Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 1
MODUL PERILAKU KONSUMEN
(I Nyoman Wirya Artha)
Pertemuan 1 (Rabu 19 Maret 2014)
9 Cos...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 2
Maketing Mix dan Perbedaan pada Barang dan Jasa
Barang (Konsep 4P)
1) Product  Produ...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 3
Pertemuan 2 (Rabu, 26 Maret 2014)
1. Pengertian
Perilaku Konsumen  Merupakan tindaka...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 4
3. Teori Motif dan Motivasi
Motif  Sebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas, d...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 5
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen (PENJELASAN)
a) Faktor Budaya
 Bud...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 6
d) Faktor Psikologis
 Motivasi  Kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan sese...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 7
 Proses pengembilan keputusan  keputusan yang dipengaruhi oleh motif, pemahaman
mer...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 8
Pertemuan 4 (Kamis, 17 April 2014)
Karakter 3S Sales: 1) Senyum 2) Sapa 3) S.M.A.R.T ...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 9
Keputusan pembelian dalam keluarga
3 Kunci Sukses Menjual
Pertemuan 5 dan 6 (Kamis, 2...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 10
Bagaimanakah cara membangun Loyalitas Pelanggan ?
1. Orientasi Kepada Pelayanan Pela...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 11
*)Tujuan  Mempengaruhi konsumen untuk mengubah perilaku mereka demi
meningkatkan ke...
Resume by. Dede Firmansah (defirz) 12
Tipe produk sosial berhubungan dengan kebutuhan atau permintaan target:
1. Latent De...
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Rangkuman mata kuliah perilaku konsumen

Rangkuman mata kuliah perilaku konsumen

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Rangkuman mata kuliah perilaku konsumen

  1. 1. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 1 MODUL PERILAKU KONSUMEN (I Nyoman Wirya Artha) Pertemuan 1 (Rabu 19 Maret 2014) 9 Costumer Behavior Trends (Sembilan Tren Perilaku Konsumen Indonesia) 1. I hunt deal  Tren konsumen yang mengejar deal. Konsumen cenderung "berjuang" dalam memperoleh produk yang harganya lebih murah, meskipun selisihnya sedikit. Konsumen juga pandai dalam menimbang-nimbang nilai lebih dari sebuah tawaran, meskipun produk yang dijual sama, tapi mereka rela memilih tempat yang memberikan benefit lebih. 2. I dare to buy  Tren Konsumen yang suka mencoba sesuatu yang baru dan berani membayar lebih dalam membeli apa yang mereka inginkan dan butuhkan yang didasari oleh kepercayaan diri. 3. I want it NOW!  Konsumen yang tidak sabaran dan menyukai produk instan. Apa yang ia inginkan, sebisa mungkin harus mereka miliki secepat mungkin. Proses instan seperti Tren serba cepat, serba mudah, dan terjangkau menjadi momentum di pasar. 4. I do care  Konsumen yang memiliki idealisme sebagai konter-penyeimbang arus konsumerisme, yakni konsumen masih bisa memelihara jiwa sosialnya, sehingga bila ada masalah yang sensitif menyinggung kehidupan sosial, konsumen bangkit menunjukkan dukungannya. 5. I’m Proud Indonesia  Konsumen merasakan sifat lokal sebagai sesuatu yang unik, bagus, baru dan berfikir bahwa dengan mencintai produk dalam negeri konsumen membantu memajukan perekonomian Indonesia. 6. Yoohoo.. I’m here!  Konsumen yang ingin senantiasa terhubung satu sama lain. "I connect, therefore I am" yakni melibatkan suatu media sosial dan membentuk suatu komunitas. 7. I prepare for rainy day  Kesadaran konsumen akan kehidupan masa depan karena kekawatiran bahwa akan ada sesuatu yang hilang sehingga banyak konsumen yang membeli emas, saham, dan sebagainya. 8. I want it my way  Konsumen makin mampu menentukan pilihan sehingga kemampuan ini dapat membuat mereka merasa nyaman dalam hidup, seperti membeli asuransi jiwa, pendidikan, dan sebagainya. 9. I want to get back into shape  Konsumen yang cenderung ingin bergaya hidup lebih baik maupun lebih sehat. Seperti dengan memilih makanan yang non-kolesterol, dll
