Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

sistem reproduksi

sistem reproduksi pada manusia

  • Soyez le premier à commenter

  • Soyez le premier à aimer ceci

sistem reproduksi

  1. 1. BUDI AFRIANTO PURNOMO RENDI EVRIAN DIAN PRATIWI NURULIA WIDYA SINDY SEPTIAWAN
  2. 2. Sistem reproduksi pada manusia akan mulai berfungsi ketika seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil baligh. Pada seorang pria testisnya telah mampu menghasilkan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon testosteron. Hormon testosteron berfungsi mempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, di antaranya suara berubah menjadi lebih besar, tumbuhnya rambut di tempat tertentu misalnya jambang, kumis, jenggot, dan dada tumbuh menjadi bidang, jakun membesar. Sedangkan seorang wanita ovariumnya telah mampu menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon wanita yaitu estrogen. Hormon estrogen berfungsi mempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, yaitu kulit menjadi semakin halus, suara menjadi lebih tinggi, tumbuhnya payudara dan pinggul membesar..
  3. 3. 1. Organ Reproduksi Pada Pria a. Testis/Buah Zakar Jumlah 1 pasang, terdapat dalam kantong pelindung yang disebut skrotum dan terletak di luar dan di bawah rongga pelvis. Testis berfungsi menghasilkan hormon testosteron dan sel kelamin jantan (spermatozoa).
  4. 4. b. Saluran Reproduksi Saluran reproduksi pada pria terdiri atas: 1) Epididimis, merupakan tempat pendewasaan (pematangan) dan penyimpanan sperma. Epididimis berupa saluran yang berkelok- kelok yang terdapat di dalam skrotum. 2) Vas deferens (saluran sperma), merupakan kelanjutan dari saluran epididimis, berfungsi menyalurkan sperma ke uretra. 3) Uretra, kelanjutan dari vas deferens, berfungsi untuk menyalurkan sperma keluar dan merupakan saluran urine dari kandung kemih menuju ke luar. Gambar:
  5. 5. c. Penis Merupakan alat kelamin luar, berfungsi untuk alat kopulasi, yaitu untuk memasukkan sperma ke dalam saluran reproduksi pada wanita. d. Kelenjar yang terdapat pada pria 1) Vesika seminalis, Kelenjar ini menghasilkan cairan yang pekat berwarna kuning, mengandung makanan yang merupakan sumber energi untuk pergerakan sperma. 2) Kelenjar prostat, Merupakan kelenjar penghasil semen terbesar, bersifat encer dan berwarna putih, berisi makanan untuk sperma. 3) Kelenjar bulbourethralis, Kelenjar ini terdapat di sepanjang uretra, berfungsi mensekresi cairan lendir bening yang menetralkan cairan urine yang bersifat asam yang tertinggal pada uretra.
  6. 6. 2. Organ Reproduksi Wanita a. Ovarium (indung telur) Jumlahnya 1 pasang, terletak di dalam rongga perut, berfungsi untuk pembentukan sel telur dan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Pembentukan sel telur terjadi melalui pembentukan folikel. Hormon estrogen berfungsi untuk menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, di antaranya: payudara membesar, suara semakin tinggi, kulit semakin halus, panggul membesar dan lain-lain. Gambar Bagian-bagian Ovarium
  7. 7. b. Saluran reproduksi, terdiri atas: 1. Satu pasang corong infundibulum, berfungsi untuk menangkap sel telur dari ovarium. 2. Dua pasang tuba falopii atau oviduk, merupakan saluran telur, berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi (pembuahan). 3. Uterus (rahim), berfungsi sebagai tempat perkembangan dan pertumbuhan janin. 4. Vagina, organ untuk kopulasi dan melahirkan. 5. Alat kelamin luar, umumnya dinamakan vulva, terdiri atas labia mayora, labia minora dan klitoris.
