Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Pengenalan Konsep Departemen Store

4 043 vues

Publié le

Retail, sebagai salah satu bisnis yang penyerapan tenaga kerja cukup besar, saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Slide ini merupakan pengantar mengenai konsep bisnis retail Departement store secara global berdasarkan pengalaman pribadi dan sumber literatur yang ada secara umum.

Publié dans : Commerce de détail
  • Soyez le premier à commenter

Pengenalan Konsep Departemen Store

  1. 1. 1.Memberikan pemahaman dasar mengenai konsep bisnis retail Department Store 2.Memberikan pemahaman dasar mengenai proses bisnis yang di lakukan oleh perusahaan 3.Memberikan pengetahuan dasar mengenai manajemen operasional di departemen store
  2. 2. Ritel dapat didefinisikan sebagai kegiatan untuk menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Ritel adalah link terakhir dalam rantai distribusi produk dari produsen yang paling awal untuk konsumen akhir
  3. 3.  Tradisional Pedagang kaki lima, asongan, pasar
  4. 4. PEMBAGIAN RETAIL  Modern Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Department Store
  5. 5. Retail berskala besar yang pengelolaannya dipisah dan dibagi menjadi bagian departemen- departemen yang menjual macam barang yang berbeda-beda.
  6. 6. 1. Finansial (pengelolaan laporan keuangan, asset management, budgeting) 2. Non Finansial (Merchandising, Pricing, Inventory Management, Operational Blueprint, Store Maintenance)
  7. 7. 1. Merchandising 2. Space Allocation 3. Pricing 4. Inventory Management 5. Operational Blueprint 6. Store Maintenance
  8. 8.  Lebih banyak dilakukan oleh buyer/merchandiser (kantor pusat)  Toko menyesuaikan kebutuhan assortment-nya dengan bank item yang ada  Toko memanfaatkan planogram/floor arrangement yang telah disiapkan (biasanya disiapkan oleh buyer/merchandiser)
  9. 9.  Top-Down Space Management  Barang-barang laku jual (fast moving) diberikan persentase lebih besar  Vertical display, wall display, travelator display menjadi tren baru  Pemanfaatan PROMO AREA, DISCOUNT AREA, TOP of GONDOLA, MAIN AISLE/MAIN ROAD
  10. 10.  Harga jual telah ditentukan sebelumnya oleh Buyer  Toko menjaga harga jual agar tetap kompetitif
  11. 11. BAGAIMANA MENJAGA HARGA TETAP KOMPETITIF?  Competitor Survey  Killer Value Item  Quantity Deal (di level Buyer)  Home Brand Strategy
  12. 12.  Inventory mempengaruhi performance toko dan perusahaan  Tiap divisi/departemen dalam sebuah toko memiliki standar Inventory Ratio (Stock Ratio) sendiri  Stock Ratio Berpengaruh pada Stock Days  Stock Ratio & Stock Days terkait erat dengan T.O.P
  13. 13. BAGAIMANA MENGELOLA INVENTORY?  Formula khusus dalam proses pembuatan Purchase Order  Rencana Penjualan  Penerapan FI-FO (First In – First Out)  Pengelolaan barang berdasarkan klasifikasi penjualan (Fast Moving, Slow Moving, Average, Not Moving/Dead Stock)
  14. 14.  Mengatur detil aktivitas yang harus dijalankan di toko (dari buka – tutup toko)  Diatur secara rinci, termasuk penanggung jawabnya  Contoh : jam buka pintu karyawan, pemegang kunci pintu karyawan, jam menyalakan AC, lampu, eskalator, lift, jam menyalakan display, pengecekan alarm)
  15. 15.  Pemeliharaan fasilitas fisik di toko (tempat parkir, signage di luar dan di dalam toko, karpet, suhu udara, tata cahaya)  Berpengaruh pada ambience toko, persepsi konsumen terhadap toko, usia fasilitas, dan biaya oparasional toko)
  16. 16. Di olah dari berbagai Sumber.

×