Ce diaporama a bien été signalé.
Le téléchargement de votre SlideShare est en cours. ×

Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis

Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Publicité
Chargement dans…3
×

Consultez-les par la suite

1 sur 6 Publicité

Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis

Télécharger pour lire hors ligne

PENGUJIAN OBAT BATUK DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
RIZA AMALIA
RIZQI FAJRI
ROHMAH MADYA
WAFA AUFIA
YULIAN CATUR
YULISA RARASDWI

Untuk menentukan kadar parasetamol pada obat influenza dalam obat konvensional procold menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dengan perbandingan 5 konsentrasi larutan standar yaitu 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm.
Digunakan 5 konsentrasi untuk membentuk kurva kalibrasi sehingga dapat diketahui kadar larutan obat konvensional lewat perbandingan tersebut.

Pengenceran larutan standart
 
 

Digunakan 2 panjang gelombang maksimum pada praktikum kali ini, yaitu λ 305,8 nm dan λ 257 nm.
Pada λ 305,8 nm
1ppm  -0,018 procold  0,007
2ppm  -0.013
3ppm  -0,012
4ppm  0,003
5ppm  - 0,006


Pada λ 257 nm
1ppm  0,242
2ppm  0,354
3ppm  0,452
4ppm  0,565
5ppm  0,691
procold  2,741
Faktor kesalahan
Larutan standar terlalu pekat, karena dibuat larutan standar 300 ppm
300 ppm = 30 mg/ 100 ml (0,03g)
= 300 mg / 1000 ml
3 ppm = 0,3 mg/ 100 ml (0,0003 g)
= 3 mg/1000 ml

PENGUJIAN OBAT BATUK DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
RIZA AMALIA
RIZQI FAJRI
ROHMAH MADYA
WAFA AUFIA
YULIAN CATUR
YULISA RARASDWI

Untuk menentukan kadar parasetamol pada obat influenza dalam obat konvensional procold menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dengan perbandingan 5 konsentrasi larutan standar yaitu 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm.
Digunakan 5 konsentrasi untuk membentuk kurva kalibrasi sehingga dapat diketahui kadar larutan obat konvensional lewat perbandingan tersebut.

Pengenceran larutan standart
 
 

Digunakan 2 panjang gelombang maksimum pada praktikum kali ini, yaitu λ 305,8 nm dan λ 257 nm.
Pada λ 305,8 nm
1ppm  -0,018 procold  0,007
2ppm  -0.013
3ppm  -0,012
4ppm  0,003
5ppm  - 0,006


Pada λ 257 nm
1ppm  0,242
2ppm  0,354
3ppm  0,452
4ppm  0,565
5ppm  0,691
procold  2,741
Faktor kesalahan
Larutan standar terlalu pekat, karena dibuat larutan standar 300 ppm
300 ppm = 30 mg/ 100 ml (0,03g)
= 300 mg / 1000 ml
3 ppm = 0,3 mg/ 100 ml (0,0003 g)
= 3 mg/1000 ml

Publicité
Publicité

Plus De Contenu Connexe

Les utilisateurs ont également aimé (16)

Plus par aufia w (20)

Publicité

Plus récents (20)

Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis

  1. 1. PENGUJIAN OBAT BATUK DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS RIZA AMALIA RIZQI FAJRI ROHMAH MADYA WAFA AUFIA YULIAN CATUR YULISA RARASDWI
  2. 2. Untuk menentukan kadar parasetamol pada obat influenza dalam obat konvensional procold menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dengan perbandingan 5 konsentrasi larutan standar yaitu 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm. Digunakan 5 konsentrasi untuk membentuk kurva kalibrasi sehingga dapat diketahui kadar larutan obat konvensional lewat perbandingan tersebut.
  3. 3. Pengenceran larutan standart 5 PPM: V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 100 ppm = 100 ml x 5 ppm V1= 500𝑚𝑙/ 𝑝𝑝𝑚 100 𝑝𝑝𝑚 = 5 ml 4 PPM: V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 5 ppm = 100 ml x 4 ppm V1 = 400 𝑚𝑙/𝑝𝑝𝑚 5 𝑝𝑝𝑚 = 80 ml 3 PPM: V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 4 ppm = 100 ml x 3 ppm V1 = 300 𝑚𝑙/𝑝𝑝𝑚 4 𝑝𝑝𝑚 = 75 ml 2 PPM: V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 3 ppm = 100 ml x 2 ppm V1 = 200 𝑚𝑙/𝑝𝑝𝑚 3 𝑝𝑝𝑚 = 66,67 ml 1 PPM: V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 2 ppm = 100 ml x 1 ppm V1 = 100 𝑚𝑙/𝑝𝑝𝑚 2 𝑝𝑝𝑚 = 50 ml
  4. 4. Digunakan 2 panjang gelombang maksimum pada praktikum kali ini, yaitu λ 305,8 nm dan λ 257 nm. Pada λ 305,8 nm 1ppm  -0,018 procold  0,007 2ppm  -0.013 3ppm  -0,012 4ppm  0,003 5ppm  - 0,006
  5. 5. Pada λ 257 nm 1ppm  0,242 2ppm  0,354 3ppm  0,452 4ppm  0,565 5ppm  0,691 procold  2,741
  6. 6. Faktor kesalahan Larutan standar terlalu pekat, karena dibuat larutan standar 300 ppm 300 ppm = 30 mg/ 100 ml (0,03g) = 300 mg / 1000 ml  3 ppm = 0,3 mg/ 100 ml (0,0003 g) = 3 mg/1000 ml

×