Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
Pesiapan Membaca Ensiklik : Laudato Si
Perubahan Iklim ?
Perubahan iklim
adalah perubahan yang signifikan pada iklim, seperti suhu udara atau curah hujan,
selama kurun waktu 30 ta...
Kenaikan suhu bumi 2-4 derajat celsius memicu kenaikan paras laut global 16
sentimeter. Kenaikan akibat mencairnya es pada...
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang
berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bu...
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana
(CH4) yang dihasilkan agrikultur dan p...
Akibat pemanasan global ini - yaitu mencairnya tudung es di kutub,
meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjanga...
Berguru
kepada
Paus Franciskus
Diolah oleh
St. Budhi Parayitno PR
"Laudato Si ', mi' Signore" berarti "Segala puji bagi Mu, Tuhanku" dan
diambil dari lagu gereja oleh Santo Fransiskus dari...
Dipersatukan oleh kekhawatiran
yang sama
Banyak ilmuwan, filsuf, teolog, dan kelompok-
kelompok sipil juga berbagi kepriha...
Perhatian untuk Bumi mencakup "keprihatinan untuk membawa seluruh
keluarga manusia bersama-sama untuk mencari pembangunan ...
Panggilan bumi kita "rumah bersama” (istilah yang diambil dari abad ketiga belas)
menggambarkan hubungan yang harmonis dan...
Paus tidak hanya mengutip dokumen-dokumen dari St Fransiskus dari Assisi, St
Bonaventura, serta St Thomas Aquinas, tetapi ...
Apa yang dibicarakan dalam ensiklik ini:
1. "krisis ekologi hadir" berdasarkan "hasil penelitian ilmiah terbaik yang
terse...
Laudato Si menjadi salah satu sumber yang penting dari tradisi
Ajaran Sosial Gereja yang diawali oleh Paus Leo XIII: ‘Reru...
BAB SATU APA YANG TERJADI DENGAN RUMAH KITA
Paus melihat berbagai gejala degradasi
lingkungan, yang merupakan dampak
perub...
Demikian juga aborsi tidak dapat dilihat sebagai
pembenaran dengan alasan untuk perlindungan
alam.
Paus juga memuji presta...
Ensiklik tegas berpendapat
bahwa pendekatan yang
benar-benar ekologis juga
terkait dengan soal sosial .
Inilah pendekatan ...
Penghormatan terhadap alam hanya otentik jika
kita memiliki kasih sayang kepada sesama
manusia. Seseorang yang benar-benar...
BAB TIGA AKAR MANUSIAWI KRISIS EKOLOGIS
Ada dua masalah yang mendasar
a. paradigma teknokratik” : cara manusia mengadopsi ...
pandangan murni materialistik realitas tidak
hanya mengakibatkan mengabaikan
lingkungan,
tetapi juga merusak nilai dari ke...
Di jantung ideologi ekonomi konsumeris dan mengejar keuntungan adalah ide
yang salah jika dijadikan pijakan dari penguasaa...
Perlu dihidupkan lagi kesadaran akan
kehidupan yang harmonis seperti yang
dilakukan oleh masyarakat adat. Mereka
mensikapi...
HimbauaN ini ditujukan kepada pada umat, keluarga dan masyarakat, dan
mengajak mereka untuk bertindak yang berbeda dengan ...
SEKEDAR USLAN MENUJU PAROKI GO GREEN
Usulan YANG MUNGKIN BISA KITA GERAKAN DI PAROKI
1.Penanaman sejuta Pohon di halaman yang memungkinkan
2.Gerakan tanam sayu...
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

persiapan membaca "Laudato si"

1 114 vues

Publié le

Pada tanggal 18 Juni 2015 Ensiklik Laudato Si’ diterbitkan dalam delapan bahasa serentak (Italia, Jerman, Inggris, Spanyol, Prancis, Polandia, Portu, dan Arab). Ini adalah catatan yang dibuat untuk memebaca dokumen secara penuh dan menyeluruh. Semoga berguna

Publié dans : Spirituel
  • Soyez le premier à commenter

persiapan membaca "Laudato si"

