Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

Perilaku Organisasi

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Chargement dans…3
×

Consultez-les par la suite

1 sur 11 Publicité

Perilaku Organisasi

Télécharger pour lire hors ligne

Perilaku kelompok sangatlah mempengaruhi suatu organisasi, meskipun bentuk kelompoknya berada di luar organisasi tersebut. Banyak sekali manfaat kelompok bagi organisasi sehingga organisasi tersebut dapat berkembang secara signifikan. Tanpa adanya perilaku kelompok yang baik maka organisasi nya juga tidak dapat berkembang sehingga tujuan yang telah disepakati tidak akan tercapai. Oleh karena itu amatlah penting perilaku kelompok terhadap kehidupan organisasi karena kelompok mempunyai banyak manfaat bagi organisasi misalnya menjadi wadah bagi anggota organisasi untuk menyampaikan inovasi, kreatifitas dan saran dalam mengambil suatu keputusan sehingga dapat mencapai tujuan yang telah disepakati.

Perilaku kelompok sangatlah mempengaruhi suatu organisasi, meskipun bentuk kelompoknya berada di luar organisasi tersebut. Banyak sekali manfaat kelompok bagi organisasi sehingga organisasi tersebut dapat berkembang secara signifikan. Tanpa adanya perilaku kelompok yang baik maka organisasi nya juga tidak dapat berkembang sehingga tujuan yang telah disepakati tidak akan tercapai. Oleh karena itu amatlah penting perilaku kelompok terhadap kehidupan organisasi karena kelompok mempunyai banyak manfaat bagi organisasi misalnya menjadi wadah bagi anggota organisasi untuk menyampaikan inovasi, kreatifitas dan saran dalam mengambil suatu keputusan sehingga dapat mencapai tujuan yang telah disepakati.

Publicité
Publicité

Plus De Contenu Connexe

Diaporamas pour vous (20)

Similaire à Perilaku Organisasi (20)

Publicité

Plus par Muhammad Fajar (20)

Plus récents (20)

