Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Perubahan iklim dan adaptasi masyarakat lokal

526 vues

Publié le

Climate change and adaptation by local community

Publié dans : Environnement
  • Soyez le premier à commenter

Perubahan iklim dan adaptasi masyarakat lokal

  1. 1. PERUBAHAN IKLIM: PENYEBAB DAN DAMPAK BAGI MASYARAKAT OLEH RENEE PICASSO MANOPPO Program Manager -­‐ Climate Change "Lighthouse Project" Diakonie Katastrophenhilfe -­‐ Brot für die Welt Coopera<on Project on Disaster Risk Reduc<on in the context of climate-­‐related disasters in Indonesia
  2. 2. DEFINISI PEMANASAN GLOBAL: KENAIKAN SUHU RATA-­‐RATA GLOBAL DIATAS PERMUKAAN BUMI PADA KURUN WAKTU STANDAR. SAAT INI SUHU PERMUKAAN BUMI SUDAH NAIK PADA RATA-­‐RATA GLOBAL 0.760 CELCIUS DIBANDINGKAN DENGAN KONDISI SEBELUM TERJADINYA REVOLUSI INDUSTRI. PERUBAHAN IKLIM: BERUBAHNYA KONDISI RATA-­‐RATA UNSUR-­‐UNSUR IKLIM (SUHU, CURAH HUJAN, TEKANAN) DARI SUATU KURUN WAKTU KE WAKTU SEGARA GLOBAL. IKLIM: KONDISI FISIS UDARA (CUACA) PADA KURUN WAKTU TERTENTU (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN, MUSIMAN DAN TAHUNAN) YANG DIPERLIHATKAN DARI CATATAN UNSUR-­‐ UNSURNYA
  3. 3. APA ITU GAS RUMAH KACA?
  4. 4. Energy dari Matahari dalam bentuk sinar dan panas, menghangatkan bumi. Panas sebagian dipantulkan kembali ke angkasa, tetapi kebanyakan terjebak oleh molekul di admosfir yang membuat GRK Hal ini menunjukkan bagaimana alam menghangatkan manusia dan semua makluk di bumi. Tanpa GRK maka bumi akan menjadi sangat dingin sehingga tidak dapat didiami
  5. 5. GRK diperlukan untuk menghangatkan atmosfir kita, terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat mengakibatkan <dak adanya kehidupan
  6. 6. Yang menjadi masalah adalah meningkatnya CO2, methanes and Asam Nitrat di atmosfir yang disebabkan oleh kegiatan manusia Makin banyak molekul GRK maka makin banyak pula panas yang terperangkap, temperatur bumi akan meningkat dari waktu ke waktu, hal ini yang menyebabkan Pemanasan Global yang menyebabkan pula Perubahan Iklim
  7. 7. E f e k R u m a h K a c a A T M O S F I R B U M I Sebagian radiasi matahari dipantulkan oleh atmosfir dan permukaan bumi Sebagian radiasi infra merah melewaY atmosfir dan hilang di Radiasi matahari yang keluar: angkasa 103 Wa] per m2 Radiasi neto matahari yang masuk: 240 Wa] per m2 Radiasi neto matahari yang masuk: 240 Wa] per m2 Radiasi matahari melalui atmosfir yang jernih Radiasi matahari yang masuk: 343 Wa] per m2 Energi matahari diserap permukaan bumi dan menghangatkannya … 168 Wa] per m2 Sebagian radiasi infra merah diserap dan diemisikan kembali oleh molekul-­‐molekul gas rumah kaca. Efek yang langsung diYmbulkan adalah meningkatnya suhu permukaan bumi dan troposfir Permukaan bumi menerima lebih banyak panas dan radiasi inframerah diemisikan kembali … dan diubah menjadi panas yang menyebabkan emisi gelombang panjang (infra merah) kembali ke atmosfir MATAHARI
