Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Asal usul negeri kuok (cerita rakyat)

  • Soyez le premier à commenter

  • Soyez le premier à aimer ceci

Asal usul negeri kuok (cerita rakyat)

  1. 1. ASAL USUL NAMA NEGERI KUOK Pada berabad-abad yang lalu negeri Kuok sekarang belum bernama Kuok. Zamandulu namanya Rona Kobun Bungo. Sebahagian besar daratan rendah dan lembah-lembahyang timbul sekarang, dulu masih digenangi air. Yang timbul pada umumnya bukit-bukit.Disekitar tempat ini banyak bukit. Seperti Bukit Tagaro, Bukit Lindung Bulan, BukitKincung, Bukit Suligi, Bukit Sago, Bukit Koto Semiri. Begitupun sungai Kampar sekarang, dulunya disebut sungai Embun. Sungai Embuntersebut masih kecil. Di tebing kiri-kanan pinggiran sungai itu ditumbuhi pohon-pohon kayudan semak belukar yang daunnya merunduk ke dalam sungai tersebut. Tapi, lama-kelamaansejak penduduk pinggiran sungai itu menebangi kayu untuk perumahan dan ladang sertakebun, maka tanah banyak longsor dan air cepat mengalir ke sungai Embun itu. Akibatnyatebing sungai itu banyak runtuh, sehingga sungai itu menjadi lebar. Puluhan tahun kemudiansungai Embun itu semakin besar dan namanya pun bertukar dengan Kampar, jadilah sungaiKampar. Waktu terus berjalan, tahun berganti tahun, suasana terus berubah. Penduduk RonaKobun Bungo semakin banyak dan menempati daerah sekitarnya. Dari kehidupan masyarakatyang turun-temurun, setelah mengalami berbagai peristiwa, maka secara berangsurberubahlah nama Rona Kobun Bungo menjadi negeri Kuok. Mendengar kisah dari orang tua-tua, penulis memperoleh tiga macam perihal yangmenyebabkan negeri itu bernama Kuok, yakni sebagai berikut: Sebahagian orang mengatakan bahwa di daerah perairan Rona Kobun Bungo itudulunya ada sebatang kayu yang amat besar yang terkenal mempunyai kesaktian. Kayu itudisebut orang kayu kuok. Sebahagian lagi orang menceritakan bahwa zaman dahulu, tak jauh di mudik pasarKuok sekarang ada tukang membuat kayu kuok yang dipasangkan ke tengkuk kerbau untukmembajak. Oleh karena disitulah satu-satunya tempat orang memesan alat bajak (kayu kuok)itu, maka tempat itu menjadi terkenal dengan tempat ‘Kuok’. Dalam pada itu, sementara orang yang hilir-mudik di sungai Kampar pada waktu itulain pula pendapatnya. Maklumlah sewaktu itu sungai Kampar berlaku sebagai saranaperhubungan. Barang-barang dagangan, baik barang makanan maupun hasil hutan, dan lain-lain hilir-mudik di sungai itu dengan kendaraan perahu rakit. 1http://www.tscumum2011.blogspot.com Fadhli Syar
  2. 2. Konon kiranya di mudik Rantau Berangin sekarang, dipangkal jembatan panjang keseberang ada bukit yang bernama bukit Labuhan Batu. Kabarnya dulu, di pinggiran bukit itusering berlabuh kapal. Itu sebabnya dinamakan bukit Labuhan Batu. Kebetulan tebing sungaiKampar yang ada di kaki bukit itu terjal begitupun tebing yang di seberangnya beberapapanjang juga terjal. Pada tebing yang bertimbal terjal itu luas sungai Kampar di sana lebihsempit dan airnya lebih dalam. Lumrahnya bila perairan itu dilalui oleh sampan atau rakityang arah ke hulu atau ke ulak, maka air berombak ke pinggir kiri dan ke pinggir kanan. Olehkarena tebing itu terjal kedua belah pihaknya dan jaraknya lebih dekat dari sumber ombak,maka ombak tersebut lebih kuat menghantam tebing itu. Tidaklah heran, jika pada tebing ituagak lembut tanah atau batunya, maka pada tempat itu akan cepat terkuras atau runtuh. Akibatnya tempat itu jadi berlubang, makin lama lubang itu semakin dalam. Di antarabeberapa tebing yang berlubang atau berlekuk itu ada yang lebih besar lekuknya. Bila adakendaraan yang lalu di daerah itu, maka rangkaian ombak akan menerpa tebing pinggiransungai itu. Dan tiba tentang tebing yang berlekuk besar itu, air itu berbunyi, kuok, kuok,kuok. Demikianlah berlaku sepanjang waktu. Setiap kendaraan yang lalu disitu. Bagi orang yang selalu hilir-mudik di tempat itu, telinganya terbiasanya dengan bunyikuok…kuok, kuok itu. Akhirnya tempat atau perantauan sekitar tempat yang melahirkanbunyi, kuok, kuok… itu disebut orang Kuok. Dengan demikian daerah yang dihuni orangsekitar tempat itu yang di dalamnya Rona Kobun Bungo, maka sejak itu nama Rona KobunBungo pun berangsur hilang dan populerlah nama daerah tersebut dengan Negeri Kuokhingga sampai sekarang ini.Sumber :Buku Buluh Perindu: Kumpulan Cerita Rakyat Kampar.Pengarang Abdul Riva’i Taloet, BA.Diterbitkan oleh SSE Kab. Kampar Tahun 2005. 2http://www.tscumum2011.blogspot.com Fadhli Syar

×