Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

UAS ebusiness2015_jefri fahrian

Gojek vs Grab Bike

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

  • Soyez le premier à aimer ceci

UAS ebusiness2015_jefri fahrian

  1. 1. Page 1 of 7 UAS E-BUSINESS JEFRI FAHRIAN NIM 112103006 Masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan pada umumnya memiliki aktivitas atau kesibukan yang tinggi serta memandang waktu sebagai sesuatu yang sangat berharga. Bahkan demi tepat waktu mereka rela membayar jasa transportasi dengan tarif lebih mahal, misalnya dengan menggunakan jasa taksi. Sedangkan bagi yang ingin lebih ekonomis dan bisa menembus kemacetan ibu kota maka digunakanlah jasa ojek. Kehadiran ojek ini tentu sangat bermanfaat bagi penumpangnya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan pemanfaatan internet yang semakin meluas, maka muncullah layanan ojek yang bisa dipesan secara online via smartphone. Yaitu Go-Jek yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011 dan disusul kompetitornya Grab Bike yang dirilis pada Mei 2015. Tulisan berikut ini akan membahas layanan Go-jek dan Grab Bike. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis ketika mengalami secara langsung layanan Go-Jek maupun Grab Bike. Selain itu penulis paparkan juga sumber informasi lainnya yaitu dari wawancara dengan driver, penumpang, dan pendapat dari media online. No.1 Faktor - faktor yang membuat Go-Jek dan Grab Bike Dilirik Konsumen  Accessibility factor: lebih mudah dijangkau Jika pada ojek tradisional penumpang harus datang ke pangkalan ojek untuk bepergian, maka berbeda jika kita menggunakan layanan Go-Jek dan Grab Bike. Penumpang tinggal membuka aplikasi Go-Jek atau Grab Bike via smartphone lalu mengetik tempat asal dan tujuan. Setelah menekan tombol pick-up maka dengan sendirinya aplikasi ini mencarikan driver terdekat. Setelah menunggu 5- 10 menit, ojek pesanan kita pun sudah datang. Dengan langkah praktis ini tentu banyak yang lebih memilih Go-Jek atau Grab Bike ketimbang ojek tradisional. Dengan revolusi ini, penumpang dapat memesan ojek saat berada di kantor, di kampus, atau di tempat belanja.
  2. 2. Page 2 of 7 Tentunya calon penumpang merasa lebih praktis tanpa harus repot-repot keluar ruangan. Jika driver sudah sampai di tempat penjemputan maka penumpang akan dihubungi langsung oleh drivernya. Menurut Ima Rohyati, salah satu mahasiswa Universitas Paramadina, Go-Jek telah menjadi langganannya ketika akan berangkat maupun pulang dari kampus. “Salah satu alasannya yaitu proses pemesanannya yang praktis dan cepat. Bahkan degan berbagi referral code, saya berhasil mendapat credit lebih dari seratus ribu”, terangnya dengan bangga. Referral code Go-Jek ini menurut penulis benar – benar bentuk marketing yang jitu. Penulis berhasil mendapat credit Rp 50,000 ketika memasukkan referral code salah satu teman ketika pertama kali daftar. Sehingga dengan saldo awal itu, penulis dapat mencoba layanan Go-Jek secara gratis.  Pricing factor: tarif lebih transparan Faktor harga merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Jika biaya yang mereka bayar sesuai dengan layanan yang didapatkan maka konsumen akan merasa puas. Dengan memakai Go-Jek atau Grab Bike maka penumpang tidak perlu lagi melakukan tawar-menawar tarif dengan driver. Pada ojek tradisioanl yang drivernya belum kita kenal seringkali mereka memasang tarif dengan sesukanya. Lain halnya dengan Go-Jek atau Grab Bike dimana tarif per KM nya sudah ditetapkan dengan jelas. Dengan adanya transparansi harga yang harus dibayar, maka kepercayaan penumpang akan meningkat. Hal ini terbukti dengan semakin bertambannya peminat layanan Go-Jek maupun Grab Bike. Yang tidak kalah menarik untuk Go- Jek yaitu adanya pilihan pembayaran dengan credit. Artinya kita tidak perlu menyiapakan uang tunai (cashless) ketika melakukan pembayaran. Go-Jek otomatis memotong saldo credit kita ketika selesai melakukan order. Jika saldo habis, penumpang bisa mengisi saldo lewat bank BCA.  Service factor: lebih bagus dan manusiawi Selain faktor harga yang transparan, pelayanan yang diberikan oleh driver juga menjadi penentu mengapa konsumen lebih memilih Go-Jek atau Grab Bike. Bagaimana penumpang tidak terharu ketika driver datang mereka mengucap salam terlebih dahulu kemudian mengenalkan diri. Hal ini untuk memastikan
