Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
HAZARD AND OPERABILITY 
MAKALAH 
Disusun untuk memenuhi tugas 
dalam mata kuliah Aspek Hukum dan K3 yang dibimbing oleh 
P...
i 
DAFTAR ISI 
DAFTAR ISI ........................................................................................... i 
A...
1 
A. Pendahuluan 
Munawir (2010) mendefinisikan HAZOP berasal dari kata hazard and 
operability studies sebagai berikut: ...
2 
kecelakaan, baik itu kecelakaan ringan maupun kecelakaan yang berat dan 
merugikan pihak pekerja dan perusahaan. HAZOP ...
3 
Operations). SAFOP adalah metode untuk menganalisis proses kerja dan 
prosedur untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi ...
4 
7) Action (Tindakan yang Dilakukan), apabila suatu penyebab dipercaya akan 
mengakibatkan konsekuensi negatif, harus di...
5 
b) Mendeskripsikan deviation (penyimpangan) yang terjadi selama proses 
operasi 
c) Mendeskripsikan penyebab (cause) te...
6 
5 Hampir pasti 
Sering terjadi, diharapkan 
muncul dalam keadaan 
yang paling banyak terjadi 
Lebih dari 1 kali per 
bu...
7 
Gambar 2. Sumber (Strategi Minimisasi Potensi Bahaya Berdasarkan Metode HAZOP di 
PT. Agronesia) 
Gambar 3. Sumber (Str...
8 
 Memimpin meeting HAZOP. 
 Memicu diskusi dengan menggunakan guidewords. 
 Menindaklanjuti perkembangan yang selaras...
9 
G. Guideword dan Parameter 
1. Guideword 
Proses HAZOP akan menghasilkan/menciptakan penyimpangan-penyimpangan 
dari de...
10 
tercapai 
7. Other Than (Other) Penggantian lengkap- 
Kegiatan lain terjadi 
Adanya cairan dalam 
perpipaan gas 
2. Pa...
11 
Gambar 5. Kata Kunci (sumber: Hazard and Operability, Tim Safety-ABET) 
Adapun beberapa contoh pengabungan antara guid...
12 
 MORE TEMPERATURE (Kelebihan temperature) 
Kondisi jenuh 
Kerusakan pipa penukar panas 
Terjadi kebakaran 
Kegagalan ...
merupakan alternatif untuk mengidentifikasi bahaya yang dianggap efisien dari 
beberapa metode lain, seperti HAZOP, FMEA, ...
14 
3. FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) 
Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) merupakan teknik analisa 
resi...
15 
e. Tindakan (Action/Risk Reducing Measures). Kemungkinan kegiatan untuk 
mengendalikan/mencegah akibat serius dari seb...
16 
 Tidak hanya fokus pada safety, karena juga mengidentifikasi hazard 
(mencegah kecelakaan) dan operability (berjalan ...
17 
akibat yang ditimbulkan jika manusia membuat kesalahan dalam melaksanakan 
tugas yang berkaitan dengan mesin-mesin oto...
AEA tergantung dari para analis dan kemampuan mereka untuk 
mengidentifikasi kesalahan manusia. Oleh karena itu semua hasi...
19 
4) Ambil parameter proses : flow, level, temperature, pressure, concentration, 
pH, viscosity, keadaan (padat, cair, g...
20 
DAFTAR RUJUKAN 
Hazardous Industry Planning. 2008. HAZOP Guidelines. Department of Planning. 
Iviana Juniani, A., Hand...
21 
LAMPIRAN 
Contoh HAZOP Worksheet 
Perusahaan : UP. Paiton, PT.Pembangkitan Jawa-Bali 
Fasilitas : Boiler Feed Pump (Fe...
22 
Pipa 
discharge 
2A, 2B, 2C 
Mengalirka 
n feedwater 
dari Boiler 
BFP ke HP 
Heater 
Less Less pressure Kebocoran 
pa...
23 
LAMPIRAN 
Soal-soal: 
Soal Obyektif/Pilihan Ganda! 
1. Salah jenis HAZOP adalah ... 
a) animal HAZOP. 
b) human HAZOP....
24 
c) resiko sedang 
d) resiko tinggi 
e) resiko ekstim 
5. Suatu tim HAZOP minimal terdiri dari ... 
a) ketua, sekretari...
2. Tujuan penggunaan HAZOP adalah untuk meninjau suatu proses atau operasi pada 
25 
suatu sistem secara sistematis untuk ...
