Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Hormon tiroid

S2 KIMIA UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Hormon tiroid

  1. 1. Berlian (G2L1 14 002) Rasmi (G2L1 14 005) Under the guidance of Dr. Prima Endang, M.Si Dept.of Chemical Post Graduate Universitas Halu Oleo
  2. 2. —Mengaturkomosisi kimia & volume lingkungan internal. —Mengatur metabolisme & keseimbangan energi. —Mengatur kontraksi otot,sekresi kelenjar. —Homeostasis —Mengatur aktivitas sistem kekebalan. HORMON
  3. 3. — Hormon yg dihasilkan kelenjar tiroid merupakan dua molekul yg terdiri dari thyroxin (T4) dan triiodothyronin (T3). —Hormon ini memerlukan yodium bagi aktivitas biologisnya. —Dalam sirkulasi diikat protein plasma : TBG, TBPA, TBA dan fraksi bebas. —Proses sintesis terjadi dalam kelenjar melalui protein tiroglobulin. HORMON TIROID
  4. 4. KELENJAR TIROID  Kelenjar tiroid terdiri atas sekumpulan sel – sel folikel bulat/sferis yang berisi bahan protein yang disebut koloid.  Sel – sel ini menghasilkan hormon tiroksin (tetraiodotironin/T4) dan triiodotironin (T3).  Dinding folikel terdiri atas selapis sel yang bentuknya berubah – ubah sesuai dengan keaktifan kelenjar  Bila kelenjar sedang aktif sel dinding ini berbentuk kuboid yang tinggi, koloidnya menyusut, pinggirannya memperlihatkan lacuna/lekukan.  Sebaliknya bila sedang tidak aktif, sel dinding menjadi gepeng dan folikel membesar berisis penuh koloid.Di antara folikel terdapat sel C (sel parafolikuler) yang menghasilkan kalsitonin yang berperan dalam metabolisme kalsium.
  5. 5. MEKANISME KERJA KELENJAR TIROID Pada awalnya Hypothalamus akan menghasilkan TRH (Thyrotropine Releasing Hormone) yang akan memacu Kelenjar Pituitari (Hipofise) untuk menghasilkan TSH (Thyrotropine stimulating hormone) TRH (Thyrotropine releasing Hormone)akan memacu kelenjar thyroid untuk menghasilkan T3 dan T4 TSH (Thyrotropine stimulating hormone) TSH memacu kelenjar thyroid untuk menghasilkan T3 dan T4 TRH (Thyrotropine releasing Hormone) yang dihasilkan Hypothalamus Triiodotironin (T3) dan Tetraiodotironin/ Tiroksin (T4) yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid Jika hormon thyroid diproduksi dalam jumlah sedikit maka TSH akan meningkat nilainya untuk memacu agar kelenjar thyroid dapat menghasilkan T3 dan T4 dalam jumlah cukup. Sebaliknya jika terjadi peningkatan produksi T3 dan T4 maka TSH akan menurun jumlahnya agar tidak terbentuk T3 dan T4 lagi. Hypothalamus-----TRH-------->Pituitary -Gland-----TSH------>Kelenjar Thyroid------> T3 dan T4
  6. 6. SINTESIS HORMON TIROID (1)Transpor aktif dari I melintasi membran ke dalam sel tiroid (trappingof iodide). (2)Oksidasi dari iodida dan iodinasi dari residu tirosil dalam tiroglobulin. (3)Penggabungan molekul iodotirosin dalam toirglobulin membentuk T3 dan T4. (4)Proteolisis dari tiroglobulin, dengan pelepasan dari iodotirosin dan iodotironin bebas. (5)Deiodinasi dari iodotirosin di dalam sel tiroid, dengan konservasi dan penggunaan dari iodida yang dibebaskan, dan (6)Di bawah lingkungan tertentu, deiodinisasi-5' dari T4 menjadi T3 intratiroidal. (7)Sintesis hormon tiroid melibatkan suatu glikoprotein unik, tiroglobulin, dan suatu enzim esensial, peroksidase tiroid (TPO).
