Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Kerajaan Banten

29 799 vues

Publié le

Kerajaan Banten

Publié dans : Médias sociaux
  • Soyez le premier à commenter

Kerajaan Banten

  1. 1. Kerajaan Banten 1. Letak Kerajaan Banten 2. Kehidupan Politik Kerajaan Banten 3. Puncak Kejayaan 4. Sistem Ekonomi 5. Sistem Sosial 6. Kehidupan Budaya Kesultanan Banten 7. Faktor kemajuan 8. Faktor kemunduran 9. Peninggalan kerajaan Banten
  2. 2. 1. Letak Kerajaan Banten Secara geografis, Kerajaan Banten terletak di propinsi Banten. Wilayah kekuasaan Banten meliputi bagian barat Pulau Jawa, seluruh wilayah Lampung, dan sebagian wilayah selatan Jawa Barat. Situs peninggalan Kerajaan Banten tersebar di beberapa kota seperti Tangerang, Serang, Cilegon, dan Pandeglang. Pada mulanya, wilayah Kesultanan Banten termasuk dalam kekuasaan Kerajaan Sunda. Dengan posisi yang strategis ini Kerajaan Banten berkembang menjadi kerajaan besar di Pulau Jawa dan bahkan menjadi saingan berat bagi VOC di Batavia.
  3. 3. 1. Letak Kerajaan Banten
  4. 4. 2. Kehidupan Politik Kerajaan Banten Banten merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Namun pada tahun 1524 wilayah Banten berhasil dikuasai oleh Kerajaan Demak di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah. Pada waktu Demak terjadi perebutan kekuasaan, Banten melepaskan diri dan tumbuh menjadi kerajaan besar. Setelah itu, kekuasaan Banten diserahkan kepada Sultan Hasanudin, putra Syarif Hidayatullah. Sultan Hasanudin dianggap sebagai peletak dasar Kerajaan Banten. Banten semakin maju di bawah pemerintahan Sultan Hasanudin karena didukung oleh faktor-faktor berikut ini: 1. Letak Banten yang strategis terutama setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis, Banten menjadi bandar utama karena dilalui jalur perdagangan laut. 2. Banten menghasilkan rempah-rempah lada yang menjadi perdagangan utama bangsa Eropa menuju Asia. 3. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.
  5. 5. 2. Kehidupan Politik Kerajaan Banten Hal-hal yang dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa terhadap kemajuan Kerajaan Banten adalah sebagai berikut: 1. Memajukan wilayah perdagangan yang berkembang sampai ke bagian selatan Pulau Sumatera dan sebagian wilayah Pulau Kalimantan. 2. Banten dijadikan sebagai tempat perdagangan. 3. Memajukan pendidikan dan kebudayaan Islam sehingga banyak murid yang belajar agama Islam ke Banten. 4. Melakukan modernisasi bangunan keraton dengan bantuan arsitektur Lucas Cardeel. 5. Membangun armada laut untuk melindungi perdagangan. 6. Sultan Ageng Tirtayasa merupakan salah satu raja yang gigih menentang pendudukan VOC di Indonesia. Kekuatan politik dan angkatan perang Banten maju pesat di bawah kepemimpinannya. Namun akhirnya VOC menjalankan politik adu domba antara Sultan Ageng dan putranya, Sultan Haji. Berkat politik adu domba tersebut Sultan Ageng Tirtayasa kemudian berhasil ditangkap dan dipenjarakan di Batavia hingga wafat pada tahun 1629 Masehi.
  6. 6. 3. Puncak Kejayaan Kesultanan Banten merupakan kerajaan maritim dan mengandalkan perdagangan dalam menopang perekonomiannya. Monopoli atas perdagangan lada di Lampung, menempatkan penguasa Banten sekaligus sebagai pedagang perantara dan Kesultanan Banten berkembang pesat, menjadi salah satu pusat niaga yang penting pada masa itu. Perdagangan laut berkembang ke seluruh Nusantara, Banten menjadi kawasan multi-etnis. Dibantu orang Inggris, Denmark dan Tionghoa, Banten berdagang dengan Persia, India, Siam, Vietnam, Filipina, Cina dan Jepang Masa Sultan Ageng Tirtayasa (bertahta 1651-1682) dipandang sebagai masa kejayaan Banten. Di bawah dia, Banten memiliki armada yang mengesankan, dibangun atas contoh Eropa, serta juga telah mengupah orang Eropa bekerja pada Kesultanan Banten. Dalam mengamankan jalur pelayarannya Banten juga mengirimkan armada lautnya keSukadana atau Kerajaan Tanjungpura (Kalimantan Barat sekarang) dan menaklukkannya tahun 1661. Pada masa ini Banten juga berusaha keluar dari tekanan yang dilakukan VOC, yang sebelumnya telah melakukan blokade atas kapal-kapal dagang menuju Banten.
