Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Dermatofitosis

  1. 1. DERMATOMIKOSISSUPERFISIALISEndra Yustin
  2. 2. PENDAHULUANJamur: Eukariotik – a true nucleus Tidak mengandung klorofil Heterotrof (memerlukan nutrisi organik) Punya dinding sel (kitin/ selulose atau keduanya) Struktur uniseluler - filamentosa Memproduksi spora(sexual and asexual)
  3. 3.  Sterol pada membran sel (ergosterol) >> aerobik Parasit Juga saprofit
  4. 4. Biologi sel jamur Unit seluler dasar  hifa Sel tubuler dgn dinding sel (kitin) yangkaku Hifa tumbuh  pertumbuhan ujung hifa Multiplikasi  bercabang (branching) anyaman  miselium
  5. 5. Biologi sel jamur Tidak semua jamur multiseluler Beberapa uniseluler  yeast Tumbuh  binary fission ataubudding  inidividu baru dari selinduknyaYeast of the species Saccharomyces cerevisiae.
  6. 6. Biologi sel jamur Hifa: Bersepta Asepta Hifa  miselium/ thallus Miselium: Vegetatif Aerial Reproduktif>> jamur terdiri dari: struktur filamentosa (tubuler)  hifa
  7. 7. Bagaimana cara mengetahui di tubuh kitaterinfeksi jamur?
  8. 8.  Penegakan diagnosis mikosis: Anamnesis Klinis: efloresensi kulit/ UKK Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang: Lampu Wood (sinar UV 320-400 nm) Mikroskopis (KOH, KOH+tintaparker, Lactophenol CottonBlue, pewarnaan gram) Kultur (Agar Sabouroud,Modifikasi Agar Sabouroud,Media DTM) Histopatologi
  9. 9. Cara pemeriksaanPemeriksaan fluoresensi (lampu Wood)1. Alata. Lampu Woodb. Kamar gelap2. Teknika. Kulit atau rambut yang akan diperiksa harus dalam keadaanalamiahb. Dilakukan di kamar gelapc. Lampu Wood diletakkan di depan lokasi lesi dengan jarak 10-15cm dari permukaan kulit3. HasilFluoresensi penyakit jamur: Tinea kapitis: hijau, biru kehijauan Pitiriasis versikolor: kuning keemasan
  10. 10. Cara pemeriksaanPemeriksaan elemen jamur (mikroskop)Alat dan bahan Mikroskop cahaya Skalpel, kuret kulit, sengkelit, gunting, forseps, lidi kapas,selotip Larutan alkohol 70% Larutan KOH 10-30% Larutan KOH + tinta Parker blue black Larutan pewarna Lactophenol Cotton Blue Larutan pewarna Gram Gelas objek dan gelas penutup Cawan petri
  11. 11. Cara pemeriksaanBahan Pemeriksaan Bagian tubuh (kulit, kuku atau rambut) –> alkohol 70% Kulit Pinggir lesi yang lebih aktif Kuku Dasar kuku, lipatan kuku, lempeng kuku, hiponikium Rambut Rambut atau sisa rambut dipilih yang tidak mengkilapatau kusam Kerokan daerah kulit sekitar rambut
  12. 12. Hasil pemeriksaan mikroskopis:1. Elemen jamur dermatofit Garis-garis yang tersusundari hifa di antara sel-selepitel, bersepta danbiasanya bercabang Artrospora1. Kandida Spora yang bulat ataulonjong (blastospora),kadang ada yg menonjoldi dinding spora (buddingblastospora) Pseudohifa
  13. 13. 3. Malazessia furfur Spora yang bundar dgndinding tebal, ditemukandalam kelompok bersamapseudohifa yg pendek spaghetti and meatballs3. Infeksi jamur pada rambut Ektotrik: artrospora di bagianluar batang rambut Endotrik: artrospora di dalambatang rambut
  14. 14. DERMATOMIKOSISSUPERFISIALIS
  15. 15. Dermatomikosis Superfisialis1. Dermatofitosis2. Non dermatofitosis:Yeast infection: Kandida PVC
