Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

PELAYANAN RASUL PAULUS DALAM PENGINJILANNYA

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

PELAYANAN RASUL PAULUS DALAM PENGINJILANNYA

  1. 1. Makalah Agama Kristen tentang “Perjalanan Pelayanan Rasul Paulus dalam Penginjilannya” CREATED BY: KELOMPOK 3 XI IPS 5 SMA NEGERI 5 BATAM Jl. Kavling Lama Kelurahan Sagulung Kota Kecamatan Sagulung Telp (0778)7368359 Fax (0778)396769 Email: sman5_batam@yahoo.com
  2. 2. ii KELOMPOK 3 Nova Octafia Nova Violita Marpaung Purnama Sari. M Ramces Zulfatra Siahaan Sihol Pardamuan. S Siony Veronika. S Tita Rosita Wahyu Novryady Yosi Berkat Indah
  3. 3. iii Halaman Pengesahan Makalah “Perjalanan Pelayanan Rasul Paulus dalam Penginjilannya” Makalah ini telah disahkan dan disetujui pada tanggal.....November 2016 di Batam oleh: Guru Mata Pelajaran, Ketua Kelompok III, Romauli Simanjuntak Tita Rosita
  4. 4. iv KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Bapa kita Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan kasih karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Perjalanan Pelayanan Rasul Paulus Dalam Penginjilan“ ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengajarkan pada semua orang agar selalu percaya kepada Yesus Kristus dan tidak merasa khawatir untuk masa yang akan datang. Tak lupa kami juga mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah. Kami tahu makalah kami memang jauh dari kesempurnaan maka dari itu,kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak agar menjadi panduan dalam penyusunan makalah kami berikutnya. Batam, 19 November 2016 Penulis
  5. 5. v Daftar Isi Halaman Sampul................................................................................................................i Nama Anggota...................................................................................................................ii Halaman Pengesah Makalah............................................................................................iii Kata Pengantar..................................................................................................................iv Daftar Isi............................................................................................................................v BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1 A. Latar Belakang.......................................................................................................1 B. Rumusan Masalah..................................................................................................1 C. Tujuan Penulisan...................................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2 A. Latar belakang dan pertobatan Rasul Paulus.........................................................2 B. Pekerjaan Rasul Paulus sebelum dia bertobat......................................................4 C. Perjalanan Rasul Paulus yang pertama…………..................................................6 D. Perjalanan Rasul Paulus yang kedua ....................................................................9 E. Perjalanan Rasul Paulus yang ketiga...................................................................14 F. makna pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Rasul Paulus.........................22 BAB III PENUTUP…………….....................................................................................24 A. Kesimpulan..........................................................................................................24 B. Saran....................................................................................................................24 C. Daftar Pustaka......................................................................................................25
  6. 6. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam makalah ini Penulis mencoba membahas bagaimana latar belakang Pertobatan Rasul Paulus yang ada didalam kitab Kisah Para Rasul ,dan perjalanan pelayanan Rasul Paulus dam surat-suratnya. Tujuan Penulis Membahas ini supaya kita banyak belajar bagaimana perjuangan Rasul Paulus dalam memberitakan injil keseluruh dunia dalam kesetiaan supaya lebih banyak lagi orang-orang yang teraniaya oleh dosa di menangkan seperti dirinya. B. Rumusan Masalah 1. Siapakah Rasul Paulus itu? 2. Apa pekerjaan Rasul Paulus sebelum ia bertobat? 3. Bagaimana kronologis perjalanan Rasul Paulus yang pertama? 4. Bagaiman kronologis perjalanan Rasul Paulus yang kedua? 5. Bagaimana kronologis perjalan Paulus yang ketiga? 6. Apa makna pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Rasul Paulus? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui siapa Rasul Paulus itu. 2. Untuk mengetahui apa pekerjaan Rasul Paulus sebelum bertobat. 3. Untuk mengetahui Bagaimana kronologis perjalanan Rasul Paulus yang pertama. 4. Untuk mengetahui Bagaimana kronologis perjalanan Rasul Paulus yang kedua. 5. Untuk mengetahui Bagaimana kronologis perjalanan Rasul Paulus yang ketiga. 6. Untuk mengetahui Apa makna pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Rasul Paulus.
