Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Buku panduan organisasi hipmi ok

Buku Panduan Organisasi HIPMI

  • Identifiez-vous pour voir les commentaires

Buku panduan organisasi hipmi ok

  1. 1. DAFTAR ISI 1KATA PENGANTARBADAN PENGURUS PUSATHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIAPedoman Organisasi merupakan salah satu landasan organisasi HimpunanPengusahaMudaIndonesia(HIPMI)yangberisikanpenjabarandari AnggaranDasar dan Anggaran Rumah Tangga, yang bertujuan untuk memudahkanBadan Pengurus dalam melaksanakan amanah Musyawarah Nasional XIV HIPMIMakassar. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga merupakan payungorganisasi dan disiapkan dalam bentuk umum, belum menyentuh persoalan-persoalan teknis operasional organisasi. Hal ini menjadi tugas BPP HIPMI MasaBakti 2011-2014 untuk menyusun Peraturan Organisasi dan Tata Laksana KerjaBPP HIPMI, sehingga dapat memudahkan pengurus dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi.Pedoman organisasi HIPMI disusun berdasarkan evaluasi terhadap dinamika organisasi dalam mencapaiVisi dan Misi HIPMI dengan Komitmen Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 yang Sertifikasiini berhasil kita dapatkan pada tanggal 6 Juni 20012 sebagai Kado Ulang Tahun HIPMI yg ke 40. Selainitu, Peraturan Organisasi ini disusun berdasarkan kebutuhan organisasi dalam menjawab tantanganmemberikan layanan prima kepada seluruh anggota HIPMI serta stakeholder dengan semangat ”BergerakBersama Daerah” melalui upaya perbaikan berkelanjutan. Dalam penyusunannya, Bidang Organisasi danHukum mempertimbangkan berbagai aspek yang dipandang sangat penting terkait dengan gerak danlangkah HIPMI sebagai satu-satunya wadah berhimpun Pengusaha Muda Indonesia. Prinsip-prinsip inikemudian diharapkan dapat tercermin dalam kinerja organisasi, sehingga harapan anggota terhadapHIPMI sebagai saluran aspirasi pengusaha muda dapat terwujud.Dalam rangka menyusun penterjemahan AD-ART ini, BPP HIPMI secara kontinyu telah melaksanakandiskusi intens selama 1 (satu) bulan dan telah mengkomunikasikan Draft Peraturan Organisasi ke daerahdan akhirnya aspirasi daerah bisa kami akomodir melalui Peraturan Organisasi yang telah tersusun ini dansudah disahkan dalam forum Rapat Badan Pengurus Lengkap BPP HIPMI pada tanggal 15 April 2013.Bahwa sesuai Rapat Badan Pengurus Lengkap BPP HIPMI tersebut diatas, Peraturan Organisasi yang telahdisahkan meliputi :1. TATA LAKSANA KERJA BADAN PENGURUS PUSAT HIPMI 2. TATA LAKSANA PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN ORGANISASI HIPMI3. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN ORGANISASI4. PERATURAN ORGANISASITENTANG RESUFFLE DAN PENETAPAN JABATAN LOWONG BADAN PENGURUSHIPMI5. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN MUSYAWARAH DAERAH/ CABANGHIPMI 6. PERATURAN ORGANISASI TENTANG RAPAT KERJA7. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PEMBENTUKAN BADAN PENGURUS DAERAH/CABANG HIPMI DIDAERAH/WILAYAH PEMEKARAN 8. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA/BADAN/YAYASAN ATAU SEJENISNYAHIPMI 9. PETUNJUK PELAKSANAAN REGISTRASI NASIONAL ANGGOTA HIPMI DAN PENERBITAN KARTU TANDAANGGOTA 10. PERATURAN ORGANISASI TENTANG DISIPLIN ORGANISASI HIPMI
  2. 2. DAFTAR ISI211. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HIPMI 12. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEUANGANHIPMI 13. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN HIPMI14. PERATURAN ORGANISASI TENTANG PEDOMAN PANITIA KEGIATAN HIPMI15. LAMPIRAN-LAMPIRANNamun berdasarkan perkembangan dalam Rapat Badan Pengurus Lengkap BPP HIPMI, khusus PeraturanOrganisasiTentang KoordinatorWilayah, Sekretaris KoordinatorWilayah Dan Anggota KoordinatorWilayahakan ditetapkan lebih lanjut.Demikian Peraturan Organisasi ini disusun agar dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.Jakarta, 15 April 2013BADAN PENGURUS PUSATHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIAMASA BAKTI 2011-2014 RAJA SAPTA OKTOHARI HARRY WARGANEGARA HARUNKetua Umum Sekretaris Jenderal
  3. 3. DAFTAR ISI 3DAFTAR ISI
  4. 4. DAFTAR ISI4
  5. 5. DAFTAR ISI 5D A F T A R I S I1. KATA PENGANTAR............................................................................................................................................................... 12. DAFTAR ISI ........................................................................................................................................................................ 33. ANGGARAN DASAR............................................................................................................................................................ 74. ANGGARAN RUMAH TANGGA......................................................................................................................................... 155. TATA LAKSANA KERJA........................................................................................................................................................ 336. TATA LAKSANA PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN ORGANISASI.............................................................. 517. PERATURAN ORGANISASI PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN ORGANISASI................................. 578. PERATURAN ORGANISASI RESUFFLE DAN PENETAPAN JABATAN LOWONG BADAN PENGURUS HIPMI................................................................................................................................................ 719. PERATURAN ORGANISASI PETUNJUK PELAKSANAAN MUSYAWARAH DAERAH/CABANG....................... 7710. PERATURAN ORGANISASI RAPAT KERJA HIPMI......................................................................................................... 8711. PERATURAN ORGANISASI PEMBENTUKAN BADAN PENGURUS DAERAH/CABANG HIPMI DI DAERAH/WILAYAH PEMEKARAN.............................................................................................................................. 9512. PERATURAN ORGANISASI PEMBENTUKAN LEMBAGA/BADAN/YAYASAN ATAU SEJENISNYA .................10113. PERATURAN ORGANISASI PETUNJUK PELAKSANAAN REGISTRASI NASIONAL ANGGOTA HIPMI DAN PENERBITAN KARTU TANDA ANGGOTA.............................................................................................................10714. PERATURAN ORGANISASI DISIPLIN ORGANISASI.....................................................................................................12115. PERATURAN ORGANISASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN....................................................................................12716. PERATURAN ORGANISASI PEDOMAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEUANGAN..............................13317. PERATURAN ORGANISASI PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN......................................................14118. PERATURAN ORGANISASI PEDOMAN PANITIA KEGIATAN ...................................................................................15519. LAMPIRAN AD / ART...........................................................................................................................................................16520. LAMPIRAN PERATURAN ORGANISASI PETUNJUK PELAKSANAAN MUSYAWARAH DAERAH/CABANG...............................................................................................................................................................17321. LAMPIRAN PERATURAN ORGANISASI RAPAT KERJA HIPMI..................................................................................18322. LAMPIRAN PERATURAN ORGANISASI PETUNJUK PELAKSANAAN REGISTRASI NASIONAL ANGGOTA HIPMI DAN PENERBITAN KARTU TANDA ANGGOTA.........................................................................20123. LAMPIRAN PERATURAN ORGANISASI PEDOMAN PANITIA KEGIATAN .............................................................22124. LAMPIRAN DAFTAR NAMA DAN ALAMAT BPD HIPMI SELURUH INDONESIA...............................................229
  6. 6. DAFTAR ISI6
  7. 7. ANGGARAN DASAR 7ANGGARAN DASAR
  8. 8. ANGGARAN DASAR8
  9. 9. ANGGARAN DASAR 9ANGGARAN DASARHIPMIMUKADIMAHSesungguhnya kemerdekaan Bangsa Indonesia itu, sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Esa, merupakanpanggilan, tantangan dan dorongan bagi Bangsa Indonesia untuk melaksanakan suatu pekerjaan yangmaha berat tetapi amat mulia yaitu menciptakan kemakmuran material dan spiritual yang adil bagi seluruhrakyat Indonesia.Bagi generasi muda yang terjun kedalam dunia usaha sadar akan hak dan kewajibannya, peranannya dantanggung jawabnya kepada Nusa dan Bangsa, sebagai penerus cita-cita dan karya dari generasi terdahulu,berketetapan hati untuk memberikan darma baktinya dalam membangun negara menuju kepadaterwujudnya kemakmuran yang adil dan merata.Meyakini bahwa kewirausahaan adalah salah satu upaya mencapai cita-cita luhur untuk kemakmuran NusadanBangsaIndonesia,yangberazaskanPancasiladanberlandaskanUndang-UndangDasar1945disampingusaha-usaha lain yang dilaksanakan secara ulet, teratur, berencana dan dengan penuh kebijaksanaan.Maka atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan yang luhur untuk mencapai cita-citatersebut diatas, kami para Pengusaha Muda Indonesia yang berada pada jajaran masyarakat pengusahaIndonesia dan dunia usaha nasional, menyatakan bersatu berhimpun dalam suatu wadah organisasi kaderpengusaha nasional, bukan organisasi politik dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tanggasebagai berikut :BAB INAMA, WAKTU DIDIRIKAN DAN TEMPAT KEDUDUKANPasal 1N a m aOrganisasi ini bernama HIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIA atau disingkat HIPMI yang disebutsecara resmi dalam bahasa Inggris INDONESIA YOUNG ENTREPRENEURS ASSOCIATION.Pasal 2Waktu DidirikanHIPMI didirikan di Jakarta, pada tanggal 10 Juni 1972, untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.Pasal 3Tempat Kedudukan1. Badan Pengurus Pusat HIPMI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.2. Badan Pengurus Daerah HIPMI berkedudukan di Ibukota Provinsi seluruh Indonesia.3. Badan Pengurus Cabang HIPMI berkedudukan di Ibu kota Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
  10. 10. ANGGARAN DASAR10BAB IIAZAS DAN LANDASANPasal 4A s a sHIPMI adalah organisasi kader Pengusaha Nasional yang berasaskan Pancasila.Pasal 5L a n d a s a nHIPMI berlandaskan:1. Pancasila sebagai landasan idiil.2. Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional.3. Undang-Undang No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri sebagai landasan struktural.4. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga HIPMI sebagai landasan organisasional.5. Keputusan-keputusan MUNAS HIPMI sebagai landasan operasionalBAB IIISTATUS DAN SIFATPasal 61. HIPMI adalah organisasi non pemerintah, yang independen/non politik, yang bergerak dibidang pere-konomian sesuai dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri sertaperundang-undangan dunia usaha lainnya.2. HIPMI adalah Wadah penyaluran aspirasi pengusaha muda Indonesia, merupakan organisasi non-prof-it, dan bersifat kekeluargaan/gotong-royong.BAB IVMAKSUD DAN TUJUANPasal 7HIPMI adalah organisasi para pengusaha Muda Indonesia yang bersatu dengan maksud dan tujuan:1. Mendorong dan berperan serta dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasimuda.2. Membina, memajukan dan mengembangkan generasi Muda Pengusaha menjadi pengusaha yangprofesional, kuat dan tangguh dalam sektor usaha yang ditekuni.3. Berperan serta sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mensukseskan proses pembangunan nasi-onal maupun daerah menuju kepada terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.4. Berperanserta dalam usaha-usaha berdaya dan tepat guna, menggali dan memanfaatkan sum-ber-sumber daya alam dengan tetap mengupayakan mencegah timbulnya kerusakan dan pencema-ran terhadap lingkungan hidup, membina, dan mengembangkan sumber daya manusia dalam prosesteknologi menuju kepada profesionalisme dan daya cipta, guna menunjang pertumbuhan ekonomidan stabilitas serta ketahanan nasional.5. Membentuk Pengusaha Nasional yang berwawasan kebangsaan, yang memiliki moral dan etika bisnis,serta mampu bersaing dipasaran internasional.
