ ‫لو‬ ‫ديالب‬، ‫هتالزإ‬ ‫هنكمأ‬ ‫نمل‬ ‫ظعول‬ ‫يفكي‬ ۟ ‫و‬‫ل‬ “Tidak۟cukup۟memberi۟nasihat۟bagi۟orang۟yang۟mampu۟menghilangkan۟kemunkaran۟dengan۟ tangan. Dan tidak cukup ingkar di dalam hati bagi orang yang mampu mencegah kemunkaran dengan lisan.”۟(Muhyiddin۟Abu۟Zakariya۟an-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn, Beirut, Dar al- Kutub al-Ilmiyyah,۟2005,۟cetakan۟kelima,۟jilid۟V,۟halamann۟123).۟Dalam۟proses۟amar۟ma’ruf۟ nahi munkar, tetap harus mendahulukan tindakan yang paling ringan sebelum bertindak yang lebih berat. Syekh Abdul Hamid asy-Syarwani berkata di dalam kitabnya, Hasyiyah asySyarwani: ‫ملكتال‬ ‫هل‬ ‫سيلف‬ ‫نيلال‬ ‫كالب‬َ‫ل‬‫م‬ ‫رييغتال‬ ‫لصح‬ . ‫اذإف‬ ْ۟ ‫فخال‬ ‫مث‬ ‫ب‬ ْ ‫فخال‬ ‫ىهنيو‬ ‫رمأي‬ ‫نأ‬ ‫يهانالو‬ ‫رمآلا‬ ‫ىلع‬ ۟ ‫و‬‫بجاول‬ ‫ءاملعال‬ ‫هالق‬ ‫امك‬ ‫اذكهو‬ ‫نشخال‬ ۟ ‫ب‬‫كال‬َ‫ل‬‫م‬ “Wajib۟bagi۟orang۟yang۟melakukan۟amar۟ma’ruf۟nahi۟mungkar۟untuk۟bertindak۟yang۟paling۟ ringan dulu kemudian yang agak berat. Sehingga, ketika kemungkaran sudah bisa hilang dengan ucapan yang halus, maka tidak boleh dengan ucapan yang kasar. Dan begitu seterusnya).”۟(Syekh۟Abdul Hamid asy-Syarwani, Hasyiyah asySyarwani ala Tuhfahtil Muhtaj, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2003 cetakan keempat, jilid 7, halaman 217) Dalam melakukan۟amar۟ma’ruf۟nahi۟munkar,۟seseorang۟harus۟lebih۟arif۟dan۟bijak۟karena۟terkadang۟ dalam menghasilkan tujuan۟amar۟ma’ruf۟nahi۟mungkar,۟seseorang۟harus۟menghilangkannya۟ sedikit demi sedikit, tidak memaksakan harus hilang seluruhnya dalam waktu seketika itu. Sayyid Abdullah ibn Husain ibn Tohir berkata: ‫نيكرات‬ ۟ ‫ر‬‫مهآ‬ ‫اذإف‬ ‫جيردتالب‬ ‫مهذخأي‬ ‫قلخال‬ ‫ىلع‬ ‫ةقفشو‬ ‫قفرب‬ ‫نو‬ ‫كي‬ ‫نأ‬ ‫ركنم‬ ‫نع‬ ‫ىهن‬ ‫وأ‬ ‫فورعمب‬ ‫رمأ‬ ‫نمل‬ ۟ ‫ي‬‫يغبن‬ ‫ةقفشو‬ ‫قفرب‬ ‫مهفوخو‬ ‫مهرمأو‬ ‫هريغ‬ ‫ىإل‬ ‫لقتنا‬ ‫هب‬ ‫مهرمأ‬ ‫ام‬ ‫اولعف‬ ‫إفاذ‬ ْ۟ ‫مهال‬ ‫مث‬ ‫ب‬ ْ ‫مهال‬ ‫مهرمأيلف‬ ‫تابجاول‬ ‫نم‬ ْ۟‫ءايشل‬ ‫اوهتني‬ ‫ملو‬ ‫ةريثك‬ ‫تايهنم‬ ‫اوبكترا‬ ‫اذإ‬ ‫اذكو‬ ‫ةنهادمال‬ ‫تعقو‬ ‫لإو‬ ‫مهعنمو‬ ‫مهءاطعو‬ ‫مهمذو‬ ‫مهحدمل‬ ‫هنم‬ ‫رظنال‬ ‫مدع‬ ‫عم‬ ‫اذ‬ ‫كهو‬ ‫اهريغ‬ ‫يف‬ ‫ملكتي‬ ‫مث‬ ‫اوهتني‬ ‫ىتح‬ ‫اهضعب‬ ‫يف‬ ‫ملكتي‬ ‫مث‬ ‫اوهتني‬ ‫ىتح‬ ‫اهضعب‬ ‫يف‬ ‫مهملكيلف‬ ‫اهلك‬ ‫اهنع‬ ۟ ‫ب‬‫هيهن‬
  21. 21. “Bagi۟orang۟yang۟melakukan۟amar۟ma’ruf۟nahi۟mungkar۟harus۟bersikap۟lembut۟dan۟belas۟ kasih kepada manusia, ia harus bertindak pada mereka dengan bertahap. Ketika ia melihat mereka meninggalkan beberapa kewajiban, maka hendaknya ia memerintahkan pada mereka dengan perkara wajib yang paling penting kemudian perkara yang agak penting. Kemudian ketika mereka telah melaksanakan apa yang ia perintahkan, maka ia berpindah pada perkara wajib lainnya. Hendaknya ia memerintahkan pada mereka dan menakut-nakuti mereka dengan lembut dan belas kasih... begitu juga ketika mereka melakukan larangan-larangan agama yang banyak dan mereka tidak bisa meninggalkan semuanya, maka hendaknya ia berbicara kepada mereka di dalam sebagiannya saja hingga mereka۟menghentikannya۟kemudian۟baru۟berbicara۟sebagian۟yang۟lain,۟begitu۟seterusnya.”۟ (al-Habib Zain bin Sumith, al-Minhaj as-Sawi, Jeddah, Dar al-Minhaj, 2006 cetakan ketiga, halaman 316-317) Dari۟keterangan۟di۟atas۟dapat۟disimpulkan۟bahwa:۟Amar۟ma’ruf۟nahi۟munkar۟hukumnya۟ fardlu۟kifayah.۟Pada۟kemunkaran۟tingkat۟tertentu,۟hak۟amar۟ma’ruf۟hanya۟bisa۟dimiliki۟ pemerintah bukan perseorangan atau kelompok. Dilakukan semampunya tanpa memaksakan di atas kemampuan. Pelaksanaannya harus bertahap dari hal yang paling ringan kemudian hal yang agak berat, dan seterusnya. Tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar bagi diri maupun۟orang۟lain.