Publicité

Perilaku Organisasi

  1. 1. KELOMPOK 5 DIMAS PEBRIAN(381862003) IHSAN ARIPUDIN (381861018) MUHAMMAD FAJAR (381862006) PENGARUH PERILAKU KELOMPOK TERHADAP KEHIDUPAN ORGANISASI
  2. 2. PENGERTIAN PERILAKU, KELOMPOK, ORGANISASI DAN PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI 1. PERILAKU Secara etimologi, perilaku dalam bahasa inggris berarti “behavior”. Sedangkan secara terminologi, Perilaku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya “tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan.” Menurut Toha, perilaku merupakan suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Suatu perilaku dapat di observasi ketika perilaku itu dapat dilihat dan terukur serta dapat dihitung dalam kaitan dengan frekuensi dan jangka waktu. Jadi, perilaku adalah aktivitas individu atau manusia sebagai reaksi terhadap lingkungan yang dapat diamati. 2. KELOMPOK Secara etimologi, kelompok dalam bahasa inggris diartikan dengan “group”. Sedangkan secara terminologi, banyak pendapat yang mendefinisikan mengenai kelompok. Menurut Robbins dan Coulter, kelompok adalah, “dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung yang bekerja sama untuk meraih tujuan tertentu”
  3. 3. 3. ORGANISASI Secara etimologi, organisasi dalam bahasa inggris diartikan dengan “organization”. Sedangkan secara terminologi, banyak pendapat yang mendefinisikan mengenai organisasi. Salah satunya menurut Alo Liliweri, organisasi adalah “bentuk kerja sama yang sistemik antara sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bersama”. Sedangkang Menurut Greenberg dan Baron yang dikutip oleh Wibowo, organisasi adalah, “sistem sosial yang terstruktur terdiri dari kelompok dan individu bekerja bersama untuk mencapai beberapa sasaran yang disepakati”. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu bentuk kerjasama antara individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati. 4. PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI Perilaku kelompok adalah aktivitas yang dapat diamati dari dua atau lebih manusia atau individu yang berinteraksi dan berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu. Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang menginvestigasi dampak perilaku dari individu, kelompok, dan struktur dalam organisasi, dengan maksud menerapkan pengetahuan untuk memperbaiki efektivitas organisasi. Jadi, perilaku kelompok dalam organisasi adalah aktifitas yang dilakukan dua atau lebih individu yang berkumpul dan berinteraksi sebagai anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tertentu yang telah disepakati.
  4. 4. BAGAIMANA TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK? APA SAJA CIRI-CIRI BERKELOMPOK? APAALASAN SESEORANG INGIN BERGABUNG DALAM SUATU KELOMPOK? APA SAJA BENTUK KELOMPOK? FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI PRESTASI KELOMPOK? BAGAIMANA PENGARUH PRILAKU KELOMPOK TERHADAP KEHIDUPAN ORGANISASI?
  5. 5. TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK Teori pembentukan kelompok menurut George Homans, dimana teorinya berdasarkan pada aktivitas-aktivitas, interaksi-interaksi, dan sentimen-sentimen (perasaan atau emosi). Tiga elemen ini berhubungan secara langsung, dan dapat dijelaskan sebagai berikut:  Semakin banyak aktivitas-aktivitas seseorang dilakukan dengan orang lain (shared), semakin beraneka interaksi- interaksinya, dan juga semakin kuat tumbuhnya sentimen-sentimen mereka.  Semakin banyak interaksi-interaksi diantara orang-orang, maka semakin banyak kemungkinan aktivitas-aktivitas dan sentimen yang ditularkan (shared) pada orang lain.  Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain, dan semakin banyak sentimen seseorang dipahami oleh orang lain, maka semakin banyak ditularkannya aktivitas dan interaksi-interaksi. Salah satu teori yang agak menyeluruh (comprehensive) penjelasannya tentang pembentukan kelompok ialah teori keseimbangan (a balance theory of group formation), yang dikembangkan oleh Theodore Newcomb. Teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik pada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain. Individu A Individu B X Nilai-nilai dan sikap yang sama : Agama Politik Gaya Hidup Perkawinan Pekerjaan Otoritas
