Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

Akhlak Tercela power point

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Chargement dans…3
×

Consultez-les par la suite

1 sur 27 Publicité

Plus De Contenu Connexe

Diaporamas pour vous (20)

Publicité
Publicité

Plus récents (20)

Akhlak Tercela power point

  1. 1. Quranic XII SCIENCE 1
  2. 2. Akhlak? Apa itu? Akhlak adalah situasi hati yang mantap, yang muncul ke permukaan dari individu muslim dengan reflek tanpa dipertimbangkan. Jika situasi hati itu menimbulkan amal perbuatan yang baik dan terpuji menurut akal dan agama, ia disebut akhlak yang baik. Dan jika yang timbul darinya adalah amal perbuatan yang buruk, berarti situasi yang menjadi sumbernya adalah situasi hati atau akhlak yang buruk
  3. 3. Akhlak Tercela Diri Sendiri Orang lain
  4. 4. AKHLAK TERCELA Hasud Sombong Ujub Syirik Riya
  5. 5. Hasud Syeikh Abu Hamid Al-Ghazali berkata “Ketahuilah bahwa tidak ada kedengkian (hasad), kecuali terhadap kenikmatan, jika Allah memberi nikmat kepada saudaramu, maka ada dua hal yang ada pada dirimu. Pertama, benci kepada seseorang yang memperoleh nikmat, dan berharap agar nikmat itu lenyap dari padanya. Keadaan ini disebut dengki. Batasan dengki adalah benci terhadap nikmat, dan ingin melenyapkan dari orang yang mendapat karunia. Kedua, ia sendiri mengharapkan agar mendapat nikmat itu tanpa berusaha melenyapkan nikmat yang dimiliki orang lain.
  6. 6. Sifat pertama di atas adalah haram hukumnya dalam segala hal. Betapa ganasnya penyakit nafsiyah ini menyerang manusia, bisa kita lihat dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Di antaranya : “Hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api yang melalap kayu bakar”. (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah, dan Ibnu Majah dari Abbas) “Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling memutuskan hubungan persaudaraan, jangan saling membenci, jangan pula saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba Allah sebagai saudara”.(HR. Bukhari Muslim) Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati. Tapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya”.(HR. Ali Imran:120)
  7. 7. Ujub Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah meringkas defenisi ujub: "Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri hingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi saudaranya itu lebih wara' dari perkara haram dan lebih suci jiwanya ketimbang dirinya". Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang ujub antar lain Surat At-Taubah:55 yang artinya: Artinya: “Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu (menjadikan kamu bersikap ujub). Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir”. (QS. Taubah: 55)
  8. 8. Abu Wahb al-Marwazi berkata, Aku bertanya kepada Ibnul Mubarak, Apakah kibr (sombong) itu? ¨ Dia menjawab, Jika engkau merendahkan orang lain. ¨ Lalu aku bertanya tentang ujub, maka dia menjawab jika engkau memandang bahwa dirimu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, aku tidak tahu sesuatu yang lebih buruk bagi orang yang shalat daripada ujub.
  9. 9. Takabur (Sombong) SOMBONG berarti merasa kelebihan dan kehebatan yang ada pada diri sendiri, kemudian ditambah dengan sifat suka menghina dan merendahkan orang lain. Orang sombong memandang rendah manusia lain karena merasa mempunyai suatu kelebihan yang ada pada diri mereka.  Sifat sombong adalah sifat asli iblis  Orang yg terserang sifat sombong akan keras hatinya, tidak dapat mengikuti kata hati yang baik, karena rasa syukur didalam hati tidak ada  Salah satu syarat diterimanya salat adalah orang yg tidak sombong kepada manusia lain
