Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
E-SPT PPh Pasal 21
Cara Entry Data ke Aplikasi
by www.andikadarma.com
• Dalam Slide ini diasumsikan bahwa
Aplikasi E-SPT PPh Pasal 21 sudah
terinstal dengan baik dan siap digunakan
• Simulasi ...
Ilustrasi
PT Andika Darma, memiliki 45 Pegawai tetap dengan rincian gaji dan
penghitungan pajak sebagai berikut.
File Exce...
Alur Kerja E-SPT
Input Data
Pemotongan
Pajak
Input Data Surat
Setoran Pajak
Buat CSV
Pelaporan
Cetak SPT Induk
Ada 2 cara ...
Input Manual
1. Masuk ke Aplikasi pilih Menu “Pilih SPT” lalu ke “Buat SPT Baru”
2. Akan muncul kotak dialog untuk memilih...
Input Manual
3. Setelah itu, pada kotak status aplikasi (bagian bawah) akan muncul Masa Pajak
dan status bisa diedit.
Cata...
Input Manual
4. Langkah selanjutnya adalah memasukkan data melalui Menu “Isi SPT” 
“Daftar Bukti Pemotongan Pajak (1721-1...
Input Manual
5. Akan muncul kotak dialog untuk menginput data. Klik “Tambah”
Input Manual
4. Masukkan data pegawai dan jumlah penghasilan serta pajaknya pada kotak dialog
yang muncul. Lalu klik simpa...
Input Manual
5. Setelah diklik simpan, akan muncul kotak konfirmasi. Pilih YES untuk melanjutkan
merekam atau pilih NO apa...
Input Manual
4. Setelah semua data pegawai yang penghasilannya di atas PTKP diinput, langkah
selanjutnya adalah menginput ...
Impor CSV
Bagaimana dengan
cara yang kedua,
Impor CSV?
1. Membuat File CSV
1. Kita siapkan file dari Excel dengan format yang telah ditentukan. Contoh format
dapat dilihat pada ...
1. Membuat File CSV
File yang terdapat dalam folder dokumentasi adalah file CSV, untuk memudahkan
dalam mengeditnya apabil...
1. Membuat File CSV
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengetik untuk format CSV adalah :
1. tidak dibolehkan ada tanda...
1. Membuat File CSV
Setelah data excel terisi semua, selanjutnya adalah mengubahnya ke format CSV
dengan cara :
1. Simpan ...
2. Langkah Impor CSV
2. Masuk ke Aplikasi pilih Menu “Pilih SPT” lalu ke “Buat SPT Baru”
3. Akan muncul kotak dialog untuk...
2. Langkah Impor CSV
4. Setelah itu, pada kotak status aplikasi (bagian bawah) akan muncul Masa Pajak
dan status bisa died...
2. Langkah Impor CSV
5. Masuk menu CSV  Impor  Bukti Potong  Pemotongan Pajak Bulanan
2. Langkah Impor CSV
6. Pilih Buka File  Pilih File CSV yang telah dibuat  Open
1
3
2
2. Langkah Impor CSV
7. Selanjutnya Klik Impor, apabila impor sukses akan muncul dialog konfirmasi sukses
2. Langkah Impor CSV
8. Apabila impor gagal akan ada konfirmasi jumlah yang sukses dan yang gagal.
Penyebab gagalnya
impor...
2. Langkah Impor CSV
9. Untuk melihat hasil eksport dan menambahkan data untuk pegawai yang
penghasilannya di bawah PTKP d...
3. Input Surat Setoran Pajak
1. Sebelum menginput data Surat Setoran Pajak, hal yang harus dilakukan adalah
menambahkan “n...
3. Input Surat Setoran Pajak
2. Lalu Pilih Bagian E, dan isikan nama kota tempat kedudukan perusahaan dan
Klik Simpan. Apa...
3. Input Surat Setoran Pajak
3. Langkah selanjutnya adalah kita siapkan data SSP-nya. Lalu masuk ke menu “Isi SPT”
 “Daft...