  6. 6. CIRI-CIRI BERKELOMPOK  Terdapat dorongan (motif) yang sama pada individu-individu yang menyebabkan terjadinya interaksi di antaranya ke arah tujuan yang sama.  Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu-individu yang satu dari yang lain berdasarkan reaksi-reaksi dan kecakapan-kecakapan-kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya.  Pembentukan dan penegasan strukutr (organisasi) kelompok yang jelas dan terdiri atas peranan-peranan dan kedudukan hierarkis yang lambat laun berkembang dengan sendirinya dalam usaha pencapaian tujuan.  Terjadinya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok Duncam dalam Sofyandi (2007:126), mengemukakan ada empat ciri utama kelompok, yaitu:  Common motive leading to group interaction.Anggota suatu kelompok paling tidak harus mempunyai satu tujuan bersama.  Members who are affected differently by their interaction.Hubungan dalam suatu kelompok harus memberikan pengaruh kepada setiap anggotanya. Tingkat pengaruh tersebut diantara mereka dapat berbeda.  Group structure with different degress of status.Dalam kelompok selalu ada perbedaan tingkat/status, karena akan selalu ada pimpinan dan pengikut.  Standard norms and values.Karena kelompok terbentuk untuk mencapai tujuan bersama, maka biasanya pembentukannya disertai tingkah laku dan system nilai bersama. Anggota kelompok diharapkan mengikuti pola tersebut.
  7. 7. ALASAN SESEORANG INGIN BERGABUNG DALAM SUATU KELOMPOK Menurut (Gibson dkk, 1989, 205-207, Marvin E.Shaw, 1981, 81-97)  Pemuasan Kebutuhan  KeamananSosial  Penghargaan  Kedekatan dan Daya Tarik  Tujuan Kelompok  Alasan Ekonomi Menurut Muhyadi, ada 5 alasan pembentukan kelompok yaitu:  Kebututuhan Interaksi Sosial  Kebutuhan akan Keamanan  Kebutuhan akan Status  Kedekatan Tempat Kerja  Tujuan Bersama  Sejumlah alasan mengapa orang mau bergabung dalam kelompok, diantaranya:  Rasa aman  Status dan harga diri  Interaksi dan afiliasi  Kekuatan  Pencapaian tujuan  Kekuasaan
  8. 8. BENTUK-BENTUK KELOMPOK Berdasarkan alasan terbentuknya, kelompok dapat dibagi menjadi dua yaitu : 1. Kelompok Formal  Kelompok Komando  Kelompok Tugas 2. Kelompok Informal  Kelompok Minat  Kelompok Persahabatan Sedangkan David dan Frank membagi kelompok menjadi empat jenis berdasarkan prestasinya, antara lain sebagai berikut: 1. Kelompok Pseudo 2. Kelompok Tradisional 3. Kelompok Efektif 4. Kelompok Prestasi tinggi Sedangkan dilihat dari interaksinya, kelompok dibedakan menjadi dua jenis, antara lain sebagai berikut: 1. Kelompok Primer 2. Kelompok Sekunder 3. Kelompok Terbuka 4. Kelompok Tertutup
  9. 9. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI KELOMPOK Menurut Gito Sudarmo (2000:66), prestasi kelompok dapat dipengaruhi oleh dua hal yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor Eksternal :  Segi organisasi  Struktur wewenang  Peraturan  Sumber-Sumber Organisasi  Proses Seleksi  Penilaian Prestasi dan Sistem Imbalan  Budaya Organisasi  Lingkungan Fisik Faktor Internal :  Kemampuan  Karakteristik Kepribadian
  10. 10. PENGARUH PRILAKU KELOMPOK TERHADAP KEHIDUPAN ORGANISASI Dalam sebuah organisasi pasti banyak faktor yang mempengaruhi kehidupannya organisasi tersebut, salah satunya adalah kelompok.Banyak manfaat yang dapat dipetik dari adanya kelompok baik di dalam maupun di luar satuan organisasi, antara lain :  Kelompok merupakan alat perjuangan bagi anggotanya.  Kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas.  Kelompok lebih baik daripada perorangan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut orang banyak.  Anggota kelompok dapat memperoleh keuntungan dari pelaksanaan pengambilan keputusan.  Kelompok dapat mengendalikan dan mendisiplinkan anggotanya dibanding dengan mereka yang tidak masuk dalam kelompok.  Kelompok membantu menangkis pengaruh – pengaruh negative dari meningkatnya organisasi yang semakin besar.  Kelompok adalah fenomena alami di dalam organisasi. Perkembangannya yang spontan tidak dapat dihalangi, dan dibutuhkan oleh para anggota sebagai alat untuk mencapai tujuan.
  11. 11. KESIMPULAN Perilaku kelompok sangatlah mempengaruhi suatu organisasi, meskipun bentuk kelompoknya berada di luar organisaasi tersebut. Banyak sekali manfaat kelompok bagi organisasi sehingga organisasi tersebut dapat berkembang secara signifikan. Tanpa adanya perilaku kelompok yang baik maka organisasi nya juga tidak dapat berkembang sehingga tujuan yang telah disepakati tidak akan tercapai. Oleh karena itu amatlah penting perilaku kelompok terhadap kehidupan organisasi karena kelompok mempunyai banyak manfaat bagi organisasi misalnya menjadi wadah bagi anggota organisasi untuk menyampaikan inovasi,kreatifitas dan saran dalam mengambil suatu keputusan sehingga dapat mencapai tujuan yang telah disepakati.

×