Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
1
SERTIFIKASI ARSITEK
Referensi :
1. UU Jasa Konstruksi 18 / 1999 & turunannya
2. UU Bangunan Gedung 28/2002 & turunannya
...
2
UU No. 18 /1999 : Jasa Konstruksi
Pasal 9
(1) Perencana konstruksi & pengawas konstruksi orang perseorangan harus memili...
3
a. Standar klasifikasi & kualifikasi keterampilan kerja & keahlian kerja adalah pengakuan tingkat
keterampilan kerja & k...
4
Kompetensi : keterampilan & keahlian yang diperlukan untuk melakukan tugas.
Standar Kompetensi Arsitek adalah acuan dala...
5
Kode Unit ARS 01 : Perancangan Arsitektur
Kemampuan menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika & pe...
6
Kode Unit ARS 02 : Pengetahuan Arsitektur
Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, t...
7
Kode Unit ARS 03 : Pengetahuan Seni
Pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur...
8
Kode Unit ARS 04 : Perencanaan & Perancangan Kota
Pengetahuan yang memadai tentang perancanaan dan perancangan kota sert...
9
Kode Unit ARS 05 : Hubungan antara Manusia, Bangunan & Lingkungan
Memahami hubungan manusia, gedung & lingkungannya, jug...
10
Kode Unit ARS 06 : Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan
Menguasai pengetahuan yg memadai tentang cara menghasilkan peranc...
11
Kode Unit ARS 07 : Peran Arsitek di Masyarakat
Memahami aspek keprofesian dalam bidang Arsitektur dan menyadari peran a...
12
Kode Unit ARS 08 : Persiapan Pekerjaan Perancangan
Memahami metode penelusuran dan penyiapan program rancangan bagi seb...
13
Kode Unit ARS 09 : Pengertian Masalah Antar-Disiplin
Memahami permasalahan struktur, konstruksi dan rekayasa yang berka...
14
Kode Unit ARS 10 : Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan
Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai permasalahan fisik...
15
Kode Unit ARS 11 : Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan
Menguasai keterampilan yang diperlukan untuk memen...
16
Kode Unit ARS 12 : Pengetahuan Industri Kontruksi dalam Perencanaan
Menguasai pengetahuan yang memadai tentang industri...
17
Kode Unit ARS 13 : Pengetahuan Manajemen Proyek
Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen...
18
D. PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK
Kompetensi
& Sub Kompetensi
Calon Arsitek Bahan Referensi
1 Perancangan Arsitektur...
19
PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK
Kompetensi & Sub kompetensi Calon Arsitek Bahan Referensi
4 Perencanaan & Perancangan...
20
PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK
Kompetensi & Sub kompetensi Calon Arsitek Bahan Referensi
7 Peran Arsitek Di Masyarak...
21
PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK
Calon Arsitek Bahan Referensi
10 Pengetahuan Fisik & Fisika Bangunan Cukup
1. Kenyama...
22
Arsitek Utama
Telah mengikuti penataran Kode Etik & Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek
Telah mengikuti 6 Penataran Strata...
23
F. PENGALAMAN PRIBADI
Materi Yang Dibahas & Peran Arsitek & Klien Klien Arsitek Keterangan
1 Program ruang, ruang dalam...
Daftar Pustaka
 Ir. Widiyanto, IAI., Paparan Bakuan Kompetensi IAI.
 UU 28 / 2002 : Bangunan Gedung
 PP 36/ 2005 : Pela...
“cuci tangan sampai bersih”,
CUKUP SEKIAN
TERIMA KASIH
25
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Standar Kompetensi Arsitek IAI

3 637 vues

Publié le

Materi pembekalan Uji Kompetensi, Disampaikan juga dalam Pembekalan Kuliah Kerja Praktek Manajemen Konstruksi dan Etika Profesi, Pontianak, 20 Februari 2015, FT. Arsitektur Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Publié dans : Recrutement & RH
  • Ucapan Terima Kasih diberikan kepada Bapak Ir Widiyanto, IAI. sebagai arsitek senior yang telah memberikan bahan materi ini sebagai acuan dalam pekerjaan kami selaku Assesor LPJK... Semoga bapak senantiasa diberi kesehatan dan rejeki berlimpah dari-NYA...Amiin..!
