Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Mengenal Repositori ITB (Eprints-ITB dan OSF-ITB)

233 vues

Publié le

Slide sosialisasi Repositori ITB untuk warga ITB. (Eprints-ITB dan OSF-ITB)
Silahkan memantau versi terbarunya di tautan repositori ini https://osf.io/7zswu/

Publié dans : Formation
  • Soyez le premier à commenter

Mengenal Repositori ITB (Eprints-ITB dan OSF-ITB)

  1. 1. Mengenal repositori ITB Tim Teknis Repositori ITB: ● Dasapta Erwin Irawan (FITB) ● Eueung Mulyana (STEI) ● Sparisoma Viridi (FMIPA) ● Beni Rio Hermanto (DitSti) ● Gulam Fakih (DitSti) ● Dini Sofiani Permatasari
  2. 2. apakah pengarsipan mandiri (self- archiving)? ● pengarsipan atas keinginan dan upaya diri sendiri, ● dengan memanfaatkan fasilitas gratis dan terbuka, terutama yang dibuat oleh institusi, ● menggunakan prinsip-prinsip berbagi informasi secara bertanggung-jawab (diantaranya bebas plagiarisme, bebas konflik dengan pemberi dana, bebas konflik dengan penyedia data). 2
  3. 3. mengapa data riset perlu dibagikan? ● alasan utama: ○ backup berkas riset, ○ akuntabilitas riset, ○ diseminasi hasil riset secara menyeluruh, ○ meningkatkan replikasi data atau mengurangi pengulangan yang tidak perlu, ○ meningkatkan visibilitas riset dan periset guna membina jejaring dengan pihak-pihak yang bidangnya serumpun atau beririsan fokus risetnya. 3
  4. 4. mengapa data riset perlu dibagikan? (2) ● alasan tambahan (yang tidak kalah penting): ○ meningkatkan visibilitas institusi, ○ meningkatkan akses ke laman institusi, ○ meningkatkan peluang sitiran data (dampak sekunder). 4
  5. 5. mengapa repositori ITB? ● Gratis, ● Mudah digunakan (relatif, perlu pelatihan), ● Mudah ditemukan mesin pencari, ● Spasi besar (relatif, spasi akan ditambah sesuai kebutuhan), ● Handal. 5
  6. 6. di manakah repositori ITB? ● Dua repositori ITB: ○ https://eprints.itb.ac.id ○ https://osf.io/institutions/itb/ 6
  7. 7. apa bedanya? eprints-ITB: 1. tautan: https://eprints.itb.ac.id 2. server ITB, perlu registrasi surel 3. link permanen tidak ber-DOI 4. fitur: unggah, unduh, entri metadata 5. diindeks Google dan Google Scholar OSF-ITB 1. tautan: https://osf.io/institutions/itb/ 2. server OSF (lokasi AS), menggunakan SSO ITB 3. tautan permanen dan DOI 4. fitur: unggah, unduh, penggandaan, pemberian komentar dan anotasi 5. diindeks Google dan Google Scholar 7
  8. 8. dokumen apa saja yang dapat diunggah? 1. Dokumen utama: tesis, disertasi, laporan riset, slide presentasi, naskah orasi/pidato, 2. Dokumen pendukung: dataset dalam format tabel, rekaman suara, rekaman video, catatan laboratorium, internal report (laporan interim/laporan sementara, short communication). 3. Artikel peer review: dalam versi preprint (pra peer review) dan versi postprint (versi pasca peer review/versi diterima). 8
  9. 9. bagaimana dengan hak cipta? ● hak cipta masih dimiliki secara eksklusif oleh penulis (sebelum terjadi pemindahan hak cipta melalui form Pengalihan Hak Cipta/copyright transfer agreement), ● dalam hal tugas akhir, hak cipta ada di tangan mahasiswa dan pembimbing/promotor, 9
  10. 10. bagaimana dengan hak cipta ? (2) ● ITB adakah institusi yang menjadi afiliasi penulis, yang menyediakan fasilitas dan pendanaan. Oleh karena itu perlu diakui dan ditulis di dalam metadata, misal kolom: “publisher” dan/atau “funder”, ● Pemberi dana (funder) juga berhak untuk mendapatkan pengakuan (credit) dan juga kepemilikan atas data dan informasi yang dihasilkan. 10
  11. 11. “kepemilikan” ● penulis/periset - lembaga pendidikan (dalam hal ini ITB) - pemberi dana, adalah tiga pihak yang paling berhak atas hasil riset, sehingga: ○ dalam hal pemberi dana adalah lembaga pemerintah, dengan dana yang bersumber dari APBN, APBD (dll berasal dari dana publik, misalnya pajak), maka hasil riset harus disebarkan seluas- luasnya, kecuali dinyatakan sebaliknya. ○ dalam hal pemberi dana adalah lembaga swasta, maka kewajiban diseminasi hasil riset akan sangat bergantung kepada “perjanjian penggunaan/kepemilikan data” (data release/ownership. agreement). 11
  12. 12. siapa yang bertanggungjawab atas dokumen yang diunggah? ● tanggungjawab sepenuhnya ada pada pemegang hak cipta atau penulis. 12
