Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

Tugs b.indo copy

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Prochain SlideShare
Daftar Pustaka Standar IPB
Daftar Pustaka Standar IPB
Chargement dans…3
×

Consultez-les par la suite

1 sur 9 Publicité
Publicité

Plus De Contenu Connexe

Diaporamas pour vous (20)

Publicité

Tugs b.indo copy

  1. 1. Kesantunan Bahasa Bagian Penutup Karangan Ilmiah (Reference Matter) Nama Kelompok: 1. Sesanti 2. Dian Rachmawati
  2. 2. Penulisan Daftar Pustaka (Bibliography) 1. Pengertian daftar pustaka Daftar pustaka adalah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karangaan ilmiah.
  3. 3. 2. Cara penulisan daftar pustaka a. Tulis tajuk daftar pustaka dengan menggunakan huruf kapital di bagian tengah atas. b. Gunakan alinea menggantung atau menonjol. c. Jarak spasi setiap baris dalam satu sumber adalah satu spasi, sedangkan jarak antar sumber bacaan yang satu dengan yang lainnya adalah satu setengah spasi. d. Urutkan susunan daftar pustaka berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis, atau nama lembaga yang menerbitkan sumber bacaan, bukan berdasarkan urutan angka atau huruf. e. Gelar tidak dicantumkan.
  4. 4. 3. Unsur-unsur Daftar Pustaka • Penulis. Tahun. Judul buku. Tempat: Penerbit. contoh: Firman. 1999. Surat Kecil Untuk Tuhan. Jakarta: Gramedia. • Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Dalam Nama Majalah. Edisi/Nomor (angka romawi)/Tanggal. Tempat. contoh: Zhazkia. 1998. “Manakah Tipe Cinta Anda”. Nomor 18/XXVII,Mei.Jakarta
  5. 5. 4. Keterangan Lain Tentang Daftar Pustaka a. Penulis Jika sebuah sumber bacaan ditulis oleh pengarang yang memiliki nama tiga unsur , seperti Romeo Andromeda Primakusuma, cara mencantumkan dalam daftar pustaka Primakusuma, Romeo Andromeda bukan Primakusuma, Andromeda Romeo kadang sebuah buku tidak mencantumkan nama penulisnya maka ditulis nama lembaga yang menerbitkan buku tersebut. Sebagai contoh Pusat Pembinaan dan Pengembangaan Bahasa menerbitkan Kamus Istilah Ekonomi pada 2005 di Jakarta. cara penulisan dalam daftar pustaka yaitu Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Ekonomi.Jakarta.
  6. 6. Jika mengambil sumber bacaan dari beberapa buku dan pengarang yang sama, buatlah garis di bagian nama penulis. Contoh: Keraf, Gorys. 1981. Diksi dan Gaya Bahasa. Ende. Nusa Indah. ----------------.2003. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia jika nama penarang dua atau tiga orang,cara pencantuman dalam daftar pustaka yaitu nama pengarang pertama dibalik dan diikuti lambang ‘&’ (dan) diikuti nama pengarang kedua dan ketiga tanpa membalik namanya. Jika nama pengarang lebih dari tiga orang, tulis dkk di belakang nama penulis pertama. Contoh: Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta:Akademika Pressindo. Luxemburg, Jan Van dkk. 1989. Tentang Sastra. Terjemahan Achadiati iktram. Jakarta: Intermasa.
  7. 7. b. Tahun Penulisan tahun terbit dicantumkan setelah nama penulis dan diakhiri tanda titik. Masalah yang timbul biasanya ketika Anda mengambil beberapa sumber buku dari pengarang dan tahun yang sama. Maka tulislah huruf (a, b, dan c) di belakang tahun terbitnya. contoh: Damono, Sapardi Djoko. 1987a. Sosiologi Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. -------------------------------. 1987b. “Catatan Kecil tentang Aspek Rekreatif Sastra Populer”. Makalah Yogyakarta. Jika sebuah sumber bacaan tidak mencantumkan tahun tarbit, tulislah frase tanpa tahun dan akhiri dengan tanda titik. Contoh: Hertatianto, Indra. Tanpa Tahun. Bangkitnya Wanita Perkasa dalam Perempuan di Titik Nol. Bandung: Karina Widya Loka.
  8. 8. C. Judul Cara penulisa buku, surat kabar, majalah, antologi, dan website Internet menggunakan huruf miring jika memakai komputre dan menggunakan huruf tegak dan garis bawah jika memakai mesin tik atau tulis tangan. Sedangkan judul artikel, makalah, laporan tugas akhir, skripsi, dan disertai ditulis dengan menggunakan tanda petik (“…”) Contoh: Damono, Sapardi Djoko. 1993. “Pembicara Awal tentang Sastra Populer”. Makalah pada Musyawarah Nasional III dan Pertemuan Ilmiah VI HISKI di Yogyakarta. ------------------------------. 2002. “Ke Manakah Perkembangan Sastra Kita?”. Dalam http://www.bahasasastra.web.id/sapardi.asp.

×