  11. 11. ANGGARAN DASAR 11BAB VU S A H APasal 8Untuk mencapai tujuannya HIPMI melakukan usaha-usaha sebagai berikut:1. Mengumpulkan dan menyebarkan informasi usaha dalam arti kata yang luas bagi anggotanya.2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan kewirausahaan para anggota dan men-dorong akselerasi proses alih teknologi dalam dunia usaha Indonesia.3. Melakukan sistem Demokrasi Ekonomi dengan ciri-ciri positif sebagai berikut :a. Mengakui kebebasan berusaha.b. Mengakui hak milik perorangan yang berfungsi sosial ekonomi.c. Mengakui hak perolehan keuntungan yang wajar.d. Mengakui adanya persaingan yang sehat.e. Memegang penuh etika dunia usaha.f. Mewujudkan sistem upah dan harga yang layak.g. Mewujudkan usaha bersama atas dasar kekeluargaan dan memupuk rasa setia kawan serta kerjasama dikalangan anggota.h. Menghindarkan sistem etatisme dalam perekonomian.i. Menentang sistem monopoli yang merugikan masyarakat.4. Memupuk dan meningkatkan semangat serta kesadaran nasional para pengusaha muda untuk berji-wa patriot pejuang serta bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik.5. Berperan serta aktif dalam memecahkan masalah-masalah perekonomian, baik bagi kepentingan paraanggota HIPMI maupun bagi kepentingan dunia usaha, ditingkat Nasional, Daerah dan Cabang dalamrangka memelihara stabilitas nasional disektor perekonomian.6. Bekerjasama dengan Pemerintah dan organisasi-organisasi dunia usaha nasional, regional serta inter-nasional yang lain maupun organisasi pekerja.7. Menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri untuk mendapatkan informasi dan bimbingan sesuaiketentuan Undang-Undang No.1 tahun 1987, tentang Kamar Dagang dan Industri dan Anggaran Dasardan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri.BAB VIK E A N G O T A A NPasal 9Yang menjadi anggota HIPMI adalah Pengusaha Muda warga negara Indonesia yang merupakan bagiandari Masyarakat Pengusaha Indonesia dan Dunia Usaha Nasional.Pasal 10Keanggotaan HIPMI terdiri atas:1. Anggota Biasa.2. Anggota Luar Biasa.BAB VII
  12. 12. ANGGARAN DASAR12STRUKTUR ORGANISASIPasal 11Struktur Organisasi HIPMI terdiri atas:1. Lembaga Permusyawaratan:a. Musyawarah Nasional di tingkat Nasional.b. Musyawarah Daerah di Tingkat Provinsi.c. Musyawarah Cabang di Tingkat Kabupaten/Kota.2. Lembaga Pimpinan:a. Badan Pengurus Pusat (BPP)b. Badan Pengurus Daerah (BPD)c. Badan Pengurus Cabang (BPC)3. Lembaga Kelengkapan Organisasi:a. Dewan Kehormatanb. Dewan Pembinac. Dewan Plenod. Badan OtonomPasal 12LembagaPermusyawaratanadalahpemegangkekuasaantertinggidalamHIPMIdimasing-masingwilayah,yaitu di tingkat nasional, daerah dan cabang.BAB VIIIK E U A N G A NPasal 13HIPMI memperoleh dana untuk kegiatan organisasi dari:1. Uang Pangkal dan Iuran2. Sumbangan-sumbangan yang wajar tanpa ikatan apapun.3. Usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga.BAB IXPERUBAHAN DAN PEMBUBARANPasal 14P e r u b a h a nPerubahan dan atau penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dapatdilaksanakan melalui Musyawarah Nasional, dan Musyawarah Nasional Khusus.Pasal 15P e m b u b a r a nPembubaran organisasi hanya sah apabila: merupakan Keputusan Musyawarah Nasional, atau MusyawarahNasional Khusus yang diadakan untuk itu.
  13. 13. ANGGARAN DASAR 13BAB XP E N U T U PPasal 16Hal-hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini, diatur dalam Anggaran RumahTangga yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar.Pasal 171. Anggaran Dasar ini merupakan Perubahan Anggaran Dasar yang disahkan untuk pertama kali padatanggal 10 Juni 1972 dan sesudahnya.2. Perubahan Anggaran Dasar ini mendapat pengesahan dalam Munas Pada Tanggal 19 Oktober 2011 danberlaku sejak tanggal ditetapkan.Ditetapkan di : MakassarPada tanggal : 19 Oktober 2011PIMPINAN SIDANGMUSYAWARAH NASIONAL KHUSUSHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIAMASA BAKTI 2008 – 20111. KAMRUSSAMAD ttd2. LURY ELZA ALEX ttd3. A. RIDHA SABANA ttd4. DEDE SUMIRTO ttd5. FIRDAUS DEPPU ttd
  14. 14. ANGGARAN DASAR14
  15. 15. ANGGARAN RUMAH TANGGA 15ANGGARANRUMAH TANGGA
  16. 16. ANGGARAN RUMAH TANGGA16
  17. 17. ANGGARAN RUMAH TANGGA 17ANGGARANRUMAH TANGGAHIPMIBAB ISTATUS ORGANISASIPasal 1Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau disingkat HIPMI adalah suatu organisasi kader pengusahanasional serta wadah untuk memperjuangkan aspirasi ekonomi para Pengusaha Muda Indonesia.Pasal 2HIPMI sebagai organisasi kader pengusaha nasional serta lembaga ekonomi berstatus badan hukum yangdidirikan berdasarkan Akte Notaris Abdul Latief Nomor 39 tanggal 10 Juni 1972 dengan Anggaran Dasardan Anggaran Rumah Tangga terdaftar di Pengadilan Negeri dan disahkan Departemen Kehakiman sertadiumumkan didalam Berita Negara Republik Indonesia.Pasal 3HIPMI merupakan wadah berhimpun pengusaha muda yang berasal dari masyarakat pengusaha Indonesiadan dunia usaha nasional.BAB IIKEANGGOTAANPasal 4Ketentuan KeanggotaanAnggota HIPMI adalah pengusaha Muda warga negara Indonesia yang merupakan pemilik, pimpinan,pengurus dan/atau penanggung jawab perusahaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang yangberlaku.Pasal 5Status Keanggotaan1. Anggota biasa, yaitu anggota yang telah berusia 17 (tujuh belas) tahun sampai 40 (empat puluh) tahundengan ketentuan tidak sampai 41 (empat puluh satu) tahun.2. Anggota Luar Biasa, yaitu anggota biasa yang telah berusia 41 (empat puluh satu) tahun keatas.Pasal 6Tata Cara Penerimaan Anggota1. Setiap calon anggota HIPMI harus mengajukan permohonan dengan formulir yang disediakan untukitu dan pernyataan tertulis dari pemohon bahwa pemohon tidak berada dalam keadaan terpidanaatau dinyatakan pailit oleh pengadilan.
  18. 18. ANGGARAN RUMAH TANGGA182. Setiap calon anggota HIPMI, sebagaimana yang tertuang dalam pasal 5 di atas, harus diusulkan dandidukung secara tertulis oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota Badan Pengurus setempat.3. Hak penentuan penerimaan anggota berada dalam tangan Badan Pengurus Daerah/Cabang dan setiappenerimaan anggota harus disetujui oleh Rapat Badan Pengurus Harian Di tingkat Badan PengurusDaerah/Cabang. .4. Penolakan dan alasannya atas sesuatu lamaran keanggotaan harus diberitahukan kepada pelamarmaupun para pengusul dan pendukungnya dalam waktu 5 (lima) hari setelah diputuskan BadanPengurus Daerah/Cabang, dan sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan setelah tanggal pemberitahuanpara pengusul serta pendukung dapat mengajukan permohonan kembali.5. Penolakan lamaran keanggotaan lebih dari 2 (dua) kali mengakibatkan yang bersangkutan tidak dapatmengajukan permohonan/lamaran keanggotaan dalam waktu 1 (satu) tahun sesudah penolakanterakhir.6. Anggota yang telah diterima diberikan kartu dan atau sertifikat anggota sebagai tanda keanggotaanyang dikeluarkan oleh Badan Pengurus Pusat HIPMI dan ditandatangani oleh Ketua Umum danSekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat.7. Pengunduran diri dari keanggotaan HIPMI harus dinyatakan secara tertulis kepada Badan Pengurus.8. Perpindahan status domisili keanggotaan dapat diajukan ke BPD/BPC asal dan diteruskan kepada BPD/BPC tujuan yang disertai alasan dan tujuan yang jelas, dengan memberikan tembusan ke BPD/BPPPasal 7Kode Etik Keanggotaan1. Anggota HIPMI berprilaku sebagai pribadi yang bermoral Pancasila dan wajib menjunjung tinggi namabaik serta reputasi keanggotaan di dalam masyarakat dan dunia usaha nasional.2. Anggota HIPMI tidak akan secara sadar dan dengan itikad jahat merusak nama baik atau reputasi bisnissesama anggota.3. Anggota HIPMI selalu berusaha menjalankan bisnis secara baik dan terpuji serta menghindariperbuatan yang melanggar norma dan etika usaha serta peraturan yang berlaku.4. Anggota HIPMI menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan kekeluargaan serta mengedepankanmusyawarah dan mufakat dalam menyikapi perbedaan.5. Anggota HIPMI wajib menjunjung tinggi kode etik keanggotaan HIPMI dalam lingkungan usahanya.Pasal 8Kewajiban Keanggotaan1. Setiap anggota wajib melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah TanggaHIPMI.2. Setiap anggota wajib membayar uang pangkal dan Iuran Anggota dan memberi sumbangan untukmendukung kelancaran kegiatan organisasi.3. Setiap anggota yang melaksanakan aktivitas usaha berkewajiban secara moral memberikankesempatan/prioritas kepada anggota lain untuk ikut berpartisipasi sesuai dengan prinsip dan aturanbisnis yang berlaku.4. Setiap Anggota wajib mentaati Peraturan Badan Pengurus sepanjang tidak bertentangan denganAnggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HIPMI.Pasal 9Hak Anggota1. Memperoleh bantuan dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan, serta keterampilanuntuk kepentingan usahanya.2. Memperoleh pelayanan informasi usaha dalam arti kata yang luas termasuk segala bentuk penerbitanyang dikeluarkan oleh HIPMI.
  19. 19. ANGGARAN RUMAH TANGGA 193. Memperoleh bantuan dalam hubungan/kontak usaha.4. Memperoleh surat keterangan yang menyangkut bonafiditas atau surat keterangan lain dalamhubungan kelancaran usahanya dengan tidak meninggalkan prinsip-prinsip obyektivitas.5. Turut serta dalam pertemuan-pertemuan dengan misi ekonomi, baik dalam maupun luar negeri,ataupun dalam rombongan misi ekonomi ke dalam/luar negeri.6. Hak-hak keanggotaan tidak dapat diserahkan kepada siapapun juga dan dengan jalan apapun juga.Pasal 10Penghentian Keanggotaan1. Penghentian keanggotaan dapat diakibatkan oleh:a. Pelanggaran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga.b. Pengenaan hukuman pidana karena kejahatan oleh pengadilan yang telah mempunyai kekuatanhukum yang tetap atau dinyatakan pailit oleh pengadilan..c. Karena meninggal dunia.d. Karena berhenti menjadi pemilik, pimpinan, pengurus dan/atau penanggung jawab dariperusahaan/badan usaha lainnya.e. Karena diberhentikan oleh Badan Pengurus.2. Penghentian keanggotaan adalah wewenang Badan Pengurus dan dapat dijalankan setelah yangbersangkutan diberi peringatan 3 (tiga) kali, dimana pada peringatan yang kedua Badan Pengurusdapat memberhentikannya untuk sementara waktu.3. Setiap anggota yang terkena sanksi penghentian sementara atau tetap, kehilangan haknya sebagaianggota.4. Anggota yang terkena sanksi penghentian sementara, dapat mengajukan pembelaan diri atau naikbanding pada Badan Pengurus Pusat bagi anggota Daerah, dan pada Badan Pengurus Daerah bagianggota Cabang.BAB IIISTRUKTUR ORGANISASIPasal 11Musyawarah Nasional1. Musyawarah Nasional sebagai badan kekuasaan tertinggi organisasi tingkat nasional diselenggarakansekali dalam 3 (tiga) tahun oleh dan atas tanggung jawab Badan Pengurus Pusat selambat-lambatnyapada akhir masa baktinya.2. Apabila 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya masa bakti Badan Pengurus Pusat tidak diselenggarakanMusyawarah Nasional tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan, maka Badan Pengurus Pusattersebut kehilangan hak dan wewenang untuk mengurus Organisasi dan harus segera diadakanMusyawarah Nasional Luar Biasa sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga.3. Tempat penyelenggaraan Musyawarah Nasional ditetapkan dalam Sidang Dewan Pleno, selambat-lambatnya 6 ( enam) bulan sebelum MUNAS4. Prosedur dan tatalaksana penyelenggaraan Musyawarah Nasional merupakan tugas dan tanggungjawab Badan Pengurus Pusat. Kecuali apabila Badan Pengurus Pusat telah kehilangan hak danwewenang untuk mengurus organisasi sebagaimana disebut pada ayat 2 (dua) di atas, maka DewanPimpinan Organisasi akan mengambil alih tugas dan tanggung jawab tersebut.5. Musyawarah Nasional diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat dibantu Badan Pengurus Daerahsetempat dimana Musyawarah Nasional diadakan.6. Anggaran biaya penyelenggaraan Musyawarah Nasional disepakati antara Badan Pengurus Pusatdengan Badan Pengurus Daerah ditempat penyelenggaraan Musyawarah Nasional diselenggarakan,dan ditanggung oleh BPP.
