Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Laporan Kartografi Dasar

1 003 vues

Publié le

Merupakan Laporan Hasil PRaktek Lapang di daerah Lengkese MK Kartografi Dasar, mengenai penentuan arah dan kemirinngan jalan Didaerah tersebut, serta penjelasan mengenai penggunaan Alat seperti Theodolite dan Kompas Geologi dalam Penentuan arah dan kemiringan Jalan.

Publié dans : Formation
  • Soyez le premier à commenter

Laporan Kartografi Dasar

  1. 1. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dasar pelaksanaan praktikum ini adalah kurikulum semester Genap. Praktikum ini didasarkan selama 6 jam di lokasi, dengan lokasi praktek yang dilaksanakan di Lingkungan Dusun Lengkese Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa, karena pada lokasi tersebut memiliki objek yang cukup kompleks terhadap kajian praktek yang akan dilaksanakan. I.2 Tujuan Praktek Lapang Tujuan dilaksanakannya Praktek Lapang adalah agar Mahasiswa dapat; a. Terampil dalam penggunaan Thedolit dan Kompas Geologi b. Terampil dalam pengambilan data lapangan dengan menggunakan alat c. Mengolah data hasil pengukuran di lapangan d. Membuat Peta arah jalan dan kemiringan jalan berdasarkan data hasil pengukuran dilapangan I.3 Sasaran Adapun yang melaksanakan Praktek Lapang adalah Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Geografi Program Studi Geografi yang berjumlah 42 orang yang diikuti oleh dua orang Dosen serta tiga orang Asisten Dosen.
  2. 2. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 2 I.4 Lokasi Berdasarakan tempat yang telah ditentukan dan disiapkan oleh penyelenggara Praktek Lapang. Praktek Lapang dilaksanakan di Lingkungan Dusun Lengkese Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. I.5 Waktu Pelaksanaan Praktek Lapang dilaksanakan hari Jumat – Sabtu pada tanggal 15- 16 Mei 2015. I.6 Jadwal Kegiatan No. Hari/Tanggal Waktu (WITA) Keterangan 1. Jumat/15 Mei 2015 08.00 11.45 12.00 13.10 13.30 17.25 17.30 17.40 18.30 19.10 19.30 - Selesai Berangkat ke Lokasi Praktek Lapang Tiba di Lokasi Praktek Lapang Shalat Jumat Makan siang Persiapan untuk melakukan Pengukuran di Lapangan Selesai melakukan pengukuran di Lapangan Shalat Ashar Pengukuran kembali untuk pembetulan data Istirahat dan Shalat Maghrib Shalat Isya Pengolahan data dan Penggambaran Peta Arah Jalan dan Kemiringan Jalan dan ACC Hasil Pemetaan
  3. 3. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 3 2. Sabtu/16 Mei 2015 05.10 06.00 07.00 09.00 09.30 11.00 02.10 Shalat Shubuh Istirahat Istirahat/Jalan-Jalan sekitar Lokasi Praktek Lapang Sarapan Istirahat dan Menuggu Mobil Pengantar Bersiap kembali ke Makassar (UNM Parangtambung) Tiba di Makassar 1.7 Sistematika Penulisan No. BAB Bagian Keterangan 1. I. Pendahuluan I.1 Latar Belakang Berisi tentang pemaparan landasan maupun alas an diadakannya Praktek Lapangan serta alas an dalam pengambilan lokasi Praktek Lapang. I.2 Tujuan Praktikum Berisi tentang maksud atau tujuan yang ingin diacapai dengan dilaksanakannya Praktek Lapangan. I.3 Sasaran Berisi tentang jumlah peserta yang ikut serta daam Praktek Lapangan I.4 Lokasi Memuat tentang dimana diadakannya praktek Lapangan I.5 Waktu Pelaksanaan Memuat tentang kapan dilaksanakannya Praktek Lapangan I.6 Jadwal Kegiatan Berisi tentang agenda dari pelaksanaan praktek Lapangan, uraian tentang kegiatan yang
  4. 4. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 4 dilaksanakan. I.7 Sistematika Penulisan Berisi tentang penjelasan dari setiap Bab dalam Laporan 2. II. Kajian Teori II.1 Alat dan Bahan Menjelaskan tentang Alat dan Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan Praktek Lapangan. II.2 Tatacara Penggunaan Alat Menjelaskan tentang bagaimana cara menggunakan alat untuk pengukuran di Lapangan. II.3 Teknik Pelaksanaan Berisi tentang bagaimana prosedur dalam pelaksanaan Praktek Lapangan. II.4 Pembuatan Peta Menjelaskan tentang bagaiaman tata cara dalam pembuatan peta secara manual dari hasil pengukuran di Lapangan. 3. III. Hasil dan Pembahasan III.1 Gambaran Lokasi Menjelaskan tentang kondisi atau gambaran singkat tentang lokasi Praktek Lapangan. III.2 Hasil Observasi Menguraikan hasil pengukuran di Lapangan IV.3 Pembahasan Menjelaskan tentang hasil pengukuran dilapangan serta tata cara dalam pengolahan data. 4. IV Penutup IV.1 Kesimpulan Berisi tentang penyimpulan dari hasil Praktek Lapangan. IV.2 Saran Berisi tentang saran penulis terhadap Dosen, asisten, maupun masyarakat. 5. Lampiran Berisi tentang hasil dokumentasi Praktek Lapang.