  7. 7. 3. Puncak Kejayaan Masa Kesultanan – Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin memerintah pada tahun 1552 – 1570 – Maulana Yusuf atau Pangeran Pasareyan memerintah pada tahun 1570 – 1585 – Maulana Muhammad atau Pangeran Sedangrana memerintah pada tahun 1585 – 1596 – Sultan Abu al-Mafakhir Mahmud Abdulkadir atau Pangeran Ratu memerintah pada tahun 1596 – 1647 – Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad memerintah pada tahun 1647 – 1651 – Sultan Ageng Tirtayasa atau Sultan Abu al-Fath Abdul Fattah memerintah pada tahun 1651-1682 – Sultan Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar memerintah pada tahun 1683 – 1687 – Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya memerintah pada tahun 1687 – 1690 – Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin memerintah pada tahun 1690 – 1733 – Sultan Abul Fathi Muhammad Syifa Zainul Arifin memerintah pada tahun 1733 – 1747 – Ratu Syarifah Fatimah memerintah pada tahun 1747 – 1750 – Sultan Arif Zainul Asyiqin al-Qadiri memerintah pada tahun 1753 – 1773 – Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliuddin memerintah pada tahun 1773 – 1799 – Sultan Abul Fath Muhammad Muhyiddin Zainussalihin memerintah pada tahun 1799 – 1803 – Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin memerintah pada tahun 1803 – 1808 – Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin memerintah pada tahun 1809 – 1813
  8. 8. 4. Sistem Ekonomi Kehidupan ekonomi kerajaan Banten bertumpu pada bidang perdagangan karena memiliki bahan ekspor penting, yaitu lada sebagai daya tarik yang kuat bagi pedagang asing. Dalam meletakan dasar pembangunan ekonomi Banten, selain di bidang perdagangan untuk daerah pesisir, pada kawasan pedalaman pembukaan sawah mulai diperkenalkan. Asumsi ini berkembang karena pada waktu itu di beberapa kawasan pedalaman seperti Lebak, perekonomian masyarakatnya ditopang oleh kegiatan perladangan, sebagaimana penafsiran dari naskah sanghyangsiksakandangkaresian yang menceritakan adanya istilah pahuma(peladang), panggerek (pemburu) dan panyadap (penyadap). Ketiga istilah ini jelas lebih kepada sistem ladang, begitu juga dengan nama peralatanya seperti kujang, patik, baliung, kored dan sadap.
  9. 9. 4. Sistem Ekonomi Pada masa Sultan Ageng antara 1663 dan 1667 pekerjaan pengairan besar dilakukan untuk mengembangkanpertanian. Antara 30 dan 40 km kanal baru dibangun dengan menggunakan tenaga sebanyak 16 000 orang. Di sepanjang kanal tersebut, antara 30 dan 40 000 ribu hektar sawah baru dan ribuan hektar perkebunan kelapa ditanam. 30000-an petani ditempatkan di atas tanah tersebut, termasuk orang Bugis dan Makasar. Perkebunan tebu, yang didatangkan saudagar Cina pada tahun 1620-an, dikembangkan. Di bawah Sultan Ageng, perkembangan penduduk Banten meningkat signifikan. Tak dapat dipungkiri sampai pada tahun 1678, Banten telah menjadi kota metropolitan, dengan jumlah penduduk dan kekayaan yang dimilikinya menjadikan Banten sebagai salah satu kota terbesar di dunia pada masa tersebut.
  10. 10. 5. Sistem Sosial Kehidupan sosial rakyat Banten berlandaskan ajaran- ajaran yang berlaku dalam agama Islam.Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, kehidupan sosial masyarakat Banten semakin meningkat dengan pesat karena sultan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.Usaha yang ditempuh oleh Sultan Ageng Tirtayasa adalah menerapkan sistem perdagangan bebas dan mengusir VOC dari Batavia. Menurut catatan sejarah Banten, Sultan Banten termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW sehingga agama Islam benar-benar menjadi pedoman hidup rakyat. Meskipun agama Islam mempengaruhi sebagian besar kehidupan Kesultanan Banten, namun penduduk Banten telah menjalankan praktek toleransi terhadap keberadaan pemeluk agama lain. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya sebuah klenteng di pelabuhan Banten pada tahun 1673.
  11. 11. 5. Sistem Sosial Kerajaan Banten menerapkan sistem timbal balik, Kerajaan akan membina hubungan baik terhadap Negara manapun yang ingin membina hubungan baik dengan Kerajaan, tapi sebaliknya Kerajaan Banten menerapkan sistem perlawanan terhadap bangsa manapun yang ingin menganggu kedaulatan Kerajaan. Sayangnya ini hanya berlangsung pada masa Sultan Ageng Tirtayasa saja, karena pada masa kepemimpinan Sultan Haji Kerajaan Banten justru mengalami keruntuhan karena pada masa itu Kerajaan Banten berada dibawah naungan Belanda yang ingin menguasai pemerintah dan perekonomian Banten sepeunuhnya. Sejak kematianSultan Ageng Tirtayasa pemerintahan Kerajaan Banten mengalami banyak kemunduran karena terjadi perebutan tahta dan perang saudara hingga akhirnya Banten dikuasai oleh Belanda.
