Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Teks yang Dipelajari pada Kelas 9

TELAN Oleh: Kelas 91 SMP NEGERI 1 PALEMBANG

  • Soyez le premier à commenter

Teks yang Dipelajari pada Kelas 9

  1. 1. TEKS KELAS SEMBILAN
  2. 2. 1. ADELIA VINANDITA 2. AULYA SHAFA 3. RISA RAHMATIA Firsta 4. SHAFIRA FATIMAH 5. M.JALAAL IKRAAM 6. M. Naufal R 7. RIZKY EKO HIDAYATULLAH
  3. 3. Kelas 9 Teks Rekaman Percobaan Teks Tanggapan Kritis Teks Eksemplum Teks Tantangan
  4. 4. Teks Eksemplum Definisi Teks Ciri-ciri Teks Struktur Teks Unsur Kebahasaan
  5. 5. Teks Tanggapan Kritis Definisi Teks Ciri-ciri Teks Struktur Teks Unsur Kebahasaan
  6. 6. Teks Tantangan Definisi Teks Ciri-ciri Teks Struktur Teks Unsur Kebahasaan
  7. 7. Teks Rekaman Percobaan Definisi Teks Ciri-ciri Teks Struktur Teks Unsur Kebahasaan
  8. 8. Teks Eksemplum Teks Eksemplum merupakan teks cerita yang mengisahkan tokoh atau pelaku dari ceritanya. Kisahnya biasa diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa yang dialami tokoh, lalu ditutup dengan interpretasi yang muncul dari dalam diri tokoh.Sebagai karya sastra, teks eksemplum termasuk teks yang berisi sebuah pengalaman hidup manusia.
  9. 9. Ciri-ciri Teks Eksemplum 1. Berisi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. 2. Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas. 3. Menggunakan bahasa naratif. 4. Mempunyai struktur lengkap yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi.
  10. 10. Struktur Teks Eksemplum Orientasi Insiden Interpretasi
  11. 11. Orientasi Orientasi merupakan bagian awal teks eksemplum. Biasanya bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh. Contoh: "Dia merupakan salah satu teman saya saat kecil, dia sangat suka menabung."
  12. 12. Interpretasi Jika Insiden merupakan masalah/persoalan yang dihadapi oleh pemain, sedangkan Interpretasi merupakan pesan moral, evaluasi, san akibat masalah yang dilakukan oleh si pemain. Contoh: "Sebagai ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa, manusia tidak boleh sombong dan angkuh terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa."
  13. 13. Unsur Kebahasaan Kata Keterangan Tempat, Waktu, Tujuan, dan Cara. Kata Hubung Antarkalimat dan Intrakalimat Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat
  14. 14. Kata Keterangan Tempat, Waktu, Tujuan, dan Cara. 1. Kata keterangan adalah kata yang memberikan keterangan pada kata sifat, kata kerja, kata benda atau pada kalimat. 2. Fungsi : • untuk menerangkan kata kerja • untuk memodifikasi atau menerangkan kata sifat 3. Jenis : a. Kata Keterangan Waktu makna : menambahkan keterangan waktu kapan terjadinya suatu peristiwa atau kegiatan. kata keterangan yang termasuk di dalamnya :pada, kemarin, besok, lusa contoh penggunaan : • Rusdi mengajakku bermain pada hari minggu. • Pak Nur akan mengadakan perlombaan sepak bola dua minggu lagi. • Pada zaman dahulu orang–orang mengirim surat menggunakan burung merpati.
  15. 15. b). Kata Keterangan Cara makna : menambah keterangan cara pada kegiatan atau peristiwa yang terjadi. kata keterangan yang termasuk di dalamnya : dengan, secara contoh penggunaan : • Tanaman itu tumbuh secara alami tanpa bantuan manusia. • Ryan memasak dengan cara tradisional c). Kata Keterangan Tempat makna : menambahakan keterangan tempat terjadinya suatu peristiwa atau kegiatan kata keterangan yang termasuk di dalamnya : di, ke, dari contoh penggunaan : • Hendra bertemu dengan Hendri di pasar malam. • Paman bilang kepadaku bahwa dia akan pergi ke medan. • Ibu baru saja pulang dari pasar.