       Répondre 
    Voulez-vous vraiment ?  Oui  Non
    Votre message apparaîtra ici

Standar Kompetensi Arsitek IAI

  1. 1. 1 SERTIFIKASI ARSITEK Referensi : 1. UU Jasa Konstruksi 18 / 1999 & turunannya 2. UU Bangunan Gedung 28/2002 & turunannya 3. UU Penataan Ruang 26 / 2007 & turunannya 4. UU Perumahan & Kawasan Permukiman 1/2011 & turunannya 5. UU Lingkungan & turunannya IKATAN ARSITEK INDONESIA ( IAI ) DAERAH KALIMANTAN BARAT Nara Sumber : Ir. Ahmad Dinawan, IAI Tempat & tgl. lahir : Yogyakarta, 18 Juli 1970 Pendidikan : Universitas Islam Indonesia, FTSP Jur : Arsitektur lulus 1999 Pengalaman : 1. Ketua II IAI Kalbar 2003 s/d 2007 2. Komisaris Konsultan PT Cipta Indah Citra s/d sekarang 3. Anggota Tim Assesor IAI – LPJK Kalbar
  2. 2. 2 UU No. 18 /1999 : Jasa Konstruksi Pasal 9 (1) Perencana konstruksi & pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki SKA. (2) Pelaksana konstruksi orang perseorangan harus memiliki SKTK & SKA . (3) Orang perseorangan yang dipekerjakan oleh badan usaha sebagai perencana konstruksi atau pengawas konstruksi atau tenaga tertentu dalam badan usaha pelaksana konstruksi harus memiliki SKA . (4) Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki SKTK & SKA Pasal 10 Ketentuan mengenai penyelenggaraan perizinan usaha, klasifikasi usaha, kualifikasi usaha, sertifikasi keterampilan, dan sertifikasi keahlian kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan Pasal 9 diatur lebih lanjut dengan PP. A. LATAR BELAKANG SERTIFIKASI
  3. 3. 3 a. Standar klasifikasi & kualifikasi keterampilan kerja & keahlian kerja adalah pengakuan tingkat keterampilan kerja & keahlian kerja setiap orang yang bekerja di bidang usaha jasa konstruksi ataupun yang bekerja orang perseorangan. Pengakuan tsb. diperoleh melalui ujian yang dilakukan oleh badan/lembaga yang ditugasi untuk melaksanakannya. Proses untuk mendapatkan pengakuan tersebut dilakukan melalui kegiatan registrasi yang meliputi : klasifikasi, kualifikasi & sertifikasi. Dengan demikian hanya orang perseorangan yang memiliki SKA tsb. yang diizinkan bekerja di bidang jasa konstruksi. b. Standardisasi klasifikasi dan kualifikasi keterampilan dan keahlian kerja bertujuan untuk terwujudnya standar produktivitas kerja & mutu hasil kerja dengan memperhatikan standard imbal jasa, serta kode etik profesi untuk mendorong tumbuh & berkembangnya tanggung jawab profesional. c. Pelaksanaan ketentuan sertifikasi khususnya ay.(4) dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi tenaga kerja konstruksi nasional & tingkat kemampuan upaya pemberdayaannya. B. PENJELASAN UU JASA KONSTRUKSI
  4. 4. 4 Kompetensi : keterampilan & keahlian yang diperlukan untuk melakukan tugas. Standar Kompetensi Arsitek adalah acuan dalam menilai kemampuan seorang arsitek dalam menjalankan keahliannya yang ditetapkan oleh Perserikatan Arsitek Internasional (Union of International Architects / UIA) sebagai rambu untuk para penimbang atau penakar nilai (assessor) maupun mereka yang ingin mengikuti program sertifikasi arsitek profesional Ikatan Arsitek Indonesia / IAI ) . Panduan kompetensi disusun atas dasar 13 butir kompetensi : 1. Perancangan Arsitektur 2. Pengetahuan Arsitektur 3. Pengetahuan Seni 4. Perencanaan dan Perancangan Kota 5. Hubungan Antra Manusia, Bangunan dan Lingkungan 6. Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan 7. Peran Arsitek Di Masyarakat 8. Persiapan Pekerjaan Perancangan 9. Pengertian Masalah Antar Disiplin 10. Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan 11. Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan 12. Pengetahuan Industri Konstruksi dalam Perancangan 13. Pengetahuan Manajemen Proyek C. STANDAR KOMPETENSI ARSITEK