  5. 5. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 5 BAB II KAJIAN TEORI I.1 Alat dan Bahan a. Theodolite Theodolite adalah instrument/alat yang dirancang untuk pengukuran sudut yang sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan dengan sudut vertikal. Dimana sudut-sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik di lapangan. Bagian-bagian Alat Keterangan gambar: 1. Visir 2. Teropong 3. Srup Pengunci Gerak Vertial 4. Srup Okuler
  6. 6. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 6 5. Kaca Penerang 6. Teropong Pembaca Sudut 7. Skrup Obyektif 8. Skrup Gerak Halus Vertical 9. Nivo Tabung 10.Skrup Mikrometer 11.Centering Optis 12.Skrup Gerak Halus Horizontal Atas 13.Skrup Gerak Halus Pengunci Atas 14.Skrup Pengunci Gerak Halus Hz Bawah 15.Skrup Gerak Halus Horizontal Bawah 16.Lensa Penerang 17.Nivo Kotak 18.Tribach 19.Skrup Penyetel 20.Statif Fungsinya : 1. Nivo kotak, untuk menyeimbangkan kedudukan theodolit 2. Klem pengunci, untuk mengunci theodolit agar tidak bergerak 3. Penggerak halus, untuk menempatkan tanda (+) tepat pada tiang skala 4. Tempat battery, tempat meletakkan battery 5. Klem pengunci lingkaran horisontal, untuk mengunci lensa 6. Penggerak halus lingkaran horisontal, memperjelas tampilan pada tiang skala 7. Klem pengatur nivo tabung, untuk mengatur nivo tabung 8. Handle / pembawa, tempat melekatnya theodolit 9. Lensa okuler, sebagai tempat pengamatan 10. Klem pengatur fokus benang, untuk mengatur ketepatan tanda (+) pada tiang skala
  7. 7. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 7 11. Tombol ON / OFF, untuk mengaktifkan dan menonaktifkan theodolit 12. Nivo tabung, untuk mengatur keseimbangan theodolit 13. Display, untuk mengunci letak titik koordinat 14. Keyboard ( papan tombol ), sebagai tempat melekatnya tombol 15. Plat dasar, tempat dudukan theodolite b. Kaki Statif Adapun fungsi dari kaki statif ini sebagai pengatur kedataran dari theodolit, atau juga sebagai penyangga theodolit sehingga setara dengan penggunanya, dan juga mudah untuk digunakan. c. Tiang Skala/ Mistar Bug Bentuk rambu mirip dengan mistar kayu yang besar, dilengkapi dengan skala pembacaan tiap satu sentimeter dan skala besarnya merupakan huruf E. Panjang rambu adalah tiga meter. Bahan rambu ada yang dari kayu maupun alumunium. Rambu berguna untuk membantu theodolit dalam menentukan jarak secara optis. Hal yang perlu diperhatikan adalah dalam memegang rambu harus tegak lurus terhadap titik yang ditinjau.
  8. 8. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 8 Mistar Bug/Tiang Skala ini digunakan untuk mengetahui jarak dam perbedaan ketinggian antara dua titik, yang dapat dilihat melalui teropon theodolite. Selain itu juga mistar bug berfungsi untuk Untuk mengukur tinggi Thedolid dan sebagai alat untuk menentukan jarak dari arah yang di amati. d. Kompas Geologi Kompas Geologi, yang tidak hanya sebagai alat penunjuk arah saja tetapi juga dapat digunakan untuk mengukur kemiringan lereng atau batuan, mengukur ketinggian suatu unsur geologi dengan cara mencari sudut elevasinya, mengukur kedudukan struktur. Bagian-bagian kompas geologi
  9. 9. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 9 1. Jarum kompas/magnet, kedua ujung dari jarum kompas selalu menunjuk ke arah kutub utara dan kutup selatan magnetic bumi. 2. Lingkaran pembagian derajat, pembagian derajat yang dikenal ada dua yaitu kompas azimuth dan kompas kwardan. 3. Klinometer, merupakan rangkaian alat yang gunanya untuk mengukur besarnya kemiringan bidang. 4. Pengukur horizontal, ada dua berupa sebuah nivo bulat dan tabung yang bergandengan dengan klinometer berisi air dengan satu gelembung. 5. Pengatur Arah Bagian penyusun inti a. Adjusting screw, berupa skrup sebagai penggerak lingkaran pembagian derajat. b. Axial line, Merupakan garis sumbu penyearah objek. c. Bull’s eye level (mata sapi), nivo bulat pengukur horizontal kompas. d. Klinometer level, sama seperti mata sapi namun bentuknya berupa tabung. e. Kompas needle, merupakan jarum kompas penunjuk arah utara selatan kutub magnet bumi. I.2 Tata Cara Penggunaan Alat 1. Perangkat Theodolite a. Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan b. Tinggikan setinggi dada c. Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan d. Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi e. Kuatkan (injak) pedal kaki statif f. Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar g. Letakkan theodolite di tribar plat h. Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite
  10. 10. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 10 i. Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut. j. Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut. k. Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat (BM), dilihat dari centering optic. l. Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada dinding. m. Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui nilai kesalaha index tersebut 2. Mistar Bug/Tiang Skala Penggunaan alat ini cukup sederhana, cukup meletakkannya di suatu tempat yang ingin diketahui jarak ataupun perbedaan ketinggiannya dari titik yang pertama. Dan penempatan alat ini harus lurus atau tegak untuk menghasilkan atau mendapatkan data yang lebih akurat. 3. Kompas Geologi Adapun Kompas Geologi hanya digunakan untuk menentukan arah utara, cara penggunaannya dengan meletakkan kompas geologi di samping Theodolit yang memiliki garis luru, dan kemudian samakan arah theodolit dengan arah utara kompas geologi kemudia set. Hingga pada layar theodolite menunjukkan 0 derajat. I.3 Teknik Pelaksanaan Dalam melakukan pengukuran, terlebih dahulu peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar. Dengan pembagian sebagai berikut; Kelompok I Besar, terdiri dari kelompok 1, 2, dan 3 Kelompok II Besar, terdiri dari kelompok 4, 5, dan 6
  11. 11. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 11 Kelompok III Besar, terdiri dari kelompok 7, 8, dan 9 Masing-masing kelompok besar diberikan jatah tersendiri jarak jalan yang akan diukur arah dan kemiringannya, untuk Kelompok I Besar, jatah jaraknya mencapai 500 meter, Kelompok II Besar mencapai 400 meter, dan Kelompok III Besar mencapai 300 meter. Setelah pembagian tersebut, masing-masing kelompok besar melakukan pengukuran terhadap jalan, dengan melakukan pengukuran terhadap arah jalan dan kemiringan jalan sesuai dengan jalan yang telah ditentukan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Theodolite, Kompas Geologi dan Tiang Skala. Dengan alat ini akan dimudahkan dalam pengukurannya. Adapun sebelum pelaksanaan pengukuran, tiap-tiap kelompok besar terlebih dahulu di pandu dan dijelaskan mengenai tata cara dalam penggunaan alat dan pengukuran. Setelah itu dibiarkanlah para peserta untuk melakukan pengukuran secara berkelompok. Baik yang melakukan pengukuran, maupun yang langsung mengolah data hasil pengukuran. I.4 Pembuatan Peta Pembuatan peta dilakukan diatas kertas grafik, dalam artian pembuatan peta ini dilakukan dengan cara manual, bukan dengan cara digital. Pembuatan peta dilakukan berdasarkan hasil pengukuran dilapangan, dan data yang telah diolah. Pembuatan peta ini juga perlu dilakukan dengan teliti, jadi setiap kelompok yang telah menyelesaikan petanya, wajib untuk memeriksakan kepada pembimbing atau asisten dosen untuk diperiksa, dan mengecek bagian mana yang salah. Hal ini sangat penting, karena perbedaan sedikti saja, sangat berarti pada lapangan. Perbedaan satu derajat atau pun satu cm sangat berbeda dengan kondisi yang ada di lapangan.
  12. 12. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 12 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN III.1 Gambaran Lokasi Lokasi dimana dilakukannya Praktek Lapangan Mata Kuliah Kartografi dasar, merupakan lokasi yang cukup strategis dengan alur jalan yang cukup berliku-liku, yang menjadi sebuah tantangan bagi Mahasiswa untuk melakukan pengukuran. Daerah yang juga merupakan daerah Pegunungan, dengan udara yang cukup dingin juga memberikan tantangan bagi Mahasiswa, terkhusus bagi mereka yang harus kembali mengukur saat malam, ataupun mesti mengolah dan menggambar Peta hingga subuh yang kondisinya sangat dingin. Lokasi yang bertempat di Dusun Lengkese Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa bukan pertamakalinya diadakannya Praktek Lapangangan untuk Mata Kuliah Kartografi Dasar. Dengan topografi pada daerah pegunungan yang alur jalannya rata- rata semua tanjakan saat ke lokasi, dengan sekitaran jalan terdapat persawahan. Jika berjalan lebih jauh lagi, maka akan dapat dilihat Longsoran dari Gunung Bawakaraeng. Daerah ini juga belum terlalu maju karena pengaruh IPTEK yang masih kurang, misalkan karena masih kurangnya signal didaerah tersebut, sehingga kondisi alam disanapun masih cukup alami. III.2 Hasil Observasi a. Hasil Pengukuran Lapangan Kelompok III Besar Titik TT BT BA BB HA / B.HA VA / B.VA KET 2-1 137,5 137,5 151 124,5 108°03’30” 4°35’40” Back 2-3 137,5 137,5 151 124,5 110°37’30” 5°11’00”
