Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
Jurnal Kimia Klinik II

Henny Elfira Yanti, dr/ Djoko Marsudi, dr SpPK
Senin, 21 Oktober 2013

1
2
Selama 2 dekade terakhir , prevalensi diabetes
mellitus tipe 2 ( T2DM ) telah meningkat menjadi
epidemi
Sifat penyakit yan...
4
Pencegahan primer dapat membatasi
peningkatan prevalensi T2DM
Subyek dengan gangguan glukosa darah puasa
( IFG ) dan gangg...
Penelitian
sekitar 40 % subjek dengan
toleransi glukosa normal berkembang
menjadi T2DM
Banyak yang terlewatkan bila hanya
...
Model prediktif
identifikasi subjek
umur, jenis kelamin , indeks massa
tubuh ( BMI ) , glukosa plasma puasa
( FPG ) , dan ...
Menilai kekuatan prediksi HbA1c untuk
mengidentifikasi
subjek
dengan
peningkatan risiko T2DM

8
A first degree relative (anak-ortu)
 FPG ≥ 100 mg / dl
 ​ Kadar trigliserida plasma ≥ 150 mg / dl
 High-density lipopro...
 Diabetes
 Gangguan

fungsi ginjal ( kreatinin > 1,5 ) ,

 Keganasan
 Terapi

dengan obat yang mempengaruhi
toleransi ...
687
•Puasa 10 jam
•Tes toleransi glukosa (OGTT)
Glukosa plasma dan konsentrasi insulin diukur
• -30 , - 15 , dan 0 menit
•...
Setelah 3,5 ± 0,1 thn , subjek kembali ke
pusat penelitian klinis dan OGTT diulang
dengan menggunakan protokol yang sama

...
 Diagnosis

diabetes didasarkan pada kriteria
American Diabetes Asosiasi :
 2 -h glukosa plasma ≥ 200 mg / dl
 Glukosa ...
Glukosa plasma

Metode heksokinase

Konsentrasi insulin plasma

HbA1c

RIA

Ionexchange HPLC

14
sajikan sebagai means ± SE
 Perbedaan rata-rata diuji dengan Student t test
 Signifikan P< 0,05
 SPSS versi 17
 Variab...
624
NGT 286

IFG 201

IGT 137

34 subyek berkembang menjadi DMT2

16
18
19
 Cut

point

HbA1c
1-h PG

5,65 %
155 mg/dl

20
Tabel 3. T2DM risk in subjects with HbA1c and 1- hPG above and
below the cut points.
Condition

Total
Subject who
subjects...
HbA1c sebagai prediktor risiko T2DM yang
signifikan, tapi kekuatan prediksinya lebih
lemah dibandingkan dengan model lainn...
 Cut

points 5,65% konsisten dengan penelitian
lain dan mendukung rekomendasi klinis ADA
5,7 % untuk subjek dgn peningkat...
HbA1c memiliki daya prediksi yang lebih
rendah dibandingkan dengan 1-h PG (ROC 0,73
dan 0,84)

Kombinasi HbA1c dan 1-h PG
...
Antropometrik, FPG dan profil lipid tidak
memberikan tambahan informasi tentang
risiko T2DM

HbA1c>5.65%
1-h PG>155 mg/dl
...
HbA1c sebesar 5,65 % , seperti yang
disarankan oleh ADA
tepat untuk
mengidentifikasi subjek pada peningkatan
risiko T2DM
K...
TERIMA KASIH
27
DIABETES CARE, VOLUME 29, NUMBER 8, AUGUST 2006

28
klinik ditandai dengan hiperglikemia
kronik akibat defisiensi Insulin absolut / relatif
 Diabetes mellitus merupakan kead...
 Sel

Beta Pankreas:  insulin
(kualitas/kuantitas)
 Reseptor Insulin:  kualitas / kuantitas
 Pasca Reseptor:  ganggu...

1.
2.

3.