  16. 16. Dermatofitosis Dermatofita: fungi yg menggunakan keratin sbg nutrien,dapat berkoloni dgn jaringan yg mengandungkeratin: str.korneum epidermis, rambut, kuku. Dermatofitosis: Infeksi superfisial yang disebabkan olehdermatofita
  17. 17. Organisme Penyebab3 genus (dermatofita) yangmenyebabkan dermatofitosis: Trichophytonmenginfeksi kulit, kuku &rambut Microsporum:menginfeksi kulit danrambut Epidermophytonhanya menginfeksi kulit
  18. 18. Klasifikasi Dermatophytoses of keratinized epidermis (epidermaldermatophytosis, epidermomikosis): Tinea fasialis, tinea korporis, tinea kruris, tinea manus,tinea pedis. Dermatophytoses of nail apparatus (onikomikosis): Tinea unguium (kuku kiki, kuku tangan). Onikomikosis (istilah lebih inklusif  infeksi kuku ygdisebabkan oleh dermatofita, yeast, dan mold [kapang]). Dermatophytoses of hair and hair follicle (trikomikosis): Dermatophytic folliculitis, Majocchis (trichophytic)granuloma, tinea kapitis, tinea barbae.
  19. 19.  Stratum korneum Skuama Respon inflamasi  eritema,papulasi, vesikulasiEpidermomikosisSel inflamasidermatofita
  20. 20.  Batang rambut Destruksi dan patah rambut Lebih dalam  responinflamasi  nodul, pustulasifolikuler, and absesSel inflamasidermatofitaTrikomikosis
  21. 21. Penyebaran / Pejamu & Habitat1. Antropofilik Menyerang manusia, jarang mengenai hewan Trichophyton spp.: T. rubrum, T. mentagrophytes (var.interdigitale), T. schoenleinii, T. tonsurans, T. violaceum.Microsporum audouinii. Epidermophyton floccosum1. Geofilik Tanah Trichophyton spp.: T. equinum, T. mentagrophytes (var.mentagrophytes), T. verrucosum. M. canis.1. Zoofilik Hewan (anjing, kucing, sapi, kuda, dll), dapat jugamenyerang manusia Microsporum spp.: M. gypseum, M. nanum
  22. 22. Berdasarkan lokasi T. capitis : facialis,barbae,scalp T. corporis : abdominal, thoracal, cervical T. cruris : inguinal, gluteal, femoral T. manus : interdigital, dorsum,plantar T. pedis : interdigital,dorsum,plantar T. unguium : onychomycosis
  23. 23. Sifat Dermatofita bersifat keratinofilik : untuk hidupnya membutuhkan keratin bersifat lipofilik : untuk hidupnya membutuhkan lemak
  24. 24. Patogenesisjamur menempel pada kulit & keadaan kulit cocok jamur tumbuhJamur mengeluarkan suatu enzym keratolitik menghancurkan keratin makanan yang baikuntuk jamur  tumbuh & berkembang dengansuburJamur bertambah  enzym bertambah makanan jamur juga bertambahpenyakit makin lebar
  25. 25. 1. Langsung:• kontak dengan penderita• kontak dengan binatang yang sakit jamur• kontak dengan tanah/sampah yang mengandung jamur2. Tidak langsung:Lewat alat-alat: untuk tidur, mandi, rumah tangga skuama penderita jatuh atau melekat disituCara Penularan
  26. 26. Tanda khas penyakit jamur ada skuama &/ papula tersusun/ bentuk melingkar (sirsinata) dengan bagian tepi aktif/ eritem di bagian tengah tampak sembuh terasa gatal, terutama kalau berkeringat
  27. 27. DermatofitosisBerdasarkan Lokasi
  28. 28. Tinea Kapitis Dermatofitosis pada kulit kepala Etiologi: Trichophyton & Microsporum Usia: 3-14 th Tipe:A. Non Inflamasi1. Black dot ringworm2. Gray patch ringwormB. Inflamasi1. Kerion celsi2. Tinea favosa
  29. 29. Infeksi jamur pada rambut• Ektotrik: artrospora dibagian luar batang rambut• Endotrik: artrospora didalam batang rambut
