Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

6. modul - safety briefing optik

6 797 vues

Publié le

6. modul - safety briefing optik

Publié dans : Business
  • Soyez le premier à commenter

6. modul - safety briefing optik

  1. 1. STANDARD KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PT. TELKOM AKSES
  2. 2. PERATURAN PERUSAHAAN PT. TELKOM AKSES NO. KD. 1255/PS000/TA-00/2014 TGL 30 Juni 2014
  3. 3. PERATURAN PERUSAHAAN KD.1255/2014 BAB I UMUM Pasal 4 Kewajiban dan Tanggungjawab Para Pihak 1) … 2) … 3) … 4) … 5) Calon Karyawan yang lulus proses seleksi akan mendapatkan program induksi/bootcamp untuk membekali karyawan baru tentang pengetahuan umum mengenai perusahaan, cara kerja, standar kesehatan dan keselamatan kerja, perangkat organisasi, nilai-nilai dan norma-norma kerja yang berlaku serta isi ketentuan-ketentuan dalam peraturan perusahaan ini sebelum karyawan ditempatkan pada pekerjaannya.
  4. 4. PERATURAN PERUSAHAAN KD.1255/2014 BAB IV WAKTU KERJA Pasal 21 Kerja Lembur 1) … 2) … 3) … 4) Calon Waktu kerja lembur yang dilakukan pada hari libur paling banyak 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) minggu dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, kebutuhan operasional, serta sasaran pencapaian program keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan
  5. 5. PERATURAN PERUSAHAAN KD.1255/2014 BAB XI KESELAMATAN KERJA Pasal 58 Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1) Guna memberikan perlindungan kepada karyawan maka perusahaan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3)dan/atau Occupational Health & Safety Advisory Services (OHSAS) yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. 2) Perusahaan menyediakan fasilitas dan sarana kerja untuk menjamin keselamatan dan kesehatan karyawan.
  6. 6. PERATURAN PERUSAHAAN KD.1255/2014 BAB XI KESELAMATAN KERJA Pasal 59 Tata Tertib Keselamatan Kerja 1) Setiap karyawan wajib mentaati peraturan kerja di dalam perusahaan. 2) Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan setiap karyawan wajib mentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada dan ditentukan bagi pekerjaannya masing-masing, termasuk penggunaan ID/tanda pengenal, seragam kerja dan perlengkapan kerja. 3) Demi tercapainya keselamatan kerja, maka karyawan DILARANG melakukan hal-hal di bawah ini : a) Menempatkan barang atau alat secara serampangan sehingga membahayakan keselamatan dirinya atau orang lain. b) Menghidupkan/ menjalankan/ menggerakkan mesin, alat angkat atau perangkat atau mobil yang bukan menjadi tugasnya. c) Bermain-main dengan melakukan secara ceroboh perlengkapan keselamatan kerja, sehingga dapat merusak perlengkapan tersebut. 4) Karyawan yang mengetahui Karyawan lain mendapat kecelakaan wajib memberikan pertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya.
  7. 7. 7 2013 Sertifikasi ISO 9001:2008 (Mar’13) 2014 Surveillance ISO 9001:2008 (Mar’14) Sertifikasi OHSAS 18001:2007 (Mei’14) 2015 INTEGRATED Surveillance ISO 9001:2008 & OHSAS 18001:2007 (Mar’15) SISTEM STANDARD YANG DIGUNAKAN : • ISO 9001:2008 ( standard internasional di bidang sistem manajemen mutu ) • OHSAS 18001:2007 (standar sistem manajemen keselamatan kerja dan kesehatan kerja / K3) *) Integrated & Extend Scope SISTEM MANAJEMEN QHSE – PT. TELKOM AKSES adalah bukti komitmen Perusahaan untuk memenuhi persyaratan , peraturan dan undang-undang serta terus menerus meningkatkan efektifitas sistem manajemen , menyediakan kerangka kerja dalam menetapkan tujuan dan meninjau sasaran untuk dikomunikasikan , dipahami dan dijalankan serta ditinjau secara periodik dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan bisnis.
