Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

Mencari Model Penguatan Integrasi Bangsa Berbasis Kolaborasi

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Prochain SlideShare
Kelompok 4
Kelompok 4
Chargement dans…3
×

Consultez-les par la suite

1 sur 18 Publicité

Mencari Model Penguatan Integrasi Bangsa Berbasis Kolaborasi

Télécharger pour lire hors ligne

Bahan Diskusi Kelompok Agenda “Membangun Kolaborasi”
PKN 1 Angkatan 53, dengan Tema “Strategi Kebudayaan untuk Memperkuat Integrasi Bangsa”

Jakarta, 11 April 2022

Bahan Diskusi Kelompok Agenda “Membangun Kolaborasi”
PKN 1 Angkatan 53, dengan Tema “Strategi Kebudayaan untuk Memperkuat Integrasi Bangsa”

Jakarta, 11 April 2022

Publicité
Publicité

Plus De Contenu Connexe

Diaporamas pour vous (20)

Similaire à Mencari Model Penguatan Integrasi Bangsa Berbasis Kolaborasi (20)

Publicité

Plus par Tri Widodo W. UTOMO (20)

Plus récents (20)

Publicité

Mencari Model Penguatan Integrasi Bangsa Berbasis Kolaborasi

  1. 1. Mencari Model Penguatan Integrasi Bangsa Berbasis Kolaborasi Bahan Diskusi Kelompok Agenda “Membangun Kolaborasi” PKN 1 Angkatan 53, dengan Tema “Strategi Kebudayaan untuk Memperkuat Integrasi Bangsa” Jakarta, 11 April 2022 PEDULI INOVATIF INTEGRITAS PROFESIONAL
  2. 2. 6 Agama resmi 1.340 suku & 300 etnik bahasa/ dialek ± 400 aliran kepercayaan ± 17.000 pulau, 3 zona waktu 19 adat rechtskringen van Vollen H. 74.944 Desa, 8.309 Kel, 6.994 Kec, 508 Kab/Kota Realitas Realitas Realitas Realitas Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia
  3. 3. 1. Masyarakat tradisional (the traditional society), 2. Prasyarat untuk tinggal landas (the preconditions for take-off), 3. Tinggal landas (the take-off), 4. Menuju kekedewasaan (the drive to maturity), dan 5. Masa konsumsi tinggi (the age of high mass-consumption) 1. Tidak Sekolah 2. SD, MI 3. SMP, MTS 4. SMA, SMK, MAN 5. D3 6. S1 7. S2-S3 1. Low income (< $ 675) 2. Lower-middle income ($ 675 – $ 2.695) 3. Upper-middle income ($ 2.695 – $ 8.355) 4. High income (> $ 8.355) Aristoteles 1. Sangat kaya 2. Kaya 3. Miskin Karl Marx 1. Kapitalis 2. Menengah 3. Proletar Pitirim Sorokin 1. Raja, bangsawan 2. Priyayi, ulama, punggawa 3. Petani, pedagang, buruh Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Multisosiokultur Multisosiokultur Multisosiokultur Multisosiokultur Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia
  4. 4. “If you want to know whether Islam, democracy, modernity, and women's rights can co-exist, go to Indonesia” (Hillary Clinton, New York Times, 19/02/2009) Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Indonesia di Mata Dunia Indonesia di Mata Dunia Indonesia di Mata Dunia Indonesia di Mata Dunia
  5. 5. PELUANG • Kekayaan budaya; • Meningkatkan daya saing; • Potensi penerimaan negara yang sangat besar; • Accumulation of wealth. ANCAMAN • Potensi konflik sosial politik; • Fragmentasi pemerintahan; • Banyak energi terbuang yang menjadikan produktivitas nasional rendah; • Potensi failure of the state. Peluang Peluang Peluang Peluang & & & & Ancaman Ancaman Ancaman Ancaman Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme
  6. 6. Kebebasan Kebebasan Kebebasan Kebebasan Sipil Sipil Sipil Sipil di Indonesia (2019 di Indonesia (2019 di Indonesia (2019 di Indonesia (2019- - - -2021) 2021) 2021) 2021) https://freedomhouse.org/country/indonesia 1. Electoral Process 2. Political Pluralism and Participation 3. Functioning of Government 1. Freedom of Expression and Belief 2. Associational and Organizational Rights 3. Rule of Law 4. Personal Autonomy and Individual Rights Political Rights: Civil Liberties:
  7. 7. Problematika Problematika Problematika Problematika Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Multikulturalisme Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia  Konflik antara suku Dayak dengan suku Madura di Sampit, 2001.  Konflik antara suku Aceh dengan suku Jawa di Aceh.  Konflik antara suku Lampung dan suku Bali di Lampung, 2012.  Konflik antara suku asli Bangka dan pendatang di Bangka Belitung.  Konflik antara penduduk asli (Betawi) dan pendatang di Pondok Aren, Tangerang Selatan.  Konflik antara suku Dani dan suku Moni di Papua, 2013.  Konflik antara etnis Tionghoa dengan Pribumi, 1998.  Konflik Poso (Islam VS Nasrasi), 1998- 2000.  Konflik Ambon (Islam VS Nasrani), 1999  Konflik Tolikara (Islam VS Nasrani).  Konflik Aceh (Islam VS Kristen), 2015.  Konflik Lampung Selatan (Budha VS Islam).  Konflik Situbondo (Islam VS Kristen), 1996.  Konflik Sampang (Pengikut Ahlus Sunnah Wal Jamaah vs Penganut Syiah), 2012. Konflik Antar Etnis / Suku Konflik Antar Umat Agama