  13. 13. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 13 4-3 137 137 152,5 121,5 114°20’00” 7°07’25” Back 4-5 137 137 147 127 134°42’15” 8°40’15” 6-5 131,5 131,5 140,5 122 121°22’50” 7°07’25” Back 6-7 131,5 131,5 137,5 125,5 112°21’35” 1°12’10” 8-7 132,5 132,5 137,5 125,5 122°54’45” 3°10’30” Back 8-9 132,5 132,5 139,5 125 118°22’20” -5°09’05” 10-9 145 145 164,5 125,5 114°58’15” 0°04’20 Back 10-11 145 145 148 142 121°06’55” 0°32’30” 12-11 139 139 142,5 135,5 150°42’55” 0°40’50” Back 12-13 139 139 145,5 132,5 157°19’40” 1°43’40” 14-13 144,5 144,5 151,5 139 172°16’20” 10°28’00” Back 14-15 144,5 144,5 149,5 139,5 109°21’10” 13°13’00” 16-15 143 143 145 141 185°49’45” 12°28’35” Back 16-17 143 143 147 139 199°33’10” 7°15’40” 18-17 151 151 157 145 33°35’15” 15°34’55” Back 18-19 151 151 157,5 144,5 199°20’00” 1°42’40” 20-19 148,5 148,5 154 143 191°45’00” 1°23’35” Back 20-21 148,5 148,5 158,5 140 178°38’40” -1°32’35” 22-21 140,5 140,5 143,5 137 173°24’35” 4°47’20” Back
  14. 14. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 14 22-23 140,5 140,5 144,5 136,5 157°27’20” -6°52’45” b. Data Hasil Pengolahan Kelompok I Besar TITIK HA.DD VA.DD JO JD JP 1-2 67 0 20,5 20,5 2,1 2-3 94 10 21 20,16 2 3-4 105 4 28 27,4 2,7 4-5 53 9 24 23,5 2,4 5-6 73 9 30 29,4 2,9 6-7 87 6 37 36,2 3,6 7-8 96 7 17 16,7 1,7 8-9 103 8 23 22,5 2,3 9-10 70 1 23 22,5 2,3 10-11 100 4 33 32,3 3,2 11-12 129 0 25 25 2,5 12-13 96 7 19 18,6 1,9 13-14 94 1 12 11,7 1,2 14-15 74 -1 22 21,5 2,2 15-16 94 2 20 19,6 2
  15. 15. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 15 16-17 129 8 23 22,5 2,3 17-18 99 3 19 18,6 1,9 18-19 127 8 10,5 10,2 1 19-20 167 7 19 18,6 1,9 20-21 192 10 23 22,5 2,3 21-22 120 9 19 18,6 1,9 c. Data Hasil Pengolahan Kelompok II Besar TITIK HA.DD VA.DD JO JD JP 1-2 48 5 16 15,8 1,6 2-3 47 -1 19 18,69 1,9 3-4 67 1 16 15,76 1,6 4-5 45 0 16 15,76 1,6 5-6 32 1 16 15,76 1,6 6-7 347 1 37 36,46 3,6 7-8 348 4 24,5 24,1 2,4 8-9 13 8 20 19,78 2 9-10 45 9 21 20,78 2,1 10-11 74 8 19 18,79 1,9
  16. 16. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 16 11-12 155 8 28 27,69 2,8 12-13 101 11 21 20,79 2,1 13-14 60 10 27 26,73 2,7 14-15 86 12 15 14,86 1,5 15-16 101 9 26 25,73 2,6 16-17 105 4 26 25,66 2,6 17-18 106 6 16 15,80 1,6 18-19 114 7 23 22,73 2,3 19-20 90 10 13 12,86 1,3 d. Data Hasil Pengolahan Kelompok III Besar TITIK HA.DD VA.DD JO JD JP 1-2 108 5 26,5 26,33 2,6 2-3 111 5 26,5 26,28 2,6 3-4 114 7 31 30,95 3,1 4-5 135 9 20 19,54 2 5-6 121 7 18,5 18,21 1,8 6-7 112 1 12 11,99 1,2 7-8 123 3 12 11,96 1,2
  17. 17. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 17 8-9 118 5 14,5 14,38 1,4 9-10 115 0 39,5 39,49 3,9 10-11 121 0 6 5,99 0,6 11-12 151 1 7 6,99 0,7 12-13 157 1 13 12,98 1,3 13-14 172 10 12,5 12,08 1,2 14-15 109 13 10 9,47 0,9 15-16 186 12 4 3,81 0,4 16-17 200 7 8 7,87 0,8 17-18 214 16 12 11,13 1,1 18-19 199 2 13 12,98 1,3 19-20 192 1 11 10,99 1,1 20-21 179 2 18,5 18,48 1,8 21-22 173 5 6,5 6,31 0,6 22-23 157 7 8 7,88 0,8 III.3 Pembahasan Dalam pengolahan data hasil pengukuran, berhubungan yang didapatkan dalam bentuk koordinat. Maka untuk mengubahnya dalam bentuk derajat secara keseluruhan, maka dapat dilakukan dengan cara. Misalkan 10°10’10”. Untuk mengubah 10 menit (10’) maka dapat dilakukan
  18. 18. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 18 dengan cara 10’ dibagi dengan 60 menit. Karena dalam 1 jam terhitung 60 menit. Maka dihasilkan 0,17. Dan 10 detik (10”) di bagi dengan 3600 detik, karena dalam 1 jam terhitung 3600 detik. Maka 10 dibagi dengan 3600, maka diperoleh 0,003. Maka untuk mendapatkan data total dari 10°10’10” untuk satuan derajat maka caranya dengan menjumlahkan hasil pengukuran tadi. Yaitu 10 + 0,17 + 0,003 maka diperoleh 10,173 atau 10°. Untuk mendapatkan data jalan, dapat menggunakan rumus: JD = JO x Cos2 VA.DD Dalam pembuatan peta arah jalan dan peta kemiringan secara manual digunakan kertas grafik, pensil, penggaris, busur dan data dari 3 kelompok yang telah di tulis di dalam kertas grafik. Ada dua peta yang akan dibuat yaitu peta kemiringan lereng dan peta arah jalan. Saat pembuatan peta arah jalan data yang digunakan pengukuran jarak yang sebenarnya (jarak lapangan). Dan di bagi dengan skalanya skala 1: 1000 dengan rumus. Dalam penggamabaran peta secara manual dapat menggunakan rumus: Jarak peta = Jarak sebenarnya di lapangan Skala peta Hasil dari perhitungan diatas adalah skala yang di pakai saat pembuatan peta.