3. Input Surat Setoran Pajak
4. Isi field yang muncul dengan data pembayaran pajaknya.
a
b
c
a. Klik Tambah
b. Isi sesuai ...
3. Input Surat Setoran Pajak
5. Pastikan jumlah pajak yang terutang tidak lebih besar daripada jumlah SSP
yang disetor
Apa...
3. Input Surat Setoran Pajak
6. Langkah selanjutnya adalah mengisi jumlah lembar SSP pada bagian D SPT Induk
a
b
ca. Klik ...
4. Membuat CSV Pelaporan
CSV Pelaporan berbeda dengan CSV untuk impor. CSV Pelaporan ini untuk dilaporkan
ke Kantor Pajak ...
4. Membuat CSV Pelaporan
Simpan File CSV ditempat sesuai kebutuhan (terserah anda).
Perhatian
Jangan mengganti
nama file C...
5. Mencetak SPT Induk
Selain CSV Pelaporan, yang harus dibawa ketika melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21
adalah cetakan Induk...
5. Mencetak SPT Induk
Untuk memudahkan proses pencetakan, lebih baik tampilan SPT Induk diekspor
ke dalam format PDF.
1
2
...
5. Mencetak SPT Induk
Setelah Ekspor komplit, kita buka hasil ekspor berupa file pdf. Untuk pencetakannya
harus menggunaka...
Semoga Bermanfaat
Selesai
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Cara Pengisian E-SPT PPh Pasal 21

83 807 vues

Publié le

Cara pengisian E-SPT PPh pasal 21.
Slide ini dibuat oleh www.andikadarma.com

Publié dans : Business
  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Cara Pengisian E-SPT PPh Pasal 21

  1. 1. E-SPT PPh Pasal 21 Cara Entry Data ke Aplikasi by www.andikadarma.com
  2. 2. • Dalam Slide ini diasumsikan bahwa Aplikasi E-SPT PPh Pasal 21 sudah terinstal dengan baik dan siap digunakan • Simulasi ini menggunakan E-SPT PPh Pasal 21 Versi 2.2 Persiapan
  3. 3. Ilustrasi PT Andika Darma, memiliki 45 Pegawai tetap dengan rincian gaji dan penghitungan pajak sebagai berikut. File Excel dapat dilihat di sini Selain data tersebut di atas, diketahui juga bahwa ada 12 pegawai yang penghasilannya di bawah PTKP dengan total penghasilan bruto senilai Rp25.500.324,
  4. 4. Alur Kerja E-SPT Input Data Pemotongan Pajak Input Data Surat Setoran Pajak Buat CSV Pelaporan Cetak SPT Induk Ada 2 cara untuk melakukan input data, yaitu : 1. Input Secara Manual 2. Input dengan Impor File CSV
  5. 5. Input Manual 1. Masuk ke Aplikasi pilih Menu “Pilih SPT” lalu ke “Buat SPT Baru” 2. Akan muncul kotak dialog untuk memilih masa pajak dan tahun pajak. Setelah dipilih klik “Buat SPT”.
  6. 6. Input Manual 3. Setelah itu, pada kotak status aplikasi (bagian bawah) akan muncul Masa Pajak dan status bisa diedit. Catatan : Apabila kita pernah membuat SPT masa bulan Janurari 2015, maka agar bisa mengedit SPT tersebut harus kita buka dulu dari menu “Pilih SPT” lalu “Buka SPT”
  7. 7. Input Manual 4. Langkah selanjutnya adalah memasukkan data melalui Menu “Isi SPT”  “Daftar Bukti Pemotongan Pajak (1721-1)”  “Satu Masa Pajak”
  8. 8. Input Manual 5. Akan muncul kotak dialog untuk menginput data. Klik “Tambah”
  9. 9. Input Manual 4. Masukkan data pegawai dan jumlah penghasilan serta pajaknya pada kotak dialog yang muncul. Lalu klik simpan. Karena yang kita input pegawai tetap, maka pastikan Kode Objek Pajaknya adalah 21-100-01
  10. 10. Input Manual 5. Setelah diklik simpan, akan muncul kotak konfirmasi. Pilih YES untuk melanjutkan merekam atau pilih NO apabila semua data telah selesai direkam. Data yang diinput dalam bagian ini adalah HANYA untuk pegawai dengan Penghasilan diatas PTKP
  11. 11. Input Manual 4. Setelah semua data pegawai yang penghasilannya di atas PTKP diinput, langkah selanjutnya adalah menginput data untuk pegawai yang penghasilannya di bawah PTKP, yaitu kita entry pada bagian huruf B. Lalu klik “Simpan”
  12. 12. Impor CSV Bagaimana dengan cara yang kedua, Impor CSV?