  7. 7. 2 BAB II PEMBAHASAN A. LATAR BELAKANG DAN PERTOBATAN RASUL PAULUS Kita akan mulai mempelajari kehidupan Rasul Paulus dengan terlebih dahulu melihat latar belakang hidupnya. Nama aslinya adalah Saulus (nama yang diambil dari bahasa Ibrani), tetapi setelah bertobat mengambil nama dalam bahasa Yunani, yaitu Paulus. Saulus adalah seorang Yahudi dan ia sangat bangga dengan keyahudiannya itu. Ia berasal dari suku Benyamin dan ia juga memiliki kewarganegaraan Roma. Waktu kelahiran Paulus kurang lebih sama dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Ia dilahirkan di Tarsus, sebuah kota yang terkemuka zaman itu di wilayah Kilikia. Tarsus terletak hanya 1,2 km dari Laut Tengah. Oleh karena itu, Tarsus menjadi kota pusat perdagangan. Di samping itu, Tarsus juga menjadi kota ilmu pengetahuan. Banyak orang pendatang yang belajar di sekolah-sekolah terkenal di Tarsus, dan kemudian tersebar ke seluruh bagian kekaisaran Roma. Di kota ini tinggal orang-orang Yunani dan orang- orang Timur, juga bangsa-bangsa yang lain. Walaupun Paulus pertama-tama dan terutama adalah seorang Yahudi, ia juga bangga terhadap Tarsus, yang merupakan kota pendidikan tinggi serta juga pusat pemerintahan dan perdagangan. Tetapi ia tidak merasa senang dengan kebudayaan di kota itu yang bersifat Yunani dan kafir. Orangtua Paulus merupakan orang-orang Yahudi dan sekaligus menjadi warga negara Roma. Walaupun mereka berusaha melindungi Paulus dari pengaruh kafir sewaktu remaja, tetapi keadaan kota Tarsus membuat setiap anak yang cerdas terpengaruh oleh bahasa dan ide-ide kebudayaan Yunani yang kafir. Pengaruh itu tampak dalam tiga rujukan sastra Yunani oleh
  8. 8. 3 Paulus, yakni kepada penyair-penyair Epimenides (Kisah Para Rasul 17:28), Aratus (Titus 1:12) dan Menander (1Korintus 15:33). Sewaktu masih sangat muda, orangtua Paulus memutuskan ia harus menjadi seorang rabi (guru hukum Taurat). Sebagai seorang anak kecil di Tarsus, ia belajar tentang tradisi-tradisi umat Yahudi melalui pendidikan yang teratur di sinagoge setempat. Alkitabnya yang pertama kemungkinan besar adalah Septuaginta, terjemahan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani. Sewaktu tinggal di Tarsus, Paulus juga belajar membuat tenda, sebab setiap murid hukum Taurat dianjurkan mempelajari suatu ketrampilan di samping menuntut ilmu. Hal ini sangat bermanfaat bagi Paulus pada kemudian hari, sebab dengan demikian dia sanggup memperoleh nafkah sendiri sewaktu melakukan pekerjaan misionernya. Di kota Tarsus Paulus mendapat kesempatan belajar tentang cara hidup bangsa yang bukan Yahudi. Oleh karena itu, ketika waktunya tiba, dia dapat memperkenalkan Injil Kristus kepada bangsa-bangsa lain dengan cara yang sangat baik.Dalam sejarah Perjanjian Baru sesudah kebangkitan Yesus, perhatian beralih dari Petrus dan para murid Yesus lainnya kepada seorang tokoh penting lain dalam kehidupan jemaat mula-mula - yakni Paulus, sang Farisi. Paulus bukan satu-satunya orang Farisi yang menjadi Kristen (Kisah Para Rasul 15:5), tetapi ia memang yang paling terkenal. Berbeda dengan banyak orang Kristen Yahudi lainnya, Paulus tidak lahir di Palestina. Sama seperti banyak orang yang bertobat pada hari Pentakosta, ia seorang Yahudi helenis Ia berasal dari kota Tarsus di provinsi Silisia, dan dia juga seorang warga negara Roma (Kisah Para Rasul 22:3,27).
  9. 9. 4 B. Pekerjaan Rasul Paulus sebelum Dia bertobat a. Penganiayaan Orang Kristen Paulus menjadi pemimpin di antara orang Yahudi. Para pemimpin yang lebih tua mundur dan membiarkan kesempatan kepada Paulus menjadi pimpinan pasukan untuk menghancurkan Kekristenan. Paulus sendiri menggambarkan tindakannya yang melawan Kekristenan ini dengan berkata: "Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota- kota asing." (Kisah Para Rasul 26:10,11).Paulus adalah seorang yang taat kepada agama Yahudi dan dia merasa bahwa apa yang dia lakukan itu benar. Ini terjadi sebelum ia mengalami kasih dan anugerah dari Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus Kristus. b. Proses pertobatan Paulus Pertobatan Paulus merupakan salah satu peristiwa terbesar sejarah Kekristenan. Paulus telah bertanggung jawab atas begitu banyak kematian dan ribuan orang-orang Kristen yang dipenjarakannya. Sekarang ia ada dalam perjalanan menuju Damsyik, sebuah kota penting di Siria, untuk mengusir orang-orang Kristen di sana. Ada tiga peristiwa dari pengalaman pertobatan Paulus yang tercatat di dalam Perjanjian Baru. Lukas menceritakannya menurut kenyataan sejarah dan Paulus menceritakannya dengan kata-katanya sendiri sebanyak dua kali (semua dapat ditemukan dalam Kitab Kisah Para Rasul). Paulus telah membuat namanya ditakuti di antara semua orang Kristen di Yerusalem. Dia telah berhasil memisahkan atau membungkam banyak orang Kristen di kota suci itu. Kemudian,
  10. 10. 5 ia mendapat laporan tentang adanya kelompok besar orang Kristen di kota Damsyik. Kota Damsyik, kira-kira 240 km jauhnya dari Yerusalem. Dia memutuskan untuk pergi ke sana untuk melanjutkan penganiayaannya kepada orang- orang percaya ini. Dia telah diberi kekuasaan penuh dan membawa surat izin untuk memasuki kota dan menangkap semua orang Kristen di kota itu dan membawa mereka kembali dalam keadaan terbelenggu ke Yerusalem. Paulus dan kawan-kawan memulai perjalanan yang panjang menuju Damsyik. Perjalanan ini membutuhkan waktu enam sampai tujuh hari dan selama perjalanan panjang ini anak muda yang pandai dan penuh semangat ini mempunyai banyak waktu untuk berpikir. Mungkin ia mulai meragukan tindakannya. Dia tidak habis berpikir dan tidak mengerti bagaimana Stefanus bisa mati dengan begitu tenangnya. Dia tidak dapat melupakan doa Stefanus ketika Stefanus "menutup mata" dengan damai. Paulus merasa bahwa dia harus melakukan hal yang ia pandang benar, tetapi dia terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Oleh karena itu, ia pun pergi ke Damsyik. Paulus menerima Injilnya dari Kristus sendiri, katanya, yakni dalam pewahyuan pada perjalanan ke Damsyik (lihat juga 1Korintus 15:8). Dari pewartaan para murid ia sudah tahu bahwa Yesus diimani sebagai Kristus. Justru itulah sebabnya bahwa ia menganiaya orang Kristen, yang dari sudut Yahudi mesti dilihat sebagai orang murtad. Tetapi pada perjalanan ke Damsyik ia mulai sadar bahwa orang Kristen benar, Yesus sungguh Almasih, Putra Allah. Bagi Paulus ini suatu pengalaman batin. Tetapi pengalaman iman ini, yang bersumber pada wahyu Allah sendiri, membuat Paulus menegaskan bahwa ia tidak menerima Injilnya dari manusia.