  2. 2. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 2 Maketing Mix dan Perbedaan pada Barang dan Jasa Barang (Konsep 4P) 1) Product  Produk apa yang dijual oleh perusahaan, sehingga dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen, dan dapat memuaskan konsumen. 2) Price  Bagaimana penetapan harga di suatu perusahaan. Dilakukan dengan penuh pertimbangan, karena penetapan harga akan mempengaruhi pendapatan total dan biaya. 3) Place  Tempat atau lokasi dimana perusahaan tersebut berdiri akan sangat mempengaruhi keuntungan bagi perusahaan. 4) Promotion  Bagaimana perusahaan memasarkan produk apa saja yang dijualnya kepada konsumen, sehingga dapat menarik konsumen baru, meningkatkan jumlah konsumen dan memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk. Jasa (Konsep 7P); hal diatas ditambah dengan: 5) People  Mengarah kepada bagaimana kinerja karyawan di dalam suatu perusahaan. Adapun unsur penting pada karyawan adalah performance tinggi, loyal, dan mampu melayani konsumen dengan baik. 6) Process  mencakup bagaimana cara perusahaan melayani permintaan tiap konsumennya. Mulai dari konsumen tersebut memesan (order) hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. 7) Physical Evidence  menjelaskan bagaimana penataan building dari suatu perusahaan. Bangunan harus dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat memberikan nilai tambah bagi pengunjung seperti interior yang unik, lightning system yang menarik, desain ruangan yang menarik perhatian konsumen, dan lain sebagainya. Perbedaan Barang dan Jasa BARANG JASA Berwujud, memiliki sifat fisik tertentu Tidak berwujud, dan tidak memiliki sifat fisik Dapat disimpan Tidak dapat disimpan Proses produksinya banyak menggunakan mesin Proses produksinya lebih banyak menggunakan faktor manusia Proses produksi dan konsumsi tidak berlangsung dalam waktu yang sama Proses produksi dan konsumsi berlangsung di waktu yang sama Kontak dengan konsumen rendah Kontak dengan konsumen/pengguna jasa tinggi Kualitas produk objektif, karena ada ukuran- ukurannya Kualitas produk bersifat subjektif, diantara pengguna jasa Atribut, seperti harga, kemasan, dll, lebih jelas. Atribut produk seringkali tidak jelas. Pasar lebih mudah diperluas (lebih luas) Pasar sulit diperluas (lebih bersifat lokal)
  3. 3. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 3 Pertemuan 2 (Rabu, 26 Maret 2014) 1. Pengertian Perilaku Konsumen  Merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan. 2. Teori Kebutuhan A. Hierarki kebutuhan menurut Abraham Maslow 1) Physiological (Fisiologi)  Kebutuhan dasar berada pada tataran paling rendah dalam teori hirarki kebutuhan Maslow, antara lain meliputi sandang, pangan, papan dan kebutuhan biologis lainnya. 2) Safety (Rasa Aman)  Kebutuhan akan keamanan dan perlindungan dari gangguan, baik gangguan yang bersifat fisik maupun emosional. 3) Social (Sosial)  Kebutuhan akan cinta kasih (affection), rasa memiliki, penerimaan sosial (acceptance) dan perkawanan (friendship). 4) Esteem (Penghargaan). Kebutuhan akan penghargaan terdiri dari dua jenis, yaitu  Penghargaan internal antara lain self-respect (menghargai diri sendiri), autonomy (kewenangan mengatur diri sendiri), dan achievement (prestasi).  Penghargaan eksternal antara lain berupa status, pengakuan dan perhatian. 5) Self-actualization (Aktualisasi Diri)  Kebutuhan untuk menjadi orang yang capable (memiliki kemampuan handal), yaitu terkait dengan kebutuhan berkembang (growth), pencapaian potensi diri maupun pemenuhan keinginan. B. Teori Kebutuhan menurut David McClelland Pengembangan dari Teori Kebutuhan Maslow, sbb: 1) Need for achievement (nAch)  Kebutuhan untuk berprestasi dan meraih kesuksesan (Kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri) 2) Need for power (nPow)  Kebutuhan memiliki kekuasaan atau kebutuhan untuk memiliki dampak, pengaruh dan kontrol terhadap orang lain 3) Need for affiliation (nAff)  Kebutuhan untuk disukai dan diterima oleh orang lain
  4. 4. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 4 3. Teori Motif dan Motivasi Motif  Sebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri. (Abraham Sperling)  Kebutuhan yang distimulisi yang dicari oleh individu yang berorientasi pada rujukan untuk mencapai rasa puas. (William J. Stanton) Motivasi  Sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu. (Fillmore H. Stanford) Teori Motivasi: a. Teori Insting  tindakan refleks dan instingtif yang diwariskan. Tidak direncanakan sebelumnya dan dapat dikontrol oleh pikiran. b. Teori Drive  Motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan factor kebiasaan (habit) pengalaman belajar sebelumnya. c. Teori Lapangan  merupakan fungsi dari seseorang dengan lingkungannya pada momen waktu. d. Teori Prestasi dan