  30. 30. Black dot ringwormBlack dot ringworm Etiologi: >> endotrik:T.tonsurans, T. violaceum. Rambut sangat rapuh & patahpada tepat pada muara folikel ujung rambut yg hitam didalam folikel rambut terlihatsbg bintik hitam Lampu Wood: fluoresensi (-)
  31. 31. Gray patch ringwormGray patch ringworm Etiologi:M. audouinii / M.ferrugineum Klinis: Lesi mulai dgn papul eritemdi sekitar batang rambut. Papul kemudian melebardan membentuk bercak ygmemucat dan bersisik. Rambut mjd berwarna abu-abu, tidak berkilat lagi danlebih mudah patah (1-3 mmdi atas kulit kepala)dibanding dicabut Lampu wood: fluoresensi (+)
  32. 32. Kerion Celsi Etiologi: M. canis, M. gypseum, T.mentagrophytes, T. violaceum Klinis: Lesi dimulai dari bentukpustular folikulitis sampaibentuk kerion Sebukan massa rambut ygpatah dan pus, serta dapat tjdlimfadenopati Keluhan: gatal, demam & sakit Lampuwood: fluoresensi (+)/(-)
  33. 33. Tinea favosaTinea favosa Etiologi: T. schoenleini Klinis: Pembentukan skutula krusta yg berbentukmangkuk berwarna merahkuning dan berkembang mjdkuning kecoklatan Pada pengangkatan krustaterlihat dasar yg cekung,merah, basah dan berbauseperti tikus (mousy odor)
  34. 34. Diagnosis BandingDiagnosis banding tinea kapitis: Dermatitis seboroik Psoriasis Alopesia areata Lupus eritematosus diskoid Trikotilomania Folikulitis
  35. 35. Etiologi : T. mentagrophytes, T. verucosum, M.canis, T. violaceum, T. schoenleiniKlinis :⇒ Dikenal 3 tipe tinea barbae1. Peradangan ≈ kerion celci2. Tipe superfisial atau sikosis3. Tipe menyebar sirsinataTinea BarbaeTerapi:• Griseofulvin 0,5 - 1 gr / hr.• Anti jamur topikal : gol azole• Shampo anti jamur
  36. 36. Tinea korporisTinea korporis Infeksi dermatofita pd badan, tungkai & lengan Etiologi: M. canis,T. verruccosum, E. floccosum,T. rubrum Klinis: Lesi bulat berbatas tegas, pada tepi lesitampak tanda radang lebih aktif dan bagiantengah cenderung menyembuh (centralhealing) Lesi yang berdekatan dapat bergabungmembentuk pola gyrata atau polisiklik Derajad inflamasi bervariasi, denganmorfologi dan eritem s/d vesikel dan pustul,tergntung pada spesies dan status imuntubuh Penyebab zoofilik  tanda inflamasiakut Imunosupresi  lesi sering mjd luas
  37. 37. Diagnosis banding tinea korporis: Dermatitis kontak Dermatitis numularis Dermatitis seboroik Pitiriasis rosea Psoriasis Eritema anulare sentrifugum
  38. 38. Tinea Fasialis
  39. 39. Tinea krurisTinea kruris Sininom: eksema marginatum ataujock itch Infeksi dermatofita pada daerahpubis dan sela paha Etiologi: E. floccosum, T. rubrum, T.mentagrophytes Klinis: Lesi berbatas tegas, tepimeninggi yang dapat berupapapulo vesikel eritematosa, ataukadang terlihat pustul Bagian tengah menyembuhberupa daerah coklat kehitamanberskuama
  40. 40. Diagnosis banding tinea kruris: Intertrigo Eritrasma Dermatitis seboroik Psoriasis kandidiasis
  41. 41. Tinea pedis Athlete’s foot, ringworm of the foot Infeksi dermatofita pada kaki, terutamamenyerang sela jari kaki dan telapakkaki, dapat meluas ke lateral maupunpunggung kaki Etiologi E. floccosum, T. rubrum, T.Mentagrophytes Klinis:Ada 3 tipe:1. Tipe interdigitalis– Tersering– Maserasi di sela jari kaki ke-4 & 5– Kulit terlihat putih, dapatterbentuk fisura dan bau tidakenak– Lesi dapat meluas ke bawah jaridan telapak kaki