Diagnostic criteria for diabetes :
A fasting plasma glucose ≥126 mg/dl
Symptoms of diabetes (polyuria,
polydi...
A1C ≥6.5%
OR

Fasting plasma glucose (FPG)
≥126 mg/dL (7.0 mmol/L)
OR

2-h plasma glucose ≥200 mg/dL
(11.1 mmol/L) during ...
Categories of increased risk for diabetes
(prediabetes)*
FPG 100–125 mg/dL (5.6–6.9 mmol/L): IFG
OR

2-h plasma glucose in...
DM Tipe 1
1. Mudah ketoasidosis
2. Obat: harus insulin
3. Onset akut
4. Biasanya kurus

DM Tipe 2
1. Tidak mudah
2. Tidak ...
DM Tipe 1
6. Berhubungan dengan
HLA DR 3 & DR 4
7. Islet Cell Ab + (ICA)
(proses otoimun)
8. Riwayat kel. DM +
9. Kembar i...


Consider metformin for prevention of type 2 diabetes if
IGT , IFG , or A1C 5.7–6.4%




Especially for those with BMI...


Metabolisme KBH  Langsung: Glukosa Darah
1. Uptake Glukosa (otot, hati, jar.lemak)
2. Sintesa Glikogen (glikogenesis) ...
 Metabolisme

Lemak :
1. Rangsang lipogenesis (pembentukan
lemak) dalam sel hepar, jar. lemak
2. Menghambat lipolisis (pe...
Vena
DM
GDP
> 126 mg/dL = 7 mmol/L
2JSM/GDA ≥ 200 mg/dL = 11 mmol/L
GTG
GDP
100 – 125 mg/dL
2JSB
140 – 199 mg/dL
NORMAL GD...
Metabolic syndrome is defined as the presence
of three of the five following criteria:
 Increased waist circumference (> ...
Sumber :Endocrine secret sixth edition

41
Sumber :Endocrine secret sixth edition

42
Defisiensi Insulin
Glukosa Uptake

Proteolisis
As. Amino

Nitrogen
Loss

Lipolisis
Gliserol

Ketogenesis

Glukoneogenesis
...
interpretasi kadar HbA1c
normal
terkontrol baik

:
:

terkontrol cukup
tidak terkontrol

:
:

4,5 – 6 % Hb
6 -- 7 % Hb
7 -...
 Nilai

Rujukan

Puasa :
½ jam :
1 jam :
1½ jam :
2 jam :

70 – 110 mg/dl (3.9 – 6.1 mmol/L)
110 – 170 mg/dl (6.1 – 9.4 m...
 GDP

: 100 – 125 mg/dL
 2JSM : < 200 mg/dL
 DM keluarga
+
 Gejala DM
+
 Hamil : bayi > 4 kg, toksemia, hidramnion
ab...
47
48
Secondary causes of Diabetes mellitus include:








Acromegaly,
Cushing syndrome,
Thyrotoxicosis,
Pheochromocyto...
Increasing insulin availability (secretagogues :
sulfonyl urea)
 Supressing excessive hepatic glucose
output(biguanide i...
51
HbA1c: Hemoglobin A yang mengalami glikasi non
enzimatik

52
53
 Istilah

yang mencakup berbagai tipe Hb
yang berikatan dengan
glukosa/karbohidrat pada gugusan amino
bebas

 HbA1
 Var...
 Pada


DM/non DM

Sebagian HbA mengalami glikasi(HbA1)

 Persentasi

fraksi HbA1 sebanding
dengan rerata konsentrasi g...
Terdiri dari :
 Fase Gerak
 Fase Diam
Komponen :
 Pompa
 Kolom
 Injektor
 Detektor
 Rekorder

56
Bishop,2005

57
Injeksi sampel ke dalam fase gerak
Sampel dialirkan ke dalam kolom dengan
menggunakan tekanan tinggi
Komponen larutan beri...
Kromatografi berdasarkan pertukaran
muatan ion
 Muatan ion pada larutan akan bertukar
dengan muatan ion pada gugus fungsi...
 HbA1c:

+
Resin : 1
Sampel+bufer+cairan
elusi
Pada kolom terjadi
pertukaran ion
Hb terglikasi
dikeluarkan ( muatan <)...
 Glukosa

dengan adanya ATP difoforilasi oleh
enzim heksokinase menghasilkan glukosa-6fosfat dan ADP. Selanjutnya glukosa...
 Prinsip reaksinya
 Glukosa

:

+ ATP heksokinase glukosa-6-fosfat + ADP

 Glukosa-6-fosfat

+ NADPH

+ NADP

G-6-DP

6...
 Radioimmunoassay

adalah teknik imunoasai
yang pertama berkembang (1950, oleh Yalow
dan Berson).

 Label

radioisotop y...
64
KELEMAHAN UJI RIA
♦ Butuh alat mahal & tenaga terlatih
♦ Waktu paruh reagens amat pendek ( 1,5 – 2 bln )
♦ Perlu perlindun...
Glukosa darah (mg/dL)
240
200
160
120

30

60

90

120

Waktu (menit)
 Kami

sebelumnya telah menunjukkan bahwa
1 -h plasma Konsentrasi glukosa ( 1 -h PG )
selama OGTT adalah prediktor terkua...
 aROC

Model 1 ditambah 1 -h PG dan model 2
ditambah 1 -h PG itu identik , 0.85
 Penambahan HbA1c untuk 1 -h PG signifik...
 aROC

HbA1c dalam memprediksi resiko diabetes
secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan
kedua multivariat Model...
Kimia klinik jurnal 2
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Kimia klinik jurnal 2