  12. 12. 6. Kehidupan Budaya Kesultanan Banten Masyarakat yang berada pada wilayah Kesultanan Banten terdiri dari beragam etnis yang ada di Nusantara, antara lain: Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Makassar, dan Bali. Beragam suku tersebut memberi pengaruh terhadap perkembangan budaya di Banten dengan tetap berdasarkan aturan agama Islam. Pengaruh budaya Asia lain didapatkan dari migrasi penduduk Cina akibat perang Fujian tahun 1676, serta keberadaan pedagang India dan Arab yang berinteraksi dengan masyarakat setempat. Hasil peninggalan kebudayaan yang bersifat materi dari Kerajaan Banten berupa bangunan-bangunan yang bentuk dan ukirannya mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Islam. Contoh dari peninggalan tersebut bisa kita lihat pada adanya pembangunan masjid yang pada masa Kesultanan Banten, masjid dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah. Selain masjid hasil peninggalan kebudayaan berupa materi berupa hasil karya sastra berupa nyanyian-nyanyian bernada islami, teknik membaca Al-quran, serta hikayat mengenai cerita-cerita bertema islam. Selain peninggalan satra juga terdapat bangunan peninggalan istana pada masa Kesultanan Banten. Bangunan-bangunan tersebut adalah peninggalan materi yang bercorak islam karena dibangun pada masa kekusaan Kerajaan Banten yang bercorak islam.
  13. 13. 6. Kehidupan Budaya Kesultanan Banten Dalam bidang seni bangunan Banten meninggalkan seni bangunan Masjid Agung Banten yang dibangun pada abad ke-16. Selain itu, Kerajaan Banten memiliki bangunan istana dan bangunan gapura pada Istana Kaibon yang dibangun oleh Jan Lucas Cardeel, seorang Belanda yang telah memeluk agama Islam. Sejumlah peninggalan bersejarah di Banten saat ini dikembangkan menjadi tempat wisata sejarah yang banyak menarik kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.
  14. 14. 7. Faktor kemajuan Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah : 1. Letaknya sangat strategis, yaitu di Selat Sunda, 2. Pelabuhan kerajaan Banten memenuhi persyaratan yang baik, 3. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis.
  15. 15. 8. Faktor kemunduran Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah : 1. Mangkatnya Raja Besar Banten Maulana Yusuf dan tidak ada yang menggantikannya, 2. Perang saudara antara saudara Maulana Yusuf dengan pembesar Kerajaan Banten.
  16. 16. 9. Peninggalan kerajaan Banten Di Banten Lama dan sekitarnya kini masih terdapat beberapa peninggalan kepurbakalaan yang berasal dari zaman kerajaan Islam Banten (abad XVI – XVIII) Peninggalan tersebut ada yang masih utuh namun banyak yang tinggal reruntuhannya saja bahkan tidak sedikit yang berupa fragmen-fragmen kecil. Peninggalan berupa artefak –artefak kecil yang dikumpulkan dalam penelitian dan penggalian kepurbakalaan kini telah disimpan di Museum Situs Kepurbakalaan yang terletak di halaman depan bekas Keraton Surosowan.
  17. 17. 9. Peninggalan kerajaan Banten Komplek Keraton Surosowan
  18. 18. 9. Peninggalan kerajaan Banten Komplek Mesjid Agung
  19. 19. 9. Peninggalan kerajaan Banten Meriam Ki Amuk
  20. 20. 9. Peninggalan kerajaan Banten Mesjid Pacinan Tinggi
  21. 21. 9. Peninggalan kerajaan Banten Komplek Keraton Kaibon
  22. 22. 9. Peninggalan kerajaan Banten Mesjid Koja
  23. 23. 9. Peninggalan kerajaan Banten Kerkhof
  24. 24. 9. Peninggalan kerajaan Banten Benteng Spelwijk
  25. 25. 9. Peninggalan kerajaan Banten Klenteng Cina
  26. 26. 9. Peninggalan kerajaan Banten Watu Gilang
  27. 27. 9. Peninggalan kerajaan Banten Makam Kerabat Sultan
  28. 28. 9. Peninggalan kerajaan Banten Mesjid Agung Kenari
  29. 29. 9. Peninggalan kerajaan Banten Benda-benda purbakala di Museum Banten
  30. 30. 9. Peninggalan kerajaan Banten Pelabuhan Karangantu
  31. 31. 9. Peninggalan kerajaan Banten Tasikardi
  32. 32. 9. Peninggalan kerajaan Banten
  33. 33. Sumber http://isra28blog.blogspot.com/2013/12/letak- kehidupan-politik-ekonomi-sosial.html https://ganepm2k.wordpress.com/2013/11/11/ makalah-kerajaan-banten/ http://ridwanaz.com/umum/sejarah/sejarah- kerajaan-banten-beserta-kehidupan-politik- sosial-dan-budaya/ Dan-berbagai-web-lain.

×