  42. 42. 2. Tipe vesikuler subakut Beberapa vesikel, vesiko-pustulosa, kadang-kadangbula, di telapak kaki danjarang terjadi pada tumit. Lesi dapat timbul dariperluasan lesi daerahinterdigital Dapat mulai sekitar jari,kemudian meluas kepunggung kaki atau telapakkaki Vesikel pecah  skuamamelingkar (koloret)
  43. 43. 3. Tipe papuloskuamosahiperkeratotik menahun Sering terdapat di daerahtumit, telapak kaki, dan kakibagian lateral. Bercak dgn skuama putihagak mengkilat, melekat danrelatif tidak meradang Lesi umumnya setempat, dptbergabung mengenai seluruhtelapak kaki dan seringsimetris (moccasin foot)
  44. 44. Tinea pedis tipe intertriginosa: Saling mempengaruhi: Dermatofit (T. rubrum, T.Mentagrophytes) Bakteri(Micrococcussedentarius,Brevibacterium epidermidis,Corynebacterium minutissimum,Pseudomonas, proteus) Candida Dermatofitosis simpleks  inferksidermatofit ringan Dermatofitosis komplek  infeksicampuran dermatofit dan bakteri
  45. 45. Diagnosis banding tinea pedis: Kandidiasis interdigital Dermatitis kontak alergik Psoriasis pustulosa Skabies pada kaki
  46. 46. Tinea Manum Infeksi dermatofit pada satu /duatangan Etiologi: T. rubrum, T. mentagrophytesvarian interdigitale, E.floccosum, M. canis,T.verruccosum, M. gypseum Klinis: Biasanya unilateral, tu padatangan, dan lesi pada dorsummanus menyerupai gambarantinea korporis.
  47. 47. Terdapat 2 bentuk lesi pada palmar:1. Dishidrosis/ eksematoid Bentuk akut berupa vesikelpada tangan sisi lateral danpalmar jari-jari atau telapaktangan disertai gatal dan rasaterbakar Fase remisi dan eksaserbasi1. Hiperkeratotik• Berlangsung kronik, tak pernahsembuh spontan• Bila kronik dapat mengenaiseluruh tangan & tjd fisura
  48. 48. Diagnosis banding: Dishidrosis DKI kronis
  49. 49. Onikomikosis Onikomikosis: istilah umum untuk kelainan kuku akibat infeksi jamur Tinea unguium: kelainan kuku akibat infeksi dermatofita Etiologi: Dermatofita: T. rubrum, T. mentagrophytes,epidermophyton Candida sp Non dermatofita lain: Aspergillus spp, Scytalidiumdimidiatum, Scopulariosis brevicaulis, dan Fusarium spp
  50. 50. Dikenal 4 tipe onikomikosis:1. Onikomikosis subungual distal(OSD) Bantalan kuku di bawah lempengkuku melalui hiponikium danbergerak ke arah proksimal. Invasi juga dapat dari lateral(onikomikosis subungual distaldan lateral atau OSDL) Klinis: hiperkeratosis subungualdan onikolisis, selain warna kukukekuningan. Etiologi: T. rubrum, T.mentagrophytes varianinterdigitaleOnikomikosis subungual distal
  51. 51. 2. Onikomikosis subungual proksimal(OSP)• Infeksi dimulai dari lipat kukuproksimal, melalui kutikula danmasuk ke kuku yang baruterbentuk, selanjutnya bergerakke arah distal.• Klinis: hiperkeratosis & onikolisisproksimal, serta destruksilempeng kuku proksimal.• Paling jarang, tapi biasaditemukan pada penderita AIDS.• Etiologi: T. rubrumOnikomikosis subungualproksimal
  52. 52. 3. Onikomikosis superfisial putih(OSPT):• Jarang dijumpai• Jamur menginvasilangsung lapisan superfisiallempeng kuku• Klinis: bercak-bercakkeruhberbatas tegas yg dptberkonfluen. Kuku mjdkasar, lunak dan rapuh• Etiologi: T.mentagrophytes, kapangnondermatofita: Aspergillus,Acremonium, FusariumOnikomikosis superfisial putih