  5. 5. 5 Kode Unit ARS 01 : Perancangan Arsitektur Kemampuan menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika & persyaratan teknis, dan yang bertujuan melestarikan lingkungan Subkompetensi : A. Estetika, kreteria unjuk kerja 1. Mampu mengekspresikan pandangan serta menentukan pilihan secara kritis dan memberi keputusan estetis, lalu mencerminkannya secara konseptual dalam sebuah rancangan 2. Mampu menjelaskan dan menerapkan konsep warna, bahan, komposisi, proporsi, irama & skala 3. Mampu mengkaji berbagai pengalaman ketika melakukan pemilihan struktur dan bahan serta unsur-unsur estetikanya, lalu mewujudkannya dalam bentuk-bentuk 3 dimensi B. Persyaratan Teknis, kreteria unjuk kerja 1. Mampu menyelidiki lalu menetapkan persyaratan luasan, organisasi, fungsi dan sirkulasi ruang, ruangan serta bangunan; baik di dalam maupun di sekitar bangunan yang bersangkutan 2. Mampu mengenali, memahami & mengikut-sertakan kaidah serta standar yang dikeluarkan oleh badan terkait; termasuk yang berkenaan dengan faktor keselamatan, keamanan, STANDAR KOMPETENSI KE : 1
  6. 6. 6 Kode Unit ARS 02 : Pengetahuan Arsitektur Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia Subkompetensi : A. Pengetahuan tentang Sejarah Arsitektur , kreteria unjuk kerja 1. Mampu menjelaskan garis besar sejarah arsitektur dan perkembangannya 2. Mampu menyusun konsep yang dihasilkan dari masukan sejarah B. Pengetahuan tentang Teori Arsitektur, kreteria unjuk kerja 1. Mampu menjelaskan berbagai teori arsitektur dan pemikiran-pemikiran yang melandasinya 2. Mampu menjelaskan gaya bangunan yang diterapkan dalam rancangan berikut aliran yang terlibat seperti klasisisme, neo-klasisisme, modernisme, pasca-modern, regionalisme kritis dan seterusnya, dengan memperlihatkan contoh karya-karya yang berkaitan dengan aliran-aliran tersebut STANDAR KOMPETENSI KE : 2
  7. 7. 7 Kode Unit ARS 03 : Pengetahuan Seni Pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur Kreteria Unjuk Kerja Mampu menjelaskan berbagai berbagai kaidah seni rupa dan pengaruhnya dalam rancangan massa bangunan, rancangan tata ruang dalam, rancangan warna ruangan dan bangunan, garis bidang tekstur dalam ekspresi bangunan STANDAR KOMPETENSI KE : 3
  8. 8. 8 Kode Unit ARS 04 : Perencanaan & Perancangan Kota Pengetahuan yang memadai tentang perancanaan dan perancangan kota serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses perancanaan itu Subkompetensi A. Perencanaan Kota, kreteria unjuk kerja 1. Mampu menerapkan cara memenuhi persyaratan perkotaan, khususnya KDB, KLB, KDH, garis sempadan, kepadatan, ketinggian dan jarak bebas bangunan 2. Mampu menjelaskan sumbangan positif kehadiran bangunan terhadap ruang umum, khususnya jalan, jalan untuk pejalan kaki dan fasilitas untuk penyandang cacat B. Perancangan Kota, kreteria unjuk kerja 1. Mampu menjelaskan dampak kehadiran obyek perancangan terhadap kemungkinan mengundang pertumbuhan fasilitas tambahan atau sampingan di lingkungan kota yang bersangkutan 2. Mampu menjelaskan pengaruh kehadiran obyek perancangan terhadap bentukan ruang kota dan estetika urban di kawasan tersebut STANDAR KOMPETENSI KE : 4