۟Ketika۟kita۟lihat۟amar۟ma’ruf۟yang۟ada۟di۟Indonesia,۟mayoritas۟ persyaratan tidak bisa terpenuhi dengan baik. Karena terkadang pelaksanaan yang seharusnya menjadi tugas pemerintah, secara sewenang-wenang dilakukan oleh oknum individu maupun kelompok. Belum cukup sampai di situ, cara, sasaran maupun media yang digunakan tidak mencerminkan۟amar۟ma’ruf۟yang۟beretika۟Islam.۟Dengan۟realita۟seperti۟ini,۟amar۟ma’ruf۟tidak۟ akan menjadi kemashlahatan, namun justru menimbulkan dampak negatif yang lebih besar dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. C.CONTOH KASUS Saya mengambil contoh ketika ada seorang pria yang taat hidup di lingkungan yang penuh dengan kemungkaran ,disitu banyak sekali kemaksiatan yang terjadi. Judi, minum minuman, dan lain sebagainya , lalu bagaimana pemuda itu menyikapinya?. Dia berusaha dengan hatinya untuk tidak melakukan hal hal maksiat yang ada di lingkungannya,kemudian dia menolak dengan lisannya begitu di tawarkan atau pun di cemooh oleh orang orang yang bermaksiat tersebut ,dan ketika dipaksa untuk melakukan hal yang sama maka dia menolak dengan tegass bahwa dia tidak ingin melakukan dosa seperti itu , sehingga lama kelamaan pemuda itu meninggalkan wilayah itu di karenakan Sudah tidak tahan dengan keadaan demi menjaga keimanannya.
  22. 22. BAB 5 5.FITNAH AKHIR ZAMAN (DALIL-DALILNYA, PENJELASANNYA, TANDA-TANDANYA: BAIK YANG SUDAH NAMPAK ATAUPUN YANG BELUM NAMPAK), KEMUNCULAN DUKHON, DAJJAL, IMAM MAHDI, NABI ISA A.S, YAKJUJ-MAKJUJ, KIAMAT QUBRO) . Tanda-tanda kiamat dibahas di dalam banyak hadits. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai tanda-tanda pasti kiamat sebagaimana yang disebutkan Rasul SAW dalam haditsnya. Perbedaan ini terjadi karena banyak sekali periwayatan hadits terkait tanda-tanda kiamat. Dalam hadits sendiri, banyak sekali redaksi hadits yang menyebutkan berbagai macam tanda-tanda kiamat dengan hal yang berbeda-beda setiap redaksinya. ADVERTISEMENT Ibnul۟Atsir۟(606۟H)۟dalam۟Jāmiʽul۟Uṣūl۟fī۟Aḥādītsir۟Rasūl۟ menyebutkan sekitar 40-an hadits yang berkaitan dengan tanda-tanda kiamat. Namun tidak semua hadits yang berkaitan dengan kiamat tersebut berstatus sahih. Beberapa di۟antaranya۟ada۟yang۟berstatus۟sahih۟dan۟daif.۟(Lihat۟Majduddin۟Ibnul۟Atsīr,۟Jāmiʽul۟Uṣūl۟fī۟ Aḥādītsir۟Rasūl,۟[Tanpa۟keterangan۟tempat,۟Maktabah۟Dārul۟Bayān:۟1972], juz X, halaman 398-415). Di antara sekian banyak hadits yang berkaitan dengan tanda-tanda kiamat, hanya ada beberapa hadits yang dijadikan oleh ulama sebagai tanda kiamat seluruh alam yang pasti. Paling banyak hanya membahas tanda-tanda kiamat kecil, yang sebenarnya sudah mulai terjadi sejak diutusnya Rasul SAW, seperti wafatnya Rasul SAW, disia-siakannya amanat, penggembala menjadi kaya, banyak terjadi pembunuhan, dominasi fitnah, minim ilmu, dan berbagai macam yang lain. Namun tanda-tanda seperti ini tidak bisa dijadikan patokan pasti akan kedatangan kiamat setelahnya mengingat tanda-tanda ini sebenarnya sudah sering terjadi pada masa dahulu. Dan itu bisa jadi terulang masa sekarang dan juga masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu, tanda-tanda tersebut belum bisa dijadikan tanda pasti. Salah satu hadits sahih yang berkaitan dengan kiamat (as-sāʽah)۟yang۟pasti۟adalah۟hadits۟ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya dan juga diriwayatkan oleh beberapa perawi