  11. 11. 6 C. Perjalanan Rasul Paulus Yang Pertama Perjalanan misi pertama Paulus diadakan tahun 46-48. Bertolak dari Antiokhia mengikuti rute persinggahan Selamis ke Pafos ke Perga ke Antiokhia ke Ikonium ke Listra ke Derbe dan kembali ke Listra ke Ikonium ke Antiokhia ke Pamfilia ke Perga ke Atalia dan sampai di Antiokhia. a. Antiokhia Sebuah kota ‘modern’ dengan jumlah penduduk setengah juta jiwa, ada sebuah jalan raya yang menakjubkan, dibangun oleh Herodes Agung, 15 mil dari Laut Tengah. Terletak pada rute perdagangan utama, menjadi kota dagang yang ramai. Setelah kejatuhan Yerusalem tahun 70, Antiokhia menjadi pusat kekristenan. Pada tahun 400 ada sekitar 100. 000 orang Kristen tinggal di sini. Paulus dan Barnabas menjadi tokoh utama dalam gereja Antiokhia. Tuhan memakai mereka berdua secara luar biasa, sehingga jemaat Antiokhia bertumbuh pesat. Sebagian besar jemaat di Antiokhia adalah bangsa non-Yahudi. Kota inilah muncul pertama kali istilah Kristen. b. Seleukia 14 mil sebelah barat Antiokhia. Seleukia pernah menjadi ibu kota propinsi Syria setelah kematian Alexander Agung. Didirikan oleh Seleukia I tahun 300, kota ini sibuk dengan kegiatan pelayaran selama pemerintahan Romawi. Kota yang lebih rendah dari permukaan laut ketika pantai-pantainya dipenuhi lumpur. Paulus dan Barnabas disertai pula oleh Yohanes Markus. c. Salamis di Siprus Pandangan tradisional menceritakan bahwa kota ini diberi nama oleh seorang Yunani, Teucer, pendirinya. Pada jaman Yunani dan Romawi, Salamis adalah kota yang kaya raya dengan hasil pelabuhannya yang menakjubkan. Catatan PB menyatakan ada banyak orang Yahudi tinggal di sini dan membangun Sinagoge. Berapa lama Paulus dan Barnabas tinggal di kota ini, kita tidak tahu, tetapi Barnabas mengadakan kunjungan kedua ke kota ini bersama Yohanes Markus. Dan secara tradisi, Barnabas mati syahid di sini pada jaman Nero. Melalui pertemuan mereka dengan seorang tukang sihir dan nabi palsu Yahudi yang bernama Baryesus (Yun. Elimas), Paulus dan Barnabas mendapat kesempatan PI kepada gubernur P. Siprus, Sergius Paulus. Untuk pertama kalinya nama
  12. 12. 7 Paulus disebut (Kis. 13:9). Kuasa Allah dinyatakan ketika Baryesus dihukum Allah melalui Paulus dan gubernur Sergius Paulus menerima Yesus. Dalam ayat sebelumnya telah dicatat ia ingin mendengar firman Allah (ay. 7) dan dalam ay. 8 ‘imannya’, dan akhirnya gubernur itu percaya. d. Pafos di Siprus Terletak di sebelah barat pulau Siprus, menjadi ibu kota Siprus. Pada jaman Romawi kota ini dibangun kembali oleh Kaisar Augustus. Sebuah kota tua dengan kemegahan kuil untuk menyembah Aphrodite. Sejak meninggalkan Pafos, Pauluslah yang menjadi pemimpin rombongan (Kis. 13:13 nama Paulus disebut lebih dahulu). Lalu Yohanes Markus meninggalkan mereka. Mungkin penyebabnya adalah homesickness, atau juga karena posisi Barnabas sebagai pemimpin telah dialihkan kepada Paulus. Kis. 13:9 nama saulus untuk pertama kali disebut Paulus (nama Romawi dalam bahasa Yunani). Ini sangat sesuai dengan konteks PI waktu itu terhadap orang non-Yahudi. e. Perga Terletak di propinsi Pamfilia, milik Romawi. Sebelah barat daya Siprus di Asia Minor. 12 mil sebelah timur Antiokhia. Ada kuil terkenal untuk memuja Artemis (Diana). Kita masih dapat melihat sisa reruntuhan sebuah teater yang dapat menampung 13. 000 orang. f. Antiokhia di Pisidia Didirikan oleh dinasti Syria dengan mengambil nama pendirinya. Antiokhia menjadi bagian Kekaisaran Romawi dalam propinsi Galatia tahun 25 Karena itu secara hukum dinamakan juga Antiokhia Galatia. Koloni Romawi yang dikelilingi tembok dan menjadi ibu kota Galatia Selatan, untuk mengontrol daerah-daerah suku Barbar. Khotbah Paulus di Antiokhia Pisidia merupakan cirri apologetika yang luar biasa. Dengan pemikiran yang tajam berdasarkan penggalian Perjanjian Lama yang mendalam, Paulus membuktikan Yesus sebagai juruselamat manusia yang telah jauh-jauh hari dinubuatkan. Sehingga sejumlah besar orang menjadi percaya. g. Ikonium Tiga hari lamanya perjalanan dari Antiokhia melalui Sebaste, merupakan daerah Oasis. Terletak pada rute perdagangan ke sebelah Barat menuju Efesus dan Roma, menjadi koloni Romawi di bawah kekuasaan Hendrian. Di Ikonium Paulus dan Barnabas
  13. 13. 8 memberitakan Injil dengan luar biasa. Tetapi akhirnya orang-orang Yahudi yang tidak percaya berencana untuk menyiksa dan merajami para rasul, maka mereka menyingkir ke Listra. h. Listra Dua puluh mil sebelah Barat Daya Ikonium, melalui tanah tinggi Galatia yang dingin. Listra didirikan oleh kaisar Augustus. Ada tugu untuk menyembah Zeus dan Hermes (Jupiter dan Merkuri bagi orang Roma. Selain memberitakan Injil, Paulus juga menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahirnya. Karena mujizat ini Paulus dianggap penjelmaan dewa Zeus dan Barnabas penjelmaan dewa Hermes. Sehingga orang-orang di sana ingin menyembah Paulus dan Barnabas. Tetapi kemudian datang orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium, mereka membujuk orang-orang Listra. Akhirnya Paulus dirajami batu dan diseret keluar kota karena dianggap sudah mati. Segera setelah luka-lukanya dibersihkan, ke esokan harinya Paulus dan Barnabas berangkat keDerbe. i. Derbe Dua puluh lima mil sebelah Timur Laut Listra. Kota perbatasan dari propinsi Galatia. Dari sini Paulus dan Barnabas menuju Kapodokia j. Kembali ke Antiokhia Dari Derbe Paulus dan Barnabas kembali ke Listra, Ikonium, dan Antiokhia. Satu hal penting adalah bahwa Paulus dan Barnabas menetapkan penatua-penatua pada setiap jemaat yang telah diinjili. Kemudian mereka meneruskan perjalanan ke Perga. Dan dari pantai Atalia mereka berlayar pulang ke Antiokhia. Kepada jemaat Antiokhia yang telah mengutusnya, mereka menyampaikan semua laporan hasil pemberitaan Injil. Dalam perjalanannya yang pertama (th 45-49) ke Siprus, Pamfilia, Pisidia dan Likaonia, Kis 13-14, Saulus mulai menggunakan nama Yunani-Latinnya Paulus untuk mengganti nama Yahudinya, yakni Saul, Kis 13:9. Karena berkarya dengan lebih baik, maka Paulus menyisihkan Barnabas. Kis 14:12. Dalam tahun 49, jadi empat belas tahun sesudah bertobat, Gal 2:1, Paulus naik ke Yerusalem untuk ikut serta dalam “Konsili Para Rasul”. Sebagian karena pengaruhnya Konsili itu menyetujui bahwa hukum Yahudi tidak mengikat orang-orang bukan Yahudi yang masuk Kristen, Kis 15; Gal 2:3-6. Tugas Paulus di antara orang-orang bukan Yahudi juga secara resmi diakui, Gal 2:7-9. Kemudian ia mengadakan perjalanan-perjalanan lagi.