  16. 16. Kata Hubung Intrakalimat dan Antarkalimat Kata penghubung disebut juga konjungtor atau konjungsi. Kata penghubung antarkalimat menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Oleh sebab itu, kata hubung antarkalimat selalu berada di awal kalimat dan huruf pertamanya selalu kapital.
  17. 17. Berdasarkan maknanya, jenis-jenis kata hubung antarkalimat adalah sebagai berikut. 1. Kata hubung yang menyatakan pertentangan, contohnya biarpun demikian/ biarpun begitu. 2. Kata hubung yang menyatakan kelanjutan peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya, contohnya, selanjutnya, kemudian. 3. Kata hubung yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya, contoh: tambahan pula. 4. Kata hubung yang mengacu pada kebalikan dari kalimat sebelumnya, contohnya sebaliknya. 5. Kata hubung yang menyatakan keadaan yang sebenarnya, contohnya sesungguhnya. 6. Kata hubung yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, contohnya sebelum itu. 7. Kata hubung yang menyatakan keeksklusifan dan keinklusifan, contohnya, kecualli itu pada. 8. Kata hubung yang menyatakan konsekuensi, contohnya,* dengan demikian. 9. Kata hubung yang menyatakan akibat, contohnya, *oleh karena itu. 10. Kata hubung yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya, contohnya,* sebelumnya. 11. Kata hubung yang menyatakan urutan waktu (temporal) yaitu *kesatu, kedua, dan seterusnya.
  18. 18. Perhatikan contoh-contoh berikut ini. 1) a. Kami tidak setuju. b. Kami tidak akan menghalanginya. Kami tidak setuju. Walaupun begitu, kami tidak akan menghalanginya. 2) a. Mpo Minah mengidap tekanan darah tinggi. b. Dia juga menderita gagal ginjal. Mpo Minah mengidap tekanan darah tinggi. Selain itu, dia juga menderita gagal ginjal. 3) a. Api penyebab kebakaran itu sudah padam. b. kita harus tetap waspada. Api penyebab kebakaran itu sudah padam. Akan tetapi, kita harus tetap waspada.
  19. 19. Poin Penting Kata hubung antarkalimat digunakan untuk menghubungkan dua kalimat utuh. Dalam proses penghubungannya, tidak terjadi pelesapan subjek. Kata hubung antarkalimat memiliki makna masing-masing. Kata hubung antarkalimat tidak bisa digantikan dengan kata hubung intrakalimat.
  20. 20. Konjungsi Intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan satuan- satuan kata dengan kata, klausa dengan klausa dan frasa dengan frasa. Konjungsi intrakalimat di bagi menjadi dua yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Konjungsi Koordinatif : Konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang sama, diantaranya yaitu : dan, tetapi, atau, melainkan, sedangkan, lalu, kemudian, padahal.
  21. 21. Contoh kalimat Konjungsi Koordinatif Dan : Pasar itu habis terbakar dan rumah di dekatnya tidak ketinggalan ikut terbakar. Tetapi : Dia senang ke kebun binatang, tetapi dia tidak berani menyentuh binatang Atau : Dia bingung pergi ke kebun binatang atau museum Melainkan : Aku tidak suka basket, melainkan lebih suka sepak bola Sedangkan : Ayah sedang sibuk bekerja, sedangkan aku malah asyik menonton tv Lalu : Mereka datang bersama lalu pergi sendiri - sendiri Kemudian : aku mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian baru makan Padahal : Sayangnya kami kalah dari tim lain, padahal sedikit lagi kami memenangkan pertandingan.