hadits serta diakui oleh para ulama adalah hadits berikut. ْ ‫َن‬‫ع‬ ْ َ‫ة‬َ‫ف‬‫ي‬َ‫ذ‬ُ‫ح‬ ْ ‫ن‬‫ب‬ ْ ‫يد‬‫س‬َ‫أ‬ ْ ‫ي‬‫ار‬َ‫ف‬‫غ‬‫ال‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َْ‫ع‬َ‫ل‬َّ‫ط‬‫ا‬ ْ ‫ي‬‫ب‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ُْ‫ن‬‫ح‬َ‫ن‬َ‫او‬َ‫ن‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُْ‫َر‬‫ك‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ت‬َ‫ن‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ َْ‫ون‬ُ‫َر‬‫ك‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ُْ‫ُر‬‫ك‬‫ذ‬َ‫ن‬ ْ َ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ َْ‫ق‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬َّ‫ن‬‫إ‬ ْ ‫ن‬َ‫ل‬ ْ َ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ت‬ َْ‫ن‬‫و‬َ‫َر‬‫ت‬‫َّى‬‫ت‬َ‫ح‬ ‫َا‬‫ه‬َ‫ل‬‫ب‬َ‫ق‬ َْ‫ر‬‫َش‬‫ع‬ ْ ‫َات‬‫ي‬‫آ‬ َْ‫َر‬‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ف‬ َْ‫ان‬َ‫خ‬‫الد‬ ْ َ‫ل‬‫َّا‬‫ج‬َّ‫د‬‫ال‬َ‫و‬ ْ َ‫َّة‬‫ب‬‫َّا‬‫د‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫ع‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ط‬َ‫و‬ ْ ‫س‬‫َّم‬‫ش‬‫ال‬ ‫َا‬‫ه‬‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ن‬‫م‬ ْ َ‫ل‬‫و‬ُ‫ُز‬‫ن‬َ‫و‬ ‫ى‬َ‫س‬‫ي‬‫ع‬ ْ ‫ن‬‫اب‬ ْ ‫ر‬َ‫م‬ ْ َ‫م‬َ‫ي‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ َْ‫ج‬‫ُو‬‫ج‬َ‫أ‬َ‫ي‬َ‫و‬ ْ َ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫َل‬َ‫ث‬َ‫َو‬‫ج‬‫ُو‬‫ج‬‫أ‬َ‫م‬َ‫و‬ ْ ‫وف‬ُ‫س‬ُ‫خ‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬ ْ ‫ق‬‫ر‬‫ش‬َ‫م‬‫ال‬‫ب‬ َْ‫خ‬َ‫و‬ ْ ‫ف‬‫س‬ ْ ‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ال‬‫ب‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬َ‫و‬ ْ ‫ة‬َ‫ير‬‫َز‬‫ج‬‫ب‬ ُْ‫ر‬‫آخ‬َ‫و‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ع‬‫ال‬ ْ َ‫ذ‬ َْ‫ك‬‫ل‬ ْ ‫ار‬َ‫ن‬ ُْ‫ج‬ُ‫ر‬‫َخ‬‫ت‬ ْ ‫ن‬‫م‬ ْ ‫ن‬َ‫م‬َ‫ي‬‫ال‬ ْ ُ‫د‬ُ‫ر‬‫َط‬‫ت‬ َْ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫إ‬ ْ ‫م‬‫ه‬‫َر‬‫ش‬‫ح‬َ‫م‬ Artinya,۟“Dari۟Hudzaifah۟bin۟Asid۟Al۟Ghifari۟berkata,۟Rasulullah۟SAW۟menghampiri۟kami۟ saat۟kami۟tengah۟membicarakan۟sesuatu.۟Ia۟bertanya,۟‘Apa۟yang۟kalian۟bicarakan?’۟Kami۟ menjawab,۟‘Kami۟membicarakan۟kiamat.’۟Ia۟bersabda,۟‘Kiamat۟tidaklah۟terjadi۟sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda۟sebelumnya.’۟Rasulullah۟menyebut۟kabut,۟Dajjal,۟binatang۟ (ad-dābbah),۟terbitnya۟matahari۟dari۟barat,۟turunnya۟Isa۟bin۟Maryam۟AS,۟Ya'juj۟dan۟Ma'juj,۟ tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah۟api۟muncul۟dari۟Yaman۟menggiring۟manusia۟menuju۟tempat۟perkumpulan۟mereka,”۟ (Lihat Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim An-Naisaburi, Al-Jāmi’us۟Ṣaḥīḥ, [Beirut,
  23. 23. Dārul۟Afaq۟Al-Jadidah: tanpa tahun], juz VIII, halaman 178). Tanda-tanda kiamat dalam hadits ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra (hari akhir). Ada sepuluh tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits ini. Namun yang disebutkan dalam hadits tersebut hanya ada delapan: Pertama, munculnya kabut (dukhan) Kedua, munculnya Dajjal Ketiga, munculnya Dabbah۟Keempat,۟terbitnya۟matahari۟dari۟barat.