  7. 7. SINTESIS HORMON TIROID PADA FOLIKEL TIROID 2 6 1 5 4 3 7
  8. 8. SEKRESI HORMON KELENJAR TIROID Proses sekresi hormone ini dimulai dengan proses endositosis koloid oleh sel folikel kelenjar. Di dalam sel butir – butir koloid ini meleburkan diri dengan lisosom yang mengandung enzim proteolitik. Enzim ini memutuskan ikatan polipeptida antara senyawa iodotironin dengan tiroglobulin, sehingga didalam sitoplasma didapat MIT, DIT, T4, dan T3. MIT dan DIT tetap didalam sitoplasma untuk didaur ulang dengan bantuan enzim mikrosom iodotirosin deiodinase yang membebaskan iodium kembali. Sedangkan T3 dan T4 akan disekresikan ke dalam sirkulasi darah. Proses endositosis koloid dirangsang oleh TSH.
  9. 9. PENGONTROL FUNGSI TIROID Pertumbuhan dan fungsi dari kelenjar t iroid paling sedikit dikendalikan empat mekanisme (1) Sumbu hipotalamus-hipofisis-tiroid klasik, dimana hormon pelepas-tirotropin hipotalamus (TRH) merangsang sintesis dan pelepasan dari hormon perangsang-tiroid hipofisis anterior (TSH), yang pada gilirannya merangsang sekresi hormon dan pertumbuhan oleh kelenjar tiroid. (2) Deiodininase hipofisis dan perifer, yang memodifikasi efek dari T4 dan T3. (3)Autoregulasi dari sintesis hormon oleh kelenjar tiroid sendiri dalam hubungannya dengan suplai iodinnya. (4) Stimulasi atau inhibisi dari fungsi tiroid oleh autoantibodi reseptor TSH (1,2).
  10. 10. Sumbu hipotalamus-hipofisis-tiroid TRH dihasilkan di hipotalamus mencapai tirotropdi hipofisis anterior melalui sistem portal hipotalamus-hipofisis dan merangsang sintesis dan pelepasan TSH. (1) Baik hipotalamus dan hipofisis, T3 terutama menghambat sekresi TRH dan TSH (3,4) T4 mengalami monodeiodinasi menjadi T3 di neural dan hipofisis sebagaimana di jaringan perifer (2)
  11. 11. METABOLISME YODIDA  —Konsentrasi yodida (I-), memekatkan I- oleh kelenjar tiroid, rasio yodida T;S=25:1.  —Oksidasi yodida, dalam kelenjar tiroid melalui enzim peroksidase. —Yodinasi tirosin : organifikasi. —Perangkaian yodotirosil : MIT+DIT > T3, DIT+DIT >T4  Hidrolisis tiroglobulin distimulasi oleh TSH; dan dihambat oleh yodida. —Deyodinasi ekstratiroid : T4 > T3.
  12. 12. STRUKTUR KIMIA TIROKSIN (T4) DAN SENYAWA-SENYAWA YANG BERHUBUNGAN
  13. 13. Efek Hormon Tiroid Efek kalorigenesis; meningkatkan konsumsi O2, BMR, dipengaruhi usia. —Efek pertumbuhan ; sintesis protein,keseimbangan nitrogen positif. meningkatkan absorbsi glukosa di usus meningkatkan ekskresi kolesterol proses osifikasi, metamorfosis. Efek pd SSP; proses myelinisasi saraf. —Efek pd hematopoesis; pada hipotiroid akan terjadi anemia. —Efek pd sistem Cardiovaskular; pada hipertiroid > hipermetabolisme > kontraksi meningkat, vasodilatasi. —Efek pd keseimbangan air & elektrolit; pada hipertiroid > meningkatkan katabolisme protein > kalium & waterloss. —Efek pada saluran cerna; pada hipotiroid > peristaltik menurun><diare.

×