  14. 14. 9 D. Perjalanan Rasul Paulus Yang Kedua (Kisah Para Rasul 15:40-18:21) Misi Paulus yang kedua ini, kurang lebih dilakukan pada tahun 49-52 AD. Perjalanan misi Paulus yang kedua dilakukan bersama dengan Silas setelah sebelumnya didahului dengan perselisihan yang tajam terjadi antara Paulus dan Barnabas mengenai keikut sertaan Markus (15:35-41) yang diakhiri dengan terbentuknya dua tim misi, yaitu Barnabas dengan Markus dan Paulus dengan Silas. Misi yang kedua ini dimulai kurang lebih sekitar tahun 50 AD, setelah diselingi pengajaran di Antiokhia. Mula-mula Paulus dan Silas mengelilingi Siria dan Kilikia (15:41). Berarti, dengan jalan ini mereka mengunjungi kembali jemaat- jemaat yang telah mereka dirikan sebelumnya. Dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Derbe dan ke Listra. Di Listra inilah Paulus mengajak Timotius, seorang percaya yang beribukan seorang Yahudi dan berayahkan seorang Yunani, untuk turut serta dalam perjalanan misi (16:1-3)). Paulus melihat potensi Timotius sebagai pemimpin dan rekan yang berharga bagi pekerjaannya di wilayah itu. Dalam perjalanan ini, Paulus menyebarluaskan hasil sidang di Yerusalem (Kis. 16:4). Dan kunjungan ini mententramkan jemaat-jemaat di Galatia, memang tidak ada data terperinci mengenai perjalanan ini, kecuali bahwa jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya (Kis. 16:5). Setelah kunjungannya di Galatia berakhir, Paulus memberitakan firman di sepanjang perbatasan barat Galatia yang berkebangsaan Frigia (“wilayah Frigia-Galatia”), dalam perjalanannya menuju Asia (Kis. 16:6). Paulus diperingatkan untuk tidak memasuki Asia, dan dia pergi ke Misia dan Bitinia. Tetapi propinsi-propinsi ini pun tertutup bagi Paulus. Akhirnya ia melanjutkan perjalanan ke Troas.
  15. 15. 10 Tenney mencatat bahwa ada dua kejadian penting yang terjadi di Troas: 1. Penglihatan/visi dari Tuhan tentang panggilan seorang Makedonia (Kis. 16:9). Paulus segera menjawabnya. Dan keputusan ini penting, sebab bila Paulus berbalik kearah timur, pasti dewasa ini dunia Barat akan menerima para pewarta Injil dari timur bukan sebaliknya. Penginjilan ke Eropa dan segala pengaruh Injil pada kebudayaan Barat bermula pada saat Paulus menanggapi himbauan ke Makedonia. 2. Di Troaslah Paulus mulai disertai oleh Lukas, penulis dan pengarang kitab Kisah Para Rasul. Memang Lukas tidak pernah menyebutkan keikutsertaannya secara langsung dalam kisah yang ditulisnya ini, tetapi penggunaan kata ganti orang pertama jamak menyiratkan kehadirannya (Kis. 16:10, “…segeralah kami mencari …”). a. Filipi Dari Troas, Paulus dan rekan-rekannya menyeberangi laut Aegea ke Neapolis di Makedonia, yaitu pelabuhan kota Filipi. Filipi adalah kota koloni Romawi dan paling maju di wilayah itu (Kis. 16:12) karena bangsa Yahudi di sana tidaklah cukup besar, maka tidak ada sinagoge tempat Paulus berkhotbah. Paulus kemudian menghindari sebuah perkumpulan doa kecil di luar kota, di tepi sungai. Lidia, seorang wanita pedagang dari Tiatira yang berdagang kain dan bahan-bahan pewarna, menyediakan rumahnya sebagai markas Paulus. Paulus dan Silas dipenjara akibat tuduhan yang bersifat politis dari seorang tuan yang kehilangan sumber penghasilannya akibat Paulus mengusir roh jahat dari seorang hamba perempuan (Kis. 16:21, mengajarkan adat-istiadat yang tidak boleh diterima atau dituruti orang Romawi). Tetapi, Paulus dan Silas dibebaskan Tuhan oleh sebuah gempa. Pengakuan mereka sebagai warga negara Romawi menghindarkan mereka dari hukuman
  16. 16. 11 yang lebih besar, tetapi mereka tidak melanjutkan pelayanan di kota Filipi ini, dan mulai berangkat ke kota lain. b. Tesalonika Dari Filipi, melalui jalan raya Egnasia, Paulus dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanannya ke Tesalonika melalui Amfipolis dan Apolonia. Tesalonika, Salonika modern, yang didirikan sekitar tahun 315 SM oleh Cassander, untuk menghormati istrinya, merupakan kota yang merdeka, dengan pejabat-pejabatnya yang disebut politarkh (Kis. 17:6), kota pelabuhan, pusat perniagaan, dan ibu kota propinsi. Kelompok masyarakat Yahudi di Tesalonika mempunyai sebuah Sinagoge, tempat Paulus mengabarkan Injil selama tiga minggu. Terjadi ketegangan diantara orang-orang percaya dan orang-orang non-Yahudi yang tidak mau menerima pemberitaan Paulus, sehingga suasana permusuhan makin menajam. Para penginjil tidak dapat lagi tinggal di kota itu, dan melarikan diri ke Berea. c. Berea Di Berea, para penginjil mulai lagi mengajar dalam Sinagoge. Orang-orang Yahudi di sana mau menerima firman yang disampaikan oleh Paulus dan dengan tekun menyelidiki kitab suci untuk membuktikan kebenaran perkataan-perkataan Paulus, walaupun mungkin mereka sama dengan rekan-rekannya di Tesalonika belum siap untuk menerima ajaran ini (Kis. 17:1). Orang-orang dari Tesalonika datang menyerbu dan berusaha menyerang Paulus. Walaupun jumlah mereka yang di Berea sudah berlipat ganda, tetapi mereka sadar bahwa mereka tidak dapat membantu. Maka mereka mengantar Paulus ke jalan menuju pantai, tetapi ia tidak menuju ke pelabuhan, melainkan berbalik ke Selatan dan pergi ke Athena yang jauh dari jangkauan orang-orang Yahudi.
