Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Pp pengelolaan kelas

2 066 vues

Publié le

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Pp pengelolaan kelas

  1. 1. Hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam usaha preventif di kelas :1. Menerapkan Suatu Sistem Mungkin sekali pendekatan terbaik dalam mengelola kelas itu berupa perbuatan keputusan-keputusan yang direncanakan bukan keputusan-keputusan yang spontan yang diambil dalam keadaan darurat.2. Menjelaskan Peraturan Yang terbaik yaitu memberitahu siswa tentang perilaku manakah yang dipandang baik dikelas anda. Jika makan permen tidaklah diperbolehkan, beritahukanlah itu kepada siswa. Ini lebih baik dari pada menunggu sampai ada yang makan-dengan tidak mengetahui-Nya-lalu dilarang. Beritahukanlah kepada siswa batas-batas yang anda tentykan. Kadang-kadang secara tidak terduga, siswa mau mematuhinya.
  2. 2. 3. Menghindari Penilaian Watak Kaidah umum ialah dalam pengelolaan kelas dan dalam hubungan dengan siswa adalah jangan membuat penilaian negatif tentang watak siswa. Suatu kenakalan, bahkan serentetan kenakalan, tiada lain hanyalah suatu peristiwa. Seorang guru boleh berkata, “Yon, kamu melanggar aturan”atau” Omonganmu mengganggu kelas”,tetapi jangan sampai berkata, “Kamu anak nakal” atau Mengapa kamu selalu membuat onar?” Kecendrungan mengumpat yang umunya telah menjadi kebiasaan- perlu dihilangkan.
  3. 3. 4. Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal (Bersifat Prevensif) Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktivitas- aktivitas yang berkaitan dengan keterampilan sebagai berikut:a. Sikap tanggap Kompenen ini ditunjukkan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir bersama mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu apa yang mereka kerjakan. Seolah- olah mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak didik walaupun guru sedang menulis di papan tulis.b. Membagi perhatian Pengelolaan kelas yang efektif terjadi bila guru mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama.
  4. 4. Visual Guru dapat mengubah pandanganya dalam memperhatikan kegiatan pertama sedemikian rupa sehingga ia dapat melirik ke kegiatan kedua, tanpa kehilangan perhatian pada kegiatan pertama.Verbal Guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan, dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik pertama sementara ia memimpin dan terlibat supervisi pada aktivitas anak didik yang lain.
  5. 5. c. Pemusatan perhatian kelompok Guru mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak didik dan memberitahukan (dapat dengan tanda- tanda) bahwa ia bekerja sama dengan kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang. Unruk itu ada beberapa hal yang dapat guru lakukan yaitu:Memberi tanda Dalam memulai proses belajar mengajar guru memusatkan pada perhatian kelompok terhadap suatu tugas dengan memberi beberapa tanda.Pertanggungan jawab Guru meminta pertanggung jawaban anak didik atas kegiatan dan keterlibatannya dalam suatu kegiatan.
  6. 6. Pengarahan dan petunjuk yang jelas Guru harus sering kali memberi pengarahan dan petunjuk yang jelas dan singkat dalam memberikan pelajaran kepada anak didik, sehingga tidak terjadi kebingungan pada diri anak didik.Penghentian Tidak semua gangguan tingkah laku dapat di cegah atau berhasil di hindari. Yang di perlukan di sini adalah guru dapat menanggulangi terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktif dalam kegiatan di kelas.
  7. 7. 5. Kelancaran (Smoothnees)Ada sejumlah kesalahan yang harus guru hindari yaitu: Campur tangan yang berlebihan (Teacher instruction) Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar, pernyataan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus. Hal ini akan memberi kesan kepada anak didik bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak didik. Ia hanya ingin memuaskan kehendak sendiri. Kelenyapan (Fade away) Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu intruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alasan yang jelas. Akhirnya adalah membiarkan pikiran anak didik mengawang- awang, melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
