Publicité
Publicité

Contenu connexe

Publicité

Indeks Maqashdi Syariah dalam Implementasi.pptx

  1. Indeks Maqashdi Syariah dalam Implementasi Oleh : Hasbi Ash Shiddieqy, SE, MESY
  2. PENGERTIAN DAN KONSEP Sekapur Sirih Maqashid Syariah
  3. Pengertian • Maqashid Syariah : Tujuan atau alasan adanya perintah dan larangan yang Allah SWT perintahkan kepada hamba-Nya. • Al-Syatibi mengatakan bahwa hukum-hukum disyariatkan tidak lain adalah untuk kemaslahatan hamba. Adapun inti dari maqashid asy-syari‘ah adalah untuk mewujudkan kebaikan sekaligus menghindarkan keburukan, atau menarik manfaat dan menolak mudharat. Dalam bahasa yang lebih singkat, tujuan tersebut adalah untuk mencapai kemaslahatan individu dan masyarakat dalam rangka memelihara tujuan syara’. Tujuan kemaslahatan ini dapat dicapai apabila lima prinsip maqashid syari‘ah dapat terpenuhi, yaitu pemeliharaan agama, akal, jiwa, keturunan, dan harta.
  4. Landasan Maqashdi Syariah • “Sungguh, kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. • “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran (An-Nahl: 90).
  5. Konsep Maqashid Syariah • Para ulama berbeda pendapat terkait apa saja tujuan (prinsipil) yang tercakup dalam maksud-maksud atau maqasid syariah. Al-Ghazali (w 505 H) berpandangan bahwa maqasid syariah itu mencakup lima tujuan syariah, yaitu memelihara akal, diri (jiwa), akal, keturunan, dan harta • Tajuddin As-Subki (771 H) menambahkan satu tujuan lagi sehingga menjadi enam tujuan, yaitu lima sebagaimana dari Al-Ghazali lalu satu lagi memelihara martabat atau harga diri (‘ardh). • Sedangkan Muhammad Abu Zahrah (w 1974 M) berpendangan bahwa tujuan syariat itu ada tiga, yaitu mendidik tiap individu, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kemaslahatan umum.
  6. Lanjutan…. • Di sisi lain, para ulama juga membagi kebutuhan atau maslahat manusia di dunia ini menjadi tiga tingkatan kebutuhan. Al-‘Iz Ibn Abdul Salam misalnya membagi maslahat (kebutuhan) dunia menjadi 3 kategori, yaitu dharuriyat, hajiyat dan takmiliyat. • Pertama, dharuriyat adalah tingkata kebutuhan darurat di mana berbagai maslahat tidak akan tercapai tanpa terpenuhinya maqashid al-khamsah (lima tujuan syariah), sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ghazali. Kedua, hajiyat adalah segala sesuatu yang tidak dimaksudkan oleh syariat untuk memelihara maqashid al-khamsah melainkan untuk menghilangkan kesulitan, kesempitan atau kesusahan dalam pelaksanaan maqashid al-khamsah. Ketiga, tahsiniyat atau kamaliyat adalah segala sesuatu yang tujuannya tidak untuk merealisasikan maqashid al-khamsah melainkan untuk menjaga kehormatan dari maqashid al-khamsah itu sendiri.
  7. DALAM INDUSTRI KEUANGAN SYARIAH Implementasi Maqashdi Syariah
  8. Pengertian • Yaitu pembobotan berdasarkan dari hasil perbandingan – perbandingan akun – akun dalam laporan keuangan yang dikalikan dengan nilai tertentu.
  9. Rujukan Indeks Maqashid Syariah • Rujukan yang paling pas dalam mengukur kinerja sebuah Indistri keuangan syariah adalah Maqashi Syariah yang diutarakan oleh Muhammad Abu Zahra • Dari Maqashid Syariah Muhammad Abu Zahra inilah diturunkan menjadi Indeks Maqashid Syariah oleh Mohammed Mustafa.
  10. Education • Education Grant yaitu dari Biaya Pendidikan yang dikeluarkan berbanding dengan Total Biaya. • Research : Research atau Riset yaitu Biaya penelitian berbanding dengan Total Biaya. • Training : Biaya Training yaitu Biaya Training Pelatihan berbanding dengan Total Biaya. • Publication : Biaya Pemasaran berbanding dengan Total Biaya.
  11. Justice • Fair return : Yaitu hasil dari Mudharabah dan Musyarakah berbanding dengan Laba Bersih (Net Income). • Cheap Product and Services : Yaitu Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah yang disalurkan berbanding dengan Total Investasi (Total Investasi dapat dilihat dari RUPS Biasanya ada laporan khusus akan tetapi apabila tidak dapat di RUPS maka dapat melihat pada sisi neraca bagian aktiva yaitu besar pembiayaan Mudharabah+Musyarakah+Qardh+Ijaroh+Pembiayaan lainnya). • Interest Free Product : Produk yang terindikasi peluang adanya Riba berbanding dengan Total Income (Laba kotor).
  12. Maslahah • Profitability of Bank : Net Income (Laba Bersih) berbanding Total Aset. • Personal Income : Zakat berbanding Net Asset (Total Asset dikurangi Pembiayaan yang dilakukan apabila tidak terdapat laporan khusus dalam Laporan RUPS). • Investment in real sector : Jumlah Investasi pada real sector berbanding dengan Total Investasi (Pembiayaan pada Bank Syariah)
  13. Objectives Average Weight(Out of 100%) Elements Average Weight(Out of 100%) O1. Education (Tahdhib al-Fard) 30 E1. Education Grants/Donations 24 E2. Research 27 E3. Training 26 E4. Publicity 23 Total 100 O2. Justice(Al-„Adl) 41 E5. Fair Returns 30 E6. Fair Price 32 E7. Interest free product 38 Total 100 O3. Welfare (Al-Maslahah)* 29 E8. Bank‟s Profit Ratios 33 E9. Personal Income Transfers 30 E10. Investment Ratios in real sector 37 Total 100 Total 100
  14. Kelebihan IMS Mohammed Mustaofa • Sudah dapat mengukur kinerja Bank Syariah dengan Rasio yang sesuai dengan Prinsip Syariah. • Membuktikan pentingnya faktor sosial dalam sebuah laporan keuangan yang tidak dapat dihilangkan. (harus adanya laporan zakat yang tidak tergabung dalam laporan L/R). • Indeks yang paling mudah di analisa.
  15. Kelemahan IMS Mostofa Mohammed • Tidak memasukkan peran penting keterjangkauan Bank Syariah dalam memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM. • Pembiayaan Murabahah dan Qardh tidak terlalu dianggap padahal dalam lapangan pembiayaan Murabahah dan Qardh memiliki peran yang cukup besar terutama pada level BPRS dan KSPPS. • Penghitungan pembobotan masih belum finish apakah sekali penghitungan ataukah dua kali penghitungan.
  16. Terima kasih
Publicité