  10. 10. “Aku akan belokkan dari petunjuk-Ku, orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi, di luar kebenaran.” (Surah al-A’raaf, ayat 146) “Sesungguhnya, orang yang menyombongkan dirinya dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahanam dengan kehinaan.” (Surah al-Mu’min, ayat 60) “Tidak akan masuk neraka, orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi darinya iman, dan tidak akan masuk syurga yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi darinya sombong.” (Hadis riwayat Muslim dan Abu Daud) “Orang yang sombong, keras kepala dan takbur, akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam bentuk semut yang kecil, yang dipijak mereka oleh manusia, kerana hinanya mereka pada Allah.” (Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Abu Hurairah). “Janganlah kamu berjalan dimuka bumi ini sombong, karena kamu tidak akan mampu membuat bumi terbelah dan mencapai ketinggian gunung-gunung. sikap seperti itu sungguh sangat dibenci oleh tuhan-MU”. (Al-Isra) “Dan janganlah engkau membuang muka penuh kesombongan terhadap orang lain dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sebab Allah tidak senang terhadap semua orang yang sombong lagi angkuh. Luqman:18”
  11. 11. “Mereka mengingkarinya karena zalim dan sombong, padahal hati mereka meyakini kebenarannya. Sebab itu perhatikanlah bagaimana kesudahannya orang-orang yang berbuat onar” An-Naml:14 Dalam ayat lain, sikap dari orang-orang yang sombong dinyatakan sebagai berikut: “Didengarnya beberapa dalil Allah yang dikemukakan kepadanya, kemudian dia tetap menyangkal dengan sombongnya, seolah-olah dia tidak mendengarkannya. Karena itu, gembirakanlah dia dengan siksaan yang pedih” Al-Jatsiyah:8
  12. 12. Amal Ibadah Ilmu Kekuatan/Kekuasaan Banyak pengikut setia di belakang Amal Ibadah Ilmu Keturunan,Jabatan Ketampanan/Kecantikan
  13. 13. Riya Riya artinya memperlihatkan perbuatan (ibadah) kepada orang lain agar disanjung atau dipuji. Maksud lain adalah beribadah dengan niat karena ALLAH dan karena ingin dilihat, disanjung atau dipuji manusia. Hakikat riya sebenarnya ada dalam hati, dan tidak selamanya ditunjukkan dalam perbuatan, karena ada orang yang menunjukkan perbuatannya dengan niat memberi contoh. Oleh karena itu hanya Allah-lah yang dapat menilai apakah perbuatan tersebut mengandung riya atau tidak. Riya dalam niat Riya dalam perbuatan “Kecelakaan bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya’”(Al-maun)
  14. 14. Sudah diketahui bahwa bahaya riya sangatlah besar, dan kita sebagai umat muslim sudah selayaknya untuk menghindari perbuatan riya tersebut, diantaranya adalah dengan cara : Mempersiapkan niat hanya karena Allah saja, tidak menampakkan ibadah kecuali untuk memberi contoh dan diwaktu orang banyak melakukannya. BEBERAPA PERKARA YANG BUKAN TERMASUK RIYA’ 1. Seseorang yang beramal dengan ikhlas, namun mendapatkan pujian dari manusia tanpa ia kehendaki. 2. Seseorang yang memperindah penampilan karena keindahan Islam. 3. Beramal karena memberikan teladan bagi orang lain. 4. Bukan termasuk riya’ pula bila ia semangat beramal ketika berada ditengah orang-orang yang lagi semangat beramal.
  15. 15. Syirik Syirik yaitu menyamakan selain Allah. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah disamping berdo'a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo'a dan sebagainya kepada selainNya.
  16. 16. “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun"[ Al-Maa'idah: 72] “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.”(QS. An Nisa: 48) “Sesuatu yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah perbuatan syirik kecil. Para shohabat bertanya: Ya Rosululloh, apakah syirik kecil itu? Beliau menjawab: riya.” (HR. Ahmad)
  17. 17. Beberapa Akhlak Tercela yang berengaruh terhadap diri sendiri