  17. 17. 12 Silas dan Timotius datang ke Berea untuk meneruskan pekerjaan Paulus. Dan Timotius bergabung kembali dengan Paulus di Athena dan membawa kabar tentang kekacauan di Makedonia yang menyulitkan dan melemahkan gereja. Paulus segera mengirim Timotius kembali untuk menguatkan hati mereka dan menyusun laporan bagaimana mereka bertahan menghadapi cobaan itu (I Tes. 3:1-5). Barangkali Silas setelah bertemu dengan Paulus, juga kembali ke Makedonia, ke Filipi. Sehingga Paulus hanya seorang diri di Athena dan tidak bertemu dengan rekan-rekannya itu sehingga mereka bergabung kembali dengannya di Korintus (Kis. 18:5). d. Athena Dari Berea, Paulus naik kapal dari kota Methone atau Dium ke Piraeus, pelabuhan kota Athena. Paulus menunggu kedatangan Silas dan Timotius dari Makedonia, sambil tetap menjalankan pekerjaannya yang utama, yaitu mengabarkan Injil. Ada dua lingkungan kerja yang terbuka baginya, 1). Sinagoge, tempat dia bertemu dengan umat Yahudi dan orang-orang percaya lainnya, dan 2). Pasar, dimana ia dapat bertemu dengan para ahli pikir kafir. Ajaran Paulus merangsang keingintahuan para ahli pikir kafir, dan membawanya ke sidang Areopagus. Memang tidak ada tanda-tanda bahwa ia diadili karena suatau tuduhan, Paulus hanya membuat suatu pernyataan resmi tentang prinsip- prinsip utama dari ajarannya. Ada beberapa orang yang percaya dan bertobat setelah mendengar khotbahnya, yang dihentikan oleh para pendengarnya (Kis. 17:32), antara lain Dionisius, seorang anggota majelis Aeropagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, juga orang-orang lain (Kis. 17:34). Rupanya Paulus kecewa dengan misinya di Athena karena dia tidak
  18. 18. 13 menghasilkan kebangunan rohani yang cukup berarti, dan masyarakat kafir menolaknya dengan ejekan. e. Korintus Dari Athena, Paulus pergi ke Korintus, kota yang pernah dirampas dan dibakar oleh jendral Roma Mumius (tahun 146 SM), dan dalam tahun 46 SM dibangun kembali oleh Julius Caesar dan menjadi ibukota politik yang diakui dari Akhaya, propinsi Senatorial.Korintus, tempat kedudukan gubernur yang berkuasa (Kis. 18:12). Di kota ini ia bertemu dengan Akwiladan Priskila, yang diusir dari Roma atas perintah Caesar Claudius. Sama-sama tukang tenda, yang kemudian menjadi penolong yang sangat berharga dalam pekerjaannya. Tidak berapa lama kemudian, Silas dan Timotius kembali dari Makedonia, membawa kabar tentang perkembangan jemaat- jemaat, yang mungkin pada saat itu Paulus menerima sumbangan dari mereka (lih. Flp. 4:15-16). Pada mulanya dengan hasil yang cukup memuaskan, Paulus menjadikan rumah ibadat Yahudi sebagai tempat basis kegiatannya. Tetapi hal itu tidak mungkin lagi diteruskan karena perlawanan dari pihak Yahudi. Paulus memindahkan markasnya ke rumah Titius Yustus, ‘seorang yang takut kepada Allah’ yang tinggal dekat Sinagoge. Kepala rumah ibadat, Krispus menjadi percaya dan dibaptis. Tetapi orang-orang Yahudi yang menentangnya kemudian menuduh dia di depan Yunius Galio, gubernur Roma di Akhaya, bahwa dia melakukan propaganda agama yang tidak sah menurut hukum. Galio melihat apa yang ada dibalik tuduhan itu kelihatannya benar, tetapi karena soal itu hanya mengenai keparcayaan dan tafsiran agama Yahudi, Galio merasa itu bukan urusannya.