  1. 1. Pesiapan Membaca Ensiklik : Laudato Si
  2. 2. Perubahan Iklim ?
  3. 3. Perubahan iklim adalah perubahan yang signifikan pada iklim, seperti suhu udara atau curah hujan, selama kurun waktu 30 tahun atau lebih. Jika iklim berubah, maka rata-rata selama 30 tahun suhu udara, atau curah hujan, atau jumlah hari matahari bersinar, pun akan berubah.
  4. 4. Kenaikan suhu bumi 2-4 derajat celsius memicu kenaikan paras laut global 16 sentimeter. Kenaikan akibat mencairnya es pada Lapisan Es Greenland. Demikian penelitian tim yang terdiri atas 11 ilmuwan yang dipimpin ahli geologi Denmark, Nicolai Krog Larsen, yang dituliskan di jurnal Geology pada 18 Februari.
  5. 5. Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa adanya gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari
  6. 6. Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Penyebab bocornya atap rumah kaca adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.
  7. 7. Akibat pemanasan global ini - yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar.
  8. 8. Berguru kepada Paus Franciskus Diolah oleh St. Budhi Parayitno PR
  9. 9. "Laudato Si ', mi' Signore" berarti "Segala puji bagi Mu, Tuhanku" dan diambil dari lagu gereja oleh Santo Fransiskus dari Assisi yang mengingatkan kita bumi seperti saudara. ”Saudari kami, Ibu Bumi" sekarang menangis karena cara kita manusia telah dirugikan nya. Ensiklik ini ditujukan kepada "setiap orang yang hidup di planet ini" dengan harapan untuk masuk "ke dalam dialog dengan semua orang tentang rumah kita bersama."
  10. 10. Dipersatukan oleh kekhawatiran yang sama Banyak ilmuwan, filsuf, teolog, dan kelompok- kelompok sipil juga berbagi keprihatinan ini. Masalah Perubahan Iklim memiliki "akar etika dan spiritual." Santo Francisus dari Assisi membantu kita untuk lebih melihat apa yang diperlukan untuk suatu ekologi yang tidak terpisahkan Judul ensiklik " TENTANG PERAWATAN RUMAH KITA BERSAMA” dan kutipan pembukaan dari madah St. Francis MENJADI fokus dari Ensiklik ini.
  11. 11. Perhatian untuk Bumi mencakup "keprihatinan untuk membawa seluruh keluarga manusia bersama-sama untuk mencari pembangunan yang berkelanjutan dan integral." Kita perlu dialog baru, yang mencakup semua orang, tentang bagaimana kita membentuk masa depan planet kita., RUMAH KITA BERSAMA.
  12. 12. Panggilan bumi kita "rumah bersama” (istilah yang diambil dari abad ketiga belas) menggambarkan hubungan yang harmonis dan mesra antara kita dengan saudari dan ibu kita. Tapi hubungan kekeluargaan ini telah dirusak dan menimbulkan kerugian kerugikan lingkungan. Rusaknya hubungan dengan lingkungan berarti juga rusaknya hubungan kita dengan manusia lainnya, terutama yang paling berjuang untuk mempertahankan diri: generasi miskin dan generasi masa depan. Kita melupakan keterkaitan kita dengan bumi dan dengan orang-orang di sekitar dan lupa/alpa pada pelayanan yang baik untuk “Memayu Hayuning Buwana”. Mengingat sifat universal rumah kita bersama, Paus menjelaskan bahwa ensiklik ditujukan untuk tidak hanya kepada anggota Gereja tetapi tetapi juga sebagai sarana untuk "masuk ke dalam dialog" dengan semua orang yang "disatukan oleh keprihatinan yang sama” , untuk memeperbaiki hubungan yang rusak antara manusia dan seluruh ciptaan dan prospek untuk penyembuhan hubungan ini yang telah rusak ini.
  13. 13. Paus tidak hanya mengutip dokumen-dokumen dari St Fransiskus dari Assisi, St Bonaventura, serta St Thomas Aquinas, tetapi juga tradisi Kristen Timur. Bahkan mengutip seorang sufi Mystic. Paus juga mengambil pendapat pemikir abad kedua puluh: Teilhard de Chardin dan Romano Guardini, juga dokumen sekuler seperti Deklarasi Rio dari tahun 1992 dan 2000 dan Piagam Bumi. Banyak juga mereferensi pada tulisan paus sebelumnya, terutama dari St. Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI. Hal ini menggambarkan adanya hubungan yang kuat antara Paus Fransikus dan para pendahulunya tentang ekologi.