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Hazop

7 306 vues

Publié le

hazop k3

Publié dans : Formation
  • Soyez le premier à commenter

Hazop

  1. 1. HAZARD AND OPERABILITY MAKALAH Disusun untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Aspek Hukum dan K3 yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M. Pd Oleh: Khoirudin Asfani (140551807227) Lativa Hartiningtyas (140551807111) UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEJURUAN OKTOBER 2014
  2. 2. i DAFTAR ISI DAFTAR ISI ........................................................................................... i A. Pendahuluan ......................................................................................... 1 B. Karateristik HAZOP ............................................................................ 2 C. Macam-macam HAZOP ...................................................................... 2 D. Konsep HAZOP................................................................................... 3 E. Identifikasi Bahaya (Hazard) dengan HAZOP Worksheet dan Risk Assestment ........................................................................................... 4 F. Tim HAZOP ........................................................................................ 7 1. Ketua Tim HAZOP........................................................................ 7 2. Sekretaris HAZOP ......................................................................... 8 3. Anggota Tim HAZOP ................................................................... 8 G. Guideword dan Parameter.................................................................... 9 1. Guideword ..................................................................................... 9 2. Parameter ....................................................................................... 10 H. Proses HAZOP .................................................................................... 12 1. Check List ...................................................................................... 12 2. What If Analysis............................................................................. 12 3. FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) ............................... 14 4. HA ZOP (Hazard and Operability) Analysis ................................. 15 5. AEA (Action Error Analysis) ........................................................ 16 I. Prosedur HAZOP................................................................................. 18 DAFTAR RUJUKAN ............................................................................. 20 LAMPIRAN-LAMPIRAN ...................................................................... 21
  3. 3. 1 A. Pendahuluan Munawir (2010) mendefinisikan HAZOP berasal dari kata hazard and operability studies sebagai berikut: (1) hazard merupakan kondisi fisik yang berpotensi menyebabkan kerugian, kecelakaan, bagi manusia, dan atau kerusakan alat, lingkungan atau bangunan; dan (2) operability studies merupakan beberapa bagian kondisi operasi yang sudah ada dan dirancang namun kemungkinan dapat menyebabkan shutdown yang menimbulkan rentetan insiden yang merugikan perusahaan. The Hazard and Operability Study (HAZOP) adalah standar teknik analisis bahaya yang digunakan dalam persiapan penetapan keamanan dalam suatu sistem baru atau modifikasi untuk suatu keberadaan potensi bahaya atau masalah operability-nya. HAZOP adalah suatu metode identifikasi bahaya yang sistematis teliti dan terstruktur untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menganggu jalannya proses dan risiko yang terdapat pada suatu peralatan yang dapat menimbulkan risiko merugikan bagi manusia/fasilitas pada sistem. Dengan kata lain metode ini digunakan sebagai upaya pencegahan sehingga proses yang berlangsung dalam suatu sistem dapat berjalan lancar dan aman (Juliana, 2008). Tujuan penggunaan HAZOP sendiri adalah untuk meninjau suatu proses atau operasi pada suatu sistem secara sistematis untuk menentukan apakah proses penyimpangan dapat mendorong kearah kejadian atau kecelakaan yang tidakdiinginkan. HAZOP secara sistematis mengidentifikasi setiap kemungkinan penyimpangan (deviation) dari kondisi operasi yang telah ditetapkan dari suatu plant, mencari berbagai faktor penyebab (cause) yang memungkinkan timbulnya kondisi abnormal tersebut, dan menentukan konsekuensi yang merugikan sebagai akibat terjadinya penyimpangan serta memberikan rekomendasi atau tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari potensi risiko yang telah berhasil diidentifikasi (Munawir, 2010). Dengan demikian HAZOP adalah suatu cara-cara operasional untuk menanggulangi bahaya yang dapat terjadi di tempat kerja, mulai dari analisis, identifikasi, dan investigasi serta penyediaan jalan atau solusi untuk menghindari dan menanggulangi bahaya yang ada. Dan juga untuk mengetahui serta mencegah
  4. 4. 2 kecelakaan, baik itu kecelakaan ringan maupun kecelakaan yang berat dan merugikan pihak pekerja dan perusahaan. HAZOP biasanya dilakukan sebagai pemeriksaan akhir ketika perencanaan yang mendetail telah terselesaikan. Juga dapat dilakukan pada fasilitas yang ada untuk mengidentifikasi modifikasi yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah resiko dan pengoperasian. B. Karakteristik HAZOP Sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari kemungkinan penyimpangan dari operasi normal, HAZOP memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Sistematik, menggunakan struktur atau susunan yang tinggi dengan mengandalkan pada guidwords dan gagasan tim untuk melanjutkan dan memastikan safeguards sesuai atau tidak dengan tempat dan objek yang sedang diuji. 2) Pengkhususan bentuk oleh berbagai macam disiplin ilmu yang dimiliki oleh anggota tim. 3) Dapat digunakan untuk berbagai macam sistem atau prosedur. 4) Penggunaannya lebih sebagai sistem pada teknik penafsiran bahaya. 5) Perkiraan awal, sehingga mampu menghasilkan kualitas yang baik meskipun kuantitas adalah juga mempengaruhi. HAZOP dapatdigunakan secara bersamaan dalam proses identifikasi safety hazard dan juga pada sistem operasi secaracontinyu, khususnya pada fluida dan juga digunakan secara bersamaan untuk review prosedur serta rangkaian operasi. C. Macam-Macam HAZOP Hazard and Operability memiliki empat macam jenis, yaitu (1) Process HAZOP; (2) Human HAZOP; (3) Procedure HAZOP; dan (4) Software HAZOP. 1) Process HAZOP dikembangkan untuk menilai proses dari sistem dan pabrik. 2) Human HAZOP lebih fokus pada kesalahan manusia daripada kegagalan teknik. 3) Procedure HAZOP meninjau kembali urutan operasi dan cara kerja yang biasanya dinyatakan sebagai operasi pembelajaran SAFOP-SAFe (Safe
  5. 5. 3 Operations). SAFOP adalah metode untuk menganalisis proses kerja dan prosedur untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor risiko. 4) Software HAZOP mengidentifikasi kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam pengembangan perangkat lunak. D. Konsep HAZOP Proses HAZOP didasarkan pada prinsip bahwa pendekatan kelompok dalam analisis bahaya akan mengidentifikasi masalah-masalah yang lebih banyak dibandingkan ketika individu-individu bekerja secara terpisah kemudian mengkombinasikan hasilnya. Tim HAZOP dibentuk dari individu- individu dengan latar belakang dan keahlian yang bervariasi. Keahlian ini digunakan bersama selama pelaksanaan HAZOP dan melalui usaha pengumpulan inspirasi yang dapat menstimulasi kreatifitas dan ide-ide baru, keseluruhan ulasan dari suatu proses yang dibuat menurut pertimbangan. Berikut istilah- istilah terminologi (key words) yang dipakai untuk mempermudah pelaksanaan HAZOP antara lain sebagai berikut: 1) Proses, merupakan proses apa yang sedang terjadi atau lokasi dimana proses tersebut berlangsung 2) Sumber hazard, merupakan sumber bahaya yang ditemukan di lapangan. 3) Deviation (Penyimpangan), merupakan kata kunci kombinasi yang sedang diterapkan. (merupakan gabungan dari guide words dan parameters). 4) Cause (Penyebab), merupakan penyebab yang kemungkinan besar akan mengakibatkan terjadinya penyimpangan. 5) Consequence (Akibat/konsekuensi), merupakan suatu akibat dari suatu kejadian yang biasanya diekspresikan sebagai kerugian dari suatu kejadian atau resiko. Dalam menentukan konsekuensi tidak boleh melakukan batasan karena hal tersebut bisa merugikan pelaksanaan penelitian. 6) Safeguards (Usaha Perlindungan), merupakan adanya perlengkapan pencegahan yang mencegah penyebab atau usaha perlindungan terhadap konsekuensi kerugian akan didokumentasikan pada kolom ini. Safeguards juga memberikan informasi pada operator tentang pemyimpangan yang terjadi dan juga untuk memperkecil akibat.