  13. 13. pernyataan penulis penulis atau pemegang hak cipta wajib menandatangani formulir Pernyataan Penulis, yang terutama menyatakan tiga hal: 1. pernyataan "pemberian izin" (bisa dilakukan oleh penulis langsung atau kepada pihak yang mengumumkan "ciptaan", misal ITB) untuk menerapkan lisensi CC yang dipilih atau yang diwajibkan digunakan untuk para pengguna ciptaan/karya [masukan dari Hilman Fathoni (HF) CC-ID], 2. dokumen bukan hasil penjiplakan dan bebas dari konflik dengan pemberi dana dan penyedia data (responden), 3. pernyataan dari penulis bahwa akan bertanggungjawab bila ditemukan masalah di kemudian hari. 13
  14. 14. bagaimana bila dokumen kita digandakan tanpa izin? ● menjadi lazim apabila konten yang diumumkan secara terbuka di ranah daring, selain dapat dibaca di tempat, juga dapat diunduh dan disebarkan kembali dengan mudah [masukan dari Hilman Fathoni (HF) CC-ID]. ● penggandaan melalui pengunduhan dokumen justru adalah kegiatan yang sangat diharapkan, agar suatu karya dapat bermanfaat, ● sarana berupa lisensi terbuka yang terbaca mesin (machine-readable license) memungkinkan penulis untuk meberikan izin langsung penggandaan dan penyebarluasan konten sambil tetap mempertahankan hak moral dan hak ekonominya sebagai pencipta [masukan dari Hilman Fathoni (HF) CC-ID]. 14
  15. 15. bagaimana bila dokumen kita digandakan tanpa izin? ● yang dapat dilakukan penulis adalah mengatur lisensi atau hak yang diberikan kepada para pengguna. Kami merekomendasikan seri lisensi yang diterbitkan oleh organisasi Creative Commons. ● Jenis lisensi yang kami rekomendasikan untuk penggunaan karya secara luas adalah: CC-0, CC-BY, atau CC-BY-SA (kunjungi Creative Commons). 15
  16. 16. apakah mengunggah artikel (versi pre/post print) melanggar peraturan penerbit jurnal? ● Silahkan memeriksanya di laman self archiving policy atau memeriksanya di direktori Sherpa-Romeo, ● Hasil pencarian tim sampai hari ini, menemukan bahwa penerbit-penerbit besar (Elsevier, Springer dll), tidak melarang posting preprint dan postprint (non-layout version) selama diunggah ke media non-profit, ● Pilihan populer banyak ilmuwan Indonesia, Research Gate dan Academia, adalah media “for profit”. Jadi keduanya biasanya akan tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tertera dalam self archiving policy jurnal. 16
  17. 17. apakah dokumen yang diunggah wajib diperiksa kemiripannya? ● sementara ini tidak ada kewajiban untuk memeriksa kemiripan, namun tanggungjawab tetap dibebankan kepada para penulis sebagai pemegang hak cipta dokumen. 17
  18. 18. apakah tim memiliki rekomendasi alur pengarsipan data riset? ● opsi1: ○ alur kerja yang direkomendasikan adalah terbuka sejak awal, ○ bahkan sejak ide riset dicetuskan, biasanya dalam bentuk proposal. Mengapa? Karena ide perlu diklaim, bukan hanya hasil risetnya. ○ data juga dibagikan sejak awal dengan didampingi ringkasan analisis ringkas pada setiap tahap riset. 18
  19. 19. apakah tim memiliki rekomendasi alur pengarsipan data riset? (2) ● opsi 2: ○ mengarsipkan data sebagai backup tapi tidak dibuka untuk publik dengan segera, ○ opsi untuk menyesuaikan periode embargo tersedia, ○ dokumen utama, data dan dokumen pendukung dibagikan ke publik setelah masa embargo terlewati, umumnya dua tahun setelah riset selesai. Dengan asumsi publikasi dalam bentuk artikel terbit dalam kurun waktu embargo. 19
  20. 20. tutorial eprints-ITB tutorial dapat dibaca di http://eprints.itb.ac.id/4 20
  21. 21. tutorial OSF-ITB tutorial sedang disiapkan. 21
  22. 22. prinsip “sharing is caring” berbagi data dan informasi adalah karakter dasar yang perlu ditumbuhkan di kalangan akademik. 22
  23. 23. prinsip “terbuka atau tertinggal” ● merupakan jargon atas gagasan utama gerakan sainsterbuka di Indonesia, ● terbuka dalam konteks untuk menjaga prinsip akuntabilitas, diseminasi, efisiensi-efektivitas, ● saat poin kedua dipenuhi, maka diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan ilmu (agar tidak tertinggal). 23
  24. 24. tim lengkap pengembang repositori ITB akan ditambahkan. 24
  25. 25. terima kasih pertanyaan tambahan dapat disampaikan ke tim melalui: ● Dasapta Erwin Irawan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung ● Surel: dasaptaerwin3@gmail.com; Twitter: @dasaptaerwin ● cover credit: maxpixel CC-0 ● Ref terkait: Irawan, DE and Rachmi, CN, 2018, Promoting data sharing among Indonesian scientists: A proposal of generic university-level Research Data Management Plan (RDMP), RioJournal. 25

×