  9. 9. 9 Kode Unit ARS 05 : Hubungan antara Manusia, Bangunan & Lingkungan Memahami hubungan manusia, gedung & lingkungannya, juga memahami pentingnya mengaitkan ruang yang terbentuk di antara manusia, gedung & lingkungan tsb untuk kebutuhan manusia dan skala manusia , Subkompetensi A. Manusia & Bangunan , kreteria unjuk kerja : Mampu 1. mengumpulkan & menganalisis informasi yang dibutuhkan untuk menentukan kebutuhan-ruang 2. mengumpulkan dan menganalisis standar kebutuhan ruang & menerapkannya dalam rancangan 3. merancang susunan ruang yang memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan & kenyamanan 4. Mampu menganalisis & memecahkan rmasalah yang akan timbul antara bangunan & penggunanya B. Bangunan dan Lingkungan, Kreteria Unjuk Kerja Mampu menghindari dampak negatif kehadiran bangunan yang dirancang di suatu lingkungan C. Manusia dan Lingkungan, kreteria unjuk kerja : Mampu 1. Menggubah bangunan yang tidak menambah polusi di lingkungannya, baik yang bersifat terukur (tangible) seperti buangan beracun maupun yang tak terukur (intangible) seperti wajah lingkungan /street picture 2. Menggugah para pengguna bangunan dan masyarakat sekitar untuk memelihara lingkungan setelah berdirinya bangunan yang dirancang STANDAR KOMPETENSI KE : 5
  10. 10. 10 Kode Unit ARS 06 : Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan Menguasai pengetahuan yg memadai tentang cara menghasilkan perancangan yg sesuai daya dukung lingkungan Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu memberi penjelasan kepada pemakai jasa mengenai pentingnya memiliki rancangan bangunan yang sesuai dengan daya-dukung lingkungan ragawi dan sosial, khususnya yang berkaitan dengan daya-dukung tanah, vegetasi, pencemaran dan kepadatan 2. Mampu mengumpulkan informasi mengenai bahan serta struktur bangunan yang akan digunakan dalam rancangan dan menganalisis pengaruhnya terhadap lingkungan 3. Mampu mengajukan gagasan penghematan energi dan menerapkannya dalam rancangan STANDAR KOMPETENSI KE : 6
  11. 11. 11 Kode Unit ARS 07 : Peran Arsitek di Masyarakat Memahami aspek keprofesian dalam bidang Arsitektur dan menyadari peran arsitek di masyarakat, khususnya dalam penyusunan kerangka acuan kerja yang memperhitungkan faktor-faktor sosial Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu membuat rancangan yang mewadahi kepentingan masyarakat dan sejarah serta tradisi bangunan setempat 2. Mampu mengkaji dampak perancangan terhadap masyarakat dengan mempertimbangkan faktor sosialnya 3. Mampu mematuhi kode etik dan kaidah tata-laku keprofesian arsitek 4. Mampu memenuhi kepentingan masyarakat sebagaimana disyaratkan oleh ketentuan peraturan dan perundang-undangan STANDAR KOMPETENSI KE : 7
  12. 12. 12 Kode Unit ARS 08 : Persiapan Pekerjaan Perancangan Memahami metode penelusuran dan penyiapan program rancangan bagi sebuah proyek perancangan, Subkompetensi A. Metode Pengumpulan Data Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu mengenali kebutuhan data dan menyusun strategi pengumpulannya dalam rangka pembuatan program perancangan 2. Mampu mencari data, peraturan bangunan dan standar yang dibutuhkan dalam perancangan B. Penyusunan Program Rancangan Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu menganalisis data yang telah diperoleh, untuk dijadikan sumber dalam pekerjaan perancangan 2. Mampu menganalisis data yang telah diperoleh, untuk dijadikan sumber dalam pekerjaan STANDAR KOMPETENSI KE : 8
