Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Disiplin

3 619 vues

Publié le

disiplin diri

Publié dans : Formation
  • Login to see the comments

Disiplin

  1. 1. DISIPLIN DIRI NAZWA NABILA @2016
  2. 2. APA ITU DISIPLIN DIRI ?
  3. 3. DISIPLIN DIRI Disiplin adalah karakter. Disiplin adalah hasil dari proses belajar. Kita bisa mendisiplinkan diri kita sendiri. Dan disiplin adalah satu- satunya jalan meraih kesuksesan. Kabar buruknya, menjadikan diri sendiri untuk disiplin itu susahnya masa ampun ! Namun Itulah harga yang harus anda bayar untuk memperbaiki nasib. Tidak ada orang yang ditakdirkan miskin seumur hidupnya ! Yang ada hanya orang yang kalah dengan dirinya sendiri, pikiran dan sikap negatifnya.
  4. 4. DISIPLIN DIRI ADALAH PROSES Apa yang mudah saat ini, dulunya adalah sesuatu yang sulit. Dan apa yang sulit sekarang ini, kedepannya akan menjadi mudah. Itulah proses yang terus menerut terulang dalam hidup kita. Proses pembelajaran ini akan menjadi cepat dan kebiasaan jika ada "paksaan." Contohnya ya kondisi anda saat ini ! Kerja ikut orang."Kamu dibayar untuk melakukan pekerjaan yang saya perintahkan ke kamu. Saya menginginkan hasil, bukan alasan !" seru bos anda. "Kalo hasilnya cuman segini, anak saya yang masih SMP juga bisa. Kamu itu kerja atau main-main sih ? Teman-temanmu saja bisa jauh di atas target ! Saya kasih kamu kesempatan sekali lagi. Kalau masih tidak sampai mencapai target, You sayaGo To Hell-kan." sambung si bos. Maka mulailah kita terpacu (atau terpaksa yaaa!) memikirkan cara supaya bisa mencapai target. Otak kita pun muter-muter mencari jalan keluar. Tanya teman kerja, cari teman lama, browsing di internet untuk belajar, dan hoplah ! Anda kesasar ke wapannuri (dot) com. Baca-baca dan baca, anda berharap menemukan tips sukses bekerja. Elah dalah....ternyata marah dimarahi ama si penulisnya. Apes....apes ! Apa memang wes nasibku gini ya jadi jongos ?
  5. 5. Pertama, anda bukan jongos'e kantor. Anda hanya belum mengembangkan karakter disiplin diri yang benar. Anda disiplin karena keadaan dan paksaan. Itu bukan disiplin, itu malas. Itu bukan salah pasar yang sepi atau nasib anda, itu kemalasan anda. Anda hanya benar-benar menjadi jongos jika anda menerimanya ! Tanyakan kepada diri anda sendiri, siapa yang sebenarnya memegang kendali atas hidup anda ? Penilaian orang lain atau diri anda sendiri ? Kedua, disiplin diri muncul dari dalam. Bukan dari luar. Disiplin karena tekanan atau paksaan akan runtuh dengan sendirinya ketika sudah tidak ada keharusan untuk berdisiplin. Ketika tidak ada target, anda akan malas-malasan. Ketika target telah terpenuhi, anda mulai menurunkan kecepatan anda. Setiap orang berhak untuk beristirahat dan merayakan kemenangannya, begitu dalih anda. Jika sikap seperti ini melekat dalam diri anda, matilah anda ! Sekalipun anda berhasil dalam segala yang anda kerjakan, sesungguhnya mental anda masih mental ikut orang.
  6. 6. CARA MENGEMBANGKAN DISIPLIN DIRI Disiplin diri yang benar harus bersumber dari dalam. Dari keinginan anda sendiri. "Pak Wapan, saya harus mendisiplinkan diri saya untuk bekerja karena saya satu satunya tulang punggung keluarga saya. Kalau saya tidak bekerja, maka anak dan istri saya tidak bisa makan." BAGUS ! Tapi itu bukan disiplin diri, itu disiplin karena keadaan. Mengapa anda disiplin bekerja ? Supaya tidak dipecat ! Mengapa anda disipin waktu ? Supaya tidak diomeli ojob (bojo=istri). Yang benar seharusnya anda bekerja karena apa yaa ? Wakakakakakak..... sek...tak pikir'e.... saya bekerja untuk apa ya ? Kok bingung dewe aku yo....? Sejujurnya saya bekerja untuk uang ! Aku yo masih manusia yang nginjak tanah rek ! Aku gak sakti ! Harus makan 3 kali sehari. Tapi jika anda bertanya kepada saya mengenai