  8. 8. SAFETY BRIEFING HARIAN Safety Briefing Harian atau SAFETY BRIEFING HARIAN • Dilaksanakan oleh Pengawas/Supervisor sebelum dimulainya tugas pekerjaan. • Dilaksanakan di daerah aman yang berdekatan dengan tempat kerja • Isi pembicaraan harus cukup untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok kerja menyadari tugas masing-masing, setiap bahaya yang mungkin dihadapi, efek pekerjaan mereka mungkin memiliki pada keselamatan orang lain, dan dampak terhadap lingkungan • Harus menerangkan prosedur terkait pekerjaan, misalnya ijin bekerja , mengidentifikasi setiap langkah-langkah pekerjaan, dan identifikasi semua persyaratan keselamatan kerja
  9. 9. SAFETY BRIEFING HARIAN SAFETY BRIEFING ( DISAMPAIKAN SEBELUM MEETING, LOKASI PTTA GEDUNG JAKBAR LT.7 ) JAKARTA , SENIN, 26 MEI 2014 REKAN-REKAN SEKALIAN, SELAMAT DATANG DI GEDUNG TELKOM AREA JAKARTA BARAT. MENGAWALI ACARA INI, IJINKAN KAMI MANYAMPAIKAN PESAN STANDAR SAFETY BRIEFING DALAM RANGKA MEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN. 1. GEDUNG TELKOM JAKARTA BARAT INI, TERDIRI DARI 7 LANTAI. SAAT INI KITA BERADA DI LANTAI 7 RUANG RAPAT TELKOM AKSES, JAKARTA BARAT. 2. GEDUNG TELKOM JAKARTA BARAT INI, DILENGKAPI DENGAN STANDARD SAFETY GEDUNG ANTARA LAIN FIRE ALARM PROTECTION, HYDRANT SYSTEM, SPINKLER, ALAT PEMADAM API RINGAN DAN PINTU DARURAT. 3. BILA IBU BAPAK SEKALIAN MEMERLUKAN REST ROOM ATAU TOILET WANITA MAUPUN PRIA BERADA DISEBELAH KIRI LIFT. 4. BILA IBU BAPAK AKAN MELAKSANAKAN IBADAH SHOLAT, TERSEDIA MESJID AL-IKHSAN YANG TERLETAK DIBELAKANG GEDUNG TELKOM AREA JAKARTA BARAT. 5. BILA TERJADI KEADAAN DARURAT BERUPA KEBAKARAN, ANCAMAN BOM, ATAU GEMPA BUMI, MAKA IBU BAPAK SEKALIAN DIPERSILAHKAN KELUAR MELALUI PINTU DARURAT BERWARNA MERAH YANG BERADA DISEBELAH KIRI LIFT DAN AKAN DIPANDU OLEH PETUGAS. 6. JANGAN MENGGUNAKAN LIFT, KARENA CATUAN LISTRIK AKAN DIPADAMKAN, KELUAR DENGAN TENANG MELALUI PINTU DARURAT DAN JANGAN BERLARI, UTAMAKAN ORANG TUA DAN WANITA HAMIL. 7. BILA IBU BAPAK SEKALIAN MEMERLUKAN BANTUAN KAMI, SILAHKAN MENGHUBUNGI POSKO SECURITY AND SAFETY DILANTAI DASAR TELPON : 021-564-2400. DEMIKIAN PESAN INI DISAMPAIKAN SEMOGA DAPAT MEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN KEPADA BAPAK IBU SEKALIAN. TERIMA KASIH
  10. 10. SAFETY BRIEFING ( DISAMPAIKAN SEBELUM MEETING, LOKASI GUDANG PALMERAH, JAKARTA BARAT) JAKARTA , XXXXXXXX – TGL. XXXXXXXX SELAMAT PAGI REKAN SEKALIAN, SELAMAT DATANG DI GUDANG PALMERAH KEBAYORAN JAKARTA BARAT. PAGI INI SAYA INGIN MENGINGATKAN PESAN SAFETY BRIEFING DALAM RANGKA MEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN REKAN SEKALIAN 1. GEDUNG TELKOM AKSES PALMERAH JAKARTA BARAT INI, TERDIRI DARI TIGA RUANGAN YAITU R. LOGISTIK, GUDANG DAN R. KERJA FTTH GREENVILE. SAAT INI KITA BERADA DI RUANG LOGISTIK TELKOM AKSES PALMERAH, JAKARTA BARAT. 2. GEDUNG TELKOM AKSES PALMERAH JAKARTA BARAT INI, DILENGKAPI DENGAN STANDARD SAFETY GEDUNG ANTARA LAIN FIRE ALARM PROTECTION, HYDRANT SYSTEM, SPINKLER DAN ALAT PEMADAM API RINGAN. 3. BILA REKAN SEKALIAN MEMERLUKAN REST ROOM ATAU TOILET WANITA MAUPUN PRIA DAN MUSHOLA BERADA DIBELAKANG R. LOGISTIK. 