  22. 22. Konjungsi Subordinatif Konjungsi Subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang tidak sama, diantaranya yaitu : ketika, jika, seandainya, agar, walaupun, seolah-olah, sebab, sampai-sampai, bahwa. Contoh kalimat Konjungsi Subordinatif Ketika : Ayahnya meninggal, ketika ia masih kecil Jika : Aku akan di beri hadiah jika aku berprestasi Seandainya : Dia tidak akan di hukum seandainya dia tidak melanggar tata tertib Agar : Kita harus giat belajar agar bisa meraih prestasi Walaupun : Dia tetap semangat walaupun dia cacat Seolah - olah : Dia sangat suka pamer harta seolah - olah orang kaya Sebab : Dia tidak naik kelas, sebab ia malas belajar Sampai - sampai : Dia sangat jago bela diri, sampai - sampai di juluki si pitung Bahwa : Ia menyatakan bahwa ia mengundurkan diri sebagai ketua kelas
  23. 23. Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat Kalimat yang mengisi sebuat teks terdiri atas kalimat tunggal atau simpleks dan kalimat majemuk atau kompleks, termasuk kalimat yang digunakan dalam teks eksemplum.
  24. 24. 1. Kita telah bekerja terus menerus dan tidak henti-henti menuai padi. 2. Humanya tidak begitu luas, hanya seluas tangguk penangkap ikan, tetapi hasilnya melimpah ruah. 3. Kalau itu keinginan Dinda, Kanda tidak akan berhuma lagi karena lumbung padi sudah penuh. 4. Jalan menuju huma yang mereka tuju sangat licin sehingga Putri Tangguk beserta suami dan anak-anaknya sering tergelincir.
  25. 25. Kalimat 1) sebenarnya terdiri atas dua kalimat, yaitu Kita telah bekerja terus-menerus. dan Kita tidak henti-henti menuai padi. Keduanya dihubungkan oleh kata hubung dan yang menunjukkan kesetaraan. Kalimat 2) juga terdiri atas dua kalimat yang setara, yaitu Humanya tidak begitu luas, hanya seluas tangguk. dan Hasilnya melimpah ruah. Keduanya dihubungan oleh kata hubung tetapi yang memperlihatkan hubungan kesetaraan berlawanan. Karena kalimat yang dihubungkan dalam kalimat 1) dan 2) setara, kedua kalimat itu disebut kalimat majemuk setara.
  26. 26. Sementara itu, kalimat 3) terdiri atas dua kalimat yang tidak setara, yaitu Itu keinginan Dinda dan Kanda tidak akan berhuma lagi karena lumbung padi sudah penuh. Kedua kalimat tersebut dihubungkan oleh kata hubung kalau yang memperlihatkan syarat terlaksananya peristiwa yang disebut dalam kalimat utama. Hubungan kalimat seperti ini disebut hubungan syarat. Kalimat 4) juga terdiri atas dua kalimat yang tidak setara, yaitu Jalan menuju huma yang mereka tuju sangat licin dan Putri Tangguk beserta suami dan anak-anaknya sering tergelincir. Kedua kalimat itu dihubungkan oleh kata hubung sehingga yang menyatakan hasil atau akibat dari peristiwa yang dilaksanakan dalam kalimat utama. Hubungan kalimat seperti ini disebut hubungan hasil. Karena kalimat yang dihubungkan dalam kalimat 3) dan 4) tidak setara, kedua kalimat itu disebut kalimat majemuk bertingkat.
  27. 27. Definisi Teks Tanggapan Kritis Teks Tanggapan Kritis adalah teks yang berisi kritik tajam terhadap suatu hal yang mengenai kesalahan. Biasanya terjadi jika ada debat , orang B memberi kritik kepada orang A karena apa yang disampaikannya kurang pas. Bisa disebut juga dengan menganalisa suatu pendapat. Kita harus menerima semua tanggapan yang diberikan oleh orang atau teman kita saat kita memberikan pendapat. Karena setiap tanggapan yang mereka berikan pasti ada alasan dan bisa membuat kita menjadi lebih baik.
  28. 28. Ciri – Ciri Teks Tanggapan Kritis • Berisi tanggapan mengenai suatu fenomena yang terjadi di lingkungansekitar kita beserta fakta dan alasan yang menguatkan • Memiliki 3 struktur • Mengandung kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan
  29. 29. STRUKTUR TEKS Evaluasi Deskripsi Teks Penegasan Ulang
  30. 30. Evaluasi Evaluasi adalah bagian awal yang berisi pernyataan umum yang disampaikan oleh penulis
  31. 31. Deskripsi Teks Adalah bagian isi yang didalamnya memuat informasi tentang data-data dan pendapat- pendapat yang mendukung maupun yang melemahkan suatu teori atau pendapat