  3. 3. Page 3 of 7 driver yang menjemput sudah sesuai dengan identitas saat kita order. Dan yang menjadi perhatian banyak penumpang adalah fasilitas masker dan penutup rambut yang diberikan secara cuma – cuma. Begitulah bentuk kepedulian mereka terhadap kesehatan. Berdasarkan tanya jawab yang saya lakukan dengan driver Go-Jek, sebelum mereka terjun ke lapangan mereka harus lulus training terlebih dahulu selama satu hari. Yang diterima seleksi juga tidak sembarangan, dari awal seleksi calon driver harus jelas identitas diri dan domisilinya. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan safety riding. Hal ini untuk mengedukasi driver agar taat peraturan ketika berkendara. Dan yang paling menyentuh emosional penumpang yaitu keramahan mereka saat melayani penumpang. Sangat kontras jika dibandingkan layanan ojek tradisional. No.2 Proses pemesanan & pembayaran Go-Jek 1) Buka aplikasi Go-Jek 2) Jika di peta terdapat icon ojek berwarna hijau, maka menandakan di sekitar tempat kita terdapat driver. 3) Mengisi tempat asal dan tujuan 4) Pilih pick-up now lalu klik Next. Akan muncul detail rute, jarak, serta tarif yang harus dibayar. 5) Pilih metode pembayaran (tunai/gojek credit) 6) Order selesai, pada beberapa HP bisa melacak posisi driver yang akan menjemput kita disertai identitas dan fotonya. Namun pada HP yang saya pakai identitas dan posisi driver tidak terdeteksi. 7) Driver menelepon untuk konfirmasi order. Jika sudah konfirmasi, dalam 5-10 menit ojek pun datang. 8) Saldo otomatis terpotong ketika selesai menggunakan layanan. 9) Kita juga dapat memberikan review pada kolom komentar. 10) Selesai.
  4. 4. Page 4 of 7 Kelebihan Go-Jek - Terdapat fasilitas credit ketika membayar, jadi tidak harus membayar tunai Kekurangan Go-Jek - Perlu memberikan informasi tarif per KM, mengingat tedapat pemberlakuakn tarif yang berbeda pada jam tertentu. - Perlu kerjasama dengan beberapa bank untuk top up saldo Proses pemesanan & pembayaran Grab Bike 1) Buka aplikasi Grab Taxi. 2) Isi rute pada kolom tempat asal dan tujuan. 3) Icon kendaraan berwarna hitam menandakan terdapat driver di sekitar lokasi. 4) Pilih icon Grab Bike. Lalu klik Next. 5) Pada kolom tip, masukkan besar tip yang akan diberikan kepada driver. 6) Pada kolom kode promo, masukkan kode promo jika sedang ada promo. 7) Klik konfirmasi pesanan. Maka akan muncul tarif yang harus dibayar. 8) Selanjutnya kita tinggal menunggu driver yang akan menjemput. 9) Jika driver ada, maka kita akan ditelepon untuk konfirmasi. 10) Selanjutnya untuk pembayaran Grab Bike adalah tunai, karena tidak ada fasilitas credit seperti Go-Jek. 11) Selesai.
  5. 5. Page 5 of 7 Kelebihan Grab Bike - Terintegrasi dengan layanan Grab Taxi, jadi jika penumpang gagal memesan ojek maka bisa beralih ke taksi. Apalagi tarif taksi untuk jarak dekat bisa free jika kurang biaya dari 15,000. Kekurangan Grab Bike - Tidak terdapat fasilitas credit, sehingga harus membayar secara tunai. No.3 Mekanisme pembagian keuntungan dan insentif Go-Jek: Berdasarkan wawancara yang saya lakukan terhadap driver Go-Jek dan hasil searching di internet, Go-Jek memberlakukan bagi hasil dengan perhitungan 80:20. Maksudnya setiap ada pemasukan dari pembayaran penumpang, maka driver akan mendapat 80% nya, sedangkan 20% untuk perusahaan. Untuk insentif atau bonus, apabila driver berhasil mendapat 10 order/hari maka akan mendapatkan bonus Rp. 50,000. Untuk mengambil penghasilan, Go-Jek memberikan fasilitas berupa rekening