  13. 13. 13 Kode Unit ARS 09 : Pengertian Masalah Antar-Disiplin Memahami permasalahan struktur, konstruksi dan rekayasa yang berkaitan dengan perancangan bangunan gedung , Subkompetensi A. Pengetahuan Sistem Struktur dan Konstruksi, Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menunjukkan berbagai alternatif jenis struktur dan konstruksi 2. Mampu menjelaskan konsep berbagai jenis struktur & konstruksi yang akan diterapkan dalam bangunan 3. Mampu menetapkan jenis struktur dan konstruksi serta menilai kelebihan maupun kekurangannya dan membuat rekomendasi dalam kaitannya dengan kebutuhan pemberi tugas B. Pengetahuan Sistem Mekanikal, Elektrikal, Elektronika dan Plambing, Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menunjukkan berbagai alternatif Sistem Mekanikal, Elektrikal, Elektronika dan Plambing 2. Mampu menjelaskan konsep berbagai Sistem Mekanikal, Elektrikal, Elektronika dan Plambing yang akan diterapkan dalam bangunan 3. Mampu menetapkan Sistem Mekanikal, Elektrikal, Elektronika dan Plambing, serta menilai kelebihan maupun kekurangannya; dan membuat rekomendasi dalam kaitannya dengan kebutuhan pemberi tugas STANDAR KOMPETENSI KE : 9
  14. 14. 14 Kode Unit ARS 10 : Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai permasalahan fisik dan fisika, teknologi dan fungsi bangunan gedung sehingga dapat melengkapinya dengan kondisi internal yang memberi kenyamanan serta perlindungan terhadap iklim setempat Subkompetensi A. Faktor Kenyamanan di Dalam Bangunan, Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menjelaskan cara penanganan pencahayaan dan penghawaan di dalam bangunan 2. Mampu menjelaskan dasar pertimbangan sistem akustik yang diterapkan B. Faktor Perlindungan Bangunan Terhadap Iklim, Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menjelaskan pemilihan bahan dan teknologi bahan bangunan untuk perlindungan bangunan terhadap iklim dan cuaca 2. Mampu menjelaskan cara menangani masalah dan perawatan bahan bangunan yang dipakai STANDAR KOMPETENSI KE : 10
  15. 15. 15 Kode Unit ARS 11 : Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan Menguasai keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pihak pengguna bangunan gedung dalam rentang-kendala biaya pembangunan dan peraturan bangunan Subkompetensi A. Pengetahuan mengenai Anggaran Bangunan, kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menjelaskan penghitungan biaya bangunan yang diterapkan dalam perancangan terkait 2. Mampu mengenali berbagai faktor yang berpengaruh atas biaya bangunan 3. Mampu membuat berbagai alternatif rancangan sebagai pemecahan atas masalah pembiayaan bangunan B. Pengetahuan Peraturan Bangunan, Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu mengenali peraturan-peraturan bangunan yang harus diperhatikan dalam proses perencanaan dan perancangan 2. Mampu menerapkan peraturan-peraturan bangunan dalam rancangan STANDAR KOMPETENSI KE : 11