Motif-Motif Sosial  perilaku tidaklah hanya merupakan proses kognitif saja, tetapi juga merupakan fungsi dari lingkungan sosial. Pertemuan 2 sesi akhir dan 3 (Rabu, 3 April 2014) 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen (Kesimpulan) a) Faktor Budaya  Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Ketika sub-budaya menjadi besar dan cukup makmur, biasanya perusahaan akan sering merancang program pemasaran yang cermat disana. b) Faktor Sosial  Perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti keluarga, peran, dan status sosial dan kelompok acuan (semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut) c) Faktor Pribadi  Keputusan membeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi, meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, juga nilai dan gaya hidup pembeli. d) Faktor Psikologis  Ada empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan pembelajaran) yang mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan pembelian akhir.
  5. 5. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen (PENJELASAN) a) Faktor Budaya  Budaya  Kumpulan nilai-nilai persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.  Sub Budaya  Sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai sama berdasarkan pada pengalaman hidup dan situasi (nasionalisme, agama, kelompok ras dan wilayah geografis)  Kelas Sosial  Divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan tingkah laku yang serupa. b) Faktor Sosial  Kelompok Acuan  Berfungsi sebagai titik perbandingan atau acuan langsung atau tidak langsung dalam membentuk sikap atau tingkah laku seseorang o Kelompok Aspirasional  kelompok yang diincar oleh seseorang agar dapat masuk kedalamnya. o Pemuka Pendapat  Orang yang dalam kelompok acuan yang karena ketrampilannya, pengetahuan, kepribadian yang spesial memberi pengaruh pada yang lain.  Keluarga  Organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.  Peran dan Status o Peran  Aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada disekitarnya. o Status  Mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat c) Faktor Pribadi  Umur dan Tahap Daur Hidup  tahap-tahap yang mungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan kedewasaannya.  Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pembelian barang dan jasa.  Situasi Ekonomi  pendapatan pribadi, tabungan  Gaya Hidup  Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas, minat dan opini.  Kepribadian dan Konsep Diri o Karakteristik psikologi unik yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri o Dasar Pemikiran Konsep diri : apa yang dimiliki seseorang memberikan kontribusi pada dan mencerminkan identitas mereka
  6. 6. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 6 d) Faktor Psikologis  Motivasi  Kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tadi.  Persepsi  Proses yang dilalui seseorang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia. o Perhatian Selektif  Kecenderungan bagi manusia untuk menyaring sebagian besar informasi yang mereka hadapi o Distorsi Selektif  Kecenderungan seorang untuk menginterpretasikan informasi dengan cara yang akan mendukungapa yang telah mereka yakini. o Ingatan Selektif  kecenderungan untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka.  Pengetahuan  Perubahan dalam tingkah laku individual yang muncul dari pengalaman  Keyakinan dan Sikap o Keyakinan  Pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu o Sikap  Evaluasi Perasaan dan kecenderungan dari seseorang terhadap suatu obyek atau ide yang relatif konsisten 5. Model Perilaku Konsumen (howard-sheth) Model ini digunakan untuk membantu menerangkan dan memahami perilaku konsumen meskipun tidak bisa digunakan untuk meramalkannya secara tepat. Model ini mempunyai empat elemen pokok: a. Input (rangsangan), terbagi menjadi:  Dorongan komersial  berupa marketing strategy meliputi Barang, Harga, Periklanan dan Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.  Dorongan sosial  komunikasi yang terjadi dalam kelas sosial, pengaruh kondisi ekonomi, teknologi, politik, atau budaya yang merupakan input yang sangat efektif untuk sebuah keputusan pembelian. b. Proses Perilaku (kotak hitam pembeli), adalah proses intern konsumen yang menggambarkan proses hubungan antara input dan output pembelian. terdiri dari:  Karakteristik pembeli  stimulus berupa sikap/karakeristik, pengamatan dan penyelidikan konsumen terhadap produk.