  32. 32. Penegasan Ulang Adalah bagian terakhir yang isinya tentang penegasan ulang terhadap apa yang telah dilakukan atau yang telah diputuskan.
  33. 33. Unsur Kebahasaan Ungkapan tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pikiran penulis atau pelempar gagasan Ungkapan tanggapan yang menolak atau tidak menyetujui pikiran penulis Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain Ungkapan tanggapan yang menggambarkan simpulan dari data orang lain Ungkapan tanggapan yang menggunakan gaya bahasa/majas penghalusan Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan informasi
  34. 34. Ungkapan tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pikiran penulis atau pelempar gagasan Ungkapan Tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pikiran penulis atau pengemuka gagasan. Misalnya : 1. Ide yang disampaikan tersebut sangat tepat. 2. Pendapat yang dikemukakan penulis sangatlah tepat. 3. Saya sependapat dengan hal itu. 4. Saya setuju dengan pendapat tersebut.
  35. 35. Ungkapan tanggapan yang menolak atau tidak menyetujui pikiran penulis 1. Pandangan tersebut tentunya dapat dibantahkan. 2. Pendapat yang penulis ungkapkan hanya asumsi belaka. 3. Saya tidak setuju dengan hal itu. 4. Pendapat yang disampaikan penulis tidak sepenuhnya benar.
  36. 36. Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain 1. Dia mengatakan bahwa… 2. Dia berpendapat bahwa.. 3. Penulis menyampaikan bahwa… 4. Menurut (…) mengatakan bahwa
  37. 37. Ungkapan tanggapan yang menggambarkan simpulan dari data orang lain 1. Data yang disajikan menunjukkan bahwa 2. Simpulan dari data tersebut menunjukkan bahwa 3. Dari data-data tersebut menunjukkan bahwa
  38. 38. Ungkapan tanggapan yang menggunakan gaya bahasa/majas penghalusan 1. Saya sebenarnya setuju dengan pendapat itu, tetapi 2. Data yang dikumpulkan sudah lengkap, tetapi 3. Secara umum saya sependapat dengan hal tersebut, tetapi 4. Pendapat yang disampaikan sudah sangat bagus, tetapi
  39. 39. Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan informasi 1. Alasan yang pertama adalah… 2. Alasan ketiga yang dapat disampaikan adalah… 3. Dasar berikutnya yang dapat menjadi landasan pendapat saya adalah.. 4. Alasan terakhir adalah .....
  40. 40. Definisi Teks Tantang Teks tantangan adalah teks yang berisi informasi yang memuat bantahan terhadap suatu hal yang kontroversial yang sedang berkembang di masyarakat yang dilengkapi dengan argumen dan data-data yang dapat memperkuat bantahan tersebut. Teks tantangan ini biasanya ada dan menjadi penyangga dalam debat. Teks Tantangan bukan mengedepankan sebuah pertentangan semata yang tidak mendasar, namun harus mampu menyajikan sebuah pertentangan yang didasari oleh data dan fakta di lapangan, bukan sekadar prasangka. Biasanya yang banyak bantahan, kontroversi, pertentangan dalam hal bernegara dan politik. Tengoklah diberbagai media masa, banyak yang membicarakan perihal dunia politik yang abu-abu, seakan tak jelas mana yang salah (hitam) dan mana yang benar (putih). Selain perihal politik, yang banyak mendapatkan bantahan, kontroversi dan pertentangan di antaranya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu daerah atau negara. Contoh mudahnya, pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) atau pencabutan subsidi pemerintah, maka akan timbul bantahan, kontroversi dan pertentangan di kalangan praktisi, pengamat, bahkan rakyat kecil pun akan ikut “berkicau” di media sosial, seperti facebook, tweeter, dan media sosial lainnya yang ada di zaman teknologi informasi seperti sekarang. Secara tidak langsung, dengan adanya media sosial, menjadikan masyarakat belajar menulis Teks Tantangan yang berisi bantahan, perbedaan, kontroversi dan pertentangan antara beberapa pihak yang beda pemikiran, penilaian dan pandangan.