  16. 16. 16 Kode Unit ARS 12 : Pengetahuan Industri Kontruksi dalam Perencanaan Menguasai pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi, peraturan dan tata-cara yang berkaitan dengan proses penerjemahan konsep perancangan menjadi bangunan gedung serta proses mempadukan penataan denah-denahnya menjadi sebuah perencanaan yang menyeluruh Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menjelaskan organisasi di dalam industri konstruksi yang berhubungan dengan konsep perancangan yang akan diterapkan oleh yang bersangkutan 2. Mampu menjelaskan peraturan dan prosedur di dalam industri konstruksi yang berhubungan dengan konsep perancangan yang akan diterapkan oleh yang bersangkutan 3. Mampu menjelaskan keterkaitan konsep perancangan dengan keseluruhan perancangan STANDAR KOMPETENSI KE : 12
  17. 17. 17 Kode Unit ARS 13 : Pengetahuan Manajemen Proyek Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen proyek dan pengendalian biaya pembangunan Kreteria Unjuk Kerja 1. Mampu menunjukkan hubungan antara pendanaan dan proses perancangan 2. Mampu menunjukkan permasalahan yang dihadapi dalam dengan manajemen proyek terkait, khususnya yang berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian & evaluasi 3. Mampu menunjukkan cara pengendalian biaya proyek sesuai dengan tahapan-tahapannya STANDAR KOMPETENSI KE : 13
  18. 18. 18 D. PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK Kompetensi & Sub Kompetensi Calon Arsitek Bahan Referensi 1 Perancangan Arsitektur Umumnya cukup 1. Estetika Perancangan cukup, perspektif kurang Ilmu Perancangan 1, 2, 3 & dst Komentar perspektif umumnya kurang Tidak sempat dibahas tapi focus ke denah & lay out plan 2. Syarat Teknis Kurang terutama teknis : 1. Keselamatan 2. Kesehatan 3. Kenyamanan 4. Kemudahan UU 28 / 2002 : Bangunan Gedung PP 36/ 2005 : Pelaksanaan UU BG Permen PU 29/PRT/M/2007 : Persyaratan Teknis Permen PU 25/PRT/M/2007 : SLF Permen PU 26/PRT/M/2008 : Kebakaran Butuh masuk dalam pelatihan strata 2 Pengetahuan Arsitektur Cukup 1. Sejarah Arsitektur Cukup Sejarah Arsitektur Dunia cukup & Arsitektur Indonesia malah kurang 2. Teori Arsitektur Cukup Teori arsitektur diajarkan untuk mengambil sikap ketika praktek 3 Pengetahuan Seni Bervariasi & perlu ditambah sbb : 1. Pelajari seni rupa aliran realisme. 2. Penunjang fotografi
  19. 19. 19 PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK Kompetensi & Sub kompetensi Calon Arsitek Bahan Referensi 4 Perencanaan & Perancangan Kota Kurang 1. Perencanaan Kota Hampir tidak ada Perlu memperdalam lansekap & arsitektur kota ( urban design ) 2. Perancangan Kota Sangat kurang Ilmu ke Tata Ruang UU 26/2007 : Penataan Ruang 5 Manusia, Bangunan & Lingkungan 1. Manusia & Bangunan Tidak ada Perlu pelatihan dalam Strata aspek psikologi bangunan thd manusia. 2. Bangunan & Lingkungan Tidak ada UU : Pengelolaan Lingk.Hidup PP & Permen turunannya Perlu pelatihan dalam Strata 3. Manusia & Lingkungan Tidak ada Perlu pelatihan dalam Strata aspek pengaruh manusia thd bangunan 6 Daya Dukung Lingkungan Tidak ada secara khusus UU : Pengeloaan & Perlindungan Lingkungan Hidup Perlu tahu bangunan yg harus ada AMDAL