  8. 8. a. Spermatositogenesis Adalah tahapan di mana terjadinya perkembangan pada spermatogonium hingga menjadi spermatid. Sel-sel kecambah (germinal) primordial testis embrio berdiferensiasi (tumbuh) menjadi spermatogonia (jamaknya disebut spermatogonium) yaitu sel diploid yang merupakan prekusor sperma. Pada mulanya, diwaktu masih dalam kandungan, sel-sel germinal primordial tampak pada tingkat perkembangan yang dini di antara sel endoderm di dinding kantung kuning telur di dekat allantois. Kemudian pada minggu ke-3 masa janin, mereka akan bermigrasi ke rigi urogenital yang saat itu tumbuh di daerah lumbal. Semenjak dari dalam kandungan sampai masa pubertas nanti, sel-sel germinal primordial ini akan mengalami fase istirahat, sampai suatu saat ketika lumen tubulus seminiferus telah sempurna dibentuk pada pubertas, mereka akan berdiferensiasi menjadi spermatogonia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, spermatogonia itu berasal dari sel-sel germinal primordial tersebut.
  9. 9. Spermatogonia tipe A adalah spermatogonia awal yang dibentuk. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini diketahui bahwa spermatogonia tipe A ini akan mengalami serangkaian fase pembelahan secara mitosis, dan akhirnya membentuk spermatogonia tipe B. Spermatogonia tipe B ini terletak di dekat dinding bagian luar tubulus seminiferus kemudian akan bergerak ke lumen, termodifikasi dan membesar membentuk spermatosit primer. Pada pria dewasa, sekitar 3 juta spermatogonia per hari tumbuh menjadi spermatosit primer. Spermatosit primer nantinya akan semakin ke arah lumen sambil membelah secara miosis menjadi spermatosit sekunder. Artinya jumlah kromosom spermatosit sekunder menjadi setengahnya yaitu 23 kromosom
  10. 10. Pada fase meiosis pertama ini (atau miosis I), proses yang berlangsung cukup lama adalah pada tahap profase I, yakni sekitar 22 hari. Sedangkan proses selanjutnya yakni metafase, anafase dan telofase berlangsung dengan cepat. 1 spermatosit primer menghasilkan 2 spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder langsung pergi ke meiosis kedua menghasilkan spermatid. Karena dalam spermatosit sekunder tidak terjadi reduplikasi DNA ataupun rekombinasi materi genetik maka meiosis kedua dapat berlangsung dengan cepat. Ini hanya berlangsung sekitar lima jam dan untuk alasan itu spermatosit sekunder yang agak jarang terlihat di bagian histologis. Melalui pembagian kromatid dari spermatosit sekunder, dua spermatid haploid muncul yang hanya berisi setengah konten DNA asli. Jadi ada 4 spermatid yang berasal dari 2 spermatosit sekunder
  11. 11. Langkah selanjutnya adalah tahap dimana spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa. Proses ini secara keseluruhan dikenal denganspermiohistogenesis. Spermiogenesis terdiri dari empat tahapan: •Pembentukan akrosom, yaitu pelindung kepala sperma yang menutupi separoh permukaan nukleus sperma dan berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus lapisan-lapisan sel sel telur pada saat fertilisasi. (contohnya, enzim hyaluronidase dan proteolitik). •pemadatan inti/kondensasi nukleus. •pembentukan leher, badan tengah dan ekor dari sperma penglepasan sitoplasma yang tersisa menjadi bahan residu yang kemudian difagosit oleh sel sertoli
  12. 12. Hasil akhir dari spermatogensis adalah spermatozoa yang haploid (n), dimana 1 spermatosit primer menghasilkan 4 spermatozoa. Proses ini berlangsung di dalam testis lebih kurang selama 64 hari, dimana sebenarnya spermatozoa yang terbentuk adalah sekitar 300 juta sel spermatoza baru setiap hari. Proses permatogenesis sesungguhnya didukung oleh peranan sel- sel lain yang ada di dalam testis. Sel sertoli berguna untuk men- support dan melindungi sel benih, menutrisinya dan berperan dalam pelepasan sel sperma yang telah matur. Sedangkan sel leydig menghasilkan testosteron yang berfungsi bersama-sama dengan sel sertoli untuk menjadi pemicu awal proses spermatogenesis