  7. 7. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 7  Proses pengembilan keputusan  keputusan yang dipengaruhi oleh motif, pemahaman merek, kriteria pemilihan, maksud atau tujuan untuk membeli, keyakinan dan kepuasan. c. Output (tanggapan pembeli)  Kecenderungan konsumen untuk membeli produk yang paling diminati, merek yang paling disukai, serta kecenderungan waktu dan jumlah pembelian. 6. Peran dalam keputusan pembelian Initiator (pemrakarsa)  Orang pertama yang menyarankan atau mencetuskan gagasan membeli produk atau jasa tertentu Influencer (Pemberi Pengaruh)  Orang yang pandangan dan sarannya mempengaruhi keputusan membeli Decider (Pengambil Keputusan)  Orang yang akhirnya mengambil keputusan membeli Buyer (Pembeli)  Orang yang benar- benar melakukan pembelian User ( Pengguna)  Orang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa 7. Proses Keputusan Pembelian a) Pengenalan Kebutuhan  Konsumen mengenal adanya masalah/kebutuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan internal dan rangsangan eksternal b) Pencarian Informasi  konsumen meningkatkan perhatian dengan aktif mencari informasi lebih banyak dari bebagai sumber informasi seperti: Sumber pribadi (Keluarga, temen, tetangga), Sumber komersial (Iklan, wiraniaga, agen, kemasan), Sumber Publik (Media masa), maupun Sumber Pengalaman (Pemeriksaan, menggunakan produk) c) Evaluasi Alternatif  Tahap dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam perangkap pilihan Tahap 1 Konsumen melihat produk sebagai kumpulan atribut produk Tahap 2 Konsumen akan memberikan tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan keinginan unik masing-masing Tahap 3 Konsumen mungkin akan mengembangkan satu himpunan keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap atribut. Tahap 4 Harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda. Tahap 5 Konsumen sampai pada sikap terhadap merek berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi d) Keputusan Membeli  Ketika konsumen benar-benar membeli produk e) Tingkah Laku Pasca Pembelian  Ketika konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan rasa puas atau tidak puas
  8. 8. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 8 Pertemuan 4 (Kamis, 17 April 2014) Karakter 3S Sales: 1) Senyum 2) Sapa 3) S.M.A.R.T (Semangat, Menarik, Andal, Rapi, Tanggap) QUANTUM SELLING: a. I Love My Job, Tujuan : Membangun karakter yang totalitas terhadap pekerjaan dan profesi serta Brand dimulai dari kata CINTA, dan jika tidak memilikinya kita tidaka akan pernah menjadi yan terbaik.  Kekuatan CINTA: (1) Energi positif (2) Belajar mengenal diri dan orang lain (3) Mengalahkan ketakutan (4) Sederhana (5) Mendatangkan Manfaat (6)Melayani b. Setting Your Dream, Tujuan : Membangkitkan kepercayaan diri melalui mimpi yang akan dituju, dengan adanya tujuan tersebut akan mengarahkan daya upaya untuk mencapainya. Tujuan harus SMART: (1) Spesific (2) Measurable (3) Achievable (4) Realistic (5) Timebound c. Selling is an Art, Tujuan : Memberikan pemahaman terkait filosofis menjual dan bagaimana melakukannya dalam kegiatan praktis dimana ada nilai artstik dan kreativitas. d. Loving People, Tujuan : Memberikan pemahaman dan ketrampilan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan. e. Commit to first integrity, Tujuan : Memberikan pemahaman terkait dengan pentingnya integritas dalam membangun kepercayaan kepada pelanggan untuk menjadi yang pertama. 