  20. 20. ANGGARAN RUMAH TANGGA207. Musyawarah Nasional berwenang dan berhak:a. Mengubah dan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.b. Menetapkan Program Umum Organisasi.c. Menilai untuk menerima atau menolak Laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus Pusatselama masa baktinya.d. Memilih dan menetapkan Badan Pengurus Pusat beserta Lembaga Kelengkapan Organisasi tingkatNasional.e. Menyusun Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Organisasi untuk satu masa bakti.f. Mengembangkan organisasig. Menetapkan keputusan-keputusan lain yang diperlukan.8. Peserta Musyawarah Nasional terdiri dari:a. Utusan adalah Fungsionaris Badan Pengurus Daerah dengan jumlah sebanyak-banyaknya 5 (lima)orang setiap Daerah, yang mendapat mandat dari Badan Pengurus Daerah yang bersangkutanberdasarkan keputusan rapat pleno yang diperluas yang dihadiri oleh BPC.b. Peninjau adalah Fungsionaris Badan Pengurus Pusat dan Anggota Lembaga KelengkapanOrganisasi tingkat Nasional, serta Fungsionaris Badan Pengurus Daerah/Cabang dan AnggotaHIPMI Daerah/Cabang yang mendapat mandat dari Badan Pengurus Daerah yang bersangkutan.c. Undangan adalah peserta lainnya diluar Utusan dan Peninjau yang diundang oleh Badan PengurusPusat.9. Hak Peserta Musyawarah Nasional:a. Utusan memiliki hak suara, hak bicara, hak memilih dan dipilih.b. Peninjau memiliki hak bicara dan hak dipilih.c. Undangan memiliki hak bicara.10. Musyawarah Nasional adalah sah bila memenuhi kuorum sebanyak ¾(tiga per empat) dari BPD yangberhakhadir.Jikakuoruminitidaktercapai,makaupacarapembukaanMusyawarahNasionaltetapdapatberlangsung menurut jadwal yang tercantum dalam surat undangan, tetapi persidangan MusyawarahNasional ditunda paling lama 24 (dua puluh empat) jam. Apabila setelah waktu penundaan jumlahkuorum tidak tercapai, maka persidangan Musyawarah Nasional dapat berlangsung, dan adalah sahtanpa perlu mengindahkan kuorum.Pasal 12Musyawarah Daerah1. Musyawarah Daerah sebagai Badan kekuasaan tertinggi di tingkat Daerah diselenggarakan sekalidalam 3 (tiga) tahun oleh atas tanggung jawab Badan Pengurus Daerah selambat-lambatnya padaakhir masa baktinya.2. Apabila setelah 3 (tiga) bulan masa bakti Badan Pengurus Daerah berakhir tidak diselenggarakanMusyawarah Daerah tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka Badan Pengurus Daerahkehilangan hak dan wewenang untuk mengurus organisasi dan harus segera diadakan MusyawarahDaerah Luar Biasa sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga.3. Tempat penyelenggaraan Musyawarah Daerah ditetapkan dalam rapat pengurus lengkap BadanPengurus Daerah.4. Prosedur dan tatalaksana penyelenggaraan Musyawarah Daerah merupakan tugas dan tanggungjawab Badan Pengurus Daerah, kecuali Badan Pengurus Daerah telah kehilangan hak dan wewenanguntuk mengurus organisasi sebagaimana disebut pada ayat 2 (dua) diatas, maka Badan Pengurus Pusatakan mengambil alih tugas dan tanggung jawab tersebut.5. Musyawarah Daerah diselenggarakan oleh Badan Pengurus Daerah dibantu Badan Pengurus Cabangdi tempat dimana Musyawarah Daerah diadakan.6. Anggaran Biaya penyelenggaraan Musyawarah Daerah disepakati antara Badan Pengurus Daerahdengan Badan Pengurus Cabang tempat Musyawarah Daerah diselenggarakan, dan ditanggung BPD.7. Musyawarah Daerah berwenang:a. Menetapkan Program Umum Daerah dengan mengacu pada Program Umum Organisasi.
  21. 21. ANGGARAN RUMAH TANGGA 21b. Menilai dan menetapkan Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengurus Daerah selama masabakti.c. Memilih dan menetapkan Badan Pengurus Daerah beserta lembaga Kelengkapan organisasitingkat Daerah.d. Menetapkan keputusan-keputusan lain yang diperlukan.8. Peserta Musyawarah Daerah terdiri dari:a. Utusan adalah Fungsionaris Badan Pengurus Cabang dengan jumlah sebanyak-banyaknya 5 (lima)orang setiap Cabang, yang mendapat Mandat dari Badan Pengurus Cabang yang bersangkutan.b. Peninjau adalah Fungsionaris Badan Pengurus Daerah dan Anggota Lembaga KelengkapanOrganisasi tingkat Daerah, serta Fungsionaris Badan Pengurus Cabang dan anggota HIPMI Cabangyang mendapat Mandat dari Badan Pengurus Cabang yang bersangkutan.c. Undangan adalah serta lainnya diluar Utusan dan Peninjau yang diundang oleh Badan PengurusDaerah.9. Hak peserta Musyawarah Daerah:a. Utusan memiliki hak suara, hak bicara, hak memilih dan dipilih.b. Peninjau memiliki hak bicara dan hak dipilih.c. Undangan memiliki hak bicara.10. Musyawarah Daerah adalah sah bila memenuhi kuorum sebanyak ¾ (tiga per empat) dari BPC yangberhakhadir.Jikakuoruminitidaktercapai,makaupacarapembukaanMusyawarahDaerahtetapdapatberlangsung menurut jadwal yang tercantum dalam surat undangan, tetapi persidangan MusyawarahDaerah ditunda Paling lama 24 (dua puluh empat) jam. Apabila setelah waktu penundaan jumlahkuorum tidak tercapai, maka persidangan Musyawarah Daerah dapat berlangsung, dan adalahsah tanpa perlu mengindahkan kuorum.11. Jika jumlah Badan Pengurus Cabang ternyata kurang dari ½ (setengah) jumlah Kota/Kabupaten yangada di Daerah bersangkutan dan atau Fungsi Badan Pengurus Cabang di Daerah bersangkutan hanyasebagai perwakilan Badan Pengurus Daerah, maka berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:a. Sebagai Peserta adalah Anggota Biasa yang telah terdaftar sebagai anggota minimal 6 (enam)bulan di Daerah bersangkutan dan telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana diatur dalampasal 8 ayat 2 ART.b. SebagaiPeninjauadalahFungsionarisBadanPengurusDaerahdanAnggotaLembagaKelengkapanOrganisasi Tingkat Daerah serta para Anggota Luar Biasa di Daerah/Cabang bersangkutan.c. Sebagai Undangan adalah peserta lainnya diluar Utusan dan Peninjau, yang diundang oleh BadanPengurus Daerah yang bersangkutan.12. Khusus Bagi BPD HIPMI DKI Jaya, Musda dihadiri oleh seluruh anggota BPD HIMI Jaya yang masakeanggotaannya sudah enam bulan.13. Ketua umum BPD HIPMI DKI Jaya dipilih langsung oleh anggota biasa BPD HIPMI JayaPasal 13Musyawarah Cabang1. Musyawarah Cabang sebagai Badan kekuasaan tertinggi organisasi tingkat Cabang diselenggarakansekalidalam3(tiga)tahunolehdanatastanggungjawabBadanPengurusCabangselambat-lambatnyapada akhir masa baktinya.2. Apabila 3 (tiga) bulan sesudah masa baktinya Badan Pengurus Cabang tidak diselenggarakanMusyawarah Cabang tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka Badan Pengurus Cabangkehilangan hak dan wewenang untuk mengurus organisasi dan harus segera diadakan MusyawarahCabang Luar Biasa sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga.3. Tempat penyelenggaraan Musyawarah Cabang ditetapkan dalam rapat Pengurus Lengkap BadanPengurus Cabang.4. Prosedur dan tatalaksana penyelenggaraan musyawarah Cabang merupakan tugas dan tanggungjawab Badan Pengurus Cabang, kecuali bila Badan Pengurus Cabang telah kehilangan hak danwewenang untuk mengurus organisasi sebagaimana disebut pada ayat 2 (dua) diatas, maka BadanPengurus Daerah akan mengambil alih tugas dan tanggung jawab tersebut.
  22. 22. ANGGARAN RUMAH TANGGA225. Musyawarah Cabang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Cabang.6. Anggaran Biaya penyelenggaraan Musyawarah Cabang ditentukan dan ditanggung oleh BadanPengurus Cabang.7. Musyawarah Cabang berwenang;a. Menetapkan program Umum Cabang dengan mengacu pada program Umum Daerah yangdisesuaikan dengan kondisi dan kepentingan Cabang.b. Menilai dan menetapkan Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengurus Cabang selama masabaktinya.c. Memilih dan menetapkan Badan Pengurus Cabang beserta Lembaga Kelengkapan Organisasitingkat Cabang.d. Menetapkan keputusan-keputusan lain yang diperlukan.8. Peserta Musyawarah Cabang terdiri dari:a. Para Anggota Biasa Badan Pengurus Cabang yang bersangkutan dan telah terdaftar sebagaianggota minimal 6 (enam) bulan dan telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana diaturdalam pasal 9 ayat 2 ART.b. Peninjau adalah Fungsionaris Badan Pengurus Daerah dan Anggota Lembaga KelengkapanOrganisasi tingkat Cabang, serta Anggota Luar Biasa di Cabang yang bersangkutan.c. Undangan adalah peserta lainnya diluar Utusan dan Peninjau yang diundang oleh Badan PengurusCabang.9. Hak Perserta Musyawarah:a. Utusan memiliki hak suara, hak bicara, hak memilih dan dipilih.b. Peninjau memiliki hak bicara dan hak dipilih.c. Undangan memiliki hak bicara.10. Musyawarah Cabang adalah sah bila memenuhi kuorum sebanyak ¾ (tiga per empat) dari pesertayang berhak hadir. Jika kuorum ini tidak tercapai, maka upacara pembukaan Musyawarah Cabangtetap dapat berlangsung menurut jadwal yang tercantum dalam surat undangan, tetapi persidanganMusyawarah Cabang ditunda paling lama 24 (dua puluh empat) jam. Apabila setelah waktu penundaanjumlah kuorum tidak tercapai, maka persidangan Musyawarah Cabang dapat berlangsung, dan adalahsah tanpa perlu mengindahkan kuorum.11. Khusus BPD HIPMI DKI Jaya, Ketua umum BPC dipilih dan diberhentikan oleh BPD HIPMI DKI JayaPasal 14Musyawarah Nasional Luar Biasa1. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan bila ada kebutuhan hal-hal yang tidak dapat ditundasampai Musyawarah Nasional diselenggarakan, antara lain seperti:a. Terjadi Penyimpangan dan pelanggaran oleh Badan Pengurus Pusat.b. Jika Badan Pengurus Pusat tidak menyelenggarakan Musyawarah Nasional setelah 3 (tiga) bulanberakhir masa bakti Badan Pengurus Pusat tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan(pasal 12 ayat 2).2. Musyawarah Nasional Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan 2/3 (dua per tiga) jumlah BadanPengurus Daerah dengan 2/3 (dua per tiga) jumlah Anggota Badan Pengurus Pusat atau sebaliknya.3. Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan Musyawarah Nasional dapat diberlakukan untukmenyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa.4. Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada para Peserta bersama-sama Undanganmenghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa paling lambat 15 (lima belas) hari sebelum tanggalpenyelenggaraan.Pasal 15Musyawarah Daerah Luar Biasa1. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan bila ada kebutuhan hal-hal yang tidak dapat ditundasampai Musyawarah Daerah diselenggarakan, antara lain seperti:
  23. 23. ANGGARAN RUMAH TANGGA 23a. Terjadi penyimpangan dan pelanggaran oleh Badan Pengurus Daerah.b. Jika Badan Pengurus Daerah tidak menyelenggarakan Musyawarah Daerah setelah 3 (tiga)bulan berakhir masa bakti Badan Pengurus Daerah tersebut tanpa alasan yang dapatdipertanggungjawabkan.2. Musyawarah Daerah Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan 2/3 (dua per tiga) jumlah BadanPengurus Cabang bersama dengan 2/3 (dua per tiga) jumlah Anggota Badan Pengurus Daerah atausebaliknya.3. Jika ternyata jumlah Cabang kurang dari 50% (lima puluh persen) dari Kota/Kabupaten yang ada didaerah yang bersangkutan, maka Musyawarah Daerah Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan 2/3(dua per tiga) jumlah anggota Biasa Daerah bersama dengan 2/3 (dua per tiga) jumlah anggota BadanPengurus Daerah.4. Ketentuan pada ayat 2 (dua) pasal ini tidak berlaku bagi Musyawarah Daerah Luar Biasa yangdiselenggarakan berdasarkan ketentuan pasal 13 ayat (1) Anggaran Rumah Tangga.5. Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan Musyawarah Daerah dapat diberlakukan untukmenyelenggarakan Musyawarah Daerah Luar Biasa.6. Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada para Peserta bersama-sama Undanganmenghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa paling lambat 15 (lima belas) hari sebelum tanggalpenyelenggaraan.Pasal 16Musyawarah Cabang Luar Biasa1. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan bila ada kebutuhan hal-hal yang tidak dapat ditundasampai Musyawarah Cabang diselenggarakan, antara lain seperti:a. Terjadi Penyimpangan dan pelanggaran oleh Badan Pengurus Cabang.b. Jika Badan Pengurus Cabang tidak menyelenggarakan Musyawarah Cabang setelah 3 (tiga) bulanberakhir masa bakti Badan Pengurus Cabang tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.2. Musyawarah Cabang Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan 2/3 (dua per tiga) jumlah anggotabiasa Cabang bersama-sama dengan 2/3 (dua per tiga) jumlah anggota Badan Pengurus Cabangbersama-sama dengan 2/3 (dua per tiga) jumlah Anggota Badan Pengurus Cabang atau sebaliknya.Kecuali dalam hal penyelenggaraan Musyawarah Cabang Luar Biasa seperti yang dimaksud dalampasal 14 ayat (1) Anggaran Rumah Tangga.3. Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan Musyawarah Cabang dapat diberlakukan untukmenyelenggarakan Musyawarah Cabang Luar Biasa.4. Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada para peserta bersama-sama undanganmenghadiri Musyawarah Cabang Luar Biasa paling lambat 15 (lima belas) hari sebelum tanggalpenyelenggaraanPasal 17Musyawarah Nasional Khusus1. Musyawarah Nasional Khusus diselenggarakan:a. Untuk merekomendasikan penyempurnaan Anggaran Dasar dan/atau Anggaran Rumah Tanggayang akan ditetapkan di Munas..b. Untuk membubarkan Organisasi.2. Untuk melaksanakan pembubaran organisasi, harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dariseluruh Badan Pengurus Daerah yang ada.3. Ketentuan-ketentuan tentang penyelenggaraan Musyawarah Nasional dapat diberlakukan untukMusyawarah Nasional Khusus.4. Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada para peserta bersama-sama undanganmenghadiri Musyawarah Nasional Khusus paling lambat 15 (lima belas) hari sebelum tanggalpenyelenggaraan.