  13. 13. 1. Membuat File CSV 1. Kita siapkan file dari Excel dengan format yang telah ditentukan. Contoh format dapat dilihat pada folder dokumentasi yang terdapat dalam folder DJP. Untuk format CSV Gaji Bulanan Pegawai Tetap kita gunakan file 1721_I_Bulanan
  14. 14. 1. Membuat File CSV File yang terdapat dalam folder dokumentasi adalah file CSV, untuk memudahkan dalam mengeditnya apabila terjadi kesalahan, lebih baik di Save As ke formal Excel Pada field “File Name” tulis nama filenya tanpa spasi Pada field “Save as type” pilih Excel Workbook
  15. 15. 1. Membuat File CSV Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengetik untuk format CSV adalah : 1. tidak dibolehkan ada tanda baca koma atas ( ‘ ) kecuali dalam penulisan NPWP misal untuk menulis Sa’diyah agar bisa diimpor ditulis Sadiyah 2. tidak dibolehkan menambah kolom apapun dalam format yang telah ditentukan. 3. satu file excel tidak boleh lebih dari satu sheet 4. penulisan NPWP yang benar adalah : ‘123456789111111. Apabila pegawai tidak memiliki NPWP maka ditulis : ‘000000000000000
  16. 16. 1. Membuat File CSV Setelah data excel terisi semua, selanjutnya adalah mengubahnya ke format CSV dengan cara : 1. Simpan file excel terlebih dahulu. 2. Setelah disimpan, pilih File  Save As Pada field “Save as type” pilih CSV (Comma delimited) File CSV contoh dapat dilihat di sini
  17. 17. 2. Langkah Impor CSV 2. Masuk ke Aplikasi pilih Menu “Pilih SPT” lalu ke “Buat SPT Baru” 3. Akan muncul kotak dialog untuk memilih masa pajak dan tahun pajak. Setelah dipilih klik “Buat SPT”. 1. Tutup file CSV yang akan diimpor
  18. 18. 2. Langkah Impor CSV 4. Setelah itu, pada kotak status aplikasi (bagian bawah) akan muncul Masa Pajak dan status bisa diedit. Catatan : Apabila kita pernah membuat SPT masa bulan Janurari 2015, maka agar bisa mengedit SPT tersebut harus kita buka dulu dari menu “Pilih SPT” lalu “Buka SPT”
  19. 19. 2. Langkah Impor CSV 5. Masuk menu CSV  Impor  Bukti Potong  Pemotongan Pajak Bulanan
  20. 20. 2. Langkah Impor CSV 6. Pilih Buka File  Pilih File CSV yang telah dibuat  Open 1 3 2
  21. 21. 2. Langkah Impor CSV 7. Selanjutnya Klik Impor, apabila impor sukses akan muncul dialog konfirmasi sukses
  22. 22. 2. Langkah Impor CSV 8. Apabila impor gagal akan ada konfirmasi jumlah yang sukses dan yang gagal. Penyebab gagalnya impor bisa dilihat pada Error Log di pojok Kiri bawah. Untuk memudahkan proses editing, maka yang diedit adalah file Excelnya. Setelah diedit, simpan ke CSV dan ulangi langkah-langkah seperti uraian di atas
  23. 23. 2. Langkah Impor CSV 9. Untuk melihat hasil eksport dan menambahkan data untuk pegawai yang penghasilannya di bawah PTKP dengan masuk ke Menu “Isi SPT”  “Daftar Bukti Pemotongan Pajak (1721-1)”  “Satu Masa Pajak” Data pegawai yang penghasilannya di bawah PTKP diinput pada bagian B lalu pilih “Simpan”
  24. 24. 3. Input Surat Setoran Pajak 1. Sebelum menginput data Surat Setoran Pajak, hal yang harus dilakukan adalah menambahkan “nama kota” dalam SPT Induk yang akan dilaporkan ke Kantor Pajak. Pilih Menu Isi SPT  SPT Induk (1721)
  25. 25. 3. Input Surat Setoran Pajak 2. Lalu Pilih Bagian E, dan isikan nama kota tempat kedudukan perusahaan dan Klik Simpan. Apabila berhasil akan muncul kotak konfirmasi.