  19. 19. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 19 Pengolahan Data Hasil Pengukuran Kelompok Besar III a. Penentuan HA.DD (Horizontal Angel) HA.DD = Derajat + (menit/60) + (detik/3600) Titik Pengolahan 2-1 = 108 + (3/60) + (30/3600) = 108 2-3 = 110 + (37/60) + (30/3600) = 111 4-3 = 114 + (20/60) + (0/3600) = 114 4-5 = 134 + (42/60) + (15/3600) = 135 6-5 = 121 + (22/60) + (50/3600) = 121 6-7 = 112 + (21/60) + (35/3600) = 112 8-7 = 122 + (54/60) + (45/3600) = 123 8-9 = 118 + (22/60) + (20/3600) = 118 10-9 = 114 + (58/60) + (15/3600) = 115 10-11 = 121 + (6/60) + (55/3600) = 121 12-11 = 150 + (42/60) + (55/3600) = 151 12-13 = 157 + (19/60) + (40/3600) = 157 14-13 = 172 + (16/60) + (20/3600) = 172 14-15 = 109 + (21/60) + (10/3600) = 109 16-15 = 185 + (49/60) + (45/3600) = 186 16-17 = 199 + (20/60) + (0/3600) = 200
  20. 20. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 20 18-17 = 108 + (3/60) + (30/3600) = 214 18-19 = 199 + (20/60) + (0/3600) = 199 20-19 = 191+ (45/60) + (0/3600) = 192 20-21 = 178 + (38/60) + (40/3600) = 179 22-21 = 173 + (24/60) + (35/3600) = 173 22-23 = 157 + (27/60) + (20/3600) = 157 b. Penentuan VA.DD (Vertical Angel) VA.DD = Derajat + (menit/60) + (detik/3600) B.VA.DD = 90 - Derajat + (menit/60) + (detik/3600) Dari data sebelumnya, Setiap koordinat telah dikurangi 90 derajat. Hanya untuk Data B.VA Titik Pengolahan 2-1 = 4 + (35/60) + (40/3600) = 5 2-3 = 5 + (11/60) + (0/3600) = 5 4-3 = 7 + (7/60) + (25/3600) = 7 4-5 = 8 + (40/60) + (15/3600) = 9 6-5 = 7 + (7/60) + (25/3600) = 7 6-7 = 1 + (12/60) + (10/3600) = 1 8-7 = 3 + (10/60) + (30/3600) = 3 8-9 = 5 + (9/60) + (5/3600) = 5 10-9 = 0 + (4/60) + (20/3600) = 0
  21. 21. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 21 10-11 = 0 + (32/60) + (30/3600) = 0 12-11 = 0 + (40/60) + (50/3600) = 1 12-13 = 1 + (43/60) + (40/3600) = 1 14-13 = 10 + (28/60) + (0/3600) = 10 14-15 = 13 + (13/60) + (0/3600) = 13 16-15 = 12 + (28/60) + (35/3600) = 12 16-17 = 7 + (15/60) + (40/3600) = 7 18-17 = 15 + (34/60) + (55/3600) = 16 18-19 = 1 + (42/60) + (40/3600) = 2 20-19 = 1 + (23/60) + (35/3600) = 1 20-21 = 1 + (32/60) + (35/3600) = 2 22-21 = 4 + (47/60) + (20/3600) = 5 22-23 = 6 + (52/60) + (42/3600) = 7 c. Penentuan JO (Jarak Optik) JO = BA - BB Titik Pengolahan 2-1 = 151 – 124,5 = 26,5 2-3 = 151 – 124,5 = 26,5 4-3 = 152,5 – 121,5 = 31
  22. 22. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 22 4-5 = 147 – 127 = 20 6-5 = 140,5 – 122 = 18,5 6-7 = 137,5 – 125,5 = 12 8-7 = 137,5 – 125,5 = 12 8-9 = 139,5 – 125 = 14,5 10-9 = 164,5 – 125,5 = 39,5 10-11 = 148 – 142 = 6 12-11 = 142,5 – 135,5 = 7 12-13 = 145,5 – 132,5 = 13 14-13 = 151,5 – 139 = 12,5 14-15 = 149,5 – 139,5 = 10 16-15 = 145 – 141 = 4 16-17 = 147 – 139 = 8 18-17 = 157 – 145 = 12 18-19 = 157,5 – 144,5 = 13 20-19 = 154 – 143 = 11 20-21 = 158,5 – 140 = 18,5 22-21 = 143,5 – 137 = 6,5 22-23 = 144,5 – 136,5 = 8
  23. 23. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 23 d. Penentuan JD (Jarak Datar) dan JP (Jarak Peta) Dalam penentuan nilai JD dan JP dapat menggunakan rumus sebagai berikut : JD = JO x Cos2 VA.DD (Untuk Thedolit 90o) JP = 𝐽𝐷 𝑥 100 𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 (1000 ) Titik Pengolahan JD Pengolahan JP 2-1 = 26,5 x Cos2 5 = 26,33 = (26,33 x 100) / 1000 = 2,6 2-3 = 26,5 x Cos2 5 = 26,28 = (26,28 x 100) / 1000 = 2,6 4-3 = 31 x Cos2 2 = 30,95 = (30,95 x 100) / 1000 = 3,1 4-5 = 20 x Cos2 9 = 19,54 = (19,54 x 100) / 1000 = 2 6-5 = 18,5 x Cos2 7 = 18,21 = (18,21 x 100) / 1000 = 1,8 6-7 = 12 x Cos2 1 = 11,99 = (11,99 x 100) / 1000 = 1,2 8-7 = 12 x Cos2 3 = 11,96 = (11,96 x 100) / 1000 = 1,2 8-9 = 14,5 x Cos2 5 = 14,38 = (14,38 x 100) / 1000 = 1,4 10-9 = 39,5 x Cos2 0 = 19,49 = (39,49 x 100) / 1000 = 3,9 10-11 = 6 x Cos2 0 = 5,99 = (5,99 x 100) / 1000 = 0,6 12-11 = 7 x Cos2 1 = 6,99 = (6,99 x 100) / 1000 = 0,7 12-13 = 13 x Cos2 1 = 12,98 = (12,98 x 100) / 1000 = 1,3 14-13 = 12,5 x Cos2 10 = 12,08 = (12,08 x 100) / 1000 = 1,2 14-15 = 10 x Cos2 13 = 9,47 = (9,47 x 100) / 1000 = 0,9 16-15 = 4 x Cos2 12 = 3,81 = (3,81 x 100) / 1000 = 0,4
