Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.
MAKALAH TENTANG IMAN KEPADA RASUL
Disusun untukmemenuhitugas agama islam :
IMAN KEPADA RASUL
DISUSUN OLEH :
ANGGI DWI PUTR...
DAFTARISI
Daftarisi...................................................................................................2
Ka...
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmatnya seh...
Iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman kepada
Rasul-Rasul Allah merupakan rukun iman, yaitu ...
ini. Sumber – sumber yang dijadikan sebagai rujukan untuk studi pustaka diperoleh dari
berbagai sumber bacaan. Baik itu bu...
seseorang yang menolak walau hanya satu orang Nabi atau Rasul dari seluruh Nabi dan
Rasul-Rasul yang diutus oleh Allah SWT...
Untuk meneladani sifat siddiq, dalam kehidupan sehari-hari dapat diusahakan
dengan cara selalu berkata benar, tidak berboh...
1. mukjizat Nabi Ibrahim AS yang tidak hangus terbakar di dalam api besar yang
menyala, bahkan beliau merasakan kenyamanan...
5. Memberi bimbingan kepada manusia agar menjadi manusia yang bertakwa kepada
Allah swt.
6. Kita dapat membedakan antara y...
DAFTAR PUSTAKA
Shalut, Muhammad. 1998. Akidah dan Syari’ah Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Chirzin, Muhammad. 1997. Konsep da...
Prochain SlideShare
Chargement dans…5
×

Makalah tentang iman kepada rasul

makalah iman kepada rasul

  • Soyez le premier à commenter

Makalah tentang iman kepada rasul

  1. 1. MAKALAH TENTANG IMAN KEPADA RASUL Disusun untukmemenuhitugas agama islam : IMAN KEPADA RASUL DISUSUN OLEH : ANGGI DWI PUTRI CAHYO NUGROHO LIDIA PRATIWI MUHAMMAD ANDIAN IKBAR RELITA HANAFI RIZKY PRATAMA
  2. 2. DAFTARISI Daftarisi...................................................................................................2 Katapengantar..........................................................................................3 Bab1( PENDAHULUAN) ...........................................................................4 1.1Latarbelakang 1.2Rumusanmasalah 1.3 Tujuan 1.4Metode/teknikpenulisan BabII ( PEMBAHASAN) ............................................................................5 2.1 DefinisiNabidanRasul 2.2 CaraMengimani NabidanRasul 2.3 dalil imankepadarasulallah 2.4 Sifat-sifatyangDimilikiParaRasuldanmeneladaninya 2.5 TugasdanMukjizatRasul 2.6 Rasul-RasulyangUlul‘Azmi 2.7 HikmahBerimanKepadaRasul BabIII ( PENUTUPAN) ............................................................................9 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran
  3. 3. KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada nabi muhammad SAW yang telah memberikan membimbing umatnya di jalan yang benar. Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut serta dalam pembuatan makalah ini. Makalah ini disusun berdasarkan tugas agama islam. “ IMAN KEPADA RASUL ” merupakan judul yang kami berikan untuk makalah ini. Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memahami aspek pendidikan agama islam. Makalah ini memuat tentang Iman kepada Para Rasul Allah, dimana didalamnya di terangkan bagaimana seharusnya kita mengimani keberadaan Rasul-Rasul Allah, Maka dengan hal ini, semoga kita semua akan menjadi lebih mengetahui dan lebih memperkuat iman kita terhadap keberadaan Rasul-Rasul Allah.. Dengan mempelajari isi dari makalah ini diharapkan generasi muda bangsa mampu menjadi islam yang sesungguhnya, saleh, beriman kepada Allah SWT dan bermanfaat bagi masyarakat. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Kami selaku penyusun telah berusaha sebaik mungkin untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Oleh karena itu kami memohon saran serta komentar yang dapat kami jadikan motivasi untuk menyempurnakan pedoman dimasa yang akan datang. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini. Tiada gading yang tak retak. karena kesempurnaan hanya milih Allah SWT. Waalaikumsalam Wr. Wb. PENYUSUN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