5 Karakter Pembeli di Indonesia a. BERPIKIR JANGKA PENDEK  Produk instant, Discount dan hadiah langsung. Survei menunjukkan 76% pembeli menyukai diskon harga dan 18% menyukai hadiah langsung. b. TIDAK TERENCANA  Ternyata 85% pembelanja ritel modern cenderung untuk berbelanja sesuatu yang tidak direncanakan. Dengan Display menarik dan SPG dapat membantu meningkatkannya. c. MINIM MENCERNA INFORMASI  Konsumen Indonesia mencerna informasi lebih sedikit, cenderung emosional, dan sangat percaya word of mouth (info dari mulut ke mulut). d. MENILAI TAMPILANNYA  •Konsumen cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. •Tiga ciri spesifik konsumen indo dalam menyerap informasi: Malas Baca, memilih karena iklan menarik, mudah diubah persepsinya. e. SUKA DENGAN BERHUBUNGAN LUAR NEGERI  SPG perlu menjelaskan mengenai produk ini sudah diekspor ke berbagai negara. (Sumber Survei AC Nielsen)
  9. 9. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 9 Keputusan pembelian dalam keluarga 3 Kunci Sukses Menjual Pertemuan 5 dan 6 (Kamis, 23 April 2014) Mengapa loyalitas pelanggan penting? Karena Pelanggan yang loyal memiliki karakteristik yang menguntungkan : 1. Melakukan pembelian ulang 2. Cross selling dan up selling 3. Memberikan customer feedback 4. Menjaga moral karyawan 5. Lebih murah mempertahankan pelanggan daripada mencari pelanggan baru 6. Rekomendasi kepada teman dan keluarga (benefit: iklan gratis dan lebih terpercaya) Target yang ingin dicapai:
  10. 10. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 10 Bagaimanakah cara membangun Loyalitas Pelanggan ? 1. Orientasi Kepada Pelayanan Pelanggan  Memiliki kesadaran perlunya memberikan pelayanan kepada pelanggan  Membuat standar Prosedur Pelayanan  Melakukan audit proses pelayanan secara internal 2. Kepuasan Pelanggan  dimensi kualitas pelayanan di mata pelanggan yaitu:  Reliability (andal): kemampuan untuk memberikan jasa dengan segera dan memuaskan.  Responsiveness (responsif): kemampuan untuk memberikan jasa dengan tanggap.  Assurance (terjamin): kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf, bebas dari bahaya, resiko dan keragu-raguan.  Emphaty (empati): kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pelanggan.  Tangibles (terlihat): fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi. 3. Aktivitas Hubungan Dengan Pelanggan:  Membuka jalur komunikasi yang lebih luas untuk pelanggan  Menangani inquiry & komplain pelanggan secara responsif dan tuntas  Menjadikan Suara Pelanggan sebagai dasar perbaikan  Meningkatkan citra perusahaan dan memberikan informasi yang tepat kepada pelanggan guna mendukung aktifitas penjualan & purna jual 4. Pengalaman Pelanggan  di stumlasi dari berbagai aspek seperti indra, perasaan, pikiran, tindakan dan hubungan 5. Loyalitas Pelanggan  Pelanggan bukan hanya satu dimensi, sehingga perusahaan harus membeikan perhatian kepada jaringan/komunitas pelanggan. Pertemuan 7 (Kamis, 1 Mei 2014) Pemasaran Sosial  Pemasaran yang dilakukan oleh suatu lembaga nirlaba yang merupakan desain, implementasi dan kendali program2 yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku konsumen dengan cara yang dipercaya oleh pemasar dan sesuai dengan minat konsumen untuk kepentingan masyarakat atau individu itu sendiri.