1 871 vues

Publié le

Role of Glycated Hemoglobin in the Prediction of Future Risk of T2DM

Publié dans : Santé & Médecine
  • Soyez le premier à commenter

Kimia klinik jurnal 2

  1. 1. Jurnal Kimia Klinik II Henny Elfira Yanti, dr/ Djoko Marsudi, dr SpPK Senin, 21 Oktober 2013 1
  2. 2. 2
  3. 3. Selama 2 dekade terakhir , prevalensi diabetes mellitus tipe 2 ( T2DM ) telah meningkat menjadi epidemi Sifat penyakit yang kronis dan beberapa komplikasi pembuluh darah Ancaman besar bagi kesehatan masyarakat 3
  4. 4. 4
  5. 5. Pencegahan primer dapat membatasi peningkatan prevalensi T2DM Subyek dengan gangguan glukosa darah puasa ( IFG ) dan gangguan toleransi glukosa ( IGT ) berisiko menjadi T2DM Penelitian hanya sekitar setengah dari subjek dengan IFG dan IGT yang berkembang menjadi T2DM 5
  6. 6. Penelitian sekitar 40 % subjek dengan toleransi glukosa normal berkembang menjadi T2DM Banyak yang terlewatkan bila hanya bergantung pada IFG dan / atau IGT untuk mengidentifikasi subyek dgn peningkatan resiko T2DM 6
  7. 7. Model prediktif identifikasi subjek umur, jenis kelamin , indeks massa tubuh ( BMI ) , glukosa plasma puasa ( FPG ) , dan profil lipid risk score American Diabetes Association ( ADA ) • Diabetes HbA1c ≥ 6,5 % • Individu yang berisiko tinggi HbA1c 5,7 - 6,49% 7
  8. 8. Menilai kekuatan prediksi HbA1c untuk mengidentifikasi subjek dengan peningkatan risiko T2DM 8
  9. 9. A first degree relative (anak-ortu)  FPG ≥ 100 mg / dl  ​ Kadar trigliserida plasma ≥ 150 mg / dl  High-density lipoprotein ( HDL ) ≤ 50 mg / dl (wanita) dan ≤ 40 mg / dl (laki-laki)  9
  10. 10.  Diabetes  Gangguan fungsi ginjal ( kreatinin > 1,5 ) ,  Keganasan  Terapi dengan obat yang mempengaruhi toleransi glukosa 10
  11. 11. 687 •Puasa 10 jam •Tes toleransi glukosa (OGTT) Glukosa plasma dan konsentrasi insulin diukur • -30 , - 15 , dan 0 menit • 30 , 60 , 90 , dan 120 menit setelah konsumsi glukosa Profil lipid dan HbA1c diukur 11
  12. 12. Setelah 3,5 ± 0,1 thn , subjek kembali ke pusat penelitian klinis dan OGTT diulang dengan menggunakan protokol yang sama 624 63 678 Ikut dalam penelitian Drop Out 21 Pindah Kota 39 Tidak ditemukan 3 Meninggal 12
  13. 13.  Diagnosis diabetes didasarkan pada kriteria American Diabetes Asosiasi :  2 -h glukosa plasma ≥ 200 mg / dl  Glukosa puasa plasma ≥ 126 mg / dl 13
  14. 14. Glukosa plasma Metode heksokinase Konsentrasi insulin plasma HbA1c RIA Ionexchange HPLC 14
  15. 15. sajikan sebagai means ± SE  Perbedaan rata-rata diuji dengan Student t test  Signifikan P< 0,05  SPSS versi 17  Variabel di 15
  16. 16. 624 NGT 286 IFG 201 IGT 137 34 subyek berkembang menjadi DMT2 16
  17. 17. 18
  18. 18. 19
  19. 19.  Cut point HbA1c 1-h PG 5,65 % 155 mg/dl 20
  20. 20. Tabel 3. T2DM risk in subjects with HbA1c and 1- hPG above and below the cut points. Condition Total Subject who subjects developd DM Risk Odds ratio P HbA1c<5.65, 1-h PG<155 mg/dl 224 0 0 1 HbA1c<5.65, 1-h PG>155 mg/dl 181 7 3.87 8.92 (1.09-3.18) 0.025 HbA1c>5.65, 1-h PG<155 mg/dl 86 3 3.49 7.78 (0.99-75.8) 0.07 HbA1c>5.65, 1-h PG>155 mg/dl 133 24 18.1 40.24 (5.38-00.9) <0.0001 21
  21. 21. HbA1c sebagai prediktor risiko T2DM yang signifikan, tapi kekuatan prediksinya lebih lemah dibandingkan dengan model lainnya (1-h PG) Kombinasi HbA1c dan 1-h PG aROC terbesar dibandingkan dengan model prediksi lainnya (0,87) 22