  41. 41. Ciri-ciri Teks Tantangan • Mempunyai struktur : Isu, Argumen (menentang), dan simpulan/saran • Memuat informasi yang memuat bantahan terhadap hal-hal kontoversial yang berkembang di masyarakat disertai argumen dan data-data yang memperkuat bantahan • Unsur kebahasaan : kalimat sanggahan, kalimat penolakan dan kalimat pernyataan.
  42. 42. Struktur Teks Tantangan Pengantar, isu masalah Argumen menentang Simpulan
  43. 43. Isu atau masalah berisi pernyataan tentang topik yang akan dibantah. Biasanya, isu atau masalah ini berisi tentang hal-hal kontroversial yang berkembang di masyarakat atau media massa. Argumen berisi rangkaian bukti atau alasan untuk mendukung bantahan. Untuk memperkuat argumen, perlu disajikan data-data yang mendukung argumen tersebut. Simpulan berisi pernyataan yang menegaskan bantahan.
  44. 44. Unsur Kebahasaan Kalimat Sanggahan Kalimat Penolakan Kalimat Pernyataan
  45. 45. Kalimat Sanggahan Kalimat sanggahan merupakan kalimat yang mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap isu/masalah, pembicaraan, atau kebijakan. Hampir seperti kalimat penolakan, kalimat sanggahan biasanya disampaikan dengan kata-kata yang lebih halus daripada kalimat penolakan. Ciri khas kalimat sanggahan antara lain adanya kata : perlu ditinjau kembali, belum sesuai, sebaiknya, kurang sependapat, kurang tepat, sebaiknya. CONTOH : • Mohon maaf, saya kurang sependapat dengan pendapat yang diutarakan Anton. • Daripada untuk BLT, sebaiknya dana dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat.
  46. 46. Kalimat Penolakan • Kalimat penolakan adalah kalimat yang berisi tidak setuju, kurang setuju atau sependapat, dan atau membantah dalam suatu hal. Mirip dengan kalimat sanggahan, namun kalimat sanggahan penggunaan katanya lebih halus daripada kalimat penolakan. Ciri khas kalimat penolakan antara lain adanya kata : tidak setuju, kurang setuju, menentang, bantahan, dibantah, disanggah, tantangan, tidak sependapat, menolak. • Saya kurang setuju apabila diadakan hukuman 13 tahun penjara bagi pengumpat. • Saya tidak sependapat dengan pernyataan anda.
  47. 47. Kalimat Pernyataan • Kalimat pernyataan atau kalimat deklaratif adalah kalimat yang ditandai dengan intonasi turun dan pada umumnya mengandung makna yang menyatakan atau memberitahukan sesuatu. Dalam ragam bahasa tulis, biasanya diberi tanda titik pada bagian akhir. • Presiden dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan rumah susun.
  48. 48. Definisi Rekaman Percobaan Teks Rekaman Percobaan adalah teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh penulis, biasanya teks seperti ini di pakai untuk melakukan percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum.
  49. 49. Ciri-ciri teks rekaman percobaan • Strukturnya terdiri atas : Tujuan, Langkah- langkah, Hasil dan Simpulan (versi buku siswa). Pendahuluan, Pembahasan (isi), dan Penutup (Versi silabus) • Memuat informasi tentang cara membuat sesuatu secara rinci • Memiliki unsur kebahasaan : kalimat kompleks, kata hubung, kata rujukan dan istilah teknis
  50. 50. Teks Rekaman Percobaan Berdasarkan silabus Pendahuluan Isi atau Pembahasan Penutup
