Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
POLITIK DAN MILITER PADA MASA
DINASTI BANI ABBASIYAH
Disusun Oleh :
1. Monika Yuliyanti
2. Nada Nasiroh Munjiyah
3. Nur Af...
Kondisi Politik dan Militer
Dinasti Bani Abbasiyah
Perkembangan politik dan militer pada masa Bani
Abbasiyah dibedakan men...
1. Khalifah Bani Abbasiyah periode pertama
(750-847 M)
Periode ini berlangsung antara tahun 132-232 H/750-847 M, yakni
sej...
Khalifah Dinasti Abbasiyah pada periode pertama adalah sebagai berikut:
1. Abul Abbas as-Saffah (132-136 H/750-754 M)
2. A...
2. Khalifah Bani Abbasiyah periode kedua
(847-946 M)
Periode ini di mulai tahun 232 H-334 H/847-946 M yakni sejak
khalifah...
4. Al-Mu’tazz (252-255 H/866-869 M)
5. Al-Muhtadi (255-256 H/869-870 M)
6. Al-Mu’tamid (256-279 H/870-892 M)
7. Al-Mu’tadh...
3. Khalifah Bani Abbasiyah periode ketiga
(946-1075 M)
Periode ini dimulai tahun 334-464 H/946-1075 M, yakni sejak
berdiri...
4. Khalifah Bani Abbasiyah periode keempat
(1075-1225 M)
Periode ini dimulai tahun 464-623 H/1075-1225 M, yakni sejak
masu...
5. Al-Muktafi (530-555 H/1136-1160 M)
6. Al-Mustanjid (555-566 H/1160-1170 M)
7. Al-Mustadhi (566-575 H/1170-1180 M)
8. An...
5. Khalifah Bani Abbasiyah periode kelima
(1225-1258 M)
Periode ini dimulai tahun 623-656 H/1225-1258 M dan
tidak lagi dip...
Kemajuan dalam bidang Politik dan Militer
pada masa dinasti Abbasiyah
1. Kemajuan Politik
Sistem politik yang dijalankan o...
Langkah strategis yang diambil khalifah mampu
mengukuhkan dinasti yang lahir dari perjuangan bersama
rival-rival politikny...
Dalam kaitannya dengan urusan pemerintahan, Dinasti Abbasiyah
dibagi dalam tiga bagian:
a) Bagian kearsipan(Diwan Rasail) ...
2. Kemajuan Militer
Kemiliteran di masa Abbasiyah telah dikelola secara baik.
Bahkan sepanjang sejarah Arab tidak pernah a...
Pasukan infanterinya hanya mendapatkan 240 Dirham per
tahun dan pasukan Kavaleri mendapatkan dua kali dari itu. Dimasa
Al ...
Kel 1 alfa : jelaskan tugas dari diwan-diwan ?
Kel 2 evi : raja leo mengakui pasukan militer dinasti
abbasiyah karena apa ...
PERKEMBANGAN POLITIK DAN MILITIER PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
PERKEMBANGAN POLITIK DAN MILITIER PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

