PANCASILA SEBAGAI
IDEOLOGI BANGSA DAN
NEGARA
Pengertian Ideologi
• Ideologi berasal dari kata
 Idea yang artinya gagasan,
 logi yang artinya pengetahuan.
 ideologi ...
Ideologi Terbuka dan
Tertutup
 Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan
tidak dapat dipakai melegitimasi k...
Ciri-ciri ideologi terbuka
• Merupakan kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan
masyarakat (falsafah).
• Tidak diciptakan ol...
• Ideologi tertutup
bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti
mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid,
sedan...
Perbedaan ideologi terbuka
dan tertutup
Ideologi terbuka Ideologi tertutup
1. inklusif 1. otoriter
2. Tidak totaliter 2. t...
Pancasila sebagai ideologi
terbuka
Pancasila merupakan Ideologi terbuka hal ini
dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila bersi...
Dari segi sosiologis, Karl Mannhein membedakan
dua macam kategori ideologi yaitu ideologi yang
bersifat partikular dan ide...
ideologi Pancasila berada ditengah-tengah kedua
ideologi diatas, artinya ideologi Pancasila memiliki ciri
menyeluruh yaitu...
Fungsi Pancasila sebagai
ideologi Negara
• Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa
Indonesia adalah bangsa yang majemuk...
Nilai-Nilai Pancasila
• Nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalamnya
merupakan nilai nilai ketuhanan, kemanusiaan,
per...
Nilai-nilai pancasila bersifat objektif, maksudnya :
• Rumusan dari pancasila itu sendiri memiliki makna
yang terdalam men...
PPT Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

PPT Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

32 000 vues

Publié le

PPT tentang Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

Publié dans : Formation

PPT Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

  1. 1. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA
  2. 2. Pengertian Ideologi • Ideologi berasal dari kata  Idea yang artinya gagasan,  logi yang artinya pengetahuan.  ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide- ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian pengertian dasar.
  3. 3. Ideologi Terbuka dan Tertutup  Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya berada dalam sistem pemerintahan yang demokratis.  Ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma- norma politik dan sosial, yang dinyatakan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus dipatuhi.
  4. 4. Ciri-ciri ideologi terbuka • Merupakan kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan masyarakat (falsafah). • Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri • Isinya tidak langsung operasional. Sehingga setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi ke-kini-an mereka. • Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu. • Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
  5. 5. • Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid, sedangkan apriori , yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. ideologi tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat yang di atur oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat, yang berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter. Bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek kehidupan.
  6. 6. Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup Ideologi terbuka Ideologi tertutup 1. inklusif 1. otoriter 2. Tidak totaliter 2. totaliter. arti dari totaliter itu sendiri adalah bahwa pemerintahan dengan kekuasaannya mempunyai hak mutlak untuk mengatur di segala bidang aspek yang ada 3. tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang 4. bersifat demokratis dan terbuka
  7. 7. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pancasila merupakan Ideologi terbuka hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek dan zaman.
  8. 8. Dari segi sosiologis, Karl Mannhein membedakan dua macam kategori ideologi yaitu ideologi yang bersifat partikular dan ideologi yang bersifat komprehensif. 1. Ideologi Partikular Didefinisikan sebagai suatu keyakinan- keyakinan yang tersusun secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan satu kelas sosial tertentu dalam masyarakat. 2. Ideologi Komprehensif Didefinisikan sebagai suatu sistem pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial. Dalam ideologi ini terdapat suatu cita-cita yang bertujuan untuk melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu.
  9. 9. ideologi Pancasila berada ditengah-tengah kedua ideologi diatas, artinya ideologi Pancasila memiliki ciri menyeluruh yaitu tidak berpihak pada golongan tertentu serta ideologi Pancasila yang dikembangkan dari nilai- nilai yang ada pada realitas bangsa Indonesia mampu mengakomodasikan berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang bersifat majemuk.
  10. 10. Fungsi Pancasila sebagai ideologi Negara • Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. • Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya dan menggerakkan serta membimbing bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan. • Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila. • Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan Negara.
  11. 11. Nilai-Nilai Pancasila • Nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalamnya merupakan nilai nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan. Ini merupakan nilai dasar bagi kehidupan kewarganegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Nilai-nilai Pancasila tergolong nilai kerohanian yang di dalamnya terkandung nilai-nilai lainnya secara lengkap dan harmonis, baik nilai material, vital, kebenaran, atau kenyataan. Estetis, estis maupun religius. Nilai-nilai Pancasila bersibat obyektif dan subyektif, artinya hakikat nilai-nilai Pancasila bersifat universal atau berlaku dimanapun, sehingga dapat diterapkan di negara lain.
  12. 12. Nilai-nilai pancasila bersifat objektif, maksudnya : • Rumusan dari pancasila itu sendiri memiliki makna yang terdalam menunjukkan adanya sifat umum universal dan abstrak. • Inti dari nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia. • Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Sedangkan nilai-nilai Pancasila bersifat subjektif bahwa keberadaan nilai-nilai Pancasila itu terlekat pada bangsa Indonesia sendiri karena: 1. Nilai- nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia. 2. Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. 3. Nilai-nilai pancasila terkandung nilai kerohanian yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia.

×