  8. 8. Penyimpangan (Digression) Penjelasannya atau pembicaraannya menyimpang dari pokok persoalan pelajaran yang sedang dibicarakan. Penyimpangan itu dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar anak didik.Ketidaktepatan berhenti dan memulai kegiatan Ketidaktepatan mengakhiri dan memulai kegiatan (stops and stars) dapat terjadi bila guru memulai aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya, menghentikan kegiatan pertama, memulai kegiatan yang kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran kegiatan belajar anak didik.
  9. 9. 6. Kecepatan (Pacing) Kecepatan disini diartikan sebagai tingkat kemajuan yang dicapai anak didik dalam suatu pelajaran. Yang perlu dihindari oleh guru adalah kesalahan menahan kecepatan yang tidak perlu, atau menahan penyajian bahan pelajaran yang sedang berjalan, atau kemajuan tugas. Ada dua kesalahan kecepatan yang harus dihindari bila kecepatan yang cepat mau dipertahankan, yaitu : Bertele-tele (overdwelling) Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat mengulang ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran yang sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang. Mengulangi penjelasan yang tidak perlu Kesalahan yang perlu guru hindari adalah pengulangan (frag menting) penjelasan yang tidak perlu. Kesalahan itu muncul bila guru memberi petunjuk pengajaran atau penjelasan kepada kelompok kecil anak didik atau secara individual, yang sebenarnya sudah diberikan dalam kelas atau kelompok besar secara bersama.
  10. 10. Prosedur dimensi penyembuhan (Kuratif) :a. Mengidentifikasi masalah Dalam langkah yang pertama ini guru mulai melakukan kegiatan untuk mengenal/mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang mana saja ynag muncul di dalam kelas. Hal ini memerluakan ketajaman guru untuk mampu melihat masalah penyimpangan apa saja yang harus di tangulangi. Jadi pada langkah identifikasi masalah ini sudah harus mengetahui jenis- jenis penyimpangan sekaligus mengetahui siswa siapa yang melakukan penyimpangan tersebut.b. Menganalisis masalah Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah kegiatasn untuk mengetahui latar belakang serta sebab daripada timbulnya tindakan penyimpanan ini. Daripada timbulnya tindakan penyimpanan ini. Dari usaha ini, guru akan dapat menentukan sumber daripada penyimpangan itu. Dengan mengetahui sumber daripada penyimpangan ini maka guru dapat menentukan alternatif-alternatif penanggulangan apa saja yang dapat dipilih.
  11. 11. c. Menilai alternati-alternatif pemecahan Setelah mengetahui sebab/sumber daripada penyimpangan maka guru mulai menyususn alternatif-alternatif pemecahan. Kalau tersusun sejumlah alternatif pemecahan, maka langkah berikut adalah pemilihan alternatif. Artinya alternatif mana yang paling tepat untuk menanggulangi penyimpangan tersebut di atas. Sesudah ditetapkan alternatif yang tepat, maka langkah berikutnya adalah pelaksanaan.d. Mendapatkan balikan (feedback) Sebenarnya sebelum langkah balikan harus didahului langkah monitoring, karena dari monitoring kita akan mendapatkan data yang merupakan balikan untuk menilaia apakah pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilih telah mencapai sasaran sesuai yang direncanakan atau ada kekurangan-kekurangan, ataukah terjadi perkrmbangan baru yang lebih baik. Semuanya ini merupakan bahan balikan yang sangat berguna bagi penilaian prorgram yang pada akhirnya akan dilakukan perbaikan program. Demikian pula dengan kasus penanggulangan penyimpangan di kelas, dari hasil monitoring kita akan gunakan untuk menilai sampai seberapa jauh usaha tersebut telah berhasil atau kurang kena sasaran, lalu kemudian dilakukan perbaikan/penyempurnaan.
  12. 12.  Masalah-masalah yang Ditimbulkan oleh Insiden Mendekati Memberikan Isyarat Mengadakan Humor Tidak Mengacuhkan Menggunakan Teknik yang Keras Gangguan terhadap Kelas pada Umumnya Mengadakan Diskusi secara Terbuka Memberikan Penjelasan tentang Prosedur Mengadakan Analisis Mengadakan Perubahan Kegiatan Teknik-teknik Terakhir Menghimbau Mengungkung Memberikan Hukuman
