Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Konsep Pendidikan Pesantren

Diskusi tentang menuntut ilmu dan pendidikan tidak terlepas dari keberadaan lembaga pendidikan yang menjadi tempat bernaung bagi penuntut ilmu untuk mempelajari ilmu-ilmu baru. Lembaga pendidikan merupakan elemen penting yang keberadaanya dapat menjadi simbol kemajuan pendidikan di suatu wilayah. Salah satu lembaga pendidikan yang dikenal di Indonesia adalah lembaga pendidikan pesantren.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan masih bertahan sampai sekarang di Indonesia. Keberadaan pesantren di Indonesia di perkirakan bermula pada saat masuknya ajaran islam di Indonesia yang dibawa oleh pedagang-pedagang Islam, wali, mubaligh dan sebagainya ke wilayah nusantara. Sejak saat itu, pesantren dapat di temukan di beberapa wilayah berbeda di Indonesia.

  • Soyez le premier à commenter

Konsep Pendidikan Pesantren

  1. 1. SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DI INDONESIA Oleh: FITRIA ZAHARAH
  2. 2. Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan masih bertahan sampai sekarang di Indonesia. Keberadaan pesantren di Indonesia di perkirakan bermula pada saat masuknya ajaran islam di Indonesia yang dibawa oleh pedagang-pedagang Islam, wali, mubaligh dan sebagainya ke wilayah nusantara.
  3. 3. Topik Pembahasan: • Pengertian pesantren • Sejarah berdirinya pesantren • Konsep pendidikan pesantren • Perubahan konsep pendidikan yang terjadi pada pesantren dalam menghadapi tantangan modernisasi pendidikan
  4. 4. Pengertian Pesantren Secara Etimologi: 1) Berasal dari kata santri yang diberikan imbuhan awalan pe- dan akhiran –an berarti “tempat tinggal santri”, 2) Berasal dari kata “sant” (manusia baik) dengan suku kata “ira” (suka menolong), sehingga pesantren dapat didefinisikan sebagai tempat pendidikan manusia baik-baik. 3) Kata santri diperkirakan berasal dari bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji. 4) Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kata santri berasal dari bahasa India yang berasal dari kata “shastni” yang bermakna buku-buku suci.
  5. 5. Pengertian Pesantren Samsul Nizar (2007) Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non-klasikal, di mana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang di tulis dalam bahasa Arab oleh ulama abad pertengahan, dan para santri biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut. Definisi pesantren menurut Ensiklopedi Islam untuk Pelajar adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang berkembang beberapa abad lalu di Indonesia sebagai tempat para santri belajar agama Islam dengan menerapkan moralitas Islam pebagai pedoman
  6. 6. Versi pertama. Pesantren berakar pada tradisi Islam sendiri, yaitu tradisi tarekat. Pesantren mempunyai kaitan yang erat dengan tempat pendidikan yang khas bagi kaum sufi. Pemimpin terekat itu disebut kiai, yang mewajibkan pengikut-pengikutnya untuk melakukan suluk selama empat puluh hari dalam satu tahun dengan cara tinggal anggota tarekat dalam sebuah masjid untuk melakukan ibadah-ibadah di bawah kiai. Sejarah Berdirinya Pesantren Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Departemen Agama pada tahun 1984-1985 diperoleh keterangan bahwa pesantren tertua didirikan pada tahun 1062 dengan nama Pesantren Jan Tampes II di Pamekasan Madura. Versi kedua. Pengambil alihan dari sistem pesantren yang diadakan oleh orang-orang Hindu di Nusantara. Di dasarkan pada fakta bahwa jauh sebelum datangnya Islam ke Indonesia lembaga pesantren sudah ada di Indonesia. Pendirian pesantren pada masa itu dimaksudkan sebagai tempat mengajarkan ajaran-ajaran agama Hindu dan tempat membina kader-kader penyebar Hindu. Pendapat lain mengatakan berdirinya pesantren di Indonesia, dimulai dan di bawa oleh Wali Songo, sehingga dapat diperkirakan bahwa pesantren pertama didirikan oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim atau disebut juga Syekh Maulana Maghribi yang merupakan Wali Songo pertama.
  7. 7. Konsep Pendidikan Pesantren Tujuan Unsur – Unsur Jenis