  24. 24. ANGGARAN RUMAH TANGGA24Pasal 18Badan Pengurus Pusat1. Badan Pengurus Pusat merupakan Pimpinan Tertinggi Organisasi di Tingkat Nasional yang mewakiliorganisasi ke luar maupun ke dalam serta bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi.2. Badan Pengurus Pusat berkewajiban untuk:a. Menjalankan dan menegakkan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Anggaran Dasar danAnggaran Rumah Tangga.b. MenjalankandanmenjabarkanProgramUmumOrganisasikedalamProgramKerjaBadanPengurusPusat yang dibagi per tahun program.c. Melaksanakan keputusan-keputusan organisasi.d. Mewakili organisasi di dalam dan di luar pengadilan.3. Badan Pengurus Pusat berwenang untuk mensahkan Badan Pengurus Daerah yang merupakan hasildari Musyawarah Daerah.4. Badan Pengurus Pusat berwenang untuk ikut mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah DaerahLuar Biasa di Daerah yang Badan Pengurus Daerahnya telah melampaui waktu 3 (tiga) bulan sesudahmasa baktinya berakhir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan oleh karenanya telahkehilangan hak dan wewenang untuk menjalankan organisasi.5. Badan Pengurus Pusat berhak menetapkan tata-laksana program serta meneliti pelaksanaannya,menetapkan peraturan-peraturan yang diperlukan guna kelancaran pengelolaan organisasi.6. Badan Pengurus Pusat berhak menetapkan dan membayar biaya operasional berdasarkan programkerja yang ditetapkan maupun biaya-biaya lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan danusaha organisasi.7. Badan Pengurus Pusat bertanggung jawab kepada para anggota melalui forum Musyawarah Nasional.Pasal 19Badan Pengurus Daerah1. Badan Pengurus Daerah merupakan Pimpinan Tertinggi Organisasi di Tingkat Daerah yang mewakiliorganisasi ke luar maupun ke dalam serta bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi di Daerahbersangkutan.2. Badan Pengurus Daerah berkewajiban untuk:a. Menjalankan dan menegakkan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Anggaran Dasar danAnggaran Rumah Tangga.b. Melaksanakan program Umum Daerah serta keputusan-keputusan Musyawarah Daerah.c. Menjalankan dan menjabarkan Program Umum Daerah ke dalam Program Kerja Badan PengurusDaerah yang dibagi per tahun program.d. Melaksanakan keputusan-keputusan organisasi.e. Mewakili organisasi di dalam dan di luar pengadilan.3. Badan Pengurus Daerah berwenang untuk mensahkan Badan Pengurus Cabang yang merupakan hasildari Musyawarah Cabang.4. BadanPengurusDaerahberwenanguntukikutmempersiapkanpenyelenggaraanMusyawarahCabangLuar Biasa di Cabang yang bersangkutan telah melampaui waktu 3 (tiga) bulan sesudah masa baktinyaberakhir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan oleh karenanya telah kehilangan hakdan wewenang untuk menjalankan organisasi.5. Badan Pengurus Daerah berhak menetapkan tata-laksana program serta meneliti pelaksanaannya,menetapkan peraturan-peraturan yang diperlukan guna kelancaran pengelolaan organisasi.6. Badan Pengurus Daerah berhak menetapkan dan membayar biaya operasional berdasarkan programkerja yang ditetapkan maupun biaya-biaya lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan danusaha organisasi.7. Badan Pengurus Daerah bertanggung jawab kepada para anggota melalui forum Musyawarah Daerah.
  25. 25. ANGGARAN RUMAH TANGGA 25Pasal 20Badan Pengurus Cabang1. Badan Pengurus Cabang dapat dibentuk pada setiap Kota/Kabupaten, dengan jumlah anggotasekurang-kurangnya 21 (dua puluh satu) orang.2. Pembentukan Badan Pengurus Cabang baru melalui Karetaker yang bertanggung jawab untukmelaksanakanmusyawarahcabangyangpertamaselambat-lambatnyaenambulansetelahditetapkan.3. Badan Pengurus Cabang berkewajiban untuk:a. Menjalankan dan menegakkan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Anggaran Dasar danAnggaran Rumah Tangga.b. Melaksanakan program Umum Cabang serta keputusan-keputusan Musyawarah Cabang.c. Menjalankan dan menjabarkan Program Umum Cabang ke dalam Program Kerja Badan PengurusCabang yang dibagi per tahun program.d. Melaksanakan keputusan-keputusan organisasi.e. Mewakili organisasi di dalam dan di luar pengadilan.4. Badan Pengurus Cabang berhak menetapkan tata-laksana program serta meneliti pelaksanaannya,menetapkan peraturan-peraturan yang diperlukan guna kelancaran pengelolaan organisasi.5. Badan Pengurus Cabang berhak menetapkan dan membayar biaya operasional berdasarkan programkerja yang ditetapkan maupun biaya-biaya lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan danusaha organisasi.6. BadanPengurusCabangbertanggungjawabkepadaparaanggotamelaluiforumMusyawarahCabang.Pasal 21Para Fungsionaris Badan Pengurus1. Para Fungsionaris Badan Pengurus Harian Pusat, terdiri atas:a. Seorang Ketua umumb. Ketua dengan jumlah sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orangc. Seorang Sekretaris Jenderal.d. 5 (lima) Orang Wakil Sekretaris Jenderale. Seorang Bendahara umum.f. 4 (empat) Orang Wakil Bendahara Umumg. Kompartemen, sesuai kebutuhan.2. Para Fungsionaris Badan Pengurus Harian Daerah, terdiri atas:a. Seorang Ketua umumb. Ketua dengan jumlah sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orangc. Seorang Sekretaris Umum.d. 5(lima) Orang Wakil Sekretaris Umume. Seorang Bendahara umum.f. 4(empat) Orang Wakil Bendahara Umumg. Kompartemen, sesuai kebutuhan.3. Para Fungsionaris Badan Pengurus Harian Cabang, terdiri atas:a. Seorang Ketua umumb. Ketua dengan jumlah sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orangc. Seorang Sekretaris.d. 5(lima) Orang Wakil Sekretaris Umume. Seorang Bendahara umum.f. 4(empat) Orang Wakil Bendahara Umumg. Kompartemen, sesuai kebutuhan4. Para Fungsionaris Badan Pengurus Lengkap Pusat terdiri dari Badan Pengurus Harian ditambahDepartemen yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.
  26. 26. ANGGARAN RUMAH TANGGA26Pasal 22Persyaratan Anggota Badan Pengurus1. Persyaratan umum bagi calon Pengurus adalah:a. Anggota biasa aktif yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota yang masih berlaku.b. Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.c. Setia kepada cita-cita usaha dan tujuan HIPMI.d. Berpandangan luas, bersikap/bermoral baik dimasyarakat terutama masyarakat dunia usaha.e. Tidak berada dalam keadaan terpidana atau dinyatakan pailit oleh pengadilan.f. Berusia di bawah 41 (empat puluh satu) tahun.g. Menyatakan kesediaan aktif dan bersedia mundur jika dinilai tidak aktif.2. Persyaratan khusus bagi calon fungsionaris Badan Pengurus Harian Pusat adalah anggota biasa yangpernah atau sedang menjalani kepengurusan di BPP atau BPD sekurang-kurangnya satu masa baktipenuh dan/atau pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan yang dilaksanakan oleh BPP.3. Persyaratan khusus bagi calon fungsionaris Badan Pengurus Harian Daerah adalah anggota biasa yangpernah atau sedang menjalani kepengurusan di BPD atau BPC sekurang-kurangnya satu masa baktipenuh.4. Persyaratan Khusus bagi calon Ketua Umum adalah:a. Memenuhi persyaratan umum bagi calon pengurus.b. Untuk calon Ketua Umum Pusat pernah atau sedang menjadi Fungsionaris di Badan PengurusPusat Harian dan atau Fungsionaris di Badan Pengurus Daerah Harian sekurang-kurangnya 1 (satu)masa bakti penuh.c. Untuk calon Ketua Umum Badan Pengurus Daerah pernah atau sedang menjadi Fungsionaris diBadanPengurusDaerahHarian danatauFungsionaris diBadanPengurusCabangHariansekurang-kurangnya 1 (satu) masa bakti penuh.d. Untuk calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang pernah atau sedang menjadi Fungsionarisdi Badan Pengurus Cabang Harian dan atau menjadi anggota biasa aktif sekurang-kurangnya 6(enam) bulan.e. Bersedia bertempat tinggal dimana Badan Pengurus berkedudukan.f. Mencalonkan diri sebagai Ketua Umum secara tertulis sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelumtanggal pelaksanaan Musyawarah Nasional dengan disertai 5 (lima) rekomendasi dari BPD, 14(empat belas) hari sebelum tanggal pelaksanaan MUSDA dan 7 (tujuh) hari sebelum tanggalpelaksanaan MUSCAB, yang ditetapkan oleh masing-masing tingkatan (BPP, BPD, BPC).Pasal 23Tata Cara Pemilihan Ketua UmumDan Pembentukan Badan Pengurus Pusat1. Pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat dilaksanakan dengan asas LUBER (Langsung, Umum,Bebas, dan Rahasia) dan JURDIL (Jujur dan Adil), yang berlangsung dalam 3 (tiga) tahap:a. Tahap Pendaftaranb. Tahap Kampanyec. Tahap Pemilihan2. Tahap Pendaftaran:a. Bakal calon Ketua Umum mencalonkan diri secara tertulis disertai dengan sekurang-kurangnya 5(lima) rekomendasi BPD.b. Mendaftarkan diri pada Panitia Pemilihan yang dibentuk oleh Badan Pengurus Pusat, selambat-lambatnya1(satu)BulansebelumtanggalpelaksanaanMusyawarahNasionalyangtelahditetapkandan ditembuskan kepada BPD-BPD HIPMI3. Tahap Kampanye:a. Setelah melewati Tahap Pendaftaran, Bakal Calon diwajibkan mengikuti Tahap Kampanye yangterdiri dari Kampanye Tertulis, Kampanye Lisan, Debat Antar Calon, dan Presentasi Pokok-Pokok
  27. 27. ANGGARAN RUMAH TANGGA 27Pikiran yang (SC) Tim Nominasi dalam forum yang disediakan oleh Panitia Pemilihan.b. Tahap Kampanye berlangsung hingga saat penyelenggaraan Musyawarah Nasional.4. Tahap Pemilihan, dengan prosedur:a. Sebelum pemilihan calon Ketua Umum diadakan, setiap bakal calon diharuskan memperkenalkandirisekaligusmenjabarkanProgramUmumNasionalHIPMI yangtelahdiputuskanolehMusyawarahNasional.b. Pemilihan dilakukan di tempat yang disediakan oleh Panitia Pelaksana Musyawarah Nasional.c. Setiap utusan memilih satu bakal calon Ketua Umum / Ketua Formatur yang telah memenuhipersyaratan sebagai Calon Ketua Umum sebagaimana ditetapkan pasal 22 ayat (4) AnggaranRumah Tangga, di atas kertas suara yang disediakan oleh Panitia Pengarah Musyawarah Nasional.d. Apabila salah satu calon Ketua Umum mendapat dukungan suara lebih dari 50 (lima puluh) persendari total jumlah suara maka calon yang bersangkutan langsung dinyatakan sah terpilh sebagaiKetua Umum BPP HIPMI.e. Dari hasil perhitungan suara, ditentukan 2 (dua) orang yang memperoleh suara terbanyak danberhak ikut dalam tahap pemilihan Ketua Umum.f. Sebelum pemilihan ketua umum diadakan, setiap calon diharuskan kembali menyatakankesediaannya dipilih menjadi ketua umum dan melakukan tanya jawab dengan Peserta.g. Pada saat pemilihan Ketua Umum, setiap utusan memilih 1(satu) di antara 2(dua) nama calonKetua Umum yang memperoleh suara terbanyak di atas kertas suara yang disediakan oleh PanitiaPengarah Musyawarah Nasional.h. Setelah memilih, kertas suara dimasukkan kedalam kotak suara yang disediakan di tempat yangsama.i. Calon yang memperoleh suara terbanyak menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat terpilih,dan sekaligus menjadi ketua formatur dan calon yang memiliki suara terbanyak kedua menjadimide formatur ditambah dengan Ketua Umum Demisioner.j. Apabila Ketua Umum terpilih secara aklamasi, maka anggota mide formatur dipilih secara mufakatatau melalui pemilihan suara. Ditambah ketua umum demisioner.k. Ketua Umum terpilih yang sekaligus Ketua Formatur didampingi oleh 2 orang formatur menyusunkepengurusan untuk masa bakti berikutnya.l. Ketua Umum terpilih mempunyai hak prerogatif memilih Sekretaris jenderal dan BendaharaUmum.Pasal 24Pemilihan Ketua Umum DanPembentukan Badan Pengurus Daerah/CabangTata cara dan prosedur pemilihan Ketua Umum dan pembentukan Badan Pengurus Daerah/Cabangdilakukan sesuai dengan ketentuan Pasal 23 Anggaran Rumah Tangga.Pasal 25Masa Bakti Badan Pengurus1. Masa Bakti Badan Pengurus adalah 3 (tiga) tahun terhitung mulai disahkan oleh Musyawarah Nasional/Daerah/Cabang.2. Seorang Fungsionaris Badan Pengurus Harian yang bukan Ketua Umum, setelah 1(satu) masa baktidapat dipilih kembali.3. Setelah menjalankan 1 (satu) masa bakti, seorang Ketua Umum Badan Pengurus tidak dapatmencalonkan diri dan dipilih kembali ditingkat yang sama.
