Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Pelajaran sekolah sabat ke 7 triwulan 3 2017

Pelajaran sekolah sabat ke 7 triwulan 3 2017

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Pelajaran sekolah sabat ke 7 triwulan 3 2017

  1. 1. Pelajaran 7 untuk 12 Agustus 2017 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Galatia 3:22 “Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.”
  2. 2. Hukum dan Janji Galatia 3:21. Dikurung dan dikawal di bawah hukum Galatia 3:22-23. Hukum sebagai pengawal kita Galatians 3:24. Hukum setelah iman. Galatians 3:25. Apa hubungan antara hukum dengan iman? Apa yang menjadi perannya dalam Rencana Keselamatan ALLAH? Apa makna dari di bawah pengawalan hukum taurat? Apakah hukum tidak lagi berlaku setelah kita menerima Kristus oleh iman?
  3. 3. HUKUM DAN JANJI “Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.” (Galatia 3:21) Paulus sedang membela keunggulan janji (yaitu menerima Kristus oleh iman) atas hukum, dia tidak sedang mengatakan bahwa hukum tidak lagi dibutuhkan. Iman dan hukum memiliki peran berbeda dalam rencana keselamatan. Orang Farisi berpikir bahwa hukum dapat memberikan kehidupan, karena ada tertulis bahwa orang “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya” (Im. 18:5). Namun hukum tidak dapat memberikan kehidupan rohani, karena hanya ALLAH saja Yang dapat melakukannya melalui Kristus. Itulah Sebabnya mengapa Paulus menjelaskan peranan hukum dalam kehidupan kita.
  4. 4. DIKURUNG DAN DIKAWAL DI BAWAH HUKUM “Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.” (Galatia 3:22-23) Paulus berkata bahwa orang Yahudi “berada di bawah pengawalan hukum taurat” sebelum Yesus datang. Pernyataan tersebut dapat dipahami dalam 2 cara yang berbeda: Berada di bawah pengawalan hukum taurat sebagai suatu pilihan untuk memperoleh keselamatan (Galatia 3:21). Berada di bawah pengawalan hukum taurat dalam arti berada di bawah penghukumannya (Galatia 3:10; Roma 6:14-15). Hukum adalah ibarat Sipir penjara yang mengurung setiap orang yang telah melanggar hukum dan dijatuhi hukuman mati oleh karena dosa- dosanya.
  5. 5. Kita dapat menemukan sebuah makna positif dari kata “mengawal / dikawal” dan “dikurung”.  Mengawal: Melindungi atau menjaga (Filipi 4:7; 1 Petrus 1:5)  Mengurung: Memagari, membatasi (Lukas 5:6; Roma 11:32) DIKURUNG DAN DIKAWAL DI BAWAH HUKUM “Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.” (Galatia 3:22-23) Hukum bukanlah suatu kutukan, namun ia adalah suatu berkat. Ia menunjukkan dosa dan memperkenalkan Kristus Sebagai Jalan keselamatan. Hukum juga melindungi bangsa Israel dari kejahatan-kehatan yang menuntun mereka kepada kehancuran rohani dan jasmani.
  6. 6. HUKUM SEBAGAI PENUNTUN KITA “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” (Galatia 3:24) Penuntun / pembimbing bertanggungjawab atas pendidikan anak-anak hingga mereka bertumbuh dewasa. Pendidikan tersebut mencakup segala aspek kehidupan dan termasuk teguran serta hukuman jika anak- anak mereka tidak patuh. Mengapakah Hukum adalah Penuntun kita? Hukum menunjukkan dosa kepada kita dan menyebabkan kita merasakan kebutuhan akan Kristus dan agar kita datang kepada-Nya.
  7. 7. HUKUM SETELAH IMAN Kita telah diampuni, kita tidak lagi berada di bawah penghukuman hukum tetapi di bawah kasih karunia (Roma 6:14). Kini hukum dituliskan di hati kita, dan kita menunjukkan- nya sebagaimana kita menunjukkan tabiat Kristus dalam kehidupan kita, karena hukum adalah Salinan dari tabiat-Nya. (Matius 5-7). Bagaimanakah kita bekerjasama dengan ALLAH ketika ALLAH menuliskan hukum- Nya di hati kita? “Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.” (Galatia 3:25) Kristus melepaskan kita dari penghukuman hukum dan menulis hukum-Nya di hati kita (Ibrani 8:10). Apakah makna dari pernyataan tersebut?
  8. 8. E.G.W. (Selected Messages, vol. 1, cp. 31, p. 235)

×