  8. 8. Tujuan umum, untuk membina warga Negara agar berkepribadian muslim sesuai dengan ajaran-ajaran Islam dan menanamkan rasa keagamaan pada semua segi kehidupan serta orang yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan Berdirinya Pesantren Tujuan khusus, • Mendidik santri menjadi anggota masyarakat yang muslim serta bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan, keterampilan lahir bathin serta sebagai warga Negara yang berpancasila. • Mendidik santri agar menjadi manusia muslim selaku kader ulama, muballigh, berjiwa ikhlas, tabah, tangguh, wiraswasta dan mengamalkan syariah secara utuh dan dinamis. • Mendidik santri untuk membantu mengingatkan kesejahteraan sosial masyarakat dalam rangka usaha pembangunan masyarakat dan bangsa.
  9. 9. Pondok Unsur-Unsur Pesantren Masjid Santri Kiai Kitab Klasik
  10. 10. Pesantren Salafiyah (tradisional) Jenis-Jenis Pesantren Pondok pesantren khalafiyah adalah pondok pesantren yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan pendekatan modern melalui suatu pendidikan formal, baik madrasah (MI, MTs, MA atau MAK) maupun sekolah (SD, SMP, SMA dan SMK) atau nama lainya. Sebagaimana sekolah-sekolah pada umumnya, pada pesantren khalafiyah diberlakukan pendekatan klasikal pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan, dengan program-program yang didasarkan pada satuan waktu, seperti catur wulan, semester, tahun kelas dan seterusnya. Pesantren Khalafiyah (modern) Pondok pesantren ini menyelenggarakan pelajaran dengan pendekatan tradisional, sebagaimana yang berlangsung sejak awal pertumbuhannya, pembelajaran dilakukan secara individual atau kelompok dengan konsentrasi pada kitab-kitab klasik berbahasa Arab, penjenjangan tidak didasarkan pada satu waktu tetapi berdasarkan tamatnya kitab yang dipelajari.
  11. 11. Konsep Pendidikan Pesantren 8 ciri pendidikan di Pesantren: • Adanya hubungan yang akrab antara santri dan kiainya • Adanya kepatuhan santri kepada kiai • Hidup hemat dan penuh kesederhanaan • Kemandirian • Jiwa tolong menolong dan suasana persaudaraan • Kedisiplinan • Berani menderita untuk mencapai suatu tujuan • Pemberian ijazah
  12. 12. Kurikulum Pada pesantren tradisional, tidak ada istilah kurikulum seperti yang biasanya ditemukan pada pendidikan formal, namun yang dikenal adalah istilah manhaj. Manhaj dapat diartikan sebagai arah pembelajaran tertentu. Manhaj tidak berbentuk seperti jabaran silabus, melainkan berupa funun kitab-kitab yang diajarkan pada para santri. Pesantren modern menggunakan system pendidikan yang mengkombinasikan antara pesantren tradisional dan juga model pendidikan formal dengan mendirikan satuan pendidikan semacam SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA bahkan sampai pada perguruan tinggi.
  13. 13. Metode Pembelajaran • Metode Sorogan • Metode ini merupakan ciri khas dari pesantren. Kata sorogan ini berasal dari kata sorog dari bahasa Jawa yang bermakna menyodorkan. Jadi di dalam metode ini santri manghadap kiai seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Metode ini termasuk metode belajar individual karena santri secara perorangan berhadapan langsung dengan seorang guru atau kiai. • Metode Wetonan • Istilah weton berasal dalam bahasa Jawa yang berarti waktu, sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu tertentu, yaitu sebelum atau sesudah melakukan shalat fardhu atau pada hari-hari tertentu. Metode ini dilaksanakan saat kiai membacakan kitab kuning, sementara santri duduk disekeliling kiai mendengarkan dan memahami serta memberikan makna di kitabnya tentang materi yang sedang dibacakan kiai. Di Jawa Barat metode ini disebut dengan bandongan. • Metode Hafalan • Ini merupakan metode dimana santri menghapal teks atau kalimat tertentu dari kitab yang dipelajarinya dalam jangka waktu tertentu. Hafalan yang dimiliki oleh santri ini kemudian dihafalkan di hadapan kiai atau utadz.
  14. 14. Metode modern • Metode Musyawarah • Nama lain dari metode ini adalah bahtsul masa'il. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang serupa dengan metode diskusi atau seminar. Beberapa orang santri dengan jumlah tertentu membentuk halaqah yang dipimpin langsung seorang kiai atau ustadz senior untuk membahas atau mengkaji persoalan yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pelaksanaan, para santri dengan bebas mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau pendapatnya. • Metode Demonstrasi atau Praktik Ibadah • Metode ini merupakan cara pembelajaran dimana santri memperagakan tata cara pelaksanaan ibadah tertentu yang dilakukan secara pribadi maupun kelompok di bawah bimbingan kiai atau ustadz.