PERKEMBANGAN POLITIK DAN MILITIER PADA MASA DINASTI ABBASIYAH

Dengan membaca kita dapat mengetahui apa yang belum diketahui

  • Soyez le premier à commenter

PERKEMBANGAN POLITIK DAN MILITIER PADA MASA DINASTI ABBASIYAH

  1. 1. POLITIK DAN MILITER PADA MASA DINASTI BANI ABBASIYAH Disusun Oleh : 1. Monika Yuliyanti 2. Nada Nasiroh Munjiyah 3. Nur Afidah 4. Nilna Farikhana
  2. 2. Kondisi Politik dan Militer Dinasti Bani Abbasiyah Perkembangan politik dan militer pada masa Bani Abbasiyah dibedakan menjadi lima periode. Setiap periode ditandai dengan adanya perubahan dalam hal kekuasaan, system pemerintahan, dan kebijakan militer.selama kurang lebih setengah abad, pemerintahan Bani Abbasiyah dipimpin oleh 37 orang khalifah. Berikut adalah periode- periode pada masa Bani Abbasiyah.
  3. 3. 1. Khalifah Bani Abbasiyah periode pertama (750-847 M) Periode ini berlangsung antara tahun 132-232 H/750-847 M, yakni sejak pada masa Ja’far al-Mansur sampai pemerintahan ke Sembilan al- Watsiq. Periode ini disebut juga periode pengaruh Persia pertama. Hal itu disebabkan pemerintahan Bani Abbasiyah banyak dipengaruhi oleh keluarga dari bangsa Persia, yaitu keluarga Barmak. Periode pertama juga menjadi masa keemasan dan kejayaan Daulah Bani Abbasiyah. Walaupun demikian, bibit kemunduran Daulah Bani Abbasiyah sudah muncul pada periode ini, yaitu ketika terjadi perang saudara antara al- Amin dengan al-Ma’mun.
  4. 4. Khalifah Dinasti Abbasiyah pada periode pertama adalah sebagai berikut: 1. Abul Abbas as-Saffah (132-136 H/750-754 M) 2. Abu Ja’far al-Mansur (136-158 H/754-775 M) 3. Muhammad al-Mahdi (158-169 H/775-785 M) 4. Musa al-Hadi (169-170 H/785-786 M) 5. Harun ar-Rasyid (170-193 H/786-809 M) 6. Abdullah al-Amin (193-198 H/809-813 M) 7. Al-Ma’mun (198-218 H/813-833 M) 8. Al-Mu’tashim Billah (218-227 H/833-842 M) 9. Abu Ja’far al-Watsiq (227-232 H/842-847 M) Pada masa khalifah Abu Ja’far al-Watsiq terjadi pemberontakan orang suci yang bernama Ahmad bin Nasr di Baghdad. Ia menentang penindasan penguasa Daulah Bani Abbasiyah terhadap kaum non- Muktazilah. Ahmad bin Nasr berhasil ditangkap, diadili dengan tuduhan melakukan bid’ah, dan dihukum mati.
  5. 5. 2. Khalifah Bani Abbasiyah periode kedua (847-946 M) Periode ini di mulai tahun 232 H-334 H/847-946 M yakni sejak khalifah al-Mutawakkil sampai berdirinya Bani Buwaihiyah di Baghdad. Periode ini disebut periode pengaruh Turki pertama karena tentara Turki menjadi tentara Daulah Bani Abbasiyah yang sangat mendominasi pemerintahan. Pada masa ini khalifah hanya menjadi symbol di istana Baghdad. Khalifah Daulah Bani Abbasiyah pada periode kedua adalah sebagai berikut: 1. Al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M) 2. Al-Muntashir (247-248 H/861-862 M) 3. Al-Mustain (248-252 H/862-866 M)
  6. 6. 4. Al-Mu’tazz (252-255 H/866-869 M) 5. Al-Muhtadi (255-256 H/869-870 M) 6. Al-Mu’tamid (256-279 H/870-892 M) 7. Al-Mu’tadhid (279-289 H/892-902 M) 8. Al-Muktafi (289-295 H/902-908 M) 9. Al-Muqtadir (295-320 H/908-932 M) 10. Al-Qahir (320-323 H/932-934 M) 11. Ar-Radhi (323-329 H/934-940 M) 12. Al-Muttaqi (329-333 H/940-945 M) 13. Al-Mustakfi (332-334 H/944-946 M)
  7. 7. 3. Khalifah Bani Abbasiyah periode ketiga (946-1075 M) Periode ini dimulai tahun 334-464 H/946-1075 M, yakni sejak berdirinya Daulah Buwahiyah sampai masuknya Saljuk ke Baghdad. Periode ini disebut juga periode pengaruh Persia kedua karena pada waktu itu sebuah golongan dari bangsa Persia berperan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yaitu Dinasti Buwaihiyah. Khalifah Dinasti Abbasiyah pada periode ketiga adalah sebagai berikut: 1. Al-Muhti (334-363 H/946-974 M) 2. Ath-Tho’I (363-381 H/974-991 M) 3. Al-Qadir (381-422 H/991-1031 M) 4. Al-Qa’im Billah (422-467 H/1031-1075 M)
  8. 8. 4. Khalifah Bani Abbasiyah periode keempat (1075-1225 M) Periode ini dimulai tahun 464-623 H/1075-1225 M, yakni sejak masuknya Dinasti Saljuk di Baghdad. Periode ini disebut juga pengaruh bangsa Turki kedua karena pada waktu itu satu golongan dari bangsa Turki berperan penting dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yakni Dinasti Saljuk. Khalifah Dinasti Abbasiyah pada periode keempat adalah sebagai berikut: 1. Al-Muqtadi (467-487 H/1075-1094 M) 2. Al-Mustazhir (487-512 H/1094-1118 M) 3. Al-Mustarsyid (512-529 H/1118-1135 M) 4. Al-Rasyid (529-530 H/1135-1136 M)
  9. 9. 5. Al-Muktafi (530-555 H/1136-1160 M) 6. Al-Mustanjid (555-566 H/1160-1170 M) 7. Al-Mustadhi (566-575 H/1170-1180 M) 8. An-Nashir (575-623 H/1180-1225 M) Pada masa pemerintahannya, khalifah An-Nashir berhasil membentuk tentara yang kuat. Pada masa pemerintahannya ini pula, Dinasti Saljuk mengalami kehancuran. Mereka dihancurkan oleh Khawarizm Syah pada tahun 1195 M.