  22. 22.  Cut points 5,65% konsisten dengan penelitian lain dan mendukung rekomendasi klinis ADA 5,7 % untuk subjek dgn peningkatan risiko diabetes. 23
  23. 23. HbA1c memiliki daya prediksi yang lebih rendah dibandingkan dengan 1-h PG (ROC 0,73 dan 0,84) Kombinasi HbA1c dan 1-h PG Meningkatkan daya prediksi 24
  24. 24. Antropometrik, FPG dan profil lipid tidak memberikan tambahan informasi tentang risiko T2DM HbA1c>5.65% 1-h PG>155 mg/dl sensitivitas 71 % Spesifisitas 82% 25
  25. 25. HbA1c sebesar 5,65 % , seperti yang disarankan oleh ADA tepat untuk mengidentifikasi subjek pada peningkatan risiko T2DM Kombinasi HbA1c 5,65 % dan 1 -h PG > 155 mg / dl alat klinis yang berguna untuk identifikasi subjek dgn peningkatan risiko T2DM di masa depan . 26
  26. 26. TERIMA KASIH 27
  27. 27. DIABETES CARE, VOLUME 29, NUMBER 8, AUGUST 2006 28
  28. 28. klinik ditandai dengan hiperglikemia kronik akibat defisiensi Insulin absolut / relatif  Diabetes mellitus merupakan keadaan hiperglikemia dengan gangguan metabolisme karbohidrat, protein & lemak serta penyulit makro/mikrovaskuar  Sindroma 29
  29. 29.  Sel Beta Pankreas:  insulin (kualitas/kuantitas)  Reseptor Insulin:  kualitas / kuantitas  Pasca Reseptor:  gangguan sist. Enzim  Inhibitor Insulin:  antibodi anti insulin counter regulatory hormones glukagon, epinefrin, kortisol, growth hormone) 30
  30. 30.  1. 2. 3. Diagnostic criteria for diabetes : A fasting plasma glucose ≥126 mg/dl Symptoms of diabetes (polyuria, polydipsi, loss of BW) plus random blood glucose ≥ 200mg/dl A plasma glucose level ≥ 200 mg/dL after an oral dose of 75 g of glucose 31
  31. 31. A1C ≥6.5% OR Fasting plasma glucose (FPG) ≥126 mg/dL (7.0 mmol/L) OR 2-h plasma glucose ≥200 mg/dL (11.1 mmol/L) during an OGTT OR A random plasma glucose ≥200 mg/dL (11.1 mmol/L) 32
  32. 32. Categories of increased risk for diabetes (prediabetes)* FPG 100–125 mg/dL (5.6–6.9 mmol/L): IFG OR 2-h plasma glucose in the 75-g OGTT 140–199 mg/dL (7.8–11.0 mmol/L): IGT OR A1C 5.7–6.4% 33
  33. 33. DM Tipe 1 1. Mudah ketoasidosis 2. Obat: harus insulin 3. Onset akut 4. Biasanya kurus DM Tipe 2 1. Tidak mudah 2. Tidak harus 3. Onset lambat 4. Gemuk/tidak gemuk (obesitas faktor pencetus) 5. Biasanya umur muda 5. Biasanya > 45 tahun 34
  34. 34. DM Tipe 1 6. Berhubungan dengan HLA DR 3 & DR 4 7. Islet Cell Ab + (ICA) (proses otoimun) 8. Riwayat kel. DM + 9. Kembar identik 30-50 % terkena 10. Insulin serum rendah DM Tipe 2 6. Tidak 7. - 8. 30 % 9. ± 100 % 10. Normal / tinggi 35
  35. 35.  Consider metformin for prevention of type 2 diabetes if IGT , IFG , or A1C 5.7–6.4%   Especially for those with BMI >35 kg/m2, age <60 years, and women with prior GDM In those with prediabetes, monitor for development of diabetes annually ADA. IV. Prevention/Delay of Type 2 Diabetes. Diabetes Care 2013;36(suppl 1):S16. 36
  36. 36.  Metabolisme KBH  Langsung: Glukosa Darah 1. Uptake Glukosa (otot, hati, jar.lemak) 2. Sintesa Glikogen (glikogenesis) disimpan dalam hepar + otot 3. Glikogenolisis (pemecahan glikogen ) 4. Glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari as. amino, laktat, piruvat)  Metabolisme Protein : 1. Rangsang transport aktif as. amino ke dalam sel 2. Rangsang sintesis protein 37