  28. 28. ANGGARAN RUMAH TANGGA28Pasal 26Dewan Kehormatan1. Dewan Kehormatan merupakan Lembaga Kelengkapan Organisasi di tingkat Nasional/Daerah/Cabangdan terutama terdiri dari Pendiri, para mantan Ketua Umum/Ketua dan mantan Anggota BadanPengurus HIPMI lainnya yang jelas jasanya dalam memajukan dan mengembangkan HIPMI.2. Dewan Kehormatan diangkat melalui Musyawarah Nasional/Daerah/Cabang untuk masa jabatan 3(tiga) tahun mulai saat diputuskan dalam Musyawarah dan berakhir pada Musyawarah berikutnya.3. Dewan Kehormatan bertugas dan berwenang untuk memberi nasihat/saran dan gagasan di bidangekonomi, politik, sosial dan budaya terutama yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional,baik diminta maupun tidak, khususnya dalam rangka pengembangan organisasi HIPMI.Pasal 27Dewan Pembina1. DewanPembinamerupakanLembagaKelengkapanOrganisasiditingkatNasional/Daerah/Cabangdansebanyak-banyaknya terdiri dari 15 (lima belas) orang, yaitu seorang mantan Ketua Umum sekaligussebagai Ketua dan 14 (empat belas) orang mantan Fungsionaris Badan Pengurus Harian yang barumenyelesaikan masa baktinya.2. Dewan Pembina diangkat melalui Musyawarah Nasional/Daerah/Cabang untuk masa bakti 3 (tiga)tahun mulai diputuskan dalam Musyawarah dan berakhir pada musyawarah berikutnya.3. Dewan Pembina bertugas dan berwenang untuk memberikan pengarahan, saran, gagasan sertanasihat baik diminta maupun tidak kepada Badan Pengurus minimal sekali dalam 6 (enam) bulandalam forum resmi Badan Pengurus.4. Mengawasi pelaksanaan Kode Etik Keanggotaan dengan tugas:a. Mempelajari pengaduan tertulis dari pihak manapun tentang pelanggaran kode etik oleh anggotaHIPMI serta mengadakan penelitian seperlunya.b. Jika terbukti adanya pelanggaran kode etik oleh anggota HIPMI, Dewan Pembina melaporkankepada Badan Pengurus dengan menjelaskan pertimbangan apa, untuk menjalankan sanksi bagipelanggar.c. Badan Pengurus berhak mengambil keputusan berupa sanksi bagi pelanggar berdasarkan Pasal 11Anggaran Rumah Tangga.Pasal 28Dewan Pleno1. Dewan Pleno merupakan Lembaga Kelengkapan Organisasi yang ada di tingkat Pusat.2. Dewan Pleno bertugas dan berfungsi untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan denganpelaksanaan dan pengembangan program kerja, saling tukar menukar informasi antara Pusat danDaerah.3. Dewan Pleno berwenang untuk mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasabilamana Badan Pengurus Pusat telah melampaui waktu 4 (empat) bulan sesudah masa baktinyaberakhir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan oleh karenanya telah kehilangan hakdan wewenang untuk menjalankan organisasi.4. Dewan Pleno beranggotakan:a. Para Ketua Umum, Para Ketua, Sekretaris, Bendahara atau yang memegang mandat BadanPengurus Daerah.b. Ketua Umum, Para Ketua, Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, WakilBendahara Umum, para Ketua Kompartemen Badan Pengurus Pusat.c. Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan tingkat Pusat.5. Sidang Dewan Pleno diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat.6. Dewan Pleno bersidang sebanyak 2 (dua) kali dan dilakukan 6 (enam) bulan sesudah MUNAS dan 6(enam) bulan sebelum MUNAS.
  29. 29. ANGGARAN RUMAH TANGGA 29Pasal 29Badan Otonom1. Badan Pengurus dapat membentuk Badan Otonom yang berfungsi, antara lain, untuk mempereratpersatuan dan kesatuan serta membina dan meningkatkan kemampuan profesional anggota HIPMI.2. Badan Otonom dilantik dan bertanggungjawab kepada Badan Pengurus sesuai tingkatannyaBAB IVPEMBAGIAN WEWENANG PENGURUSPasal 30Tugas Dan Kewajiban Fungsionaris Badan Pengurus Harian1. Ketua Umum memimpin Badan Pengurus, secara umum mengkoordinir tugas dan kewajiban seluruhanggota Badan Pengurus.2. Ketua Umum bersama-sama Sekretaris Jenderal memimpin sidang-sidang Badan Pengurus danapabila berhalangan, wajib menunjuk salah seorang Ketua. Dalam hal Ketua juga berhalangan makasalah seorang Ketua Kompartemen wajib menggantikannya3. Apabila Ketua Umum berhalangan untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari, dapat diwakili oleh salahseorang Ketua yang ditunjuk. Sedangkan apabila Ketua Umum karena satu dan lain hal tidak dapatditeruskan sama sekali jabatannya sampai berakhir, maka Badan Pengurus Harian dapat menetapkandan mengangkat salah seorang Ketua sebagai pejabat Ketua Umum dan diperkenankan memegangjabatan rangkap.4. Jika lamanya sisa masa bakti kepengurusan yang lowong sebagai akibat dari hal yang disebut padaayat 3 di atas itu 1 ½ (satu setengah) tahun atau lebih, maka Ketua yang menjadi Pejabat Ketua Umumtersebut dapat disebut Ketua Umum (definitif) dan masa jabatan yang dipangkunya sampai akhir masabaktinya kepengurusan yang sedang berjalan itu dinilai 1 (satu) masa bakti atau 1 (satu) masa jabatankepengurusan. Sedangkan kalau kurang dari 1 ½ (satu setengah) tahun, tidak dianggap sebagai 1(satu) masa bakti dan pejabat yang bersangkutan disebut sebagai Pejabat Ketua Umum.5. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat melantik Badan Pengurus Daerah di daerahnya.6. Ketua bertugas mengkoordinir kompartemen-kompartemen yang dibawahinya7. Sekretaris Jenderal bertugas melaksanakan semua kebijakan ketetapan dan tugas lainnyayang dilimpahkan oleh Badan Pengurus Harian, mengelola segala urusan administrasi, manajemen,personalia, harta benda organisasi dan berbagai tugas lainnya.8. Bendahara Umum bertanggung jawab atas pencarian sumber dana, pengelolaan dan penguasaankekayaan serta keuangan organisasi dan menyampaikan NeracaTahunan yang telah diperiksa Akuntanterdaftar kepada Badan Pengurus selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret setiap tahun.9. Kompartemen bertugas mengkoordinir Departemen-departemen yang dibawahinya.Pasal 31S e k r e t a r i a t1. Badan Pengurus Pusat/Daerah/Cabang memiliki Kantor Sekretariat yang dikepalai atau dipimpinoleh seorang Sekretaris Eksekutif yang bertugas mengelola segala urusan administrasi, personalia,keuangan dan lain sebagainya serta tugas pelayanan kepada para anggota dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Badan Pengurus.2. Sekretaris Ekskutif dengan dibantu oleh beberapa staf menurut kebutuhan, bertanggung jawab ataskekayaan dan inventaris milik organisasi yang berada dalam penguasaannya.3. Sekretaris Eksekutif diangkat dan diberhentikan oleh Badan Pengurus atas usul Sekretaris BadanPengurus dan adalah tenaga professional yang digaji serta bertanggung jawab kepada BadanPengurus Harian melalui Sekretaris Badan Pengurus.
  30. 30. ANGGARAN RUMAH TANGGA30BAB VRAPAT DAN KEPUTUSANPasal 32Rapat Kerja HIPMI1. Rapat Kerja HIPMI terdiri dari:a. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di tingkat Pusat/Nasionalb. Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di tingkat Daerahc. Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di tingkat Cabang2. Rapat Kerja HIPMI diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Badan Pengurus Pusat/Daerah/Cabang pada waktu ½ (setengah) masa baktinya berlalu.3. Rapat Kerja HIPMI diselenggarakan dengan tujuan untuk mengevaluasi program kerja yang telah danakan dilaksanakan, menetapkan keputusan-keputusan yang menunjang pelaksanaan keputusan-keputusan Musyawarah Nasional/Daerah/Cabang.4. Rapat Kerja HIPMI dihadiri:a. Di tingkat Pusat/Nasional, oleh Badan Pengurus Pusat, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan danpara utusan Badan Pengurus Daerah sebagai peserta.b. Di tingkat Daerah, oleh Badan Pengurus Daerah, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan parautusan Badan Pengurus Cabang atau anggota sebagai peserta.c. Di tingkat Cabang, oleh Badan Pengurus Cabang, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan paraanggota sebagai peserta.Pasal 33Rapat Badan Pengurus1. Rapat Badan Pengurus Lengkap diselenggarakan setiap 2 (dua) bulan sekali, sedangkan Rapat BadanPengurus Harian diselenggarakan sebulan sekali.2. Rapat Badan Pengurus adalah sah bila dihadiri 2/3 (dua per tiga) jumlah anggota Badan Pengurus.3. Para Ketua dapat mengadakan rapat dengan kompartemen-kompartemen yang ada di bawahkoordinasinya.4. Para Ketua Kompartemen/Departemen dapat mengadakan rapat di dalam lingkungannya sendiri atauantar Kompartemen/Departemen setiap kali diperlukanPasal 34Keputusan Rapat1. Keputusan rapat pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat.2. Apabila keputusan secara musyawarah untuk mufakat tidak berhasil maka keputusan diambilberdasarkan suara terbanyak.BAB VIIKEUANGAN DAN KEKAYAANPasal 35Keuangan1. Badan Pengurus menetapkan besarnya uang pangkal, iuran, pungutan maupun sumbangan/hibah.2. Semua lalu lintas/mutasi keuangan harus dicatat disertai bukti-bukti sah menurut kaidah peraturanyang lazim berlaku.3. Tahun buku HIPMI adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember.4. Pada setiap tanggal 1 Desember, oleh Bendahara dibuat Rancangan Anggaran Pendapatan dan BelanjaOrganisasi (RAPBO) tahunan yang disahkan oleh pengurus.
  31. 31. ANGGARAN RUMAH TANGGA 315. Untuk membantu keuangan Badan Pengurus Pusat, maka 10% (sepuluh persen) hasil iuran anggotadiserahkan ke Badan Pengurus Pusat. Sedangkan untuk membantu keuangan Badan Pengurus Daerah,maka 30% (tiga puluh persen) hasil iuran anggota diserahkan kepada Badan Pengurus Daerah.6. Untuk memperkuat posisi keuangan organisasi, maka Badan Pengurus mengadakan usaha tersendiriyang sah, halal dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga.Pasal 36Kekayaan1. Badan Pengurus bertanggung jawab atas harta kekayaan organisasi baik yang bergerak maupun yangtetap dari segi pemeliharaan dan cara penggunaannya.2. Tata cara likuidasi atas kekayaan organisasi karena pembubaran ditetapkan oleh MusyawarahBAB VIILAMBANG, BENDERA, HYMNE DAN MARS ORGANISASIPasal 37L a m b a n gBentuk, arti dan makna lambang HIPMI tertera pada lampiran ke-1 (kesatu) Anggaran Rumah Tangga ini.Pasal 38B e n d e r a1. Setiap tingkatan organisasi HIPMI memiliki bendera yang seragam bentuknya, sekaligus menunjukkanidentitas masing-masing. Ketentuan mengenai bendera tertera pada lampiran ke-2 (kedua) AnggaranRumah Tangga ini.2. Pada acara-acara resmi organisasi, bendera HIPMI dari tingkat yang bersangkutan dipasang di depanpodium berdampingan dengan bendera Merah-Putih. Di belakang atau disampingnya dikelilingi olehbendera HIPMI dari organisasi yang tingkatannya langsung dibawahnya.Pasal 39Hymne dan Mars1. Syair dan lagu Hymne dan Mars HIPMI tertera pada lampiran ke-3 (ketiga) Anggaran RumahTangga ini.2. Hymne dan Mars HIPMI dinyanyikan setelah lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada acara-acara resmiorganisasi.BAB VIIIP E N U T U PPasal 40Hal-hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini, diatur oleh BadanPengurus Pusat dalam peraturan-peraturan organisasi yang tidak boleh bertentangan dengan jiwa dansemangat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HIPMIPasal 411. Anggaran Rumah Tangga ini merupakan perubahan Anggaran Rumah Tangga yang disahkan untukpertama kali pada tanggal 10 Juni 1972 dan sesudahnya .2. Perubahan Anggaran Rumah Tangga ini mendapat pengesahan dalam Musyawarah Nasional HIPMI,pada tanggal 19 Oktober 2011 serta dinyatakan berlaku sejak ditetapkan .