  10. 10. 5. Khalifah Bani Abbasiyah periode kelima (1225-1258 M) Periode ini dimulai tahun 623-656 H/1225-1258 M dan tidak lagi dipengaruhi oleh pihak manapun. Akan tetapi, kekuatan politik dan militer Daulah Abbasiyah runtuh pada tahun 1258 M karena serangan tentara Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan. Khalifah Daulah Abbasiyah pada periode kelima adalah sebagai berikut: 1. Az-Zahir (622-623 H/1225-1226 M) 2. Al-Mustanshir (623-640 H/1226-1242 M) 3. Al-Mu’tashim (640-656 H/1242-1258 M)
  11. 11. Kemajuan dalam bidang Politik dan Militer pada masa dinasti Abbasiyah 1. Kemajuan Politik Sistem politik yang dijalankan oleh Daulah Bani Abbasiyah I antara lain : a) Para Khalifah tetap dari keturunan Arab. Sedang para menteri, panglima, gubernur dan pegawai dipilih dari keturunan Persia dan mawali. b) Kota Baghdad dijadikan Ibu kota negara sebagai pusat kegiatan politik, ekonomi sosial dan kebudayaan. c) Dalam pemerintahan Bani Abbas, jabatan Wazir membawahi kepala-kepala departemen. d) Para menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintah.
  12. 12. Langkah strategis yang diambil khalifah mampu mengukuhkan dinasti yang lahir dari perjuangan bersama rival-rival politiknya sendiri. Sehingga pemberontakan- pemberontakan dapat ditumpas. Bahkan tindakan Al Mahdi dikatakan sebagai kecemerlangan politik, dimana setelah ancaman dari para musuh dapat dilumpuhkan, Al Mahdi kemudian membangun kepercayaan rakyatnya. Dalam menjalankan tugasnya, khalifah di masa Abbasiyah dibantu oleh seorang wazir (perdana mentri) yang jabatanya disebut wizaraat. Wizaraat dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Wizaraat Tanfiz (sistem pemerintahan presidentil ) Wazir hanya sebagai pembantu Khalifah dan bekerja atas nama Khalifah. 2. Wizaaratut Tafwidl (parlementer kabimet) Wazirnya berkuasa penuh untuk memimpin pemerintahan. Sedangkan Khalifah sebagai lambang saja.
  13. 13. Dalam kaitannya dengan urusan pemerintahan, Dinasti Abbasiyah dibagi dalam tiga bagian: a) Bagian kearsipan(Diwan Rasail) di bawah pengawasan(Diwan Al Azimma/ Diwan Al Zimam). b) Bagian perpajakan(Diwan Al Kharraj) di bawah pengawasan(Diwan Al Tawqi). c) Bagian keuangan untuk menggaji tentara(Diwan Al Jaysh). Untuk membantu Khalifah dalam menjalankan tata usaha negara diadakan sebuah dewan yang bernamaDiwanul Kitaabah (sekretariat negara) yang dipimpin oleh seorang Raisul Kuttab (sekretaris negara). Dan dalam menjalankan pemerintahan negara, wazir dibantu beberapa raisul diwan (menteri departemen-departemen). Tata usaha negara bersifat sentralistik yang dinamakan An-Nidhamul Idary Al- Markazy.
  14. 14. 2. Kemajuan Militer Kemiliteran di masa Abbasiyah telah dikelola secara baik. Bahkan sepanjang sejarah Arab tidak pernah ada pasukan reguler dalam jumlah besar yang terorganisir dengan baik, berdisiplin tinggi, serta mendapat pelatihan dan pengajaran secara reguler. Hal itu dibuktikan dalam beberapa pemberontakan yang terjadi pasca terbunuhnya Abu Muslim dapat ditanggulangi dengan cukup baik oleh Militer Abbasiyah. Pada masa Al Ma’mun, ketika kerajaan mencapai puncak kejayaannya, pasukan Irak diriwayatkan berjumlah 125.000.
  15. 15. Pasukan infanterinya hanya mendapatkan 240 Dirham per tahun dan pasukan Kavaleri mendapatkan dua kali dari itu. Dimasa Al Ma’mun dan Al Mustain, mengadopsi pola Romawi-Bizantium, setiap 10 prajurit dikomando oleh seorang Arif, setiap 50 prajurit dikomando oleh seorang Khalifah, 100 nya dikomando oleh seorang Qaid, 10000 orang yang terdiri atas 10 batalion dikomando oleh seorang Amir. Dengan jumlah yang banyak dan kekuatan mereka, Pasukan Perang Abbasiyah diakui oleh Raja Leo VI (886-912), Constantine Porphyrogenitus (913-959), Nicephorus Phocas(963-969) sebagai pasukan terhebat dan terbaik dalam taktik militernya.
  16. 16. Kel 1 alfa : jelaskan tugas dari diwan-diwan ? Kel 2 evi : raja leo mengakui pasukan militer dinasti abbasiyah karena apa ? Kel 3 hawin :Pengelompokan periode periode abasiyah berdasarkan apa ? Kel 4 nisa : periode yang paling mengalami kejayaan pada masa dinasti abbasyiyah ? Kel 6 richo : peran dan tugas dari masing – masing kholifah termasuk prestasinya ? Kel 7 fiana : usaha apa saja yang dilakukan oleh para khalifah dari periode pertama sampai periode ke lima ? Kel 8 nana : pada periode pertama banyak dipengaruhi persia, apa saja yang dipengaruhi pada periode tersebut ?

×