ponsel Bank CIMB Niaga. Dengan rekening tersebut, driver dapat mencairkan pendapatan apabila penumpang membayar dengan credit. Pencairan bisa melalui ATM atau Indomaret dan bisa dilakukan harian. Jika penumpang membayar tunai, maka 20% nya langusung dipotong dari saldo di rekening ponsel. Grab Bike: Grab Bike menerapkan bagi hasil dengan perbandingan 90:10. Artinya setiap ada penghasilan dari order, driver akan mendapat bagian 90%, sedangkan 10% nya akan masuk ke perusahaan. Untuk pembagian bonus, apabila driver berhasil mendapat 5 order per hari, maka akan mendapatkan insentif Rp 50,000. Informasi mengenai cara pencairan penghasilan belum penulis dapatkan untuk driver Grab Bike.
  6. 6. Page 6 of 7 No.4 Faktor yang perlu dikembangkan untuk Go-Jek dan Grab Bike - Edukasi sikap driver Walaupun sebelumnya calon driver sudah diseleksi dan dilakukan interview, namun tidak semua driver bisa menerapkan materi hasil training. Untuk prosedur awal misalnya, ada yang tidak mengucap salam dan memperkenalkan diri. Ada juga driver yang tidak menawarkan masker dan penutup kepala, meskipun stok habis, driver sebaiknya memberi tahu ke penumpang. Menurut pengakuan salah satu teman, terkadang driver menerobos lampu merah dan jalur busway. Saran saya sikap calon driver ketika di-training harus bisa diedukasi agar lebih baik dan sopan lagi. - Pencegahan konflik dengan ojek tradisional Di beberapa media diberitakan driver Go-Jek pernah dipukuli tukang ojek tradisional karena dianggap mengambil penumpang langganan mereka. Driver Go-Jek pun ada yang terpakas melepas atribut mereka ketika melintas daerah rawan konflik tersebut. Saran saya sebaiknya manajemen Go-Jek maupun Grab Bike bisa memetakan daerah mana yang rawan konflik. Jika perlu bisa memberikan komunikasi kepada ojek tradisional bahwa niat utama perusahaan itu baik, yaitu untuk meningkatkan pendapatan ojek. Jika karena ada alasan driver yang gaptek, perusahaan dapat mengundang mereka untuk mendaftar dan mengikuti training. Sehingga mereka bisa memiliki peluang yang sama untuk berkompetisi. - Performa aplikasi ditingkatkan lagi Berdasarkan pengalaman penulis ketika memasukkan tempat asal dan tujuan, google map merespon dengan lama hasil pencarian. Apalagi jika tempat yang dimasukkan belum familiar. Maka saran untuk masalah tersebut adalah penerapan cookie sehingga apabila penumpang pernah memasukkan kata kunci tertentu maka akan otomatis tersimpan. Pada jam-jam tertentu, di peta terdapat ikon ojek yang lumayan banyak. Namun ketika saya mencoba order, tidak ada satupun driver yang menjemput. Hal ini apakah kesalahan di aplikasinya atau memang driver tidak mau. Saran saya agar icon ojek yang ditampilkan di peta adalah drive yang statusnya available saja. Yang sedang istirahat atau tidak berniat mengambil order tidak perlu
  7. 7. Page 7 of 7 ditampilkan. Hal ini untuk menghindari kesan PHP ketika ada penumpang yang order. - Customer Service harus responsif Customer Service yang stand by perlu ditambah, karena seringkali tidak bisa merespon penumpang ketika sedang dihubungi. CS penting karena berkaitan dengan hubungan perusahaan dengan pelanggan. Apabila pelanggan diperhatikan, maka citra perusahaan akan bagus. Selanjutnya pelanggan bisa merasa nyaman ketika menghadapi masalah terhadap aplikasi atau layanan yang diberikan. Referensi: http://id.techinasia.com/go-jek-uber-ojek-aplikasi-android-ios/ http://rumahinspirasi.com/pengalaman-menggunakan-gojek-dan-grab-bike/ http://www.annisast.com/2015/04/review-gojek-naik-ojek-tanpa-nawar.html http://atemalem.com/pengalaman-pakai-go-jek-dan-grabbike/ http://sweetcheerysh.com/blog/grab-bike-vs-gojek/ http://selepasngajar.com/rekayasa-gojek/ http://selepasngajar.com/rekayasa-gojek-2/ https://alviancp.wordpress.com/2015/06/01/go-jek-vs-grab-bike/ http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/01/142478/ini-alasan-tukang- ojek-lebih-pilih-grabbike

×