  4. 4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman kepada Rasul artinya mempercayai dengan sepenuh hati atas kedatangan Rasul, mulai dari yang pertama yaitu Nabi Adam as hingga yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Ajaran yang dibawa oleh para Rasul-Rasul Allah merupakan suatu rangkaian yang memiliki satu tujuan yaitu untuk menyampaikan wahyu Allah SWT berupa syariat atau hukum tertentu yang kemudian disampaikan atau di ajarkan kepada umatnya. Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim wajib beriman atau mempercayai kepada para Rasul utusan Allah sehingga dengan hal itu kita akan mengamalkan semua ajaran yang di bawa oleh Rasul utusan Allah tersebut. Dengan berpegang hidup pada Allah dan sunah Rasul maka kita akan hidup bahagia di dunia dan juga akhirat. Namun, di dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita hanya mengetahui tentang pengertiannya saja itupun hanya terbatas, tanpa mengetahui akan pemahamnnya lebih dalam dan penerapannya di dalam kehidupan yang kita jalani atau di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita patut dan wajib mempelajari, memahami dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. 1.2 RUMUSAN MASALAH Dari uraian latar belakang diatas, maka timbulah berbagai masalah yang dapat di identifikasikan, yaitu sebagai berikut : 1. Apa definisi Nabi dan Rasul ? 2. Bagaimana cara kita beriman kepada Nabi dan Rasul ? 3. Apa saja sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasul? 4. Apa sajakah tugas dan mukjizat para Rasul ? 5. Siapa saja Rasul yang mendapat gelar Ulul ‘Azmi? 6. Apa hikmah beriman kepada Rasul ? 1.3 TUJUAN Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui definisi Nabi dan Rasul. 2. Untuk mengetahui cara kita beriman kepada Nabi dan Rasul. 3. Untuk mengetahui siafat-sifat yang dimiliki para Rasul. 4. Untuk mengetahui tugas dan mukjizat para Rasul. 5. Untuk mengetahui siapa saja Rasul yang mendapat gelar Ulul ‘Azmi. 6. Untuk mengetahui hikmah dari beriman kepada Rasul Allah 1.4 METODE DAN TEKNIK PENULISAN Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat teoritis yang kemudian data tersebut akan dijadikan dasar atau pedoman untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang dibahas dalam karya tulis
  5. 5. ini. Sumber – sumber yang dijadikan sebagai rujukan untuk studi pustaka diperoleh dari berbagai sumber bacaan. Baik itu buku maupun situs – situs yang ada di internet. BAB II PEMBAHASAN 2.1 DEFINISI NABI DAN RASUL Secara etimologis Nabi berasal dari kata na-ba artinya ditinggikan, atau dari kata na-ba-a artinya berita. Dalam hal ini seorang Nabi adalah seseorang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT dengan memberinya berita (wahyu). Sedangkan Rasul berasal dari kata ar-sa-la artinya mengutus. Setelah dibentuk menjadi Rasul berarti yang diutus. Dalam hal ini seorang Rasul adalah seorang yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan misi, pesan (ar-risalah). Secara terminologis Nabi dan Rasul adalah manusia biasa, laki-laki, yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu. Apabila tidak diiringi dengan kwajiban menyampaikannya atau membawa satu misi tertentu, maka dia disebut Nabi (saja). Namun bila diikuti dengan kwajiban menayampaikan atau membawa misi (ar-risalah) tertentu, maka dia disebut (juga) dengan Rasul. Jadi setiap Rasul