  8. 8. APA YANG TERJADI SAAT INI?
  9. 9. • KURUN WAKTU 100 TAHUN TERAKHIR SUHU BUMI SUDAH MENINGKAT to 0.74°C, BERDASARKAN PREDIKSI IPCC (The Intergovernmental Panel on Climate Change) SAMPAI AKHIR ABAD 21 SUHU AKAN MENINGKAT ANTARA 1.1 °C-­‐ 6.4 °C . • HASIL OBSERVASI PERUBAHAN SUHU DIINDONESIA MENINGKAT 0.3 °C SEJAK TAHUN 1990 DAN TERUS BERLANGSUNG . (ExecuYve Summary, Indonesia and Climate Change. 2007, PEACE, DFID, World Bank)
  10. 10. MENCAIRNYA ES DI GREENLAND SUMBER: ACIA, 2004 and CIRES, 2005 1992 2002 2005
  11. 11. Water based iced ANTARTIKA (90% ES DUNIA, KETEBALAN RATA-­‐RATA 2.133 M) Courtesy: Al Gore presenta<on
  12. 12. Courtesy: Al Gore presenta<on
  13. 13. Land based ice Courtesy: Al Gore presenta<on
  14. 14. Courtesy: Al Gore presenta<on
  15. 15. Glacier di Patagonia, ArgenYna 1928. Glacier di Patagonia, ArgenYna 2004.
  16. 16. Peningkatan air pasang dan erosi laut : Garis pantai Cape Ha]eras di North Carolina USA
  17. 17. KRISIS AIR, 40% POPULASI DI DUNIA TINGGAL DI DAERAH YANG KESULITAN AIR
  18. 18. • PERMUKAAN AIR LAUT MENINGKAT SECARA GLOBAL DENGAN RATA-­‐RATA 1.8 [1.3 to 2.3] mm per TAHUN 1961-­‐ 2003. KENAIKAN SANGAT CEPAT TERJADI ANTARA 1993 -­‐ 2003,SEKITAR 3.1 [2.4 to 3.8] mm per TAHUN. • JIKA PERMUKAAN AIR LAUT NAIK MENJADI 1 METER MAKA INDONESIA AKAN KEHILANGAN HAMPIR 2000 PULAU KECIL PADA TAHUN 2030. NEGARA KEPULAUAN SEPERTI SAINT LUCIA, FIJI DAN BAHAMA AKAN HILANG. • JIKA PERMUKAAN ES DI SELURUH GREENLAND MENCAIR DAN AIRNYA TUMPAH KE LAUT, PERMUKAAN AIR LAUT AKAN MENINGKAT 6.5 METER DAN JIKA ES DI ANTARTIKA (90% ES DUNIA, KETEBALAN RATA-­‐RATA 2.133 M) MENCAIR MAKA PERMUKAAN AIR LAUT MENINGKAT 61 METER.
  19. 19. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM REGIONAL
  20. 20. • POLA MUSIM MULAI TIDAK BERATURAN SEJAK 1991 YANG MENGGANGGU KETERSEDIAAN PANGAN NASIONAL. • MUSIM KEMARAU YANG CENDERUNG BERDAMPAK KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN SERING TERJADI DAN BERLANJUT DENGAN PENCEMARAN ASAP. • MUKA AIR DANAU MAKIN SUSUT. • KONSENTRASI ES DI PUNCAK JAYA WIJAYA PAPUA SEMAKIN BERKURANG. • MUNCULNYA KONDISI CUACA EKSTRIM YANG SERING YANG MENIMBULKAN BENCANA BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR DALAM BEBERAPA TAHUN TERAKHIR.