۟Kelima,۟keluarnya۟Ya’juj۟dan۟Ma’juj۟ Keenam, munculnya Isa bin Maryam; Ketujuh, adanya tiga gerhana, di timur; Kedelapan, gerhana di barat; Kesembilan, gerhana di jazirah Arab. Kesepuluh, adanya api yang muncul dari Yaman kemudian menggiring manusia menuju tempat berkumpul. Terkait urutan terjadinya tanda-tanda kiamat tersebut, para ulama pun berbeda pendapat. Ada ulama yang mengatakan bahwa pertama adalah terbitnya matahari di barat. Hal ini disebutkan dalam riwayat Imam Muslim yang lain dari Abdullah bin Amr, berbeda dengan riwayat Hudzaifah di atas. ‫عن‬ ‫عبد‬ ‫هللا‬ ‫بن‬ ‫عمرو‬ ‫قال‬ ‫حفظت‬ ‫من‬ ‫رسول‬ ‫هللا‬ ‫يقول‬ ‫أول‬ ‫اآليات‬ ‫خروجاطلوع‬ ‫الشمس‬ ‫من‬ ‫مغربها‬ Artinya, “Dari۟Abdullah۟bin۟Amr,۟saya hafal dari Rasulullah SAW yang bersabda bahwa tanda kiamat yang۟pertama۟kali۟muncul۟adalah۟terbitnya۟matahari۟dari۟barat,”۟(Lihat۟Muslim۟bin۟Hajjaj۟bin۟ Muslim An-Naisaburi, Al-Jāmi’us۟Ṣaḥīḥ,۟[Beirut,۟Dārul۟Afaq۟Al-Jadidah: tanpa tahun], juz VIII, halaman 202). Ada juga yang menyebutkan yang lain. Dalam riwayat Imam Al- Bukhari, yang terjadi pertama kali di antara tanda-tanda tersebut adalah api yang menggiring manusia. ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫و‬ ْ ‫س‬َ‫ن‬َ‫أ‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ْ ‫ي‬‫ب‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ْ ُ‫ل‬َّ‫و‬َ‫أ‬ ْ ‫اط‬َ‫ر‬‫ش‬َ‫أ‬ ْ ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ُْ‫ُر‬‫ش‬‫َح‬‫ت‬‫ار‬َ‫ن‬ َْ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ْ ‫ن‬‫م‬ ْ ‫ق‬‫ر‬‫ش‬َ‫م‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫إ‬ ْ ‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ال‬ Artinya,۟“Anas۟RA۟berkata,۟Rasulullah۟SAW۟bersabda,۟‘Tanda۟kiamat۟yang۟pertama۟ (muncul)۟adalah۟api۟yang۟menggiring۟manusia۟dari۟timur۟menuju۟barat,’”۟(Lihat۟Muhammad۟ bin Ismail Al-Bukhari, Ṣaḥīḥ Al-Bukhari,۟(Beirut,۟Dār۟Tuq۟An-Najah, 1422 H], juz XVIII, halaman۟20).۟Wallahu۟a’lam.۟ Nabi Muhammad SAW telah menceritakan bahwa sesungguhnya salah satu di antara tanda- tanda kiamat adalah terjadinya fitnah-fitnah besar yang menyebabkan bercampur aduknya antara yang hak atau kebenaran dengan yang batil atau kesalahan. Maka iman menjadi mudah bergoncang. Sehingga seorang yang di waktu pagi beriman, bisa menjadi kafir di waktu sore hari. Dan yang pada sore harinya beriman, pada pagi harinya menjadi kafir. Fitnah itu terus-menerus terjadi di tengah-tengah manusia sampai datangnya hari kiamat. Ibnu Katsir dalam bukunya "Dahsyatnya Hari Kiamat: Rujukan Lengkap Hari Kiamat dan Tanda-Tandanya berdasarkan Al-Qur’an۟dan۟As-Sunnah" dikutip pada Jumat (12/2/2021) menjelaskan sebagai berikut bawah ada beberapa fitnah yang akan terjadi di akhir zaman. 1.Kerusakan Merajalela sehingga Orang Hidup Iri kepada Orang Mati Al-Bukhari meriwayatkan dari al-A'raj, dari Abu Hurairah bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "'Kiamat tidak akan teriadi sampai seorang lelaki melewati kuburan seseorang lalu berkata: 'Aduhai, andaikan aku berada di tempatnya. (HR. Bukhari)102
  24. 24. 2. Kembalinya Paganism (Penyembahan Berhala) kepada Sebagian Kabilah Arab sebelum Kiamat Al-Bukhari berkata, "Abu al-Yaman mengabarkan kepada kami, Syu'aib menuturkan kepada kami dari az-Zuhri, Said bin Musayyab menceritakan kepadaku bahwa Abu Hurairah berkata: 'Aku pernah mendengar Rasulullah & bersabda: 'Kiamat tidak akan terjadi sampai pingsul oanita kabilah Daus berlengsak-lengsak di atas Dzi al-Khalashar. Dzi al-Khalashal adalah thighiyah (berhala) Daus yang mereka sembah pada masa jahiliyah." (HR. Bukhari). 3. Kekayaan Melimpah yang Memancar dari Tanah Arab Menimbulkan Perpecahan, Perselisihan, dan Pembunuhan Antarsesama Muslim meriwayatkan dari hadis Abdullah bin Harits bin Naufal bahwa Ubay bin Ka'ab berkata, "'Orang-orang senantiasa berselisih dalam mencari harta. Sesungguhnya, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:۟‘Hampir۟saja۟Sungai۟Eufrat۟memperlihatkan۟gunung۟emas.