Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Materi sospol 3 wachid

metodologi sospol

Livres associés

Gratuit avec un essai de 30 jours de Scribd

Tout voir
  • Soyez le premier à commenter

  • Soyez le premier à aimer ceci

Materi sospol 3 wachid

  1. 1. BAB III METODOLOGI SOSIOLOGI POLITIK A. Metodologi Studi Sosiologi Politik I . Metode Kuantitatif Pada metode ini para peneliti atau para penstudi sosiologi politik akan mengemukakan telaah berdasarkan teknik-teknik stntistik yang terkadang terkesan rumit, mungkin membosankan. 2. Penelitian Kualitatif Metode kualitntif dipandang sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data bersifat deskriptif berupa katn-kam tertulis atnu Iisan dari orang-orang dan perilakunya yang dapat diamati
  2. 2. B. Pendekatan Studi Sosiologi Politik I . Pendekatan Historis Pendekatan berangkat dari akar munculnya kecenderungan politis dalam sebuah masyarakat. Berikutnya, bagaimana kelompok-kelompok tersebut membuat gerakan-gerakan sosial, partai dan aksi-aksi politik secara terorganisir. Suatu pendekatan histories selanjutnya akan menelaah kekuatan terorganisir itu ke dalam pengelompokan tipe-tipe sistem berdasarkan pengelompokan tipe sistem yang tertuang dalam teori-teori. 2. Pendekatan Komparatif Pendekatan ini meniscayakan suatu generalisasi gejala politikdalam suatu masyarakat karena ada faktor persamaan dan faktor perbedaan, yang digunakan untuk menyoroti gejala dalam suatu masyarakat Iainnya.
  3. 3. 3. Pendekatan lnstitusional Pendekatan institusional Iazimnya suatu pendekatan yang selalu terfokus kepada hal-hal yang legal forma| .|a hanya memahami masyarakat politik dari segi keharusan-keharusan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang negara dan aturan-aturan | ainnya. ]uga terfokus pada pelembagaan politik yang cenderung sudah mapan, menghiraukan hiruk-pikuk politik di Iuar lembaganya. 4. Pendekatan Behavioral Pendekatan ini berkaitan dengan tingkah Iaku atau perangai anggota-anggota masyarakat politik untuk sampai kepada anggapan masyarakat politik secara utuh dan menyeluruh. Karenanya, secara khas menekankan individu sebagai unit dasar dari analisis; dan untuk memulainya perlu ditegaskan adanya pemisahan antara fakta dengan nilai-nilai, serta perlunya membuat generalisasi terhadap tingkah Iaku yang ada.
  4. 4. 5. I'-? ‘er1ci»eI(atan FLll’Ig£’5IOi"laI Pada pendekatan fungsional ini berangkat dari suatu anggapan bahwa satu sistem cenderung mencari sasaran-sasaran khusus serta suatu fenomena dalam masyarakat politik akan terkait dengan tujuan dalam sebuah sistem. Disinilah bahwa suatu peran individu selalu digandengkan dengan fungsi pada satu sisi dan sistem pada sisi Iain. Karena itu, pendekatan fungsional menghadirkan pula apa yang disebut fungsional structural.

×