  14. 14. Apa yang dibicarakan dalam ensiklik ini: 1. "krisis ekologi hadir" berdasarkan "hasil penelitian ilmiah terbaik yang tersedia saat ini." 2. Mempertimbangkan "prinsip-prinsip yang diambil dari tradisi Yahudi- Kristen" yang berkaitan dengan komitmen terhadap lingkungan. 3. Mempertimbangkan gejala dan penyebab dari krisis "untuk memberikan pendekatan ekologi yang menghormati tempat kami unik sebagai manusia di dunia ini dan hubungan kita dengan lingkungan kita. 4. Menawarkan "proposal untuk dialog dan aksi" yang lebih luas baik untuk individu dan kebijakan publik internasional. 5. Menawarkan pedoman untuk pembangunan manusia berdasarkan pengalaman spiritual Kristen. Setelah pengantar yang komprehensif, ensiklik dibagi menjadi enam bab, masing-masing meneliti aspek yang berbeda dari pecahnya relasi antara manusia dan alam semesta dan prospek untuk penyembuhan hubungan ini.
  15. 15. Laudato Si menjadi salah satu sumber yang penting dari tradisi Ajaran Sosial Gereja yang diawali oleh Paus Leo XIII: ‘Rerum Novarum’ pada tahun 1891.
  16. 16. BAB SATU APA YANG TERJADI DENGAN RUMAH KITA Paus melihat berbagai gejala degradasi lingkungan, yang merupakan dampak perubahan iklim yang menimbulkan masalah menipisnya air tawar dan hilangnya keanekaragaman hayati. Tidak ada diskusi yang mendasar oleh para ilmuwan tentang pemanasan global; Yang ada adalah omong-omong tentang dampak negatif dari soal tentang peningkatan karbon di alam dan kehidupan manusia: “Merawat ekosistem mengandaikan pandangan melampaui yang instan, karena orang yang mencari keuntungan cepat dan mudah, tidak akan tertarik pada pelestarian alam.”
  17. 17. Demikian juga aborsi tidak dapat dilihat sebagai pembenaran dengan alasan untuk perlindungan alam. Paus juga memuji prestasi dari gerakan lingkungan, sementara pada saat yang sama, mengkritik elemen-elemen di dalamnya. Paus terus terang menolak gagasan bahwa pertumbuhan penduduk yang harus disalahkan atas kerusakan lingkungan; Gagasan ini hanyalah cara menolak/menghindar kritik berkelebihannya komsumsi oleh negara makmur dan menolak untuk menguranginya.
  18. 18. Ensiklik tegas berpendapat bahwa pendekatan yang benar-benar ekologis juga terkait dengan soal sosial . Inilah pendekatan yang secara bersamaan mendengar jeritan bumi dan jeritan orang miskin. Paus mengambil contoh dari dunia pertambangan sebagai contoh utama untuk melihat keterkaitan dampak sosial dan lingkungan .
  19. 19. Penghormatan terhadap alam hanya otentik jika kita memiliki kasih sayang kepada sesama manusia. Seseorang yang benar-benar peduli tentang perdagangan satwa langka secara otomatis juga peduli dengan perdagangan manusia. BAB DUA; KABAR BAIK PENCIPTAAN Kitab suci mengajarkan bahwa dunia dengan cara yang kehendaki Allah. Tanggung jawab terhadap bumi milik Allah ini menyiratkan bahwa manusia yang diberkati dengan akalbudi, menghormati hukum alam dan keseimbangan yanglembut di antara makhluk-makhluk di dunia ini Alkitab tidak mengizinkan antroposentrisme diktatorial yang tidak peduli terhadap makhluk-makhluk lainnya.
  20. 20. BAB TIGA AKAR MANUSIAWI KRISIS EKOLOGIS Ada dua masalah yang mendasar a. paradigma teknokratik” : cara manusia mengadopsi teknologi dan perkembangannya dengan paradigma yang seragam dan hanya dari satu sudut. "mengagungkan konsep subjek yang dengan menggunakan prosedur yang logis dan rasional, langkah demi langkah mendekati dan mengontrol objek yang ada di luar. b. "antroposentrisme modern : “tidak lagi merasakan alam sebagai norma yang berlaku, atau sebagai tempat berlindung yang hidup. Ia melihat alam tanpa prasyarat, sebagai objek, sebagai ruang dan bahan untuk dikerjakan. Segalanya dibuang ke situ, tidak peduli apa yang terjadi”. Alam dipandang sebagai sesuatu hanya diberikan, tanpa ada nilai spiritual atau nilai transendentalnya. .