۟ Ketika۟manusia۟mendengarnya,۟mereka۟berlarian۟ke۟arahnya.’ 4. Munculnya Banyak Pendusta (Dajjal) Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi sampai dua kelompok besar manusia saling membunuh dan terjadi pertempuran besar. Klaim keduanya adalah satu hingga diutus Daijal (para pendusta) yang mencapai kira-kira tiga puluh. Semuanya mengaku bawhea dirinya utusan Allah sehingga ilmu dicabut, gempa merebak, waktu saling berdekatan, fithah merajalela, banyak pembunuhan sampai harta benda melimpah sehingga pemilik harta kebingungan mencari orang yang berhak menerima sedekah sampai-sampai ia menazar-narazarkannya. Ternyata orang yang dinazari tidak membutuhkannya hingga orang-orang berlomba- lomba dalam meninggikan bangunan. Sampai ketika seorang lelaki melewati makam seseorang lalu berkata: 'Aduhai, andaikan aku berada di tempatnya,' hingga matahari terbit dari barat. Jika matahari sudah terbit dan orang-orang melihatnya, mereka semua beriman. Hal ini terjadi ketika keimanan seseorang tidak berguna karena tidak beriman sebelumnya atau tidak mendapatkan keebaikan dari keimanannya. Kiamat akan terjadi saat dua orang menggelar kedua kainnya, tetapi keduanya tidak saling jual beli dan tidak menggulungnya. Kiamat akan terjadi ketika orang pergi membawa susu perahannya, tetapi ia tidak menikmatinya. Kiamat akan teriadi ketika seseorang menghiasi kolamnya, tetapi ia tidak mengisinya dengan air. Kiamat pasti akan terjadi ketika seseorang memasukkan makanan ke mulutnya, tetapi ia tidak memakammya." (HR. Bukhari). Seperti۟kata۟Gus۟Baha,۟”Ketika۟saya۟baca۟hadist۟di۟Bukhori۟dan۟Muslim,۟termasuk۟alamatnya۟ kiamat, banyak zina, dan ilmu itu hilang. Dunia akan mengalami kebodohan۟massal,”۟kata۟ Gus۟Baha۟atau۟KH۟Ahmad۟Bahauddin۟Nursalim۟dalam۟”Ngaji۟Gus۟Baha”۟di۟youtube۟channel.۟ Dijelaskan di akhir zaman, hukum kalah dengan etika. Paling mudah, contohnya hukum mengorder pelacur adalah haram. Namun etika di masyarakat mengatakan bahwa si pemberi order itu disebut orang baik jika dia mau membayar. Contoh lain, haram nonton konser yang mengumbar aurat. Namun, etika masyarakat menyatakan siapapun yang menonton konser yang mengumbar aurat itu adalah orang baik jika dia mau membayar tiket dan berlaku sopan selama pertunjukan. Ini yang kita takutkan. Hukum tak ada lagi karena kalah oleh etika yang berlaku di masyarakat meski etika itu salah. Yang paling kita takutkan adalah kebaikan dalam
  25. 25. keburukan. Orang berlaku buruk namun masyarakat mengatakan itu baik, sehingga orang itu tidak pernah instropeksi bahwa sebenarnya perilakunya itu buruk. Orang-orang di zaman dahulu berhasil menjaga iman dan ketaatannya kepada Allah ketika diuji dengan kemiskinan. Namun gagal mempertahankan keimanan ketika diuji dengan harta dan kekayaan seperti Tsa’labah۟dan۟Qarun.۟Berbeda۟dengan۟kita.۟Sekarang۟kebanyakan۟dengan۟ujian۟kemiskinan۟ saja gagal menjaga iman dan taat pada Allah. Apalagi diuji kekayaan dan kedudukan. Tentu akan membuat lebih gagal lagi dengan sifat-sifat kesombongan dan keangkuhan yang akan timbul karena merasa hebat dengan sedikit kelebihan yang Allah berikan. Tgk Umar Rafsanjani, ketua Umum Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Kota Banda Aceh sebagaimana dilansir serambinews.com, mengungkapkan, di akhir zaman, fitnah dan ujian yang akan dialami oleh umat Islam tidak lagi bersifat pribadi dan kelompok, tapi kolektif dan dirasakan oleh seluruh umat. Fitnah ini sangat dahsyat, antara lain ketika kebohongan diyakini oleh masyarakat banyak sebagai kebenaran dan kebenaran justru dinilai sebagai dusta atau hoax. Tgk Umar lalu mengutip hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi۟Wasallam۟bersabda۟yang۟artinya:۟“Akan۟datang۟kepada۟manusia۟tahun-tahun yang penuh dengan tipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur didustakan. Pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada۟saat۟itu۟Ruwaibidhah۟berbicara.