Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Mikroskop

wde

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

  • Soyez le premier à aimer ceci

Mikroskop

  1. 1. Nama bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya Nama Bagian-bagian mikroskop Elemen-Elemen Mikroskop Bagian-bagian mikroskop MENGENAL BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP DAN FUNGSINYA Mikroskop cahaya modern yang biasa digunakan di sekolah memiliki bagian utama berupalensa objektif yang letaknya dekat dengan obyek yang akan diamati. Lensa obyektif melekat pada bagian yang disebut revolver. Revolver ini dapat diputar, dan berguna sebagai alat pemindah lensa. Jenis lensa yang lain adalah lensa okuler terletak dekat dengan mata pada saat mikroskop digunakan. Lensa obyektif ada beberapa buah, dan memiliki pembesaran masing-masing 5X, 10X, 45X, dan 100X. Sedangkan lensa okuler hanya 1 buah atau 2 buah, dan mempunyai pembesaran 5X, 10X, atau 15X. Kedua lensa pada mikroskop dihubungkan oleh suatu bagian berbentuk tabung. Mikroskop yang memiliki sebuah lensa okuler, disebut mikroskop monokuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa okuler, dinamakan mikroskop binokuler. Mikroskop binokuler, monokuler, dan mikroskop elektron Contoh image beresolusi tinggi hasil scanning mikroskop elektron bisa dilihat di sini. Untuk mengatur jarak objek dengan lensa sehingga diperoleh bayangan yang jelas, lensa objektif dapat dinaikkan menjauhi objek ataupun diturunkan mendekati objek. Untuk menggerakkan lensa objektif ini digunakan bagian mikroskop yang disebut pemutar. Ada dua macam pemutar yaitu pemutar halus dan pemutar kasar. Pemutar halus digunakan untuk menggerakkan lensa objektif secara pelan, sedangkan pemutar kasar digunakan untuk menggerakkan lensa objektif secara cepat. Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya Berikut ini ditunjukkan bagian-bagian mikroskop.
  2. 2.  A. Lensa okuler = lensa yang dilihat/diintip  B. Tabung mikroskop = bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif  C. Revolver = pemutar yang digunakan untuk mengubah perbesaran lensa obyektif  D. Lensa objektif perbesaran lemah  E. Lensa objektif perbesaran kuat  F. Meja mikroskop = tempat meletakkan specimen / preparat yang diamati  G. Klip = penjepit object glass  H. Kaki mikroskop  I. Cermin = memantulkan cahaya pada lensa obyektif agar pengamatan preparat lebih jelas  J. Diafragma = bagian yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa obyektif  K. Lengan mikroskop atau pegangan  L. Pemutar halus = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara pelan/halus  M. Pemutar kasar = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara cepat
  3. 3. MIKROSKOP Pengertian dan definisi Mikroskop. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa karena ukurannya terlalu kecil. Mikroskop seringkali diidentikan dengan kaca pembesar. Meski sebenarnya susunan dan bentuk mikroskop sama sekali berbeda dengan kata pembesar kecuali penggunaan lensa cembungnya. Mikroskop mempunyai bentuk dan susunan yang jauh lebih kompleks jika di bandingkan dengan kaca pembesar. Meski secara umum fungsinya adalah sama yaitu untuk melihat benda-benda kecil yang tidak dapat di lihat dengan mata kasar. Microskop berasal dari kosa kata Yunani mikros dan scopein. Mikros berarti kecil dan scopein artinya melihat. Jika di jadikan satu maka menjadi mikroskop yang didefinisikan sebagai alat untuk melihat benda kecil. Sejarah mikroskop sendiri diawali pada masa Antony van Leeuwenhoek seorang ilmuwan Belanda yang hidup pada tahun 1632-1723. Antony Van Leeuwenhoek membuat mikroskop pertamanya pada tahun 1675 dengan cara menumpuk beberapa kaca pembesar. Melalui percobaan pertamanya itu Antony bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat dalam air. Baik itu ait hujan, air laut maupun ait jambangan bunga. Dari sinilah kemudian kegunaan mikroskop sebagai alat untuk melihat jasad renik mulai dikembangkan. Prinsip kerja mikroskop sebenarnya sangat sederhana. Alat utama yang terdapat dalam mikroskop adalah 2 buah lensa cembung dan sebuah tabung. Lensa cembung tersebut di beri nama lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif adalah lensa yang berada dekat dengan objek yang akan diamati yang fungsinya unuk menghasikan bayangan sementara yang bersifat semu, diperbesar dan terbalik. Sedangkan lensa okuler adalah lensa yang letaknya dekat dengan mata pengamat yang salah satu fungsinya dalah untuk membalikan bayangan objek sehingga sesuai dengan kedudukannya semula. Yang tidak kala pentingnya bagi suatu mikroskop agar dapat bekerja dengan sempurna adalah pencahayaan. Untuk dapat diamati, sebuah menda harus di iris dengan sangat tipis sehingga tembus cahaya. Semakin tipis bahan yang digunakan sebagai sample maka semakin dapat diamati dengan jelas. BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
  4. 4. LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan. MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

×