  13. 13. Spermatozoa yang telah terbentuk akan bergerak ke arah tengah tubulus seminiferus dan menuju ke epididimis. Selama tiga minggu sperma tinggal di dalam epididimis dan mendapatkan motilitasnya (kemampuan bergerak). Setelah itu, sperma akan masuk ke vas deferens dan di ujung vas deferens, sperma akan mendapatkan getah produk kelenjar vesikula seminalis, prostat, dan couper. Ketiga kelenjar ini mensekresikan getah yang bersifat basa yang berfungsi untuk melindungi sperma ketika masuk ke dalam saluran kelamin wanita yang umumnya bersifat asam. Hormon yang berperan dalam pembentukan sperma adalah hormone FSH (folicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Produksi sperma juga bersamaan dengan dihasilkannya hormon testosterone yang merupakan hormon kendali keberadaan FSH dan LH.
  14. 14. b. Oogenesis Adalah proses pembentukan ovum (sel telur). Produksi sel telur dimulai dengan mitosis sel germinal primordial di dalam embrio yang menghasilkan oogonia yang bersifat diploid (jamaknya disebut oogonium). Masing-masing oogonium berkembang menjadi oosit primer yang diploid juga dan berkembang di dalam folikel. Oosit primer menjadi ditangkap dalam tahap profase I diplotene dari (profase dari pembelahan meiosis pertama). Tak lama sebelum kelahiran, semua oosit dalam ovarium janin perempuan telah mencapai tahap ini. . Fase istirahat meiosis yang kemudian mulai disebut dictyotene dan itu berlangsung sampai pubertas, di mana setiap bulan (dan dalam setiap bulan sesudahnya sampai menopause) sepasang oosit primer menyelesaikan meiosis pertama. Pembelahan meiosis pertama menghasilkan sitokinesis yang tidak sama. Pembelahan meiosis pertama menyebabkan folikel pecah dan menghasilkan sebuah sel besar yang disebut oosit sekunder dan sebuah badan polar yang lebih kecil
  15. 15. Pembelahan meiosis kedua, oosit sekunder akan berkembang menghasilkan ovum dan 1 badan polar, hanya terjadi jika sel sperma menembus oosit sekunder sedangkan badan polar yang pertama akan menghasilkan 2 sel badan polar yang lebih kecil dan akan mengalami degenerasi. Jadi hasil oogenesis untuk 1 sel germinal adalah 3 badan polar dan 1 sel ovum. Gambaran proses oogenesis:
  16. 16. Struktur gamet
  17. 17. Ada 3 perbedaan antara oogenesis dan spermatogenesis yaitu : •Sitokinesis : selama pembelahan meiosis, oogenesis mengalami pembelahan sitoplasma (sitokinesis) tidak sama, dengan pembagian yang paling banyak ada di oosit sekunder. Sel berkembang ini nantinya akan jadi ovum dan yang lainnya akan mengalami degenerasi. •Seorang laki-laki akan terus mengalami spermatogenesis hingga ia meninggal, sedangkan tidak dengan oogenesis, pada umur tertentu ( umumnya >46 tahun) oogenesis sudah berhenti. •Oogenesis mempunyai periode istirahat yang panjang yaitu diantara kelahiran dan pubertas oosit primer mereplikasi DNA dan memasuki profase 1 meiosis, tetapi tidak berubah lebih lanjut kecuali diaktifkan oleh hormon. Ketika pubertas, FSH aktif dan oosit primer menyelesaikan meiosis pertamanya. Kemudian meiosis berhenti sekali lagi yaitu oosit sekunder yang dibebaskan selama ovulasi tidak menyelesaikan meiosis kedua kecuali bila bertemu sperma maka akan menjadi ovum. Sedagkan spermatogenesis, menghasilkan sperma dewasa dari sel prekursornya dalam urutan yang tidak terhenti.
  18. 18. Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut: Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada saat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel de Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.
  19. 19. Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.
  20. 20. Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah: 1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH 2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH 3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
  21. 21. Gambar Siklus Hormonal
  22. 22. Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu: 1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah 2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi) 3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
  23. 23. Daur Menstruasi
  24. 24. Masa Subur Masa subur adalah masa dimana akan terjadi kehamilan pada saat fertilisasi. Pada masa itulah, sel telur yang dihasilkan berada dalam keadaan siap untuk dibuahi.
  25. 25. Kelompok 4

×