  21. 21. 12 10 8 6 4 2 0 12 0 Comparison between the number of wet month and dry month at Bua'tarrung village from 9 3 11 11 1 1 9 3 1998-­‐2008 10 2 8 4 10 2 5 7 11 1 10 2 400 800 350 700 300 600 250 500 200 400 150 300 100 200 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 100 50 Dry Month Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec 0 3 1 1 3 2 4 2 7 1 2 Wet Month 12 9 11 11 9 10 8 10 5 11 10 1998 221 266 343 306 183 143 126 69 83 118 163 239 2008 68.7 15.8 135.3 197 67.1 65.3 36.8 52.9 42 82.3 170 71.4 0 Milimeter Comparison of the Amount of Rainfall in 1998 and 2008 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec 1978 393 178 318 196 420 725 680 361 176 407 239 408 1998 138 336 404 324 141 213 203 124 297 222 342 285 0 Milimeter Comparison of the amount of Rainfall 1978 v.s 1998 at Cilacap StaYon
  22. 22. • MULAI MENINGKATNYA BANJIR PASANG YANG CENDERUNG MELUAS. • MARAKNYA BADAI LOKAL ATAU PUTING BELIUNG YANG MELUAS DI KAWASAN YANG SEBELUMNYA BELUM ATAU JARANG TERJADI. • SUHU PERKOTAAN KIAN NAIK. KOTA YANG DULUNYA SEJUK KINI MENJADI HANGAT.
  23. 23. PUNCAK JAYA
  24. 24. BENCANA YANG TERKAIT 1. TERJADI PERUBAHAN POLA HUJAN 2. PERUBAHAN IKLIM DIPERKIRAKAN MENGAKIBATKAN PENINGKATAN 2-­‐3% CURAH HUJAN PERTAHUN DI INDONESIA. 3. PERIODE 2003-­‐2005 TERJADI 1.429 KEJADIAN BENCANA. SEKITAR 53,3% ADALAH BENCANA TERKAIT DENGAN HIDRO-­‐ METEOROLOGI (BAPPENAS DAN BAKORNAS PB, 2006). 4. DALAM DUA TAHUN SAJA (2005 – 2007) INDONESIA TELAH KEHILANGAN 24 PULAU KECIL DI NUSANTARA: – 3 PULAU DI NAD, 3 PULAU DI SUMUT, 3 DI PAPUA, 5 DI KEPULAUAN RIAU, 2 DI SUMBAR, 1 DI SULSEL, DAN 7 DI KAWASAN KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA. (DEPARTEMEN PERIKANAN DAN KELAUTAN). 5. FENOMENA ROB (PENGGENANGAN AREAL PESISIR).
  25. 25. BANJIR
  26. 26. LONGSOR
  27. 27. GAGAL PANEN
  28. 28. KEKERINGAN The Jakarta Post
  29. 29. BADAI DAN PUTING BELIUNG
  30. 30. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM BAGI MASYARAKAT LOKAL
  31. 31. • PERUBAHAN PERTANIAN TEMPERATUR PENGARUHI LAHAN LAYAK PAKAI UNTUK PERTANIAN. • BERKURANGNYA SUMBER AIR TANAH YANG JUGA MEMPENGARUHI AIR SUNGAI UNTUK PENGAIRAN. • INTRUSI AIR LAUT KE LAHAN PERSAWAHAN
  32. 32. PETERNAKAN DAN PERIKANAN • KONSENTRASI CO2 ATMOSFIR NAIK MERANGSANG FOTOSINTESIS DAN GANGGU EFISIENSI GUNAKAN AIR; • STRES PANAS PADA TERNAK, • KURANGNYA RUMPUT (PAKAN) AKAN MENURUNKAN PRODUKSI PETERNAKAN; • SUHU LAUT NAIK MEMPENGARUHI POLA BERTELUR IKAN, KURANGI TUMBUHNYA PLANKTON, KURANGI PAKAN IKAN DAN DORONG MIGRASI IKAN KE LAUTAN; • NAIKNYA MUKA LAUT “MEMAKAN” KAWASAN PESISIR DAN INTRUSI LAUT KE AIR TANAH. ANGIN TOPAN MASUK MASUK DARATAN LEBIH DALAM.