juga Nabi, tetapi tidak setiap Nabi menjadi Rasul (Al-Jazairy,1978, hal. 258-259). Sebagaimana manusia biasa lainnya Nabi dn Rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia yaitu makan, minum, tidur, jalan-jalan, kawin, punya anak, merasa sakit, senang, kuat, lemah, mati dan sifat-sifat manusiawi lainnya. Kalau diurut secara kronologis nama-nama Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui adalah sebagai berikut : 1. Adam 11. Luth 21. Yunus 2. Idris 12. Ayyub 22. Zakariya 3. Nuh 13. Syu’aib 23. Yahya 4. Hud 14. Musa 24. Isa 5. Shaleh 15. Harun 25. Muhammad 6. Ibrahim 16. Zulkifli 7. Isma’il 17. Daud 8. Ishaq 18. Sulaiman 9. Ya’qub 19. Ilyas 10. Yusuf 20. Ilyasa’ 2.2 CARA MENGIMANI NABI DAN RASUL Seorang muslim wajib beriman kepada seluruh Nabi dan Rasul yang telah diutus oleh Allah SWT, baik yang disebutkan namanya maupun yang tidak disebutkan namanya. Bagi yang tidak disebutkan namanya kita wajib beriman secara ijmal saja, sedangkan bagi yang disebutkan namanya kita wajib beriman secara tafshil. Seorang muslim wajib membenarkan semua Rasul dengan sifat-sifat, kelebihan dan keistimewaan satu sama lain, tugas dan mukjizat masing-masing seperti yang dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya didalam Al-qur’an dan Sunnah Rasul. Tidak sah iman
  6. 6. seseorang yang menolak walau hanya satu orang Nabi atau Rasul dari seluruh Nabi dan Rasul-Rasul yang diutus oleh Allah SWT. 2.3 DALIL IMAN KEPADA RASUL ALLAH Mengenai identitas rasul dapat dibaca dalam Q.S. Al Anbiya ayat 7 dan Al- Mukmin ayat 78 yang artinya : “ Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu ( Muhammad ) melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui (Q.S. al Anbiya: 7) "Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." (Q.S. Al-Mukmin : 78) Dalam ayat di atas dijelaskan, bahwa rasul-rasul yang pernah diutus oleh Allah swt. adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada rasul berjenis kelamin perempuan, dan jumlah rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad saw. sebenarnya sangat banyak. Di antara para rasul itu ada yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Quran dan ada yang tidak . ْ‫ن‬َ‫ع‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ‫ر‬َ‫ذ‬ َْ‫ال‬َ‫ق‬ : ‫ا‬َ‫ي‬ َْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ِْ‫للا‬ ْ‫م‬َ‫ك‬ ُْ‫ة‬َّ‫د‬ِ‫ع‬ ِْ‫اء‬َ‫ي‬ِ‫ب‬‫ن‬َ‫ال‬‫ا‬ ‫؟‬ َْ‫ال‬َ‫ق‬ : ُْ‫ة‬َ‫ئ‬‫ا‬ِ‫م‬ ْ‫ف‬‫ل‬َ‫ا‬ ْ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬‫ر‬َ‫ا‬ َ‫و‬ َْ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ُْ‫ل‬ُ‫س‬ُّ‫لر‬َ‫ا‬‫ا‬ً‫ف‬‫ل‬َ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َْ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ذ‬ ُْ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ ْ‫ة‬َ‫ئ‬‫ا‬ِ‫م‬ َْ‫ة‬َ‫س‬‫م‬َ‫خ‬ َ‫و‬ َْ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ‫ا‬ًّ‫م‬َ‫ج‬ ‫ا‬ ً‫ر‬‫ي‬ِ‫ف‬َ‫غ‬ (ُْ‫ه‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ ‫د‬َ‫م‬‫ح‬َ‫أ‬) "Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa jumlah para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000 orang dan di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu jumlah yang besar." (H.R. Ahmad) 2.4 SIFAT-SIFAT YANG DIMILIKI PARA RASUL DAN MENELADANINYA Sifat-safat wajib dan Mustahil yang dimiliki oleh Rasul : 1. As-Shiddiq (benar) Artinya selalu berkata benar , tidak pernah berdusta dalam keadaan bagaimanapun. Apa yang dikatakan oleh seorang Rasul – baik berupa janji, berita, ramalan masa depan, dan lain-lain – selalu mengandung kebenaran. Mustahil seorang Rasul mempunyai sifat Kazib (pendusta), karena hal tersebut menyebabkan tidak adanya orang yang membenarkan risalahnya.