  6. 6. 4 7) Action (Tindakan yang Dilakukan), apabila suatu penyebab dipercaya akan mengakibatkan konsekuensi negatif, harus diputuskan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan. Tindakan dibagi menjadi duakelompok, yaitu tindakan yang mengurangi atau menghilangkan penyebab dan tindakan yang menghilangkan akibat (konsekuensi). Sedangkan apa yang terlebih dahulu diputuskan, hal ini tidak selalu memungkinkan, terutama ketika berhadapan dengan kerusakan peralatan. Namun, yang pertama selalu diusahakan untuk menyingkirkan penyebabnya, dan hanya dibagian mana perlu mengurangi konsekuensi. 8) Node (Titik Studi), merupakan pemisahan suatu unit proses menjadi beberapa bagian agar studi dapat dilakukan lebih terorganisir. Titik studi bertujuan untuk membantu dalam menguraikan dan mempelajari suatu bagian proses. 9) Severity, merupakan tingkat keparahan yang diperkirakan dapat terjadi. 10) Likelihood, merupakan kemungkinan terjadinya konsekwensi dengan sistem pengaman yang ada. 11) Risk atau resiko, merupakan kombinasi kemungkinan likelihood dan severity. 12) Tujuan desain, tujuan desain diharapkan menggambarkan bagaimana proses dilakukan pada node (titik studi). Digambarkan secara kualitatif sebagai aktivitas (misalnya: reaksi, sedimentasi,dsb) atau dengan kuantitatif dalam parameter proses seperti suhu, laju alir, tekanan, komposisi dan lain sebagainya. E. Identifikasi Bahaya (Hazard) dengan HAZOP Worksheet dan Risk Assestment Langkah-langkah untuk melakukan identifikasi hazard dengan menggunakan HAZOP worksheet dan Risk Assessment adalah sebagai berikut: 1) Mengetahui urutan proses yang ada pada area penelitian. 2) Mengidentifikasi hazard yang ditemukan pada area penelitian. 3) Melengkapi kriteria yang ada pada HAZOP worksheet dengan urutan sebagai berikut: a) Mengklasifikasikan hazard yang diketemukan (sumber hazard dan frekuensi temuan hazard).
  7. 7. 5 b) Mendeskripsikan deviation (penyimpangan) yang terjadi selama proses operasi c) Mendeskripsikan penyebab (cause) terjadinya penyimpangan. d) Mendeskripsikan apa yang dapat ditimbulkan dari penyimpangan tersebut (consequences) e) Menentukan action atau tindakan sementara yang dapat dilakukan. f) Menilai risiko (risk assessment) yang timbul dengan mendefinisikan kriteria likelihood dan consequences/severity. Kriteria likelihood seperti pada Tabel 1, yang digunakan adalah frekuensi dimana dalam perhitungannya secara kuantitatif berdasarkan data atau record perusahaan selama kurun waktu tertentu. Kriteria consequences/severity seperti pada Tabel 2, yang digunakan adalah akibat apa yang akan diterima pekerja yang didefinisikan secara kualitatif dan mempertimbangkan hari kerja yang hilang. g) Melakukan perangkingan dari hazard yang telah diidentifikasi menggunakan worksheet HAZOP dengan memperhitungkan likelihood dan consequence, kemudian menggunakan risk matrix seperti pada Gambar 1,untuk mengetahui prioritas hazard yang harus diberi prioritas untuk diperbaiki. h) Merancang perbaikan untuk risiko yang memiliki level "Ekstrim", kemudian melakukan rekomendasi perbaikan untuk proses. Tabel 1. Kriteria Likelihood Likelihood Level Criteria Description Kualitatif Kuantitatif 1 Jarang terjadi Dapat dipikirkan tetapi tidak hanya saat keadaan yang ekstrim Kurang dari 1 kali per 10 tahun 2 Kemungkinan kecil Belum terjadi tetapi bisa muncul / terjadi pada suatu waktu Terjadi 1 kali per 10 tahun 3 Mungkin Seharusnya terjadi dan mungkin telah terjadi / muncul disini atau di tempat lain 1 kali per 5 tahun sampai 1 kali per tahun 4 Kemungkinan besar Dapat terjadi dengan mudah, mungkin muncul dalam keadaan yang paling banyak terjadi Lebih dari 1 kali per tahun hingga 1 kali perbulan
  8. 8. 6 5 Hampir pasti Sering terjadi, diharapkan muncul dalam keadaan yang paling banyak terjadi Lebih dari 1 kali per bulan Sumber: UNSW Health and Safety (2008) Tabel 2. Kriteria Consequences/Severity Consequences/ Severity Level Uraian Keparahan Cidera Hari Kerja 1 Tidak Signifikan Kejadian tidak menimbulkan kerugian atau cedera pada manusia Tidak menyebabkan kehilangan hari kerja 2 Kecil Menimbulkan cedera ringan, kerugian kecil dan tidak menimbulkan dampak serius terhadap kelangsungan bisnis Masih dapat bekerja pada hari / shift yang sama 3 Sedang Cedera berat dan dirawat dirumah sakit, tidak menimbulkan cacat tetap, kerugian finansial sedang Kehilangan hari kerja dibawah 3 hari 4 Berat Menimbulkan cedera parah dan cacat tetap dan kerugian finansial besar serta menimbulkan dampak serius terhadap kelangsungan usaha Kehilangan hari kerja 3 hari atau lebih 5 Bencana Mengakibatkan korban meninggal dan kerugian parah bahkan dapat menghentikan kegiatan usaha selamanya Kehilangan hari kerja selamanya Sumber: UNSW Health and Safety (2008) Gambar 1. Risk Matrix
  9. 9. 7 Gambar 2. Sumber (Strategi Minimisasi Potensi Bahaya Berdasarkan Metode HAZOP di PT. Agronesia) Gambar 3. Sumber (Strategi Minimisasi Potensi Bahaya Berdasarkan Metode HAZOP di PT. Agronesia) F. Tim HAZOP Tim HAZOP terdiri dari ketua tim HAZOP, sekretaris HAZOP, dan anggota tim HAZOP. 1. Ketua Tim HAZOP Tugas dari ketua tim HAZOP adalah sebagai berikut:  Menentukan cakupan analisis.  Memilih anggota tim HAZOP.  Bertanggung jawab (bersama dengan inisiator HAZOP) untuk membuat perencanaan dan persiapan HAZOP.
