Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

INVESTIGASI K3 TAMBANG

2 290 vues

Publié le

  • Soyez le premier à commenter

  • Soyez le premier à aimer ceci

INVESTIGASI K3 TAMBANG

  1. 1. INVESTIGASI K3 TAMBANG, MIGAS, DAN PANAS BUMI M. REKAR SUDIRMAN (P1800214010) GRACE FLORENSIA PARINDING (P1800214008)
  2. 2. PENDAHULUAN  Terjadinya kecelakaan kerja  masalah besar bagi kelangsungan suatu usaha. Kerugian yang diderita dapat berupa materi serta korban jiwa  Upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kerja dilakukan dengan penerapan K3 yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas kerja sehingga dapat meningkatkan hasil produksi  Kecelakaan dalam industry tambang akan selalu mengakibatkan kerugian terhadap manusia, peralatan dan produksi, sehingga diperlukan investigasi secara baik dan benar.  lnvestigasi kecelakaan tambang dimaksudkan untuk mengetahui, mencari penyebab kecelakaan, rnengambil langkah-langkah perbaikan atau koreksi, mencegah terulangnya kejadian yang sama, mengetahui komitmen, dan kesungguhan perusahaan dalam menerapkan pengelolaan K3.
  3. 3. RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah proses investigasi yang dilakukan dalam industri pertambangan, migas, dan panas bumi.
  4. 4. INVESTIGASI KECELAKAAN KERJA  Kegiatan Inspeksi Ketika terjadi kecelakaan kerja, sering kali semua orang saling menunjuk dan menyalahkan. Maka diperlukanlah proses investigasi sehingga penyebab masalah dapat diketahui. Investigasi ini dapat dilakukan oleh : a. Jajaran Supervisor b. Jajaran Manajer c. Staf/ karyawan tertentu
  5. 5. KEGIATAN INVESTIGASI  Pra investigasi Sebelum memulai investigasi perlu dilakukan pengamanan lokasi kecelakaan dengan memblok lokasi dari akses orang, melakukan pengamanan terhadap saksi langsung, serta mengumpulkan data penunjang (foto, sketsa, riwayat, kondisi lingkungan, dll)  Investigasi Dilakukan oleh Petugas Investigasi Tambang (PIT) untuk menganalisis kecelakaan yang terjadi dengan mengadakan rapat, pengumpulan semua bukti, penampungan informasi, dan pembagian tugas kepada semua anggota tim Investigasi.
  6. 6. LANGKAH-LANGKAH INVESTIGASI INTERNAL Langkah/ metode investigasi, meliputi;  Merespon kondisi emergensi secara cermat dan berfikir positif  Mengumpulkan informasi yang relevan [Gather the evidence – photos, interview]  Menganalisa seluruh penyebab yang signifikan [Analyze the information- write report] dan melakukan tindakan perbaikan  Mereview temuan dan rekomendasi tindak lanjut efektifitas tindakan korektif yang diaplikasikan.
  7. 7. Tindakan awal bila terjadi kecelakaan :  Mengendalikan situasi pada tempat kejadian  Memberikan pertolongan pertama dan menghubungi pos pelayanan emergensi  Mencegah potensi kecelakaan merembet  Mengidentifikasi sumber-sumber bukti informasi di tempat kerjadian  Mengamankan bukti dari perubahan dan pemindahan  Melakukan investigasi untuk menentukan potensi kerugian  Memberitahukan kepada pengurus atau manajer perusahaan
  8. 8. LAPORAN INVESTIGASI KECELAKAAN KERJA  Laporan investigasi merupakan media komunikasi formal tentang fakta-fakta penting untuk diketahui oleh orang-orang yang berkepentingan terhadap peristiwa kecelakaan yang terjadi. Juga merupakan suatu catatan peristiwa kecelakaan yang akan digunakan di dalam program pengendalian kerugian yang dapat memberikan umpan balik untuk membantu kinerja supervisor di dalam pemecahan masalah yang terjadi.  Setiap kegiatan investigasi harus dibuat laporan secara tertulis. Laporan kecelakaan dan analisis penyebab kecelakaan, sebaiknya menggunakan standar formulir yang baku