  11. 11. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 11 *)Tujuan  Mempengaruhi konsumen untuk mengubah perilaku mereka demi meningkatkan kesehatan, mencegah kecelakaan, atau menjaga lingkungan. Prinsip pemasaran sosial: (1) Menerima perilaku yang baru (2) Menolak perilaku potensial (perilaku negatif) (3) Memodifikasi beberapa perilaku (4) Meninggalkan perilaku lama Perbedaan Pemasaran Sosial dan Komersial Komersial Sosial – Yang dijual adalah barang dan jasa – Yang dijual adalah perubahan perilaku. – Bertujuan mencari laba atau keuntungan – Bertujuan mengubah perilaku individu atau komunitas – Berkompetisi untuk menawarkan barang dan jasa yang sama atau memenuhi kepuasan akan kebutuhan yang sama – Yang di promosikan adalah perilaku dan mengapa perilaku itu dilakukan – Prinsip dan tekniknya dalam memberi perlakuan kepada konsumen sama Perubahan yang diharapkan dari pemasaran sosial: a) Perubahan kognitif  Setelah pemberian informasi secara terus-menerus, maka kelompok sasaran paham dan mengganti konsep lama yang keliru dengan konsep yang baru. b) Perubahan perilaku  Perubahan perilaku yang di pengaruhi oleh tujuan dan kemauan individu untuk mengimplementasikan pengetahuannya. c) Perubahan nilai  Perubahan yang paling diharapkan karena individu tersebut tidak akan kembali ke perilaku lama yang telah ditinggalkan. Bentuk Produk Sosial:  Tangible Product  produk yang bisa dilihat. Misal pemberian vaksin imunisasi, 3M untuk pencegahan DB, pembagian kondom, dll.  Intangible product  produk yang tak nyata. Misal program penyadaran HAM, anti korupsi, deradikalisasi eks teroris, dll.
  12. 12. Resume by. Dede Firmansah (defirz) 12 Tipe produk sosial berhubungan dengan kebutuhan atau permintaan target: 1. Latent Demand  Muncul ketika sejumlah besar orang perlu pelayanan produk yang efektif, yang tidak tersedia. Misal penghentian merokok, pengendalian penduduk, pencegahan kebakaran hutan, penghematan energi. 2. Underfilled Demand  Terdapat gap antara produk dan kepuasan terhadap kebutuhan target. Misal: kampanye Stop Merokok, menghentikannya bagaimana?. Social Marketer perlu ciptakan produk baru untuk mengatasi gap. 3. Unwholesome Demand  Kebutuhan target terhadap hal-hal yang membahayakan. Perlu kampanye sosial untuk melawan kebutuhan tersebut. Misal, kampanye anti kekerasan, bahaya miras, bahaya seks bebas, pornografi, dll 4. Dual and Single Demand  kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti idea product, tangible product, atau keduanya. Misal:  Kampanye pengendalian penduduk ide keluarga berencana atau pemakaian alat kontasepsi?  Kampanye menurunkan angka kematian di jalan raya  pemakaian helm atau kesadaran berlalu lintas? 5. Irreguler Demand  Kebutuhan yang diperlukan hanya sekejap saja, sehingga perlu kampanye untuk menarik target. Misal: kampanye donor darah. 6. Faltering Demand  Kebutuhan yang berganti-ganti. Misal:  Kampanye hidup sederhana  hemat energi hemat BBM...?  Kampanye hidup sehat  olah raga, lingkungan  stop merokok…? Positioning dari Produk Sosial: Positioning produk bisa dimulai dengan melakukan segmentasi target / konsumen: 1. Demografi  jenis kelamin, usia, asal daerah, status ekonomi. 2. Geografi  tempat berkumpul (hal ini berpengaruh karena perilaku kelompok sasaran tergantung juga pada karekteristik wilayah) 3. Psikografik  karakteristik individu, ketertarikan individu, gaya hidup 4. Behavioral  perilaku setiap orang dalam kelompok sasaran

×