۟Ada۟yang۟bertanya,۟‘Apa۟yang۟dimaksud۟ Ruwaibidhah?’.۟Rasulullah۟menjawab,۟“Orang۟fasik۟dan۟bodoh۟yang۟turut۟campur۟dan۟ berbicara dalam urusan orang banyak. Allah SWT berfirman dalam surat Al A'raf ayat 187 yang isinya tentang kiamat pasti akan terjadi di muka bumi. Waktu terjadinya pun hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Arab: َْ‫ك‬َ‫ن‬‫و‬ُ‫ل‬َٔ‫ـ‬‫َس‬‫ي‬ ْ ‫َن‬‫ع‬ ْ ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ َْ‫َّان‬‫ي‬َ‫ا‬ ْ ‫َا‬‫ه‬‫ى‬ٰ‫س‬‫ر‬ُ‫م‬ ْ ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫م‬‫ل‬‫ع‬ ْ َ‫د‬‫ن‬‫ع‬ ْ ‫ي‬‫ب‬َ‫ر‬ ‫َا‬‫ه‬‫ي‬‫َل‬‫ج‬ُ‫ي‬ َ ‫َل‬ ْ ‫َا‬‫ه‬‫ت‬‫ق‬َ‫و‬‫ل‬ َّْ ‫َل‬‫ا‬ َْ‫ُو‬‫ه‬ ْ ‫ت‬َ‫ل‬ُ‫ق‬َ‫ث‬ ‫ى‬‫ف‬ ْ ‫ت‬ ٰ ‫و‬ ٰ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ْ ‫ض‬‫ر‬َ‫اَل‬َ‫و‬ َْ ‫َل‬ ْ ‫َأ‬‫ت‬ ْ ‫ت‬ ْ ‫ُم‬‫ك‬‫ي‬ َّْ ‫َل‬‫ا‬ َْ‫ك‬َ‫ن‬‫و‬ُ‫ل‬َٔ‫ـ‬‫َس‬‫ي‬‫َة‬‫ت‬‫َغ‬‫ب‬ َْ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫ا‬َ‫ك‬ ْ ‫ي‬‫َف‬‫ح‬ ْ ‫َا‬‫ه‬‫َن‬‫ع‬ ْ ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫م‬‫ل‬‫ع‬ ْ َ‫د‬‫ن‬‫ع‬ ْٰ ‫ّللا‬ َّْ‫ن‬‫ك‬ٰ‫ل‬َ‫و‬ َْ‫ر‬َ‫ث‬‫ك‬َ‫ا‬ ْ ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ َْ‫ن‬‫و‬ُ‫م‬َ‫ل‬‫َع‬‫ي‬ َ ‫َل‬ Latin: yas`alụnaka 'anis-sā'ati۟ayyāna۟mursāhā,۟qul۟innamā۟'ilmuhā۟'inda۟rabbī,۟lā۟yujallīhā۟ liwaqtihā۟illā۟huw,۟ṡaqulat fis-samāwāti۟wal-arḍ,۟lā۟ta`tīkum۟illā۟bagtah,۟yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun 'an-hā,۟qul۟innamā۟'ilmuhā۟'indallāhi۟wa۟lākinna۟akṡaran-nāsi۟lā۟ya'lamụn Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." Ada dua kiamat menurut Islam yaitu kiamat sugra (kecil) dan kiamat kubro (besar). Tanda- tanda dari kiamat sugra salah satunya adalah ketika wafatnya Rasulullah SAW, disia-siakan amanat, banyak terjadi pembunuhan dan fitnah yang merajalela. Selain itu, kiamat kubro juga disebutkan dalam beberapa hadits. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim: ْ ‫َن‬‫ع‬ ْ َ‫ة‬َ‫ف‬‫ي‬َ‫ذ‬ُ‫ح‬ ْ ‫ن‬‫ب‬ ْ ‫يد‬‫س‬َ‫أ‬ ْ ‫ي‬‫ار‬َ‫ف‬‫غ‬‫ال‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َْ‫ع‬َ‫ل‬َّ‫ط‬‫ا‬ ْ ‫ي‬‫ب‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ْ ‫ح‬َ‫ن‬َ‫او‬َ‫ن‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُْ‫ن‬ ُْ‫َر‬‫ك‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ت‬َ‫ن‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ َْ‫ون‬ُ‫َر‬‫ك‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ُْ‫ُر‬‫ك‬‫ذ‬َ‫ن‬ ْ َ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ َْ‫ق‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬َّ‫ن‬‫إ‬ ْ ‫ن‬َ‫ل‬ ْ َ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ت‬ َْ‫ن‬‫و‬َ‫َر‬‫ت‬‫َّى‬‫ت‬َ‫ح‬ ‫َا‬‫ه‬َ‫ل‬‫ب‬َ‫ق‬ َْ‫ر‬‫َش‬‫ع‬ ْ ‫َات‬‫ي‬‫آ‬ َْ‫َر‬‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ف‬ َْ‫ان‬َ‫خ‬‫الد‬ ْ َ‫ل‬‫َّا‬‫ج‬َّ‫د‬‫ال‬َ‫و‬ ْ َ‫َّة‬‫ب‬‫َّا‬‫د‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫ع‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ط‬َ‫و‬ ْ ‫س‬‫َّم‬‫ش‬‫ال‬ ‫َا‬‫ه‬‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ن‬‫م‬ ْ َ‫ل‬‫و‬ُ‫ُز‬‫ن‬َ‫و‬ ‫ى‬َ‫س‬‫ي‬‫ع‬ ْ ‫ن‬‫اب‬ ْ ‫ر‬َ‫م‬ ْ َ‫م‬َ‫ي‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ َْ‫ج‬‫ُو‬‫ج‬َ‫أ‬َ‫ي‬َ‫و‬ ْ َ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫َل‬َ‫ث‬َ‫َو‬‫ج‬‫ُو‬‫ج‬‫أ‬َ‫م‬َ‫و‬ ْ ‫وف‬ُ‫س‬ُ‫خ‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬ ْ ‫ق‬‫ر‬‫ش‬َ‫م‬‫ال‬‫ب‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬َ‫و‬ ْ ‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ال‬‫ب‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬َ‫و‬ ْ ‫ة‬َ‫ير‬‫َز‬‫ج‬‫ب‬ ُْ‫ر‬‫آخ‬َ‫و‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ع‬‫ال‬ ْ َ‫ذ‬ َْ‫ك‬‫ل‬ ْ ‫ار‬َ‫ن‬ ُْ‫ج‬ُ‫ر‬‫َخ‬‫ت‬ ْ ‫ن‬‫م‬ ْ ‫ن‬َ‫م‬َ‫ي‬‫ال‬ ْ ُ‫د‬ُ‫ر‬‫َط‬‫ت‬ َْ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫إ‬ ْ ‫م‬‫ه‬‫َر‬‫ش‬‫ح‬َ‫م‬
  26. 26. Artinya, "Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, 'Apa yang kalian bicarakan?' Kami menjawab, 'Kami membicarakan kiamat.' Ia bersabda, 'Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.' Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad- dābbah),۟terbitnya۟matahari۟dari۟barat,۟turunnya۟Isa۟bin۟Maryam۟AS,۟Ya'juj۟dan۟Ma'juj,۟tiga۟ gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka," Tanda-tanda kiamat sugro dan kubroyang dikutip dalam buku 'Tanda-tanda Kiamat' oleh Mahmud Rajab Hamady: 1. Munculnya Imam Mahdi 2. Dajjal 3. Nabi Isa AS memimpin dunia 4. Ya'juj dan Ma'juj 5. Matahari terbit dari arah barat 6. Kemunculan daabah (binatang melata) 7. Kabut dan angin yang berhembus 8. Munculnya api 9. Terjadinya gempa 10. Kehancuran Kakbah Tentang tanda-tanda kiamat sugro dan kubro diriwayatkan dalam Hadist Muslim, berkata Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah." Mengenai kepastian datangnya hari kiamat kubraatau kiamat besar hanya Allah SWT yang tahu. Wallahu a'lam bish-shawab. Allah SWT berfirman dalam surat Al A'raf ayat 187 yang isinya tentang kiamat pasti akan terjadi di muka bumi. Waktu terjadinya pun hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Arab: َْ‫ك‬َ‫ن‬‫و‬ُ‫ل‬َٔ‫ـ‬‫َس‬‫ي‬ ْ ‫َن‬‫ع‬ ْ ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ َْ‫َّان‬‫ي‬َ‫ا‬ ْ ‫َا‬‫ه‬‫ى‬ٰ‫س‬‫ر‬ُ‫م‬ ْ ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬‫ا‬ ُْ‫م‬‫ل‬‫ع‬ ‫َا‬‫ه‬ ْ َ‫د‬‫ن‬‫ع‬ ْ ‫ي‬‫ب‬َ‫ر‬ ‫َا‬‫ه‬‫ي‬‫َل‬‫ج‬ُ‫ي‬ َ ‫َل‬ ْ ‫َا‬‫ه‬‫ت‬‫ق‬َ‫و‬‫ل‬ َّْ ‫َل‬‫ا‬ َْ‫ُو‬‫ه‬ ْ ‫ت‬َ‫ل‬ُ‫ق‬َ‫ث‬ ‫ى‬‫ف‬ ْ ‫ت‬ ٰ ‫و‬ ٰ‫م‬َّ‫س‬‫ال‬ ْ ‫ض‬‫ر‬َ‫اَل‬َ‫و‬ َْ ‫َل‬ ْ ‫َأ‬‫ت‬ ْ ‫ُم‬‫ك‬‫ي‬‫ت‬ َّْ ‫َل‬‫ا‬ َْ‫ك‬َ‫ن‬‫و‬ُ‫ل‬َٔ‫ـ‬‫َس‬‫ي‬‫َة‬‫ت‬‫َغ‬‫ب‬ َْ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫ا‬َ‫ك‬ ْ ‫ي‬‫َف‬‫ح‬ ْ ‫َا‬‫ه‬‫َن‬‫ع‬ ْ ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫م‬‫ل‬‫ع‬ ْ َ‫د‬‫ن‬‫ع‬ ْٰ ‫ّللا‬ َّْ‫ن‬‫ك‬ٰ‫ل‬َ‫و‬ َْ‫ر‬َ‫ث‬‫ك‬َ‫ا‬ ْ ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ َْ‫ن‬‫و‬ُ‫م‬َ‫ل‬‫َع‬‫ي‬ َ ‫َل‬ Latin: yas`alụnaka 'anis-sā'ati۟ayyāna۟mursāhā,۟qul۟innamā۟'ilmuhā۟'inda۟rabbī,۟lā۟yujallīhā۟ liwaqtihā۟illā۟huw,۟ṡaqulat fis-samāwāti۟wal-arḍ,۟lā۟ta`tīkum۟illā۟bagtah,۟yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun 'an-hā,۟qul۟innamā۟'ilmuhā۟'indallāhi۟wa۟lākinna۟akṡaran-nāsi۟lā۟ya'lamụn Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