  32. 32. ANGGARAN RUMAH TANGGA32Ditetapkan di : MakassarPada tanggal : 19 Oktober 2011PIMPINAN SIDANGMUSYAWARAH NASIONAL XIVHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIA1. KAMRUSSAMAD ttd2. LURY ELZA ALEX ttd3. A. RIDHA SABANA ttd4. DEDE SUMIRTO ttd5. FIRDAUS DEPPU ttd
  33. 33. TATA LAKSANA KERJA 33TATA LAKSANA KERJA
  34. 34. TATA LAKSANA KERJA34
  35. 35. TATA LAKSANA KERJA 35TATA LAKSANA KERJABADAN PENGURUS PUSATHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIAMASA BAKTI 2011 – 2014BADAN PENGURUS PUSATHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIAMenimbang : a. Bahwa Badan Pengurus Pusat ( BPP ) merupakan pimpinan tertinggi organisasitingkat nasional yang mewakili organisasi ke dalam dan ke luar dan bersifatkolektif oleh karena itu tugas-tugas BPP dalam menjalankan dan menjabarkanProgram Umum Organisasi ke Program Kerja Badan Pengurus Pusat makaperlu diatur dalam suatu Tata Laksana Kerja yang jelasb. BahwaTata Laksana Kerja BPP HIPMI Masa Bakti 2011-2014 perlu diubah sesuaidengan tuntutan dan dinamika perkembangan organisasi.c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a danhutuf b, perlu disusun Tata Laksana Kerja BPP HIPMI Masa Bakti 2011 – 2014Mengingat : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HIPMI.Memperhatikan : 1. Saran dan pendapat yang berkembang dalam Rapat BPL HIPMI tanggal 01Februari 20132. Saran dan pendapat yang berkembang dalam Rapat BPH HIPMI tanggal 27Maret 2013M E M U T U S K A NMenetapkan : TATA LAKSANA KERJA BADAN PENGURUS PUSAT HIMPUNAN PENGUSAHAMUDA INDONESIA MASA BAKTI 2011-2014.B A B IU M U M1. Pedoman Tata Laksana Kerja BPP HIPMI masa bakti 2011-2014 disusun berdasarkan:a. Ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HIPMI hasil MUNAS XIV HIPMItahun 2011b. Pedoman Organisasi HIPMI masa bakti 2008-20112. Badan Pengurus Pusat ( BPP ) merupakan PimpinanTertinggi Organisasi tingkat Nasional yang mewakiliorganisasi ke dalam dan ke luar dan bersifat kolektif oleh karena itu tugas-tugas BPP dilaksanakandengan semangat persatuan dan kekeluargaan-kebersamaan.3. MaksudadanyaTataLaksanaKerjainiadalahdalamrangkamembedakantugasdanbukanmemisahkantugas dengan tujuan untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang maksimal.
  36. 36. TATA LAKSANA KERJA364. Azas – azas :a. Kolektif artinya kebersamaan dalam mengambil kebijakan-kebijakan organisasi.b. Kekeluargaan artinya pelaksanaan tugas kepengurusan dilakukan secara gotong-royong dandijiwai oleh semangat kekeluargaan,kesetiakawanan dan kerjasama.c. Kesinambungan artinya melanjutkan perencanaan dan pelaksanaan program-program masa lalusesuai rekomendasi Munasd. Keterpaduan artinya dalam menjalankan seluruh kegiatan / program BPP HIPMI harus dijalankansecara terpadu.B A B IIKEWAJIBAN-WEWENANG DAN HAK BPP HIPMI1. Kewajiban BPP HIPMI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) Anggaran Rumah TanggaHIPMI adalah :a. Menjalankan dan menegakkan ketentuan – ketentuan yang terdapat dalam Anggaran Dasar danAnggaran Rumah Tangga.b. Menjalankan dan menjabarkan Program Umum Organisasi ke dalam Program Kerja BadanPengurus Pusat yang dibagi pertahun program.c. Melaksanakan keputusan – keputusan organisasi.d. Mewakili organisasi di dalam dan di luar pengadilan.2. Wewenang BPP HIPMI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3) dan (4) Anggaran RumahTangga HIPMI adalah :a. Mensyahkan Badan Pengurus Daerah yang merupakan hasil dari Musyawarah Daerahb. Turut serta mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa di Daerah, ketikaBadan Pengurus Daerah telah melampaui waktu 3 ( tiga ) bulan sesudah masa baktinya berakhirdan oleh karenanya telah kehilangan hak dan wewenang untuk menjalankan organisasi.3. Hak BPP HIPMI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (5); (6) dan (7) Anggaran Rumah Tangga HIPMI adalah :a. Menetapkan tata laksana program serta meneliti pelaksananaannya, menetapkan Peraturan –Peraturan yang diperlukan guna kelancaran pengelolaan organisasi.b. Menetapkan dan membayar biaya operasional berdasarkan program kerja yang telah ditetapkanmaupun biaya – biaya lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan dan usaha organisasi.c. Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Eksekutif beserta staf Sekretariat dan menetapkangaji serta syarat – syarat kerja.d. Membentuk kepanitiaan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang menunjang program kerjaB A B IIISUSUNAN BADAN PENGURUS PUSAT (BPP) HIPMIBadan Pengurus Pusat HIPMI adalah sebagai berikut :1. Badan Pengurus Harian Pusat, yang terdiri dari :a. Seorang Ketua Umumb. 9 (Sembilan ) orang Ketuac. Seorang Sekretaris Jenderald. 5 ( Lima ) orang Wakil Sekretaris Jenderale. Seorang Bendahara Umumf. 4( Empat ) orang Wakil Bendahara Umumg. 66 (enam puluh enam) orang Kompartemen yang terdiri dari:
  37. 37. TATA LAKSANA KERJA 37 1). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Organisasi dan Hukum :a. Komp. Organisasib. Komp. Keanggotaan, Database dan Sistem Informasic. Komp. Pemberdayaan Daerahd. Komp. Pendidikan dan Pelatihane. Komp. Badan Otonom & Kelembagaanf. Komp. Hubungan Seniorg. Komp. Kaderisasih. Komp. Hukum dan GCG 2). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Ekonomi dan Keuangan:a. Komp. Hubungan Perbankan dan Lembaga Bukan Bankb. Komp. Investasi dan Asuransic. Komp. Perpajakan dan Regulasid. Komp. Kebijakan Ekonomi, Fiskal dan Monetere. Komp. Ekonomi Syariahf. Komp. Pasar Modalg. Komp. Pasar Berjangka 3). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Perindustrian dan Perdagangana. Komp. Perdagangan Luar Negerib. Komp. Perdagangan Dalam Negeric. Komp. Pengembangan Ekspor Nasionald. Komp. Perindustrian dan Manufakture. Komp. Logistik dan Distribusif. Komp. Perhubungan dan Transportasig. Komp. Waralaba 4). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Sumber Daya Alam, Energi dan Minerala. Komp. Minyak Dan Gasb. Komp. Pertambanganc. Komp. Kehutanand. Komp. Energie. Komp. Energi Terbarukanf. Komp. Industri Penunjang Energig. Komp. Industri Penunjang Sumber Daya Alam 5). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatifa. Komp. Telekomunikasib. Komp. Industri Kreatif Berbasis Teknologi (R & D, Permainan Interaktif, Layanan Komputerdan Perangkat Lunak)c. Komp. Industri Kreatif Berbasis Designd. Komp. Industri Kreatif Berbasis Media (Penerbitan dan Percetakan)e. Komp. Industri Kreatif Berbasis Elektronik (Televisi, radio, video, film dan fotografi)f. Komp. Industri Kreatif Berbasis Budaya (kuliner, kerajinan, pasar barang seni, musik, senipertunjukan).g. Komp. Hubungan Masyarakat dan Media 6). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Infrastuktur dan Propertia. Komp. Pengembangan Infrastruktur Daratb. Komp. Pengembangan Infrastruktur Laut dan Sungai
  38. 38. TATA LAKSANA KERJA38c. Komp. Pengembangan Infrastruktur Udarad. Komp. Sumber Daya Air dan Irigasie. Komp. Pengembangan Sarana Pemukiman Dan Tata Ruangf. Komp. Pengembangan Sarana Non Pemukiman Dan Tata Niagag. Komp. Penunjang Infrastruktur dan Properti 7). Kompartemen dalam koordinasi Bidang Agribisnis dan Kelautana. Komp. Pertanianb. Komp. Perkebunanc. Komp. Peternakand. Komp. Ketahanan Pangane. Komp. Pengolahan dan Pemasaran Produk Agribisnisf. Komp. Perikanan dan Kelautang. Komp. Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan dan Kelautanh. Komp. Teknologi Pendukung Agribisnis 8). Kompartemen Dalam Koordinasi Bidang Usaha Kecil Menengah dan Koperasia. Komp. Pembinaan Pengusaha Pemulab. Komp. Pembinaan UKMc. Komp. Pengembangan Permodalan UKMd. Komp. Bina Koperasie. Komp. Pengembangan Permodalan Koperasif. Komp. Pengembangan Pasar UKM dan Koperasig. Komp. Pengembangan Usaha dan Riset 9). Kompartemen Dalam Koordinasi Bidang Hubungan Internasionala. Komp.Kerjasama ASEANb. Komp. Kerjasama Asia Timurc. Komp. Kerjasama Asia Pasifikd. Komp. Kerjasama Eropae. Komp. Kerjasama Amerikaf. Komp. Kerjasama Kepulauan Pasifik, Australia dan Selandia Barug. Komp. Kerjasama Timur Tengahh. Komp. Kerjasama Afrika2. Badan Pengurus Lengkap Pusat, terdiri dari :a. Badan Pengurus Harian Pusat ditambahb. 68 (enam puluh delapan) orang Departemen yang terdiri dari :1). Departemen dalam koordinasi Bidang Organisasi dan Hukum:a. Dept. Organisasib. Dept. Keanggotaanc. Dept. Databased. Dept. Sistem Informasie. Dept. Pemberdayaan Daerahf. Dept. Pendidikan dan Pelatihang. Dept. Badan Otonom & Kelembagaanh. Dept. Hubungan Seniori. Dept. Kaderisasij. Dept. Hukum dan GCG2). Departemen dalam koordinasi Bidang Ekonomi dan Keuangan:a. Dept. Hubungan Perbankan dan Lembaga Bukan Bankb. Dept. Investasi dan Asuransi
  39. 39. TATA LAKSANA KERJA 39c. Dept. Perpajakan dan Regulasid. Dept. Kebijakan Ekonomi, Fiskal dan Monetere. Dept. Ekonomi Syariahf. Dept. Pasar Modalg. Dept. Pasar Berjangka3). Departemen dalam koordinasi Bidang Perindustrian dan Perdagangana. Dept. Perdagangan Luar Negerib. Dept. Perdagangan Dalam Negeric. Dept. Pengembangan Ekspor Nasionad. Dept. Perindustrian dan Manufaktue. Dept.. Logistik dan Distribusif. Dept. Perhubungan dan Transportasg. Dept. Waralaba4). Departemen dalam koordinasi Bidang Sumber Daya Alam, Energi dan Minerala. Dept. Minyak Dan Gasb. Dept. Pertambanganc. Dept. Kehutanand. Dept. Energie. Dept. Energi Terbarukanf. Dept. Industri Penunjang Energig. Dept. Industri Penunjang Sumber Daya Alam5). Departemen dalam koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatifa. Dept. Telekomunikasib. Dept. Industri Kreatif Berbasis Teknologi (R & D, Permainan Interaktif, Layanan Komputer danPerangkat Lunak)c. Dept. Industri Kreatif Berbasis Designd. Dept. Industri Kreatif Berbasis Media (Penerbitan dan Percetakan)e. Dept. Industri Kreatif Berbasis Elektronik (Televisi, radio, video, film dan fotografi)f. Dept. Industri Kreatif Berbasis Budaya (kuliner, kerajinan, pasar barang seni, musik, senipertunjukan).g. Dept. Hubungan Masyarakat dan Media6). Departemen dalam koordinasi Bidang Infrastuktur dan Propertia. Dept. Pengembangan Infrastruktur Daratb. Dept. Pengembangan Infrastruktur Laut dan Sungaic. Dept. Pengembangan Infrastruktur Udarad. Dept. Sumber Daya Air dan Irigasie. Dept. Pengembangan Sarana Pemukiman Dan Tata Ruangf. Dept. Pengembangan Sarana Non Pemukiman Dan Tata Niagag. Dept. Penunjang Infrastruktur dan Properti7). Departemen dalam koordinasi Bidang Agribisnis dan Kelautana. Dept. Pertanianb. Dept. Perkebunanc. Dept. Peternakand. Dept. Ketahanan Pangane. Dept. Pengolahan dan Pemasaran Produk Agribisnisf. Dept. Perikanan dan Kelautang. Dept. Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan dan Kelautanh. Dept. Teknologi Pendukung Agribisnis
  40. 40. TATA LAKSANA KERJA408). Departemen Dalam Koordinasi Bidang Usaha Kecil Menengah dan Koperasia. Dept. Pembinaan Pengusaha Pemulab. Dept. Pembinaan UKMc. Dept. Pengembangan Permodalan UKMd. Dept. Bina Koperasie. Dept. Pengembangan Permodalan Koperasif. Dept. Pengembangan Pasar UKM dan Koperasig. Dept. Pengembangan Usaha dan Riset9). Departemen Dalam Koordinasi Bidang Hubungan Internasionala. Dept.Kerjasama ASEANb. Dept. Kerjasama Asia Timurc. Dept. Kerjasama Asia Pasifikd. Dept. Kerjasama Eropae. Dept. Kerjasama Amerikaf. Dept. Kerjasama Kepulauan Pasifik, Australia dan Selandia Barug. Dept. Kerjasama Timur Tengahh. Dept. Kerjasama Afrika3. Susunan dan jumlah Kompartemen Badan Pengurus Harian Pusat dan Departemen BadanPengurus Lengkap Pusat dapat diubah atau diganti seusai dengan kebutuhan berdasarkanPergantian Antar Waktu atau Ressufle yang ditetapkan oleh Ketua Umum dan SekretarisJenderal dalam suatu Surat Keputusan Organisasi.B A B IVPEMBAGIAN TUGAS DAN WEWENANG.1. Ketua Umuma. Sebagai penanggung jawab tertinggi pada organisasi, memimpin organisasi sesuai denganketentuan – ketentuan dalam AD dan ART serta kebijakan yang digariskan oleh BPP HIPMI.b. Bersama Sekretaris Jenderal mengkoordinir dan mengendalikan jalannya organisasi ke luar dan kedalam organisasi.c. Bersama Sekretaris Jenderal, bertanggungjawab atas pelaksanaan program kerja Badan PengurusPusat HIPMI.d. Memimpin Rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.e. Bersama – sama Badan Pengurus Harian, menetapkan stategi, arah dan sasaran serta kebijakanorganisasi dengan berpedoman pada AD dan ART HIPMI serta Keputusan – Keputusan MUNAS XIVHIPMI tahun 2011.f. Bersama Sekretaris Jenderal menandatangani surat – surat ke luar, Keputusan dan Rekomendasi,terutama yang bersifat untuk dan atas nama organisasi.g. Bersama Sekretaris Jenderal, memberikan tugas kepada fungsionaris Badan Pengurus untukmewakili BPP HIPMI dalam acara – acara / kegiatan untuk dan atas nama BPP HIPMI termasukdalam kemitraan usaha.h. Dalam hal – hal yang mendesak, Ketua Umum bersama fungsionaris Badan Pengurus Harian Pusatdapat mengambil Keputusan untuk kemudian mempertanggungjawabkan kepada Rapat BadanPengurus Lengkap Pusat.i. Bertanggungjawab kepada MUNAS.2. Ketua Bidang Organisasi dan Hukum.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.