  53. 53. 4. Onikomikosis kandida (OK)kategori:1. Dimulai sbg paronikia yg kemudianmenginvasi matriks  depresitransversal kuku  kuku cekung, kasardan akhirnya distrofi2. Pada kandidosis mukokutan kronik,kandida langsung menginvasi lempengkuku sehingga baru pada std lanjut pembengkakan lipat kuku proksimal danlateral gambaran pseudoclubbingatau chicken drumstick3. Invasi pada kuku yang telah onikolisis.Hiperkeratosis subungual dgn massaabu-abu kekuningan di bawahnyaOnikomikosis kandidaPada keadaan lanjut keempat tipe tersebut  gambaran distrofi total (ODT)
  54. 54. Diagnosis banding onikomikosis: Psoriasis Liken planus Infeksi bakterial Dermatitis kontak Onikodistropi traumatik
  55. 55. Non Dermatofita
  56. 56. 1. Infeksi Malassezia Malassezia furfur : Pityriasis versicolor Pityriasis folliculitis Seborrhoeic dermatitis & dandruff M. furfur : yeast lipofilik yang terdapat di kulitsebagai folra normal
  57. 57. Pityriasis versicolor Etiologi: M. furfur Gejala klinis Usia: >> usia belasan Lokasi: bagian atas dada & meluas kelengan atas, leher & perut / tungkai atas/bawah Keluhan: bercak berwarna putih /kecoklatan, gatal ringan (tu saatberkeringat) UKK: Lesi baru: makula skuamosa folikular Lesi primer: makula dengan batassangat tegas tertutup skuama halus Kulit hitam/ coklat: berwarna putih Kulit putih/ terang: coklat/ kemerahan Skuamasi  finger nail sign
  58. 58. Pityriasis versicolorDiagnosis Klinis: makula hipopigmentasi, hiperpigmentasi, ataukemerahan yg sgt berbatas tegas, tertutup skuamahalus Lampu wood: fluoresensi kuning keemasan Mikroskopis (KOH): meat ball and spahetti
  59. 59. Pityriasis versicolorDiagnosis bandingTerapi:Topikal:• Sampo selenium sulfid 2,5%/ hr slm2 mgg• Semua golongan azol (miconazol,ketokonazol dll)• Sampo ketokonazol 2% diulangi slm3 hr berturut-turut• Solusio terbinafin 1% 2x/ hr slm 7 hrSistemik:• Ketokonazol oral 200 mg/ hr slm 7 hr• Itrakonazol oral 200-400 mg/ hr slm3-7 hr• Flukonazol 400 mg dosis tunggal
  60. 60. 2. Kandidiasis Penyebab : >> Candida albicans. Flora normal mulut, traktus digestivus & vagina Bersifat semi anaerob Punya dua bentuk: mycelia (suhu kamar)  infeksi kronis yeast (37oC)  infeksi akut
  61. 61. Predileksi :Daerah intertrigeneus / basah:inguinal, infra mamma, perianal,interdigital, axilia, sekitar mulut & mulut,genital & sela kuku.Faktor Risiko: pemakaian antibiotik & steroid yang terus-menerus kelembaban kehamilan penyakit sistemik a.l. DM
  62. 62. UKK KANDIDIASISKandidiasis OralPacth eritem yang ditutupi pseudomembran,bila diangkat nampak dasar yang erosifKandidiasis kutanPatch eritem yang melebar, dikelilingi lesi satelitditengah lesi nampak erosif, di tepi lesi terjadipengelupasan tanpa peninggian.Kandidiasis kukuNampak eritem dan edema pada kulit sekitar kuku& bantal kuku (nail bed) disertai gamb kelainan jamurkuku (onikolisis, diskolorisasi, hiperkeratosis, onikodistrofi)