  24. 24. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 24 16-17 = 8 x Cos2 7 = 7,87 = (7,87 x 100) / 1000 = 0,8 18-17 = 12 x Cos2 16 = 11,13 = (11,13 x 100) / 1000 = 1,1 18-19 = 13 x Cos2 2 = 12,98 = (12,98 x 100) / 1000 = 1,3 20-19 = 11 x Cos2 1 = 10,99 = (10,99 x 100) / 1000 = 1,1 20-21 = 18,5 x Cos2 2 = 18,48 = (18,48 x 100) / 1000 = 1,8 22-21 = 6,5 x Cos2 10 = 6,31 = (6,31 x 100) / 1000 = 0,6 22-23 = 8 x Cos2 7 = 7,88 = (7,88 x 100) / 1000 = 0,8 Pada Kelompok I Besar a. Titik 1-2 Pada titik awal, menuju ke titik ke 2 berbelok ke kanan dari titik 0 derajat ke 67 derajat dengan kemiringan jalan sama dengan 0 derajat yang sama dengan 90 derajat atau datar. b. Titik 2-3 Dari titik ke 2 ke 3 belok ke kanan dari 67 derajat ke 94 derajat dengan kemiringan jalan 10 derajat sehingga menanjak dari titik ke 2. c. Titik 3-4 Dari titik ke 3 ke 4 belok ke kanan dari 94 derajat ke 105 derajat dengan kemiringan jalan 4 derajat sehingga menanjak dari titik ke 3. d. Titik 4-5 Dari titik ke 4 ke 5 belok ke kiri dari 105 derajat ke 53 derajat dengan kemiringan jalan 9 derajat sehingga menanjak dari titik ke 4. e. Titik 5-6 Dari titik ke 5 ke 6 belok ke kanan dari 53 derajat ke 73 derajat dengan kemiringan jalan 9 derajat sehingga menanjak dari titik ke 5. f. Titik 6-7 Dari titik ke 6 ke 7 belok ke kanan dari 73 derajat ke 87 derajat dengan kemiringan jalan 6 derajat sehingga menanjak dari titik ke 6. g. Titik 7-8 Dari titik ke 7 ke 8 belok ke kanan dari 87 derajat ke 96 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 7.
  25. 25. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 25 h. Titik 8-9 Dari titik ke 8 ke 9 belok ke kanan dari 96 derajat ke 103 derajat dengan kemiringan jalan 8 derajat sehingga menanjak dari titik ke 8. i. Titik 9-10 Dari titik ke 9 ke 10 belok ke kiri dari 103 derajat ke 70 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga menanjak dari titik ke 9. j. Titik 10-11 Dari titik ke 10 ke 11 belok ke kanan dari 70 derajat ke 100 derajat dengan kemiringan jalan 4 derajat sehingga menanjak dari titik ke 10. k. Titik 11-12 Dari titik ke 11 ke 12 belok ke kanan dari 100 derajat ke 129 derajat dengan kemiringan jalan 0 derajat sehingga datar dari titik ke 11. l. Titik 12-13 Dari titik ke 12 ke 13 belok ke kiri dari 129 derajat ke 96 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 12. m. Titik 13-14 Dari titik ke 13 ke 14 belok ke kiri dari 96 derajat ke 94 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga menanjak dari titik ke 13. n. Titik 14-15 Dari titik ke 14 ke 15 belok ke kiri dari 94 derajat ke 74 derajat dengan kemiringan jalan -1 derajat sehingga turun dari titik ke 14. o. Titik 15-16 Dari titik ke 15 ke 16 belok ke kanan dari 74 derajat ke 94 derajat dengan kemiringan jalan 2 derajat sehingga menanjak dari titik ke 15. p. Titik 16-17 Dari titik ke 16 ke 17 belok ke kanan dari 94 derajat ke 129 derajat dengan kemiringan jalan 8 derajat sehingga menanjak dari titik ke 16. q. Titik 17-18 Dari titik ke 17 ke 18 belok ke kiri dari 129 derajat ke 99 derajat dengan kemiringan jalan 3 derajat sehingga menanjak dari titik ke 17. r. Titik 18-19 Dari titik ke 18 ke 19 belok ke kanan dari 99 derajat ke 127 derajat dengan kemiringan jalan 8 derajat sehingga menanjak dari titik ke 18. s. Titik 19-20 Dari titik ke 19 ke 20 belok ke kanan dari 127 derajat ke 167 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke19. t. Titik 20-21 Dari titik ke 20 ke 21 belok ke kanan dari 167 derajat ke 192 derajat dengan kemiringan jalan 10 derajat sehingga menanjak dari titik ke 20.