  19. 19. 14 Akibat permintaannya ditolak, rakyat jelata Yunani yang marah, memukuli kepala rumah ibadat, dan hal itu menunjukkan bahwa ada perasaan anti Yahudi yang terpendam dalam hati rakyat waktu itu. Krispus diganti oleh Sostenes, dan jikalau ia ini sama dengan yang dituliskan dalam I Kor. 1:1, berarti akhirnya Sostenes juga bertobat. Kemudian Erastus, seorang yang terkemuka lain di Korintus yaitu bendahara kota, bertobat (Rm.16:23). Bersama Akwila dan Priskila, Paulus meninggalkan Korintus, dan berangkat ke Timur, dan di tengah perjalanan singgah di Efesus, tempat Akwila dan Priskila membuka markas mereka yang baru dan mulai melayani. Paulus mengajar di Sinagoge, tetapi hanya sebentar karena keinginannya untuk tiba di Palestina. Kemudian Paulus tiba di Kaisarea, dan memberi salam kepada jemaat (Kis.18:22), dan selanjutnya menuju Antiokhia. Mungkin Paulus melakukan kunjungan ke Galatia dan Frigia kembali untuk meneguhkan hati murid-muridnya, dan kembali ke Efesus, dimana ia mulai menjalankan misinya di Asia, misi yang paling lama dan paling bergejolak. E. Perjalanan Rasul Paulus Yang Ketiga (Kisah Para Rasul: 19-20; 21:15-40; 21:15- 40.) Ketika Paulus belum begitu lama berada di Antiokia, ia menerima kabar bahwa ada suatu masalah dalam jemaat di Galatia. Oleh karena itu, ia memulai perjalanannya yang ketiga, perjalanan yang panjang dan penuh rintangan. Selain Paulus tinggal lama di Efesus dan mengunjungi Ilikrium, perjalanan misi ini juga meliputi daerah-daerah dimana ia pernah bekerja belum lama ini. a. Efesus
  20. 20. 15 Kisah Para Rasul 19. Paulus tinggal di Efesus hampir tiga tahun. Efesus adalah ibukota Asia waktu itu dan di kota inilah Paulus tinggal paling lama selama melakukan perjalanan misinya. Kuil Artemis (dewi Yunani) adalah salah satu dari kuil yang paling mengagumkan di dunia pada waktu itu. Dibutuhkan 220 tahun untuk membangun kuil ini. Penyembahan di tempat ini sepenuhnya jahat dan berdosa. Beribu-ribu orang datang untuk menyembah dewi ini. Namun, hal ini memberi kesempatan kepada Paulus untuk memberitakan Firman Allah kepada orang-orang yang ada di sana. Setelah beberapa bulan, orang menerima Kristus dan menolak untuk menyembah dewi Artemis. Tiga tahun lamanya Paulus mengajar di tempat ibadah. Kemudian Paulus menyewa sekolah Tiranus selama dua tahun. Pekerjaan Paulus di Efesus adalah pelayanan Paulus yang paling efektif. Kita tahu bahwa setiap orang, baik Yahudi maupun Yunani, yang tinggal di Asia mendengar Firman Tuhan yang diberitakan oleh Paulus. Begitu banyak orang yang menerima iman Kristen sehingga para pengikut Artemis mulai membuat masalah, dan sekali lagi Paulus harus menyingkir ke kota lain. b. Makedonia Kisah Para Rasul 20:1-16 Paulus meninggalkan Efesus dan kembali lagi ke Makedonia untuk mengunjungi para jemaat barunya di sana. Ia memberitakan Firman Allah di Troas, kemudian meneruskan perjalanannya ke Filipi di sana Timotius dan Titus bergabung bersamanya. Jemaat di Filipi menjadi sangat kuat. Di Filipilah Paulus menulis surat pertamanya untuk jemaat. Tidak lama kemudian ia kembali menulis suratnya yang kedua untuk jemaat di Korintus. Mungkin
  21. 21. 16 perhentian Paulus selanjutnya adalah di Ilikrium. Ia memberitakan Firman Allah di daerah ini selama dua atau tiga bulan sebelum ia pergi ke Korintus. Beberapa orang di Korintus sangat gembira tinggal bersama Paulus. Waktu Paulus di kota itu ia membimbing dan melatih para pemimpin di sana. Alasan lain Paulus pergi ke Korintus adalah untuk memberi semangat kepada orang-orang Kristen agar memberikan persembahan yang memadai bagi jemaat di Yerusalem. Ketika Paulus berada di Korintus ia menulis surat kepada jemaat di Galatia, dan dari semua suratnya, yang paling luar biasa adalah suratnya yang ditujukan kepada jemaat di Roma. Sekarang Paulus ingin sekali kembali ke Yerusalem dan Antiokia. Ia telah bepergian selama empat tahun dan harus memikirkan tentang keadaan para jemaat di mana ia memulai pekerjaannya. Ia juga tidak sabar untuk pergi ke Yerusalem untuk memberikan persembahan yang telah ia kumpulkan selama perjalanannya ini. Paulus telah bersiap-siap untuk berlayar, bersama-sama rekan- rekannya, naik kapal ke Yerusalem. Tetapi Paulus mendengar bahwa orang-orang Yahudi bermaksud untuk membunuhnya segera setelah kapal yang ia tumpangi itu berlayar ke lautan. Oleh karena itu, Paulus mengubah rencananya. Ia dan Lukas mengadakan perjalanan yang sulit dan panjang melalui darat. Paulus berhenti di Troas dan di sana ia bertemu dengan orang-orang Kristen pada hari pertama dalam minggu itu. Mereka sudah memakai hari Minggu sebagai hari ibadah. Pada kebaktian inilah Eutikus, yang duduk dekat jendela, tidak dapat menahan kantuknya. Lalu, ia tertidur dan jatuh dari tingkat tiga ke bawah. Teman-temannya cepat-cepat menghampirinya dan mendapati bahwa ia sudah mati. Namun, kemudian Paulus menghidupkannya kembali.