  7. 7. Untuk meneladani sifat siddiq, dalam kehidupan sehari-hari dapat diusahakan dengan cara selalu berkata benar, tidak berbohong dalam berbicara dengan siapa pun. Benar dalam hati, ucapan, dan tindakan. Rasulullah saw, selama hidupnya tidak pernah berbohong, baik terhadap para sahabatnya maupun terhadap musuhnya. 2. Al-Amanah (dipercaya) Artinya seorang Rasul selalu menjaga dan menunaikan amanah yang dipikulkan ke pundaknya. Mustahil seorang Rasul memiliki sifat Khianat (berkhianat). Seseorang yang khianat tidak pantas menjadi Nabi, apalagi Rasul. Apabila kamu di percaya melakukan sesuatu sebaiknya dapat dipercaya, sehingga tugas apa pun selalu dikerjakan dengan baik dan benar. 3. At-Tabligh (menyampaikan) Arinya seorang Rasul akan menyampaikan apa saja yang diperintahakan oleh Allah SWT untuk disampaikan. Mustahil seorang Rasul mempunyai sifat Kitman (menyembunyikan) wahyu ilahi. Jika itu terjadi tentu batal nubuwwah dan risalahnya. Menyampaikan kebenaran dan mencegah kemaksiatan yang dilakukan oreang lain biasanya mengandung risiko. Keberanian melakukan ini merupakan salah satu perbuatan yang mulia. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw, ketika berdakwah. Beliau seringkali disambut dengan cemooh, hinaan, bahkan lemparan batu dan kotoran unta. Ini semua dilakuakan semata-mata karena perintah Allah swt. 4. Al-Fathanah (cerdas) Artinya seorang Rasul memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, pikiran yang jernih, penuh kearifan, dan kebijaksanaan. Mustahil seorang Rasul memiliki sifat Baladah (tidak cerdas atau pelupa). Kecerdasan merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia, tetapi tidak merata. ada yang cerdas dan ada pula yang tidak cerdas. Dalam meneladani sifat ini dapat dilakukan dengan cara bersungguh-sungguh dalam belajar atau menuntut ilmu. 2.5 TUGAS DAN MUKJIZAT RASUL Semua Rasul yang diutus oleh Allah SWT mempunyai tugas yang sama yaitu menegakkan kalimat tauhid La Ilaha Illallah, mengajak umat manusia hanya beribadah kepada Allah SWT semata, menjauhi segala macam Thaghut yang menegakkan agama (iqamatu ad-din) Islam dalam seluruh kehidupan. Tentang hal ini Allah berfirman : “Dan Kami tidak mengutus seoarang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainakan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya’ 21-25). Dalam menjalankan tugasnya, para Rasul berperan sebagai mubasysyrin dan munzirin artinya memberikan kabar gembira bahwa Allah SWT akan memberikan keridhaan, pahala dan balasan sorga bagi yang durhaka. Untuk membuktikan kerasulan dan kebenaran ajaran yang dibawa mereka, serta untuk menjawab tantangan dan mematahkan argumentasi para penentang, para Rasul dilengkapi oleh Allah SWT dengan mukjizat yaitu kejadian luar biasa (khawari-qul ‘adah) yang terjadi atas izin Allah SWT. Mukjizat para Rasul berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan kecenderungan umat masing-masing atau situasi yang mengendaki. Misalnya
  8. 8. 1. mukjizat Nabi Ibrahim AS yang tidak hangus terbakar di dalam api besar yang menyala, bahkan beliau merasakan kenyamanan berada di dalamnya. Bukanlah dengan maksud mendemonstrasikan kemampuannya “tahan api”, teteapi memang keadaan waktu itu yang menyebabkan Allah memilihkan mukjizat ini untuk Ibrahim Khalilullah. 2. Mukjizat Nabi Musa antara lain membelah lautan dengan tongkat, lalu terbentang jalan raya di tengahnya, atau sebelumnya tongkat menjadi ular besar yang melahap habis ular-ular tukang sihir suruhan Fir’aun, memang sesuai dengan tantangan dan situasi yang dihadapi oleh musa Kalimullah waktu itu. 3. mukjizat Nabi Isa AS yang bisa menyembuhkan bermacam-macam penyakit berat yang tidak mampu disembukan oleh “dokter-dokter ahli” waktu istu sesuai dengan kecenderungan dan prestasi pengobatan mas itu. 4. Tapi Khusus untuk Nabi Muhammad SAW disamping mukjizat yang hissiyah (indrawi) seperti keluar ir dari sela-sela jarinya untuk keperluan para sahabat berwhudhu, beliau dilengkapi dengan mukjizat yang abadi sepanjang zaman yaitu Kitan Suci Al-Qur’an. Hal itu sesuai dengan tugas beliau sebagai Rasul untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman nanti, berbeda dengan Rasul-Rasul sebelumnya