tujuan hidup saya, maka saya bisa dengan yakin mengatakan bahwa saya bekerja karena menyukai dengan apa yang saya lakukan saat ini. Saya suka membaca dan menuliskan pengalaman hidup saya. Saya suka dengan disain grafis karena itu saya memutuskan untuk Full time di disain website. Saya punya impian, saya memiliki gambaran mengenai masa depan yang saya inginkan. Saya memiliki visi buat hidup saya sendiri. Saya tahu tujuan yang ingin saya tuju. Saya tahu bahwa masa depan saya tergantung dari apa yang saya lakukan pada hari ini. Jika saya menunda segala sesuatu yang bisa saya lakukan hari ini, maka sesungguhnya saya menunda pencapaian tujuan hidup saya. Saya harus displin bekerja, disiplin waktu dan disiplin dalam segala-segalanya demi tercapainya impian saya.
  7. 7. Jadi, cara pertama mendisiplinkan diri anda adalah memiliki impian. Tentukan tujuan hidup anda. Ingin menjadi apakah anda 5 tahun kedepan ? Target diri anda sendiri, demi mimpi anda ! Gunakan keadaan sebagai penyemangat diri anda, tetapi jangan pernah membiarkan tekanan mengatur hidup anda. Plan Your Work and Work Your Plan. Anda harus mulai membuat rencana. Mulailah dengan membuat rencana harian, apa yang harus anda kerjakan setiap hari ? Mulai dari jam berapa anda harus bekerja dan berhenti bekerja. Anda harus memasukkan waktu istirahat dalam jadwal kerja anda. Jangan bekerja rodi, anda bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Kerja keras itu harus, tetapi harus cerdas ! Anda forsir tenaga anda saat ini, akibatnya umur anda menjadi berkurang. Mesin saja perlu perawatan, pelumasan dan servis. Memaksa mesin bekerja berlebihan akan memercepat proses keausan dan merusakkan salah satu spare-partnya. Enaknya jadi mesin itu bisa gonta-ganti spare-part. Sedangkan manusia gak bisa ganti organ tubuh sak karep'e dewe. Sekalipun bisa, harganya mahal dan resikonya besar. Anda harus mengganti pola pikir anda dengan pola pikir yang baru. Berapa yang akan anda hasilkan dengan melakukan pekerjaan ini ? Jerih payah apa yang harus anda lakukan demi kesuksesannya ? Organ tubuh mana yang akan rusak jika cara kerja anda seperti ini ? Berapa harga organ tubuh itu ? Berapa biaya bongkar pasangnya ? Dan yang terakhir, beli organ tubuhnya di mana ? Buat rencana kerja dan kerjakan rencana itu. Jangan terlalu kaku ! Kejarlah kualitas bukan kuantitas. 1 jam bekerja secara efektif jauh lebih bermanfaat daripada 10 jam bekerja dengan kelelahan. Anda tidak bisa membayar murah barang berkualitas sama halnya anda tidak bisa membayar mahal barang yang jelek ! Segala sesuatu ada harganya dan patokannya selalu kualitas.
  8. 8. Kedisiplinan adalah kunci meraih kesuksesan. Jangan pernah. meragukan kalimat ini. Memang benar ada cara cepat kaya, namun selalu berakhir dengan cepat kere juga. Apa yang mudah diraih sudah sewajarnya mudah hilang. Apa yang sulit anda raih, akan bertahan dalam keadaan apapun, susah, sedih, senang atau galau. Jangan melihat apa yang di depan mata saat ini. Memang soro, gak enak, gak nyenengno, tapi kesengsaraan justru membuat kita tambah tekun. Dan orang yang tekun pada akhirnya akan menjadi orang yang tahan banting. Masalah akan menyerah kepada orang yang tidak pecah sekalipun dibanting. Pendeknya, jika anda sudah menguasai disipin diri maka saya yakin segala sesuatu yang anda sentuh akan menghasilkan.
  9. 9. KESIMPULAN Semua orang bisa mendisiplinkan diri mereka sendiri. Sesulit apapun masalah yang anda hadapi tidak akan melebihi kesulitan Sybil Dorsette mem- fusi-kan kepribadiannya yang terpecah menjadi 16. Jika Sybil berhasil, maka anda pun seharusnya juga bisa. Lihatlah upah yang akan anda terima dari kedisiplinan anda. Bayangkan hal itu ketika anda merasa lelah. Perjuangan anda tidak akan sia-sia !

×