  9. 9. SISTEMATIKA TEKNIK ANALISIS PENYEBAB KECELAKAAN (STAPK)  Sistematika teknik analisis penyebab kecelakaan merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk menyelidiki atau menginvestigasi kecelakaan atau insiden dengan potensi kerugian dan kerusakan besar dilakukan dengan mengecek secara cermat pada setiap tahapan proses investigasi kecelakaan atau insiden potensial tinggi yang melibatkan kerugian besar (Major loss) atau bencana besar (Catastrophe).  Teknik analisis penyebab kecelakaan terfokus pada penyebab dasar kecelakaan yang meliputi 2 (dua) faktor penyebab yaitu : Faktor personal pekerja (Ketidak-mampuan, kekurang-pengetahuan, stress, kurang motivasi) dan Faktor pekerjaan (Tehnik, kepemimpinan, system pembelian, standar kerja)
  10. 10. PERATURAN PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN  Pengawasan Pertambangan Berdasarkan Pasal 140 Ayat 1, UU No. 4 Tahun 2009, pengawasan pertambangan mineral dan batubara menjadi tanggung jawab menteri dimana menteri melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Pengawasan tersebut meliputi administarasi/tata laksana; operasional; kompetensi aparatur; dan pelaksanaan program pengelolaan usaha pertambangan. Sedangkan menurut pasal 141, hal yang menjadi aspek pengawasan seperti : teknis pertambangan, keuangan, pemasaran, pengelolaan, dst.
  11. 11. Pengawasan K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan Pengawasan K3 Pertambangan dilaksanakan dengan tujuan menghindari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Sedangkan pengawasan Keselamatan Operasi Pertambangan dilaksanakan dengan tujuan menciptakan kegiatan operasi pertambangan yang aman dan selamat. Ruang lingkup Operasi Pertambangan meliputi:  Evaluasi laporan hasil kajian,  Pemenuhan standardisasi instalasi,  Pengamanan instalasi,  Kelayakan sarana, prasarana dan instalasi peralatan pertambangan  Kompetensi tenaga teknik.
  12. 12. Pelaksanaan pengawasan K3 dan keselamatan operasi pertambangan bukan hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Dekonsentrasi) dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Desentralisasi). Upaya dekonsentrasi pengawasan K3 dan keselamatan operasi pertambangan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi.
  13. 13. SISTEM MANAJEMEN K3 Dalam rangka menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja diperlukan suatu Sistem Manajemen K3. Secara umum, Sistem Manajemen K3 mensyaratkan :  Adanya suatu Kebijakan K3  Struktur organisasi untuk menerapkan kebijakan di atas  Program implementasi  Metode untuk mengevaluasi keberhasilan sehingga memerlukan adanya perbaikan yang berkelanjutan secara terus menerus.
  14. 14. RISIKO DAN KERUGIAN AKIBAT TERHENTINYA OPERASIONAL  Karakteristik industri pertambangan adalah padat modal, padat teknologi dan memiliki risiko yang besar.  Contoh resiko di tambang terbuka : Longsor, sumber-sumber energy berbahaya di lokasi tambang, interaksi antara kendaraan kecil dan besar, gangguan mesin.  Contoh resiko di tambang tertutup : tertimpa batu, jatuh dari ketinggian, runtuhnya panel, kebakaran/ledakan dalam tambang, dst.  Risiko – risiko tersebut apabila tidak dikelola dan dikendalikan dengan baik dapat mengakibatkan kecelakaan, penyakit akibat kerja, kejadian berbahaya, atau terhentinya proses operasional yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar.
  15. 15. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Pengelolaan K3 pertambangan dilakukan secara menyeluruh baik oleh pemerintah maupun oleh perusahaan. 2. Pengawasan K3 dan keselamatan operasi pertambangan dilakukan dalam rangka PREVENTION dan ASSURANCE. 3. Pembinaan K3 pertambangan dilakukan secara menyeluruh baik kepada dinas ESDM Provinsi, Kabupaten/Kota maupun kepada pemegang IUP, IPK dan IUPK 4. Dalam rangka menciptakan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif maka diperlukan penerapan Sistem Manajemen K3 yang terintegrasi secara menyeluruh dengan system manajemen perusahaan.
  16. 16. 5. Salah satu karakteristik industri pertambangan adalah padat modal, padat teknologi dan memiliki risiko yang besar. Risiko yang besar tersebut harus dikelola dan dikendalikan agar terhindar dari kecelakaan, penyakit akibat kerja, kejadian berbahaya, atau terhentinya proses operasional yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar.
  17. 17. Terima Kasih

×