yang hanya diutus untuk umat dan masa tertentu saja. 2.6 RASUL-RASUL YANG ULUL ‘AZMI Rasul-Rasul yang digelari ulul ‘azmi ada lima orang yaitu: 1. Muhammad SAW 2. Nuh AS 3. Ibrahim AS 4. Musa AS 5. Isa AS Tentang hal itu Allah SWT berfirman: “Maka bersabarlah kamu seperti bersabarnya Rasul-Rasul yang Ulul ‘Azmi….” (Al-Ahqaf 46:35). “Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-Nabi dan dari kamu (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa, Isa putera Maryam, dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.” (Al-Ahzab 33:7). Ulul ‘Azmi maksudnya teguh hati, tabah, sabar, segala cita-cita dikejar dengan segenap tenaga yang dimiliki, hingga akhirnya tercapai juga. Sedangkan Rasul-Rasul yang ulul ‘azmi maksudnya adalah para Rasul yang paling banyak mendapat tantangan, paling banyak mendapat penderitaan, tapi mereka tetap teguh, tabah, sabar dan terus berjuang hingga mereka berhasil mengemban tugas yang dipikulkan oleh Allah SWT. 2.7 HIKMAH BERIMAN KEPADA RASUL Adapun hikmah-hikmah dengan kita beriman kepada rasul allah, antara lain: 1. Mendapat rahmat Allah SWT. 2. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat kesempurnaan-Nya. 3. Mengajarkan kepada manusia agar dalam hidup dapat selamat dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. 4. Memberikan petunjuk dan suri teladan sehingga akan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  9. 9. 5. Memberi bimbingan kepada manusia agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt. 6. Kita dapat membedakan antara yang benar dan yang salah (buruk). 7. Sebagai prioritas untuk mencapai kebenaran yang hakiki karena mendapat petunjuk dari Allah dan menjadi tahu tentang hakikat dirinya sendiri. Sehingga akan bertambah iman kepada Allah dan juga kepada Rasul Allah. 8. Kita mengetahui adanya kehidupan sesudah mati. BAB III PENUTUPAN 3.1 KESIMPULAN Diskusi mengenai pembahasan ini merupakan awal yang masih sederhana sehingga ada beberapa hal yang disarankan, antara lain : 1. Masyarakat harus mengetahui dan memahami mengenai pengertian iman kepada Rasul Allah secara dalam. 2. Pemerintah harus lebih menambah waktu jam pelajaran mengenai materi tersebut di dalam kalangan pelajar agar mereka mampu memahami lebih dalam, luas, serta terarah nantinya. 3. Masyarakat Harus mampu menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, dengan menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul allah. 4. Kepada siswa dan siswi diharapkan mampu mempelajari tentang materi Beriman kepada Rasul-rasul allah secara intensif dan lebih luas. 5. Diharapkan ada peneliti yang mampu melengkapi kekurangan dari makalah ini. Beriman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan hal wajib dan patut dipelajari, karena selain memberikan hikmah-hikmah yang sangat bermanfaat, juga memberikan pembelajaran dan teladan bagi kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat. Kita sebagai manusia harus mempelajari lebih dalam, memahami lebih luas, dan menerapkannya di dalam kehidupan kita tentang beriman kepada Rasul-Rasul Allah agar kita dapat menjadi yang lebih baik di setiap harinya, dan mendapat kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat. 3.2 SARAN Mungkin inilah yang bisa kami sampaikan pada penulisan tugas makalah “Iman Kepada Rasul”. Meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal kita dapat mengambil manfaat dan ilmu dari tulisan ini. Masih banyak kesalahan dari penulisan yang kami tuliskan, karena kami hanyalah manusia yang adalah tempat salah dan dosa, dan kami juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa sebelumnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Guru Pendidikan Agama Islam yaitu Pak Hasan yang telah memberi tugas kelompok ini demi kebaikan kami dan harapannya juga untuk orang lain.
  10. 10. DAFTAR PUSTAKA Shalut, Muhammad. 1998. Akidah dan Syari’ah Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Chirzin, Muhammad. 1997. Konsep dan Hikmah Aqidah Islam. Yokyakarta: Mitra Pustaka. http://islamicpwr.blogspot.com/2012/10/iman-kepada-rasul-allah.html http://13hif.blogspot.com/2012/01/hikmah-beriman-kepada-rasul-alllah_13.html http://www.scribd.com/doc/84883105

×