  10. 10. 8  Memimpin meeting HAZOP.  Memicu diskusi dengan menggunakan guidewords.  Menindaklanjuti perkembangan yang selaras untuk agenda.  Memastikan bahwa semua assessment yg dibutuhkan telah dilakukan.  Bertanggung jawab untuk penyusunan laporan akhir. 2. Sekretaris HAZOP Tugas dari sekretaris HAZOP adalah sebagai berikut:  Mempersiapkan blanko-blanko (worksheet) HAZOP.  Mencatat diskusi dalam HAZOP meeting.  Mempersiapkan draf laporan HAZOP. 3. Anggota Tim HAZOP Mewakili beberapa disiplin keahlian/bagian yang ada dalam operasi. Memberikan masukan berdasarkan tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan operasi, antara lain:  Project Engineer  Commissioning Manager  Process Engineer  Instrument/Electrical Engineer  Safety Engineer Berdasarkan pada proses aktual HAZOP, anggota tim dapat ditingkatkan menjadi:  Operating team leader  Maintenance engineer  Suppliers representative  Other specialists as appropriate Idealnya, tim HAZOP terdiri dari 6-10 orang untuk dapat bekerja secara efektif.
  11. 11. 9 G. Guideword dan Parameter 1. Guideword Proses HAZOP akan menghasilkan/menciptakan penyimpangan-penyimpangan dari desain proses yang sesungguhnya dengan mengkombinasikan antara guideword (no, more, less, dll) dengan parameter proses sehingga menghasilkan kemungkinan penyimpangan dari desain yang sesungguhnya. Sebagai contoh ketika guideword “no” dipasangkan dengan parameter “flow” maka penyimpangan yang dihasilkan adalah “no flow”. Tim kemudian harus mendaftar segala penyebab-penyebab yang dipercaya dapat mengakibatkan kondisi ketidakadaan aliran untuk sebuah node. Perlu diingat bahwa tidak semua kombinasi guideword-parameter akan menghasilkan suatu arti. Guideword adalah suatu kata yang memberikan gambaran tentang penyimpangan dari tujuan proses atau desain. Contoh daftar guideword ditunjukkan seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Guideword No. Guideword Arti Contoh 1. No (Not, None) Tidak ada tujuan perancangan yang tercapai Tidak ada aliran ketika produksi 2. More (More of, Higher) Peningkatan kuantitatif pada parameter Suhu lebih tinggi dibanding perancangan 3. Less (Less of, Lower) Penurunan kuantitatif pada parameter Tekanan lebih rendah dari kondisi normal 4. As Well As (More Than) Tambahan aktivitas/ kegiatan terjadi Katup lain menutup pada saat yang sama (kesalahan logika/kesalahan manusia) 5. Part of Hanya beberapa tujuan perancangan yang tercapai Hanya sebagian dari system yang berhenti 6. Reverse Lawan dari tujuan perancangan yang Hanya sebagian dari system yang berhenti
  12. 12. 10 tercapai 7. Other Than (Other) Penggantian lengkap- Kegiatan lain terjadi Adanya cairan dalam perpipaan gas 2. Parameter Penerapan parameter akan bergantung pada jenis proses yang tengah dipertimbangkan, jenis peralatan yang digunakan dan tujuan dari proses tersebut. Perangkat lunak untuk HAZOP-PC memasukkan dua daftar menu yang menyajikan daftar baik parameter khusus maupun parameter umum. Parameter khusus yang paling lazim biasanya mempertimbangkan flow, temperature, pressure, dan terkadang juga level. Hampir di semua instansi parameter-parameter ini akan dievaluasi untuk setiap node. Berikut ini adalah beberapa contoh parameter proses: Temperature Composition pH Pressure Addition Sequence Temperature Separation Signal Mixing Time Start/Stop Stirring Phase Operate Transfer Speed Maintain Level Particle size Services Viscosity Measure Communication Reaction Control Gambar 4. Contoh Parameter (sumber: Lyold, Safety & Risk Management Service, 2008)
  13. 13. 11 Gambar 5. Kata Kunci (sumber: Hazard and Operability, Tim Safety-ABET) Adapun beberapa contoh pengabungan antara guideword dengan parameter:  NO FLOW (Tidak mengalir) Kesalahan jalur Sumbatan Pelat yang tidak benar Pemasangan katup balik yang tidak sesuai Ledakan pipa Kebocoran yang besar Kerusakan peralatan Perbedaan tekanan yang tidak sesuai  MORE FLOW (Kelebihan aliran) Peningkatan kapasitas pompa Peningkatan tekanan penghisapan Pengikisan “delivery head” Densitas fluida yang lebih tinggi Kebocoran pipa penukar panas Sambungan dari system yang saling menyilang Kesalahan pengendalian