4. BAHWA PEKERJAAN DI LINGKUNGAN GUDANG PALMERAH MEMILIKI POTENSI BAHAYA SAAT PENGGUNAAN FORKLIFT, MENAIKAN / MENURUNKAN BARANG PADA RAK YANG TINGGI, TERCECERNYA BENDA TAJAM/PAKU/KAWAT DARI LIMBAH KEMASAN MATERIAL GUDANG , MAKA DIMINTA KEPADA SAUDARA UNTUK SENANTIASA MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI SAAT BEKERJA 5. BILA TERJADI KEADAAN DARURAT BERUPA KEBAKARAN, ANCAMAN BOM, ATAU GEMPA BUMI ATAU KECELAKAAN , MAKA REKAN SEKALIAN DIPERSILAHKAN KELUAR MENUJU TITIK KUMPUL KEADAAN DARURAT YANG BERADA DI AREA PARKIR DEPAN DIDEKAT POS SATPAM DAN JANGAN BERLARI, UTAMAKAN ORANG TUA DAN WANITA HAMIL. 6. BILA REKAN SEKALIAN MEMERLUKAN BANTUAN KAMI, SILAHKAN MENGHUBUNGI POSKO SECURITY AND SAFETY DILANTAI DASAR TELPON : 021-XXXXXXXXXX DEMIKIAN PESAN INI DISAMPAIKAN SEMOGA DAPAT MEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN KEPADA REKAN SEKALIAN. TERIMA KASIH SAFETY BRIEFING HARIAN
  11. 11. SAFETY BRIEFING ( DISAMPAIKAN WASPANG/SUPERVISOR KEPADA PEKERJA / TEKNISI SEBELUM MEMULAI AKTIVITAS HARIAN ) LOKASI : PROYEK XXXXXXXXXXXXX SELAMAT PAGI REKAN SEKALIAN , PAGI INI SAYA INGIN MENGINGATKAN PESAN SAFETY BRIEFING DALAM RANGKA MEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN REKAN SEKALIAN 1. “APAKAH PAGI INI , REKAN SEKALIAN DALAM KONDISI SEHAT ? ADAKAH DIANTARA REKAN KERJA SEKALIAN YANG BELUM HADIR ?” 2. “SAAT INI KITA AKAN MELANJUTKAN PENYELESAIAN PEKERJAAN XXXXX DI LOKASI GEDUNG XXXXX LANTAI XXXXXX JL. XXXXXXXX . LOKASI INI DILENGKAPI DENGAN STANDARD SAFETY GEDUNG ANTARA LAIN FIRE ALARM PROTECTION, HYDRANT SYSTEM, SPINKLER DAN ALAT PEMADAM API (APAR). LOKASI INI JUGA DILENGKAPI TOILET DI XXXXXXXXXXXXXXXXXX DAN MUSHOLA YANG TERLETAK DI SEBELAH XXXXXXXXXXXXXXXXXX” 3. “LOKASI PROYEK/PEKERJAAN XXXXXXX DIMULAI DARI <SEBUTKAN SESUAI KONDISI LAPANGAN TERKAIT RUANG GERAK PEKERJA>” 4. “SAAT INI SAYA INGIN MEMERIKSA KESIAPAN APD (ALAT PELINDUNG DIRI) DAN ALAT KERJA REKAN SEKALIAN … APAKAH SEMUA APD DALAM KONDISI BAIK ?” 5. “APAKAH KELENGKAPAN RAMBU KERJA/ RAMBU KESELAMATAN TELAH REKAN-REKAN PERSIAPKAN/SUDAH DIBAWA ?”. 6. “KEPADA REKAN SEKALIAN SAYA INFORMASIKAN BAHWA SURAT IJIN KERJA/SURAT IJIN MASUK GEDUNG UNTUK PEKERJAAN ADA PADA SAYA , BILA ADA PIHAK YANG MENANYAKAN TERKAIT SURAT IJIN TERSEBUT SILAHKAN HUBUNGI SAYA ” 7. “APABILA REKAN SEKALIAN MEMERLUKAN BANTUAN / KENDALA LAINNYA SILAHKAN LANGSUNG HUBUNGI SAYA SEBAGAI PENANGGUNG- JAWAB/ WASPANG/ PENGAWAS ATAU KONTAK SAYA DI NOMOR TELEPON XXXXXXX ATAU HUBUNGI PETUGAS SECURITY / BUILDING OFFICER GEDUNG INI DI NOMOR TELEPON XXXXXXX” “DEMIKIAN PESAN INI DISAMPAIKAN SEMOGA DAPAT MEMBERIKAN RASA AMAN DAN NYAMAN KEPADA REKAN SEKALIAN” “TERIMA KASIH” SAFETY BRIEFING HARIAN
  12. 12. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA
  13. 13. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 1 Ketentuan Umum Penerapan K3 di tempat kerja : 1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja. 2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran. 3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan. 4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat. 5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja. 6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja. 7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran. 8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan. 9. Penerangan yang cukup dan sesuai. 10. Suhu dan kelembaban udara yang baik. 11. Menyediakan ventilasi yang cukup. 12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban. 13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja. 14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang. 15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan. 16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang 17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya. 18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.
  14. 14. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 2 PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI • Helm/ topi pengaman • Gloves/sarung tangan (karet/nilon) • Safety shoes / sepatu pengaman • Full body harness / tali pengaman tubuh • Safety glass/ kacamata pelindung • Safety mask / masker pelindung
  15. 15. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 3 PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LANGKAH 2 & 3 DILAKUKAN BERGANTIAN : • JIKA 1 ORANG PENOLONG : 15X KOMPRESI DADA DAN 2X VENTILASI PARU-PARU, ULANG SAMPAI 4X DAUR KOMPRESI • JIKA 2 ORANG PENOLONG : 5X KOMPRESI DADA DAN 1X VENTILASI PARU-PARU, ULANG SAMPAI 1 MENIT DENGAN MIN.60 KOMPRESI DADA DAN 12X VENTILASI PARU-PARU 1 32
  16. 16. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 4 POTENSI BAHAYA PADA PERANGKAT PENGHANTAR LISTRIK • Sifat : biasanya tidak terisolasi • Peralatan yang ada kemungkinan dapat kontact dg power line Crane 1. Ladder/tangga 2. Scaffold 3. Backhoe / beco 4. Scissors lift 5. Raised dump truck bed 6. Aluminum paint roller 7. Skywalker 8. Pole/tiang telepon Instalasi listrik tidak terisolasi 1 4 3 2 5 6 X
  17. 17. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 5 JARAK AMAN PROTEKSI BAHAYA SENGATAN LISTRIK TEGANGAN KV JARAK AMAN (dlm CM) 1 50 12 60 20 75 70 100 150 125 220 160 500 300
  18. 18. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 6 PERSYARATAN KETIKA AKAN BEKERJA DI ATAS KETINGGIAN 1. Pekerja harus dalam kondisi fit sebelum melakukan kegiatan bekerja di atas ketinggian dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis 2. Semua pekerja sebelum melakukan kegiatan bekerja di atas ketinggian harus sudah mendapat pelatihan “Bekerja di Ketinggian” 3. Prosedure kerja aman (JSA) harus dibuat oleh koordinator teknisi/pekerja yang terlibat dalam bekerja di ketinggian & semua pekerja harus berpartisipasi dalam rumusan JSA. 4. Semua peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh serta Peralatan Pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah diinspeksi sebelum digunakan 5. Semua peralatan pendukung (EWP, Scaffold, Ladders, dll) sesuai dengan persyaratan standard, dan dididirikan atau dioperasikan oleh orang yang berkompeten Risiko yang paling umum pada saat bekerja di atas ketinggian adalah jatuh dari atas ketinggian atau tertimpa material dari atas ketinggian.