  51. 51. Pendahuluan Pendahuluan adalah bab pertama dari karya tulis yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti. Pendahuluan dalam karya ilmiah berdeda dengan pendahuluan buku ilmu pengetahuan. Pendahuluan dalam karya ilmiah menyatakan barang apa yang menjadi pokok pembicaraan, tujuan, wawasan dan rencana pengembangannya. Sedangkan dalam ilmu pengetahuan umum biasanya terbatas pada pernyataan subyek,evolusi ilmu dan status ilmu dewasa ini. Pendahuluan diharapkan tidak panjang agar disebut baik.Tergantung pada jumlah gagasan kunci dalam paragraph pembukanya , maka pendahuluan mungkin cukup terdiri dari beberapa paragraf.
  52. 52. Pada Bagian Pendahuluan Terdapat: Latar Belakang Rumusan Masalah Rumusan Tujuan
  53. 53. Latar Belakang • Latar belakang adalah dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman kepadapembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Latar belakang yang baik harus disusun dengan sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan data atau fakta yang mendukung. Beberapa hal yang terdapat dalam latar belakang adalah: • Kondisi ideal mencakup keadaan yang dicita-citakan, atau diharapkan terjadi. Kondisi ideal ini biasa dituangkan dalam bentuk visi dan misi yang ingin diraih. • Kondisi aktual merupakan kondisi yang terjadi saat ini. Biasa menceritakan perbedaan situasi antara kondisi saat ini dengan kondisi yang dicita- citakan terjadi. • Solusi merupakan saran singkat atau penawaran penyelesaian terhadapmasalah yang dialami sebelum melangkah lebih lanjut ke pokok bahasan. • Selain itu, latar belakang dapat pula mengandung perbandingan dan penyempurnaan atas tulisan mengenai topik yang sama sebelumnya.
  54. 54. Rumusan Masalah Rumusan Masalah adalah usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahan masalahnya. Rumusan masalah merupakan suatu penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Dengan kata lain, rumusan masalah ini merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti didasarkan atas identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Suatu perumusan masalah yang baik berarti telah menjawab setengah pertanyaan atau dari masalah. Masalah yang telah dirumuskan dengan baik, tidak hanya membantu memusatkan pikiran, sekaligus juga mengarahkan cara berpikir kita.
  55. 55. Rumusan Tujuan Rumusan tujuan yaitu untuk mencari hubungan atau membedakan dua variabel atau lebih secara konsepsional. Oleh karena itu, rumusan masalah sebaiknya dikaitkan dengan tujuan tersebut. Peneliti sebaiknya menggunakan kata-kata hubungan atau perbedaan, contohnya yaitu korelasi. Karena korelasi merupakan terminologi statistika.
  56. 56. Pembahasan Bagian pembahasan dalam sebuah karya tulis ilmiah berisi hasil analisis peneliti dari data-data yang telah diperoleh. Peneliti mengemukakan dan menganalisis makna dari penemuan dalam penelitian dan menghubungkan dengan pertanyaan-pertanyaan atau hipotesis. Setiap pernyataan yang dibuat oleh peneliti harus jelas dan didukung oleh teori-teori yang ada dan relefan. Semakin dalam dan kuat pembahasan dari hasil penelitian maka semakin dapat dipercaya hasil-hasil penelitian itu. Kedalaman dalam menganalisis atau membahas data-data hasil penelitian juga menunjukkan tingkat penguasaan peneliti terhadap materi yang diteliti. Tentu ini merupakan penyumbang skor penilaian yang baik dalam sebuah lomba karya tulis ilmiah. Dalam bab pembahasan ini banyak keterkaitan dengan teori-teori yang telah peneliti tulis dalam bab Tinjauan Pustaka. Menghubungkan dan menyatukan hasil penelitian atau temuan-temuan penelitian dengan teori-teori terkait yang telah ditulis dalam Tinjauan Pustaka dengan menjelaskan hasil temuan penelitian ke dalam konteks teori yang lebih luas. Pembahasan data secara eksplisit yang telah dianalisis tersebut mengarah kepada jawaban permasalahan atau pencapaian tujuan penelitian. Tentu saja dalam memberikan