  26. 26. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 26 u. Titik 21-22 Dari titik ke 21 ke 22 belok ke kiri dari 192 derajat ke 120 derajat dengan kemiringan jalan 9 derajat sehingga menanjak dari titik ke 21. Pada Kelompok II Besar a. Titik 1-2 Dari titik ke 1 ke 2 belok ke kanan dari 0 derajat ke 48 derajat dengan kemiringan jalan 5 derajat sehingga menanjak dari titik ke 1. b. Titik 2-3 Dari titik ke 2 ke 3 belok ke kiri dari 48 derajat ke 47 derajat dengan kemiringan jalan -1 derajat sehingga turun dari titik ke 2. c. Titik 3-4 Dari titik ke 3 ke 4 belok ke kanan dari 47 derajat ke 67 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga menanjak dari titik ke 3. d. Titik 4-5 Dari titik ke 4 ke 5 belok ke kiri dari 67 derajat ke 45 derajat dengan kemiringan jalan 0 derajat sehingga datar dari titik ke 4. e. Titik 5-6 Dari titik ke 5 ke 6 belok ke kiri dari 45 derajat ke 32 derajat dengan kemiringan jalan 1derajat sehingga menanjak dari titik ke 5. f. Titik 6-7 Dari titik ke 6 ke 7 belok ke kanan dari 32 derajat ke 347 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga menanjak dari titik ke 6. g. Titik 7-8 Dari titik ke 7 ke 8 belok ke kanan dari 347 derajat ke 348 derajat dengan kemiringan jalan 4 derajat sehingga menanjak dari titik ke 7. h. Titik 8-9 Dari titik ke 8 ke 9 belok ke kanan dari 348 derajat ke 13 derajat dengan kemiringan jalan 8 derajat sehingga menanjak dari titik ke 8. i. Titik 9-10 Dari titik ke 9 ke 10 belok ke kiri dari 45 derajat ke 74 derajat dengan kemiringan jalan 8 derajat sehingga menanjak dari titik ke 9. j. Titik 10-11 Dari titik ke 10 ke 11 belok ke kanan dari 74 derajat ke 155 derajat dengan kemiringan jalan 9 derajat sehingga menanjak dari titik ke 10. k. Titik 11-12 Dari titik ke 11 ke 12 belok ke kanan dari 155 derajat ke 101 derajat dengan kemiringan jalan 18 derajat sehingga datar dari titik ke 11. l. Titik 12-13
  27. 27. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 27 Dari titik ke 12 ke 13 belok ke kiri dari 101 derajat ke 60 derajat dengan kemiringan jalan 11 derajat sehingga menanjak dari titik ke 12. m. Titik 13-14 Dari titik ke 13 ke 14 belok ke kiri dari 101 derajat ke 60 derajat dengan kemiringan jalan 10 derajat sehingga menanjak dari titik ke 13. n. Titik 14-15 Dari titik ke 14 ke 15 belok ke kiri dari 60 derajat ke 86 derajat dengan kemiringan jalan 12 derajat sehingga turun dari titik ke 14. o. Titik 15-16 Dari titik ke 15 ke 16 belok ke kanan dari 86 derajat ke 101 derajat dengan kemiringan jalan 9 derajat sehingga menanjak dari titik ke 15. p. Titik 16-17 Dari titik ke 16 ke 17 belok ke kanan dari 101 derajat ke 105 derajat dengan kemiringan jalan 4 derajat sehingga menanjak dari titik ke 16. q. Titik 17-18 Dari titik ke 17 ke 18 belok ke kiri dari 105 derajat ke 106 derajat dengan kemiringan jalan 6 derajat sehingga menanjak dari titik ke 17. r. Titik 18-19 Dari titik ke 18 ke 19 belok ke kanan dari 106 derajat ke 114 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 18. s. Titik 19-20 Dari titik ke 19 ke 20 belok ke kanan dari 114 derajat ke 90 derajat dengan kemiringan jalan 10 derajat sehingga menanjak dari titik ke19. Pada Kelompok II Besar a. Titik 1-2 Dari titik ke 1 ke 2 belok ke kanan dari 0 derajat ke 108 derajat dengan kemiringan jalan 5 derajat sehingga menanjak dari titik ke 1. b. Titik 2-3 Dari titik ke 2 ke 3 belok ke kiri dari 108 derajat ke 111 derajat dengan kemiringan jalan 5 derajat sehingga menanjak dari titik ke 2. c. Titik 3-4 Dari titik ke 3 ke 4 belok ke kanan dari 111 derajat ke 114 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 3. d. Titik 4-5 Dari titik ke 4 ke 5 belok ke kanan dari 114 derajat ke 135 derajat dengan kemiringan jalan 9 derajat sehingga datar dari titik ke 4. e. Titik 5-6 Dari titik ke 5 ke 6 belok ke kiri dari 135 derajat ke 121 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 5.