  63. 63. Klasifikasi kandidiasis (Rippon):I. Penyakit infeksiA.Keterlibatan mukokutaneus:1. Oral: thrush, glossitis, stomatitis, cheilitis, perléche2. Vaginitis dan balanitis3. Bronchial dan pulmonal4. Sistem pencernaan: esofagitis, gastritis, peritonitis, penyakit enterik &perianal5. Kandidiasis mukokutaneus kronikB.Keterlibatan kutaneus1. Kandidiasis intertriginosa dan generalisata2. Paronikia & onikomikosis3. Penyakit popok (kandidiasis popok)4. Granuloma kandidaC.Keterlibatan sistemik1. Saluran kemih2. Endokarditis3. Meningitis4. Septikemia5. Kandidemia iatrogenik (kandidemia akibat kerusakan sawar)6. Diseminata ke sistem organ lainII. Penyakit alergiA.KandididB.EksimC.AsmaD.Gastritis
  64. 64. Kandidiasis Mukokutan1. Oral: thrust, glositis, stomatitis, cheilitis, perleche1. Vaginitis & Balanitis2. Kandidiasis mukokutan kronik
  65. 65. Kandidiasis pseudomembranosa akut (thrush) neonatus sehat bayi marasmik gx keseimbangan mikroflora oral ok pemakaian antibiotik,kortikosteroid atau xerostomia. Plakat putih/ keabuan pada mukosa bukal & tepi lateral lidah. Bergabung dan menjadi konfluens. Dasar plakat lembab, berwarna kemerahan dan maserasi. Lesi dapat menjalar ke esofagus  disfagia yang serius.
  66. 66. Thrush… Pada orang dewasa, mukosabukal (stomatitis), bibir dan lidah(glositis) dapat terkena. Papil lidah menjadi atrofi,permukaannya menjadi licin,mengkilat dan berwarna merahterang. Kadang dijumpai erosi pada tepilidah. Seringkali infeksi meluas kesudut mulut untuk membentukperléche.Kandidiasis oral: thrush
  67. 67. Cheilitis angular / perléche Eritem, fisura, maserasi dan nyeripada sudut mulut. Sering: orang dengan kebiasaanmenjilat bibir orang tua dengan kulit yangberkerut pada komisura oral. Gigi yang hilang, gigi yang tidakteratur, maloklusi dan defisiensiriboflavin  faktor predisposisi. Cheilitis sering berhubungandengan kandidiasis atrofik kronikakibat pemakaian gigi palsu.Kandidiasis oral: atrofik dengan cheilitisangular
  68. 68. Kandidiasis vulvovaginal (KVV) Penyebab >> discar ♀. KU: Pruritus vulva & duh tubuh Discar : khas  keju (cottage-cheese), tp dptbervariasi : cair – homogen - pekat. Keluhan: Nyeri pada vagina, iritasi, rasa terbakarpada vulva, dispareunia & disuria eksternal. UKK: labia & vulva eritem & bengkak, seringdisertai lesi perifer berbentuk papulopustulardiskrit. Serviks N & eritema epitel vagina munculbersama duh tubuh berwarna keputihan yangmelekat. Gejala khas memuncak pada minggu menjelangmenstruasi.Kandidiasis vulvovaginalisvulvitis
  69. 69. Balanitis kandida >> pd ♂ yang tidak disirkumsisi > muncul setelah hub seksual dengan wanitaterinfeksi UKK: pada glans / batang penis tampakpapul merah, kecil, lunak & pustul. Pustulpecah dengan cepat dibawah prepusium tidak terdeteksi. Khas, cincin konfluens berbentuk sepertidonat, berukuran 1-2 mm, putih munculsetelah pustul pecah. Pada beberapa kasus tidak dijumpai pustuldan papul merah multipel dapat tersembunyidan sembuh tanpa pengobatan.
  70. 70. Kandidiasis perianal Klinis ≈ dermatitis perianal dgneritema, oozing & maserasi. KU: Pruritus & rasa terbakar Kandidiasis perianal dapat munculdengan atau tanpa keterlibatangenital. Walaupun biasanya berawaldisekitar tepi anus dengan eritemanon-spesifik, nyeri dan iritasi,penjalaran ke perineum seringdijumpai, dengan gambaran klasikberkembang seiring penjalarannya. Adanya pustul satelit biasanyamerupakan indikasi untuk terapi.