  15. 15. Perubahan konsep pendidikan yang terjadi pada pesantren dalam menghadapi tantangan modernisasi pendidikan Masa kejayaan pesantren berlangsung sekitar abad ke 16 dimana pesantren menjadi satu- satunya lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Tantangan pertama datang dari masa kolonialisme Belanda dimana Belanda datang dan memperkenalkan sistem pendidikan sekolah Tantangan kedua datang dari kaum reformis muslim. Pada abad kedua puluh, kaum reformis meyakini bahwa untuk menjawab tantangan pemerintah kolonial Belanda dan kristenisasi, perlu diadakan modernisasi pendidikan Islam. Pertama, mereka yang mendirikan sekolah-sekolah umum, tetapi diberi muatan Islam. Kedua, mereka yang mendirikan madrasah modern, yang secara terbatas mengadopsi substansi dan metodologi pendidikan modern yang diperkenalkan oleh Belanda
  16. 16. Usaha yang dilakukan pesantren dalam menghadapi tantangan tersebut adalah dengan melakukan penyesuaian terhadap sistem pendidikannya dengan melakukan modernisasi pendidikan pesantren. Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan menghasilkan pengembangan kurikulum pendidikan pesantren dengan memasukkan mata pelajaran-mata pelajaran umum, mengadakan sistem perjenjangan (sistem classical), dan perubahan manajemen pesantren. Tujuan dari modernisasi pendidikan pesantren ini adalah untuk mempertahankan keberadaan pesantren yang mulai tersaingi dengan munculnya sekolah sekolah umum maupun sekolah madrasah. Pada perkembangannya, kurikulum di pesantren semakin terbuka dengan memasukkan banyak mata pelajaran umum di dalam kurikulum pendidikannya, pengajaran keterampilan-keterampilan tertentu, namun tetap mengajarkan kitab-kitab kuning yang menjadi cirri khas pesantren.
  17. 17. Pondok Pesantren Tebuireng Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh KH. Hasyim Asyari pada tahun 1889 M. Metode pembelajaran yang digunakan pesantren Tebuireng pada awal pendiriannya adalah metode pendidikan tradisional, seperti sarogan, wetonan dan bandongan. Materi pelajaran pun hanya sebatas pengetahuan keagamaan. Namun sejak tahun 1916 M, terjadi perubahan di pesantren ini dengan dimulainya sistem pendidikan madrasah dan pada tahun 1919M terdapat penambahan mata pelajaran yang harus dipelajari para santri dengan dimasukkannya mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia (Melayu), Matematika, Ilmu Bumi, Bahasa Belanda dan Sejarah. Perubahan ini merupakan usulan dari putra tertua KH. Hasyim, yakni KH. Wahid Hasyim untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri dalam rangka peningkatan kualitas kemampuan santri. Hal ini juga didasari dengan semakin banyaknya pendirian sekolah umum oleh kolonial Belanda.
  18. 18. Refleksi Pendidikan di dalam pesantren pada awalnya adalah sistem pendidikan agama yang berdiri sendiri dan terpisah dari pengajaran ilmu pengetahuan dimana pada awalnya ilmu pengetahuan diluar ilmu agama tidak diajarkan Pengajaran tentang ilmu pengetahuan non-agama diperkenalkan di Indonesia pada zaman Belanda. Pada masa ini pengenalan terhadap cara penulisan huruf latin, berhitung, pelajaran IPA, sejarah mulai dilaksanakan. Sehingga pada awal diperkenalkannya sekolah umum di Indonesia memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun pada hakikatnya, kedua ilmu tersebut dibutuhkan bagi seorang individu dalam menjalani hidupnya agar mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat.
  19. 19. Pemakalah membayangkan apabila Belanda tidak menjajah Indonesia maka di dalam sistem pendidikan Indonesia tidak di kenal sistem pendidikan umum. Pendidikan di Indonesia pastinya akan berbasis agama yang merupakan ilmu yang sangat bermanfaat bagi manusia di dunia maupun akhirat. Namun, ilmu agama saja sebenarnya tidak cukup untuk mencapai kemajuan di bidang pendidikan, karena perbaduan ilmu agama dan ilmu pengetahuanlah yang sebenarnya menjadi landasan majunya sistem pendidikan di suatu negara. Bila pendidikan awal di Indonesia yakni system pendidikan pesantren tidak mengalami modernisasi, bisa saja beberapa perguruan tinggi termashur di Indonesia seperti UI, ITB, IPB, UGM dan sebagainya tidak dikenal dan didirikan di Indonesia. Padahal, perguruan tinggi yang disebutkan di atas, pada saat ini, memiliki peran dalam mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Jadi, hikmah dari ini modernisasi pendidikan pesantren ini, menurut pemakalah, membuka pintu untuk memperlebar khasanah pendidikan di Indonesia untuk bergerak kea rah yang lebih baik sehingga tidak perlu untuk disesali.

×