  14. 14. 12  MORE TEMPERATURE (Kelebihan temperature) Kondisi jenuh Kerusakan pipa penukar panas Terjadi kebakaran Kegagalan sistem air pendingin Kerusakan pengendali Kebakaran internal H. Proses HAZOP 1. Check List Merupakan suatu metode untuk menganalisa menggunakan daftar tertulis yang terstruktur untuk menganalisa suatu sistem. Metode Check List ini seringkali disebut Experience Base Analysis. Penggunaan daftar yang tertulis sangat ditekankan sebisa mungkin untuk mendetail di setiap unit kegiatan di dalam sistem tersebut. Maka dari itu analisis ini sering digunakan untuk menganalisa suatu sistem dengan standar, misalnya SOP, UU, dan lain-lain. Karakter metode analisis ini adalah mudah digunakan oleh “Less Experience Engineer”. Analisis ini harus terus diaudit dan diperbarui. Tujuan dari pelaksanaan analisis ini adalah untuk memastikan dan menjamin bahwa perusahaan telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Prosedur pelaksanaannya adalah:  memilih/membuat daftar pertanyaan yang terstruktur;  pelaksanaan dan survey,  dokumentasi hasil, dan  analisa. 2. What If Analysis What if analysis erupakan suatu metode identifikasi bahaya dengan pendekatan brainstorming dan melibatkan tim yang multi disiplin. Analisis ini digunakan untuk memeriksa secara sistematis dari setiap aspek, baik dari desain fasilitas dan operasi, misalnya seperti bangunan, sistem pembangkit tenaga, bahan baku, produk, tanki, prosedur operasi, keamanan pabrik, dan lain-lain. Metode ini
  15. 15. merupakan alternatif untuk mengidentifikasi bahaya yang dianggap efisien dari beberapa metode lain, seperti HAZOP, FMEA, maupun FTA, karena dapat dihindarkan terjadinya perdebatan mengenai kondisi area. Metode ini dapat digunakan dalam berbagai tahap dari siklus suatu sistem mulai dari tahap konsep, rancangan, operasi, hingga pada tahap pasca operasi. 13 Kelemahan metode “What If Analysis” ini adalah kurang terstruktur dibandingkan metode lainnya. Dan bila dilakukan oleh orang yang kurang berpengalaman, maka dia akan mengalami kesulitan mengajukan pertanyaan. Jika persediaan pertanyaan telah habis, dapat digunakan what if check list yang tersedia untuk meyakinkan semua potensi bahaya telah ditinjau. Prosedur pelaksanaannya adalah: Persiapan Review  Siapkan informasi yang diperlukan, misalnya PFD, SOP, dan lain-lain.  Untuk review existing plant, maka perlu dilakukan kunjungan lapangan dan interview terhadap personel dari fungsi operasi, pemeliharaan, dan lain-lain.  Menyusun daftar pertanyaan “what if”. Pelaksanaan Review  Penjelasan tentang sistem proses termasuk pelaksanaan plant safety, equipment, health control procedure, dan lain-lain.  Untuk sistem yang kompleks, dilakukan pemecahan sistem atas beberapa bagian, sehingga proses review bisa lebih difokuskan. Terminologi yang digunakan dalam “What If Analysis” adalah:  Pertanyaan What if.  Akibat (hazard/consequence) dan tanggapan/respon dari pertanyaan yang diajukan.  Pengamanan/safeguard dan safety equipment yang sudah ada. Rekomendasi yang akan diberikan atas dasar analisa terhadap konsekuensi dan safeguard yang ada. Apabila belum terdapat safeguard yang memadai, perlu direkomendasikan.
  16. 16. 14 3. FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) merupakan teknik analisa resiko secara sirkulatif yang digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana suatu peralatan, fasilitas/sistem dapat gagal serta akibat yang dapat ditimbulkannya. Hasil FMEA berupa rekomendasi untuk meningkatkan kehandalan tingkat keselamatan fasilitas, peralatan/sistem. Untuk bisa menjalankan metode ini, diperlukan tersedianya data dan informasi seperti pengetahuan tentang fungsi dari tiap-tiap peralatan serta model kegagalannya, pengetahuan tentang fungsi sistem/plant dan respon terhadap suatu kegagalan. Beberapa pertanyaan dasar yang akan dijawab oleh analis untuk melakukan FMEA adalah:  Bagaimana masing-masing komponen mengalami kegagalan?  Mekanisme apa yang menyebabkan mode kegagalan tertentu?  Apa dampak dari kegagalan itu?  Apakah kegiatan memiliki keterkaitan dengan keselamatan?  Bagaimana kegagalan tersebut dapat dideteksi?  Apa yang harus disediakan untuk mengkompensasi kegagalan? Langkah-langkah yang harus ditempuh ketika melakukan FMEA di antaranya adalah: a. Penentuan masalah. Melakukan pemilahan beberapa bagian dari peralatan fasilitas/sistem, sehingga pembahasan dapat terfokus. Contoh: Loss Temperature Control in Oxidising System. b. Pelaksanaan review. Pengisian lembar kerja yang terdiri dari:  Nomor item,  Identifikasi data peralatan,  Deskripsi data equipment type, operating configuration, serta karakteristik spesifik lain seperti high temperature, high press yang dapat mempengaruhi failure modes serta efek-efeknya. c. Description of Failure. Untuk setiap failure mode yang diidentifikasi, harus selalu disebutkan akibat yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. d. Pengaman (Safeguard). Setiap safety features of procedures pada sistem yang dapat mengurangi kemungkinan dampak terjadinya kegagalan.