  71. 71. Kandidiasis mukokutaneus kronik KMK: sekelompok pasien yang heterogendgn infeksi Candida kronik tapi superfisial. Tanda: infeksi Candida yang persisten/rekuren pada orofaring, kulit dan kuku,biasanya berhubungan dengan keadaanimunokompromais & awitan saat bayi / anakpra-sekolah. Limfosit sel-T gagal merespon stimulasiantigen Candida secara efektif. Penyakit ini sering berhubungan denganendokrinopati Keparahan KMK bervariasi mulai dariketerlibatan beberapa kuku hinggaberkembangnya lesi berat dan luasbersamaan dengan berbagai bentuklokalisata yang lain.
  72. 72. Kandidiasis Kutan1. Kandidiasis intertriginosa & generalisata2. Paronikia3. Diaper disease4. Granuloma kandida
  73. 73. Kandidiasis kutis intertriginosa Setiap lipatan dapat terkena, & >>pd obesitasas. Intertrigo >> pada lipat ketiak,inguinal, payudara, intergluteal,interdigital, glans penis & umbilikus. Tanda khas: berupa eritem daneksudasi yang lembab mulai daribagian terdalam lipatan. Lesi klasik berupa lesi satelit baikpapular maupun pustular. Sering dijumpai nyeri, gatal danrasa terbakar. Pada penyakit yang kronik,terdapat papul-papul, likenifikasi,hiperpigmentasi dan skuama.
  74. 74. Kandidiasis kutis generalisata Kulit glabrosa, dapat berasal dari perluasan kandidiasisintertriginosa. Pasien diabetes, debil & penderita dgn berbagai defekektodermal, /dapat juga pada orang yang berdiam lama didalam air sehingga dinamakan water-bath dermatitis. Lesi eritem, menyerupai dermatitis, bisa terdapat vesikelatau pustul pada daerah yang luas. Lesi dapat juga berupa papulopustul folikular yang purulen,ulseratif, nekrotik, noduler, folikulitis atau pustulosis. Pada pasien debil, lesi dapat meluas, seringkali berupa lesiulseratif, nekrotik atau eksfoliatif.
  75. 75. Kandidiasis kutis kongenital Bayi baru lahir dengan ibumenderita KVV sebelummelahirkan. UKK: papul multipel di atas dasareritematosa pada wajah, leher,badan dan anggota gerak. Diduga terjadi karena penetrasiasenderen Candida melalui amniondari vagina ibu saat kehamilan. Saat kelahiran dapat dijumpai lesi-lesi kekuningan mengandung ragipada plasenta dan tali pusat.
  76. 76. Paronikia kandida Candida sp.  infeksi bernanah yg sangat nyeri pada lipatankuku & dasar kuku. Beberapa jari biasanya terinfeksi secara kronik, tetapi satu jariatau seluruh jari dapat saja terlibat. Lipatan kuku tampak merah dan bengkak, kutikula hilang danlipatan kuku terlepas dari permukaan dorsal dari lempeng kukumembentuk kantung. Kadang pus berwarna putih tebal dapat keluar; seringkalidibutuhkan penekanan untuk mengeluarkannya. Perubahan sekunder meliputi onikolisis dan depresi transversaldari lempeng kuku (Beau’s lines) dengan diskolorasi kecoklatanatau hijau sepanjang tepi lateral.
  77. 77. Penyakit popok(kandidiasis popok)Bokong & daerah perianal padabayi, berhubungan denganpemakaian popok, UKK: eritema,skuama & pustul satelit (khas)dapat disertai skuama padatepinya.Bila kandidiasis mengenaigenitalia UKK: eritema konfluensmengenai seluruh skrotum / labia.Kadang-kadang UKK ≈ dermatofita.Lesi meluas ke bokong, punggung& perut.Apabila kelainan tersebut menetap,menimbulkan erosi superfisial yangnyeri disebut sebagai erythema ofJacquet.