  20. 20. 20 PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK Kompetensi & Sub kompetensi Calon Arsitek Bahan Referensi 7 Peran Arsitek Di Masyarakat Belum ada kurikulum & yg pernah dalam kuliah umum Wawasan peran peluang lulusan arsitek di masyarakat PT hanya ilmu arsitektur & 13 kompetensi untuk arsitek 8 Persiapan Pekerjaan Perancangan 1. Metode Pengumpulan Data Kerja praktek diefektifkan Magang untuk mendapat data primer & sekunder 2. Penyusunan Program Perancangan Sudah cukup Materi ini bagian dari kerja praktek pembantu perencana. 9 Pengertian Masalah Antar Disiplin Kurang sekali 1. Sistem Struktur & Konstruksi Materi kuliah kurang Perlu pelatihan cara hitung struktur secara praktis Tantangan kemandirian arsitek untuk bangunan sederhana 2. Sistem M-E-Elektronika & Plumbing Sangat kurang 1. Praktek peninjauan lapangan 2. Pelatihan diagram listrik & plumbing secara praktis 3. Sanitasi sebagai penunjang 4. Pengkondisian udara
  21. 21. 21 PENGALAMAN UJI KOMPETENSI ARSITEK Calon Arsitek Bahan Referensi 10 Pengetahuan Fisik & Fisika Bangunan Cukup 1. Kenyamanan Dalam Bangunan Cukup Buku Fisika Bangunan, SLF & Persyaratan Teknis BG 2. Perlindungan Bangunan Thd Iklim Cukup Permen PU 18/PRT/M/2010 : Revit Pemahaman iklim secara mendetail 11 Penerapan Batasan RAB & Peraturan Secara umum kurang 1. Pengetahuan RAB Kurang sekali Hitung RAB & cek komposisi RAB Gambaran umum mendapatkan RAB 2. Peraturan Bangunan Kurang sekali terutama peraturan setempat UU 28 / 2002 & PP 36/ 2005 Permen PU : 29/PRT/M/2006 Permen PU : 06/PRT/M/2007 Permen PU : 25/PRT/M/2007 Perda BG & IMB 12 Pengetahuan Industri Konstruksi Kurang sekali 1. UU Jakon & Peraturan Profesi 2. Pertanahan & hukum kontrak 3. Seleksi arsitek & konsultan 13 Pengetahuan Manajemen Proyek Kurang sekali 1. Pelatihan MK 2. K3 Konstruksi 3. Permen PU : 9/PRT/M/2008
  22. 22. 22 Arsitek Utama Telah mengikuti penataran Kode Etik & Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek Telah mengikuti 6 Penataran Strata Keprofesian Telah menangani 10 proyek tata olah lengkap Pengalaman kerja minimum 12 tahun 13 Kompetensi : Penuh Arsitek Muda Telah mengikuti penataran Kode Etik & Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek Telah mengikuti minimum 4 Penataran Strata Keprofesian Telah menangani 6 proyek tata olah lengkap Pengalaman kerja minimum 5 tahun 13 Kompetensi : Penuh Arsitek Pratama Telah mengikuti penataran Kode Etik & Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek Telah menangani 3 proyek tata olah lengkap Pengalaman kerja minimum 2 tahun 13 Kompetensi : Penuh : 1, 5, 8,10,11 & 12 Setengah : 4, 6, 7, 9 & 13 E. PERSYARATAN SKA ARSITEK
  23. 23. 23 F. PENGALAMAN PRIBADI Materi Yang Dibahas & Peran Arsitek & Klien Klien Arsitek Keterangan 1 Program ruang, ruang dalam & ruang luar V Klien punya referensi desain (internet, dsb) 2 Besaran ruang & syarat ruang V Klien punya referensi desain (internet, dsb) 3 Hubungan antar ruang & ruang luar V Klien punya referensi desain (internet, dsb) 4 Estimasi Biaya V V 5 Pilihan Arsitektur V Klien punya referensi desain (internet, dsb) 6 Konsep Ruang Luar V V 7 Nilai – nilai Estetika V 8 Dokumen Perencanaan & Teknik Pelaksanaan V 9 Struktur bangunan & Sistem Utilitas V
  24. 24. Daftar Pustaka  Ir. Widiyanto, IAI., Paparan Bakuan Kompetensi IAI.  UU 28 / 2002 : Bangunan Gedung  PP 36/ 2005 : Pelaksanaan UU BG  Permen PU 29/PRT/M/2007 : Persyaratan Teknis  Permen PU 25/PRT/M/2007 : SLF  Permen PU 26/PRT/M/2008 : Kebakaran 24
  25. 25. “cuci tangan sampai bersih”, CUKUP SEKIAN TERIMA KASIH 25

×