  17. 17. 15 e. Tindakan (Action/Risk Reducing Measures). Kemungkinan kegiatan untuk mengendalikan/mencegah akibat serius dari sebuah kegagalan. f. Comment. Merekam informasi lain yang tidak dapat dimasukkan ke kolom sebelumnya. g. Pendokumentasian hasil analisa. 4. HAZOP (Hazard and Operability) Analysis Hazard and Operability (HAZOP) Analysis adalah suatu cara yang sistematis dalam menganalisa resiko suatu sistem dimana masalah kegiatan pengoperasian yang potensial dalam suatu sistem yang diidentifikasi dengan menggunakan suatu rangkaian kata kunci untuk menyelidiki penyelewengan proses di dalam sistem. Metode ini dapat berlaku pada berbagai mode operasi dari suatu proses aliran dan juga dapat diaplikasikan pada berbagai prosedur atau flowchart. Karakteristik HAZOP adalah:  Sistematik, menggunakan struktur atau susunan dengan mengandalkan guide word dan gagasan tim untuk melanjutkan dan memastikan safeguard yang sesuai.  Pengkhususan bentuk oleh berbagai multidisiplin ilmu yang dimiliki oleh anggota tim.  Dapat digunakan untuk berbagai macam sistem atau prosedur.  Penggunaannya lebih sebagai sistem pada teknik penafsiran bahaya.  Perkiraan awal, sehingga mampu menghasilkan kualitas yang baik, meskipun kuantitas berpengaruh.  Teknik kualitatif,teliti, dan sitematis.  Digunakan guide word yang ditentukan dan baku.  Dipertimbangkan penyimpangan dari kondisi normal.  Menemukan permasalahan keselamatan dan operasi. Beberapa kelebihan dari metode analisa HAZOP adalah:  Mudah dipelajari  Memacu kreatifitas dan membangkitkan ide-ide  Sistematis  Diterima secara luas sebagai salah satu metode untuk identifikasi bahaya
  18. 18. 16  Tidak hanya fokus pada safety, karena juga mengidentifikasi hazard (mencegah kecelakaan) dan operability (berjalan lancarnya suatu proses sehingga meningkatkan plant performance). Sedangkan kelemahan penerapan metode HAZOP adalah:  Sangat bergantung kepada kemampuan anggota tim.  Memerlukan waktu yang panjang dan melelahkan  Perlu komitmen tim dan manajemen. Penerapan metode HAZOP ini sesuai untu kondisi:  Dilakukan di semua tahap, namun disarankan pada final design.  Saat revalidasi HAZOP agar dapat diyakinkan studi tetapi relevan dan mutakhir serta menjamin keselamatan dan keandalan proses semua permasalahan baru sehingga bisa diidentifikasi dan dilakukan perbaikan.  Sesudah kecelakaan dan penambahan, penggantian peralatan, maupun ketika memodifikasi proses dan peralatan disarankan untuk melakukan HAZOP. Terminologi yang digunakan dalam HAZOP analysis adalah:  Titik studi. Pemisahan satu unit proses atas beberapa bagian agar studi dapat dilakukan lebih terorganisir untuk memfokuskan studi.  Tujuan. Fungsi, sistem, besaran, dan parameter yang telah ditetapkan/dirancang agar proses berjalan normal.  Kata penuntun (Guide word)  Parameter  Penyimpangan (deviation)  Penyebab (alasan kenapa terjadi deviasi)  Akibat (hasil dari deviasi)  Bahaya (hazard)  Pengaman (safeguard/control). Perlengkapan pencegahan yang mencegah penyebab atau perlindungan terhadap konsekuensi kerugian juga untuk mengurangi akibat. 5. AEA Action Error Analysis (AEA) digunakan untuk menganalisa interaksi antara mesin dan manusia. Tujuan Action Error Analysis adalah untuk mencari
  19. 19. 17 akibat yang ditimbulkan jika manusia membuat kesalahan dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan mesin-mesin otomatis. Metode ini digunakan untuk mempelajari konsekuensi dari kesalahan manusia yang potensial dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan mengarahkan fungsi otomatis. Metode ini sangat mirip dengan FMEA, tetapi metode ini lebih khusus diterapkan untuk langkah-langkah dalam prosedur manusia daripada komponen perangkat keras atau bagian sistem lainnya. Setiap kasus yang mempertemukan antara manusia dan proses otomatis dapat dievaluasi, seperti pilot dengan kontrol kokpit, atau operator dengan display mesin yang dioperasikannya, dan lain-lain. Tujuan umum dari pelaksanaan analisis dengan menggunakan metode AEA adalah:  Menjadi dokumentasi lengkap dan sistematis dari kesalahan manusia yang potensial terjadi  Mengidentifikasi penyebab kesalahan manusia dan mengurangi tindakan yang dapat menyebabkan kesalahan manusia teradi kembali  Mengidentifikasi konsekuensi serius dan segera dapat diambil tindakan untuk mengurangi konsekuensi.  Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang prosedur  Meningkatkan reputasi vendor dan operator dengan memiliki kontrol prosedur  Analisis harus dilakukan untuk semua prosedur baru, di mana kesalahan manusia dapat menyebabkan risiko yang tidak dapat diterima. Misalnya, seorang pengembang teknologi baru harus melakukan analisis untuk prosedur penanganan kritis terhadap teknologi baru selama fase desain. Pedoman ini terutama dibuat untuk menganalisis prosedur pengembang selama tahap desain. Namun, analisis tersebut juga dapat digunakan untuk menganalisis prosedur operator baru. Terakhir, analisis dapat digunakan untuk menganalisis prosedur yang ditetapkan berdasarkan pengalaman para operator yang berada pada pos-pos yang penting dalam suatu sistem. Pengaplikasian metode ini untuk menganalisa suatu sistem memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan, di antaranya adalah:  AEA membutuhkan tersedianya prosedur rinci, sehingga analisis ini tidak cocok untuk tindakan berdasarkan perilaku berbasis pengetahuan. Kualitas
  20. 20. AEA tergantung dari para analis dan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi kesalahan manusia. Oleh karena itu semua hasil dari analisis ini tidak harus dianggap sebagai pernyataan fakta, melainkan sebagai pendekatan sistematis untuk menggambarkan risiko dengan cara yang terbaik. Kesimpulan dari analisis selalu bisa dibahas. 18  AEA mengasumsikan penjelasan prosedur yang benar dan tidak akan membahas langkah- langkah yang hilang, langkah yang tidak perlu, salah langkah, langkah-langkah dieksekusi dalam urutan yang salah dan waktu. Masalah-masalah harus diverifikasi sebelum analisis.  AEA lebih menekankan pada kesalahan manusia dan penyebabnya.  AEA tidak cocok untuk menganalisis prosedur dengan tingkat pemecahan masalah yang lebih kompleks dan pengambilan keputusan.  AEA mempertimbangkan setiap jenis kesalahan tindakan sebagai kejadian yang independen ketika menganalisis konsekuensi. Dalam memutuskan tindakan yang lebih nyata dari suatu mode kesalahan mungkin terjadi pada waktu yang sama. Juga kombinasi mode kesalahan tindakan dan mode kegagalan fisik mungkin terjadi pada waktu yang sama. I. Prosedur HAZOP Yang dibutuhkan dalam melakukan studi HAZOP antara lain informasi detail dalam proses. Informasi- informasi ini termasuk Process Flow Diagrams (PFDs), Process and Instrumentation Diagrams (P&IDs), spesifikasi peralatan, konstruksi material, serta keseimbangan massa dan energi. Prosedur HAZOP menggunakan tahap-tahap untuk menyelesaikan analisis, sebagai berikut : 1) Mulai dengan flowsheet yang detail. Pecah flowsheet ke dalam beberapa jumlah unit proses, jadi area reaktor mungkin bias satu unit, dan tangki penyimpanan adalah yang lainnya. Pilih unit mana yang akan dilakukan studi. 2) Pilih studi node (vessel, line, operating instruction). 3) Jelaskan desain dari studi node-nya. Sebagai contoh, vessel V-1 didesain untuk menyimpan ketersediaan benzene dan menyediakannya untuk reaktor.