  33. 33. • POLA KESEHATAN DISTRIBUSI PENYAKIT BERUBAH. • BERKURANGNYA GELOMBANG DINGIN MENUMBUHKAN VIRUS PENYAKIT. • SUHU NAIK MERANGSANG POPULASI BAKTERI PENYAKIT DAN PERPINDAHAN VIRUS YANG SEMULANYA DIHAMBAT SUHU RENDAH;
  34. 34. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
  35. 35. LANGKAH-­‐LANGKAH ADAPTASI ADAPTASI SEKTORAL ADAPTASI LINTAS SEKTORAL UNITED NATIONS FRAMEWORK CONVENTION ON CLIMATE CHANGE (UNFCCC)
  36. 36. ADAPTASI BERBASIS MASYARAKAT 1. RENCANA STRATEGI ADAPTASI DENGAN MEMBINA KEBERLANJUTAN KEANEKARAGAMAN HAYATI 2. PENCEGAHAN BENCANA 3. KELOLA DAMPAK KEAMANAN PANGAN 4. PENGGUNAAN INFORMASI CUACA
  37. 37. BAGAIMANA KITA DAPAT BERADAPTASI ? KATA KUNCI : BAKAU, DAERAH TANGKAPAN A I R , PENGELOLAAN SAMPAH, HEMAT ENERGI, SALURAN AIR, PELATIHAN, KESIAPSIAGAAN, KESADARAN.
  38. 38. APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN?
  39. 39. MITIGASI
  40. 40. Pengalaman DKH dalam memerangi perubahan iklim di Jawa Barat, NAD dan Sumatera Utara ADAPTASI Daerah yang terdampak akibat Tsunami di Aceh Lahan yang Ydak dapat dipanen dalam beberapa musim karena intrusi air laut di Percut.
  41. 41. TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN BERJALAN KAKI
  42. 42. BERSEPEDA
  43. 43. TRANSPORTASI UMUM
  44. 44. MOBIL HYBRID KONSUMSI BAHAN BAKAR SEMAKIN IRIT DIPEROLEH DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI KINETIK YANG TERBUANG SAAT KENDARAAN DIPERLAMBAT ATAU DIREM.
  45. 45. MENGEMUDI RAMAH LINGKUNGAN MULAILAH MENJADI PENGEMUDI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN SELALU BERPIKIR UNTUK MENGHEMAT ENERGI. PERGUNAKAN KECEPATAN STANDAR 60-­‐80 KM/JAM, MAKA BAHAN BAKAR AKAN LEBIH HEMAT
  46. 46. PENGHEMATAN LISTRIK 1. CABUT PERALATAN LISTRIK YANG TIDAK DIPERLUKAN. 2. MATIKAN LAMPU BILA TIDAK ADA ORANG DIRUANGAN. 3. PILIH PRODUK DENGAN DAYA RENDAH DAN TAHAN LAMA 4. MERANCANG RUMAH RAMAH LINGKUNGAN DIMANA SINAR MATAHARI DAPAT MASUK KE RUANGAN DAN DENGAN SIRKULASI UDARA YANG BAIK
  47. 47. KURANGI PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK 1. MEMBAWA TAS BELANJA SENDIRI DAN MENOLAK PEMBERIAN TAS PLASTIK. 2. MEMBAWA WADAH MAKANAN KETIKA MEMBELI MAKANAN. 3. PILIH PRODUK DENGAN BUNGKUS SEDIKIT DAN DAPAT DIPERGUNAKAN KEMBALI UNTUK MEMPRODUKSI SEBUAH TAS PLASTIK DIPERLUKAN BAHAN BAKAR YANG SAMA DENGAN SEBUAH MOBIL BERJALAN SEJAUH 115 KM (VOA)
  48. 48. DAUR ULANG 1. PEMBUATAN KOMPOS RUMAH TANGGA. 2. DAUR ULANG SAMPAH PRODUK PLASTIK. 3. GUNAKAN KERTAS BEKAS (DIKANTOR) JIKA HANYA UNTUK DIGUNAKAN SENDIRI.
  49. 49. BAHAN BAKAR ALTERNATIF
  50. 50. TERIMA KASIH

×