  22. 22. 17 Hari berikutnya Paulus berjalan dari Troas ke Asos di sana ia dan teman-temannya menumpang kapal untuk berlayar ke Miletus. Sebelum berlayar dari Miletus, Paulus memanggil para penatua dari jemaat Efesus. Bacalah pesan perpisahannya dengan mereka di Kisah Para Rasul 20:17-38. c. Kembali Ke Yerusalem Paulus meneruskan perjalanannya menuju Yerusalem. Setiap kali ia berhenti di suatu kota, orang-orang Kristen di sana selalu memperingatkan akan adanya bahaya yang sudah menunggu di hadapannya. Orang-orang Yahudi sudah berketetapan hati untuk membunuh dia. Baca Kisah Para Rasul 21:1-14. Paulus meneruskan perjalanan ke Yerusalem karena ia tahu bahwa ada sesuatu yang harus diselesaikannya. Ia telah menyelesaikan perjalanannya yang ketiga untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Ia telah memenangkan peperangan bagi mereka dan ia telah siap untuk menghadapi apapun yang akan terjadi kepadanya. Setelah empat tahun, akhirnya sampailah kembali Paulus di Yerusalem. Orang-orang Kristen di sana penuh dengan sukacita karena dapat bertemu lagi dengan dia. Mereka tidak sabar mendengar semua pekerjaan yang telah dilakukannya dan apa saja yang telah dilakukan Roh Kudus melalui dia selama waktu itu. Semua pemimpin jemaat di Yerusalem bertemu dan mendengarkan pengalaman Paulus. Paulus menceritakan dengan terperinci apa yang telah Allah lakukan di antara bangsa-bangsa melalui pelayanannya. Para pemimpin jemaat di sana sangat terkesan dan mereka bersyukur kepada Allah atas semua pekerjaan yang telah dilakukan. Kemungkinan besar pada waktu itu
  23. 23. 18 jugalah Paulus menyerahkan persembahan yang telah ia kumpulkan dengan setia selama lebih dari empat tahun, pada saat ia mengunjungi para jemaat dari bangsa-bangsa lain. d. Masalah Kaum Yahudi Ada banyak orang Yahudi yang menjadi percaya dan masih rajin memelihara hukum Taurat. Mereka mengatakan bahwa Paulus mengajarkan kepada orang-orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk tidak mematuhi Hukum Musa, dan juga mengatakan supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat orang Yahudi. Hal ini tentu saja tidak benar, tetapi pemimpin jemaat di Yerusalem menasehati Paulus untuk pergi bersama empat orang yang bernazar, ke Bait Allah untuk menguduskan dirinya bersama-sama dengan mereka. Paulus mengikuti nasihat para pemimpin itu, tetapi ketika orang- orang Yahudi melihat dia di dalam Bait Allah, mereka mulai menghasut banyak orang dan menuduh bahwa Paulus telah membawa seorang Yunani masuk ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci itu. Ada hukum yang tidak memperbolehkan orang dari bangsa lain masuk ke dalam Bait Allah. Paulus tidak melakukan hal ini, tetapi sangatlah mudah menyebarkan laporan palsu yang menyatakan bahwa Paulus telah melakukannya. Mereka berteriak, “Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat ini.” (Kisah Para Rasul 21:28) Paulus diseret keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga pintu gerbang Bait Allah ditutup.
  24. 24. 19 Pada saat mereka mencoba membunuhnya, sampailah kabar kepada kepala pasukan Romawi bahwa seluruh Yerusalem gempar. e. Penangkapan Paulus Kepala pasukan itu menangkap Paulus dan mengikatnya dengan dua rantai. Kemudian ia menanyakan kepada kerumunan itu tentang siapakah Paulus dan apa yang telah diperbuatnya. Beberapa orang ada yang meneriakkan ini dan yang lain meneriakkan itu. Ketika kepala pasukan itu tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ia menyuruh anak buahnya membawa Paulus ke markas. Ketika mereka mencapai tangga, kerumunan orang itu menjadi beringas sehingga prajurit-prajurit itu harus memanggul Paulus di atas pundak mereka supaya dapat melindunginya. Kerumunan itu berteriak, “Enyahlah dia, Enyahlah dia!” Ketika mereka hendak membawa Paulus ke markas, ia meminta kepada kepala pasukan untuk berbicara pada orang-orang di sana. Kepala pasukan itu sangat terkesima karena ia mendengar Paulus berbicara dengan bahasa Yunani. Kemudian, mulailah Paulus berbicara pada kerumunan itu dalam bahasa Ibrani. Bacalah Kisah Para Rasul 22:1- 21. Pada saat Paulus menyebut kata “bangsa-bangsa lain”, kerumunan orang itu menjadi lepas kendali dan menginginkan supaya Paulus dibunuh secepatnya. Ketika mereka bersiap-siap membunuhnya, kepala pasukan itu mencegah mereka. Lalu, ia membawa Paulus ke dalam dan memerintahkan para prajurit untuk menyiksanya sampai ia mengakui kejahatannya. Kepala pasukan itu ingin mengetahui apa yang menyebabkan kerumunan itu begitu marah kepada Paulus. Ketika mereka mengikat dia, berkatalah Pulus, “Apakah diperbolehkan untuk memukuli warga Romawi?” Ketika kepala pasukan itu mengetahui bahwa Paulus adalah warganegara
  25. 25. 20 Romawi, ia menjadi takut dan membawa Paulus ke hadapan Mahkamah Agama. Bacalah Kisah Para Rasul 22:20-30. f. Di Hadapan Sanhedrin Kisah Para Rasul 23:1-11. Sebelum bertobat, dulunya Paulus sering menyeret banyak orang Kristen ke hadapan Mahkamah Agama untuk dihakimi. Sekarang, ia sendirilah yang harus menghadap Mahkamah Agama. Ia pasti melihat ke seluruh ruangan Mahkamah Agama itu untuk mengetahui apakah ada salah seorang temannya di sana. Paulus mengatakan di hadapan para anggota Mahkamah Agama itu bahwa selama ini ia hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah. Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus untuk menampar mulutnya. Hal ini menyebabkan Paulus marah dan berbicara sangat keras kepada Ananias. Setelah itu, ia meminta maaf, sebab ia tidak tahu bahwa Ananias adalah Imam Besar. Kemudian Paulus menyadari bahwa beberapa orang anggota dewan itu adalah orang-orang Farisi dan beberapa yang lainnya orang-orang Saduki. Paulus mengetahui bahwa mereka saling bermusuhan. Paulus berkata dengan suara yang keras, “Hai saudara-saudara, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi.” Rupanya perkataan Paulus ini menyebabkan perdebatan dan perpecahan di antara dua kelompok itu. Lalu kepala pasukan itu membawa Paulus pergi dari tempat itu sebab ia takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Sekali lagi, Paulus lolos dari maut. Malam itu Tuhan mendatangi Paulus yang masih ada dalam penjara. Tuhan berkata, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” Sekarang Paulus tahu bahwa cepat atau lambat ia akan pergi ke Roma, tetapi ia tidak tahu berapa lama dan bagaimana itu akan terjadi.