  19. 19. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 7 FAKTOR – FAKTOR UMUM YANG BERKONTRIBUSI PADA RISIKO SESEORANG TERJATUH DARI ATAS KETINGGIAN (WORK AT HEIGH – WAH) : 1. People (Manusia)--- Kurang Pengetahuan, Keahlian dan kemampuan terbatas, Kondisi tidak fit untuk bekerja, lelah, mengambil jalan pintas, berprilaku tidak aman. 2. Environment (Lingkungan)----Kondisi cuaca, permukaan licin dan berserakan dan tidak bersih, jenis pekerjaan berpindah-pindah, kondisi peralatan dan perlengkapan mekanik dsb. 3. Equipment (Peralatan) + Procedure (Prosedur) + Organization (Organisasi) ---Peralatan Pencegah , penahan jatuh serta pendukung Tidak Standart dan kondisi tidak aman untuk digunakan, Kesalahan Penggunaan alat/ Ketidaksesuaian pengunaan Alat, Tidak adanya prosedur baik SOP atau PI, JSEA dan penilaian risiko, Tidak disosialisasikannya SOP atau PI, JSEA dan penilaian risiko, Tidak tersedianya / tidak memiliki kecukupan pengawas yang handal, Tidak tersedianya pelatihan untuk para pekerja dan tidak memiliki departemen pelatihan, Kurangnya finansial dalam mendukung program pelatihan / proses pembelian barang dan peralatan
  20. 20. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 8 JARAK AMAN/MINIMUM PEMASANGAN LANYARD/TALI KONEKSI
  21. 21. JARAK AMAN/MINIMUM PEMASANGAN LANYARD/TALI KONEKSI PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 9
  22. 22. SYARAT TEKNIS PEKERJAAN GALIAN PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 10 1. Sebelum penggalian pada suatu tempat dimulai stabilitas tanah harus diuji terlebih dahulu oleh orang yang ahli. 2. Sebelum pekerjaan penggalian di mulai pada setiap tempat galian pemberi kerja harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu atas instalasi di bawah tanah seperti saluran pembuangan, pipa gas, pipa air, dan konduktor listrik, yang waktu dapat menimbulkan bahaya selama waktu pekerjaan. 3. Apabila perlu sebelum pengalian dimulai, gas, air, listrik harus dimatikan atau diputuskan aliranya. 4. Apabila gas, air, listrik tidak dapat diputuskan aliranya maka harus dipagari, ditarik keatas atau dilindungi. 5. Untuk mencegah bahaya tanah harus dibersihkan dari pohon-pohon, batu-batu besar dan rintangan-rintangan lain sebelum pengalian dimulai. 6. Jalan keluar masuk yang aman harus disediakan di setiap tempat dimana orang bekerja di tempat galian.
  23. 23. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 11 JANGAN GUNAKAN LIFT , SAAT : 1. Terjadi kebakaran 2. Terjadi gempa 3. Kebocoran gas / bahan kimia BILA TERJADI KEBAKARAN : 1. Hubungi petugas security 2. Beritahu orang di sekitar anda untuk siaga mengikuti petunjuk evakuasi 3. Aktifkan alat pemadam kebakaran terdekat 4. Berjalan menuju tangga terdekat untuk keluar gedung (JANGAN GUNAKAN LIFT) 5. Bila banyak asap, sebisa mungkin dalam posisi menunduk
  24. 24. PANDUAN SINGKAT KESELAMATAN KERJA - 12
  25. 25. CONTOH : FORM JOB SAFETY ANALYSIS -1 Job Safety Analysis (JSA) atau di kenal dengan juga Job Hazard Analysis adalah upaya mempelajari serta pencatatan masing- masing urutan langkah kerja satu pekerjaan, mengidentifikasi bahaya-bahaya di dalamnya dan memastikan usaha paling baik untuk mengurangi maupun menyingkirkan bahaya-bahaya disuatu pekerjaan itu. Dengan membuat serta mensosialisasikan Job Safety Analysis pada tenaga kerja adalah satu salah satu usaha untuk menghindar terjadinya kecelakaan kerja ditempat kerja.
  26. 26. CONTOH : JOB SAFETY ANALYSIS -2 ( FORM KERJA AMAN )
  27. 27. …Pelihara Persatuan…Menangkan Persaingan… Jayalah Indonesia…Jayalah Telkom Indonesia… Thank

×