  21. 21. pandangan murni materialistik realitas tidak hanya mengakibatkan mengabaikan lingkungan, tetapi juga merusak nilai dari kehidupan manusia, terutama yang dipandang sebagai memiliki sedikit atau tidak ada gunanya ; embrio manusia, orang miskin, atau orang-orang penyandang cacat. Gagasan ini telah menyebabkan ide-ide salah bahwa sumber daya bumi yang terbatas dan bahwa pertumbuhan ekonomi dan teknologi saja dapat memecahkan kelaparan global dan kemiskinan.
  22. 22. Di jantung ideologi ekonomi konsumeris dan mengejar keuntungan adalah ide yang salah jika dijadikan pijakan dari penguasaan. Ide ini memunculkan budaya konsumerisme dan ekploatasi yang akhirnya merugikan manusia sendiri. Perlu revolusi budaya, berani dalam sikap kita terhadap pembangunan dan kemajuan. Tidak ada yang menyarankan untuk kembali ke zaman batu, namun sangat penting untuk memperlambat langkah dan melihat realitas dengan cara lain, menyambut baik kemajuan yang positif dan berkelanjutan, dan pada saat yang sama memulihkan kembali nilai-nilai dan tujuan-tujuan agung yang hancur karena manusia menganggap dirinya besar tanpa adanya kendali.
  23. 23. Perlu dihidupkan lagi kesadaran akan kehidupan yang harmonis seperti yang dilakukan oleh masyarakat adat. Mereka mensikapi dampak degradasi lingkungan dengan menegakkan "ekologi budaya", yang dialami dalam jaringan sosial dan cara hidup yang terikat dengan lingkungan di mana mereka hidup. BAB EMPAT : EKOLOGI YANG INTEGRAL BAB LIMA BEBERAPA PEDOMAN UNTUK ORIENTASI DAN AKSI berbagai tindakan kolektif internasional yang bisa dikerjakan: a.penting untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, dengan penggunaan subsidi pemerintah mana yang sesuai. b.Mengidentifikasi kebutuhan untuk perjanjian internasional dan undang- undang tidak hanya dalam kaitannya dengan perubahan iklim tetapi juga keanekaragaman hayati dan lautan. c.Kredit karbon dikritik sebagai "Strategi jual-beli kredit karbon” yang dapat dijadikan dalih/alasan komitmen terhadap lingkungan, tetapi sama sekali tidak membawa perubahan radikal pada taraf yang dibutuhkan.
  24. 24. HimbauaN ini ditujukan kepada pada umat, keluarga dan masyarakat, dan mengajak mereka untuk bertindak yang berbeda dengan cara kecil tapi nyata. Pemilihan barang yang dikomsusi, budidaya kebajikan ekologi seperti mengurangi pemborosan, dan pendidikan lingkungan bagi kaum muda merupakan langkah-langkah praktis yang mengarah ke yang lebih dalam, yakni spiritual "konversi ekologi”, sebagai jalan para murid Kristus untuk mengakui nilai sebenarnya dari semua keberadaan yang diciptakan. Allah menciptakan dunia dengan menuliskan di dalamnya tata tertib dan dinamisme, dan manusia tidak berhak untuk mengabaikan hal itu.” , seperti pemikiran dalam tradisi hukum alam Aristoteles dan Aquinas :setiap makhluk memiliki sifat yang berakhir. Manusia harus menghormati dan membrikan penghargaan kepadanya. Tujuan akhir perjalanan alam semesta ditemukan dalam kepenuhan Allah, yang telah dicapai oleh Kristus yang bangkit, adalah ukuran kematangan segala sesuatu. BAB ENAM PENDIDIKAN DAN SPIRITUALITAS EKOLOGIS
  25. 25. SEKEDAR USLAN MENUJU PAROKI GO GREEN
  26. 26. Usulan YANG MUNGKIN BISA KITA GERAKAN DI PAROKI 1.Penanaman sejuta Pohon di halaman yang memungkinkan 2.Gerakan tanam sayur organik di POT atau media sejenis 3.Gerakan LIMA M: 1. Merubah pola perilaku dalam hal produksi dan konsumsi suatu barang (produk) yang dihasilkan sehingga dapat dianalisis cara melakukan daur ulang terhadap produk tersebut. 2. mengurangi penggunaan barang-barang atau material yang dipergunakan setiap hari karena semakin banyak barang yang digunakan maka makin banyak juga sampah yang dihasilkan. 3. memilih barang-barang yang dapat digunakan kembali dan harus menghindari penggunaan barang-barang yang sekali pakai). Hal ini dilakukan untuk memperpanjang waktu penggunaan suatu barang sebelum menjadi sampah. 4. mendadaur ulang memanfaatkan kembali sepertia plastik bekas detergen bisa kita gunakan untuk membuat berbagai hasta karya yang unik dan menarik. 5. Meneliti barang-barang yang dipakai sehari-hari kemudian mengganti barang-barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan l ama. MATUR NUWUN stbudhipr@gmail.com

×