  37. 37.  Metabolisme Lemak : 1. Rangsang lipogenesis (pembentukan lemak) dalam sel hepar, jar. lemak 2. Menghambat lipolisis (pemecahan lemak) 38
  38. 38. Vena DM GDP > 126 mg/dL = 7 mmol/L 2JSM/GDA ≥ 200 mg/dL = 11 mmol/L GTG GDP 100 – 125 mg/dL 2JSB 140 – 199 mg/dL NORMAL GDP < 100 mg/dL 2JSM < 140 mg/dL *) Catatan : - GTG = Gangguan Toleransi Glukosa - 1 mmol/L glukosa = 18 mg/dL glukosa 39
  39. 39. Metabolic syndrome is defined as the presence of three of the five following criteria:  Increased waist circumference (> 40 inches in men, >35 inches in women)  Plasma triglycerides ≥ 150 mg/dL  Plasma high-density lipoprotein cholesterol , < 40 mg/dL in men, < 50 mg/dL in women  Blood pressure ≥ 130 mm Hg systolic > 85 mm Hg diastolic  Fasting plasma glucose ≥ 100 mg/dL 40
  40. 40. Sumber :Endocrine secret sixth edition 41
  41. 41. Sumber :Endocrine secret sixth edition 42
  42. 42. Defisiensi Insulin Glukosa Uptake Proteolisis As. Amino Nitrogen Loss Lipolisis Gliserol Ketogenesis Glukoneogenesis Hiperglikemi FFA + Ketonemia Glikogenolisis Ketonuria Osmotic Diuresis  electrolyte depletion Hyptonic Loss  dehydration Asidosis 43
  43. 43. interpretasi kadar HbA1c normal terkontrol baik : : terkontrol cukup tidak terkontrol : : 4,5 – 6 % Hb 6 -- 7 % Hb 7 -- 8 % Hb > 8,2 % Hb 44
  44. 44.  Nilai Rujukan Puasa : ½ jam : 1 jam : 1½ jam : 2 jam : 70 – 110 mg/dl (3.9 – 6.1 mmol/L) 110 – 170 mg/dl (6.1 – 9.4 mmol/L) 120 – 170 mg/dl (6.7 – 9.4 mmol/L) 100 – 140 mg/dl (5.6 – 7.8 mmol/L) 70 – 120 mg/dl (3.9 – 6.7 mmol/L) 45
  45. 45.  GDP : 100 – 125 mg/dL  2JSM : < 200 mg/dL  DM keluarga +  Gejala DM +  Hamil : bayi > 4 kg, toksemia, hidramnion abortus spontan 46
  46. 46. 47
  47. 47. 48
  48. 48. Secondary causes of Diabetes mellitus include:        Acromegaly, Cushing syndrome, Thyrotoxicosis, Pheochromocytoma Chronic pancreatitis, Cancer Drug induced hyperglycemia: ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Atypical Antipsychotics - Alter receptor binding characteristics, leading to increased insulin resistance. Beta-blockers - Inhibit insulin secretion. Calcium Channel Blockers - Inhibits secretion of insulin by interfering with cytosolic calcium release. Corticosteroids - Cause peripheral insulin resistance and gluconeogensis. Fluoroquinolones - Inhibits insulin secretion by blocking ATP sensitive potassium channels. Naicin - They cause increased insulin resistance due to increased free fatty acid mobilization. Phenothiazines - Inhibit insulin secretion. Protease Inhibitors - Inhibit the conversion of proinsulin to insulin. Thiazide Diuretics - Inhibit insulin secretion due to hypokalemia. They also cause increased insulin resistance due to increased free fatty acid mobilization. 49
  49. 49. Increasing insulin availability (secretagogues : sulfonyl urea)  Supressing excessive hepatic glucose output(biguanide i.e. metformin)  Improving insulin sensitivity(thiazolidinediones or glitazones)  Delaying gastrointestinal glucose absorption(acarbose)  Objectives (ADA):FPG 90-130 mg/dL, postprandial plasma glucose <180 mg/dL,HbA1c < 7%  50
  50. 50. 51
  51. 51. HbA1c: Hemoglobin A yang mengalami glikasi non enzimatik 52
  52. 52. 53