  28. 28. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 28 f. Titik 6-7 Dari titik ke 6 ke 7 belok ke kanan dari 121 derajat ke 123 derajat dengan kemiringan jalan 3 derajat sehingga menanjak dari titik ke 6. g. Titik 7-8 Dari titik ke 7 ke 8 belok ke kanan dari 123 derajat ke 118 derajat dengan kemiringan jalan 4 derajat sehingga menanjak dari titik ke 7. h. Titik 8-9 Dari titik ke 8 ke 9 belok ke kanan dari 118 derajat ke 115 derajat dengan kemiringan jalan 5 derajat sehingga menanjak dari titik ke 8. i. Titik 9-10 Dari titik ke 9 ke 10 belok ke kiri dari 115 derajat ke 121 derajat dengan kemiringan jalan 0 derajat sehingga menanjak dari titik ke 9. j. Titik 10-11 Dari titik ke 10 ke 11 belok ke kanan dari 121 derajat ke 151 derajat dengan kemiringan jalan 0 derajat sehingga menanjak dari titik ke 10. k. Titik 11-12 Dari titik ke 11 ke 12 belok ke kanan dari 151 derajat ke 157 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga datar dari titik ke 11. l. Titik 12-13 Dari titik ke 12 ke 13 belok ke kiri dari 157 derajat ke 172 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga menanjak dari titik ke 12. m. Titik 13-14 Dari titik ke 13 ke 14 belok ke kiri dari 172 derajat ke 109 derajat dengan kemiringan jalan 10 derajat sehingga menanjak dari titik ke 13. n. Titik 14-15 Dari titik ke 14 ke 15 belok ke kiri dari 109 derajat ke 186 derajat dengan kemiringan jalan 12 derajat sehingga turun dari titik ke 14. o. Titik 15-16 Dari titik ke 15 ke 16 belok ke kanan dari 186 derajat ke 200 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 15. p. Titik 16-17 Dari titik ke 16 ke 17 belok ke kanan dari 200 derajat ke 214 derajat dengan kemiringan jalan 16 derajat sehingga menanjak dari titik ke 16. q. Titik 17-18 Dari titik ke 17 ke 18 belok ke kiri dari 214 derajat ke 199 derajat dengan kemiringan jalan 2 derajat sehingga menanjak dari titik ke 17. r. Titik 18-19 Dari titik ke 18 ke 19 belok ke kiri dari 199 derajat ke 192 derajat dengan kemiringan jalan 1 derajat sehingga menanjak dari titik ke 18.
  29. 29. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 29 s. Titik 19-20 Dari titik ke 19 ke 20 belok ke kiri dari 192 derajat ke 179 derajat dengan kemiringan jalan 2 derajat sehingga menanjak dari titik ke19. t. Titik 21-22 Dari titik ke 21 ke 22 belok ke kiri 179 derajat ke 173 derajat dengan kemiringan jalan 5 derajat sehingga menanjak dari titik ke20. u. Titik 22-23 Dari titik ke 22 ke 23 belok ke kiri dari 173 derajat ke 157 derajat dengan kemiringan jalan 7 derajat sehingga menanjak dari titik ke 22.
  30. 30. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 30 BAB IV PENUTUP IV.1 Kesimpulan Dari hasil praktek Lapangan yang telah dilakukan, maka saya sebagai penulis dapat menyimpulkan ; 1. Dalam melakukan pengukuran arah jalan dan kemiringan jalan dapat digunakan alat seperti Theodolit, Tiang Skala/Mistar Bug, disertai dengan Kompas Geologi untuk mengutarakan Theodolite. 2. Dalam penggunaan alat, diperlukan keteltian yang cukup agar mendapatkan data yang akurat, serta harus memahami terlebih dahulu cara penggunaan theodolite, terkhusus pada bagian-bagian tehodolite sehingga dimudahkan dalam penggunaannya. 3. Dalam pembuatan peta secara manual juga memerlukan ketelitia yang sangat tinggi. 4. Kesalahan sedikit saja dalam penggambaran peta, akan menghasilkan perbedaan yang sangat besar terhadap kondisi di lapangan yang sebenarnya. IV.2 Saran 1. Saran untuk pembibing Saya berharap agar Dosen dalam pemberian penjelasan materinya untuk ditingkatkan untuk semua pembelajaran baik saat praktikum maupun saat teori sehingga Mahasiswa dapat lebih mudah dalam Pemahaman Materi. 2. Saran untuk Asisten Saya harap asisten yang diutus dalam membatu dosen agar lebih aktif untuk membantu dalam penggambaran peta dan membimbing mahasiswa yang belum terampil dalam menggambar peta
  31. 31. Laporan Praktek Lapangan Kartografi Dasar | 31 LAMPIRAN Gambar. Saat Melakukan Pengukuran dan Pengolahan Data Gambar. Saat Melakukan Pengukuran Shoot Dengan Theodolite

×