  41. 41. TATA LAKSANA KERJA 41b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Memonitor pelaksanaan tertib organisasi di Pusat maupun di Daerah dan melaporkan tingkatpelaksanaannya kepada Rapat Badan Pengurus setiap kali diadakan.e. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyaf. Mengawasi dan melaksanakan aktivitas organisasi sesuai ketentuan yang mengatur kegiatanorganisasi antara lain ; Sidang Dewan Pleno, RAKERNAS, Pelaksanaan MUNASUS, MUNAS danDIKLATNAS termasuk di dalamnya menyiapkan materi untuk kegiatan tersebut.g. Mengawasi dan melakukan koordinasi untuk persiapan dan pelaksanan kegiatan organisasi antaralain; MUSDA, RAKERDA dan DIKLATDA.h. Melakukan evaluasi keanggotaan HIPMI melalui Registrasi dan her-registrasi anggota.i. Melakukan pendidikan kaderisasi kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas SDM anggotaHIPMI, serta melakukan penilaian terhadap anggota maupun BPD – BPD yang berprestasi untukmendapatkan“ HIPMI AWARD“ sekali dalam setahun.j. Mewakili organisasi dalam pelaksanaan kegiatan organisasi – organisasi kemasyarakatan atauorganisasi lainnya, atas petunjuk Ketua Umumk. Mengkoordinir hubungan dengan Daerah dan para senior HIPMI.l. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di Bidang Organisasi dan Hukumterutama yang menyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen– departemen yang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus LengkapPusat.m. Melakukan perumusan, pengkajian dan pembuatan draft Peraturan Organisasi, PetunjukPelaksanaan dan Petunjuk Teknis organisasi baik yang berasal dari bidang organisasi dan hukumdan/atau draft yang diusulkan dari bidang lain untuk kemudian dibahas dan disetujui di dalamRapat Badan Pengurus Lengkap.n. Melakukan pengkajian hukum strategis serta memberikan masukan-masukan atau rekomendasi-rekomendasi hukum terkait bidang ekonomi dan komersial serta Good Corporate Governancekepada Ketua Umum.o. Menjalankan fungsi sebagai pusat informasi organisasi dan menjalin hubungan dengan mediap. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.3. Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Membuka akses permodalan dengan suku bunga yang rendah bagi seluruh anggota HIPMIf. Merencanakan dan menyiapkan pengembangan lembaga pendanaan di luar perbankan dalammenanggulangi kesulitan permodalan usaha anggota ( HIPMI Fund )g. Secara rutin melaksanakan kajian terhadap perkembangan kebijakan nasional yang berkaitandengan dunia Perbankan, Investasi, dan Pasar Modalh. Meningkatkan pemahaman anggota HIPMI tentang pasar modali. Membuka jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan pasar modal,dunia perbankan, dan investasi .j. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidang Perbankan, Pasar Modal,dan investasi, terutama yang menyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen-kompartemen danDepartemen-departemen yang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat PengurusLengkap Pusat.k. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.
  42. 42. TATA LAKSANA KERJA424. Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Merencanakan dan melaksanakan upaya restrukturisasi di sektor perdagangan, terutama dalammenghadapi perdagangan bebasf. Menyiapkan data base informasi usaha, untuk mendukung pengembangan usaha anggota.g. Merencanakan dan melaksanakan upaya untuk pengembangan usaha di sektor Transportasi danlogistikh. Merencanakan dan melaksanakan pembangunan “ jaringan usaha “ yang melibatkan anggota diPusat dan Daerah.i. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.j. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum5. Ketua Bidang Sumber Daya Alam, Energi dan Mineral.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Mensosialisasikan peluang usaha di sektor pertambangan umum, migas dan sumber daya alamterutama yang ada di daerah – daerah kepada anggota..f. Merencanakan pengembangan kerjasama antara usaha anggota di Pusat dan Daerah dalamkerangka memanfaatkan peluang usaha di sektor energig. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.h. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.6. Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Merencanakan pengembangan kerjasama antara usaha anggota di Pusat dan Daerah dalamkerangka memanfaatkan peluang usaha di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.f. Merencanakan dan melaksanakan upaya untuk pengembangan usaha di sektor Pariwisata danIndustri Kreatif.g. Merencanakan pengembangan kerjasama antara usaha anggota di Pusat dan Daerah dalamkerangka memanfaatkan peluang usaha di sektor Telekomunikasi.h. Merencanakan dan melaksanakan upaya dalam kerangka pengembangan Kerjasama di sektormedia massa.i. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.j. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.
  43. 43. TATA LAKSANA KERJA 437. Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Merencanakan dan melaksanakan upaya untuk membangkitkan usaha di sektor konstruksi,rancang bangun dan real estate terutama di kalangan anggota.f. Berperan aktif dalam program-program pemerintah terkait dengan pengadaan infrastruktur danpropertyg. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.h. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.8. Ketua Bidang Agribisnis dan Kelautan.a. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Merencanakan pengembangan kerjasama antara usaha anggota di Pusat dan Daerah dalamkerangka memanfaatkan peluang usaha di sektor Agribisnis dan Kelautan.f. Merencanakan dan melaksanakan upaya untuk pengembangan usaha di sektor pertanian,perikanan dan peternakang. Merencanakan dan melaksanakan upaya untuk pengembangan usaha budidaya kelautan danharta karun.h. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.i. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.9. Ketua Bidang UKM dan Koperasia. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk pembinaan dan pengembangan usaha kepadaUKM dan Koperasi khususnya di lingkungan HIPMI.f. Melakukan upaya perlindungan dan pembelaan hukum kepada anggotag. Melakukan kerjasama dengan berbagai organisasi kelembagaan yang bergerak dalam mendoronggerakan kewirausahaan nasionalh. Berperan serta secara aktiv dalam penciptaan wira usaha di Indonesiai. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.j. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum
  44. 44. TATA LAKSANA KERJA4410. Ketua Bidang Hubungan Internasionala. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama dengan Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan lingkuptugas/ koordinasinyae. Merencanakan pengembangan kerjasama antara lembaga-lembaga baik yang ada di dalammaupun luar negeri.f. Melaksanakan hubungan Pemerintah dan kelembagaan lainnya.g. Melakukan dan melaksanakan Hubungan Luar Negeri, termasuk di dalamnya pelaksanaan aktivitasJunior Chamber International.h. Merencanakan dan melaksanakan upaya untuk pengembangan Kerjasama kelembagaan danEtika bisnis.i. Bertanggungjawab atas pelaksanaan Kegiatan / Program kerja di bidangnya terutama yangmenyangkut tugas dan kegiatan Kompartemen – kompartemen dan Departemen – departemenyang dibawahi serta melaporkan hak tersebut kepada Rapat Pengurus Lengkap Pusat.j. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.11. Sekretaris Jenderala. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama Ketua Umum menandatangani surat surat penting organisasi ke luar dan ke dalam.e. Melaksanakan koordinasi atas pelaksanaan program yang dilakukan oleh para Ketua atas petunjukKetua Umum.f. Melakukan pengawasan atas kinerja para Ketua dengan jajaran di bawahnya dalam pelaksanaanKegiatan / Program Kerja.g. Mengkoordinir kegiatan kelembagaan dalam BPP HIPMI.h. Membina jalinan kerja dan koordinasi antara Sekretariat dengan fungsionaris BPP HIPMI.i. Menyiapkan dukungan naskah / bahan – bahan dan sambutan yang diperlukan oleh Ketua Umumdalam setiap aktivitas baik untuk keperluan eksternal maupun internal.j. Mengkoordinir pelayanan informasi organisasi melalui penerbitan internal, kegiatan kehumasanorganisasi, serta operasionalisasi HIPMI-net.k. Mengupayakan pengelolaan Sekretariat BPP HIPMI se-profesional mungkinl. Bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum.12. Wakil Sekretaris Jenderala. Melaksanakan tugas Sekretaris Jenderal atas dasar penunjukkan tertulis apabila Sekretaris Jenderalberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Sekretaris Jenderal dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin Rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Membantu kelancaran tugas-tugas Ketua Bidang dalam pelaksanaan Kegiatan / Program Kerja ,atas dasar penunjukkan tertulis dan membuat statistik kehadiran BPL/ BPH dalam setiaprapat-rapat BPP.e. Mengadakan pengawasan dan bimbingan kepada Staf Sekretariat guna peningkatan pelayanankepada Fungsionaris Badan Pengurus Pusat. (Manajemen Kesekretariatan)f. Melaksanakan pembinaan terhadap Badan Pengurus Daerah yang ditentukan.g. Bertanggungjawab kepada Ketua Umum melalui Sekretaris Jenderal.