  53. 53.  Istilah yang mencakup berbagai tipe Hb yang berikatan dengan glukosa/karbohidrat pada gugusan amino bebas  HbA1  Varian glycated Hb yang berikatan dengan karbohidrat pada gugusan valin dari N – terminal pada rantai beta 54
  54. 54.  Pada  DM/non DM Sebagian HbA mengalami glikasi(HbA1)  Persentasi fraksi HbA1 sebanding dengan rerata konsentrasi glukosa darah  HbA1c  Hb dengan ikatan spesifik glukosa pada gugusan valin dari N-terminal pada rantai ß  Normal: 70-90% dari HbA1 55
  55. 55. Terdiri dari :  Fase Gerak  Fase Diam Komponen :  Pompa  Kolom  Injektor  Detektor  Rekorder 56
  56. 56. Bishop,2005 57
  57. 57. Injeksi sampel ke dalam fase gerak Sampel dialirkan ke dalam kolom dengan menggunakan tekanan tinggi Komponen larutan berinteraksi dengan senyawa di kolom Terjadi pemisahan komponen Deteksi dengan spektofotometer Hasil berupa kromatogram 58
  58. 58. Kromatografi berdasarkan pertukaran muatan ion  Muatan ion pada larutan akan bertukar dengan muatan ion pada gugus fungsional  Fase diam: resin (polimer besar dan gugusan fungsional yang bermuatan katoda atau anoda)  59
  59. 59.  HbA1c: + Resin : 1 Sampel+bufer+cairan elusi Pada kolom terjadi pertukaran ion Hb terglikasi dikeluarkan ( muatan <) 2 Bufer kedua bermuatan berbeda Pada kolom terjadi pertukaran ion Hemoglobin yang lain dikeluarkan 60
  60. 60.  Glukosa dengan adanya ATP difoforilasi oleh enzim heksokinase menghasilkan glukosa-6fosfat dan ADP. Selanjutnya glukosa-6-fosfat dengan NADPoleh enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase diubah menjadi 6fosfoglukonat dan NADPH. NADPH yang terbentuk dapat diukur serapannya dan sebanding dengan kadar glukosa darah 61
  61. 61.  Prinsip reaksinya  Glukosa : + ATP heksokinase glukosa-6-fosfat + ADP  Glukosa-6-fosfat + NADPH + NADP G-6-DP 6-fosfoglukonat 62
  62. 62.  Radioimmunoassay adalah teknik imunoasai yang pertama berkembang (1950, oleh Yalow dan Berson).  Label radioisotop yang digunakan adalah 131I, 125I dan 3H. Yang paling banyak adalah 125I karena half life-nya 60 hari 63
  63. 63. 64
  64. 64. KELEMAHAN UJI RIA ♦ Butuh alat mahal & tenaga terlatih ♦ Waktu paruh reagens amat pendek ( 1,5 – 2 bln ) ♦ Perlu perlindungan khusus pd petugas lab. ♦ Perlu tempat pembuangan reagens yang khusus 65
  65. 65. Glukosa darah (mg/dL) 240 200 160 120 30 60 90 120 Waktu (menit)
  66. 66.  Kami sebelumnya telah menunjukkan bahwa 1 -h plasma Konsentrasi glukosa ( 1 -h PG ) selama OGTT adalah prediktor terkuat risiko DMT2 masa depan . konsisten dengan pengamatan kami sebelumnya, aROC untuk 1 -h PG ini kohort adalah 0,84 , dan penambahan 1 -h PG untuk kedua model 1 dan 2 memiliki dampak yang lebih besar pada daya prediksi mereka dibandingkan dengan penambahan HbA1c tersebut 67
  67. 67.  aROC Model 1 ditambah 1 -h PG dan model 2 ditambah 1 -h PG itu identik , 0.85  Penambahan HbA1c untuk 1 -h PG signifikan meningkat aROC tersebut 0,84-0,87 ( P < 0,05 )  Model terdiri dari 1-h PG dan HbA1c memiliki terbesar aROC (0.87), menunjukkan bahwa kombinasi 1-h PG dan HbA1c lebih superior dalam memprediksi risiko DMT2 68
  68. 68.  aROC HbA1c dalam memprediksi resiko diabetes secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kedua multivariat Model ( model 2 ) dan 1 -h PG , yang sebelumnya memiliki telah terbukti menjadi prediktor kuat risiko DMT2 69

×