  8. 8. Faktor Faktor Faktor Faktor Ancaman Ancaman Ancaman Ancaman thd thd thd thd Integrasi Integrasi Integrasi Integrasi Bangsa Bangsa Bangsa Bangsa
  9. 9. Faktor Faktor Faktor Faktor Penghambat Penghambat Penghambat Penghambat Integrasi Integrasi Integrasi Integrasi Bangsa Bangsa Bangsa Bangsa 1. Kurangnya sikap saling bertoleransi dalam masyarakat. 2. Kurangnya kesadaran diri dalam masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. 3. Kurangnya sikap saling menghargai perbedaan di dalam masyarakat. 4. Adanya sikap tidak puas dan perasaan tidak adil terhadap ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat. 5. Timbulnya etnosentrisme atau anggapan jika budayanya jauh lebih baik dibanding kebudayaan lainnya. 6. Adanya kemungkinan ancaman atau gangguan datang untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, baik dari dalam maupun luar negeri. 7. Pembangunan yang tidak merata, sehingga hal ini bisa menghambat integrasi nasional. Sumber: Diktat Integrasi Nasional (2017) oleh I Putu Ari Astawam 8. Masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen (keberagaman suku bangsa, budaya, agama dan ras). 9. Wilayah Indonesia yang sangat luas dengan ribuan pulau yang tersebar dari Sabang-Merauke. 10.Budaya asli mulai tergerus karena dipengaruhi budaya asing yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa.
  10. 10. Legacy Legacy Legacy Legacy Kolonialisme Kolonialisme Kolonialisme Kolonialisme Menurut Djoko, secara tidak langsung istilah “mangan ora mangan sing penting kumpul” adalah konsep kolonial. Pihak kolonial, dalam hal ini VOC, secara tak langsung “memaksa” warga untuk makan tidak makan yang penting berkumpul. Tujuannya agar jumlah “karya” di situ tidak berkurang. MALAS adalah warisan kolonial yang harus dikikis habis !!
  11. 11.  Kesatuan Kejiwaan (sosiologis-psikologis) yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928;  Kesatuan Kenegaraan (filosofis-politis) yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945;  Kesatuan Kewilayahan (yuridis-teritorial) yang diumumkan oleh Perdana Menteri Djuanda pada 13 Desember 1957 (Djalal, 2001);  Kesatuan Visi Pembangunan (teknokratis) yang tertuang dalam tujuan Nasional (Pembukaan UUD 1945) dan dijabarkan dalam Visi Pembangunan Jangka Panjang dan Jangka Menengah. Membangun Membangun Membangun Membangun Kesatuan Kesatuan Kesatuan Kesatuan ( ( ( (Integrasi Integrasi Integrasi Integrasi) ) ) ) Bangsa Bangsa Bangsa Bangsa Apa Strateginya?
  12. 12. Teori Teori Teori Teori Pendulum: Antara Pendulum: Antara Pendulum: Antara Pendulum: Antara Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi & & & & Pembiaran Pembiaran Pembiaran Pembiaran
  13. 13. “A curve of geometric figure, a part of which has the same statistical character as the whole” Membangun Membangun Membangun Membangun Integrasi Integrasi Integrasi Integrasi dengan dengan dengan dengan Konsep Konsep Konsep Konsep Fractal Organization Fractal Organization Fractal Organization Fractal Organization
  14. 14. “In holographic terms: each part of the organization contains enough information to recreate the whole”  WoG Membangun Membangun Membangun Membangun Integrasi Integrasi Integrasi Integrasi dengan dengan dengan dengan Konsep Konsep Konsep Konsep Hologram Organization Hologram Organization Hologram Organization Hologram Organization
  15. 15. Alternatif Alternatif Alternatif Alternatif Strategi Strategi Strategi Strategi Penguatan Penguatan Penguatan Penguatan Integrasi Integrasi Integrasi Integrasi Bangsa Bangsa Bangsa Bangsa 1. Transformasi & Akulturasi Budaya. 2. Penguatan Kompetensi Sosio Kultural ASN. 3. Pemerataan Pembangunan khususnya Daerah Pinggiran dan Wilayah 3T. 4. Revitalisasi simbol-simbol Pemersatu Bangsa (RRI-TVRI, Bahasa, Bendera, dsb). 5. Pendidikan Karakter dan Wawasan Kebangsaan. 6. Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri (Bela- Beli Indonesia). 7. Pembentukan Kader Cadangan. 8. Lainnya: ………………………………………
  16. 16. 1. Diskusikan di kelompok Anda, dan pilihkan strategi kebijakan terbaik untuk memperkuat integrasi bangsa (Anda boleh memilih salah satu dari 7 alternatif diatas, atau menentukan sendiri alternatif yang belum tertera diatas). 2. Diskusikan, model kolaborasi seperti apa yang diperlukan untuk mengimplementasikan strategi kebijakan yang Anda pilih tersebut? Tugas Tugas Tugas Tugas Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok
  17. 17. Selamat Berdiskusi! Dengan Kebersamaan (kolaborasi) akan Memperkuat Keragaman dalam Bingkai Kesatuan PEDULI INOVATIF INTEGRITAS PROFESIONAL

×