Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
Kiat SuksesPenerapan/Tathbiq   Syari’at Islam
Pendahuluan• Kewajiban Asasi Manusia adalah ibadah kepada  Allah SWT. Dalam Al Quran Surat Adz-Dzariyat  ayat 56, Allah SW...
Hukum syariat pun diklasifikasikan         menjadi empat, yaitu• Pertama, Ahkamul Fardi yaitu Hukum Syariat Perorangan, se...
Strategi Penerapan Syari’ah              (Tathbiq Syari’ah)1. Menggairahkan Ijtihad• Untuk mengawal hukum Islam tetap dina...
2. Totalitas dalam Islam• Al-Islam adalah ad-Dien (sistem kehidupan) yang  diturunkan Allah kepada ummat manusia melalui R...
3. Merubah Tradisionalisme• Islam tradisionalis merupakan model pemikiran yang  berusaha berpegang pada tradisi-tradisi ya...
Penerapan syariat islam
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Penerapan syariat islam

7 410 vues

Publié le

  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2Qu6Caa ❤❤❤
       Répondre 
    Voulez-vous vraiment ?  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici
  • Dating direct: ❤❤❤ http://bit.ly/2Qu6Caa ❤❤❤
       Répondre 
    Voulez-vous vraiment ?  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici
  • Soyez le premier à aimer ceci

Penerapan syariat islam

  1. 1. Kiat SuksesPenerapan/Tathbiq Syari’at Islam
  2. 2. Pendahuluan• Kewajiban Asasi Manusia adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56, Allah SWT menegaskan bahwasanya tidaklah manusia diciptakan melainkan hanya untuk ibadah kepada Allah SWT.• Syariat Islam yang sudah bisa ditegakkan, dengan atau tanpa perundang-undangan negara, maka wajib untuk segera kita laksanakan. Sedangkan mana-mana bagian Syariat Islam yang belum bisa dilaksanakan kecuali dengan melibatkan aturan negara, maka kita harus terus memperjuangkan formalisasinya dalam bentuk perundang- undangan.
  3. 3. Hukum syariat pun diklasifikasikan menjadi empat, yaitu• Pertama, Ahkamul Fardi yaitu Hukum Syariat Perorangan, seperti pengucapan dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa, haji, dsb. Kedua, Ahkamul Usroh yaitu Hukum Syariat Rumah Tangga, seperti pernikahan, perceraian, hak dan kewajiban suami isteri, hak dan kewajiban orangtua dan anak, masalah nafkah, wasiat dan waris, dsb. Ketiga, Ahkamul Mujtama yaitu Hukum Syariat Sosial Ekonomi Kemasyarakatan, seperti pendidikan, ekonomi, asuransi, perbankan, tradisi, budaya, adat istiadat, dan masalah muamalat lainnya. Keempat, Ahkamud Daulah yaitu Hukum Syariat Tata Negara, seperti syarat Kepala Negara, tata cara penetapan Kepala Negara, Hak dan Kewajiban Kepala Negara dan Rakyat, pertahanan dan keamanan, dsb. Termasuk katagori ini semua Hukum Syariat yang tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan kekuatan negara, seperti Qishash, Hudud, Hubungan Internasional dan Hukum Perang.
  4. 4. Strategi Penerapan Syari’ah (Tathbiq Syari’ah)1. Menggairahkan Ijtihad• Untuk mengawal hukum Islam tetap dinamis, responsif dan punya adaptabilitas yang tinggi terhadap tuntutan perubahan, adalah dengan cara menghidupkan dan menggairahkan kembali semangat berijtihad di kalangan umat Islam.• Pada posisi ini ijtihad merupakan inner dynamic bagi lahirnya perubahan untuk mengawal cita-cita universalitas Islam sebagai sistem ajaran yang shalihun li kulli zaman wal makan.• Umat Islam menyadari sepenuhnya bahwa sumber- sumber hukum normatif–tekstual sangatlah terbatas jumlahnya, sementara kasus-kasus baru di bidang hukum tidak terbatas jumlahnya.
  5. 5. 2. Totalitas dalam Islam• Al-Islam adalah ad-Dien (sistem kehidupan) yang diturunkan Allah kepada ummat manusia melalui Rasul-Nya agar manusia selamat dan bahagia di dunia dan akhirat.• Sebagai sistem nilai dalam kehidupan, Islam harus dilaksanakan secara kaffah (menyeluruh) sebagaimana firman Allah dalam al-Quran: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Qs.al-Baqarah:208)• Tidak dibenarkan melaksanakan Islam secara parsial. Sebagian dilaksanakan sebagian ditinggalkan. Ritualnya berdasarkan Islam tapi muamalahnya menggunakan sistem non-Islam.
  6. 6. 3. Merubah Tradisionalisme• Islam tradisionalis merupakan model pemikiran yang berusaha berpegang pada tradisi-tradisi yang telah mapan. Bagi mereka, segala persoalan umat telah diselesaikan secara tuntas oleh para ulama terdahulu. Tugas kita sekarang hanyalah menyatakan kembali atau merujukkan dengannya.• Tradisionalisme adalah ajaran yang mementingkan tradisi yang diterima dari generasi-generasi sebelumnya sebagai pegangan hidup. Tradisi dapat berasal dari praktek hidup yang sudah berjalan lama, ini disebut tradisi kultural. Dapat pula berasal dari keyakinan keagamaan yang berpangkal pada wahyu, ini disebut tradisi keagamaan.

×