  45. 45. TATA LAKSANA KERJA 4513. Bendahara Umuma. Melaksanakan tugas Ketua Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Ketua Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Ketua Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bersama Ketua Umum menandatangani surat – surat penting dan surat – surat berharga yangberkaitan dengan kebendaharaan organisasi.e. Melaksanakan pengawasan terhadap aktivitas jalannya administrasi keuangan organisasi, sertapengawasan pengadaan dana dan sarana kesekretariatan.f. Mengkoordinir usaha – usaha untuk mendapatkan dana organisasi sepanjang tidak bertentangandengan AD / ART HIPMIg. Menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Tahunan Organisasi untuk disyahkan olehBadan Pengurus, serta menginventarisir dan membuat laporan keuangan organisasi untukdilaporkan kepada Rapat Pengurus setiap kali diadakan.h. Membuat laporan keuangan yang telah di audit oleh independent auditor setiap 3 bulan sekali.i. Bersama Ketua Umum dan / atau Sekretaris Jenderal, menandatangani Cek dan Giro Bilyet atasnama BPP HIPMI.j. Bertanggungjawab langsung kepada Ketua Umum.14. Wakil Bendahara Umuma. Melaksanakan tugas Bendahara Umum atas dasar penunjukkan tertulis apabila Bendahara Umumberhalangan.b. Mendampingi secara aktif Bendahara Umum dalam menjalankan fungsi dan peranannya.c. Memimpin rapat sebagaimana diatur dalam Pedoman Tata Laksana Kerja ini.d. Bertanggungjawab kepada Ketua Umum melalui Bendahara Umum .e. Membantu kelancaran tugas-tugas Ketua Bidang dalam pelaksanaan Kegiatan / Program Kerja,setelah mendapat persetujuan dari Bendahara Umum.15. Ketua Kompartemen ( secara umum )a. Mengkoordinir penyusunan Rencana Kerja Departemen di bawah koordinasi Kompartemennyamasing – masing.b. Mendukung dan memonitor pelaksanaan Program Kerja Departemen di bawah Koordinasikompartemennya masing – masingc. Mendukung koordinasi dan kerjasama dengan instansi / lembaga terkait serta pihak – pihak lain diluar HIPMI yang dapat mendukung suksesnya Program Kerja setelah mendapat persetujuan KetuaUmumd. Mengkoordinir pelaporan dan pertanggungjawaban serta mengevaluasi pelaksanaan ProgramKerja di bidangnya masing – masing kepada Ketua Umum melalui Ketua yang membawahiKompartemen yang bersangkutan.16. Ketua Departemen ( secara umum )a. Menyusun Rencana Program Kerja di bidangnya masing – masing untuk disyahkan oleh BadanPengurus Lengkap Pusat.b. Melaksanakan program kerja di bidangnya masing – masing dan melakukan koordinasi sertakerjasama dengan Ketua Departemen lainnya.c. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi / lembaga terkait serta pihak – pihak lain diluar HIPMI yang dapat mendukung suksesnya Program Kerja setelah mendapatkan persetujuanKetua Umum.d. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan serta mengevaluasi pelaksanaan program kerja dibidangnya masing – masing kepada Badan Pengurus Lengkap Pusat.e. Bertanggungjawab kepada Ketua Umum melalui Ketua Kompartemennya masing – masing.
  46. 46. TATA LAKSANA KERJA46B A B VJENIS RAPAT-RAPAT DAN WEWENANGNYA.Untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang maksimal sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai,maka pengambilan keputusan dilakukan dalam rapat – rapat Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI yangterdiri dari :a. Rapat Badan Pengurus Harian ( RBPH )b. Rapat Badan Pengurus Lengkap ( RBPL )c. Rapat Koordinasi Bidang (RAKORBID)1. Rapat Badan Pengurus Harian Pusat (RBPH)a. Peserta Rapat BPH adalah :a.1. Ketua Umuma.2. Para Ketua Bidanga.3. Sekretaris Jenderala.4. Para Wakil Sekretaris Jenderala.5. Bendahara Umuma.6. Para Wakil Bendahara Umuma.7. Para Ketua Kompartemenb. Rapat Badan Pengurus Harian (RBPH) diadakan sekurang – kurangnya sekali dalam 1 ( satu ) bulan.c. Rapat Badan Pengurus Harian (RBPH) berwenang :c.1. Mengadakan evaluasi terhadap seluruh kegiatan/pelaksanaan program kerja BPP HIPMIc.2. Mengadakan penilaian dan persetujuan terhadap Rencana Kegiatan/Program Kerja yangdiusulkan oleh Para Ketua Bidang.c.3. Merumuskan dan membahas Rancangan Peraturan Organisasic.4. Menyusun kebijakan, menanggapi dan mengambil keputusan atas suatu permasalahan yangterjadi, baik yang bersifat internal maupun eksternal HIPMI.c.5. MemutuskanKegiatan/ProgramKerjayangbersifatstrategisdanmendesakuntukdilaksanakanoleh BPP HIPMI.2. Rapat Badan Pengurus Lengkap Pusat (BPL)a. Peserta Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) adalah:a.1. Ketua Umuma.2. Para Ketua Bidanga.3. Sekretaris Jenderala.4. Para Wakil Sekretaris Jenderala.5. Bendahara Umuma.6. Para Wakil Bendahara Umuma.7. Para Ketua Kompartemena.8. Para Ketua Departemen.b. Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) diadakan sekurang – kurangnya sekali dalam 2 (dua) bulanc. Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) berwenang :c.1. Menetapkan Program Kerja BPP HIPMI yang telah disetujui di dalam RBPH.c.2. Menetapkan Pedoman Organisasi (PO) HIPMI beserta seluruh Revisi dan Perubahannya yangtelah disetujui melalui Rapat Badan Pengurus Harian (RBPH).c.3. Melaksanakan hal–hal yang menjadi wewenang Rapat Badan Pengurus Harian (RBPH).3. Rapat Koordinasi Bidang (RAKORBID)a. Peserta Rapat Koordinasi Bidang (RAKORBID) adalah :a.1. Ketua Bidanga.2. Para Ketua Kompartemena.3. Para Ketua Departemen
  47. 47. TATA LAKSANA KERJA 47b. Rapat Koordinasi Bidang diadakan sesuai kebutuhan serta dapat melakukan RAKORBID diperluas dengan melibatkan para Ketua Bidang BPD HIPMI seluruh Indonesia.c. Rapat Koordinasi Bidang berwenang membahas Koordinasi Perencanaan dan PelaksanaanKegiatan / Program Kerja Departemen -Departemen yang berada di bawah koordinasi Kompartemen – Kompartemen yang dibawahinya.d. Rapat Koordinasi Bidang dapat melibatkan Bidang-Bidang lain sesuai dengan pembahasanprogram Kerja dan kegiatan yang terkait4. a. Untukhal-halyangdianggapstrategisdanmendesak,KetuaUmumBPPHIPMI dapatmengadakan Rapat Konsultatif BPH Terbatas yang dihadiri oleh:1. Ketua Umum2. Para Ketua Bidang3. Sekretaris Jenderal4. Para Wakil Sekretaris Jenderal5. Bendahara Umum6. Para Wakil Bendahara Umumb. Rapat Badan Pengurus Harian Terbatas (RBPHT) bersifat konsultatif dan berwenang membahaskoordinasi dan Evaluasi Kegiatan BPP HIPMI yang sangat mendesak untuk dilaksanakan.B A B VIPROSEDUR KERJA1. Semua permasalahan atau kebijakan (Policy) yang perlu dipecahkan oleh Badan Pengurus Harian(BPH) Pusat HIPMI dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Ketua umum, sedangkan permasalahan-permasalahan teknis pelaksanaannya dikomunikasikan dengan Sekretaris Jenderal.2. Setiap rapat diusahakan membahas inventarisasi program kerja/ permasalahan yang dilengkapidengan bahan-bahan/ konsep yang telah disiapkan oleh masing-masing Ketua yang membidangi atauSekretaris Jenderal atau Wakil Sekretaris Jenderal yang ditugaskan.3. Dalam hal BPP HIPMI melaksanakan kegiatan atau sejenisnya, maka Badan Pengurus Harian (BPH)melalui Ketua Umum menunjuk Penanggung Jawab/Ketua Panitia yang bertanggung jawab dalampenyelenggaraan kegiatan dimaksud.4. Paling lambat 14 (Empat belas) hari setelah kegiatan atau sejenisnya selesai Ketua Panitia/PenanggungJawab Kegiatan harus sudah memberikan laporan secara tertulis kepada BPH.5. Laporan tertulis dilengkapi dengan pertanggung jawaban keuangan kegiatan ditujukan kepada KetuaUmum melalui Sekretaris Jenderal.6. Pertanggung jawaban keuangan kegiatan tersebut, oleh Sekretaris Jenderal diteruskan kepadaBendahara Umum setelah melalui kearsipan Sekretaris Jenderal.B A B VIIPROSEDUR SURAT MENYURAT1. Semua-surat yang bersifat dinas, baik surat masuk maupun keluar, untuk masing – masing fungsionarisBPP HIPMI, maupun untuk BPP HIPMI secara kolektif, harus dicatat oleh Staf Sekretariat, setelahberkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal.2. Surat masuk yang telah diterima dan dicatat, diberi lembar disposisi dan dilaporkan kepada SekretarisJenderal, kemudian didisposisikan dan diteruskan kepada Ketua Umum atau Fungsionaris lainnyauntuk mendapatkan disposisi lebih lanjut atau dilaksanakan.3. Semua Surat keluar pada prinsipnya ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal,terutama yang bersifat keluar dan pernyataan sikap untuk dan atas nama organisasi, setelah mendapatparaf dari Ketua yang terkait dengan perihal surat / permasalahan yang ditanggapi.4. Surat keluar yang menyangkut pelaksanaan kegiatan / Program Kerja, dapat ditandatangani oleh salahseorang Ketua bersama Sekretaris Jenderal atau Wakil Sekretaris Jenderal, yang bersangkutan denganKegiatan / Program Kerja tersebut, yang tembusan surat ditujukan kepada Ketua Umum.
  48. 48. TATA LAKSANA KERJA485. Surat yang bersifat tehnis administratif dan rutin semata, dapat ditandatangani Sekretaris Jenderaldengan tembusan kepada Ketua Umum BPP HIPMIB A B VIIIK E U A N G A N1. Anggaran Keuangan terdiri dari :a. Anggaran Rutin Sekretariatb. Anggaran Operasionalc. Anggaran Insidental2. Anggaran Rutin adalah anggaran HIPMI untuk pembiayaan rutin Sekretariat dan gaji pegawai BPPHIPMI.3. Anggaran Operasional adalah anggaran untuk membiayai pelaksanaan Kegiatan / Program Kerja BPPHIPMI.4. Anggaran Insidental adalah anggaran yang sewaktu – waktu dapat digunakan untuk membiayaipengeluaran yang tidak dapat diduga sebelumnya.5. Bendahara Umum dapat mencairkan anggaran setelah disetujui oleh Ketua Umum dan / atau SekretarisJenderal setelah mendapat persetujuan Ketua Umum antara lain:5.1. Anggaran Rutin Sekretariat5.2. Anggaran Operasional5.3. Anggaran Insidental5.4. Untuk anggaran bantuan/ sumbangan kepada pihak lain6. Setiap 3 ( tiga ) bulan sekali, Bendahara Umum membuat laporan Keuangan untuk disampaikan kepadaBPP HIPMI.7. Bersama Ketua Umum dan / atau Sekretaris Jenderal dan atau Bendahara Umum menandatangani Cekataupun Bilyet Giro BPP HIPMI.8. Hal – hal yang lebih terperinci tentang keuangan akan ditetapkan tersendiri oleh Bendahara Umum.B A B IXPENGGANTIAN FUNGSIONARIS BPP HIPMI1. Fungsionaris BPP HIPMI dapat diberhentikan dan diganti dengan alasan sebagai berikut:a. Karena satu dan lain hal tidak dapat meneruskan jabatannyab. Tidak dapat menghadiri serta aktif dalam kegiatan organisasi baik internal maupun eksternalc. Mencemarkan nama baik organisasid. Tidak menghadiri 3 (Tiga) kali berturut-turut BPH dan BPL tanpa adanya pemberitahuan atau alasanyang dapat dipertanggung jawabkan.2. Pelaksanaan pemberhentian dan penggantian / pengangkatan fungsionaris BPP HIPMI diatur dalamPeraturan Organisasi tentang pergantian antar waktu dan pengisian jabatan lowong.B A B XSEKRETARIAT JENDERAL1. Sekretariat Jenderal adalah lembaga di bawah pengawasan pengendalian Sekretaris Jenderal, selakuBPH HIPMI yang terdiri dari seorang Sekretaris Eksekutif dan dibantu beberapa orang staf, sesuaidengan kebutuhan.2. Sekretariat Jenderal bertanggungjawab atas:a. Kelancaran serta ketertiban kerja staf sekretariatb. Semua surat – surat, baik ke luar maupun ke dalam.c. Penyusunan sistem filling dan dokumentasi.d. Peralatan kantor yang terdapat di sekretariat dan inventaris BPP HIPMI.e. Penggunaan anggaran yang merupakan biaya rutin Sekretariat.
  49. 49. TATA LAKSANA KERJA 49f. Mengatur persiapan dan mengikuti setiap rapat yang diadakan oleh Pengurus serta membuatrisalahnya untuk disampaikan kepada Pengurus setelah ditandatangani oleh Pimpinan Rapat.g. Membantu Badan Pengurus dan anggota dalam pengurusan perizinan usaha.h. Bertanggungjawab kepada BPP HIPMI melalui Sekretaris Jenderal.Pasal 9PENUTUP.Hal – hal lain yang belum diatur dalam Pedoman Tata laksana Kerja ini akan diatur kemudiandalam keputusan Rapat Badan Pengurus Harian.Ditetapkan di : JakartaPada Tanggal : 15 April 2013BADAN PENGURUS PUSATHIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIAMASA BAKTI 2011-2014 RAJA SAPTA OKTOHARI HARRY WARGANEGARA HARUNKetua Umum Sekretaris Jenderal
  50. 50. TATA LAKSANA KERJA50
  51. 51. TATA LAKSANA PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN ORGANISASI 51TATA LAKSANAPEDOMAN PENYUSUNANPERATURAN ORGANISASI
  52. 52. TATA LAKSANA PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN ORGANISASI52

×