  21. 21. 19 4) Ambil parameter proses : flow, level, temperature, pressure, concentration, pH, viscosity, keadaan (padat, cair, gas), agitasi, volume, reaksi, sampel, komponen, start, stop, stability, power, inert. 5) Terapkan guideword ke parameter proses untuk menyarankan penyimpangan yang memungkinkan. Daftar dari guideword tersedia di tabel 2.1. beberapa guideword dari kombinasi parameter proses tidak berarti, seperti tertera pada tabel 2.2. dan 2.3 untuk lines dan vessel proses. 6) Jika penyimpangan dapat dipakai, tentukan kemungkinan penyebab-penyebab dan catat sistem pengaman yang ada. 7) Jika penyimpangan dapat dipakai, tentukan kemungkinan penyebab-penyebab dan catat sistem pengaman yang ada. 8) Berikan saran (apa? oleh siapa? kapan?). 9) Catat semua informasi. 10) Ulangi tahap 5 ke tahap 9 sampai semua guideword yang digunakan diaplikasikan pada parameter yang dipilih. 11) Ulangi tahap 4 ke tahap 10 sampai semua parameter proses dipertimbangkan pada studi node yang diberikan. 12) Ulangi tahap 2 ke tahap 11 sampai studi node dipertimbangkan pada bagian yang diberikan dan lanjutkan pada bagian lain di flowsheet.
  22. 22. 20 DAFTAR RUJUKAN Hazardous Industry Planning. 2008. HAZOP Guidelines. Department of Planning. Iviana Juniani, A., Handoko, L., & Ardie Firmansyah, C. 2008. Implementasi Metode HazOp (Hazard and Operability Study) Dalam Proses Identifikasi Bahaya Dan Analisa Resiko Pada Feedwater System Di Unit Pembangkitan Paiton, PT. PJB, (Online), (http://andaiviana.files.wordpress.com/2008/02/proceding-hazop.pdf), diakses 1 Oktober 2014. Juliana, Anda Ivana. 2008. Implementasi Metode Hazops dalam Proses Identifikasi Bahaya dan Analisa Risiko Pada Feedwater System di Unit Pembangkitan Paiton PT. PJB. Surabaya: Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Lyold. 2008. Hazard Operability Studies. Safety & Risk Management Service. Munawir, A. 2010. HAZOP, HAZID, VS JSA. Migas Indonesia. Nugroho Pujiono, B., Pambudi Tama, I., & Yanuar Efranto, R. 2013. Analisis Potensi Bahaya Serta Rekomendasi Perbaikan dengan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) Melalui Perangkingan Ohs Risk Assessment and Control, (Online), (jrmsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jrmsi/article/download/32/55), diakses 1 Oktober 2014. UNSW Health and Safety. 2008. Risk Management Program, (Online), (http://www.ohs.unsw.edu.au/ohs-riskmanagement/index.html), diakses 1 Oktober 2014. Wibisono Budhi, Yogi. 2013. Hazard and Operability. Bandung: Tim Safety- ABET ITB. Zulfiana, E., & Musyafa, A. 2013. Analisis Bahaya dengan Metode Hazop dan Manajemen Risiko pada Steam Turbine PLTU di Unit 5 Pembangkitan Listrik Paiton (PT. YTL Jawa Timur), (Online), (ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/viewFile/3685/1002), diakses 1 Oktober 2014.
  23. 23. 21 LAMPIRAN Contoh HAZOP Worksheet Perusahaan : UP. Paiton, PT.Pembangkitan Jawa-Bali Fasilitas : Boiler Feed Pump (Feedwater System) Node : Boiler Feed Pump Intensi : Mengalirkan feedwater dari storage tank ke pompa Component Function Guideworld Deviation Causes Consequences Safeguards L C R Recomendation Pipa suct ion BFP 2A, 2B, 2C Mengalirka n feedwater dari storage tank ke pompa Less Less Pressure Terjadi kebocoran pada line suct ion BFP, dimana fuilda keluar dari sistem pipa discharge Pompa 2A, 2B, 2C shutdown Terjadi unit derat ing Visual inspect ion A 4 E Memperbaiki kebocoran yang ada, melakukan inspeksi rut in sesuai jadwal Suct ion Valve Line Pre warming BFP 2A, 2B, 2C Mengalirka n feedwater dari storage tank ke pompa Part of Part of Inst rumentation Pengkarata n pada katup sehingga t idak dapat diputar Kerja supply pompa 2A, 2B, 2C terganggu, Kerja suct ion valve terganggu Perawatan rut in atau periodik D 3 M Membersihkan karat , mengecat, memeriksa kondisi katup secara rut in. Less Less Pressure Seal katup bocor Penurunan tekanan sehingga terjadi unit derat ing. Kerja suct ion valve terganggu D 3 M Menggant i seal yang rusak dan pemeriksaan berkata Part of Part of Impermeability Katup sulit diputar, kekedapan menurun Kerja supply pompa 2A, 2B, 2C terganggu, Kerja suct ion valve terganggu D 3 M Menggant i seal yang rusak dan pemeriksaan berkata Suct ion St rainer BFP 2A, 2B, 2C Menyaring kotoran feedwater daro storage tank menuju ke pompa Less Less Pressure Kotor, jenuh/aus pada elemen filter Inject ion pump akan bocor, Supply feedwater terganggu & cenderung kotor. Kegagalan 2 filter pada saluran suct ion BFP menyebabkan terjadinya unit derat ing Visual inspect ion E 3 M Membersihkan kotoran, menggant i elemen filter, memeriksa st rainer secara rut in Pompa 2A, 2B, 2C Mengalirka n feedwater dari storage tank ke HP Heater menuju boiler Less Less Pressure Kavitasi, pengkarata n pada rotor dan stator Pompa tidak bekerja maksimal. Supply feedwater terhambat, start up lambat . Noise pump. Temperatur naik. Periodic maintenance, alarm C 3 H Menghilangkan penyebab kavitasi, membersihkan karat , mengecor kembali bantalan dan rotor Part of Part of Funct ionability Load rnu back 60% atau unit t rip Berkurangnya supply feedwater ke boiler. Terjadi unit derat ing E 4 H Proses change over