  18. 18. Putus Asa "Kebinasaan ada dalam dua hal, putus asa dan ujub”. Ibnu Mas'ud ra menyebutkan kedua hal tersebut karena kabahagiaan tidak bisa dicapai kecuali dengan usaha, pencarian keseriusan, dan perjuangan, sedangkan orang yang putus asa tidak mau berusaha dan tidak mau pula mencari, sementara orang yang 'ujub beranggapan bahwa ia bisa mencapai kebahagiaan dan menggapai tujuannya sehingga ia tidak mau berusaha, karena apa yang sudah ada tidak perlu dicari dan apa yang mustahil juga tidak perlu dicari.
  19. 19. “janganlah kamu semua berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tidak tidak ada yang suka berputus asa dari rahmat Allah, melainkan golongan orang-orang kafir”. (QS. Yusuf:87) “Manusia itu tidak pernah jemu memohon kebaikan, tetapi jika dia ditimpa malapetaka, Mereka berpaling dan berputus asa” (Al-Fusshilat) “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S Yunus ayat 26)
  20. 20. Berlebih - lebihan Berlebih-lebihan adalah melakukan sesuatu di luar batas ukuran yang menimbulkan kemudharatan baik langsung ataupun tidak kepada manusia dan alam sekitarnya. Pada dasarnya sikap berlebih-lebihan akibat dari sikap manusia yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Sikap berlebih-lebihan sangat dibenci Allah, sebagaimana dalam firmannya : “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al-An’am:141). “Dan berilah kepada kerabat-kerabat akan haknya (juga kepada) orang muslim dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah engkau boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.(QS. Al-Isra’: 26-27).
  21. 21. Ghadab (Marah) “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang- orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. (sesungguhnya) ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (QS Ali Imran: 133-134). Dalam Hadits yang lain Rasulullah bersabda. “Tidaklah seseorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia,” (HR. Muslim).
  22. 22. Seperti di sebutkan oleh Ibnu Qoyyim rahimullah: 1. Terhalangnya ilmu agama karena ilmu itu cahaya yang diberikan Allah di dalam hati, dan maksiat mematikan itu. 2. Terhalangnya rezeki, seperti dalam hadits riwayat Imam Ahmad, "Seorang hamba bisa terhalang rezekinya karena dosa yang menimpanya” 3. Kegelapan yang dialami oleh tukang maksiat di dalam hatinya sehingga hatinya mengeras 4. Tidak mudah menerima kebaikan 5. Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahannya 6. Maksiat akan melahirkan maksiat lain lagi, demikian kata ulama salaf: Hukum kejahatan adalah kejahatan lagi sebagaimana kebaikan akan melahirkan kebaikan lagi 7. Orang yang melakukan dosa akan terus berjalan ke dalam dosanya sampai dia merasa dirinya hina. Itu pertanda-tanda kehancuran 8. Kemaksiatan menyebabkan kehinaan. Dan kebaikan melahirkan kebanggaan dan kejayaan 9. Maksiat merusak akal, sedang kebaikan membangun akal.
  23. 23. Untuk menghindarinya, apa yg harus kita Menahan diri kepada hal2 yg lakukan? menuju keburukan ”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah Bersyukur sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ , 4:32) Pahamilah isi al-qur’an Tawadu,yakini bahwa seluruh yg dengan membaca kita miliki di dunia ini hanya Salat yang khusyu & terjemahannya titipan,dan milik Allah tepat waktu
  24. 24. Takut Kepada Allah “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qu'ran kepada sebuah gunung,pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan- perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS Al-Hasyr, 59: 21) “Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS Al- Nahl, 16: 50)
  25. 25. Melihat sekitar bahwa diri ini masih lebih beruntung dari para pengemis dan fakir diluar sana
  26. 26. Masih mau berfikir 2 kali untuk berubah? Setidaknya berubah untuk menjadi orang yg lebih baik,bermanfaat, agar dapat membantu orang2 susah seperti tadi. Karena mereka membutuhkan kita. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi?
  27. 27. Thank you  Maya Novita & Sakinah M.

×