  13. 13. Persuasi adalah seni dalam meyakinkan seseorang untuk membelik atau melakukan sesuatu. Ada banyak kiat dan taktik untuk menguasainya. Tetapi, hal itu bukan hanya berpengaruh dalam jangka pendek Cara Meningkatkan Motivasi BelajarMemberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.Hadiah Cara Memotivasi Siswa Supaya Giat Belajar Mampu memotivasi siswa untuk belajar adalah perjuangan yang dihadapi oleh semua guru. Mampu memotivasi siswa untuk belajar memang menjadi tantangan yang dihadapi para guru sehari-hari. Ini merupakan salah satu komponen penting dari pengajaran yang efektif, termasuk pengaturan kelas. Jika siswa tidak termotivasi belajar, maka besar kemungkinan mereka tidak akan terlibat dalam pelajaran. Lalu, jika mereka tidak terlibat dalam pelajaran akan menyebabkan bermacam masalah dalam manajemen kelas.
  14. 14.  Penting bagi para guru untuk memicu minat siswa pada awal setiap pelajaran. Bagaimana caranya? Berikut adalah lima strategi efektif untuk memotivasi siswa belajar:1. Gunakan pertanyaan untuk berpikir kritis Hal yang baik dari metode ini adalah mereka (siswa) tidak selalu memiliki jawaban benar atau salah sehingga mereka diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. Ini lebih baik jika dibandingkan dengan siswa hanya diberitahu untuk menghafal fakta. Contoh: Guru meminta siswa mempelajari studi sosial pada penggunaan bom atom untuk mengakhiri Perang Dunia II. Untuk memicu minat pada awal pelajarannya ini, guru dapat meminta semua siswa menuliskan jawaban dari pertanyaan berikut, "Menurut kalian, apakah Presiden Truman yang menjadi otak dalam peristiwa peledakan bom atom untuk mengakhiri Perang Dunia II? Mengapa?" Selanjutnya, guru dapat membiarkan siswanya berbagi jawaban mereka untuk membentuk diskusi kelas. Setelah itu, guru mengambil sebuah jajak pendapat para siswa di kelas. Para siswa yang tertarik dalam topik ini menjadikan guru lebih mudah untuk memulai pelajaran. Kemudian, pada akhir pelajaran, guru dapat mengambil polling lain untuk melihat, apakah pendapat mahasiswa telah berubah atau tidak.
  15. 15. 2. Gunakan musik untuk mengajar Musik merupakan salah satu alat pembelajaran paling sederhana dan merupakan cara yang bagus untuk memicu minat siswa.3. Gunakan video Video adalah salah satu alat pengajaran paling sering disalahpahami dan disalahgunakan. Padahal, jika digunakan dengan benar, video dapat menjadi alat yang hebat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Kuncinya adalah dengan menggunakan klip singkat dari film dan dokumenter dalam awal pelajaran, bukan di akhir pelajaran. Banyak film- film Hollywood atau film Nasional yang baik diterapkan dalam metode ini. Tetapi, Anda, guru, juga dapat menggunakan internet untuk men- download klip singkat dari film-film dokumenter tentang hal apapun untuk setiap tingkat kelas. Salah satu contoh untuk mencari sumber film dokumenter tersebut bisa diunduh di unitedstreaming.com.
  16. 16. 4. Hubungkan apa yang siswa pelajari dengan yang sedang terjadi di dunia nyata Pada beberapa mata pelajaran, cara ini jelas lebih mudah dilakukan dari yang lain. Siswa perlu mengetahui "mengapa" mereka belajar sesuatu.5. Hubungkan yang dipelajari siswa dengan hal-hal yang penting bagi mereka Trik di sini adalah untuk mengetahui pribadi siswa dan belajar tentang hal-hal yang menjadi kegemaran mereka. Meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dapat sangat menantang, tapi ini merupakan elemen penting dalam tahap menjadi seorang guru yang efektif. Sebagai tambahan, guru juga akan menemukan dirinya menikmati proses mengajar, karena jauh lebih mudah dibandingkan ketika guru merasa terpaksa dalam menjalankannya. (kompas.com)
  17. 17.  Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran. Kesimpulan yang sangat sederhana adalah, bahwa pengelolaan kelas merupakan kegiatan pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran.Adapun yang menjadi tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pendidikan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.Dalam pengelolaan kelas ini ada 3 komponen yang harus diperhatikan oleh seorang pendidik yaitu yang pertama Preventif yaitu bagaimana guru melakukan langkah- langkah pencegahan terjadinya masalah serta pengaturan pembelajaran yang efektif,yang kedua Kuratif yaitu langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang guru jika muncul permasalahan dalam pembelajaran dan yang terpenting juga adalah yang ketiga Persuasif ,guru harus mampu memberikan motivasi kepada peserta didik agar semangat dalam belajar.

×