  24. 24. 22 Pipa discharge 2A, 2B, 2C Mengalirka n feedwater dari Boiler BFP ke HP Heater Less Less pressure Kebocoran pada line discharge perubahan tekanan operasi antara line suct ion ke line discharge. Unit shutdown. Observasi rut in E 4 H Mengecor kembali lubang kebocoran pada pipa discharge, melakukan pemeriksaan rut in Discharge valve 2A, 2B, 2C Mengalirka n feedwater dari pompa ke HP heater dan untuk mencegah aliran balik feedwater ke pompa BFP Part of Part of Impermeability Katup sulit diputar, kekedapan menurun Katup t idak dapat diputar akibat fluida yang keluar dari seal. Kerja supply pompa terganggu. Terjadi unit derat ing Perawatan rut in E 3 M Membersihkan karat , mengganti yang rusak dan pemeriksaan rut in Part of Part of inst rumentation Discharge valve t idak bisa membuka penuh sehingga aliran menuju heater turun drast is Change over pompa. Terjadi unit derat ing. Drum level low Perawatan rut in E 4 H Memperbaiki discharge valve Discharge cont rol valve 2A, 2B, 2C Mengatur aliran feedwater yang melalui discharge yang menuju heater Part of Part of Impermeability Katup sulit diputar, kekedapan menurun Katup t idak dapat diputar akibat fluida yang keluar dari seal. Kerja supply pompa terganggu. Terjadi unit derat ing Perawatan rut in E 3 M Memperbaiki discharge cont rol valve dan pemeriksaan rut in Pipa minimum flow 2A, 2B, 2C Mengalirka n dari BFP ke HPH Less Less pressure Kebocoran pada line minimum flow Perubahan tekanan.Terjadi unit derat ing. - E 3 M Menambal/meng ecor kembali lubang kebocoran pada pipa discharge Minimum flow cont rol valve 2A, 2B, 2C Mengatur aliran feedwater yang mengalir melalui sistem pipa minimum flow Part of Part of Impermeability Katup sulit diputar, kekedapan menurun Katup t idak dapat diputar akibat ada fluida yang keluar - E 2 L Memperbaiki minimum flow cont rol valve dan pemeriksaan rut in Minimum flow isolat ing valve 2A, 2B, 2C Mencegah aliran balik dari aliran feedwater dari minimum flow ke storage tank Part of Part of Impermeability Katup sulit diputar, kekedapan menurun Katup t idak dapat diputar akibat ada fluida yang keluar - E 2 L Memperbaiki minimum flow cont rol valve dan pemeriksaan rut in
  25. 25. 23 LAMPIRAN Soal-soal: Soal Obyektif/Pilihan Ganda! 1. Salah jenis HAZOP adalah ... a) animal HAZOP. b) human HAZOP. c) plant HAZOP. d) water HAZOP. 2. Yang merupakan langkah awal yang tepat dalam melakukan identifikasi hazard dengan menggunakan HAZOP worksheet dan Risk Assessment adalah ... a) mendeskripsikan deviation (penyimpangan) yang terjadi selama proses operasi. b) mendeskripsikan penyebab (cause) terjadinya penyimpangan. c) menentukan action atau tindakan sementara yang dapat dilakukan. d) mengetahui urutan proses yang ada pada area penelitian. e) mengklasifikasikan hazard yang diketemukan (sumber hazard dan frekuensi temuan hazard). 3. Guideword yang digunakan dalam HAZOP adalah ... a) some b) no c) have to d) good e) as soon as 4. Suatu kegiatan tidak boleh dilaksanakan atau dilanjutkan sampai resiko telah direduksi. Jika tidak memungkinkan untuk direduksi resiko dengan sumberdaya yang terbatas, maka pekerjaan tidak dapat dilaksanakan. Dalam hal ini, kegiatan tersebut masuk ke dalam kategori ... a) tidak beresiko b) resiko rendah
  26. 26. 24 c) resiko sedang d) resiko tinggi e) resiko ekstim 5. Suatu tim HAZOP minimal terdiri dari ... a) ketua, sekretaris, bendahara b) ketua, sekretaris, anggota c) ketua, wakil ketua, sekretaris d) ketua, bendahara, anggota e) ketua, wakil ketua, anggota Soal Subyektif! 1. Apakah yang anda pahami tentang Hazard and Operability (HAZOP)? Jelaskan! 2. Apakah tujuan dari HAZOP menurut pemahaman anda? Jelaskan! 3. Apa sajakah yang akan terjadi jika HAZOP tidak dilakukan/dilakukan tetapi tidak maksimal? Jelaskan sesuai dengan pemahaman anda! Jawaban: Soal Obyektif/Pilihan Ganda: 1. B. human HAZOP 2. D. mengetahui urutan proses yang ada pada area penelitian. 3. B. no 4. E. resiko ekstrim 5. B. ketua, sekretaris, anggota Soal Subyektif: 1. HAZOP adalah suatu cara-cara operasional untuk menanggulangi bahaya yang dapat terjadi di tempat kerja, mulai dari analisis, identifikasi, dan investigasi serta penyediaan jalan atau solusi untuk menghindari dan menanggulangi bahaya yang ada. Dan juga untuk mengetahui serta mencegah kecelakaan, baik itu kecelakaan ringan maupun kecelakaan yang berat dan merugikan pihak pekerja dan perusahaan.
  27. 27. 2. Tujuan penggunaan HAZOP adalah untuk meninjau suatu proses atau operasi pada 25 suatu sistem secara sistematis untuk menentukan apakah proses penyimpangan dapat mendorong kearah kejadian atau kecelakaan yang tidak diinginkan. 3. HAZOP bertujuan untuk meninjau suatu proses atau operasi pada suatu sistem secara sistematis. Jika HAZOP tidak dilakukan/dilakukan tetapi tidak maksimal, maka perusahaan tidak akan dapat mengidentifikasi modifikasi yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah resiko dan pengoperasian, akibatnya peluang terjadinya kecelakaan/bahaya akan sering terjadi, baik itu bahaya tingkat rendah, sedang, tinggi, bahkan hingga bahaya tingkat ekstrim.

×