penafsiran- penafsiran untuk mengarah kepada tujuan penelitian harus menggunakan logika dan teori-teori yang telah ada. Di dalam pembahasan sebaiknya peneliti berani mengungkapkan kelebihan-kelebihan dari hasil penemuannya. Mengungkapkan kelebihan tentu dibandingkan dengan penemuan yang telah ada. Kelebihan bisa ditinjau dari segi kualitas, keluasan dalam pemanfaatan, efektifitas dan efisiensi, ekonomis dan sebagainya. Selain itu peneliti juga harus berani mengungkapkan kekurangan dalam penelitiannya. Karena dari sekian keunggulannya tentu ada kelemahan- kelemahan spesifik yang muncul akibat dari inovasi yang dilakukan.
  57. 57. Tujuan dari pembahasan adalah : • Untuk memperoleh jawaban dari masalah penelitian, atau memberikan informasi bagaimana tujuan dari penelitian yang dilakukan tercapai. • Memberikan penafsiran-penafsiran dari temuan yang diperoleh dalam proses penelitian. • Menghubungkan dan menyatukan antara temuan penelitian dengan teori-teori yang telah ada. • Memodifikasi teori yang sudah ada atau menyusun teori baru • Menjelaskan kesimpulan-kesimpulan lain dan keterbatasan dari temuan-temuan penelitian
  58. 58. Pada Bagian Penutup Terdapat : Simpulan Saran
  59. 59. Simpulan Berisi jawaban dan permasalahan dalam bentuk resume atau ikhtisar dari permasalahan. Kesimpulan-kesimpulan dalam penelitan ini dibuat berdasarkan rumusan rumusan masalah dan hipotesis yang telah dibuat pada Bab 1. Kesimpulan merupakan sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah hasil dari suatu pembicaraan.
  60. 60. Saran Saran yang dimaksud di sini, merupakan usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada materi pembahasan. Hendaknya dikemukakan secara jelas dan kemungkinan dapat dilaksanakan.
  61. 61. Teks Rekaman percobaan berdasarkan buku siswa Tujuan serta alat dan bahan Langkah-langkah Hasil Simpulan
  62. 62. Tujuan serta alat dan bahan Tujuan berisi keinginan atau maksud yang ingin dicapai dari percobaan yang dilakukan. Alat dan bahan berisi bahan atau benda yang diperlukan dalam melakukan percobaan tersebut.
  63. 63. Langkah-langkah Struktur langkah-langkah berisi tahap tahap melaksanakan percobaan atau proses melakukan percobaan.
  64. 64. Hasil Berisi uraian hasil yang diperoleh dari percobaan yang telah dilakukan
  65. 65. Simpulan Berisi pendapat penulis terhadap percobaan yang telah dilakukan.
  66. 66. Unsur Kebahasaan Kalimat Kompleks/Kalimat Majemuk Kata Hubung Kata rujukan Istilah teknis
  67. 67. Kata Hubung Kata penghubung adalah kata yang menjadi penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Contoh kata hubung : dan, tetapi, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, dll
  68. 68. Kata rujukan Kata rujukan adalah kata yang merujuk pada kata, frasa, klausa, atau kalimat sebelumnya. Kata rujukan biasanya menggunakan kata ganti (ia, mereka, dia), penunjuk (ini,itu), keterangan (di sini, di sana).
  69. 69. istilah teknis Penggunaan istilah teknis menjadi bagian dari unsur bahasa dalam teks rekaman percobaan, yakni pilihan kata atau diksi yang digunakan sesuai konteks. Pilihan kata harus dilakukan dengan tepat.

    Soyez le premier à commenter

    Identifiez-vous pour voir les commentaires

  • HannytheleZzyTuipah

    Aug. 22, 2016
  • nurulainifaizah

    Nov. 17, 2016
  • ChatarinaSvt

    Nov. 27, 2016
  • aideaarsyipempasa

    Mar. 2, 2017
  • MyzaJii

    Jan. 30, 2019

TELAN Oleh: Kelas 91 SMP NEGERI 1 PALEMBANG

Vues

Nombre de vues

4 913

Sur Slideshare

0

À partir des intégrations

0

Nombre d'intégrations

5

Actions

Téléchargements

125

Partages

0

Commentaires

0

Mentions J'aime

5

×