  78. 78. Granuloma kandida jarang, diduga berhubungan denganterjadinya KMK >> pd anak-anak. Lesi umumnyamengenai wajah, namun dapat jugatimbul pada kulit kepala berambut(scalp), jari tangan, badan, kaki &faring. UKK: papul hiperkeratotik yang ditutupioleh krusta tebal berwarna kuningkecoklatan (granuloma). Kadang-kadang lesi tumbuh menonjolhingga 2 cm menyerupai tanduk. Granuloma kandida
  79. 79. Penyakit alergiKandidid Kandidid merupakan “reaksi id” yaitu kelainan yang timbul akibathipersensitivitas terhadap infeksi Candida di tempat lain, atauterhadap metabolitnya. Hipersensitivitas tersebut dapat tipe cepat atau lambat, denganmanifestasi pada kulit, mata, atau timbul gastritis dan asma. Pada kulit terutama mengenai sela jari tangan atau pada bagianbadan lainnya. Lesi berupa papul atau vesikel steril yang berkelompok (tipepomfoliks). Kandidid menghilang setelah kandidiasis primernya sembuh.
  80. 80. Penatalaksanaan Umum: menanggulangi fakt prdisposisi,menjaga kelembaban kulit, mengurangikontak dengan air, berpakaian nyaman Khusus:Kandidiasis intertriginosa :akut kombinasi steroid + antifungal, kmddilanjutkan antifungal sajaalternatif lain: krim nistatin, imidazol,alilamin, terbinafin, amorolfin
  81. 81. Kandidiasis konginetalKandidiasis konginetal : krim nistatin: krim nistatinKandidiasis mukokutan kronik:Kandidiasis mukokutan kronik: 5-fluorositosin (50-5-fluorositosin (50-200mg/kgBB/hari), amfoterisin B 15mg/hari selama 3200mg/kgBB/hari), amfoterisin B 15mg/hari selama 3minggu, ketokonazol, itrakonazol, flukonazolminggu, ketokonazol, itrakonazol, flukonazolVulvovaginitis:Vulvovaginitis:Topikal: nistatin krim, kotrimazol tablet vaginaTopikal: nistatin krim, kotrimazol tablet vaginaSistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazolSistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazolKandidiasis oral:Kandidiasis oral:Topikal: nistatin suspensi oral, gential violet, mikonazol gelTopikal: nistatin suspensi oral, gential violet, mikonazol gelsistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazolsistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazol
  82. 82. Terapi kandidiasis kutaneus
  83. 83. Terapi kandidiasis oral Golongan Azole topikal (clotrimazole) sistemik (fluconazole, itraconazole) antifungal topikal lama (gentian violet,nystatin)
  84. 84. Terapi KVV akut & rekuren
  85. 85. TERIMA KASIHendra_yustin@yahoo.com
  • galang19pradana

    Jun. 24, 2020
  • RidhoPramuditha

    Apr. 30, 2020
  • AnnisaLubis5

    Nov. 1, 2019
  • LintangSamarana

    Sep. 19, 2019
  • IyanRifky

    Sep. 19, 2019
  • arifahziz

    Jun. 26, 2019
  • donidonita

    May. 9, 2019
  • UlfaLuthfianiNurkami

    Apr. 14, 2019
  • MildaFakhriani

    Feb. 13, 2019
  • Hasibuan_Yuni

    Dec. 8, 2018
  • JuwitaResty

    Apr. 10, 2018
  • TablighAbdLatif

    Dec. 12, 2017
  • MarioLakonage

    Oct. 3, 2017
  • harabintari

    Apr. 3, 2017
  • Amyamygo

    Jan. 24, 2016
  • TiKaT2yaS

    Sep. 27, 2015
  • drmoniqa

    Sep. 16, 2014

Vues

Nombre de vues

20 461

Sur Slideshare

0

À partir des intégrations

0

Nombre d'intégrations

7

Actions

Téléchargements

529

Partages

0

Commentaires

0

Mentions J'aime

17

×