  26. 26. 21 g. Selamat Dari Yerusalem Kisah Para Rasul 23:12-35. Orang-orang Yahudi, yang kalah bersilat lidah dengan Paulus, bersepakat untuk membunuhnya. Mereka bersumpah tidak akan makan maupun minum sebelum mereka membunuh Paulus. Namun, kemenakan Paulus mendengar rencana jahat ini, lalu ia pergi kepada kepala pasukan dan menceritakan tentang rencana komplotan orang-orang Yahudi yang akan membunuh Paulus. Kemudian, kepala pasukan memerintahkan 200 prajurit bersenjata lembing dan 70 orang berkuda untuk membawa Paulus ke Kaisarea. Di Kaisarea, Paulus dibawa kepada Felix dan ditahan di istana Herodes. Sekali lagi Paulus selamat dari maut. Paulus dipenjarakan di Kaisarea selama dua tahun dan ditambah lagi selama tiga tahun sebelum dia dibebaskan. Mengapa Tuhan membiarkan Paulus tinggal di penjara selama lima tahun lamanya, padahal saat itu seharusnya merupakan waktu yang penting dalam pelayanannya? Kita tidak dapat menjawab pertanyaan ini sepenuhnya. Yang pasti hal itu juga sulit untuk bisa dimengerti oleh Paulus, tetapi sekarang kita dapat melihat mengapa hal itu terjadi. Paulus membutuhkan istirahat. Setelah 20 tahun penuh dengan pekerjaan yang sulit dan perjalanan yang sangat panjang, Paulus tentunya merasa sangat letih. Waktu Paulus di penjara bukan hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi juga merupakan saat untuk merenungkan kebenaran dari Kristus Yesus. Kemudian Paulus menulis surat kepada jemaat Filipi mengenai dirinya yang dipenjara. “Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kami tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.” (Filipi 1:12-13).
  27. 27. 22 F. Makna Pelajaran Yang Dapat Kita Ambil Dari Kisah Rasul Paulus Paulus adalah orang yang pertama dan terhebat dalam menafsirkan Injil Kristus. Dialah orang yang bertanggung jawab dalam membangun suatu sistem yang menyuarakan kekristenan sebagai jalan hidup. Beberapa hal utama yang diajarkan oleh Paulus yang sampai sekarang menjadi pengajaran bagi jemaat: 1. Manusia telah gagal menjadi benar dengan usaha mereka sendiri. Oleh karena itulah, kita gagal melayakkan diri kita di hadapan Allah. Kita semua telah gagal untuk menjadi sempurna, tidak ada di antara kita yang dapat hidup dengan sempurna. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). 2. Karena tidak ada manusia yang sempurna, maka tidak ada manusia yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, Allah menyediakan jalan keselamatan. Karena kasih karunia Allah, Ia telah menyediakan sebuah jalan bagi kita untuk menerima keselamatan. Manusia tidak perlu melakukan apa-apa untuk memperolehnya. Keselamatan ini adalah pemberian Allah dan semua yang menerimanya dapat hidup dalam damai dan berkenan kepada Allah. Pemberian ini ditujukan kepada SEMUA orang, tetapi ini hanya bisa diperoleh melalui iman. “Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.” (Roma 6:23). 3. Yesus Kristus adalah Pembebas dosa-dosa manusia. Kristus adalah satu-satunya yang dapat melepaskan manusia dari belenggu dosa. Kita yang menerima kebenaran ini, dengan percaya kepada Kristus, menjadi anak-anak Allah. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena
  28. 28. 23 dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10). Tetapi, manusia masih memiliki tabiat dosa yang harus ditaklukkan. Ia, dengan anugerah Allah, harus mengalahkan dosa. Namun, jaminan kemenangan itu telah diberikan kepada kita. “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37) Dosa akan dikalahkan! “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup baik malaikat- malaikat maupun pemerintah-pemerintah baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari KASIH Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39). 4. Kristus adalah pusat dan kemuliaan dari rencana penebusan Allah. Yesus Kristus adalah Penebus dosa-dosa manusia. Tidak ada jalan lain menuju kepada kehidupan kekal kecuali melalui Dia. Dia datang ke dunia ini, hidup di antara kita, dan mati supaya kita boleh menerima keselamatan. Bacalah Roma 5:1-11. Tidak ada jalan lain untuk bisa diselamatkan, kecuali dengan kematian Yesus di atas kayu salib. Yesus Kristus adalah kepala jemaat. Dan, hari ini Roh Kudus dari Kristus tinggal bersama-sama dengan kita, supaya kita boleh hidup dalam kuasa dan kekuatan dari Allah.
  29. 29. 24 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Tugas pemberitaan Injil adalah Tugas dari Allah bagi semua orang percaya. Allah berhak memakai siapa saja, untuk menjalankan misinya. Tidak peduli bagaimana buruknya masa lalu seseorang, Allah mempercayakan tugas misi itu bagi mereka yang mau membuka hati kepadaNya. Sama seperti Paulus yang dipilih Allah secara khusus untuk memberitakan injil bagi orang-orang percaya maupun orang-orang yang belum percaya agar mereka dapat mendengar dan menerima kabar baik/sukacita bahwa Yesus Kristus adalah Raja di atas segala Raja yang telah datang kedunia menebus dosa manusia lewat pengorbananNya dikayu salib dan memberikan keselamatan kekal bagi mereka yang percaya kepadaNya. Sama seperti yang Paulus lakukan, ketika menerima keselamatan dari Allah. Maka hal itu tidak hanya disimpan secara pribadi melainkan harus diteruskan dan diberitakan bagi semua orang dipenjuru dunia. B. Saran Sudah seharusnya kita sebagai remaja Kristen, kita patut meneladani Rasul Paulus yang setia dalam melayani Tuhan. Walaupun kita tidak dapat menjadi Paulus yang memberitakan injil keseluruh dunia tapi kita dapat menjadi Paulus-paulus yang dapat peduli terhadap orang-orang sekitar kita yang masih terikat dengan dosa dengan mengabarkan berita keselamatan sehingga lebih banyak lagi orang yang terlepas dari belenggu dosa dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru s’lamat hidupnya dengan begitu kita sudah turut melayani Tuhan.
  30. 30. 25 DAFTAR PUSTAKA RASUL%20PAULUS%20DAN%20PERJALANAN%20INJILNYA.htm Perjalanan%20Misi%20Rasul%20Paulus%20kedua%20%20%20Tuhan%20Yesus%20Kristus.ht m PETA%20PERJALANAN%20PELAYANAN%20PAULUS%20DALAM%20PENGINJILANN YA%20%E2%80%93%20Darma%20Wong.htm

×