  27. 27. Ada dua kiamat menurut Islam yaitu kiamat sugra (kecil) dan kiamat kubro (besar). Tanda-tanda dari kiamat sugra salah satunya adalah ketika wafatnya Rasulullah SAW, disia-siakan amanat, banyak terjadi pembunuhan dan fitnah yang merajalela. Selain itu, kiamat kubro juga disebutkan dalam beberapa hadits. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim: ْ ‫َن‬‫ع‬ ْ َ‫ذ‬ُ‫ح‬ ْ َ‫ة‬َ‫ف‬‫ي‬ ْ ‫ن‬‫ب‬ ْ ‫يد‬‫س‬َ‫أ‬ ْ ‫ي‬‫ار‬َ‫ف‬‫غ‬‫ال‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َْ‫ع‬َ‫ل‬َّ‫ط‬‫ا‬ ْ ‫ي‬‫ب‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ُْ‫ن‬‫ح‬َ‫ن‬َ‫او‬َ‫ن‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُْ‫َر‬‫ك‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ت‬َ‫ن‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ َْ‫ون‬ُ‫َر‬‫ك‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ُْ‫ُر‬‫ك‬‫ذ‬َ‫ن‬ ْ َ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ َْ‫ق‬ ْ َ‫ل‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬َّ‫ن‬‫إ‬ ْ ‫ن‬َ‫ل‬ ْ َ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ت‬ َْ‫ن‬‫و‬َ‫َر‬‫ت‬‫َّى‬‫ت‬َ‫ح‬ ‫َا‬‫ه‬َ‫ل‬‫ب‬َ‫ق‬ َْ‫ر‬‫َش‬‫ع‬ ْ ‫َات‬‫ي‬‫آ‬ َْ‫َر‬‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ف‬ َْ‫ان‬َ‫خ‬‫الد‬ ْ َ‫ل‬‫َّا‬‫ج‬َّ‫د‬‫ال‬َ‫و‬ ْ َ‫َّة‬‫ب‬‫َّا‬‫د‬‫ال‬َ‫و‬ َ‫ع‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ط‬َ‫و‬ ْ ‫س‬‫َّم‬‫ش‬‫ال‬ ‫َا‬‫ه‬‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ن‬‫م‬ ْ َ‫ل‬‫و‬ُ‫ُز‬‫ن‬َ‫و‬ ‫ى‬َ‫س‬‫ي‬‫ع‬ ْ ‫ن‬‫اب‬ ْ ‫ر‬َ‫م‬ ْ َ‫م‬َ‫ي‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ْ ُ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ َْ‫ج‬‫ُو‬‫ج‬َ‫أ‬َ‫ي‬َ‫و‬ ْ َ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫َل‬َ‫ث‬َ‫َو‬‫ج‬‫ُو‬‫ج‬‫أ‬َ‫م‬َ‫و‬ ْ ‫وف‬ُ‫س‬ُ‫خ‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬ ْ ‫ق‬‫ر‬‫ش‬َ‫م‬‫ال‬‫ب‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬َ‫و‬ ْ ‫ب‬‫ر‬‫غ‬َ‫م‬‫ال‬‫ب‬ ْ ‫ف‬‫س‬َ‫خ‬َ‫و‬ ْ ‫ة‬َ‫ير‬‫َز‬‫ج‬‫ب‬ ُْ‫ر‬‫آخ‬َ‫و‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ع‬‫ال‬ ْ َ‫ذ‬ َْ‫ك‬‫ل‬ ْ ‫ار‬َ‫ن‬ ُْ‫ج‬ُ‫ر‬‫َخ‬‫ت‬ ْ ‫ن‬‫م‬ ْ ‫ن‬َ‫م‬َ‫ي‬‫ال‬ ْ ُ‫د‬ُ‫ر‬‫َط‬‫ت‬ َْ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬‫إ‬ ْ ‫م‬‫ه‬‫َر‬‫ش‬‫ح‬َ‫م‬ Artinya, "Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, 'Apa yang kalian bicarakan?' Kami menjawab, 'Kami membicarakan kiamat.' Ia bersabda, 'Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.' Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad- dābbah),۟terbitnya۟matahari۟dari۟barat,۟turunnya۟Isa۟bin Maryam AS, Ya'juj dan Ma'juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka," Tanda-tanda kiamat sugro dan kubroyang dikutip dalam buku 'Tanda-tanda Kiamat' oleh Mahmud Rajab Hamady: 1. Munculnya Imam Mahdi 2. Dajjal 3. Nabi Isa AS memimpin dunia 4. Ya'juj dan Ma'juj 5. Matahari terbit dari arah barat 6. Kemunculan daabah (binatang melata) 7. Kabut dan angin yang berhembus 8. Munculnya api 9. Terjadinya gempa 10. Kehancuran Kakbah Tentang tanda-tanda kiamat sugro dan kubro diriwayatkan dalam Hadist Muslim, berkata Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah." Mengenai kepastian datangnya hari kiamat kubraatau kiamat besar hanya Allah SWT yang tahu. Wallahu a'lam bish-shawab.
  28. 28. DAFTAR PUSTAKA https://brainly.co.id/tugas/22426442 http://widiastianavw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/72196/Pertemuan+8+- +Pancasila+Sebagai+Sistem+Etika+Part+II.pdf https://www.tribunnews.com/nasional/2020/06/01/aktualisasi-nilai-nilai-pancasila-makin- relevan-di-tengah-pandemi-covid-19 https://www.republika.co.id/berita/q0a6df320/ternyata-kehadiran-muhammad-saw-disebut- taurat-dan-injil https://republika.co.id/berita/q05dh9320/peristiwa-besar-yang-terjadi-jelang-kelahiran- muhammad-saw https://www.popbela.com/career/inspiration/romi-subhan/pengertian-istidraj

×