  26. 26. 3. Input Surat Setoran Pajak 3. Langkah selanjutnya adalah kita siapkan data SSP-nya. Lalu masuk ke menu “Isi SPT”  “Daftar SSP/Bukti PBk (1721-IV)” Data SSP Jumlah Setor Rp7.199.380,00 Tanggal Setor 05 Februari 2015 NTPN 1234567891011123
  27. 27. 3. Input Surat Setoran Pajak 4. Isi field yang muncul dengan data pembayaran pajaknya. a b c a. Klik Tambah b. Isi sesuai contoh c. Klik Simpan
  28. 28. 3. Input Surat Setoran Pajak 5. Pastikan jumlah pajak yang terutang tidak lebih besar daripada jumlah SSP yang disetor Apabila jumlah PPh Terutang LEBIH BESAR daripada jumlah SSP yang disetor akan mengakibatkan gagal pada saat pembuatan CSV Pelaporan
  29. 29. 3. Input Surat Setoran Pajak 6. Langkah selanjutnya adalah mengisi jumlah lembar SSP pada bagian D SPT Induk a b ca. Klik Isi SPT b. Pilih SPT Induk (1721) c. Klik “D. Lampiran” d. Centang angka 7 e. Ketikkan jumlah lebar SSP-nya f. Klik E Pilih Simpan d e f
  30. 30. 4. Membuat CSV Pelaporan CSV Pelaporan berbeda dengan CSV untuk impor. CSV Pelaporan ini untuk dilaporkan ke Kantor Pajak bersama dengan cetakan Induk SPT yang telah ditandatangani dan distempel. 1 2 3 4 Pilih CSV  Pelaporan SPT  Pilih Masa Pajak  Pastikan jumlah PPh Terutang dan SSP/Pbk yang disetor  Buat File CSV
  31. 31. 4. Membuat CSV Pelaporan Simpan File CSV ditempat sesuai kebutuhan (terserah anda). Perhatian Jangan mengganti nama file CSV. Biarkan apa adanya. Apabila file CSV berhasil Dibuat, akan muncul kotak konfirmasi.
  32. 32. 5. Mencetak SPT Induk Selain CSV Pelaporan, yang harus dibawa ketika melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 adalah cetakan Induk SPT yang telah ditandatangani dan distempel. 1 2 3 1. Pilih menu Cetak 2. Klik Formulir SPT 3. Pilih 1721 – Formulir SPT Induk 2 Apabla menghendaki mencetak formulir lain sebagai arsip cetak, tinggal klik pada jenis formulirnya
  33. 33. 5. Mencetak SPT Induk Untuk memudahkan proses pencetakan, lebih baik tampilan SPT Induk diekspor ke dalam format PDF. 1 2 3 1. Klik icon Ekspor 2. Di field File Name silakan diisi dengan nama file hasil ekspor. Misalnya : PPh Pasal 21 Januari 3. Save as Type-nya pilih PDF (*.pdf) Lalu Klik SIMPAN. Apabila proses ekspor berhasil akan muncul kotak konfirmasi.
  34. 34. 5. Mencetak SPT Induk Setelah Ekspor komplit, kita buka hasil ekspor berupa file pdf. Untuk pencetakannya harus menggunakan kertas ukuran F4/Folio/8,5”x13” dengan berat minimal 70 gram Cetak halaman 1 dan 2
  35. 35. Semoga Bermanfaat Selesai

×